Anda di halaman 1dari 9

MAKALAH MASALAH PADA IBU HAMIL

D3-KEBIDANAN

DISUSUN OLEH : WIWI JUNIARMI


NIM : 18150001
KELAS : A15.1
BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Saat hamil, kondisi kesehatan ibu akan menentukan sehat-tidaknya


pertumbuhan janin. Namun sebetulnya, kehamilan itu sendiri bisa menjadi
penyebab menurunnya daya tahan ibu yang kemudian memicu munculnya
beberapa penyakit. Apa saja aneka penyakit yang kerap muncul dan
bagaimana hal tersebut bisa terjadi? Pendarahan Tidak sedikit wanita hamil
mengalami perdarahan. Kondisi ini terjadi di awal masa kehamilan (trimester
pertama), tengah semester (trimester kedua) atau bahkan pada masa
kehamilan tua (trimester ketiga). Perdarahan pada kehamilan merupakan
keadaan yang tidak normal sehingga harus diwaspadai. Ada beberapa
penyebab perdarahan yang dialami oleh wanita hamil. Setiap kasus muncul
dalam fase tertentu. Ibu hamil yang mengalami perdarahan perlu segera
diperiksa untuk mengetahui penyebabnya agar bisa dilakukan solusi medis
yang tepat untuk menyelamatkan kehamilan. Adakalanya kehamilan bisa
diselamatkan, namum tidak jarang yang gagal. Pemeriksaan yang dilakukan
meliputi pemeriksaan kandungan disertai dengan pengajuan beberapa
pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dengan terjadinya perdarahan.
Bila perlu dilakukan pemeriksaan penunjang seperti ultrasonographi (USG)
dan pemeriksaan laboratorium.

1.2 Rumusan masalah

1.2.1 Apa sajakah penyakit yang dialami oleh ibu selama kehamilan ?

1.2.2 Apa sajakah penanganan penyakit – penyakit yang di derita ibu


selama hamil ?

1.3 Tujuan

1.3.1 Umum : Untuk mengetahui apa saja penyaki– penyakit yang di derita
ibu selama hamil dan ntuk mengetahui. penanganan penyakit– penyakit
yang di derita ibu selama hamil. 1.3.2
1.3.2 Khusus : Untuk memenuhi tugas mata kuliah asuhan neonatus tentang
penyakit

– penyakit yang di derita ibu selama ibu hamil

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Hipertensi Dalam Kehamilan

2.2.1. Hipertensi esensial

Adalah hipertensi yang tidak diketahui penyebabnya dan ini termasuk juga
hipertensi ringan. Gejalanya : Biasanya tidak terasa ada keluhan dan pusing
atau berat ditekuk kepala.

a. Tekanan darah sistolenya antara 140-160 mmhg

b. Tekanan darah diastolenya antara 90-100 mmhg

c. Tekanan darahnya sukar diturunkan

Penanganannya :

Memantau tekanan darah apabila diketahui tinggi dan mengurangi segala


sesuatu yang bisa menyebabkan tekanan darah naik seperti : gaya hidup, diet
dan psikologis.

2.1.2. Hipertensi Karena Kehamilan.

Adalah hipertensi yang disebabkan atau muncul selama kahamilan

1).Terjadi pertama kali sesudah kehamilan 20 minggu, selama persalinan dan


48 jam pasca persalinan.

2). Lebih sering pada primigravida

3). Risiko meningkat pada :

a.Masa plasenta besar (gamelli, penyakit trofoblas)

b.Diabetes mellitus
c.Faktor herediter

d.Masalah vaskuker

4). Ditemukan tanpa protein dan oedema, tekanan darah meningkat.

5).Kenaikan tekanan diastolik 15 mmhg atau > 90 mmhg dalam pengukuran


berjarak 1 jam atau tekanan diastolik sampai 110 mmhg. Penanganan :

1). Pantau tekanan darah, proteinuria, reflek dan kondisi janin

2). Jika tekanan darah meningkat tangani sebagai preeklampsia

3). Jika kondisi janin memburuk atau terjadi pertumbuhan janin terhambat,
rawat dan pertimbangan terminasi kehamilan.

2.1 Anemia Dalam Kehamilan

2.2.1 Pengertian

Anemia adalah suatu keadaan yang berpikir kadar hemoglobinatau jumlah


eritrosit dalam darah kurang dari nilai standar (normal).

Ukuran hemoglobin normal :

1) Laki-laki sehat memiliki Hb: 14 gram -18 gram

2) Wanita sehat memiliki Hb: 12 gram - 16

Tingkat grampada anemia :

1) Kadar Hb 8 gram - 10 gram disebut anemia ringan.

2) Kadar Hb 5 gram - 8 gram disebut anemia sedang

3) Kadar Hb kurang dari 5 gram disebut anemia berat

Pada Kehamilan jumlah darah meningkat banyak, yang disebut hidremiadan


hipervolemia pertambahan dari sel-sel darah kurang, biladibandingkan dengan
bertambahnya plasma jadi terjadi pengencerandarah. Pertambahan tersebut
berbanding sebagia berikut: Plasma30 %, sel darah 18% dan hemoglobin 19%.

Prosesbertambahnya jumlah darah dalam Kehamilan sudah mulai


sejakKehamilan berumur 10 minggu dan mencapai puncaknya dalam
kehamilanantara 32-36 minggu.

