Anda di halaman 1dari 10

METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN

Kegiatan : Pembangunan Sarana & Prasarana Air Bersih (Dak)


Pekerjaan : Pengembangan Jaringan Perpipaan Spam Awo
Desa : Umpungeng
Kecamatan : Lalabata
Kota/Kab : Kab. Soppeng
Provinsi : Sulawesi Selatan

A. TUJUAN KEGIATAN
Tujuan Kegiatan ini adalah menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan bestek dan
spesifikasi yang ada serta tepat pada waktunya.

B. URAIAN KEGIATAN

 Pekerjaan Pengadaan Pipa Dan Accesories


 Pekerjaan Pemasangan Pipa Dan Accessories
 Pekerjaan Intake
 Pekerjaan Bak Reservoar
 Pekerjaan By Pass Dan Pelindung Gate Valve
 Pekerjaan Penyeberangan Pipa
 Pekerjaan Akhir

C. INFORMASI LAPANGAN
1. Sebelum memulai pekerjaan, Kami akan memahami kondisi / keadaan site atau hal-
hal lain yang mungkin akan mempengaruhi pelaksanaan pekerjaan dan harus sudah
memperhitungkan segala akibatnya.
2. Kami memperhatikan secara khusus mengenai pengaturan lokasi tempat bekerja,
penempatan material, pengamanan dan kelangsungan operasi selama pekerjaan
sampai selesai.
3. Kami telah mempelajari dengan seksama seluruh bagian gambar, RKS, dan agenda-
agenda dalam dokumen lelang guna menyesuaikan dengan kondisi lapangan sehingga
pekerjaan dapat diselesaikan dengan baik.
4. Kami akan tetap bertanggung jawab dalam menetapi semua ketentuan yang tercantum
dalam RKS dan gambar kerja berikut tambahan dan perubahannya.

D. KOORDINASI PEKERJAAN
1. Dalam pekerjaan ini kontraktor sebagai pelaksana akan melaksanakan sosialisasi
terlebih dahulu dengan melaporkan dan berkoordinasi dengan pemerintah setempat,
sosialisasi dengan masyarakat setempat dan meyesuaikan rencana pekerjaan dengan
tata ruang setempat hal ini dilaksanakan untuk menghindari dampak positif
ataupun dampak negatif yang timbul pada saat pelaksanaan pekerjaan ini.
2. Untuk Kelengkapan pekerjaan ini selalu melakukan koordinasi dari seluruh bagian
yang terlibat didalam kegiatan ini.
3. Kami harus melaksanakan segala pekerjaan menurut uraian dan syarat –syarat
pelaksanaan, gambar – gambar dan instruksi tertulis dari Pengawas.

MEKANISME OPERASIONAL LAPANGAN DAN METODA PELAKSANAAN MASING


– MASING KEGIATAN PELAKSANAAN
A. PENGADAAN MATERIAL
Dengan berpedoman pada Time Schedule Pelaksanaan Pekerjaan, penyediaan
bahan didatangkan kelokasi proyek sesuai dengan jumlah yang diperlukan. Sesuai
dengan sifat dan spesifikasinya, ada bahan yang langsung ditempatkan didekat lokasi
pemasangan apabila lokasi memungkinkan dan ada yang harus ditempatkan didekat
barak kerja dan ada pula yang harus disimpan didalam gudang. Untuk bahan yang
perlu diperlihatkan contohnya harus didatangkan seminggu sebelum pemasangan agar
Direksi berkesempatan memeriksa sehingga Kontraktor dapat memperoleh
persetujuannya.

B. PENGADAAN PERALATAN
Peralatan – peralatan utama antara lain : Alat Ukur (Theodolit), dan lain– lain,
kami mobilisasikan dari Workshope peralatan kami di Lokasi Kegiatan/Proyek sesuai
dengan kebutuhan alat yang dibutuhkan. Alat bantu kami lengkapi melalui logistik proyek
didaerah setempat.

