Anda di halaman 1dari 17

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA PADA KELUARGA TN.

M
SDENGAN HIPERTENSI DI DUSUN REJOSARI DESA SRIMARTANI
KECAMATAN PYUNGAN KABUPATEN BANTUL

Oleh:

Ahmad Rizki Anhar Fuadi M18.04.0003

PROGRAM STUDI PROFESI NERS


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN MADANI
YOGYAKARTA
2019
PENGKAJIAN KELUARGA

A. DATA UMUM
Nama Kepala Keluarga : Tn. Mugimin
Umur : 38 Tahun
Alamat : RT.06. Rejosari
Pekerjaan Kepala Keluarga : Buruh
Pendidikan Kepala Keluarga : SD
Agama : Islam
Suku bangsa : Jawa

Komposisi keluarga

No Nama JK Hub dgn KK Umur Pendidikan Agama Pekerjaan


1 Tn Mugimin L Suami 38 Th SD Islam Buruh
2 Ny. Ponikem P Istri 36 Th SD Islam IRT
3 Ny. Esti P Anak 19 Th SLTA Islam Buruh pabrik
4 An. Dammar L Anak 12 Th SLTA Islam Pelajar

Genogram :

Keterangan:
: Laki-laki : Meninggal
: Perempuan : Tinggal serumah
Tipe keluarga:
Tipe keluarga : adalah keluarga inti (Muclear Family) yang terdiri atas ayah, ibu dan
anak
Status sosial ekonomi keluarga
Di keluarga Tn. M pencari nafkah utama di keluarga adalah beliau, yang bekerja
sebagai Buruh penghasilan mencukupi kebutuhan sehari-hari, yang mencari nafkah
suami dengan pekerjaan sebagai buruh bangunan dan istri sebagai petani sekaligus
ibu rumah tangga
Aktifitas rekreasi keluarga :
Keluarga Tn. M jarang pergi rekreasi atau piknik bersama-sama di karenakan waktu dari Tn.
M yg tidak ada. Jika mereka piknik mungkin hanya beberapa bulan sekali, dan untuk hiburan
sehari-harihanya menonton tv dirumah.

B. RIWAYAT TAHAP PERKEMBANGAN KELUARGA


1. Tahap perkembangan keluarga saat ini :
Tn. M dan Ny. P mendidik anak-anaknya dengan mengajarkan pendidikan agama dan keluarga
Tn M tidak ada masalah dalam mendidik anaknya.
2. Riwayat keluarga inti (per masing-masing anggota) :
 Tn. M lahir di Yogyakarta pada 14 Mei 1979 dan menjadi kepala keluarga sekligus
menjadi tulang punggung yang menafkahi keluarga
 Ny. P lahir di Yogyakarta pada 23 Juli 1981 menikah dengan Tn.M pada tahun
1999, kemudian hamil dan melahirkan setahun kemudian. Ny. P dan Tn. M baru
memutuskan tidak memakai alat kontrasepsi atau KB.
 Ny. E lahir pada 18 Maret 2000 kecil hingga besar di dusun Rejosari , dan sekarang
sudah berumah tangga tinggal di srimulyo piyungan bersama suaminya dan bekerja
sebagai buruh pabrik dan ibu rumah tangga
 An. D Lahir pada tanggal 12 Desember 2007 dan ia sekarang sebagai pelajar di
SLTP 2 Piyungan
3. Riwayat keluarga sebelumnya :
Riwayat orang tua dari pihak Suami dan Istri tidak mempunyai kebiasaan kawin
cerai ataupun berjudi dalam riwayat Keluarga dari Tn.M tidak memiliki riwayat
penyakit turunan seperti Hipertensi, DM dan juga sebaliknya dari Ny. P tidak
mempunyai riwayat penyakit turunan seperti Hipertensi, DM

LINGKUNGAN
1. Karakteristik rumah :
a. Denah rumah :

b. Keadaan lingkungan dalam rumah :


