Anda di halaman 1dari 8

EKONOMI BAHAN GALIAN MINERAL

Oleh. Bek Marjuk


sumberdaya adalah endapan mineral yang diharapkan dapat dimanfaatkan secara nyata.
Sumber daya mineral dengan keyakinan geologi tertentu dapat berubah menjadi cadangan
setelah dilakukan pengkajian kelayakan tambang dan memenuhi kriteria layak tambang.
Suberdaya dibagi lagi kedalam beberapa kategori sebagai berikut;
a. Sumberdaya hipotetik (hypothetical resource) adalah jumlah bahan galian di daerah
penyelidikan atau bagian dari daerah penyelidikan yang dihitung berdasarkan data yang
memenuhi syarat-syarat yang ditetapkan untuk tahap survei tinjau.
b. Sumberdaya tereka (inferred resource) adalah jumlah bahan galian di daerah penyelidikan
atau bagian dari daerah penyelidikan yang dihitung berdasarkan data yang memenuhi
syarat-syarat yang ditetapkan untuk tahap prospeksi.
c. Sumberdaya terunjuk (indicated resource) adalah jumlah bahan galian di daerah
penyelidikan atau bagian dari daerah penyelidikan yang dihitung berdasarkan data yang
memenuhi syarat-syarat yang ditetapkan untuk tahap eksplorasi pendahuluan.
d. Sumberdaya terukur (measured resource) adalah jumlah bahan galian di daerah
penyelidikan atau bagian dari daerah penyelidikan yang dihitung berdasarkan data yang
memenuhi syarat-syarat yang ditetapkan untuk tahap eksplorasi rinci.
Cadangan mineral(reserve) adalah endapan mineral yang telah diketahui ukuran, bentuk,
sebaran, kuantitas dan kualitasnya dan yang secara ekonomis, teknis, hukum, lingkungan dan
sosial dapat ditambang pada saat perhitungan dilakukan.. Secara umum cadangan (reserve)
dibedakan dua katagori yaitu:
a. probable reserve adalah bagian dari sumber daya terindikasi yang memenuhi kondisi
untuk di klasifikasikan menjadicadangan .
b. Proven reserve adalah bagian dari sumber daya terukur yang memenuhi kondisi untuk
di klasifikasikan menjadicadangan .kondisi –kondisi yang memungkinkan perubahan
sumber daya mineral terukur dan terindikasi menjadi proven reserve dan probable
reserve adalah kondisi ekonomi, penambangan, metalurgi, pmineralaran, lingkungan,
sosial dan pemerintah.
Cadangan di bagi 4 istilah yaitu:
a. cadangan tereka(inferred reserve) adalah hasil penafsiran berdasarkan sebagian besar
dari informasi geologi di lengkapi dengan beberapa contoh singkapan secara kuantitatif
kesalahan cadangan terduga.
b. cadangan terindikasi (indicated reserve) adalah cadangan hasil penafsiran dan
perhitungan berdasarkan contoh:singkapan,parid uji,sumur uji,pemboran.yang tidak
seteliti pada cadangan terukur dengan jarak yang kurang rapat ,di bantu penafsiran
geologi yang rinci secara kuantitatif maksimum 40% cadangan terunjuk
c. cadangan tertambang (mineable reserve) adalah bagian cadangan dari bahan galian
yang layak terambang dengan teknologi penambangan saat ini.
d. cadangan terukur (measured reserve) adalah cadangan hasil penafsiran dan data dari
pada : singkapan,parid uji,sumur uji,pemboran yang teliti dengan jarak relatif rapat di
lengkapi dengan informasi geologi yang rinci.
Hal-hal yang mempengaruhi harga mineral
a. Nilai tukar US Dollar
Faktor yang pertama adalah dari adanya perubahan nilai tukar terhadap US Dollar. Perlu
diketahui jika nilai US Dollar hari ini sedang melemah, maka harga mineral akan naik.
Namun sebaliknya apabila nilai US Dollar sedang menguat, maka harga mineral justru bisa
turun.
b. Keseimbangan Supply Demand (Penawaran Permintaan) Mineral
Salah satu hal yang jelas mempengaruhi harga mineral adalah kelangkaan. Sudah
sewajarnya bahwa keseimbangan supply demand mempengaruhi harga suatu benda.
Contohnya, jika sebuah benda yang supply-nya tinggi namun tidak ada demand, samasaja
tidak laku, sehingga tentu harganya akan menurun. Tetapi berlaku sebaliknya, jika supply-
nya sedikit namun demand-nya tinggi, maka akan terjadi kelangkaan.
c. Monopoli Mineral Dunia
Teknik penimbunan merupakan sebuah akalakalan agar menimbulkan kesan langka,
sehingga mengakibatkan kenaikan harga. Setelah harga naik, mereka akan menjualnya
dengan harga mahal sehingga memperoleh keuntungan. Inilah strategi monopoli yang
banyak diterapkan sejak dulu.
d. Isu Global: Politik, Krisis, Resesi, atau Perang
Dengan kondisi ekonomi yang kacau balau, harga mineral otomatis melonjak. Krisis
ekonomi atau isu global lainnya seperti resesi atau perang kerap mempengaruhi harga
mineral dunia. Keadaan ini mengakibatkan kelangkaan dari mineral itu sendiri, sehingga
menyebabkan kenaikan harga mineral.
e. Terjadinya Inflasi
Dalam ilmu ekonomi, inÛasi adalah angka (dalam satuan persen) yang menunjukkan
kenaikan hargaharga barang atau jasa secara umum. Hal ini berkaitan dengan mekanisme
pasar yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain:
1. Konsumsi masyarakat yang meningkat
2. Berlebihnya likuiditas di pasar yang memicu
3. konsumsi atau bahkan spekulasi
4. Adanya ketidak lancaran distribusi barang
Dengan kata lain, inflasi juga merupakan proses menurunnya nilai mata uang secara
kontinu. Jika hal ini terus terjadi, maka bisa terjadi keseimbangan permintaan yang tidak
konsisten. Bisa jadi jumlah permintaan terlalu tinggi ataupun permintaan yang terlalu
rendah.
f. Suku Bunga
Suku bunga sangat mempengaruhi harga mineral. Hal ini berhubungan dengan besarnya
pinjaman yang dilakukan perusahaan kepada bank untuk ekspansi bisnis pertambangan
atau membuka bisnis pertambangan baru. Jika modal terlalu besar, maka aka nada kenaikan
harga mineral yang ada dipasaran.
Beberapa hal yang telah dijelaskan diatas menunjukkan bahwa hal yang paling
mempengaruhi dalam harga jual mineral adalah permintaan pasar.
Letak Common Ore Mineral
Kerak bumi terdiri dari batuan-batuan beku, sedimen, dan metamorfik. Pada Tabel 1 dapat
dilihat komposisi umum dari kerak bumi dan beberapa logam-logam lain mempunyai kuantitas
kecil dan umum terdapat pada batuan beku.
Tabel 1 Komposisi elemen-elemen penyusun kerak bumi dan pada batuan beku (Sumber;
Bateman, 1982).

