Anda di halaman 1dari 12

PENERAPAN POLINOMIAL DALAM TEKNOLOGI MODERN

Halimatus Sa’diah
FMIPA Universitas Negeri Malang
diah692000@gmail.com

Abstrak: Polinomial memiliki peranan penting dalam perkembangan teknologi.


Salah satunya dalam pembuatan lintasan roller coaster. Dalam pembuatan
lintasan roller coaster dimanfaatkan grafik fungsi polinomial agar terwujud
lintasan yang tepat, tidak terlalu curam dan tidak membahayakan pengguna
sehingga mengurangi adanya kecelakaan. Artikel ini dibuat sebagai usaha
mempelajari polinomial lebih lanjut demi perkembangan teknologi. Di
dalamnya membahas polinomial, teknologi dan peranan polinomial dalam
perkembangan teknologi.

Kata kunci: polinomial, teknologi, grafik fungsi, roller coaster.

Memasuki era modern, teknologi berkembang semakin pesat. Hal ini ditandai
dengan munculnya berbagai produk teknologi canggih. Di antaranya dari bidang
transportasi, telekomunikasi, industri, dan lain sebagainya. Kemajuan teknologi
pada berbagai bidang tersebut tak lepas dari peranan polinomial.
Rumus Matematika yang terdiri dari beberapa variabel berpangkat disebut
polinomial. Hal ini sesuai dengan pernyataan Ngoen (2008: 239) yang
mengatakan polinomial sebagai pernyataan yang melibatkan perkalian berpangkat
dengan satu atau lebih variabel. Dalam pengembangan teknologi dimanfaatkan
fungsi polinomial dan grafik fungsi polinomial. Grafik fungsi polinomial bisa
berupa garis lurus atau kurva.
Teknologi merupakan produk buatan manusia yang dibuat untuk
meringankan pekerjaan agar lebih efektif dan efisien. Pengertian teknologi
menurut Sardar (1987: 11) yaitu alat bantu dalam kegiatan manusia sehingga
setiap masalah yang dihadapi dapat terselesaikan dengan baik. Perkembangan
teknologi bergantung pada sejauh mana pemahaman manusia tentang suatu Ilmu
Pengetahuan. Diharapkan tumbuh kesadaran untuk belajar lebih sungguh-sungguh
agar teknologi bisa semakin berkembang.
Setiap ilmu pengetahuan memiliki peranan bagi perkembangan teknologi.
Begitu juga polinomial. Polinomial digunakan dalam pembuatan desain dan
penghitungan faktor-faktor yang berpengaruh dalam pengembangan teknologi.
Contohnya dalam pembuatan desain lintasan roller coaster, sistem navigasi
pesawat terbang dan teknologi telekomunikasi yang sedang booming yaitu
jaringan 4G.
Grafik fungsi polinomial biasanya digunakan untuk membuat desain
produk teknologi yang berbentuk kurva. Adapun fungsi polinomial digunakan
untuk penghitungan faktor-faktor yang berhubungan dengan produk tersebut.
Fungsi polinomial dan grafik fungsi polinomial keduanya memiliki peranan
penting dalam perkembangan teknologi modern.
Artikel ini ditulis sebagai usaha mempelajari polinomial lebih lanjut demi
perkembangan teknologi. Dalam artikel ini akan dibahas beberapa materi yaitu
polinomial, teknologi dan peranan polinomial dalam perkembangan teknologi.

