Anda di halaman 1dari 36

Kode/Nama Rumpun Ilmu: 132/Geografi

USULAN
PENELITIAN DOSEN PEMULA

PEMANFAATAN MEDIA CETAK UNTUK ANALISIS KERUANGAN


TINGKAT KRIMINALITAS DI KAWASAN PERKOTAAN
(STUDI KASUS TINGKAT KRIMINALITAS DI KOTA PADANG
DARI TAHUN 2015-2016)

Oleh:

1. Elvi Zuriyani, M.Si (Ketua)


NIDN: 1027058302
2. Rika Despica, S.P.d. M.Si (Anggota)
NIDN: 1018098401

SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN


(STKIP) PGRI SUMATERA BARAT
MEI 2016
HALAMAN PENGESAHAN

Judul Penelitian : Pemanfaatan Media Cetak Untuk Analisis Keruangan


Tingkat Kriminalitas di Kawasan perkotaan
(Studi Kasus Tingkat Kriminalitas di Kota
Padang dari tahun 2015-2016)
Kode/Nama Rumpun Ilmu : 132/ Geografi
Peneliti
a. Nama lengkap : Elvi Zuriyani, M.Si
b. NIDN : 1027058302
c. Jabatan Fungsional : Asisten Ahli Tk. I / III.b
d. Program Studi : Pendidikan Geografi
e. Nomor HP : 085273302804
f. Alamat surel (e-mail) : Pephy27@gmail.com

Anggota Peneliti (1)


a. Nama Lengkap : Rika Despica, S.Pd, M.Si
b. NIDN : 1018098401
c. Perguruan Tinggi : STKIP PGRI Sumatera Barat

Mengetahui Padang, 7 Mei 2016


Ketua STKIP PGRI Ketua Peneliti,

(Dr. Zusmelia, M.Si) ( Elvi Zuriyani, M.Si)


NIP: 196604101991012001 NIDN. 1027058302

Menyetujui
Ketua UP3M

(Vilia Angraini, M.Pd)


NIDN. 1023028401
i

IDENTITAS DAN URAIAN UMUM

1. Judul Penelitian: Pemanfaatan Media Cetak Untuk Analisis


Keruangan Tingkat Kriminalitas di Kawasan perkotaan
(Studi Kasus Tingkat Kriminalitas di Kota Padang dari
tahun 2015-2016)
2. Tim Pelaksana
No Nama Jabatan Bidang Instansi Asal Alokasi Waktu
Keahlian (Jam/Minggu
1 Elvi Zuriyani, Anggota Geografi STKIP 32 Minggu
M.Si (Perencanana PGRI
Wilayah Sumbar
Kota)
2 Despica, S,Pd, Ketua Perencanaan STKIP 32 Minggu
M.Si Wilayah PGRI
Pedesaan Sumbar
(PWD)
3 Ari zela Putra Asisten Pendidikan STKIP 13 Minggu
Ulni, M.Pd Geografi PGRI
Sumbar

3. Objek Penelitian (khalayak sasaran) jenis material yang akan di teliti dan segi
penelitian):
- Kejadian kriminalitas yang terjadi di kota padang
- memetakan lokasi kejadian kriminalitas di kota padang

4. Masa pelaksanaan
Mulai : Januari 2017
Berakhir : Desember 2017
5. Usulan Biaya DPRM Dirjen Penguatan Risbang
 Tahun ke- 1 : Rp 25.029.000,-
6. Lokasi Penelitian (lab/Studio/lapangan) : Kota Padang
7. Intansi lain yang terlibat ( jika ada, dan uraikan apa kontribusinya) : Pos Metro
Padang, ini diperlukan untuk penyedia data/ berita tentang kriminalitas di

ii
kota padang dengan demikian memudahkan peneliti untuk memetakan
wilayah rawan kriminalitas yang ada di kota padang.
8. Temuan yang di targetkan (penjelasan gejala atau kaidah, metode, teori atau
antisipasi yang dikontribusikan pada bidang ilmu:
Target dari penelitian ini adalah, memetakan wilayah kriminalitas di kota
padang dengan menentukan titik- titik kriminalitas yang sering terjadi
dengan mengumpulkan informasi dari pos metro padang, sehingga dapat
dibuat peta sebaran keruangan kejadian kriminalitas di Kota Padang.
9. Kontribusi yang mendasar pada bidang ilmu : Dari kegiatan penelitian ini
mampu memetakan fenomena sosial yang terjadi di kota Padang yaitu
Kriminalitas, hal ini mampu memberikan informasi keruangan kepada
masyarakat untuk selalu berhati-hati dan untuk kepolisian berguna untuk
berjaga-jaga pada wilayah yang dipetakan tersebut demi tercapinya keamanan
dan ketertiban di wilayah kota Padang sehingga mampu menekan angka
kriminalitas di kota Padang.
10. Jurnal Ilmiah yang menjadi sasaran: Jurnal nasional Terakreditasi
11. Rencana luaran HKI, buku Purwarupa atau luaran lainnya yang ditargetkan,
tahun rencana perolehan atau penyelesaiannya.
Buku ajar, Prosiding dan jurnal nasional Terakreditasi
iii

DAFTAR ISI

Halaman
HALAMAN PENGESAHAN......................................................................... i
IDENTITAS DAN URAIAN UMUM ........................................................... iii
DAFTAR ISI .................................................................................................... iv
RINGKASAN .................................................................................................. v
BAB I PENDAHULUAN
A. Analisis Situasi .......................................................................... 1
B. Permasalahan Mitra .................................................................. 2
BAB II. TINJAUAN PUSTAKA................................................................ 3
BAB III. METODE PELAKSANAAN........................................................ 10
BAB IV BIAYA DAN JADWAL PENELITIAN...................................... 13
4.1. Biaya Kegiatan ....................................................................... 13
4.2. Jadwal Kegiatan ...................................................................... 13
DAFTAR PUSTAKA..................................................................................... 14
LAMPIRAN
1. Rincian Biaya Kegiatan............................................................ 16
2. Susunan Organisasi Tim Peneliti dan Pembagian Tugas.......... 19
3. Biodata Ketua dan Tim Pengusul............................................. 20
4. Surat Pernyataan Kesediaan Kerjasama kedua Mitra............... 29
RINGKASAN
iv

Penelitian ini bertujuan untuk memetakan sebaran keruangan kriminalitas di


Kota Padang berdasarkan berita di Harian Pos Metro Padang tahun 2015-2016, dan
memetakan jenis dan motif kriminalitas yang terjadi di Kota Padang.
Jenis penelitian ini tergolong pada penelitian deskriptif, yang menggunakan
data kuantitatif. Kegiatan penelitian ini mampu memetakan fenomena sosial yang
terjadi di kota Padang yaitu kriminalitas, hal ini mampu memberikan informasi
kepada masyarakat dan pihak terkait berhubungan dengan tindakan kriminalitas
yang terjadi di Kota Padang. Berdasarkan peta yang telah dibuat maka dapat
dianalisis ciri-ciri keruangan terjadinya tindak kriminalitas. Hal ini akan menentukan
apakah tindak kriminalitas itu terjadi di kawasan perkotaan atau di kawasan pinggiran
kota atau bahkan bisa terjadi di kawasan pedesaan. Hal ini akan menunjukkan apakah
kondisi wilayah, kondisi penduduk maupun tingkat sosial ekonomi masyarakat
tertentu dapat mempengaruhi terjadinya tindak kejahatan.
Adapun penelitian ini bertujuan untuk memetakan sebaran keruangan
kriminalitas di Kota Padang berdasarkan berita di Harian Pos Metro Padang tahun
2015-2016, memetakan jenis dan motif kriminalitas yang terjadi di Kota Padang,
mengetahui dan menganalisis ciri-ciri Lokasi sebaran kriminalitas di Kota Padang
berdasarkan berita di Harian Pos Metro Padang.
Data yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah data sekunder berupa
informasi atau berita mengenai kriminalitas yang termuat dalam koran Pos Metro
Padang, data lokasi, jenis kriminalitas dan motif kriminalitas, dan data-data sekunder
kependudukan (sosio demografi) serta data penggunaan lahan yang kemudian
dianalisis dengan menggunakan analisis SIG dan analisis keruangan yang
menggunakan alat analisis Arc View GIS 3.3 serta analisis deskriptif yang
menjelaskan karakteristik wilayah terjadinya tindak kriminalitas.

