Anda di halaman 1dari 3

RESUME

INOVASI TEKNOLOGI KEPERAWATAN DI ERA 4.0

TEKNIK MICRONEEDLE COATING


SEBAGAI SISTEM PENGHANTARAN INSULIN TRANSDERMAL

Oleh :
Siti Nur Luthfiana
NIM. P1337420615025

PROGRAM STUDI PROFESI NERS SEMARANG


JURUSAN KEPERAWATAN
POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SEMARANG
2019
INOVASI TEKNIK MICRONEEDLE COATING
SEBAGAI SISTEM PENGHANTARAN INSULIN TRANSDERMAL

Diabetes melitus adalah penyakit autoimun kronis yang disebabkan oleh gangguan
pengaturan gula darah. Gangguan gula darah dapat disebabkan oleh gangguan produksi insulin di
dalam tubuh, serta perkembangan hormon yang tidak tepat yang menghambat produksi insulin
dalam tubuh. Diabetes mellitus sendiri yang sering kita temui dapat dikategorikan dalam dua jenis
yaitu diabetes tipe satu yang disebabkan karena gangguan autoimun yang menyebabkan sel-sel
yang memproduksi insulin ketahannanya menurun sehingga pankreas tidak dapat memproduksi
hormone insulin yang memberikan efek tubuh kekurangan insulin dan meningkatkan kadar glukosa
dalam tubuh. Yang kedua adalah diabetes tipe dua yaitu penyakit gula yang paling banyak terjadi.
Angka kejadiannya mencapai 90-95 persen dari semua kasus kencing manis di dunia. Kondisi ini
disebut dengan adult-onset diabetes karena lebih sering terjadi pada orang dewasa. Tidak seperti
diabetes tipe 1, penderita tipe 2 tetap memproduksi insulin tapi tidak mencukupi. Penyebab
mengapa muncul tipe 2 biasanya timbul karena pengaruh pola hidup kurang sehat dan tidak
membatasi pola konsumsi gula serta lingkungan berperan dalam memicu terjadinya penyakit gula
ini.
Karena penyakit diabetes yang kurun waktu membuat sebagian orang harus mengontrolkan
kesehatan serta memenuhi kebuthan insulin untuk mengontrol kadar gula yang kita ketahui hanya
bisa dilakukan dengan suntik insulin atau minuman herbal dari daun insulin pada era teknologi
maju saat ini telah dikembangkan tekonologi baru untuk memudahkan klien mendapatkan
insulinyaitu dengan microoneedle coating yaitu teknologi baru yang dikembangkan dengan
berkolaborasi dengan farmasi sebagai penghantar obat secara transdermal sebagai alternatif rute
oral dan parenteral. Sifat fisikokimia molekul obat dengan waktu paruh pendek dan bioavailabilitas
yang buruk sangat cocok dibuat dalam bentuk sediaan transdermal. Rute transdermal ini dapat
diaplikasikan dengan metode microneedle (MN). Pendekatan berbasis MN telah dikembangkan
dengan metode pelapisan MN dengan tujuan meminimalkan invasif sehingga obat dan vaksin dapat
melewati kulit. Obat yang bersifat hidrofobik akan secara mudah berdifusi melewati kulit.
Penghantaran obat secara transdermal memberikan beberapa keuntungan seperti peningkatan
kepatuhan pasien, suistained release, menghindari iritasi asam lambung dan presistemik first pass
effect. Hanya beberapa produk obat dengan karakteristik optimum yang berhasil dihantarkan
melalui kulit. Masalah yang mungkin timbul dari penghantaran obat secara transdermal adalah
transpor obat yang buruk, tetapi dapat diperbaiki dengan pengembangan microneedle (MN) yang
dapat menghantarkan obat melalui stratum korneum tanpa rasa sakit. Penggunaan MN awalnya
dengan cara dilapisi patch dalam larutan cair selama beberapa jam untuk memastikan lapisan
terdistribusi ke permukaannya. Prosedur tersebut memiliki kelemahan yaitu ketidakakuratan dosis
obat. Microneedle patch yang terbuat dari pati dan gelatin untuk penghantaran insulin transdermal
yang cepat dan efisien. Microneedle larut secara sempurna setelah 5 menit insersi ke dalam kulit,
kemudian secara cepat akan melepaskan insulin yang akan diserap tubuh. Selain pati dan gelatin,
dissolving microneedle dapat terbuat dari polisakarida larut air seperti dekstrosa, dekstran dan
kondroitin sulfat.

Microneedle merupakan alternatif strategi pengobatan pada pasien diabetes melitus tipe 1
maupun tipe 2 dengan menerapkan teknologi microneedles untuk meningkatkan pemberian
insulin melalui transdermal dan mengoptimalkan efek terapi. Secara paralel dengan menghindari
injeksi berulang, rasa takut akibat penggunaan jarum dan hambatan sosial lain yang berhubungan
dengan self injection, penggunaan microneedle untuk terapi insulin lebih sederhana dan tidak
menimbulkan rasa sakit. Jika prosedur terapi yang diberikan sederhana dan tidak menimbulkan rasa
sakit maka kepatuhan pasien terhadap efek terapi cenderung meningkat. Inovasi teknologi
microneedle menjadi pilihan dalam meningkatkan kontrol gula darah karena mengutamakan
kenyamanan dalam managemen diabetes untuk klien dan menurunkan risiko komplikasi diabetes
jangka panjang.