Anda di halaman 1dari 14

METODE PELAKSANAAN

PEKERJAAN Perbaikan dan Pembangunan Prasarana dan Sarana Air Baku Embung Cikeusal Kidul
(Ljtn) Kab. Brebes
TAHUN 2019

Jangka waktu Pelaksanaan Perbaikan dan Pembangunan Prasarana dan Sarana Air Baku Embung Cikeusal Kidul (Ljtn)
Kab. Brebes adalah 120 (Seratus dua puluh) hari kalender terhitung sejak dikeluarkannya Surat Perintah Mulai Kerja
(SPMK).

I. PENDAHULUAN
Embung merupakan waduk berukuran mikro di lahan pertanian ( small farm reservoir) yang dibangun untuk menampung
kelebihan air hujan di musim hujan. Air yang ditampung tersebut selanjutnya digunakan sebagai sumber irigasi
suplementer untuk budidaya komoditas pertanian bernilai ekonomi tinggi ( high added value crops) di musim kemarau
atau di saat curah hujan makin jarang. Embung merupakan salah satu teknik pemanenan air ( water harvesting) yang
sangat sesuai di segala jenis agroekosistem. Di lahan rawa namanya pond yang berfungsi sebagai tempat penampungan
air drainase saat kelebihan air di musim hujan dan sebagai sumber air irigasi pada musim kemarau.

II. STRUKTUR ORGANIASASI


Dalam melaksanakan pekerjaan ini, berikut kami lampirkan struktur organisasi dalam pekerjaan ini :
Dalam melaksanakan pekerjaan ini, tenaga inti dan pendukung yang dilibatkan, dengan rincian pembagian tugas (jobs
discretion) sebagai berikut:
1. Site Manager - SKA Ahli Sumber Daya Air (211) dan SKA Ahli Sistem Manajemen Mutu (604)
2. Pelaksana -SKT Pelaksana Pekerjaan Jaringan Irigasi (TS030)
3. Pemb. Pelaksana -SKT Pelaksana Bangunan Irigasi (TS032)
4. Juru Ukur & Gambar - SKT Juru Ukur / Teknisi Survey Pemetaan (TS004)
5. Juru Hitung Kuantitas - SKT Juru Hitung Kuantitas (TS047)
6. Petugas K3 - Sertifikat/ Kursus K3
7. Tukang Begisting (Acuan) dan Perencah - SKT Tukang Begisting (Acuan) dan Perancah Bidang SDA (TS060)
8. Logistik dan Administrasi

III. PROSEDUR PELAKSANAAN PEKERJAAN


Dibawah ini akan diuraikan garis – garis besar, tahapan – tahapan Metode Pelaksanaan dilapangan sebagai berikut :
1. Pas. Papan Nama Kegiatan
Dibuat lebih awal, sebelum pekerjaan fisik dimulai, papan nama proyek dipasang dimasing – masing lokasi pekerjaan
supaya jelas lokasinya pekerjaan dan mudah dibaca oleh umum maupun oleh semua unsur yang terkait.
2. Pembersihan Lokasi
Pembersihan Lokasi dari Puing-puing,pohon-pohon,rerumputan dan sisa sisa bongkaran pada lokasi pekerjaan agar
pekerjaan berjalan lancar.
3. Mobilisasi dan Demobilisasi Alat
Mobilisasi dan demobilisasi dalam pekerjaan sangat diperlukan diantaranya mobilisasi peralatan yang akan dipergunakan
di lapangan, alat berat, serta peralatan – peralatan yang lainnya, mobilisasi tenaga staf, tenaga lapangan yang akan
melaksanakan pekerjaan dilapangan. Demobilisasi alat- alat, setelah pekerjaan mendekati final alat – alat yang sudah
tidak dipergunakan dilapangan mulai diangkut kembali ke Base Cam / gudang penyimpanan alat.

4. Uji Laboratorium
Penyedia jasa siap melaksanakan uji laboratorium agar pekerjaan sesuai dengan mutu/kualitas yang sesuai dengan
kontrak.
5. Pas. Patok Profil
Pemasangan Patok Profil dan Pengukuran kembali dilaksanakan oleh juru ukur rekanan bersama – sama pengawas
direksi lapangan / pengguna jasa. Sebagai titik awal adalah BM (Bench Mark) terdekat sesuai petunjuk pengawas
pengguna jasa. Atau titik tetap lain yang ditentukan oleh pengawas pengguna jasa. Alat yang digunakan adalah theodolit /
waterpass, bak ukur, pita ukur 100 meter, palu, gergaji, kapak, dll. Hasil pengukuran berupa patok dilapangan yang dicat
merah dan dipasang paku untuk menunjukan centerline dan elevasi sebagai dasar pelaksanaan / pasang bouplank. Data
ukur dan potongan melintang sebagai dasar pembuatan gambar pelaksanaan ( shop drawing ) dan gambar MC 0 %.

6. Dokumentasi dan Administrasi


a. Dokumentasi
Foto dokumentasi diambil untuk keadaan progress 0 %, saat pekerjaan dilaksanakan, progress 50 % dan progress 100 %.
Foto dokumentasi diambil untuk semua jenis kegiatan pekerjaan konstruksi.
b. Administrasi
Pekerjaan yang bersifat administrasi lapangan, administrasi teknik meliputi laporan harian, laporan mingguan, laporan
bulanandan lain – lain yang ada hubungannya dengan teknik, keuangan dalam lingkup pekerjaan.
7. Rekayasa lalulintas / Pemasangan Rambu2 Jalan
Mengajukan ijin / request disertai gambar sket kepada Direksi Lapangan / Pengawas Daerah dan instansi terkait /
Satlantas setempat
Jalan proyek, seperti apa denah perletakan jalan sementara yang akan menjadi lalu lintas kendaraan pengangkut
material dan jalan menuju kantor proyek.
Lokasi kantor proyek atau sering disebut juga sebagai direksi keet, letaknya diusahakan pada titik yang aman dari
gangguan akibat aktifitas proyek seperti benda jatuh, bising dan akan lebih baik jika dari direksi keet dapat melihat secara
langsung area proyek.
Pengaturan lampu penerangan proyek, perlu diatur lokasi yang perlu diberikan lampu penerangan agar kegiatan
bekerja dapat berlangsung dengan baik, perlu disiapkan juga lampu movable yang dapat dipindah-pindah sehingga dapat
diletakan pada titik darurat yang membutuhkan penerangan dalam waktu cepat.
Posisi khusus area merokok, dalam proyek perlu disediakan secara khusus suatu area yang diperbolehkan untuk
merokok namun pada area lainya dilarang dengan keras melakukan aktifitas tersebut. hal ini untuk mencegah
kemungkinan adanya bahaya kebakaran.
Posisi urinoir dan WC sementara, para pekerja proyek perlu menjaga kebersihan lingkungan kerja dengan tidak
membuang air sembarangan. urinoir perlu diletakan pada area yang mudah terlihat namun tetap menutup aurat.
Posisi gudang proyek, pada titik mana kendaraan pengangkut material akan berhenti sehingga pekerja akan mudah
memindahkan material tersebut ke lokasi pekerjaan.
Area yang boleh dan tidak boleh diakses, pembangunan jalan yang sudah tahap finishing akan mengutamakan
penjagaan produk yang sudah dibangun agar tidak rusak, misalnya ruangan yang sudah rapi akan lebih baik jika dikunci
rapat agar pekerja yang tidak berkepentingan tidak bisa masuk.
Rambu lalu lintas, dipasang sebagai salah satu alat perlengkapan jalan dalam bentuk tertentu yang memuat lambang,
huruf, angka, kalimat dan/atau perpaduan di antaranya, yang digunakan untuk memberikan peringatan, larangan,
perintah dan petunjuk bagi pemakai jalan. Sebagai alat pengendali lalu lintas melalui informasi yang disampaikan dengan
tujuan bisa, meningkatkan keselamatan dan kelancaran lalu lintas
8. Direksi Keet dan Gudang
Pelaksanaan pekerjaan konstruksi dilapangan dapat berhasil dengan baik dari segi waktu dan kualitasnya/mutu bila
dikelola dengan baik. Salah satu sarana untuk dapat mengelola proyek dengan baik adalah tersedianya tempat bagi
pengawas proyek dan kontraktor yang berupa direksi keet, untuk :
a. Membuat laporan, mempelajari gambar, membuat gambar kerja dan semua administrasi proyek.
b. Penempatan alat komunikasi, sehingga hubungan/komunikasi antara pemilik, pengawas dan kontraktor dapat berjalan
dengan baik.
Bahan untuk bangunan direksi keet lapangan menggunakan rangka kayu kaso, penutup dindingnya dari multiplek 9 mm
dan penutup atap menggunakan asbes gelombang atau seng gelombang, lantai dengan discreeding.
Selain bangunan direksi keet lapangan, juga diperlukan bangunan gudang untuk menyimpan alat kerja dan material yang
rentan terhadap cuaca dan yang mudah hilang seperti : bor listrik, gerinda listrik, vibrator, semen, keramik, cat, kabel,
alat sanitair dan lainnya. Bangunan gudang menggunakan rangka kayu kaso, penutup dinding dari multiplek 9 mm dan
penutup atap menggunakan asbes/seng gelombang, lantai dengan discreeding. Direksi keet lapangan dan gudang
didirikan pada area yang tidak mengganggu proses berlangsungnya pelaksanaan pekerjaan.