C. PENGADAAN TENAGA KERJA


Khusus untuk tenaga skill akan kami mobilisasi dari perusahaan kami,
sebagaimana sesuai dengan daftar personil inti, termasuk operator, Driver, Mekanik
Peralatan, sementara untuk tenaga kerja biasa, antara lain : Tukang, Pekerja, Kepala
Tukang, Mandor/Pelaksana Harian dan lain – lain akan kami rekrut putra daerah
setempat, setelah lebih dahulu diadakan penyerahan sesuai kebutuhan Kegiatan.
METODE PELAKSANAAN MASING-MASING BAGIAN PEKERJAAN

1. PEKERJAAN PERSIAPAN

a. Pekerjaan Persiapan
Pekerjaan persiapan / mobilisasi terdiri dari pekerjaan : memobilisasi peralatan dan
personil, Pengukuran dan pematokan, pengadaan fasililtas Base Camp, kantor,
gudang memepersiapkan job mix formula, pemasangan papan nama proyek pada awal
dan akhir ruas penanganan jalan.

Pekerjaan persiapan meliputi survei ke lapangan lokasi pekerjaan, mengadakan


koordinasi di kantor maupun dilapangan serta meminta pengarahan maupun
penjelasan tambahan dari unsur yang terkait dalam pekerjaan ini, masalah-masalah
yang perlu dikonsultasikan dengan Direksi Lapangan adalah lokasi penempatan bahan,
lokasi Direksi Keet/ barak kerja, hasil pengukuran dilapangan yang tidak sesuai
dengan gambar (jika ada) dan hal lain yang belum jelas.

Selanjutnya pemasangan papan nama proyek serta penyediaan perlengkapan lainnya


yang dibutuhkan, untuk mendukung efisiensi kerja perlu disediakan Struktur
Organisasi Lapangan, Time Schedulle Pelaksaanaan Pekerjaan yang dapat memberikan
informasi kapan dan lama pelaksanaan setiap item pekerjaan tersebut dilaksanakan.

b. Mobilisasi
Pekerjaan mobilisasi dan demobilisasi terdiri dari mobilisasi personil mobilisasi
peralatan berupa alat berat dan peralatan kerja lainnya. kelokasi pekerjaan dan
pekerjaan membawa kembali alat berat setelah pekerjaan selesai. Dalam pekerjaan ini
alat berat yang akan di bawa dan digunakan adalah Pick Up, Genset, Pompa Air, Alat
Bantu

Selain mobilisasi peralatan, mobilisasi tenaga kerja juga termasuk dalam


kegiatan mobilisasi . pengiriman tenaga kerja ke lokasi pekerjaan akan dilaksanakan
sesuai dengan kebutuhan dilapangan yang terdiri dari personil inti proyek sebagai
mana yang tercantum dalam daftar personil inti perusahaan

c. Pembersihan Lapangan dan Pemadatan


Pembersihan lapangan meliputi pembersihan rencana jalur jaringan pipa yang akan
dipasang. Pembersihan yaitu mengumpulkan dan membuang sampah organik maupun
sampah non organik keluar lokasi pekerjaan. Untuk sampah rumput dan akar tanam
harus ditebas dan dicabut dengan parang dan cangkul pada sepanjang jalur pipa tersebut.
Pekerjaan pembersihan ini bisa dikerjakan oleh nega kerja yang didatangkan dari daerah
setempat. Untuk pekerjaan pemadatan meliputi, pemadatan sisa bekas galian pada area
pekerjaan, pemadatan ini dikerjakan setelah pipa yang akan dikerjakan selesai terpasang
pada jalur pipa yang telah digali dan ditimbun. Untuk pemadatan tanah sebaiknya
dikerjakan berulang kali dan dikerjakan dengan peralatan manual biasa agar pada saat
memadatkan tanah tidak merusak pada pipa yang telah dipasang didalam tanah.
Pemadatan ini sedapat mungkin harus seperti tanah itu yang memadat seperti alami, yaitu
turun, padat dan mengeras secara perlahan lahan.

