Anda di halaman 1dari 52

MATERI

SIMULASI DAN KOMUNIKASI DIGITAL


SEMESTER 1 DAN 2 T
TP. 2019/2020

* Silabus

Semester 1 :

1. Algoritma
>> Algoritma dan Contohnya
>> Flowchart dan Simbolnya
>> Pseudocode dan Contohnya

2. Peta Konsep atau Peta Minda


>> Pengertian Peta Konsep atau Peta Minda
>> Peta Minda
>> Peta Konsep
>> Aplikasi Peta Minda (Mindmup)

3. Pengelolaan Informasi
>> Pengertian Mengetik 10 Jari
>> Jenis-jenis Keyboard pada Komputer
>> Cara Mengukur Kecepatan Mengetik
>> Aplikasi Latihan Mengetik
>> Perangkat Keras Komputer
>> Mouse
>> Keyboard
>> Monitor
>> Klasifikasi Perangkat lUnak
>> Media Penyimpanan
>> Pengolah Database
>> Pengolah Video
>> Pengertian Jaringan Komputer
>> Pengertian Internet
>> Pemrograman CSS

4. Pengolah Kata
>> Pengertian Pengolah Kata
>> Latihan Aplikasi Pengolah Kata
>> Pengertian Aplikasi Pengolah Kata
>> Fungsi Pengolah Kata dan latihannya
>> Fungsi Shortcut Keyboard Microsoft Word
>> Contoh Aplikasi Pengolah Kata
>> Manfaat / Fungsi Pengolah Kata
>> Tutorial Praktik Pengolah Kata

5. Pengolah Angka
>> Pengolah Angka (Spreadsheet)
>> Latihan Aplikasi Pengolah Angka
>> Manfaat Pengolah Angka
>> Formula / Rumus dalam Excel
>> Formula / Rumus SUM dalam Excel
>> Countifs dan Tutorialnya
>> Data Validation dan Tutorialnya
>> Conditional Formating dan Tutorialnya
>> Filter - Sort dan Tutorial
>> Tutorial Praktik Pengolah Angka

6. Pengolah Presentasi
>> Pengolah Presentasi dan Contoh Aplikasinya
>> Membuat Slide Presentasi
>> Teknik Presentasi yang baik

7. Buku Digital
>> Pengertian Buku Digital dan Fungsinya
>> Macam-macam Fomat Buku Digital
>> Langkah-langkah Membuat Buku Digital
>> Pemrograman HTML

8. Kewargaan Digital
>> Pengertian Warga Digital
>> Komponen Warga Digital
>> Pengertian Internet Safety (Internet Sehat)
>> Etika Berkomunikasi di Media Sosial
>> Tips Internet Sehat, Aman dan Nyaman
>> Virus Komputer, dan Cara Pencegahannya
>> Pengertian dan Simbol Creative Commons
>> Pengertian Cyberbully / Intimidasi dunia maya
Semester 2 :

1. Mesin Pencari Web (Search Engine)


>> Mesin Pencari Web dan Contohnya
>> Penjelajah Web dan Contoh Aplikasinya

2. Komunikasi Daring
>> Pengertian Komunikasi Daring
>> Pengertian Komunikasi Sinkron
>> Pengertian Komunikasi Asinkron
>> Pengertian Email, Manfaat dan Contohnya
>> Materi Intro to Email
>> Materi Basic Search (Search Engine)
>> Pengertian Video Conference dan Contohnya
>> Pembuatan Blog sebagai Media Pembelajaran

3. Kelas Maya (Virtual Class)


>> Kolaboratif Daring
>> Definisi Kelas Maya
>> Manfaat Kelas Maya
>> Tutorial Bergabung ke Kelas Maya Edmodo
>> Video Kelas Maya Edmodo
>> Video Presentasi Kelas Digital Edmodo

4. Presentasi Video
>> Pengertian Presentasi
>> Presentasi Video
>> Video Tutorial Pembelajaran
>> Aplikasi Presentasi Video
>> Aplikasi dan Manfaat Presentasi Video
>> Tutorial Blog sebagai Media Pembelajaran
>> Screencast-O-Matic
>> Active Presenter
>> Corel Video Studio
>> Perangkat Lunak Presentasi Video

5. Simulasi Visual
>> Simulasi Visual, Manfaat, Contoh Aplikasinya
>> Presentasi Pembuatan Bahan Ajar Digital
>> Animasi, Contoh dan Aplikasinya
Hasil Karya :
>> Web Sekolah
>> Karya Video Tutorial
>> Karya Presentasi Video
>> Aplikasi Bel Sekolah
>> Galeri Video Kreatif
>> e-Voting

* Lembar Kerja Siswa


* Evaluasi Pembelajaran
Pengertian Algoritma Pemrograman Menurut Para Ahli
Dalam era teknologi informasi dan komunikasi saat ini, perangkat lunak atau program untuk berbagai
keperluan banyak dikembangkan, bahkan lembaga pendidikan formal dari tingkat SMK hingga Perguruan
Tinggi banyak yang membuka jurusan teknologi informasi dan komunikasi (atau istilah lain yang relevan).

Untuk itu, penting bagi kita terutama yang menggeluti bidang tersebut untuk memahami semua
seluk beluk tentang pengembangan perangkat lunak, baik secara teoritis maupun praktis, berikut
DosenIT sajikan referensi untuk memahami pengertian algoritma pemrograman.

Pengertian Algoritma
1. Abu Ja’far Muhammad Ibnu Musa Al Khawarizmi
“algorita adalah suatu metode khusus untuk menyelesaikan suatu persoalan”.

2. Goodman Hedet Niemi


“algoritma adalah urutan terbatas dari operasi-operasi terdefinisi dengan baik, yang masing-
masing membutuhkan memori dan waktu yang terbatas untuk menyelesaikan suatu masalah”.

4. Rinaldi Munir
“algoritma adalah urutan langkah-langkah logis penyelesaian masalah yang disusun secara
sistematis”.

5. Seymour Lipschutz, Ph.D dan Marc Lipson, Ph.D.


“algoritma adalah suatu daftar langkah-demi-langkah yang terhingga dari instruksi-instruksi
yang terdefinisikan dengan jelas yang dipakai untuk permasalahan tertentu”.

6. David Bolton
“algoritma adalah deskripsi dari suatu prosedur yang berakhir dengan sebuah hasil”.

7. Andrey Andreyevich Markov


“algoritma adalah hal umum untuk dipahami sebagai suatu keputusan yang tepat untuk
mendefinisikan proses komputasi yang mengarahkan dari data awal hingga hasil yang
diinginkan”. (Baca Juga: Jenis Sistem Operasi Komputer)
8. Stone dan Knuth
“algoritma adalah suatu seperangkat aturan yang tepat mendefinisikan urutan operasi hingga
sedemikian rupa sehingga setiap aturan yang efektif, jelas hingga sedemikian rupa sehingga
urutan berakhir dalam waktu yang terbatas”.

9. Minsky
“algoritma adalah seperangkat arutan yang membertahukan kepada kita dari waktu ke waktu,
tepatnya bagaimana untuk bertindak”. (Baca juga : Fungsi Algoritma , Pengertian Algoritma
Brute Force dan Greedy)
Dari sembilan pengertian algoritma diatas, dapat disimpulkan bahwa algoritma adalah:

“langkah-langkah berupa deretan operasi yang disusun secara logis dan sistematis untuk
menyelesaikan suatu masalah dan mencapai tujuan tertentu”
(Baca juga : Algoritma Knapsack , Pengertian Algoritma Flowchart dan Pseudocode)
Pengertian Program
1. Ema Utami
“Program adalah bahasa pemrograman”.

2. Sukrisno
“Program adalah kata, ekspresi, atau pernyataan yang disusun dan dirangkai menjadi satu
kesatuan prosedur, yang berupa urutan langkah, untuk menyelesaikan masalah yang
diimplementasikan dengan menggunakan bahasa pemrograman sehingga dapat dieksesuksi oleh
komputer”.

3. Anwar Harjono
“Program adalah urutan instruksi untuk menjalankan suatu komputasi”.

4. Saifuddin Anshari
“Program adalah daftar terinci mengenai acara dan usaha yang akan dilaksanakan”.

5. Sunarto
“Program adalah sekumpulan instruksi yang diwujudkan dalam bentuk bahasa, kode skema,
ataupun bentuk lain, yang apabila digabungkan dengan media yang dapat dibaca dengan
komputer akan mampu membuat komputer bekerja untuk melakukan fungsi-fungsi khusus,
termasuk persiapan dalam merancang instruksi-instruksi tersebut”. (Baca Juga: Fungsi Software
Basis Data)
6. Wiryanto Dewobroto
“Program adalah hasil penyusunan detail langkah-langkah solusi (algoritma) masalah tersebut”.

7. Sindhunata
“Program adalah kelompok pernyataan yang persis dan berurutan yang gunanya adalah untuk
memberi tahu komputer bagaimana melaksanakan sesuatu pekerjaan”. (Baca juga : Fungsi
Flowchart Dalam Pemrograman)
8. Agoeng Widyatmoko
“Program sebagai aplikasi hasil analisis pemecahan masalah yang dibuat dalam bentuk program
komputer”.

9. Janner Simarmata
“Program merupakan suatu aplikasi yang dibuat dengan menggunakan bahasa program tertentu
dan telah terinstal di dalam komputer”. (Baca juga : Bahasa Pemrograman Web Paling Populer)
Dari sembilan pengertian program diatas, dapat disimpulkan bahwa program adalah:

“Kumpulan kata, ekspresi, pernyataan dan instruksi yang dibuat dengan langkah sistematis dan
logis (algoritma) untuk melaksanakan suatu pekerjaan”.
Lalu pengertian pemrograman apa? Pemrograman kurang lebih dapat diartikan dengan “kegiatan
membuat program” tersebut diatas.

Pengertian Algoritma Pemrograman


Yap, dari pengertian algoritma dan program (pemrograman) diatas, mari kita tarik kesimpulan
dari pengertian keduanya, algoritma (singkatnya) adalah “langkah-langkah sistematis”,
sedangkan pemrograman adalah “kegiatan membuat program”, dalam hal ini program komputer,
dengan demikian algoritma pemrograman adalah:

“Langkah-langkah sistematis dan logis untuk membuat suatu program komputer dengan
bantuan bahasa pemrograman untuk menyelesaikan masalah dan mencapai tujuan tertentu”.
(Baca juga : Kelebihan dan Kekurangan Bahasa Pemrograman C , Kelebihan dan Kekurangan
Bahasa Pemrograman Generasi ke-4)
Langkah-langkah yang sistematis dan logis, mengandung arti urutan (berupa rancangan) yang
dapat diimplementasikan, untuk membuat rancangan tersebut umumnya para “system analyst”
menggunakan beberapa model seperti Flowchart, Data Flow Diagram (DFD), ER (Entity
Relationalship) Diagram, UML (Unified Modeling Language), dan lain sebagainya.

(Baca juga : Macam-macam Bahasa Pemrograman)


Analogi sederhana, menyeduh kopi!
Menyeduh kopi? Apa ada hubungannya dengan algoritma pemrograman? Tentu saja ada, karena
umumnya seorang programmer ketika membuat program sering ditemani oleh secangkir (atau
beberapa cangkir) kopi, setidaknya itu kebiasaan Saya saat membuat suatu program.

Namun tentu saja bukan itu alasan utamanya, hal tersebut hanya untuk memudahkan pemahaman
dalam mengerti apa itu algoritma pemrograman, guru atau dosen umumnya memberikan analogi
“menyeduh kopi” saat menjelaskan pengertian algoritma pemrograman.

Berikut (kurang-lebih) langkah-langkah menyeduh kopi:

1. Mulai
2. Mempersiapkan satu gelas kosong.
3. Mempersiapkan sendok makan.
4. Mempersiapkan gula pasir.
5. Mempersiapkan kopi bubuk.
6. Mempersiapkan air panas masak.
7. Memasukkan satu sendok makan kopi bubuk kedalam gelas tersebut diatas.
8. Memasukkan dua sendok makan gula pasir kedalam gelas tersebut diatas.
9. Menuangkan air panas kedalam gelas tersebut diatas hingga 4/5 penuh.
10. Mengaduk gelas tersebut diatas hingga kopi bubuk dan gula pasir larut dalam air panas.
11. Selesai
Contoh diatas adalah “algoritma menyeduh kopi”, ingat algoritma adalah “langkah-langkah” atau
“prosedur”, contoh diatas tentu saja kasus sangat sederhana, pada kegiatan pemrograman akan
jauh lebih kompleks lagi, misalnya adanya “percabangan” atau “penyeleksian kondisi”.

Berikut (kurang-lebih) langkah-langkah menyeduh kopi dengan percabangan atau penyeleksian


kondisi:
1. Mulai
2. Mempersiapkan satu gelas kosong.
3. Jika tidak ada gelas kosong, maka gunakan mangkok.
4. Mempersiapkan sendok makan.
5. Jika tidak ada sendok makan, maka gunakan sendok teh.
6. Mempersiapkan gula pasir.
7. Jika tidak ada gula pasir, maka beli dulu gula pasirnya ke warung.
8. Mempersiapkan kopi bubuk.
9. Jika tidak ada kopi bubuk, maka tumbuk dulu biji kopinya. (Baca Juga: Perbedaan Quad
Core dengan Dual Core , Jenis Komputer Berdasarkan Data Yang Diolah)
10. Mempersiapkan air panas masak.
11. Jika tidak ada air masak, maka minta dulu air panasnya ke tetangga sebelah.
12. Memasukkan satu sendok makan atau dua sendok teh kopi bubuk kedalam gelas atau
mangkok tersebut diatas.
13. Memasukkan dua sendok makan atau empat sendok teh gula pasir kedalam gelas atau
mangkok tersebut diatas.
14. Menuangkan air panas kedalam gelas atau mangkok tersebut diatas hingga 4/5 penuh.
15. Mengaduk gelas atau mangkok tersebut diatas hingga kopi bubuk dan gula pasir larut
dalam air panas.
16. Selesai

Perhatikan langkah ke 3, 5, 7, 9, dan 11, langkah tersebut merupakan penyeleksian kondisi, hasil
akhir yang didapat akan menyesuaikan (kondisional) dengan kondisi yang ada, perhatikan
langkah ke 12 hingga 15 (yang ditebalkan), kondisional bukan?

