Anda di halaman 1dari 3

Nama : AHMAT SYAFAK

Nim : 161741019150037
Matakuliah : Hukum Pasar Modal
Dosen :

Tugas menganalisa Potensi yang dimiliki masing-masing KEK.


1. KEK Tanjung Kelayang.
KEK Tanjung Kelayang merupakan sebuah Kawasan Ekonomi Khusus yang dibangun
di area seluas 1.101,324,2 Ha, dengan kegiatan utama difokuskan sebagai kawasan
khusus pariwisata.
Dengan demikian investor asing dapat mengembangkan usaha yang berkaitan dengan
pariwisata seperti hotel, penginapan, dan pariwisata.
Hal ini ditetapkan karena lokasinya yang strategis yaitu terletak antara indonesia
dengan negara ASEAN.

2. KEK Maloy Batuta Trans Kalimantan


KEK MBTK merupakan sebuah Kawasan Ekonomi Khusus yang dibangun di area seluas
557,34 Ha, dengan kegiatan utama difokuskan pada industri perkebunan khususnya
pengolahan kelapa sawit sebagai bisnis utamanya, dan juga bsinis penunjang seperti
industri energi (seperti mineral dan batubara) dan pergudangan disertai logistiknya.
Penetapan kawasan KEK Maloy Batuta Trans Kalimantan ini didasarkan pada posisi
geostrategisnya yaitu terletak pada lintasan Arus Laut Kepulauan Indonesia II (ALKI II)
yang merupakan lintasan laut perdagangan internasional yang menghubungkan pulau
Kalimantan dan Sulawesi serta merupakan jalur regional lintas trans Kalimantan dan
transportasi penyebrangan ferry Tarakan-Tolitoli dan Balikpapan-mamuju, dengan
demikian besar potensi stategis tersebut sangat dimungkinkan untuk menarik investor
untuk berinvestasi di sektor wilayah tersebut.

3. KEK Mandalika
KEK Mandalika merupakan sebuah Kawasan Ekonomi Khusus yang dibangun di area
seluas 1.035,67 Ha, dengan kegiatan utama difokuskan sebagai kawasan khusus
pariwisata. Dengan letak stategis menghadap ke Samudra Hindia KEK Mandalika
dipersiapkan untuk mengakselerasikan sektor pariwitara Provinsi Nusa Tenggara Barat,
denga tawaran berupa potensi wisata bahari pantai dan wisata bawah lautnya. Dengan
demikian diharapkan mampu untuk menyerap atau mendatangkan investor asing untuk
dapat mengembangkan usaha yang berkaitan dengan pariwisata seperti hotel,
penginapan, dan pariwisata.

4. KEK Morotai
KEK Morotai merupakan sebuah Kawasan Ekonomi Khusus yang dibangun di area
seluas 1.101,76 Ha, dengan kegiatan utama difokuskan pada industri pengolahan
perikanan (bisnis) dan pariwisata.
Pada sektor perikanan ini dengan letak dari pulau Morotoi yang setrategis
diharapkan mampu meningkatkan kejayaan maritim, industri kelautan dan perikanan
dapat dikembangkan melalui basis sistem penangkapan ikan, berdasarkan pemantauan
potensi penangkapan ikan terdapat sekitar 150 ribu ton dan saat ini yang mampu dikelola
masih sebatas 75 ribu ton sehingga masih sangat besar potensi untuk investasi dibidang
indutri penangkapan ikan yang dapat dilakukan oleh para investor, hal ini juga didukung
dengan letak dari Morotai sendiri yang berada di jalur ARLINDO arus lalu lintas
Indonesia dengan wilayah perairan yang hangat sebagai arus komoditas ikan tuna dan
juga berada di jalur ALKI III arus laut kepulauan Indonesia yang menghubungkan dua
perairan bebas dari segi pelayaran/perdagangan Asia dan Australia.
Pada sektor pariwisata sendiri pengembangan wisata kekayaan alam dan keindahan
alam menjadi potensi yang juga sangat besar hal ini ditunjang dengan sumber daya alam,
wisata alam dan panorama alam bawah laut yang begitu kaya, sehingga sangat cocok
untuk berinvestasi di sektor pariwisata seperti hotel, penginapan, dan tempat-tempat
wisata tersebut.
Letak yang strategis dari Morotai juga sangat mendukung kedua sektor diatas,
keberadaannya yang berada di depan samudra pasifik dan juga berbatasan langsung
dengan Philipina dan Jepang.

5. KEK Bitung
KKEK Bitung merupakan sebuah Kawasan Ekonomi Khusus yang dibangun di area
seluas 534 Ha, dengan kegiatan utama difokuskan pada sektor bisnis / industri utama
yaitu pengolahan kelapa, serta industri penunjang berupa industri pengolahan perikanan,
industri farmasi dan logistik.
Penetapan KEK Bitung karena memiliki keunggulan secara geoekonomi dan
geostrategis yaitu konsep pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus Bitung telah
terintegrasi dengan konsep pengembangan Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu
(KAPET) Manado-Bitung, pengembangan jaringan jalan tol Manado-Bitung, dan
pengembangan IHP Bitung.
Dengan luas wilayah yang cukup besar dan lahan yang subur KEK Bitung bisa
menyediakan pasokan kelapa dan juga pasokan Ikan dalam jumlah besar sehingga sangat
mendukung Industri Kelapa dan Pengolahannya.

6. KEK Tanjung Api-Api


KEK Tanjung Api-Api merupakan sebuah Kawasan Ekonomi Khusus dengan kegiatan
utama difokuskan pada industri karet dan kelapa sawit, serta adanya potensi penunjang
yaitu sumber daya gas bumi dan batubara, serta petrokimia.
Dengan letak keunggulan geoekonomi yaitu berada di daerah sektor Agro (Sumber
Daya Alam), memungkinkan KEK Tanjung Api-Api untuk menyediakan pasokan karet
dan kelapa sawit dalam jumlah besar.

7. Kek Palu
KEK Palu merupakan sebuah Kawasan Ekonomi Khusus yang dibangun di area seluas
1.500 Ha, dengan kegiatan utama difokuskan pada Zona industri, Zona Logistik dan Zona
pengelolaan Eksport.
Hal ini dimungkinkan karena secara geografis KEK Palu terintegrasi dengan
Pelabuhan Pantoloan dan dilalui jalur strategis Alur laut Kepulauan Indonesia 2 yang
berpotensi untuk menghubungkan kawasan barat dan timur Indonesia, teluk Palu yang
dalam dan lebar berpotensi untuk menjadi jalur perdagangan nasional dan internasional.