Anda di halaman 1dari 18

METODOLOGI PENELITIAN

ANALISIS DAN RESUME JURNAL

DISUSUN OLEH :
NAMA : KEMUNING WISMAYANI
NIM : E1R016043

KELAS B REGULER PAGI


SEMESTER VI

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MATARAM
2019
RESUME JURNAL I

Judul jurnal : Pemanfaatan Media Aktual Lingkungan Dalam Pembelajaran


Matematika Untuk Lower Class Di Mi/Sd (Sebuah Inovasi
Pembelajaran Matematika Berbasis Alat Peraga Sederhana)

Volume : EduMa Vol.3 No.1 Juli 2014 ISSN 2086 - 3918


Tahun : 2014

Penulis : Atikah Syamsi

Reviewer : Kemuning Wismayani

Tanggal : 5 Juli 2019

A. Latar Belakang
Pembelajaran matematika di jenjang pendidikan dasar banyak mempelajari
objek abstrak yang menuntut kemampuan berpikir anak untuk memahami materi
pelajaran. Objek-objek pada pokok bahasan Matematika banyak yang belum bisa
dimengerti sehingga sering terjadi miskonsepsi, hal ini dikarenakan oleh belum
tersedianya media yang mampu mengkonkretkan sifat abstraksi materi sehingga
cenderung mengarahkan guru memilih metode ceramah dalam pengelolaan kelas.
Media yang dipilihpun diantaranya: chart atau gambar statik.

Alat peraga matematika adalah sebuah atau seperangkat benda konkrit


yang dibuat, dirancang, dihimpun atau disusun secara sengaja, yang digunakan
untuk membantu menanamkan atau mengembangkan konsep-konsep atau prinsip-
prinsip dalam matematika. Dengan alat peraga, maka hal-hal yang abstrak dapat
disajikan dalam bentuk model- model,sehingga siswa dapat memanipulasi objek
tersebut dengan cara dilihat, dipegang, diraba, diputarbalikkan, agar lebih mudah
memahami matematika.

B. Tujuan
Untuk mengetahui pemanfaatan media aktual lingkungan dalam
pembelajaran matematika untuk lower class di MI/SD

C. Metodologi Penelitian

1. Jenis Penelitian

Penelitian ini dikategorikan sebagai penelitian kepustakaan karena teknik


pengumpulan datanya didasarkan pada teks-teks.

2. Teknik Pengumpulan Data

Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan


telaah pustaka.

3. Metode Analisis Data

Metode menganalisis data dengan menggunakan metode deskriptif analitik


yaitu menyusun dengan cara menganalisis dan menafsirkan data yang sudah
terkumpul.

D. Hasil
1. Fase eksplorasi
Tahap eksplorasi memberikan murid-murid pengalaman fisik dan interaksi sosial.

2. Fase Pengenalan Konsep


Pada fase ini mendorong interaksi fisik dan sosial tambahan dengan siswa dapat
menggunakan gagasan-gagasan dan istilah-istilah baru dalam situasi berbeda.

3. Fase penetapan Konsep


Pada fase ini siswa dapat menerapkan konsep dan mengembangkannya pada
ligkungan sekitar.

E. Kesimpulan
Kegiatan belajar lebih ditekankan pada aktivitas kontekstual. Maksud dari
kegiatan tersebut adalah apa yang dilakukan siswa di kelas merupakan refleksi
aktivitas siswa di lingkungan tempat tinggalnya atau di lingkungan sekolahnya.
Dengan demikian aktivitas belajar dapat di dilakukan dalam kelas, di luar kelas,
atau di lingkungan sekolah. Dalam belajar menekankan siswa aktif bukan berarti
ada kebebasan mutlak bagi siswa dalam berkehendak atau bertingkah laku, namun
karena adanya keterbatasan pengetahuan yang dimiliki siswa, maka menuntut
peran aktif dan kreativitas guru dalam menentukan strategi pembelajaran.

Kelebihan penelitian

Penelitian ini menjelaskan bagaimana cara membuat siswa dalam kegiatan


pembelajaran lebih aktif. Teknik analisis datanya cukup menarik karena
menggunakan teknik tinjauan pustaka.