Itulah algoritma, tersusun secara sistematis dan logis, namun buka berarti urutannya harus selalu
seperti itu, misalnya langkah ke-12 dapat ditukar dengan langkah ke-13, tetap sistematis dan
logis, namun langkah ke 14 tidak bisa ditukar dengan langkah ke-15, karena tidak sistematis dan
logis, Anda pasti tahu apa alasannya.

 Fungsi Command Promp


Sekarang, bayangkan langkah-langkah diatas adalah langkah-langkah yang digunakan untuk
membuat perangkat lunak atau program komputer, itulah yang disebut dengan algoritma
pemrograman.

3. Donald E. Knuth
“algoritma adalah sekumpulan aturan-aturan berhingga yang memberikan sederetan operasi-
operasi untuk menyelesaikan suatu jenis masalah yang khusus”.
Algoritma pemrograman adalah urutan langkah logis tertentu untuk memecahkan suatu masalah.
Hal ini ditekankan pada urutan langkah logis, yang artinya algoritma harus mengikuti suatu
urutan tertentu, dan langkah-langkahnya tidak boleh diloncat. Pengertian lainnya dari algoritma
adalah urutan langkah-langkah logis dalam penyelesaian masalah yang disusun secara sistematis.

Asal kata algoritma sendiri berasal dari nama Abu Ja’far Mohammed Ibn Musa al-Khowarizmi,
ilmuwan Persia yang menulis buku berjudul “Al Jabr W’Al-Muqabala” (Rules of Restoration
and Reduction) yang diterbitkan pada tahun 825 M.

Dalam algoritma, alur pemikiran dalam menyelesaikan suatu persoalan dituangkan secara
tertulis. Hal pertama yang ditekankan adalah alur pikiran, sehingga algoritma seseorang dapat
juga berbeda dari algoritma orang lain. Sedangkan penekanan kedua adalah tertulis, yang artinya
alur tersebut dapat berupa kalimat, gambar, atau tabel tertentu.

Algoritma sendiri memiliki beberapa ciri penting agar bisa digunakan untuk menyelesaikan
masalah, diantaranya:

 Algoritma harus berhenti setelah mengerjakan sejumlah langkah tertentu


 Setiap langkah harus didefinisikan dengan tepat dan tidak ambigu
 Algoritma memiliki masukan berjumlah nol atau lebih.
 Algoritma memiliki keluaran berjumlah nol atau lebih.
 Algoritma harus efektif. Maksudnya setiap langkah yang tertulis harus sederhana
sehingga dapat dikerjakan dalam waktu singkat dan masuk akal.

Dalam bidang komputer, fungsi algoritma sangat diperlukan untuk menyelesaikan berbagai masalah
pemrograman, terutama dalam komputasi numerik. Tanpa algoritma yang dirancang dengan baik, proses
pemrograman akan menjadi salah, rusak, lambat dan tidak efisien. Pelaksana langkah-langkah di dalam
algoritma adalah sistem komputer. Agar manusia dan komputer dapat berkomunikasi, manusia
memberikan perintah-perintah kepada komputer berupa kumpulan instruksi yang dikumpulkan di dalam
program. Dalam menyelesaikan persoalan, komputer perlu merumuskan beberapa langkah penyelesaian
persoalan dalam sekumpulan instruksi. Kumpulan instruksi yang dimengerti oleh komputer inilah yang
disebut dengan program.

11 Fungsi Algoritma – Keuntungan dan Klasifikasi


Algoritma menjadi salah satu mata kuliah yang juga diajarkan bagi mahasiswa yang mengambil jurusan
informatika ataupun komputer. Algoritma sendiri merupakan cara untuk memecahkan setiap
permasalahan yang mungkin timbul dalam algoritma. Algoritma sendiri merupakan ilmu yang
berkembang dalam dua ilmu besar yaitu pada ilmu komputer dan juga matematikan. Fungsi Algoritma
sendiri pada komputer menempati posisi yang snagat penting.

Apa itu Algoritma?


Deksripsi secara menyeluruh tentang algoritma pada ilmu komputer adalah logika yang ditulis
pada perangkat lunak yang ditulis oleh pengembang. Algoritma ditulis untuk membuat komputer
menjadi alat yang mampu menghasilkan keluaran yang sama dari masukan yang sudah
dicantumkan pada perangkat. Algoritma juga bisa diartikan sebagai prosedur yang berupa
langkah demi langkah. Algoritma sering digunakan untuk perhitungan, penalaran secara otomatis
dan juga pemrosesan data.

Algoritma sendiri dibagi menjadi dua hal yaitu prosedur dan fungsi dari Algoritma. Fungsi dari algoritma
sendiri sebenarnya tidak jauh berbeda dengan prosedur dari algoritma. Hanya saja yang menjadi
perbedaan disini jika fungsi algoritma lebih memiliki output dengan tipe variable yang berbeda.
Algoritma menjadi satu bagian penting dalam komputer dimana algoritma sangat dibutuhkan untuk
menjadi satu pengolah data yang ada pada komputer. Secara mudahnya, Fungsi algoritma bisa dikatakan
untuk membuat software ataupun perangkat menjadi lebih bagus dan bisa berfungsi dengan lebih
maksimal.

Ada berbagai alasan kenapa fungsi alogritma sangat dibutuhkan pada komputer, berikut alasan
penting kenapa penggunaan fungsi alogirtma sangat penting;

1. Menggunakan fungsi algoritma bisa digunakan untuk memecahkan program yang rumit,
2. Menggunakan fungsi algorita bisa menjadikan program yang besar menjadi program
yang lebih sederhana,
3. Fungsi algoritma bisa digunakan secara berulang atau lebih dari satu kali penggunaan,
4. Memudahkan dalam pembuatan program,
5. Bisa mengatasi segala masalah dengan logika dan urut,
6. Menggunakan fungsi algoritma bisa melakukan pendekatan top-down dan juga divide
and conquer,
7. Meminimalisir penulisan program yang berulang-ulang,
8. Program yang ada menjadi lebih terstuktur dengan rapi sehingga dapat lebih mudah untuk
dipahami ataupun dikembangkan, (Baca Juga: Manfaat Komputer dalam Bidang Industri)
9. Ketika terjadi kesalahan bisa dicari dengan mudah karena dengan fungsi algoritma bisa
mendapatkan alur yang jelas
10. Ketika ingin melakukan modifikasi pada program bisa dilakukan hanya pada satu modul
saja tanpa harus merubah dan menganggu modul yang lain,
11. Dokumentasi yang lebih mudah,

Keuntungan Pembuatan Algoritma


Ada beberapa keuntungan yang bisa anda dapatkan dari pembuatan ataupun penulisan
argoritma, diantaranya adalah sebagai berikut;

 Algoritma bersifat independen berasal dari bahasa pemrograman dan juga komputer yang
melaksanakannya artinya pembuatan algoritma tidak tergantung pada bahasa pemrograman
manapun.
 Membuat notasi algoritma bisa diterjemahkan ke dalam bahasa pemrograman yang
beragam
 Output yang akan dikeluarkan sama meskipun menggunakan bahasa pemgrograman yang
berbeda
Ciri – Ciri dari Algoritma
Algoritma sendiri memiliki beberapa ciri-ciri utama, yaitu :

 Algoritma memiliki sebuah input atau masukan


 Algoritma membutuhkan suatu proses tertentu
 Algoritma merupakan pola pikiran dan pola logis yang menghasilkan output
 Algoritma memiliki instruksi yang tegas dan jelas, tanpa memberikan kesan ambiguitas
 Algoritma harus memiliki apa yang disebut dengan stopping role.
Kelima poin diatas merupakan ciri-ciri utama dari sebuah siklus algoritma. Jadi, apabila sebuah
sistem ataupun sebuah pemikiran tidak memiliki poin-poin yang sudah disebutkan diatas, maka
hal tersebut tidak dapat disebut sebagai algoritma.

Sifat – Sifat dari Algoritma


Selain memiliki ciri-ciri utama, algoritma sendiri juga memiliki beberapa sifat-sifat penting,
yaitu:

 Tidak menggunakan symbol ataupun suatu bahasa pemrograman, meskipun nantinya


berguna untuk memecahkan permasalahan yang berhubungan dengan komputer ataupun
pemrograman. (baca juga: macam-macam bahasa pemrograman)
 Tidak tergantung pada suatu bahasa pemrograman khusus, sehingga sifatnya universal
dan bisa digunakan di mana saja.
 Notasinya yang digunakan pada algoritma adalah universal, sehingga bisa digunakan
pada seluruh bahasa pemrograman apapun, tanpa terkecuali.
Itulah beberapa sifat dari algoritma, yang tentu saja sangat mudah untuk dipahami

Contoh Penggunaan dari Algoritma


Penggunaan dari algoritma sendiri pada dasarnya sangatlah sederhana. Kita tidak harus langsung
menghubungkan pola pemikiran algoritma tersebut dengan bahasa pemrograman ataupun kode-
kode tertentu. kita yang bukan merupakan orang komputer pun tetap bisa memahami mengenai
algoritma.

Berikut ini adalah beberapa contoh pola berpikir yang menggunakan prinsip algoritma :

1. Algoritma dalam melakukan pendaftaran di rumah sakit :


 Pertama-tama, kita harus datang ke rumah sakit
 Melakukan pengisian informasi dan riwayat kesehatan di resepsionis
 Menerima nomor antrian
 Nomor antrian dipanggil
 Petugas memasukkan data kita ke dalam sistem
 Membayar sejumlah biaya administrasi
 Memperoleh nomor pendaftaran, dan juga kartu berobat di rumah sakit
2. Algoritma dalam mengganti ban mobil yang pecah
 Nyalakan lampu hazard mobil
 Letakkan segitiga pengaman kurang lebih 5 meter dari mobil
 Ambil kunci pembuka baut roda dan juga dongkrak
 Kendurkan sedikit baut roda
 Dongkrak mobil anda
 Lepaskan baut roda, dan lepaskan roda
 Pasang roda pengganti, lalu kencangkan baut
 Turunkan dongkrak, kemudian kencangkan seluruh baut-baut roda.

Pengertian Flowchart dan Pseudocode


Pengertian Flowchart
Flowchart bukanlah merupakan sebuah kerangaka berpikir seperti algoritma ataupun pseudocode
flowchart pada dasarnya merupakan sebuah bentuk gambar ataupun diagram yang memiliki
aliran satu atau dua arah yang berlaku secara sekuensial atau berkesinambungan. Fungsi utama
dari flowchart ini adalah untuk menggambarkan sebuah desain program dan untuk
merepresentasikan sebuah program atau sistem yang akan kita buat, berdasarkan pola berpikir
kita (berdasarkan algoritma).

Unsur – unsur atau komponen yang terdapat pada flowchart


Secara umum, dan secara garis besar, flowchart menerapkan unsur atau komponen yang sama
seperti komponen pada pemrograman. Berikut ini adalah beberapa unsur dalam flowchart
tersebut :

1. Input
2. Percabangan (biasanya menggunakan command if dan switch)
3. Perulangan (biasanya menggunakan command atau kode while, for, each, loop)
4. Output
Flowchart dibuat sesuai dengan algoritma yang sudah disusun, dan kemudian dibuat sesuai
dengan urutan, perintah, serta ketentuan-ketentuan lainnya, yang dilambangkan dengan symbol-
symbol tertentu.

Pengertian Pseudocode
Pseudocode merupakan sebuah pengembangan dari algoritma, dimana, sesuai dengan namanya,
pseudocode menggunakan kode-kode tertentu untuk memberikan penjelasan mengenai cara kerja
atau penyelesaian dari suatu masalah. Singkatnya, pseudocode bisa dibilang sebagai sebuah
algoritma yang sudah diubah ke dalam bentuk kode-kode tertentu.

Kelebihan dari pseudocode ini adalah memiliki struktur yang jauh lebih ringkas dibandingkan
dengan algoritma, namun demikian masih mudah untuk dimengerti oleh manusia, dan memiliki
struktur yang hampir mirip dengan bahasa pemrograman. Pseudocode menggunakan banyak
sekali command-command yang populer, yang banyak kita pelajari, misalnya saja, IF, ELSE,
THEN, serta menggunakan kode atau tanda-tanda tertentu, seperti tanda underscore (_), tanda
koma, titik, tanda kutip, tanda panah kiri dan kanan, serta tanda lainnya.

Untuk dapat membuat sebuah pseudocode, maka paling tidak kita harus mengetahui algoritma
dari suatu masalah terlebih dahulu. Setelah itu, barulah, dirubah ke dalam bentuk yang lebih
ringkas, dengan tambahan berupa kode dan tanda tertentu.

