Anda di halaman 1dari 68

Edisi No.

19/Tahun III/Agustus 2009

a k u n t a n
i n d o n e s i a
mitra dalam perubahan
Harga Rp. 20.000,- (Pulau Jawa)
Rp. 22.500,- (Luar Jawa)

Globalisasi Profesi Akuntansi:


Sudah Dimulai
Bagaimana Menghadapi AFTA/AFAS 2015?
Peran Akuntan dalam Krisis Keuangan
Merger!

desain 19_rabu.indd 1 8/10/2009 11:3:2 AM


ai Visi IAI
a k u n t a n
i n d o n e s i
mitra dalam perubahan

Visi & Misi IAI

Menjadi organisasi terdepan dalam pengembangan pengetahuan dan praktek


akuntansi, manajemen bisnis dan publik yang berorientasi pada etika dan
Misi IAI
a.
a

Memelihara integritas, komitmen, dan kompetensi anggota dalam


pengembangan manajemen bisnis dan publik yang berorientasi pada etika,
tanggungjawab sosial serta lingkungan hidup dalam perspektif nasional dan tanggungjawab, dan lingkungan hidup;
internasional. b. Mengembangkan pengetahuan dan praktek bisnis, keuangan, atestasi, non-
atestasi dan akuntansi bagi masyarakat; dan
c. Berpartisipasi aktif dalam mewujudkan good governance melalui upaya
organisasi yang sah serta dalam perspektif nasional dan internasional.

Dewan Penasehat
Indarto Unti Ludigdo
Drs. Nurdiono, SE., MM., Akt.
Drs. Zaenal Soedjais Ketua Wilayah Lampung
Istini T. Siddharta BPH-KUKK
Drs. Soedarjono Hardy Djamaluddin
Jhonny Darmawan Mirawati Sudjono, Ak., MSc.
Ketua Wilayah Riau
Prof. Dr. Zaki Baridwan, MSc.
Jusuf Halim Bambang Utoyo, Ak.
Eddy Rachman
Drs. Hans Kartikahadi Ketua Wilayah Sulawesi Selatan
Kuswono Soeseno Bramantyo
Prof. Dr. Wahjudi Prakarsa Drs. Herman Karamoy
Sandiaga S. Uno Rakhmat Adi Santosa
Ketua Wilayah Sulawesi Utara
Dewan Pengurus Nasional
Siti Ch Fadjrijah Retno Wulandari
Drs. Endang Irzal, MBA., Ak.
Drs. Ahmadi Hadibroto, MSc. Ketua Wilayah Sumatra Barat
Wahyu Karya Tumakaka Dra. Suhartati Suharso
Ali Darwin, Ak., MSc. Abdul Aziz Nazori
DSAK Ujiani Purnamaningsih
Ketua Wilayah Sumatra Selatan
Drs. Atjeng Sastrawidjaja
Rosita Uli Sinaga KERPPA
Gus Irawan, SE., Ak.
Prof. Dr. Djoko Susanto, MSA. Ketua Wilayah Sumatra Utara
Agus Edy Siregar, SE. Prof. Dr. Indra Wijaya Kusuma, MBA., Ak.
Dr. Ainun Na’im, MBA., Ak.
Dr. Etty Retno Wulandari Dr. Hilda Rossieta
Syafri Adnan Baharuddin, Ak., MBA.
Eddy Rasyid Drs. Indarto
Sunardji, SE., MM.
Liau She Jin Ito Warsito, Ak., MBA.
Dra. Tia Adityasih
Jumadi, SE., Ak., BAP. Dr. Sumarno Zain, MBA., Ak
Dr. Ilya Avianti, SE., MSi., Ak.
Merliyana Syamsul Ketua Wilayah
Drs. Mustofa
Roy Iman Wirahardja M. Hasbuh Aziz
Dr. Suyatno Harun Ketua Wilayah Aceh
Dr. Meidyah Indreswari
Majelis Kehormatan Drs. Anggiat Situmorang, Ak.
Riza Noor Karim Ketua Wilayah Bali
Drs. Kanaka Puradiredja
Budi Susanto Prof. Dr. Indra Wijaya Kusuma., MBA., Ak.
Drs. Safaat Widjajabrata Ketua Wilayah Yogyakarta
Ferdinan D Purba
B. Hartono, SH., SE., Ak., MH. J. Widodo H. Mumpuni
Irsan Gunawan Ketua Wilayah Jakarta
Supriyadi
Ludovicus Sensi Wandabio Drs. Johnson P. Siahaan
VJH. Boentaran Ketua Wilayah Irian Jaya
Saptoto Agustomo
Aep Saefuddin Rizal Tanusi, SE., MM., Ak
Dr. Setiyono Miharjo Ketua Wilayah Jambi
Drs. Eddie M. Gunadi
Komite Etika Roebiandini Soemantri, SE., MSi., Ak.
Dewan Konsultatif Ketua Wilayah Jawa Barat
Agung Nugroho Soedibyo
Herwidayatmo Prof. Dr. Tjiptohadi Sawarjuwono
Wawat Sutanto Ketua Wilayah Jawa Timur
Arif Arryman
Linus M. Setiadi Drs. Aan Adiwisastra
Bambang Setiawan Ketua Wilayah Jawa Tengah
Setiawan Kriswanto
Bambang Subianto Cris Kuntadi, SE., MM., BAP., Ak.
Wiwik Utami Ketua Wilayah Kalimantan Barat
Erry Firmansyah Leo Lendra, MAk., Ak.
Sally Salamah Ketua Wilayah Kalimantan Selatan
Henry Lumban Toruan
Suyatno Harun Drs. Triadi Jatmoko
I Gusti Agung Made Rai Ketua Wilayah Kalimantan Timur
Syarief Basir

desain 19_rabu.indd 2 8/10/2009 11:3:26 AM


ai PENGANTAR REDAKSI
Globalisasi Profesi Akuntansi

Majalah Akuntan Indonesia (AI) edisi ke-19 ini terbit pada bulan Agustus 2009, bulan penuh semangat
perjuangan, baik berjuang melewati krisis keuangan global maupun berjuang menghadapi globalisasi yang
Foto
Penulis

tidak dapat dihindari lagi.

Perjalanan AI mulai edisi pertama sampai dengan edisi ke-18 bukanlah perjalanan mudah, melainkan
perjalanan penuh perjuangan, dan berkat perjuangan Ellya Noorlisyati maka AI tetap eksis sampai
sekarang. Kini, tongkat estafet telah bergulir, regenerasi dimulai, perjuangan harus dilanjutkan. Terima
kasih kepada para pejuang terdahulu, mari dukung para pejuang berikutnya.

AI edisi ke-19 adalah milestone, perjalanan dari satu tahapan ke tahapan berikutnya. AFTA dan AFAS 2015
sudah di depan mata, suka ataupun tidak suka, globalisasi profesi akuntansi sudah dimulai. Para akuntan
Indonesia di berbagai sektor, akuntan publik, akuntan manajemen/ perusahaan, akuntan pendidik,
maupun akuntan pemerintah (auditor eksternal dan/atau internal pemerintah) perlu bergabung agar
dapat berkompetisi dengan akuntan asing. Semoga AI dapat menjadi pemersatu dan penyemangat para
akuntan Indonesia.

Bulan Agustus 2009 akan menjadi bulan perjuangan pula bagi umat Islam, yaitu perjuangan menghadapi
hawa nafsu dan lapar/dahaga selama bulan Ramadhan. Mari kita awali Ramadhan dengan hati yang bersih,
maafkan segala kesalahan, dan bersatu-padu kita berbuat kebaikan.

Dewan Redaksi AI dan seluruh Pengurus IAI mengucapkan selamat membaca AI edisi ke-19 ini, memohon
maaf apabila ada kesalahan, dan selamat menjalankan ibadah puasa bagi umat Islam, serta sukses untuk
kita semua.

Salam
Redaksi

Susunan Redaksi
Pemimpin Umum & Usaha J. Widodo. H. Mumpuni Pemimpin Redaksi Handoko Tomo Redaktur Pelaksana Monalisa Dewan
Redaksi Cris Kuntadi, Sri Penny S, Bagus Rumbogo, Heliantono, Nur Iskandar, M. Yusuf John, Prianto Budi, Ahalik, M. Yasin Mustopa, Rina
Y. Asmara, Duma I. Pasaribu, Florus Daeli, Freddy, Elly Zarni, Sri Yanto, Jan Hoesada SEKRETARIS REDAKSI Imam Basori Marketing Ria
Reporter M., Zubi Mahrofi Sirkulasi Suka

alamat Redaksi Kantor IAI Wilayah Jakarta, Gedung Gajah Blok AE Jl. Dr. Saharjo no.111 Tebet, Jakarta Selatan 12810, Indonesia
telephone 021 837 07344, 8353588 faximile 021 829 0324 email akuntanindonesia@yahoo.com Rekening BCA cabang Tebet
Saharjo A/C No. 092.3009130 a/n IAI Wilayah Jakarta

Opini yang diekspresikan dalam Akuntan Indonesia tidak merepresentasikan pandangan Ikatan Akuntan Indonesia. Ikatan Akuntan Indonesia atau editor tidak bertanggungjawab
atas ketidakakuratan dari pernyataan, opini atau saran yang terdapat dalam tulisan maupun pariwara.

desain 19_rabu.indd 3 8/10/2009 11:3:26 AM


ai
Daftar Isi

KORESPONDEN

Laporan Utama
13
IAI Wilayah Sulawesi Utara
Coco Departement Store
Jl. Dr. Sam Ratulangi No. 458
Tlp 0431-822009
Fax 0431-852963
Akuntan dianggap Berperan Mengawal dan 17 IAI Wilayah Kalimantan Barat
Mencegah Krisis Keuangan, Mengapa? KAP. Sardjono, Budi Sudarnoto
Jl. Purnama No. 168 A
Tlp 0561-763368

IAI Wilayah Riau


Tokoh: Ito Warsito 22 Jl. Durian No. 1F
Samping pemancar TVRI, Labu Baru
Pekanbaru 28291
Kolom Pasar Modal: Tlp 0761-22769

Efficient Market Hypnothesis vs Behavioral Finance 26


Fax 0761-63268

IAI Wilayah Jawa Timur


Bapak Tjiptohadi Sawarjuwono
Info: Jl. Ngabel No. 143 D
Surabaya 60246

Rosita Uli Sinaga sebagai Ketua DSAK yang baru 28 Tlp 031-5021125

IAI Wilayah Jambi


BPKP Perw. Jambi
Peluncuran Standar Akuntansi Syariah dan Standar 32
Jl. HOS Cokrominoto No. 107
Jambi

Akuntansi ETAP Tlp 0741-61682

IAI Wilayah Sumatera Barat


BPKP Perw. Sumatera Barat
Jl. HR. Rasuna Said No. 69
Khas Akuntan: Padang 24114
34 Tlp 0751-33898
Fax 0751-31688
Menyelamatkan Hutan Indonesia dengan Pendekatan
Akuntansi IAI Wilayah Jawa Tengah
BPKP Perw. Jawa Tengah
Jl. Raya Semarang, Kendal Km 12
Semarang 50138
Pengaturan Konsesi Jasa Infrastruktur 38 Tlp 024-8663207

IAI Wilayah DI. Yogyakarta


STIE YKPN Jl. Senturan
Yogyakarta 55281
Opini: Tlp 0274-584321
Hp 0813-28379369 (Awan )

Menyimpanglah dari PSAK 44 email : iaijogja@yahoo.com

IAI Wilayah Jawa Barat


LPAP Widyatama
Konsultasi Sektor Publik 46 Jl. Cikutra No. 204 A
Bandung 40125

Kolom Pajak 50 Tlp. 022-7206713

IAI Wilayah Sumatera Utara

Kolom IFRS 52 Jl. Imam Bonjol No. 18


Medan 20152
Tlp 061-4155100

IAI Wilayah Sumatera Selatan


International 56 Jl. Veteran/Vandi Angsoko I No. 324
Palembang 30125
Tlp 0711-319876
IFAC RECOMMENDATION FOR THE G20 NATIONS
IAI Wilayah Kalimantan Selatan

Selingan 60 BPKP Perw. Kalimantan Selatan


Jl. Jend. Gatot Subroto No. 22
Banjarmasin
Tlp 0511-3251409

IAI Wilayah Kalimantan Timur


Jl. Ir. Hr. Juanda No. 94 Rt.7 Rw.3
Kel. Air Hitam
Samarinda 75124
Tlp 0541-748442

TB Gramedia
TB Gunung Agung
TB Kharisma

desain 19_rabu.indd  8/10/2009 11:3:27 AM


Apa Kata
Mereka ?

Mahasiswa Jurusan Akuntansi Universitas Negeri Jakarta

“Kalau kita buat acara bertema akuntansi, majalah AI harus jadi sponsor kami ya......??”

ai : “maunya.....”

Abriandi, SE, Ak, MM


Koordinator Pendidikan Profesi
Akuntansi (PPA)- STIE SUPRA

“IAI mesti lebih banyak melakukan sosialisasi


akan keberadaan majalah AI, karena banyak para
mahasiswa PPA yang belum berlangganan majalah
ini, padahal isinya sangat membantu menambah
wawasan di bidang akuntansi, apalagi isu yang

ai
dibahas selalu up to date........”

ai : “makasih atas sarannya”

Staff BPK

“kami juga baca”

ai : “hayoo...bacanya di perpustakaan BPK atau sudah

Akuntan Indonesia
berlangganan?”

desain 19_rabu.indd  8/10/2009 11:3:30 AM


ai Berita
prinsip corporate governance OECD,  material.
Audiensi IAI dengan Menteri 3. P
 erlunya pengembangan dan “BPK telah dapat menerima setelah
Keuangan Mengenai G-20 penyebarluasan panduan implementasi Depkeu memberikan dokumen lain yang
Accountancy Summit atas semua standar global yang akan membuktikan bahwa (Notice of Payment),
diadopsi/diterapkan,   misalnya dari IDB yang telah cocok dengan
4. Perlunya dibangun suatu standar data DJPU (Direktorat Jenderal Pengelolaan
Dewan Pengurus Nasional kompetensi internasional bagi pejabat Utang). Konfirmasi yang diperlukan dari
(DPN) Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) keuangan senior yang menangani kreditur lain terkait hal ini, saat ini sedang
melaksanakan audiensi dengan Dr. Sri kepentingan entitas publik. dalam proses,” paparnya.
Mulyani Indrawati, Menteri Keuangan 5. Memperbaiki 1enterprise risk Dikatakan Rahmat, penyebab BPK
Republik Indonesia, Selasa 14 Juli 2009.  management system dan skema memberikan opini disclaimer terhadap
Pertemuan dilaksanakan dalam renumerasi di perusahaan, Laporan Keuangan Pemerintah Pusat
rangka melaporkan rencana kehadiran (LKPP) tahun 2008 bukan disebabkan
6. Melakukan advokasi pelaksanaan model
IAI pada G-20 Summit Accountancy yang oleh outstanding Utang Luar Negeri yang
tata kelola yang berkualitas tinggi
akan dilaksanakan International Federation diragukan kebenarannya.
untuk semua institusi internasional
of Accountants (IFAC) di London pada “Ketika itu, hanya tinggal masalah
yang menetapkan peraturan di bidang
tanggal 23-24 Juli 2009. G-20 Accountancy rekonsiliasi internal Depkeu saja yaitu
keuangan,
Summit dilaksanakan untuk membahas pencocokan catatan data cash flows dari
masukan profesi akuntansi yang akan 7. Mengadopsi Internasional Public
utang di Ditjen Perbendaharaan dengan
Sector Accounting Standards, serta
p e r u b a h a n

disampaikan menjelang pertemuan G data outstanding utang DJPU,” jelasnya.


20 September mendatang dalam rangka Mengakui pentingnya sektor usaha kecil
memperkuat sistem keuangan global.  dan menengah.  
IAI sebagai anggota IFAC yang Saat ini rekonsiliasi sedang
merupakan Negara anggota G-20 berlangsung dan nampaknya tidak akan ada
akan hadir menyampaikan presentasi perbedaan sama sekali.
Depkeu Bantah BPK Soal Pencatatan
pada acara G-20 Accountancy.   “Sedangkan data bunga BA-061
Utang Amburadul
G-20 atau Kelompok 20 ekonomi tentang pembayaran bunga utang dalam
utama adalah kelompok 19 negara dengan LKPP 2007 dan 2008 telah WTP. Dengan
d a l a m

perekonomian besar di dunia ditambah Jakarta - Departemen Keuangan demikian, outstanding utang luar negeri yang
dengan Uni Eropa. Secara resmi G-20 membantah pencatatan utang luar negeri dijadikan dasar pembayaran bunga utang
dinamakan The Group of Twenty (G- tidak benar atau tidak sesuai. Dirjen luar negeri sudah dinilai benar secara resmi
20) Finance Ministers and Central Bank Pengelolaan Utang Depkeu Rahmat oleh pimpinan BPK,” pungkas Rahmat.
Governors atau Kelompok Dua Puluh Waluyanto mengatakan pernyataan Kasubdit Litbang Pemeriksaan
Menteri Keuangan dan Gubernur Bank pencatatan utang luar negeri pemerintah Keuangan dan Kinerja BPK Bachtiar Arif
m i t r a

Sentral. Kelompok ini dibentuk tahun diragukan dari BPK menyimpang dari sebelumnya menyatakan, BPK meragukan
1999 sebagai forum yang secara sistematis keputusan Pimpinan BPK. jumlah utang luar negeri pemerintah.
menghimpun kekuatan-kekuatan ekonomi Dalam suratnya tanggal 24 Juni,
maju dan berkembang untuk membahas isu- BPK menyampaikan bahwa LHP (Laporan
isu penting perekonomian dunia. KTT G-20 Subsidi BBM dan Elpiji APBNP 2009
Hasil Pemeriksaan) atas Laporan Keuangan
dilangsungkan pada 2-4 April di London. Disepakati Turun Rp 5,213 T
BA/Bagian Anggaran 096 tentang
Tujuannya adalah membahas tindakan agar pembayaran pokok utang luar negeri tanggal
ekonomi global cepat keluar dari krisis.  31 Desember 2008, telah disajikan secara Jakarta - Besaran subsidi BBM dan
Dalam pertemuan di London wajar dalam semua hal yang material sesuai elpiji dalam APBN-P 2009 disepakati turun
tersebut, terdapat rekomendasi yang terkait SAP atau WTP/wajar tanpa pengecualian. menjadi Rp 52,392 triliun dari sebelumnya
dengan dunia akuntansi antara lain perlunya “Artinya, jumlah outstanding utang Rp 57,605 triliun di APBN 2009 atau turun
suatu standar akuntansi internasional yang luar negeri yang menjadi dasar pembayaran Rp 5,213 triliun.
berlaku secara global untuk meningkatkan pokok utang luar negeri sudah benar,” Hal ini disampaikan oleh Wakil
transparansi dan akuntabilitas.  tuturnya kepada wartawan di Jakarta pekan Ketua Panitia Anggaran DPR Suharso
IFAC sendiri telah menyampaikan lalu. Monoarfa dalam rapat kerja dengan Menteri
8 butir rekomendasi untuk merespons Keuangan dan Bank Indonesia di Gedung
Rahmat mengatakan, memang
working Group 1 G-20 yaitu: DPR, Senayan, Jakarta pekan lalu.
terdapat tiga pinjaman yang masih dalam
1. Perlunya adopsi International Standards rekonsiliasi (dari 110 kreditur), yaitu IDB, “Dalam subsidi BBM dan elpiji telah
on Auditing, Belgia, dan CIDA, yang jumlahnya tidak diperhitungkan carry over sebesar Rp 2,926
2. Mengadopsi dan mengimplementasikan

MAJALAH AKUNTAN INDONESIA




desain 19_rabu.indd 6 8/10/2009 11:3:30 AM


ai
triliun ke tahun 2010,” ujarnya. yang memiliki gelar Strata 1 (sarjana)/
Secara keseluruhan subsidi energi Diploma IV (D-IV) untuk jurusan apapun
dalam RAPBN-P 2009 disepakati turun tanpa kecuali.
Ujian Sertifikasi Akuntansi Syariah
menjadi Rp 99,938 triliun dari Rp 103,568 Digelar Pada ujian kali ini, jumlah peserta
triliun di APBN 2009 dengan rincian : tingkat elementary sebanyak 66 orang,
Subsidi BBM dan elpiji turun dari Rp 57,605 sedangkan tingkat intermediate berjumlah
JAKARTA - Ikatan Akuntan 26 orang yang memiliki latar belakang
triliun menjadi Rp 52,392 triliun.
Indonesia (IAI) menggelar Ujian Sertifikasi pendidikan dan profesi yang beragam, yaitu
Subsidi listrik turun dari Rp 45,963 triliun Akuntansi Syariah (USAS) serentak di tiga berasal dari kalangan perbankan, asuransi,
menjadi Rp 47,546 triliun. wilayah, yaitu Jakarta, Yogyakarta, serta akademisi, akuntan publik, serta praktisi
“Dalam subsidi listrik telah Surabaya. lembaga keuangan syariah lainnya.
diperhitungkan carry over sebesar Rp 8,36 USAS merupakan ujian pertama
triliun ke tahun 2010 dengan marjin yang dan satu-satunya yang diselenggarakan di
diperlukan untuk memenuhi kebutuhan Indonesia untuk mengukur kemampuan atau
pendanaan investasi PLN. Pembayaran kompetensi peserta terhadap pemahaman PENDIDIKAN SAHAM BAIKNYA
subsidi energi sesuai dengan realisasi,” ilmu akuntansi syariah. DI PERKENALKAN SEJAK SD
tuturnya.
“USAS merupakan suatu strategi
pengembangan keilmuan dan keahlian Pengetahuan mengenai saham
akuntansi syariah dalam rangka penyesuaian sebaiknya mulai diperkenalkan di sekolah

p e r u b a h a n
Jelang Puasa, Pemerintah Kembali dengan perkembangan ekonomi syariah di dasar (SD) agar ada ketertarikan sehingga
Gelar Pasar Murah Sembako Indonesia,” sebut keterangan tertulis yang ketika dewasa tak asing lagi dengan dunia
dikirim IAI, Jakarta pekan lalu. pasar modal. Demikian dikatakan Dirut I-
Dewasa ini pertumbuhan lembaga Capital Internasional Lucky Bayu Purnomo
Jakarta - Pemerintah akan kembali di Jakarta, pekan lalu.
syariah terus menunjukkan peningkatan yang
menggelar pasar murah untuk produk-
pesat dan menjanjikan prospek yang cerah di “Untuk anak SD, pelajaran pasar
produk kebutuhan pokok. Pergelaran pasar
masa datang. Hal itu dapat dibuktikan bahwa modal mungkin masih agak sulit, tetapi
murah ini bertujuan untuk meringankan
saat ini perbankan syariah dan produk- tidak menutup kemungkinan karena anak
beban belanja masyarakat saat memasuki
produknya telah beredar luas di masyarakat. zaman sekarang sudah pintar-pintar seiring
bulan puasa dan lebaran mendatang.

d a l a m
Asuransi syariah serta reksadana syariah perkembangan teknologi. Karena di luar
Direktur Bina Pasar Ditjen juga sudah mulai bermunculan, ditambah negeri itu pasar modal sudah diperkenalkan
Perdagangan Dalam Negeri Departemen dengan munculnya indeks syariah. sejak dini, kita contoh kesana,” katanya.
Perdagangan Jimmy Bela mengatakan
“IAI sebagai satu-satunya Menurut dia, praktisi saham dapat
pihaknya telah mendorong para dinas
organisasi profesi yang memiliki mandat dan menjadi guru tamu di sekolah dasar atau SMP
perindustrian dan perdagangan di daerah

m i t r a
kewenangan menetapkan standar akuntansi untuk mengenalkan pasar saham, sehingga
untuk melaksanakan pasar murah.
syariah merasa sangat berkewajiban dalam pada saat murid menjadi mahasiswa sudah
“Yang akan melaksanakan Dinas mengantisipasi tuntutan perkembangan dapat menganalisanya.
Perindag masing-masing daerah,” kata Jimmy dunia usaha berbasis syariah dengan Perkembangan pasar modal di suatu
saat ditemui di kantor Kadin, Jakarta pekan mencetak tenaga-tenaga profesional yang negara mencerminkan perekonomian negara
lalu. handal di bidang akuntansi syariah,” urai tersebut. Di negara yang ekonominya sudah
Ia juga menegaskan, operasi pasar IAI. maju, pasti pasar saham dan pasar uangnya
belum diperlukan menghadapi harga gula USAS dapat dijadikan alat ukur maju, seperti di Amerika,” tuturnya.
yang sekarang ini relatif tinggi. Yang perlu standar kualitas bagi lembaga atau institusi Direktur Pengembangan Usaha
dipertimbangkan baru sebatas pasar murah yang ingin mendapatkan SDM, serta dijadikan BEI, Frederica Widyasari Dewi mengatakan,
yang bukan hanya mencakup gula tapi juga persyaratan untuk memasuki bidang profesi Bursa Efek Indonesia (BEI) berencana
produk lainnya. tertentu yang bergerak di bidang akuntansi memberikan program pendidikan pasar
“Kalau ada operasi pasar justru syariah. modal ke dalam kurikulum pendidikan
akan memancing pasar,” kilahnya. Peserta yang berhasil lulus Sekolah Menengah Umum (SMU).
Dikatakannya masalah harga gula menempuh seluruh mata ujian USAS Selama ini, pengenalan masyarakat
yang saat ini masih dianggap tinggi, sejatinya yaitu mulai dari tingkat elementary, terhadap pasar modal sangat minim,
sudah turun karena harga ditingkat lelang intermediate, dan tingkat advance nantinya katanya.
sudah mencapai Rp 6.300 per kg, artinya akan menyandang gelas “SAS” (Sertifikasi
Frederica menambahkan, dalam
jika di tingkat konsumen hanya berada di Akuntansi Syariah).
rangka menggaet 2 juta investor dari rata-
kisaran Rp 7.300 per kg. USAS dapat diikuti oleh seseorang rata penduduk Indonesia dalam tiga tahun ke

MAJALAH AKUNTAN INDONESIA 

desain 19_rabu.indd 7 8/10/2009 11:3:31 AM


ai Berita
depan, pihak bursa efek sedang menggalang pada 25 Juli mendatang. “Setelah itu, baru institute, CIMA offers an internationally
kerjasama dengan Departemen Pendidikan menunggu hasil audit untuk diumumkan ke recognised qualification in management
dan Kebudayaan. masyarakat,” katanya. accountancy and has 171,000 members and
“Target awal pendidikan pasar students in 165 countries. CIMA’s professional
modal ini akan dimasukan ke dalam kurikum qualification is highly relevant to today’s fast-
IAI Goes to Campus STEKPI
SMU. Pertimbangan masuk ke dalam paced business environment and equips its
IAI Wilayah Jakarta kali ini menjadi media members to work anywhere in the world.
kurikum SMU agar anak didik diberi bekal
partner acara Creative Accounting VS Tax
dan mengenal seluk-beluk pasar modal CIMA also offers a Certificate in
Planning di STEKTPI, acara seminar ini
dengan lebih baik. Dengan itu pasar modal Islamic Finance, which counts HSBC Amanah
dibawakan oleh Dr. Jan Hoesada dan Prianto
akan semakin di kenal masyarakat bawah,” as its supporting partner. It believes that this
Budi S. Yang mempresentasikan company
kata Frederica. will be of particular interest as Indonesia leads
profile IAI adalah Ahmad Ishomuddin salah
in this area.
satu Manajemen Eksekutif IAI.
Andrew Harding, CIMA Director,
said, ““Indonesia is a dynamic country
10 Akuntan Publik Ikuti Tender
that is growing in prosperity and has strong
Untuk Audit Dana Kampanye
economic prospects. CIMA sees Indonesia
as an important economy, and as such we
JAMBI - Sebanyak sepuluh kantor are delighted to be signing a Memorandum
akuntan publik (KAP) mengikuti tender of Understanding with the Institut Akuntan
p e r u b a h a n

di KPUD Provinsi Jambi untuk mengaudit Manajemen Indonesia today.


laporan penerimaan dan pengeluaraan dana “By entering into the MoU, CIMA
kampanye Pilpres 2009 di Kota Jambi. Dari aims to meet the needs of local employers,
sepuluh KAP, hanya tiga yang akan ditunjuk. members and students. We further wish to
Ketua Panitia Pengadaan Barang offer our support to reforms in the tertiary
dan Jasa Sekretariat KPUD Provinsi Jambi education sector that are being led by the
Indiarto Priadi mengatakan, ada sepuluh CIMA joins forces with IAMI in Indonesia to Director General of Higher Education under the
KAP yang telah mendaftarkan diri. meet global business needs
Ministry of National Education, Indonesia.
Menurut rencana sepuluh KAP “CIMA compliments the Ministry
d a l a m

itu akan diseleksi menjadi tiga dan ditunjuk The prestigious international of National Education, Indonesia, in its
untuk mengaudit dana kampanye. “Siang professional body CIMA (Chartered Institute determination to upgrade the levels of both
nanti sepuluh KAP kita kumpulkan, mudah- of Management Accountants) will today (3 its vocational and tertiary education sectors
mudahan bisa langsung dipastikan,” ujarnya June 2009) make its presence felt in Indonesia to be on a par with, not only its neighbouring
di kantor KPUD Provinsi Jambi. by signing a Memorandum of Understanding countries, but also with the rest of the world”.
m i t r a

