Anda di halaman 1dari 12

BAHAN AJAR

REKAYASA PERANGKAT LUNAK


SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN
2019

Bahan Ajar – Pemrograman Dasar Kelas X


Kata Pengantar
Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat
dan rahmat-Nya penulis dapat menyelesaikan modul ini. Modul ini disusun
berdasarkan Standar Kompetensi yang sudah ditetapkan.
Modul ini merupakan buku pegangan bagi guru dan peserta didik dalam kegiatan
belajar mengajar. Melalui modul ini, penulis berusaha menyajikan materi dengan
model problem based learning untuk memacu peserta didik agar berpikir kritis dan
analitis dalam mencari dan menentukan sendiri jawaban dari suatu permasalahan.
Sebagai buku pegangan, tidak menutup kemungkinan untuk memanfaatkan buku-
buku lain sebagai penunjang.
Diharapkan dengan adanya modul ini peserta didik mampu berpikir kritis dan
analitis melalui model pembelajaran problem based learning. Selain itu modul ini
disusun agar pembelajaran operator aritmatika dan operator logika menjadi kegiatan
yang menantang dan menyenangkan bagi peserta didik.
Akhir kata, penulis menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah
membantu hingga terselesaikannya modul ini. Semoga modul ini bermanfaat.

Malang, Juli 2019

Penulis
Cakupan Kompetensi
Materi ajar ini disusun untuk SMK/MAK pada mata pelajaran Pemrograman
Dasar kelas X kompetensi keahlian Rekayasa Perangkat Lunak. Adapun uraian
mengenai Kompetensi Inti, Kompetensi Dasar dan indikator materi ini adalah
sebagai berikut:
A. Kompetensi Inti
KI 3 : Memahami, menerapkan dan menganalisis pengetahuan faktual,
konseptual, dan prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu
pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam wawasan
kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradapan terkait
penyebab fenomena dan kejadian dalam bidang kerja yang spesifik untuk
memecahkan masalah.
KI 4 : Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah Abstrak
terkait dengan pembangunan dari yang dipelajarinya disekolah secara
mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, dan mampu
melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.

B. Kompetensi Dasar
3.5 Menerapkan operasi aritmatika dan logika
4.5 Membuat kode program dengan operasi aritmatika dan logika

C. Indikator Pencapaian Kompetensi


3.5.1 Menjelaskan operator aritmatika
3.5.2 Menjelaskan operator logika
3.5.3 Menerapkan operasi aritmatika dan logika untuk menyelesaikan masalah
perhitungan aritmatika dan logika
4.5.1 Membuat aplikasi operasi aritmatika
4.5.2 Membuat aplikasi operasi logika
Peta Konsep
Memahami konsep paradigma
pemrograman pemrograman
berorientasi objek berorientasi objek

Menerapkan dasar dan


Pemrograman
aturan pemrograman
terstruktur vs
berorientasi objek
berorientasi objek

Menerapkan konsep
class, method dan Installasi perangkat
object lunak pemrograman
berorientasi objek

Menerapkan konsep
enkapsulasi dalam
melindungi data dan
informasi

Menerapkan konsep
pewarisan

Dari peta konsep di atas, dapat dilihat bahwa untuk mata pelajaran Pemrograman
Berorientasi Objek, kompetensi dasar yang diberikan pada siswa kelas XI Rekayasa
Perangkat Lunak semester ganjil ada 5 kompetensi yaitu: 1. Konsep pemrograman
berorientasi objek, 2. Dasar dan aturan pemrograman berorientasi objek, 3. Konsep
class, methode dan objek, 4. Konsep enkapsulasi dalam melindungi data dan
informasi, 5. Konsep pewarisan. Konsep di atas memiliki arti bahwa suatu kompetensi
dasar pada mata pelajaran Pemrograman Berorientasi Objek merupakan kompetensi
prasyarat untuk kompetensi dasar selanjutnya. Pada materi ajar kali ini, yang akan
dipelajari adalah kompetensi Konsep Pemrograman Berorientasi Objek.

D. Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti pembelajaran dengan menggunakan pendekatan saintifik
dengan model Problem Based learning dan metode diskusi diharapkan peserta
didik terlibat aktif dalam kegiatan pembelajaran serta:
1. Peserta didik dapat menjelaskan paradigma pemrograman berorientasi objek
dengan benar
2. Peserta didik dapat membedakan pemrograman terstruktur dan pemrograman
berorientasi objek dengan benar
3. Peserta didik dapat melakukan proses installasi pemrograman berorientasi objek
software JDK dengan benar
4. Peserta didik dapat mengecek installasi pemrograman berorientasi objek software
JDK dengan benar
5. Peserta didik dapat melakukan setting path pemrograman berorientasi objek dengan
benar
6. Peserta didik dapat mengecek setting path installasi pemrograman berorientasi objek
dengan benar

E. Materi Pembelajaran
Konsep Pemrograman Berorientasi Obyek
1. Paradigma pemrograman berorientasi obyek
2. Perbandingan pemrograman terstruktur dan pemrograman berorientasi obyek
3. Instalasi perangkat lunak pemrograman berorientasi obyek
Mari membaca
Kegiatan Belajar I: Mengenal Pemrograman Berorientasi Obyek
A. Paradigma Pemrograman Berorientasi Objek
Class adalah “blueprint” atau “cetakan” untuk menciptakan
suatu object. Class biasa dipergunakan untuk membungkus berbagai attribute
dan method yang saling berhubungan menjadi sebuah group agar lebih
terorganisir sebagai satu kesatuan. Contoh : Class Kendaraan, Class
Bangunan, Class Handphone, dll
Lalu, Object adalah hasil instantiate dari class. Karena class
berbentuk “cetakan”, maka untuk mengambil isi cetakan tersebut kita wajib buat
objectnya. Class dan Object adalah kedua hal yang saling berhubungan satu
sama lain. Contoh : Object Motor (instance dari class Kendaraan), Object
Rumah, Object Samsung, Object Nokia, dll
Bila kita melihat dunia nyata kita dapat menemukan banyak benda
disekitar kita seperti, mobil, kucing, manusia dan lain-lain. Semua object
memiliki state (attribute) dan behavior. Jika kita melihat objek kucing,
maka state (attribute) tersebut adalah nama, jenis, warna dan behavior
(perilaku) tersebut adalah mengeong, bergoyang-goyang, berjalan. Jika Anda
membandingkan objek pada software dengan objek dunia nyata, mereka
memiliki karakteristik yang sangat mirip. Objek pada software juga memiliki
state (Attribute) dan behavior, sebuah state pada objek software disimpan
dalam bidang dan behavior ditunjukkan melalui method. Jadi dalam
pengembangan software, method beroperasi pada keadaan internal suatu
objek dengan komunikasi objek ke objek dilakukan melalui method.

B. Perbandingan Pemrograman Berorientasi Obyek dengan Pemrograman


Terstruktur
1. Pemrograman Terstruktur
Pemrograman Terstruktur adalah suatu proses untuk
mengimplementasikan urutan langkah untuk menyelesaikan suatu masalah
dalam bentuk program. Selain pengertian diatas Pemrograman Terstruktur
adalah suatu aktifitas pemrograman dengan memperhatikan urutan langkah-
langkah perintah secara sistematis, logis , dan tersusun berdasarkan
algoritma yang sederhana dan mudah dipahami. Prinsip dari pemrograman
terstruktur adalah Jika suatu proses telah sampai pada suatu titik / langkah
tertentu , maka proses selanjutnya tidak boleh mengeksekusi langkah
sebelumnya / kembali lagi ke baris sebelumnya, kecuali pada langkah –
langkah untuk proses berulang (Loop).
2. Pemrograman berorientasi obyek
Pemrograman berorientasi objek adalah merupakan sebuah metode
yang digunakan untuk mendapatkan solusi dari suatu masalah melalui
perspektif object. Dalam pemrograman berorientasi objek, setiap objek akan
memiliki data method (perilaku atau kemampuan melakukan sesuatu,
berupa fungsi). Objek dapat didefinisikan sebagai suatu entitas yang
memiliki data dan method.
C. Perbedaan antara Pemrograman Berorientasi Terstruktur dan Objek