Perbedaan DFD dan Flowchart di Dalam Sistem


Informasi
Di dalam sebuah alur kerja suatu usaha, pastinya kita harus memahami bagaimana proses barang dari
pabriknya bisa sampai ke tangan konsumen. Kita ambil contoh pabrik roti. Di dalam sebuah pabrik roti,
pastinya ada prosedur yang dilakukan bagaimana dari bahan mentah seperti gandum, tepung, dan
bahan-bahan lainnya diproduksi di dalam pabrik lalu didistribusikan hingga sampai ke tangan konsumen.
Nah, alur yang disebutkan di atas adalah salah satu contoh alur rancangan DFD.

Pengertian DFD
Di dalam sebuah sistem informasi, apalagi jika kamu ingin menjadi seorang programmer,
tentunya kamu harus memahami terlebih dahulu apa itu DFD. DFD sendiri adalah kepanjangan
dari Data Flow Diagram. Jika diartikan secara umum, Data Flow Diagram adalah suatu metode
maupun cara di dalam membuat sebuah rancangan di dalam sistem. Sistem tersebut berhubungan
pada bagian alur data yang berjalan di dalamnya. Data Flow Diagram ini selalu digunakan oleh
para analis sistem sehingga alur sistem tersebut dapat berjalan dengan baik. Ketika sebuah alur
sistem telah disepakati bersama, poses DFD tersebut akan dieksekusi oleh programmer untuk
dibuatkan programnya.

Dilihat dari pengertian di atas, pastinya kita merasa familiar dengan pengertian dari DFD itu
sendiri. Buat kamu yang sering berkecimpung di dunia programmer pasti kenal dengan
flowchart. Ya, DFD memiliki kemiripan dengan flowchart. Meskipun memiliki kemiripan, baik
DFD maupun Flowchart memiliki beberapa perbedaan. Untuk mengetahuinya, berikut
ulasannya.

 DFD lebih fokus ke alur data sedangkan Flowchart lebih fokus ke alur kerja
Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya bahwa DFD lebih khusus menjelaskan mengenai alur
data yang melibatkan user atau penggunanya sehingga pengguna yang tidak terlalu memahami
sebuah sistem komputer akan lebih mengerti. Sedangkan pada Flowchart lebih fokus ke alur
kerja di dalam sistem. Dengan adanya Flowchart suatu sistem yang dibuat harus bekerja dengan
baik sehingga user atau pengguna dapat menggunakannya dengan baik.

 DFD bisa paralel sedangkan Flowchart harus berurutan


Proses data di dalam Data Flow Diagram maupun Flowchart tentunya memiliki perbedaan. Salah
satu perbedaan yang mencolok adalah pada bagian proses dalam alur data yang disajikan. Pada
bagian Data Flow Diagram, alr datanya bisa dipecah dari beberapa bagian. Sedangkan
Flowchart, alur data yang digunakan haruslah berurutan dan tidak bisa dilakukan secara paralel.
Untuk Flowchart, ketika membuat alur data yang berbeda, maka harus dibuat terpisah.
 DFD tidak ada perulangan sedangkan Flowchart ada
Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya bahwa di dalam DFD proses data yang dilakukan
lebih melibatkan user sehingga proses dari pembuatan bahan baku hingga sampai ke tangan
konsumen dilakukan satu kali. Sedangkan pada Flowchart proses alur data yang dijabarkan ada
bagian perualangan. Contohnya saja, ketika user akan melakukan pendaftaran, maka user
tersebut harus melakukan prosedur-prosedur sesuai dengan arahan sistem. Setelah user tersebut
selesai, maka sistem akan kembali melakukan proses awal untuk user berikutnya.

 DFD tidak memiliki perhitungan sedangkan Flowchart memiliki perhitungan


Karena DFD lebih melibatkan user, maka tentunya tidak perlu adanya perhitungan rumit yang
melibatkan user. Sebab, tidak semua user dapat memahami perhitungan yang disajikan oleh
sistem. Sedangkan pada Flowchart, memang tidak selamanya ada sebuah perhitungan. Akan
tetapi, pada beberapa kasus, ada Flowchart yang harus menggunakan perhitungan dalam
merancang alur datanya. Perhitugann ini dilakukan agar alur data yang telah dibuat tidak terjadi
kekacauan. Seperti yang sudah disebutkan pada poin sebelumnya bahwa Flowchart ini harus
dilakukan secara berurutan.

Dari pembahasan di atas, bisa kita lihat bahwa Data Flow Diagram dengan Flowchart memiliki
beberapa perbedaan yang cukup terlihat jelas. Sebab, pada dasarnya Flowchart lebih mengarah
pada algoritma pemrograman. Oleh sebab itu, fungsi flowchart di dalam pemrograman sangatlah
penting.

Meskipun begitu, Data Flow Diagram pun tidak kalah pentingnya di dalam suatu fungsi sistem
informasi. Beberapa fungsi Data Flow Diagram adalah sebagai berikut.
 Sebagai alat untuk pembuatan suatu model didalam sistem sehingga fungsionalitasnya
dapat terhubung dengan berbagai alur data. Bisa itu secara manual maupun melalui digital.
 Salah satu media untuk memberikan bagian penting di dalam sebuah sistem. Khususnya
ada pada bagian fungsi sistem yang akan dijalankan.
 Data Flow Diagram adalah alat untuk merancang sistem yang berfokus pada bagian alur
data yang konsepnya mudah untuk dihubungkan pada sistem. Baik itu pada user maupun sang
pemakai program tersebut.

6 Ciri Ciri Flowchart yang Baik Dalam Sistem


Informasi
Untuk kamu yang ingin menjadi seorang programmer atau ingin membuat sebuah apliaksi maupun
software, apakah kamu sudah membayangkan seperti apa program yang akan kamu buat? Ok,
katakanlah kamu sudah membayangkan seperti apa alurnya agar jalannya sebuah aplikasi akan mulai.
Lalu, bisakah kamu menggambarkannya?

Nah, di dalam sistem informasi, ada sebuah metode untuk dapat menggambarkan alur perjalanan
sebuah aplikasi maupun software yang akan dibuat. Metode tersebut bernama flowchart. Bagi
orang-orang yang tidak terlalu paham dengan dunia sistem informasi mungkin akan bingung
dengan flowchart itu apa. Namun, jika kamu sudah berkecimpung dengan dunia sistem
informasi, paling tidak pernah mendengarnya.
Pengertian flowchart
Flowchart sendiri merupakan gabungan dari kata “flow” dan “chart”. “Flow” jika diterjemahkan
ke bahasa Indonesia berarti “alir” dan “chart” berarti “diagaram”. Jika digabungkan bisa
bermakna diagram alir. Jika diarikan secara menyeluruh, flowchart bisa berarti sebuah diagram
yang memiliki sebuah langkah-langkah atau arahan yang pasti di dalam sebuah sistem.

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya bahwa flowchart bisa menjadi salah metode untuk
dapat memberikan gambaran alur atau arahan yang akan dibuat sistemnya saat sebuah aplikasi
atau software tersebut dibuat. Dengan begitu, sistem tersebut dapat terlihat dengan jelas sistem
kerjanya. Selain itu, dengan flowchart juga dapat dilihat apakah alurnya perlua ada penambahan,
pengurangan, atau harus dirombak kembali.

Oleh sebab itu, untuk membuat sebuah flowchart tidak bisa dilakukan sembarangan. Harus ada
aturan-aturan yang digunakan agar sebuah flowchart dapat dibuat dengan baik. Untuk
mengetahuinya, berikut ciri-cirinya.

Ciri-ciri flowchart
1. Flowchart harus dibuat dari atas-bawah dan kiri-kanan
Aturan pertama dalam pembuatan flowchart harus dibuat menggunakan dua arah. Arah pertama
dari atas ke bawah dan arah kedua adalah dari kiri kanan, kita tidak bisa asal dalam menentukan
arah. Contohnya sepert dari bawah ke atas, kiri ke kanan, atau bahkan diagonal. Alasan pertama
kenapa harus melakukan arah seperti itu untuk dapat lebih memudahkan pembaca untuk
mendapatkan gambaran sistem yang diinginkan.

 Aktivitas yang akan dijelaskan harus jelas


Aturan yang kedua adalah aktivitas yang terjadi di dalam sistem tersebut harus jelas dan juga
harus jelas dimengerti oleh user maupun pembacanya. Oleh sebab itu, di dalam pembuatan
flowchart, sang pembuatnya harus memberi keterangan dengan hati-hati serta pemilihan kata-
kata yang tepat. Jangan sampai pembaca akan bertanya-tanya lagi mengenai flowchart yang
sudah dibuat. Maka dari itu, langkah lebih baik jika keterangan yang dipakai harus singkat,
padat, dan, Jelas.

 Harus jelas bagian awal dan akhirnya


Seperti hanya di dalam pembuatan musik, film atau acara-acara lainnya. Di dalam flowchart pun
harus jelas bagian mana opening dan endingnya atau bagian awal dan akhirnya. Biasanya awal-
akhir ini dilakukan pada bagian awal diagram dan akhir diagram. Namun hal tersebut mungkin
saja berbeda sebab setiap programmer punya konsep sistem masing-masing.

 Urutan langkah harus tepat


Sama halnya dengan poin kedua, urutan langkah yang dijabarkan harus jelas. Selain itu jika
melakukan penomoran, maka deskripsi penooran tersebut juga harus sinkron atau sama dengan
diagram yang disajikan. Jangan sampai ada nomor dan deskripsi yang tertukar. Selain akan
sangat memusingkan pembaca, hal tersebut juga dapat membuat kekacauan daam alur yang
sudah dibuat.

 Gunakan simbol-simbol flowchart yang sudah ditetapkan


Nah, satu hal yang penting saat pembuatan flowchart adalah penggunaan simbol-simbolnya.
Untuk kamu yang masih awam dalam hal pembuatan flowchart, jangan sampai kamu membuat
simbol-simbol sendiri saat membuat flowchart. Pada dasarnya simbol-simbol flowchart sudah
ada standarnya dan kita hanya menggunakannya saja sesuai dengan kebutuhan. Kamu dapat
mempelajarinya simbol-simbol yang digunakan pada flowchat dengan melihat contoh flowchart
program yang tersebar di berbagai sumber.
 Perhatikan bagian percabangannya
Rumit atau tidaknya suatu aplikasi atau software yang akan dibangun sangat tergantung pada
flowchart yang akan dibuat. Apabila flowchart memiliki deskripsi dan alur yang singkat, maka
aplikasi atau software yang dibuat pun bisa sederhana. Sebaliknya, jika flowchat yang dibuat
memiliki alur yang panjang, maka pembuatan aplikasi maupun software yang dibuat bisa lebih
kompleks. Nah, ketika akan membuat percabangan dari jalur yang dibuat lebih baik terpisah-
pisah. Contohnya flowchart pertama lebih fokus ke cara daftar user, lalu flowchart kedua lebih
fokus pada cara mengisi biodata user, dan seterusnya. Hal tersebut bertujuan untuk lebih
memperjelas sistem yang akan dibuat jika alurnya sangat panjang.

Itulah ciri-ciri flowchart yang baik dalam sistem informasi. Terkadang kita masih
mempertanyakan apa fungsi flowchart dalam pemrograman. Pada hakikatnya, tanpa flowchart,
programmer akan kesulitan menentukan gambaran alur sebuah aplikasi maupun software yang
dibuat. Jika dianalogikan, flowchart seperti halnya membuat sebuah kerangka benda-benda yang
ingin dibuat. Setelah kerangka tersebut sudah ada, tentunya sang pembuat akan lebih paham cara
merakitnya.

Dalam membuat sebuah program, kita perlu mengetahui pengertian algoritma, flowchart, dan
pseudocode. Nah, dalam membuat program, diperlukan sebuah konsep yang menjelaskan mengenai
proses yang dilakukan oleh program tersebut. Daripada menggunakan tulisan bersifat tekstual yang
panjang dan memusingkan, konsep tersebut bisa dijelaskan dalam bentuk gambar, yang biasa disebut
flowchart. Dengan flowchart, programmer dapat membuat program secara terarah. Nah, apakah itu
flowchart?

Flowchart (diagram alir) adalah penyajian tentang proses dan logika dari kegiatan penanganan
informasi secara sistematis. Sedangkan flowchart dalam program adalah suatu bagan dengan
simbol-simbol tertentu yang menggambarkan urutan proses secara detail dan menjelaskan
hubungan antara suatu proses (atau instruksi) dengan proses lainnya dalam suatu program
(Widia, 1983:4).

Mengapa dalam membuat program harus membuat flowchart terlebih dahulu? Dengan
menggunakan flowchart, nantinya Anda akan dipermudah untuk mengerti alur proses dari suatu
program atau pengelolaan informasi. Hal tersebut karena di dalam sebuah flowchart terdapat hal-
hal sebagai berikut:

1. Relationship atau Hubungan

Flowchart dapat memberikan gambaran sebuah sistem yang singkat, jelas, dan efektif tentang
prosedur logis dalam program. Hubungan yang terjalin pada setiap komponen yang terdapat pada
sebuah sistem, dapat dijelaskan secara visual melalui flowchart. Keunggulan dari flowchart yang
memakai teknik penyajian yang bersifat grafis adalah cenderung lebih dimengerti oleh
kebanyakan orang ketimbang penjelasan dalam bentuk teks atau tulisan, khususnya dalam
menjabarkan logika-logika yang sifatnya kompleks.

2. Analisis

Dengan adanya penjelasan yang detail dalam bentuk model atau chart, maka orang yang melihat
flowchart dapat dengan mudah melihat permasalahan yang diselesaikan oleh sebuah sistem
informasi atau bisa juga untuk memfokuskan perhatian pada area-area tertentu pada sistem
informasi.