Kata Kunci : media cetak, analisis keruangan, kriminalitas, kawasan perkotaan


v
BAB I. PENDAHULUAN

Kota Padang adalah Ibukota provinsi Sumatera Barat yang terletak di


pantai barat pulau Sumatera. Kota Padang memiliki luas wilayah 694,96 km2,
yang terdiri dari 11 Kecamatan. Sebagai ibukota provinsi Sumatera Barat, kota
Padang merupakan salah satu pusat ekonomi, pusat pendidikan, pusat
perdagangan, pusat perkantoran dan memiliki beragam alat transportasi untuk
menjangkau wilayah lain baik dalam provinsi maupun diluar provinsi Sumatera
Barat. Karena hal tersebut, tentunya akan terjadi pergerakan penduduk baik dari
kota Padang sendiri maupun dari daerah lain di luar Kota Padang. Tentunya hal
tersebut akan mendatangkan dampak positif dan dampak negatif bagi kehidupan
sosial ekonomi masyarakat di Kota Padang.
Sebagai sebuah kawasan Perkotaan, kota Padang juga tentunya tidak
terlepas dari tindakan kriminalitas. Berdasarkan pendapat berbagai ahli tingkat
kriminalitas sendiri dipengaruhi oleh kesempatan untuk menjadi pencuri (Sir Francis
Bacon, 1600), kehendak bebas, keputusan yang hedonistik, dan kegagalan dalam
melakukan kontrak sosial (Voltaire & Rousseau, 1700), sifat-sifat antisosial bawaan
(Cesare Lombroso, 1835-1909), hukuman yang diberikan pada pelaku tidak
proporsional (Teoritisi Klasik Lain), dan kemiskinan (Aristoteles) (Yuliandarmaji,
2013).
Berdasarkan data yang dihimpun oleh numbeo.com dalam
boyendratamin.com (2015), indeks kejahatan pada tahun 2015, Indonesia berada pada
peringkat ke 68 dari 147 negara. Tindak kejahatan di Indonesia terus mengalami
peningkatan setiap tahunnya. Sepanjang tahun 2013 terjadi 324.084 kasus kejahatan
di Indonesia. Dalam perhitungan BPS, selama periode 2013 setiap 1 menit 32 detik
terjadi terjadi 1 tindak kriminal di Indonesia. Sementara itu dari 100.000 orang di
Indonesia, 140 orang diantaranya beresiko terkena tindak kejahatan ( crime rate).
Berdasarkan Biro Pengendalian Operasi Mabes Polri pada tahun 2013 jumlah
kejahatan yang dilaporkan menurut kepolisian daerah dari tahun 2011-2013, di
Sumatera Barat adalah 11.695 (tahun 2011), 13.468 (tahun 2012) dan 14.324 (tahun
2013). Berdasarkan data tersebut terlihat bahwa terjadi peningkatan tindak
kriminalitas yang terjadi di wilayah Provinsi Sumatera Barat.

1
Berdasarkan data tindak kriminalitas yang terjadi khususnya di Kota Padang,
selain dapat diperoleh melalui data-data kepolisian, kita juga dapat memanfaatkan
media cetak seperti Koran untuk melihat sebaran keruangan terjadinya tindak
kejahatan. Dalam hal ini media cetak berupa Koran yang terbit setiap harinya dapat
dijadikan sebagai perantara untuk mengetahui sebaran keruangan tindak kejahatan
yang terdiri dari lokasi tindak kejahatan, jenis kejahatan, motif kejahatan serta ciri-
ciri lokasi tempat terjadinya tindak kejahatan.
Alasan mengambil media koran sebagai sumber data mengenai tindak
kriminalitas adalah, bahwa dalam media koran khususnya Koran Pos Metro Padang
sebagai salah satu media penyampai informasi yang memang khusus memuat
informasi mengenai tindak kriminalitas. Yang mana akan mempunyai penyampaian
berita yang lebih detil dan lebih lengkap dibandingkan jika kita hanya meminta data
sekunder dari instansi tertentu. Setelah data tindak kriminalitas dihasilkan, maka
selanjutnya dapat dianalisis dengan menggunakan analisis SIG (Sistem Informasi
Geografis) yang menyajikan data mengenai lokasi sebaran kriminalitas pada tahun
2015-2016 di Kota Padang. Berdasarakan analisis tersebut maka akan menghasilkan
peta sebaran keruangan tingkat kriminalitas di Kota Padang.
Selanjutnya berdasarkan peta yang telah dibuat maka dapat dianalisis ciri-ciri
keruangan terjadinya tindak kriminalitas. Hal ini akan menentukan apakah tindak
kriminalitas itu terjadi di kawasan perkotaan atau di kawasan pinggiran kota atau
bahkan bisa terjadi di kawasan pedesaan. Hal ini akan menunjukkan apakah kondisi
wilayah, kondisi penduduk maupun tingkat sosial ekonomi masyarakat tertentu dapat
mempengaruhi terjadinya tindak kejahatan.
Berdasarkan rumusan masalah yang dijelaskan tersebut, maka peneliti tertarik
melakukan penelitian dengan judul “Pemanfaatan Media Cetak Untuk Analisis
Keruangan Tingkat Kriminalitas Di Kawasan Perkotaan (studi kasus
tingkatkriminalitas di kota padang dari Tahun 2015-2016”)

Adapun penelitian ini bertujuan untuk


1. Memetakan sebaran keruangan kriminalitas di Kota Padang berdasarkan
berita di Harian Pos Metro Padang tahun 2015-2016
2. Memetakan jenis dan motif kriminalitas yang terjadi di Kota Padang
3. Mengetahui dan menganalisis ciri-ciri Lokasi sebaran kriminalitas di Kota

2
Padang berdasarkan berita di Harian Pos Metro Padang

Berdasarkan rumusan masalah dan tujuan penelitian yang telah disampaikan maka
penelitian ini mempunyai luaran yang akan dicapai, disajikan pada tabel berikut ini:

Tabel 1. Rencana Target Capaian


No Jenis Luaran Indikator Capaian
1 Publikasi Ilmiah di jurnal nasional (Terakreditasi) published
2 Pemakalah dalam pertemuan ilmiah Nasional Sudah dilaksanakan
Lokal Sudah Dillaksanakan
3 Buku ajar Draft
4 Luaran Lainnya Tidak ada
5 Tingkat Kesiapan Teknologi 3

