Anda di halaman 1dari 7

BAB I

PENDAHULUAN

1.1.Latar belakang

Anatomi adalah ilmu tentang letak, bentuk dan hubungan strukturpada tubuh

manusia. Tubuh manusia adalah struktur yang rumit. Fisiologi adalah ilmu yang

mempelajari fungsi dari organ tubuh manusia. Kaitan antara anatomi fisiolog sistem

persyarafan adalah bagaimana kita mengetahui fungsi dari sistem syaraf yang kita

miliki. Sistem saraf merupakan salah satu bagian yang menyusun sistem koordinasi

yang bertugas menerima rangsangan, menghantarkan rangsangan ke seluruh bagian

tubuh, serta memberikan respons terhadap rangsangan tersebut.

Pengaturan penerima rangsangan dilakukan oleh alat indera, pengolah rangsangan

dilakukan oleh saraf pusat yang kemudian meneruskan untuk menanggapi rangsangan

yang datang dilakukan oleh sistem saraf dan alat indera. Rangsangan dapat berasal dari

luar tubuh (eksternal) misalnya suara, cahaya, bau, panas, dingin, manis, pahit dan

sebagainya. Sedangkan rangsangan yang berasal dari dalam tubuh disebut juga

rangsangan internal, misalnya rasa haus, lapar, dan nyeri. Dalam makalah ini akan

dibahas tentang anatomi dan fisiologi sistem persyarafan.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian dalam latar belakang di atas dapat di rumuskan suatu hal yang

terkait dengan anatomi fisiologi sistem persyarafan.


1.3 Tujuan Penulisan

1.3.1 Tujuan Umum

Untuk memenuhi tugas mata kuliah Keperawatan medikal bedah II.

1.3.2 Tujuan Khusus

Untuk lebih mengetahui dan memahami tentang anatomi fisiologi sistem

persyarafan.

1.4 Batasan Masalah

Berdasarkan uraian dalam latar belakang dan tujuan penulisan di atas, maka penulis

membatasi masalah penulisan yang berhubungan anatomi fisiologi sistem persyarafan.:

1. .
BAB II

PEMBAHASAN

1. Pengertian

Sistem syafaraf adalah salah satu organ yang berfungsi untuk menyelenggarakan

kerja sama yang rapih dalam organisasi dan koordinasi kegiatan tubuh, dengan

pertolongan saraf kita dapat menghisap suatu ransangan dari luar pengendalian pekerja

otot. (Syaifuddin.2001)

2. Fungsi dari sistem persyarafan

 Menerima informasi dari dalam maupun dari luar melalui afferent sensory pathway

 Mengkomunikasikan informasi antara sistem saraf perifer dan sistem saraf pusat.

 Mengolah informasi yang diterima baik ditingkat saraf (refleks) maupun di otak

untuk menentukan respon yang tepat dengan situasi yang dihadapi.

 Menghantarkan informasi secara cepat melalui efferent pathway (motorik) ke organ-

organ tubuh sebagai kontrol atua modifikasi tindakan.

3. Sel-sel sistem persyarafan

Jenis sel saraf menurut jenis ransangannya:

A. Sel saraf/neuron (sel ganglion)

B. Sel serabut saraf (neurit)=akson

Unit fungsional sistem syaraf adalah Sel Syaraf neuron) : Dasar yang membangun

sistem saraf . Membawa impuls listrik/informasi Terdiri dari: Cell body


(membangkitkan impuls), Axon (memindahkan impuls).Dendrites (menerima impuls).

Synapse : hubungan antara neuron dengan neuron. Pusat sel saraf (neuron) terdiri dari

sebuah badan sel yang disebut perikarion berisi nukleus, dari perikarion keluar prosesus-

prosesus yang menghantarkan ransangan perikarion yang disebut dendrit. Prosesus yang

menghantarkan ransangan keluar dari perikarion disebut akson.

4.Pembagian susunan saraf

A. Susunan saraf sentral/Central Nervous System (CNS)/Sistem Syaraf Pusat (SSP)):

 Brain (otak) :

Otak besar

Otak kecil

Batang otak
 Spinal Cord (medula spinalis)

B.Susunan saraf ferifer/Peripheral Nervous System (PNS)/Sistem Syaraf Tepi (SST) :

 Susunan saraf somatik

Susunan saraf yang yang mempunyai peranan spesifik untuk mengatur aktifitas

otot sadar atau serat lintang.

 Susunan saraf otonom

Susunan saraf yang mempunyai peranan penting mempengaruhi pekerjaan otot

tak sadar (otot polos) seperti jantung, hati pankreas, pencernaan, kelenjar,dan

lain.lain. Susunan saraf otonom dibagi atas :

- Susunan saraf simpatis

- Susunan saraf para simpatis.

5. Otak

Diotak terdapat meningen (selaput otak), dimana selaput yang membungkus otak

dan sumsum tulang belakang yang melindungi struktur saraf halus yang membawa

pembuluh darah dan cairan sekresi (cairan) serebro spinal, memperkecil benturan atau

getaran yang terdiri dari 3 lapisan :

a. Duramater ( lapisan sebelah luar)

Selaput keras pembungkus otak yang berasal dari jaringan ikat tebal dan kuat,

dibagian tengkorak terdiri dari selaput tulang tekorak dan duramater propia

dibagian dalam. Duramater pada tempat tertentu mengandung rongga yang

mengalairkan darah vena dari otak, rongga ini dinamakan sinus longitudinal.
b. Araknoid (lapisan tengah)

Merupakan selaput halus yang memisahkan durameter dengan piameter

membentuk sebuah kantong atau bvalon berisi cairan otak yang meliputi seluruh

susunan saraf sentral.

c. Piameter ( Lapisan sebelah dalam)

Merupakan selaput tipis yang terdapat pada permukaan jaringan otak, piameter

berhubungan dengan araknoid melalui struktur-struktur jaringan ikat yang di

sebut trakabel.

Bagiani bagian otak

a. Serebrum (otak besar)

Merupakan bagian yang terluas dan terbesar dari otak, berbentuk telur, mengisi

penuh bagian depan atas rongga tengkorak. Fungsi serebrum (otak besar) :

1. Mengingat pengalaman-pengalaman yang lalu.

2. Pusat persyarafan yang mengenai: aktivitas mental, akal, intelegensi,

keinginan dan memori.

3. Pusat menangis, buang air besar, buang air kecil.

Pada otak besar ditemukan beberapa lobus :

1. Lobus frontalis, adalah bagian bagian dari serebrum yang terletak di depan

sulkus sentralis.

2. Lobus parietalis, terdapat dibagian depan sulkus sentralis dan dibelakangi

oleh karaco oksipitalis.


3. Lobus tempolralis, terdapat dibawah lateral dan fisura serebralis dan di depan

lobus oksipitalis.

4. Oksipitalis, yang mengisi bagian belakang dari serebrum.

Di otak juga terdapat korteks serebri, secara umum korteks serebri terbagi atas :

1. Korteks sensoris. Pusat sensasi umum primer suatu hemisfer serebri yang

mengurus bagian-bagian,luas daerah korteks yang mengenai suatu alat atau

bagian tubuh bilateral lebih dominan.

2. Korteks asosiasi. Tiap indera manusia, korteks assoiasi sendiri-sendiri,

kemampuan otak manusia dalam bidang