Anda di halaman 1dari 16

BAB IV

TABEL PENGAMATAN

4.1 Pembuatan Reagen


4.1.1 Pembuatan Reagen NOx

No Perlakuan Pengamatan Gambar


1 Ditimbang Sulfanillic Ciri fisik Sulfanillic
Acid Anhydrous Acid Anhydrous :
sebanyak 0.25 gram a. Berwarna hitam
menggunakan neraca b. Berbentuk serbuk
analitik. c. Berwarna putih
d. Suhu normal

2 Ditambahkan 7 ml Ciri fisik asam asetat :


asam asetat a. Berbau menyengat
menggunakan pipet b. Encer
ukur. c. Suhu normal
d. Tidak berwarna
Ciri fisik setelah
ditambahkan asam
asetat :
a. Tidak berwarna
b. Berbau menyengat
c. Encer
d. Suhu Normal
e. Terdapat serbuk
Sulfanillic Acid
Anhydrous yang
belum larut.
3 Ditambah aquades Ciri fisik aquades :
hingga 50 ml kedalam a. Tidak berwarna
larutan. b. Tidak berbau
c. Suhu normal
d. Encer
Ciri fisik setelah
ditambah aquades :
a. Semakin encer.
b. Terdapat serbuk
Sulfanillic Acid
Anhydrous yang
belum larut.
4 Dipanaskan diatas Ciri fisik setelah
kompor listrik sampai pemanasan :
serbuk sulfanillic acid a. Bening cair
anhydrous larut, lalu b. Berbau menyengat
didinginkan sampai c. Serbuk Sulfanillic
benar-benar dingin Acid Anhydrous larut.
(suhu ruangan). d. Suhu panas
5 Ditambahkan 1 mg Ciri fisik larutan :
NED yang sudah a. Bening cair
dilarutkan dengan 2 b. Berbau menyengat
ml asam asetat c. Suhu normal
menggunakan pipet
ukur.
6 Larutan reagen NOx Ciri fisik reagen :
dimasukkan ke dalam a. Tidak berwarna
2 botol tertutup b. Berbau menyengat
(untuk blanko dan c. Encer
reagen percobaan) d. Suhu normal

4.1.2 Pembuatan Reagen Oxidator

No Perlakuan Pengamatan Gambar


1 Ditimbang KMNO4 di Ciri fisik KMNO4:
neraca analitik a. Berwarna hitam
sebanyak 0.5 gram b. Berbentuk serbuk
pada beaker glass. c. Tidak berbau
d. Suhu normal

2 Ditambahkan 30 ml Ciri fisik H3PO4:


H3PO4 menggunakan e. Tidak berwarna
pipet ukur kedalam f. Tidak berbau
beaker glass berisi g. Cair
KMNO4. h. Suhu normal
Ciri fisik setelah
ditambahkan H3PO4 :
a. Berwarna ungu
b. Tidak berbau
c. Cair
d. Suhu normal
e. Terdapat serbuk
KMNO4yang belum larut.
3 Ditambahkan 5 ml Ciri fisik H2SO4:
H2SO4 menggunakan a. Tidak berwarna
pipet ukur. b. Berbau asam sangat
menyengat
c. Cair
d. Suhu Normal
Ciri fisik setelah
ditambahkan H2SO4:
a. Berwarna Ungu
b. Berbau menyengat
c. Hangat dan keluar asap
d. Cair
e. Terdapat serbuk
KMNO4yang belum
larut
4 Ditambah aquades Ciri fisik aquades :
hingga 20 ml lalu a. Tidak berwarna
diaduk hingga larut b. Tidak berbau
c. Cair
d. Suhu normal
Ciri fisik setelah ditambah
aquades :
a. Tetap berwarna ungu.
b. Semakin encer.
c. Serbuk KMNO4 yang
larut
5 Larutan reagen Ciri fisik reagen :
oksidator dimasukkan a. Berwarna ungu
2botol tertutup b. Tidak berbau
(untuk blanko dan c. Cair
reagen percobaan) d. Suhu normal
4.1.3 Pembuatan Reagen O3

No Perlakuan Pengamatan Gambar


1 Ditimbang 0,6805 gr Ciri fisik KH2PO4:
KH2PO4 pada beaker a. Berupa serbuk
glass menggunakan b. Berwarna putih
neraca analitik. c. Tidak berbau
d. Suhu normal
Hasil penimbangan :
0,6805 gr
2 Ditambahkan 1,791 gr Ciri fisik NaH2PO4:
NaH2PO4 a. Berupa serbuk
b. Berwarna putih
c. Tidak berbau
d. Suhu normal
Hasil penimbangan :
1,792 gr.
3 Ditambahkan 0,5 gr Ciri fisik KI:
serbuk KI a. Berupa serbuk
b. Berwarna putih
c. Tidak berbau
d. Suhu normal
Hasil penimbangan :
0,5 gr.