BAB. 2. TINJAUAN PUSTAKA


2.1. Kriminalitas
Kriminalitas menurut kamus besar bahasa Indonesia adalah sama dengan
kejahatan (pelanggaran yang dapat dihukum) yaitu perkara kejahatan yang dapat
dihukum menurut Undang-Undang. Sedangkan pengertian kriminalitas menurut
istilah diartikan sebagai suatu kejahatan yang tergolong dalam pelanggaran hukum
positif (hukum yang berlaku dalam suatu negara). Pengertian kejahatan sebagai unsur
dalam pengertian kriminalitas, secara sosiologis mempunyai dua unsur yaitu: 1)
Kejahatan itu ialah perbuatan yang merugikan secara ekonomis dan merugikan secara
psikologis. 2) Melukai perasaan susila dari suatu segerombolan manusia, di mana
orang-orang itu berhak melahirkan celaan.
Kriminalitas dapat dikategorikan ke dalam dua aspek, yaitu aspek hukum dan
non-hukum. Menurut aspek hukum, tindakan kriminal adalah pelanggaran undang-
undang kriminal yang bertujuan untuk menjaga tatanan keamanan individu,
kepemilikan, dan hak seseorang yang membawahi suatu wilayah hukum tertentu.
Beberapa contohkejadian menurut aspek ini adalah pembunuhan, pencurian, dan
pelanggaran lalu lintas. Sedangkan dari aspek nonhukum, kejadian kriminal adalah
suatu kegiatan yang melanggar norma-norma sosial dalam suatu masyarakat. Sebagai
contohnya adalah kegiatan prostitusi, percobaan bunuh diri, dan aborsi (Ahmadi,
2003 dalam Yuliandarmaji, 2013).
Berdasarkan Chen et al. (2004) dalam Yuliandarmaji, (2013) tindakan kriminal

3
terbagi dalam beberapa kategori menurut tingkatan wilayahnya, yaitu wilayah lokal
dan nasional/internasional. Secara lokal, tindakan kriminal dapat dibagi menjadi
dalapan kategori, yaitu:
1. Pelanggaran lalu lintas, sperti melanggar lampu merah, tabrak lari, dan
mengemudi dalam keadaan mabuk.
2. Kejahatan seksual, seperti prostitusi, pemerkosaan, dan pelecehan seksual.
3. Pencurian, seperti pencurian rumah dan kendaraan bermotor.
4. Arson, seperti membakar rumah dengan sengaja.
5. Obat terlarang, seperti memiliki dan menjual obat terlarang.
6. Kejahatan dengan kekerasan, seperti pembunuhan, penyerangan dengan
senjata tajam dan perampokan dengan senjata api.
7. Penipuan, sperti pencucian uang, korupsi, dan pemalsuan.
8. Cybercrime, seperti penipuan kartu kredit lewat internet.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh numbeo.com dalam


boyendratamin.com (2015), indeks kejahatan pada tahun 2015, Indonesia berada pada
peringkat ke 68 dari 147 negara. Tindak kejahatan di Indonesia terus mengalami
peningkatan setiap tahunnya. Sepanjang tahun 2013 terjadi 324.084 kasus kejahatan
di Indonesia. Dalam perhitungan BPS, selama periode 2013 setiap 1 menit 32 detik
terjadi terjadi 1 tindak kriminal di Indonesia. Sementara itu dari 100.000 orang di
Indonesia, 140 orang diantaranya beresiko terkena tindak kejahatan ( crime rate).
Berdasarkan Biro Pengendalian Operasi Mabes Polri pada tahun 2013 jumlah
kejahatan yang dilaporkan menurut kepolisian daerah dari tahun 2011-2013, di
Sumatera Barat adalah 11.695 (tahun 2011), 13.468 (tahun 2012) dan 14.324 (tahun
2013). Berdasarkan data tersebut terlihat bahwa terjadi peningkatan tindak
kriminalitas yang terjadi di wilayah Provinsi Sumatera Barat. Pada tabel berikut dapat
terlihat jumlah kejadian yang dilaporkan menurut polda tahun 2013.

4
Tabel
jumlah kejahatan yang dilaporkan menurut Polda Tahun 2013

Tabel jumlah kejahatan yang dilaporkan menurut Polda Tahun 2013

5
2.2. Pandangan Spasial Tentang Kriminalitas
Studi mengenai kriminalitas di dominasi oleh penelitian kriminologi, sosiologi,
dan perspektif hukum. Tetapi saat ini dengan adanya banyak geografer profesional
yang mengkaji atau meneliti mengenai kriminalitas, banyak kriminolog yang
mengkaji melihat kriminalitas dari pandangan spasial dan ekologi. Lawman (1986)
dalam Yuliandarmaji (2013) membuat empat tahapan dimana pandangan spasial dan
ekologi dipergunakan dalam kajian kriminalitas pada kurun waktu 150 tahun terakhir.
Tahap pertama adanya sekolah pemetaan kriminalitas yang berdiri di Prancis dan
menyebar ke negara eropa lainnya seperti Ingris dari tahun 1830 – 1880. Tahap kedua
adalah berdirinya Chicago ecological school tahun 1920an dan 1930an, selanjutnya
diikuti oleh tahapan ketiga yaitu sekolah analisis pemetaan pada tahun 1950an.
Tahapan terakhir dan saat ini adalah geografi kriminal dan kriminalitas berbasis
lingkungan (Lawman, 1982).
Sekolah pemetaan berpengaruh terhadap perkembangan kriminalitas berbasis
spasial dan lingkungan karena sekolah tersebut sering mempergunakan peta untuk
menggambarkan daerah dan variasi musiman pola kriminal. Herbert (1982)
mengindentifikasi perbedaan variasi musim pola, dia menyimpulkan bahwa
kriminalitas seperti pencurian sering terjadi pada saat musim dingin di Prancis bagian
utara. Sementara terjadi kriminal dengan aktifitas fisik pada musim panas di Prancis
bagian selatan.
Spasial ekologi kriminal sudah dikembangkan di sekolah kriminalitas Chicago
berdasarkan hasil penelitian dari Shaw dan McKay ((Herbert, 1982); Dun, 1980).
Shaw dan McKay menggunakan data kriminlaitas di Chicago untuk memetakan
penyerangan remaja dengan peta titik. Menurut Herbert, (1982) dalam Yuliandarmaji
(2013). Pemetaan tersebut memperlihatkan sebaran dan laju kriminalitas dan
menunjukkan variasi spasial terjadinya kenakalan remaja. Peta tersebut
mengidentifikasi perubahan dari pusat ke pinggiran kota dalam hal tempat tinggal
(asal) pelaku penyerangan, sehingga dapat disimpulkan bahwa kejadian terpusat pada
daerah dekat dengan pusat kota.
Tahapan terakhir atau saat ini adalah sudut pandang spasial kriminal. Geografi
kriminal muncul sebagai hasil dari hadirnya geographer dalam analisis kriminalitas.

6
Hal ini berpengaruh besar terhadap perkembangan modern analisis keruangan dan
lingkungan dalam kajian kriminalitas (Herbert, 1982 dalam Yuliandarmaji, 2013).
Gwin. S (2011), mengemukakan bahwa pola spasial kriminal adalah sekelompok
dua atau lebih kejahatan yang dilaporkan atau ditemukan oleh polisi sesuai kondisi
berikut: memiliki kesamaan dalam jenis kejahatan; perilaku dari pelaku atau korban;
karakteristik pelaku, korban atau target; properti diambil; atau loaksi dari terjadinya;
melalui penggambaran, letak distribusi, relasi dan interrelasinya.
Selanjutnya menurut Piwowar (2006) Teori pola spasial kriminal yang
berdasarkan pada Enviromental Criminology menyebutkan dua aspek utama
kejahatan yaitu meliputi dorongan ( motivasi) dan kesempatan (opportunity). Aspek
kedua yaitu lokasi kejahatan yang meliputi mobilitas ( mobility), kesadaran ruang
(awarnes space), sasaran yang tepat ( good target) dn ppilihan (choice). Dua aspek
diatas memeliki empat dimensi yaitu legal dimension : A law be brokent; Victim
dimension : someone or something has be targeted ; Offender dimension ; Someone
has to do the crime; Spatial dimension ; It has to happen somewhere.. but where.

