Anda di halaman 1dari 8

PROSES KEPERAWATAN KELUARGA

A. PENGKAJIAN ( 1 APRIL 2016 )


1. Data Umum
1. Nama KK : Tn. S
2. Alamat : Desa Kepuh, Kec. Boyolangu
3. Pekerjaan KK :-
4. Pendidikan KK :SD tamat
5. Komposisi keluarga :

No Nama J.Klm Hub.dg KK Umur Pendidikan Pekerjaan Status


kes
1 Ny. S P Ibu 75 SD Tidak Sehat
bekerja

Genogram :

Keterangan :

Laki-laki

Perempuan

Meninggal

Tinggal serumah

Klien
6. Tipe keluarga : inti
7. Kewarganegaraan / suku bangsa : Indonesia / Jawa
8. Agama : Islam
9. Status sosial ekonomi keluarga :
Pengahasilan keluarga ± Rp. 500.000,- per bulan yang diperoleh
dari pemberian anaknya yang lain. Uang tersebut hanya cukup
untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja.
10. Aktivitas rekreasi keluarga :
Keluarga tidak pernah melakukan rekreasi

2. Riwayat tahap perkembangan keluarga


1. Tahap perkembangan keluarga saat ini :
Keluarga dengan usia lanjut
2. Tahap perkembangan keluarga yang belum terpenuhi :
Tidak ada tahap perkembangan keluarga sampai saat ini yang
belum terpenuhi.
3. Riwayat kesehatan keluarga inti :
Keluarga Tn. S mengatakan tidak mempunyai penyakit keturunan.
4. Riwayat keluarga sebelumnya :
Tn. S pernah menderita penyakit asma

3. Keadaan lingkungan
1. Karakteristik rumah
Rumah yang ditempati ± 10 m2 (lebar 5 m panjang 10 m), terdiri
dari 2 kamar tidur, ruang tamu, dapur. Tipe bangunan semi
permanen. Keadaan lantai terbuat dari plester, sinar matahari cukup
yang masuk melalui genting kaca, jumlah jendela samping hanya 1
dengan ukuran 0,75 m x 1,2 m, kamar tidak ada jendelanya. Ruang
tamu bersebelahan dengan dapur. Sumber air minum dari sumur.
Untuk keperluan sehari-hari menggunakan air sumur milik sendiri.
Wc yang dimiliki ada septi tank. Memasaknya menggunakan
kompor gas.
Denah rumah :
Kam da Kamar tidur
ar
pu
man
di r Ruang tamu
t. px

2. Karakteristik tetangga dan komunitas RW :


Tetangga sebelah kanan dan kiri rumah selalu memperhatikan
keadaan kesehatan Tn. S. Keluarga Tn. S termasuk keluarga yang
dikenal karena ibunya Ny. S asli warga lingkungan tempat
tinggalnya.
3. Mobilitas keluarga :
Keluarga ini tidak pernah pindah tempat tinggal sejak ibunya
menikah.
4. Perkumpulan keluarga dan interaksi dengan masyarakat :
Keluarga jarang mengikuti kegiatan kemasyarakatan.
5. Sistem pendukung keluarga :
Yang merawat Tn. S hanya ibunya saja. Ny. S mengatakan tidak
memiliki tabungan uang yang dapat digunakan sewaktu-waktu.

4. Strukur keluarga
1. Pola komunikasi keluarga :
Keluarga mengatakan komunikasi dilakukan secara
bermusyawarah untuk menyelesaikan masalah anaknya. Namun ,
terkadang Ny.S menegur anaknya jika bila anaknya mengamuk.
2. Struktur peran keluarga
Tn. S merasa tetap sebagai kepala keluarga, meskipun saat ini tidak
lagi bekerja. Sewaktu sehat, ia juga bekerja menjadi tukang becak.
Ibunya berprofesi sebagai ibu rumah tangga.
3. Nilai dan norma keluarga
Nilai dan norma yang berlaku dikeluarga menyesuaikan dengan
nilai agama yang dianut dan norma yang berlaku dilingkungan.
Melihat keadaan Tn. S keluarga percaya bahwa yang diderita
merupakan penyakit yang dapat diobati. Meskipun di obati tapi
selama ini Tn.S tidak pernah mendapatkan pengobatan.
4.
5. Fungsi keluarga
1. Fungsi afeksi
Tn. S mengatakan dirinya sudah tua. Ibu Tn.S selalu
mengajarkan sikap saling menghormati antar anggota keluarga .
2. Fungsi sosial
Keluarga selalu mengajarkan dan menekankan bagaimana
berperilaku sesuai dengan ajaran agama yang dianutnya dalam
kehidupan sehari-hari dirumah dan lingkungan tempat
tinggalnya
3. Fungsi perawatan kesehatan
Yang merawat Tn. S saat ini adalah ibunya. Pemanfaatan sarana
kesehatan saat ini sangat kurang karena Tn.S tidak mau berobat
dan minum obat.
4. Fungsi reproduksi
Tn. S mengatakan tidak ingin menikah lagi.Tn. S memiliki
seorang anak perempuan
5. Fungsi ekonomi
Menurut pengakuan keluarga, keluarga mendapatkan
penghasilan dari pemberian anaknya yang lainnya.