Terpisah, KPUD provinsi Jambi (MoU) with the Institut Akuntan Manajemen
Among various educational
kemarin juga menggelar pertemuan dengan Indonesia (IAMI). The signing ceremony will
developments being proposed, the Ministry of
tim kampanye daerah (kamda) Provinsi take place today at the Grand Melia Hotel in
National Education in Indonesia is planning to
Jambi. Pertemuan itu merupakan bagian dari Jakarta, Indonesia.
reserve certain tertiary level courses for those
bimbingan dan teknis yang diberikan dalam The signing of the MoU between with a master’s degree. In the United Kingdom,
pelaporan dana kampanye ke KPUD. these two important institutes represents a the CIMA qualification is recognised in both the
Pertemuan dihadiri tiga tim significant collaboration, coming at a time when public and private sector as equivalent to
kampanye cawapres di Provinsi Jambi. there is an increasing need for international
a master’s degree.
finance and management professionals in
Sesuai Peraturan KPU Nomor
Indonesia and throughout the Asia-Pacific
50 Tahun 2009, Pokja Kampanye KPUD
region. The partnership reflects both parties’
Provinsi Jambi Azhar Mulia mengatakan,
desire to promote management accountancy
penyampaian laporan dana kampanye
and support sustainable business and careers
diserahkan ke KPP paling lambat 14 hari
in Indonesia.
setelah tanggal masa kampanye berakhir.
“Masa akhir kampanye 4 Juli, berarti batas Through their collaboration, CIMA
akhirnya 18 Juli,” ujarnya. and the IAMI will work to further develop the
profession in Indonesia by providing the finance
Selain itu, penyampaian laporan ke
and management skills needed to help drive
kantor akuntan publik paling lambat tujuh hari
this important economic market forward.
setelah KPUD menerima laporan. Dengan
demikian, KPUD wajib menyerahkannya As the leading global professional

MAJALAH AKUNTAN INDONESIA




desain 19_rabu.indd 8 8/10/2009 11:3:33 AM


desain 19_rabu.indd 9 8/10/2009 11:3:3 AM
Reuni
“Lulusan terbaik Pendidikan Profesi Akuntansi (PPA) UI angkatan
pertama ini adalah Learning Partner di Kantor Akuntan Publik
Osman Bing Satrio & Rekan, member dari Deloitte sejak tahun
2005-sekarang. Beliau berhasil lulus dalam ujian CIA dan CPA hanya
dalam satu kali ujian di tahun 2004, tidak heran apabila program
PPA dan Magister Akuntansi UI dan Trisakti mempercayakan
beliau sebagai salah satu dosen andalannya. Pak Djoko (begitu
panggilannya) juga aktif di IAI sebagai anggota Dewan Standar
Profesi Akuntan Publik serta anggota Badan Review Mutu dan
masih banyak lagi keikutsertaan beliau di kegiatan profesi akuntan.
Harapan beliau :  Agar lebih banyak lagi lulusan jurusan Akuntansi
yang mengambil program pendidikan profesi dan mengikuti ujian
sertifikasi profesi agar kualitas akuntan Indonesia dapat meningkat
dalam menghadapi era globalisasi akuntansi dan audit”t

T h eo d o r u s D j o ko Sutrisno, SE, Ak, MM, CIA, CPA

“Biasa dipanggil pak Sinar, beliau adalah partner di Kantor


Akuntan Publik  Noor Salim, Nursehan &   Sinarahardja dan
Kantor Konsultan Pajak Sinarahardja. Bersama para rekan yang
lain, selain beroperasi di Jakarta , kantor konsultan pajak beliau
juga beroperasi di Cirebon guna memenuhi permintaan akan
jasa perpajakan di daerah selain memang Cirebon adalah tanah
kelahiran beliau. Pak Sinar juga merupakan salah satu pendiri
Pendidikan Profesi Akuntansi (PPA) STIE SUPRA Jakarta dan
beliau aktif mengajar sampai sekarang. Pak Sinar adalah alumni
jurusan akuntansi universitas Gadjah Mada tahun 1988”  Pesan
beliau : “Program PPA dan Ujian Sertifikasi Akuntan Publik jangan
dianggap suatu hambatan, tetapi pandanglah sebagai suatu ujian
yang akan meningkatkan mutu akuntan Indonesia”

Drs. Sinarahardja Djana, Ak, CPA. MM, BKP


ai
10

desain 19_rabu.indd 10 8/10/2009 11:3:3 AM


Reuni
Pak Eddy adalah sosok yang memiliki jiwa kewirausahaan
yang sangat kuat. Beliau adalah pengusaha muda di banyak
bidang, mulai dari bidang konsultan pajak dan keuangan, hotel
dan apartemen, jasa otomotif, kuliner, dsb. Beliau adalah lulusan
STAN di bidang spesialisasi perpajakan dan saat ini beliau sedang
menempuh Magister Akuntansi di Universitas Mercu Buana.
Sebelumnya beliau adalah pegawai Direktorat Jenderal Pajak yang
mengajukan pengunduran resmi sejak Maret 2009 untuk lebih
berkonsentrasi pada usahanya. Di dunia konsultan pajak, banyak
perusahaan ternama menjadi klien pak Eddy, selain itu beliau juga
aktif mengajar di IAI dalam bidang perpajakan sejak tahun 2002
sampai sekarang, dan menjadi trainer di beberapa institusi dan
perguruan tinggi. Motto hidup beliau : Semuanya bisa dilakukan
sepanjang mau berusaha dan siap keringatan!!

Eddy Faisal, SE
A

Ibu Ratna memulai karir di Kantor Akuntan Publik SGV Utomo dan berlanjut ke Niaga Factoring Corporation. Kemudian
sejak tahun 1993 berkecimpung di dunia pendidikan di bidang akuntansi. Dunia pendidikan menjadi pilihan karena pendidikan
merupakan bagian dari pembentukan diri menuju kematangan berpikir dan pembentukan sikap profesional. Hal ini tidaklah
mudah, karena mendidik mahasiswa tidak hanya di dalam kelas, tetapi dibutuhkan pengalaman profesional dan konsistensi antara
apa yang diajarkan dengan tindakan nyata yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.

Awal tahun 2008 alumnus dari Universitas Trisakti dan Magister Akuntansi Universitas Indonesia ini, bergabung dengan
Universitas Multimedia Nusantara (UMN) sebagai bagian dari Kompas
Gramedia yang memiliki motto dan nilai yang sejalan dengan prinsip
dan nilai yang diyakini Ratnawati Kurnia yaitu ‘Excellent Career begins
with Excellent Education’. Sebagai Ketua Program Studi Akuntansi
UMN, Ratnawati Kurnia bersama seluruh jajaran dosen sedang
mempersiapkan mahasiswa untuk menjadi Sarjana Ekonomi di bidang
Akuntansi yang profesional dan mampu menguasai aplikasi ICT
terkait dengan akuntansi, sekaligus mampu memanfaatkan ICT untuk
solusi akuntansi. Seperti yang kita ketahui bersama bahwa di era
ICT (Information and Communication Technology) dan multimedia,
kehadiran Akuntan yang memiliki kemampuan dan memahami ICT
sangat diperlukan.

Dra. Ratnawati Kurnia, Ak, M.Si, CPA


ai
11

desain 19_rabu.indd 11 8/10/2009 11:3:3 AM


FOTO

ai ai 12

desain 19_rabu.indd 12
12

8/10/2009 11:3:37 AM
Globalisasi profesi akuntansi di mata Mustofa:

Membesarkan yang kecil,

memperbanyak yang besar


Jika ada yang bertanya, siapa mantan Brawijaya. yang tidak akan mudah bagi mereka untuk
akuntan publik yang bernama Mustofa? Meskipun sudah menjadi mantan membuka KAP di sini.
Mungkin banyak orang yang sudah tahu, akuntan publik, Mustofa masih peduli
khususnya di kalangan para akuntan publik. dengan pengembangan profesi akuntan Ayo bergabung (merger)!
Namun, jika ada yang masih bertanya- publik. Sekitar dua bulan yang lalu IAI
tanya, cobalah dilanjutkan dengan informasi Dari 400-an KAP dalam buku
Wilayah Jakarta dan Majalah Akuntan
bahwa sekarang yang bersangkutan menjadi Directory KAP, Mustofa mendapatkan KAP
Indonesia mengundang KAP-KAP untuk
anggota Dewan Pengurus Nasional (DPN) yang partner-nya 4 sampai 9 hanya ada 30-
berdiskusi atau berbincang-bincang, berbagi

p e r u b a h a n
Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) dan telah an KAP. Sedangkan KAP yang partner-nya
pengalaman dengan Mustofa, bertempat di
aktif di IAI selama 30 tahun. Jika masih 10 orang atau lebih hanya ada 6 KAP.
Graha Akuntan, Kantor Pusat IAI. Sayang,
belum jelas juga, cobalah dilanjutkan bahwa hanya sedikit KAP yang hadir, sedangkan Mengapa Mustofa mengelompokkan
yang bersangkutan adalah salah satu pendiri materinya sangat menarik. Berikut ini KAP yang rekannya (partner) 4 orang atau
dan mantan managing partner KAP HTM, laporan singkatnya. lebih? Alasannya, dengan 4 orang partner
sebuah Kantor Akuntan Publik (KAP) besar atau lebih, maka manajemen bisa jalan lebih
di Indonesia, dan sangat terkenal selama baik, asalkan tidak one man show. Namun,
bertahun-tahun (masuk dalam kelompok AFTA dan AFAS 2015 ada yang tidak mau lebih dari 4 orang, atau
the big six yang kemudian menjadi the Asean Free Trade Area (AFTA) akan jika lebih dari 4 pun yang lainnya khawatir

d a l a m
big four). Nah, tanpa harus menjelaskan berlaku penuh pada tahun 2015, dan sesuai hanya dianggap sebagai “kacung”.
lagi singkatan HTM maka banyak orang dengan ASEAN Framework Agreement Selanjutnya, Mustofa membagi lagi,
mengetahui bahwa huruf M dalam akronim on Services (AFAS) maka tidak akan ada yaitu 20-an KAP berafiliasi asing, sedangkan
HTM adalah Mustofa. hambatan lagi bagi para akuntan untuk sisanya tidak berafiliasi asing.
Sekarang, Mustofa komisaris berpraktik secara lintas ASEAN.
Betapa sulit mencari akuntan

m i t r a
utama dan komisaris independen beberapa Bagaimana pandangan Mustofa publik yang handal. Balik lagi ke KAP yang
perusahaan publik dan penasehat keuangan terhadap hal ini? Jawabannya adalah jangan besar (the big six lalu menjadi the big four).
group perusahaan. Menjadi anggota Badan terlalu kuatir. Alasannya sebagai berikut: Contohnya, ada bank terkemuka yang
Arbitrase Nasional Indonesia sejak 2007, Pertama, partner asing yang kita kesulitan mencari KAP pengganti karena
anggota DPN IAI (2006-2010), dan aktif pakai namanya sekarang, selama saling yang bisa dan mau hanya satu. Sedangkan
di IAI mulai ketua Cabang Jawa Timur, menguntungkan maka partner asing tersebut KAP lainnya meskipun bisa tetapi tidak mau,
sekretaris umum/sekjen pengurus pusat tidak akan mencari yang lain, meskipun atau ada KAP yang sebenarnya tidak bisa
IAI periode sebelumnya, serta aktif di ada kesempatan membuka KAP sendiri, tetapi mau.
kompartemen Akuntan Publik (sebelum maka tidak akan dilakukannya. Mereka juga Mustofa berprinsip bahwa besar itu
IAPI) sebagai anggota BP2AP, dan pernah mempunyai etika. indah dan kaya. Jika besar maka opportunity-
memimpin Majalah Media Akuntansi periode
Kedua, menuju tahun 2015, tahun nya besar. Jika kecil maka opportunity-nya
sebelum Majalah Akuntansi Indonesia.
ini masa krisis dan krisis masih panjang, pun kecil.
Mustofa sebelumnya juga aktif di dunia
sehingga tidak mudah bagi mereka membuka Mustofa memulai kantor sendirian
pendidikan sebagai dosen di Universitas
KAP di sini. di Jawa Timur dengan kepemilikan 100%.
Airlangga dan Universitas Brawijaya, dan
pernah menjabat Ketua Jurusan dan Direktur Ketiga, seandainya mereka mau Kemudian, bergabunglah Surya dan Toni,
Pusat Pengembangan Akuntansi Universitas membuka KAP sendiri, maka ada aturan dan dalam partnership maka kepemilikan

ai
13

desain 19_rabu.indd 13 8/10/2009 11:3:39 AM


Mustofa 40%, Surya 30% dan Toni 30%. mental, dan yang tidak suka akan mental semangat bagi Mustofa.
Selanjutnya, masuk satu orang partner pula. Seberapa besar yang mental, maka Yang ketiga adalah modal. Modal
lagi, dan kepemilikan 25% sama rata. Cara kemudian terjadi melting. di sini tidak harus uang, tetapi bisa pula
berpikir Mustofa Jika kepemilikan menjadi Yang harus dihindari adalah teman, network. Contoh, saat Mustofa
40% dan laba bersih menjadi 4M maka klien tergantung kepada individu. Kalau memulai bisnis bersama dalam MTS dan
haknya akan 1,6M dan bila kepemilikan individunya pergi maka kliennya juga pergi. tidak mempunyai banyak uang, maka para
25% dan laba bersih naik lagi menjadi 10M Klien harus tergantung kepada firm bukan partner menyerahkan 4 BPKB kendaraan
maka haknya dengan 25% akan menjadi kepada individu. untuk dijadikan modal, sebagai jaminan,
2,5M. jadi apa artinya 100%, 40%, dan dan dapat menyewa kantor yang sewanya
Pandangan yang sempit adalah ini
25%? Kenapa tidak bisa rela jika teman bisa dibayar dengan pekerjaan sistem. Setelah
punyaku. Membuat program bersama itu
mendapat banyak pula? Mustofa diingatkan setahun BPKB dikembalikan, tanpa pernah
sulit karena pandangannya hanya untuk
bahwa jika tidak mempunyai afiliasi asing setor modal.
kepentingan saya, bukan firm. Berpikirlah
maka kelasnya beda. Setelah dengan
sebagai pedagang, kalau menguntungkan Yang keempat adalah berani
Deloitte, maka KAP HTM menjadi besar,
mengapa tidak. Harusnya, terasnya satu, berinvestasi, yaitu membeli sistem, dan
dan kepemilikan Mustofa masih di atas 10%
dapurnya satu. Janganlah terasnya satu membayar manusia secara pantas.
tetapi pendapatannya lebih besar lagi.
tetapi dapurnya banyak, sendiri-sendiri. Yang kelima adalah mau berbagi,
Dalam sepuluh tahun terakhir,
Misal, saling menghargai dan tetapi merger. 2 + 2 + 2 misalnya tidak harus
Mustofa kampanye untuk merger. Manusia
bersepakat dalam empat tahun ke depan menghasilkan 6, melainkan hasilnya harus
tidak bisa super sendirian.
secara gradual dikurangi saham masing- bisa menjadi 10.
masing untuk mencapai kesetaraan bersama, Selanjutnya membangun kepercayaan.
KAP telah merger tapi dapur masing- akhirnya kepemilikan masing-masing sama Bagaimana teman percaya kepada kita?
masing yaitu 25%. Percaya ada beberapa unsur, yaitu: (1)
p e r u b a h a n

Cukup banyak akuntan publik yang Yang menjadi penghambat adalah percaya bahwa kita mampu, (2) kita
bergabung (merger) tetapi masing-masing pikiran dari dulu ”aku yang paling besar”. dipakai klien adalah memberi manfaat bagi
mempunyai “dapur” sendiri. Ukurannya dari dulu, bukan dari sekarang. klien, tidak menjadi beban saja, (3) saling
Menurut Mustofa, sifat negatif Perannya masing-masing bagaimana? perhatian. Ada beberapa tipe klien, yaitu
paling mendasar manusia adalah egois, Seharusnya dari dulu gimana dan mulai ada klien yang tergantung, ada apa-apa
tidak mau sharing. Tidak ada crossing sekarang bagaimana perannya masing- tanya, dan kita tugaskan manager yang full
yang lebih bermanfaat terhadap tingkat masing. Mustofa lebih suka perannya sedikit in charge untuknya dan tagihan kita jalan
ketergantungan. Ada yang namanya diganti (karena dibagi-bagi perannya) tapi hasilnya terus, tetapi ada pula tipe klien yang hanya
saja tidak mau. Ada yang lebih egois lagi, banyak. menjadikan kita tempat bertanya tetapi
tidak memberikan pekerjaan.
d a l a m

tidak mau jika namanya digandeng nama


orang lain. Ini menghambat kemajuannya Kiat-kiat membesarkan KAP Untuk partnership harus ada
sendiri. beberapa tipe orang. Jika semua sukanya
Untuk membesarkan KAP, Mustofa
Pertama egonya tinggi karena di dalam atau semuanya tipe keluar, maka
membagi dalam beberapa elemen atau
merasa lebih hebat, tidak mau dibagi. Kedua, repot. Jika semuanya suka keluar maka
kriteria. Pertama adalah niat. Akuntan Publik
sangat yakin dengan dirinya sendiri dan tidak manajemen di dalam bisa ketinggalan.
m i t r a

yang menjadi Pemimpin KAP dan masuk ke


mau kehilangan. bisnis, niatnya bagaimana. Niatnya sekedar
Pada saat berhenti dari HTM dan buka praktek, seperti praktek dokter, atau Bagaimana me-manage-nya?
nama Mustofa terkenal, jika memakai nama niatnya bahwa firm harus di-manage secara Untuk menghilangkan “dapur masing-
Mustofa maka rugi sendiri, karena aturan modern dan menjadi besar. Kalau niatnya masing” maka yang paling keras pegang
Deloitte tidak memperbolehkan menjabat hanya berpraktek akuntan publik dan lainnya dapurnya sendiri harus diberi banyak klien
komisaris dimana pun, dan tidak boleh tidak, maka yang terjadi apa adanya saja, yang lain, agar dapurnya dilepas. Bicarakan
punya bisnis apapun. Sekarang, Mustofa artinya hanya sekelas itu, punya pendapatan dengan target tertentu, misal dalam tiga
tidak dicantumkan lagi namanya di KAP, ratusan juta sampai sepuluh milyar Rupiah, tahun tidak boleh ada lagi dapur sendiri-
tetapi Mustofa masih mendapatkan bagian, tetapi tidak mungkin bisa mencapai ratusan sendiri.
bisa menjadi komisaris, dan bisa memiliki milyar Rupiah.
Jangan segan menilai keberhasilan
bisnis. Yang kedua, semangatnya ada/ dan kegagalan partner. Misal, targetnya
Pada saat bergabung (merger), tidak. Tanpa semangat maka hanyalah naik 30%. Untuk mencapai target tersebut
“dapur” sendiri-sendiri kita bongkar, kita mimpi. Contoh, pada saat Mustofa naik jalannya bagaimana? Misal, targetnya adalah
jadikan satu dapur. Pertama, manajer yang pesawat pada tahun 1980-an, ditanya teman, klien, ini ada sekeranjang target, yang bisa
menangani “dapur” diganti, maka risikonya “omsetmu berapa, bisa seratus milyar kamu ambil yang mana? Contact-nya dengan
ada manajer yang tidak kuat dan akan tidak?” Pertanyaan tersebut menimbulkan

ai
14 L aporan Uta m a

desain 19_rabu.indd 1 8/10/2009 11:3:39 AM


yang terbaru apa saja.
Diperlukan pula risk
management. Risiko
yang terjadi karena salah
pekerjaan. Misal, dari awal
terima klien adalah klien
berisiko, yaitu perusahaan
listed (Tbk), perbankan,
dana pensiun, perusahaan
sekuritas, dan tambang. Risk
manager melakukan review
dan sampai okay barulah
mengirim proposal. Dalam
proses audit di-review pula
risk-nya.
Gandengan risk
management ini adalah
quality control. Ada yang
menjadikan satu ada pula
yang memisahkannya.
Qualty control terutama
memberikan approval
laporan audit bisa terbit/

p e r u b a h a n
keluar. Dilihat dari kepatuhan
terhadap standar akuntansi,
kelengkapan kertas kerja,
siapa? Kamu cocoknya bergaul dengan siapa terlalu murah maka jasa audit tidak lebih kelayakan laporan, dan
(klien kelompok Jepang, oriental, dan lain- mahal dari jasa pijat refleksi. opini. Jika firm-nya masih kecil, maka review
lain)? Selain target pendapatan, harus ini bisa dilakukan oleh partner lainnya. Yang
Tahapan dibuat detail, yaitu dibuat jadwal training tahunan, berapa penting jangan ada kecurigaan, “wah gue
berkunjung, bersedia menjadi auditor, banyak dilakukan internal dan berapa habis nanti sama dia.” Understanding-nya
membuat proposal, dan seterusnya. Lalu banyak harus dari luar. Harus ada manajer adalah kita bersama-sama mengembangkan

d a l a m
dievaluasi, dalam rapat ditanya, tahapan mu training dan jika sudah besar harus ada bisnis profesi, artinya bisnisnya jalan dan
sampai di mana? Mana yang memerlukan partner khusus training. Pekerjaan kita profesinya jalan.
bantuan? adalah memberikan jasa kepada klien, maka
Selain target per partner, ada diperlukan training yang rutin. Target Pengembangan Bisnis KAP
target per sektor industri, seperti sektor Mustofa (MTS) bergabung dengan

m i t r a
pertambangan, perkebunan, dan sebagainya. Tuanakotta dan Hans diawali training.
Dari 400-an KAP, yang partner-
Target marketing, misalnya sektor industri Semula MTS, lalu bertemu Tuanakotta
nya 4 sampai 9 hanya ada 30-an KAP. Yang
yang berkembang apa dan siapa pemilik dan Hans pada saat (timing-nya) profesi ini
partner-nya 10 ke atas hanya ada 6 KAP.
perusahaannya? Dicari tahu pula krediturnya sedang booming. Awalnya, staf kita ini perlu
Mustofa menyarankan IAPI mempunya
siapa. Marketing diarahkan ke sana. training dan daripada masing-masing training
target, misal pada tahap pertama, jika KAP
Manager mempunyai supervisor maka ada ide bagaimana jika dilakukan
yang partner-nya 4 sampai 9 bisa mencapai
yang tetap, misal lima supervisor. Namun, training bersama. Sekali training bersama,
100 KAP, dan KAP yang partner-nya di atas
level senior auditor dan junior auditor dapat berikutnya membuat akte gabung (merger)
10 bisa mencapai di atas 25 KAP, maka inilah
menjadi staf bersama. HTM.
kondidi ideal untuk pelayanan jasa akuntan
Selanjutnya, dilakukan pengukuran Selanjutnya, divisi riset, yaitu publik secara nasional. (Handoko Tomo)
rasio, misal rasio revenue per staf, dan rasio contohnya riset standar akuntansi dan riset
revenue per klien rata-rata. Ini dilakukan perpajakan. Divisi ini harus memberitahukan
untuk menilai agar jangan menerima klien ke dalam dan kepada klien, ada perubahan-
yang terlalu murah karena rata-rata per staf perubahan apa saja, dan ini penting agar
dan rata-rata per klien bisa turun. upadating jalan sampai ke staf. Staf harus
handal. Di depan klien mengetahui PSAK
Mustofa pernah menghitung, jika

ai
L aporan Uta m a 15

desain 19_rabu.indd 1 8/10/2009 11:3:2 AM


Corporate Valuation Techniques
Pengukuran Tingkat Kematangan Sistem Informasi Perusahaan
Bisnis yang semakin maju dan opportunity yang terbuka luas untuk pengembangan usaha mensyaratkan sebuah strategi
keuangan yang handal. Corporate valuation merupakan salah satu alat manajemen keuangan yang bersifat strategis
Dalam keputusan-keputusan bisnis perusahaan.

Business Valuation tidak hanya dimanfaatkan oleh internal perusahaan, namun juga oleh pihak eksternal. Bagi
perusahaan corporate valuation digunakan untuk membantu dalam pengambilan keputusan strategis seperti merger dan
akuisisi, penjualan dan restrukturisasi sehingga diharapkan pengambilan keputusan tersebut benar-benar akan
meningkatkan nilai pemegang saham.

Pihak kreditur ataupun investor dalam memutuskan apakah akan menanamkan uangnya pada sebuah bisnis atau
perusahaan tentunya membutuhkan informasi yang reliable baik berupa Feasibility Study, Financial & Business
Valuation ataupun informasi lain. Sehingga keputusan untuk meminjamkan atau menginvestasikan dana bagi suatu
bisnis atau perusahaan telah didukung oleh informasi yang memadai dan benar.
Apapun alasan dalam menilai sebuah perusahaan, apakah untuk merger dan akuisisi, penjualan, restrukturisasi juga
peningkatan nilai pemegang saham, kendala yang sering terjadi adalah sering terjadinya kualitas penilaian yang tidak
akurat. Dengan demikian hal ini berimplikasi pada kesalahan dalam pengambilan keputusan.
Pelatihan ini secara khusus didisain untuk mengembangkan kemampuan para peserta dalam melakukan penilaian
perusahaan.

Pelatihan memungkinkan peserta mencapai tujuan:


Rp.1.000.000,- (Non Anggota) 1. Memahami mengapa teknik corporate valuation sangat penting
Rp.800.000,- (Anggota IAI) dalam pengambilan keputusan strategis.

FREE
Disc. 10% utk 3 orang peserta 2. Mengetahui pendekatan alternatif yang dapat digunakan ketika
atau lebih dalam satu perusa- perusahaan melakukan corporate valuation.

H DISK
haan 3. Memastikan bahwa Anda membayar harga yang sesuai ketika

FL A S Waktu: 2 September 2009


melakukan investasi atau divestasi.
. Memahami bagaimana mengaplikasikan metode terakhir terha-
Pukul: 08.30—16.00 Wib dan berbagai situasi yang berbeda.
. Mengidentifikasi manfaat potensial dari corporate valuation
Tempat: Manhattan Hotel
dan merealisasikan keuntungan-keuntungan potensial tersebut
Jl. Prof. Dr. Satrio dalam bentuk keuangan.
Casablanca
Jakarta Selatan Pembicara: Sangat berkompeten dalam bidangnya sehingga akan
mencapai tujuan tersebut
Untuk Informasi dan Registrasi
Hubungi: Juhanda/Ria Formulir Workshop Corporate Valuation Techniques
Phone: ( 021) 8353588,8354031
Fax : ( 021) 8290324 Nama :_____________________
Nama :_____________________

Instansi :___________________ Telp / Fax :__________________

Ikatan Akuntan Indonesia Pembayaran: Tunai Transfer


Wilayah Jakarta BCA
Gedung Gajah Blok AE A/C no. 092.3009.130
Jl.Saharjo no.111, Tebet a.n. IAI Wilayah Jakarta
Jakarta 12811

desain 19_rabu.indd 16 8/10/2009 11:3:2 AM


Akuntan Dianggap
an
i
Berperan Mengawal
dan Mencegah Krisis
Keuangan, Mengapa?
i
n
n
Oleh: Bagus Rumbogo 1

u
Berbagai kalangan menganggap Terkait dengan krisis global, pada Sebagian besar menilai bahwa
s manakala setiap terjadi krisis ataupun kasus kalangan auditor intern muncul beberapa penyebab krisis keuangan di Amerika adalah
u keuangan seperti Enron dan krisis keuangan pertanyaan. Bagaimana mungkin sebuah negara kegagalan dalam pengembangan lingkungan
. Amerika yang berimbas pada krisis global maka adidaya seperti Amerika Serikat, yang notabene pengendalian yang kondusif. Kelompok ini
a akuntan ikut dipersalahkan mempunyai peran memiliki SPI (Sistem Pengendalian Intern), Risk memandang bahwa perilaku para eksekutif
k

p e r u b a h a n
dan tanggungjawab besar sebagai salah satu Management (RM), dan governance process perusahaan dan masyarakat Amerika yang
. penyebabnya. Demikian halnya yang terjadi di yang sudah demikian maju, bisa mengalami telah melewati batas-batas kepatutan sebagai
n Indonesia seperti kasus jebolnya Bapindo di kegagalan sedemikian rupa? Apakah kelemahan penyebab utama munculnya krisis.
era Orde Baru, Bank Bali, BLBI dan yang paling SPI menjadi penyebab timbulnya krisis? Atau
gress Bank Century –semua pihak menatap ada faktor lain yang lebih dominan? Sangat disadari oleh para pakar
kinerja profesionalitas akuntan Indonesia, manajemen bahwa kualitas SPI
nting baik sektor akuntan publik akuntan keuangan Banyak pihak berpendapat krisis masing- masing institusi
maupun akuntan pemerintah. Posisi peran dan terjadi karena kegagalan dalam mengelola akan menjadi
etika keberadaan akuntan Indonesia dipertanyakan. risiko (risk management). Disamping itu, krisis penentu
disebabkan kegagalan dalam membangun

d a l a m
etika Stephen H. Penman, PhD lingkungan pengendalian yang kuat. Dalam
memandang akuntan sering menjadi kambing konteks ini, sebenarnya akuntan sebagai
erha- hitam atas tindakan investor. “Contohnya dalam salah satu pilar utama sistem
sejarah Amerika serikat tahun 1929, setelah crash, pengendalian mampu melakukan
ation mereka menuduh akuntan yang mengaburkan pencegahan.

m i t r a
sebut
neraca pada tahun 1920,” katanya.