Rumah yang ditinggali Tn. M sekeluarga adalah rumah permanen yang
berukuran ±9x12m. Desain interior rumah terbagi menjadi 2 ruangan kamar
tidur, 1 ruang tamu yang sekaligus menjadi ruang keluarga. dan yang paling
belakang adalah dapur dan kamar mandi.
Lantai rumah seluruh ruangan terbuat dari keramik. Terdapat 2 jendela di
depan samping pintu masuk. Namun, jendela yang terlihat jarang terbuka kalau
pagi2 saja dibuka.. Kondisi rumah, tampak rapi bersih dan langit rumah
menggunakan ternit. Sumber air yang digunakan oleh keluarga berasal PAM,
dan. Pada saat hari mulai gelap, pencahayaan lampu dalam rumah Tn. M
terbilang sangat terang.
c. Keadaan lingkungan di luar rumah :
Keadaan lingkungan di sekitar rumah adalah perkebunan dan
persawahan,serta di samping rumah terdapat kandang samping dan rumah
berada di kaki bukit dan tidak berjauhan dengan keluarga adik di samping
rumahnya dan tetangganya
2. Karakteristik tetangga dan komunitas :
Tetangga Keluarga Tn. M sebagian besar bekerja sebagai petani dan buruh, bila
ada masalah antara warga di selesaikan dengan musyawrah tingkat RT yang
dipimpin oleh Tn. M karena Tn. M ketua RT 06.
3. Mobilitas geografis keluarga :
Saat ini, keluarga Tn. M dan Ny. P merupukan penduduk asli Desa srimartani
Dusun Rejosari dan secara transportasi yang di gunakan keluarga untuk menuju
ketempat pelayanan kesehatan menggunakan kendaraan prbadi motor
4. Perkumpulan keluarga dan interaksi dengan masyarakat :
Keluarga Tn.M selalu menghadiri acara keagamaan yang ada didusunnya, dan ikut
berpartisipasi diberbagai kegiatan dusun. An D juga sering bersosialisai dengan
temannya dan sering bermain bersama dan tidak bernah bertengkar.
5. Sistem pendukung keluarga :
Bila ada masalah dalam keluarga, keluarga lebih senang menyelesaikan dengan
anggota keluarga.
Dan jika ada anggota keluarga yang sakit parah baru diperiksakan ke bidan praktik
atau puskesmas piyungan.

STRUKTUR KELUARGA
1. Pola komunikasi keluarga
Tn.M mengatakan bahwa komunikasi pada keluarganya sering dilakukan , ketika
sehabis dari kebun lelah dan istirahat dirumah akan tetapi Ny.P Jarang
mengkomunikasikan kesehatanya ke suami atau anaknya karena sudah merasa
terbiasa.
2. Struktur Kekuatan keluarga
Pemegang keputusan di keluarga adalah Tn.M sebagai kepala keluarga, tetapi tidak
menutup kemungkinan suatu ketika Ny. P punya pendapat sendiri dan membuat
keputusan sendiri, misalnya pada saat membeli keperluan rumah tangga dan mengatur
posisi perabotan rumah tangga.
3. Struktur Peran
Tn.M : Sebagai pengatur dan pelindung keluarga serta mencari nafkah.
Ny. P : Sebagai pengasuh dan pemelihara anak-anak serta suami, dan mengatur
kerumah tanggaan.
An. D: Menjadi seorang anak yang berbakti kepada keluarganya dengan belajar di
sekolah yang rajin
4. Nilai dan norma keluarga:
Nilai dan norma yang dipegang oleh Tn. M adalah sesuai dengan nilai-nilai ajaran
Islam dan tidak terpengaruh oleh norma budaya. Penerimaan keluarga terhadap perawat
sangat baik, setiap masalah yang ada diutarakan dan menerima kehadiran perawat.