Kekurangan Penelitian

Dalam penelitian ini teknik dalam pengumpulan datanya hanya mengkaji teks-
teks sehingga hasil dalam penelitiannya maisih belum akurat. Dalam hal mengkaji
dan menganalisis data digunakan landasan teori yang masih kurang sehingga
harus ditambahkan beberapa teori lagi seperti penjelasan tentang Lower class.
RESUME JURNAL II

Judul Jurnal : Blogmatika: Inovasi Pembelajaran Matematika Pada


Sekolah Berbasis ICT

Volume : Volume 1, Nomor 1, Tahun 2013 ISSN: 2339-0794

Tahun : 2013

Penulis : Soma Salim S, Andi Mawaddah Hamzah, St. Aflahah


Reviewer : Kemuning Wismayani

Tanggal : 5 Juli 2019

A. Latar Belakang
Adanya situs-situs web tersebut memungkinkan terjadinya interaksi dalam
dunia maya, baik dengan orang yang dikenal maupun yang tidak dikenal.
Fenomena inteaksi sosial ini disebut komunitas virtual. Fenomena komunitas
virtual ini juga terjadi di Indonesia, sebagaimana diketahui bahwa Indonesia
merupakan pengguna facebook terbesar ketiga di dunia, dimana 61% di antara
pengguna facebook tersebut berasal dari kalangan remaja dengan rentang usia 14-
24 tahun.

Sedikit berbeda dengan hasil penelitian Adi Nugroho Onggoboyo (2004)


didapati bahwa dari 211 blogger Indonesia yang disurvei, mereka berada pada
kisaran umur kalangan muda 20-35 tahun sebesar total 89%. Artinya, kebanyakan
pengguna blog berasal dari kalangan mahasiswa. Kemudian 91% dari mereka
berpendidikan minimal S1 (11%-nya berpendidikan diatas S1), dan sebanyak 90%
berada di kota-kota besar.

Pada sekolah berbasis ICT digunakan media teknologi komunikasi dan


informasi seperti komputer dan koneksi internet. Penguasaan teknologi siswa
sangat diutamakan. Melihat permasalahan tersebut, penulis tertarik untuk
membuat inovasi pembelajaran matematika, yaitu BlogMatika pada sekolah
berbasis ICT.

B. Tujuan Penelitian
Tujuan dibuatnya karya tulis ini untuk mendeskripsikan tentang
BlogMatika sebagai inovasi pembelajaran matematika di sekolah berbasis ICT
sehingga pelajaran matematika menjadi menyenangkan bagi siswa

C. Metodologi Penelitian
1. Jenis penelitian
Jenis penelitian ini adalah kajian kepustakaan atau tinjauan kepustakaan.
2. Objek penelitian
Objek penelitian ini adalah blogmanika sebagai inovasi
pembelajaran matematika pada sekolah berbais ICT.
3. Teknik Pengumpulan Data
Penulis menggunakan metode kajian pustaka. Artinya
pengumpulan data dilakukan dengan mengumpulkan, mengkaji, dan
mengananalisis teori-teori yang relevan dengan objek bahasan tersebut di
atas. Pada karya tulis ilmiah ini, literatur yang dikaji bersumber dari buku,
jurnal, tesis, internet, dan hasil penelitian terkait lainnya.
4. Prosedur Penulisan
Adapun prosedur penulisan karya tulis ilmiah ini adalah dengan
menggunakan metode komparatif atau perbandingan. kesimpulan yang
koherensif.
D. Hasil Penelitian

BlogMatika dapat meningkatkan minat siswa untuk belajar


matematika sehingga hasil belajar siswa pun bisa meningkat. Namun, ada
beberapa kemungkinan masalah, kendala, atau kesulitan bagi guru yang bisa
muncul dari inovasi pembelajaran ini. Berikut ini analisis penulis serta
solusinya:

( a ) Karena soal setiap siswa berbeda, maka guru akan kesulitan


mencari soal yang banyak. Solusinya, guru memberikan tugas yang
ada di uji kompetensi buku siswa dengan mempertimbangkan
kesulitan soal yang diperoleh setiap siswa sama.

(b) Guru akan kesulitan mengetik satu per satu alamat blog setiap
siswa, apalagi jika jumlah siswa banyak. Solusinya, guru membuat
list alamat blog siswa, sehingga cukup dengan satu kali klik, blog
siswa akan terbuka.