Pemerintah Indonesia tentu termasuk


akan
menjadi pihak yang akan ikut menanggung
risiko dengan kondisi krisis ekonomi global.
Kekhawatiran bayang-bayang krisis tahun 1998
kembali menghantui. Kita semua menyadari
bahwa jika salah kelola maka krisis keuangan
Amerika segera menerjang Indonesia dan
dapat menjelma krisis ekonomi, krisis sosial
bahkan menjadi krisis kemanusiaan. Sebuah
prediksi yang perlu diantisipasi juga oleh
semua pihak terkait, termasuk akuntan internal
auditor pemerintah sebagai salah satu pilar yang
berperan mengawal jalannya roda birokrasi
pembangunan.
1 *) Penulis adalah Alumni FEUI dan Inspektur Utama pada Kementerian

ai
Negara PPN / BAPPENAS RI.

L aporan Uta m a 17

desain 19_rabu.indd 17 8/10/2009 11:3:3 AM


kelangsungan hidup. Institusi yang memiliki perekonomian nasional. perekonomian nasional secara makro maupun
kualitas SPI baik, akan memiliki recovery plan yang mikro. Melalui hasil-hasil kerja yang berkualitas
baik juga dalam menghadapi krisis. Sedangkan Secara konseptual SPIP mengadopsi baik sebagai akuntan auditor maupun akuntan
institusi yang kualitas SPI-nya rendah akan konsep sistem pengendalian intern yang manajemen, diharapkan mampu melakukan
terjerembab ke lembah kehancuran. Demikian dikembangkan oleh The Committee of cegah dini sekaligus memberikan kontribusi
juga pada sektor publik, dimana pemerintahan Sponsoring Organizations of the Treadway proses perbaikan terhadap perilaku menyimpang
dengan kualitas SPI yang baik akan lebih kuat Commissions (COSO). Dalam konsep COSO, dari aparat birokrasi dan pelaku bisnis yang
dalam menghadapi guncangan krisis. Sebaliknya, sistem pengendalian intern terdiri dari 5 (lima) merugikan jalannya roda perekonomian dan
pemerintahan dengan SPI yang rendah akan unsur utama, yaitu: prospek dunia usaha yang dapat berdampak
terpuruk ke dalam krisis berkelanjutan. terjadinya krisis ekonomi nasional.
1) lingkungan pengendalian;
Krisis global ini justru semakin 2) penilaian risiko; Namun masih terdengar adanya
menunjukkan pada dunia bahwa peran SPI, RM 3) aktivitas pengendalian; kritik bahwa efektifitas kinerja para akuntan
dan governance system yang baik sangat penting 4) informasi dan komunikasi; dan selama ini belum optimal memberikan
bagi eksistensi dan masa depan institusi. 5) pemantauan. kontribusi manfaat yang signifikan menjadi
salah satu “driving force” dalam mewujudkan
Penerapan SPI, RM dan governance Keberhasilan implementasi dari PP penyelenggaraan good governance dan good
process merupakan sebuah kebutuhan yang No. 60 Tahun 2008 tentang SPIP tentunya coorporate governance di lingkungan birokrasi
mendesak di Indonesia. Hal ini berlaku baik harus dilakukan secara berhati-hati, bertahap, pemerintah maupun BUMN. Output (dampak)
di sektor usaha (private) maupun sektor dan melalui evaluasi secara terus-menerus agar operasi auditnya kurang bersifat struktural,
pemerintahan (public). Penerapan SPI, RM dan dapat diterapkan secara efektif. cenderung berwawasan mikro dan rendah
governance process yang baik dan publik akan daya preventifnya.
membuat perekonomian negara baik, lebih Keberadaan akuntan yang tergabung
p e r u b a h a n

kuat dan tahan banting dalam menghadapi dalam Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI)
gejolak perubahan yang sering terjadi. masyarakat luas dinilai mempunyai fungsi dan sebagai salah satu pilar pembangunan ekonomi
peran sangat strategis dalam meningkatkan yang anggotanya tersebar di berbagai profesi
Oleh karena itu, lahirnya Peraturan kualitas SPI dan efisiensi sebagai akuntan publik, auditor internal dan
Pemerintah No. 60 Tahun 2008 tentang eksternal pemerintah, akuntan manajemen
Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) maupun akuntan pendidik, dalam menghadapi
sangat diharapkan akan dapat menciptakan era globalisasi dan transparansi ekonomi sangat
internal culture yang built-in secara otomatis diharapkan terus berperan menciptakan sistem
memperkuat diterapkan prinsip-prinsip akuntansi yang berkualitas dan terintegrasi
Good Governance dan Good Coorporate sehingga menghasilkan pencatatan dan
m i t r a d a l a m

Governance dalam penyelenggaraan pelaporan secara tertib, andal dan akuntabel.


pemerintahan dan pengelolaan Dengan adanya sistem akuntansi yang berkualitas
keuangan negara serta roda ini, maka akan membawa bisnis
menjadi efektif
dan efisien
karena pelaku
bisnis dapat
menghitung
aset, aktivitas
dan prospek
usahanya ada
kepastian
terhindar dari
risiko yang tidak
terkendali. Hasil
kerja akuntan
diyakini mampu
melakukan
proses costing
and budgeting
(pengendalian
biaya dan

ai
18 L aporan Uta m a

desain 19_rabu.indd 18 8/10/2009 11:3: AM


penegak hukum dan kelompok masyarakat
madani (social society) dalam mendorong
terbentuknya semacam Pulau-Pulau Integritas
(Island of Integrity) di masing-masing lingkungan
organisasinya, baik pemerintah/BUMN
maupun swasta.

Pengalaman di masa awal reformasi


hendaknya dijadikan hikmah IAI berkaitan
dengan sorotan tajam masyarakat bahwa secara
moral profesi para akuntan Indonesia dianggap
ikut bertanggungjawab terjadinya keterpurukan
ekonomi nasional. Di masa lalu, rendahnya
kredibilitas akuntan Indonesia di mata dunia
internasional mengakibatkan adanya keharusan
penunjukan akuntan asing untuk melakukan
due dilligence dalam berbagai sektor publik dan
kasus-kasus perbankan/bidang ekonomi. Kasus
Enron di Amerika Serikat beberapa waktu
lalu yang telah mencoreng kredibilitas profesi
akuntan patut menjadi perhatian IAI pula.

Berkaitan dengan peran akuntan


internal auditor dalam menegakkan good

p e r u b a h a n
governance dan penindakan perilaku
menyimpang etika bisnis/KKN bahwa ada
tuntutan yang berkembang sekarang ini agar
akuntan internal auditor dapat berperan sebagai
’whistleblower’ (orang dalam dari organisasi yang
melaporkan tindak kecurangan di organisasinya
kepada pihak luar).

Diakui memang pelaporan adanya

d a l a m
penyimpangan kepada penegak hukum di satu
sisi dianggap positif dalam upaya membantu
pemberantasan KKN dan membangun
transparansi ekonomi bisnis. Namun
penganggaran) yang mendorong efisiensi harga mewujudkan transparansi, profesionalisme,
demikian IAI dalam menyikapi ’whistleblower’
pokok produksi dan optimalisasi pendapatan dan akuntabilitas pengelolaan dan pelaporan

m i t r a
harus dengan penuh kehati-hatian dan perlu
yang pada gilirannya dapat dicapai keuntungan keuangan negara/daerah.
menyiapkan aturan mainnya terlebih dahulu
serta daya saing yang tinggi. Berkaitan dengan
secara jelas.
pelaksanaan UU Nomor 17 Tahun 2003 Harus dipahami bersama bahwa
tentang Keuangan Negara yang esensinya penegakan etika profesi dan independensi
Menutup tulisan ini, sebuah pelajaran
anggaran berbasis kinerja, serta penerapan akuntan sebagai pilar pengawal good governance
penting dari krisis keuangan global adalah
standar akuntansi pemerintahan yang telah dan good coorporate governance saat ini menjadi
perlunya penegakan etika dan nilai-nilai luhur
diterapkan di seluruh lingkungan instansi suatu hal yang mendesak. Salah satu ciri khas
dalam menjalankan roda pemerintahan dan
pemerintah pusat maupun daerah berdasarkan gerakan reformasi adalah tuntutan akan
organisasi bisnis melalui penguatan implementasi
PP Nomor 24 Tahun 2005 tentang Standar pemerintah yang bersih. Akuntan dengan
sistem pengendalian intern yang dikawal oleh
Akuntansi Pemerintah (SAP) dan PP Nomor keunggulan profesinya harus terlibat secara
akuntan profesional dan berintegrasi tinggi.◘
60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian proaktif menjadi garda terdepan dalam
Intern Pemerintah (SPIP) sangat memerlukan mewujudkan transparansi ekonomi dan etika
kompetensi dan keahlian para akuntan. Dalam bisnis yang terpuji. Para akuntan Indonesia
konteks ini, keahlian akuntan yang berada yang tergabung dalam IAI harus berperan
di sektor publik diharapkan dari keahlian sebagai salah satu ”pillar of integrity” perlu
profesinya dapat memberikan kontribusi dalam membangun aliansi strategis dengan lembaga

ai
L aporan Uta m a 19

desain 19_rabu.indd 19 8/10/2009 11:3: AM


Harga Jual
Nama Barang
Non
Anggota Anggota

1 PSAK No. 14 15,000 20,000

Toko IAI
2 PSAK No. 26 15,000 20,000
3 PSAK No.50 15,000 20,000
4 PSAK No.55 15,000 20,000
5 ISAK No. 8 15.000 20.000
6 Aplikasi PSAK No.46 15,000 20,000
7 Contoh Ilustrasi PSAK No.50 & 55 25,000 30,000
8 Pedoman Akuntansi Perbankan Indonesia 2008 115,000 130,000
9 Pedoman Akuntansi Perbankan Syariah Indonesia 2003 85,000 100,000
10 SAK Per 2008 300,000 350,000
11 Tas Ransel 95,000 110,000
12 MUG IAI 15,000 20,000
13 Soal Try-Out USAP Review (2003-2006) 175.000 200,000
14 Modul CPMA Review (paket) 360,000 380,000
15 Panduan Implemantasi PSAK no 24 40.000 50.000
16 Isu-isu Kontemporer Akuntansi Keuangan 40,000 45,000
17 Asumsi Going Concern 40,000 45,000
18 Komite Audit yang Efektif 95,000 110,000
19 Good Corporate Governance 95,000 110,000
20 Enterprise Risk Management 40,000 45,000
21 Akuntansi Aktiva Tetap 45,000 55,000
22 Balanced Scorecard 80,000 85,000
23 IFRS 2008: Willey 575,000 650,000
24 Applying IFRS, enhanced edition 525,000 600,000
1
25 Setengah Abad Profesi Akuntansi -Soft Cov/Tuanakotta 110.000 25.000
26 Panduan Audit Entitas Bisnis Kecil/IAPI 60.000 70.000
27 Sistem Informasi Akuntansi 1/Rama, Jones 80.000 90.000
28 Akuntansi Keuangan Daerah (ed.3)/Abdul Halim 65.000 75.000
29 Audit Kinerja pada Sektor Publik/I Gusti Agung Rai 60.000 70.000
30 Akuntansi Syariah di Indonesia/Sri Nurhayati 65.000 75.000
31 Akuntansi Biaya 1(ed.14)/Carter 90.000 100.000
32 Sistem Akuntansi/Mulyadi 115.000 130.000
33 Sistem Akuntansi Sektor Publik/Indra Bastian 105.000 120.000
34 Sistem Informasi Akuntansi 1(ed.4)/Hall 90.000 110.000
35 Sistem Informasi Akuntansi 1(ed.9)/Romney 80.000 90.000
36 Pengantar Akuntansi 1(ed.21) Edisi Khusus/Warren 65.000 75.000
37 Pengantar Akuntansi 1(ed.7)/Weygandt,Kieso 95.000 105.000
38 Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP)/KSAP 40.000 50.000
39 Standar Profesional Akuntan Publik/IAI 270.000 300.000
40 Teori Akuntansi 1(ed.5)/Belkoui 75.000 85.000 Sup
41 Teori Akuntansi 2(ed.5)/Belkoui 65,000 75.000
42 Akuntansi Intermediate 1(ed.15)/Skousen, Stice 135.000 150.000
43 Auditing 1(ed.6)/Mulyadi 65.000 75.000
44 Akuntansi Internasional 1(ed.5)/Choi 60.000 70.000
45 Audit Sektor Publik (ed.2)/Indra Bastian 50.000 60.000

desain 19_rabu.indd 20 8/10/2009 11:3: AM


46 Akuntansi Keperilakuan/Arfan, Ikhsan 72.000 81.000
47 Akuntansi Pemerintahan/Deddi Nordiawan 70.000 80.000
48 Akuntansi Sektor Publik/Deddi Nordiawan 40.000 45.000
49 Akunt: Suatu Pengantar 1(ed.5)/Soemarso 75.000 85.000
50 Audit Internal 1 (ed.5)/Sawyer 90.000 100.000
51 Analisis Laporan Keuangan 1 (ed.8)/Wild, Subramanyam 95.000 110.000
52 Audit dan Assurances 1 (ed.4)/Messier 95.000 110.000
53 Akuntansi Yayasan & Lembaga Publik/Indra Bastian 70,000 85,000
54 Akuntansi Kesehatan/Indra Bastian 98,000 120,000
55 Dasar - dasar Manajemen Keuangan Perusahaan/ Myers 140,000 155,000
56 Latihan Ujian Profesi PS/ Mohamad Samsul 55,000 65,000 MUG IAI Rp 15.000
57 Prinsip - prinsip Ekonomi/ Karl E. Case 176,000 185,000
58 Operation Research/ Siswanto 115,000 125,000
59 Akuntansi Sektor Publik/Indra Bastian 122,000 135,000
60 Akuntansi Untuk LSM & Parpol/Indra Bastian 65,000 85,000
* Harga disamping belum termasuk ongkos kirim
61 Bundel Majalah IAI 130.000 140.000 * Harga sewaktu-waktu dapat berubah

Informasi & Pembelian Hubungi : Imam/Ria


IAI Wilayah Jakarta - Gedung Gajah - Blok AE -
Jl. Dr. Sahardjo 111 - Jakarta Selatan
*Tersedia buku - buku terbitan SALEMBA EMPAT 021 8353588 8354031 Fax 8290324

Formulir Pemesanan
Nama : …………………………………………………………………………………..............................
No. kartu anggota : ..................................................................................................................
Alamat : ……………………………………………………………………………….................................
Kota / Kode pos : ........................................................................../......................................
Telephone / HP : ………………………………………………………Fax :………………………….......................

No. Nama Produk Jumlah Unit Harga

Tanggal : .........../........../..............
Pembayaran
( ) Transfer ( ) Cash
Bank BCA Cab. Saharjo at IAI wilayah Jakarta
Gedung Gajah Blok AE
A/C no. 092.300.9130 Jl. Dr. Sahardjo No.111, Jakarta
a.n. IAI Wilayah Jakarta

Tanda Tangan & Nama Lengkap


Supported By :

Penerbit
Salemba Empat
desain 19_rabu.indd 21 8/10/2009 11:3: AM
aii
a

Nama
Ito Warsito

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia

22

desain 19_rabu.indd 22 8/10/2009 11:3:8 AM


tokoh ai
Akuntan Pemimpin Puncak
di PT Bursa Efek Indonesia
Nama Ito Warsito sebenarnya sudah tidak asing lagi dalam percaturan
pasar modal di Indonesia. Pria kelahiran 26 November 1961 ini sudah memiliki
rekam jejak yang tidak bisa dianggap remeh.
Sejak dulu Ito mengabdikan diri bagi perkembangan pasar ekuitas. Dia
menjabat Komisaris Utama Bahana Securities dan Chief Financial Officer Bahana
Pembinaan Usaha sejak tahun 2006.
Dia juga pernah menjabat Direktur Bahana Securities untuk masa bakti
2001 hingga 2003 dan pada 1994 hingga 2001 sebagai Direktur Invesment
Banking Danareksa Sekuritas. Pria tersebut juga sempat menjabat di jajaran
Bahana Pembinaan Usaha Indonesia hampir delapan tahun bekerja di Bahana.
Pengalamannya yang cukup lama malang melintang didunia pasar modal sejak
lama dan kedekatannya dengan dunia usaha menjadi poin plus bagi para
Anggota Bursa.

p e r u b a h a n
Akhirnya, dengan dukungan dari para anggota bursa melalui rapat
umum pemegang saham, yang digelar di Jakarta pada 24 Juni 2009 lalu, Ito
telah ditempatkan menjadi orang nomor satu di PT Bursa Efek Indonesia (BEI).
Jabatan baru ini telah dijalaninya dan berlaku efektif pada 1 Juli 2009.
Peraih MBA dari Harvard Business School Boston, Amerika Serikat, ini
memiliki harapan yang begitu besar untuk terus mengembangkan pasar modal,
terutama menyangkut pengembangan basis investor lokal.
Didunia profesi Akuntansi, Ito Warsito bukanlah sosok yang asing bagi
Ikatan Akuntan Indonesia. Saat ini beliau menjadi anggota Komite Evaluasi dan

d a l a m
Rekomendasi Pendidikan Profesi Akuntansi (KERPPA) IAI sejak tahun 2006,
serta merupakan wakil ketua di IAI Kompartemen Akuntan Manajemen.
Sebelumnya beliau merupakan anggota Dewan Penguji Ujian Sertifikasi Akuntan
Publik IAI selama dua periode.
Ito sendiri menargetkan kapitalisasi pasar bursa meningkat 2 kali

m i t r a
lipat pada 3 tahun mendatang dari saat ini Rp1.500-1.600 triliun. Dalam hal
penambahan jumlah investor publik ditargetkan jumlah investor meningkat
menjadi 2,3 juta dalam 3 tahun mendatang dari saat ini 300.000-400.000
investor.
Sebagai Dirut BEI, Ito akan mengajak semua pihak untuk bersama-sama
mendorong jumlah investor melalui kampanye, road show ke daerah-daerah
dan tentunya pertambahan investor perlu dibarengi dengan penambahan
jumlah SDM yang bersertifikasi pasar modal.
Rencana strategis lainnya, Ito mempersiapkan demutualisasi bursa.
Nantinya, pemegang saham bursa tidak hanya Anggota Bursa (AB), tetapi
juga masyarakat. Dengan kondisi itu, bursa akan menjadi badan usaha yang
berorientasi pada keuntungan sehingga fungsi melayani AB menjadi berkurang.
Selain itu, bursa harus bisa menjadi alternatif sumber pendanaan bagi
perusahaan sehingga likuiditas perdagangan harus ditingkatkan. Karena itu, dia
terlebih dahulu akan mempersiapkan bursa dan AB agar memiliki sistem dan
daya saing yang baik

ai
23

desain 19_rabu.indd 23 8/10/2009 11:3:9 AM


ai tokoh

20 Rencana Strategis adalah janji untuk 6. Membangun basic infrastructure online yang jujur, tapi mendapatkan perlakuan
memajukan BEI yang ditawarkan Ito pada trading. yang tidak pada tempatnya dari AB.
saat pemilihan direksi BEI periode 2009- 7. Penyediaan fasilitas business continuity 16. Memberikan layanan terbaik kepada
2012 lalu. plan AB. AB dengan meningkatkan kecepatan
Berikut ke-20 rencana strategis yang 8. Meningkatkan availability, reability, dan dan kualitas respons serta memberikan
dijanjikan oleh paket Ito: capacity Jats NextG. solusi yang komperenhensif.
1. Tugas pertama dari direksi adalah 9. Pengembangan produk harus sesuai 17. Mempersiapkan demutualisasi bursa
mengevaluasi semua peraturan yang kebutuhan pasar. dalam upaya meningkatkan nilai dan
sudah tidak sejalan dengan pasar modal daya saing pemegang saham BEI.
10. Meningkatkan likuiditas pasar melalui
yang dinamis. 18. Menjadikan bursa sebagai center of
perluasan basis investor dan jumlah
2. Menyusun standarisasi risk management emiten yang berkualitas. excellent dan competence melalui
dan pedoman operasional perusahaan peningkatan produktifitas, pengelolaan
11. Penerapan risk based audit approach.
efek. Fungsi bursa membantu perusahaan SDM berbasis kompentensi, dan
efek untuk menyusun standar ini. 12. Meningkatkan kualitas dan kuantitas pembentukan budaya organisasi yang
SDM di pasar modal. kondusif.
3. Meminimalisasi business disruption
(suspensi sebagai pilihan terakhir), 13. Bantuan hukum ke AB atas 19. Revitalisasi pemanfaatan trading floor.
karena itu akan merugikan investor. permasalahan terhadap nasabah,
20. Kebijakan anggaran ditujukan untuk
karena banyak nasabah yang nakal,
4. Mempermudah akses market info kepada kepentingan industri termasuk program
sehingga AB terpojok.
AB melalui pemberian datafed, web, dan pengembangan AB dan APEI serta
p e r u b a h a n

mobile info. 14. Menjadikan APEI sebagai mitra utama peningkatkan efektivitas pengelolaan
BEI dalam pengembangan pasar modal. keuangan BEI dan mengoptimalkan
5. Pemberian jaringan koneksi remote
trading. 15. Akan membuat skema perlindungan imbal hasil investasi.
investor. Ini dilakukan untuk investor

Bincang-bincang dengan negara ASEAN. Broker di Indonesia bekerja sama dengan


broker di negara lain di ASEAN. Misalnya, investor di Indonesia
Ito Warsito: Direktur Utama PT bisa membeli saham di bursa Malaysia melalui broker di
Indonesia dan tanpa perlu membuka rekening di Malaysia.
d a l a m

Bursa Efek Indonesia


AI: Kapan target terlaksananya program ASEAN Linkage?
Demi majalah dan pembaca Akuntan Indonesia (AI), disela-
sela jadual kesibukannya yang sangat padat sebagai Direktur Utama
PT Bursa Efek Indonesia, Ito Warsito (IW) bersedia menyempatkan IW: B
 apepam belum menetapkan time frame-nya. Bursa Efek
m i t r a

diri untuk diwawancarai di kantornya pada malam hari tanggal 4 Indonesia (BEI) atau Indonesia Stock Exchange (IDX)
Agustus 2009. sedang menyiapkan sistemnya terlebih dahulu karena untuk
melaksanakan ASEAN Linkage diperlukan sistem yang bisa
menghubungkan secara elektronik antar-bursa di ASEAN.
Berikut ini petikan hasil wawancara yang dilakukan oleh Elly ASEAN Linkage diperkirakan dapat dilaksanakan paling cepat
Zarni dan HAndoko Tomo (redaksi AI): tahun 2011.

AI: S ehubungan dengan Asean Free Trade Area (AFTA) akan AI: Bagaimana program BEI/IDX ke depan?
berlaku penuh pada tahun 2015, dan sesuai dengan ASEAN
Framework Agreement on Services (AFAS), di bidang pasar EDIS
modal direncanakan ada jaringan pasar modal se-ASEAN yang IW: T
 argetnya adalah meningkatkan kapitalisasi pasar, bukan Per 1

dikenal dengan nama ASEAN Linkage. Apa yang dimaksud banyaknya jumlah emiten. Target tiga tahun ke depan adalah
ASEAN Linkage? meningkatkan kapitalisasi pasar menjadi Rp3000 trilyun. Cara
mencapainya antara lain BEI berharap dari BUMN Go Public. Dua alasa
Pertama, BUMN memang membutuhkan modal karena negara Pertama,
IW: ASEAN Linkage merupakan kerja sama antar-bursa di negara- sudah tidak mempunyai dana untuk menyuntikkan modal, dan  PSAK
 PSAK
negara ASEAN. Investor di suatu negara ASEAN bisa membeli kedua BUMN diharapkan lebih transparan dan terbukti bahwa  PSAK
saham di bursa negara ASEAN lainnya tanpa harus membuka BUMN yang sudah Go Public lebih transparan. Target lainnya
 PSAK
Penya
rekening di negara lain. Perusahaan listing di bursa masing- adalah perusahaan-perusahaan tambang didorong untuk Go  PSAK
Penga
masing negara, tetapi sahamnya bisa diperdagangkan lintas Public.  PSAK
 PSAK

MAJALAH AKUNTAN INDONESIA


24 www

desain 19_rabu.indd 2 8/10/2009 11:3:0 AM


tokoh
ai
AI: Apa harapan terhadap para akuntan di perusahaan-perusahaan IW: Sampai sekarang masih belum jelas aplikasi AFAS sampai
yang beraktivitas di BEI/IDX? level apa, apakah level individu (pengakuan gelar) ataukah
level institusi. Jika level individu, artinya orang Malaysia bisa
mengikuti ujian CPA di Indonesia, atau level individu yang
IW: Dengan konvergensi IFRS, maka perbedaan antara SAK
lebih tinggi lagi adalah akuntan Indonesia yang bergelar CPA
sekarang dan IFRS dapat menimbulkan masalah, misalnya
Indonesia bisa diterima di kantor akuntan publik (KAP) di
debt equity ratio (DER). Perusahaan yang mempunyai hutang
Malaysia. Level institusi berarti KAP Indonesia bisa memberikan
diwajibkan memelihara DER tertentu, dan ketika dilakukan
jasa atestasi kepada perusahaan di Malaysia. Hal ini yang masih
konvergensi IFRS, misalnya harus diakui aset dan hutang, maka
memerlukan penegasan dari pemerintah yang melaksanakan
DER akan terpengaruh dan meskipun secara fundamental
Government to Government (G to G). Ikatan Akuntan Indonesia
perusahaan tidak ada perubahan, tetapi DER berubah, dan
(IAI) sebagai induk organisasi akuntan harus dapat memberikan
perusahaan terancam dinyatakan default karena tidak mampu
masukan kepada pemerintah.
memelihara DER. Hal ini harus dipikirkan oleh para emiten dan
jika perlu dibahas dalam rapat pemegang saham.
Untuk pendidikan diperlukan perubahan kurikulum.
Mahasiswa sekarang perlu mempelajari standar akuntansi keuangan
AI: Apa yang perlu dilakukan/dipersiapkan untuk menghadapi

p e r u b a h a n
(SAK) sekarang dan IFRS. Berbeda halnya pada tahun 2012 nanti,
AFTA/AFAS, khususnya oleh para akuntan Indonesia dan dunia
mahasiswa cukup mempelajari IFRS.
pendidikan?

