Anda di halaman 1dari 2

Museum Bank Indonesia Padang

Museum Bank Indonesia terletak di Jalan Batang Arau Nomor 60, Kelurahan Berok Nipah,
Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat atau depan Jalan Siti Nurbaya.
Bangunan ini telah masuk daftar inventaris Cagar Budaya di Balai Pelestarian Cagar Budaya Provinsi
Sumatera Barat, Riau dan Kepulauan Riau dengan nomor inventaris 38/BCB-TB/A/01/2007.

Latar Sejarah
Gedung De Javasche Bank atau Bank Indonesia ini merupakan cabang yang ketiga setelah
Surabaya dan Semarang dan pertama di luar jawa. Selain Padang De Javasche Bank tersebar di 12
kota penting Indonesia pada zaman koonial Belanda yaitu Banda Aceh, Medan, Bandung, Cirebon,
Jakarta, Solo, Malang, Kediri, Surabaya, Yogyakarta, Manado, dan Pontianak. Gedung ini dibuka
pertama kali pada 29 Agustus 1864 dengan direktur pertamanya bernama A.W Verkouteren.

Gedung Bank Indonesia dan Tugu De Greve

Pada tahun 1912, De Javasche Bank berencana membangun gedung baru di dekat Pelabuhan-
pelabuhan Muara. Akan tetapi, karena kendala perizinnan, pembangunannya baru terealisasi pada
tahun 1921. Pada waktu itu, kawasan muara direncanakan menjadi areal pelabuhan, sehingga
bengunan-bangunan yang tidak terkait dengan pengembangan pelabuhan laut sulit mendapatkan izin.
Baru akhirnya pada 31 maret 1921, pembangunan gedung De Javasche Bank yang baru mulai
dilakukan.

Gedung Bank Indonesia Tahun 2004


Pada tahun 1925 gedung baru De Javasche Bank mulai difungsikan. Pada saat itu gubernur De
Javasche Bank dijabatkan oleh Mr. L.J.A Trip. Pada 1 juli 1953, menyusul kemerdekaan Indonesia,
fungsi dan operasi De Javasche Bank di seluruh Indonesia diambil alih oleh Bank Indonesia (BI). BI
sampai tahun 1977. Pembangunan bangunan ini dikerjakan oleh kontraktor Hulswitt-Fermont-
Cuypers Architecten & Engineeren Beureau dari Batavia.

Deskripsi Arkeologis
Gedung bergaya arsitektur modern (tropis) Indonesia ini menonjol dengan bagian puncak
atapnya yang menyerupai atap mesjid. Atap berbentuk limasan dengan di bagian puncak terdapat
kubah. Atapnya terbuat dari genteng. Pintu masuk berada di tengah yang menghadap ke timur.
Sekeliling dinding bangunan terdapat jendela kaca yang diberi jeruji besi, jendela dibuat ramping dan
tinggi. Di bagian depan terdapat 9 (sembilan) buah jendela, di bagian samping masing-masing
terdapat 4 (empat) buah jendela yang sama. Bangunan ini berdenah segi empat. Di bagian muka,
bagian tengah agak menjorok ke luar.

Gedung Bank Indonesia 2011

Arsitektur bangunan ini sedikit mangambil gaya rumah pendopo jawa. Pintu-pintunya dibuat
lebar dan tinggi bergaya Eropa, dan puncak atapnya berbentuk seperti kubah masjid. Bangunan
Gedung De Javasche Bank secara keseluruhan mempunyai luas bangunan 22.75 x 19,5 m (443,625
m2). Sekarang bangunan ini oleh pihak Bank Indonesia Cabang Padang dijadikan sebagai museum,
dan kantor Bank Indonesia Cabang Padang pindah ke Jalan Sudirman, Padang. Pada bagian depan
Gedung Bank Indonesia, sebelum pembangunan jembatan Siti Nurbaya terdapat sebuah monumen
berupa tugu kecil yang dibangun untuk mengenang Ir. Willem Hendrik de Greve, ahli pertambangan
Belanda yang mati hanyut ketika melakukan penelitian di Batang Kuantan pada tahun 1872.

Disusun oleh: Yusfa Hendra Bahar, SS (2014)

Diolah dari berbagai sumber:


Laporan Pemutakhiran Benda Cagar Budaya di Kota Padang Tahun 2010
http://id.wikipedia.org/wiki/gedung_Bank _Indonesia_Lama_Padang