Anda di halaman 1dari 15

MAKALAH

AL-ISLAM DAN KEMUHAMMADIYAHAN IV

“PERSPEKTIF ISLAM DALAM DUNIA TEKNIK SIPIL”

DI SUSUN OLEH

ASRI NURDIN
(16.1.05.2.1.028)

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALU

FAKULTAS TEKNIK

JURUSAN TEKNIK SIPIL

2019
KATA PENGANTAR

Segala puji hanya milik Allah SWT shalawat dan salam selalu tercurahkan
kepada Rasulullah SAW. Berkat limpahan dan rahmat-Nya kami selaku penyusun
mampu menyelesaikan tugas makalah mengenai PRESPEKTIF ISLAM DALAM
DUNIA TEKNIK SIPIL ini guna memenuhi tugas mata kuliah Al-Islam dan
Kemuhammadiyahan IV. Agama sebagai sistem kepercayaan dan dalam
kehidupan umat manusia dapat dikaji melalui berbagai sudut pandang.

Makalah ini disusun agar pembaca dapat memperluas ilmu tentang


pentingnya ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni dalam kehidupan umat
manusia. Martabat manusia disamping ditentukan oleh peribadahannya kepada
Allah, juga ditentukan oleh kemampuan mengembangkan ilmu pengetahuan,
teknologi dan seni.

Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas dan
menjadi sumbangan pemikiran kepada pembaca khususnya para mahasiswa
Universitas Hasanuddin. Saya menyadari bahwa makalah ini masih banyak
kekurangan dan jauh dari sempurna. Untuk itu kepadaibu dosen saya meminta
masukannya demi perbaikan pembuatan makalah saya di masa yang akan datang
dan mengharapkan kritik dan saran para pembaca.

Palu, 13 Februari 2019

Penyusun
BAB I
PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang


Mengenai masalah pentingnya ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni
dalam kehidupan umat manusia, Islam sangat memperhatikan. Martabat manusia
disamping ditentukan oleh peribadahannya kepada Allah, juga ditentukan oleh
kemampuan mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni. Bahkan di
dalam Al-Qur’an sendiri Allah menyatakan bahwa hanya orang yang berilmulah
yang benar-benar takut kepada Allah
Kita bisa lihat keadaaan sekarang ini banyak hal-hal baru yang telah
ditemukan dalam rangka menyempurnakan Ilmu Ketekniksipilan. hal ini
menunjukan bahwa Ilmu Teknik Sipil senantiasa maju dikarenakan banyak Ilmuan
Teknik Sipil yang terus menerus melakukan Riset untuk memudahkan pekerjaan-
pekerjaan teknik Sipil dilapangan. Perkembangan Konstruksi Beton, Konstruksi
Baja, dan cara-cara penyelesaian masalah yang lain. misalnya dengan adanya
software Teknik Sipil saat ini sangat memudahkan pekerjaan – pekerjaan Teknik
Sipil. Yang dulunya sebuah perhitungan Teknik Sipil bisa selesai dikerjakan
dengan waktu yang sangat lama. Dengan adanya Kemajuan Teknologi saat ini
perhitungan tersebut dibuat dengan waktu yang relatif singkat.Inilah
Perkembangan Teknik Sipil masa kini yang semakin pesat kemajuannya, dan
bahkan akan berlanjut dari tahun ke tahun.Semoga kemajuan Teknik Sipil saat ini
dan dimasa yang akan datang akan lebih mampu menyelesaikan persoalan –
persoalan yang dihadapi Masyarakat saat ini khususnya yang berhubungan dengan
struktur fasilitas Publik.
Ilmu pengetahuan dalam praktek mampu mengangkat harkat dan martabat
manusia karena melalui ilmu manusia mampu melakukan eksplorasi kekayaan
alam yang disediakan oleh Allah. Karena itu dalam pengembangan ilmu teknik
sipil , nilai-nilai Islam tidak boleh diabaikan agar hasil yang diperoleh
memberikan kemanfaatan sesuai dengan fitrah hidup manusia.

