Anda di halaman 1dari 28

BAB IV

PENDOKUMENRASIAN ASUHAN KEBIDANAN

4.1 asuhan kebidanan pada ibu nifas ny. “D” P100000usia 18 tahun

4.1.1 kunjungan pertama 6 jam PP

Tanggal : 10 April 2019

Jam : 22.30

Tempat : RSI Hasanah Mojokerto

A. DATA SUBYEKTIF

1. IDENTITAS

Nama ibu : Ny. “D” Nama Suami : Tn. “R”

Usia : 18 tahun Usia : 25 tahun

Pendidikan : Smp Pendidikan : SMU

Agama : Islam Agama : Islam

Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Swasta

Alamat : Jetis Alamat : Jetis

2. Keluhan utama: ibu mengatakan masih lemas dan nyeri pada luka

jahitan, bayi belum bisa menyusu, ASI sedikit keluar

3. Status perkawinan

Perkawinan ke : 1

Umur kawin : 17 tahun

Lama kawin : 1 tahun


4. Riwayat keidanan

a. Haid

Menarche : 13 tahun

Siklus : 28 hari

Lama : 7 hari

Banyak : 2-3 kali ganti pembalut

Bau : khas

Warna : merah

Dismenorea :-

b. Riwayat KB : ibu belum pernah ber KB

c. Riwayat kehamilan sekarang

HPHT : 10-07-2018

TP : 17-04-2019

ANC : 8 kali

UK : 38 minggu

d. Riwayat persalinan sekarang

Tanggal persalinan : 10 april 2019

Penolong : Dokter

Jenis persalinan : SC

Penyulit/kompliksi : -

e. Keadaan bayi

Jenis kelamin : laki-laki

APGAR score : 7-8


BB / PB : 3100 gram / 50 cm

Kelainan :-

5. Riwayat kesehatan : Ibu dan keluarga tidk mempunyai riwayat

penyakit menular, menahun dan menurun.

6. Riwayat psikososial : hubungan ibu dengan keluarga baik

B. DATA OBYEKTIF

1. Pemeriksaan Umum

Keadaan umum : Baik

Kesadaran : Compos mentis

TTV :TD : 110/80 mmhg

S : 36,3

N : 82 x/menit

RR : 20 x /menit

2. Pemeriksaan fisik khusus

Muka : tidak odem

Mata : sklera putih, konjungtiva merah muda, palpebra

tidak odem

Mulut : bibir tidak sianosis, lembab

Payudara : puting susu menonjol, ASI keluar

Abdomen : ada luka jahitan, TFU 2 jari bawah pusat, UC keras

Genetalia : lochea rubra warna merah

Ekstermitas : tidak odem


C. ANALISA DATA

Ny. “D” P10000 usia 18 tahun 6 jam post partum fisiologis

D. PENATALAKSANAAN

Tanggal : 10 april 2019

1. Memberitahu hasil pemeriksaan kepada ibu, ibu mengerti

2. Memantau tanda-tanda vital, kandung kemih, perdarahan, ibu

kooperatif

3. Menganjurkan ibu untuk mengkonsumsi nutrisi seimbang seperti

sayuran lauk pauk dan buah-buahan serta tidak pantang makanan,

terutama makanan yang banyak mengandung protein seperti (tempe,

tahu, daging sapi, telur dll), ibu bersedia

4. Memberitahu ibu cara menyusui yang benar

5. Memotivasi ibu agar memberikan ASI eksklusif terhadap bayinya,


ibu bersedia.
6. Memberitahu ibu untuk menjaga kehangatan bayinya

7. Menganjurkan ibu untuk mobiliasi dini


4.1.2 kunjungan nifas 2 pada ny. “d” usia 18 tahun P10000 6 hari post partum

fisiologis

Tanggal : 16 April 2019

Tempat : Rumah Ny. “D”

PROLOG

Ny. “D” melahirkan di RSI Hasanah Mojokerto secara SC pada tanggal 10

april 2019, persalinan ditolong oleh dokter, jenis kelamin laki-laki BB: 3100

gram, PB: 50 cm menangis spontan kulit kemerahan, bayi sudah menyusu

dengan baik, ASI keluar lancar.