2.3. Media Informasi


Beberapa waktu terakhir ini, banyak terjadi kejahatan atau perilaku jahat di
masyarakat. Dari berbagai media, baik elektronik maupun cetak, kita selalu
mendengar dan mengetahui adanya kejahatan atau perilaku jahat yang dilakukan
oleh anggota masyarakat. Fakta menunjukkan bahwa semua tipe kejahatan
semakin bertambah jumlahnya dengan semakin lajunya perkembangan
industrialisasi dan urbanisasi. Penyakit sosial atau penyakit masyarakat adalah
segala bentuk tingkah laku yang di anggap tidak sesuai, melanggar norma-norma
umum, adat-istiadat, hukum formal , atau tidak bisa diintegrasikan dalam pola
tingkah laku umum (Fadli. N, 2015).
Penemu pertama Media Cetak adalah Johannes Gutenberg pada tahun 1455
terutama di Negara Eropa. Perkembangan awal terlihat dari penggunaan daun atau
tanah liat sebagai medium bentuk media sampai percetakan. Gutenberg mulai
mencetak Bible melalui teknologi cetak yang telah ditemukannya. Teknologi
mesin cetak Gutenberg mendorong juga peningkatan produksi buku menjadi
hitungan yang tidak sedikit. Teknologi percetakan sendiri menciptakan

7
momentum yang justru menjadikan teknologi ini semakin mendorong dirinya
untuk berkembang lebih jauh. Lanjutan dari perkembangan awal media cetak
adalah dimana perkembangan teknologi yang belum berkembang, yaitu media
cetak dibuat memakai mesin tik untuk membuat suatu iklan produk sedangkan
gambar-gambar atau animasi yang memperbagus iklan produk itu dibuat secara
manual dengan menggunakan pena. Tanda-tanda perkembangan media cetak
adalah melek huruf ( kemampuan untuk baca-tulis ).
Memang melek huruf adalah kondisi yang dipunyai oleh kaum elite. Bahasa
yang berkembang pun hanya beberapa bahasa pokok, bahasa latin – misalnya.
Perkembangan pendidikan pada abad 14 juga mendorong perkembangan orang
yang melek huruf. Perkembangan media cetak sekarang yaitu didukungnya
perkembangan teknologi yang sudah berkembang, sehingga dapat memudahkan
orang untuk membuat suatu iklan yang lebih kreatif dan atraktif. Dapat dijelaskan
bahwa perubahan perkembangan awal media cetak dan perkembangan sekarang
media cetak adalah didukung perkembangan teknologi yang semakin canggih.
Sehingga membawa perubahan pada bagian bentuk, format, struktur, tekstur dan
model dari iklan tersebut, akan tetapi perkembangan teknologi tidak
mempengaruhi atau mengubah isi dari suatu iklan yang muncul di media.
Pembuatan media cetak sekarang dengan teknologi yang canggih adalah dengan
menggunakan komputer untuk mendesain iklan suatu produk dengan
menggunakan grafis dan dicetak dengan printer.
Perkembangan teknologi media cetak yang berkaitan dengan perkembangan
media cetak itu sendiri seperti munculnya majalah, Koran, surat-surat kabar yang
isinya tentang artikel yang bertemakan politik, kesenian, kebudayaan, kesustraan,
opini-opini public dan informasi tentang kesehatan dapat mewarnai kehidupan
masyarakat. Misalnya dalam artikel yang bertemakan politik, bahwa politik yang
semakin menjamu dalam Negara. Kemudian peristiwa-peristiwa penting yang
mempengaruhi sejarah kehidupan masyarakat. Surat kabar atau yang biasa disebut
Koran adalah salah satu media cetak jurnalisme dimana isinya memuat artikel-
artikel tentang seputar informasi-informasi atau berita tentang seputar kehidupan
manusia, mulai dari yang bertemakan politik, kesehatan, hukum, sosial, ekonomi

8
sampai periklanan (Riyadia, 2012).

Koran Pos Metro Padang

Pos Metro Padang adalah sebuah surat kabar harian yang terbit di
Padang, Indonesia. Surat kabar ini termasuk dalam grup Jawa Pos. Kantor
pusatnya terletak di kota Padang. Koran ini pertama kali terbit tahun 2001. Koran
ini umumnya memberitakan tentang hiburan, nasional, olahraga dan berita-berita
terkait dengan isu-isu terkini dan kejadian penting lainnya. Namun untuk koran
Pos Metro Padang, Headline yang selalu ditampilkan adalah beberapa berita
kriminal yang terkadi di kota Padang maupun daerah lainnya di Sumatera Barat.

2.4. Analisis Keruangan


Sistem Informasi Geografis (SIG) adalah sistem yang berbasiskan
komputer yang digunakan untuk menyimpan dan memanipulasi informasi-
informasi geografis. SIG dirancang untuk mengumpulkan, menyimpan dan
menganalisis objek-objek dan fenomena dimana lokasi geografi merupakan
karateristik yang penting atau kritis untuk dianalisis. Sistem Informasi Geografis
merupakan sistem komputer yang memiliki kemampuan dalam menangani data
yang bereferensi geografis yaitu masukan data, manajemen data (penyimpanan
dan pemanggilan kembali), analisis, manipulasi data, serta keluaran sebagai hasil
akhir (Setiadi, dkk., 2015).
Penggunaan SIG sering kali didukung dengan penggunaan data
penginderaan jauh seperti citra satelit yang dapat digunakan untuk memetakan
keberagaman informasi karakteristik area seperti tumbuh-tumbuhan, air, geologi
baik dalam ruang dan waktu. Citra satelit dapat memberikan gambaran dan
menyediakan informasi lingkungan yang sangat berguna dari area dengan skala
bervariasi dari keseluruhan benua sampai area yang sangat kecil (Fauzi, 2004).
Banyak jenis bencana seperti banjir, gempa bumi dan bencana lainya mempunyai
tanda-tanda yang dapat dideteksi oleh satelit. Penginderaan jauh juga
memungkinkan pengawasan (monitoring) kejadian bencana ketika bencana
tersebut terjadi (Fauzi. Y, dkk,. 2012)

9
Arcview merupakan salah satu perangkat lunak GIS yang populer dan
paling banyak digunakan untuk mengelola data spasial. Arcview dibuat oleh ESRI
(Environmental Systems Research Institute). Arcview dapat mengelola data,
menganalisa dan membuat peta serta laporan yang berkaitan dengan data spasial
bereferensi geografis. Arc View merupakan salah satu perangkat lunak SIG dan
pemetaan Generasi ke-2 setelah Arcinfo yang dikembangkan oleh Environmental
Systems Research Institute (ESRI). Dengan ArcView kita dapat melakukan
visualisasi data spasial dan data tabular, menganalisis data secara geografis,
melakukan perhitungan statistik dan sebagainya. ArcView merupakan salah satu
perangkat lunak desktop Sistem Informasi Geografis dan pemetaan.
Kemampuankemampuan perangkat SIG Arc View ini secara umum dapat
dijabarkan sebagai berikut : 1. Pertukaran data : membaca dan menuliskan data
dari dan ke dalam format perangkat lunak SIG lainnya. 2. Melakukan analisis
statistik dan operasioperasi matematis. 3. Menampilkan Informasi (basisdata)
spasial maupun atribut. 4. Menjawab query spasial maupun atribut. 5. Melakukan
fungsi-fungsi dasar SIG. 6. Membuat peta tematik. ArcView GIS saat ini telah
tergabung ke dalam jajaran perangkat lunak “mainstream” seperti halnya
spreadsheets, database dan semakin luas jelajah bidang aplikasinya, semakin
dibutuhkan dan populer. ArcView GIS memiliki ciri khas arsitektur perangkat
lunak yang dapat diperluas dan menyediakan scalable platform untuk proses-
proses komputasi dan analisis-analisis yang diperlukan di dalam SIG. Arsitektur
ini diimplementasikan sebagai sekumpulan modul-modul “plug-in” yang daat
disesuaikan dan dikombinasikan untuk memperluas secara dramatis
kemampuankemampuan fungsionalitas perangkat lunak ArcView GIS (Putra,
2012).
Pos Metro Padang adalah sebuah surat kabar harian yang terbit di
Padang, Indonesia. Surat kabar ini termasuk dalam grup Jawa Pos. Kantor
pusatnya terletak di kota Padang. Koran ini pertama kali terbit tahun 2001. Koran
ini umumnya memberitakan tentang hiburan, nasional, olahraga dan masih banyak
lagi. Sepanjang sejarahnya, Koran Pos Metro Padang juga memuat berita-berita
terkait dengan kriminalitas, terutama di halaman awal (Hedline) Koran Pos Metro