a. Elemen penyusun kerak bumi b. Logam-logam yang umum pada


batuan beku

Elemen % % % Elemen % Elemen %


Bera
Atom
t
Volume

Oksigen 47,7 60,5 94,24 Alumuni 8,13 Kobalt 0,0023


1 um
Silikon 27,6 20,5 0,51 Besi 5,00 Timbal 0,0016
9
Titanium 0,62 0,3 0,03 Magnesi 2,09 Arsenik 0,0005
um
Alumuni 8,07 6,2 0,44 Titanium 0,44 Uranium 0,0004
um
Besi 5,05 1,9 0,37 Mangan 0,10 Molibde 0,0002
num 5
Magnesi 2,08 1,8 0,28 Kromiun 0,02 Tungsten 0,0001
um 5
Kalsium 3,65 1,9 1,04 Vanadiu 0,01 Antimon 0,0001
m 5 y
Sodium 2,75 2,5 1,21 Zink 0,01 Air 0,0000
1 Raksa 5
Potassiu 2,58 1.4 1,88 Nikel 0,00 Perak 0,0000
m 8 1
Hidrogen 0,14 3,0 Tembaga 0,00 Emas 0,0000
5 005

Timah 0,00 Platinum 0,0000


4 005

Pengertian bijih adalah endapan bahan galian yang dapat diekstrak (diambil) mineral
berharganya secara ekonomis, dan bijih dalam suatu endapan ini tergantung pada dua faktor
utama, yaitu tingkat terkonsentrasi (kandungan logam berharga pada endapan), letak serta
ukuran (dimensi) endapan tsb.
Untuk mencapai kadar yang ekonomis, mineral-mineral bijih atau komponen bahan galian
yang berharga terkonsentrasi secara alamiah pada kerak bumi sampai tingkat minimum yang
tertentu tergantung pada jenis bijih atau mineralnya. Dalam Tabel 2 dapat dilihat beberapa bijih
logam yang dapat diambil (diekstrak) dari mineral bijihnya, dan pada Tabel 3 dapat dilihat
beberapa gangue mineral yang merupakan mineral-mineral (dalam jumlah sedikit/kecil) yang
terdapat bersamaan dengan mineral bijih dan relatif tidak ekonomis.
Tabel 2. Beberapa mineral bijih yang dapat diekstrak sebagai komoditi logam (Sumber ;
Bateman, 1982).

