Anda di halaman 1dari 18

EDUKA Jurnal Pendidikan, Hukum dan Bisnis Vol.1 No.

V Desember 2017 ISSN: 2505-5406

PENGARUH KUALITAS KEHIDUPAN KERJA DAN SIKAP KERJA


TERHADAP KEPUASAN KERJA GURU SMA NEGERI KECAMATAN
JEKAN RAYA KOTA PALANGKA RAYA PROVINSI KALIMANTAN
TENGAH

MOH KHOIRI
Dosen Prodi Manajemen FE Universitas Pamulang
dosen01669@unpam.ac.id

ABSTRAK

Abstract: This study aims to determine the effect of (1) the quality of work life,
(2) working attitude, (3) job satisfaction of teachers working SMA Kecamtan
Jekan Kingdom city of Palangkaraya , Central Kalimantan Province. In the data
analysis, this study used a survey method using a causal analysis technique Strip.
This study used a sample of 138 teachers in three high schools in District Jekan
Kingdom city of Palangkaraya are selected using Slovin formula.The results
showed that : first , there are positive influence between the quality of work life
and job satisfaction of teachers in schools . Secondly , there is a positive effect
between work attitudes and job satisfaction of teachers in schools . Third , there is
a positive effect between the quality of working life and work attitudes of teachers
in schools.

Keywords: quality of work life, job attitude and job satisfaction

96 | Moh Khoiri
EDUKA Jurnal Pendidikan, Hukum dan Bisnis Vol.1 No. V Desember 2017 ISSN: 2505-5406

PENDAHULUAN https://ictbartim.wordpress.com/2013/05
Pendidikan merupakan hal /05/sekolah-dan-kepuasan-kerja-guru/

yang terpenting dalam membangun pada 10 Agustus 2015), Ketiga

karakter bangsa. Namun, dapat kita masalah itu terjadi di Kalimantan

ketahui tidak semua masyarakat Tengah bahkan di Kota Palangkaraya

menikmati pendidikan itu dengan sendiri pun terjadi.

baik. masih banyak anak bangsa Hasil wawancara dengan

yang tidak berpendidikan bahkan Kepala Badan Pengembangan

tidak pernah sekolah sekalipun. Standar Nasional Pendidikan yang

Bagaimana mungkin kita bisa pada kesempatan ini diwakili oleh

bersaing secara global sedangkan bagian pengembangan Pendidikan

pendidikan hanya di nikmati oleh tingkat tinggi dinas pendidikan

orang-orang yang memiliki Provinsi Kalimantan Tengah

kemampuan untuk sekolah. menyatakan bahwa kepuasan kerja

Jika guru sebagai garda itu ada dimana mana, tidak terlepas

terdepan dalam membangun karakter juga guru mendapatkan masalah

manusia maka guru sebagai model di yang sama. Namun saja sampai saat

lingkungan pendidikan maka harus ini belum ada penelitian yang terkait

memiliki sikap yang baik dan dengan kepuasan kerja guru yang

profesional dalam menjalankan nantinya akan dijadikan solusi untuk

pekerjaanya. Dapat diambil suatu meningkatkan kepuasan kerja guru di

kasus yang ada pada guru di Kalimantan Tengah terutama di Kota

Kalimantan Tengah yang tidak Palangkaraya sebagai Ibu kota

mendapatkan kepuasan dalam provinsi. Selanjutnya beliau juga

bekerja karena beberapa faktor yaitu menyampaikan bahwa yang paling

: a. imbalan gaji yang minim, b. penting dalam kepuasan kerja guru

keamanan pekerjaan, c. kualitas adalah masalah gaji guru yang masih

pengawasan dan hubungan dianggap belum mencukupi

interpersonal antara rekan kerja kebutuhan guru. Kedua adalah

dengan atasan atau dengan bawahan, berkaitan dengan hubungan


(diakses di pimpinan dengan bawahan yang

96 | Moh Khoiri
EDUKA Jurnal Pendidikan, Hukum dan Bisnis Vol.1 No. V Desember 2017 ISSN: 2505-5406