FUNGSI KELUARGA
1. Fungsi biologis keluarga: Semua anggota saling menyangi satu sama lainya apabila
ada saudar atau anggota keluarga yang sakit anggota keluarga yang lain saling
membantu
2. Fungsi psikologis keluarga:.
 Pengambilan keputusan:
Tn.M mengatakan setiap pengambilan keputusan di musyawarahkan dulu oleh
istri dan anaknya.
 Mencari pelayanan kesehatan :
Tn. M mengatakan keluarga jarang ke pelayanan kesehatan, kalau sakit ke bidan
praktik
3. Fungsi sosial keluarga:
 Hubungan dengan orang lain:
Tn. M mengatakan hubungan dengan saudara,tetangga dan warga disekitar dusun
baik baik saja dan tidak ada masalah.
 Kegiatan organisasi sosial:
Tn. M mengatakan ikut organisasi perdukuhan dan istrinya mengikuti arisan ibu-
ibu yang di selenggarakan 1 minggu sekali.
4. Fungsi spiritual:
 Ketaatan beribadah:
Tn. M mengatakan hanya sholat subuh,maghrib dan isya saja di masjid, karena
siang sampain sore di tempat kerja jadi tidak sholat jamaah, tetapi insyaallah selalu
sholat 5 waktu
 Keyakinan kesehatan:
Tn. M mengatakan bahwa kesehatan yang di berikan adalah nikmat dari allah dan
harus disyukuri dan dijaga
5. Fungsi kultural:
 Adat yang mempengaruhi kesehatan:
Tidak ada
 Tabu-tabu:. Tidak ada
6. Fungsi reproduksi:
Tn.M mengatakan ia memiliki 2 orang anak yang 1 prempuan dan 1 anak laki-laki
yang anak prempuan sudah menikah dan Ny. P sekarang menggunakan KB suntik
karena cocok tidak ada kontra indikasi
8. Fungsi perawatan kesehatan:
 Menurut keluarga, masalah kesehatan apa yang sedang dihadapi keluarga
Keluarga mengatakan tidak begitu mengetahui tentang penyakit darah tinggi dan
tidak rajin untuk memeriksakan penyakit Ny. P ke puskesmas dan juga penyakit
batuk-batuk yang di derita istri dan anaknya yang sudah 1 minggu
 Apa yang dilakukan keluarga dalam menghadapi masalah kesehatan yang sedang
dialami:
Ketika sakit keluarga hanya membeli obat di warung dan dalam 1 minggu ini
belum ada anggota keluarga yang berobat ke puskesmas atau Rumah sakit. Dan
punya bpjs tapi tidak digunakan untuk berobat
 Kemana keluarga meminta pertolongan apabila ada anggota keluarga yang
mengalami masalah kesehatan:
Ke bidan praktik dan terkadang ke puskesmas piyungan
 Tindakan apa yang dilakukan keluarga untuk mencegah timbulnya masalah
kesehatan:
Istirahat yang cukup dan makan buah dan sayuran
STRES DAN KOPING KELUARGA
1. Stresor jangka pendek dan jangka panjang:
Keluarga Tn. M saat ini tidak memikirkan penyakit yang ia derita NY. P dan Ny. P
menganggapnya biasa aja kan sakit insya allah nanti sembuh
2. Kemampuan keluarga berespon terhadap situasi/stressor :
Tn.M dan Ny. P tidak ada keluhan dan permasalah ekonomi dan sosial yang di
hadapi.
3. Strategi koping yang digunakan:
Tn mengatakan keluarganya jika ada masalah dari istrinya dan anak-anaknya
langsung cerita dan tidak di pendam terlau berlaama-lama

PEMERIKSAAN FISIK
Pemeriksaan Tn.M Ny. P Sdr. R
fisik
TD 120/80 mmHg 150/90 mmHg 120/80 mmHg
N 86x/mt 91x/mt 90 x/mt
RR 19x/mt 19x/mt 20x/mt
Keluhan TIDAK ADA Batuk-batuk sudah 1 Batuk-batuk
minggu sudah 4 hari

HARAPAN KELUARGA

Harapan Tn.M dan Ny.P adalah agar selalu diberikan kesehatan lahir dan batin serta
Dan selalu dimurahkan dan dipermudah rizekinya oleh allah SWT. Dan juga merasa
senang dengan kehidran Mahasiswa Ners dan berharap mambantu menangani
masalah kesehatan yang ada.
B. ANALISA DATA
Data Kemungkinan Masalah/
Penyebab Diagnosa
DS: Keluarga mengatakan tidak begitu Ketidak mampuan Kurang pengetahuan
mengetahui tentang penyakit darah tinggi keluarga mengenal keluarga mengenai
dan tidak rajin untuk memeriksakan masalah kesehatan penyakit hipertensi
penyakit Ny. P ke puskesmas.

DO:
Hasil TTV:
TD: 150/90 mmHg
N : 91x/Menit
RR: 19/Menit

DS:
- Tn. M mengatakan keluarga jarang ke Ketidak mampuan Ketidak efektifan
pelayanan kesehatan, kalau sakit hanya ke keluarga merawat penatalaksanaan
bidan praktik saja kadang-kadang ke anggota keluarga yang program terapeutik
puskesmas sakit.
- dalam 1 minggu ini belum ada anggota
keluarga yang berobat ke puskesmas atau
Rumah sakit dan tidak rajin untuk
memeriksakan penyakit hipertensi Ny. P ke
puskesmas dan juga penyakit batuk-batuk
yang di derita istri dan anaknya yang sudah
1 minggu
DO: Punya Kartu bpjs tapi tidak di gunakan
untuk berobat
C. SKORING