Logam Mineral Bijih Komposisi % Prim Superge


Logam er ne
Emas Emas Native Au 100 x x
Kalaverit AuTe2 39 x
Silvanit (Au,Ag)Te2 - x x
Perak Perak Native Ag 100 x x
Argentit Ag2S 87 x x
Seragirit AgCl 75 x
Besi Magnetit FeO.Fe2O3 72 x
Hematit Fe2O3 70 x x
Limonit Fe2O3.H2O 60 x
Siderit FeCO3 48 x x
Tembaga Tembaga Cu 100 x x
Native Cu5FeS4 63 x x
Bornit CuSO4.3Cu( 62 x
Brokhantit OH)2 80 x x
Kalkosit Cu2S 34 x x
Kalkopirit CuFeS2 66 x x
Kovelit CuS 89 x
Kuprit Cu2O 78 x x
Digenit Cu9S5 48 x
Enargit 3Cu2S.As2S5 57 x
Malasit CuCO3.Cu(O 55 x
Azurit H)2 36 x
Krisokola 2CuCO3.Cu(
OH)2
CuSiO3.Cu(O
H)2
Timbal Galena PbS 86 x
(Lead) Serusit PbCO3 77 x
Anglesit PbSO4 68 x
Seng Sfalerit ZnS 67 x
(Zinc) Smitsonit ZnCO3 52 x
Hemimorfit H2ZnSiO5 54 x
Zinksit ZnO 80 x
Timah Kasiterit SnO2 78 x ?
Stannit Cu2S.FeS.SnS 27 x ?
2
Nikel Pentlandit (Fe,Ni)S 22 x
Garneirit - x
Logam Mineral Bijih Komposisi % Prim Superge
Logam er ne
H2(Ni,Mg)Si
O3.H2O
Kromium Kromit FeO.Cr2O3 68 x
Mangan Pirolusit MnO2 63 x x
Psilomelan Mn2O3.xH2O 45 x x
Braunit 3Mn2O3.MnS 69 ? x
Manganit iO3 62 x
Mn2O3.MnSi
O3
Alumuniu Bauksit Al2O3.2H2O 39 x
m
Antimon Stibnit Sb2S3 71 x
Bismuth Bismuthit Bi2S3 81 x x
Kobalt Smaltit CoAs2 28 x
Cobaltit CoAsS 35 x
Air Raksa Sinabar HgS 86 x
Molibdenu Molibdenit MoS2 60 x
m Wulfenit PbMoO4 39 x
Tungsten Wolframit (Fe,Mn)WO4 76 x
Huebnerit MnWO4 76 x
Scheelit CaWO4 80 x
Uranium Uraninit Combined 50-85 x
Pitcblende UO2 x
Coffinit dan UO3 75 x
Carnotit USiO4 60 U2O3 x
K2O.2U2O3
Tabel 3. Beberapa mineral gangue yang umum muncul pada mineral bijih, (Sumber ;
Bateman, 1982).

Kelas Nama Komposisi Prim Superge


er ne
Oksida Kuarsa SiO2 x x
Silikat lain SiO2 x x
Bauksit Al2O3.2H2O x
Limonit Fe2O3.H2O x x
Karbonat Kalsit CaCO3 x x
Dolomit (Ca,Mg)CO3 x x
Siderit FeCO3 x x
Rodokrosit MnCO3 x
Sulfat Barit BaSO4 x x
Gipsum CaSO4+H2O x x
Silikat Feldspar - x
Garnet - x
Rhodonit MnSiO3 x
Klorit - x
Mineral - x x
Lempung
Kelas Nama Komposisi Prim Superge
er ne
Lain-lain Bahan batuan
Florit CaF2 x
Apatit (CaF)Ca4(PO4 x
Pirit )3 x x
Markasit FeS2 x x
Pirotit FeS2 x
Arsenopirit Fe1-xS x
FeAsS

Batuan merupakan suatu bentuk alami yang disusun oleh satu atau lebih mineral, dan kadang-
kadang oleh material non-kristalin. Kebanyakan batuan merupakan heterogen (terbentuk dari
beberapa tipe/jenis mineral), dan hanya beberapa yang merupakan homogen. Deret reaksi
Bowen (deret pembentukan mineral pada batuan) telah dimodifikasi oleh Niggli, V.M.
Goldshmidt, dan H. Schneiderhohn, seperti terlihat pada Gambar 2.