10
Padang. Karena itulah berbagai berita tentang kriminalitas ini dapat dilihat dari
Berita di Harian Pos Metro Padang, sebagai acuan untuk melihat keruangan
kejadian kriminalitas khususnya di Kota Padang.
BAB. 3. METODE PENELITIAN
Jenis penelitian ini tergolong pada penelitian deskriptif, yang menggunakan
data kuantitatif.
3.1. Tahapan penelitian
Adapun tahapan penelitian yang dilaksanakan dalam penelitian ini dapat
disajikan dalam tabel berikut ini:
Tabel 3.1. Tahapan penelitian
Tahap 1 Observasi awal dan pengamatan mengenai fenomena kriminalitas
(Observasi) yang terjadi di Indonesia (secara umum) dan di Kota Padang (secara
khusus)
Tahap 2 Pengumpulan data dan informasi awal mengenai tingkat
(Pengumpulan kriminalitas di Kota Padang
data awal)
Tahap 3 - Pengumpulan data lanjutan mengenai kriminalitas di Kota Padang
(Pengumpulan melalui berita di Koran Pos Metro Padang.
data lanjutan) - Pengumpulan data jenis dan motof kriminalitas yang terjadi
- Pengumpulan data ciri-ciri lokasi kriminalitas yang terjadi
Tahap 4 Pengolahan data sekunder yang telah diambil untuk menghasilkan
(Pengolahan peta sebaran keruangan kriminalitas di Kota Padang dan Peta
data) sebaran jenis dan motif kriminalitas yang terjadi.
Tahap 5 Melakukan analisis ciri-ciri keruangan lokasi kriminalitas di Kota
Padang (data sosio demografi dan data pemanfaatan lahan)

3.2. Lokasi Penelitian


Penelitian ini dilakukan di Kota Padang, dan pengambilan data dilakuakan di
Kantor Koran Pos Metro Padang.
3.3. Peubah yang diamati atau diukur
Berdasarkan tujuan penelitian yang telah dikemukakan, maka terdapat
beberapa peubah yang akan diukur dilapangan, yaitu lokasi kriminalitas, jenis
kriminalitas yang terjadi, frekwensi kriminalitas, motif kriminalitas,dan ciri-ciri
lokasi terjadinya kriminalitas. Variabel dalam penelitian yang telah didapatkan ini
kemudian akan diukur dan dianalisis dengan menggunakan beberapa alat analisis,
yaitu:

11
1. Menggunakan Software SIG yaitu Arc View GIS 3.2 untuk menghasilkan
peta sebaran keruangan (pola dan trend) kriminalitas di Kota Padang yang
mana dihasilkan dari peta dasar yaitu Peta administrasi Kota Padang, Peta
Penggunaan Lahan Kota Padang.
2. Mengunakan analisis deskriptif keruangan untuk menjelaskan ciri-ciri
lokasi kriminalitas yang terjadi dengan menggunakan data-data sosio
demografi dan data penggunaan lahan Kota Padang.
3.4. Teknik Pengumpulan dan Analisis Data
Berdasarkan peubah yang diamati dan diukur, maka dalam tabel berikut ini
disajikan teknik pengumpulan dan analisis data:
Tabel 3.4. Teknik Pengumpulan dan Analisis Data
Jenis data (peubah Sumber data Teknik Teknik Analisis data
yang diukur) pengumpulan data
Data Sekunder:

1. Lokasi Koran Pos Metro Pencatatan Analisis keruangan


kriminalitas Padang (Melakukan ploting titik
koordinat lokasi
kriminalitas dengan
metode SIG)
2. Jenis Koran Pos Metro Pencatatan Analisis deskriptif dan
kriminalitas Padang analisis keruangan
Analisis keruangan
dengan metode SIG
3. Motif Koran Pos Metro Pencatatan Analisis deskriptif dan
kriminalitas Padang analisis keruangan
dengan metode SIG
4. Ciri-ciri lokasi BPS, Bappeda, Deskriptif wilayah Analisis deskriptif
kriminalitas Observasi lapangan dan peninjauan wilayah dan perhitungan
(data sosio langsung ke lokasi data sosio demografi
demografi wilayah dan
wilayah dan penggunaan lahan
penggunaan
lahan)

12
Berdasarkan uraian yang telah dijelaskan maka berikut dibuatlah roadmap
penelitian yang tersaji pada bagan berikut ini:

Koran Pos Peristiwa Lokasi


Metro Kriminalitas
Padang di Kota
Padang
Koran Pos
Jenis Metro Padang

Ciri-ciri lokasi
kriminalitas Motif
Analisis deskriptif
Data Sosio demografi dan analisis
Data penggunaan lahan Keruangan (SIG)

Analisis deskriptif wilayah - Peta Sebaran Keruangan


dan perhitungan data sosio
Kriminalitas
demografi wilayah dan
penggunaan lahan
- Peta sebaran jenis
Kriminalitas
- Perta sebaran motif
kriminalitas
Ciri-ciri lokasi
kriminalitas

Gambar 2. Roadmap Penelitian

13
BAB. IV. BIAYA DAN JADWAL PENELITIAN
4.1. Angaran Biaya
Tabel 12.2 Format Ringkasan Angaran Biaya Penelitian Dosen Muda yang Diajukan
No Jenis Pengeluaran Biaya yang Diusulkan
1 Honorium Pelaksana 7.440.000
2 Bahan Habis pakai dan Peralatan 10.689.000
3 Perjalanan 1.700.000
4 Lain-Lain 5.200.000
Jumlah 25.029.000

12 bulan
No Jenis Kegiatan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11
Obeservasi, Pembuatan
1
Proposal dan pengurusan izin
2 Pengumpulan data sekunder
3 Seminar Proposal Penelitian
Survey Pendahuluan ke media
4
cetak
Penyusunan Instrumen
5 Penelitian dan menentukan
titik wilayah Kriminalitas
Menganalisis wilayah yang
6 berpotensi kriminalitas di kota
Padang
Menganalisis dengan metode
7
SIG
8 Menganalisis denagn Are View
Memetakan Wilayah
9
kriminalitas di kota Padang
10 Pembuatan Laporan kegiatan
11 Seminar hasil Penelitian
12 Seminar dan Publikasi