POLINOMIAL
Pengertian Polinomial
Terdapat beberapa pendapat mengenai pengertian polinomial. Pendapat
tersebut dikemukakan oleh para ahli Matematika di antaranya Ngoen dan
Syarifudin. Secara garis besar, polinomial merupakan pernyataan Matematika
yang tediri dari beberapa unsur yaitu: variabel, koefisien dan pangkat.
Variabel dalam poliomial dinyatakan dengan alfabet. Menurut Hatch dan
Farhady dalam (Sugiyono, 2017:63—68) variabel sebagai atribut suatu obyek
yang mempunyai variasi antara satu dengan yang lain. Koefisien merupakan
anggota himpunan bilangan real, sedangkan pangkat merupakan anggota bilangan
cacah. Pangkat dalam polinomial tidak negative dan tidak pecahan.
Polinomial terdiri dari variabel dan pangkat berdasarkan pernyataan
Ngoen (2008:239) bahwa polinomial merupakan pernyataan Matematika yang
melibatkan perkalian berpangkat dengan satu atau lebih variabel.
Menurut Syarifudin (2008:203) polinomial terdiri dari unsur pangkat,
variabel dan koefisien. Polinomial menurut Syarifudin yaitu pernyataan
Matematika yang melibatkan jumlahan perkalian pangkat dalam satu atau lebih
variabel dengan koefisien.
Rumus Polinomial
Rumus polinomial merupakan pernyataan matematika yang dapat
dituliskan sebagai fungsi p(x), diberi tanda “=” menjadi persamaan dan tanda ‘<’
atau ‘>’ menjadi suatu pertidaksamaan.
Rumus polinomial memenuhi setiap unsur penyusun polinomial. Dari
rumus fungsi polinomial dapat diproses agar diperoleh grafik fungsi polinomial.
Menurut pendapat Ngoen (2008:239) dan Parangtopo (1999:239) polinomial
secara sederhana dituliskan dalam:
𝑎0 𝑥 0 + 𝑎1 𝑥1 + 𝑎2 𝑥 2 + ⋯ + 𝑎𝑛−1 𝑥 𝑛−1 + 𝑎𝑛 𝑥 𝑛
𝑎0 , 𝑎1 , 𝑎2 , … , 𝑎𝑛−1 , 𝑎𝑛 disebut koefisien yang terdiri dari bilangan konstan.
Contohnya 3 + x - 4x³ merupakan polinomial berderajat 3, pangkat tertingginya
adalah pangkat tiga.
Rumus yang dituliskan Ngoen di atas menyatakan rumus umum
polinomial. Pendapat lain mengenai polinomial sebagai sebuah fungsi p(x)
memenuhi bentuk persamaan berikut.
𝑝(𝑥) = 𝑎𝑛 𝑥 𝑛 + 𝑎𝑛−1 𝑥 𝑛−1 + ⋯ + 𝑎2 𝑥 2 +𝑎1 𝑥1 + 𝑎0 𝑥 0
𝑎𝑛 , 𝑎𝑛−1 , … , 𝑎3 , 𝑎2 , 𝑎1 merupakan bilangan real dan pangkatnya merupakan
bilangan cacah. (Beecher, 2017:196)
Beecher juga membagi rumus-rumus polinomial lebih spesifik lagi.
Macam-macam rumus polinomial antara lain Fungsi konstan, Fungsi linear,
Fungsi kuadrat, Fungsi kubik, Fungsi kuartik (Beecher, 2017:296—297). Rumus
fungsi polinomial tersebut dibedakan berdasarkan nilai pangkat tertingginya.
Fungsi konstan adalah fungsi polinomial yang memiliki derajat tertinggi 0.
Fungsi ini hanya memiliki satu suku bilangan. Disebut fungsi konstan karena
hanya terdiri dari konstanta saja. Contoh: p(x) = -3 = -3x0.
Fungsi linear adalah fungsi polinomial yang memiliki derajat tertinggi 1.
Fungsi ini terdiri dari paling banyak dua suku yaitu suku berpangkat dan
konstanta. Contoh: p(x) = 7x + 3. 7 sebagai koefisien dari variabel x dan 3 sebagai
konstanta dari fungsi tersebut.
Fungsi kuadrat berarti fungsi polinomial yang memiliki derajat tertinggi 2.
Fungsi ini biasa disebut sebagai fungsi parabola. Contoh: p(x) = x2 + 3x + 1.
Fungsi ini terdiri dari 3 suku bilangan.
Fungsi kubik berarti fungsi polinomial dengan derajat tertinggi 3. Fungsi
ini terdiri dari paling banyak 4 suku bilangan dari derajat tertinggi sampai derajat
terendah atau konstanta. Contoh: p(x) = 2x3 + x2 + x - 1
Fungsi kuartik merupakan rumus fungsi polinomial yang memiliki derajat
tertinggi 4. Fungsi ini memiliki paling banyak 5 suku bilangan. Artinya, jika suatu
pernyataan matematika memiliki variabel berderajat 4 dengan jumlah suku kurang
dari 5 tetap disebut fungsi kuartik. Contoh: p(x) = -x4 + 2x2.
Rumus polinomial dapat diolah dengan melakukan beberapa operasi
Matematika seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian polinom
dan evaluasi polinom dengan memberi nilai tertentu pada variabel x.