A. SUBYEKTIF

Ibu mengatakan masih sedikit nyeri pada luka jahitan dan gatal pada

area yang terkena plaster.

B. OBJEKTIF

Keadaan Umum: baik, Kesadaran: composmentis, TD: 110/80 mmHg,

N: 80x/menit, S: 36,3ºC, RR: 20x/menit, muka tidak pucat dan tidak

oedem, konjungtiva merah muda, palpebra tidak oedem, puting susu

tidak lecet, pengeluaran ASI lancar, abdomen: ada luka bekas operasi

tertutup plaster TFU pertengahan pusat-sympisis, kontraksi uterus baik

(keras), genetalia terdapat pengeluaran lochea sanguinolenta, , tidak ada

oedem pada ekstremitas atas dan bawah.


C. ANANLISA DATA

Ny. “D” P10000 umur 18 tahun 6 hari post partum fisiologis

D. PENATALAKSANAAN

Tanggal : 16 April 2019

1. Memberitahu Ibu tentang hasil pemeriksaan bahwa ibu dalam keadaan

baik, ibu mengerti.

2. Memberikan KIE agar ibu istirahat cukup, siang 1-2 jam dan malam 7-8

jam dan saat bayi tertidur ibu juga bisa ikut tidur, ibu bersedia.

3. Memberikan KIE tentang perawatan payudara agar ASI ibu tetap lancar

dan menjaga kebersihan payudara terutama daerah puting dan areola,

ibu mengerti.

4. Menganjurkan ibu untuk rutin meminum obat yang telah diberikan, ibu

bersedia

5. Memberitahu ibu untuk melakukan kunjungan ulang ke bidan 1 minggu

kemudian atau bila ada keluhan, ibu bersedia.


4.1.3 kunjungan nifas 3 pada ny. “D” P10000 usia 18 tahun 14 hari post

partum fisiologis

Tanggal : 24 April 209

Tempat : Rumah Ny. “D”

PROLOG

Pada tangal 16 april 2019 dilakukan kunjungan 2 masa nifas pada ny. “D”,

jahitan sudah diangkat, dan bintik-bintik diarea yang terkena plaster sudah

kering dan mulai menghilang., hasil pemeriksaaan dalam batas normal,

TFU: pertengahan pusat sympisis

A. SUBYEKTIF

Ibu mengatakan tidak ada keluhan

B. OBYEKTIF

Keadaan Umum: baik, kesadaran: composmentis, TD: 110/80 mmHg,

N: 82x/menit, S: 36ºC, RR: 20x/menit, muka tidak pucat dan tidak

oedem, konjungtiva merah muda dan palpebra tidak oedem, puting susu

bersih, tidak lecet, pengeluaran ASI lancar, tidak ada nyei tekan, jahitan

sudah diangkat, TFU tidak teraba diatas symphisis, genetalia terdapat

pengeluaran lochea serosa, tidak ada oedem pada ekstremitas atas dan

bawah.

C. ANALISA DATA

Ny. “D” P10000 usia 18 tahun P1A0 14 hari post partum fisiologis
D. PENATALAKSANAAN

Tanggal : 24 April 2019

1. Memberitahu Ibu tentang hasil pemeriksaan bahwa ibu dalam keadaan

baik, ibu mengerti.

2. Menganjurkan pada ibu untuk menyusui bayinya secara on demand

(sewaktu – waktu) atau setiap 2-3 jam sekali, ibu memahami.

3. Memberitahu ibu untuk istirahat yang cukup dengan cara saat bayi tidur

ibu beristirahat, ibu memahami dan bersedia.

4. Menganjurkan ibu untuk rutin melakukan perawatan payudara, ibu

bersedia.

5. Memberitahu ibu untuk melakukan kunjungan ke bidan bila ada

keluhan, ibu bersedia.


4.1.4 kunjungan 4 nifas pada ny. “D” P10000 42 hari post partum fisiologis

Tanggal : 22 Mei 2019

Tempat : Rumah Ny. “D”

PROLOG

Ny “D” P1A0 hasil pemeriksaan sebelumnya (17 mei 2017) TD : 110/80

mmHg, ASI keluar lancar, TFU tidak teraba diatas sympisis, lochea serosa,

jahitan sudah diangkat, HE yang sudah diberikan pada ibu: untuk

mengkonsumsi nutrisi seimbang serta tidak pantang makan.