(c) Terkadang ada rumus atau langkah matematika yang tidak bisa
diketik pada blog.

Terlepas dari kekurangan-kekurangan tersebut, BlogMatika memiliki


beberapa manfaat bagi guru dan siswa. selain dapat meningkatkan minat dan
hasil belajar siswa, BlogMatika juga memiliki manfaat sebagai berikut:

(a) Meningkatkan kedisiplinan siswa

(b) Menambah pengetahuan, wawasan, dan kreativitas siswa, baik


tentang matematika maupun blog

(c) Menumbuhkan semangat berprestasi

(d) Menubuhkan kemampuan menulis

(e) Menulis dapat merangsang otak sehingga meningkatkan working


memory;

(f) Menghemat waktu dan tempat sehingga pembelajaran lebih


efisien;
(g) Apabila guru berhalangan hadir, siswa dapat diberi tugas melalui blog
selama pelajaran berlangsung.
E. Kesimpulan
Berdasarkan pemaparan analisis dan sintesis di atas, dapat disimpulkan
bahwa BlogMatika dapat meningkatkan minat dan hasil belajar siswa dengan
analisis dan metode yang telah dijelaskan pada bagian sebelumnya. BlogMatika
hadir sebagai inovasi baru dalam pembelajaran Matematika yang berbasis ICT.
RESUME JURNAL III

Judul Jurnal : Pengembangan Media Pembelajaran Matematika Siswa


Smp Berbasis Android

Volume : Vol 4(1), 43-52 tahun 2018 ISSN 2477-2348

Tahun : 2018

Penulis : Siti Komariah, Huri Suhendri, dan Arif Rahman Hakim


Reviewer : Kemuning Wismayani

Tanggal : 5 Juli 2019

A. Latar Belakang
Informasi yang diperoleh berdasarkan studi pendahuluan dengan
wawancara pada guru matematika di SMP Negeri 7 Depok, SMP Fatahillah, dan
SMP Muhammadiyah Cisalak, metode yang sering digunakan guru dalam
pembelajaran matematika yaitu metode konvensional, sedangkan untuk media
yang digunakan hanya media yang disediakan oleh sekolah. Selain itu, semua
guru setuju bahwa metode-metode dasar seperti itulah yang mudah dan cocok
digunakan dalam kelas untuk pembelajaran matematika. Kemudian sumber
belajar yang digunankan adalah buku paket dan buku lembar kerja siswa. Materi
yang paling sering diajarkan menggunakan alat peraga adalah materi pada
pokok bahasan bangun ruang saja. Untuk nilai yang diperoleh siswa dalam
pembelajaran matematika, masih rendah dan di bawah KKM yang ditentukan
sekolah.
Sementara itu, dari hasil studi pendahuluan di sekolah pada siswa SMP
Negeri 7 Depok, SMP Fatahillah, dan SMP Muhammadiyah Cisalak,
kebanyakan dari mereka masih suka bermain dan kurang memperhatikan
penjelasan guru terutama dalam penyampaian materi yang terkesan
membosankan. Penyampaian guru yang hanya mengandalkan papan tulis dan
buku pegangan membuat siswa kurang paham dengan materi yang disampaikan
guru. Akibatnya siswa terkadang cenderung malas untuk membaca, mencari
dan membeli buku. Oleh karena itu, perlu dibuat sebuah desain pembelajaran
yang dapat memudahkan siswa untuk belajar dan mencari materi tanpa harus
membeli buku serta dapat dibaca kapanpun dan dimanapun dan tidak berkesan
membosankan.
. Oleh sebab itu, diperlukan perancangan pembelajaran atau desain
pembelajaran yang baik. Sehingga diperlukan langkah nyata dalam membuat
desain pembelajaran yang disusun secara baik dan seimbang. Selain itu, dengan
desain pembelajaran yang baik dapat membuat pembelajaran menjadi lebih
efektif dan efisien. Dalam menjawab permasalahan tersebut perlu dikaji
bagaimana mengajarkan matematika khususnya bagi siswa SMP supaya
matematika lebih menarik dan mudah untuk di pahami.
B. Tujuan Penelitian
Berdasarkan permasalahan tersebut, peneliti berkeinginan memilih,
menetapkan, mengembangkan metode untuk mencapai hasil pengajaran.
Pemilihan, penetapan, dan pengembangan metode ini didasarkan pada situasi
kondisi permasalahan yang ada seperti tujuan pembelajaran. Media pembelajaran
berbasis android dirasa perlu digunakan mengingat bahwa setiap siswa pasti
menginginkan pembelajaran yang efektif, efisien, sekaligus menyenangkan dan
sesuai dengan perkembangan kemajuan Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni
(IPTEKS)

