Anda di halaman 1dari 3

ANALISIS

PUTUSAN

Nomor : 01/Pid.Sus/2012/PN.Smp.

Pada Putusannya Hakim telah sesuai memutus terdakwa dengan menetapkan terdakwa bersalah
melakukan kekerasan fisik dalam lingkup Rumah Tangga dengan menjatuhkan pidana kepada
terdakwa dengan pidana penjara selama 5 (lima) bulan.

Mengingat pasal 44 ayat 4 Undang-undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan


kekerasan dalam rumah tangga serta peraturan-peraturan lain yang bersangkutan dalam perkara
ini yang berbunyi ”Dalam hal perbuatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh
suami terhadap istri atau sebaliknya yang tidak menimbulkan penyakit atau halangan untuk
menjalankan pekerjaan jabatan atau mata pencaharian atau kegiatan sehari-hari,dipidana dengan
pidana penjara paling lama 4 (empat) bulan atau denda sebanyak Rp5.000.000,00 (lima juta
rupiah).

Yang mengakibatkan terjadinya kekerasan dalam rumah tangga tersebut di akibatkan karena
tidak adanya kepercayaan sang istri kepada sang suami sehingga istri membuntuti suaminya dan
suami tidak menerima perlakuan tersebut dan terjadilah percokcokkan dan kekerasan fisik.

Perlakuan tersebut membuat sang istri tidak menerimanya dan melaporkan tindakan tersebut
kepada pihak yang berwajib agar kasus tesebut dapat di tindak lanjuti.

Jadi,Menurut saya putusannya sudah sesuai karena unsur dalam pasal yang didakwakan oleh
Jaksa penuntut umum bisa dibuktikan di persidangan dan terdakwa juga mengakui telah
melakukan kontak fisik yang membuat tangan istrinya memar. Namun dalam hal konflik yang
terjadi pada pasangan rumah tangga tersebut tidak menimbulkan cacat fisik pada korban.

Kalau melihat dari sudut pandang suami sebagai pelaku tindak pidana suami melakukan hal
seperti itu karna dia mempunyai hak-hak tertentu yang menurutnya tidak perlu diketauhi. Dalam
hal ini mengapa ia melakukan tindakan seperti itu karena dia tidak menyukai kalo dibuntuti
seperti itu, ini juga dijelaskan dalam pembelaan pelaku.

Kasus ini seharusnya bisa diselesaikan melalui non litigasi atau dibicarakan antara pasangan
suami istri tersebut karena efeknya juga tidak terlalu serius dan hanya “memar” jadi menurut
saya kasus ini tidak harus diselesaikan di jalur litigasi, karena hal ini bias diselesaikan melalui
jalur litigasi atau dibicarakan dengan baik-baik
]

\\\\