d. Pas. Papan pengenal kegiatan


Papan pengenal kegiatan / plank proyek berisikan informasi kegiatan yang
dilaksanakan, seperti Nama kegiatan, pekerjaan, Nilai kontrak, No. Kontrak, kontraktor
pelaksana, dan lain-lain yang dianggap perlu. Pembuatan papan nama ini dibuat dari
papan yang dilapisi dengan seng plat dengan ukuran 80 x 120 cm. Selanjutnya seng plat
tersebut dicat dasar dengan menggunakan cat minyak warna putih. Dan untuk huruf
huruf dan tulisan pada papan dibuat dengan menggunakan cat minyak warna hitam.
Selanjutnya papan nama kegiatan tersebut dipasang dengan menggunakan kayu 5/10 dua
batang untuk skor kaki papan nama. Untuk posisi pemasangan papan nama sebaiknya
pada awal lokasi pekerjaan atau sesuai dengan instruksi dari direksi kegiatan tersebut.
Pemasangan papan nama ini dikerjakan oleh tenaga kerja setempat dan dipasang pada
awal minggu pertama kegiatan.

e. Pengukuran dan pematokan jalur pipa


Pekerjaan pengukuran adalah pekerjaan pengukuran yang dilaksanakan oleh kontrktor
dan disaksikan atau secara bersama-sama dengan pengawas atau direksi lapangan.
Pengukuran dilakukan dengan menggunakan peralatan;

1. Alat ukur theodolit lengkap dengan tripot/ Water Pas 1 unit.


2. Alat bantu berupa bak ukur dan meteran yang panjang 100 meter.
Pengukuran akan dilaksanakan oleh juru ukur yang mampu menggunakan alat
ukur dengan benar dan tepat. Juru ukur akan dibantu oleh 1 orang pembantu juru
ukur dan 2 orang tenaga kerja untuk memegang bak ukur. Sebelum dilakukan
pengukuran kontraktor atas petunjuk dari pengawas akan menetapkan benc mark
sebagai titik referensi. Pengukuran dilakukan dengan interval tertentu sesuai
dengan petunjuk pengawas atau direksi lapangan dan akan membuat direksi
melintang yang akan diplotkan dalam gambar rencana pekerjaan.
Setiap titik yang diukur akan diberi patok sebagai tanda dan pada patok tersebut
diberi tanda dengan cat dan dibuat garis ketinggian. Hasil pengukuran akan
digambarkan dan dibuat potongan-potongan dengan interval tertentu sesuai dengan
petunjuk pengawas dan ditanda tangani bersama kontraktor untuk menjadi acuan kerja
( untuk mengetahui titik awal kerja titik akhir kerja dan ketinggian atau level galian.
Hasil pengukuran dipasangi patok yang diberi ukuran dengan menggunakan cat
warna merah dan diberi nomor dan tanda serta dipasang dengan kuat supaya
tidak mudah berubah sehingga selama pelaksanaan pekerjaan patok-patok tersebut
dapat berfungsi dengan baik.

f. Gambar-gambar Pelaksanaan
Sebelum dimulai Pelaksanaan Pekerjaan Fisik dilapangan, terlebih dahulu dibuat
Shop Drawing dari hasil pengukuran lapangan dan atau Shop Drawing untuk pekerjaan-
pekerjaan yang belum jelas detailnya.
Semua Shop Drawing tersebut harus dikonsultasikan dan untuk dimintakan
persetujuan Direksi Lapangan / Konsultan Pengawas.

g. Program Keselamatan Kerja


Guna mendukung agar program keselamatan kerja dapat berjalan sebagaimana yang
telah ditentukan, maka disediakan alat peralatan untuk keselamatan kerja yang harus
dikenakan oleh para tenaga kerja selama melaksanakan pekerjaan atau siapapun
yang melakukan kegiatan dilapangan. Adapun alat peralatan keselamatan kerja tersebut
antara lain Topi Keras (Helm) untuk lapangan, Sarung Tangan dan Sepatu
lapangan. Adapun kelengkapan lainya yang tak kalah pentingnya adalah tersedianyan
obat-obatan untuk Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K).

h. Pek. Rambu Pekerjaan Sementara


Pemborong diharuskan menyediakan, membuat, memasang dan menempatkan
rambu-rambu Pekerjaan sementara pada lokasi pekerjaan pada posisi-posisi
yang penting termasuk rintangan- rintangan sekitar lokasi proyek. Penempatannya
harus mendapat persetujuan dari berbagai pihak misalnya pihak kepolisian ataupun
dinas yang terkait bagian jalan raya atau pihak-pihak yang berwenang seperti RT,
RW, dan Organisasi Kepemudaan. Rambu-rambu ini harus diberi tulisan, warna yang
jelas sesuai dengan fungsi nya.