Kantor Pusat, Jl. Raya Lenteng Agung No. 101, Jagakarsa (Depan Kantor DPP PDIP) 2
Jakarta 12610, Telp.: +62 21 7818616, Faks:+62 21 7818486
 Medan: +62 61 7883211  Palembang: +62 711 516661  Bandung:+6222
5435002
 Yogyakarta: +62 274 887302  Semarang: +62 24
6722178  Solo: +62 2717653531

d a l a m
Edisi Bahasa Inggris
gERA dengan Konteks Indonesia
SE TERbIT AUDITING AND ASSURANCE SERVICES PRINCIPlES of ACCoUNTING
Indonesia Adaptation
RANDALS J. ELDER
MARK S. bEASLEy
Hanya Rp 349.900.-

m i t r a
ALVIN A. ARENS
Adaptor:
Amir Abadi Jusuf

Dapatkan diskon khusus untuk


pemesanan melalui kantor kami,
JAMES M. REEVE
hubungi: CARL S. WARREN
JONATHAN E. DUCHAC
Telp : (021) 781 8616 (sdri. Linda) Adaptor: Tim Adaptor:
Ersa Tri Wahyuni
Amir Abadi Jusuf
Fax : (021) 781 8486 Gatot Soepriyanto
Amir Abadi Jusuf
Email : s4_pemasaran@yahoo.com Rp 250.000,-
Chaerul D. Djakman
Rp 250.000,-

EDISI REVISI INVESTmENT ADVANCED fINANCIAl ACCoUNTING


Per 1 Juli 2009 Kedua, delapan SAK Syariah dan satu Interpretasi
Indonesia Edition in Indonesia

SAK baru:
CHARLES P. JONES
 PSAK No.101 tentang Penyajian Laporan
Keuangan Syariah Tim Adaptor:
 PSAK No.102 tentang Akuntansi Murabahah Siddharta Utama
Dua alasan mengapa SAK ini perlu Anda miliki. Budi Frensidy
 PSAK No.103 tentang Akuntansi Salam Rachman Untung B.
Pertama, revisi atas tujuh SAK  PSAK No.104 tentang Akuntansi Istishna’ Irwan Adi Ekaputra
 PSAK No.13 tentang Properti Investasi  PSAK No.105 tentang Akuntansi Mudharabah
 PSAK No.106 tentang Akuntansi Musyarakah bAKER
 PSAK No.16 tentang Aset Tetap
 PSAK No.107 tentang Akuntansi Ijarah LAMbKE
 PSAK No.30 tentang Sewa
 PSAK No.108 tentang Akuntansi Transaksi KINg
 PSAK No.50 tentang Instrumen Keuangan: JEffREy
Penyajian dan Pengungkapan Akuntansi Syariah
PSAK No.55 tentang Instrument Keuangan:  ISAK No.8 tentang Interpretasi pernyataan Tim Adaptor:
 Amir Abadi Jusuf
standar akuntansi keuangan Penentuan apakah
Pengakuan dan Pengukuran Sylvia Veronica NPS
perjanjian mengandung suatu sewa dan
 PSAK No.14 tentang Persediaan Etty Wulandari
pembahasan lebih lanjut ketentuan transisi PSAK Dwi Martani
 PSAK No.26 tentang Biaya Pinjaman Rp 250.000,-
No.30 (Revisi 2007) Rp 250.000,-

MAJALAH AKUNTAN INDONESIA Jl. Raya Lenteng Agung 101


Jagakarsa, Jakarta Selatan 25
www.penerbitsalemba.com Telp/Faks (021) 781 8616/ (021) 781 8486
Email: s4_pemasaran@yahoo.com

desain 19_rabu.indd 2 8/10/2009 11:3:1 AM


Kolom Pasar Modal

EFFICIENT MARKET
Foto
Penulis
HYPOTHESIS
VS
BEHAVIORAL FINANCE
Nama : Budi Frensidy
Jabatan : Koordinator Mata Ajar Pasar Modal &
Manajemen Keuangan PPAk FEUI dan Penulis
Buku Matematika Keuangan
Salah satu proposisi utama dalam untuk menetralkan mereka. Arbitrager akan empiris itu mempunyai permasalahan teknis,
ilmu keuangan selama lebih dari empat menghilangkan pengaruh para investor lemah secara statistik, atau salah dalam
puluh tahun adalah hipotesa pasar efisien irasional itu pada harga sekuritas di pasar. modelnya. Selain itu, bukankah adanya
atau efficient market hypothesis (EMH). Pada periode 1960-an hingga 1990- overreaction dan underreaction juga sesuai
Hipotesa ini dimulai dari pandangan an EMH diakui mempunyai landasan asumsi dengan asumsi mereka bahwa ulah investor
Milton Friedman (1953) yang mengatakan, yang kuat dengan sederetan bukti empiris irasional akan saling meniadakan.
”Prices are right, there is no free lunch.”
p e r u b a h a n

yang mendukungnya. Universitas Chicago, Tidak cukup dengan bukti-


Pendapat Friedman ini kemudian didukung tempat EMH diperkenalkan, tak ayal lagi bukti empiris, para penentang EMH
Samuelson (1965) dan Mandelbrot (1966) langsung menjadi pusat studi finansial tingkat juga menyerang asumsi EMH.
yang membuktikan bahwa harga sekuritas dunia. Pada tahun 1978 Michael Jensen, Transaksi para investor irasional ternyata
bergerak secara acak (random) dan return seorang lulusan universitas itu, bahkan tidak acak dan tidak saling meniadakan. Aksi
tidak dapat diprediksi. sempat mendeklarasikan bahwa tidak arbitrageur untuk menghilangkan mispricing
Dalam artikel klasiknya mengenai ada proposisi dalam ilmu Ekonomi yang (ketidaksesuaian harga sekuritas dengan
EMH, Fama (1970) mendefinisikan pasar mempunyai bukti empiris sebanyak EMH. nilai fundamentalnya) kenyataannya ada
efisien sebagai pasar sekuritas yang harganya batasnya. Akibatnya, aksi mereka menjadi
d a l a m

mencerminkan informasi yang tersedia. EMH cukup berisiko karena mispricing dapat saja
Tantangan EMH
mengatakan tidak ada investor yang mampu bertahan lama tanpa ada investor lain yang
mengalahkan pasar secara konsisten. Sesaat setelah deklarasi Jensen, menyadari hal itu sebagai mispricing.
serangan terhadap EMH menjadi semakin
Kasus ambruknya Long Term
gencar baik secara empiris maupun
Asumsi EMH Capital Management (LTCM) pada tahun
terhadap asumsinya. Diantara serangan yang
1998 yang dikelola dua pemenang nobel
m i t r a

Tiga asumsi mendasari EMH. paling melemahkan EMH adalah fenomena


ekonomi tahun 1997 karena berusaha
Pertama, investor diasumsikan rasional dan volatilitas saham yang jauh lebih besar
mengeksploitasi setiap kali terjadinya
karenanya akan menilai semua sekuritas daripada volatilitas dividen atau earning-
mispricing menjadi pelajaran yang paling
secara rasional. Investor akan menilai setiap nya (Shiller, 1981), keberadaan noise trader
berharga. Saat itu, LTCM harus mengalami
sekuritas sesuai nilai fundamentalnya yaitu yang membuat harga saham menjauhi nilai
kerugian sebesar lebih dari 4 miliar dolar
sebesar present value dari aliran kas di fundamentalnya (Black, 1986 dan De Long
AS sebelum diselamatkan pemerintah
masa datang dengan menggunakan tingkat et al., 1990), terjadinya overreaction
Amerika.
diskonto yang sesuai dengan risikonya. atau long-term reversal dalam jangka
Kedua, jika ada investor yang tidak panjang (De Bondt & Thaler, 1985 dan
rasional, kehadiran mereka akan bersifat 1987), dan underreaction atau momentum Behavioral finance
acak (random). Karenanya, mereka akan untuk jangka pendek (Bernard & Thomas, Berawal dari fakta empiris dan
saling meniadakan tanpa mempengaruhi 1989 dan Jegadeesh & Titman, 1993). asumsi yang menunjukkan kegagalan
harga sekuritas di pasar. Ketiga, kalaupun Menjawab kritikan di atas, paradigma hipotesa pasar efisien (EMH)
para investor itu tidak mengambil posisi yang pendukung EMH seperti Robert Merton dalam menjelaskan banyak fenomena
saling berlawanan tetapi bertransaksi dalam tidak tinggal diam tetapi balik menantang keuangan di atas, berkembanglah behavioral
arah yang sama, para arbitrager akan beraksi dengan mengatakan kalau bukti-bukti finance (BF). Menurut pendukung BF, EMH

ai
26

desain 19_rabu.indd 26 8/10/2009 11:3:3 AM


l
dapat bertahan karena berlindung di bawah itu risk averse kalau sedang mengalami Kelima, EMH memandang
jargon “anomali”. Segala sesuatu yang tidak untung. Tapi kalau sedang rugi, investor manusia sebagai pengambil keputusan yang
sesuai atau tidak dapat dijelaskan oleh EMH cenderung menjadi seorang risk taker selalu berdasarkan rational expectation.
dikatakan sebagai suatu anomali seperti (pengambil risiko). Dengan sangat indah Sementara BF mengatakan pengambilan
anomali efek Januari, efek perusahaan kecil, dan gamblangnya, Kahneman menjelaskan keputusan investor sering didasarkan pada
dan lainnya. BF berpandangan lain. Secara kecenderungan ini dalam sebuah kurva ekspektasi yang naif atau normal. Jika
lengkap, inilah enam perbedaan antara EMH sederhana yang mendasari lahirnya teori EMH mengatakan investor akan mencari
dan behavioral finance (BF), seperti yang prospek. return yang optimal, BF mengesampingkan
diutarakan Thaler (1994) kemungkinan itu karena investor
dan Jegadeesh (1995). berusaha untuk mendapatkan
Pertama, EMH return yang memuaskan.
mengasumsikan semua Itulah sebabnya banyak orang
agen ekonomi akan Indonesia cukup puas dengan
memaksimumkan expected bunga deposito yang relatif
utility (kepuasan), sedangkan rendah itu.
BF mengasumsikan individu Terakhir, EMH
akan meminimumkan mengasumsikan manusia adalah
expected regret makhluk ekonomi yang rasional
(penyesalan). Ini persis (homo economicus) atau rational
seperti pengakuan economic man dengan profit
Markowitz, pemenang sebagai motif utama. Sementara

p e r u b a h a n
nobel ekonomi untuk BF melihat banyak aspek lain
teori portofolionya, yang yang juga mendasari keputusan
menyatakan kalau dia seseorang seperti rasa bangga,
membagi portofolionya bersalah, malu, takut, empati,
dalam saham dan obligasi atau jiwa sosial yang ada dalam
sama besar (masing- diri setiap manusia.
masing 50%) karena ingin Contohnya, banyak
meminimumkan future orang melakukan donasi
regret. untuk bencana alam tanpa

d a l a m
Kedua, EMH bersifat menyebutkan namanya. Ada
normatif yang mencoba juga yang bersusah payah
untuk mempredikasi apa menyelamatkan orang lain dari
yang belum terjadi (ex ante) bangunan yang terbakar atau
sedangkan BF adalah teori yang bersedia melakukan apa

m i t r a
positif yang berusaha untuk saja untuk menyaksikan keadilan
menggambarkan apa yang ditegakkan. Asumsi rational
sudah terjadi (ex post). economic man dalam EMH tidak dapat
Keempat, EMH menjelaskan fenomena ini.
Ketiga, EMH mengatakan manusia
mengasumsikan manusia itu dapat melakukan
itu bersifat risk averse alias menghindari Kini, setelah memahami behavioral
prediksi yang tidak bias yaitu yang sesuai
risiko. Sifat inilah yang menyebabkan banyak finance, Anda masuk kelompok mana,
dengan teori Bayes (conditional probability).
orang di seluruh dunia membeli produk tetap setia kepada EMH, beralih ke BF, atau
EMH memandang manusia selalu dapat
asuransi dan banyak kas surplus di Indonesia belum dapat memutuskan sikap? Untuk
memproses informasi terakhir dengan
tidak menyukai investasi di pasar modal. Anda ketahui, ahli keuangan baik akademisi
sempurna. BF mengasumsikan sebaliknya
Menurut BF, investor itu sebenarnya bukan maupun praktisi saat ini terbagi dalam dua
bahwa prediksi manusia itu seringnya bias
risk averse tetapi loss averse. Ini sesuai kubu di atas.
(keliru) karena tidak mampu memroses
dengan teori prospeknya Daniel Kahneman
informasi baru dengan semestinya akibat
(1979), psikolog pertama dan satu-satunya
gagal memahami konsep probabilita Depok, Juli 2009
yang memenangkan nobel ekonomi pada
bersyarat dari Bayes. Menurut BF, prediksi
tahun 2002.
manusia itu jauh dari akurat.
Menurut Kahneman, investor

ai
27

desain 19_rabu.indd 27 8/10/2009 11:3: AM


ai ROSITA ULI SINAGA SEBAGAI
Info

KETUA DEWAN STANDAR YANG BARU


Ikatan Akuntan Indonesia mengangkat Ujar Ahmadi Hadibroto, Ketua DPN IAI. dari 17 orang yang mewakili beberapa
ketua Dewan Standar Akuntansi Keuangan Rosita Uli Sinaga saat ini adalah Partner pihak diantaranya kantor akuntan publik,
(DSAK) yang baru yaitu Rosita Uli Sinaga, di Deloitte dan juga dosen di Universitas akademisi, juga perwakilan pemerintah
menggantikan Jusuf Wibisana yang sudah Indonesia. Beliau mempunyai pengalaman seperti dari Bank Indonesia dan Bapepam.
habis masa tugasnya 20 Juli lalu. Jusuf bekerja di kantor akuntan publik selama lebih “Saya merasa terhormat mendapatkan
Wibisana yang juga merupakan Chairman dari 16 tahun dan telah menangani berbagai kepercayaan memimpin DSAK sampai tiga
dari PriceWaterhouseCoopers (PWC) proyek yang terkait dengan penerapan PSAK tahun kedepan. Dewan Standar memiliki
dan dosen Universitas Brawijaya telah dan International Financial Reporting Standard tanggungjawab besar untuk memastikan
menjadi ketua DSAK selama dua periode. (IFRS). Rosita menamatkan S1 Akuntansi konvergensi IFRS dapat rampung pada tahun
Bersamaan dengan Jusuf Wibisana, empat dari Universitas Indonesia dan selanjutnya 2012. Selain konvergensi, IAI juga memiliki
anggota DSAK lainnya yang juga sudah menamatkan S2 (Magister Manajemen tugas untuk mensosialisasikan standar
habis masa tugasnya yaitu: Jan Husada, Sistem Informasi) dari Universitas Bina yang telah dikeluarkan. Hal ini tentunya
Dudi Kurniawan, dan Sidharta Utama. Nusantara. Beliau juga pernah menjadi Ketua bukanlah tugas yang mudah. Kami tentunya
“Kami mengucapkan banyak terima kasih Dewan USAP-IAI periode 2007 – 2008. sangat mengharapkan dukungan dari semua
atas kerja keras teman-teman di Dewan Dewan Standar Akuntansi Keuangan pihak agar proses konvergensi ini dapat
Standar, terutama kepada teman-teman yang dibentuk sejak tahun 1998 dengan tujuan berjalan dengan baik.”ujar Rosita Uli Sinaga
p e r u b a h a n

telah selesai masa tugasnya pada saat ini dan untuk membuat dan mengembangkan menanggapi pengangkatannya sebagai Ketua
Pak Jusuf Wibisana yang telah memimpin standar akuntansi keuangan di Indonesia. DSAK untuk periode Juli 2009-2012. (Ersa)
Dewan selama delapan tahun. Banyak capaian Sejak tahun 1994, standar akuntansi
Dewan yang patut dibanggakan selama masa keuangan di Indonesia ditetapkan mengacu
kepemimpinan Pak Jusuf, misalnya adalah pada standar akuntansi internasional
Standar Akuntansi untuk Entitas Tanpa (IFRS). Saat ini anggota DSAK terdiri
Akuntabilitas publik dan standar syariáh.”

1. A
d a l a m

Sebelu
keuang
buku ti
m i t r a

pada ja
Kartika
strateg
dengan
(yang s
Report
awalny
US GA
keuang
berkat
progra
sehingg
buku P
dapat
kita saa
karena
itu seb

Dua ta

MAJALAH AKUNTAN INDONESIA


28

desain 19_rabu.indd 28 8/10/2009 11:3:6 AM


Info
INTERVIEW ROSITA ULI SINAGA
ai

p e r u b a h a n
1. Apa yang memotivasi ibu menerima Reporting Standard (IFRS) berkembang begitu tahun 2009 sampai dengan 2012.

d a l a m
tanggungjawab sebagai ketua DSAK? pesat, kantor saya (Deloitte) meminta saya
untuk belajar secara mendalam tentang IFRS
dan memimpin penyusunan buku “IFRS and Indo 2. Sebagai ketua DSAK yang baru,
Sebelum tahun 1994, standar akuntansi GAAP: A Comparison 2007”. Pada saat proses menurut ibu tantangan terbesar apa
keuangan yang kita punya hanyalah berupa penyusunan buku itu saya menyadari bahwa yang akan dihadapi oleh DSAK ke

m i t r a
buku tipis “Prinsip Akuntansi Indonesia”. DSAK ternyata meskipun proses harmonisasi ke IAS depan.
pada jaman itu yang dipimpin oleh Bapak Hans telah dilakukan sejak tahun 1994, kesenjangan
Kartikahadi, mengambil langkah yang sangat PSAK kita terhadap IFRS masih begitu besar
strategis dengan melakukan harmonisasi karena perkembangan IFRS yang sangat cepat RUS:
dengan International Accounting Standard dalam beberapa tahun terakhir ini.
(yang sekarang menjadi International Financial Salah satu tantangan terbesar adalah sumber
Reporting Standard/IFRS). Keputusan itu pada Kualitas standar akuntansi keuangan (SAK) di daya manusia. IFRS adalah sasaran yang terus
awalnya banyak ditentang karena pada jaman itu suatu Negara menjadi komponen yang sangat bergerak. Selain mengejar kesenjangan PSAK
US GAAP masih merupakan standar akuntansi strategis karena dapat meningkatkan kredibilitas dengan IFRS, pada saat yang sama DSAK juga
keuangan yang dominan di dunia. Akan tetapi pelaporan keuangan perusahaan yang pada harus mengikuti setiap perkembangan IFRS
berkat kegigihan DSAK saat itu, akhirnya akhirnya dapat mempengaruhi kredibilitas suatu dan berperan secara aktif dengan memberikan
program harmonisasi IAS berjalan dengan baik Negara serta dapat menurunkan sovereign risk saran/input untuk kepentingan Indonesia.
sehingga tahun 1994 kita mempunyai 2 (dua) negara yang bersangkutan. Belum lagi peran untuk turut pula dalam
buku PSAK merah yang berisi 35 PSAK dan sosialisasi PSAK baru dan sebagai nara sumber
Mengingat begitu pentingnya peranan standar
dapat dikatakan standar akuntansi keuangan penyusunan berbagai pedoman akuntansi.
akuntansi keuangan dan masih signifikannya
kita saat itu setara dengan IAS. Saya beruntung Sementara itu jumlah manajemen purna waktu
kesenjangan PSAK kita dengan IFRS, saya
karena bisa ikut terlibat membantu DSAK saat masih sangat terbatas dan status seluruh
merasa terhormat dipercaya oleh Dewan
itu sebagai tim kerja. anggota DSAK adalah tenaga sukarela sehingga
Pengurus Nasional IAI untuk memimpin DSAK
komitmen waktunya juga sangat terbatas.
Dua tahun lalu, pada saat International Financial selama periode persiapan kovergensi IFRS

MAJALAH AKUNTAN INDONESIA 29

desain 19_rabu.indd 29 8/10/2009 11:3:7 AM


ai Info

Tantangan lainnya adalah “buy in” dari seluruh proses konvergensi IFRS. akuntansi keuangan di lingkungan industri
stakeholder standar akuntansi keuangan sejenis atau profesi sejenis perlu pula
(regulator, perusahaan, akuntan publik dan dibentuk agar sosialisasi PSAK dapat berjalan
perguruan tinggi). Masih banyak stakeholder 4. Bagaimana DSAK dalam lebih efektif.
yang belum memahami pentingnya proses kepemimpinan ibu akan berbeda
konvergensi IFRS. Kurangnya sosialisasi dengan DSAK sebelumnya?
mungkin adalah penyebabnya. Disamping
itu bukan tidak mungkin DSAK akan
menghadapi tantangan dari berbagai pihak Sudah terjawab dalam pertanyaan no. 3 7. Mungkin banyak pembaca yang
yang mempunyai vested interest dalam tentang strategi. belum mengetahui benar fungsi
penyusunan standar tertentu. DSAK, bisa dijelaskan bu, apakah
sebenarnya fungsi dan tugas DSAK?
5. Mengenai konvergensi IFRS 2012,
3. Bagaimana strategi ibu untuk apakah ibu optimis hal tersebut akan DSAK mempunyai tugas utama menyusun
menjawab tantangan tersebut? dapat selesai pada waktunya? standar akuntansi keuangan. Saat ini kita
punya 3 (tiga) pilar standar akuntansi
keuangan yang berada di bawah tanggung
Selain DSAK yang kompeten, berkomitmen DSAK akan segera mendefinisikan sasaran
jawab DSAK yaitu: (1) Standar akuntansi
dan independen, DSAK juga harus konvergensi IFRS 2012 yang kemudian
keuangan untuk perusahaan dengan
didukung oleh manajemen purna waktu dilanjutkan dengan menyusun program kerja
p e r u b a h a n

akuntabilitas publik (PSAK yang berbasis


yang jumlahnya memadai dan kompeten. yang rinci dan terintegrasi. Kami mohon
IFRS), (2) Standar akuntansi keuangan untuk
Rencananya kami akan mengajak perguruan dukungan dari seluruh pihak agar DSAK
perusahaan tanpa akuntabilitas publik (SAK
tinggi untuk membantu DSAK dengan dapat menyelesaikan program kerjanya
ETAP) dan (3) Standar akuntansi keuangan
melakukan berbagai penilitian dalam rangka sesuai jadwal waktu yang telah ditetapkan.
syariah.
membantu DSAK memberikan input/saran
atas perkembangan IFRS.
6. Apa yang harus dipersiapkan oleh Sebagai standard setter, DSAK juga seharusnya
praktisi dan perguruan tinggi dalam berperan secara aktif memberikan input
DSAK akan membangun program kerja rangka program konvergensi ini?
d a l a m

kepada IASB untuk mewakili kepentingan


yang terintegrasi dan mengkomunikasikan
pelaporan keuangan di Indonesia. Saya ingin
program kerja tersebut beserta progresnya
menghimbau seluruh pihak untuk dapat
secara periodik melalui berbagai media Saya mengharapkan praktisi dan perguruan
berpartisipasi dengan mengirimkan input atau
komunikasi. Dengan demikian masyarakat tinggi aktif mengikuti perkembangan
komentar kepada DSAK tentang Eksposure
dapat mengikuti setiap perkembangan perubahan PSAK dan IFRS serta turut
Draft atau discussion paper yang diterbitkan
berperan serta proaktif dalam memberikan
m i t r a

pembahasan DSAK dan melakukan persiapan


IFRS karena standar yang dikeluarkan IASB
yang diperlukan bahkan sebelum suatu input atau saran kepada DSAK.
pada akhirnya akan mempengaruhi standar
standar diterbitkan. Ditengah-tengah perubahan standar akuntansi akuntansi kita.
DSAK juga akan membangun komunikasi keuangan yang begitu cepat, perguruan tinggi
yang intensif dengan International harus secara proaktif merevisi kurikulum
Accounting Standard Board (IASB) sebagai dan bahan ajar serta secara terus menerus
badan penyusun IFRS serta turut serta secara membekali para pengajar dengan perubahan
aktif untuk memberikan input/saran yang standar akuntansi terkini sehingga mahasiswa
mewakili kepentingan Indonesia dalam setiap tetap mendapatkan pengajaran yang up to
rencana perubahan IFRS yang dilakukan oleh date untuk mencegah semakin dalamnya
IASB. kesenjangan antara apa yang di ajar dengan
dunia kerja.
DSAK bekerjasama dengan Dewan Pengurus
Nasional IAI serta Dewan Konsultatif SAK Perguruan tinggi juga dapat berkontribusi
akan membangun jejaring dan komunikasi dengan melakukan berbagai penelitian
yang efektif dengan seluruh stakeholder sehingga hasilnya dapat digunakan DSAK
(regulator, perusahaan, akuntan publik, dalam pengembangan standar akuntansi
universitas, dan lain-lain) sehingga seluruh keuangan.
komponen bangsa dapat saling mendukung Forum-forum diskusi mengenai standar

MAJALAH AKUNTAN INDONESIA


30

desain 19_rabu.indd 30 8/10/2009 11:3:8 AM


desain 19_rabu.indd 31 8/10/2009 11:3:9 AM
ai Info

PELUNCURAN STANDAR AKUNTANSI SYARIÁH


DAN STANDAR AKUNTANSI ETAP (ENTITAS TANPA
AKUNTABLITAS PUBLIK)
MALANG, 17-18 JULI 2009
p e r u b a h a n

Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) akan meluncurkan standar “Standar Akuntansi untuk Entitas tanpa akuntabilitas publik
d a l a m

akuntansi syariáh dalam tiga bahasa serta standar akuntansi ETAP (SAK akan membantu perusahaan kecil menengah dalam menyediakan
ETAP) di dalam acara Seminar Nasional Akuntansi “Tiga pilar Standar pelaporan keuangan yang tetap relevan dan andal dengan tanpa terjebak
Akuntansi Indonesia” yang dilaksanakan oleh Universitas Brawijaya dan dalam kerumitan standar berbasis IFRS yang akan kita adopsi di dalam
Ikatan Akuntan Indonesia di kota Malang pada tanggal 17-18 Juli 2009. Standar Akuntansi PSAK kita. Proses harmonisasi IFRS dan PSAK
Hadir di dalam seminar tersebut ketua Dewan Pengurus Nasional (DPN) kita harapkan akan selesai pada tahun 2012 “ demikian ungkap ketua
m i t r a

IAI, Ahmadi Hadibroto, Ketua Dewan Standar Akuntansi Keuangan DSAK, M. Jusuf Wibisana. “SAK ETAP ini akan khusus digunakan untuk
(DSAK), M. Jusuf Wibisana dan anggota-anggota DSAK lainnya. perusahaan tanpa akuntanbilitas publik yang signifikan. Perusahaan yang
Bertindak sebagai keynote speaker Deputi Gubernur Bank Indonesia, terdaftar di dalam bursa efek dan yang memiliki akuntabilitas publik
Muliaman Hadad yang menyampaikan materi mengenai Konvergensi signifikan tetap harus menggunakan PSAK kita yang umum. SAK ETAP
International Financial Reporting Standards (IFRS) dan Pengembangan ini akan mulai diberlakukan pada tahun 2011 namun penerapan lebih
SAK Syariah di Indonesia, serta Ketua Bapepam dan Lembaga Keuangan, awal di 2010 diperbolehkan” Ujar ketua DPN IAI, Ahmadi Hadibroto.
Dr. A. Fuad Rahmany yang juga akan memberikan keynote speech untuk Standar akuntansi syariáh akan diluncurkan dalam tiga bahasa yakni
membahas strategi menempatkan Indonesia dalam pusaran pasar uang bahasa Indonesia, Inggris dan bahasa Arab. Standar ini diharapkan dapat
dan pasar modal global melalui konvergensi IFRS. mendukung industri keuangan syariáh yang semakin berkembang di
Seminar ini akan ditutup dengan peembahasan berbagai pemikiran Indonesia. Dengan diluncurkannya dua standar tersebut, maka standar
strategis IAI tentang standar akuntansi Indonesia masa depan sebagai akuntansi di Indonesia menjadi lengkap dengan tiga pilar standar
persembahan IAI dalam pembangunan ekonomi berbasis transparansi akuntansi yakni SAK( Standar Akuntansi Keuangan yang berlaku umum),
dan akuntabilitas. SAK ETAP dan SAK Syariáh.

MAJALAH AKUNTAN INDONESIA


32

desain 19_rabu.indd 32 8/10/2009 11:36:01 AM


Info
PERAN AKUNTAN DALAM MENATA ULANG SISTEM
ai
KEUANGAN GLOBAL PASCA KRISIS

Bandung - Sejak krisis “Tingginya toleransi


financial kita harus masyarakat dalam
mempunyai sesuatu memandang korupsi pada
yang di tata ulang pelayanan publik berbeda
yang akan dijadikan terhadap setiap unit
konvensi. layanan. Kondisi tersebut
Ketua Jurusan Akuntansi mencerminkan bahwa
FE Unpad, Syaiful unit layanan tertentu
Rachman Soenaria, SE, sudah sangat terbiasa dan
MT.,Ak mengatakan, wajar dalam korupsi,” ujar
point penting Syaiful.
pertama yaitu, system Sementara Wakil Ketua
penataan goverment komisi pemberantasan
secara global. Kedua, korupsi (KPK) Bidang
bagaimana akuntan Pencegahan, Dr. Haryono

p e r u b a h a n
berperan secara aktif Umar mengatakan,
bukan saja jadi obyek kembali lagi aktif dalam organisasi dan pemahaman masyarakat
tetapi jadi subyek. yang belum menjadi anggota terpanggil terhadap kasus korupsi ini rupanya dianggap
Ia mengatakan, sebagai tuan rumah KNA hatinya untuk mengembangkan organisasi masih kurang. Untuk itu, ia mengimbau
ke VI, Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) trend profesinya,” imbuhnya. kepada masyarakat untuk menanamkan
kedepan focus untuk pemberdayaan anggota perilaku anti korupsi ini sedini mungkin.
Ia berpesan untuk menjadi akuntan
dan penyelenggaraan kegiatan organisasi. Menurutnya, sejak kecil, anak-anak harus
dan auditor mengetahui aturan-aturan
“IAI Jawa Barat ( Jabar) akan fokus kedepan diberi pemahaman yang benar dalam
hukum yang berkaitan dengan keuangan,
untuk pemberdayaan anggota, kemudian berperilaku. Jangan berpikir kalau ingin cepat
khususnya pembukuan. “Jangan sampai

d a l a m
publik penyelenggaraan kegiatan organisasi,” untuk mendapatkan sesuatu harus dengan
saat anda menjadi pemegang pembukuan
diakan katanya. cara yang salah, misalnya menipu, mencuri.
dan mengetahui ada korupsi, tapi diam saja.
rjebak Tanamkan bahwa sesuatu itu ada caranya,
Ia menambahkan, ini bisa dijadikan bahan Dengan demikian, anda pun dapat dianggap
dalam ada prosedurnya yang harus ditaati. “Jangan
instropeksi seberapa jauh IAI dapat terlibat korupsi tersebut,” jelasnya.
PSAK seperti orang yang belum cukup umur, tapi
melakukan perubahan dalam diri IAI Ia juga menjelaskan, yang dapat dilakukan
ketua ingin memiliki SIM, akhirnya ‘nembak’ sama

m i t r a
khususnya wilayah IAI Jabar. “IAI Jabar juga dalam pemberantasan korupsi ini ada dua
untuk polisi,” jelas Dr. Haryono.
ingin meraih sesuatu yang baik bahwa IAI hal. Pertama, penindakan, yaitu termasuk
n yang Pada studium generale ini, Dr. Haryono
jabar menjadi IAI cabang yang terbaik di penyelidikan, penyidikan dan penuntutan.
publik menjelaskan bahwa menurut Undang-
Indonesia,” kata Syaiful menegaskan. Kedua, pencegahan, yaitu, pendidikan, riset
ETAP Undang No. 31 tahun 1999 jo. Undang-
n lebih Yang dijadikan orientasi dari konferensi dan pengembangan dan pengkajian sistem.
Undang No. 21 Tahun 2001, ada tiga puluh
roto. IAI ini, bagaimana IAI memberi arti kepada “Yang paling mudah, jangan lakukan korupsi. jenis tindakan yang bisa dikategorikan
yakni masyarakat bagi Negara dan dunia. Bila menemukan kasus korupsi, yang harus korupsi. Namun ada beberapa tindakan
dapat Kedua, pemerintah baik dari praktek dilakukan adalah catat dan laporkan,” tegas korupsi yang sering terjadi, antara lain,
ang di profesionalisme. “Jadi harapannya nanti Syaiful. kerugian keuntungan negara, suap-menyuap,
tandar hasil konferensi kita dapat memberi sesuatu
penggelapan dalam jabatan, pemerasan,
tandar kepada Indonesia dan kedalam kita dapat
Masyarakat Indonesia Yang Permisif perbuatan curang, benturan kepentingan
mum), memperbaiki praktek profesionalisme kita,”
dalam pengadaan dan gratifikasi.
katanya antusias. Masyarakat Indonesia cenderung menjadi
masyarakat yang permisif dalam menghadapi “Dari seluruh tindakan korupsi tersebut,
Ia mengharapkan, dengan itu eksistensi IAI
korupsi ini. Ia juga menambahkan bahwa banyak orang yang melakukannya, tapi
dibutuhkan masyarakat, kalau anggota IAI
menurut penelitian, 45 persen pengguna tidak mengetahui bahwa yang dilakukannya
banyak tentu harus ada sesuatu yang berarti
layanan publik memandang pemberian termasuk perbuatan korupsi karena
kepada mereka.
imbalan atau lainnya pada suatu instansi kurangnya pengetahuan tentang korupsi.
“Minimal anggota IAI yang sudah vakum Untuk itu, diharapkan mahasiswa dan media
adalah hal yang wajar.