4 Dilarutkan dengan Ciri fisik aquades :


aquades sampai a. Transparan
volume 50 ml dan b. Tidak berbau
diaduk hingga larut c. Cair
d. Suhu normal
Ciri fisik larutan O3 :
a. Tidak berwarna
b. Tidak berbau
c. Cair
d. Suhu normal
5 Larutan reagen O3 Ciri fisik reagen :
dimasukkan 2botol e. Bening
tertutup f. Tidak berbau
(untuk blanko dan g. Cair
reagen percobaan) h. Suhu normal

4.1.4 Pembuatan Reagen NH3

No Perlakuan Pengamatan Gambar


1 Diambil H2SO4 pekat Ciri Fisik H2SO4 -
sebanyak 0,05 mL ke pekat:
dalam gelas ukur a. Tidak berwarna
b. Berbau menyengat
c. Encer
d. Suhu Normal

2 Ditambahkan aquades Ciri fisik reagen :


ke dalam gelas ukur a. Sedikit berbau
sampai volume asam
mencapai 50 mL b. Encer
c. Suhu normal
d. Tidak berwarna

4.1.5 Pembuatan Reagen SOx (Gambar)


No Perlakuan Pengamatan Gambar
1 Diambil reagen NH3- Ciri fisik reagen NH3 :
sebanyak 0,05 mL ke a. Tidak berwarna
dalam gelas ukur b. Berbau asam
menggunakan pipet c. Cair
ukur. d. Suhu normal

2 Ditambahkan aquades Ciri fisik aquades:


ke dalam gelas ukur a. Tidak berwarna
sebanyak 20 mL b. Tidak berbau
Ciri fisik larutan setelah
ditambahkan aquades:
a. Tidak berwarna
b. Tidak berbau
c. Lebih encer
3 Ditambahkan H2O2 Ciri-ciri H2O2:
kedalam larutan a. Bening
sebanyak 0,15 mL b. Encer
c. Tidak berbau
Setelah ditambahkan
aquades dan H2O2:
Tidak terlihat perubahan
yang signifikan
4 Ditambahkan aquades Ciri-ciri aquades:
hingga volume a. Tidak berbau.
mencapai 500 mL b. Encer
c. Bening.
Setelah ditambahkan
aquades:
Tidak terlihat perubahan
yang signifikan, volume
bertambah.

4.2 Pengambilan Sampel Udara


4.2.1 Pengambilan Sampel Udara untuk Analisis Kimiawi

No Perlakuan Pengamatan Gambar


1 Dimasukkan semua Reagen NOx sebanyak 2
reagen kedalam tabung : bening, tidak
masing-masing tabung berbau, suhu normal.
kaca tiap reagen
sebanyak ± 20 ml. Reagen SOx sebanyak 1
Posisi alat berada pada tabung : bening, tidak
ketinggian 1,5 m dari berbau, suhu normal.
permukaan tanah
Reagen NH3 sebanyak 1
tabung: bening, tidak
berbau, suhu normal.

Reagen O3 sebanyak 1
tabung: bening, tidak
berbau, suhu normal.

Reagen Oksidator
sebanyak 1 tabung:
berwarna ungu, berbau
menyengat, suhu
normal.
2 Diatur selang yang Rangkaian selang harus
masih terjepit agar benar dan diusahakan
tidak menghambat agar tidak ada selang
penyedotan udara lalu yang terlipat agar aliran
alat dihidupkan udara bisa masuk
selama 30 menit. dengan lancar.

3 Reagen dimasukkan Tidak terjadi perubahan


kembali ke masing- fisik yang terlihat.
masing botol untuk
dianalisis

4.2.2 Pengambilan Sampel Udara untuk Analisis Debu

No Perlakuan Pengamatan Gambar


1 Kertas saring di oven Suhu kertas saring
selama 1 jam pada menjadi stabil (sesuai
suhu 1050C. Kemudian dengan suhu ruang)
kertas saring
dimasukkan ke dalam
desikator selama 24
jam.
2 Kertas saring Berat kertas saring
ditimbang 0,8352 gram.
menggunakan neraca
analitik.

4 Kertas saring dipasang Kertas saring bagian


pada High Air Volume halus di dalam dan
Sampler (HVS), HVS bagian kasar di luar
kemudian
disambungkan pada
sumber listrik.HVS
dihadapkan pada arah
yang berlawanan
dengan arah angin.
5 Menyalakan HVS Arah angin dominan
selama 10 menit untuk berasal dari arah
mengambil sampel belakang gedung
udara ambient. Selama NasDec ITS.
proses sampling, Alat sebelah pintu
diukur debit yang masuk gedung
terukur pada HVS. NasDec berlawanan
dengan arah angin.
6 Kertas saring yang Berat kertas saring
telah digunakan untuk adalah 0,8373 gram.
sampling kemudian
dimasukkan ke dalam
desikator, kemudian
diukur beratnya
menggunakan neraca
analitik.
7 Dihitung kadar debu di berat partikel debu
udara dengan rumus : kertas berat
saring (gram)
1 0.0021
Kadar debu di udara=
berat kertas saring /
volume ,
Volume = 10 menit x
dimana :
1,1 m3/menit = 11
m3
• berat partikel
Kadar debu = 0.0021
debu = berat akhir
gram/ 11
kertas saring - berat
m3 =0,000191 g/m3
awal kertas saring
* Volume = waktu
sampling x nilai flow