Macam-Macam Grafik Fungsi Polinomial


Grafik fungsi polinomial adalah gambar grafik yang dibuat dari suatu
fungsi polinomial. Grafik fungsi polinomial biasanya digambar pada suatu bidang
katesius yang terdiri dari sumbu x dan sumbu y. Sumbu x mewakili nilai input
koefisien fungsi polinomial dan sumbu y mewakili nilai fungsi atau hasil output.
Dari perhitungan fungsi polinomial, diperoleh beberapa koordinat titik (x,y).
Kemudian koordinat-koordinat titik tersebut dihubungkan, sehingga diperoleh
grafik fungsi polinomial.
Berdasarkan jenis-jenis rumus fungsi polinomial yang telah dijelaskan
pada subbab sebelumnya, grafik polinomial juga terdiri dari beberapa jenis. Yaitu
grafik fungsi konstan, grafik fungsi linear, grafik fungsi kuadrat, grafik fungsi
kubik dan grafik fungsi kuartik (Beecher, 2017:299). Grafik fungsi tersebut dapat
berupa garis lurus maupun kurva.
Fungsi Konstan
Fungsi konstan hanya terdiri dari konstanta saja. Konstanta mewakili nilai
y. Untuk setiap nilai x, nilai y tetap yaitu nilai konstanta itu sendiri. Contohnya
untuk f(x) = -3 diperoleh grafik fungsi konstan berupa garis lurus yang sejajar
dengan sumbu x.
Gambar 1 Grafik fungsi konstan
Sumber: Beecher, Judith A.

Fungsi Linear
Bentuk fungsi linear sama dengan bentuk persamaan dua variabel. Jika
f(x) digantikan dengan y, maka bentuk polinomial f(x) = 2x - 4 sama dengan y =
2x – 4. Kedua persamaan tersebut memiliki bentuk grafik yang sama.
Jika f(x) dengan 𝑥 = 2 maka diperoleh 𝑓(𝑥) = 2.2 − 4 = 0 atau 𝑦 = 0.
Nilai 𝑥 = 2 sebagai pembuat nol fungsi f(x) menjadi koordinat titik potong
dengan sumbu x yaitu (2,0). Jika 𝑥 = 0 maka 𝑓(0) = 2.0 − 4 = −4 atau 𝑦 =
−4. Diperoleh koordinat titik (0, −4) sebagai titik potong dengan sumbu y.

Gambar 2 Grafik Fungsi Linear


Sumber: Beecher, Judith A.

Fungsi Kuadrat
Fungsi kuadrat disebut juga fungsi parabola karena memiliki bentuk grafik
yang menyerupai parabola. Grafik fungsi kuadrat berbentuk kurva. Memiliki satu
titik puncak maksimum atau minimum. Grafik fungsi ini dapat menyinggung,
memotong atau tidak menyentuh sumbu x. Contoh grafik fungsi kuadrat dapat
dilihat pada Gambar 3.
Gambar 3 Grafik Fungsi Kuadrat
Sumber: Beecher, Judith A.

Fungsi Kubik
Fungsi kubik merupakan fungsi polinomial berpangkat 3. Grafik fungsi
kuadrat berbentuk kurva. Grafik ini memiliki paling banyak 3 titik perpotongan
dengan sumbu x dan 2 titik balik. Grafik selalu monoton naik ketika koefisien
suku utamanya bernilai positif dan monoton turun ketika koefisien suku utamanya
bernilai negatif. Pada Gambar 4 menampilkan contoh grafik fungsi kubik yang
monoton naik.

Gambar 4 Grafik Fungsi Kubik


Sumber: Beecher, Judith A.

Fungsi Kuartik
Fungsi kuartik memiliki grafik fungsi yang serupa dengan grafik fungsi
kuadrat. Grafik terbuka ke atas ketika koefisien suku utamanya bernilai positif dan
terbuka ke bawah ketika koefisien suku utamanya bernilai negatif. Namun, pada
fungsi ini grafik memilki paling banyak 4 titik potong pada sumbu x dan 3 titik
balik.

Gambar 5 Grafik Fungsi Kuartik


Sumber: Beecher, Judith A.

Dalam bukunya, Beecher menjelaskan beberapa jenis grafik fungsi


polinomial sesuai dengan macam–macam fungsi polinomial seperti yang
disebutkan pada bagian sebelumnya. Namun, secara umum grafik fungsi
polinomial digambarkan untuk 𝑥 → ∞ atau 𝑥 → −∞. Sebagai berikut:

Gambar 6 Grafik Fungsi Polinomial


Sumber: Beecher, Judith A.