3. Communication

Simbol-simbol yang digunakan dalam flowchart sudah mengikuti standar tertentu yang sudah
diakui dan digunakan secara umum. Oleh karena itu, fungsi flowchart dalam
pemrograman mengkomunikasikan logika suatu masalah atau dalam mendokumentasikan logika
tersebut ke dalam suatu sistem.

Setelah Anda mempelajari pengertian algoritma pemrograman, selanjutnya Anda perlu untuk
mengerti apa itu flowchart. Nah, agar Anda dapat memahami flowchart secara jelas, berikut ini
simbol-simbol yang digunakan dalam sebuah flowchart, dimana simbol-simbol ini telah dipakai
oleh semua program yang telah dibuat dan digunakan saat ini.

Sumber: http://umardanny.com/

Nah, setelah Anda memahami mengenai simbol-simbol yang ada di dalam flowchart, kami akan
memberikan beberapa contoh flowchart program melalui artikel kami berikut ini. Bagi Anda
yang saat ini sedang menempuh pendidikan tinggi di jurusan teknik informatika atau sistem
informasi, artikel ini sangat bermanfaat untuk mata kuliah algoritma, yang merupakan salah satu
mata kuliah yang ada di dalam daftar mata kuliah teknik informasi dan sistem informasi.
Baiklah, berikut ini contoh-contohnya:
1. Contoh Flowchart Program “Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Bayi”

Penjelasan flowchart:
Dari gambar flowchart menu utama di atas, pertama akan tampil menu utama dari program
sampai adanya respon dari program saat pengguna memilih pilihan yang ada di menu utama.
Dengan menggunakan simbol dan keterangan, flowchart di atas menjabarkan langkah-langkah
yang dapat dilakukan oleh pengguna sebagai berikut:

 Pengguna memulai program. Hal tersebut tergambar dari kondisi “start” yang diwakili
oleh simbol terminator, yang menandakan kegiatan awal atau akhir dari sebuah proses. Pada poin
ini, simbol terminator menjelaskan kegiatan awal program pada tampilan halaman menu utama.
 Kemudian program akan menampilkan halaman utama, dimana hal tersebut diwakili oleh
simbol proses yang berfungsi menggambarkan suatu proses.
 Setelah tampil halaman menu utama, pengguna disediakan beberapa pilihan menu yang
harus dipilih. Setiap menu yang ada diwakili oleh simbol decision, yang fungsinya untuk
menggambarkan suatu keputusan atau tindakan yang harus dilakukan pada kondisi tertentu.
Kondisi yang diambil bisa bernilai benar (True) atau salah (False)
 Jika pengguna memilih “Home”, maka pengguna akan tetap berada di halaman utama.
Hal tersebut ditunjukkan dengan simbol line connector yang mengarah ke “tampil menu utama”.
 Jika pengguna memilih “Konsultasi”, maka pengguna akan masuk ke halaman konsultasi
yang ditunjukkan dengan simbol off-page reference, yang fungsinya untuk menghubungkan
suatu simbol dengan simbol yang lainnya pada halaman yang berbeda.
 Sedangkan, jika pengguna tidak memilih “konsultasi” tetapi malah memilih “kamus
istilah”, maka pengguna akan dibawa ke halaman “kamus istilah” pada halaman yang sama. Hal
tersebut diwakili dengan simbol on-page reference yang berfungsi menghubungkan suatu simbol
dengan simbol yang lainnya pada halaman yang sama.
 Jika pengguna tidak memilih “kamus istilah” tetapi memilih “login”, maka pengguna
akan masuk ke halaman “ADM” atau halaman administrator.
 Dan jika pengguna tidak memilih semua dari tampilan menu utama yang ada, pengguna
bisa pilih keluar dari program yang ada. Hal tersebut diwakili oleh simbol terminator “END”.
Sedangkan pada gambar di bawah, tergambar flowchart konsultasi, dimana flowchart ini berlaku
jika pengguna memilih “konsultasi” pada flowchart sebelumnya. Flowchart ini menggambarkan
alur proses konsultasi saat menu konsultasi dijalankan. Penjabaran simbol pada flowchart di atas,
tidak berbeda jauh dengan flowchart sebelumnya. Hanya saja, di flowchart ini ada simbol
predefine process, yang fungsinya untuk mengambarkan proses-proses yang masih bisa
dijelaskan dalam algoritma.

2. Persamaan Matematika
Setelah Anda mengerti fungsi algoritma, Anda selanjutnya dapat menerjemahkan algoritma
tersebut ke dalam gambar flowchart. Contoh kali ini akan menunjukkan bagaimana cara
menerjemahkan algoritma menjadi flowchart. Berikut adalah flowchart untuk menghitung nilai y
dari persamaan y = 2x + 6
3. Flowchart Menghitung Luas Lingkaran
Flowchart di bawah ini adalah contoh lainnya yang menunjukkan bagaimana cara
menerjemahkan algoritma menjadi flowchart. Berikut flowchart untuk menghitung luas
lingkaran dengan rumus L = πr2:

Algoritma:

 Program dimulai
 Tentukan nilai phi dan r
 Hitung L = phi x r2
 Cetak Hasil L
 Program Selesai
Flowchart:
4. Flowchart Menghitung Luas Segitiga
Berikut ini contoh flowchart untuk menghitung luas segitiga, dimana diketahui nilai ALAS = 10
dan nilai TINGGI = 8. Pada flowchart ini, untuk mendapatkan nilai awal dari ALAS dan
TINGGI menggunakan kotak proses, karena nilai ALAS dan TINGGI sudah ditentukan.

5. Flowchart Program Perulangan


Berikut ini contoh flowchart untuk mencetak kata “Algoritma” sebanyak lima kali. Pada program
ini, flowchartnya harus menggunakan simbol decision untuk menentukan apakah perintah
“mencetak kata Algoritma” sudah dilakukan sebanyak lima kali. Untuk mengetahui apakah
perintah pencetakan sudah dilakukan sebanyak 5 kali diperlukan sebuah variabel penyimpan
nilai penghitung (variabel counter). Dalam flowchart ini, variabel tersebut dilambangkan dengan
X, dimana nilai awalnya = 1.
6. Flowchart Persamaan Kuadrat
Berikut ini adalah contoh flowchart untuk mencetak bentuk P^2 + Q^2, dimana nilai P dan Q
merupakan akar dari persamaan kuadrat Ax^2 + Bx + C = 0. Dengan catatan, diketahui sifat-sifat
persamaan kuadrat tersebut P + Q = -B/A dan P * Q = C/A, sedangkan P^2 + Q^2 = (P + Q)^2 –
2 (P * Q).

Setelah membuat flowchart, maka langkah selanjutnya adalah menuliskan kode-kode program
berdasarkan flowchart atau diagram alir yang sudah dibuat. Anda bisa menggunakan macam-
macam bahasa pemrograman yang Anda kuasai. Yang penting, Anda harus tahu dulu konsep
dasar dalam pemrograman. Karena setelah seseorang telah menguasai konsep dasar
pemrograman, maka kedepannya akan mudah untuk mempelajari bahasa pemrograman yang
lain.
7 Contoh Algoritma Pemrograman Dasar untuk Latihan

Dalam dunia programming, menguasai algoritma adalah hal penting. Karena algoritma adalah tumpuan
untuk menyeleasikan sebuah persoalan. Lalu, apa sih pengertian algoritma pemrograman?

Algoritma pemrograman adalah urutan langkah logis tertentu untuk memecahkan suatu masalah.
Hal ini ditekankan pada urutan langkah logis, yang artinya algoritma harus mengikuti suatu
urutan tertentu, dan langkah-langkahnya tidak boleh diloncat. Pengertian lainnya dari algoritma
adalah urutan langkah-langkah logis dalam penyelesaian masalah yang disusun secara sistematis.

Asal kata algoritma sendiri berasal dari nama Abu Ja’far Mohammed Ibn Musa al-Khowarizmi,
ilmuwan Persia yang menulis buku berjudul “Al Jabr W’Al-Muqabala” (Rules of Restoration
and Reduction) yang diterbitkan pada tahun 825 M.

Dalam algoritma, alur pemikiran dalam menyelesaikan suatu persoalan dituangkan secara
tertulis. Hal pertama yang ditekankan adalah alur pikiran, sehingga algoritma seseorang dapat
juga berbeda dari algoritma orang lain. Sedangkan penekanan kedua adalah tertulis, yang artinya
alur tersebut dapat berupa kalimat, gambar, atau tabel tertentu.

Algoritma sendiri memiliki beberapa ciri penting agar bisa digunakan untuk menyelesaikan
masalah, diantaranya:

 Algoritma harus berhenti setelah mengerjakan sejumlah langkah tertentu


 Setiap langkah harus didefinisikan dengan tepat dan tidak ambigu
 Algoritma memiliki masukan berjumlah nol atau lebih.
 Algoritma memiliki keluaran berjumlah nol atau lebih.
 Algoritma harus efektif. Maksudnya setiap langkah yang tertulis harus sederhana
sehingga dapat dikerjakan dalam waktu singkat dan masuk akal.
Dalam bidang komputer, fungsi algoritma sangat diperlukan untuk menyelesaikan berbagai
masalah pemrograman, terutama dalam komputasi numerik. Tanpa algoritma yang dirancang
dengan baik, proses pemrograman akan menjadi salah, rusak, lambat dan tidak efisien. Pelaksana
langkah-langkah di dalam algoritma adalah sistem komputer. Agar manusia dan komputer dapat
berkomunikasi, manusia memberikan perintah-perintah kepada komputer berupa kumpulan
instruksi yang dikumpulkan di dalam program. Dalam menyelesaikan persoalan, komputer perlu
merumuskan beberapa langkah penyelesaian persoalan dalam sekumpulan instruksi. Kumpulan
instruksi yang dimengerti oleh komputer inilah yang disebut dengan program.
Untuk menerjamahkan bahasa manusia ke dalam bahasa komputer, diperlukan sebuah alat untuk
menjembatani komunikasi di antara keduanya. Alat yang digunakan tersebut adalah bahasa
pemrograman. Setiap bahasa pemrograman memiliki tingkatannya tersendiri, tergantung dari
bagaimana bahasa tersebut bisa diterapkan langsung oleh manusia selaku pengguna. Tingkatan
bahasa pemrograman dapat dikategorikan ke dalam 3 jenis, yaitu:
 Bahasa tingkat tinggi (High Level Language / HLL). Contohnya: Pascal, C, Java, PHP,
ASP
 Bahasa tingkat menengah (Medium Level Language / MLL). Contohnya: Assembly
 Bahasa tingkat rendah (Low Level Language / LLL). Contohnya : Machine Code
Dari berbagai bahasa pemrograman, cara memberikan instruksinya berbeda-beda. Meskipun
begitu, semuanya bertujuan untuk menghasilkan keluaran yang sama. Program yang ditulis
dalam bahasa pemrograman akan dikonversi ke dalam bahasa mesin menggunakan penerjemah.
Berikut ini metode menerjemahkan bahasa pemrograman ke dalam bahasa mesin dalam
programming:

 Interpreter, yaitu menerjemahkan baris per baris instruksi. Bahasa Basic menggunakan
metode ini.
 Compiler, yaitu menerjemahkan setelah seluruh instruksi yang ditulis. Bahasa Pascal, dan
C adalah beberapa contoh bahasa pemrograman yang menggunakan metode ini.
Dalam mempelajari programming, Anda harus paham perbedaan antara belajar programming
dengan belajar bahasa pemrograman. Belajar programming artinya Anda belajar tentang metode
pemecahan masalah, kemudian menuangkannya dalam suatu notasi tertentu yang mudah dibaca
dan dipahami. Sedangkan belajar bahasa pemrograman artinya Anda belajar memakai suatu
bahasa, aturan tata bahasa, instruksi yang digunakan, serta tata cara pengoperasian compiler,
untuk membuat program yang ditulis ke dalam bahasa tersebut.

Penulisan algoritma harus terdiri dari 3 bagian berikut ini:

 Judul algoritma;Bagian yang terdiri atas nama algoritma dan penjelasan (spesifikasi)
tentang algoritma tersebut. Nama sebaiknya singkat dan menggambarkan apa yang dilakukan
oleh algoritma tersebut.
 Deklarasi; Bagian untuk mendefinisikan semua nama yang digunakan di dalam program.
Nama tersebut dapat berupa nama tetapan, peubah, tipe, prosedur dan fungsi.
 Deskripsi; Bagian ini berisi uraian langkah-langkah penyelesaian masalah yang ditulis
dengan menggunakan notasi yang akan dijelaskan selanjutnya.
Penulisan algoritma sendiri tidak tergantung dari spesifikasi bahasa pemrograman dan
kemampuan komputer yang mengeksekusinya. Notasi algoritma bukan notasi bahasa
pemrograman, namun algoritma dapat diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa pemrograman.
Lalu seperti apa contoh algoritma pemrograman dasar yang wajib Anda kuasai? Berikut ini
contoh-contohnya:

1. Algoritma Narasi
Contoh: Algoritma Kelulusan_mhs

Persoalan: Diberikan data berupa nama dan nilai mahasiswa. Jika nilai mahasiswa lebih besar
atau sama dengan 60 maka mahasiswa tersebut dinyatakan lulus. Sedangkan jika nilainya lebih
kecil dari 60, maka mahasiswa tersebut dinyatakan tidak lulus.