1
I.2 Rumusan Masalah
 Apa itu Teknik Sipil ?
 Bagaimana sejarah Teknik Sipil ?
 Bagaimana Teknik Sipil dalam prespektif Islam ?

 Bagaimana hubungan Ilmu Teknik Sipil dan Ilmu Agama ?


 Siapa tokoh Islam yang berperan dalam Teknik Sipil ?

I.3 Metode Penulisan


Metode penulisan yang digunakan penulis dalam penyusunan makalah ini
menggunakan studi kepustakaan yang bersumber dari berbagai media buku
maupun media cetak/elektronik yang sesuai dengan materi yang akan dibahas.

I.4 Tujuan Penulisan


 Mengetaui pengertian dari teknik sipil
 Mengetahui bagaimana sejarah teknik sipil
 Mengetahui bagaimana prespektif islam tentang teknik sipil
 Mengetahui hubungan Ilmu Teknik Sipil dan Ilmu Agama ?
 Mengetahui tokoh islam yang bergerak dalam bidang sipil

2
BAB II
PEMBAHASAN

II.1 Pengertian Teknik Sipil


Teknik sipil adalah salah satu cabang ilmu teknik yang mempelajari
tentang bagaimana merancang, membangun, merenovasi tidak hanya gedung dan
infrastruktur, tetapi juga mencakup lingkungan untuk kemaslahatan hidup
manusia.Didalam bahasa inggris Teknik Sipil adalah Civil Engginering maksud
dari Civil Engginering merupakan sebuah disiplin Ilmu yang berhubungan dengan
Pekerjaan-pekerjaan untuk kepentingan Masyarakat umum. Yaitu Pekerjaan untuk
Merencanakan dan Membangun sebuah konstruksi yang bisa digunakan baik
sebagai fasilitas umum maupun pribadi. Fasilitas yang dimaksud dapat berupa
pemipaan, jalan umum, jalan raya, bendungan, jembatan, terowongan, sistem
pengolahan air, bandara, gedung tinggi, dan masih banyak yang lainnya. Lingkup
tanggung jawab Insinyur Sipil juga untuk mengawasi aktivitas dan kinerja
keseluruhan dari orang-orang yang terlibat dalam suatu proyek pembangunan.
Teknik sipil mempunyai ruang lingkup yang luas, di dalamnya
pengetahuan matematika, fisika, kimia, biologi, geologi, lingkungan hingga
komputer mempunyai peranannya masing-masing. Teknik sipil dikembangkan
sejalan dengan tingkat kebutuhan manusia dan pergerakannya, hingga bisa
dikatakan ilmu ini bisa merubah sebuah hutan menjadi kota besar.

II.2 Sejarah Teknik Sipil


Peradaban Islam di era keemasan telah memberi sumbangan yang begitu
besar dalam bidang teknik sipil (civil engineering).Di era kejayaannya, para
insinyur Muslim telah berhasil membangun sederet karya besar dalam bidang
teknik sipil berupa; bendungan, jembatan, penerangan jalan umum, irigasi, hingga
gedung pencakar langit.Anehnya, beragam karya besar ilmuwan Muslim dalam
bidang teknik sipil itu sama sekali tak pernah diungkap para sejarawan teknik
sipil. Bila kita melacak sejarah perkembangan teknik sipil, kisah sukses dan