TEKNOLOGI
Pengertian Teknologi
Pengertian teknologi banyak dikemukakan oleh para ilmuan. Diantara
ilmuan yang mengemukakan pendapatnya yaitu Parangtopo, Miarso dan Sardar.
Menurut pendapat Parangtopo (1999:127), Teknologi merupakan sebuah konsep
yang berkaitan dengan jenis penggunaan dan pengetahuan tentang alat dan
keahlian, dan bagaimana ia dapat memberi pengaruh pada kemampuan manusia
untuk mengendalikan dan mengubah sesuatu yang ada di sekitarnya.
Pendapat lain menyatakan bahwa teknologi merupakan usaha meningkatan
mutu produk yang sudah ada sebelumnya. Pernyataan ini dikemukakan oleh
Miarso (2007:11) bahwa teknologi adalah suatu bentuk proses yang
meningkatkan nilai tambah. Proses yang berjalan dapat menggunakan atau
menghasilkan produk tertentu, di mana produk yang tidak terpisah dari produk
lain yang sudah ada. Hal itu juga menyatakan bahwa teknologi merupakan
bagian integral dari yang terkandung dalam sistem tertentu.
Teknologi merupakan produk buatan manusia yang dibuat untuk
meringankan pekerjaan agar lebih efektif dan efisien. Pengertian teknologi
menurut Sardar (1987: 11) yaitu alat bantu dalam kegiatan manusia sehingga
setiap masalah yang dihadapi dapat terselesaikan dengan baik. Perkembangan
teknologi bergantung pada sejauh mana pemahaman manusia tentang suatu Ilmu
Pengetahuan. Dalam media website Meriam Webster, teknologi didefinisikan
sebagai sebuah aplikasi atau implementasi ilmu pengetahuan praktis.
Dari berbagai pengertian teknologi diatas dapat disimpulkan bahwa
teknologi adalah alat yang dibuat sebagai pengamalan atau praktek dari ilmu yang
dipelajari manusia. Teknologi bertujuan membantu menyelesaikan permasalahan,
mengembangkan keahlian manusia serta meningkatkan mutu produk buatan
manusia.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Teknologi


Dewasa ini, teknologi berkembang amat pesat. Mulai dari teknologi
transportasi, telekomunikasi, industri dan lain sebagainya. Tentunya ada beberapa
faktor yang mempengaruhi perkembangan teknologi.
Soekartawi mengemukakan pendapatnya mengenai faktor-faktor yang
mempengaruhi perkembangan teknologi. faktor-faktor yang mepercepat
perkembangan teknologi adalah : (1)Peningkatan pembangunan (2)Rasa tidak
cepat puas para pengguna teknologi, sehingga selalu diperbaharui. (3)Trend atau
lifestyle. (4)Tuntutan pekerjaan. (5)Tuntutan pendidikan (6)Kemudahan yang
diperoleh dari penggunaan alat-alat teknologi. (Soekartawi, 2003: 31)
Unsur-unsur yang menunjang pelaksanaan faktor perkembangan teknologi
tersebut di antaranya adalah pelaksana, fasilitator, dan lain sebagainya. Berikut
unsur-unsur yang menunjang pelaksanaan perkembangan teknologi: (1) Sumber
Daya Manusia (2) Infrastruktur (3)Kebijakan (4)Finansial, dan (5) Aplikasi
(Soekartawi, 2003: 32).
Setiap faktor di atas harus dipenuhi supaya teknologi dapat berkembang
dengan pesat. Pertama faktor SDM menuntut ketersediaan human brain yang
menguasai teknologi tinggi. Dalam hal ini, manusia diharuskan menguasai ilmu
pengetahuan agar dapat mengembangkan teknologi pada berbagai bidang. Kedua,
dibutuhkan infrastruktur yang memungkinkan akses informasi dimana saja dengan
kecepatan yang mencukupi. Ketiga, faktor kebijakan menuntut adanya kebijakan
berskala makro dan mikro yang berpihak pada pengembangan teknologi jangka
panjang. Keempat, faktor finansial membutuhkan adanya sikap positif dari bank
dan lembaga keuangan lain untuk menyokong industri teknologi. Kelima, faktor
aplikasi menuntut adanya kebermanfaatan produk atau aplikasi ilmu dalam
produk teknologi sehingga membawa dampak positif bagi kehidupan manusia.