DAFTAR PUSTAKA

14
A.M. Nur Fadli (2015). Hubungan Tata Ruang dengan Tingkat Kriminalitas di
Kota Makassar. Tesis. Program Pasca Sarjana Universitas Hasanuddin
Makassar 2015
Boyendratamin (2015). Kriminalitas di Indonesia: Dalam 1 menit 32 detik Terjadi
Satu Tindak Kriminalitas. Artikel. Dimuat dalam www.boyyendratamin.com.
Diakses pada tanggal 5 Mei 2016.
Fauzi, Suwarsono, Rizalr (2012). Penataan Ruang Wilayah Pesisir, Berbasis
Mitigasi Bencana Sebagat Upaya Meminimalisir Dampak Resiko Bencana
Tsunami Bagi Masyarakat Kota Bengkulu. Laporan Hasil Penelitian
Unggulan Universitas Bengkulu Tahun Anggaran 2012. Fakultas Mipa
Universitas Bengkulu.
Gwinn S (2011). Crime Pattern Definitions For Tactical Analysis (White Paper
2011-01). International ASSOCIATION OF Crime Analysis Overland Park
USA.hh 1-5.
Hilman, Sasmito dan Wijaya (2015). Pemetaan Daerah Rawan Kriminalitas di
wilayah hukum Poltabes Semarang Tahun 2013 dengan Menggunakan
Metode Clustering. Jurnal Geodesi Undip. Volume 4 Nomor 1 Tahun 2015.
J.M Piwowar. 2006. Spasial Theories of Crime; Environmental Criminology.
National Summer Institite for Statistical & GIS Analysis of Crime & Justice
Data Canada.
Putra,(2012). Analisis Sistem Informasi Geografis Kepadatann Penduduk Kota
Denpasar Dengan Menggunakan ARC Views 3.3 (online), Vol.1 No. 2
(http://ojs.unud.ac.id/index.php/article/ , diakses 25 Februari 2015).
Putra. AA (2012). Analisis Sistem Informasi Geografis Kepadatan Penduduk Kota
Denpasar Dengan Mengguanakan Arc View 3.3. Jurnal Elektronik Ilmu
Komputer - Universitas Udayana JELIKU Vol 1 No. 2 Nopember 2012
Pamungkas, AAP (2014) Aplikasi SIG sebagai Pemetaan Daerah Rawan
Kriminalitas di Kota Surakarta. Skripsi. Prodi Pendidikan Teknik
Informatika dan Komputer FKIP UNS

15
Setiadi, Piarsa, Mandenni (2015). Sistem Informasi Geografis Pemetaan Tingkat Pertumbuhan
Penduduk Berbasis Web Jurusan Teknologi Informasi, Fakultas Teknik, Universitas Udayana.
Jurnal Merpati Vol. 3 No. 3 Desember 2015. ISSN: 2252-3006
Yuliandarmaji, A (2013). Analisis Spatio-Temporal Kriminalitas Kota Yogyakarta
dengan Visualisasi Webgis Tahun 2011-2012. Jurnal Publikasi ilmiah. 2012.
Fakultas Geografi. Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Lampiran1. Justifikasi Anggaran Penelitian

1. Honor
Waktu
Honor Per Tahun
Honor Honor/Jam (Jam/ Minggu
(Rp)
Minggu)

(Rp) Th 1 Th Th 3
Ketua 85.000 1,5/48 127.500 3.480.000 - -
Anggota 70.000 1,5/48 105.000 2.460.000 - -
Aisten
50.000 1.5/13 75.000 1.500.000
Peneliti - -
SUB TOTAL (Rp) 7.440.000

2. Bahan Habis Pakai dan Peralatan

Harga Peralatan Penunjang (Rp)


Justifikasi Harga Satuan
Material Kuantitas
Pemakaian (Rp)
Th 1 Th 2 Th 3
Buku
Literatur 5 45.000 225.000
Referensi - -
Flash Disk
Back Up Data 2 Buah 120.000 240.000
8 GB - -
Service
Perbaikan 1 Unit 100.000 100.000
Printer - -
Service
Perbaikan 1 unit 100.000 100.000
Laptop - -
Sewa In
Presentasi 1 Unit 200.000 200.000
Focus - -
Sewa
Dokumentasi 1 unit 200.000 200.000
Camera - -
Cetak Foto Bukti Fisik 30 Lembar 3.000 90.000 - -
Pulsa Komunikasi 2 Orang 200.000 400.000 - -

16
Internet Komunikasi 2 Orang 100.000 200.000
- -
Barner Peraga 1 Buah 300.000 300.000 - -
Analisis
Analisis data 1 Paket 2.000.000 2.000.00
GIS - -
Mengambil
Sewa GPS 1 Paket 200.000 200.000
Data - -
Soft Ware
Are View Mengolah data 1 Paket 500.000 500.000
3.3 - -
Hand Out,
Kertas HVS
Proposal, 10 Rim 35.000 350.000
80 gr
Laporan - -
Tinta
Hand Out,
Printer
Proposal, 5 Botol 50.000 250.000
Canon
Laporan
Hitam - -
Tinta
Hand Out,
Printer
Proposal, 5 Botol 50.000 250.000
Canon
Laporan
Warna - -
Alat Tulis Fasulitas
1 Kotak 25.000 25.000
(Pena) kegiatan - -
Fasilitas
pensil 1 Kotak 15.000 15.000
kegiatan - -
penghapus Fasilitas
1 kotak 10.000 10..000
pensil kegiatan - -
Fasilitas
Spidol
Instruktur dan 2 Kotak 72.000 144.000
Hitam
Tim Pelaksana - -
Fasilitas
Spidol
Instruktur dan 2 Kotak 72.000 144.000
warna
Tim Pelaksana - -
Penggaris Fasilitas Peserta 1buah 15.000 15.000 - -
Map Plastik Fasilitas Peserta 3 Buah 10.000 30..000
- -
Fasilitas
Block Note 3 Buah 7.000 21..000
kegiatan - -
CD RW 700 Penyimpanan
5 Buah 7.000 35.000
MB File - -
Penggadaan
Pelaporan Tim
Proposal 12 Buah 100.000 1.200.000
Pelaksana
dan Laporan - -
Konsumsi
Nasi 2 Kotak 25.000
Peneliti - -
(13 kali
3.250.000
pertemuan) - -
Snack Konsumsi
2 Kotak 15.000
Peneliti Peneliti - -

17
(13 kali
195.000
pertemuan) - -
SUB TOTAL (Rp) 10.689.000

3. Perjalanan

Justifikasi Harga Satuan Biaya per Tahun (Rp)


Material Kuantitas
Perjalanan (Rp)
Th 1 Th 2 Th 3

Biaya
Transportasi (tim Observasi dan
4 kali 50.000 400.000
pelaksana) pengurusan
izin (2 orang)
- -

Biaya
pelaksanaan
13 kali 50.000 1.300.000
kegiatan (2
orang)
- -
SUB TOTAL(Rp) 1.700.000
4. Lain-Lain

Biaya Per Tahun (Rp)


Harga
Kegiatan Justifikasi Kuantitas
Satuan (Rp)
Th 1
Th 2 Th 3
Biaya
7
Laporan Akhir fotocopy dan 100.000 700.000
Rangkap
jilid - -
2 kali
Seminar Biaya seminar 1.500.000 3.000.000
seminar, - -
Biaya 1 kali
Publikasi 500.000 500.000
Publikasi publikasi - -
Biaya Tak Biaya Tak Biaya Tak
1000.000 1.000.000
Terduga Terduga Terduga ;- -
SUB TOTAL(Rp) 5.200.000

TOTAL ANGGARAN YANG DIPERLUKAN DALAM


SATU TAHUN (Rp) 25.029.000

18
Lampiran 2. Susunan Organisasi Tim Peneliti dan Pembagian Tugas

No Nama/ NIDN Instansi Asal Bidang Ilmu Alokasi Uraian Tugas


waktu(Jam/
Minggu)
1 Elvi Zuriyani, M,Si STKIP PGRI Perencanaan 48 Minggu Menganalisis
(1027058302) Sumatera Wilayah Kota wilayah
Barat kriminal
berbasis SIG
2 Rika Despica, S,Pd, STKIP PGRI Perencanaan dan 48 Minggu Menentukan
M,Si (1018098401) Sumatera pembangunan titik wilayah
Barat wilayah kriminal di
Pedesaan(PWD) kota padang
3 Arie Zela Putra STKIP PGRI Pendidikan 13 minggu Pemetaan
Ulni, M.Pd Sumatera Geografi Wilayah
(1018108801) Barat Kriminal

