Anda di halaman 1dari 14

Laporan Praktikum Lab Kimia Organik Teknik Kimia UMJ PTK III - 2018

I. JUDUL PERCOBAAN
PEMBUATAN ASAM SULFANIL DARI ANILIN

II. PRINSIP PERCOBAAN


‘SULFONASI’ yaitu suatu reaksi substitusi yang mensubstitusikan atom
hidrogen dengan gugus asam sulfonat (SO 3H) pada molekul organik melalui ikatan
kimia pada atom karbonnya.

III. MAKSUD DAN TUJUAN PERCOBAAN


1. Untuk mengetahui cara pembuatan Asam sulfanil dari anilin.
2. Untuk mengetahui cara kristalisasi dan herkristalisasi.
3. Untuk mengetahui sifat fisika dan kimia dari Asam sulfanil.

IV. REAKSI PERCOBAAN


NH2(1)
H2SO4 + C6H5NH2 ------- ► C6H4 +H2O
SO^H(4)

V. TEORI PERCOBAAN
Sulfonasi adalah salah satu jenis reaksi substitusi elektrofilik pada
senyawa aromatik dengan cara memasukkan gugus sulfonat SO 3H atau garamnya ke
dalam suatu senyawa organik. Keaktifan cincin benzena terhadap sufonasi akan
sangat bergantung pada jenis substituen yang ada pada cincin benzena tersebut
(Hart, dkk, 2003; Pudjaatmaka, 2002; Rahman dan Lenono, 2013).
Sulfonasi senyawa aromatik adalah salah satu tipe yang paling penting dari
sulfonasi. Pada saat penambahan anilin ke dalam asam sulfat terjadi reaksi
sulfonasi yaitu suatu reaksi substitusi yang mensubstitusikan atom hidrogen
dengan gugus asam sulfonat (SO 3H) pada molekul organik melalui ikatan kimia
pada atom karbonnya. Pada reaksi sulfonasi, bahan utama yang digunakan yaitu
anilin dan asam sulfat yang menghasilkan asam sulfanilat dan air. Dimana
penjelasan asam sulfanilat akan dijelaskan berikutnya. Mula-mula pada saat
penambahan anilin dan asam sulfat terbentuk asap putih yang disebut asap
monosulfat. Selanjutnya akan terjadi tahap mekanisme sulfonasi. Mekanisme
sulfonasi dibagi menjadi 2 tahap, dimana tahap pertama, anilin pertama
direaksikan dengan asam sulfat pekat dimana elektrofil atau gugus asam
sulfonat (SO3H) dalam asam sulfat pekat menyerang cincin aromatik sehingga
satu sisi anilin dari mengikat H dan SO3H kekuatan kelompok. Pada tahap kedua,