3
pencapaian yang telah ditorehkan para insinyur Muslim di abad pertengahan itu
sama sekali tak disebut.
Peradaban Barat, melalui sejarawan teknik sipilnya seakan-akan menutupi
keberhasilan dan mengabaikan pencapaian yang telah ditorehkan para insinyur
Muslim. Upaya Barat menutupi keberhasilan para insinyur Muslim di zaman
kekhalifahan itu pun mengundang protes dan kecaman di kalangan sejarawan
teknik sipil di dunia Barat.
”Sangat tak adil dan tak benar,” cetus Norman Smith dalam bukunya A
History of Damsmenanggapi sikap sejumlah sejarawan Barat yang tak mengakui
pencapaian para insinyur sipil Muslim. Alih-alih mengakui keberhasilan insinyur
Muslim, para sejarawan teknik sipil Barat malah menuding pada era kekuasaan
Dinasti Ummayah dan Abbasiyah pembangunan bendungan, irigasi, serta aktivitas
teknik lain menurun drastis.
Sejarah teknik sipil yang ditulis Barat menyebutkan bahwa Insinyur Sipil
Pertama di Dunia adalah Jhon Smeaton yang hidup di abad ke-18 M. Smeaton
mengklaim dirinya sebagai insinyur sipil pertama karena mampu membangun
Eddystone Lighthouse. Padahal, jauh sebelum itu di abad ke-9 M, peradaban
Islam sudah memiliki insinyur sipil terkemuka bernama Al-Farghani. Selain itu
ada pula nama Al-Jazari, insinyur sipil terkemuka dari abad ke-13 M.
Lalu apa saja karya besar yang disumbangkan para insinyur Muslim bagi
pengembangan teknik sipil? Sejarah membuktikan, di era keemasannya peradaban
Islam telah mampu membangun bendungan jembatan (bridge dam).Bendung
jembatan itu digunakan untuk menggerakkan roda air yang bekerja dengan
mekanisme peningkatan air. Bendungan jembatan pertama dibangun di Dezful,
Iran.
Bendung jembatan itu mampu menggelontorkan 50 kubik air untuk
menyuplai kebutuhan masyarakat Muslim di kota itu. Setelah muncul di Dezful,
Iran bendung jembatan juga muncul di kota-kota lainnya di dunia Islam.
Sehingga, masyarakat Muslim pada masa itu tak mengalami kesulitan untuk
memenuhi kebutuhan air bersih.

4
Selain itu, di era kekhalifahan para insinyur Muslim juga sudah mampu
membangun bendungan pengatur air diversion dam.Bendungan ini digunakan
untuk mengatur atau mengalihkan arus air. Bendungan pengatur air itu pertama
kali dibangun insinyur Muslim di Sungai Uzaym yang terletak di Jabal Hamrin,
Irak. Setelah itu, bendungan semacam itu pun banyak dibangun di kota dan negeri
lain di dunia Islam.
Pencapaian lainnya yang berhasil ditorehkan insinyur Islam dalam bidang
teknik sipil adalah pembangunan penerangan jalan umum. Lampu penerangan
jalan umum pertama kali dibangun oleh kekhalifahan Islam, khususnya di
Cordoba. Pada masa kejayaannya, pada malam hari jalan-jalan yang mulus di kota
peradaban Muslim yang berada di benua Eropa itu bertaburkan cahaya.
Selain dikenal bertabur cahaya di waktu malam, kota-kota peradaban
Islam pun dikenal sangat bersih. Ternyata, pada masa itu para insinyur Muslim
sudah mampu menciptakan sarana pengumpul sampah, berupa kontainer. Sesuatu
yang belum pernah ada dalam peradaban manusia sebelumnya.
Para insinyur Muslim di masa kejayaan juga telah memberi sumbangan
bagi pengembangan teknik sipil dengan menemukan beragam peralatan survei.
Peralatan untuk meneliti permukaan berupa papan dari kayu dengan timbangan
pengukur garis tegak lurus dan dua cantelan. Saat itu juga suda ditemukan alat
untuk mengukur sudut, mengukur lebar sungai serta mengukur jarak antara dua
titik yang dipisahkan oleh sebuah halangan yang tak dapat dilalui.
Sebelum peradaban Barat berhasil membangun gedung pencakar langit,
para insinyur Muslim pada abad ke-16 M telah berhasil membangun gedung
pencakar langit di Shibam, Yaman. Tak heran, jika kota itu dikenal sebagai ‘kota
pencakar langit tertua di dunia.’ Inilah contoh pertama tata kota yang didasarkan
pada prinsip-prinsip pembangunan secara vertikal.
Di kota Shibam dibangun tak kurang dari 500 tower rumah yang tingginya
mencapai 30 meter. Para insinyur teknik sipil Barat untuk pertama kalinya
berhasil membangun gedung pencakar langit pertama pada tahun 1885 M.
Gedung pencakar langit pertama yang dibangun insinyur barat adalah Home
Insurance Building yang tingginya mencapai 42 meter.