kurang harmonis. Ketiga kurangnya work.‟‟ Kepuasan kerja mengacu


kegiatan yang mendorong guru untuk pada sikap dan perasaan seseorang
melakukan kegiatan yang mampu tentang pekerjaan mereka. Menurut
menunjang pekerjaan dengan McShane & Von Glinow (2010:108),
melibatkannya dalam sebuah “job satisfaction a person‟s
pekerjaan tertentu, (hasil informasi evaluation of his or her job and work
yang diperoleh dari Kepala context.‟‟ Kepuasan kerja adalah
Pengenbangan Standar Nasional sebagai evaluasi seseorang terhadap
Pendidikan (BPSNP) Disdik Provinsi pekerjaannya dan konteks pekerjaan.
Kalimantan Tengah, 30 Juni 2015). Selanjutnya menurut Laurie J.
Mullins (2005:700), ‘’job
KAJIAN PUSTAKA satisfaction is a complex and
Kepuasan Kerja multifaceted concept, which can
Menurut Gareth R. Jones mean different things to different
(2012:71), mengemukakan bahwa people. Job satisfaction is usually
“job satisfaction is the collection of linked with motivation, but the
feelings and beliefs that people have nature of this relationship is not
about their current jobs.‟‟ Kepuasan clear. Job satisfaction is more of an
kerja adalah kumpulan perasaan dan attitude, an internal state.‟‟
keyakinan seseorang tentang Kepuasan kerja adalah konsep yang
pekerjaan mereka saat ini. Sementara rumit dan beragam, yang dapat
itu Jesicca (2010:10), mengatakan berarti hal yang berbeda untuk orang
bahwa, “job satisfaction is yang berbeda. Kepuasan kerja
something which happiness appears biasanya terkait dengan motivasi,
to encompass”. Kepuasan kerja namun belum jelas hubungannya.
adalah sesuatu yang mana
tampaknya mencakup kebahagiaan. Kualitas Kehidupan Kerja
Selanjutnya, menurut Michael Menurut Luthans (2011:356),
Armstrong (2011:343), “job ‘’the overriding purpose of a quality
satisfaction refers to the attitudes of work life (QWL) program is to
and feelings people have about their change and improve the work

97 | Moh Khoiri
EDUKA Jurnal Pendidikan, Hukum dan Bisnis Vol.1 No. V Desember 2017 ISSN: 2505-5406

climate so that the interface of workplace.‟‟ Kualitas kehidupan


people, technology, and the kerja adalah kualitas keseluruhan
organization makes for a more dari pengalaman manusia di tempat
favorable work experience and kerja. Adapun menurut Griffin
desired outcomes.‟‟ Kalimat diatas (2014:534), ‘’quality of work life is
dimaksudkan, bahwa tujuan program the extent to which workers can
kualitas kehidupan kerja adalah satisfy important personal needs
untuk mengubah dan meningkatkan through their experiences in the
iklim kerja sehingga penghubung organization.‟‟ Kualitas kehidupan
dari orang, teknologi dan organisasi kerja adalah sejauh mana pekerja
tercipta untuk pengalaman kerja dapat memenuhi kebutuhan pribadi
yang lebih menyenangkan dan yang penting melalui pengalaman
memberikan hasil sesuai yang mereka dalam organisasi.
dikehendaki. Vecchio (2006:378)
menjelaskan, “in essence, quality of Sikap Kerja
work life (QWL) represents a desired J. George, Jones (2012:71)
and state that emphasizes the mendefinisikan, ‘’work attitudes are
importance of providing collections of feelings, beliefs, and
opportunities for employees to thoughts about how to behave that
contribute to their jobs.‟‟ Pada people currently hold about their
intinya kualitas kehidupan kerja jobs and organizations.‟‟ Sikap kerja
mewakili kondisi akhir yang adalah koleksi perasaan, keyakinan,
menekankan arti penting dan pikiran tentang bagaimana
memberikan kesempatan kepada berperilaku yang orang saat ini
guru untuk ikut membantu pekerjaan memegang tentang pekerjaan dan
serta menerima lebih banyak dari organisasi mereka. Selain itu
pekerjaan mereka. Sedangkan menurut James Mocci (2010:54)
Schemerhorn Hunt dan Osborn ‘’work attitudes are the feelings we
(2005:38), menyatakan bahwa, have toward different aspects of the
“quality of work life is the overall work environment‟‟. Sikap kerja
quality of human experiences in the adalah perasaan kita kepada aspek

98 | Moh Khoiri
EDUKA Jurnal Pendidikan, Hukum dan Bisnis Vol.1 No. V Desember 2017 ISSN: 2505-5406