Pembuatan Asam Sulfanil dari Anilin 18 MARET 2018


Laporan Praktikum Lab Kimia Organik Teknik Kimia UMJ PTK III - 2018

senyawa anilin yang mengikat H + kelompok dan kelompok SO3H dan kemudian
hidroksida sehingga ion hidroksida akan mengikat H + dan H+ akan meninggalkan
anilin senyawa yang salah satu sisi belakang dari senyawa anilin mengikat
kelompok SO3H hanya membentuk sulfanilat asam dan air. Sulfonasi dapat
dilakukan dengan mereaksikan anilin (C6H5NH2) dengan asam sulfat pekat (H 2SO4)
pada suhu 180-195°C. Hasil yang diperoleh asam sulfanilat (C 6H7NO3S) dan air
(H2O).
Anilin merupakan senyawa turunan benzene yang dihasilkan dari pengurangan
nitrobenzene. Anilin dapat dibuat dengan mengurangi nitrobenzene dengan
campuran Fe dan HCl. Anilin, fenilamin atau aminobenzen adalah senyawa organik
dengan rumus C6H5NH2. Terdiri dari kelompok fenil melekat ke gugus amino,
anilin adalah amina aromatik prototipikal. Menjadi prekursor bahan kimia
industri, penggunaan utama adalah dalam pembuatan prekursor untuk
polyurethane. Seperti amina mudah menguap, ia memiliki bau yang agak tidak
menyenangkan dari ikan busuk. Ia mudah terbakar, terbakar dengan api berasap
adalah karakteristik senyawa aromatik. Anilin tidak berwarna tetapi perlahan-
lahan mengoksidasi dan resinifies di udara memberi warna merah-cokelat dengan
sampel usia.
Asam sulfanilat adalah senyawa golongan asam kuat yang sering digunakan
untuk bahan baku pembuatan obat-obatan. Asam Sulfanilat adalah bubuk abu-abu
terang atau kristal; sedikit larut dalam air, alkohol, dan eter, dan larut
dalam air panas. Asam Sulfaniat adalah produk anilin tersulfonasi. Anilin
adalah bahan awal dalam industri manufaktur pewarna. Asam sulfonat dan
garamnya hadir dalam pewarna organik menyediakan fungsi yang berguna kelarutan
air mengikat lebih erat ke kain. Asam Sulfanilat digunakan sebagai perantara
untuk pewarna (warna makanan, bahan pencemerlang optik), obat-obatan dan
sintesis organik lainnya. Ini adalah komponen dari reagen untuk menentukan
asam nitrit. Asam Sulfanilat dikonversi ke sulfanilamida yang merupakan salah
satu bahan dasar untuk memproduksi obat sulfat antibakteri. Ada sebuah isomer
disebut asam metanilat, sulfonat kelompok di posisi 2. Hal ini digunakan dalam
pembuatan bahan celup azo dan obat sintesis sulfat.
Dari reaksi sulfonasi di atas, akan terbentuk kristal asam sulfanilat.
Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi faktor-faktor yang mempengaruhi
kecepatan pembentukan kristal antara lain adalah:
1. Derajat lewat j enuh.
2. Jumlah inti yang ada atau luas permukaan total dari kristal yang ada.
3. Viskositas larutan.
4. Jenis dan banyaknya pengotor.
5. Pergerakan antara larutan dan Kristal.
6. Suhu pada saat pemanasan.

Metode Proses

Pembuatan Asam Sulfanil dari Anilin 18 MARET 2018


Laporan Praktikum Lab Kimia Organik Teknik Kimia UMJ PTK III - 2018

1. Kristalisasi:
Kristalisasi adalah proses pembentukan bahan padat dari pengendapan
larutan, melt (campuran leleh), atau lebih jarang pengedapan langsung
dari gas. Kristalisasi juga merupakan teknik pemisahan kimia antara
bahan padat-cair, di mana terjadi perpindahan massa (mass transfer)
dari suatu zat terlarut (solute) dari cairan larutan ke fase kristal
padat.
a. Pendinginan
Untuk bahan-bahan yang kelarutannya berkurang drastis dengan
menurunnya temperatur, kondisi lewat jenuh dapat dicapai dengan
pendinginan larutan panas yang jenuh.
b. Pemanasan
Untuk bahan-bahan yang kelarutannya berkurang sedikit dengan
menurunnya suhu. Kondisi lewat jenuh dapat dicapai dengan
penguapan sebagian pelarut.
c. Pemanasan dan Pendinginan
Metode ini merupakan gabungan dari dua metode diatas. Larutan
panas yang jenuh dialirkan kedalam sebuah ruangan yang
divakumkan. Sebagian pelarut menguap, panas penguapan diambil
dari larutan itu sendiri, sehingga larutan menjadi dingin dan
lewat jenuh. Metode ini disebut kristalisasi vakum.
d. Penambahan bahan (zat) lain.
Untuk pemisahan bahan organik dari larutan seringkali ditambahkan
suatu garam. Garam ini larut lebih baik daripada bahan padat yang
dinginkan sehinga terjadi desakan dan membuat baha padat menjadi
terkristalisasi.
1. Dalam keadaan cair atom-atom tidak memiliki susunan teratur
dan selalu mudah bergerak, temperaturnya relatif lebih tinggi
dan memiliki energi yang cukup untuk mudah bergerak.
2. Dengan turunnya temperatur maka energi atom akan semakin
rendah, makin sulit bergerak dan mulai mengatur kedudukannya
relatif terhadap atom lain, mulai membentuk inti kristal pada
tempat yang relatif lebih tinggi.
3. Inti akan menjadi pusat kristalisasi, dengan makin turun
temperatur makin banyak atom yang ikut bergabung dengan inti
yang sudah ada atau membentuk inti baru.
2. Herkristalisasi atau Rekristalisasi
Rekristalisasi merupakan salah satu cara pemurnian zat padat yang
jamak digunakan, dimana zat-zat tersebut atau zat-zat padat tersebut
dilarutkan dalam suatu pelarut kemudian dikristalkan kembali. Cara ini
bergantung pada kelarutan zat dalam pelarut tertentu di kala suhu
diperbesar. Karena konsentrasi total impuriti biasanya lebih kecil dari

