Anda di halaman 1dari 11

MAKALAH

ASPEK HUKUM DAN ANALISA KONTRAK

“HUKUM DAN KONTRAK”

DI SUSUN OLEH

ASRI NURDIN
(16.1.05.2.1.028)

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALU

FAKULTAS TEKNIK

JURUSAN TEKNIK SIPIL

2019
KATA PENGANTAR

Segala puji hanya milik Allah SWT. Shalawat dan salam selalu
tercurahkan kepada Rasulullah SAW. Berkat limpahan dan rahmat-Nya
penyusun mampu menyelesaikan tugas makalah ini guna memenuhi tugas mata
kuliah Aspek Hukum dan Analisa Kontrak.
Makalah ini disusun agar pembaca dapat memperluas ilmu tentang Aspek
Hukum dan Analisa Kontrak khususnya mengenai hukum dan kontrak dalam
proyek serta syarat dalam pembuatan SPK.
“Tiada Gading yang Tak Retak”. Saya menyadari bahwa dalam proses
penyusunan makalah ini masih jauh dari sempurna, baik secara materi
maupun penulisannya. Namun demikian, saya telah berupaya dengan segala
pengetahuan dan kemampuan yang saya miliki. Oleh karena itu, dengan segala
kerendahan hati dan tangan terbuka, saya menerima saran untuk penyempurnaan
makalah saya di masa yang akan datang.

Mudah-mudahan dengan adanya makalah ini, dapat memberikan


manfaat bagi pembaca maupun bagi saya sendiri sebagai penyusun.

Palu, 8 Maret 2019

Penyusun

ASRI NURDIN ii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Kontrak merupakan dokumen yang penting dalam proyek. Segala hal
terkait hak dan kewajiban antar pihak serta alokasi risiko diatur dalam
kontrak. Pemahaman kontrak mutlak diperlukan oleh Tim proyek dalam
menjalankan proyek agar semua masalah dan risiko yang terkandung di
dalamnya dapat diatasi dan sesuai dengan kemampuan masing-masing pihak
untuk mengatasinya. Kerugian proyek terbesar disebabkan oleh kegagalan
dalam mengelola kontrak konstruksi.

B. Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dalam penulisan ini adalah sebagai berikut :
1. Apa yang diaksud dengan hukum ?
2. Apa yang dimaksud dengan kontrak ?
3. Apa yang diperlukan untuk membuat surat perjanjian kontrak (SPK)
proyek ?
4. Bagaimana contoh surat perjanjian kontrak (SPK) ?

ASRI NURDIN 1
BAB II
PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN HUKUM
Hukum adalah suatu sistem peraturan yang di dalamnya terdapat
norma-norma dan sanksi-sanksi yang bertujuan untuk mengendalikan
perilaku manusia, menjaga ketertiban dan keadilan, serta mencegah terjadinya
kekacauan.
Ada juga yang mengatakan bahwa definisi hukum adalah suatu
peraturan atau ketentuan yang dibuat, baik secara tertulis maupun tidak
tertulis, dimana isinya mengatur kehidupan bermasyarakat dan terdapat
sanksi/ hukuman bagi pihak yang melanggarnya.
Keberadaan hukum bertujuan untuk melindungi setiap individu dari
penyalahgunaan kekuasaan serta untuk menegakkan keadilan. Dengan adanya
hukum di suatu negara, maka setiap orang di negara tersebut berhak
mendapatkan keadilan dan pembelaan di depan hukum yang berlaku.
Kita dapat mengenali hukum dari karakteristiknya, yaitu;
 Adanya perintah/ larangan, yaitu sesuatu yang boleh dan tidak boleh
dilakukan oleh seseorang di masyarakat.
 Sifatnya memaksa, artinya setiap individu wajib mematuhi suatu
hukum yang berlaku tanpa ada pengecualian.
 Terdapat sanksi, yaitu hukuman yang diberikan kepada pihak-pihak
yang melanggar hukum sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

B. PENGERTIAN KONTRAK
Kontrak konstruksi adalah juga kontrak bisinis yang merupakan suatu
perjanjian dalam bentuk tertulis dimana substansi yang disetujui oleh para
pihak yang terikat di dalamnya terdapat tindakan-tindakan yang bermuatan
bisnis. Sedangkan yang dimaksud bisnis adalah tindakan yang mempunyai
aspek komersial. Dengan demikian kontrak kerja konstruksi yang juga

