Anda di halaman 1dari 9

SATUAN ACARA PENYULUHAN

(SAP)

Hari / Tanggal :
Jam :
Sasaran :
Tempat :
A. ANALISA SITUASI :

B. TUJUAN :
1. Tujuan umum
Setelah mengikuti penyuluhan selama 40 Menit Masyarakat RT 12/RW 03
diharapkan ibu ibu mampu memahami ASI eksklusif.
2. Tujuan Khusus
Setelah mengikuti penyuluhan diharapkan masyarakat mampu :
a. Menjelaskan pengertian ASI eksklusif
b. Menjelaskan komponen ASI
c. Menjelaskan manfaat ASI
d. Menjelaskan cara meneteki dengan benar
e. Menjelaskan cara perawatan payudara

C. Pokok Pembahasan
1. Pengertian ASI eksklusif
2. Komponen ASI
3. Manfaat ASI
4. Cara meneteki dengan benar
5. Cara perawatan payudara

D. Metode
Ceramah

E. Media /Alat Bantu


Leaflet
WAKTU/KEGIATAN KEG.FASILITATOR KEG.AUDIEN
Pembukaan (5 menit) 1. Mengucapkan salam 1. Menjawab salam
2. Memperkenalkan diri 2. Memperhatikan
3. Menyampaikan tujuan 3. DST
4. Memberikan
pertanyaan tentang ASI
eksklusif.
KEG. Inti (50 menit) 1. Menanyakan tentang 1. menjawab
ASI eksklusif
2. Memberikan penguatan
terhadap jawaban
3. Memberikan
kesempatan audien lain
untuk menjawab
4. Menjelaskan
/menyimpulkan
jawaban audien tentang
pengertian ASI
eksklusif menurut teori
5. Menjelaskan
komponen- komponen
ASI
6. Menjelaskan manfaat
ASI
7. Menjelaskan cara
meneteki dengan benar
8. Menjelaskan cara
merawat payudara
9. Memberikan
kesempatan audien
untuk bertanya
10. Menjawab pertanyaan
dari audien
11. Memberikan
kesempatan audien lain
untuk menjawab
12. Memperagakan cara
meneteki dengan benar
13. Minta audien untuk
mencoba
memperagakan
PENUTUP(5 menit) 1. menanyakan kembali
materi yang sudah
dibahas
2. menyimpulkan materi
yang sudah dibahas
3. memotivasi audien
untuk melakukan hal
hal yang telah di bahas
4. kontrak waktu
5. salam penutup

F. Evaluasi
1. Menurut saudara apa yang dimaksud ASI eksklusif ?
2. Sebutkan manfaat ASI eksklusif ?
3. Jelaskan cara meneteki yang benar ?
4. Jelaskan cara merawat payudara ?
ASI EKSKLUSIF
A. Pengertian
ASI eksklusif adalah bayi hanya diberi ASI saja, tanpa tambahan
cairan lain seperti susu formula, jeruk, madu, air the, air putih dan tanpa
tambahan makanan padat seperti pisang, pepaya, bubur susu, biskuit, bubur
nasi, nasi tim (Anik Maryunani :2010)

B. Komposisi ASI
Lemak merupakan sumber energy utama dalam ASI dalam kadar yang
cukup tinggi, sebesar 50%. Karbohidrat, karbohidrat utama dalam ASI adalah
lactose karena mempertinggi penyerapan yang dibutuhkan bayi. Protein,
garam mineral yang rendah sehingga tidak merusak fungsi ginjal.

ASI Transisi / Peralihan

Merupakan ASI yang keluar dari hari ke 4 atau ke 7 samapi hari ke 10 atau
hari ke 14.

ASI matang

ASI yang keluar dari hari ke 3 sampai hari ke 14 setelah persalinan. Kaya
protein, vitamin E,A,K dan mineral seperti zat besi dan seng.

C. Manfaat pemberian ASI


a. Bagi Bayi
 Merupakan makanan yang sempurna dan alamiah bagi pertumbuhan
 Dapat mengurangi kekurangan gizi dan tidak menyebabkan alargi
 ASI mudah tercena dan langsung diserap.
b. Bagi Ibu
 Memperkuat hubungan batin antara ibu dan bayi
 Mempercepat proses pemulihan kandungan
 Menyusui ASI secara ekslusif dapat menunda kehamilan
 Dapat mencegah kanker payudara.
c. Bagi Ayah
Menghemat pengeluaran karena tidak perlu memberi susu kaleng
Faktor yang Mempengaruhi Produksi ASI
 Perawatan payudara
 Keadaan psikologi atau kejiwaan
 Kelainan payudara, missal : kelainan bentuk putting payudara.
 Hormonal, kesehatan dan gizi ibu.
Frekunsi Menyusui
 Tidak terjadwal
 Kedua payudara disusukan bergantian
 Lama menyusui tergantung pada bayi
 Usahakan tiap kali menyusui sampai payudara kosong
Kerugian bila ASI tidak diberikan

a. Bagi Bayi
 Bayi tidak dapat kekebalan
 Resiko infeksi semakin tinggi
 Mudah terserang diare dan alergi
 Pertumbuhan mulut, rahang dan gigi kurang baik
 Resiko kurang gizi
b. Bagi Ibu
 Meningkatkan kangker payudara
 Payudara akan terasa sakit karena ASI yang dihasilkan tidak keluar