2. PEKERJAAN TANAH
a. Pekerjaan Galian
Pekerjaan ini harus mencakup penggalian dengan ukuran galian kedalaman 100 cm
dan lebar galian 45 cm untuk pipa dia 2 inchi, penanganan, pembuangan atau
penumpukan tanah atau batu atau bahan lain dari jalan atau sekitarnya yang
diperlukan untuk penyelesaian dari pekerjaan dalam Kontrak ini.

Pekerjaan ini umumnya diperlukan untuk perletakan pipa, untuk formasi


galian atau pondasi pipa, atau struktur lainnya,untuk galian bahan konstruksi dan
pembuangan sisa bahan galian, untuk pengupasan dan pembuangan bahan
perkerasan beraspal pada perkerasan lama, dan umumnya untuk pembentukan
profil dan penampang yang sesuai dengan Spesifikasi ini dan memenuhi garis,
ketinggian dan penampang melintang yang ditunjukkan dalam Gambar atau
sebagaimana yang diperintah-kan oleh Direksi Pekerjaan.
Semua batang-batang kayu atau tunggul-tunggul yang terdapat pada trace
galian harus dipotong serta bekas potongan dan pembongkaran dimaksud dibuang
keluar trace sampai bersih. Jika pengambilan tanah pada daerah yang tanahnya mudah
longsor maka harus diupayakan sedemikian rupa sehingga pengambilan tanah tidak
mengakibatkan kelongsoran tanah. Dalam pekerjaan ini dibantu dengan tenaga
harian dalam hal pekerjaan perapian, pemotongan kayu-kayu kecil, pembuangan dan
lain-lain dengan alat bantu berupa cangkul, chain saw dan lain-lain yang diperlukan.

b. Urugan Bekas Galian


c. Pekerjaan ini mencakup, pengangkutan, penghamparan dan pemadatan tanah ,
untuk penimbunan kembali galian pipa atau struktur dan untuk timbunan umum yang
diperlukan untuk membentuk dimensi timbunan sesuai dengan garis, kelandaian, dan
elevasi penampang melintang yang disyaratkan atau disetujui.

3. PELAKSANAAN
1. PEKERJAAN PIPA DAN ACCESORIES

a. Pengadaan Pipa HDPE Ø2 Inc, Pipa PVC SNI 06 -0084-2002 S10 Ø2 Inc dan
Pengadaan Accessories pipa (Dop PVC Ø 2 Inc) beserta sambungannya.

Dengan berpedoman pada Time Schedule Pelaksanaan Pekerjaan, Setelah


Kontrak ditanda tangani kami mulai melakukan pemesanan barang ke Pabrik,
dengan menerbitkan surat pemesanan Barang / DO sesuai dengan kebutuhan, jenis
dan spesifikasi barang dalam RAB yang kami tawarkan. Pipa yang baru selesai
diproduksi di Pabrik, ditumpuk dan disimpan di gudang pabrik dengan tata cara
penyimpanan sebelum dikirim / Delivery ke Lokasi Penumpukkan sementara.
Secara bertahap, Pipa yang sudah siap dikirim ke Lokasi penumpukkan sementara.
Dimana untuk menjamin keselamatan dan resiko kerusakan barang selama dalam
proses pengangkutan kami ikatkan dalam bentuk pertanggungan Asuransi
( Pengiriman barang dilengkapi dengan Surat Pengantar Barang ). Sesampainya
dilokasi penumpukkan sementara, barang kami bongkar digudang yang sudah kami
sediakan, Proses pembongkaran diawasi petugas kami dan minta disaksikan oleh
anggota Tim Teknis / Pemeriksa Barang untuk mengetahui kondisi Kualitas dan
Kuantitas barang kiriman. Setelah Barang siap dari pabrik ke gudang di
Penumpukkan sementara sesuai dengan volume kontrak dan tersusun rapi, diberi
pelindung dan pengaman, kemudian diambil foto Dokumentasi. Barang yang sudah
tersusun rapi dengan jumlah yang cukup minta diperiksa lagi kualitas dan
kuantitasnya oleh Direksi, Dimana hasil pemeriksaannya dituangkan kedalam Berita
Acara Pemeriksaan Kualitas dan Kuantitas Barang sesuai dengan Kontrak yang
sudah ditanda tangani.

