Anda di halaman 1dari 3

CDU (Crude Distilasi Unit)

Fin Fan Vessel 103 Off gas

Frac
tion
Vessel 102
Crude Oil He He Furnance
ator

\
Vessel 102

Desalter AB RCC

Residu
Off gas He

Vessel 102 Tangki

Sour Stabilizer He He
water

S Naphta Product NPU


pl
itt
Tangki
er Kerosin

Tangki
Keterangan:

Desalter : untuk mengurangi kandungan garam yang ada di Crude Oil, karena garam dapat terpecah menjadi asam dan dapat mengakibatkan
korosi pada sistem perpipaan. Dengan cara menginjeksikan air agar garam larut dalam air, dan garam dapat terpisah dari Crude Oil. Terpisahnya
garam tersebut dengan bantuan Mixing Valve yang berguna untuk meningkatkan pencampuran yang homogen antara air dan minyak sehingga air
dapat menyerap garam pada minyak dengan baik. Karena pencampuran air dengan minyak dapat menyebabkan emulsi maka diinjeksikan
Demulsifier.

Furnance : untuk menaikkan suhu sehingga suhu output 370 C.

Fractionator : untuk memisahkan Crude Oil berdasarkan perbedaan titik didih dengan cara diberi Stripping Steam agar fraksi ringan dapat
teruapkan.

Top Product : Off gass, Naphta, dan Kerosin. Lalu dikondensasikan dengan Fin Fan Cooler serta diinjeksikan Amoniak dan Corrosion Inhibitor
kemudian dialirkan ke Vessel 102, pada Vessel 102 ini dipisahkan antara fraksi minyak, gas, dan airnya. Fraksi air dialirkan ke unit Sour Water
Stripper, fraksi gasnya dialirkan menuju Vessel 103 untuk digunakan sebagai Fuel Gas untuk pembakaran Furnance.

Stabilizer : berfungsi untuk memisahkan fasa gas dan fasa minyak. Hydrokarbon fasa gas sebagai Top Product akan dikondensasikan dan
dimasukan ke Stabilizer Over Head Drum (V 104). Pada Drum ini, akan dipisahkan Fraksi off gas dan fraksi airnya. Fraksi off gas dikirim ke
unit Amine Treatment sedangkan fraksi minyak yang terikut dalam kondensor dikembalikan lagi ke stabilizer sebagai Reflux. Sedangkan
Hydrokarbon fraksi minyaknya akan diproses lebih lanjut didalam Splitter.

Splitter : pada Splitter dihasilkan product atas berupa Naphta dan product bawah berupa kerosin. Product Naphta dialirkan menuju Naphta
Processing Unit setelah didinginkan dengan Fin Fan Cooler dan kondenser. Sedangkan kerosin disimpan dalam tangki setelah didinginkan oleh
fin fan cooler.

Hasil bottom product fraksinasi : product berupa Atmospheric Residu yang mengandung Hydrocarbon fraksi berat yang digunakan panasnya
untuk memanaskan Crude Oil di Preheater Exchanger. Lalu diproses diunit RCC dan sisanya masuk ke tangki.
NPU (Naphta Processing Unit)
1. Naphta Hydrotreating Treatment (NHDT)