IV. MATA PEMBAYARAN UMUM (MPU)


A. PEKERJAAN PERSIAPAN
1. Rencana Keselamatan Kerja
Sebelum melaksanakan pekerjaan, kontraktor menganalisa berbagai kemungkinan kecelakaan kerja serta antisipasinya
dan pengaturan lalu lintas kelancaran pekerjaan dan kelancaran lalu lintas itu sendiri.
Setelah menganalisa berbagai kemungkinan kecelakaan kerja serta antisipasinya dan untuk pengaturan lalu lintas, maka
kontraktor melakukan persiapan untuk pelaksanaan sistem keselamatan kerja konstruksi. Beberapa hal yang dilakukan
dalam persiapan keselamatan kerja konstruksi :
- Menugaskan petugas khusus untuk pengaturan lalu lintas.
- Penyiapan rambu – rambu keselamatan kerja dan rambu – rambu pengaturan lalu lintas.
- Pemasangan rambu – rambu keselamatan kerja, di luar dan di dalam lokasi pekerjaan.
- Penyiapan pakaian keselamatan kerja.
- Penyiapan alat – alat pelindung / penunjang keselamatan kerja (helm, sepatu, sarung tangan, dan lain –lain).
- Penyiapan bahan pengobatan pertama / Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan.
- Identifikasi balai pengobatan / rumah sakit setempat.
- Membuat peraturan untuk keselamatan kerja.
- Mengikutsertakan tenaga kerja / personil pada Jaminan Sosial Tenaga Kerja (JAMSOSTEK).
- Apabila terjadi kecelakaan kerja, maka kontraktor harus dengan sigap menangani permasalahan.
- kontraktor bertanggung jawab atas kecelakaan yang ditimbulkan, baik yang menimpa karyawan kontraktor maupun orang
lain yang berada di lapangan pembangunan / proyek dan sekitarnya dengan peraturan – peraturan hukum perawatan dan
tunjangan dari korban / keluarga.
V. MATA PEMBAYARAN PEKERJAAN UTAMA (MPPU)
B PEKERJAAN KONSTRUKSI
1. Galian tanah biasa manual
- Persiapan peralatan untuk pelaksanaan Pekerjaan Galian tanah biasa manual
- Mengajukan ijin untuk melaksanakan Pekerjaan Galian tanah biasa manual
Prosedur Pekerjaan
- Sebelum melakukan pekerjaan harus dibuat request dan diserahkan kepada direksi untuk disetujui.
- Pekerjaan galian tanah dengan menggunakan alat manual cangkul dan belincong, apabila kondisi lahan memungkinkan
pekerjaan galian tanah dapat menggunakan alat bantu excavator.
- Pasang patok dan benang untuk acuan galian.
- Gali tanah dengan acuan patok dan benang yang telah dipasang.
- Buang tanah sisa galian pada area yang telah ditentukan dan tidak mengganggu pelaksanaan pekerjaan.
- Galian tanah keras (bongkar drainase lama) dilakukan sampai kedalaman dan lebar sesuai rencana.
- Pada setiap periode tertentu kedalaman galian tanah selalu diperiksa dengan menggunakan alat ukur manual atau
dengan theodolith.
Pada setiap periode tertentu kedalaman galian tanah selalu diperiksa dengan menggunakan alat ukur manual atau
dengan theodolith.
- Bila ada genangan air dalam galian maka disediakan pompa secukupnya supaya air dapat segera dipompa ke luar,
sehingga tidak mengganggu proses pekerjaan.
- Saat penggalian tanah sangat memungkinkan ditemukannya lokasi bekas pembuangan sampah, banyak potongan kayu,
atau tanah yang berlumpur. Bila hal ini dijumpai, baiknya benda-benda tersebut diangkat.
- Pekerjaan Galian tanah biasa manual dipersiapkan sesuai kebutuhan yang diinginkan sebagaimana pada gambar –
gambar atau seperti yang ditetapkan oleh Pengawas.
- Volume Pekerjaan Galian tanah biasa manual sesuai RAB = 604,62 m3
Jaminan Keselamatan Pekerjaan Galian tanah biasa manual (protection construction)
- Kontraktor harus memikul seluruh tanggung jawab untuk menjamin keselamatan pekerja yang melaksanakan Pekerjaan
Galian tanah biasa manual.
- Selama masa Pekerjaan Galian tanah biasa manual, kontraktor harus memastikan keamanan pekerjaan agar tidak terjadi
kecelakaan kerja yang merugikan semua pihak terkait dalam pekerjaan tersebut seperti memaksimalkan pemasangan
rambu – rambu pekerjaan

2. Timbunan tanah kembali


- Persiapan peralatan untuk pelaksanaan Pekerjaan Timbunan tanah kembali
- Mengajukan ijin untuk melaksanakan Pekerjaan Timbunan tanah kembali
Prosedur Pekerjaan
- Sebelum melakukan pekerjaan harus dibuat request dan diserahkan kepada direksi untuk disetujui.
- Melakukan persiapan lokasi pekerjaan berupa : pengukuran dan pemasangan marking pada area pekerjaan,
pembersihan lokasi pekerjaan, dimana harus bebas dari material organik dan anorganik.
- Memuat material timbunan pilihan dari hasil galian pada lokasi pekerjaan dengan dum truk, dan ditumpuk dengan jarak
tertentu pada lokasi pekerjaan.
- Timbunan tanah dihampar dengan menggunakan alat seperlunya.
- Hasil hamparan timbunan pilihan disiram air dengan menggunakan Water Tanker lalu dipadatkan dengan Vibratory Roller
sampai mencapai ketabalan dan kepadatan sesuai dengan spesifikasi teknik.
- Melakukan pengujian timbunan, pengujian testpit dan cbr untuk menentukan ketebalan dan kepadatan dari timbunan.

- Pekerjaan Timbunan tanah kembali dipersiapkan sesuai kebutuhan yang diinginkan sebagaimana pada gambar – gambar
atau seperti yang ditetapkan oleh Pengawas.
- Volume Pekerjaan Timbunan tanah kembali sesuai RAB = 201,54 m3
Jaminan Keselamatan Pekerjaan Timbunan tanah kembali (protection construction)
- Kontraktor harus memikul seluruh tanggung jawab untuk menjamin keselamatan pekerja yang melaksanakan Pekerjaan
Timbunan tanah kembali.
- Selama masa Pekerjaan Timbunan tanah kembali, kontraktor harus memastikan keamanan pekerjaan agar tidak terjadi
kecelakaan kerja yang merugikan semua pihak terkait dalam pekerjaan tersebut seperti memaksimalkan pemasangan
rambu – rambu pekerjaan

3. Pasangan batu kali 1:4


- Persiapkan bahan-bahan untuk pekerjaan Pasangan Batu belah 1:4
- Persiapan peralatan untuk pelaksanaan pekerjaan pas. Batu belah 1:4
- Mengajukan ijin untuk melaksanakan pekerjaan pas. Batu belah 1:4
Prosedur Pekerjaan
- Sebelum melakukan pekerjaan harus dibuat request dan diserahkan kepada direksi untuk disetujui.
- Sediakan batu belah,pasir,semen (PC), air kerja, beton molen di dekat lokasi pasangan batu. Batu kali didatangkan
terleih dahulu.
- Buat kotak aduk dari papan sesuai ukuran volume campuran
- Pasang profil dari bambu / kayu dan tarik benang untuk acuan pasangan batu
- Mortar dicampur menggunakan beton mixer minimal 2 menit
- Sebagai lapis bawah mortar dihambar dan diratakan. Tata batu kali dan isi sela – selanya sehingga semua batu terbalut
mortar
- Bersihkan / korek mortar pada pasangan batu muka saat mortar belum terlalu kering sehingga kelak memudahkan
pekerjaan Plesteran
- Pasangan batu yang dipasang setiap hari tingginya tidak lebih dari 1,25 m untuk menghindari kemungkinan terjadinya
roboh.
- konstruksi pasangan batu dilaksanakan sesuai speksifikasi teknis
- Pekerjaan Pasangan Batu belah 1:4 dipersiapkan sesuai kebutuhan yang diinginkan sebagaimana pada gambar –
gambar atau seperti yang ditetapkan oleh Pengawas.
- Volume Pekerjaan Pasangan Batu belah 1:4 sesuai RAB = 112,6 m3
Jaminan Keselamatan Pekerjaan Pasangan Batu belah 1:4 (protection construction)
- Kontraktor harus memikul seluruh tanggung jawab untuk menjamin keselamatan pekerja yang melaksanakan Pekerjaan
Pasangan Batu belah 1:4.
- Selama masa Pekerjaan Pasangan Batu belah 1:4, kontraktor harus memastikan keamanan pekerjaan agar tidak terjadi
kecelakaan kerja yang merugikan semua pihak terkait dalam pekerjaan tersebut seperti memaksimalkan pemasangan
rambu – rambu pekerjaan
Selama masa Pekerjaan Pasangan Batu belah 1:4, kontraktor harus memastikan keamanan pekerjaan agar tidak terjadi
kecelakaan kerja yang merugikan semua pihak terkait dalam pekerjaan tersebut seperti memaksimalkan pemasangan
rambu – rambu pekerjaan