Pembuatan Asam Sulfanil dari Anilin 18 MARET 2018


Laporan Praktikum Lab Kimia Organik Teknik Kimia UMJ PTK III - 2018

konsentrasi zat yang dimurnikan, bila dingin, maka konsentrasi impuriti


yang rendah tetapi dalam larutan sementara produk yang berkonsentrasi
tinggi akan mengendap.
Rekristalisasi merupakan metode yang sangat penting untuk pemurnian
komponen larutan organik. Ada tujuh metode dalam rekristalisasi yaitu:
memilih pelarut, melarutkan zat terlarut, menghilangkan warna larutan,
memindahkan zat padat, mengkristalkan larutan, mengumpul dan mencuci
kristal, mengeringkan produknya (hasil).

Kelebihan dan Kekurangan Metode Proses


a. Kelebihan :
1. Kristal yang didapat lebih murni (bentuknya seperti jarum).
2. Dalam metode pengkristalan. Larutannya harus superheated.
0 0
3. Dijaga temperature 180 C - 190 C agar kristal dapat terbentuk saat
diherkristalisasi.
4. Setelah dipanaskan di karbon aktif, larutan di letakkan di saringan
pemanas dan diberi norit agar kristal masih terendap di bawah.
5. Setelah dimasukkan dengan es, kristal mudah terbentuk.
6. Saat Herkristalisasi, pemberian norit yang menghilangkan kotoran
kotoran yang ada sehingga memperoleh kristal yg putih mengkilap
seperti jarum kecil.
b. Kekurangan :
1. Jika suhu tidak dijaga 1800C - 1900C maka tidak akan terbentuk metode
kristalisasi.
2. Jika pengadukan norit tidak merata maka norit akan terbawa saat
pengkristalan warna putih mengkilap yang seharusnya berubah menjadi
warna ungu keputih-putihan.
3. Pemanasan yang terlalu lama akan mengakibatkan kertas saring terbakar
sehingga berat kertas saring berkurang dan hasil rendemen berkurang

Sifat kimia anilin sebagai berikut:


1. Larut pada pelarut organik dengan baik, larut pada air dengan tingkat
kelarutan 3,5 % pada 25 0 C.
2. Anilin adalah basa lemah (Kb = 3,8 x 10 八-10).
3. Halogenasi senyawa anilin dengan brom dalam larutan sangat encer
menghasilkan endapan 2,4,6 tribromanilin; sedangkan halogenasi dengan
klorin menghasilkan trikloroanilin.
4. Anilin beraksi dengan gliserol membentuk quinoline dengan adanya
nitrobenzen dan asam sulfat.
5. Anilin bereaksi dengan hidrogen peroksida dan arctonitril dalam larutan
metanol membentuk azoxybenzene.
6. Hidrogenasi anilin dengan menggunakan brom menghasilkan 2,4,6

Pembuatan Asam Sulfanil dari Anilin 18 MARET 2018


Laporan Praktikum Lab Kimia Organik Teknik Kimia UMJ PTK III - 2018

tribromoanilin.