yang berbeda dari lingkungan kerja. teknik analisis jalur. Penelitian


Timothy A. Judge (2012:345) juga dilaksanakan di SMA Negeri
mendefinisikan, „‟job attitudes is Kecamatan Jekan Raya Kota
evaluations of one‟s job that express Palangka Raya Provinsi Kalimantan
one‟sfeelings toward, beliefs about, Tengah. Populasi terjangkau
and attachment to one‟s job.’’ Sikap penelitian ini sejumlah 211 guru.
kerja adalah evaluasi pekerjaan Sampel penelitian sebayak 138
seseorang yang mengekspresikan orang. Analisa data untuk pengujian
seseorang perasaan terhadap, hipotesis akan dilakukan dengan
keyakinan tentang, dan lampiran menggunakan teknik analisis jalur,
pekerjaan seseorang. Fred Luthans yaitu teknik yang diterapkan untuk
(2011:150) mendefinisikan bahwa, menjelaskan pengaruh antara
‘’this attitude is defined as a variabel-variabel penelitian. Sebelum
pleasurable or positive emotional dilaksanakan analisis jalur, uji
state resulting from the appraisal of signifikan regresi dan uji linearitas
one‟s job or job experience.‟‟ Sikap regresi sebagai prasyarat uji statistik
ini didefinisikan sebagai keadaan dilakukan pengujian penormalan data
emosional yang menyenangkan atau dari masing-masing variabel
positif yang dihasilkan dari penilaian penelitian dengan Uji-Liliefors,
dari seseorang pekerjaan atau Statistik inferensial digunakan untuk
pengalaman kerja. menguji hipotesis tentang pengaruh
antar variabel dengan menggunakan
METODE PENELITIAN tehnik analisis jalur.
Penelitian ini bertujuan untuk
menguji pengaruh langsung; (1) HASIL PENELITIAN
kualitas kehidupan kerja terhadap Dari data yang diperoleh di lapangan
kepuasan kerja, (2) sikap kerja yang kemudian diolah secara statistik
terhadap kepuasan kerja, dan (3) ke dalam daftar distribusi frekuensi,
kualitas kehidupan kerja terhadap banyaknya kelas dihitung menurut
sikap kerja. Penelitian menggunakan aturan Sturges, diperoleh delapan
metode survey dengan pendekatan kelas dengan nilai skor maksimum

99 | Moh Khoiri
EDUKA Jurnal Pendidikan, Hukum dan Bisnis Vol.1 No. V Desember 2017 ISSN: 2505-5406

149 dan skor minimum 105, bahwa sampel penelitian berasal dari
sehingga rentang skor sebesar 44. populasi yang berdistribusi normal
Berdasarkan hasil perhitungan dan pengaruh antara variabel-
statistik deskriptif diperoleh bahwa variabel dalam model haruslah
data kepuasan kerja mempunyai nilai signifikan dan linear. Berkaitan
rata-rata (mean) sebesar 129,28 dengan hal tersebut, sebelum
dengan nilai standar deviasi 10,09 dilakukan pengujian model, terlebih
dimana nilai variansnya sebesar dahulu dilakukan pengujian terhadap
101,8798 nilai median 130,33 dan kedua persyaratan yang berlaku
nilai modus sebesar 136,70. dalam analisis jalur tersebut.
Penggunaan statistik parametris Pengujian analisis yang dilakukan
bekerja dengan asumsi bahwa data adalah:
setiap variabel penelitian yang 1) Uji Normalitas
dianalisis membentuk distribusi 2) Uji Signifikansi dan Linearitas
normal. Proses pengujian persyaratan Koefisien Regresi
analisis dalam penelitian ini 1. Uji Normalitas
merupakan syarat yang harus Data yang digunakan dalam
dipenuhi agar penggunaan teknis menyusun model regresi harus
regresi yang termasuk pada memenuhi asumsi bahwa data
kelompok statistik parametris dapat tersebut berasal dari populasi
diterapkan untuk keperluan yang berdistribusi normal.
pengujian hipotesis. Asumsi normalitas pada
Syarat analisis jalur (path analysis) dasarnya menyatakan bahwa
adalah estimasi antara variabel dalam sebuah model regresi,
eksogen terhadap variabel endogen galat taksiran regresi harus
bersifat linear, dengan demikian berdistribusi normal. Uji asumsi
persyaratan yang berlaku pada tersebut dalam penelitian ini
analisis regresi dengan sendirinya dilaksanakan dengan menguji
juga berlaku pada persyaratan normalitas data dari ketiga galat
analisis jalur. Persyaratan yang harus taksiran penelitian yang
dipenuhi dalam analisis jalur adalah dianalisis.