Dengan menggunakan OOP maka dalam melakukan pemecahan suatu


masalah kita tidak melihat bagaimana cara menyelesaikan suatu masalah
tersebut (terstruktur) tetapi objek-objek apa yang dapat melakukan pemecahan
masalah tersebut. Sedangkan untuk pemrograman terstruktur, menggunakan
prosedur/tata cara yang teratur untuk mengoperasikan data struktur. Untuk tata
nama, keduanya pun memiliki tatanan yang sama walaupun memiliki pengertian
tersendiri:
Object oriented menggunakan “method” sedangkan terstruktur
menggunakan “function”. Bila di OOP sering didengar mengenai “objects” maka
di terstruktur kita mengenalnya dengan ” modules”. Begitu pula halnya dengan
“message” pada OO dan “argument” pada terstruktur. “attribute” pada OO juga
memiliki tatanan nama yang sepadan dengan “variabel” pada pemrograman
terstruktur.
Pemrograman prosedural akan dikatakan lebih baik apabila dalam
segala situasi melibatkan kompleksitas moderat atau yang memerlukan
signifikan kemudahan maintainability. Manfaat yang dirasakan dalam
penggunaan pemrograman prosedural adalah kemampuan kembali
menggunakan kode yang sama tanpa menggunakan kode yang berbeda
ataupun mengkopinya kembali. Dengan menggunakan “goto”, memudahkan
programmer melacak kumpulan data sehingga menghindarkan pemrograman
terstruktur menjadi seperti spagethii code.
Pemrograman berorientasikan objek dikatakan lebih baik apabila Model
data berorientasi objek dikatakan dapat memberi fleksibilitas yang lebih,
kemudahanmengubah program, dan digunakan luas dalam teknik piranti lunak
skala besar. Lebih jauh lagi, pendukung OOP mengklaim bahwa OOP lebih
mudah dipelajari bagi pemula dibanding dengan pendekatan sebelumnya, dan
pendekatan OOP lebih mudah dikembangkan dan dirawat.
Mari membaca
Kegiatan Belajar II: Perangkat Lunak Pemrograman Berorientasi Obyek
A. Instalasi Program Java SDK
Java SDK jika anda hendak mulai membuat program dengan bahasa
pemrograman Java. Java SDK adalah platform dasar Java yang diperlukan
agar komputer atau laptop dapat digunakan untuk mengeksekusi kode-kode
program bahasa Java.
Sebelumnya perlu diketahui bahwa JavaSDK memerlukan sumberdaya
yang cukup tinggi, jadi sama sekali tidak bisa dibandingkan dengan Delphi, C++
Builder, apalagi Visual Basic versi 6 atau sebelumnya. Disarankan
menggunakan komputer atau laptop dengan minimal RAM 1 GB dan prosesor
clock-speed diatas 1GHZ.
Berikut ini langkah-langkah instalasi Java SDK pada PC dengan
system operasi WindowsXP Professional atau Windows Vista dan Windows
7 disertai screenshot.
 Instalasi JavaSDK

Java Standart Development Kit (SDK) tersedia untuk di download pada


situs Web software Java Sun Microsystem pada :http://java.sun.com.
Openfoldertempat file-file instalasi Java SDK.Dalam contoh ini file disimpan di
drive D pada MyComputer.

Gambar Open File Java Development Kit

Klik-dobel file instalasi Java SDK untuk mengeksekusi instalasi. Dalam


contoh ini, file yang dieksekusi bernama lengkap jdk-6u18-windows-i586.exe.
Dalam beberapa detik, akan muncul kotak dialog berisi lembar persetujuan antara
pihak Sun Microsystems,Inc. Sebagai pembuat software dan pihak anda sebagai
pengguna software.

Gambar Licence Agreement Java Development Kit


Tahapan-tahapan proses instalasi Java SDK dapat dilakukan dengan mudah
dengan mengikuti petunjuk proses instalasi dengan menekan button next sampai
pada tahap finish. Saat instalasi selesai, muncul kotak dialog yang memberitakan
bahwa instalasi Java SDK lewatkan dengan mengklik tombol Finish.

Gambar Proses Instalasi Berhasil

Setelah java terinstall selanjutnya cek jdk tersebut pada command prompt
dengan mengetikan perintah java –version.

B. Setting Path Java


Untuk menyetting path terlebih dahulu kita harus mengetahui
letak javac yang telah terinstall,kita cari di program file pada direktori C:
kemudian klik folder Java lalu folder JDK,disana kita cari Javac setelah ketemu
klik kanan pilih propertis untuk mengetahui detailnya dan letak penyimpanannya
kita Copy saja pada kolom location.

Setelah kita sudah mengetahui letak javac kita langsung setting pathnya
1. Klik kanan pada Computer Klik properties
2. Kita Klik Advanced System Setting

3. Klik Enviroment Variable untuk memasukan variabelnya

4. Kita Cari Path pada system variables kemudian klik pada path tersebut lalu
klik tombol edit untuk menambahkan java ke path tersebut

5. Kita Paste location javac yang telah kita copy tadi di variable value,lalu klik
OK.
6. Untuk Mengecek apakah java yang tadi kita sudah setting pathnya berjalan
atau tidak,kita dapat menggunakan CMD,kita cari CMD kemudian klik kanan
pada CMD klik Run as administrator kita tuliskan javac di CMD kemudian
Enter apabila sudah bejalan maka akan muncul tampilan seperti berikut

7. Apabila tampilan yang muncul seperti gambar di atas berarti kita telah
berhasil.