C. Metodologi Penelitian
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian dan
pengembangan research and development, Brog and Gall dalam (Tegeh, 2014:7).
Untuk dapat mengembangkan media pembelajaran dapat digunakan model desain
pembelajaran, ADDIE (Analysis; Design; Development; Implementation; dan
Evaluation) yang dipadukan menurut langkah-langkah penelitian pengembangan
yang direkomendasikan oleh Brog dan Gall dengan dasar pertimbangan bahwa
model tersebut cocok untuk mengembangkan produk model
instruksional/pembelajaran yang tepat sasaran, efektif, dinamis dan sangat
membantu dalam pengembangan pembelajaran bagi guru.

D. Hasil Penelitian
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Putriani, dkk. (2017) dalam
penelitiannya yang berjudul “Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis
Android Dengan Software Construct 2 Pada Materi Bangun Ruang Sisi Datar
Untuk Siswa SMP Kelas 8” penelitian pengembangan ini bertujuan untuk
mengembangkan media pembelajaran berbasis android dengan software
Construct 2 pada materi bangun ruang yang berkualitas dengan model
pengembangan ADDIE (analysis, design, development, implementation, and
evaluation) dan menunjukan hasil bahwa karakteristik siswa yang sudah cukup
baik namun ada beberapa siswa yang mengalami kesulitan untuk memahami
materi yang disampaikan. Hal ini dikarenakan adanya perbedaan kemampuan
antar siswa yang satu dengan yang lain. Berdasarkan hasil penilaian media
pembelajaran yang dikembangkan termasuk dalam kategori “baik” dengan skor
rata-rata keseluruhan 3,98 sehingga media pembelajaran memenuhi aspek
kevalidan dengan evaluasi yang telah dilakukan maka diperoleh kesimpulan
bahwa media pembelajaran berbasis android dengan software Construct 2 pada
materi bangun ruang sisi datar SMP kelas 8 yang berkualitas dari aspek
kevalidan, keefektifan, dan kepraktisan. Sehingga peneliti ingin
mengembangkan media pembelajaran dengan menggunakan software Construct
berbasis android.
Media ini juga memiliki beberapa kelebihan dibanding dengan media
pembelajaran yang sudah ada atau sudah digunakan guru pada sekolah yang
biasanya hanya berupa powerpoint. Kelebihan pertama adalah media ini
menyajikan materi yang dikemas secara singkat dan menarik dengan
menampilkan slide pembelajaran interaktif yang berwarna, sehingga membuat
siswa lebih antusias, sekaligus lebih bersemangat dalam mengikuti pembelajaran
dan memudahkan siswa untuk cepat dalam memahami isi materi tersebut.
Tampilan motivasi serta info matematika didalam media ini terbukti
mempermudah dan memberikan pengetahuan pelajar dalam suatu pembelajaran.
Selain kemudahan mengoperasikan, kelebihan kedua dari media ini
adalah menyampaikan pesan untuk menanamkan pendidikan karakter bagi
siswa, dimana ketika siswa atau pengguna memulai latihan soal dalam belajar
maupun siswa mengerjakan soal dalam kuis, harus diselesaikan karena tidak
disediakan tombol kembali dan apabila aplikasi ditutup pada handphone,
setelahnya siswa atau pengguna akan mengakses media, akan kembali ke
halaman latihan maupun kuis yang sebelumnya sedang diakses. Pemfokusan,
disiplin diri, tanggung jawab, dan komitmen diri dari siswa pada saat
menggunakan media ini betul-betul dilatih, sehingga karakter siswa yang
menggunakan aplikasi ini menjadi lebih baik dari waktu ke waktu.
Kelebihan yang ketiga dari media ini adalah tidak diberikan “timer atau
waktu pengerjaan” pada soal latihan maupun pada soal kuis yang bertujuan agar
siswa memiliki waktu untuk menghitung terlebih dahulu secara teliti dan
menjawab dengan tepat.
E. Kesimpulan
Berdasarkan pengembangan media pembelajaran matematika untuk siswa
SMP kelas 7 sampai dengan kelas 9 dibuat menggunakan Construct 2, penelitian
yang di lakukan merupakan penelitian pengembangan dengan dilakukan melalui
lima tahap pengembangan dengan langkah-langkah prosedur penelitian Research
and Development model ADDIE yang terdiri dari tahap Analysis
(Analisis) ,tahap Design (Desain), tahap Development (Pengembangan), tahap
Implementation (Penerapan), dan tahap Evaluation (Evaluasi), menghasilkan
produk berupa aplikasi android dengan format apk., kualitas produk mendapat
nilai oleh para ahli materi berupa persentase yaitu sebesar 85,3%, ahli media
80%, dan ahli desain pengembangan 93% sehingga dapat dikategorikan sangat
baik dan telah memenuhi kualifikasi valid. Dengan kata lain, media yang
dikembangkan dalam penelitian ini dinilai layak dan sangat baik untuk digunakan
dalam pembelajaran matematika.
RESUME JURNAL IV