Sifat fisika anilin sebagai berikut:

1. Berupa zat cair seperti minyak.


2. Sukar larut dalam air.
3. Beracun.
4. Titik didih 184°C.
5. Titik leleh -6°C
6. Berat molekul 93 g/mol.
7. Berat jenis 1.02 g/mL.
8. Indeks bias 1.58.

Sifat fisika asam sulfanil sebagai berikut:


1. Pada suhu kamar berbentuk kristal padat yang berwarna putih.
2. Merupakan golongan asam yang sangat kuat.
3. Memiliki sifat higroskopis yaitu mudah menyerap air untuk masuk ke dalam
molekul-molekulnya.
4. Berat molekul : 173,19 g/mol.
5. Titik cair : 288°C.
6. Titik didih: 172-187°C.
7. Mudah larut dalam air panas dan pelarut polar lainnya.
8. Berbentuk Kristal berwarna putih (dalam keadaan murni).
9. Tidak dapat larut dalam pelarut organik, larut dalam pelarut anorganik.
10. Larut dalam air dingin pada suhu -5°C.
11. Terurai dalam (sebelum mencair pada suhu 300°C, terbentuk pada suhu 180-
190°C).

Sifat kimia asam sulfanil sebagai berikut:

1. Merupakan turunan benzene.


2. Bersifat amfoter.
3. Cenderung merupakan asam sulfat.
4. Dihasilkan dari anilin.
5. Asam kuat berbasa 1 dapat membentuk garam.
Sifat fisika asam sulfat sebagai berikut:

1. Nama sintesis Asam sulfat.


2. Rumus molekul H2 SO4 .
3. Berat molekul 98,078 g/mol.
3
4. Densitas 1,84 g/cm .
5. Titik didih 290°C.

Sifat kimia asam sulfat sebagai berikut:

Pembuatan Asam Sulfanil dari Anilin 18 MARET 2018


Laporan Praktikum Lab Kimia Organik Teknik Kimia UMJ PTK III - 2018

1. Merupakan asam mineral (anorganik) yang kuat.


2. Zat ini larut dalam air pada semua perbandingan.
3. Asam sulfat mempunyai banyak kegunaan dan merupakan salah satu produk
utama industri kimia.
4. Walaupun asam sulfat yang mendekati 100% dapat dibuat, ia akan melepaskan
SO3 pada titik didihnya dan menghasilkan asam 98,3%. Asam sulfat 98%
lebih stabil untuk disimpan dan merupakan bentuk asam sulfat yang paling
umum. Asam sulfat 98% pada umumnya disebut sebagai asam sulfat pekat
(Etna, 2010).
5. Asam sulfat sangat korosif dan reaksi hidrasi dengan air sangat
eksotermis.
6. Selalu tambahkan asam ini ke air untuk mengencerkannya, jangan sekali-kali
menuang air ke dalam asam sulfat. Asam sulfat juga sangat kuat sebagai
dehidrator dan harus dilakukan dengan sangat hati-hati.
7. Sifat korosif asam sulfat dapat merusak benda-benda dari logam, karena
logam akan teroksidasi baik dengan asam sulfat encer maupun pekat (Etna,
2010).
VI. ALAT DAN BAHAN PERCOBAAN
A. ALAT
1. Statif dan klem
2. Beaker glass
3. Erlenmeyer
4. Labu distilasi
5. Bunsen
6. Termometer
7. Kaki tiga
8. Saringan