19
Lampiran 3. Biodata dan Anggota Tim Peneliti

1 Nama Lengkap ELVI ZURIYANI, M.Si


2 Jenis Kelamin Perempuan
3 Jabatan Fungsional/Pangkat Asisten Ahli/III b
4 NIDN 1027058302
5 Tempat/Tanggal Lahir Padang, 27 Mei 1983
6 Email pephy27@gmail.com
7 HP 085263237527
8 Alamat Kantor Jl. Gunung Pangilun Padang
9 Alamat Rumah Lubuk Buaya

B. Riwayat Pendidikan
S-1 S-2 S-3
Nama Universitas Gadjah Mada Universitas Andalas
Perguruan Jogjakarta
Tinggi
Bidang Ilmu Geografi Perencanaan Wilayah Ilmu Lingkungan
dan Kota
Tahun Masuk 2001 2008 -
Tahun Lulus 2006 2011 -
Judul Analisis Lokasi Bisnis Jual Beli Analisis Persepsi -
Skripsi/Tesis/ Handphone yang Termuat Pada Masyarakat Tentang
Disertasi Iklan Harian Kedaulatan Rakyat Konversi Lahan
di Perkotaan Yogyakarta Periode Pertanian Ke lahan
2001-2005 Non Pertanian di
Kecamatan Kuranji
dan Kecamatan Kota
Tangah Kota Padang

C. Riwayat Jabatan Fungsional

Nama No. SK Tgl SK TMT Kum Lebih


Jabatan Kum
Penata Muda 270/010/KP/SK- 31 Oktober 1 November 150 00.00 Kum
Tk. I/III.b PAK/2012 2012 2012

D. Riwayat Pangkatan/Golongan

Nama No SK Tgl SK TMT Tahun Bulan


20
Pangkat/Golong
an
Penata Muda -
III/A
Penata Muda 516/010/KP- 30 Sep 2014 1 Oktober 2014 September
TK.I-III/B INPS/2014 2014
Penata – IIIC
Penata TK. I-
III/D
Pembina-IV/A
Pembina TK.I-
IV/B
Pembina Utama
Muda-IV/C
Pembina Utama
Madya-IV/D
Pembina Utama-
IV/E

E. Pengalaman Penelitian Dalam 5 Tahun Terakhir

No Tahun Judul Penelitian Pendanaan


Sumber Jmh (Juta Rp)
1 2011 Kajian Dampak Perubahan Penggunaan DIKTI 5.000.000
Lahan Pertanian Ke Lahan Non Pertanian
Terhadap Taraf Hidup Masyarakat Di
Kecamatan Kuranji Kota Padang
2 2013 Implementasi Kearifan Lokal Pengelolaan DIKTI 12.000.000
Sumberdaya Lahan dalam Pembengunan
Ekonomi Masyarakat Kota Padang
3 2014 Upaya Peningkatan Pemahaman dan Hasil STKIP 4.000.000
Belajar Mahasiswa pada Mata Kuliah
Pengelolaan Lingkungan Hidup Dengan
Menggunakan Metode Pembelajaran
Kooperatif Think Pair Share

F. Pengalaman Pengabdian Kepada Masyarakat dalam 5 Tahun Terakhir

No Tahun Judul Pengabdian Pendanaan


Sumber Jmh (Juta Rp)
1 2010 Kiat Sukses Menuju Ujian Nasional Pada Mata LPMP 1.000.000
Pelajaran Geografi Di SMAN 1 Lembang Jaya STKIP
Kabupaten Solok. PGRI
Sumbar
2 2011 Penanaman Wawasan Geografi dan Cinta LPMP 1.000.000
Lingkungan dalam Pengajaran Geografi STKIP
PGRI
21
Sumbar
3 2012 Kegiatan penghijauan pada daerah aliran sungai (DAS) hulu LP3M 1.000.000
kandis Subangek Kelurahan Balai Gadang, Kec. Koto STKIP
Tangah, Padang PGRI
Sumbar
4 2014 Peningkatan Pemahaman Geografi Untuk Guru dan UP3M 5.000.000
Siswa Pada SMA di Kabupaten Solok dan STKIP
Kabupaten PAdang Pariaman PGRI
Sumbar
5 2015 IbM Kelompok Ibu-Ibu Rumah Tangga RT 2 dan DIKTI 30.000.000
RT 3 Kelurahan Pasir Nan Tigo Kecamatan Koto
Tangah Kota Padang

G. Publikasi Ilmiah dalam Jurnal 5 Tahun Terakhir

No Judul Artikel Ilmiah Nama Jurnal Volume/Nomor/Tahun


1 Kajian Dampak Penggunaan Lahan Pertanian Percikan Volume 129/2011
Ke lahan Non Pertanian Terhadap Taraf Hidup
Masyarakat Di Kecamatan Kuranji Kota
Padang
2 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Pelangi Vol. 4 No. 2 Juni
Petani Melakukan Alih Fungsi Lahan Pertanian 2012
Ke Lahan Non Pertanian Di Kecamatan Kuranji
dan Kecamatan Koto Tangah Kota Padang.
3 Pemanfaatan dan Pengelolaan Kawasan Proceeding ISBN : 978-602-
Lindung Rawan Bencana Alam disekitar 14019-1-0
Gunung Api Marapi Kabupaten Tanah Datar Tahun 2013
4 Implementasi Kearifan Lokal Pengelolaan Menara Ilmu Vol. VIII No.51,
Sumberdaya Lahan dalam Pembengunan Agustus 2014
Ekonomi Masyarakat Kota PAdang
5 Nilai Kearifan Lokal dalam Pengelolaan Prosiding Terbit
Sampah An Organik Oleh Ibu-Ibu Rumah
Tangga

H. Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentation) dalam 5 Tahun Terakhir

No Nama Pertemuan Judul Artikel Ilmiah Waktu dan Tempat


Ilmiah/Seminar
1 Pertemuan Ilmiah Tahunan Kearifan Lokal Sebagai Upaya 15 November 2014
Ikatan Geograf Indonesia Pengelolaan Lingkungan Hidup
Dan Penanggulangan Bencana Di
Sumatera Barat
2 Seminar Nasional Pemantapan Nilai Kearifan Lokal dalam 6 Juni 2015
Profesionalisme Pendidik Pengelolaan Sampah An Organik
Geografi di Era MEA Oleh Ibu-Ibu Rumah Tangga

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan dapat
dipertanggung jawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata dijumpai ketidak
22
sesuaian dengan kenyataan, saya saggup menerima sanksi.
Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam
pengajuan penugasan penelitian Dosen Pemula.