MAJALAH AKUNTAN INDONESIA 33

desain 19_rabu.indd 33 8/10/2009 11:36:03 AM


ai Info

Perbedaan SAK ETAP dengan PSAK


Oleh :
Roy Iman Wirahardja (Anggota DSAK)
Ersa Tri Wahyuni (Direktur Teknis IAI)

Ikatan Akuntan Indonesia pada lain untuk tujuan penerbitan efek di pasar ini untuk penyusunan laporan keuangan
tanggal 17 Juli lalu telah meluncurkan standar modal; atau entitas menguasai aset dalam berikutnya. Oleh sebab itu per 1 January 2011,
akuntansi ETAP (SAK-ETAP) bertepatan dalam kapasitas sebagai fidusia untuk sekelompok perusahaan yang memenuhi definisi Entitas
acara Seminar Nasional Akuntansi “Tiga pilar besar masyarakat, seperti bank, entitas Tanpa Akuntabilitas Publik harus memilih
Standar Akuntansi Indonesia” yang dilaksanakan asuransi, pialang dan atau pedagang efek, apakah akan tetap menyusun laporan keuangan
oleh Universitas Brawijaya dan Ikatan Akuntan dana pensiun, reksa dana dan bank investasi. menggunakan PSAK atau beralih menggunakan
p e r u b a h a n

Indonesia. Nama standard ini sedikit unik Entitas yang memiliki akuntabilitas SAK-ETAP.
karena exposure draftnya diberi nama Standar publik signifikan dapat menggunakan SAK Selanjutnya ketentuan transisi juga
Akuntansi UKM (Usaha Kecil dan Menengah), ETAP jika otoritas berwenang membuat menjelaskan bahwa entitas yang menyusun
namun mengingat definisi UKM sendiri sering regulasi mengizinkan penggunaan standar laporan keuangan berdasarkan SAK ETAP
berubah, maka untuk menghindari kerancuan, tersebut. Hal ini dimungkinkan apabila misalnya kemudian tidak memenuhi persyaratan entitas
standard ini diberi nama SAK Entitas Tanpa pihak otoritas berwenang merasa ketentuan yang boleh menggunakan SAK ETAP, maka
Akuntabilitas Publik. pelaporan dengan menggunakan PSAK terlalu entitas tersebut tidak diperkenankan untuk
Apabila SAK-ETAP ini telah berlaku tinggi biayanya ataupun terlalu rumit untuk menyusun laporan keuangan berdasarkan
efektif, maka perusahaan kecil seperti UKM entitas yang mereka awasi. SAK ETAP. Hal ini misalnya ada perusahaan
d a l a m

tidak perlu membuat laporan keuangan dengan SAK-ETAP ini akan berlaku efektif menengah yang memutuskan menggunakan
menggunakan PSAK umum yang berlaku. Di per 1 January 2011 namun penerapan dini per SAK-ETAP pada tahun 2011, namun kemudian
dalam beberapa hal SAK ETAP memberikan 1 Januari 2010 diperbolehkan. Entitas yang mendaftar menjadi perusahaan public di tahun
banyak kemudahan untuk perusahaan laporan keuangannya mematuhi SAK ETAP berikutnya. Entitas tersebut wajib menyusun
dibandingkan dengan PSAK dengan ketentuan harus membuat suatu pernyataan eksplisit dan laporan keuangan berdasarkan PSAK non-ETAP
m i t r a

pelaporan yang lebih kompleks. Perbedaan secara penuh (explicit and unreserved statement) dan tidak diperkenankan untuk menerapkan
secara kasat mata dapat dilihat dari ketebalan atas kepatuhan tersebut dalam catatan atas SAK ETAP ini kembali. Sebaliknya entitas yang
SAK-ETAP yang hanya sekitar seratus halaman laporan keuangan. Laporan keuangan tidak sebelumnya menggunakan PSAK non-ETAP
dengan menyajikan 30 bab. boleh menyatakan mematuhi SAK ETAP kecuali dalam menyusun laporan keuangannya dan
Sesuai dengan ruang lingkup SAK- jika mematuhi semua persyaratan dalam SAK kemudian memenuhi persyaratan entitas yang
ETAP maka Standar ini dimaksudkan untuk ETAP. Apabila perusahaan memakai SAK- dapat menggunakan SAK ETAP, maka entitas
digunakan oleh entitas tanpa akuntabilitas ETAP, maka auditor yang akan melakukan audit tersebut dapat menggunakan SAK ETAP ini
publik. Entitas tanpa akuntabilitas publik yang di perusahaan tersebut juga akan mengacu dalam menyusun laporan keuangan.
dimaksud adalah entitas yang tidak memiliki kepada SAK-ETAP. Berikut ini adalah table perbandingan
akuntabilitas publik signifikan; dan tidak Mengingat kebijakan akuntansi SAK- PSAK dengan SAK-ETAP yang dapat membantu
menerbitkan laporan keuangan untuk tujuan ETAP di beberapa aspek lebih ringan daripada pembaca dalam mempelajari SAK-ETAP lebih
umum (general purpose financial statement) PSAK, maka ketentuan transisi dalam SAK- jauh. Buku SAK-ETAP dapat diperoleh di
bagi pengguna eksternal. Contoh pengguna ETAP ini cukup ketat. Pada BAB 29 misalnya kantor pusat Ikatan Akuntan Indonesia dan
eksternal adalah pemilik yang tidak terlibat disebutkan bahwa pada tahun awal penerapan kantor-kantor cabang IAI.
langsung dalam pengelolaan usaha, kreditur, SAK ETAP, yakni 1 January 2011, Entitas yang
dan lembaga pemeringkat kredit. memenuhi persyaratan untuk menerapkan SAK
Lebih lanjut ruang lingkup standar ETAP dapat menyusun laporan keuangan tidak
ini juga menjelaskan bahwa Entitas dikatakan berdasarkan SAK ETAP, tetapi berdasarkan
memiliki akuntabilitas publik signifikan jika : PSAK non-ETAP sepanjang diterapkan secara
proses pengajuan pernyataan pendaftaran, konsisten. Entitas tersebut tidak diperkenankan
pada otoritas pasar modal atau regulator untuk kemudian menerapkan SAK ETAP

MAJALAH AKUNTAN INDONESIA


34

desain 19_rabu.indd 3 8/10/2009 11:36:03 AM


maka entitas tersebut tidak diperkenankan untuk menyusun laporan keuangan berdasarkan SAK ETAP. Hal ini
misalnya ada perusahaan menengah yang memutuskan menggunakan SAK-ETAP pada tahun 2011, namun
kemudian mendaftar menjadi perusahaan public di tahun berikutnya. Entitas tersebut wajib menyusun laporan
keuangan berdasarkan PSAK non-ETAP dan tidak diperkenankan untuk menerapkan SAK ETAP ini kembali.
Sebaliknya entitas yang sebelumnya menggunakan PSAK non-ETAP dalam menyusun laporan keuangannya

ai
dan kemudian memenuhi persyaratan entitas yang dapat menggunakan SAK ETAP, maka entitas tersebut dapat
menggunakan SAK ETAP ini dalam menyusun laporan keuangan.

Info
Berikut ini adalah table perbandingan PSAK dengan SAK-ETAP yang dapat membantu pembaca dalam
mempelajari SAK-ETAP lebih jauh. Buku SAK-ETAP dapat diperoleh di kantor pusat Ikatan Akuntan Indonesia
dan kantor-kantor cabang IAI.

Tabel Perbandingan PSAK dengan SAK ETAP

No Elemen PSAK SAK ETAP

1 Penyajian Laporan Keuangan x Laporan posisi keuangan Sama dengan PSAK,


o Informasi yang disajikan dalam kecuali informasi yang
laporan posisi keuangan disajikan dalam neraca,
o Pembedaan asset lancar dan yang menghilangkan pos:
tidak lancar dan laibilitas jangka x Aset keuangan
pendek dan jangka panjang x Properti investasi
o Aset lancar yang diukur pada
o Laibilitas jangka pendek nilai wajar (ED
o Informasi yang disajikan dalam PSAK 1)
laporan posisi keuangan atau x Aset biolojik yang
catatan atas laporan keuangan diukur pada biaya
(Perubahan istilah di ED PSAK 1: perolehan dan
Neraca menjadi Laporan Posisi Keuangan nilai wajar (ED
Kewajiban (liability) menjadi laibilitas) PSAK 1)
x Kewajiban
berbunga jangka
panjang
x Aset dan
kewajiban pajak
tangguhan
x Kepentingan non-
pengendalian

Laporan Laba Rugi x Laporan laba rugi komprehensif Tidak sama dengan PSAK
o Informasi yang disajikan yang menggunakan istilah
dalam laporan Laba Rugi laporan laba rugi
Komprehensif komprehensif, SAK ETAP
o Laba rugi selama periode menggunakan istilah
o Pendapatan laporan laba rugi.
komprehensif lain selama
periode
o Informasi yang disajikan

p e r u b a h a n
dalam laporan laba rugi
komprehensif atau
catatan atas laporan
keuangan

Penyajian Perubahan Ekuitas Sama dengan PSAK,


kecuali untuk beberapa hal
yang terkait pendapatan
komprehensif lain.

Catatan Atas Laporan x Catatan atas laporan keuangan Sama dengan PSAK,
Keuangan x Struktur kecuali pengungkapan
x Pengungkapan kebijakan modal.
Akuntansi
x Sumber estimasi ketidakpastian
x Modal (ED PSAK 1)
x Pengungkapan lain

d a l a m
Laporan Arus Kas x Arus kas aktivitas operasi: metode Sama dengan PSAK
langsung dan tidak langsung kecuali:
x Arus kas aktivitas investasi x Arus kas aktivitas
x Arus kas aktivitas pendanaan operasi: metode
x Arus kas mata uang asing tidak langsung
x Arus kas bunga dan dividen, pajak x Arus kas mata
penghasilan, transaksi non-kas uang asing, tidak
diatur.

m i t r a
Laporan keuangan x Persyaratan penyajian lapkeu Tidak diatur (Lihat Bab 12).
konsolidasi dan terpisah konsolidasi
x Entitas bertujuan khusus
x Prosedur konsolidasi
x Lapkeu tersendiri
x Lapkeu gabungan

Kebijakan akuntansi, PSAK 25 (Laba atau Rugi Bersih untuk x Pemilihan dan
estimasi, dan kesalahan periode Berjalan, Kesalahan Mendasar, penerapan
dan Perubahan Kebijakan Akuntansi) kebijakan
x Laba atau rugi bersih untuk akuntansi
Periode berjalan x Konsistensi dan
o Pos luar biasa perubahan
o Laba atau rugi dari kebijakan
aktivitas normal akuntansi
o Operasi yang tidak x Perubahan
dilanjutkan Estimasi akuntansi
o Perubahan estimasi x Kesalahan.
Akuntansi SAK ETAP sudah maju
x Kesalahan Mendasar satu langkah dibandingkan
x Perubahan kebijakan Akuntansi PSAK (tidak ada
o Penerapan suatu standar “kesalahan mendasar” dan
Akuntansi keuangan “laba atau rugi luar biasa”).
o Perubahan kebijakan
Akuntansi yang lain

Instrumen Keuangan Dasar x Ruang lingkup: aset dan x Ruang lingkup:


kewajiban keuangan investasi pada
x Instrumen keuangan dasar: efek tertentu
x Diklasifikasikan pada nilai wajar x Klasifikasi trading,
melalui laporan laba rugi, dimiliki held to maturity,
hingga jatuh tempo, tersedia untuk dan available for
dijual, pinjaman dan pinjaman sale. Hal tsb
yang diberikan mengacu ke
x Impairment menggunakan PSAK 50 (1998).
incurred loss concept
x Derecognition

MAJALAH AKUNTAN INDONESIA 35

desain 19_rabu.indd 3 8/10/2009 11:36:0 AM


ai x Hedging dan derivatif
Info

Persediaan x Pengukuran persediaan Sama dengan PSAK


x Biaya persediaan
x Biaya pembelian
x Biaya konversi
x Biaya lain-lain
x Biaya persediaan pemberian jasa
x Teknik pengukuran biaya
x Rumus biaya
x Nilai realisasi bersih
x Pengakuan sebagai beban
x Pengungkapan

Investasi pada x Ruang lingkup: entitas asosiasi x Ruang lingkup:


perusahaan asosiasi dan x Metode akuntansi entitas asosiasi
entitas anak x Metode biaya dan entitas anak
x Metode ekuitas x Metode akuntansi
x Model nilai wajar (ED PSAK 15) x Entitas asosiasi :
metode biaya
x Entitas anak :
metode ekuitas

Investasi pada x Jointly controlled operation, asset, Sama dengan PSAK


perusahaan asosiasi dan and entity kecuali metode
entitas anak x Metode akuntansi akuntansi hanya
x Metode konsolidasi proporsional menggunakan metode
x Metode ekuitas biaya.
x Model nilai wajar (ED PSAK 12 :
PBA/PBO/PBE)

Property Investasi Metode akuntansi Metode akuntansi:


x Model nilai wajar model biaya
Model biaya
Aset Tetap x Menggunakan pendekatan Sama dengan PSAK
komponenisasi kecuali:
x Pengukuran menggunakan model x Tidak
p e r u b a h a n

biaya atau model revaluasi menggunakan


x Pengukuran biaya perolehan pendekatan
x Pengakuan pengeluaran komponenisasi.
selanjutnya x Revaluasi diijinkan
x Penyusutan jika dilakukan
x Tidak perlu review nilai residu, berdasarkan
metode penyusutan, dan umur Peraturan
manfaat setiap akhir periode Pemerintah. Hal
pelaporan, tetapi jika ada indikasi ini mengacu ke
perubahan saja PSAK 16 (1994)
x Tidak perlu review
nilai residu.

Asset Tidak Berwujud x Prinsip umum untuk pengakuan Sama dengan PSAK,
x Pengakuan awal, pengukuran kecuali aset tidak
selanjutnya berwujud yang
x Amortisasi selama umur manfaat diperoleh dari
d a l a m

atau 10 tahun penggabungan usaha.


Penurunan nilai
x Menggunakan metode pembelian Tidak diatur
x Goodwill dimaortisasi 5 tahun atau
20 tahun dengan justifikasi
manajemen

Sewa x Mengatur perjanjian yang x Tidak mengatur


mengandung sewa perjanjian yang
x Klasifikasi bersifat principle based mengandung
m i t r a

x Laporan keuangan lessee dan sewa (ISAK 8)


lessor x Klasifikasi sewa:
kombinasi IFRS
for SMEs dan
SFAS 13
x Laporan
keuangan lessee
dan lessor
menggunakan
PSAK 30 (1990):
Akuntansi Sewa
Guna Usaha

x Kewajiban diestimasi Sama dengan PSAK


x Kewajiban kontinjensi
x Aset kontinjensi
Ekuitas x Penjelasan Sama dengan PSAK,
x Akuntasi ekuitas untuk badan kecuali :
usaha bukan PT x Reorganisasi
x Akuntansi ekuitas untuk badan x Selisih penilaian
usaha berbentuk PT kembali
x Reorganisasi
x Selisih penilaian kembali

Pendapatan x Penjualan barang Sama dengan PSAK.


x Penjualan jasa
x Kontrak konstruksi
x Bunga, dividen dan royalti
x Lampiran kasus pengakuan
pendapatan (ED PSAK 23)

Biaya Pinjaman x Komponen biaya pinjaman Biaya pinjaman


x Pengakuan dan kapitalisasi biaya langsung dibebankan
pinjaman

Penurunan Nilai Aset x Penurunan nilai persediaan Sama dengan PSAK,


x Penurunan nilai non-persediaan kecuali:
x Penurunan nilai goodwill x Ruang lingkup
yang meliputi
MAJALAH AK UN T Ajenis
N aset.I NDONESIA
36 x
semua
Tidak mengatur
penurunan nilai
goodwill
x Ada tambahan
desain 19_rabu.indd 36 penurunan nilai 8/10/2009 11:36:0 AM
untuk pinjaman
yang diberikan
dan piutang yang
x Kewajiban diestimasi Sama dengan PSAK
x Kewajiban kontinjensi
x Aset kontinjensi
Ekuitas x Penjelasan Sama dengan PSAK,
x Akuntasi ekuitas untuk badan kecuali :

ai
usaha bukan PT x Reorganisasi
x Akuntansi ekuitas untuk badan x Selisih penilaian
usaha berbentuk PT kembali
x Reorganisasi
x Selisih penilaian kembali

Info Pendapatan x
x
Penjualan barang
Penjualan jasa
Sama dengan PSAK.

x Kontrak konstruksi
x Bunga, dividen dan royalti
x Lampiran kasus pengakuan
pendapatan (ED PSAK 23)

Biaya Pinjaman x Komponen biaya pinjaman Biaya pinjaman


x Pengakuan dan kapitalisasi biaya langsung dibebankan
pinjaman

Penurunan Nilai Aset x Penurunan nilai persediaan Sama dengan PSAK,


x Penurunan nilai non-persediaan kecuali:
x Penurunan nilai goodwill x Ruang lingkup
yang meliputi
semua jenis aset.
x Tidak mengatur
penurunan nilai
goodwill
x Ada tambahan
penurunan nilai
untuk pinjaman
yang diberikan
dan piutang yang
menggunakan
PSAK 31:
Akuntansi
Perbankan
paragraf 16 dan
17.

Imbalan Kerja x Imbalan kerja jangka pendek Sama dengan PSAK,


x Imbalan pasca kerja, untuk kecuali untuk manfaat
manfaat pasti menggunakan PUC pasti menggunakan
x Imbalan jangka panjang lainnya PUC dan jika tidak
Pesangon pemutusan kerja bisa, menggunakan
metode yang
disederhanakan

Pajak Penghasilan x Menggunakan deferred tax x Menggunakan tax


concept payable concept
x Pengakuan dan pengukuran pajak x Tidak ada

p e r u b a h a n
kini pengakuan dan
x Pengakuan dan pengukuran pajak pengukuran pajak
tangguhan tangguhan

Mata Uang Pelaporan x Mata uang pencatatan dan Sama dengan PSAK
pelaporan Mata Uang Pelaporan
x Mata uang fungsional x Mata uang
x Penentuan saldo awal fungsional
x Penyajian komparatif x Pelaporan
x Perubahan mata uang pencatatan transaksi mata
dan pelaporan uang asing dalam
mata uang
fungsional
x Perubahan mata
uang fungsional
(Pada prinsipnya

d a l a m
sama)
Peristiwa setelah akhir x Peristiwa yang memerlukan Sama dengan PSAK
periode pelaporan penyesuaian
x Peristiwa yang tidak memerlukan
penyesuaian

Pengungkapan pihak- x Pengertian pihak-pihak yang Sama dengan PSAK 7


pihak yang mempunyai mempunyai hubungan istimewa
hubungan istimewa x Pengungkapan

m i t r a
Aktivitas Khusus x Akuntansi perkoperasian Tidak diatur
x Akuntansi minyak dan gas bumi
x Akuntansi pertambangan umum
x Akuntansi perusahaan efek
x Akuntansi reksa dana
x Akuntansi perbankan dan
asuransi

Ketentuan Transisi x Retrospektif atau


prospektif (jika
tidak praktis) yang
diterapkan secara
prospective catch-
up (dampak ke
saldo laba)
x Perpindahan dari
dan ke SAK ETAP

Tanggal Efektif Berlaku efektif untuk


laporan keuangan
yang dimulai pada
tanggal 1 Januari
2011, penerapan dini 1
Januari 2010

MAJALAH AKUNTAN INDONESIA 37

desain 19_rabu.indd 37 8/10/2009 11:36:0 AM


Khas Akuntan

Foto MENYELAMATKAN HUTAN


Penulis INDONESIA DENGAN
PENDEKATAN AKUNTANSI

Di tahun 1970 pengusahaan hutan tentang Tata Hutan dan Penyusunan Rencana
Disusun oleh: dalam bentuk HPH mulai beroperasi. Pengelolaan Hutan Serta Pemanfaatan
Kelompok yang berkepentingan Hutan, khususnya pada Pasal 82, disebutkan
Cahyo Priyatno, SE, Ak, CPMA
dengan hutan sebagai sumber ekonomi bahwa pada saat hapusnya (berakhirnya)
adalah pemegang HPH, industriawan kayu, izin, untuk Izin Usaha Pengelolaan Hasil
p e r u b a h a n

Indonesia dikenal memiliki areal hutan yang pejabat pemerintah yang mengelola instansi Hutan Kayu (IUPHHK) dalam hutan
sangat luas dengan keanekaragaman hayati perindustrian, perdagangan, pertambangan, alam, baik barang tidak bergerak maupun
tertinggi di dunia. Dengan areal hutan yang trasmigrasi, pemukiman penduduk dan tanaman yang telah ditanam dalam areal
luas serta potensi alam yang demikian besar, mereka yang ingin mengeksploitasi hutan kerja, seluruhnya menjadi milik negara.
dalam perjalannnya Indonesia merupakan demi kayu, tanah atau batu mineral di Dengan kata lain, berbeda dengan pada
produsen kayu tropis terbesar di dunia. bawahnya. Hak Pengusahaan Hutan Hutan Tanaman Industri (HTI), dimana
Mulai tahun 1960 Pemerintah (HPH) dan Manajemen Hutan Sistem Hak biaya penanaman dalam areal IUPHHK
berusaha keras untuk meningkatkan Pengusahaan Hutan (HPH) adalah salah pada Hutan Alam dibebankan sebagai
pendapatan negara, diantaranya satu sistem pengusahaan hutan di Indonesia biaya produksi, sementara pada HTI dapat
d a l a m

mengharapkan pendapatan dari bidang dengan para pemegang HPH sebagai dikapitalisasi dan diamortisasi sehingga
kehutanan berupa devisa sebanyak US$ pelaksana utama, diatur dalam Peraturan tanaman dipandang sebagai asset perusahaan
52,5 juta. Pemerintah No. 21 tahun 1970 dan ditujukan pemegang IUPHHK.
Menteri Pertanian yang membawahi untuk pengusahaan hutan alam. Pada Pedoman Standar Akutansi
urusan Kehutanan mengeluarkan Surat dasarnya sistem HPH merupakan bentuk Indonesia (PSAK) No. 32 (yang dikeluarkan
m i t r a

Keputusan Menteri No. 291/Kpts/Um/1970 antisipasi pemerintah setelah dibukanya pada tahun 1995) pun membedakan
tentang penetapan areal kerja pengusahaan kran penanaman modal dengan telah perlakuan akuntansi antara tanaman yang
hutan yang secara otomatis menjadi kawasan dikeluarkannya Undang-undang No. 1 tahun ditanam pada Hutan Alam menggunakan
Hutan Produksi dalam lingkungan Kawasan 1967 tentang Penanaman modal Asing dan Sistem TPTI (Tebang Pilih Tanam Indonesia)
Hutan Negara. Dengan dikeluarkannya Undang-undang No. 6 tahun 1968 tentang dengan yang ditanam pada Hutan Tanaman
surat keputusan tersebut, maka kawasan- Penanaman Modal Dalam Negeri, melalui (HTI). Perbedaan perlakuan ini karena
kawasan hutan yang ditetapkan sebagai pengaturan pemberian konsesi HPH.  memandang adanya perbedaan yang
kawasan Hak Pengusahaan Hutan (HPH), Yang perlu mendapatkan kajian lebih jauh signifikan terkait tehnis operasional antara
dengan sendirinya menjadi Hutan Negara adalah status Tanaman yang ditanam oleh pengelolaan hutan dengan TPTI di hutan
yang dikukuhkan sebagai Hutan Produksi. Pemegang Ijin HPH pada Hutan Alam. alam dan pengelolaan HTI. Perbedaan
perlakuan akuntansi tesebut mendasarkan
Berdasarkan Peraturan Pemerintah
 Manager Internal Audit ITCIKU dan Pengajar pada asumsi bahwa dengan sistem TPTI pada
UNKRIS Jakarta hutan alam perusahaan pemegang IUPHHK-
 Sejarah Kehutanan, Konflik Sosial Kehutanan HA akan menikmati hasil terlebih dahulu
– Lisman Sumardjani Nomor 6 Tahun 2007 tanggal 7 Januari 2007
karena telah tersedianya kayu yang cukup
 Sejarah Kehutanan, Konflik Sosial Kehutanan  Sistem Hak Pengusahaan Hutan dan Manajemen
– Lisman Sumardjani Hutan – Budi Nugroho memadai untuk ditebang, proses penanaman

ai
38

desain 19_rabu.indd 38 8/10/2009 11:36:08 AM


Khas Akuntan

sebatas pada kegiatan pengkayaan hutan untuk kemudian ditanami kembali Hal ini akan menimbulkan inkonsisten
sehingga kegiatan penanam diakui sebagai dengan manajemen yang lebih baik guna pelaporan akuntansi.
biaya. Sedangkan pada HTI menggunakan meningkatkan produktifitas hasil hutan. · Beberapa pengaturan akuntansi di PSAK
asumsi bahwa areal hutan yang dikelola Oleh karena itu, apakah layak 32 bertentangan dengan Kerangka Dasar
sudah tidak tersedia kayu yang memadai, dan benar jika suatu kegiatan yang secara Penyusunan dan Penyajian Laporan
sehingga perusahaan pemegang IUPHHK- knis operasional sama antara metode Keuangan dan PSAK umum
HT memulai pengelolaan dengan proses pengelolaan hutan di Hutan alam dengan Sebagai catatan, terkait dengan
penanaman terlebih dahulu yang kemudian menggunakan teknik THPB dan HTI, pelaksanaan multi sistem silvikultur, PSAK
dinikmati dikemudian hari sehingga proses namun secara perlakuan akuntansi masih No. 32 hanya mencakup pelakuan akuntansi
penanaman diakui sebagai ASET pemegang dibedakan?? untuk Metode TPTI (Tebang Pilih Tanam
IUPHHK-HT.
Seolah mendukung terbitnya Indonesia) dan HTI (Hutan Tanaman
Namun seiring dengan waktu, Permenhut nomor 11 tahun 2009, pada Industri). Sedangkan metode lainnya

p e r u b a h a n
potensi Kayu di sebagian hutan alam, saat yang hampir bersamaan, yaitu pada (THPB, THPA, TPTJ, TPTR) tidak dicover
khususnya di Kalimantan, diperkirakan hanya tanggal 13 April 2009, melalui forum limited dalam PSAK 32, padahal dengan metode
sekitar 20 M3 setiap hektarnya. Penurunan hearing yang diselengarakan oleh IAI (Ikatan yang sangat berbeda tersebut semestinya
potensi secara drastis ini antara lain Akuntan Indonesia), PSAK No. 32 Tentang ada perbedaan perlakuan akuntansinya.
disebabkan oleh kebakaran hutan. Menyikapi Kehutanan diumumkan akan ditarik / tidak Dicabutnya PSAK 32 memungkinkan
kondisi ini, pemerintah melalui Departemen diberlakukan lagi efektif per 1 Januari Perusahaan menggunakan Alternatif PSAK
Kehutanan mengeluarkan Peraturan Menteri 2010. lain atau pedoman lain secara Principle
Kehutanan (Permenhut) nomor 11 tanggal
Pencabutan PSAK 32 bertujuan agar Based asalkan tidak melanggar Pedoman
9 Pebruari 2009 tentang Sistem Silvikultur
sistem akuntansi Indonesia pada akhirnya Akuntansi Berterima Umum (PABU/GAAP)

d a l a m
dalam Areal Izin Usaha Pemanfaatan Hasil
akan sesuai dengan IFRS (International dan Framework Akuntansi. Sehingga apabila
Hutan Kayu pada Hutan Produksi yang
Financial Report Standard) sehingga dapat THPB yang diterapkan di HTI dengan yang
bertujuan untuk meningkatkan produktifitas
digunakan dan diperbandingkan secara diterapkan di (Hutan Alam) HA memiliki
hasil hutan pada hutan produksi.
Global yang pada akhirnya dapat menunjang kesamaan dari segi teknis operasional, maka
Dalam Permenhut ini Pemegang Perkembangan Usaha (bisnis) di Indonesia. perlakuan akuntansinya pun harusnya sama

m i t r a
IUPHHK-HA dapat menerapkan multi (Principle Based).
Sedangkan Alasan penarikan ini
sistem silvikultur, antara lain dengan
diantaranya:
melakukan Tebang Habis dengan Permudaan
Buatan (THPB). THPB yang semula · Pengaturan akuntansi dalam PSAK 32 ini LANDASAN LEGAL PENGAKUAN ASET
diterapkan hanya untuk HTI merupakan telah diatur dalam PSAK-PSAK lainnya, TANAMAN THPB
sebuah teknik silvikultur yang bertujuan · PSAK akan mengatur perlakuan akuntansi PSAK setidaknya dilindungi oleh
untuk meningkatkan produktifitas hasil atas transaksi, bukan didasarkan pada jenis berbagai Undang – Undang, Peraturan
hutan di hutan alam yang mengalami kondisi industri dan Penerapan secara Principle Pemerintah (PP) Peraturan Menteri
kerusakan sampai dengan taraf tertentu. Based (Permen) dan landasan-landasan hukum
Sebagai gambaran, dengan tehnik THPB ini · Pengaturan akuntansi dalam PSAK 32 lainnya yang menyebutkan bahwa pelaporan
potensi kayu yang semula 20 M3 per hektar berdasarkan regulasi yang berlaku saat / laporan keuangan di Indonesia disusun
diharapkan dapat ditingkatkan menjadi 120 itu dan ketika regulasi berubah, maka berdasarkan Pedoman Standar Akuntansi
M3 perhektar penagturan akuntansi harus disesuaikan. Keuangan (PSAK) Indonesia. Sehingga PSAK
Dengan menggunakan teknik mempunyai kekuatan dimata Hukum.
ini terhadap areal hutan yang rusak akan  Paparan Dewan Standar Akuntansi Ikatan Dengan dicabutnya PSAK 32 dan
Akuntan Indonesia pada Limited Hearing tanggal
dilakukan pembersihan (land clearing) 13 April 2009
berlaku principle based, maka sebenarnya

ai
39

desain 19_rabu.indd 39 8/10/2009 11:36:09 AM


Khas Akuntan

pembangunan hutan baik di bekas areal MENGAPA ASSET dan BUKAN BIAYA?
tebangan TPTI maupun di kawasan tidak Dari sisi dunia usaha, aspek dimana
produktif untuk tanaman dengan besaran Tanaman yang ditanam dengan menggunakan
tertentu (sebagai contoh US$ 700/ha). metode THPB dapat diakui sebagai asset
Hal ini mempunyai arti harfiah bahwa perusahaan, jelas lebih favourable. Karena
Tidak ada penanaman dapat diakui sebagai ASET. terkait dengan performance Keuangan
suatu
Kendala hukum diberlakukan / Perusahaan yang akan lebih baik. Hal
diakuinya THPB menjadi Aset perusahaan ini terkait dengan dana investasi yang
adalah adanya PP No 6 Tahun 2007 pasal cukup besar yang harus dikeluarkan oleh
82 butir 4 Jo PP No 3 tahun 2008 yang perusahaan dalam sistem penanaman THPB
menyebutkan bahwa “Pada Saat hapusnya tersebut. Apabila dana penanaman tersebut
izin, Untuk IUPHHK dalam hutan alam, dibiayakan akan mengakibatkan melonjaknya
p e r u b a h a n

baik barang tidak bergerak maupun Harga Pokok Produksi (HPP) yang tentu
tanaman yang ditanam dalam areal kerja, tidak akan menarik bagi dunia Usaha. Sebagai
seluruhnya menjadi milik Negara” diartikan gambaran untuk melakukan penanaman
secara umum bahwa tanaman yang ditanam dengan metode THPB agar hasilnya baik
diareal hutan alam adalah ASET NEGARA. memerlukan dana sekitar Rp. 8 Juta – Rp. 10
Namun apakah tidak dapat diartikan “bahwa Juta per hektar. Jika perusahaan pemegang
landasan hukum tersurat lagi yang implisit
selama belum hapusnya Izin, perusahaan IUPHHK akan melakukan THPB diareal
mengharuskan bahwa proses penanaman
pemegang IUPHHK dalam hutan alam dapat 100.000 Ha saja maka dana yang diperlukan
dan tanaman yang ditanam di hutan alam
mengakui tanaman yang ditanam dalam sebesar Rp. 800 Milyar – Rp. 1 Trilyun. Bisa
harus diakui sebagai biaya.
d a l a m

areal kerja (khususnya yang menggunakan dibayangkan jika dana tersebut dibiayakan,
Dalam Draft Buletin Teknis No 4, metode TPHTB) sebagai asset perusahaan apakah ada pengusaha yang tertarik untuk
Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) menyarankan pemegang IUPHHK kemudian pada saat berinvestasi di sektor kehutanan?
proses Penanaman dan Tanaman dapat masa hapusnya izin baru menjadi milik/Aset Perusahaan pemegang IUPHHK
merujuk pada PSAK 16 tentang Aset Tetap, Negara?. dalam hutan alam akan terstimulus untuk
karena dalam PSAK 16 tidak mengecualikan
m i t r a