Seorangwanita hamil yang memiliki Hb < 11gr% bisa disebut


penderiaanemia dalam Kehamilan. Pemeriksaan hemoglobin harus
menjadipemeriksaan darah rutin selama pengawasan antenatal.
Sebaiknyapemeriksaan dilakukan setiap 3 bulan atau pagar sedikit 1 kalipada
pemeriksaan pertama pada triwulan pertama dan sekali lagi padatriwulan
akhir.

Pengaruh Anemia terhadap Kehamilan, Persalinan dan Nifas

1)

Keguguran 2)

Partus prematurus 3)

Partus lama karena inersia uteri 4)

Perdarahan pos partum karena atonia uteri 5)

Syok 6)
Infeksi, baik intrapartum juga postpartum 7)

Anemia yang sangat berat adalah Hb dibawah 4 gr% terjadi payah


jantung,yang bukan saja menyulitkan Kehamilan dan persalinan, bahkanbisa
fatal

2.2.3

Pengaruh Anemia Terhadap Hasil Konsepsi :

Hasil konsepsi (janin, placenta, darah) membutuhkan zat besi dalam jumlah
untuk pembuatan butir-butir darah merah besar dan pertumbuhannya, yaitu
sebanyak berat besi. Jumlah ini merupakan 1/10 dari seluruh besi dalam
tubuh. Terjadinya anemia dalam kehamilan bergantung dari jumlah persediaan
zat besi dalam hati, limpa, dan sum-sum tulang. Selama masih mempunyai
cukup persediaan zat besi, Hb tidak akan turun dan bila persediaan ini habis,
Hb akan turun. Ini terjadi pada bulan ke 5-6 kehamilan, pada waktu janin
membutuhkan zat besi. Bila terjadi anemia, pengaruhnya terhadap konsepsi á
dalah : a

Kematian mudigah (Keguguran) b

IUFD c

Prematuritas d

Kematian janin waktu lahir (stillbirth) e


Dapat terjadi cacat-bawaan Klasifikasi Anemia Dalam Kehamilan 1)

Anemia defisiensi besi (62,3%) Anemia dalam kehamilan yang paling sering
dijumpai adalah anemia akibat kekurangan besi. Kekurangan ini dapat
disebabkan

12

karena kurangnya masukan unsur besi dalam makanan karena gangguan


resorpsi, gangguan penggunaan atau karena terlampau banyaknya besi keluar
dari badan, misalnya karena perdarahan. Kebutuhan zat besi bertambah dalam
kehamilan, terutama dalam trimester terakhir. Apabila masuknya zat besi tidak
ditambah, maka akan mudah terjadi anemia defisiensi besi, lebih-lebih pada
kehamilan kembar Pencegahan : Didaerah-daerah dengan frekuensi kehamilan
yang tinggi sebaiknya wanita hamil diberi sulfasferosus cukup 1 tablet sehari.
Selain itu wanita dinasehatkan pula untuk makan lebih banyak protein dan
sayur

sayur yang banyak mengandung mineral dan vitamin 2)

Anemia megaloblastik (29,0%) Biasanya berbentuk makrositik atau pernisiosa.


Terjadi akibat kekurangan asam folat, jarang sekali akibat karena kekurangan
Vitamin B12. Biasanya karena malnutrisi dan infeksi yang kronik. Penanganan :
a.

Pemberian asam folat, biasanya bersamaan dengan pemberian Sulfas ferosus


b.
Diet makanan yang bergizi (tinggi kalori dan protein) Ditemukan pada wanita
yang tidak mengkonsumsi sayuran segar atau kandungan protein tinggi 3)

Anemia hipoplastik (8,0%) Disebabkan oleh hipofungsi sumsum tulang,


membentuk sel-sel darah merah baru. Untuk diagnosis diperlukan

13

pemeriksaan-pemeriksaan darah tepi lengkap, pemeriksaan pungsi sternal,


pemeriksaan retikulosit, dan lain-lain. Terapi dengan obat-obatan tidak
memuaskan, mungkin pengobatan yang paling baik yaitu tranfusi darah, yang
perlu sering diulang. 4)

Anemia hemolitik (sel sickle) (0,7%) Disebabkan penghancuran / pemecahan


sel darah merah yang langsung cepat dari pembuatannya. Misalnya disebabkan
karena malaria, racun ular. Wanita dengan anemia hemolitik sukar menjadi
hamil. Apabila ia hamil maka anemianya biasanya menjadi lebih berat.
Sebaliknya mungkin pula bahwa kehamilan menyebabkan krisis hemolitik pada
wanita yang sebelumnya tidak menderita anemia. Gejala utama adalah anemia
dengan kelainan-kelainan gambaran darah, kelelahan, kelemahan, serta gejala
komplikasi bila terjadi kelainan pada organ-organ vital. Pengobatan
bergantung pada jenis anemia hemolitik serta penyebabnya, bila disebabkan
oleh infeksi maka infeksinya diberantas dan diberikan obat-obatan penambah
darah. Namun, pada beberapa jenis obat-obatan, hal ini memberi hasil. Maka
darah berulang dapat membantu penderita ini.

2.3

Penyakit Jantung

Kehamilan dan penyakit jantung akan saling mempengaruhi pada individu yang
bersangkutan. Kehamilan akan memberatkan penyakit jantung. Sebaliknya,
penyakit jantung akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembanganjanin
dalam kandungan, lain halnya pada kehamilan dengan jantung yang normal.
Tubuh dapat menyesuaikan diri terhadap