5
Pada abad ke-21 ini, gedung pencakar langit masih berada di negara
Muslim yakni di Dubai, yakni Burj Dubai. Pada tahun 1998, gedung pencakar
langit tertinggi berada di Malaysia, yakni menara kembar Petronas. Untuk urusan
merancang gedung pencakar langit, duania mencatat insinyur Muslim pada abad
ke-20 dari Banglades, Fazlur Khan, sebagai ‘Einstein Teknik Struktural’.
Insinyur teknik sipil Muslim di abad ke-12 M, juga telah mampu
mendirikan menara tertinggi di abad pertengahan. Menara masjid tertinggi itu
adalah Qutub Minar yang tingginya mencapai 72 meter. Sedangkan, menara
masjid tertinggi di abad ke-21 ini adalah menara Masjid Hasan II yang tingginya
mencapai 201 meter. Menara itu dibangun pada tahun 1986.
Salah satu pencapaian lainnya yang berhasil dibangun para insinyur
Muslim adalah sistem pemasok air atau sistem irigasi. Saluran irigasi yang
dibagun pada zaman kemilau Islam itu hingga kini masih digunakan di dunia
Islam atau wilayah bekas kekuasaan Islam di Eropa, seperti Sicilia, Semenjanjung
Iberia dan khusunya Andalusia, Aragon, dan provinsi Valencia di Spanyol.
Sistem irigasi yang dikembangkan para insinyur Muslim itu juga telah
diadopsi di Kepulauan Canary dan Amerika. Bangsa Spanyol yang
memperkenalkannya ke benua Amerika. Hingga kini, sistem irigasi yang
dikembangkan para insinyur Muslim itu masih digunakan di Meksiko, Texas,
Peru, dan Chili.

II.3 Teknik Sipil dalam Prespektif Islam


Kemajuan akan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi , sangatlah berpengaruh
terhadap segala aspek dalam kehidupan manusia . Peran Islam dalam
perkembangan iptek pada dasarnya ada 2 (dua). Pertama, menjadikan Aqidah
Islam sebagai paradigma ilmu pengetahuan. Paradigma inilah yang seharusnya
dimiliki umat Islam, bukan paradigma sekuler seperti yang ada sekarang.
Paradigma Islam ini menyatakan bahwa Aqidah Islam wajib dijadikan landasan
pemikiran (qa’idah fikriyah) bagi seluruh ilmu pengetahuan. Ini bukan berarti
menjadi Aqidah Islam sebagai sumber segala macam ilmu pengetahuan,
melainkan menjadi standar bagi segala ilmu pengetahuan. Maka ilmu pengetahuan

