Anda di halaman 1dari 4

JOB SHEET

SISTEM PENGAPIAN KONVENSIONAL


A. Kompetensi :
Setelah melaksanakan praktek, siswa diharapkan dapat :
1. Memeriksa komponen sistem pengapian.
2. Merangkai sistem pengapian.
3. Menyetel dwell dan timing pengapian.
4. Mengidentifikasi gejala yang timbul akibat dwell dan timing yang tidak tepat.

B. Alat dan Bahan :


1. Engine stand Toyota seri K dan Mitsubishi
2. Tool box set
3. Multitester
4. Engine Tuner

Langkah Kerja :

A. Pembongkaran
1. Lakukan pengamatan terhadap rangkaian pengapian, lalu lepas distributor dari engine.
2. Buka tutup distributor, putar poros distributor dan amati kerja platina.
3. Buka tutup oktan selektor, tahan poros distributor kemudian putar pengatur oktan ke kiri dan ke
kanan. Amati efeknya breaker plate platina.
4. Lepas vacuum advancer, platina dan breaker plate.
5. Tahan poros distributor bagian bawah, gerakkan bobot sentrifugal advancer dengan obeng (-).
Amati efeknya terhadap gerakan cam (nok).
6. Lepaskan sentrifugal advancer dan lepas poros distributor.

B. Pemeriksaan dan perakitan komponen


1. Periksa hubungan antar terminal kunci kontak pada tiap-tiap posisi kunci kontak.
2. Bersihkan komponen, periksa kelainan, keausan secara visual dan kekocakan.
3. Periksa kelurusan/kebengkokan poros (max. 0,05 mm).
4. Periksa pegas sentrifugal advancer.
5. Pasang sentrifugal advancer, periksa celah samping (std. 0,15 – 0,50 mm).
6. Pasang cam, periksa kelongaran terhadap poros.
7. Periksa vacum advancer, diafragma (dengan cara menghisap) selang vacuum advancer.
8. Pasang breaker plate, vacuum advancer dan platina.
9. Periksa kondisi keausan pada platina dan posisi kontak platina.
10. Pastikan tanda garis pada oktan selector telah segaris dengan tanda pada distributor, Setel celah
platina (0,40 – 0,50 mm).
11. Periksa tutup distributor dan bersihkan karbon, karat pada terminal-terminalnya. Pasang rotor dan
tutup distributor.
12. Periksa kondensor dengan multitester ( µf ).
13. Periksa tahanan kabel tegangan tinggi dengan ohm meter.
14. Identifikasi merk, jenis (nomor busi) stel celah busi.

C. Merangkai
1. Tepatkan mesin pada top kompresi 1 dengan memutarkan poros engkol dan pastikan semua
katup pada silinder satu tidak bekerja (tertutup).
2. Untuk mesin Toyota seri K, Tepatkan alur pompa oli melintang dari mesin atau mengarah tanda
titik ( . ) pada blok silinder.
3. Pasang distributor pada blok silinder, pastikan arah rotor menghadap ke terminal kabel busii
nomer 1 pada tutup distributor setelah terpasang.
o
4. Putar poros engkol berlawanan arah dengan putaran mesin, tepatkan pada 8 sebelum TMA.
5. Cari awal pengpian mesin dengan memutar distributor berlawanan arah dengan putaran rotor
hingga terjadi percikan arus listrik pada platina kemudian kencangkan rumah distributor.
6. Pasang tutup distributor dan kabel tegangan tinggi busi sesuai dengan FO.
7. Rangkai sistem kelistrikan dari kunci kontak, koil hingga distributor.