Judul jurnal : Inovasi Pembelajaran Matematika Metode Rolling Question


Untuk Meningkatkan Kreatifitas Dan Kemampuan Berpikir Siswa
Di Kelas Vii Smpn 3 Ciawigebang Kabupaten Kuningan
Volume : Jurnal Euclid, Vol.5, No.1, pp. 12 e-ISSN 2541-4453

Tahun : 2016

Penulis : Kusnati

Reviewer : Kemuning Wismayani

Tanggal : 5 Juli 2019

A. Latar Belakang
Kondisi nyata pembelajaran yang terjadi di kelas VII SMPN 3
Ciawigebang Kabupaten Kuningan adalah dimana aktivitas siswa dalam
pembelajaran terutama kemauan untuk mengerjakan soal baik sendiri
maupun kelompok sangat rendah, tidak mau mencoba, tidak peduli dan
merasa tidak bisa. Begitu juga kalau diberikan pekerjaan rumah sebagian
besar siswa didak mengerjakannya. Motivasi belajar siswa yang rendah
ditandai dengan siswa yang tidak mau berpikir, malas mengerjakan soal,
lebih senang nyontek/menjiplak jawaban teman walaupun tidak paham. Hal
ini mengakibatkan kemampuan berpikir mereka rendah sehingga hasil
belajar pun menjadi rendah.
Berdasarkan permasalahan di atas, maka penulis memikirkan agar
pembelajaran tidak hanya berjalan satu arah, tetapi banyak arah, bisa guru
kepada siswa atau sebaliknya siswa kepada guru dan siswa kepada siswa.
Dengan demikian interaksi yang terjadi di dalam kelas lebih hidup dan siswa
semangat belajar. Cara yang digunakan harus dapat menumbuhkan rasa
keberanian siswa agar siswa bisa mengerjakan soal dan memecahkan
masalah-masalah dengan proses berpikir..
B. Tujuan
Penulis berharap, siswa dapat menemukan konsep sendiri dalam
pembelajaran, membuat soal sendiri, menjawab soal sendiri. Penulis juga ingin
siswa fokus pada soal, tidak ada waktu luang untuk ngobrol atau bercanda dengan
siswa lain. Siswa dibiasakan kreatif dalam berpikir

C. Metodologi Penelitian

1. Jenis Penelitian

Penelitian tindakan kelas, dengan menerapkan metode pada kelas yang


diberikan tindakan.

2. Teknik Pengumpulan Data

Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan


memberikan tes tulis.