ASRI NURDIN 2
merupakan kontrak bisnis adalah perjanjian tertulis antara dua atau lebih
pihak yang mempunyai nilai komersial (Hikmahanto Juwana, 2001).
Definisi kontrak menurut beberapa sumber :
1. PMBOK : Dokumen yang mengikat pembeli dan penjual secara hukum.
Kontrak merupakan persetujuan yang mengikat penjual dan penyedia jasa,
barang, maupun suatu hasil, dan mengikat pembeli untuk menyediakan
uang atau pertimbangan lain yang berharga.
2. FIDIC Edisi 2006 : Kontrak berarti Perjanjian Kontrak (Contract
Agreement), Surat Penunjukan (Letter of Acceptance), Surat Penawaran
(Letter of Tender), Persyaratan (Conditions), Spesifikasi (Spesifications),
Gambar-gambar (Drawings), Jadual/Daftar (Schedules), dan dokumen lain
(bila ada) yang tercantum dalam perjanjian kontrak atau dalam Surat
Penunjukan.
3. UU Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 1999 tentang jasa konstruksi
dijelaskan bahwa kontrak kerja konstruksi merupakan keseluruhan
dokumen yang mengatur hubungan hukum antara pengguna jasa dan
penyedia jasa dalam penyelenggaraan pekerjaan konstruksi.
Dokumen kontrak yang perlu mendapat perhatian antara lain adalah
dokumen Syarat-syarat Perjanjian (Condition of Contract) karena dalam
dokumen inilah dituangkan semua ketentuan yang merupakan aturan main
yang disepakati oleh kedua belah pihak yang membuat perjanjian.

C. HAL-HAL YANG DIPERLUKAN DALAM MEMBUAT SURAT


PERJANJIAN KONTRAK (SPK) PROYEK
Agar pembuatan SPK berjalan dengan lancar, ada beberapa hal yang
perlu dipersiapkan dengan matang oleh kedua belah pihak, terutama oleh
pihak pertama yaitu pemilik tanah atau pemilik rumah, karena pihak pertama
yang lebih banyak mempersiapkan dokumen dan surat-surat untuk keperluan
SPK.

ASRI NURDIN 3
Syarat yang Harus Disiapkan oleh Pihak Pertama (Pemilik Rumah atau
Pemilik Tanah)
 Menyediakan dokumen yang menjadi acuan untuk pembuatan SPK seperti
Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan gambar rumah lengkap
dari arsitek seperti sketsa, gambar denah dan gambar tampak luar
bangunan (fasad). Gambar ini sangat diperlukan sebagai pedoman
pengerjaan proyek bangun atau renovasi rumah dan tentunya menjadi
acuan untuk membuat SPK.
 Melakukan pertemuan dan bernegosiasi untuk membahas draft SPK
dengan kontraktor. Manfaatkan juga pertemuan ini untuk memahami
tahap-tahap dalam membangun atau merenovasi rumah yang sudah
dijelaskan oleh kontraktor atau pemborong. Pada bagian ini, Anda harus
mengerti dengan jelas apa saja yang akan dikerjakan oleh penyedia jasa
tersebut. Jika belum jelas, Anda bisa berdiskusi lebih lanjut.
 Menyiapkan dana berdasarkan perhitungan RAB yang sudah dibuat oleh
Anda atau kontraktor dan pemborong
 Syarat terakhir dan yang paling penting adalah kesediaan Anda untuk
terikat secara hukum lewat undang-undang perdata yang berlaku di
Indonesia.

Syarat yang Harus Disiapkan oleh Pihak Kedua (Kontraktor atau


Pemborong)
 Melakukan pertemuan dan bernegosiasi untuk membahas draft SPK
dengan pemilik rumah atau tanah, sekaligus memberikan penjelasan secara
detail kepada pihak pertama mengenai tahap-tahap dalam membangun
atau renovasi rumah.
 Memahami dan menyetujui gambar rumah yang sudah diberikan oleh
pihak pertama yang dibuat oleh arsitek.
 Menyiapkan jadwal pelaksanaan bangun atau renovasi rumah yang jelas
dan disetujui oleh pihak pertama.

ASRI NURDIN 4
 Sama seperti pihak pertama, penyedia jasa juga wajib bersedia terikat
secara hukum lewat undang-undang perdata yang berlaku di Indonesia.