100 | Moh Khoiri


EDUKA Jurnal Pendidikan, Hukum dan Bisnis Vol.1 No. V Desember 2017 ISSN: 2505-5406

Pengujian persyaratan kecil dari Ltabel maka


normalitas dilakukan dengan sebaran data kepuasan kerja
menggunakan teknik uji atas kualitas kehidupan
Liliefors. Kriteria pengujian kerja cenderung membentuk
tolak H0 yang menyatakan kurva normal.
bahwa skor tidak berdistribusi b. Uji Normalitas Galat
normal adalah, jika Lhitung lebih Taksiran Regresi X3 atas
kecil dibandingkan dengan Ltabel. X2
Dari hasil penelitian dapat Dari hasil perhitungan
diketahui bahwa IF(Zi) – S(Zi)I diperoleh nilai Lhitung =
maksimum yang disimpulkan 0,0605 nilai ini lebih kecil
dengan Lhitung untuk ketiga galat dari nilai Ltabel (n = 138 ; α
taksiran regresi lebih kecil dari = 0,05) sebesar 0,075.
nilai Ltabel, batas penolakan H0 Mengingat nilai Lhitung lebih
yang tertera pada tabel Liliefors kecil dari Ltabel maka
pada α = 0,05 dan n > 30 adalah sebaran data kepuasan kerja
0,886 atas sikap kerja cenderung
.
n membentuk kurva normal.
Dari hasil perhitungan uji c. Uji Normalitas Galat
normalitas (perhitungan secara Taksiran Regresi X2 atas
lengkap pada lampiran 5) X1
diperoleh hasil sebagai berikut: Dari hasil perhitungan
a. Uji Normalitas Galat diperoleh nilai Lhitung =
Taksiran Regresi X3 atas 0,0561 nilai ini lebih kecil
X1 dari nilai Ltabel (n = 138 ; α
Dari hasil perhitungan = 0,05) sebesar 0,075.
diperoleh nilai Lhitung = Mengingat nilai Lhitung lebih
0,0656 nilai ini lebih kecil kecil dari Ltabel maka
dari nilai Ltabel (n = 138 ; α sebaran data sikap kerja atas
= 0,05) sebesar 0,075. kualitas kehidupan kerja
Mengingat nilai Lhitung lebih

101 | Moh Khoiri


EDUKA Jurnal Pendidikan, Hukum dan Bisnis Vol.1 No. V Desember 2017 ISSN: 2505-5406

cenderung membentuk sedangkan analisis korelasi


kurva normal. digunakan untuk mengetahui
Berdasarkan hal tersebut, kadar pengaruh antar variabel
maka dapat disimpulkan penelitian.
bahwa semua hipotesis nol Pada tahap permulaan pengujian
(H0) yang berbunyi sampel hipotesis adalah menyatakan
berasal dari populasi pengaruh antara masing-masing
berdistribusi normal tidak variabel eksogen terhadap
dapat ditolak, dengan kata variabel endogen dalam bentuk
lain bahwa semua sampel persamaan regresi sederhana.
yang terpilih berasal dari Persamaan tersebut ditetapkan
populasi yang berdistribusi dengan menggunakan data hasil
normal. pengukuran yang berupa
Berdasarkan harga-harga pasangan variabel eksogen
Lhitung dan Ltabel di atas dapat dengan variabel endogen
disimpulkan pasangan semua sedemikian rupa sehingga model
data baik kepuasan kerja atas persamaan regresi merupakan
kualitas kehidupan kerja, bentuk hubungan yang paling
kepuasan kerja atas sikap cocok. Sebelum menggunakan
kerja, dan sikap kerja atas persamaan regresi dalam rangka
kualitas kehidupan kerja mengambil kesimpulan dalam
berasal dari sampel yang pengujian hipotesis, model
berdistribusi normal. regresi yang diperoleh diuji
2. Uji Signifikansi dan Linearitas signifikansi dan kelinearannya
Regresi dengan menggunakan uji F
Pengujian hipotesis penelitian dalam tabel ANAVA. Kriteria
dilaksanakan dengan pengujian signifikansi dan
menggunakan teknik analisis linearitas model regresi
regresi dan korelasi. Analisis ditetapkan sebagai berikut:
regresi digunakan untuk Regresi signifikan : Fhitung ≥ Ftabel
memprediksi model hubungan pada baris regresi

102 | Moh Khoiri


EDUKA Jurnal Pendidikan, Hukum dan Bisnis Vol.1 No. V Desember 2017 ISSN: 2505-5406

Regresi linear : Fhitung < Ftabel linearitas persamaan regresi.


pada baris tuna cocok Hasil perhitungan uji
Pada tahap selanjutnya adalah signifikansi dan linearitas
melakukan analisis korelasional
dengan meninjau kadar dan
signifikansi hubungan antara
pasangan variabel eksogen
dengan variabel endogen.
a. Uji Signifikansi dan
Linearitas Persamaan
Regresi Kepuasan Kerja
atas Kualitas Kehidupan
Kerja
Dari data hasil perhitungan
untuk penyusunan model
persamaan regresi antara
kepuasan kerja dengan
kualitas kehidupan kerja
pada lampiran 5 diperoleh
konstanta regresi a = 70,92
dan koefisien regresi b =
0,45. Dengan demikian
hubungan model persamaan

regresi sederhana adalah X̂ 3


= 70,92 + 0,45X1. Sebelum
model persamaan regresi
tersebut dianalisis lebih
lanjut dan digunakan dalam
menarik kesimpulan,
terlebih dahulu dilakukan
uji signifikansi dan