Algoritmanya akan seperti berikut:


baca nama dan nilai mahasiswa.
jika nilai >= 60 maka
keterangan = lulus
tetapi jika
keterangan = tidak lulus.
tulis nama dan keterangan
2. Algoritma Pseudo Code
Contoh; Algoritma Kelulusan_mhs

Persoalan: Diberikan data berupa nama dan nilai mahasiswa. Jika nilai mahasiswa lebih besar
atau sama dengan 60 maka mahasiswa tersebut dinyatakan lulus. Sedangkan jika nilainya lebih
kecil dari 60, maka mahasiswa tersebut dinyatakan tidak lulus.

Deklarasi dari tipe datanya akan seperti berikut:


Nama = string
Nilai = integer
Keterangan = string
Algoritmanya akan seperti berikut:
read (nama, nilai)
if nilai >= 60 then
keterangan = ‘lulus’
else
keterangan = ‘tidak lulus’
write(nama, keterangan)
3. Algoritma Flowchart
Berikut ini adalah beberapa contoh dari algoritma flowchart. Fungsi flowchart pada
pemrograman adalah untuk memudahkan programmer ketika merancang sebuah program
komputer. Ini dia contoh-contohnya:
 Menentukan bilangan ganjil atau genap
Terdapat bilangan yang bernama “bilangan bulat” yaitu 0, 1, -1, 2, dan seterusnya serta bilangan
asli 1, 2, 3, 4, 5, dst. Kedua jenis bilangan tersebut sering digunakan dalam perhitungan.
Algoritma di bawha ini akan menentukan apakah bilangan tersebut ganjil atau genap> Berikut ini
adalah flowchart dari algoritma tersebut:
Dari flowchart di atas, penjelasannya adalah sebagai
berikut:
Bilangan genap adalah sebuah bilangan bulat yang akan habis atau tidak memiliki sisa jika
dibagi 2 (dua). Sedangkan bilangan ganjil adalah sebuah bilangan bulat yang tidak akan habis
apabila dibagi 2 (dua) atau ada sisa pembagian.

 Algoritma tahun kabisat


Tahun kabisat adalah sebuah tahun yang memiliki tambahan 1 hari yang bertujuan agar kalender
dapat menyesuaikan dengan keadaan astronomi. Saat tahun kabisat, bulan Februari memiliki 29
hari. Tahun yang dapat untuk dibagi dengan 4 adalah tahun kabisat. Berikut ini adalah algoritma
untuk menentukan tahun kabisat jika disajikan dengan flowchart seperti di bawah ini:
 Menghitung harga yang harus dibayar setelah mendapatkan sebuah diskon
Contoh flowchart kali ini adalah flowchart dari algoritma untuk menentukan biaya yang harus
dibayar oleh pembeli sesudah mendapat diskon 10%. Syarat untuk mendapatkan diskon tersebut
adalah jumlah dari total pembelian sebesar Rp.1.500.000,-. Berikut ini adalah algoritma
flowchartnya:

Jumlah barang memiliki sifat yang dinamik


sesuai dengan masukan dari pengguna. Intinya, jika total pembeliannya kurang dari 1500000,
maka pembeli tidak akan mendapatkan diskon.
 Flowchart menghitung luas lingkaran
Algoritma flowchart di bawah ini adalah contoh flowchart untuk menghitung luas lingkaran
dengan rumus L = πr2:

Algoritma:

 Program dimulai
 Tentukan nilai phi dan r
 Hitung L = phi x r2
 Cetak Hasil L
 Program Selesai
Flowchart:
 Flowchart menghitung luas segitiga
Berikut ini contoh flowchart program untuk menghitung luas segitiga, dimana diketahui nilai
ALAS = 10 dan nilai TINGGI = 8. Pada flowchart ini, untuk mendapatkan nilai awal dari
“ALAS” dan “TINGGI” menggunakan kotak proses, karena nilai “ALAS” dan “TINGGI” sudah
ditentukan sebelumnya.

5 Contoh Algoritma Percabangan berdasarkan


Jenisnya
Pengertian algoritma pemrograman percabangan, adalah salah satu jenis algoritma yang digunakan
untuk memberitahukan program tentang perintah apa yang harus dijalankan, dimana perintah tersebut
akan disesuaikan dengan beberapa kondisi. Fungsi algoritma ini adalah untuk memproses keputusan
yang tepat dan cepat sesuai dengan yang keinginan pengguna berdasarkan kondisi yang terjadi pada
sistem yang digunakan. Algoritma percabangan ini biasa disebut juga sebagai algoritma seleksi kondisi,
flow control, dan algoritma pemilihan.

Algoritma percabangan memiliki beberapa macamnya. Meskipun begitu, tujuan dari algoritma
ini sama-sama untuk menentukan perintah mana yang akan dikerjakan oleh sebuah program yang
disesuaikan dengan kondisi atau syarat tertentu. Apa sajakah macam-macam algoritma
percabangan tersebut?
1. Percabangan untuk 1 kondisi. Percabangan jenis ini hanya memiliki satu kondisi yang
menjadi syarat untuk melakukan sebuah instruksi.
2. Percabangan untuk 2 kondisi. Percabangan jenis ini memiliki dua kondisi yang menjadi
syarat untuk mengerjakan salah satu dari dua buah instruksi.
3. Percabangan untuk 3 kondisi atau lebih. Percabangan jenis ini adalah pengembangan dari
dua jenis algoritma percabangan yang telah dibahas di atas. Oleh karena itu, percabangan jenis
ini akan memiliki banyak variasi.
4. Percabangan “Case of….”. Percabangan ini digunakan untuk memeriksa data yang
bertipe karakter atau integer.
5. Percabangan bersarang. Percabangan ini terdiri dari percabangan yang berada di dalam
percabangan, atau maksudnya di dalam sebuah percabangan terdapat percabangan lagi.
Pada artikel berikut ini, kami akan memberikan contoh algoritma percabangan berdasarkan jenis-
jenisnya menggunakan macam-macam bahasa pemrograman. Contoh-contoh berikut bisa Anda
jadikan sebagai bahan latihan. Eitss, sebelumnya Anda harus mengerti dahulu pengertian
algoritma, flowchart, dan pseudocode, karena ketiga hal tersebut adalah dasar dalam mempelajari
pemrograman. Anda juga bisa mengetahui semuanya di situs kami. Yuk kita simak contohnya:
 Percabangan satu kondisi
Contoh 1:
uses crt;
var
jeniskelamin:char;
begin
clrscr;
writeln(‘Jenis Kelamin : ’);
writeln(‘L unutk laki-laki, P untuk perempuan’);
writeln(‘Jenis kelamin anda: ’);readln(jeniskelamin);
if(jeniskelamin = ‘l’) then writeln(‘Laki-laki’);
if(jeniskelamin = ‘p’) then writeln(‘Perempuan’);
readkey;
end

Contoh 2:
Percabangan satu kondisi dengan menggunakan bahasa pemrograman C++:

#include <iostream.h>
int main (){
int nilai;
char a;
cout<<“Masukkan Nilai Anda:”;
cin>>nilai;
if (nilai>60){
cout<<“Selamat Anda Lulus!!”;
}
cin>>a;
return 0;
}
 Percabangan dua kondisi
Contoh 1:
Buatlah algoritma untuk menebak usia seseorang yang diiput oleh pengguna, dengan ketentuan
sebagai berikut:

 Jika usia 5 tahun ke bawah (usia<=5), maka dia adalah balita


 Jika usia di atas 5 tahun ke atas sampai 12 tahun (usia >5 dan usia <=12), maka dia
adalah anak-anak
 Jka usia di atas 12 tahun dan usia di bawah 18 tahun (usia >12 dan usia < 18) maka dia
adalah remaja
 Jika usia di atas 18 tahun maka dia adalah dewasa
Jawab:
algoritma tebak_umur
DEKLARASI
usia : integer
ALGORITMA:
read(usia)
IF usia<=5 THEN
write(‘Balita’)
ELSE IF usia>5 and usia <=12 THEN
write(‘Anak-anak’)
ELSE IF usia >12 and usia <18 THEN
write(‘Remaja’)
ELSE
write(‘Dewasa’)
ENDIF
Contoh 2:
If x > 0 then
ket ß ‘bilangan positif’
if m = n
i ß m*n
write(i)
if bil>=0 then
ket ß (‘bilangan positif’)
else
ket ß (‘bilangan negatif’)
if m = n then
i ß m*n
j ß m-n
else
i ß m/n
j ß m+n
write(i,j)

Contoh 3:
Contoh Kasus : Penggolongan nilai

ALGORITMA:
Mulai
Menentukan nilai siswa
Jika nilai siswa ( 0 – 100 ) > 75 Tergolong Baik
Jika nilai siswa ( 0 – 100 ) ≤ 75 Tergolong Cukup
Tampilkan hasil
Selesai
PSEUDOCODE:
Var :
nilai_siswa : integer
Pseudocode
read (nilai siswa )
IF nilai siswa > 75 THEN
write ( tergolong baik )
ELSE
write ( tergolong cukup )
Contoh 4:
Program mencari nilai dari input variabel
DEKLARASI
x = integer;
ALGORITMA
Read (x)
If (x>0) then
write (“bilangan adalah bilangan bulat positif”);
End if
If (x<0
write (“bilangan adalah bilangan bulat negatif”);
End if
Else
write (“maaf nilai variabel yang anda masukkan adalah salah”);
End if
Contoh soal
Bagaimana menentukan sebuah bilangan adalah sebuah bilangan ganjil atau genap ?
Clue : menggunakan mod
Jawaban (notasi algoritma)
If (bilangan % 2=0) then
write (“bilangan adalah bilangan genap”);
End if
If (bilangan % 2 !=0 ) then
write (“bilangan adalah bilanga ganjil”);
End if
 Percabangan tiga kondisi atau lebih
Contoh 1:

Contoh 2:
Program penentuan kelulusan berdasarkan nilai dengan bahasa pemrograman Pascal:

uses wincrt;
Var
nilai: integer;
Ket : char;
begin
writeln(‘Program Untuk Konversi Angka Menjadi Lulus atau Tidak’);
writeln(‘Dengan Kondisi jikan Nilai >= 70 lulus jika < 70 maaf ulang tahun depan’);
writeln(‘Masukan Data yang akan di konversi : ‘);
readln(nilai);
if (nilai>=80) then
begin
Ket :=’A’;
end else
if (nilai>=70) then
begin
Ket :=’B’;
end else
if (nilai>=60) then
begin
Ket :=’C’;
end else
if (nilai>=50) then
begin
Ket :=’D’;
end else
begin
Ket :=’E’;
end;
writeln(‘Nilai : ‘,nilai,’ Keterangan Nilai adalah ‘,Ket);
end.
Contoh 3:
Menentukan bilangan terbesar
Int a,b,c;
if (a >= b ) and (a >=b) then
write (“bilangan terbesar adalah a”)end ifif (b >= a) and (b>= c) then
write (“bilangan terbesar adalah b”)
end if
if (c>=a) and (c>=b) then
write (“bilangan terbesar adalah c”)
end if
else
write (“bilangan yang anda masukkan adalah salah”)
end if
 Percabangan “Case of”
Contoh 1:
Percabangan “Case Of” dalam sebuah program yang menggunakan bahasa pemrograman Pascal:

uses wincrt;
var x : integer;
begin
write (‘Masukkan sebuah nilai [0…3] : ‘);
readln (x);
Case (x) of
0 : Writeln(‘X bernilai 0’);
1 : Writeln(‘x bernilai 1’);
2 : Writeln(‘X bernilai 2’);
3 : Writeln(‘X bernilai 3’);
else
Writeln(‘X tidak bernilai 0, 1, 2, ataupun 3’);
end;
end.
Contoh 2:
Program percabangan “Case of” menggunakan bahasa pemrograman C++ :

void main() {
int nHari;
cout << “Masukkan No Hari [1..7] : “;
cin >> nHari;
cout << “Ini adalah hari “;
switch (nHari) {
case 1:
cout << “Ahad”;
break;
case 2:
cout << “Senin”;
break;
case 3:
cout << “Selasa”;
break;
case 4:
cout << “Rabu”;
break;
case 5:
cout << “Kamis”;
break;
default:
cout << “Jumat”;
}
getch();
}
 Percabangan Bersarang
Contoh 1:
Program percabangan bersarang menggunakan bahasa pemrograman Pascal :

uses wincrt;
var x, y, z : real;
begin
write (‘Masukkan bilangan 1: ‘);
readln (x);
write (‘Masukkan bilangan 2 : ‘);
readln (y);
write (‘Masukkan bilangan 3 : ‘);
readln (z);
if x > y then
if x > z then
write (‘Bilangan terbesar : ‘,x:5:2)
else
write (‘Bilangan terbesar : ‘,z:5:2)
else
if y > z then
write (‘Bilangan terbesar :’,y:5:2)
else
write (‘Bilangan terbesar : ‘,z:5:2);
end.
Contoh 2:
Program percabangan bersarang menggunakan bahasa pemrogaman C++ :

#include <iostream.h>
void main() {
int A, B, C;
cout << “masukan angka 1 = “;
cin >> A;
cout << “masukan angka 2 = “;
cin >> B;
cout << “masukan angka 3 = “;
cin >> C;
if(A<B){
if(A<C)
cout<< “angka terkecil adalah : ” << A;
else
cout<< “angka terkecil adalah : ” << C;
}
else if(B<C)
cout<< “angka terkecil adalah : ” << B;
else
cout<< “angka terkecil adalah : ” << C;
}
Setelah Anda mempelajari algoritma percabangan dalam artikel ini, selanjutnya Anda dapat
memulai mengembangkan program dengan algoritma tersebut dalam bentuk flowchart
11 Perintah Dasar DOS dan Fungsinya

DOS merupakan singkatan dari Disk Operating System, seperti namanya DOS merupakan sebuah sistem
operasi perangkat komputer, keluarga DOS yang paling populer adalah Microsoft DOS (MS-DOS), DR-
DOS, ROM-DOS, PTS-DOS, FreeDOS, Apple DOS, Apple ProDOS, Atari DOS, Commodore DOS, TRSDOS,
dan AmigaDOS.