UNSUR YANG MUDAH MENGUAP


UNSUR YANG SUKAR MENGUAP

Muskovit
Labradorit Andesin Oligoklas
Ortoklas Kuarsa

ENDAPAN ENDAPAN
Magma Magma Magma
PEGMATIT PNEUMA- HIDRO-
Gabro Diorit Granit
TOLITIK TERMAL

Olivin Augit Hornblende Biotit


KEADAAN SUPERKRITIS
(FASE CAIRAN)
ENDAPAN
MAGMATIKCAIR

Gambar 2. Diagram urutan pengendapan mineral

Sedangkan proses pembentukan mineral berdasarkan komposisi kimiawi larutan (konsentrasi


suatu unsur/mineral), temperatur, dan tekanan pada kondisi kristalisasi dari magma induk telah
didesign oleh Niggli seperti terlihat pada Gambar 3.
MAGMA
 10000C
a a t1

KURVA PEMISAHAN STADIUM KURVA


B MAGMATIK TEKANAN UAP
CAIR
b1 b1 t2
b2 b2
STADIUM t3
PEGMATITIK
T PNEUMA-
TOLITIK
c t4
c
STADIUM
HIDRO-
TERMAL
50-1000C Pa III Pa II Pa I
A X4 X3 X2 X1 B
TEKANAN
Unsur yang Konsentrasi X Unsur yang
m udah sukar
m enguap m enguap
(air) DIAGRAM (silikat) DIAGRAM
TEMPERATUR - KONSENTRASI TEMPERATUR - TEKANAN

Gambar 3. Diagram Temperatur-Konsentrasi-Tekanan (Diagram Niggli)


Jika pembentukan endapan mineral dikelompokkan menurut proses pembentukannya, maka
salah satu pengklasifikasiannya adalah sebagai berikut :
Klasifikasi Lindgren (Modifikasi)
I. Endapan yang terbentuk melalui proses konsentrasi kimia (Suhu dan Tekanan
Bervariasi)
A. Dalam magma, oleh proses differensiasi
1. Endapan magmatik (segresi magma, magmatik cair); T 700-15000C; P sangat tinggi.
2. Endapan Pegmatit; T sedang-sangat tinggi; P sangat tinggi
B. Dalam badan batuan
1. Konsentrasi karena ada penambahan dari luar (epigenetik)
1.1. Asal bahan tergantung dari erupsi batuan beku
a. Oleh hembusan langsung bekuan (magma)
- dari efusif; sublimat; fumarol, T 100-6000C; P atmosfer-sedang
- dari intrusif, igneous metamorphic deposits; T 500-8000C, P sangat tinggi
b. Oleh penambahan air panas yang terisi bahan magma
- Endapan hipothermal; T 300-5000C, P sangat tinggi
- Endapan mesothermal; T 200-3000C, P sangat tinggi
- Endapan epithermal; T 50-2000C, P sangat tinggi
- Endapan telethermal; T rendah, P rendah
- Endapan xenothermal; T tinggi-sedang, P sedang-atmosfer
1.2. Konsentrasi bahan dalam badan batuan itu sendiri :
a. Konsentrasi oleh metamorfosis dinamik dan regional, T s/d 4000C; P tinggi.
b. Konsentrasi oleh air tanah dalam; T 0-1000C; P sedang
c. Konsentrasi oleh lapukan batuan dan pelapukan residu dekat permukaan; T 0-1000C;
P sedang-atmosfer
C. Dalam masa air permukaan
1. Oleh interaksi larutan; T 0-700C; P sedang
a. Reaksi anorganik
b. Reaksi organik
2. Oleh penguapan pelarut
II. Endapan-endapan yang dihasilkan melalui konsentrasi mekanis; T & P sedang.
Sedangkan secara umum keterdapatan endapan bahan galian dengan mineral-mineral bijihnya
dapat dilihat pada Gambar 4.

Gambar 4. Keterdapatan dan letak mineral-mineral bijih