4. Plesteran 1:3
- Persiapkan bahan-bahan untuk pekerjaan Plesteran 1:3
- Persiapan peralatan untuk pelaksanaan pekerjaan Plesteran 1:3
- Mengajukan ijin untuk melaksanakan pekerjaan Plesteran 1:3
Prosedur Pekerjaan
- Sebelum melakukan pekerjaan harus dibuat request dan diserahkan kepada direksi untuk disetujui.
- Setelah pasangan batu selesai atau sebagian volume yang cukup besar telah selesai dan telah mendapat persetujuan
pengawas direksi, pekerjaan plesteran dilaksanakan.
- Menyiapkan bahan dan alat kerja dekat lokasi pekerjaan, antara lain pasir, PC, beton mixer, air kerja dan lain – lain.

- Tarik benang bidang yang akan diplester dan buat kepala plesteran.
- Campur pasir yang telah diayak dengan PC dan air menggunakan beton mixer.
- Tempelkan mortar ± tebal 2 cm dengan cetok, ratakan dengan kayu (jidar) dan digosok sehingga menghasilkan bidang
yang rata. Sebelumnya bidang yang akan diplester dibasahi terlebih dahulu.
- Sebagai lapis finishing, digunakan bubur PC (acian) sehingga didapat hasil yang memuaskan, halus dan mengkilap.

- Pekerjaan Plesteran 1:3 dipersiapkan sesuai kebutuhan yang diinginkan sebagaimana pada gambar – gambar atau
seperti yang ditetapkan oleh Pengawas.
- Volume Pekerjaan Plesteran 1:3 sesuai RAB = 204,01 m2
Jaminan Keselamatan Pekerjaan Plesteran 1:3 (protection construction)
- Kontraktor harus memikul seluruh tanggung jawab untuk menjamin keselamatan pekerja yang melaksanakan Pekerjaan
Plesteran 1:3.
- Selama masa PekerjaanPlesteran 1:3, kontraktor harus memastikan keamanan pekerjaan agar tidak terjadi kecelakaan
kerja yang merugikan semua pihak terkait dalam pekerjaan tersebut seperti memaksimalkan pemasangan rambu –
rambu pekerjaan

5. Siaran 1:2
- Persiapkan bahan-bahan untuk pekerjaan Siaran 1:2
- Persiapan peralatan untuk pelaksanaan pekerjaan Siaran 1:2
- Mengajukan ijin untuk melaksanakan pekerjaan Siaran 1:2
Prosedur Pekerjaan
- Sebelum melakukan pekerjaan harus dibuat request dan diserahkan kepada direksi untuk disetujui.
- Semen, pasir dan air dicampur dengan perbandingan 1 PC : 2 PP (17,2 Mpa) dan diaduk menjadi mortar dengan
menggunakan Concrete Mixer.
- Sebelum disiar bidang muka pasangan dibasahi dulu dan dibersihkan dari kotoran yang melekat pada pasangan.

- Pekerjaan siaran dengan ketentuan siar tenggelam (masuk ke dalam 1 cm), siar rata (rata dengan muka batu), dan siar
timbul (timbul dengan tebal 1 cm, lebar 2 cm).
- Penyelesaian dan perapihan setelah siaran selesai.
- Selama proses pengerjaan, bahan di tempatkan pada tempat yang tidak mengganggu lalulintas kendaraan. Petugas lalu
lintas memasang rambu peringatan adanya pekerjaan jalan sekaligus mengatur arus lalu lintas.
- Pekerjaan Siaran 1:2 dipersiapkan sesuai kebutuhan yang diinginkan sebagaimana pada gambar – gambar atau seperti
yang ditetapkan oleh Pengawas.
- Volume Pekerjaan Siaran 1:2 sesuai RAB = 432,00 m2
Jaminan Keselamatan Pekerjaan Siaran 1:2 (protection construction)
- Kontraktor harus memikul seluruh tanggung jawab untuk menjamin keselamatan pekerja yang melaksanakan Pekerjaan
Siaran 1:2.
- Selama masa Pekerjaan Siaran 1:2, kontraktor harus memastikan keamanan pekerjaan agar tidak terjadi kecelakaan
kerja yang merugikan semua pihak terkait dalam pekerjaan tersebut seperti memaksimalkan pemasangan rambu –
rambu pekerjaan

6. Pasangan dinding batu tempel hitam


- Persiapkan bahan-bahan untuk pekerjaan Pasangan dinding batu tempel hitam
- Persiapan peralatan untuk pelaksanaan pekerjaan Pasangan dinding batu tempel hitam
- Mengajukan ijin untuk melaksanakan pekerjaan Pasangan dinding batu tempel hitam
Prosedur Pekerjaan
- Sebelum melakukan pekerjaan harus dibuat request dan diserahkan kepada direksi untuk disetujui.
- Permukaan dinding dibersihakan dari kotoran/debu dan disiram terlebih dahulu sebelum ditebar adukan pasangan batu
tempel hitam
- Pasang benang untuk bantuan mendapatkan pasangan permukaan dinding batu tempel hitam yang rata dan garis siar/nat
yang lurus.
- Buat adukan untuk melekatkan batu tempel hitam
- Rendam batu tempel hitam terlebih dahulu dalam air.
- Buat kepalaan pemasangan batu tempel hitam yang nantinya dijadikan acuan untuk pemasangan berikutnya.

- Kemudian lekatkan batu tempel hitam selanjutnya pada permukaan dinding dengan acuan pasangan kepalaan batu
tempel hitam yang telah dibuat.
- Tekan dengan tangan atau pukul dengan palu karet agar mendapatkan permukaan pasangan batu tempel hitam yang
rata.
- batu tempel hitam dipasang pada dinding sampai dengan ketinggian yang direncanakan,
- Cek dengan waterpass untuk kerataan pemasangan batu tempel hitam.
- Setelah pemasangan batu tempel hitam selesai, biarkan beberapa saat untuk mengeluarkan udara yang ada dalam
adukan pasangan batu tempel hitam. Setelah itu baru dilanjutkan dengan pekerjaan perapihan/finish garis siar/nat.

- Pekerjaan terakhir adalah pembersihan permukaan pasangan batu tempel hitam dari sisa adukan semen.
- Pekerjaan Pasangan dinding batu tempel hitam dipersiapkan sesuai kebutuhan yang diinginkan sebagaimana pada
gambar – gambar atau seperti yang ditetapkan oleh Pengawas.
- Volume Pekerjaan Pasangan dinding batu tempel hitam sesuai RAB = 15,05 m2
Jaminan Keselamatan Pekerjaan batu tempel hitam (protection construction)
- Kontraktor harus memikul seluruh tanggung jawab untuk menjamin keselamatan pekerja yang melaksanakan Pekerjaan
batu tempel hitam.
- Selama masa Pekerjaan batu tempel hitam, kontraktor harus memastikan keamanan pekerjaan agar tidak terjadi
kecelakaan kerja yang merugikan semua pihak terkait dalam pekerjaan tersebut seperti memaksimalkan pemasangan
rambu – rambu pekerjaan

7. Pasangan batu bata 1:5


- Persiapkan bahan-bahan untuk pekerjaan Pasangan batu bata 1:5
- Persiapan peralatan untuk pelaksanaan pekerjaan Pasangan batu bata 1:5
- Mengajukan ijin untuk melaksanakan pekerjaan Pasangan batu bata 1:5
Prosedur Pekerjaan
- Sebelum melakukan pekerjaan harus dibuat request dan diserahkan kepada direksi untuk disetujui.
- Buat acuan vertikal dan horizontal menggunakan benang yang dikaitkan dengan kayu yang cukup kuat dan tegak lurus

- Batu bata yang akan dipasang direndam atau dibasahi hingga jenuh air
- berikan angkur untuk pemasangan dinding bata yang menempel pada kolom
- Pasang bertahap dengan menggunakan adukan sebagai spesinya sesuai persyaratannya. Untuk dinding pasangan bata
merah menggunakan adukan 1 : 5.
- Pekerjaan Pasangan batu bata 1:5 dipersiapkan sesuai kebutuhan yang diinginkan sebagaimana pada gambar – gambar
atau seperti yang ditetapkan oleh Pengawas.
- Volume Pekerjaan Pasangan batu bata 1:5 sesuai RAB = 6,75 m2
Jaminan Keselamatan Pekerjaan Pasangan batu bata (protection construction)
- Kontraktor harus memikul seluruh tanggung jawab untuk menjamin keselamatan pekerja yang melaksanakan Pekerjaan
Pasangan batu bata.
- Selama masa Pasangan batu bata, kontraktor harus memastikan keamanan pekerjaan agar tidak terjadi kecelakaan kerja
yang merugikan semua pihak terkait dalam pekerjaan tersebut seperti memaksimalkan pemasangan rambu – rambu
pekerjaan