B. BAHAN
1. Asam sulfat
2. Anilin
3. Air
4. Es
5. Asam sulfonil

VII. RANGKAIAN ALAT PERCOBAAN


Pemanasan menggunakan Oil Bath dan penyaringan menggunan saringan

Pembuatan Asam Sulfanil dari Anilin 18 MARET 2018


Laporan Praktikum Lab Kimia Organik Teknik Kimia UMJ PTK III - 2018

VIII. PROSEDUR KERJA PERCOBAAN


1. 50 gram Asam sulfat dimasukkan dalam 11 gram anilin.
2. Pemberian Asam sulfat sedikit demi sedikit dan selalu dikocok.
o
3. Campuran lalu dipanaskan dalam labu dasar bulat pada suhu 180-190 C dengan
menggunakan oil bath.
4. Pemanasan dilakukan selama ± 4 jam atau sampai bila diambil sedikit dari
campuran itu dan diencerkan dengan air dan dibuat alkalis dengan NaOH
tidak lagi memberikan bau anilin.
5. Setelah pemanasan, campuran dituangkan ke dalam beaker glass berisi 350
cc es.
6. Kristal yang didapat di herkristalisasi dengan menggunakan norit untuk
menghilangkan kotoran-kotoran yang ada.
7. Setelah herkristalisasi akan didapatkan kristal berupa jarum berwarna
putih mengkilap dengan 2 mol air kristal.
8. Hitung rendemen teoritis dari hasil yang didapat.

Pembuatan Asam Sulfanil dari Anilin 18 MARET 2018


IX. DATA PENGAMATAN Cawan
porselin kosong Cawan 70,02 gram 80,05 gram
Laporan Praktikum Lab Kimia Organik Teknik Kimia UMJ PTK III - 2018
porselin + Isi Berat (cawan + isi ) - (cawan kosong)
Kristal
80,05 — 70,02 10,03 gram

X. DATA PERHITUNGAN Anilin


(C6 H5 NH2 ) massa Densitas
(p) 1 1 gram
Berat Molekul (BM) 1,0217 g/ml
V
93 g/mol
11 gram
10,77 ml = 11 ml
1,0217 g/ml

m 11 gram BM 93
Mol ( n ) = 0,11828 mol
g/mol

Asam sulfat (H2SO4)


massa 50 gram
Densitas (p) 1,84 g/ml
Berat Molekul (BM) 98 g/mol
V 50 gram
27,1739 ml = 28 ml
1,84 g/ml

m 50 gram
Mol (n) 0 51021 md
BM= 98§mi = ,

Reaksi yang terjadi:

C6 H5 NH2 + H2 SO4 C6H4NH2SO3H + H2O

m: 0,11828 mol 0,51021 mol b:

0,11828 mol 0,11828 mol 0,11828 mol 0,11828 mol

s: 0 mol 0,39193 mol 0,11828 mol 0,11828 mol

Massa Asam sulfonil teoritis:

Massa Asam Sulfonil = mol x MR

= 0,11828 mol x 173 g/mol =

20,46244 gram

Cawan porselin kosong 70,02 gram

Pembuatan Asam Sulfanil dari Anilin 18 MARET 2018


Laporan Praktikum Lab Kimia Organik Teknik Kimia UMJ PTK III - 2018

Cawan porselin + Isi = 80,05 gram


Berat Kristal = (cawan + isi ) - (cawan kosong)
= 80,05 — 70,02 = 10,03 gram

%Rendemen = X 100 %

Bera

X 100 %

Teoritis
10,03

20,46244
= 49,02 %

XI. PEMBAHASAN
Asam Sulfanilat merupakan turunan dari senyawa sulfonat yang dapat dibuat
melalui reaksi sulfonasi antara anilin dan asam sulfat pekat. Asam sulfanilat
merupakan sumber obat-obatan sulfat yang bersifat sebagai antibacterial agent.
Asam sulfanilat dapat digunakan sebagai katalis dalam industri, dapat
digunakan sebagai bahan pengemulsi (detergen) dan sebagai bahan dasar untuk
pembuatan obat-obatan dalam industri farmasi. Asam sulfanilat berbentuk
kristal padat berwarna putih, memiliki berat molekul 173 gr/mold an terbentuk
pada temperature 180190°C. Reaksi sulfonasi, adalah suatu reaksi substitusi
dimana atom H yang terikat pada cincin benzene disubstitusi oleh gugus
sulfonat (SO3H), yang kemudian menghasilkan produk asam sulfonat dan air.
Percobaan ini bertujuan untuk melakukan reaksi sulfonasi pada senyawa
aromatic, mengetahui cara pembuatan asam sulfanilat secara laboratorium serta
menghitung massa kristal asam sulfanilat yang diperoleh. Pembuatan asam
sulfanilat diperoleh dengan salah satu cara merekasikan Anilin dengan Asam
Sulfat pekat, dimana dalam reaksi tersebut terjadi reaksi substitusi
elektrofolik yang dilakukan oleh SO3H.
Pembuatan asam sulfanilat pada percobaan ini mula-mula larutan anilin yang
berwarna putih dimasukkan ke dalam labu dasar bulat lalu ditambahkan Asam

Pembuatan Asam Sulfanil dari Anilin 18 MARET 2018


Laporan Praktikum Lab Kimia Organik Teknik Kimia UMJ PTK III - 2018

Sulfat. Pemberian asam sulfat ini dilakukan sedikit demi sedikit dan sambil
dikocok, asam sulfat berfungsi sebagai katalis atau mempercepat reaksi.
Kemudian campuran tersebut dipanaskan di atas oil bath dengan temperature 180-
190°C, suhu tersebut selalu dijaga selama ± 2 jam agar proses kristalisasi
dapat terbentuk.
Setelah pemanasan, campuran dituangkan ke dalam beaker glass yang berisi 350
cc es batu. Campuran yang berisi Kristal dan air ini berubah warna menjadi
putih keungu-unguan, proses pendinginan ini bertujuan agar kristal cepat
terbentuk lalu setelah itu campuran yang sudah di dinginkan dipisahan air
dengan kristalnya menggunakan pipet. Setelah air sudah habis lalu diganti
dengan aquadest sejumlah volume yang sama selanjutnya

Pembuatan Asam Sulfanil dari Anilin 18 MARET 2018


Laporan Praktikum Lab Kimia Organik Teknik Kimia UMJ PTK III - 2018

campuran dipanaskan kembali selama 15 menit sampai warna menghitam, tujuan


pemanasan adalah untuk memulai kritalisasi asam sulfanilat karena dengan
adanya pemanasan akan memicu pembentukan inti kristal. Berikutnya larutan
disaring diatas saringan pemanas dengan wadah penampung filtrat berisikan es
batu dengan jumlah yang dengan sebelumnya, es batu ini berfungsi sebagai
pemercepat pembentukan kristal asam sulfanilat dalam kondisi yang dingin pada
campuran.
Kemudian kristal yang terbentuk disaring lagi dengan kertas saring yang sama
namun dalam kondisi suhu ruang dan rendemen filtrate dikeringkan dalam oven
untuk menghilangkan kadar airnya lalu kristal yang diperoleh ditimbang.
Berdasarkan literatur massa teoritis asam sulfanilat yang diperoleh seharusnya
20.46 gram, namun pada percobaan kali ini kristal asam sulfanilat yang didapat
hanya 10.03 gram. Hal ini dikarenakan banyak faktor semisal diantaranya adalah
saat proses pemanasan temperatur yang digunakan pada proses reaksi tidak
optimal, atau proses pengadukan yang tidak homogen, alat yang digunakan tidak
tepat guna, bisa juga karena terlalu lama larutan berada dalam kondisi terbuka
kemudian asam sulfanil mengalami penguapan atau pada proses penyaringan
pertama terlalu banyak kristal yang tertinggal dalam kertas saring sehingga
menyebabkan massa asam sulfanil yang diperoleh sangat sedikit.