4.2.3 Pengukuran Lokasi, Kelembaban, Suhu, dan Kecepatan Angin

No Perlakuan Pengamatan Gambar


1 Menentukan titik Hasil pengukuran :
koordinat lokasi S “070 16’ 48,6” dan
sampling dengan E “1120 47’ 31,3”
menyalakan tombol On
pada GPS
2 Mengukur kecepatan Kecepatan angin,
angin dengan menekan Suhu
tombol On dan -Sebelum sampling
mengganti fungsi ke Terendah : 0,1 m/s,
gambar kipas pada alat 30 oC
pengukur kecepatan Tertinggi : 0,9 m/s,
angin (Hygro Thermo- 29,1 oC
Anemometer). -Setelah sampling
Dilakukan selama Terendah : 0,4 m/s,
kurang lebih 2 menit. 29 oC
Tertinggi : 1,4 m/s,
29,2 oC
3 Mengukur kelembaban Hasil pengukuran :
udara dengan Terendah 89,1%
mengganti fungsi ke Tertinggi 92%
RH% pada alat Hygro
Thermo-Anemometer
dan diukur selama 2
menit
4 Menyalakan alat Hasil pengukuran
pengukur kebisingan Terendah : 71,3 dB
dan di ukurselama Tertinggi : 88,1 dB
kurang lebih 2 menit
saat sebelum High Air
Volume Sampler
dinyalakan dan setelah
sampling

4.3 Analisis Sampel Udara


4.3.1 Analisis Reagen NOx

No Perlakuan Pengamatan Gambar


1 Dimasukkan blanko Ciri fisik blanko :
reagen NOx ke dalam a. Tidak berwarna
kuvet kemudian di b. Tidak berbau
spektro pada panjang c. Cair
gelombang 540 nm d. Suhu normal

2 Dimasukkan reagen Ciri fisik reagen :


NOx ke ke dalam kuvet a. Tidak berwarna
untuk dianalisis b. Tidak berbau
absorbansinya pada c. Cair
spektrofotometer d. Suhu normal
dengan panjang
gelombang 540 nm

3 Dihitung kandungan Absorbansi NOx:


NOx dari hasil 0,048 A
percobaan.

4.3.2 Analisis Reagen O3

No Perlakuan Pengamatan Gambar


1 Dimasukkan blanko Ciri fisik blanko :
reagen O3 ke dalam a. Tidak berwarna
kuvet kemudian di b. Tidak berbau
spektro pada panjang c. Cair
gelombang 395 nm d. Suhu normal
2 Dimasukkan reagen O3 Ciri fisik reagen :
ke ke dalam kuvet untuk a. Tidak berwarna
dianalisis absorbansinya b. Tidak berbau
pada spektrofotometer c. Cair
dengan panjang d. Suhu normal
gelombang 395 nm

3 Dihitung kandungan O3 Absorbansi O3 =


dari hasil percobaan 0,229 A

4.3.3. Analisis Reagen NH3

No Perlakuan Pengamatan Gambar


1 Dimasukkan blanko Ciri fisik blanko
reagen NH3yang telah setelah ditambah
ditambahkan ml nessler:
nessler ke dalam kuvet a. Berwarna
kemudian di spektro kekuningan
pada panjang b. Tidak berbau
gelombang 410 nm c. Cair
d. Suhu normal

2 Ditambahkan 1 ml Ciri fisik nessler :


nessler pada reagen a. Berwarna kuning
NH3 b. Tidak berbau
c. Cair
d. Suhu normal
Ciri fisik reagen
NH3 sebelum
ditambah nessler :
a. Transparan
b. Tidak berbau
c. Cair
d. Suhu normal
Ciri fisik reagen
NH3setelah
ditambah nessler :
a. Berwarna
kemerahan
b. Tidak berbau
c. Cair
d. Suhu normal
3 Dimasukkan reagen
NH3 ke ke dalam
kuvet untuk dianalisis
absorbansinya pada
spektrofotometer
dengan panjang
gelombang 410 nm

4 Dihitung kandungan Absorbansi NH3=


NH3 dari hasil 0,316 A
percobaan

4.3.4 Analisis Reagen SOx

No Perlakuan Pengamatan Gambar


1 Dimasukkan blanko Ciri fisik blanko :
reagen SOx kedalam a. Transparan
gelas uji DHL ± 8 ml b. Tidak berbau
c. Cair
d. Suhu normal
2 Diuji DHL blanko SOx DHL blanko sebesar :
2,71 𝜇𝑆/𝑐𝑚

3 Dimasukkan reagen Ciri fisik reagen :


SOxkedalam gelas uji a. Transparan
DHL ± 8 ml b. Tidak berbau
c. Cair
d. Suhu normal

4 Diuji DHL reagen SOx

5 Dihitung kandungan DHL reagen sebesar :


SOxdari percobaan 31,7𝜇𝑆/𝑐𝑚