103 | Moh Khoiri


EDUKA Jurnal Pendidikan, Hukum dan Bisnis Vol.1 No. V Desember 2017 ISSN: 2505-5406

b. Uji Signifikansi dan Dari data hasil perhitungan


Linearitas Persamaan untuk penyusunan model
Regresi Kepuasan Kerja persamaan regresi antara
atas Sikap Kerja sikap kerja dengan kualitas
Dari data hasil perhitungan kehidupan kerja pada
untuk penyusunan model lampiran 5 diperoleh
persamaan regresi antara konstanta regresi a = 95,33
kepuasan kerja dengan sikap dan koefisien regresi b =
kerja pada lampiran 5, 0,28. Dengan demikian
diperoleh konstanta regresi hubungan model persamaan
a = 72,81 dan koefisien regresi sederhana adalah
regresi b = 0,43. Dengan X̂ 2 = 95,33 + 0,28X1.
demikian hubungan model
Sebelum model persamaan
persamaan regresi
regresi tersebut dianalisis
sederhana adalah X̂ 3 = lebih lanjut dan digunakan
72,81 + 0,43X2. Sebelum dalam menarik kesimpulan,
model persamaan regresi terlebih dahulu dilakukan
tersebut dianalisis lebih uji signifikansi dan
lanjut dan digunakan dalam linearitas persamaan regresi.
menarik kesimpulan, Hasil perhitungan uji
terlebih dahulu dilakukan signifikansi dan linearitas
uji signifikansi dan 3. Pengujian Hipotesis
linearitas persamaan regresi. Dari hasil analisis pada bagian
Hasil perhitungan uji terdahulu dan proses perhitungan
signifikansi dan linearitas. yang dilakukan dapat terlihat
bahwa korelasi antara kualitas
c. Uji Signifikansi dan kehidupan kerja dengan sikap
Linearitas Persamaan kerja sebesar 0,280. Korelasi
Regresi Sikap Kerja atas antara kualitas kehidupan kerja
Kualitas Kehidupan Kerja dengan kepuasan kerja sebesar
0,385. Korelasi antara sikap kerja

104 | Moh Khoiri


EDUKA Jurnal Pendidikan, Hukum dan Bisnis Vol.1 No. V Desember 2017 ISSN: 2505-5406

dengan kepuasan kerja sebesar demikian dapat disimpulkan


0,370. bahwa kepuasan kerja
1. Hipotesis Pertama dipengaruhi secara langsung
Kualitas kehidupan kerja positif oleh kualitas
berpengaruh langsung positif kehidupan kerja.
terhadap kepuasan kerja. Meningkatnya kualitas
H0 : β31 < 0 kehidupan kerja
H1 : β31 > 0 mengakibatkan peningkatan
H0 ditolak, jika thitung > ttabel. kepuasan kerja.
Dari hasil perhitungan
analisis jalur, pengaruh 2. Hipotesis Kedua
langsung kualitas kehidupan Sikap kerja berpengaruh
kerja terhadap kepuasan langsung positif terhadap
kerja, nilai koefisien jalur kepuasan kerja.
sebesar 0,305 dan nilai thitung H0 : β32 < 0
sebesar 3,86. Nilai ttabel untuk H1 : β32 > 0
α = 0,01 sebesar 2,61. Oleh H0 ditolak , jika thitung > ttabel.
karena nilai thitung lebih besar Dari hasil perhitungan
dari pada nilai ttabel maka analisis jalur, pengaruh
dengan demikian H0 ditolak langsung sikap kerja terhadap
dan H1 diterima yaitu bahwa kepuasan kerja, nilai
kualitas kehidupan kerja koefisien jalur sebesar 0,285
berpengaruh secara langsung dan nilai thitung sebesar 3,60.
terhadap kepuasan kerja Nilai ttabel untuk α = 0,01
dapat diterima. sebesar 2,61. Oleh karena
Hasil analisis hipotesis nilai thitung lebih besar dari
pertama memberikan temuan pada nilai ttabel maka H0
bahwa kualitas kehidupan ditolak dan H1 diterima,
kerja berpengaruh secara dengan demikian sikap kerja
langsung positif terhadap berpengaruh secara langsung
kepuasan kerja. Dengan