A. SUBYEKTIF

Ibu mengatakan keluar nanah dan gatal pada bekas luka jahitan

B. OBYEKTIF

Keadaan Umum: baik, kesadaran: composmentis, TD: 110/80 mmHg,

N: 82x/menit, S: 36,5ºC, RR: 20x/menit, muka tidak pucat dan tidak

oedem, konjungtiva merah muda dan palpebra tidak oedem, puting susu

bersih, tidak lecet, pengeluaran ASI lancar, tidak ada nyeri tekan, keluar

nanah pada luka jahitan, TFU tidak teraba diatas symphisis, genetalia

terdapat pengeluaran lochea alba, tidak ada oedem pada ekstremitas atas

dan bawah.

C. ANALISA DATA

Ny “D” P10000 usia 18 tahun 42 hari post partum fisiologis


D. PENATALAKSANAAN

Tanggal : 22 Mei 2019

1. Memberitahu hasil pemeriksaan pada ibu bahwa keadaan ibu baik, ibu

mengerti.

2. Memberitahu ibu jenis-jenis alat kontrasepsi, ibu mengerti.

3. Menganjurkan ibu agar segera menentukan alat kontrasepsi yang akan

digunakan dan tempat berKB, ibu memilih menggunakan alat kontasepsi

KB suntik 3 bulan.

4. Menganjurkan ibu ke petugas kesehatan untuk menggunakan alat

kontrasepsi yang telaah dipilih atau sewaktu-waktu jika ada keluhan, ibu

bersedia.
4.2 kunjungan neonatus pada by ny.”D” usia 6 jam neonatus fisiologis

4.2 1 kunjungn neonatus 1

Tanggal : 10 April 2019

Tempat : RSI Hasanah Mojokerto

A. SUBJEKTIF

1. Identitas bayi

Nama bayi : by. “R”

Tanggal lahir : 10 april 2019

Jenis kelamin : laki-laki

2. Identitas orang tua

Nama ibu : Ny. “D”

Usia : 18 tahun

Pendidikan : Smp

Agama : Islam

Pekerjaan : IRT

Alamat : Jetis

3. Riwayat penyakit selama kehamilan : tidak ada

4. Riwayat persalinan

a. Tanggal persalinan : 10 april 2019

b. Penolong : Dokter

c. Jenis persalinan : SC

d. Penyulit :-
B. OBJEKTIF

1. Keadaan umum : baik

Kesadaran : compos mentis

TTV : N : 130 x/menit

S : 36,5

BB lahir : 3100 gram

PB lahir : 50 cm

2. Pemeriksaan fisik

Kulit : bersih, tidak ada lanugo, tidak ada vernik caseosa

Mata : tidak strabismus, sklera putih porselen

Dada : tidak ada bunyi ronchi atau wheezing

Abdimen : tali pusat belum kering, tidak ada tanda tanda infeksi

Ekstermitas: tidak polidaktili / sindaktili

Genetalia : testis belum turun

Anus : tidak ada atresia ani

3. Nilai awal BBL

Segera menangis atau tidak : menangis spontan

Aktivitas otot : gerak aktif

Warna kulit : kemrahan

APGAR score : 7-8

4. Pemeriksaan reflek

Moro : baik

Rooting : baik
Sucking : baik

Graps : baik

Tonik neck: baik

C. ANALISA DATA

By “R” umur 6 jam neonatus fisiologis

D. PENATALAKSANAAN

Tanggal : 10 April 2019

1. Memberitahu hasil pemeriksaan kepada ibu, ibu mengerti

2. Melakukan pemeriksaan TTV dan pemeriksaan fisik pada bayi, sudh

dilakukan

3. Melihat keadaan tali pusat, menilai tanda tanda infeksi

4.2.2 kunjungan 2 neonatus pada by. “R” usia 6 hari neonatus fisiologis

Tanggal : 16 April 2019

Oleh : Zakiyatur Risqiyah

PROLOG

By Ny. “D” lahir SC pada tanggal 10 April 2019 di RSI Hasanah Mojokerto,

jenis kelamin laki-laki BB:3100 gram PB: 50 cm pada pemeriksaaan

sebelumnya dalam batas normal, tali pusat belum lepas, bayi sudah bisa

menyusu dengan baik.