b. Pekerjaan Pemasangan:

Setelah Penggalian tanah dikerjakan serta pengadaan pipa yang juga sudah
kita mulai pengadaannya diawal pekerjaan, maka dilakukan pemasangan pipa
beserta accesoriesnya dengan bentuk, ukuran dan batas-batas yang sesuai dengan
yang ditunjukkan dalam gambar rencana.
 Pasangan pipa HDPE dengan koneksi yang telah tersedia dengan mesin las
khusus HDPE dengan suhu pemanasan dan pendinginan sesuai standar sehingga
pipa tersambung sempurna.
 Pemasangan pipa HDPE yang terkoneksi dengan Gate valve disambung dengan
asesories yang tepat seperti Stub flanget, paking dan dikunci dengan bat mour
pada setiap lobangnya.
 Pipa dipasang didasar galian dengan baik dan sempurna sehingga pada
waktudiberi tekanan tidak bergerak dengan bebas.
 Pemasangan pipa GI pada kedua ujungnya menggunakan flanget yang di las
dengan baik dan rapi bagian luar dan dalamnya.
 Pengelasan tidak diizinkan terputus untuk menghindari kebocoran.
 Pekerjaan dilaksanakan sesuai dengan gambar kerja.

 Pemasangan pipa harus rapat dan aman untuk menghindari


kebocoran
 Pemasangan pipa harus direncanakan sedemikian rupa dan sebelum
penempatan yang disesuaikan dengan gambar rencana, kami akan
berkonsultasi terlebih dulu dengan pengawas.

c. Pekerjaan Sambungan

 Pemasangan pipa sambungan harus sesuai dengan gambar.


 Pemasangan pipa sambungan harus distel dengan baik dan pada beberapa
titik dipasang selimut beton untuk keamanan pipa. Beton yang dipergunakan
sesuai kebutuhan.
 Untuk penempatan titik sambungan harus mendapat pengawasan dan
persetujuan dari Direksi/Pengawas. Jika telah memenuhi syarat, maka siap
dilakukan penyambungan pipa lengkap dengan accessories yang tercantum
dalam dokumen/ bestek..

d. Pekerjaan Timbunan Kembali


Pada lokasi yang sudah digali dan pemasangan pipa sudah
dikerjakan, maka bekas galian ditimbun dengan rapi dan benar sesuai arahan dari
pengawas/ direksi dilapangan.
2. PEKERJAAN INTAKE
a. Pembangunan intake
Pekerjaan pembangunan intake menggunakan beton dengan mutu K -175
dan rabat beton dengan mutu K-100, bangunan intake dibangun menggunakan
pasangan batu kosong dan pasangan batu dengan perbandingan 1 : 4.
Pembangunan intake meliputi beberapa jenis pekerjaan yaitu
 Pekerjaan penggalian tanah dengan menggunakan cara manual.
 Pembuatan lantai kerja dengan luasan 7,15 m2 yang dicor dengan
menggunakan beton readymix 1: 3.
 Pemasangan Pipa GIP SNI 0039-2013 Ø 2 Inc dan Pipa PVC SNI 06 -0084-
2002 S10 Ø1 Inc dilokasi yang telah ditentukan sesuai dengan gambar kerja
pada setiap area sambungan pipa digunaakan flange steel dan flange spigot 2
inch.
 Pembangunan bangunan intake dilakukan pengecoran dinding dengan mutu
beton K-175 kemudian dilakukan tahap acian.
 Pekerjaan bekisting.
 Bak pengendap digunakan untuk memindahkan parikel – partikel pasir dari
air. Fungsi dari bak pengendap adalah sangat penting untuk melindungi
komponen-komponen berikutnya dari dampak pasir. Bak pengendap dibuat
dengan memperdalam dan memperlebar sebagian saluran pembawa dan
menambahnya dengan beberapa komponen, seperti saluran pelimpah, saluran
penguras dan sekaligus pintu pengurasnya. Pada bagian atas bak dipasangkan
plat manhole dengan ketebalan 3 mm berikut dengan aksesorisnya yang
berupa Handle dan engsel yang di las.
 Pemasangan Gate Valve Cast Iron WP 5K Ø 2" dan penempatan bak
pelindung gate valve (Valve box)

