Anda di halaman 1dari 7

KONSEP SISTEM MENAJEMEN PELAYANAN KEBIDANAN

DI RUMAH SAKIT DAN PUSKESMAS

Disusun Oleh :

SYARA LINTANG ALMAIDAH


NIM. 183112540120577
KONSEP SISTEM MENAJEMEN PELAYANAN KEBIDANAN

DI RUMAH SAKIT

Rumah Sakit merupakan salah satu dari beberapa fasilitas umum yang memberikan jasa
pelayanan dalam aspek kesehatan bagi masyarakat. Oleh sebab itu, pelayanan yang baik dan
memuaskan bagi masyarakat terutama pasien, adalah hal yang utama dan perlu untuk
diperhatikan. Sebab apabila pelayanan yang diberikan kepada pasien membuat pasien puas
dan merasa diperlakukan dengan baik (dihargai), hal tersebut akan berimbas baik pula
kedepannya dimana masyarakat (pasien) akan mempercayakan pelayanan kesehatannya
kepada rumah sakit tersebut.

UU tentang pelayanan publik pada tahun 2009, mensyaratkan pada setiap institusi baik
pemerintah maupun swasta wajib memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat.
Tidak terkecuali instansi rumah sakit, sebagai pusat pelayanan kesehatan bagi masyarakat,
tidak boleh tidak pun harus memberikan pelayanan kesehatan yang sebaik-baiknya. Untuk itu
diperlukan adanya kerja sama yang sinergis dari berbagai komponen.

Dengan demikian, menjadi suatu keharusan bagi rumah sakit yakni membuat suatu sistem
manajemen pelayanan kesehatan rumah sakit yang mencakup :
Perencanaan,Pengorganisasian,Penggerakan peaksanaan,Pengawasan,dan Pengendalian,
semua aspek yang diperlukan untuk terlaksananya sistem pelayanan yang efisien dan sesuai
dengan kebutuhan masyarakat, perlu diterapkannya manajemen yang baik guna mendukung
tercapainya penyediaan pelayanan kesehatan yang baik bagi masyarakat.

Manajemen kesehatan adalah penerapan manajemen umum dalam sistem pelayanan


kesehatan masyarakat, sehingga yang menjadi objek atau sasaran manajemen adalah sistem
yang berlangsung (Notoatmodjo (2007). Manajemen pelayanan kesehatan berarti penerapan
prinsip-prinsip manajemen dalam pealayan kesehatan untuk sistem dan pelaksanaan
pelayanan kesehatan dapat berjalan dengan baik, sesuai dengan prosedur, teratur,
menempatkan orang-orang yang terbaik pada bidang-bidang pekerjaannya, efisien, dan yang
lebih penting lagi adalah dapat menyenangkan konsumsi atau membuat konsumen puas
terhadap pelayanan kesehatan yang diberikan.

Pelayanan kesehatan mencakup semua pelayanan yang bertumpu pada diagnosis suatu
penyakit dan perlakuan yang harus diberikan, atau sistem promosi, perawatan dan restorasi
kesehatan. Hal ini mencakup pelayanan kesehatan yang bersifat personal dan non personal.
Pelayanan kesehatan merupakan fungsi yang paling mudah nampak dari semua sistem
kesehatan, baik kepada pengguna maupun terhadap masyarakat umum.

Penyediaan layanan menunjukkan semua input yang dapat mendukung pelayanan


kesehatan seperti berbagai input dana, staf, peralatan dan obat-obatan. Peningkatan akses,
kemampuan dan kualitas pelayanan tergantung pada ketersediaan semua pendukung tersebut,
mutu dari terorganisasinya suatu sistem dan manajemen yang berlaku, dan juga besarnya
insentif yang diberikan kepada para pelaku teknis.
Berkaitan dengan hal tersebut, instansi rumah sakit sebagai pusat pelayanan kesehatan
bagi masyarakat, perlu untuk membangun suatu sistem manajemen strategi dalam
meningkatkan mutu pelayanan kesehatan rumah sakit, manajemen pelayanan kesehatan yang
baik, sehingga pelayanan yang diberikan dapat berjalan dengan sangat efisien dan memiliki
mutu yang dapat diandalkan, yang mampu memberikan pelayanan prima atau sering disebut
Service Excellence atau Excellent Service. Perlu adanya inovasi, perlu adanya upgrade dalam
hal paradigma manajemen yang mengacu kepada kepentingan dan tuntutan kebutuhan dari
para konsumen.