A. SUBYEKTIF

Ibu bayi mengatakan tali pusat belum lepas, bayi setiap pagi dijemur, bayi

bisa menyusu dengan baik.


B. OBYEKTIF

Keadaan Umum: baik, N: 132x/menit, S: 36,4ºC, RR: 36x/menit, Kulit:

Bersih, warna kemerahan,. Mata: Bersih, konjungtiva merah muda, sklera

putih, palpebra tidak oedem, tidak ada strabismus. Dada: Bersih, simetris,

tidak ada penarikan otot intercostae berlebihan, tidak ada nyeri tekan,

tidak ada benjolan abnormal, tidak ada bunyi tambahan ronkhi dan

wheezing. Abdomen: Bersih, tali pusat sudah kering tetapi belum lepas,

tidak ada tanda-tanda infeksi, tidak ada benjolan abnormal, tidak ada

meteorismus.

C. ANALISA DATA

By. “R” usia 6 hari neonatus fisiologis

D. PENATALAKSANAAN

Tanggal : 16 April 2019

1. Memberitahu pada ibu hasil pemeriksaan , ibu mengerti

2. Memberitahu ibu untuk terus menjemur bayinya setiap pagi sebelum jam

9 pagi antara 5-15 menit dengan hanya menggunakan popok saja karena

hal itu dapat mengurangi resiko bayi terkena penyakit kuning, ibu

memahami dan bersedia.

3. Memberikan KIE cara menyusui yang benar dan cara menyendawakan

bayi, ibu mengerti.

4. Memberitahu untuk tetap menyusui bayinya setiap bayi membutuhkan (on

demand), ibu memahami dan bersedia.


5. Memberikan KIE tentang cara menjaga kebersihan bayi seperti mengganti

popok bayi setiap kali bayi BAK dan BAB serta mengganti pakaian bayi

setiap kotor dan basah, ibu mengerti.

6. Menganjurkan ibu untuk menjaga keamanan bayi seperti tidak

meninggalkan bayi sendirian, tidak menaruh bayi sendirian di tempat

yang tinggi,tidak membiarkan bayi sendiri dengan anak kecil, ibu

mengerti.

7. Memberitahu ibu untuk segera kunjungan ke bidan bila ada keluhan

mengenai bayinya, ibu bersedia.

4.2.3 kunjungan 3 neonatus pada by. “R” usia 14 hari neonatus fisiologis

Tanggal : 24 April 2019

Tempat : Rumah Ny. “D”

PROLOG

Pada tanggal 16 April 2019 dilakukan kunjungan 2 pada bayi “R”

pemeriksaan sebelumnya dalam batas normal, tali pusat sudah lepas pada

tanggal 19 April 2019, tidak ada tanda-tanda infeksi, bayi dijemur setiap

pagi.

A. SUBYEKTIF

Ibu bayi mengatakan tali pusat bayi sudah lepas. Bayi bisa menyusu

dengan baik, bayi setiap pagi dijemur.

B. OBYEKTIF

Keadaan Umum: baik, N: 138x/menit, S: 36,5ºC, RR: 32x/menit, Kulit:

Bersih, warna kemerahan,. Mata: Bersih, konjungtiva merah muda,


sklera putih, palpebra tidak oedem, tidak ada strabismus. Dada: Bersih,

simetris, tidak ada penarikan otot intercostae berlebihan, tidak ada nyeri

tekan, tidak ada benjolan abnormal, tidak ada bunyi tambahan ronkhi

dan wheezing. Abdomen: Bersih, tali pusat sudah lepas, tidak ada tanda-

tanda infeksi, tidak ada benjolan abnormal, tidak ada meteorismus.