6
yang sesuai dengan Aqidah Islam dapat diterima dan diamalkan, sedang yang
bertentangan dengannya, wajib ditolak dan tidak boleh diamalkan. Kedua,
menjadikan Syariah Islam (yang lahir dari Aqidah Islam) sebagai standar bagi
pemanfaatan iptek dalam kehidupan sehari-hari. Standar atau kriteria inilah yang
seharusnya yang digunakan umat Islam, bukan standar manfaat
(pragmatisme/utilitarianisme) seperti yang ada sekarang. Standar syariah ini
mengatur, bahwa boleh tidaknya pemanfaatan iptek, didasarkan pada ketentuan
halal-haram (hukum-hukum syariah Islam). Umat Islam boleh memanfaatkan
iptek jika telah dihalalkan oleh Syariah Islam. Sebaliknya jika suatu aspek iptek
dan telah diharamkan oleh Syariah, maka tidak boleh umat Islam
memanfaatkannya, walaupun ia menghasilkan manfaat sesaat untuk memenuhi
kebutuhan manusia.
Misalnya kemajuan di ilmu Teknik Sipil sejak abad 9 M sudah banyak
insinyur muslim di bidang pembangunan. Contoh nya pembangunan jembatan ,
gedung – gedung,jalanan dan tempat umum untuk aktifitas sehari-hari manusia.
Namun pembangunan itu harus didasari pengetahuan agama, jika sebuah
pelaksanaan pembangunan gedung yang dilaksanakan oleh ahli teknik sipil tanpa
berpengetahuan ilmu agama dapat menyebabkan keruntuhan bangunan karena
proses ketidak jujuran dalam pelaksanaannya seperti pengurangan semen atau besi
struktur ilmu agama pun dapat dikerjakan dengan baik dengan adanya rumah atau
bangunan ibadah hasil karya teknik sipil, maka dapat disimpulkan bahwa semua
ilmu itu baik,karena tujuan ilmu agama adalah bagaimana hidup dengan
kebahagiaan serta ilmuteknik sipil bagaimana membangun sarana hidup dengan
rasa keindahan dan keamanan.

II.4 Hubungan Ilmu Teknik Sipil dan Ilmu Agama


II.4.1 Dilihat dari obyek dan tujuan ilmu teknik sipil dan agama.
Ilmu teknik sipil mempelajari tentang bagaimana membuat sebuah
konstruksi bangunan rumah yang kuat sehingga dapat membuat rasa aman dan
nyaman kepada pemilik maupun penghuni yang berada didekat rumah
tersebut.ilmu agama mempelajari bagaimana membuat sebuah konstruksi

7
bangunan hati dan jiwa yang kuat sehingga dapat membuat rasa aman dan nyaman
kepada pemilik maupun orang yang berada didekat jiwa tersebut.

II.4.2 Dilihat dari kerusakan, virus dan penyakit.


Jika dalam ilmu teknik sipil terdapat beberapa hal yang menyebabkan
kerusakanstruktur bangunan seperti keropos,kayu lapuk, besi berkarat.dalam ilmu
agama juga terdapat berbagai hal yang menyebabkan kerusakan sebuahstruktur
pribadi seperti iri hati, sombong, dengki, kikir dll.

II.4.3 Dilihat dari tujuan ilmu teknik sipil dan agama


Ilmu teknik sipil membangun rumah yang kuat sedangkan ilmu agama
membangun pribadi yang kuat.

II.4.4 Dilihat dari proses pelaksanaan ilmu teknik sipil dan ilmu agama.
Kedua ilmu teknik sipil dan agama saling berhubungan, misalnya sebuah
pelaksanaan pembangunan gedung yang dilaksanakan oleh ahli teknik sipil tanpa
berpengetahuan ilmu agama dapat menyebabkan keruntuhan bangunan karena
proses ketidak jujurandalam pelaksanaannya seperti pengurangan semen atau besi
struktur ilmu agama pun dapat dikerjakan dengan baik dengan adanya rumah atau
bangunan ibadah hasil karya teknik sipil, atau jika pada zaman dahulu dikerjakan
di goa hasil karya teknik sipil tuhan. jadi jika melihat keduanya maka dapat
disimpulkan bahwa semua ilmu itu baik,karena tujuan ilmu agama adalah
bagaimana hidup dengan kebahagiaan serta ilmuteknik sipil bagaimana
membangun sarana hidup dengan rasa keindahan dan keamanan.

II.4.5 Anjuran Belajar ilmu dalam agama islam


yang Allah perintahkan kepada nabi muhammad pertama kali adalah perintah
belajar yang terkandung dalam surah Al-Ala ayat 1 – 5

‫اسققرسأ ذباِسسذم قرببقك اللذذيِ قخلققق‬


“Bacalah, dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menjadikan”.

8
‫ساَلن ممنن لعلل ق‬
‫ق‬ ‫لخلل ل‬
‫ق النن ل‬
“ Menjadikan manusia dari segumpal darah.”