Diagnosis 1:
Kurang pengetahuan keluarga tentang penyakit hipertensi berhubungan dengan Ketidak
mampuan keluarga mengenal masalah kesehatan
NO KRITERIA SKOR BOBOT JUMLAH TOTAL PEMBENARAN
1 Sifat masalah: 3 1 3/3 x 1 1 Apabila masalah yang
Aktual dialami Ny.P
berkelanjutan maka akan
mengakibatkan suatu
masalah yang semakin
fatal yaitu stroke.
2. Kemungkinan 2 2 2/2 x1 1 Fasilitas kesehatan
masalah (puskesmas) dapat
diubah : dijangkau dengan mudah
Masalah sehingga keluarga dapat
mudah diubah memanfaatkannya
Potensi untuk 1 2 2/3 x 1 2/3 Masalah belum berat
3. dicegah : walaupun Ny.P sudah
cukup merasakan, tetapi Ny.P
masih mampu melakukan
aktivitasnya sehari hari
Menonjolnya 1 2 1/2 X 1 1/2 Ada masalah, namun
4. masalah : keluarga
Ada, tetapi menganggap tidak
tidak harus perlu segera ditangani.
segera diatasi .

Jumlah 4 1/2
Diagnosis 2:
Ketidak efektifan penatalaksanaan program terapeutik berhubungan dengan Ketidak mampuan
keluarga merawat anggota keluarga yang sakit.

NO KRITERIA SKOR BOBOT JUMLAH TOTAL PEMBENARAN


1. Sifat masalah: 3 1 3/3 X 1 1 Masalah adalah aktual
aktual sudah terjadi untuk itu
perlu tindakan
perawatan, sehingga
tidak berdampak pada
masalah lain (stroke)
2. Kemungkinan 1 2 1/2 X 2 1 Masalah dapat dicegah
masalah dapat untuk lebih parah, dan
diubah: membutuhkan peran
sebagian serta keluarga yang amat
besar, dalam merubah
perilaku pemenuhan
nutrisi, ada tenaga
kesehatan
yang akan membina.
3. Potensial untuk 2 1 2/3 X 1 2/3 Masalah belum berat,
dicegah: cukup dan membutuhkan waktu
untuk mengubah
kebiasaan keluarga.
4 Menonjolnya 0 1 0 X1 0 Ny.P menganggap
masalah tidak masalah.
dirasakan Anggapan keluarga,
bahwa masalah HT ini
adalah masalah yang
biasa.
Total 3 1/3
D. DIAGNOSIS KEPERAWATAN BERDASARKAN PRIORITAS:
1. Kurang pengetahuan keluarga mengenai penyakit hipertensi berhubungan dengan Ketidak
mampuan keluarga mengenal masalah kesehatan
2. Ketidak efektifan penatalaksanaan program terapeutik berhubungan dengan Ketidak
mampuan keluarga merawat anggota keluarga yang sakit.
E. PERENCANAAN

Diagnosis Tujuan Intervensi


Kurang Setelah dilakukan pertemuann  Bina hubungan saling percaya,
pengetahuan
keluarga selama 3x45 menit kontrak dengan keluarga dan klien
keluarga
mengenai keluarga dapat :  Kaji tingkat pengetahuan keluarga
penyakit
- Menyebutkan arti penyakit tentang penyakit Hipertensi
hipertensi
berhubungan hipertensi  Berikan keluarga pendidikan
ketidak mampuan
- Menyebutkan Faktor dan kesehatan tentang :
keluarga
mengenal masalah penyebab yang - Pengertian hipertensi
kesehatan
mempengaruhi hipertensi - Penyebab hipertensi
- Menyebutkan tanda dan - Tanda dan gejala
gejala penyakit hipertensi - Akibat hipertensi
- Mampu menyebutkan akibat - Cara pencegahan hipertensi
lanjut darah tinggi - Pengobatan tradisional
- Membuat keputusan untuk  Anjurkan klien untuk tidak makan
mau berobat ke puskesmas makanan peningkat tekanan darah
- Membuat keputusan untuk  Anjurkan klien untuk periksa ke
berolahraga dan menjaga pelayanan kesehatan secara rutin
makan-makanan yang
rendah garam dan minyak
Ketidak efektifan Setelah dilakukan pertemuann a) Bina hubungan saling percaya,
penatalaksanaan keluarga selama 3x45 menit b) Perawat membangun hubungan
program keluarga dapat: terpeutik kepada keluarga
terapeutik - Mampu memahami c) kontrak dengan keluarga dan klien
berhubungan perawatan yang tepat bagi d) Diskusikan dengan keluarga tentang
dengan Ketidak keluarga masalah kesehatan yang di hadapi
mampuan - Mampu memutuskan untuk e) Sediakan informasi penyakit sesuai
keluarga merawat pengambilan keputusan dengan kebutuahan keluarga
anggota keluarga emansipasi yang tepat f) Membantu keluarga untuk
yang sakit mengidentifikasi kekuatan keluarga
- Mampu untuk melakukan g) Mendukung penggantian kebiasaan
perawatan sesuai dengan yang tidak diinginkankeluarga
pengambilan keputusan
emansipasi