C. ANALISA DATA

BY. “R” 14 hari neonatus fisiologis

D. PENATALAKSANAAN

Tanggal : 24 April 2019

1. memberitahu ibu hasil pemeriksaan, ibu mengerti

2. Memberitahu ibu untuk tetap menyusui bayinya setiap 2 jam sekali atau

jika bayi membutuhkan, ibu memahami dan bersedia.

3. Menganjurkan ibu untuk tetap menjaga kebersihan dan suhu tubuh bayi

tetap hangat, ibu mengerti.

4. Menganjurkan ibu untuk rutin melakukan pemantauan tumbuh kembang

bayi di Posyandu tiap bulan dan melakukan imuniasi sesuai jadwal, ibu

bersedia.

5. Memberitahu ibu untuk segera kunjungan ke bidan bila ada keluhan

mengenai bayinya, ibu bersedia.


4.3 kunjungan KB pada ny. “D” usia 18 tahun calon akseptor kb suntik 3

bulan

4.3.1 kunjungan 1 KB

Tanggal : 24 April 2019

Tempat : Rumah Ny. “D”

A. SUBYEKTIF

1. Keluhan Utama: ibu belum mengerti ingin menggunakan KB apa setelah

masa nifas

2. Riwayar Kebidanan :

a. Haid

Menarche : 13 tahun

Siklus : 28 hari

Lama : 7 hari

Banyaknya: 2-3 kali ganti pembalut

Disminorhea: -

b. Riwayat KB: ibu belum pernah menggunakan KB

c. Riwayat kesehatan: ibu dan keluarga tida ada yang memiliki riwayat

penyakit menular (Hep B, HIV), menurun (Asma, Jantung), dan

menurun, (Jantung, HT, DM)

B. OBYEKTIF

Keadaan Umum: baik, kesadaran: composmentis, TD: 110/80 mmHg, N:

82x/menit, S: 36ºC, RR: 20x/menit, muka tidak pucat dan tidak oedem,
konjungtiva merah muda dan palpebra tidak oedem, puting susu bersih,

tidak lecet, pengeluaran ASI lancar, tidak ada nyei tekan, jahitan sudah

diangkat, TFU tidak teraba diatas symphisis, genetalia terdapat

pengeluaran lochea serosa, tidak ada oedem pada ekstremitas atas dan

bawah.

C. ANALISA DATA

Ny. “D” usia 18 tahun calon akseptor KB 3 bulan

D. PENATALAKSANAAN

Tanggal : 24 Mei 2019

1. Memberitahu hasil pemeriksaan pada ibu bahwa keadaan ibu baik, ibu

mengerti.

2. Memberitahu ibu jenis-jenis alat kontrasepsi, ibu mengerti.

3. Menganjurkan ibu agar segera menentukan alat kontrasepsi yang akan

digunakan dan tempat berKB, ibu memilih menggunakan alat

kontasepsi KB suntik 3 bulan.

4. Menganjurkan ibu ke petugas kesehatan untuk menggunakan alat

kontrasepsi yang telaah dipilih atau sewaktu-waktu jika ada keluhan,

ibu bersedia.
4.3.2 kunjungan 2 Kb pada ny. “D” usia 18 tahun akseptor kb suntik 3 bulan

Tanggal : 22 mei 2019

Tempat : Rumah Ny. “D”

PROLOG

NY. “D” P10000 persalinan secara SC di RSI Hasanah Mojokerto, ibu belum

pernah ber KB dan ibu memilih KB suntik 3 bulan. Ibu tidak mempunyai

riwayat penyakit menular dan menurun (DM, HT, Asma maupun HIV), Ibu

belum pernah memakai KB, tidak ada komplikasi dan penyulit selama masa

nifas.. Kunjungan sebelumnya ibu masih mengeluarkan lochea alba, TD:

110/80 mmHg, ASI lancar.

A. SUBYEKTIF

Ibu mengatakan bersedia untuk menggunakan KB suntik 3 bulan, dan

sudah suntik KB pada tanggal 18 Mei 2019.