7 Fungsi DOS Pada Komputer


DOS merupakan satu bagian yang sangat penting pada komputer. Pada tahun 1980-an DOS menjadi
salah satu sistem operasi yang sering digunakan. DOS ini berguna sebagai sistem operasi dengan
interface command line. DOS ini sangat penting untuk komputer, sebab DOS berguna sebagai fasilitas
booting komputer dan juga berguna untuk menjalankan berbagai aplikasi pada komputer seperti MS dan
juga Lotus. DOS juga menjadi salah satu bagian pada komputer yang berguna untuk mengoperasikan dan
mengelola berbagai sumber daya yang terdapat pada komputer. DOS dapat berjalan dan beroperasi
dengan diberikan perintah melalui keyboard yang ada pada komputer. Pengguna cukup hanya dengan
mengetikan perintah kemudian perintah tersebut akan diterjemahkan oleh sistem DOS.

Sebagai contoh misalnya memberikan perintah pada DOS dengan file program seperti .bat, .exe
dan lainnya. Nama file ini biasanya juga digabungkan dengan nama file atau parameter program
lainnya dan tergabung menjadi satu. Dengan melihat sistem kerja tersebut maka bisa disimpulkan
jika DOS adalah sistem operasi yang juga berguna untuk mengelola sistem komputer yang ada
pada komputer.

Fungsi DOS
1. Mengorganisasikan dan juga mengendalikan kegiatan komputer
Segala kegiatan yang ada pada komputer dikendalikan melalui sistem DOS dengan beragam
perintah yang berbeda didalamnya. Segala perintah ini diberikan dengan beragam fungsi yang
berbeda untuk bisa menggerakan komputer dengan lebih baik lagi.
2. Mengatur memori yang ada pada komputer
DOS bisa mengatur ruang yang ada pada komputer. Dengan adanya DOS komputer bisa
memiliki fungsi untuk melakukan penyimpanan file ataupun untuk mengetahui tentang file-file
yang ada untuk dikompres kemudian disimpan dengan format yang berbeda.
3. Mengatur input dan output data
DOS berguna untuk mendiagnosa tentang bagian input ataupun output yang ada pada komputer.
Dengan diagnose yang diberikan oleh DOS komputer bisa mkomputer.engatasi dan megnatur
setiap data yang masuk ataupun yang dikeluarkan oleh
4. Management file
DOS sangat membantu untuk melakukan management file yang terletak pada komputer. Setiap
file yang ada pada komputer dilakukan diagnose lengkap dengan pengkategorian file untuk
membuat komputer bisa berjalan menjadi lebih baik dan bisa bekerja dengan lebih maksimal
lagi. Contoh perintah untuk fungsi pengelolaan file ini adalah:
 ATRIB: menampilkan dan mendefinisikan atribut file
 COPY: melakukan penyalinan file
 ERASE: menghapus file yang anda
 BACKUP: membackup file

5. Management directory
DOS sangat berguna untuk mempercepat directory dan mengatur dengan lebih baik lagi file
ataupun directory yang ada pada komputer. Dengan adanya tata letak file ataupun directory yang
lebih tertata akan membuat pencarian file bisa menjadi cepat dan tidak lelet. Directory sendiri
berisi tentang isian-isian yang kemudian menunjukan pada file tertentu. Contoh perintah untuk
menjalankan fungsi ini adalah :

 CD : untuk mengubah direktori


 DIR: untuk menampilkan informasi direktori
 MD: membuat sub direktori yang baru
 6. Menyelesaikan troubleshooting
 Komputer bisa saja mengalami banyak permasalahan yang membuat komputer harus juga
bisa dengan cepat untuk menemukan cara untuk memecahkan permasalahan tersebut.
Untuk memecahkan permasalahan ini, tentu saja komputer membutuhkan pemecah
masalah yang cepat yaitu DOS yang ada pada komputer ini. DOS kemudian mendiagnosa
secara cepat apa yang terjadi pada komputer dan apa yang menyebabkan komputer
mnjadi rusak. Setelah itu komputer akan memperbaiki sendiri kerusakan-kerusakan yang
ada pada komputer tersebut.
 7. Mengamankan Data
 Ketika data yang ada pada komputer tidak terbaca ataupun tidak bisa bekerja dengan baik
maka bisa membuat kinerja dari komputer menjadi tidak maksimal. DOS ini juga
memiliki fungsi untuk menjadi tempat yang tepat untuk menyimpan dan juga
mengamankan data yang ada di komputer. Cara untuk mengamankan data, DO akan
menunjukan prompt terlebih dahulu sebelum melakukan perekaman data.
 Bagian-Bagian Penting DOS
 DOS memiliki tiga bagian penting yang sangat membantu dalam membangun disk
operating system yang ada didalamnya, berikut ini tiga bagian DOS tersebut;

 1. File boot
 Pada saat komputer sedang booting, DOS membutuhkan file yang satu ini untuk
melakukan sistem booting.
 2. Manajemen File
 Dari bagian inilah DOS bisa mengatur segala data yang ada pada file ataupun folder yang
ada didalamnya.

 3. File Utility
 Untuk bagian yang satu ini merupakan bagian yang ada pada DOS untuk melakukan
pengatran resources pada sistem, untuk troubleshooting sistem dan juga untuk
mengkonfigurasi seting sistem yang ada.
 Keluarga DOS
 DOS terbagi menjadi ke beberapa bagian atau kelas yang didalamnya juga bisa berfungsi
menjadi beragam sistem untuk membuat DOS bisa berfungsi menjadi lebih baik lagi.

 1. MS-DOS
 Yang termasuk dalam sistem ini diantaranya seperti Tandy DOS, Compaq DOS, Q-DOS
dan lainnya.
 2. JBM PC-DOS
 DOS yang satu ini masih termasuk hasil buatan dari Microsoft hanya saja mengalami
beberapa perubahan sehingga bisa digunakan dalam komputer IBM PC.
 3. DR-DOS
 DOS yang satu ini merupakan hasil buatan dari sistem operasi CP/M, Gary Kildall.
 4. Novell Personal Netware
 Tadinya merupakan versi DR-DOS yang kemudian dijual ke Novell.
 DOS yang satu ini merupakan versi terbaru dari Novell Personal Netware.
 6. FreeDOS
 Sistem DOS yang satu ini merupakan pembuatan sisa-sisa pengembangan dari Caldera
DOS yang sudah dikembangkan oleh komunitas open source.
 Properti dari Disk Operating System (DOS)
 1. DOS sangat berguna sebagai perangkat yang berguna untuk memecahkan masalah.
 2. DOS merupakan suatu sistem operasi yang didalamya terkantung barisan perintah.
DOS juga bukan perangkat yang user-friendly, oleh karena itu cara untuk bisa
mempelajari DOS dengan benar adalah dengan menggunakannya secara langsung.
 3. DOS bukan merupakan sistem yang bisa digunakan untuk multitasking, sehingga
dalam penggunaannya DOS hanya bisa menjalan satu program dalam satu waktu saja.
 4. DOS hanya mampu untuk menjalankan program yang kecil.

 5. DOS memiliki keterbatasan memori sehingga penggunaannya tidak bisa leluasa dan
hanya terbatas pada apliasi tertentu ataupun pekerjaan tertentu saja.
 6. Perintah pada DOS sendiri terbagi menjadi dua perintah yaitu Internal DOS dan juga
External DOS. Kedua perintah ini berguna untuk memberikan perintah pada komputer
dan menjalanan perintah yang ada pada komputer untuk melakukan berbagai sistem
operasi didalamnya.

10 Perintah Dasar CMD Beserta Fungsinya Paling


Lengkap
Command Prompt, juga di kenal sebagai cmd.exe atau cmd saja, merupakan command-line interpreter
yang terdapat pada Sistem Operasi Windows NT, Windows CE, OS/2 dan eComStation, Command Prompt
merupakan bagian dari sistem operasi Windows 9x dan DOS yang di kenal sebagai “MS-DOS Prompt”.
Jika Anda familiar dengan salah satu distro dari sistem operasi linux, Anda tentu mengenal Terminal,
prinsip dari fungsi Command Prompt dengan Terminal di Linux sebenarnya sama.

Saat ini, sistem operasi Windows masih mempertahankan eksistensi dan fungsi dari Command
Prompt walaupun pada sistem operasi Windows terbaru (Windows 10 misalnya) telah di lengkapi
dengan Windows PowerShell. Dalam pembahasan kali ini kita akan membahas mengenai perintah dasar
CMD beserta fungsinya yang bermanfaat untuk Anda, simak uraiannya berikut ini.

1. Assoc
Perintah assoc di gunakan untuk menampilkan dan mengubah asosiasi nama eksteksi file,
asosiasi yang di maksud adalah keterkaitan antara suatu ekstensi file sebagai format tertentu
yang mendukung untuk di buka dan di kelola oleh perangkat lunak tertentu, misalnya ekstensi
file .docx merupakan format Word.Document.12 yang dapat di buka dan di kelola oleh
perangkat lunak Microsoft Office Word 2007 ke atas (format Word.Document.12 tidak di
dukung oleh Microsoft Office Word 2003 ke bawah).

Syntax
assoc [.ext[=[filetype]]]

Parameter
 .ext : Parameter ini di isi dengan nama ekstensi file seperti .doc, .txt, .html, .psd dan lain
sebagainya.
 filetype : Parameter ini di isi dengan format file yang akan di asosiasikan dengan nama
ekstensi file yang bersangkutan, misalnya ekstensi .docx akan di asosiasikan dengan
Word.Document.12 sehingga file dengan nama ekstensi .docx dapat di buka oleh perangkat lunak
Microsoft Office Word atau perangkat lunak lain yang mendukungnya.
 /? : Menampilkan deskripsi dan help pada Command Prompt.
Contoh
Untuk melihat asosiasi jenis file tertentu, misalnya file dengan nama ekstensi .docx, ketik
perintah berikut:

assoc .docx

Untuk menghapus asosiasi jenis file tertentu, misalnya file dengan nama ekstensi .doc, ketik
perintah berikut:

assoc .docx=

Untuk melihat asosiasi semua jenis file dalam satu layar (tanpa scroll) secara bertahap, ketik
perintah berikut:
assoc | more

Anda juga dapat mengirim output ke file assoc.cfg dengan mengetik perintah berikut:
assoc>assoc.cfg
2. Attrib
Perintah dasar CMD beserta fungsinya attrib digunakan untuk menampilkan, mengatur, atau
menghapus atribut read-only, archive, system, dan hidden yang terpasang pada file atau folder,
atribut read-only yang terpasang pada suatu file atau folder membuat file atau folder tersebut
tidak dapat di manipulasi (di hapus, di ubah isi atau labelnya atau modifikasi lain tanpa ijin
tertentu).
Atribut archive yang terpasang pada suatu file atau folder membuat file atau folder tersebut
berukuran lebih kecil (compressed, terkompresi), atribut archive biasanya di terapkan pada file
atau folder yang “layak di arsipkan” misalnya untuk keperluan backup.
Atribut system yang terpasang pada suatu file atau folder membuat file atau folder tersebut
memiliki akses sebagai bagian dari sistem operasi, biasanya file atau folder dengan
atribut system merupakan file yang memang berhubungan dengan sistem operasi seperti file atau
folder driver, file desktop.ini dan lain sebagainya.
Atribut hidden yang terpasang pada suatu file atau folder membuat file atau folder tersebut
“tersembunyi” apabila opsi “Show hidden files and folder” tidak di aktifkan, namun apabila opsi
“Show hidden files and folder” di aktifkan, file atau folder dengan atribut hidden akan tetap
terlihat (tampak) namun agak samar di bandingkan dengan file atau folder normal.
Syntax
attrib [{+r|-r}] [{+a|-a}] [{+s|-s}] [{+h|-h}] [[Drive:][Path] FileName]
[/s[/d]]

Parameter
 +r : Memasang atribut read-only pada file dan/atau folder pada suatu direktori.
 -r : Menghapus atribut read-only pada file dan/atau folder pada suatu direktori.
 +a : Memasang atribut archive pada file dan/atau folder pada suatu direktori.
 -a : Menghapus atribut archive pada file dan/atau folder pada suatu direktori.
 +s : Memasang atribut system pada file dan/atau folder pada suatu direktori.
 -s : Menghapus atribut system pada file dan/atau folder pada suatu direktori.
 +h : Memasang atribut hidden pada file dan/atau folder pada suatu direktori.
 -h : Menghapus atribut hidden pada file dan/atau folder pada suatu direktori.
 [Drive:][Path] FileName : Menentukan lokasi dan nama direktori (folder), file, atau beberapa file
sekaligus yang atributnya akan di tampilkan atau di ubah, Anda dapat menggunakan
karakter wildcard seperti “?” dan “*” pada parameter FileName untuk menampilkan atau mengubah
atribut beberapa file sekaligus (dengan kriteria yang sama).
 /s : Menerapkan atribut pada file dan folder yang sesuai (dengan kriteria) pada direktori dan
sub-direktori di dalamnya.
 /d : Menerapkan atribut pada file dan folder yang sesuai (dengan kriteria) pada suatu direktori.
 /? : Menampilkan deskripsi dan help pada Command Prompt.
Contoh
Untuk menampilkan atribut dari suatu file bernama “laporan.docx”, ketik perintah berikut:

attrib laporan.docx

Untuk menerapkan atribut read-only pada file bernama “laporan.docx”, ketik perintah berikut:

attrib +r laporan.docx
3. Chdir (cd)
Perintah dasar CMD beserta fungsinya chdir atau cd di gunakan untuk menampilkan nama
direktori atau mengubah lokasi/posisi direktori, untuk berpindah direktori pada partisi yang
berbeda (secara default berada pada partisi C:) cukup dengan mengetikkan drive letter partisi
yang bersangkutan (contoh D: atau D:\ tanpa chdir atau cd).
Syntax
chdir [[/d] [Drive:][Path] [..]] [[/d] [Drive:][Path] [..]]

atau

cd [[/d] [Drive:][Path] [..]] [[/d] [Drive:][Path] [..]]