105 | Moh Khoiri


EDUKA Jurnal Pendidikan, Hukum dan Bisnis Vol.1 No. V Desember 2017 ISSN: 2505-5406

terhadap kepuasan kerja dari pada nilai ttabel maka


dapat diterima. dengan demikian H0 ditolak
Hasil analisis hipotesis kedua dan H1 diterima yaitu bahwa
menghasilkan temuan bahwa kualitas kehidupan kerja
sikap kerja berpengaruh berpengaruh secara langsung
secara langsung positif terhadap sikap kerja dapat
terhadap kepuasan kerja. diterima.
Berdasarkan hasil temuan Hasil analisis hipotesis ketiga
tersebut dapat disimpulkan memberikan temuan bahwa
bahwa kepuasan kerja kualitas kehidupan kerja
dipengaruhi secara langsung berpengaruh secara langsung
positif oleh sikap kerja. positif terhadap sikap kerja.
Meningkatnya sikap kerja Dengan demikian dapat
mengakibatkan peningkatan disimpulkan bahwa sikap
kepuasan kerja. kerja dipengaruhi secara
3. Hipotesis Ketiga langsung positif oleh kualitas
Kualitas kehidupan kerja kehidupan kerja.
berpengaruh langsung positif Meningkatnya kualitas
terhadap sikap kerja. kehidupan kerja
H0 : β21 < 0 mengakibatkan peningkatan
H1 : β21 > 0 sikap kerja.
H0 ditolak, jika thitung > ttabel.
Dari hasil perhitungan PEMBAHASAN
analisis jalur, pengaruh 1. Pengaruh Kualitas Kehidupan
langsung kualitas kehidupan Kerja terhadap Kepuasan
kerja terhadap sikap kerja, Kerja
nilai koefisien jalur sebesar Dari hasil pengujian hipotesis
0,280 dan nilai thitung sebesar pertama dapat disimpulkan bahwa
3,40. Nilai ttabel untuk α = terdapat pengaruh langsung positif
0,01 sebesar 2,61. Oleh kualitas kehidupan kerja terhadap
karena nilai thitung lebih besar kepuasan kerja dengan nilai

106 | Moh Khoiri


EDUKA Jurnal Pendidikan, Hukum dan Bisnis Vol.1 No. V Desember 2017 ISSN: 2505-5406

koefisien korelasi sebesar 0,385 dan and organizational effectiveness.‟‟


nilai koefisien jalur sebesar 0,305. Menurut Thomas Cummings
Ini memberikan makna kualitas (2005:11), menyatakan bahwa,
kehidupan kerja berpengaruh „‟QWl programs expanded beyond
langsung terhadap kepuasan kerja. their initial focus on work design to
Hasil penelitian ini senada include other features of the
dengan pendapat beberapa ahli di workplace that can affect employee
antaranya adalah Griffin (2014:81), productivity and satisfaction, such as
menyatakan, “quality of work life reward system, work flows,
(QWL): The conditions under which management styles, and the physical
the workers work and live, this is an work environment.‟‟ Senada dengan
important factor which influences John R. Schermerhorn (2002:14),
workers satisfaction or otherwise menyatakan bahwa, “surely you can
and consequently the job accept that job satisfaction is
satisfaction. Hal ini didasarkan pada important on quality of work life
pendapat Luthans (2005:108), yang grounds alone; that is people deserve
menyatakan bahwa, ‘’QWL is to have satisfying work
providing working environment experiences.‟‟ Tentunya dapat
through collaborative efforts diterima bahwa kepuasan kerja dapat
between employees and dipengaruhi kualitas kehidupan kerja
management. It also associated with sehingga keduanya menjadi
job satisfaction, life satisfaction, pengalaman kerja yang memuaskan.
morale, and effectiveness. It is
concerned with the overall climate or 2. Pengaruh Sikap Kerja
work.‟‟ Gibson et.al (2012:370), juga terhadap Kepuasan Kerja
mengemukakan bahwa, ‘’In some Dari hasil pengujian hipotesis kedua
organizations, QWL programs are dapat disimpukan bahwa terdapat
intended to increase employee trust, pengaruh langsung positif sikap kerja
productivity, involvement, retention, terhadap kepuasan kerja dengan nilai
and problem solving so as to koefisien korelasi sebesar 0,370 dan
increase both worker satisfaction nilai koefisien jalur sebesar 0,285.