Sebagai contoh Ketika perusahaan mengelola areal hutannya untuk lebih


Biological Aset. Oleh karena itu, secara
mendapatkan IUPHHK-HA dengan masa produktif dan berkualitas tinggi. Sebagai
khasanah Akuntansi merujuk kepada PSAK
25 tahun, 45 tahun, 55 tahun atau 60 tahun, gambaran, potensi kayu di areal hutan saat
yang ada, pengakuan dalam pembukuan
kemudian melakukan pengelolaan Hutan ini bayak yang kurang dari 20M3 per hektar,
terhadap proses penanaman dan Tanaman
menggunakan metode THPB dan menanam dengan Metode THPB akan ditingkatkan
dengan menggunakan metode THPB dapat
tanaman daur pendek (8 – 10 tahun) sehingga potensi kayu hingga bisa mencapai 120m3
diakui sebagai ASET perusahaan pemegang
dengan demikian perusahaan pemegang / ha. Hal ini terkait dengan kepastian
IUPHHK, tampa membedakan apakah itu
IUPHHK-HA dapat melakukan penamanan kepemilikan akan tanaman tersebut. Sehingga
dilaksanakan pada Hutan Alam ataukah
sampai 2 – 5 kali daur selama masa Izinnya dari sisi kelestarian hutan produksi pun akan
pada HTI.
berlaku, mengapa perusahaan pemegang lebih baik. Apabila penanaman dibiayakan,
Selain itu dalam SK HPH masing-
IUPHHK-HA tidak boleh mengakuinya maka tidak mustahil pemegang IUPHHK
masing pemegang IUPHHK-HA, disebutkan sebagai asset pemegang izin? Apakah ada akan melakukan penanaman alakadarnya
antara lain bahwa perusahaan pemegang landasan hukum yang melarangnya secara sebatas pemenuhan suatu kewajiban yang
izin wajib menanamkan modalnya dan implisit? Hal ini hampir sama prinsipnya akan berdampak yang kurang baik terhadap
menyisihkan sebagian dari keuntungannya dengan HTI. kelestarian hutan produksi.
untuk pembinaan, rehabilitasi, dan
Seiring dengan membaiknya

ai
40

desain 19_rabu.indd 0 8/10/2009 11:36:10 AM


Khas Akuntan

performance Keuangan perusahaan dan izin yang tidak lagi sanggup menanggung undangan secara implisit yang melarang
favourable-nya bagi dunia usaha dengan biaya operasional yang sedemikian besar pengakuan Tanaman (yang ditanam
dilakukannya kapitalisasi ini, Dilihat dari sisi sehingga memutuskan untuk menutup dengan menggunakan metode THPB)
Keuangan Negara, maka bukan suatu hal perusahaannya yang berdampak terjadinya di hutan alam dapat diakui sebagai asset
yang mustahil pendapatan Negara akan PHK. perusahaan PP 6 Tahun 2007 pasal 82
meningkat dari sektor Pajak Penghasilan Walaupun tidak dapat dipungkiri butir 4 jo PP No 3 tahun 2008 kalaupun
Perusahaan (PPh Badan), kenaikan dari bahwa dengan pengakuan Tanaman dapat dianggap sebagai hambatan, masih
sektor kehutanan terutama peningkatan sebagai Aset, maka kemungkinan sebagian dapat dimultitafsirkan .
PSDH (karena produktifitas hutan akan pemegang IUPHHK untuk mendapatkan · Dari tinjauan legal dan akuntansi di atas,
jauh meninkat dari potensi 20 M3 menjadi reimbursement DR menjadi hilang, pada prinsipnya Perusahaan pemegang
120M3), meningkatkan rasio pertumbuhan meskipun reimbursement itu sendiri pun IUPHHK pada hutan alam dapat
kredit sehingga Negara akan mendapatkan kecil kemungkinan perolehannya karena mengakui tanaman yang ditanam dengan

p e r u b a h a n
tambahan dari sektor pajak bunga kredit dan telah masuk kedalam komponen APBN. menggunakan Metode THPB dalam areal
Negara tidak perlu mengembalikan Dana kerja sebagai asset perusahaan selama
Selain itu, terbuka peluang
Reboisasi untuk penanaman Hutan kembali. belum hapusnya Izin, tanpa harus merubah
munculnya resiko Moral Hazard dari
Selain itu, apabila hal penanaman dibiayakan PP 6 tahun 2007 jo PP No 3 tahun 2008
Pemegang Izin yang akan menebang habis
peluanguntuk meningkatkan pendapatan tersebut, mengingat merubah suatu PP
tanamannya ketika izinnya akan habis.
Negara ini akan hilang, disamping kenyataan dapat memakan waktu yang lama.
Resiko Moral hazard ini sama dengan yang
bahwa hal ini tidak favourable bagi dunia
terdapat pada Pemegang Izin HTI. Namun Penentuan Standar Pelaporan Keuangan
usaha.
Resiko Moral Hazard ini diharapkan dapat Kehutanan Yang Menetapkan Perlakuan
Dari Sisi Devisa Negara dan Iklim teratasi jika Pemegang Izin mempunyai hak Tanaman Sebagai Aset Atau Biaya Menjadi

d a l a m
Investasi, apabila sektor bisnis Kehutanan ekslusif pada saat perpanjangan izin (untuk salah satu Penentu Nasib Hutan dan Industri
ini menjadi menarik diharapkan perusahaan saat ini terdapat perusahaan yang telah Kehutanan Di Indonesia.
pemegang IUPHHK Lokal yang semula diperpanjang 3 kali) sehingga Resiko Moral
menempatkan dananya di Luar Negeri, hazard ini baru akan muncul sekitar 75
kembali memanamkan dananya di dalam Resend dari anggota oleh Ibu Elly Zarni
– 150 tahun yang akan datang. Sedangkan
negeri pada sektor kehutanan. Selain itu,

m i t r a
resiko hilangnya areal hutan / kerusakan
jika peraturan perundang-undangan telah Hutan akibat perrilaku Pemegang Izin yang
memungkinkan untuk dapat menarik tidak terlalu peduli terhadap kualitas
investor asing untuk melakukan investasi tanamannya jauh lebih besar dan
di Indonesia di sektor kehutanan ini maka sulit dikendalikan.
akan meningkatkan pula iklim Investasi.
Sementara apabila penanaman dibiayakan
peluang untuk meningkatkan Devisa Negara KESIMPULAN
ini akan hilang, · Dengan dihapusnya PSAK 32,
Dari Sisi ketenagakerjaan, dengan terdapat 2 Panduan Akuntansi
membaiknya iklim usaha kehutanan, maka yang mempuyai kekuatan
perusahaan kehutanan akan dapat lebih Hukum untuk mengakui
bertahan sehingga mencegah terjadinya tanaman THPB sebagai Aset,
Pemutusan Hubungan Kerja. Sedangkan yaitu PSAK khususnya PSAK 16
apabila penanaman ini dibiayakan bukan dan SKHPH.
mustahil akan banyak perusahaan pemegang · Tidak ada ketentuan perundang-

ai
41

desain 19_rabu.indd 1 8/10/2009 11:36:11 AM


Khas Akuntan

Foto
Penulis
PENGATURAN KONSESI
JASA INFRASTRUKTUR
Dituturkan Dr. Jan Hoesada

Pendahuluan atau hak memungut hasil dari pengguna kontraktor.


The International Financial prasarana sebagai aset nirwujud sebesar Infrastruktur bukan aset tetap
Reporting Interpretations Committee NPV ekspektasi pungutan tol selama masa operator infrastruktur, karena operator
mengatur Tafsir 12 terkait pada pendapatan konsesi (misalnya 10 tahun) tak mempunyai kekuasaan menentukan
konstruksi dan pengakuan bagian hasil operasi kebijakan penggunaan infrastruktur.
p e r u b a h a n

fasilitas public yang dikelola swasta dalam Substansi IFRIC Interpretation 12 Operator bertindak untuk dan atas nama
IFRIC Interpretation 12-Service Concession grantor.
Pada umumnya pembangunan
Arrangements. IFRIC 12 terkait pada Pedoman umum adalah sbb :
infrastruktur dibiayai APBN yang terbatas
IFRIC 4 atau ISAK 8 tentang kemungkinan
jumlahnya, sehingga pemerintah atau 1. Operator adalah penyedia layanan publik
kandungan sewa pada perikatan apapun,
grantor mengundang partisipasi sektor (service provider).
terkait PSAK 34 yang mengatur dua
privat sebagai investor dalam pendanaan dan 2. Operator membangun infrastruktur
metode pengakuan pendapatan konstruksi.
pengelolaan berbagai proyek infrastruktur. untuk penyediaan layanan publik jangka
Sebagian pakar akuntansi memperkirakan
Pengoperasian dilakukan pihak swasta atas tertentu.
bahwa interpretasi tersebut memberatkan
d a l a m

nama pemerintah atau entitas-sektor-publik


berbagai entitas seperti PLN dan Jasamarga, 3. Operator mengelola-mengoperasikan-
yang didirikan pemerintah, sehingga apabila
apabila diterapkan. Berbagai pendapat memelihara infrastruktur untuk jangka
layanan-publik tak memuaskan pemerintah
berkembang dalam DSAK menyebabkan waktu tertentu.
terkena getahnya.
kemungkinan diterapkan 2011 atau 2012.
Pada IFRIC 12, operator melakukan · Berdasar pola Bangun-Kelola-Serah, pihak
Operator mengakui pendapatan
m i t r a

konstruksi tanpa kepemilikan dari aset swasta membangun suatu infrastruktur,


apabila selesai dibangun selanjutnya dan mengukur pendapatan sesuai IAS 11/
tersebut. Aset akan dimiliki oleh grantor
dikelola ”secara komersial” oleh PSAK 34 Kontrak Konstruksi.
atau pemerintah RI, sehingga operator
harus mencatat akumulasi biaya konstruksi, pihak swasta tersebut sambil bertugas Pendapatan dan beban konstruksi bagi
akan dikonversi menjadi piutang terhadap melakukan pemeliharaan dan rehabilitasi, operator adalah:
pemerintah karena penyerahan hasil pada akhir masa kontrak diserahkan 1. Pendapatan operator berasal dari
konstruksi itu. Jurnal, debit Piutang pada kembali kepada pemerintah. konstruksi dan jasa pemeliharaan
Pemerintah, Kredit Aset Konstruksi yang · Mirip dengan Bangun-Kelola-Serah adalah 2. Beban operator berkait pada dua hal
diserahkan kepada pemerintah. Pemerintah Rehabilitas-Kelola-Serah untuk fasilitas tersebut di atas.
akan membayar hutangnya, misalnya publik yang telah dimiliki pemerintah
Imbalan grantor kepada operator adalah :
basis jumlah Rupiah tertentu untuk setiap dan diserahkan untuk direhabilitasi dan
dikelola swasta. 1. Imbalan dicatat dengan nilai wajar.
kendaraan yang melewati tol kepada
Jasamarga, atau tarif per liter atau kubik air · Pemerintah juga dapat menyerahkan 2. Aset keuangan dicatat sesuai penerimaan
tertentu hasil penjualan PDAM diberikan pengelolaan, pemeliharaan, renovasi dan tunai dan aset keuangan lain.
Pemda kepada PDAM untuk melunasi peremajaan infrastruktur yang telah ada 3. Grantor mempunyai kewajiban hukum
hutang Pemda. Operator mencatat konsesi kepada swasta sebagai operator atau untuk membayar imbalan tertentu

ai
42

desain 19_rabu.indd 2 8/10/2009 11:36:1 AM


Khas Akuntan

kepada operator. 1. Operator mempunyai kontrak konstruksi dkendalikan oleh lembaga lain, yaitu lembaga
· Suatu jumlah tertentu dan pasti dengan grantor. atasan grantor. Grantor harus mengindahkan
2. Dua metode imbalan operator adalah keinginan pemangku kepentingan yang
· Suatu jumlah tergantung
dekat dengan grantor sebagai bagian
pemenuhan syarat penyerahan Imbalan atau semacam upah
pemerintah, misalnya GBHN tentang jalan-
bangunan fisik pengelolaaan prasarana, muncul
raya dan, pekerjaan umum (PU). Grantor
· Suatu imbalan berbasis kinerja sebagai financial instrumen, dicatat
mensubordinasikan optimalisasi laba sektor

p e r u b a h a n
operasional penggunaan aset sesuai IAS 39 atau PSAK 55.
komersial.
tersebut. Imbalan berupa konsesi
Pengendalian grantor tak harus
· Imbalan dicatat sebagai aset pengelolaan, hak menagih langsung
selalu ketat dan rinci, dilakukan dengan
nirwujud oleh operator sesuai kepada pelanggan prasarana, dicatat
bebagai hampiran sebagai berikut:
estimasi berdasar basis imbalan sebagai aset nirwujud sebesar NPV
hasil neto selama konsesi. · Pengendalian harga tak perlu rinci, cukup
dan ekspektasi volume kegiatan
dengan regulasi atau kontrak berbasis
selama tahun buku tersebut. Grantor mengendalikan dan
capping mechanism;
mengatur jenis jasa operator, pengendalian
berbasis kepemilikan infrastruktur. Karena 1. Perjanjian mengatur substansi

d a l a m
Pendapatan dicatat sesuai PSAK terpenting dan sering
operator adalah entitas usaha komersial,
23 atau IAS 18 untuk revenue recognition,
grantor dengan sangat waspada melindungi 2. Perjanjian tak mengatur substansi
pada intinya menggunakan nilai wajar.
infrastruktur bagi kepentingan umum. kurang penting dan jarang,
Kewajiban kontraktual operator Grantor mengutamakan kelestarian kondisi seperti pengabaian cap yang
terkait hak pengoperasian adalah sbb : fisik infrastruktur, kondisi paska perjanjian hanya terjadi pada situasi tak

m i t r a
· Kewajiban memelihara prasarana pada dengan operator. menentu.
tingkat kondisi fisik tertentu sampai Pengendalian grantor melalui · Desain (perencanaan) hak residual dan
diserahkan kepada grantor berbagai cara misalnya sisa umur infrastruktur paska perjanjian
· Termasuk didalamnya adalah restorasi/ · Kontrak dengan operator · Operator mungkin diberi keleluasaan
pemulihan kerusakan dan peningkatan menentukan harga bersyarat
· Melalui regulasi pemerintah
kondisi fisik/upgrading prasarana sesuai
· Pengendalian peristiwa besar seperti 1. Lebihan laba disetor ke grantor
kontrak.
renovasi, replacement prasarana, misalnya 2. Pulangan bagi operator ter-Cap
· Kewajiban ditaksir dengan metode estimasi
lapis-atas-jalan-raya. 3. Elemen harga memenuhi syarat
untuk memperoleh estimasi terbaik.
· Pengendalian pembelian output operator yang ditentukan grantor
Apabila investor menggunakan dana
pinjaman, maka biaya pinjaman dikapitalisasi 1. Output dibeli grantor Pengendalian hak residual grantor
apabila memenuhi syarat kapitalisasi PSAK 2. Output dibeli pihak lain yang dilakukan dengan pengaturan sebagai
26 apabila tidak dibebankan kepada Laba ditunjuk grantor berikut :
Rugi tahun berjalan. · Operator dilarang menjual infrastruktur
Aset keuangan terkait kepada Grantor : Grantor dalam sektor publik mungkin · Operator dilarang meng-agun-kan

ai
43

desain 19_rabu.indd 3 8/10/2009 11:36:1 AM


Khas Akuntan

infrastruktur dan kendali kebocoran distribusi PDAM, · Grantor mengawasi agar prasarana-
· Hak residual adalah NPV infrastruktur gas dan PLN. nirregulasi (misalnya untuk kelas elite
pada akhir masa kontrak, sesuai estimasi · Renovasi terfokus kepada nilai residual dan masyarakat) tidak mendistorsi prasarana-
kondisi fisik akhir masa kontrak dgn umur residual, pelestarian public-utility terregulasi ketat (misalnya untuk
operator. karena kebutuhan umur prasarana (kalau kepentingan rakyat banyak berdaya beli
mungkin) “tanpa batas” bagi masyarakat terbatas)
· Operator mengoperasikan infrastruktur
mewakili grantor (on behalf grantor), (bangsa) · Dengan demikian grantor menerapkan
dengan berbagai perkecualian/ · Grantor melakukan supervisi ketat pengawasan tanpa campur tangan pada
kebebasan. penggantian instalasi bawah tanah. prasarana-nirregulasi.
Renovasi strategis harus terkendali Pengendalian atas penggunaan
grantor, terutama dalam bentuk: prasarana dapat diregulasi atau tidak Perjanjian prasarana utama dapat ditambah
· Pengendalian peristiwa besar seperti diregulasi adalah sebagai berikut: berbagai perjanjian tambahan-tak-terregulasi
renovasi, replacement prasarana, misalnya · Prasarana berstatus unit-penghasil-kas- berbasis SEWA (Lease), harus mengikuti
ganti-lapis-atas-jalan-raya, modernisasi mandiri tak-teregulasi atau diregulasi- PSAK sewa.
teknologi telekomunikasi, sarana deteksi paripurna oleh regulator.

Berbagai aspek perjanjian dan pihak-pihak terkait pada standar akuntansi sebagai berikut:

Kerangka Akuntansi
KATAGORI LESSEE PEMILIK PEMILIK
PENYEDIA JASA PENYEDIA JASA PENYEDIA JASA
p e r u b a h a n

Kerangka akuntansi uraian tersebut diatas dapat digambarkan


Jenis perjanijan Lease. Kontrak jasa, kontrak ROT, Rehabilitate- BOT, Bulid- BOO, Bulid– 100% divestasi/
Mis. Operator pemeliharaan, kontrak Operate-Transfer Operate-Transfer Owned-Operate 100% privatisasi
memperoleh aset lain seperti penagihan /100% korporasi

sebagai berikut : berdasar lease dari


grantor
piutang

Kepemilikan Grantor Grantor Grantor Grantor Operator Operator


Berbagai aspek perjanjian dan pihak-pihak terkait pada standar Aset
Capital Grantor Grantor Operator Operator Operator Operator
akuntansi sebagai berikut: investment
Risiko Dibagi (shared) Grantor Grantor dan atau Grantor dan atau Operator Operator
Permintaan operator operator
Pasar
(Demand Risk)
Kerangka Akuntansi Durasi 8-20 tahun 1- tahun 2-30 tahun 2-30 tahun 2-30 tahun Tak terbatas,
dibatasi lisensi
Kerangka akuntansi uraian tersebut diatas dapat digambarkan sebagai berikut : Residual interest Grantor Grantor Grantor Grantor Operator Operator

IFRS terkait IAS 17 IAS 18 IFRIC 12 IFRIC 12 IAS 16 IAS 16


Apakah grantor
mengendalikan/meregulasi jenis jasa Tidak
operator & harga?
Diluar lingkup
d a l a m

Ya interpretasi, lihat
Information Note 2
Ilustrasi syarat kontrak adalah sebagai berikut:
Apakah grantor mengendalikan melalui Tidak
kepemilikan, maslahat kepemilikan dan
kerugian kepemilikan, bagian & hak
1. Operator wajib membangun jalan raya dalam 2 tahun.
residual pada akhir kontrak? IFRIC 12 MAJALAH 6
2. Operator berhak mengelola atau mengoperasikan jalan tersebut 8
Ya Ilustrasi
Tidak tahun, yaitu tahun ke 3 sd tahun ke 10.
Apakah infrastruktur diperoleh/ Apakah infrastruktur telah ada
Tidak
Ilustrasi Grantor memberi aset keuangan kepada operator adalah sebagai berikut :
3. Operator wajib memelihara jalan sesuai tolok ukur tersepakati.
dibangun operator dari pihak & dimiliki grantor, dan operator
ketiga utk keperluan penyediaan hanya sebagai pelaksana operasi
m i t r a

jasa publik? jasa publik ?

Ya Ya
4. Pada
Ilustrasi akhir
syarat tahun
kontrak ke sebagai
adalah 8 operator
berikut:wajib memperbaharui permukaan
1. Operator wajib membangun jalan raya dalam 2 tahun.
Maka operator tidak mengakui infrastruktur sbg aset tetap atau sebagai aset sewa
jalan raya.
2. Operator berhak mengelola atau mengoperasikan jalan tersebut 8 tahun, yaitu
(leased asset) tahun ke 3 sd tahun ke 10.
5. Pada akhir tahun
3. Operator ke 10 kontrak
wajib memelihara berakhir.
jalan sesuai tolok ukur tersepakati.
. Pada akhir tahun ke 8 operator wajib memperbaharui permukaan jalan raya.
6. G.rantor membayar 200 CU (currency
Pada akhir tahun ke 10 kontrak berakhir. unit) kepada operator
Apakah operator memiliki
hak kontraktual untuk
Apakah operator punya hak
kontraktual untuk
pertahun
6. Grantoruntuk tahun
membayar 200keCU
3-10 untukunit)
(currency penyediaan jalan pertahun
kepada operator bagi publik.
untuk
menerima tunai atau aset memungut pengguna Diluar lingkup tahun ke 3-10 untuk penyediaan jalan bagi publik.
keuangan lain dari grantor infrastruktur sesuai Interpretasi,
Tidak Tidak
atau berdasar pengarahan paragraph 17? lihat
grantor sesuai paragraph 16? paragraf 27. Asumsi kasus, semua arus kas terjadi pada akhir tahun.
Ya Ya
Asumsi kasus, semua arus kas terjadi pada akhir tahun.
Ilustrasi estimasi biaya oleh operator sbb :
Operator mengakui aset Operator mengakui aset Ilustrasi estimasi biaya oleh operator sbb :
keuangan berbasis hak nirwujud sesuai kontrak,
kontraktual utk menerima kas sesuai hak penerimaan hasil
atau aset keuangan lain sesuai seuai paragraph 17.
paragraph 16. Keterangan Tahun Unit moneter
Jasa konstruksi 1 00
IFRIC 12 MAJALAH  2 00
Jasa operasi pertahun 3-10 10
Ilustrasi Pelapisan permukaan jalan 8 100

Ilustrasi Grantor memberi aset keuangan kepada operator adalah


sebagai berikut . Ilustrasi pendapatan kontrak sebagai berikut :

ai
x Operator mengakui pendapatan dan beban sesuai IAS 11 Construction Contracts
dan IAS 18 Pendapatan.
x Beban tiap aktivitas, yaitu beban konstruksi, operasi dan pelapisan-permukaan-
jalan diakui sebagai beban sesuai tahap selesai aktivitas.
x Kontrak pendapatan, nilai wajar jumlah tagihan kepada grandor-diakui saat
tagihan berlaku valid.
x
44
Pelapisan peemukaan wajib pada akhir tahun ke 8, dan diganti biayanya oleh
grandor.
x Kewajiban pelapisan tak diakui pada neraca & beban pada LR, akuntansi
dilakukan apabila pekerjaan pelapisan dilaksanakan.

desain 19_rabu.indd  8/10/2009 11:36:1 AM


Ilustrasi penerimaan atau piutang sbb :
2. Operator berhak mengelola atau mengoperasikan jalan tersebut 8 tahun, yaitu
tahun ke 3 sd tahun ke 10.
3. Operator wajib memelihara jalan sesuai tolok ukur tersepakati.
. Pada akhir tahun ke 8 operator wajib memperbaharui permukaan jalan raya.
. Pada akhir tahun ke 10 kontrak berakhir.
6. Grantor membayar 200 CU (currency unit) kepada operator pertahun untuk
tahun ke 3-10 untuk penyediaan jalan bagi publik.

Asumsi kasus, semua arus kas terjadi pada akhir tahun.