D. Posisi meneteki yang benar


a. Posisi menyusui
 Lengan ibu menopang kepala, leher dan seluruh badan bayi (
kepala dan tubuh berada pada satu garis lurus ), muka bayi
menghadap payudara ibu, hidung bayi berada di depan putting
susu ibu. posisi bayi lurus sedemikin rupa sehinnga perut bayi
menghadap ke perut ibu.
 Ibu mendekatkan bayinya ketubuhnya ( muka bayi ke payudara ibu
) dan mengamati bayi siap menyusui : membuka mulut bergerak
mencari dan menoleh
 Ibu menyentukan putting susunya ke bibir bayi, menunggu hinnga
mulut bayi terbuka lebar kemudian mengarahkan mulut bayi ke
putting susu ibu sehingga bibir bayi dappat menangkap putting
susu tersebut.
b. Tanda tanda bayi menyusu dengan baik :
 Dagu menyentuh payudara ibu
 Mulut terbuka lebar
 Hidung bayi mendekati dan kadang – kadang menyentuh payudara
ibu
 Mulut bayi mencangkup sebanyak mungkin areola ( tidak hanya
putting susu, lingkar areola atas terlihat lebih banyak dibandingkan
areola bawah )
 Lidah bayi menopang putting dan areola bagian bawah
 Bibir bawah bayi melengkung keluar
 Bayi menghisap kuat dan dalam secara perlahan dan kadang –
kadang disertai dengan berhenti sesat
E. Perawatan payudara
Adalah usaha – usaha untuk merawat dan memahami kebersihan
payudara untuk persiapan menyusui
Manfaat

Menjaga kebersihan payudara agar terhindar dari infeksi


 Mengenyalkan putting susu agar tidak mudah lecet
 Menonjolkan putting susu
 Memperbanyak produksi ASI
 Menjaga bentuk payudara tetap bagus
 Mencegah penyumbatan ASI
 Mengetahui adanya kelainan
Alat – alat
 Handuk 2 buah
 Waslap 2 buah
 Sabun cuci tangan
 Baskom 2 buah
 Air dingin dan air hangat
 Bengkok
 minyak steril / minyak kelapa / baby oil
 kapas secukupnya
 bra yang bersih dan terbuat dari katun

Tata cara perawatan payudara

Persiapam alat
 Cuci tangan dengan sabun
 Menutup punggung dengan handuk
 Kompres putting susu dengan kapas minyak 3-5 menit kemudian dibersihkan
 Pengenyalan, yaitu daerah putting susu dipegang dengan ibu jari, telunjuk diputar ke
dalam 20 kali keluar 20 kali
 Pengurutan payudara
a. Telapak tangan petugas diberi minyak kelapa kemudian diratakan
b. Peganglah payudara diurut dari pangkal ke putting sebanyak 20 kali
c. Pijat putting susu di daerah mamae untuk mengeluarkan kolostrum.
 Bersihkan payudara dengan air hangat dan dingin sebanyak 5 kali secara bergantian (
mulai air panas kemudian air dingin )
 Keringkan payudara dan gunakan bra yang menopang
 Bersihkan alat – alat
 Cuci tangan dan keringkan
Cara merawat putting susu datar /masuk
Letakakn kedua ibu jari di atas dan di bawah putting susu
a. Regangkan daerah areola dengan menggerakkan kedua ibu jari kea rah atas dan
bawah sebanyak 20 kali
b. Letakkan kedua jari disamping kiri dan kanan putting susu
c. Regangkan daerah areola dengan menggerakkan kedua iibu jari ke arah lain
sebanyak 20 kali
Tips – tips apabila ibu bekerja atau pergi
Berikan ASI sebelum dan sesudah pulang kerja
a. Bila payudara terasa penuh, ASI dapat dikeluarkan dan disimpan
b. ASI dapat disimpan 6 jam pada suhu kamar dan 24 jam dalam lemari es
c. Sebelum ASI diberikan seyogyanya dihangatkan dengan merendam mangkok /
gelas berisi ASI tersebut dengan air panas
d. ASI tidak boleh dipanaskan secara langsung di atas api.
Hal – hal yang Perlu Diingit:
e. Pada ibu dengan putting susu menonjol dan tidak ada riwayat abortus, perawatan
dilakukan mulai kehamilan diaatas 6 bulan
f. Pada ibu denagn putting susu yang sudah menanjol dan ada riwayat abortus,
partuis sebelum waktunya, perawatan payudara dapat dimulai pada usia kehamilan
diatas 8 bulan
g. Pada ibu denagn putting susu yang datar / masuk kedalam, perawatan payudara
dilakukan lebih dini yaitu sejak usia kehamilan 3 bulan kecuali bila ibu terdapat
riwayat abortus atau partus sebelum waktunya dilakukan setelah usia kehamilan 6
bulan.
DAFTAR PUSTAKA

Maryunani, Atik. 2010. Ilmu Kesehatan Anak Dalam Kebidanan. Jakarta : Trans Info Media