‫انقلرنأ لولرببلك النكلرمم‬


“Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha Pemurah”.

‫اللمذيِ لعلللم مباَنلقلللمم‬


“ Yang mengajar dengan (perantaraan) qalam”.

‫ساِقن قماِ لقسم قيسعلقسم‬


‫قعللقم السن ق‬
“Dia mengajar manusia sesuatu yang tidak diketahui”.

II.4.6 Masalah yang Dihadapi Teknik Sipil Di zaman Modern Ini


Sebelum manusia diciptakan, alam semesta ini ditakdirkan oleh Allah Swt.
Dalam kondisi yang seimbang. Semua diciptakan sesuai dengan kodratnya
masing-masing. Tetapi setelah manusia datang dan mulai mampu menguasai ilmu
pengetahuan dan teknologi maka manusia mulai berlaku sewenang-wenang
terhadap lingkungan. Hal ini jelas disebutkan dalam firman oleh Allah Swt. :
“Telah tampak kerusakan didarat dan dilaut, karena apa yang dilakukan oleh
manusia...”
Sewaktu manusia datang, membangun kota, membangun gedung,
membangun sebuah peradaban, hal tersebut kurang lebih mengganggu
keseimbangan alam yang sudah ada. Hal itulah yang seharusnya menjadi tugas
bagi para engineer khususnya dalam bidang teknik sipil untuk mewadahi
kebutuhan manusia sambil meminimalisasi isu-isu terhadap lingkungan. Hal ini
tentu karena ada pengaruh modernisasi yang salah yang dibawa oleh orang barat.
Gara-gara fiolosofi modern bahwa manusia adalah pusat segala-galanya, orang
barat atau orang modern mengganggap alam adalah pelengkap eksistensi manusia.

9
Sehingga ketika alam dieksploitasi manusia tak merasa bersalah. Hal ini tentu
sangat kontradiktif dengan kaum adat yang menganggapahwa alam adalah bagian
yang harus dihormati juga. Ketika kita membangun tanpa mempertimbangkan
keterbatasan resource , maka ketika terjadi global warming kita baru mulai
mendesain sesuatu yang memperhatikan lingkungan, mindset tersebut tentu
bukanlah merupakan cara pandang yang bagus. Kita tahu isu lingkungan telah
menjadi perhatian serius dalam tahun-tahun terakhir ini. Dimasa depan teknologi
yang akan menjadi trend adalah yang ramah lingkungan namun juga reliable.

II.5 Tokoh Islam di Bidang Teknik Sipil


1. Al-Farghani, sang Insyinyur Teknik Sipil
Abu'l-Abbas Ahmad ibnu Muhammad ibnu Kathir Al-Farghani adalah insinyur
sipil terkemuka yang terlahir di Farghana, Tansoksiana. Orang Barat biasa
menyebutnya Al-Fraganus. Sebelum terjun dalam bidang teknik sipil, sejatinya
Al-Farghani adalah seorang astronom. Salah satu karyanya yang terkenal adalah
Kitab fi al-Harakat al-Samawiya wa Jawami Ilm al-Nujum (Elemen-elemen
Astronomi).
Pada tahun 987 M, Ibnu Al-Nadim mengungkapkan, Al-Farghani berhasil menulis
dua buku penting dalam bidang teknik yakni, Kitab al-Fusul, Ikhtiyar al-Majisti
dan Kitab Amal Al-Rukhmat atau 'Book on the Construction of Sun-dials.