3. PEKERJAAN BAK RESERVOAR


a. Pekerjaan Kontruksi
Dalam proses kontruksi Bak Reservoar menggunakan beton dengan mutu K
-175 dan rabat beton dengan mutu K-100 dengan pasangan batu 1 : 4. Bak reservoar
dilengkapi dengan waterstop dan manhole.
Pembangunan intake meliputi beberapa jenis pekerjaan yaitu
 Pekerjaan penggalian tanah dengan menggunakan cara manual.
 Pembuatan dasar/pondasi bak reservoar
 Bakisting beton
 Bak Reservoar dibangun dengan tinggi 2 meter, lebar 3 meter dan panjang 3
meter. Dalam pembuatannya dipasangkan besi tulangan untuk memperkokoh
bak.
 Dibagian atas bak dipasangkan plat manhole dengan ukuran 60x60 cm yang
dilengkapi dengan aksesorisnya.
 Pekerjaan acian dan pengecatan
b. Pekerjaan Inlet
Pekerjaaan pemasangan Inlet pipa GIP SNI 0039-2013 Ø2" yang menuju bak
reservoar dibatasi oleh gate valve system flange 2 inchi dan pada bagian bak
terdapat waterstop.
Pada setiap penyambungan pipa GIP digunakan flange las tanpa putus untuk
menghindari kebocoran pipa.
c. Pekerjaan Overflow/Penguras
Pengerjaan Overflow dan penguras pipa pada bak reservoar menggunakan
Pipa GIP SNI 0039-2013 Ø2" dilengkapi elbow PVC 2 inch untuk mengarahkan
aliran pipa dan dipasangkan sebuah waterstop.
4. PEKERJAAN BYPASS DAN PELINDUNG GATE VALVE
a. Pekerjaan Bypass
Pengerjaan bypass dibutuhkan tee GIP dan elbow GIP 2 inch untuk
mengarahkan Pipa GIP SNI 0039-2013 Ø2 Inch ke Gate Valve.
Dalam penyambungannya pipa tersebut di lass tanpa terputus untuk
menghindari kebocoran. Pada area Gate Valve digunakan juga flange las.
b. Pekerjaan Bak Pelindung Gate Valve
Sebelum dibangun bak pelindung, dilakukan penggalian tanah. Bak
pelindung gate valve dibuat degan luasan 60 cm dengan tinggi bak 50 cm dengan
beton K-175. Pada bagian atas bak pelindung dipasangkan plat manhole dengan
ketebalan 3 mm dan dipasangkan engsel serta handle untuk mempermudah dalam
mengakses Gate Valve.

5. PEKERJAAN PENYEBERANGAN PIPA


Ada 4 jenis Penyeberangan pipa yakni Penyeberangan Pipa Tpe A, B, C dan D.
dalam penyeberangan pipa ini pipa HDPE 2 inch disambungkan dengan Flange spigot
dan flange steel kemudian disambungkan dengan Pipa GIP SNI 0039-2013 Ø 2" pada
bagian 2 sisi penyeberangan dipasangkan elbow GIP yang di las tanpa putus pada
bagian elbow terendah dipasangkan besi angkur dan thrust blok dengan kualitas beton
K-100.