6. Stres dan koping keluarga


1. Stressor yang dimiliki
Sejak 6 tahun yang lalu, Tn. S menderita gangguan jiwa dan
tidak dapat bekerja lagi, sedangkan ibunya membutuhkan biaya
untuk sehari-hari
2. Kemampuan keluarga berespons terhadap stressor
Keluarga merasa pasrah karena sedang mendapatkan cobaan
dan berharap pada keluarga lainnya agar dapat membantu
3. Strategi koping yang digunakan
Keluarga menerima keadaan ini apa adanya dan selalu
melibatkan keluarga lainnya untuk mengambil keputusan
terbaik.
4. Strategi adaptasi yang difungsi
Tn. S sering mengamuk jika meminta rokok tidak diberikan oleh
ibunya.
7. Harapan keluarga
Keluarga Tn. S berharap penyakit yang diderita Tn. S bisa sembuh.

B. DIAGNOSA KEPERAWATAN KELUARGA


1. Analisa Data

No Data Masalah Penyebab


Subjektif :Tn.S sering Gangguan persepsi Ketidaksanggupan
menyendiri,sering diam dan sensori harga diri masalah kesehatan
jarang bicara rendah keluarga

1
Objektif :k/u
cukup,diam,menyendiri,kontak
mata kurang

Subjektif :Keluarga Tn.S Ketidakmampuan Kurang pengetahuan


mengatakan tidak mau jika menggunakan fasilitas dalam pengobatan
Tn.S dirujuk ke rumah sakit yang ada

2
Objektif : keluarga
menolak,kluarga ingin
merawat sendiri

Subjektif : jamban tampak Kurang pengetahuan Kurangnya


terlihat sangat dekat dengan tentang kesehatan pengetahuan keluarga
tempat tidur klien lingkungan dalam menjaga
kesehatan lingkungan
3
Objektif : berbau,ventilasi
kurang,kesehatan lingkungan
kurang dijaga,
C. RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA
Nama KK : Tn. S
Alamat : Desa Kepuh, Kec.Boyolangu

Tujuan Kriteria Hasil / standar Intervensi


Klien dapat Psikomotor - Klien 1. BHSP
menjaga tampak 2. Kaji
kebersihan bersih pengetahuan
dan - Keadaan keluarga
lingkungann rumah tentang
ya bersih kesehatan
- Rumah lingkungan
bebas dari 3. Anjurkan
kotoran keluarga
menjaga
kebersihan
klien dan
lingkungan
4. Berikan
motivasi
keluarga agar
mengerti
pentingnya
menjaga
kesehatan
lingkungan
5. Anjurkan klien
mandi 2 kali
sehari dengan
ganti baju
setiap habis
mandi
Diag. keperawatan : Kurang pengetahuan dalam pengobatan

Tujuan Kriteria Hasil / standar Intervensi


Klien mau Pengetahuan - Mampu
untuk (Verbal) menjelaskan 1. BHSP
berobat ke manfaat 2. Kaji
puskesmas pengobatn pengetah
dan rutin - Mampu uan
minum obat menjelaskan keluarga
resiko jika tidak tentang
rutin berobat progam
maupun minum pengobat
obat an
ganggua
n jiwa
3. Kaji
tindakan
keluarga
yang
pernah
dilakuka
n ketika
Tn.S
tidak
mau
berobat
Diag. keperawatan : Gangguan persepsi sensori harga diri rendah

Tujuan Kriteria Hasil / standar Intervensi


Klien dapat Psikomotor - Klien bisa 1. BHSP
mengontrol diajak 2. Kaji
harga diri berbicara pengetahuan
rendah - Klien tidak keluarga
menyendiri tentang
- Klien gangguan
tenang jiwa
3. Diskusikan
dengan
keluarga
tentang
pengertian,tan
da gejala,dan
cara merawat
keluarga yang
mengealami
harga diri
rendah
4. Beri motivasi
keluarga dan
klien untuk
berobat
ditempat
pelayanan
kesehatan
terdekat

D. PELAKSANAAN
Sesuai dengan rencana yang sudah dirumuskan
E. EVALUASI
Mengacu pada tujuan dan hasil kriteria hasil yang sudah dirumuskan