Anda di halaman 1dari 5

pertemuan pertama kw x 2

sk : Menerapakan jiwa kepemimpinan

KD: menunjukkan sikap pantang menyerah

 Jiwa kepemimpinan (leadership)


 Semangat pantang menyerah

KD: Mengelola konflik

 konflik
 faktor penyebab konflik
 munculnnya konflik
 tipe-tipe konflik
 mengelola dan mengatasi konflik
 manfaat konflik

KD: Membangun misi dan visi usaha

 visi dan misi


 peran kepemimpinan dan manajemen dalam merumuskan visi dan misi perusahaan
 langkah-langkah menyususun visi dan misi usaha

Hakikat Pantang Menyerah Dalam Berwirausaha

Pengertian Sikap Pantang Menyerah.

Sikap pantang menyerah bagi seorang wirausaha adalah tidak mudah patah semangatdalam
menghadapi semua rintangan, mau bekerja keras untuk mencapai tujuan, serta menganggap
rintangan dan tantangan harus dihadapi untuk mencapai tujuan tersebut.

Orang sukses bukan tidak pernah gagal melainkan mereka tidak pernah menyerah, sikap
tersebut memerlukan mentalitas yang gigih yaitu merupakan salah satu unsur kehidupan yang
penting bagi kita untuk mencapai kesuksesan.

Jadi hakikat sikap pantang menyerah dan ulet merupakan interaksi dari perilaku positif dalam
jiwa wirausaha. Sikap positif tersebut antara lain :

1. Perilaku kerja keras.

Bekerja keras adalah bekerja dengan sungguh-sungguh tanpa mengenal lelah de-

ngan suatu usaha yang sudah optimal untuk mencapai keuntungan/prestasi.

1. Perilaku keyakinan diri atau optimis.

Wirausaha selalu percaya pada kemampuannya, tidak ragu-ragu dalam bertindak,


jadi optimis berarti keyakinan bahwa tindakan akan membawa kearah tujuan.

1. Perilaku kemauan keras.

Kemauan keras penting sekali tertanam dalam diri sendiri agar semua hambatan

dapat diatasi dengan baik agar usaha kita berhasil sesuai dengan rencana.

1. Perilaku berjiwa sabar dan tidak putus asa.

Makna sabar disini tidak identik dengan lambat, pelan, santai dan jalan apa ada

nya, tetapi kesabaran dimaknai dengan cara atau metode menyikapi permasalahan

dengan tegar dan sabar untuk menyelesaikan permasalahan.

1. Perilaku selalu ingin maju.

Stephen Covey dalam bukunya First Thing’s Ferst mengungkapkan empat sisi po-

tensi yang dimiliki manusia untuk maju diantaranya :

1.Sikap mawas diri (self awareness)

2.Mempertajam suara hati (conscience)

3.Pandangan yang independen (Independent will)

4.Berpikir kearah ke depan (creative imagination)

1. Perilaku senang dengan pekerjaannya.

Rasa senang sering dapat mengubah keadaan menjadi sangat berbeda, waktu

yang lama terasa sangat pendek juga karena dipengaruhi paktor psikologis, yak-

ni rasa senang. Orang yang senang bekerja tidak akan membuang-buang waktu

sehingga lebih sukses dalam berusaha dan selalu ingin maju.

1. Perilaku selalu mencari sesuatu yang baru.

Keberhasilan seorang wirausaha terletak pada sikap dan kemampuan berusah dan

mempunyai etos kerja yang tinggi, hal ini terletak pada kreativitas dan rasa perca-

ya diri untuk maju dalam berwirausaha.

Pertemua 2 ( 2 x 40 menit )
Manfaat Pantang Menyerah Bagi Wirausaha.

1. Memberi semangat dalam berusaha.

Pantang menyerah berarti tidak akan berhenti dalam mencapai apa yang
diingin-

kan, sehingga memberi semangat dalam mencapai keinginan.

1. Meningkatkan daya usaha

Pantang menyerah dapat menimbulkan semangat, menambah energi atau daya

berusaha dan jika dikelola dengan tepat akan bermanfaat dalam bekerja.

1. Menunjang keberhasilan usaha.

Dengan bertambahnya daya karena semangat akan menunjang keberhasilan usaha

karena dengan memiliki semangat akan lebih senang melakukan tugas-tugasnya,

lebih banyak dan lebih cepat pekerjaan yang diselesaikan.

