Anda di halaman 1dari 3

JOB SHEET

SISTEM PENGAPIAN ELEKTRONIK

Kompetensi :
Setelah melaksanakan praktek, siswa diharapkan dapat :
1. Memasang sistem pengapian elektronik sebagai pengganti pengapian konvensional.
2. Memeriksa komponen sistem pengapian elektronik.
3. Mengidentifikasi keuntungan penggunaan sistem pengapian elektronik.

Alat dan Bahan :


1. Engine stand dengan pengapian konvensional
2. Tool box set
3. Multitester
4. Engine tuner
5. Distributor pengapian transistor

Dasar Teori
Sistem pengapian konvensional (menggunakan breaker point) memiliki berbagai kelemahan terutama
pada titik kontak atau breaker point-nya. Usaha untuk menggantikan sistem mekanis melalui berbagai
macam metode, seperti penggunaan transistor, infra merah, capasitor/CDI maupun dengan prinsip
kemagnetan. Semua sistem ini bertujuan untuk mengatasi kelemahan sistem konvensional dimana tidak
diperlukan lagiperawatan rutin dan meningkatkan kualitas pada semua tingkat putaran mesin.
Salah satu jenis sistem pengapian elektronik adalah dengan menggunakan Transistor. Komponen
utamanya terdiri atas Signal rotor dan pick up coil yang berfungsi untuk membangkitkan tegangan sinyal
pengapian, serta transistor yang berfungsi untuk memutus dan menghubungkan arus primer col sehingga
terjadi pengapian.
Langkah Kerja :
1. Periksa oli pelumas, air pendingin, kabel baterai dari kekendoran dan pastikan baterai dalam
keadaan baik.
2. Hidupkan mesin hingga mencapai temperatur kerja.
3. Ambil data yang meliputi : putaran mesin, tegangan baterai, tegangan primer koil, sudut dwell
dan timming pengapian (saat vacuum dilepas dan kondisi terpasang).
4. Bandingkan data dengan spesifikasi engine yang ada. Jika tidak sesuai, lakukan perbaikan yang
diperlukan. Lakukan kembali pengukuran pada langkah 3 hingga diperoleh data sesuai
spesifikasi, lalu matikan mesin.
5. Lepas distributor konvensional kemudian ganti dengan distributor yang menggunakan transistor.
6. Periksa kabel yang terdapat pada distributor, pasang kabel yang terhubung dengan resistor ke (+)
coil dan kabel yang terhubung dengan transistor ke (-) coil.
7. Periksa kembali rangkaian yang telah anda pasang. Jika semua terpasang dengan baik,
hidupkan mesin.
8. Pasang kembali oskiloskop pada kabel pick up coil dan amati apabila terdapat perubahan bentuk
gelombang yang dihasilkan. Gambar dan catat hasil pengamatan anda.
9. Ambil data seperti pada langkah nomor 3, meliputi : putaran mesin, tegangan baterai, tegangan
pick up coil, sudut dwell dan timming pengapian (saat vacuum dilepas dan kondisi terpasang).
10. Bandingkan data yang anda peroleh dengan data sebelumnya seperti pada langkah nomor 3.
Diskusikan hasilnya dengan kelompok anda.
11. Setelah selesai, lepas semua komponen sistem pengapian elektronik dan pasang kembali sistem
pengapian konvensional. Pastikan mesin dapat bekerja dengan baik.
12. Bersihkan alat dan training obyek yang digunakan.

Pertanyaan dan Tugas


1. Buatlah uraian perbandingan antara sistem pengapian konvensional dan pengapian elektronik !
2. Jelaskan minimal 2 keuntungan dan kerugian sistem pengapian elektronik !
REPORT SHEET
SISTEM PENGAPIAN ELEKTRONIK

1. Jelaskan bagaimana prinsip kerja sistem pengapian elektronik!

2. Pemeriksaan kerja sistem pengapian konvensional

Timing Pengapian
Tegangan Tegangan Sudut
Putaran Mesin Vacuum Vacuum
Baterai Primer Coil Dwell
Dilepas Terpasang
Putaran Idle
 750 rpm
Putaran Menengah
 2000 rpm
Putaran Tinggi
 3000 rpm

3. Pemeriksaan kerja sistem pengapian elektronik

Timing Pengapian
Tegangan Tegangan Sudut
Putaran Mesin Vacuum Vacuum
Baterai Primer Coil Dwell
Dilepas Terpasang
Putaran Idle
 750 rpm
Putaran Menengah
 2000 rpm
Putaran Tinggi
 3000 rpm

Kesimpulan :