107 | Moh Khoiri


EDUKA Jurnal Pendidikan, Hukum dan Bisnis Vol.1 No. V Desember 2017 ISSN: 2505-5406

Ini memberikan makna sikap kerja feelings toward a job, co-workers,


berpengaruh langsung terhadap and the work environment.’’ Robbins
kepuasan kerja. dan Coulter (2012:375), juga
Hasil penelitian ini senada dengan mengemukakan, “job satisfaction
pendapat beberapa ahli di antaranya refer to an employee‟s general
adalah Griffin (2014:81), attitude toward his or her job.’’
menyatakan bahwa, ‘’attitudes are Kepuasan kerja mengacu pada sikap
based on emotion, knowledge, and umum guru terhadap pekerjaannya.
intended behavior. Cognitive
3. Pengaruh Kehidupan Kerja
dissonance results from
terhadap Sikap Kerja
contradictory or incongruent
Dari hasil pengujian hipotesis ketiga
attitudes, behaviors, or both. Job
dapat disimpulkan bahwa terdapat
satisfaction or dissatisfaction and
pengaruh langsung positif kualitas
organizational commitment are
kehidupan kerja terhadap sikap kerja
important work-related attitudes.
dengan nilai koefisien korelasi
Employees‟ moods, assessed in terms
sebesar 0,280 dan nilai koefisien
of positive or negative affectivity,
jalur sebesar 0,280. Ini memberikan
also affect attitudes in
makna kualitas kehidupan kerja
organizations.‟‟ Selanjutnya menurut
berpengaruh langsung terhadap sikap
Stephen P Robbins (2012:375),
kerja.
menyatakan bahwa, „‟job satisfaction
Hasil penelitian ini senada dengan
refers to a person‟s general attitude
pendapat beberapa ahli di antaranya
toward his or her job. A person with
adalah Michael Armstrong
a high level of job satisfaction has a
(2009:305), menyatakan bahwa,
positive attitude towards his or her
‘’attitudes are developed through
job. A person who is dissatisfied has
experience but they are less stable
a negative attitude. Kepuasan kerja
than traits and can change as new
lebih jelas dikemukakan
experiences are gained or influences
Schermerhorn (2010:72), “job
absorbed. Within organizations they
satisfaction, an attitude reflecting a
are affected by cultural factors
person‟s positive and negative

108 | Moh Khoiri


EDUKA Jurnal Pendidikan, Hukum dan Bisnis Vol.1 No. V Desember 2017 ISSN: 2505-5406

(values and norms), the behaviour of kehidupan kerja yang berkualitas


management (management style), adalah yang memberikan semangat
policies such as those concerned kerja sehingga meningkatkan sikap
with pay, recognition, promotion and kerja yang baik serta menghasilkan
the quality of working life, and the kepuasan dalam bekerja.
infl uence of the „reference group‟
(the group with whom people PENUTUP
identify).‟‟ Selanjutnya menurut Kesimpulan
Amjad Ali (2002:67), ‘’the findings Berdasarkan hasil pengujian
imply that organizations in both the hipotesis dan dan pembahasan yang
sectors need to understand and telah dikemukakan diperoleh
manage managers‟ quality of work kesimpulan penelitian sebagai
life and provide them with suitable berikut: (1) Kualitas kehidupan kerja
interpersonal atmosphere to develop berpengaruh langsung positif
positive job attitude so that their terhadap kepuasan kerja. Artinya
level of affective commitment could peningkatan kualitas kehidupan kerja
be enhanced.‟‟. Menurut Itai Beeri mengakibatkan peningkatan
(2015:8) ‘’quality of work life (QWL) kepuasan kerja guru SMA Negeri
has Implication for a large set of Kecamatan Jekan Raya Kota
employee attitudes and behavior, Palangka Raya Provinsi Kalimantan
including OC, Job Satisfaction, Tengah. (2) Sikap kerja berpengaruh
involvement in the workplace, langsung positif terhadap kepuasan
invesment of effort at work, kerja. Artinya peningkatan sikap
alienation, and intentions of kerja mengakibatkan peningkatan
leaving.‟‟ Kualitas kehidupan kerja kepuasan kerja guru SMA Negeri
memiliki implikasi untuk satu set Kecamatan Jekan Raya Kota
besar sikap guru dan prilaku, Palangka Raya Provinsi Kalimantan
termasuk OC, kepuasan kerja, Tengah. (3) Kualitas kehidupan kerja
keterlibatan di tempat kerja, prestasi berpengaruh langsung positif
usaha di tempat kerja, keterasingan, terhadap Sikap kerja. Artinya
dan niat meninggalkan. Kualitas peningkatan kualitas kehidupan kerja