Parameter
 /d : Masuk ke direktori pada drive yang sama atau berpindah drive.
 [drive:][Path] : menentukan drive (jika berbeda dengan drive saat ini) dan masuk ke direktori
pada drive tersebut
 [..] : berpindah ke parent folder (folder induk) dari direktori saat ini, bisa di bilang perintah cd.. di
gunakan untuk naik satu tingkat dari hirarki folder saat ini.
 /? : Menampilkan deskripsi dan help pada Command Prompt.
Contoh
Misalnya lokasi direktori saat ini (current directory) berada di :
C:\Users\[username]>

Untuk masuk ke dalam folder Downloads yang ada di C:\Users\[username]\Downloads, cukup


ketik:

cd Downloads

Untuk berpindah dari C:\Users\[username]\Downloads ke parent directory, cukup ketik :


cd..

4. Chkdsk
Perintah chkdsk (Check Disk) di gunakan untuk memeriksa dan menampilkan laporan status
disk berdasarkan file system. Biasanya fitur Check Disk di jalankan secara otomatis ketika sistem
operasi Windows mengalami masalah yang terindikasi berakibat buruk pada disk, misalnya
ketika komputer mengalami blue screen atau komputer mati seketika karena kehilangan daya.
Syntax
chkdsk [volume:][[Path] FileName] [/f] [/v] [/r] [/x] [/i] [/c]
[/l[:size]]

Parameters
 volume: : Menentukan drive letter (di ikuti oleh titik dua), mount point, atau nama volume.
 [Path] FileName : Menentukan lokasi dan nama file atau seperangkat nama file yang ingin di
periksa (fragmentasi) oleh chkdsk. Pengguna juga dapat menggunakan karakter wildcard (“*” dan “?”)
untuk menentukan beberapa file berdasarkan kriteria.
 /f : memperbaiki kesalahan pada disk, chkdsk akan mengunci disk selama proses scanning,
jika chkdsk tidak dapat mengunci drive, maka akan muncul pesan konfirmasi untuk
melakukan scanning saat komputer restart.
 /v : Menampilkan nama dari masing-masing direktori yang telah di check.
 /r : menemukan bad sectors dan recovers readable information pada disk, disk harus terkunci
selama proses checking.
 /x : digunakan hanya pada partisi dengan file system NTFS. Membuat volume di dismount lebih
dulu secara paksa jika memungkinkan.
 /i : digunakan hanya pada partisi dengan file system NTFS. Melakukan pengecekan indeks untuk
mengurangi waktu yang di butuhkan untuk menjalankan chkdsk.
 /c : digunakan hanya pada partisi dengan file system NTFS. Melewati pengecekan siklus dalam
struktur folder, mengurangi waktu yang di butuhkan untuk menjalankan chkdsk.
 /l[:size] : digunakan hanya pada partisi dengan file system NTFS, parameter ini berguna untuk
mengubah ukuran file log.
 /? : Menampilkan deskripsi dan help pada Command Prompt.
Contoh
Jika ingin memeriksa disk di drive D: dan memperbaiki kesalahan pada sistem operasi Windows,
ketik perintah berikut:
chkdsk d: /f

Jika hasil checking ditemukan adanya kesalahan, proses chkdsk akan berhenti dan menampilkan
pesan. Saat chkdskselesai memdengan menampilkan laporan yang mencantumkan status disk.
Anda tidak dapat membuka file apapun pada drive yang ditentukan sampai selesai chkdsk.
Jika terjadi kesalahan, chkdsk akan berhenti sejenak dan menampilkan pesan kesalahan,
ketika chkdsk selesai melakukan pemindaian maka akan tampil laporan berupa daftar status
dari disk, sebelum proses chkdsk selesai, pengguna tidak dapat membuka file apapun
pada drive tersebut.

5. Copy
Perintah copy di gunakan untuk menyalin file dari suatu lokasi (direktori) ke lokasi lain.
Syntax
copy [/d] [/v] [/n] [{/y|/-y}] [/z] [{/a|/b}] Source [{/a|/b}] [+ Source
[{/a|/b}] [+ ...]] [Destination [{/a|/b}]]

Paramenter
 /d : Memungkinkan file yang terenkripsi di – copy agar di simpan sebagai file terdekripsi di lokasi
tujuan.
 /v : Verifikasi bahwa file yang baru di – copy dengan benar.
 /n : Menggunakan nama file pendek jika tersedia, parameter ini di gunakan saat
menyalin file dengan nama lebih dari delapan karakter, atau dengan ekstensi file lebih panjang dari tiga
karakter.
 /y : Mengkonfirmasi bahwa file di lokasi tujuan telah ada dan akan di timpa.
 /-y : Perintah untuk menimpa file di lokasi tujuan jika telah ada.
 /z : Meng – copy file dari jaringan dalam mode yang dapat di-restart.
 /a : Menunjukkan file teks ASCII.
 /b : Menunjukkan file biner.
 Source : Wajib. Menentukan lokasi dari mana pengguna ingin meng-copy file atau
kumpulan file. Source dapat terdiri dari drive letter dan titik dua (misal C:), nama folder, nama file, atau
kombinasi dari keduanya.
 Destination : Wajib. Menentukan lokasi tempat pengguna ingin meng-copy file atau
kumpulan file. Destinationdapat terdiri dari drive letter dan titik dua (misal C:), nama folder, nama file,
atau kombinasi dari keduanya.
 /? : Menampilkan deskripsi dan help pada Command Prompt.
Contoh
Untuk meng-copy (menduplikat) file bernama laporan.doc menjadi surat.doc dalam direktori
yang sama, maka ketik perintah berikut:
copy memo.doc letter.doc /a

Untuk meng-copy file bernama laporan.doc ke folder bernama “kantor” di drive D, maka ketik
perintah berikut:
copy laporan.doc d:\kantor

Saat ini nampaknya DOS sudah tidak di gunakan sebagai sistem operasi utama pada suatu
perangkat komputer, DOS menggunakan antar muka CLI (Command Line Interface) sehingga
untuk mengoperasikan DOS pengguna di haruskan menjalankan perintah (command) tertentu.
Dalam pembahasan kali ini, Kita akan bahas beberapa perintah dasar DOS.

Fungsi Command Prompt Pada Komputer


Istilah Command Prompt atau disingkat dengan CMD merupakan suatu perintah dos yang ada pada
sistem operasi Windows. Penggunaannya ditujukan agar user lebih mudah dalam mengeksplorasi
windows secara online ataupun offline. Di sisi lain, aplikasi ini dapat juga disalahgunakan, misalnya
seorang cracker yang ingin menjalankan misi-misinya dengan berbekal command prompt. Oleh karena
itu, sebagai bentuk antisipasi anda sebagai pengguna perangkat computer, penting untuk mempelajari
seluk-beluk command prompt supaya anda dapat memahami manfaat dan cara kerjanya.

Fungsi Command Prompt yang Belum Banyak Diketahui


Mungkin, anda mengenal CMD dari fungsinya yang hanya digunakan untuk mengecek suatu
koneksi jaringan. Perlu diluruskan bahwa, CMD tidak hanya berfungsi untuk melakukan ping
saja tetapi juga untuk mengetahui suatu masalah yang terjadi seperti bad sector, membereskan
hardisk yang bad sector serta melihat kalau Windows yang sedang anda gunakan telah atau
belum diaktivasi dan masih ada banyak lagi yang belum bisa disebutkan.
1. Mengecek Status Aktivasi Windows
Pengguna Windows sudah tak terhitung lagi jumlahnya atau bisa dikatakan sangat banyak.
Namun demikian, di antara sekian banyak pengguna Windows yang ada tidak semuanya telah
diaktivasi. Jika anda masih ragu apakah windows anda telah diaktivasi atau belum, gunakan saja
CMD. Cara yang satu ini bisa dimanfaatkan untuk mengecek status aktivasi Windows anda,
apakah sudah diaktivasi atau sebaliknya. Perintah yang dibutuhkan untuk proses pengecekan ini
yaitu berupa slmgr /dlv.

2. Memperbaiki Bad Sector pada Hardisk


Jika anda menemukan bad sector pada hardisk anda, jangan berkecil hati karena command
prompt bisa dimanfaatkan untuk memperbaikinya seperti semula. Dengan mengetahui hal ini,
hardisk yang anda keluhkan sebagai dampak dari bad sector tersebut kini akan nomal seperti
sedia kala. Adapun cara untuk memperbaikinya yaitu dengan menjalankan perintah chkdsk /r/f
e: yang terdapat pada CMD atau command prompt.
3. Menyetop Aplikasi Secara Paksa
Tidak selamanya aplikasi membuat anda merasa enjoy dalam memainkannya. Bisa saja hal ini
terjadi saat anda ingin mematikannya namun mengalami kesulitan sehingga perlu ditempuh cara
paksa. Dalam computer, biasanya terdapat pemberitahuan not responding yang menunjukkan
bahwa aplikasi tersebut tidak bekerja sebagaimana mestinya. Command prompt berfungsi untuk
mengatasi masalah ini dengan cara menghentikan aplikasi yang anda keluhkan tersebut. Bersama
dengan taks manager, CMD menjadi cara yang tepat untuk menghentikan program atau aplikasi
secara paksa.
4. Memeriksa Kondisi Hardisk
Terkadang, ada kekhawatiran dalam diri apakah hardisk yang kita miliki kondisinya terbebas
dari bad sector atau tidak. Untuk memastikan kondisinya normal-normal saja, anda bisa
melakukan pengecekan pada hardisk anda dengan memanfaatkan fungsi command prompt. Maka
dari itu, anda perlu menguasai perintah dalam command prompt yang berupa wmic diskdrive get
status.
5. Menyembunyikan File
Seberapa banyak file yang anda miliki? Seberapapun jumlah file yang anda miliki, perlu bagi
anda untuk mengelola, menyimpan dan menyembunyikannya. JIka anda ingin menyembunyikan
file anda, sebetulnya yang anda cari yaitu perintah command prompt. Command prompt dapat
menjadi solusi dalam membuat file yang semula dapat dilihat dan diakses oleh pengguna lain
menjadi tidak dapat lagi dilihat dan diakses pengguna lain. Adapun cara menyembunyikannya
yait dengan memasukkan perintah attrib +s +h E:\CAPCOM.

6. Mematikan Komputer
Mematikan dan menghidupkan computer sudah barang tentu makanan sehari-hari anda. Yang
menarik untuk disimak disini yaitu cara mematikannya, kenapa? Jika biasanya anda mematikan
computer dengan cara klik Start menu lalu klik Turn Off Computer atau Shut Down, kini anda
bisa mencoba cara yang berbeda dengan memanfaatkan command prompt. Cara ini memang
masih terdengar asing tetapi cara ini memang ampuh mematikan atau hanya restart computer
anda secara normal. Jika anda ingin mencobanya, syarat wajibnya yaitu koneksi jaringan. Untuk
mengeksekusinya, perintah yang dibutuhkan yaitu slmgr /dlv.

7. Memeriksa Baterai Laptop


Pernahkah anda memperhatikan seperti apa kondisi terkini baterai laptop anda? Jika anda tidak
ingin bersusah-payah dalam mengecek ketahanan, baterai dan lain sebagainya secara gampang
command prompt bisa menjadi solusi yang anda cari. Yang anda perlukan disini yaitu
mengetahui perintah pengecekannya seperti powercfg energy. Dengan cara yang begitu
sederhana ini, anda dapat mengetahui apakah baterai laptop anda masih layak untuk anda
gunakan atau justru sebaliknya.
8. Megetahui Mac Address Computer
Sebagaimana manusia, computer juga memiliki alamat yang digunakan untuk
mengidentifikasinya. Persisnya, Mac address merupakan identifier unik pada perangkat keras
suatu jaringan (misalnya kartu Ethernet atau kartu nirkabel). Karena bersifat unik, tentu masing-
masing computer mempunyai Mac address atau alamat Mac yang berbeda pula. Untuk
mengoperasikan command prompt agar Mac address anda diketahui caranya cukup mudah.
Hanya dengan memasukkan perintah ipconfig/all maka alamat Mac dapat diketahui secara
instan. (Baca juga : Fungsi Komputer)
9. Mengetahui Instal Kapan Insatalasi Windows Dilakukan
Kebanyakan dari kita sering sekali lupa kapan terakhir kalinya kita melakukan instalasi
Windows. Bisa jadi ini karena betapa seringnya kita melakukan install ulang pada PC atau laptop
kita. Untungnya tanggal tepat kapan anda melakukan instalasi akan tertera pada layar kaca
monitor anda dengan memasukkan perintah CMD. Adapun perintahnya yaitu Systeminfo l
find /I “install date” (jangan dihapus tanda petiknya).
10. Memfungsikan Laptop sebagai Wi-Fi tanpa Tambahan Software
Salah satu fungsi penting laptop yaitu sebagai Wi-Fi. Cara ini memang tak terpikirkan
sebelumnya, terlebih anda yang berpengetahuan IT ala kadarnya. Yang semula digunakan
sebagai penerima Wi-Fi, ternyata laptop juga adpat digunakan sebagai pemancar Wi-Fi. Tanpa
perlu tambahan software apa pun, sinyal Wi-Fi akan terpancar dari laptop anda dengan
memanfaatkan perintah CMD. Yang perlu anda masukkan sebagai perintahnya yaitu netsh wlan
set hostednetwork mode=allow ssid=namassidanda key=passwordanda.