Salah satu bagian dari sistem menajemen kesehatan adalah menajemen pelayanan
kebidanan di rumah sakit yang merupakan bagian dari upaya kesehatan ibu dan anak yang
ada diwilayh kerja RS dalam sistem menajemen pelayanan kebidanan terdapat

UNSUR POKOK MENAJEMEN PELAYANAN KEBIDANAN DI RUMAH SAKIT


:

1. INPUT

Yaitu-segala sesuatu yang dibutuhkan untuk dapat melaksanakan pekerjaan


menajemen,terdiri dari:

a.Sumber : tenaga ahli : bidan,perawat,dokter

Tenaga tidak ahli: cleaning servis,satpam

b.Sumber modal :bergerak :uang

tidak bergerak: gedung RS,tanah

c, Sumber alamiah :tata cara pelayanan kebidanan di RS serta kesanggupan/capacity

dari bidan dan dokter kandungan yang ada di RS

2. PROSES

Yaitu : langkah yang dilakukan untu mencapai tujuan,lebih dikenal dengan FUNGSI
MENAJEMEN DI RUMAH SAKIT

PLANING: menyusun anggaran tahunan alat,obat ATK dll untuk pelayanan kebidanan

ORGANIZING: menyusun atau menempatkan bidan di ruang VK,IGD


maternal,Nifas,Poli obsetri dan gynekology,membuat jadwal sif,membuat tupoksi
karu,katim dan pelaksana

IMPLEMENTATION: pelatihan APN,PONED,PPGDON ,inhouse training kegawat


daruratan kebidanan dan bayi,drill emergency kebidanan,bimbingan dari ketua
tim,rapat bulan SMF OBGYN,kegiatan visite besar OBGYN,koordinasi dengan
puskesmas dalam kegiatan Audit kematian ibu dan bayi
PENILAIAN : laporan bulanan kelahiran ,kematian ibu dan bayi,laporan
PONEK,laporan akseptor KB

3, OUT PUT

Merupakan hasil dari suatu kegiatan menajemen

Contohnya di RS pelayanan KIA ,KB,Obsetry dan Gynekologi,Pemeriksaan IVA test


,imunisasi untuk pencegahan kanker servik

4.SASARAN

Sasarannya : seluruh pasien kebidanan baik yang rujukan ataupun tidak yang dilayani
dirawat jalan maupun rawat inap

5. IMPACT

Dampak yang diharapkan adalah meningkatkan derajat kesehatan ibu dan


anak,menurunkan angka kematian ibu yang mana saat ini angka kematian di BANTEN
tinggi,menurunkan angka tindakan CESAR di RS ,menurunkan angka infeksi luka
operasi,meningkatkan peserta KB terutama KB pasca salin pada pasien pasien PEB dan
EKLAMSI
KONSEP SISTEM MENAJEMEN PELAYANAN KEBIDANAN

DI PUSKESMAS

Puskesmas merupakan unit organisasi pelayanan kesehatan terdepan dengan misi sebagai
pusat pengembangan pelayanan kesehatan, yang tugasnya melaksanakan pembinaan,
pelayanan kesehatan secara menyeluruh dan terpadu kepada masyarakat di suatu wilayah
tertentu. Pelayanan kesehatan yang dilakukan secara menyeluruh, meliputi aspek-
aspek; promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif. Upaya yang dilakukan untuk
menjalankan misi Puskesmas, antara lain :

 Meluaskan jangkauan pelayanan kesehatan sampai ke desa-desa.


 Meningkatkan mutu pelayanan kesehatan, dengan dua cara ; (1) quality of care yaitu
peningkatan kemampuan profesional tenaga kesehatan dalam menjalankan profesinya
(dokter,perawat, bidan, dll) yang dilakukan oleh organisasi profesi, (2) quality of
service, yaitu peningkatan kualitas yang terkait dengan pengadaan sarana, dan
menjadi tanggung jawab institusi sarana kesehatan (Puskesmas)
 Pengadaan peralatan dan obat-obatan sesuai dengan kebutuhan masyarakat
 Sistem rujukan di tingkat pelayanan dasar
 Peran serta masyarakat, melalui pembangunan kesehatan masyarakat desa (PKMD).

