Anda di halaman 1dari 4

16

BAB III

METODELOGI PENELITIAN

3.1. Tempat Dan Waktu Penelitian


3.1.1. Tempat

Penelitian di lakukan di Desa Lhoknga Kecamatan Kutablang


Kabupaten Bireuen.

3.1.2. Waktu

Waktu penelitian dilakukan pada bulan Juni 2018

3.2. Metode Penelitian

Penelitian yang dilakukan bersifat deskriptif dengan pendekatan


cross sectional yaitu menggambarkan tingkat pengetahuan masyarakat
tentang penggunaan antibiotik di Desa Lhoknga Kecamatan Kutablang
Kabupaten Bireuen.

3.3. Populasi dan Sampel


3.3.1. Populasi

Populasi dalam peneltian ini adalah seluruh kepala keluarga di


Desa Lhok Nga Kecamatan Kutablang Kabupaten Bireuen yang berjumlah
95 kepala keluarga.

3.3.2. Sampel

Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh kepala keluarga atau


yang mewakili pada saat penyuluhan di Desa Lhok Nga Kecamatan
Kutablang Kabupaten Bireuen.
17

3.4. Teknik Pengumpulan Data

3.4.1. Cara Pengumpulan Data

Pengumpulan data di dalam peneltian ini menggunakan 2 (dua)


cara, yaitu:

1. Data Primer

Data primer adalah data yang berasal dari sampel penelitian. Data
yang diperoleh dalam penelitian ini adalah data langsung dari responden
yang mengikuti penyuluhan yaitu memberi pre test dan post test dengan
cara membagikan kuesioner kapada masyarakat.

2. Data Sekuder

Data sekunder diperoleh dari data peduduk di Desa Lhok Nga


Kecamatan Kutablang Kabupaten Bireuen sebanyak 95 kepala keluarga.

3.4.2 Alat Pengumpulan Data

Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembaran


kuesioner yang akan dibagikan kepada responden. Skala pengukuran
yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan skala Likert (Supranto,
2003) yaitu untuk pertanyaan positif diberi skor sebagai berikut :

Jawaban Sangat Setuju (SS) diberi bobot 5

Jawaban Setuju (S) diberi bobot 4

Jawaban Netral (N) diberi bobot 3

Jawaban Tidak Setuju (TS) diberi bobot 2

Jawaban Sangat Tidak Setuju (STS) diberi bobot 1


18

Sedangkan untuk pertanyaan negatif diberi bobot sebagai berikut:

Jawaban Sangat Setuju (SS) diberi bobot 1

Jawaban Setuju (S) diberi bobot 2

Jawaban Netral (N) diberi bobot 3

Jawaban Tidak Setuju (TS) diberi bobot 4

Jawaban Sangat Tidak Setuju (STS) diberi bobot 5

3.5. Teknik Pengolahan Data

Pengolahan data dilakukan dengan memakai teknik manual,


pelaksanaannya dilakukan sebagai berikut:

1. Editing

Yaitu proses pengolahan data dengan memeriksa kembali data


yang telah dikumpulkan agar tidak terjadi kesalahan dalam pengambilan
data.

2. Coding

Yaitu pemberian kode atas jawaban yang diberikan oleh


responden.

3. Tabulating

Yaitu mentabulasi data yang diperoleh dalam bentuk tabel distribusi


frekuensi.

3.6. Analisa Data

Dalam analisa data terlebih dahulu penulis melakukan penyiapan


data yang diperoleh dari data primer dan data sekunder, lalu dipaparkan
daalam bentuk tabel distribusi frekuensi dan dibahas dalam bentuk narasi
19

kemudian dianalisis dengan mengkategorikan presentasi. Menurut


Depkes (2008) dari masing-masing variabel menjadi:

Baik: skor >86%

Sedang: skor 65-86%

Kurang: skor <65%

Untuk melihat distribusi frekuensi responden serta mendeskripsikan


karakteristik setiap variabel penelitian, berdasarkan pendapat Arikunto
(2008: 251) rumus menghitung persentase sebagai berikut:

𝒇
𝑷= 𝒙 𝟏𝟎𝟎%
𝑵

Keterangan:

P = persentase

f = frekuensi teramati

N = jumlah keseluruhan

Untuk mencari peningkatan persentase dengan rumus:

𝑩−𝑨
𝒙 𝟏𝟎𝟎%
𝑨

Keterangan:

A = persentase rata-rata sebelum penyuluhan

B = persentase rata-rata sesudah penyuluhan