1. ARP
Perintah ARP berfungsi untuk menampilkan dan memodifikasi entry dalam cache Address
Resolution Protocol (ARP), ARP berisi satu atau beberapa tabel yang di gunakan untuk
menyimpan alamat IP dan alamat fisik Ethernet atau Token Ring. Ada tabel terpisah untuk setiap
adaptor jaringan Ethernet atau Token Ring yang terpasang pada komputer.

Contoh :
Untuk menampilkan tabel cache ARP untuk semua interface, ketik perintah berikut:
arp -a

Untuk menampilkan tabel cache ARP dari perangkat yang memiliki IP Address 10.0.0.99, ketik
perintah berikut:
arp -a -N 10.0.0.99

Untuk menambahkan entri cache ARP statis yang me-resolve IP Address 10.0.0.99 ke alamat
fisik 00-AA-00-4F-2A-9C, ketik perintah berikut:

arp -s 10.0.0.99 00-AA-00-4F-2A-9C

2. ASSOC
Perintah ASSOC berfungsi untuk menampilkan atau mengubah nama asosiasi nama ekstensi file.
Suatu ekstensi file berasosiasi dengan suatu format yang di kenali oleh sistem operasi untuk
selanjutnya di hubungkan dengan perangkat lunak yang mendukung format file tersebut.
Misalnya file dengan ekstensi *.txt berasosiasi dengan format “textfile” yang di dukung oleh
perangkat lunak tertentu.
Contoh :
Untuk melihat asosiasi nama ekstensi file tertentu, misalnya *.txt, ketik perintah berikut:

assoc .txt

Untuk menghapus asosiasi nama ekstensi file tertentu, misalnya *.txt, ketik perintah berikut:

assoc . txt =

Untuk melihat daftar asosiasi nama ekstensi file yang ada pada sistem dalam satu layar, ketik
perintah berikut:

assoc | more

Untuk mengirim daftar asosiasi nama ekstensi file yang ada pada sistem ke dalam file assoc.cfg,
ketik perintah berikut:
assoc>assoc.cfg

3. ATMADM
Perintah ATMADM berfungsi untuk memantau koneksi dan alamat yang terdaftar oleh ATM Call
Manager pada jaringan Asyncronous Transfer Mode (ATM). Perintah ATMADM dapat di
gunakan untuk menampilkan statistik panggilan masuk dan keluar pada adapter ATM. Jika di
gunakan tanpa parameter, maka ATMADM akan menampilkan statistik untuk memantau status
koneksi ATM yang aktif.

Contoh :
Untuk menampilkan informasi panggilan dari semua koneksi ke adapter jaringan ATM yang
terpasang pada komputer, ketik perintah berikut:

atmadm /c

Perintah atmadm /c akan menampilkan output yang serupa dengan output di bawah ini:
Windows ATM Call Manager Statistics

ATM Connections on Interface : [009] Olicom ATM PCI 155 Adapter

Connection VPI/VCI Remote Address/

Media Parameters (rates in bytes/sec)

In PMP SVC 0/193 47000580FFE1000000F21A2E180020481A2E180B

Tx:UBR,Peak 0,Avg 0,MaxSdu 1516


Rx:UBR,Peak 16953936,Avg 16953936,MaxSdu 1516

Out P-P SVC 0/192 47000580FFE1000000F21A2E180020481A2E180B

Tx:UBR,Peak 16953936,Avg 16953936,MaxSdu 1516

Rx:UBR,Peak 16953936,Avg 16953936,MaxSdu 1516

In PMP SVC 0/191 47000580FFE1000000F21A2E180020481A2E180B

Tx:UBR,Peak 0,Avg 0,MaxSdu 1516

Rx:UBR,Peak 16953936,Avg 16953936,MaxSdu 1516

Out P-P SVC 0/190 47000580FFE1000000F21A2E180020481A2E180B

Tx:UBR,Peak 16953936,Avg 16953936,MaxSdu 1516

Rx:UBR,Peak 16953936,Avg 16953936,MaxSdu 1516

In P-P SVC 0/475 47000580FFE1000000F21A2E180000C110081501

Tx:UBR,Peak 16953984,Avg 16953984,MaxSdu 9188

Rx:UBR,Peak 16953936,Avg 16953936,MaxSdu 9188

Out PMP SVC 0/194 47000580FFE1000000F21A2E180000C110081501 (0)

Tx:UBR,Peak 16953984,Avg 16953984,MaxSdu 9180

Rx:UBR,Peak 0,Avg 0,MaxSdu 0

Out P-P SVC 0/474 4700918100000000613E5BFE010000C110081500

Tx:UBR,Peak 16953984,Avg 16953984,MaxSdu 9188

Rx:UBR,Peak 16953984,Avg 16953984,MaxSdu 9188

In PMP SVC 0/195 47000580FFE1000000F21A2E180000C110081500

Tx:UBR,Peak 0,Avg 0,MaxSdu 0

Rx:UBR,Peak 16953936,Avg 16953936,MaxSdu 9180


4. AT
AT merupakan perintah yang berfungsi untuk melihat dan mengatur jadwal kerja (task
scheduling) dari program yang di jalankan di komputer pada waktu dan tanggal yang di tentukan,
perintah AT hanya akan berfungsi jika layanan schedule atau task scheduling sedang berjalan
pada komputer target, jika di gunakan tanpa parameter maka perintah AT akan menampilkan
daftar perintah terjadwal.

Contoh :
Untuk menampilkan perintah terjadwal pada server “marketing”, ketik perintah berikut:

at \\marketing

Untuk mempelajari lebih lanjut mengenai perintah dengan identifikasi (indeks nomor) 3 pada
server “analis”, ketik perintah berikut:

at \\analis 3

Untuk menjadwalkan perintah net share agar berjalan pada komputer server “pusat” pada jam
08:00 dan membagi (sharing) file “tugas.txt” di folder “pekerjaan” ke server “operasional”, ketik
perintah berikut:
at \\pusat 08:00 cmd /c "net share pekerjaan=d:\marketing\pekerjaan >>
\\maintenance\pekerjaan\tugas.txt"

Untuk mencadangkan (back up) hard drive dari server “pusat” ke tape drive pada tengah malam
setiap lima hari sekali, ketik perintah berikut:
at \\pusat 00:00 /every:5,10,15,20,25,30 backup

Untuk membatalkan semua perintah penjadwalan pada server, hapus semua informasi
penjadwalan AT dengan mengetik perintah berikut :

at /delete

5. ATTRIB
Menampilkan, mengatur, atau menghapus atribut read-only, archive, system, dan atribut hidden
yang di terapkan pada file atau direktori. Jika di gunakan tanpa parameter, attrib menampilkan
atribut semua file dalam direktori.

Contoh :
Untuk menampilkan atribut dari file bernama “laporan”, ketik perintah berikut :

attrib laporan
Untuk menerapkan atribut read-only pada file bernama laporan.txt, ketik perintah berikut :

attrib +r laporan.txt

Untuk menghapus atribut read-only dari file dalam direktori “\public\DosenIT” pada drive “B”
termasuk semua file dan sub-direktori di dalamnya, ketik perintah berikut :

attrib -r b:\public\jones\*.* /s

6. BOOTCFG
Mengkonfigurasi atau mengubah pengaturan file “boot.ini”, dengan perintah bootcfg di
tambah /addsw pengguna dapat menambahkan opsi beban sistem operasi untuk entri sistem
operasi tertentu.

Contoh :
Perintah di bawah ini menunjukkan bagaimana pengguna dapat menggunakan
perintah bootcfg /addsw :
bootcfg /addsw /mm 64 /id 2

bootcfg /addsw /so /id 3

bootcfg /addsw /so /ng /s srvmain /u hiropln /id 2

bootcfg /addsw /ng /id 2

bootcfg /addsw /mm 96 /ng /s srvmain /u maindom\hiropln /p p@ssW23 /id 2

Dengan perintah bootcfg di tambah /copy pengguna dapat membuat salinan


konfigurasi boot.ini untuk di terapkan pada komputer lain.
Perintah di bawah ini menunjukkan bagaimana pengguna dapat menggunakan
perintah bootcfg /copy :
bootcfg /copy /d "\ABC Server\" /id 1

bootcfg /copy /s srvmain /u maindom\hiropln /p p@ssW23 /d "Windows XP" /id


2

bootcfg /copy /u hiropln /p p@ssW23 /d "AB Ver 1.001" /id 2

7. CALL
Panggilan satu program batch (induk) dari program batch lain tanpa menghentikan
program batch induk.
Contoh :
Untuk menjalankan program batch bernama backup.bat sebagai batch induk, ketik perintah
berikut:
call backup

Jika program batch induk dapat menerima dua parameter batch dan pengguna ingin menjalankan
perintah tersebut melalui batch induk, maka ketik perintah berikut:
call checknew %1 %2

8. CHCP
Perintah CHCP berfungsi untuk menampilkan nomor halaman kode console yang aktif, atau
mengubah halaman kode consoles yang aktif. Jika di gunakan tanpa parameter, maka CHCP
menampilkan nomor halaman kode console yang aktif.
Contoh :
Untuk melihat halaman pengaturan kode console yang aktif, ketik perintah berikut :
chcp

Akan tampil pesan yang serupa dengan di bawah ini:

Active code page: 437

Untuk mengganti kode console yang aktif ke 850 (multi-bahasa, multi-language), ketik perintah
berikut :
chcp 850

Jika kode yang di masukkan tidak valid, maka akan muncul pesan kesalahan berikut:

Invalid code page

9. CHDIR (CD)
Perintah CHDIR atau CD berfungsi untuk menampilkan daftar nama direktori atau mengubah
lokasi folder saat ini. Jika perintah CHDIR atau CD di gunakan hanya dengan drive letter
(misalnya chdir C:), maka CHDIR menampilkan nama drive dan folder saat ini. Namun jika
perintah CHDIR atau CD di gunakan tanpa parameter, CHDIR menampilkan drivedan direktori
saat ini.
Contoh :
Jika di gunakan dengan drive letter, CHDIR atau CD akan menampilkan direktori untuk drive
tersebut, contohnya jika pengguna mengetik CD C: di C:\Windows, maka direktori prompt akan
menampilkan output berikut:
C:\Temp
Untuk mengganti direktori saat ini ke direktori bernama “laporan” yang ada dalam direktori saai
ini, ketik perintah berikut:

chdir \laporan

atau

cd \laporan

Untuk mengganti direktori saat ini ke sub-direktori bernama “\bantuan\sponsor”, ketik perintah
berikut :

cd \bantuan\sponsor

10. CHKDSK
Perintah CHKDSK berfungsi untuk membuat dan menampilkan laporan status untuk disk
berdasarkan file system. CHKDSK juga mencantumkan kesalahan apa yang di alami disk serta
memperbaiki kesalahan pada disk. Jika di gunakan tanpa parameter, chkdsk menampilkan status
disk pada drive saat ini.
Contoh :
Untuk melakukan pemeriksaan (checking) disk pada drive D dan memperbaikinya apabila di
temukan kesalahan (error), ketik perintah berikut :
chkdsk d: /f

Jika hasil pemeriksaan mendapati adanya kesalahan pada drive tersebut, maka proses CHKDSK
akan berhenti dan menampilkan pesan, setelah CHKDSK selesai melakukan pemeriksaan (dan
perbaikan apabila di temukan kesalahan) maka akan tampil laporan berupa daftar status dari disk,
sebelum CHKDSK selesai melakukan pemeriksaan, Pengguna tidak dapat mengakses drive.

Untuk memeriksa semua file dalam disk dengan file system FAT, ketik perintah berikut :

chkdsk *.*

11. CIPHER
Perintah CIPHER berfungsi untuk menampilkan atau mengubah enkripsi folder dan file pada
volume NTFS. Jika digunakan tanpa parameter, CIPHER akan menampilkan kondisi enkripsi
folder yang di terapkan saat ini dan file yang ada di dalamnya.

Contoh :
Untuk mengenkripsi sub-folder bernama “pemasanan” dalam folder “perusahaan” menggunakan
CIPHER, ketk perintah berikut:

cipher /e perusahaan\pemasaran
Untuk mengenkripsi folder dengan nama “perusahaan” beserta semua sub-folder di dalamnya,
ketik perintah berikut:

cipher /e /s:perusahaan

Untuk mengenkripsi file “laporan.xls” dalam folder “pemasaran”, ketik perintah berikut:

cipher /e /a perusahaan\pemasaran\laporan.xls

Demikian pembahasan mengenai perintah dasar DOS, meskipun MS-DOS sudah tidak di dukung
oleh Microsoft (kecuali di sematkan sebagai salah satu fitur pada sistem operasi Windows
sebagai Command Prompt) namun beberapa pengembang masih menyediakan dan mendukung
pengembangan DOS untuk berbagai keperluan, Saya sendiri biasanya menggunakan DOS
bernama FreeDOS untuk keperluan demonstrasi dalam kegiatan pembelajaran,