8. Beton K.175
- Persiapkan bahan-bahan untuk pekerjaan Beton K.175
- Persiapan peralatan untuk pelaksanaan pekerjaan Beton K.175
- Mengajukan ijin untuk melaksanakan pekerjaan Beton K.175
Prosedur Pekerjaan
- Sebelum melakukan pekerjaan harus dibuat request dan diserahkan kepada direksi untuk disetujui.
- Setelah pekerjaan pendukung pekerjaan bekisting, pembesian selesai maka pengecoran dapat dilaksanakan setelah
mendapat persetujuan dari direksi.
- Hitung volume beton yang akan dicor, lalu siapkan di lokasi bahan – bahan antara lain : PC, pasir, split, air dalam jumlah
dan kualitas yang cukup. Tempatkan beton mixer, concrete vibrator, air kerja sedekat mungkin dengan lokasi yang akan
dicor.
- Periksa kembali ukuran bekisting dan bekisting diperkuat dengan stoot sampai kuat, jumlah tulangan beton, batas
pengecoran serta minta persetujuan pengawas direksi.
- Sebelum pengecoran, saat pengecoran dan setelah selesai pengecoran diambil foto dokumentasinya dari satu titik
pengambilan.
- Campur bahan beton ( pasir, PC, split, air ) dalam jumlah sesuai mix design beton karakteristik dan aduk dengan molen
minimal selama 2 menit setelah bahan tercampur.
- Basahi dengan air / air semen bekisting yang akan dicor.
- Bagian atas beton diratakan dengan kayu dan digosok.
- Selama pengeringan, beton selalu dibasahi dengan air supaya tidak terjadi retak rambut.
- Pekerjaan Beton K.175 dipersiapkan sesuai kebutuhan yang diinginkan sebagaimana pada gambar – gambar atau seperti
yang ditetapkan oleh Pengawas.
- Volume Pekerjaan Beton K.175 sesuai RAB = 574,15 m3
Jaminan Keselamatan Pekerjaan Beton K.175 (protection construction)
- Kontraktor harus memikul seluruh tanggung jawab untuk menjamin keselamatan pekerja yang melaksanakan Pekerjaan
Beton K.175.
- Selama masa Pekerjaan Beton K.175, kontraktor harus memastikan keamanan pekerjaan agar tidak terjadi kecelakaan
kerja yang merugikan semua pihak terkait dalam pekerjaan tersebut seperti memaksimalkan pemasangan rambu –
rambu pekerjaan

9. Pembesian
- Persiapkan bahan-bahan untuk pekerjaan Pembesian
- Persiapan peralatan untuk pelaksanaan pekerjaan Pembesian
- Mengajukan ijin untuk melaksanakan pekerjaan Pembesian
Prosedur Pekerjaan
- Sebelum melakukan pekerjaan harus dibuat request dan diserahkan kepada direksi untuk disetujui.
- Besi dipotong – potong sesuai kebutuhan dengan menggunakan teknik dingin, tidak diperkenankan dipotong dengan
teknik panas (dilas)
- Pekerjaan Pembesian dipersiapkan sesuai kebutuhan yang diinginkan sebagaimana pada gambar – gambar atau seperti
yang ditetapkan oleh Pengawas.
- Volume Pekerjaan Pembesian sesuai RAB = 7.767,85 kg
Jaminan Keselamatan Pekerjaan Pembesian (protection construction)
- Kontraktor harus memikul seluruh tanggung jawab untuk menjamin keselamatan pekerja yang melaksanakan Pekerjaan
Pembesian
- Selama masa Pekerjaan Pembesian, kontraktor harus memastikan keamanan pekerjaan agar tidak terjadi kecelakaan
kerja yang merugikan semua pihak terkait dalam pekerjaan tersebut seperti memaksimalkan pemasangan rambu –
rambu pekerjaan

10. Begisting
- Persiapkan bahan-bahan untuk pekerjaan Begisting
- Persiapan peralatan untuk pelaksanaan pekerjaan Begisting
- Mengajukan ijin untuk melaksanakan pekerjaan Begisting
Prosedur Pekerjaan
- Sebelum melakukan pekerjaan harus dibuat request dan diserahkan kepada direksi untuk disetujui.
- Papan kayu dibuat dari papan kayu yang dipress atau dari papan yang dipress halus, dalam keadaan baik sebagaimana
dikehendaki untuk mnghasilkan permukaan yang sempurna (rata).
- Dilakukan usaha yang yang sesuai dan efektif untuk menguatkan pinggiran batas dan ujung lainnya dalam arah yang
tepat untuk menghindari terbentuknya plengkungan – pelengkungan, sisi pinggiran tersebut atau kerusakan – kerusakan
permukaan beton yang telah diselesaikan.
- Bekisting yang dibuat harus dapat dipastikan aman pada kedudukannya, tidak terjadi pengembangan atau gerakan lain
selama penuangan beton.
- Pekerjaan Begisting dipersiapkan sesuai kebutuhan yang diinginkan sebagaimana pada gambar – gambar atau seperti
yang ditetapkan oleh Pengawas.
- Volume Pekerjaan Begisting sesuai RAB = 275,78 m2
Jaminan Keselamatan Pekerjaan Begisting (protection construction)
- Kontraktor harus memikul seluruh tanggung jawab untuk menjamin keselamatan pekerja yang melaksanakan Pekerjaan
Begisting
- Selama masa Pekerjaan Begisting, kontraktor harus memastikan keamanan pekerjaan agar tidak terjadi kecelakaan kerja
yang merugikan semua pihak terkait dalam pekerjaan tersebut seperti memaksimalkan pemasangan rambu – rambu
pekerjaan

11. Waterstop PVC lebar 230 - 320 mm


- Persiapkan bahan-bahan untuk pekerjaan Waterstop PVC lebar 230 - 320 mm
- Persiapan peralatan untuk pelaksanaan pekerjaan Waterstop PVC lebar 230 - 320 mm
- Mengajukan ijin untuk melaksanakan pekerjaan Waterstop PVC lebar 230 - 320 mm
Prosedur Pekerjaan
- Sebelum melakukan pekerjaan harus dibuat request dan diserahkan kepada direksi untuk disetujui.
- Pemasangan Water Stop harus mengikuti petunjuk dari pabriknya. Water Stop dipasang disetiap pemberhentian
pekerjaan pengecoran beton kedap air sesuai dengan gambar kerja atau usulan dari Pemborong yang sudah disetujui
PENGAWAS. Khusus untuk pengecoran Reservoir dan Septic-Tank dan sebagainya dimana tempat tersebut tidak boleh
bocor, maka ditempat tersebut dipasang Water Stop.
- Pekerjaan Waterstop PVC lebar 230 - 320 mm dipersiapkan sesuai kebutuhan yang diinginkan sebagaimana pada
gambar – gambar atau seperti yang ditetapkan oleh Pengawas.
- Volume Pekerjaan Waterstop PVC lebar 230 - 320 mm sesuai RAB = 51,98 m'
Jaminan Keselamatan Pekerjaan Waterstop PVC lebar 230 - 320 mm (protection construction)
- Kontraktor harus memikul seluruh tanggung jawab untuk menjamin keselamatan pekerja yang melaksanakan Pekerjaan
Waterstop PVC lebar 230 - 320 mm
- Selama masa Pekerjaan Waterstop PVC lebar 230 - 320 mm, kontraktor harus memastikan keamanan pekerjaan agar
tidak terjadi kecelakaan kerja yang merugikan semua pihak terkait dalam pekerjaan tersebut seperti memaksimalkan
pemasangan rambu – rambu pekerjaan