Ilustrasi estimasi biaya oleh operator sbb : Khas Akuntan


Keterangan Tahun Unit moneter
Ilustrasi
Jasa pendapatan
konstruksi kontrak sebagai berikut
1 : 00 Asumsi ilustrasi
2 00
• Operator
Jasa mengakui pendapatan 3-10
operasi pertahun dan beban sesuai IAS 11 10 • Pendanaan operator berdasar kredit dan saldo laba
Construction
Pelapisan permukaan Contracts
jalan dan IAS 18 Pendapatan.
8 100
• Bunga kredit 6.7% pertahun terhadap saldo kredit.
• Beban tiap aktivitas, yaitu beban konstruksi, operasi dan pelapisan- • Arus kas dan nilai wajar diasumsikan terjadi sesuai ramalan.
permukaan-jalan diakui sebagai beban sesuai tahap selesai
Ilustrasi pendapatan kontrak sebagai berikut : Ilustrasi Arus kas
aktivitas.
x Operator mengakui pendapatan dan beban sesuai IAS 11 Construction Contracts Tahun 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Jumlah
• Kontrak pendapatan,
dan IAS 18 Pendapatan.nilai wajar jumlah tagihan kepada grandor-
Penerimaan - - 200 200 200 200 200 200 200 200 1600
Biaya (00) (00) (10) (10) (10) (10) (10) (10) (10) (10) (1.18)
diakui
x Bebansaattiap
tagihan berlaku
aktivitas, valid.konstruksi, operasi dan pelapisan-permukaan-
yaitu beban kontrak
jalan diakui sebagai beban sesuai tahap selesai aktivitas. (sesuai
• Pxelapisan
Kontrak peemukaan wajibwajar
pendapatan, nilai pada akhirtagihan
jumlah tahunkepada
ke 8,grandor-diakui
dan diganti saat tabel 1.1.)
Biaya - (3) (69) (61) (3) (3) (33) (23) (19) (7) (32)
biayanya
tagihanoleh grandor.
berlaku valid.
pinjaman
x Pelapisan peemukaan wajib pada akhir tahun ke 8, dan diganti biayanya oleh (sesuai
• Kewajiban
grandor. pelapisan tak diakui pada neraca & beban pada LR, tabel 1.6)
x Kewajiban
akuntansi dilakukan
pelapisanapabila pekerjaan
tak diakui pelapisan
pada neraca dilaksanakan.
& beban pada LR, akuntansi Arus kas (00) (3) 121 129 137 17 17 67 171 183 78
dilakukan apabila pekerjaan pelapisan dilaksanakan. neto masuk
(keluar)

Ilustrasi
Ilustrasi penerimaan
penerimaan atau piutang
atau piutang sbb : sbb :
Ilustrasi laba paripurna
Keterangan Nilai wajar
Jasa konstruksi Ramalan biaya konstruksi + % Tahun 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Jumlah
Jasa layanan operasional jalan raya Ramalan biaya konstruksi + 20% Pendapatan 2 2 12 12 12 12 12 122 12 12 1.26
Pelapisan ulang permukaan jalan Ramalan biaya konstruksi + 10% Beban (00) (00) (10) (10) (10) (10) (10) (10) (10) (10) (1.180)
Tarif bunga efektif 6.18% pertahun kontrak

p e r u b a h a n
Laba - 32 67 9 1 3 3 2 22 11 3
Sebagai contoh, keuangan
(tabel 1.6.
X 6.18%)
Beban
IFRIC konstruksi
12 MAJALAH CU 500 7
Beban - (3) (69) (61) (3) (3) (33) (23) (19) (7) (32)
Pendapatan (cost plus 5%) CU 525 pinjaman
(cash/debt,
Laba CU 25 diakui pada laba rugi. tabel 1.6 X
6.7%)
Laba neto 2 23 - - - 2 3 1  6 78

Ilustrasi aset keuangan adalah sebagai berikut :


Sebagai contoh,
Ilustrasi bagian neraca
•Beban
Jumlah tertagih kepada grandor
konstruksi
sesuai definisi piutang IAS 39
CU 00

d a l a m
Pendapatan (cost plus %) CU 2
Tahun 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Financial Instrumens: Recognition
Laba CUand Measurement.
2 diakui pada laba rugi.
Tagihan 2 1.082 961 832 69 0 396 33 177 -
•Ilustrasi
Piutang asetpada awalnya
keuangan diukurberikut
adalah sebagai dengan: nilai wajar. pada
Grantor
(tebel
• Px iutang
Jumlah selanjutnya
tertagih kepadadiukur
grandor dengan biayapiutang
sesuai definisi teramortisasi, yaitu
IAS 39 Financial 1.. –
pengakuan awal ditambah bunga
Instrumens: Recognition and Measurement.
kumulatif
x Piutang pada awalnya diukur dengan nilai wajar.
sesuai tarif bunga tabel
1..)
efektif
x Piutang . selanjutnya diukur dengan biaya teramortisasi, yaitu pengakuan awal Kas/ (00) (1.03) (913) (78) (67) (00) (33) (276) (10) 78

m i t r a
ditambah bunga kumulatif sesuai tarif bunga efektif . hutang
• Bx ilaBila
arus
aruskas dannilai
kas dan nilaiwajar
wajar sesuai
sesuai ramalan,
ramalan, bunga
bunga efektif efektif
sebesar 6.18% sebesar
pertahun IFRIC 12 MAJALAH
(tabel 9
1.)
6.18% pertahun dan piutang diakui pada akhir tahun 1 – 3 sbb :
dan piutang diakui pada akhir tahun 1 – 3 sbb :
Aset neto 2 8 8 8 8 0 3 67 72 78
Pengukuran piutang
Pengukuran piutang tampak
tampak sebagai
sebagai berikut : berikut :

Keterangan CU Penutup
Jumlah dapat ditagih akhir tahun 1 2 Penutup
Piutang akhir tahun 1 2 Konsekuensi logis pemberlakuan suatu Standar IFRS di Indonesia adalah pemberlakuan
Bunga efektif tahun ke 2 atas piutang yang timbal akhir tahun 1 32 Konsekuensi logistersebut
tafsir terkait standar pemberlakuan
secara implisit, suatu Standar
karena tafsir IFRS efektif.
tak bertanggal di Indonesia
Tafsir
(6.8% X CU 2) berpotensi membangkitkan kesadaran praktik akuntansi, meluruskan praktik akuntansi
Jumlah dapat ditagih akhir tahun 2 2
adalah pemberlakuan
yang salah tafsir gempa
tafsir, namun berdampak terkaitbumi standar
akuntansi tersebut secara
tatkala diterapkan implisit,
oleh pelaku
Piutang akhir tahun ke 2 1.082 karena tafsir
akuntansi. tak bertanggal
Namun, dapatkah tafsirefektif.
ditunda Tafsir berpotensi
pemberlakuannya
penerbitan tafsir edisi bahasa Indonesia keluaran DSAK?
denganmembangkitkan
cara menunda
Bunga efektif tahun ke 3 atas piutang yang timbal akhir tahun 1 67
(6.8% X CU 1.082) kesadaran praktik akuntansi, meluruskan praktik akuntansi yang salah
Catatan pribadi, Jakarta, 8 Juli 2009
Jumlah jatuh waktu pada operasi tahun 3 (CU 10x(1+20%)) 12 tafsir, namun berdampak gempa bumi akuntansi tatkala diterapkan oleh
Penerimaan kas tahun 3 (200)
Piutang akhir tahun 3 961 pelaku akuntansi. Namun, dapatkah tafsir ditunda pemberlakuannya
dengan cara menunda penerbitan tafsir edisi bahasa Indonesia
keluaran DSAK?
Ilustrasi arus kas, laba paripurna dan posisi keuangan adalah sbb :
Ilustrasi arus kas, laba paripurna dan posisi keuangan adalah
Asumsi ilustrasi Catatan pribadi, Jakarta, 8 Juli 2009
sbb x: Pendanaan operator berdasar kredit dan saldo laba
x Bunga kredit 6.7% pertahun terhadap saldo kredit.
x Arus kas dan nilai wajar diasumsikan terjadi sesuai ramalan.

ai
45

IFRIC 12 MAJALAH 10
desain 19_rabu.indd  8/10/2009 11:36:1 AM
IFRIC 12 MAJALAH 8
Kolom: TIK/ICT
Kolom: TIK/ICT
Teknologi informasi dan komunikasi (TIK) atau
information and communication technology (ICT)

Teknologi informasi dan komunikasi (TIK) atau information and gratis).


communication technology (ICT) berkembang sangat pesat. Akuntan
tidak bisa lagi mengabaikan hal ini, dan jangan sampai dicap gagap
teknologi (gaptek). Dengan adanya globalisasi maka para akuntan harus
dapat mengikuti perkembangan TIK/ICT agar dapat berkompetisi di
tingkat global. Mulai edisi ini majalah Akuntan Indonesia (AI) akan
membahas seputar TIK/ICT.
Perangkat lunak (software) yang banyak digunakan sekarang adalah
program pengolah angka (spreadsheet). Meskipun perusahaan sudah
menggunakan ERP software yang paling mahal sekalipun, nyatanya
masih banyak yang menggunakan spreadsheet untuk menyusun atau
mengkostumisasi laporan keuangan, khususnya dalam penyusunan
laporan keuangan konsolidasian.
mm i i tt rr aa dd aa ll aa mm pp ee rr uu bb aa hh aa nn

Mengingat kita sedang dilanda krisis keuangan global, dan sebagai


akuntan hendaknya dapat memberi contoh untuk tidak menggunakan
perangkat lunak bajakan, maka apabila kita tidak mempunyai cukup
uang untuk membeli suatu perangkat lunak, sekarang cukup banyak
tersedia perangkat lunak yang gratis dan tidak kalah fiturnya dibanding
perangkat lunak yang tidak gratis. Pemantauan tenggat waktu
Mari kita coba gunakan OpenOffice.org Calc, misalnya untuk
memantau pencapaian target konvergensi IFRS per hari.
OpenOffice.org

Perangkat lunak OpenOffice.org merupakan perangkat lunak


perkantoran yang dapat diperoleh atau diunduh secara gratis, dan
didalamnya terdapat program pengolah angka, yaitu OpenOffice.org
Calc.

Kita beri nama kolom-kolomnya adalah (a) nomor urut, (b) nomor
PSAK sekarang atau exposure draft, (c) nomor IAS/IFRS, (d) target
tanggal adopsi IAS/IFRS, (e) tanggal sekarang, (f ) kesenjangan (gap)
antara target dan sekarang apabila proses adopsi belum selesai, (g)
realisasi selesai adopsi, dan (h) hari keterlambatan dari target ke
tanggal realisasi selesai adopsi. Kolom-kolom tanggal (d, e, g) diblok
dan kemudian klik kanan tetikus (mouse) komputer, maka tampilah
menu seperti gambar di atas. Selanjutnya dipilih format tanggal seperti
gambar berikut ini.
Selanjutnya coba kolom-kolomnya diisi tanggal dan rumus seperti

ai ai
Versi OpenOffice.org terkini (3.1) cukup menarik, dan pada gambar gambar berikut ini (isi sel hanya sebagai contoh dan bukan data
berikut ini kita dapat melihat tampilan antarmuka dan fitur OpenOffice. sebenarnya).
org Calc (yang gratis) dibandingkan dengan Microsoft Excel (yang tidak

46

desain 19_rabu.indd 6 8/10/2009 11:36:1 AM


Kolom TIK/ICT

Apabila tanggal di komputer berubah, maka isi kolom E akan berubah


pula, dan demikian pula dengan isi kolom F.

Perbandingan dengan Microsoft Excel

Mari kita bandingkan antara OpenOffice.org Calc dan Microsoft


Excel seperti terlihat pada gambar berikut ini.

p e r u b a h a n
d a l a m
m i t r a

Penutup

Ayo, melek TIK/ICT, dan optimalkan pemanfaatannya. Jika selama ini


masih menggunakan software bajakan dan tidak mampu membelinya,

ai
maka mulailah mencoba software yang asli, gratis, dan tidak melanggar
hukum.

47

desain 19_rabu.indd 7 8/10/2009 11:36:17 AM


ai Opini

Menyimpanglah dari PSAK


Yakub
Divisi Teknis, Ikatan Akuntan Indonesia

Judul di atas bukan suatu bentuk otomatis dapat menyimpang dari PSAK sedikitpun.
provokasi, agitasi, atau sejenisnya. dalam penyusunan laporan keuangannya.
Bukan pula anjuran atau ajakan untuk Penyimpangan tersebut dapat dilakukan
Di sisi lain, tanpa perlu mendefinisikan
menyimpang dari PSAK. Namun, jika kerangka regulasi yang berlaku
konvergensi IFRS itu sendiri, berdasarkan
akan ada peluang yang resmi untuk mengijinkan penyimpangan tersebut
pengalaman konvergensi beberapa IFRS
menyimpang dari PSAK. Dan hal atau minimal tidak melarangnya.
yang sudah dilakukan di Indonesia tidak
tersebut diatur dalam PSAK, bukan di Jika kerangka regulasi yang berlaku
dilakukan secara full adoption. Misalnya,
tempat lain. Kita tidak perlu kesulitan melarangnya, maka perusahaan tidak
ketika IAS 17 diadopsi menjadi PSAK 30
mencari justifikasi untuk menyimpang boleh menyimpang dari PSAK dan
(Revisi 2007): Sewa mengatur leasing
dari PSAK, justru justifikasinya sendiri diharuskan untuk mengungkapnya
tanah berbeda dengan IAS 17. Sistem
p e r u b a h a n

ada dalam PSAK. dalam catatan atas laporan keuangan.


kepengurusan perusahaan di Indonesia
yang memiliki dewan direksi dan
Dalam ED PSAK No.1 (Revisi 2009) Selain harus memperhatikan kerangka dewan komisaris (dual board system)
tentang Penyajian Laporan Keuangan regulasi yang berlaku, penyimpangan berpengaruh terhadap penentuan
yang beberapa waktu yang lalu dari PSAK hanya dapat dilakukan jika kapan peristiwa setelah tanggal neraca,
dikeluarkan DSAK IAI di paragraf penyimpangan yang sama juga dilakukan sebagai contoh lain dari perbedaan
17 sd 22 mengatur tentang adanya oleh seluruh perusahaan dalam antara PSAK dengan IFRS.
penyimpangan dari PSAK. Penyimpangan industri yang sama. Dengan kata lain, • Kerangka regulasi
dari PSAK dapat dilakukan ketika penyimpangan dari PSAK tidak dapat
Adanya penyimpangan dari PSAK akan
kepatuhan atas PSAK justru akan dilakukan jika ada satu perusahaan lain
d a l a m

memberikan peluang kepada kerangka


memberikan pemahaman yang salah dalam industri yang sama mematuhi
regulasi nasional untuk mengatur
dan bertentangan dengan tujuan suatu PSAK yang dianggap bertentangan
berbeda atau bertentangan dengan
laporan keuangan sebagaimana diatur dengan tujuan laporan keuangan.
PSAK, dimana penyimpangan dari
dalam kerangka dasar (KDPPLK).
PSAK dapat dilakukan jika kerangka
Untuk memahami perlunya regulasi yang berlaku mengharuskan
m i t r a

Namun, kemungkinan penyimpangan penyimpangan dari PSAK diatur dalam penyimpangan tersebut atau tidak
ini akan sangat jarang terjadi mengingat standar akuntansi keuangan yang melarangnya. Penyimpangan dari
seharusnya tidak ada pertentangan berlaku di Indonesia dapat dilihat dari suatu PSAK juga merupakan justifikasi
antara kepatuhan terhadap PSAK beberapa faktor berikut: bahwa PSAK tidak sempurna. Hal
dengan tujuan laporan keuangan dalam • Pengertian konvergensi IFRS ini memberikan peluang atau tidak
KDPPLK. Sebagaimana diatur dalam membelenggu penyusun laporan
Pengertian konvergensi IFRS yang
KDPPLK, salah satu tujuan KDPPLK keuangan (dengan menyimpang
digunakan merupakan awal untuk
adalah sebagai acuan bagi penyusun dari PSAK) untuk mencapai tujuan
memahami apakah penyimpangan
standar akuntansi keuangan (accounting penyusunan laporan keuangan yang
dari PSAK harus diatur dalam standar
standards setter) dalam melaksanakan seharusnya sebagaimana diatur dalam
akuntansi keuangan. Pendapat yang
tugasnya. Ketika suatu PSAK KDPPLK.
memahami konvergensi IFRS adalah full
dikembangkan dari KDPPLK, maka
adoption menyatakan Indonesia harus
seharusnya tidak akan ada pertentangan
mengadopsi penuh seluruh ketentuan Namun, regulasi yang berlaku di
antara PSAK dengan sumber acuannya.
dalam IFRS, termasuk penyimpangan Indonesia mengharuskan perusahaan
dari IFRSs sebagaimana yang diatur untuk menyusun laporan keuangan
Manajemen adalah pihak yang diberi dalam IAS 1 (2009): Presentation of sesuai dengan standar akuntansi
tugas untuk menyimpulkan telah terjadi Financial Statements paragraf 19-24. keuangan, terutama PSAK yang
pertentangan antara suatu PSAK Pengertian konvergensi IFRS sebagai merupakan komponen utama dari
dengan tujuan laporan keuangan. Ketika adopsi penuh sejalan dengan pengertian standar akuntansi keuangan. Jika dalam
manajemen telah menyimpulkan hal yang diinginkan oleh IASB. Tujuan akhir PSAK diijinkan untuk menyimpang dari
tersebut, tidak serta merta manajemen dari konvergensi IFRS adalah PSAK sama PSAK, maka hal ini akan membingungkan
atau penyusun laporan keuangan secara dengan IFRS tanpa adanya modifikasi perusahaan yang diharuskan menyusun

MAJALAH AKUNTAN INDONESIA


48

desain 19_rabu.indd 8 8/10/2009 11:36:18 AM


Opini
ai
Dalam kondisi industri yang bersifat
monopoli atau oligopoli hal ini akan
mudah dilakukan. Bahkan, dalam
industri dengan tingkat kompetisi
tinggi umumnya akan mudah mencapai
konsesus antar perusahaan ketika
mereka menghadapi “musuh bersama”.
Tentunya kita tidak menginginkan PSAK
head to head dengan penyusun laporan
keuangan dan regulator.
• Kontekstualitas penerapan
Penyimpangan dari IFRS yang diatur
dalam IFRS relevan dengan konteks
IFRS yang berlaku dan diterapkan secara
internasional, dan memberikan ruang
yang memungkinkan setiap negara
yang mengadopsi IFRS secara penuh
untuk menyimpang dari IFRS dalam
rangka untuk mengakomodasi national
regulatory framework.
PSAK mempunyai konteks yang

p e r u b a h a n
berbeda dengan IFRS, dimana PSAK
laporan keuangan sesuai dengan standar dihasilkan oleh laporan keuangan dan hanya berlaku di Indonesia. Ketika
akuntansi keuangan. Kondisi ini akan hal ini sejalan dengan tujuan laporan suatu IFRS diadopsi ke suatu PSAK
kontradiksi atau bahkan kontraproduktif keuangan dalam KDPPLK. Hal ini maka IFRS tersebut sudah mengalami
dengan penegakan regulasi yang terkait menyiratkan bahwa tujuan laporan proses “pembenturan” dengan
dengan pelaporan keuangan. Dilihat keuangan dalam KDPPLK lebih unggul kerangka regulasi nasional sehingga hal
dari sudut pandang penyusunan suatu atau superior dibandingkan pengaturan ini menjamin tidak ada lagi pengaturan
aturan, PSAK merupakan suatu aturan yang ada dalam PSAK. Sehingga ketika dalam PSAK yang bertentangan dengan
dan mungkinkah suatu aturan mengatur ada pertentangan antar keduanya, regulasi yang berlaku. Leasing tanah dan

d a l a m
untuk menyimpang dari aturan maka tujuan laporan keuangan dalam dual board system di atas merupakan
tersebut. Dengan logika tersebut maka KDDPLK harus mengalahkan PSAK. contoh hasil pembenturan dimaksud.
tidak mungkin suatu aturan mengatur • Kebijakan negara lain
hal yang bertentangan dengan aturan Sebagai perbandingan, Singapura
Namun, dalam KDDPLK disebutkan
tersebut atau aturan lain yang masih dan Filipina telah mengadopsi adanya
bahwa jika terjadi pertentangan antara
merupakan satu kesatuan pengaturan. penyimpangan dari standar akuntansi
kerangka dasar dengan PSAK, maka

m i t r a
PSAK yang harus diunggulkan. Dengan keuangan yang berlaku di negara
Penyimpangan dari PSAK dikhawatirkan analogi yang sama, kenapa ketika tersebut. Malaysia juga telah mengadopsi
akan timbul moral hazard terkait manajemen berkesimpulan bahwa tentang penyimpangan tersebut, tetapi
dengan interpretasi atas kalimat “… terjadi pertentangan antara PSAK akan menerbitkan suatu panduan atau
kepatuhan terhadap ketentuan PSAK dengan tujuan laporan keuangan dalam interpretasi untuk menjamin bahwa
akan memberikan pemahaman yang KDPPLK yang diunggulkan adalah penyimpangan tersebut hanya dapat
salah yang bertentangan dengan tujuan KDPPLK, bukannya sebaliknya. terjadi di keadaan yang jarang terjadi,
laporan keuangan yang disusun dalam bukan sesuatu yang dapat dilakukan
• Persyaratan yang ketat sewaktu-waktu. Sementara Australia
Kerangka Dasar Penyusunan dan
Persyaratan untuk menyimpang dari tidak mengadopsinya.
Penyajian Laporan Keuangan …” (lihat
PSAK adalah ketat. Tidak mudah
ED PSAK 1 paragraf 17). Dikhawatirkan
bagi suatu perusahaan untuk dapat
penyusun laporan keuangan atau Apakah Anda lebih setuju penyimpangan
menyimpang dari suatu ketentuan
manajemen sering menyimpulkan telah dari IFRS atau penyimpangan dari
dalam PSAK. Penyimpangan tersebut
terjadi pertentangan antara tujuan PSAK?
dapat dilakukan jika kerangka regulasi
laporan keuangan dengan suatu PSAK,
mensyaratkan atau minimal tidak
bukan suatu keadaan yang sangat jarang
melarang penyimpangan tersebut, dan
terjadi sebagaimana dimaksudkan dalam
hal tersebut dilakukan oleh seluruh
ED PSAK 1 (Revisi 2009).
perusahaan dalam industri yang sama
• KDPPLK versus PSAK tanpa terkecuali. Kedua syarat tersebut
Tujuan penyimpangan dari PSAK untuk tidak mudah untuk dipenuhi.
meningkatkan relevansi informasi yang

MAJALAH AKUNTAN INDONESIA 49

desain 19_rabu.indd 9 8/10/2009 11:36:19 AM


Kolom Pasar Modal

Foto
Konsultasi Sektor Publik
Penulis oleh :
Dr. Cris Kuntadi, MM, CPA
(Redaktur Majalah Akuntan Indonesia & Sekretaris
Jenderal IAI KASP)

Redaksi membuka ruang konsultasi sektor publik bagi pembaca majalah Akuntan Indonesia
(AI). Pertanyaan yang dapat diajukan meliputi akuntansi, pengelolaan, pertanggungjawaban,
dan pemeriksaan keuangan negara/daerah. Pertanyaan dialamatkan ke cris.kuntadi@iaiglobal.
or.id atau alamat redaksi AI. Harap menyatakan nama, alamat lengkap, dan instansi.

Q 1: A 1:
Assalamu’alaikum warohmatullahi Terima kasih atas pertanyaan Saudari Dengan demikian, usulan koreksi
wabarokatuhu, semoga jawaban ini tidak saja bermanfaat oleh auditor terkait pengungkapan dalam
Pak, saya mau bertanya tentang bagi penanya tetapi juga bermanfaat CALK pada entitas yang diperiksa telah
p e r u b a h a n

investasi pada pemerintah daerah. Standar bagi pengguna akuntansi pemerintahan. sesuai agar pengungkapan laporan keuangan
Akuntansi Pemerintahan (SAP) dan buletin Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintahan sesuai dengan standar akuntansi.
teknis antara lain menyatakan bahwa (PSAP) 06 tentang Akuntansi Investasi Demikian jawaban kami, semoga
investasi (dhi. Investasi dalam saham) mengatur perlakuan akuntansi investasi jawaban ini bermanfaat.
dicatat sesuai harga perolehan. Nilai saham pemerintah pusat dan daerah baik investasi
yang dijual di pasaran kan selalu bergerak jangka pendek maupun investasi jangka
panjang yang meliputi saat pengakuan,
terus harganya. Misalnya, suatu pemerintah
kabupaten membeli 200 lot (@500 lembar) klasifikasi, pengukuran, dan metode
saham BUMN yang go public melalui PT penilaian investasi, serta pengungkapannya Q 2:
d a l a m

Bahana Sekuritas pada harga Rp875 ketika pada laporan keuangan. Dalam PSAP 06
initial public offering (IPO). Pemda mencatat tersebut antara lain menyebutkan bahwa
“Investasi jangka pendek dalam bentuk Pak Cris yang saya hormati, ada beberapa
investasi dalam saham di neraca sebesar
surat berharga, misalnya saham dan pertanyaan tentang laporan keuangan
harga perolehan yaitu Rp87.500.000 (200
obligasi jangka pendek, dicatat sebesar sektor publik baik laporan keuangan
lot x 500 lembar x Rp875). Menurut kami,
biaya perolehan. Biaya perolehan investasi pemerintah pusat (LKPP), laporan keuangan
pencatatan tersebut telah sesuai dengan
m i t r a

meliputi harga transaksi investasi itu sendiri kementerian negara/lembaga (LKKL),


standar. Akan tetapi, mengingat harga
ditambah komisi perantara jual beli, jasa maupun laporan keuangan pemerintah
saham BUMN tersebut terus mengalami
bank dan biaya lainnya yang timbul dalam daerah (LKPD). Apakah laporan keuangan
peningkatan, apakah kami sebagai auditor
rangka perolehan tersebut.” sektor publik yang ada saat ini sudah cukup
diperkenankan mengusulkan kepada
memadai untuk memberikan informasi
manajemen untuk menambahkan informasi Apabila harga saham yang dibeli
kepada pemilik tentang kinerja pemerintah
dalam catatan atas laporan keuangan mengalami kenaikan atau penurunan maka
atas sumber daya yang telah mereka
(CALK)? perubahan harga tersebut harus diungkapkan
gunakan? Apakah komponennya sudah
Mohon masukan. dalam catatan atas laporan keuangan karena
tepat dan cukup? Apakah informasi yang
PSAP 06 menyebutkan hal-hal yang perlu
Matur nuwun dan wassalamu’alaikum telah disajikan dalam laporan keuangan
diungkapkan dalam CALK antara lain:
warahmatullahi wabarokatuhu, sektor publik telah sesuai dengan informasi
· Perubahan harga pasar baik investasi yang diharapkan oleh masyarakat? Apakah
jangka pendek maupun investasi jangka ada survei tentang informasi apa yang
Radina Hartanti panjang; sebenarnya diharapkan masyarakat?
Auditor pada Perwakilan BPK Provinsi · Penurunan nilai investasi yang signifikan Terimakasih atas kesempatan untuk
Sumatera Selatan dan penyebab penurunan tersebut. bertanya, pak cris.

ai
50

desain 19_rabu.indd 0 8/10/2009 11:36:21 AM


l

Nila Eka Putri


Mahasiswi Program Magister Akuntansi
Q 3: A 3:
Sektor Publik Cukup lama kami tidak Kami sungguh bahagia karena ternyata ada
Universitas Padjajaran Bandung bersilaturahmi dengan pak Kris. Kami juga Pimpinan DPRD ikut partisipasi dalam forum
berharap ini dapat menjalin silaturahmi ini sekaligus memanfaatkan forum di majalah
dengan kawan-kawan akuntan. Alhamdulillah AI ini untuk bersilaturahmi. Atas pertanyaan

A 2: ada media penghubung di majalah AI. Yang
ingin saya tanyakan adalah:
Bapak Iklim, dapat kami sampaikan sebagai
berikut.
1. Sesuai ketentuan, kami Pimpinan DPRD 1. Menurut PP tentang Kedudukan
Laporan keuangan pemerintah (LKPP, mendapat fasilitas kendaran dinas jabatan Keuangan dan Protokoler Pimpinan dan
LKKL, dan LKPD) disusun berdasarkan sedangkan Anggota DPRD yang lain tidak Anggota DPRD, memang hanya Pimpinan

p e r u b a h a n
SAP. Tujuan standar tersebut adalah mendapat fasilitas tersebut. Ketiadaan DPRD yang berhak atas kendaraan dinas.
mengatur penyajian laporan keuangan untuk fasilitas kendaraan dinas jabatan/operasional Dengan demikian, Anggota DPRD tidak
tujuan umum (general purpose financial tersbeut cukup mengganggu aktivitas para berhak mendapatkan fasilitas tersebut.
statements) dalam rangka meningkatkan Anggota DPRD dalam melayani masyarakat Apabila Anggota DPRD difasilitasi
keterbandingan laporan keuangan baik karena sering terkendala masalah kendaraan dinas roda 4 maka hal tersebut
terhadap anggaran, antar periode, maupun transportasi. Bolehkah Sekretariat DPRD merupakan penyimpangan dari ketentuan
antar entitas. Laporan keuangan untuk mengadakan kendaraan dinas operasional peraturan perundang-undangan di samping
tujuan umum adalah laporan keuangan (roda 4) yang dapat dipinjampakaikan kepada penganggaran tersebut akan membebani
yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan para Anggota DPRD? Kendaraan tersebut APBD.

d a l a m
bersama sebagian besar pengguna laporan. tetap dimiliki oleh Sekretariat DPRD akan 2. Terkait pengangkatan pegawai kontrak,
Untuk mencapai tujuan tersebut, SAP tetapi sehari-hari digunakan oleh Anggota hal tersebut merupakan kewenangan
menetapkan seluruh pertimbangan dalam DPRD dalam pelaksanaan tugasnya? kepada daerah dan bukan wewenang DPRD
rangka penyajian laporan keuangan, 2. Kami selaku pimpinan DPRD memerlukan atau Sekretariat DPRD. Apabila diperlukan
pedoman struktur laporan keuangan, dan ajudan dalam kegiatan kedinasan. Apakah ajudan, maka dapat mengajukan kepada
persyaratan minimum isi laporan keuangan. kami diperkenankan untuk merekrut kepala daerah dan jika diperlukan pegawai

m i t r a
Dengan ditetapkannya SAP pegawai kontrak untuk menjadi ajudan kontrak, maka harus dilaksanakan sesuai
berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor pimpinan DPRD? dengan ketentuan terkait pengangkatan
24 Tahun 2005, diharapkan kebutuhan Demikian pertanyaan kami, mohon pegawai kontrak.
masyarakat akan informasi keuangan perkenan pak Kris untuk menjawabnya. Semoga jawaban ini dapat menjadi
sektor publik dapat terpenuhi, baik Atas jawaban Bapak, kami ucapkan terima pertimbangan agar Bapak dapat menjalankan
informasi maupun komponennya. Terkait kasih. amanah dengan aman.
survei tentang informasi yang diharapkan
masyarakat terhadap laporan keuangan
sektor publik, perlu dilakukan untuk Iklim Cahya
memberikan masukan kepada Komite Ketua DPRD Ogan Ilir, Sumatera Selatan
Standar Akuntansi Pemerintahan (KSAP)
agar SAP semakin sesuai dengan kebutuhan
masyarakat. Survei tersebut perlu dilakukan
meskipun telah ada penelitian sebelumnya.
Semoga jawaban ini memuaskan
Saudari Nila di Bandung.