Padang, 7 Mei 2016

Elvi Zuriyani, M.Si

23
B. Identitas Diri (Anggota)

1 Nama Lengkap Rika Despica, S.Pd, M.Si


2 Jabatan Fungsional Ahli Madya/III
3 Jabatan Struktural -
4 NIP/NIK/Identitas lainnya -
5 NIDN 1018098401
6 Tempat dan Tanggal Lahir Talang dan 18 September 1984
7 Alamat Rumah Komp. Salingka Bungo Permai Blok B
No 11 Kota padang
8 Nomor Telepon/Faks/HP Hp 081267848884
9 Alamat Kantor Jl. Gunung Pangilun
10 Nomor Telepon/Fax (0751)7053826/(0751)7053826
11 Alamat e-mail despicharekha@yahoo.com
12 Lulusan yang telah -
dihasilkan
1.Geografi Pariwisata
2.Geografi Desa Kota
3.Geografi Ekonomi
4.Geografi Penduduk
13 Mata Kuliah yang Diampu
5. Survey Pemetaan
6. Oceanografi
7. Pendidikan Ilmu Sosial
8. Kapita Selekta Geografi

A. Riwayat Pendidikan

B.
S-1 S-2 S-3
Nama Perguruan STKIP PGRI
UNAND
Tinggi Sumatera Barat
Pembangunan
Pendidikan
Bidang Ilmu Wilayah Pedesaan
Geografi
(PWD)
Tahun Masuk-Lulus 2003-2007 2010-2014
Faktor-Faktor yang
Mempengaruhi
Hasil Belajar Pengembangan
Siswa Pada Mata Agroindustri
Judul
Pelajaran Geografi Komoditas Unggulan
Skripsi/Thesis/Disertasi
di SMAN 1 IX Kentang
Koto Sungai Lasi di Kabupaten Solok
Kabupaten Solok
(2007)

Nama Pembimbing Yeni Erita, M.Pd Prof.Dr. Helmi,MSc


24
Pengalaman Penelitian Selama Lima Tahun terakhir

Pendanaan
No Tahun Judul penelitian Jml (Juta
Sumber
Rp)
1 2011 Kajian Dampak
Konversi lahan Pertanian
ke lahan non Pertanian
Terhadap taraf Hidup DIKTI 5
Masyarakat di Kecamaan
kuranji Kota Padang

2 2014 Model penataan


penggunaan lahan untuk
permukiman dan
pengembangan cocial
capital masyarakat DIKTI 51.000.000
tanggap bencana pada
kawasan rawan bencana
banjir bandang di kota
Padang
3 2015 pengembangan cocial
capital masyarakat
tanggap bencana pada
DIKTI 58.000.000
kawasan rawan bencana
banjir bandang di kota
Padang
4 2015 Faktor pengembangan
angroindustri komoditas
DIKTI 13.795.000
kentang di Kabupaten
Solok

C. Pengalaman Pengabdian Kepada Masyarakat Dalam 5 Tahun Terakhir


Pendanaan
Judul Pengabdian Kepada
No Tahun Jml (Juta
Masyarakat Sumber
Rp)
Kiat Sukses Menuju Ujian STKIP
Nasional Pada Mata Pelajaran PGRI
Geografi Di SMAN 1 Sumatera
1 2010 Lembang Jaya Kabupaten Barat 1
Solok. Dilaksanakan sebelum
Ujian Nasional (13. Maret
2010).
2 2010 Penanaman Wawasan Geografi STKIP 1
PGRI
dan Cinta Lingkungan dalam
Sumatera
Pengajaran Geografi. Barat

25
Bertempat di SMA 1 IX Koto
Sungai Lasi Kabupaten Solok
(2010).
Penghijauan Padadaerah STKIP
PGRI
Aliran Sungai (DAS) Hulu
Sumatera
Kandis Subangek Kelurahan Barat
3 2012 1
Balai Gadang kecamatan Balai
Tangah Kota padang, 27 juni
2012
Kegiatan penghijauan pada
daerah aliran sungai (DAS)
4 2013 hulu kandis Subangek 1
Kelurahan Balai Gadang,
Kec. Koto Tangah, Padang
IbM ibu-ibu di kelurahan Pasia
5 2014 Nan Tigo tentang Pengolahan 34
DIKTI
sampah an organik dan organik

D. Pengalaman Penulisan Artikel Ilmiah dalam Jurnal dalam 5 Tahun terakhir


No Judul Artikel Ilmiah Volume/Nomor/Tahun Nama Jurnal
1 Dinamika Penduduk Kota 2/1/ Juni 2011 Pelangi
Padang (2011)
Kajian Dampak
Penggunaan Lahan
Pertanian Ke lahan Non Vol 129/2011 Percikan
Pertanian Terhadap Taraf
Hidup Masyarakat Di
Kecamatan Kuranji Kota
Padang
2 Menuju Pembangunan Isbn : 978-602-14019- Proceeding
Berkelanjutan kota 1-0
padang Tahun 2013
3 Faktor Perkembangan ISSN 1411-4615/vol.15 Ekotrans
agroindustri komoditas No 2/ Juli 2015
kentang di kabupaten
Solok
4 IbM kelompok ibu-ibu ISBN 978-602-8944- Proceeding
rumah tangga Kelurahan 18-2/NO 1/Oktober
Pasia nan Tigo Dalam 2015
26
pengelolaan sampah An
organik
E. Pengalaman Penyampaian Makalah Secara Oral pada Pertemuan/ Seminar Ilmiah dalam 5
Tahun Terakhir
No Nama Pertemuan Judul Artikel Imiah Waktu dan
Ilmiah/seminar Tempat
1 PKMCSR 2015 IbM kelompok ibu- Universitas
ibu rumah tangga Multi media
Kelurahan Pasia nan NusantaraTang
Tigo Dalam gerang,
pengelolaan sampah Oktober 2015
An organik-
2 SEA DR Konferens Model penggunaan Universitas
lahan dan Negeri Padang,
pengembangan soial April 2016
capital Masyarakat
tanggap Bencana
pada kawasan rawan
bencana banjir
bandang di kota
padang

F. Pengalaman Penulisan Buku dalam 5 Tahun Terakhir


No Judul Buku Tahun Jumlah halaman Penerbit
1 - - - -

G. Pengalaman Perolehan HKI dalam 5-10 Tahun Terakhir


No Judul/Tema HKI Tahun Jenis Nomor P/ID
1 - - - -

I. Pengalaman Merumuskan Kebijakan Publik/Rekayasa Sosial Lainnya dalam 5 Tahun Terakhir


No Judul/Tema/Jenis Rekayasa Tahun Tempat Respons
Sosial Lainnya yang Telah Penerapan Masyarakat
Diterapkan
1

J. Penghargaan yang Pernah Diraih dalam 10 Tahun Terakhir


No Jenis Penghargaan Institusi Pemberi Penghargaan Tahun
1

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan dapat
dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila dikemudian hari ternyata dijumpai
ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima resikonya.
Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam
pengajuan penelitian dosen pemula.

27
Padang, 7 Mei 2016

Pengusul,

(Rika Despica, S.Pd, M.Si)

28
SURAT PERNYATAAN

Yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama : Elvi Zuriyani, M,Si


NIDN : 1027058302
Pangkat/ Golongan : Asisten Ahli Tk 1/ III b
Jabatan Fungsional : Asisten Ahli
Alamat : Perum Mega Permai1Blok F 2 No 11 Padang

Dengan ini menyatakan bahwa proposal penelitian saya dengan judul Pemanfaatan Media
Cetak Untuk Analisis Keruangan Tingkat Kriminalitas di Kawasan perkotaan (Studi Kasus
Tingkat Kriminalitas di Kota Padang dari tahun 2015-2016) yang di usulkan dalam skim
penelitian dosen pemula tahun anggaran 2017/2018 bersifat original dan belum pernah dibiayai
oleh lembaga/ sumber dana lain.
Bila mana dikemudian hari ditemukan ketidak sesuaian dengan pernyataan ini, maka saya
bersedia dituntut dan diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan mengembalikan seluruh
biaya pene;itian yang sudah dikirim ke kas negara.
Demikian pernyataan ini dibuat dengan sesungguhnya dan sebenar-benarnya.

Padang, 7 Mei 2016


Mengetahui,
Ketua Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat yang Menyatakan,
(UP3M) STKIP PGRI Sumatera Barat

(Vilia Angraini, M.Pd) Elvi Zuriyani, M.Si


NIDN. 1023028401 NIDN. 1027058302

29