12. Paving block tebal 6 cm


- Persiapkan bahan-bahan untuk pekerjaan Paving block tebal 6 cm
- Persiapan peralatan untuk pelaksanaan pekerjaan Paving block tebal 6 cm
- Mengajukan ijin untuk melaksanakan pekerjaan Paving block tebal 6 cm
Prosedur Pekerjaan
- Sebelum melakukan pekerjaan harus dibuat request dan diserahkan kepada direksi untuk disetujui.
- Pastikan permukaan lahan yang akan di paving dalam kondisi rata/ sudah level.
- Pasang Kanstin beton sebagai pengunci paving block, agar paving block yang sudah terpasang tidak bergeser.
- Gelar pasir urug mengikuti kemiringan yang telah ditentukan kemudian diratakan dengan menggunakan jidar kayu.
- Lakukan pemasangan paving block dengan cara maju kedepan, sementara pekerja pemasang paving berada diatas
paving yang telah terpasang.
- Untuk tepian lahan/ sudut-sudut yang belum terpasang paving block (las-lasan), potong paving block dengan
menggunakan alat pemotong paving block / paving block cutter.
- Setelah lahan 100% sudah terpasang paving block, selanjutnya kita lakukan pengisian antar naat paving block tersebut
(pengisian joint filler) dengan menggunakan abu batu.
- Padatkan paving block yang telah terpasang dengan menggunakan baby roller atau stamper kodok 1 sampai 2 kali
putaran agar timbul gaya saling mengunci antar paving block satu sama lainnya.
- Bersihkan area lahan yang telah terpasang paving block dari sisa-sisa abu batu.
- Pekerjaan Paving block tebal 6 cm dipersiapkan sesuai kebutuhan yang diinginkan sebagaimana pada gambar – gambar
atau seperti yang ditetapkan oleh Pengawas.
- Volume Pekerjaan Paving block tebal 6 cm sesuai RAB = 839,00 m2
Jaminan Keselamatan Pekerjaan Paving block tebal 6 cm (protection construction)
- Kontraktor harus memikul seluruh tanggung jawab untuk menjamin keselamatan pekerja yang melaksanakan Pekerjaan
Paving block tebal 6 cm
- Selama masa Pekerjaan Paving block tebal 6 cm, kontraktor harus memastikan keamanan pekerjaan agar tidak terjadi
kecelakaan kerja yang merugikan semua pihak terkait dalam pekerjaan tersebut seperti memaksimalkan pemasangan
rambu – rambu pekerjaan

13. Pasang Kansteen


- Persiapkan bahan-bahan untuk pekerjaan Pasang Kansteen
- Persiapan peralatan untuk pelaksanaan pekerjaan Pasang Kansteen
- Mengajukan ijin untuk melaksanakan pekerjaan Pasang Kansteen
Prosedur Pekerjaan
- Sebelum melakukan pekerjaan harus dibuat request dan diserahkan kepada direksi untuk disetujui.
- Cleaning (Pembersihan) lapangan area untuk pekerjaan kanstin, pastikan permukaan tanah sudah rata dan padat.
- Pemasangan secara berurutan yang dimulai dari satu sisi dan hindarkan pemasangan secara acak
- Agar pemasangan bisa dilaksankan secara baik dan cermat, maka perlu ada alat pembantu yaitu benang pembantu.
Benang pembantu dapat dipasang setiap jarak 4 m sampai 5 m. Bilamana pada lokasi pemasangan terdapat lubang
saluran, bak bunga atau konstruksi lain, maka harus ada benang pembantu tambahan agar pola tetap dapat
dipertahankan.
- Pada pemasangan kanstin berikan jarak 1 – 2 CM untuk spasi antar kanstin.
- Pemasangan baris pertama harus dijaga dengan hati-hati. Untuk membentuk pola yang baik pemasangan kanstin harus
mengikuti alur pemasangan kanstin.
- Lubang-lubang pinggir kemudian diisi dengan pemadatan
- Pola Pemasangan kanstin harus sesuai urutan secara teratur agar pemasangan dapat tersusun rapi dan baik.
- Pekerjaan Pasang Kansteen dipersiapkan sesuai kebutuhan yang diinginkan sebagaimana pada gambar – gambar atau
seperti yang ditetapkan oleh Pengawas.
- Volume Pekerjaan Pasang Kansteen sesuai RAB = 739,80 m'
Jaminan Keselamatan Pekerjaan Pasang Kansteen (protection construction)
- Kontraktor harus memikul seluruh tanggung jawab untuk menjamin keselamatan pekerja yang melaksanakan Pekerjaan
Pasang Kansteen
- Selama masa Pekerjaan Pasang Kansteen, kontraktor harus memastikan keamanan pekerjaan agar tidak terjadi
kecelakaan kerja yang merugikan semua pihak terkait dalam pekerjaan tersebut seperti memaksimalkan pemasangan
rambu – rambu pekerjaan

14. Wiremesh 8 mm
- Persiapkan bahan-bahan untuk pekerjaan Wiremesh 8 mm
- Persiapan peralatan untuk pelaksanaan pekerjaan Wiremesh 8 mm
- Mengajukan ijin untuk melaksanakan pekerjaan Wiremesh 8 mm
Prosedur Pekerjaan
- Sebelum melakukan pekerjaan harus dibuat request dan diserahkan kepada direksi untuk disetujui.
- Secara prinsip, pemasangan wiremesh ini tidak jauh berbeda dengan pemasangan besi beton yang dipakai untuk
tulangan plate. Namun wiremesh memiliki kelebihan yaitu penggunaannya lebih praktis karena bentuknya sudah
teranyam. Anda hanya perlu mengukur wiremesh tersebut sesuai dengan luas bidang yang telah diperhitungkan dengan
matang, lalu potong sesuai ukuran tersebut. Tetapi jika ukuran luasannya ternyata masih kurang, Anda cukup
menambahkan wiremesh dengan overlap kurang lebih 15 cm
- Dalam pemasangan wiremesh, Anda harus benar-benar memperhatikan diameter wiremesh yang akan dipasang dengan
kebutuhannya. Jangan sampai ukuran diameter tersebut tidak tepat walaupun hanya berselisih 1 mm saja. Ini
dikarenakan tingkat kekuatan wiremesh akan jauh berbeda bila ukurannya tidak sesuai dengan perencanaan. Hindari juga
menggunakan wiremesh yang sudah berkarat.
- Pekerjaan Wiremesh 8 mm dipersiapkan sesuai kebutuhan yang diinginkan sebagaimana pada gambar – gambar atau
seperti yang ditetapkan oleh Pengawas.
- Volume Pekerjaan Wiremesh 8 mm sesuai RAB = 16.539,95 kg
Jaminan Keselamatan Pekerjaan Wiremesh 8 mm (protection construction)
- Kontraktor harus memikul seluruh tanggung jawab untuk menjamin keselamatan pekerja yang melaksanakan Pekerjaan
Wiremesh 8 mm
- Selama masa Pekerjaan Wiremesh 8 mm, kontraktor harus memastikan keamanan pekerjaan agar tidak terjadi
kecelakaan kerja yang merugikan semua pihak terkait dalam pekerjaan tersebut seperti memaksimalkan pemasangan
rambu – rambu pekerjaan

15. Grill Penutup / Gratting


- Persiapkan bahan-bahan untuk pekerjaan Grill Penutup / Gratting
- Persiapan peralatan untuk pelaksanaan pekerjaan Grill Penutup / Gratting
- Mengajukan ijin untuk melaksanakan pekerjaan Grill Penutup / Gratting
Prosedur Pekerjaan
- Sebelum melakukan pekerjaan harus dibuat request dan diserahkan kepada direksi untuk disetujui.
- Grill Penutup / Gratting bagian atas harus dipasang rata denga beton samping. Hal ini bertujuan agar beban yang
melewatinya halus dan tidak terjadi guncangan pada Grill Penutup / Gratting. Selain itu Grill Penutup / Gratting tidak
dirancang untuk beban kejut karena permukaan tidak rata, sehingga pemasangan Grill Penutup / Gratting harus benar -
benar rata.
- Bagian landasan Grill Penutup / Gratting harus benar - benar rata atau sama tinggi . Bagian bawah Grill Penutup /
Gratting menempel sempurna dengan bagian bawah. Beton landasan bawah ini harus dibuat kokoh sehingga mampu
menahan beban Grill Penutup / Gratting dan juga beban yang melewatinya.
- Pekerjaan Grill Penutup / Gratting dipersiapkan sesuai kebutuhan yang diinginkan sebagaimana pada gambar – gambar
atau seperti yang ditetapkan oleh Pengawas.
- Volume Pekerjaan Grill Penutup / Gratting sesuai RAB = 30,00 m2
Jaminan Keselamatan Pekerjaan Grill Penutup / Gratting (protection construction)
- Kontraktor harus memikul seluruh tanggung jawab untuk menjamin keselamatan pekerja yang melaksanakan Pekerjaan
Grill Penutup / Gratting
- Selama masa Pekerjaan Grill Penutup / Gratting, kontraktor harus memastikan keamanan pekerjaan agar tidak terjadi
kecelakaan kerja yang merugikan semua pihak terkait dalam pekerjaan tersebut seperti memaksimalkan pemasangan
rambu – rambu pekerjaan