Penerapan fungsi Manajemen di Puskesmas

Fungsi menajemen Kegiatan


Perencanaan Micro planning (perencanaan tingkat Puskesmas yang
dilakukan setahun sekali, unsur yang direncanakan meliputi;
kebutuhan tenaga, alat dan sarana, serta penunjang lainnya).
Sedangkan perencanaan obat dan alat kesehatan dilakukan
setiap bulan, dengan cara mengajukan usulan ke Dinas
Kesehatan Kabupaten/Kota
Pengorganisasian  Struktur organisasi Puskesmas, dengan jabatan
struktural Kepala Puskesmas, sedangkan lainnya
bersifat fungsional
 Pembagian tugas, yang berdasarkan program pokok
Puskesmas, terdiri dari 12 s/d 18 program pokok,
yang melibatkan tenaga perawat dan bidan.
 Pembagian wilayah kerja, setiap petugas Puskesmas
melakukan pembinaan ke desa-desa
 Pembagian wilayah kerja bidan desa

Pengorganisasian  Struktur organisasi Puskesmas, dengan jabatan


struktural Kepala Puskesmas, sedangkan lainnya
bersifat fungsional
 Pembagian tugas, yang berdasarkan program pokok
Puskesmas, terdiri dari 12 s/d 18 program pokok,
yang melibatkan tenaga perawat dan bidan.
 Pembagian wilayah kerja, setiap petugas Puskesmas
melakukan pembinaan ke desa-desa

Penggerakan  Lokakarya mini Puskesmas, dilakukan tiap bulan


Pelaksanaan dalam rangka koordinasi lintas program dan sektor
 Adanya proses kepemimpinan
 Dilakukan koordinasi secara lintas program & sektor
 Pelaksanaan program pokok puskesmas yang
melibatkan seluruh staf

Pengawasan dan  Melalui pemantauan laporan kegiatan


Evaluasi  Pemantauan wilayah setempat (PWS)
 Supervisi
 Rapat rutin (staff meeting)

UNSUR POKOK MENAJEMEN PELAYANAN KEBIDANAN DI PUSKESMAS

1.INPUT

Yaitu-segala sesuatu yang dibutuhkan untuk dapat melaksanakan pekerjaan


menajemen,terdiri dari:

a.Sumber : tenaga ahli : bidan,perawat,dokter

Tenaga tidak ahli: cleaning servis,satpam

b.Sumber modal :bergerak :uang

tidak bergerak: gedung Puskesmas,puskesmas pembantu,tanah

c, Sumber alamiah :tata cara pelayanan kebidanan di puskesmas serta


kesanggupan/capacity

dari bidan dan dokter kandungan yang ada di Pusksmas

2. PROSES

Yaitu : langkah yang dilakukan untu mencapai tujuan,lebih dikenal dengan FUNGSI
MENAJEMEN DI PUSKESMAS

PLANING: menyusun anggaran tahunan alat,obat ATK dll untuk pelayanan kebidanan

ORGANIZING: menyusun atau menempatkan bidan di ruang KIA,bidan


koordinator,bidan desa,membuat jadwal sif di puskesmas rawat inap,membuat tupoksi
bikor dan bidan pelaksana
IMPLEMENTATION: pelatihan PONED ,inhouse training kegawat daruratan
kebidanan dan bayi,drill emergency kebidanan,bimbingan dari ketua tim,rapat bulanan
,koordinasi dengan DINKES DAN RS dalam kegiatan Audit kematian ibu dan bayi

PENILAIAN : laporan bulanan kelahiran ,kematian ibu dan bayi,laporan


PONED,laporan akseptor KB,IMUNISASI

3, OUT PUT

Merupakan hasil dari suatu kegiatan menajemen

Contohnya di Puskesmas pelayanan KIA ,KB,imunisasi ,Pemeriksaan IVA test


,imunisasi

4.SASARAN

Sasarannya : seluruh pasien kebidanan dilayani dirawat jalan maupun rawat inap

5. IMPACT

Dampak yang diharapkan adalah meningkatkan derajat kesehatan ibu dan


anak,menurunkan angka kematian ibu yang mana saat ini angka kematian di BANTEN
tinggi,menurunkan angka rujukan ,meningkatkan peserta KB ,meningkatnya skill bidan di
puskesmas dalam penanggulangan kegawat daruratan kebidanan