D. Menyetel
1. Hidupkan mesin (  5 menit), stel dwel angle timing pengapian.
a. Pasang tune-up tester, arahkan selector ke dwell, pasang penjepit merah pada negatif koil,
o o
penjepit hitam ke masa, lalu lihat angka penunjukan dwell angle (spec: 52  2 ).
Bila penyetelan tidak tepat, lakukan penyetelan ulang dengan melepas tutup distributor,
kendorkan (sedikit) baut pengikat platina kemudian ubah besarnya gap (bila dwell terlalu
besar, gap dipersempit atau sebaliknya). start mesin, lakukan penyetelan hingga didapat nilai
dwell angle yang sesuai.
Catatan : Jangan terlalu lama menstarter. Waktu start maksimal 5
detik.
b. Posisikan mesin pada putaran idle
o
c. Periksa timing ignition dengan menggunakan timing light (spec:8 sebelum TMA pada
putaran idle) dengan melepas vacum advancer. Bila belum, tepatkan tanda timing dengan
memutar rumah distributor berlawanan putaran rotor (untuk mengajukan) atau sebaliknya.
d. Pasang selang vacuum advancer dan Setel putaran idle mesin  750 rpm
2. Matikan mesin, bersihkan alat dan training obyek yang digunakan.
3. Laporkan pada instruktur atau teknisi untuk pemeriksaan kondisi training obyek.

Pertanyaan dan Tugas


1. Jelaskan prinsip kerja dari sitem pengapian konvensional!
2. Jelaskan dengan singkat mengapa penyetelan dwell dilakukan lebih dahulu dari pada timing
pengapian !
3. Uraikan gerakan breaker plate dan nok saat terjadi pemajuan saat pengapian !
4. Jelaskan fungsi dari octane selctor pada sistem pengapian!
REPORT SHEET
SISTEM PENGAPIAN KONVENSIONAL

1. Rangkaian sistem pengapian

2. Identifikasi kerja distributor

No Gerakan breker plate dan nok Breaker plate Platina


1 Poros diputar satu putaran Bergerak/tidak bergerak Bergerak ……...
2 Oktan selector diputar ke kanan Berputar ke …………… ………………..
Oktan selector diputar ke kiri Berputar ke …………… ………………..
Oktan selector ditekan ………………………... ………………..
3 Bobot centrifugal advancer digerakkan membuka. Gerakan cam/nok : ……………………..

3. Identifikasi hubungan terminal kunci kontak


Terminal
Posisi kontak
B IG ACC ST

ACC

OFF

ON

ST
4. Data Pemeriksaan
No Nama bagian Hasil Spesifikasi
1 Kelurusan poros ………….. mm Max. 0,15 mm
2 Celah aksial ………….. mm
3 Keausan sudut cam Baik/aus
4 Celah samping centrifugal advancer ………….. mm
5 Panjang pegas bobot centrifugal ………….. mm
6 Kelongaran cam terhadap poros
7 Vacuum advancer Baik/bocor
8 Kondisi titik kontak platina Baik / kotor / miring
9 Terminal tutup distributor Baik / kotor / retak
10 Panjang terminal arang tutup
………….. mm
distributor
11 Kondensator : Kapasitas …………. f
0,22 – 0,24 f
Kondisi Baik/bocor
12 Kabel tegangan tinggi
 Silinder 1 dan silinder 2 …… KΩ dan ...…. KΩ
 Silinder 3 dan silinder 4 …… KΩ dan ...…. KΩ 5 – 10 KΩ
 Koil ………….. KΩ
 Kondisi fisik Baik/lecet/retak
13 Kondisi ignition coil
 Kumparan primer ………….. KΩ 1–3 Ω
 Kumparan sekunder ………….. KΩ 5 – 10 KΩ
 Kondisi fisik Baik/panas/retak
 Terminal tegangan tinggi Baik/kotor/pecah

14 Kondisi busi
 Silinder 1 Gap ………mm
 Silinder 2 Gap ………mm
 Silinder 3 Gap ………mm
 Silinder 4 Gap ………mm

No Gejala Penyebab Langkah Perbaikan


1 Coil cepat panas

2 Pengapian kecil,
mesin susah di
hidupkan

3 Mesin susah
dihidupkan
(cenderung
susah/berat untuk
distarter)