D. Hasil
Berdasarkan data hasil pembelajaran dengan metode rolling question dapat
dianalisis sebagai berikut: a) Hasil belajar siswa yang didapat dari nilai siswa
menjawab soal yang digulirkan mencapai rata-rata 92. Angka ini sudah
melampaui nilai KKM sebesar 70. Artinya kemampuan siswa sudah melebihi
target, siswa sudah menguasai materi pelajaran dengan baik. Ketuntasan belajar
siswa sebesar 93% sudah melebihi target ketuntasan belajar 75%. Artinya jumlah
siswa yang mencapai dan melebihi KKM sebanyak 26 dari 28 siswa. Ini adalah
keberhasilan yang sangat baik. b) Dilihat dari aktivitas siswa dalam pembelajaran,
siswa lebih aktif, kreatif dalam berpikir pada waktu membuat soal, mau dan
mampu menjawab soal, lebih konsentrasi dan semangat belajar matematika,
dibandingkan dengan pmbelajaran sbelumnya yang hanya berupa tugas/latihan
yang dijawab siswa baik individual maupun kelompok yang memberi peluang
siswa untuk ngobrol dan banyak waktu yang terbuang karena siswa tidak mau
mikir
E. Kesimpulan
Secara umum dapat disimpulkan bahwa metode rolling question dapat
meningkatkan kreativitas berpikir dan kemampuan siswa kelas VII SMPN 3
Ciawigebang Kabupaten Kuningan

Kelebihan penelitian

Penelitian ini menjelaskan bagaimana cara membuat siswa dalam kegiatan


pembelajaran lebih kreatif. Metode rolling quetion cukup menarik diterapkan dan
lebih memotivasi siswa.
RESUME JURNAL V

Judul jurnal : Pembelajaran Matematika Yang Bermakna

Volume : Vol. 2, No. 3 2016 ISSN 2442-3041

Tahun : 2016
Penulis : Rahmita Yuliana Gazali
Reviewer : Kemuning Wismayani
Tanggal : 5 Juli 2019
A. Latar Belakang
Pada kegiatan pembelajaran, termasuk pembelajaran matematika, jika guru
dapat mengatikan antara materi yang dibahas dengan kondisi siswa, baik hobi
atau kebutuhan siswa, perkembangan kognitif, lingkungan keseharian, dan bekal
yang telah dimiliki siswa, maka akan berdampak positif bagi siswa yaitu
pembelajaran yang dilakukan dalam mempelajari suatu konsep matematika
menjadi menyenangkan (joyful learning).
Pembelajaran dengan menggunakan masalah-masalah kontekstual dan
pembelajaran yang menyenangkan sejalan dengan prinsip bahwa pembelajaran
harus bermakna (meaningful learning), yang antara lain diajukan oleh Ausubel.
Menurut Ausubel (1963: 42-43), ada dua macam proses belajar, yakni proses
belajar bermakna dan proses belajar menghafal. Belajar bermakna merupakan
suatu proses dikaitkannya informasi baru pada konsep- konsep relevan yang
terdapat dalam struktur kognitif seseorang. Jadi, proses belajar tidak sekedar
menghafal konsep- konsep atau fakta-fakta belaka (root learning), namun
berusaha menghubungkan konsep-konsep atau fakta-fakta tersebut untuk
menghasilkan pemahaman yang utuh (meaningfull learning), sehingga konsep
yang dipelajari dipahami secara baik dan tidak mudah dilupakan.
B. Tujuan
Untuk mengetahui bagaimana membentuk pembelajaran matematika yang
bermakna.
C. Metodologi Penelitian

1. Jenis Penelitian

Penelitian ini dikategorikan sebagai penelitian kepustakaan karena teknik


pengumpulan datanya didasarkan pada teks-teks.

2. Teknik Pengumpulan Data

Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan


telaah pustaka.

3. Metode Analisis Data

Metode menganalisis data dengan menggunakan metode deskriptif analitik


yaitu menyusun dengan cara menganalisis dan menafsirkan data yang sudah
terkumpul.

D. Hasil

a. Matematika adalah kegiatan penelusuran pola dan hubungan


Implikasi dari pandangan ini terhadap usaha guru adalah dengan
memberi kesempatan siswa untuk melakukan kegiatan penemuan dan
penyelidikan pola-pola untuk menentukan hubungan.
b. Matematika adalah kegiatan kreativitas yang memerlukan imajinasi, intuisi
dan penemuan
Implikasi dari pandangan ini terhadap usaha guru adalah dengan
mendorong inisiatif dan memberikan kesempatan berpikir berbeda, mendorong
rasa ingin tahu, keinginan bertanya, kemampuan menyanggah dan
kemampuan memperkirakan, menghargai penemuan yang diluar perkiraan
sebagai hal bermanfaat dari anggapannya sebagai kesalahan, mendorong siswa
menemukan struktur dan desain matematika, mendorong siswa menghargai
penemuan siswa yang lainnya, mendorong siswa berfikir refleksif, dan tidak
menyarankan penggunaan suatu metode tertentu.
c. Matematika adalah kegiatan problem solving