16. Buis beton U 30 cm


- Persiapkan bahan-bahan untuk pekerjaan Buis beton U 30 cm
- Persiapan peralatan untuk pelaksanaan pekerjaan Buis beton U 30 cm
- Mengajukan ijin untuk melaksanakan pekerjaan Buis beton U 30 cm
Prosedur Pekerjaan
- Sebelum melakukan pekerjaan harus dibuat request dan diserahkan kepada direksi untuk disetujui.
- Apabila kondisi tanah sudah digali, Buis Beton dibantu dengan perlengkapan seperti tripod ataupun menggunakan
tambang dadung untuk menurunkannya ke dalam tanah galian.
- Atau menempatkan Buis Beton terlebih dahulu sebelum dilakukan proses penggalian, buis beton ditempatkan dilokasi
yang akan digali, setelah itu dimulai proses penggalian dari sisi dalam buis beton. Pekerjaan ini dimungkinkan untuk
penggunaan buis beton dimensi yang besar, yang memiliki ruang untuk melakukan penggalian.
- Buis beton ditempatkan sesuai dengan kedalaman rencana, apabila satu titik rencana kedalaman lebih dari 1 m, maka
buis beton yang digunakan akan lebih dari satu unit, permukaan buis beton yang diatasnya harus tepat berada
permukaan buis beton yang pertama
- Ruangan kosong antara tanah galian dan buis beton dapat diisi kembali dengan tanah bekas galian, atau dengan material
lainnya seperti sirtu, pasir, split, ataupun beton.
- Pekerjaan Buis beton U 30 cm dipersiapkan sesuai kebutuhan yang diinginkan sebagaimana pada gambar – gambar atau
seperti yang ditetapkan oleh Pengawas.
- Volume Pekerjaan Buis beton U 30 cm sesuai RAB = 315,00 m'
Jaminan Keselamatan Pekerjaan Buis beton U 30 cm (protection construction)
- Kontraktor harus memikul seluruh tanggung jawab untuk menjamin keselamatan pekerja yang melaksanakan Pekerjaan
Buis beton U 30 cm
- Selama masa Pekerjaan Buis beton U 30 cm, kontraktor harus memastikan keamanan pekerjaan agar tidak terjadi
kecelakaan kerja yang merugikan semua pihak terkait dalam pekerjaan tersebut seperti memaksimalkan pemasangan
rambu – rambu pekerjaan

17. Papan nama embung dari galvalum @huruf besar


- Persiapkan bahan-bahan untuk pekerjaan Papan nama embung dari galvalum @huruf besar
- Persiapan peralatan untuk pelaksanaan pekerjaan Papan nama embung dari galvalum @huruf besar
- Mengajukan ijin untuk melaksanakan pekerjaan Papan nama embung dari galvalum @huruf besar
Prosedur Pekerjaan
- Sebelum melakukan pekerjaan harus dibuat request dan diserahkan kepada direksi untuk disetujui.
- Pekerjaan Papan nama embung dari galvalum @huruf besar dipersiapkan sesuai kebutuhan yang diinginkan
sebagaimana pada gambar – gambar atau seperti yang ditetapkan oleh Pengawas.
- Volume Pekerjaan Papan nama embung dari galvalum @huruf besar sesuai RAB = 14,00 Huruf
Jaminan Keselamatan Pekerjaan Papan nama embung dari galvalum @huruf besar (protection construction)
- Kontraktor harus memikul seluruh tanggung jawab untuk menjamin keselamatan pekerja yang melaksanakan Pekerjaan
Papan nama embung dari galvalum @huruf besar
- Selama masa Pekerjaan Papan nama embung dari galvalum @huruf besar, kontraktor harus memastikan keamanan
pekerjaan agar tidak terjadi kecelakaan kerja yang merugikan semua pihak terkait dalam pekerjaan tersebut seperti
memaksimalkan pemasangan rambu – rambu pekerjaan

18. Papan nama embung dari galvalum @huruf kecil


- Persiapkan bahan-bahan untuk pekerjaan Papan nama embung dari galvalum @huruf kecil
- Persiapan peralatan untuk pelaksanaan pekerjaan Papan nama embung dari galvalum @huruf kecil
- Mengajukan ijin untuk melaksanakan pekerjaan Papan nama embung dari galvalum @huruf kecil
Prosedur Pekerjaan
- Sebelum melakukan pekerjaan harus dibuat request dan diserahkan kepada direksi untuk disetujui.
- Pekerjaan Papan nama embung dari galvalum @huruf kecil dipersiapkan sesuai kebutuhan yang diinginkan
sebagaimana pada gambar – gambar atau seperti yang ditetapkan oleh Pengawas.
- Volume Pekerjaan Papan nama embung dari galvalum @huruf kecil besar sesuai RAB = 82,00 Huruf
Jaminan Keselamatan Pekerjaan Papan nama embung dari galvalum @huruf kecil (protection construction)
- Kontraktor harus memikul seluruh tanggung jawab untuk menjamin keselamatan pekerja yang melaksanakan Pekerjaan
Papan nama embung dari galvalum @huruf kecil
- Selama masa Pekerjaan Papan nama embung dari galvalum @huruf kecil, kontraktor harus memastikan keamanan
pekerjaan agar tidak terjadi kecelakaan kerja yang merugikan semua pihak terkait dalam pekerjaan tersebut seperti
memaksimalkan pemasangan rambu – rambu pekerjaan

19. Logo Jawa Tengah


- Persiapkan bahan-bahan untuk pekerjaan Logo Jawa Tengah
- Persiapan peralatan untuk pelaksanaan pekerjaan Logo Jawa Tengah
- Mengajukan ijin untuk melaksanakan pekerjaan Logo Jawa Tengah
Prosedur Pekerjaan
- Sebelum melakukan pekerjaan harus dibuat request dan diserahkan kepada direksi untuk disetujui.
- Pekerjaan Logo Jawa Tengah dipersiapkan sesuai kebutuhan yang diinginkan sebagaimana pada gambar – gambar atau
seperti yang ditetapkan oleh Pengawas.
- Volume Pekerjaan Logo Jawa Tengah besar sesuai RAB = 1,00 Buah
Jaminan Keselamatan Pekerjaan Logo Jawa Tengah (protection construction)
- Kontraktor harus memikul seluruh tanggung jawab untuk menjamin keselamatan pekerja yang melaksanakan Pekerjaan
Logo Jawa Tengah
- Selama masa Pekerjaan Logo Jawa Tengah, kontraktor harus memastikan keamanan pekerjaan agar tidak terjadi
kecelakaan kerja yang merugikan semua pihak terkait dalam pekerjaan tersebut seperti memaksimalkan pemasangan
rambu – rambu pekerjaan

20. Gazebo
- Persiapkan bahan-bahan untuk pekerjaan Gazebo
- Persiapan peralatan untuk pelaksanaan pekerjaan Gazebo
- Mengajukan ijin untuk melaksanakan pekerjaan Gazebo
Prosedur Pekerjaan
- Sebelum melakukan pekerjaan harus dibuat request dan diserahkan kepada direksi untuk disetujui.
- Pekerjaan Gazebo dipersiapkan sesuai kebutuhan yang diinginkan sebagaimana pada gambar – gambar atau seperti
yang ditetapkan oleh Pengawas.
- Volume Pekerjaan Gazebo besar sesuai RAB = 2,00 Unit
Jaminan Keselamatan Pekerjaan Gazebo (protection construction)
- Kontraktor harus memikul seluruh tanggung jawab untuk menjamin keselamatan pekerja yang melaksanakan Pekerjaan
Gazebo.
- Selama masa Pekerjaan Gazebo, kontraktor harus memastikan keamanan pekerjaan agar tidak terjadi kecelakaan kerja
yang merugikan semua pihak terkait dalam pekerjaan tersebut seperti memaksimalkan pemasangan rambu – rambu
pekerjaan