6. PEKERJAAN SAMBUNGAN KRAN UMUM


Tanah Pada lokasi yang akan dibuatkan kran umum dibersihkan dan digali terlebih
dahulu. Dasar atau pondasi kran umum dengan luasan 150 m x 100 m selanjutnya di
urug dengan pasir dan dilakukan pembetonan, pemasangan Pipa GIP SNI 0039-2013 Ø
1/2" secara vertical kurang lebih 50 cm dari lantai. Pipa yang mengarah pada stop kran
akan dipasangkan Clam Sadle Ø 2" x Ø 3/4", knee GIP 1/2" dan Tee GIP 1/2” sesuai
kebutuhan.

7. PEKERJAAN AKHIR DAN REPORTING/PELAPORAN


a. Perapian Lahan
Setelah seluruh pekerjaan fisik selesai dilaksanakan, maka agar hasil
pekerjaan dan lokasi pekerjaan benar-benar terlihat telah selesai segera
dilaksanakan pekerjaan perapian lokasi pekerjaan dari limbah-limbah atau
sampah-sampah yang berada disekitar lokasi pekerjaan.
b. Pelaporan, Berita Acara.
 Pelaporan dilakukan setiap hari dan dirangkum dalam lembaran-lembaran
laporan harian yang diketahui oleh Pengawas Lapangan.
 Hasil rekap laporan harian dijadikan laporan mingguan yang diketahui dan
ditanda tangani oleh pengawas lapangan dan di setujui oleh asisten teknik atau
direksi
 Pengajuan termyn dilakukan setelah ada perintah pengawas lapangan
dengan ketentuan bobot yang telah diatur didalam kontrak.
 Apabila terjadi petunjuk / saran lainnya akan disampaikan oleh
pengawas / pimpro atau direksi lainnya pada buku direksi pelaksanaan
pekerjaan yang bersangkutan.

c. Dokumentasi dan Asbuilt Drawing


Guna untuk memberikan gambaran atas segala kegiatan – kegiatan dan
kemajuan pelaksanaan pekerjaan – pekerjaan dilapangan kepada pemilik kegiatan,
maka kami akan adakan melalui Reporting secara administratif dan reporting
melalui Dokumentasi Photo.
Dokumentasi Photo yaitu dengan mengambil gambar dari arah / titik yang
sama pada beberapa lokasi sesuai ketentuan direksi pada saat sebelum
dikerjakan ( 0% ), sedang dikerjakan ( 50 % ) dan setelah selesai
dilaksanakan ( 100 % ).
Setelah seluruh pekerjaan selesai maka kami akan membuat
gambar konstruksi sudah terbangun (Asbuilt Drawing) dengan berkoordinasi
kepada Pengawas Lapangan, setelah gambar tersebut selesai akan kami serahkan
kepada Direksi untuk mendapatkan persetujuan.

d. PHO dan FHO


Apabila pelaksanaan pekerjaan telah selesai 100 %, maka diajukan surat
Pemeriksaan Pekerjaan (PHO) untuk serah terima pertama pekerjaan.
Setelah menunggu masa pemeliharaan dengan jangka waktu yang telah
ditentukan dari serah terima pertama, maka diajukan serah terima kedua (FHO)
yang selanjutnya diadakan pemeriksaan kembali terhadap pekerjaan
dilapangan hingga pekerjan yang bersangkutan benar-benar selesai sesuai dengan
yang diharapkan.
PENUTUP

Demikian Methode Pelaksanan Pekerjaan Pengembangan Jaringan Perpipaan Spam Awo


di Desa Umpegeng, Kec. Lalabata Kab. Soppeng ini dibuat, sebagai salah satu system
kontrol dengan baik pada pelaksanaan. Uraian di dalam Methode Pelaksanaan ini hanya
dapat memberi gambaran selintas akan jalannya pelaksanaan pekerjaan di lapangan yang
sudah barang tentu terdapat kekurangan-kekurangan yang perlu disempurnakan. Untuk itu
diharapkan kepada Konsultan pengawas dan Direksi dapat memberikan saran maupun
kritikan agar pelaksanaan pekerjaan ini berjalan dengan lancar.

Makassar, 22 Juni 2019


CV. SUMBER RESKY ABADI

RACHMANSYAH
Direktur