Implikasi dari pandangan ini terhadap usaha guru adalah melalui


menyediakan lingkungan belajar matematika yang merangsang timbulnya
persoalan matematika, membantu siswa memecahhkan persoalan matematika
menggunakan caranya sendiri, membantu siswa mengetahui informasi yang
diperlukan untuk memecahkan persoalan matematika, mendorong siswa untuk
berpikir logis, konsisten, sistematis dan mengembangkan sistem
dokumentasi/catatan, mengembangkan kemampuan dan ketrampilan untuk
memecahkan persoalan, membantu siswa mengetahui bagaimana dan kapan
menggunakan berbagai alat peraga/media pendidikan matematika seperti:
jangka, kalkulator, dsb.
d. Matematika merupakan kegiatan berkomunikasi
Implikasi dari pandangan ini terhadap usaha guru adalah melalui
mendorong siswa mengenal sifat matematika, mendorong siswa membuat
contoh sifat matematika, mendorong siswa menjelaskan sifat matematika,
mendorong siswa memberikan alasan perlunya kegiatan matematika,
mendorong siswa membicarakan persoalan matematika, mendorong siswa
membaca dan menulis matematika, dan menghargai bahasa ibu siswa dalam
membicarakan matematika.
E. Kesimpulan
1. Pembelajaran matematika yang bermakna bisa berarti belajar matematika
tidak sekadar menghafal rumus-rumus untuk menyelesaikan masalah
matematika.
2. Beberapa hal patut diperhatikan oleh para guru matematika terutama
dalam penyelenggaraan pembelajaran matematika yang
dilakukan melalui: tahap persiapan, tahap pembelajaran, dan tahap
evaluasi, agar pembelajaran matematika lebih menarik. Utamanya guru
perlu merencanakan kegiatan matematika yang meliputi
merencanakan kegiatan matematika yang seimbang dalam hal materi,
waktu, kesulitan, aktivitas, dsb.
ANALISIS JURNAL

Inovasi pembelajaran adalah suatu perubahan yang baru dan kualitatif dari
hal yang sudah ada sebelumnya, serta sengaja diusahakan untuk meningkatkan
kemampuan guna mencapai tujuan tertentu dalam pembelajaran. Pembelajaran
adalah suatu sistem, maka inovasi pembelajaran harus mencakup hal-hal yang
berhubungan dengan komponen sistem tersebut, baik dalan artian kurikulum,
media, metode, pendekatan, kebijakan, maupun hal-hal lain yang berhubbungan
dengan pembelajaran.

Pada dasarnya proses pembelajaran dilakukan di dalam kelas, sehingga


siswa mudah jenuh dengan lingkungan yang sama. Oleh karena itu pembelajaran
sebaiknya dilakukan pada lingkungan yang berbeda seperti luar kelas, dan
lingkungan lainnya supaya siswa tidak bosan dengan suasana kelas seperti biasa.
Dalam proses pembelajaran siswa sering kali merasa bosan karena cara
penyampaian materi oleh guru cenderung monoton oleh sebab itu perlu adanya
inovasi baru dalam pembelajaran khususnya pembelajaran matematika yang
terkesan sulit dan membosankan. Banyak inovasi pembelajaran yang telah
ditemukan oleh beberapa peneliti contohnya adalah penelitian yang dilakukan
oleh Soma salim, dkk., yang meneliti penggunaan Blogmedia sebagai sarana
pembelajaran seperti pemberian tugas. Hal tersebut efektif dilakukan karena siswa
sudah terbiasa menggunakan teknologi.

Beberapa inovasi pembelajaran matematika terus dikembangkan untuk


meningkatkan kualitas dalam pembelajaran matmatika, suapaya siswa lebih aktif
dalam pembelajaran. Pengembangan metode, model dan pendekatan dalam
pembelajaran matematika akan memudahkan guru dalam proses pembelajaran,
siswa yang menerima pembelajaran juga tidak mudah jenuh dengan pembelajaran
matematika. Selain itu, lingkungan tempat pembelajaran juga sangan perlu
diperhatikan. Baik dari suasana kelas, maupun lingkungan sekitarnya juga
berpengaruh dalam terjalannya proses pembelajaran yang baik.