VI. PEKERJAAN PENUNJANG


Pekerjaan penunjang merupakan pekerjaan sementara yang mempengaruhi kelancaran / keberhasilan penyelesaian
pekerjaan dan salah satunya adalah Manajemen Pengaturan Lalu Lintas.
1. Manajemen Pengaturan Lalu Lintas
- Pengaturan lalu lintas merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan dalam pelaksanaan pekerjaan jalan ini.
untuk setiap tahapan pekerjaan dan sepanjang waktu pelaksanaan, diupayakan tidakmengganggu aktifitas arus lalu lintas
yang ada di jalan tersebut. Terhambatnya aktifitas arus lalu lintas dilokasi pekerjaan dan daerah sekitarnya akan
menimbulkan kerugian bagi pengguna jalan dalam berbagai aspek, safety bagi para pengguna jalan perlu mendapat
jaminan agar tidak menimbulkan kerugian bagi seluruh pihak.Manajemen pengaturan lalu lintas dalam pelaksanaan
pekerjaan dapat di lakukan dengan dengan berbagai cara antara lain :
- Memasang berbagai jenis rambu - rambu pengaman di sekitar lokasi pekerjaan secara tepat danbenar, baik secara fungsi
bentuk dan lokasi penempatan sesuai spesifikasi dan ketentuan yang ada.
- Menempatkan petugas pengatur lalu lintas secara efektif dan efisien untuk mengatur dan mengerahkan arus lalu lintas
yang ada.
- Mengatur secara tepat jadwal pelaksanaan setiap jenis pekerjaan yang ada. Pekerjaan - pekerjaan yang akan
menimbulkan gangguan besar (friction) terhadap arus lalu lintas, di atur jadwalnya sedemikian rupa sehingga
pelaksanaan pekerjaan tidak terlalu mengganggu arus lalu lintas yang ada dan menimbulkan kepadatan arus lalulintas
yang berarti.
- Jika tidak memungkinkan melakukan pekerjaan pada siang hari, maka untuk pekrjaan tertentu seperti overlay, akan
dilakukan pada malam hari dengan memasang penerangan yang cukup, agar tidak mengganggu arus lalu lintas.
2. PEMBUTAN LAPORAN DAN PEMERIKSAAN PEKERJAAN
- Pembuatan dokumentasi dari 0%, 50% dan 100% yang disetujui oleh Pengawas
- Pembuatan Laporan Harian, Mingguan dan Bulanan yang di tanda tangani oleh pengawas
- Pembuatan Back up (perhitungan ) yang sesuai dengan RAB , dihitung bersama dengan pengawas
- Selanjutnya untuk diadakan pemeriksaan serah terima pekerjaan pertama fisik 100% (PHO)
3. PENGUJIAN PEKERJAAN (UJI LAB)
Dalam melaksanakan pekerjaan ini untuk mendapatkan hasil yang sesuai spesifikasi teknis dalam dokumen pengadaan
akan dilakukan beberapa pengujian terkait pekerjaan tersebut seperti :
a Tes Kuat Tarik Baja Tulangan
Tujuan dari pengujian ini adalah untuk mengetahui besarnya tegangan leleh dan kuat tarik baja. Benda uji yang
digunakan adalah batang logam yang berpenampang bulat atau persegi empat dengan ukuran sesuai standard benda uji
menurut Standardisasi Industri Indonesia (SII) atau PUBI 1982.
Sedangkan alat yang digunakan dalam pengujian adalah sebagai berikut :
- Mesin uji tarik
- Cetok
- Mesin gambar X-Y (X-Y Plotter)
- Kaliper
Cara pelaksanaan pengujian adalah sebagai berikut :
- Ukur dimensi benda uji, beserta jarak dua titik ukur awal.
- Pasang penolok ukur regangan pada benda uji.
- Perhatikan 2 indikator yaitu perpanjangan (mm) dan juga beban (kN), catat beban untuk setiap perpanjangan terjadi
kelipatan 1 mm. Data ini yang akan digunakan dalam membuat grafik hubungan antara tegangan dan regangan.
- Setelah selesai pengujian (benda uji telah putus), catat diameter pada tempat putus dari keadaan putusnya benda uji.
b Tes Slump
Uji Slump adalah suatu uji empiris/metode yang digunakan untuk menentukan konsistensi/kekakuan (dapat dikerjakan
atau tidak)dari campuran beton segar (fresh concrete) untuk menentukan tingkat workability nya. Kekakuan dalam suatu
campuran beton menunjukkan berapa banyak air yang digunakan. Untuk itu uji slump menunjukkan apakah campuran
beton kekurangan, kelebihan, atau cukup air.
Dalam suatu adukan/campuran beton, kadar air sangat diperhatikan karena menentukan tingkat workability nya atau
tidak. Campuran beton yang terlalu cair akan menyebabkan mutu beton rendah, dan lama mengering. Sedangkan
campuran beton yang terlalu kering menyebabkan adukan tidak merata dan sulit untuk dicetak.
Uji Slump mengacu pada SNI 1972-2008 dan ICS 91.100.30
Slump dapat dilakukan di laboratorium maupun di lapangan (biasanya ketika ready mix sampai, diuji setiap kedatangan).
Hasil dari Uji Slump beton yaitu nilai slump. Nilai yang tertera dinyatakan dalam satuan internasional (SI) dan mempunyai
standar.
Bahan
- Beton Segar (fresh concrete) yang diambil secara acak agar dapat mewakili beton secara keseluruhan.
Peralatan
- Kerucut terpenggal (kerucut yang bagian runcingnya hilang) sebagai cetakan slump. Diameter bawah 30 cm, diameter
atas 10 cm, tinggi 30 cm.
- Batang logam bulat dengan panjang ± 50 cm diameter 10-16 mm.
- Pelat Logam rata dan kedap air sebagai alas
- Sendok adukan
- Pita Ukur
Cara pelaksanaan pengujian adalah sebagai berikut :
- Basahi cetakan kerucut dan plat dengan kain basah
- Letakkan cetakan di atas plat
- Isi 1/3 cetakan dengan beton segar, padatkan dengan batang logam sebanyak merata dengan menusukkannya. Lapisan
ini penusukan bagian tepi dilakukan dengan besi dimiringkan sesuai dengan dinding cetakan. Pastikan besi menyentuh
dasar. Lakukan 25-30 x tusukan.
- Isi 1/3 bagian berikutnya (menjadi terisi 2/3) dengan hal yang sama sebanyak 25-30 x tusukan. Pastikan besi menyentuh
lapisan pertama.
- Isi 1/3 akhir seperti tahapan nomor 4
- Setelah selesai dipadatkan, ratakan permukaan benda uji, tunggu kira-kira 1/2 menit. Sambil menunggu bersihkan
kelebihan beton di luar cetakan dan di plat.
- Cetakan diangkat perlahan TEGAK LURUS ke atas
- Ukur nilai slump dengan membalikkan kerucut di sebelahnya menggunakan perbedaan tinggi rata-rata dari benda uji.

- Toleransi nilai slump dari beton segar ± 2 cm


- Jika nilai slump sesuai dengan standar, maka beton dapat digunakan
c Test Kuat Tekan Beton
Menguji tekanan beton adalah suatu tujuan memperoleh nilai kuat tekan dengan prosedur yang benar dengan pengertian
Kuat tekan beton merupakan besarnya beban per satuan luas, yang menyebabkan benda uji beton hancur bila dibebani
dengan gaya tekan tertentu, yang dihasilkan oleh mesin tekan.
Beton merupakan material yang banyak digunakan sebagai bahan utama rumah tinggal, gedung bertingkat dan lain-lain.
Untuk mengetahui kualitas beton yang direncanakan maka perlu dicari berapa kuat tekan betonnya. Oleh sebab itu, kita
perlu melakukan test kuat tekan beton.
Peralatan
- Cetakan silinder, diameter 152 mm, tinggi 305 mm;
- Tongkat pemadat, diameter 16 mm, panjang 600 mm, dengan ujung dibulatkan, dibuat dari baja yang bersih dan bebas
karat;
- Mesin pengaduk atau bak pengaduk beton kedap air;
- Timbangan dengan ketelitian 0,3% dari berat contoh;
- Mesin tekan, kapasitas sesuai kebutuhan;
- Satu set alat pelapis (capping);
- Peralatan tambahan : ember, sekop, sendok, sendok perata, dan talam;
- Satu set alat pemeriksa slump;
- Satu set alat pemeriksaan berat isi beton.
Cara pelaksanaan pengujian adalah sebagai berikut :
- Benda uji dibuat dari beton segar yang mewakili campuran beton;
- Isilah cetakan dengan adukan beton dalam 3 lapis, tiap-tiap lapis dipadatkan dengan 25 kali tusukan secara merata. Pada
saat melakukan pemadatan lapisan pertama, tongkat pemadat tidak boleh mengenai dasar cetakan, pada saat
pemadatan lapisan kedua serta ketiga tongkat pemadat boleh masuk kira-kira 25,4 mm kedalam lapisan dibawahnya;

