Anda di halaman 1dari 3

TUGAS TAMBAHAN M6 KB2

BY: AFIKAH SRI MULIATI

SOAL:

1. Perbandingan dengan jelas penilaian tradisional dan penilaian otentik.


2. Deskripsikan lingkup dan prinsip penilaian authentic
3. Deskripsikan tekhnik dan instrumen penilaian aunthentic
4. Jelaskan langkah-langkah penyusunan penilaian authentic

JAWABAN :

1. Pada penilaian tradisional, biasanya siswa diberikan pilihan seperti : tes pilihan ganda,
benar-salah dan memasangkan jawaban. Kemudian siswa di minta untuk memilih
jawaban benar dari yang di sediakan dan ini di identikkan dengan pemilihan respon
mendemonstrasikan kerja.
Sebaliknya pada penilaian otentik, siswa di minta untuk mendemonstrasikan
pemahamannya dengan menyelesaikan tugas yang menerapkan pemahaman tersebut.
2. Hasil penilaian autentik dapat digunakan oleh pendidik untuk merencanakan program
perbaikan (remedial), pengayaan (enrichment), atau pelayanan konseling. Selain itu, hasil
penilaian autentik dapat digunakan sebagai bahan untuk memperbaiki proses
pembelajaran yang memenuhi Standar Penilaian Pendidikan.
Prinsip pada penilaian otentik: Menurut Hosnan (2013) prinsip yang harus diterapkan
dalam penilaian autentik adalah sebagai berikut.
a. Penilaian autentik mengacu pada ketercapaian standar nasional didasarkan pada
indikator. Kurikulum dan hasil belajar berdasarkan setiap mata pelajaran memuat tiga
kompetensi utama, yaitu kompetensi dasar, indikator pencapaian hasil belajar, dan
materi pokok.
b. Penilaian autentik harus menyeimbangkan tiga ranah. Penilaian yang dilakukan cukup
memberi cakupan terhadap aspek pengetahuan kognitif, sikap afektif, dan
keterampilan psikomotor secara seimbang. Berdasarkan uraian tersebut, dapat
disimpulkan bahwa prinsip penilaian autentik harus mengacu pada ketercapaian
standar nasional dan menyeimbangkan tiga ranah yang mencakup aspek pengetahuan,
keterampilan dan sikap.
3. Teknik penilaian dalam pembelajaran dengan pendekatan saintifik dapat dilakukan
dengan: penilaian proses, penilaian produk, dan penilaian sikap.
Penilaian pada 3 aspek tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut.
a. Penilaian proses atau keterampilan, dilakukan melalui observasi saat siswa bekerja
kelompok, bekerja individu, berdiskusi maupun saat presentasi dengan menggunakan
lembar observasi kinerja.
b. Penilaian produk berupa pemahaman konsep, prinsip, dan hukum dilakukan dengan
tes tertulis.
c. Penilaian sikap, melalui observasi saat siswa bekerja kelompok, bekerja individu,
berdiskusi maupun saat presentasi dengan menggunakan lembar observasi sikap.

Instrumen yang digunakan pada penilaian otentik sebagai berikut:

a. Instrumen tes tulis


b. Instrumen tes lisan
c. Instrumen penugasan
4. Langkah-langkah penyusunan penilaian otentik
a. Langkah 1 Mengidentifikasi standar Seperti tujuan umum
Standar merupakan pernyataan yang harus diketahui dan dapat dilakukan siswa, tetapi
ruang lingkupnya lebih sempit dan lebih mudah dicapai daripada tujuan umum.
Biasanya standar merupakan satu pernyataan singkat yang harus diketahui atau
mampu dilakukan siswa pada poin tertentu. Agar operasional, rumusan standar
hendaknya dapat diobservasi dan dapat diukur. Contoh: siswa mampu menjumlah dua
digit angka dengan benar; menjelaskan proses fotosintesis; mengidentifikasi sebab
dan akibat perang mikroba; menggunakan pinhole camera untuk menciptakan
“kertas” positif dan “kertas” negatif. Jadi, standar harus ditulis dengan jelas,
operasional, tidak ambigu dan tidak rancu, tidak terlalu luas atau terlalu sempit,
mengarahkan pembelajaran dan melakukan penilaian.
b. Langkah 2 Memilih suatu tugas autentik
Dalam memilih tugas autentik, pertama-tama kita perlu mengkaji standar yang kita
buat, dan mengkaji kenyataan (dunia) sesungguhnya. Misalnya daripada meminta
siswa menyelesaikan soal pecahan, lebih baik kita siapkan tugas memecahkan
masalah pembagian martabak untuk suatu keluarga beranak tujuh agar setiap anggota
keluarga mempunyai bagian yang sama.
c. Langkah 3 Mengidentifikasi Kriteria untuk tugas
Kriteria tidak lain adalah indikator-indikator dari kinerja yang baik pada sebuah
tugas. Apabila terdapat sejumlah indikator, sebaiknya diperhatikan apakah indikator-
indikator tersebut sekuensial (memerlukan urutan) atau tidak.