109 | Moh Khoiri


EDUKA Jurnal Pendidikan, Hukum dan Bisnis Vol.1 No. V Desember 2017 ISSN: 2505-5406

mengakibatkan peningkatan sikap para guru SMA Negeri Kecamatan


kerja guru SMA Negeri Kecamatan Jekan Raya Kota Palangka Raya
Jekan Raya Kota Palangka Raya Provinsi Kalimantan Tengah agar
Provinsi Kalimantan Tengah. memandang bahwa dalam
melaksanakan tugasnya sebagai guru
Saran harus memiliki motivasi internal
Berdasarkan kesimpulan dan serta kecintaan terhadap pekerjaan
implikasi di atas, beberapa saran yang dijalani, sehingga guru dapat
yang dapat disampaikan peneliti merasakan adanya ketulusan dan
adalah sebagai berikut: (1) Bagi keikhlasan terhadap profesi,
Kepala Sekolah sebagai pemimpin tanggung jawab serta kepemilikan
tertinggi sekaligus contoh bagi para yang akan mendorong dirinya untuk
guru agar mampu membimbing, melakukan pekerjaannya sebaik
mengarahkan serta meningkatkan mungkin serta melebihi tugas
tanggung jawab serta rasa formalnya. Sikap seperti inilah yang
kepemilikan yang tinggi terhadap akan melahirkan guru yang memiliki
sekolah dan sikap peduli terhadap perilaku efektivitas kerja yang tinggi.
profesi guru, menciptakan sistem (3) Bagi para peneliti lain agar
penghargaan yang mampu penelitian ini dapat dijadikan rujukan
menghasilkan kualitas guru dengan dalam penelitian lanjutan terkait
semangat kerja yang tinggi, memiliki dengan kepuasan kerja guru karena
target dalam bekerja, patuh terhadap ruang lingkup penelitian ini terbatas
peraturan yang berlaku, serta pada kualitas kehidupan kerja dan
memperhatikan kesejahteraan para sikap kerja
guru serta membuat suasana kerja
yang nyaman, harmonis, serta DAFTAR PUSTAKA
kondusif sehingga mampu A. Judge Timothy. Job Attitudes. by
mendorong para guru untuk bersedia Annual Reviews, 2012.
memberikan loyalitasnya dan Armstrong Michael. Armstrong‟s
melakukan tugas melebihi tugas Handbook: Human Resource
formalnya sebagai guru. (2) Bagi Management Practice, 11th

110 | Moh Khoiri


EDUKA Jurnal Pendidikan, Hukum dan Bisnis Vol.1 No. V Desember 2017 ISSN: 2505-5406

Edition. United Kingdom: York :The McGraw-Hill


Kogan Page, 2011. Companies, Inc., 2012.
Chields John. Managing Employee
Luthans Fred. Organizational
Performance and Reward.
Behavior, 11th Ed. Singapore:
New York: Cambridge
McGraw-Hill/Irwin, 2005.
University Press, 2007.
M. George Jennifer dan Gareth R.
George J., G. Jones. Understanding
Jones. Understanding and
and Magahing
Managing Organizational
Organizational Behavior.
Behavior, 6th Edition.
New York: Pearson
United States of America:
Education, Inc., 2012.
Pearson Education, Inc.,
Griffin & Moodrhead.
2012.
Organizational Behavior.
McKenna Eugene. Business and
Canada: South-Western,
Psychology: Organizational
Cengage Learning, 2014.
Behavior. New York:
K. Stroh Linda, Gregory B. Psychology Press, 2006.
Northcraft, Magaret A. Neale. McShane & Von Glinow.
Organizational Behavior. Organizational Behavior:
New Jersey: Lawrence Emerging Knowledge and
Erlbaum Associates, Inc., Practice For the Real World,
2002. 5th Edition. New York:
Kondalkar V. G.. Organizational Mcgraw-Hill, 2010.
Behavior. New Delhi : New Mocci James. The Proncipil Of
Age International, Ltd, 2007. Management. New York: By
Free Press, 2010.
L. Gibson James, John M.
Mullins Laurie J., Management and
Ivancevich, James H. Donnely,
Organizational Behavior, 7th
Jr. and Robert Konopaske.
Edition. England: Prentice
Organizations Behavior,
Hall, 2005.
Structure, Processes. (New

111 | Moh Khoiri


EDUKA Jurnal Pendidikan, Hukum dan Bisnis Vol.1 No. V Desember 2017 ISSN: 2505-5406

Pryce-Jones Jessica. Happiness at


Work: Maximizing Your
Psychological Capital For
Success. United Kingdom:
Wiley-Blackwell, 2010.
Schemerhorn John R., Jr, James G.
Hunt and Richard N. Osborn.
Organizational Behavior.
New Jersey: John Wiley and
Sons, Inc., 2005.
Vecchio Robert P.. Organizational
Behavior. Southwestern:
Thomson, 2006.

112 | Moh Khoiri