- Setelah selesai melakukan pemadatan, ketuklah sisi cetakan perlahan-lahan sampai rongga bekas tusukan tertutup,
ratakan permukaan beton dan tutuplah segera dengan bahan yang kedap air serta tahan karat, kemudian biarkan beton
dalam cetakan selama 24 jam dan letakkan pada tempat yang bebas dari getaran.
- Setelah 24 jam, bukalah cetakan dan keluarkan benda uji, untuk perencanaan campuran beton, rendamlah benda uji
dalam bak perndam berisi air pada temperatur 25oC disebutkan untuk pematangan (curing), selama waktu yang
dikehendaki, untuk pengendalian mutu beton pada pelaksanaan pembetonan, pematangan (curing) disesuaikan dengan
persyaratan.
Setelah 24 jam, bukalah cetakan dan keluarkan benda uji, untuk perencanaan campuran beton, rendamlah benda uji
dalam bak perndam berisi air pada temperatur 25oC disebutkan untuk pematangan (curing), selama waktu yang
dikehendaki, untuk pengendalian mutu beton pada pelaksanaan pembetonan, pematangan (curing) disesuaikan dengan
persyaratan.
- Ambilah benda uji yang akan ditentukan kekuatan tekannya dari bak perendam, kemudian bersihkan dari kotoran yang
menempel dengan kain lembab;
- Tentukan berat dan ukuran benda uji;
- Lapisilah (capping) permukaan atas dan bawah benda uji dengan mortar belerang;
- Letakkan benda uji pada mesin tekan secara centris;
- Jalankan mesin tekan dengan penambahan beban yang konstan berkisar antara 2 sampai 4 kg/cm2 per detik;
- Lakukan pembebanan sampai uji menjadi hancur dan catatlah beban maksimum yang terjadi selama pemeriksaan benda
uji;
d Test Core Drill
Metode core drill adalah suatu metoda pengambilan sampel beton pada suatu struktur bangunan. Sampel yang diambil
(bentuk silinder) selanjutnya dibawa ke laboratorium untuk dilakukan pengujian seperti Kuat tekan.
Pengambilan sample beton dengan coredrill (pengeboran inti) dan uji kuat tekan beton di laboratorium untuk
Pengambilan contoh dilakukan dengan alat bor yang mata bornya berupa “pipa” dari intan, sehingga diperoleh contoh
beton berupa silinder.
Silinder beton yang diperoleh tergantung ukuran diameter mata-bornya, umumnya antara 2” sampai 8”. Dan disarankan
diameter silinder tidak kurang dari 3 kali ukuran maksimum agregat betonnya.
Cara pelaksanaan pengujian adalah sebagai berikut :
- Umur beton minimal 14 hari.
- Pengambilan contoh silinder beton dilakukan di daerah yang kuat tekannya diragukan, biasanya berdasarkan data hasil
uji contoh beton dari masing-masing bagian struktur, atau dari hasil NDT (Non Destructive Testing) dengan concrete
hammer ataupun UPVT (Ultrasonic Pulse Velocity Test). Dari satu daerah beton diambil satu titik pengambilan contoh.
Pengambilan contoh pada bangunan sudah lama berdiri, maka biasanya core drill dilakukan pada bagian-bagian elemen
struktur beton yang ingin diketahui kuat tekannya
- Dari satu pengambilan contoh diambil 3 titik pengeboran. Pengeboran harus ditempat yang tidak membahayakan
struktur, misalnya jangan dekat sambungan tulangan, momen maksimum, dan tulangan utama.
- Diameter benda uji untuk uji kuat tekan tidak boleh kurang dari 90 mm;
- Rasio tinggi sample (L) dengan diameter (D) lebih besar atau sama dengan 0,95 , dimana L = panjang dan D =diameter
benda uji;
- Pengeboran harus tegak lurus dengan permukaan beton.
- Lubang bekas pengeboran harus segera diisi dengan beton yang mutunya minimal sama.
- Apabila ada kandungan tulangan besi dalam benda uji beton inti, letaknya harus tegak lurus terhadap sumbu benda uji;
- Jumlah kandungan tulangan besi dalam benda uji beton inti tidak boleh lebih dari 2 batang;
- Apabila jumlah kandungan tulangan besi dalam benda uji beton inti lebih dari 2 batang, benda uji harus dikerjakan
dengan gergaji beton dan gerinda, sehingga memenuhi ketentuan dan bila tidak terpenuhi, benda uji tersebut tidak boleh
digunakan untuk uji kuat tekan

VII. PEKERJAAN PASCA PELAKSANAAN PEKERJAAN UTAMA (MASA PEMLIHARAAN)


a. Demobilisasi Peralatan
Setelah pekerjaan dianggap selesai semua sesuai dengan pemeriksaan awal ( Pra PHO ) maka peralatan kerja yang
dipergunakan untuk bekerja ditarik kembali dari lokasi pekerjaan menuju gudang / bengkel kontraktor.
b. Pembersihan Lokasi Pekerjaan
Setelah pekerjaan selesai maka diadakan pembersihan dilokasi pekerjaan dari sisa sisa material, kotoran bekas
bongkaran dan kotoran lain yang dapat menggangu kelancaran lalu lintas, bekas kotoran dibuang diluar lokasi pekerjaan.
c. Penyerahan Pekerjaan
1. Serah Terima Pertama / Provisional Hand Over (PHO)
- Setelah pekerjaan selesai maka Penyedia Jasa mengajukan permohonan untuk diadakan pemeriksaan pekerjaan dalam
rangka penyerahan yang pertama kalinya ( PHO ). Kegiatan Provisional Hand Over (PHO).
- Yang dimaksud dengan PHO adalah serah terima awal dari seluruh pekerjaan fisik yang dilaksanakan oleh Kontraktor
dengan baik dan benar.
- Pada umumnya dipersyaratkan bahwa PHO dapat diusulkan oleh Penyedia Jasa jika pekerjaan fisik sudah mencapai
prestasi 100%.
- Tujuan : Memastikan bahwa seluruh pekerjaan yang telah dikerjakan oleh Penyedia Jasa, secara prinsip telah dapat
diterima, namun secara total Penyedia Jasa masih harus terus memeliharanya sampai batas FHO dinyatakan selesai.

Prosedur Serah Terima Pertama / Provisional Hand Over (PHO) :


- Pekerjaan telah mencapai 100 % pekerjaan dari seluruh nilai kontrak dan modifikasinya, Kontraktor mengajukan tertulis
(request PHO) kepada PPK untuk PHO.
- PPK memberitahukan kepada PPHP untuk meneliti dan melakukan pemeriksaaan di lapangan.
- PPHP melakukan pemeriksaan di lapangan.
- PPHP membuat daftar kerusakan dan kekurangan dari pekerjaan dan hasil pengujian yang relevan harus dilampirkan
pada proses verbal PHO (jika ada).
- Penyedia Jasa segera melengkapi/memperbaiki kekurangan/penyimpangan yang ada.
Dibuat Berita Acara PHO dan ditandatangani jika seluruh persyaratan telah dipenuhi termasuk administrasi teknis dan
d. dokumentasi
Penanganan Pada Masa Pemeliharaan
Perbaikan Selama Masa Pemeliharaan
Kegiatan Pemeliharaan Pekerjaan yang sudah di-serahterima-kan
- Masa pemeliharaan adalah masa dimulainya pemeliharaan hasil pekerjaan yang dihitung dari mulai tanggal Serah
Terima Pertama (PHO) sampai dengan berakhirnya masa pemeliharaan sesuai kontrak.
- Dalam masa pemeliharaan, jika ada kerusakan-kerusakan yang terjadi, Penyedia Jasa harus segera melakukan
perbaikan sesuai kondisi saat diserahterimakan
Prosedur Serah Terima kedua / Final Hand Over (FHO) :
- Setelah melakukan perbaikan, Penyedia Jasa memberitahukan kepada PPK
- PPK memberitahu PPHP untuk mengadakan pemeriksaan ulang.
- Apabila menurut PPHP tidak ada kekurangan atau cacat lagi, maka PPHP membuat Berita Acara pemeriksaan hasil
perbaikan pekerjaan yang disampaikan pada PPK.
- Selama masa pemeliharaan harus ada kesepakatan antara PPK, Penyedia Jasa tentang:
Personel pengawas yang dipertahankan
Personel Penyedia Jasa yang dipertahankan
Daftar peralatan yang masih akan digunakan
2. Serah Terima Kedua / Final Hand Over (FHO)
- FHO adalah serah terima akhir dari seluruh pekerjaan fisik yang dilaksanakan oleh Penyedia Jasa dengan baik dan
benar, setelah Penyedia Jasa menyelesaikan seluruh perbaikan yang tertera pada daftar perbaikan yang disusun oleh
PPHP dan telah melewati masa pemeliharaan sesuai bunyi kontrak
- Tujuan : untuk memastikan bahwa seluruh pekerjaan yang dilakukan oleh Penyedia Jasa telah selesai dan dapat diterima
dengan baik.
- Yang perlu diperhatikan adalah unsur-unsur :
Kelengkapan administrasi
Kondisi fisik pekerjaan yang baik dan benar sesuai spesifikasi teknik.
Kesesuaian dengan perencanaan
Prosedur Serah Terima kedua / Final Hand Over (FHO) :
- PPK mengundang kembali PPHP, Konsultan untuk melaksanakan proses FHO.
- PPHP memeriksa ulang seluruh data yang terdapat pada daftar pekerjaan yang harus diperbaiki.
- PPHP akan memeriksa pekerjaan-pekerjaan dan mendokumentasikan semua kerusakan
- Jika telah dilakukan penyelesaian semua perbaikan pekerjaan, akan dibuat berita acara FHO

Setelah proses verbal FHO dilaksanakan seperti diuraikan dan kerusakan-kerusakan diperbaiki seperti dijelaskan maka
pada saat yang sama “Retention Money“ yang masih tertinggal dikembaikan.
Kebutuhan Material Utama Kebutuhanan Alat Utama

Sesuai Kebutuhan Pemeliharaan Sesuai Kebutuhan Pemeliharaan

Demikian Metode Pelaksanaan Pekerjaan ini kami uraikan dan apabila ada perubahan – perubahan atau ketidak sesuaian di
lapangan akan kami konsultasikan atau konfirmasikan dengan pengawas lapangan atau direksi.

Brebes, 17 Juli 2019


CV. RUMAH SIPIL

AGUS KHAERUDIN
Direktur