D. CONTOH KONTRAK KERJA


PERJANJIAN KERJA SAMA
( SUB KONTRAKTOR )
Nomor : 003 / SURAT KONTRAK KERJA / VI / 2014

Pada hari ini Senen Tanggal Tiga Puluh Bulan Juni Tahun Dua Ribu Empat Belas
bertempat di Makassar, kami yang bertanda tangan dibawah ini :
Nama : PIETER THOMAS
Jabatan : Pemilik Ruko
Alamat : Jl. Emi Saelan
Bertindak untuk dan atas nama Pemilik Ruko Yang selanjutnya disebut
sebagai pihak 1 ( pihak pertama ).

Nama : JEKI
Jabatan : Sub Kontraktor
Alamat : Jl. Kijang 4 Selatan No. 3 B
Bertindak untuk dan atas nama Sub Kontraktor Yang selanjutnya disebut
sebagai pihak 2 ( pihak kedua ).

Dengan ini menerangkan bahwa semua pihak setuju dan sepakat untuk
mengadakan Perjanjian Kerjasama ( Sub Kont ) dengan menggunakan ketentuan –
ketentuan dan syarat – syarat sebagai berikut :

LINGKUP KERJASAMA
Pasal 1
Semua pihak telah sepakat dan setuju untuk mengadakan suatu perjanjian
kerjasama dalam pelimpahan proyek milik pihak 1 kepada pihak ke 2 ( Sub
Kontraktor ) dalam menjalankan sebuah proyek pembangunan / pekerjaan sbb :
Nama Paket : Pembangunan Lanjutan Bagunan Ruko
Lokasi : Kota Palu
No. Kontrak : 003 / SURAT KONTRAK KERJA / VI / 2014
Tgl Kontrak : 30 Juni 2014
Nilai Kontrak : Rp 285.000.000,( Dua Ratus Delapan Puluh Lima Juta Rupiah)

ASRI NURDIN 5
PENDANAAN
Pasal 2
Kedua belah pihak akan bertanggung Jawab dari segi pendanaan yang diatur
dengan beberapa ketentuan dibawah ini :
o Semua pengeluaran dana untuk keperluan pembangunan dilakukan melalui
pengajuan dari pihak 2 ( Kedua ) dan harus disetujui oleh pihak 1 ( pertama )
yang akan dituangkan dalam anggaran biaya dengan waktu yang akan
ditentukan sesuai dengan kesepakatan kedua belah pihak.
o Seluruh bentuk pekerjaan dapat diajukan oleh pihak kedua ( kedua ) dengan
melalui persetujuan secara mutlak dari pihak 1 ( pertama ) dapat menentukan
seluruh sub pekerjaan yang akan dilaksanakan.
o Junlah nominal yang disepakati dalam pendanaan proyek dan sesuai dengan
anggaran yang telah disepakati adalah sebesar Rp. 85.000.000,- ( Delapan
Puluh Lima Juta Rupiah )

KOMPENSASI
Pasal 3
3.1. Pihak 2 ( kedua ) akan mendapatkan Kompensasi dari pihak 1 ( pertama )
berupa :
o Pembayaran untuk seluruh pekerjaan dari persiapan sampai dengan
penyelesaian proyek pembangunan serta pengawasannya, yang akan
dibayarkan sesuai termyn sebagai berikut :
o Termyn I : 30% setelah pekerjaan selesai 30%
o Termyn II : 25% setelah pekerjaan selesai 55%
o Termyn III : 25% setelah pekerjaan selesai 80%
o Termyn II : 20% setelah serah terima pekerjaan/proyek

3.2. Pihak 1 ( pertama ) akan mendapatkan Kompensasi dari pihak 2 ( kedua )


berupa :
o Pengerjaan pembangunan serta pengawasan pembangunan sesuai dengan
spesifikasi bahan yang digunakan ( sesuai dengan anggaran) serta mengacu
kepada target waktu yang telah disepakati bersama.

LINGKUP PEKERJAAN
Pasal 4
Kedua belah pihak akan melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya berkaitan
dengan pelaksanaan pembangunan proyek, sebagai berikut :
o Pihak 1 ( pertama ) yang berhak menentukan item pekerjaan yang akan
dilaksanakan oleh pihak 2 ( kedua ), adapun item pekerjaan yang telah
disepakati untuk dilaksanakan oleh pihak 2 ( kedua ) terdapat pada lampiran :

ASRI NURDIN 6
o Pihak 2 ( kedua ) harus membuat perencanaan dan pemilihan bahan untuk
diaplikasikan dalam bentuk bangunan / pekerjaan lain melalui pengawasan
serta persetujuan pihak 1 ( pertama )
o Pihak 2 ( kedua ) bertanggung jawab penuh terhadap penggunaan dana yang
telah disepakati secara maksimal untuk kelancaran dan penyelesaian pekerjaan.
o Berkewajiban melaksanakan seluruh jadwal pekerjaan sesuai dengan target
waktu yang telah ditentukan
o Mentaati semua peraturan tata tertib pembangunan / pekerjaan yang diberikan
oleh pihak 1 ( pertama ).