XII. KESIMPULAN
Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa :
a. Pembuatan Asam Sulfanilat merupakan gabungan reaksi anilin dan asam
sulfat. Proses pembuatan asam sulfanil ini menggunakan method sulfonasi,
kristalisasi, herkristalisasi kemudian pemanasan, pendinginan, dan
pemijaran.
b. Larutan yang akan dikristalisasi harus jenuh (superheated).
c. Agar kristal terbentuk dengan sempurna proses pemanasan harus dijaga pada
temeperatur 180-190°C.
d. Penambahan karbon aktif pada saat pemanasan akan menghilangkan kotoran-
kotoran sehingga kristal yang terbentuk berwarna putih mengkilap.
e. Rendemen kristal asam sulfanilat yang diperoleh sebesar 10.03 gram.

XIII. DAFTAR PUSTAKA


Fessenden and Fessenden. 1987. Kimia Organik Jilid II, edisi IV. Jakarta;
Erlangga.
http://www.academia.edu/4880656/asam-sulfonil.html (diakses tanggal 23 Maret
2018)
Hart, H., Craine,L.E.,dan Hart, D.J. 2003. Kimia Organik. Erlangga,
Jakarta.

Pembuatan Asam Sulfanil dari Anilin 18 MARET 2018


Laporan Praktikum Lab Kimia Organik Teknik Kimia UMJ PTK III - 2018

XIV. TUGAS
1. Analisa kesalahan dalam praktikum! Berdasarkan literatur massa teoritis
asam sulfanilat yang diperoleh seharusnya 20.46 gram, namun pada percobaan
kali ini kristal asam sulfanilat yang didapat hanya 10.03 gram. Hal ini
dikarenakan banyak faktor semisal diantaranya adalah saat proses pemanasan
temperatur yang digunakan pada proses reaksi tidak optimal, atau proses
pengadukan yang tidak homogen, alat yang digunakan tidak tepat guna, bisa
juga karena terlalu lama larutan berada dalam kondisi terbuka kemudian
asam sulfanil mengalami penguapan atau pada proses penyaringan pertama
terlalu banyak kristal yang tertinggal dalam kertas saring sehingga
menyebabkan massa asam sulfanil yang diperoleh sangat sedikit.
2. Jelaskan metode kristalisasi! Kristalisasi merupakan teknik pemisahan
kimia antara bahan padat-cair, di mana terjadi perpindahan massa (mass
transfer) dari suat zat terlarut (solute) dari cairan larutan ke fase
kristal padat. Syarat kristalisasi larutan jenuh, larutan harus homogen
dan harus ada perubahan suhu.
3. Bagaimana mekanisme pembentukan kristal?
f. Pembentukan Inti
Inti kristal adalah partikel-partikel kecil bahkan sangat kecil yang
dapat terbentuk secara cara memperkecil kristal-kristal yang ada dalam
alat kristalisasi atau dengan menambahkan benih kristal ke dalam
larutan lewat jenuh.
g. Pertumbuhan Kristal
Pertumbuhan kristal merupakan gabungan dari dua proses yaitu :
• Transportasi molekul-molekul atau (ion-ion dari bahan yang akan di
kristalisasikan) dalam larutan kepermukaan kristal dengan cara
difusi. Proses ini berlangsung semakin cepat jika derajat lewat
jenuh dalam larutan semakin besar.
• Penempatan molekul-molekul atau ion-ion pada kisi kristal. Semakin
luas total permukaan kristal, semakin banyak bahan yang di
tempatkan pada kisi kristal persatuan waktu.
4. Apa kegunaan dari bahan berikut dalam praktikum pembuatan asam sulfanilat?
a. H2 SO4