B. OBYEKTIF

Keadaan Umum: baik, kesadaran: composmentis, TD: 110/80 mmHg,

N: 82x/menit, S: 36,5ºC, RR: 20x/menit, muka tidak pucat dan tidak

oedem, konjungtiva merah muda dan palpebra tidak oedem, puting susu

bersih, tidak lecet, pengeluaran ASI lancar, tidak ada nyeri tekan, keluar

nanah pada luka jahitan, TFU tidak teraba diatas symphisis, genetalia

terdapat pengeluaran lochea alba, tidak ada oedem pada ekstremitas atas

dan bawah.

C. ANALISA DATA

NY. “D” P1A0 usia 18 tahun akseptop KB suntik 3 bulan


D. PENATALAKSANAAN

Tanggal : 22 Mei 2019

1. Memberitahu hasil pemeriksaan pada ibu bahwa keadaan ibu baik, ibu

mengerti.

2. Memberi KIE kepada ibu tentang keuntungan dan kerugian serta efek

samping dari penggunaan KB suntik 3 bulan . ibu mengerti

3. Memberikan ibu kartu KB dan mengingatkan ibu untuk kembali pada

tanggal 10-08-2019, ibu bersedia.


BAB V

PEMBAHASAN

5.1 Asuhan Kebidanan Masa Nifas

5.1.1 kunjungan 6 jam post partum

Hasil kunjungan pertama pada masa nifas yaitu 6 jam post partum, ibu

mengeluh masih nyeri pada luka jahitan, hasil TTV dalam batas normal

perdarahan sesuai dengan teori konsep masa nifas dan tidak ada tanda-tanda

bahaya masa nifas.

Kunjungan nifas 6 jam PP : mencegah terjadinya perdarahan masa nifas,

mendeteksi dan merawat penyebab lain perdarahan, memberikan konseling pada

ibu atau salah satu anggota keluarga mengenai bagaimana menegah perdarahan

masa nifas karena antonia uteri, pemberian ASI pada masa awal menjadi ibu,

mengajarkan ibu untuk mempererat hubungan antara ibu dan bayi, menjaga bayi

agar tetap sehat dengan cara mencegah hipotermi. (Elisabeth, dan Endang, 2014).

keluhan utama yang dirasakan ibu post partum adalah nyeri luka jahitan

yang biasanya berlangsung 2-4 hari pasca persalinan, kondisi tersebut tergolong

kondisi normal yang terjadi pada masa post partum (maryunani, A, 2009)

Berdasarkan dari teori masa nifas dan fakta pada Ny”D” nyeri luka jahitan

terjadi disebabkan oleh jaitan karena bekas operasi saat melahirkan bayi dan

menimbulkan nyeri, rasa nyeri akan berangsur-angsur hilang bersamaan dengan

jahitan yang semakin kering, sehingga penulis menganalisis tidak ditemukan


kesenjangan dan adanya kesesuaian teori masa nifas dengan kondisi fakta yang

terjadi.

5.1.2 kunjungan kedua 7 hari post partum

Kunjungan nifas kedua pada Ny”D” dilakukan penulis pada 7 hari post

partum, ibu tidak ada keluhan, hasil pemeriksaan TTV dalam batas normal dan

pemeriksaan TFU seperti kontraksi, perdarahan sesuai dengan teori konsep dasar

masa nifas, dan tidak ada keadaan ibu yang mengarah ke hal-hal yang bersifat

patologis seperti tanda bahaya masa nifas. penulis memberikan asuhan pada ibu

untuk memberikan ASI secara eksklusif pada bayi hingga usia bayi 6 bulan.

Kunjungan nifas 7 hari PP : asuhan yang diberikan adalah menilai adanya

tanda-tanda infeksi, dan perdarahan, pastikan ibu mendapatkan pola istirahat

cukup, dan ibu dapat menyusui bayinya dengan baik (Elisabeth, dan Endang,

2014).

Berdasarkan dari teori masa nifas dan fakta pada Ny”D” Untuk

mengusahakan agar pada malam hari segala kebutuhan bayi terpenuhi. Misalnya

kenyamanan dan kebutuhan susu bayi terpenuhi, sehingga bayi dapat tidur pulas.

sehingga penulis menganalisis tidak ditemukan kesenjangan dan adanya

kesesuaian teori masa nifas dengan kondisi fakta yang terjadi.

