Anda di halaman 1dari 4

 NAMA : Febrian Akbar

 NIM : 210016025
 KELAS : 01
 TUGAS : Ketel Uap I (1)

Prinsip Kerja Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU)


Siklus fluida kerja PLTU merupakan siklus tertutup, yaitu menggunakan fluida yang sama
secara berulang-ulang. Pertama air diisikan ke boiler hingga mengisi seluruh luas permukaan
pemindah panas. Didalam boiler air ini dipanaskan dengan gas panas hasil pembakaran bahan
bakar dengan udara sehingga berubah menjadi uap. Uap hasil produksi boiler dengan tekanan
dan temperatur tertentu diarahkan untuk melakukan kerja di turbin sehingga menghasilkan
daya mekanik berupa putaran. Uap bekas keluar turbin masuk ke kondensor untuk
didinginkan dengan air pendingin agar berubah menjadi air. Air kondensat ini kemudian
digunakan lagi sebagai air pengisi boiler. Demikian siklus ini berlangsung terus menerus dan
berulang-ulang. Gambar 1 menunjukkan diagram siklus tertutup fluida kerja PLTU.

Gambar 1. Siklus fluida kerja (air uap) PLTU

Putaran turbin digunakan untuk memutar generator yang dikopel langsung dengan turbin
sehingga ketika turbin berputar dihasilkan energi listrik dari terminal output generator.
Sekalipun siklus fluida kerjanya merupakan siklus tertutup, namun jumlah air dalam siklus
akan mengalami pengurangan. Pengurangan air ini disebabkan oleh kebocoran baik yang
disengaja maupun yang tidak disengaja. Untuk mengganti air yang hilang, maka perlu
ditambahkan air kedalam siklus. Kriteria air penambah (make up water) ini harus sama
dengan air yang ada dalam siklus.
Komponen Utama PLTU
PLTU merupakan mesin pembangkit termal yang terdiri dari komponen utama dan
komponen bantu (sistem penunjang) serta sistem-sistem lainnya. Komponen utama terdiri
dari empat komponen, yaitu:
- Boiler (ketel uap)
- Turbin uap
- Kondensor
- Generator

Boiler
Boiler adalah suatu perangkat mesin yang berfungsi untuk merubah air menjadi uap.
Proses perubahan air menjadi uap dilakukan dengan memanaskan air yang berada didalam
pipa-pipa dengan panas hasil pembakaran bahan bakar. Proses pembakaran dilakukan secara
kontinyu didalam ruang bakar dengan mengalirkan bahan bakar dan udara dari luar. Uap
yang dihasilkan adalah uap superheat dengan tekanan dan temperatur yang tinggi. Jumlah
produksi uap tergantung pada luas permukaan pemindah panas, laju aliran, dan panas
pembakaran yang diberikan. Boiler yang konstruksinya terdiri dari pipa-pipa berisi air disebut
dengan water tube boiler (boiler pipa air).

Gambar 2. Boiler

Turbin Uap
Turbin uap berfungsi untuk merubah energi panas yang terkandung dalam uap menjadi
gerakan memutar (putaran). Uap dengan tekanan dan temperatur tinggi diarahkan untuk
mendorong sudu-sudu turbin yang dipasang pada poros sehingga poros turbin berputar.
Akibat melakukan kerja di turbin tekanan dan temperatur uap keluar turbin turun hingga
hingga menjadi uap basah. Uap ini kemudian dialirkan ke kondensor, sedangkan tenaga putar
yang dihasilkan digunakan untuk memutar generator. Saat ini hampir semua mesin turbin uap
adalah dari jenis turbine condensing atau uap keluar turbin (exhaust steam) dialirkan ke
kondensor.
Gambar 3. Turbin Uap

Kondensor
Kondensor adalah peralatan untuk merubah uap menjadi air. Proses perubahannya
dilakukan dengan cara mengalirkan uap kedalam suatu ruangan yang berisi pipa-pipa (tubes).
Uap mengalir diluar pipa-pipa sedangkan air sebagai pendingin mengalir didalam pipa-pipa.
Kondensor seperti ini disebut surface (tubes) condenser. Sebagai pendingin digunakan air
sungai atau air laut. Laju perpindahan panas tergantung pada aliran air pendingin, kebersihan
pipa-pipa dan perbedaan temperatur antara uap dan air pendingin. Proses perubahan uap
menjadi air terjadi pada tekanan dan temperatur jenuh, dalam hal ini kondensor berada pada
kondisi vakum. Karena temperatur air pendingin sama dengan temperatur udara luar, maka
temperatur air kondensat nya maksimum mendekati temperatur udara luar. Apabila laju
perpindahan panas terganggu, maka akan berpengaruh terhadap tekanan dan temperatur.

Gambar 4. Kondensor
Generator
Tujuan utama dari kegiatan proses di PLTU adalah energi listrik. Energi listrik
dihasilkan dari peralatan pembangkit listrik yang disebut generator. Generator berfungsi
mengubah energi mekanik berupa putaran menjadi energi listrik dengan menerapkan prinsip
induksi magnet.
Generator terdiri dari bagian yang diam disebut stator dan bagian berputar disebut rotor.
Stator terdiri dari casing yang berisi kumparan dan rotor yang merupakan medan magnet
listrik terdiri dari inti yang berisi kumparan.

Gambar 5. Generator