JANGKA WAKTU
Pasal 5
Kedua belah pihak sepakat bahwa pelaksanaan pekerjaan akan dimulai pada : 30
Juni 2014 dan diselesaikan pada : 30 Desember 2014.

PENGALIHAN PEKERJAAN
Pasal 6
Kedua belah pihak sepakat untuk tidak mengalihkan perjanjian kerjasama ini
kepada pihak manapun, kecuali dengan persetujuan pihak 1 ( pertama )

KETENTUAN PERJANJIAN
Pasal 7
7.1. Pelanggaran perjanjian ( target waktu ) pelaksanaan pekerjaan yang telah
disepakati akan berakibat pengurangan jumlah nominal dari total nilai yang
didapat oleh pihak 2 ( kedua ) sebesar 5% perbulan dari target yang telah
ditentukan oleh pihak 1 ( pertama ).
7.2. Apabila pada saat perjanjian ini berakhir dan/ atau dibatalkan, masih terdapat
kewajiban yang belum diselesaikan oleh masing – masing pihak , maka ketentuan
– ketentuan dalam perjanjian ini tetap berlaku sampai diselesaikannya hak dan
kewajiban masing – masing pihak.

TAMBAHAN PERJANJIAN
Pasal 8
Apabilan ada beberapa pasal tambahan setelah ditandatangani perjanjian ini, maka
perjanjian tambahan akan diberlakukan sebagai Adendum ( perjanjian tambahan )
setelah disepakati oleh masing – masing pihak terkait.

ASRI NURDIN 7
PENYELESAIAN PERSELISIHAN
Pasal 9
Apabila terjadi perselisihan antara kedua belah pihak, maka kedua belah pihak
sepakat untuk menyelesaikan secara musyawarah untuk mufakat, apabila tidak
tercapai penyelesaian secara musyawarah untuk mufakat, masing – masing pihak
sepakat untuk menempuh jalur hukum yang berlaku.

FORCE MAJURE
Pasal 10
Apabila terjadi gempa, bencana alam, tanah longsor atau semua kejadian yang
disebabkan oleh alam yang akan menyebabkan gagalnya / tertundanya perjanjian
ini maka kedua belah pihak sepakat untuk meninjau kembali perjanjian yang telah
dibuat.
PENUTUP
Pasal 11
Surat perjanjian kerjasama ini telah dibaca, dimengerti dan disetujui oleh kedua
belah pihak pada hari ini dan tanggal tersebut pada surat perjanjian kerjasama ini,
dibuat sebanyak rangkap 2 ( dua ) dan dibubuhi tanda tangan sebagai tanda
kesepakatan bersama tanpa ada tekanan dan unsur paksaan dari pihak manapun
dan mempunyai kekuatan hukum yang sama.

PIHAK PERTAMA PIHAK KEDUA

Pemilik Bangunan Sub Kontraktor

ASRI NURDIN 8
BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Hukum adalah suatu sistem peraturan yang di dalamnya terdapat
norma-norma dan sanksi-sanksi yang bertujuan untuk mengendalikan
perilaku manusia, menjaga ketertiban dan keadilan, serta mencegah terjadinya
kekacauan.
Kontrak konstruksi adalah juga kontrak bisinis yang merupakan suatu
perjanjian dalam bentuk tertulis dimana substansi yang disetujui oleh para
pihak yang terikat di dalamnya terdapat tindakan-tindakan yang bermuatan
bisnis.
Agar pembuatan SPK berjalan dengan lancar, ada beberapa hal yang
perlu dipersiapkan dengan matang oleh kedua belah pihak, terutama oleh
pihak pertama yaitu pemilik tanah atau pemilik rumah, karena pihak pertama
yang lebih banyak mempersiapkan dokumen dan surat-surat untuk keperluan
SPK dan pihak kedua yaitu kontraktor atau pemborong.

ASRI NURDIN 9