Anda di halaman 1dari 1

Proses pembelajaran matematika yang dilaksanakan di Madrasah

Tsanawiyah masih menghadapi banyak kendala. Salah satunya adalah minimnya

jumlah guru matematika dibandingkan dengan jumlah kelas yang harus ditangani.

Hanya ada satu orang guru yang menangani seluruh siswa mulai dari kelas 1 hingga

kelas 3. Hal ini mengakibatkan guru belum dapat memaksimalkan potensinya untuk

menangani keseluruhan permasalahan yang terjadi di kelas saat berlangsungnya

kegiatan belajar-mengajar. Berdasarkan hasil observasi yang peneliti lakukan, proses

kegiatan belajar mengajar matematika memiliki beberapa permasalahan. Beberapa

permasalahan tersebut di antaranya, kurangnya perhatian siswa pada pelajaran dan

ketidakmampuan siswa dalam memahami materi matematika sehingga hasil belajar

siswa mencapai hasil yang tidak memuaskan. Kondisi ini juga penulis dapati ketika

mengamati proses pembelajaran matematika materi komposisi fungsi. Siswa banyak

yang masih bingung dengan materi yang diajarkan guru. Siswa keliru dalam

menentukan komposisi suatu fungsi. Sebagian besar di antara mereka masih kesulitan

dalam memahami langkah-langkah menentukan komposisi suatu fungsi. Hal ini

semakin diperparah lagi dengan tidak tersedianya buku penunjang yang harus

dimiliki oleh siswa. Hal ini terus berlangsung tanpa ada perhatian dan solusi yang

tepat untuk mengatasi masalah ini.