POLINOMIAL UNTUK PEMBUATAN DESAIN LINTASAN ROLLER


COASTER
Polinomial banyak diterapkan dalam berbagai bidang teknologi dan
keilmuan. Di antaranya teknologi transportasi, teknologi komunikasi, teknologi
industri, dan lain sebagainya. Baik rumus maupun grafik, keduanya memiliki
manfaat tersendiri. Dalam teknologi transportasi, polinomial terkenal dalam
pembuatan desain lintasan wahana hiburan roller coaster
Lintasan roller coaster dapat dibuat dengan menggunakan
konsep polinomial. Konsep yang dimaksud adalah grafik fungsi polinomial. Jika
diperhatikan, beberapa bagian lintasan roller coaster memang menggunakan
grafik fungsi polinomial yang disusun sedemikian sehingga terbentuk lintasan
roller coaster yang utuh dan tidak dapat dipisahkan. Grafik fungsi polinomial
dapat digunakan dalam mendesain lintasan roller coaster untuk mendapatkan
lintasan yang halus dan kontinu. (Monica, 2011)
Sebelum membuat kurva diperlukan adanya suatu persamaan fungsi. Oleh
karena itu, dibuatlah fungsi polinomial berikut:
1 3
𝑝(𝑥) = (𝑥 − 4𝑥 2 + 𝑥) + 12
4
Grafik fungsi p(x) merupakan kurva grafik fungsi kubik. Grafik tersebut
dapat ditunjukkan oleh gambar berikut:

Gambar 7 Grafik Fungsi p(x)


Selanjutnya, dilakukan analisis terhadap panjang dan tinggi grafik
tersebut. Hasilnya, diperoleh tinggi lengkungan roller coaster pertama 12 m dan
lengkungan kedua 15 meter dari permukaan tanah. Panjang roller coaster tersbut
adalah 4.5 meter.

Gambar 8 Analisis Grafik Fungsi p(x)


Persamaan polinomial di atas dapat dikembangkan sehingga diperoleh
grafik fungsi yang sesuai dengan desain lintasan roller coaster yang diharapkan.
Maka, dengan menggunakan fungsi polinomial kita dapat membuat desain
lintasan roller coaster agar terwujud lintasan yang tepat, tidak terlalu curam, tidak
membahayakan pengguna supaya mengurangi adanya kecelakaan.

PENUTUP
Salah satu unsur-unsur yang mempengaruhi perkembangan teknologi ialah
sumber daya manusia. Faktor SDM menuntut ketersediaan human brain yang
menguasai teknologi tinggi. Dalam hal ini, manusia diharuskan menguasai ilmu
pengetahuan agar dapat mengembangkan teknologi pada berbagai bidang.
Polinomial memiliki peranan penting dalam perkembangan teknologi.
Salah satunya yaitu dalam pembuatan lintasan roller coaster. Dalam pembuatan
lintasan roller coaster memanfaatkan grafik fungsi polinomial. Dengan
menggunakan fungsi polinomial kita dapat membuat desain lintasan roller coaster
agar terwujud lintasan yang tepat, tidak terlalu curam, tidak membahayakan
pengguna sehingga mengurangi adanya kecelakaan.

DAFTAR RUJUKAN
Ngoen, Thompson Susabda. 2008. Pengantar Algoritma dengan Bahasa C.
Jakarta: salemba Teknika.

Sardar, Ziauddin. 1987. Rekayasa Masa Depan Peradaban Islam, Diterjemahkan


oleh Rahman Astuti. Bandung: Pustaka.

Syarifudin. 2008. Inti sari Matematika untuk SMA. Tangerang: Scientific Press.

Parangtopo. 1999. Berpikir Jernih Membangun Fondasi Ilmu Teknologi:


Kumpulan Esai Terpilih dan Tulisan para Sahabat. Jakarta: PT. Elex
Media Komputindo.

Beecher, Judith A. 2017. Algebra and Trigonometry. Boston: Pearson.

Miarso, Yusuf Hadi. 2007. Menyemai Benih Teknologi Pendidikan. Jakarta:


Prenada Media Grup.
Monica. 2011. Mengapa Terbentuk Lintasan Roller Coaster?. (online).
https://algonometry.wordpress.com. Diakses pada 20 November
2018

Soekartawi. 2003. Teori Ekonomi Produksi dengan Pokok Bahasan Analisis


Cobb-Douglas. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Sugiyono. 2017. Metode Penelitian Kombinasi (Mixed Mitos). Bandung: Alfabeta