Pembuatan Asam Sulfanil dari Anilin 18 MARET 2018


Laporan Praktikum Lab Kimia Organik Teknik Kimia UMJ PTK III - 2018

Asam sulfat pekat dalam percobaan ini berfungsi sebagai elektrofilik


yang akan menggantikan atom hidrogen pada Anilin.
b. Anilin
Anilin berfungsi sebagai penyumbang senyawa aril (C6H5).
c. Air
Air yang dipanaskan berfungsi sebagai pelarut asam sulfanilat,
karena asam sulfanilat dapat larut dalam air panas.
d. Karbon aktif
Karbon aktif berfungsi sebagai penyerap kotoran yang ada pada
campuran asam sulfonilat.
5. Dalam pembuatan asam sulfanil direaksikan larutan anilin dengan H 2SO4
sebanyak 47 ml, dengan perbandingan 2 : 3 (konversi 83 %). Berapa massa
kristal asam sulfonilat yang dihasilkan?
Dik. H2SO4 = 47 ml
Perbandingan campuran 2 : 3 2/3 dari 47 ml = 31.33 ml
Jadi, Anilin yang dibutuhkan = 31.33 ml
1. Anilin (C6 H5 NH2 ) Volume 31.33 ml
Densitas (p) 1.0217 g/ml
93g/ml
Berat Molekul (BM) m = p x V = 1,0217 g/molx
31,33 ml = 32 gram
Mol (n) m _ 32 gram 0,3441 mol
BM = 93 g/mol
2. Asam sulfat (H2 SO4 )
Volume : 47 ml
Densitas (p) : 1.84 g/ml
Berat Molekul (BM) : 98 gram/mol m = p x V =
1,84 g/ml x 47 ml = 86,48 gram
Mol (n) m 86,48 gram
0,882 mol
BM 98 g/mol

mol bereaksi
3. Konversi (83%) 83%
mol mula-mula
0,3441 mol 0,3441 mol
x
0,2856 mol
0,3441
s: 0,0585 mol 0,5383 mol 0,3441 mol 0,3441 mol

Reaksi yang terjadi:

C6 H5 NH2 + H2 SO4 — C6H4NH2SO3H + H2O

m: 0,3441 mol 0,8824 mol b: 0,2856 mol 0,3441 mol

Pembuatan Asam Sulfanil dari Anilin 18 MARET 2018


Laporan Praktikum Lab Kimia Organik Teknik Kimia UMJ PTK III - 2018

Massa Asam sulfonil teoritis:

Massa Asam Sulfonil = mol x MR

= 0,3441 mol x 173 g/mol = 59,52

gram
6. Hitunglah berapa rendemen yang didapat pada suatu reaksi pembuatan asam

sulfonilat yang menggunakan Anilin 10 g, H 2 SO4 25 g dan


konversi 30 %, jika bobot praktis sesuai yang ada pada data pengamatan.
Jawaban :
1. Anilin (C6 H5 NH2 )
Massa anilin Berat = 1 0 gram =
molekul (BM) 93 g/mol
Mol anilin (n) m 10 gram
0,1075 mol
BM 93 g/mol
2. Asam sulfat (H2 SO4 )
Massa asam sulfat
= 25 gram =
Berat molekul (BM)
Mol asam sulfat (n) 98 g/mol
m 25 gram
0,2551 mol
BM 98
g/mol
mol bereaksi
3. Konversi ( 3 0 % ) =
mol mula-mula

% =丄= _
30 2 3

Reaksi yang terjadi:

C6 H5 NH2 + H2 SO4 ——► C6 H4 NH2 SO3 H + H2 O m: 0,1075 mol 0,2551

mol - -

b: 0,0323 mol 0,0323 mol 0,1075 mol 0,1075 mol

s: 0,0752 mol 0,2228 mol 0,1075 mol 0,1075 mol

Massa Asam sulfonil teoritis:

Massa Asam Sulfonil = mol x MR


0,1075 mol x 173 g/mol = 18,5975 g

%Rendemen =财 ㈣他 x 100 %
at kri血1

Serat Teoritis

10,03
x 100 % = 53,93 %
18,5975

Pembuatan Asam Sulfanil dari Anilin 18 MARET 2018