F. IMPLEMENTASI
Diagnosa Keperawatan : Kurang pengetahuan keluarga mengenai penyakit hipertensi
berhubungan ketidak mampuan keluarga mengenal masalah kesehatan.

Hari/tanggal : Senin, 8 Mei 2019

Hari/J
IMPLEMENTASI Evaluasi Ttd
am
Senin
16.00  Membina hubungan saling percaya, S : Keluarga mengatakan: sangat
berterimakasih kepada perawat karena
kontrak dengan keluarga dan klien sudah memberikan edukasi tentang
 Mengkaji tingkat pengetahuan bahayanya penyakit hipertensi. Klien
sudah mengetahui tentang tanda dan
keluarga tentang penyakit gejala hipertensi namun klien masih
Hipertensi belum tau untuk pengobatan
perawatan hipertensi di rumah
 Memberikan keluarga pendidikan 0 : Keluarga memahami apa yang di
kesehatan tentang : edukasikan perawat kepadanya
Mengikuti instruksi yang diberikan
- Pengertian hipertensi perawat
- Penyebab hipertensi A : Masalah teratasi sebagian
P: Lanjutkan intervensi
- Tanda dan gejala
- Akibat hipertensi Terangkan kepada keluarga tentang
pengobatan hipertensi di rumah
- Cara pencegahan hipertensi dengan pengobatan tradisional
- Pengobatan tradisional
 Menganjurkan klien untuk tidak
makan makanan peningkat tekanan
darah
 Menganjurkan klien untuk periksa
ke pelayanan kesehatan secara rutin

Kamis
16.20 S: Keluarga pasien mengatakan:
 Membina hubungan saling percaya, Alhamdulillah sudah tau cara
kontrak dengan keluarga dan klien. pengobatan pengobatan hipertensi
dirumah menggunakan obat tradisional
 Memberikan keluarga pendidikan Dan sudah Mulai kontrol penyakit
kesehatan tentang : hipertensi ke puskesmas

Pengobatan tradisional yang O: Klien sudah memriksakan


digunakan di rumah berupa: penyakitnya ke puskesmas sudah tau
Makan timun 2 pada pagi hari dan cara perawatan penyakit hipertensi di
sore hari dan dua buah belimbing rumah.
dimakan di pagi hari dan sore
 Menganjurkan klien untuk tidak A: Masalah teratasi
makan makanan peningkat tekanan
P: Hentikan intervensi
darah
 Menganjurkan klien untuk periksa
ke pelayanan kesehatan secara rutin
Diagnosa Keperawatan : Ketidak efektifan penatalaksanaan program terapeutik
berhubungan dengan Ketidak mampuan keluarga merawat anggota keluarga yang sakit

Hari/tanggal : Senin, 8 Mei 2019


Hari/J
IMPLEMENTASI Evaluasi Ttd
am
Senin
16.00  Membina hubungan saling percaya, S: Keluarga pasien mengatakan:
Sangat berterimkasih kepada perawat
kontrak dengan keluarga dan klien Karena sudah datang ke rumah
 Membangun hubungan terpeutik memriksa kesehatan dan sudah
memberikan informasi kesehatan dan
kepada keluarga sekarang sudah tau kalau sakit berobat
 Kontrak waktu dengan keluarga dan ke puskesmas atau ke rumah sakit dan
tidak membeli obat di warung
klien
 Mendiskusikan dengan keluarga O: Klien sudah mau pergi ke rumah
sakit untuk berobat dan akan diantar
tentang masalah kesehatan yang di keluarganya dan sudah mau
hadapi mengkomunikasikan masalah
kesehatan kepada keluarga
 Menyediakan informasi penyakit
sesuai dengan kebutuahan keluarga A: Masalah teratasi

 Membantu keluarga untuk P: Hentikan intervensi


mengidentifikasi kekuatan keluarga
 Mendukung penggantian kebiasaan
yang tidak diinginkan keluarga