5.1.3 kunjungan ketiga 14 hari post partum

Kunjungan nifas ketiga pada Ny”D” dilakukan penulis pada 14 hari post

partum, ibu tidak ada keluhan, hasil pemeriksaan TTV dalam batas normal,

perdarahan sesuai dengan teori konsep dasar masa nifas, dan tidak ada keadaan
ibu yang mengarah ke hal-hal yang bersifat patologis seperti tanda bahaya masa

nifas. penulis memberikan asuhan pada ibu untuk untuk mengkonsumsi nutrisi

seimbang

Kunjungan nifas 14 hari PP : asuhan yang diberikan yakni memastikan

kebutuhan akan makanan yang mengandung zat besi, mencegah terjadinya

perdarahan masa nifas, (Elisabeth, dan Endang, 2014).

Berdasarkan dari teori masa nifas dan fakta pada Ny”D” Kebutuhan akan

makanan yang seimbang, banyak mengandung protein, makanan berserat dan air

sebanyak 8-10 gelas perhari untuk mencegah konstipasi. Kebutuhan akan

makanan yang mengandung zat besisehingga penulis menganalisis tidak

ditemukan kesenjangan dan adanya kesesuaian teori masa nifas dengan kondisi

fakta yang terjadi.

5.1.4 kunjungan keempat 42 hari post partum

Kunjungan nifas keempat pada Ny”D” dilakukan penulis pada 42 hari post

partum, ibu tidak ada keluhan, hasil pemeriksaan TTV dalam batas normal,

perdarahan sesuai dengan teori konsep dasar masa nifas, dan tidak ada keadaan

ibu yang mengarah ke hal-hal yang bersifat patologis seperti tanda bahaya masa

nifas. penulis memberikan asuhan pada ibu konseling untuk KB secar dini serta

memastikan kebutuhan ibu selama nifas terpenuhi.

Kunjungan nifas 42 hari PP : asuhan yang diberikan yakni memastikan

pengkajian tentang kemungkinan penyulit pada ibu memastikan konseling

keluarga berencana secara dini (Elisabeth, dan Endang, 2014).


Berdasarkan dari teori masa nifas dan fakta pada Ny”D” memperkenalkan

tentang jenis-jenis, keuntungan, kerugian, dan efek samping alat kontrasepsi,

sebagai bentuk program jarak kehamilan dan menurunkan angka kematian ibu.

sehingga penulis menganalisis tidak ditemukan kesenjangan dan adanya

kesesuaian teori masa nifas dengan kondisi fakta yang terjadi.

5.2 Asuhan Kebidanan Pasa Bayi Baru Lahir

5.2.1 kunjungan pertana usia 6 jam

Kunjungan Neonatus pertama dilakukan pada bayi usia 6 jam. Hasil

pemeriksaan ini sesuai dengan ciri-ciri BBL normal yaitu berat badan 2500-4000

gram, Panjang badan 48-52 cm, lingkar kepala 33-35 cm, lingkar dada 30-38 cm,

Frekuensi jantung 120-160 kali/menit, Pernafasan ±40-60 kali/menit (Vivian,

2013)

Penulis mengajari ibu tentang cara perawatan tali pusat agar tidak terjadi

peningkatan infeksi, yaitu dengan membiarkan luka tali pusat terbuka dan

membersihkan luka hanya dengan air bersih. Negara-negara yang beriklim

tropisperlu mewaspadai penggunaan alkohol yang dulu populer dan terbukti

efektif untuk membersihkan tali pusat, karena sesungguhnya alkohol akan mudah

menguap didarah panas dan dengan demikian efektifitasnya akan menurun.

(Vivian, 2013)
5.2.2 kunjungan kedua usia 7 hari

Pada Kunjungan Neonatus yang kedua usia 1 minggu Penulis

menganjurkan kepada ibu untuk tetap menyusui bayinya secara on demand dan

eksklusif, dan menjaga keamanan bayi. Ibu harus bisa menjaga kehangatan suhu

bayi, karena bayi baru lahir cenderung untuk mengalami stress fisik akibat

perubahan suhu diluar uterus (Vivian, 2013).

