Anda di halaman 1dari 5

68

BAB III
DIAGNOSA KEPERAWATAN KOMUNITAS

A. Analisa Data
Proses penganalisaan data hasil pengkajian terhadap warga dan wilayah Desa
Tambak Sirang Laut dilakukan bersama dengan masyarakat melalui suatu
Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) yang dilaksanakan pada hari Sabtu
tanggal 21 November 2013 (pre planning dan laporan kegiatan tercantum di
lampiran). Adapun hasil dari analisa tersebut adalah :

No Data dan Analisa Data Masalah Kesehatan


1 - Berdasarkan hasil pengkajian, Resiko timbulnya
wawancara, angket, dan observasi penyakit yang
(75%) penduduk Desa Tambak Sirang disebabkan oleh karena
Laut membuang air limbah secara sanitasi lingkungan
sembarangan tanpa dibuatkan saluran yang kurang baik.
khusus untuk pembuangan air
limbahnya

- Berdasarkan hasil pengkajian,


wawancara, angket, dan observasi
sebagian besar (89%) penduduk yang
memiliki ternak, kandangnya terletak
diluar rumah dan berdekatan dengan
rumah.

- Warga Desa Tambak Sirang Laut masih


ada yang menggunakan jamban Tidak
Sehat (6%)
69

2 - Berdasarkan hasil pengkajian, Resiko meningkatnya


wawancara, angket, pemeriksaan fisik, penyakit karena pola
dan observasi didapatkan hasil data makan dan gaya hidup
bahwa persentasi penyakit yang diderita masyarakat yang
oleh masyarakat Di Desa Tambak kurang baik.
Sirang Laut dari RT1 sampai RT3,
sebagian besar penyakit yang diderita
dalam 6 bulan terakhir yaitu Hipertensi
(63%), Asam Urat (19%), Batuk/Pilek
(8%), TBC (1%), typhoid (0%), Tidak
Ada (5%), dan Lain-Lain (4%)

- Berdasarkan hasil pengkajian,


wawancara, angket, dan observasi
didapatkan data bahwa jumlah kasus-
kasus tersebut akan semakin meningkat
hal ini berhubungan dengan pola makan
dan gaya hidup masyarakat.
70

B. Prioritas Masalah

Skala Prioritas
1. Resiko timbulnya penyakit yang disebabkan oleh karena sanitasi lingkungan
yang kurang baik.
No Masalah Kesehatan Kriteria Score
1. Kesadaran masyarakat akan Sedang
adanya masalah. 2
𝑥6=4
3
2. Motivasi masyarakat dalam Sedang
menyelesaikan masalah. 2
𝑥6=4
3
3. Kemampuan perawat untuk Tinggi
mempengaruhi dalam 3
𝑥6=6
penyelesaian masalah. 3

4. Ketersediaan keahlian yang Tinggi


relevan. 3
𝑥6=6
3
5. Konsekuensi jika masalah tidak Tinggi
terselesaikan. 3
𝑥6=6
3
6. Percepatan penyelesaian Rendah
masalah yang dapat dicapai. 1
𝑥6=2
3
Total Score 28

𝑆𝑐𝑜𝑟𝑒
Hasil : 𝑥 𝑇𝑜𝑡. 𝐵𝑜𝑏𝑜𝑡 = 𝑃𝑟𝑖𝑜𝑟𝑖𝑡𝑎𝑠 𝑚𝑎𝑠𝑎𝑙𝑎ℎ
𝐴𝑛𝑔𝑘𝑎 𝑡𝑒𝑟𝑡𝑖𝑛𝑔𝑔𝑖

Jadi hasil/total score yang diperoleh dengan diagnosa Resiko timbulnya


penyakit yang disebabkan oleh karena sanitasi lingkungan yang kurang baik
adalah .28
71

2. Resiko meningkatnya penyakit karena pola makan dan gaya hidup masyarakat
yang kurang baik.
No Masalah Kesehatan Kriteria Score
1. Kesadaran masyarakat akan adanya Rendah
masalah. 1
𝑥6=2
3
2. Motivasi masyarakat dalam menyelesaikan Sedang
masalah. 1
𝑥6=4
3
3. Kemampuan perawat untuk mempengaruhi Tinggi
dalam penyelesaian masalah. 3
𝑥6=6
3
4. Ketersediaan keahlian yang relevan. Tinggi
3
𝑥6=6
3
5. Konsekuensi jika masalah tidak sedang
terselesaikan. 2
𝑥6=4
3
6. Percepatan penyelesaian masalah yang Sedang
dapat dicapai. 2
𝑥6=4
3
Total Score 26

𝑆𝑐𝑜𝑟𝑒
Hasil : 𝑥 𝑇𝑜𝑡. 𝐵𝑜𝑏𝑜𝑡 = 𝑃𝑟𝑖𝑜𝑟𝑖𝑡𝑎𝑠 𝑚𝑎𝑠𝑎𝑙𝑎ℎ
𝐴𝑛𝑔𝑘𝑎 𝑡𝑒𝑟𝑡𝑖𝑛𝑔𝑔𝑖

Jadi hasil yang diperoleh dengan diagnosa Resiko timbulnya penyakit yang
disebabkan oleh karena Pola makan dan gaya hidup masyarakat yang kurang
baik 26
72

Prioritas Masalah

Prioritas Masalah Keperawatan Score Akhir


1 Resiko timbulnya penyakit yang 28
disebabkan oleh karena sanitasi
lingkungan yang kurang baik.

C. Diagnosa Keperawatan Komunitas


Setelah diuraikan dalam kajian situasi dan akhirnya dapat disimpulkan
munculnya berbagai masalah kesehatan dan dapat diuraikan diagnosa
keperawatan sebagai berikut :

MASALAH KESEHATAN DIAGNOSA KEPERAWATAN


Resiko timbulnya penyakit yang di Resiko timbulnya penyakit yang di
sebabkan karena sanitasi sebabkan karena sanitasi lingkungan
lingkungan yang kurang baik yang kurang baik berhubungan
dengan kurangnya pengetahuan
masyarakat mengenai dampak yang
ditimbulkan dari sanitasi lingkungan
yang kurang baik.