2. Al-Jazari ( Abad 13 M )
Al-Jazari berasal dari tempat kelahirannya, Al-Jazira, Mesopotamia — nama
tradisional Arab untuk wilayah di batian utara Mesopotamia dan sekarang dikenal
sebagai wilayah tenggara Turki, di antara Sungai Tigris dan Sungai Efrat. Seperti
ayahnya, dia mengabdi sebagai kepala insinyur di Istana Artuklu, kediaman dari
Dinasti Artuqid cabang Mardin yang memerintah wilayah timur Anatolia sebagai
wilayah pengikut dari Dinasti Zangid dan selanjutnya Dinasti Ayyubiyyah.
Al-Jazari adalah bagian dari tradisi pengrajin sehingga lebih cenderung sebagai
praktisi insinyur daripada penemu yang tampaknya "lebih tertarik kepada proses
pengerjaan yang diperlukan untuk membangun suatu alat daripada teknologi yang

10
berada dibelakangnya" dan mesin-mesin ciptaannya biasanya "dirakit berdasarkan
trial and error daripada perhitungan teoritis." Bukunya "Pengetahuan Ilmu
Mekanik" tampaknya menjadi sangat populer sebagaimana telah banyak terlihat
dalam sejumlah besar salinan manuskrip, dan seperti yang berulang kali dijelaskan
olehnya, dia hanya menjelaskan peralatan-peralatan yang dibangunnya sendiri.
Menurut Mayr, gaya bahasa dalam buku tersebut seperti buku modern do-it-
yourself.
Beberapa peralatannya terinspirasi oleh peralatan-peralatan sebelumnya, seperti
salah satu jam airnya yang monumental, yang berdasarkan Pseudo-Archimedes.
Dia juga mengutip pengaruh Banu Musa bersaudara Banu Musa bersaudara untuk
air mancurnya, al-Asturlabi untuk desain jam lilin, dan Hibat Allah ibn al-Husayn
(d. 1139) untuk musical automata. Al-Jazari melanjutkan dengan menggambarkan
perbaikan yang dibuatnya terhadap hasil karya pendahulunya, dan menjelaskan
peralatan-peralatan, tehnik-tehnik, dan komponen-komponen yang merupakan
penemuan orisinilnya yang tidak tampak dalam hasil karya pendahulunya.
Aspek paling penting dari mesin-mesin Al-Jazari adalah mekanisme, komponen,
ide, metode, dan desain fitur yang dikerjakannya. Poros bubungan, pertama kali
diperkenalkan tahun 1206 oleh al-Jazari, yang menerapkannya dalam Automaton
ciptaannya, water clocks (such as the candle clock) and water-raising machines.
Bubungan (cam) dan poros bubungan selanjutnya muncul dalam mekanik Eropa
mulai abad ke-14.

11
BAB III
PENUTUP
III.1 Kesimpulan
Teknik sipil adalah salah satu cabang ilmu teknik yang mempelajari
tentang bagaimana merancang, membangun, merenovasi tidak hanya
gedung dan infrastruktur, tetapi juga mencakup lingkungan untuk
kemaslahatan hidup manusia. Abad ke-9 M, peradaban Islam sudah
memiliki insinyur sipil terkemuka bernama Al-Farghani. Namun dalam
membangun , kita juga harus dilandasi ilmu agama agar tidak terjadi
kesalahan-kesalahan yang tidak diinginkan
III.2 Saran
Sebelum kita mempelajari berbagai macam ilmu dan mengaplikasikan
nya , kita harus mempelajari ilmu agama terlebih dahulu, agar kita tidak
melakukan kesalahan yang merugikan makhluk hidup.

12
DAFTAR PUSTAKA
Fuga.2012.http://kuliahinsinyur.blogspot.com/2012/08/pengertian-teknik-sipil-apa-
itu.html#.VVVhJ45Vi kp
Hasriadi,Ristu.2009. http://ristu-hasriandi.blogspot.com/2009_12_01_archive.html
Jennita,Femmy.2010.http://www.scribd.com/doc/40124480/Hubungan-Ilmu-Teknik-Sipil-
Dan-Ilmu-Agama
Nurdin,Muhammad.2014.http://blogpenemu.blogspot.com/2014/07/al-jazari-1136-1206-
ahli-robot-muslim-pertama-di-dunia.html
Thahir,Upha.2014. http://www.scribd.com/doc/227383061/Makalah-Islam-Dan-Teknik-
Sipil

13