1. Mengeliminasi keputusan.

Keputusan akan menghilangkan semangat dalam berusaha, oleh sebab itu sema-

ngat harus senantiasa dijaga.

Sikap pantang menyerah dan ulet dalam usaha dapat ditunjukkan melalui :

1. Penyediaan sumber dan penggunaan dana.


2. Pergerakan sumber daya kreatif dan inovatif
3. Menentukan kelancaran pasokan dan persediaan bahan baku dan bahan penolong
4. Pelaksanaan proses produksi.
5. Pemanfaatan pasar domistik dan internasional.

6.Pelaksanaan pemasaran dan penjualan.

7. Memecahkan berbagai masalah/hambatan yang timbul dalam kegiatan usaha.


8. Kegiatan lainnya yang menunjang terselenggaranya kegiatan usaha.

Pertemuan 3 ( 2 x 40 menit )

Ulet Dalam Berwirausaha.

1. Pengertian Keuletan.
Pengertian keuletan yaitu seorang wirausaha dikatakan ulet jika mempunyai kepribadian yang
tangguh, kuat, tidak mudah putus asa, serta mempunyai cita-cita yang tinggi dimi kemajuan
usahanya.

Pada hakekatnya dengan sikap pantang menyerah dan ulet diharapkan bagi seorang
wirausahawan bisa mengatasi tantangan dan hambatan yang dihadapinya.

1. Faktor-faktor mempengaruhi keuletan yaitu :

1.Pembawaan, manusia lahir memiliki sifat bawaan dari orang tuanya, termasuk

daya tahan tubuh yang akan menunjang perkembangan lebih lanjut.

2.Pendidikan dan pelatihan, walaupun seseorang memiliki bawaan yang baik na-

mun jika tidak dikembangkan melalui pendidikan dan pelatihan, tidak dapat ber

kembang dengan optimal, demikian juga sebaliknya.

3.Lingkungan, ini memiliki peran penting dalam pembinaan keuletan karena ma-

nusia cenderung menyesuaikan dengan kebiasaan yang ada dilingkungannya.

4.Pengalaman, merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi keuletan

5.Motivasi, merupakan dorongan yang dapat menyebabkan seseorang


menjadi ulet, mempunyai komitmen tingi untuk berhasil dan
berkembang dalam usaha.

1. Membina sikap ulet, didapatkan dengan beberapa tahapan diantaranya :

1.Memulai dengan mencintai apa yang kita kerjakan.

Kesenangan dalam bekerja akan memberikan kekuatan untuk mampu mengu-

kuhkan jiwa wirausahawan.

2.Mengembangkan sikap optimis.

Pandangan jauh ke depan mampu memberikan penilaian hasil yang diinginkan.

3.Inovatif dalam kerangka kerjaan.

Inovasi dapat memperkaya meteda sehingga mampu memberikan penyelesaian

setiap tahapan perjuangan dan didapatkan kemenangan.

4.Fleksibel dan toleransi dalam menghadapi tantangan.


Dalam perjuangan hidup akan banyak orang, kita tidak bisa hidup sendirian sebab itu kita
harus saling toleransi dan saling mengerti satu sama lain.

5.Memelihara kesabaran.

Tuhan Yang Maha Esa yang menciptakan kita, sekeliling kita, begitu pula Dia

yang berkuasa atas perjuangan dan perbuatan yang kita lakukan oleh karna itu

apapun proses dan hasilnya kita kembalikan kepada-Nya

Jiwa pantang menyerah dan ulet tercermin dalam sikap sebagai berikut :

1. Bersikap objektif terhadap sesuatu agar terhindar dari konflik.


2. Bekerja keras tanpa henti dan tidak lelah berinovasi.
3. Berani mengambil resiko.
4. Tekun dan memiliki semangat yang tinggi.
5. Disiplin dalam melaksanakan usaha.
6. Mampu mengidentifikasi kemampuan diri sendiri.

Iklan

Sukai ini:

Diterbitkan oleh sudirmaone


saya merupakan anak ketiga pasangan dari I Nengah Tamu dan NI Wayan Sidar yang
sebagain hidupnya di habiskan untuk bertani di Kampung kecil yang bernama desa Bayung
Gede. semasa kecil di lalui dengan kehidupan yang penuh memprihatinkan sejak kecil sudah
diasuh oleh seorang paman dan bibinya. sampai pada saat mengenjam pendidikan waktunya
lebih banyak di habiskan dengan penuh derita tiada tara karena dia sambil bersekolah
numpang hidup dirumah orang Lihat semua pos milik sudirmaone