5.2.3 kunjungan ketiga usia 14 hari

Kunjungan neonatalketiga penilis mengankurkan ibu unruk rutin datang ke

posyandu menimbang bayi dan imunisasi, Manfaat dan jadwal imunisasi adalah

BCG untuk mencegah penyakit TBC, Hepatitis B untuk mencegah virus hepatitis

B, Polio untuk mencegah poliomyelitis, DPT untuk mencegah difteri, pertusis,

dan tetanus, Campak untuk mencegah penyakit campak Hepatitis B-1 (Saat lahir),

BCG dan polio 1(0-1 bulan), DPT, HIB 1, Polio 2 (2 bulan) DPT, HIB 2, Polio 3

(3 bulan), DPT, HIB 3, Polio 4 (4 bulan), IPV (4 bulan) campak (9 bulan)

(Vivian, 2013).

Penulis menganalisa tidak ada kesenjangan antara fakta dan teori pada

asuhan yang diberikan pada neonatus, asuhan yang diberikan sesuai dengan teori

yang ada.

5.3 Asuhan Kebidanan Pasa KB

5.3.1 kunjungan pertama KB

Kunjungan KB pertama dilakukan tanggal 25 April 2019. Ibu mengatakan

bingung memilih KB yang akan dipakai, ibu ingin menggunakan cara yang efektif
tanpa mengganggu proses menyusui ibu pada bayinya. Asuhan yang diberikan

pada kunjungan KB yakni memberikan konseling KB sejak dini, (Setiyaningrum,

2016)

Keluarga berencana (family planning/planned) merupakan suatu usaha

menjarangkan atau merencanakan jumlah dan jarak kehamilan dengan

menggunakan kontrasepsi (Sulistyawati, 2012)

Tujuan umum KB yaitu untuk mewujudkan visi dan misi progam KB yaitu

membangun kembali dan melestarikan pondasi yang kokoh bagi pelaksana

progam KB dimasa mendatang untuk mencapai keluarga berkualitas tahun 2015.

(Setiyaningrum, 2016)

5.3.2 kunjungan kedua KB

Kunjungan kedua dilakukan pada tanggal 22 Mei 2019 penulis melakukan

kunjungan rumah, ibu telah memilih menggunakan KB suntik 3 bulan. Pada saat

kunjungan ini ibu tidak ada keluhan, dan ibu dalam keadaan baik. Penulis

memastikan pemahaman KIE yang diberikan sebelumnya.

KB suntik progesteron ini memiliki keuntungan sangat efektif , tidak

berpengaruh pada hubungan suami istri, tidak memiliki pengaruh terhadap asi,

klien tidak perlu menyimpan obat suntik (Setiyaningrum, 2016).

Kunjungan KB yang kedua dilakukan sebagai bentuk evaluasi dari

kunjungan KB yang pertama dan pelaksanaan KB. Sehingga tidak ditemukan

adanya kesenjangan pada Ny “D” dengan teori yang ada karena KB suntik
progesteron ini tidak memiliki pengaruh terhadap ASI sehingga sesuai digunakan

untuk Ny “D” yang sedang menyusui bayinya.


BAB IV

PENUTUP

6.1 kesimpulan

Setelah melakukan asuhan kebidanan secara continuity of care pada Ny

“D” mulai dari masa nifas sampai KB yang dilakukan di Rumah Sakit dan di

rumah pasien maka penulis dapat mengambil keputusan sebagai berikut.

1. Pelaksanaan pengumpulan data subjektif dan obyektif sebagian besar

tidak ditemukan kesenjangan antara teori dan fakta.

2. Pelaksanaan analisis dan menentukan diagnosa pada Ny. “D” sesuai

dengan data subjektif dan data objektif yang telah dikumpulkan.

3. Perencanaan asuhan kebidanan pada masa nifas sampai KB sesuai dengan

teori yang ada.

4. Penatalaksanaan asuhan kebidanan pada Ny. “D” pada masa nifas sampai

KB tidak ditemukan kesenjangan antara teori dan praktik.

5. Evaluasi penatalaksanaan asuhan kebidanan yang diberikan pada masa

nifas sampai KB ada kesesuaian antara teori dan penatalaksanaan yang

telah diberikan.

6.2 Saran