ai
51

desain 19_rabu.indd 1 8/10/2009 11:36:21 AM


ai Opini

Akuntansi Hibah:
Penerima Hibah Wajib Menerapkan
Dana hibah harus jelas peruntukannya, ditatausahakan, diadministrasikan, serta diakuntansikan,
secara transparan dan akuntabel. Jika tidak, bisa menurunkan kredibilitas pemerintah di
mata lembaga atau negara donor.
Hibah dari negara donor luar negeri sebelumnya dibukukan sebagai pengurang pendapatan.
yang dikelola departemen atau lembaga pemerintah Akuntansi Hibah Koreksi dan pengembalian yang sifatnya tidak
jumlahnya cukup besar. Salah satunya, aliran dana berulang atas penerimaan pendapatan yang terjadi
hibah untuk mendukung pelaksanaan pemilu 2009 Bagaimana akuntansi untuk hibah? Meski pada periode penerimaan pendapatan dibukukan
lalu telah mencapai US$ 15 juta (sekitar Rp 140 belum ada standar secara khusus yang mengatur hibah, sebagai pengurangan pendapatan pada periode yang
miliar. Meski hibah diakui sebagai pendapatan yang Sistem Akuntansi Hibah yang diterbitkan Menteri sama. Koreksi dan pengembalian yang sifatnya tidak
tidak perlu dibayar kembali, secara khusus telah Keuangan cukup mengatur secara detail. Basis akuntansi berulang atas penerimaan pendapatan yang terjadi
ditetapkan peruntukannya, bersifat tidak wajib dan yang digunakan mengacu pada penyusunan laporan pada periode sebelumnya dibukukan sebagai
tidak mengikat. Oleh karena itu, pemanfaat hibah keuangan pemerintah yaitu cash toward accrual. Basis pengurang ekuitas dana lancar pada periode
harus tetap bisa dipertanggungjawabkan kepada publik kas digunakan untuk pengakuan pendapatan, belanja, ditemukannya koreksi dan pengembalian
maupun lembaga atau negara donor. dan pembiayaan dalam laporan realisasi anggaran dan tersebut.
p e r u b a h a n

Sesuai PP No. 2 Tahun 2006 tentang Tata basis akrual untuk pengakuan asset, kewajiban dan Akuntansi pendapatan ini dilaksanakan
Cara Pengadaan Pinjaman dan atau Penerimaan Hibah ekuitas dalam neraca. berdasarkan asas bruto; membukukan
serta PP No. 57 Tahun 2005 tentang Hibah Kepada Sementara basis kas digunakan untuk penerimaan bruto dan tidak mencatat jumlah
Daerah serta Penerusan Pinjaman dan atau Hibah laporan realisasi anggaran berarti bahwa pendapatan netonya (setelah dikompensasi dengan
Luar Negeri, mensiratkan hibah harus diadministrasi diakui pada saat kas diterima di rekening kas umum pengeluarannya). Akuntansi ini disusun untuk
dan dibukukan secara baik. Disamping itu, dana hibah negara atau oleh entitas pelapor. Sedangkan belanja memenuhi kebutuhan pertanggungjawaban
harus jelas penggunaannya. Jika tidak akan mengurangi diakui saat dikeluarkan dari rekening kas umum negara sesuai dengan ketentuan dan untuk keperluan
kredibilitas pemerintah di mata negara-negara donor atau entitas pelapor. Untuk basis akrual neraca berarti pengendalian bagi manajemen pemerintah
yang selama ini memberikan bantuan keuangan bagi aset, kewajiban, dan ekuitas dana diakui dan dicatat pusat dan daerah.
Indonesia. pada saat terjadinya transaksi atau pada saat kejadian, Lalu belanja diakui saat terjadinya
d a l a m

Meski telah ada aturan yang jelas, hasil audit kondisi lingkungan berpengaruh pada keuangan pengeluaran dari rekening kas negara.
BPK sendiri menunjukan adanya dana hibah asing yang pemerintah tanpa memperhatikan saat kas atau setara Khusus pengeluaran melalui bendahara
tidak dipertanggungjawabkan dalam APBN mencapai kas dibayar. pengeluaran pengakuannya terjadi pada
Rp 3,9 triliun, yang terjadi di 15 departemen/lembaga. Meski bukan hanya akuntansi hibah, PMK saat pertanggungjawaban atas pengeluaran
Artinya, setidaknya, selama ini dana hibah banyak tersebut juga mengatur akuntansi anggaran hibah, tersebut disahkan oleh unit yang mempunyai
mengalir diluar tujuan yang ditentukan. akuntansi pendapatan hibah, akuntansi belanja hibah, fungsi perbendaharaan. Belanja diklasifikasikan
m i t r a

Melihat kondisi seperti itu, Menteri serta penyajian dan pengungkapan hibah. menurut ekonomi, organisasi dan fungsi.
Keuangan, Sri Mulayni Indrawati, pada 27 Februari Sistem Akuntansi Hibah yang diatur Realisasi anggaran belanja dilaporkan sesuai
2009 menerbitkan PMK No. 40/PMK.05/2009 PMK tersebut, mengatur akuntansi anggaran hibah. dengan klasifikasi yang telah ditetapkan dalam
tentang Sistem Akuntansi Hibah. Tujuannya tidak Dimana akuntansi anggaran dapat dimanfaatkan untuk dokumen anggaran. Koreksi dan pengeluaran
lain memberikan aturan yang jelas terkait dengan pertanggungjawaban dan pengendalian manajemen belanja (penerimaan kembali belanja) yang
perlakuan akuntansi hibah yang meliputi penetapan guna membantu pengelolaan pendapatan, belanja, terjadi pada periode pengeluaran belanja
saat pengakuan, pengukuran, penyajian, dan pelaporan transfer, dan pembiayaan. Hal ini diselenggarakan dibukukan sebagai pengurang belanja pada
hibah. sesuai dengan struktur anggaran yang terdiri dari periode yang sama. Apabila diterima pada
Dalam PMK No. 40 tersebut diatur antara anggaran pendapatan, belanja, dan pembiayaan. periode berikutnya, koreksi atas pengeluaran
lain sistem akuntansi dan pelaporan hibah, akuntansi Anggaran pendapatan meliputi estimasi pendapatan belanja dibukukan dalam pendapatan lain-lain.
hibah, pernyataan tanggungjawab dan reviu. Dalam yang dijabarkan menjadi alokasi estimasi pendapatan.
tulisan ini mengulas akuntansi hibah—meski belum Anggaran belanja terdiri dari apropriasi yang dijabarkan Penyajian dan pengungkapan hibah
ada standar akuntansinya—mengacu pada modul menjadi otorisasi kredit anggaran. Akuntansi anggaran
sistem akuntansi hibah yang dikeluarkan Departemen ini diselenggarakan pada saat anggaran disahkan dan Dalam penyajian dan pengungkapan
Keuanngan, Direktorat Jenderal Perbendaharaan. anggaran dialokasikan. hibah diatur mengenai pengembalian yang
Sementara, menurut jenisnya hibah bisa Sementara untuk akuntansi pendapatan sifatnya normal dan berulang atas penerimaan
berupa bantuan teknis, proyek, kerjasama teknik, dan hibah mengatur pengakuan pendapatan saat diterima pendapatan hibah pada periode penerimaan
kerjasama keuangan. Hibah bisa berasal dari dalam pada rekening kas umum negara. Transaksi pendapatan maupun pada periode sebelumnya dibukukan
atau luar negeri. Hibah memiliki banyak fungsi seperti hibah yang terjadi tanpa diterima pada kas umum sebagai pengurang pendapatan. Koreksi dan
peningkatan fungsi pemerintah, penyediaan layanan negara dapat diakui pada saat dilakukan pengesahan pengembalian yang sifatnya tidak berulang
dasar umum, peningkatan SDM, pelestarian SDA atas transaksi pendapatan hibah. Pengembalian atas penerimaan pendapatan yang terjadi pada
(lingkungan hidup dan budaya), pengembangan riset yang sifanya normal dan berulang atas pendapatan periode penerimaan pendapatan dibukukan
dan teknologi, serta bantuan kemanusiaan. hibah periode penerimaan maupun pada periode sebagai pengurang pendapatan pada periode

MAJALAH AKUNTAN INDONESIA


52

desain 19_rabu.indd 2 8/10/2009 11:36:22 AM


Opini
ai
yang sama. Untuk koreksi yang terjadi pada barang atau jasa dilaporkan dalam laporan sekali dalam setahun. Dalam situasi tertentu
periode sebelumnya dibukukan sebagai realisasi anggaran sebagai transaksi non kas. tanggal laporan sutau entitas berubah dan
pengurang ekuitas dana lancar pada periode Transaksi pendapatan hibah dan penerusnya ke laporan realisasi anggaran tahunan disajikan
ditemukan koreksi dan pengembalian. Entitas daerah diungkapkan dalam catatan atas laporan dengan suatu periode yang lebih panjang atau
pelapor menyajikan klasifikasi pendapatan keuangan. Dalam hal hibah tidak termasuk pendek dari satu tahun, entitas pelaporan
menurut jenis pendapatan dalam laporan dalam perencanaan pada tahun anggaran harus mengungkapkan alasan penggunaan
realisasi anggaran, dan rincian lebih lanjut berjalan, hibah harus dilaporkan dalam tahun periode pelaporan tidak satu tahun. Selain
jenis pendapatan disajikan pada catatan atas berjalan. itu, fakta bahwa jumlah komparatif dalam
laporan keuangan. Untuk belanja penyajian Sementara, laporan relasisasi laporan realisasi anggaran dan catatan terkait
diklasifikasikan menurut jenis belanja, organisasi, anggaran menyajikan iktisar sumber, alokasi, dapat diperbandingkan. Suatu entitas pelapor
dan menurut fungsinya. dan pemakaian sumber daya ekonomi yang menyajikan laporan realisasi anggaran selambat-
dikelola oleh pemerintah, yang menggambarkan lambarnya enam bulan setelah berakhirnya
Pelaporan Hibah perbandingan antara anggaran dan realisasi tahun anggaran.
dalam satu periode pelaporan. Unsur yang Dengan adanya sistem akuntansi
Laporan hibah setidaknya mencakup tercakup secara langsung oleh laporan realisasi hibah ini, setidaknya departemen/lembaga
laporan realisasi anggaran hibah; catatan atas anggaran atas hibah terdiri dari belanja dan pemerintah yang mendapat aliran dana hibah
laporan keuangan; dan laporan (management pendapatan. dapat mengakui, membukukan dan membuat
report). Untuk itu pendapatan hibah dalam Untuk itu, pelaporan hibah laporan keuangan hibah secara transparan dan
bentuk uang disajikan dalam realisasi anggaran. merupakan bagian dari laporan realisasi akuntabel. (HS)
Sementara pendapatan hibah dalam bentuk anggaran yang disajikan sekurang-kurangnya

p e r u b a h a n
d a l a m
m i t r a

MAJALAH AKUNTAN INDONESIA 53

desain 19_rabu.indd 3 8/10/2009 11:36:23 AM


Kolom Pasar Modal

Foto
Konsultasi Pajak
Penulis oleh :
Ronsianus B. Daur, SE, BKP
(Praktisi Perpajakan di Jakarta)

Yang Terhormat, nama JO maka, joint operation tersebut


Q 1: Pengasuh Konsultasi Pajak. Dasar Hukum: Pajak penghasilan diwajibkan untuk dikukuhkan sebagai
PKP. Sebagai PKP JO wajip memungut,
Perkenalkan saya sesuai Pasal 2 ayat 1 Undang Undang Nomor
7 Tahun 1983 sebagaimana telah diubah menyetor dan melaporkan PPN.
seorang supervisor pajak pada salah satu
perusahaan di Jakarta. Dalam waktu dekat terakhir dengan Undang Undang Nomor 36
perusahaan tempat saya bekerja berencana Tahun 2008 tentang Pajak Penghasilan. Mengenai bukti potong Pajak
mengerjakan proyek dari PT XYZ. Karena Penghasilan pasal 23 yang di potong oleh
alasan teknis, manajemen perusahaan saya Pajak Pertambahan Nilai sesuai pemilik proyek project owner dapat
memutuskan untuk melakukan kerjasama Pasal 1 angka 13 Undang Undang No 8 dilakukan mekanisme pemecahan bukti
dengan rekan PT B. Bentuk kerjasama yang Tahun 1983 sebagaimana telah diubah potong sesuai dengan Surat Edaran Dirjen
disepakati untuk menyelesaikan proyek terakhir dengan Undang Undang Nomor Pajak Nomor SE-44/PJ./1994 - tentang
p e r u b a h a n

tersebut adalah non administrative Joint 18 Tahun 2000 tentang Pajak Pertambahan Pemecahan Bukti potong PPh Pasal 23.
Operation ( JO). Nilai Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan Dalam SE tersebut dijelaskan JO mengajukan
atas Barang Mewah., juncto pasal 2 ayat (2) permohonan pemecahan bukti potong PPh
Peraturan Pemerintah Nomor 143 Tahun pasal 23 kepada pemberi hasil (dalam hal ini
Yang ingin kami tanyanya, ada
2000 sebagaimana telah diubah dengan project owner) dilampiri fotokopy dokumen
beberapa hal yang belum kami pahami dengan
Peraturan Pemerintah Nomor 24 tahun pendirian JO., pada waktu dilakukan
tepat berkaitan dengan aspek perpajakan
2002. pemotongan PPh pasal 23 atas nama JO qq
joint operation. Dimana perusahaan tempat
anggota (NPWP anggota) dengan jumlah
saya bekerja sama dengan PT B yaitu sama-
pajak sebesar bagian masing-masing sesuai
sama perusahaan dalam negeri (PMDN). Pengertian Joint operation secara
d a l a m

dengan (joint operation agreement)., bukti


Apa saja yang harus saya lakukan agar proyek jelas dapat kita temui dalam surat penegasan pemotongan PPh pasal 23 disampaikan
tersebut berjalan sesuai dengan peraturan dirjen pajak No. 323/PJ/.42/1989 tanggal untuk para anggota JO.
pepajakan yang berlaku? Saya benar-benar 06 Desember 1989. Dijelaskan bahwa
pusing memikirkan perencanaan pajak yang bentuk joint operation adalah merupakan
baik atas proyek ini. Atas bantuan pengasuh perkumpulan dua badan atau lebih yang Untuk lebih memahami aspek
m i t r a

konsultasi pajak saya ucapkan terimakasih. bergabung untuk menyelesaikan suatu perpajakan joint operation kami
John H. - Jakarta proyek, penggabungan ini bersifat sementara menyarankan bapak untuk membandingkan
sampai proyek itu selesai. beberapa penegasan dari Dirjen pajak atas
masalah perpajakan joint operation yang di
tanyakan oleh wajip pajak walaupun bersifat
A 1: Hal hal yang harus anda lakukan dan
perhatikan adalah:
(private ruling) al: S-60/PJ.422/1994, S-
251/PJ.313/1998, S-199/PJ.53/2004,
Pak John yang baik, 1. Segera daftarkan JO yang telah terbentuk S-244/PJ.531/2000, S-956/PJ.53/2005,
Kami ucapkan terima kasih atas untuk memperoleh NPWP. (Pemberian S-823/PJ.312/2002, penegasan ini sangat
pertanyaan yang sangat menarik ini. Berikut NPWP terhadap joint operation semata- membantu bapak dalam melakukan
kami mencoba memberikan gambaran mata untuk keperluan pemotongan pph perencanaan pajak yang baik, sehingga tidak
perencanaan (tax Planning) berdasarkan pasal 21, pasal 23/26, dan PPN). berbenturan dengan peraturan Perpajakan
kesimpulan atas surat yang bapak kirimkan 2. Karena joint operation bukan subyek yang berlaku di Indonesia.
ke redaksi. Perencanaan pajak yang kami pajak, maka tidak diwajibkan untuk
jelaskan disini setidaknya membuat bapak menyampaikan SPT PPh pasal 25/29. Demikian saran kami untuk masalah
bisa memberikan masukan ke manajemen
3. Apabila Joint operation yang terbentuk perencanaan pajak yang bapak hadapi
dalam memutuskan strategi bisnis yang
dalam melakukan transaksinya dengan semoga bermanfaat.

ai
mereka ambil.
Pemilik Proyek (project owner) atas

54

desain 19_rabu.indd  8/10/2009 11:36:2 AM


l

desain 19_rabu.indd  8/10/2009 11:36:26 AM


ai
Kolom IFRS

Instrumen Keuangan

oleh Handoko Tomo


p e r u b a h a n

Sesuai pengantar pada edisi pertama, kolom IFRS merupakan kolom


tetap pada setiap edisi majalah Akuntan Indonesia (AI) dalam rangka
mengikuti proses konvergensi International Financial Reporting
Standards (IFRS) yang dilakukan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI),
membantu sosialisasinya, dan memantau “larinya” IFRS.
Pada beberapa edisi berikutnya, kolom ini akan diisi pula dengan
pertanyaan dari materi pada edisi sebelumnya, dan disediakan hadiah
yang menarik bagi yang berhasil menjawab dengan tepat. Oleh karena
itu, jangan sampai ada edisi yang terlewatkan. Untuk “menguliti”
d a l a m

IFRS, penulis akan bekerja sama pula dengan Pascal Jauffret, ahli
IFRS dari Mazars, Perancis.

Apakah sudah siap? PSAK No. 55 (Revisi 1999) tentang Akuntansi


Instrumen Derivatif dan Aktivitas Lindung
Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan
m i t r a

Nilai. PSAK No. 50 (Versi 1998) dan PSAK


(PSAK) No. 50 (Revisi 2006) tentang Instrumen
No. 55 (Revisi 1999) mengacu pada Statement
Keuangan: Penyajian dan Pengungkapan,
of Financial Accounting Standards (SFAS) yang
mengacu pada International Accounting Standard
diterbitkan oleh Financial Accounting Standards
(IAS) 32 Financial Instruments: Disclosure and
Board (FASB) Amerika Serikat, yaitu SFAS 115
Presentation (untuk pengaturan perlakuan
Accounting for Certain Investments in Debt and
akuntansi mengenai penyajian/presentation
Equity Securities dan SFAS 133 Accounting for diterima DSAK paling lambat 30 November
instrumen keuangan telah sesuai dengan IAS
Derivative Instruments and Hedging Activities. 2006. Pada tanggal 16 Desember 2006 PSAK
32 Revised 2005, tetapi untuk pengaturan
50 (Revisi 2006) dan PSAK 55 (Revisi 2006)
perlakuan akuntansi mengenai pengungkapan/
Ikatan Akuntan Indonesia dan Bank Indonesia disahkan, dan dinyatakan efektif berlaku untuk
disclosure masih mengacu pada IAS 32 Revised
telah membentuk Tim Adopsi IAS 32 dan periode yang dimulai pada atau setelah 1 Januari
2000 dan belum menggunakan IFRS 7 sebagai
IAS 39, dan tim ini mulai bertugas 28 April 2009 (penerapan lebih dini dianjurkan).
acuan).
2005, dan menghasilkan Konsep Exposure
Draft (KED) PSAK 50 (Revisi 2006) dan KED Entitas diberi waktu dua tahun untuk
PSAK No. 55 (Revisi 2006) tentang Instrumen
PSAK 55 (Revisi 2006). Selanjutnya pada mempersiapkan diri dalam menerapkan
Keuangan:Pengakuan dan Pengukuran,mengacu
tanggal 30 Agustus 2006 Dewan Standar PSAK 50 (Revisi 2006) dan PSAK 55 (Revisi
pada IAS 39 (Revised 2005) Financial Instruments:
Akuntansi Keuangan (DSAK) telah menyetujui 2006), tetapi banyak entitas yang belum
Recognition and Measurement. PSAK No. 50
KED menjadi Exposure Draft (ED) untuk siap, khususnya dari industri perbankan, dan
(Revisi 2006) adalah revisi dari PSAK No. 50
disebarluaskan dan ditanggapi oleh para akhirnya pada tanggal 23 Desember 2008,
(versi 1998) tentang Akuntansi Efek Tertentu.
konstituen, dan diharapkan tanggapan tertulis saat IAI merayakan ulang tahun yang ke-51,
PSAK No. 55 (Revisi 2006) adalah revisi dari

MAJALAH AKUNTAN INDONESIA


56

desain 19_rabu.indd 6 8/10/2009 11:36:26 AM


ai
Kolom IFRS
Ketua Dewan Pengurus Nasional (DPN) IAI untuk mempertukarkan aset keuangan atau
menyetujui bahwa PSAK 50 (Revisi 2006) dan Apakah kita sudah siap? Mungkinkah kita kewajiban keuangan dengan entitas lain, (b)
PSAK 55 (Revisi 2006) yang semula berlaku berhenti atau menunda lagi sejenak agar ada kontrak yang akan atau mungkin diselesaikan
efektif untuk periode yang dimulai pada kesempatan untuk merevisi terlebih dahulu dengan menggunakan instrumen ekuitas yang
atau setelah tanggal 1 Januari 2009 diubah PSAK-PSAK terkait instrumen keuangan, dan diterbitkan entitas yang bersangkutan dan
menjadi untuk periode yang dimulai pada atau kita akan menerapkannya ketika benar-benar merupakan suatu non-derivatif atau derivatif.
setelah 1 Januari 2010, dan selanjutnya hal ini sudah siap?
diumumkan oleh Ketua DSAK melalui surat Instrumen ekuitas adalah setiap kontrak yang
nomor 1705/DSAK/IAI/XII/2008 tanggal 30 memberikan hak residual atas aset suatu
Apakah instrumen keuangan?
Desember 2008. Cukup banyak orang yang entitas setelah dikurangi dengan seluruh
belum mengetahui hal ini. Terlepas dari siap atau tidak siap, the show must kewajibannya.
go on, jika tidak ada langkah pertama maka
Sekarang, bulan Agustus 2009, hanya tersisa tidak ada langkah-langkah selanjutnya. Mari Berdasarkan paragraf 8 PSAK 55 (Revisi 2006),

p e r u b a h a n
empat bulan lagi untuk mempersiapkan diri kita lanjutkan! derivatif adalah suatu instrumen keuangan
menerapkan PSAK 50 (Revisi 2006) dan PSAK atau kontrak lain dengan tiga karakteristik
55 (Revisi 2006). Sedangkan, dalam ketentuan Sebelum kita melihat PSAK atau IFRS, ada berikut ini: (a) nilainya berubah sebagai
transisi pada paragraf 93 PSAK 50 (Revisi baiknya kita melihat Kamus Besar Bahasa akibat dari perubahan variabel yang telah
2006) dan paragraf 106 PSAK 55 (Revisi 2006) Indonesia Pusat Bahasa Edisi Keempat, edisi ditentukan (sering disebut dengan variabel
dinyatakan bahwa entitas harus menyajikan terkini, apa yang dimaksud dengan instrumen yang mendasari/underlying), antara lain: suku
dampak penyesuaian perlakuan akuntansi keuangan. Menurut kamus, instrumen adalah bunga, harga instrumen keuangan, harga
intrumen keuangan yang ada pada akhir dokumen resmi seperti akta, surat obligasi. komoditas, nilai tukar mata uang asing, indeks
periode laporan keuangan sebelum tanggal Misalnya, instrumen kredit adalah instrumen harga atau indeks suku bunga, peringkat kredit

d a l a m
efektif dengan ketentuan yang ada dalam PSAK kesanggupan bayar, seperti cek, wesel. atau indeks kredit, atau variabel lainnya. Untuk
55 (Revisi 2006) dalam laporan laba rugi atau Sedangkan, keuangan adalah seluk-beluk uang, variabel non keuangan, variabel tersebut tidak
ekuitas periode berjalan. Dengan demikian, urusan uang. berkaitan dengan pihak-pihak dalam kontrak;
entitas harus mulai memperhitungkan (b) tidak memerlukan investasi awal neto
dampaknya pada penyusunan laporan keuangan Berdasarkan paragraf 7 PSAK 50 (Revisi 2006), atau memerlukan investasi awal neto dalam

m i t r a
per 31 Desember 2009. instrumen keuangan adalah setiap kontrak jumlah yang lebih kecil dibandingkan dengan
yang menambah nilai aset keuangan entitas dan jumlah yang diperlukan untuk kontrak serupa
Sementara kita masih berkutat mempersiapkan kewajiban keuangan atau instrumen ekuitas lainnya yang diharapkan akan menghasilkan
diri untuk mengimplementasikan PSAK 50 entitas lain. dampak yang serupa sebagai akibat perubahan
(Revisi 2006) dan PSAK 55 (Revisi 2006), di faktor pasar; dan (c) diselesaikan pada tanggal
pihak lain International Accounting Standards Aset keuangan (financial asset) adalah setiap tertentu di masa mendatang.
Board (IASB) telah merevisi: IAS 32 Financial aset yang berbentuk: (a) kas, (b) instrumen
Instruments: Presentation, IAS 39 Financial ekuitas yang diterbitkan entitas lain, (c)
Nilai wajar
Instruments: Recognition and Measurement, dan hak kontraktual untuk menerima kas atau
IFRS 7 Financial Instruments: Disclosures. aset keuangan lainnya dari entitas lain, atau Berdasarkan paragraf 7 PSAK 50 (Revisi
untuk mempertukarkan aset keuangan atau 2006) dan paragraf 8 PSAK 55 (Revisi 2006),
DSAK telah menerbitkan ED PSAK 31 kewajiban keuangan dengan entitas lain, (d) nilai wajar adalah nilai dimana suatu aset
(Revisi 2009) tentang Instrumen Keuangan: kontrak yang akan atau mungkin diselesaikan dapat dipertukarkan atau suatu kewajiban
Pengungkapan, yang mengadopsi IFRS 7 (2008) dengan menggunakan instrumen ekuitas yang diselesaikan antara pihak yang memahami dan
Financial Instruments: Disclosure, termasuk diterbitkan entitas dan merupakan non- berkeinginan untuk melakukan transaksi wajar
amandemen IFRS 7 pada bulan Oktober derivatif atau derivatif. (arm’s length transaction).
2008. ED telah dipublikasikan dan diharapkan
tanggapan tertulis diterima DSAK paling Kewajiban keuangan (financial liability) adalah Mana yang dapat dianggap sebagai nilai wajar
lambat 31 Maret 2009. Sampai sekarang setiap kewajiban yang berupa (a) kewajiban merupakan hal yang menarik. Apakah harga di
masyarakat masih menunggu pengesahan ED kontraktual untuk menyerahkan kas atau pasar A, pasar B, atau harga yang tercantum
PSAK 31 (Revisi 2009) tersebut. aset keuangan lain kepada entitas lain, atau di koran? Pengalaman mensosialisasikan IFRS

MAJALAH AKUNTAN INDONESIA 57

desain 19_rabu.indd 7 8/10/2009 11:36:26 AM


ai
ke beberapa perusahaan, selalu berhadapan Perhitungan suku bunga efektif untuk ini dengan penurunan nilai yang ditentukan
dengan pertanyaan tentang nilai wajar. instrumen keuangan yang diukur pada biaya berdasarkan prinsip akuntansi yang berlaku
perolehan diamortisasi (amortised cost) yang sebelumnya diakui langsung ke saldo laba
Ada panduan untuk menetapkan nilai wajar diperoleh sebelumnya dan masih bersaldo pada saat awal penerapan PSAK 55 (Revisi
melalui tiga hirarki, yaitu (1) harga kuotasi pada saat penerapan awal PSAK 55 (Revisi 2006). Jika entitas menentukan penurunan
di pasar yang aktif, (2) teknik penilaian, (3) 2006) ditentukan berdasarkan arus kas masa nilai berdasarkan PSAK 55 (Revisi 2006)
investasi ekuitas dikurangi penurunan nilai. depan yang akan diperoleh sejak penerapan tidak di awal penerapan PSAK 55 (Revisi
Untuk lebih mudahnya dapat dilihat gambar awal PSAK 55 (Revisi 2006) sampai dengan 2006), maka entitas memisahkan penurunan
berikut ini. jatuh tempo instrumen keuangan tersebut. nilai yang berasal dari periode berjalan yang
diakui dalam laporan laba rugi dan penurunan
Instrumen keuangan yang sudah dihentikan nilai yang berasal dari periode sebelumnya
pengakuannya sebelum penerapan awal diakui langsung ke saldo laba. Jika entitas tidak
PSAK 55 (Revisi 2006) tidak dievaluasi dapat memisahkan penurunan nilai tersebut,
kembali berdasarkan ketentuan penghentian maka penurunan nilai diakui dalam laporan
pengakuan dalam PSAK 55 (Revisi 2006) pada laba rugi dan fakta tersebut diungkapkan
saat penerapan awal. secara memadai dalam catatan atas laporan
keuangan.
Instrumen keuangan majemuk yang ada pada
saat penerapan awal harus dipisahkan antara PSAK 50 (Revisi 2006), PSAK 55 (Revisi
komponen kewajiban dan komponen ekuitas 2006), dan ED PSAK 31 (Revisi 2009) bukan
p e r u b a h a n

berdasarkan paragraf 11 PSAK 50 (Revisi 2006). hal yang sederhana. Sumber acuannya, yaitu
Ayo bersiaplah dan berlari
Pemisahan tersebut ditentukan berdasarkan IAS 32 Financial Instruments: Presentation,
Pada tanggal 22 Juli 2009 IAI telah menerbitkan sifat, kondisi, persyaratan, dan hal lainnya dari IAS 39 Financial Instruments: Recognition and
Buletin Teknis No. 4 tentang Ketentuan Transisi instrumen keuangan tersebut pada tanggal Measurement, dan IFRS 7 Financial Instruments:
Penerapan Awal PSAK 50 (Revisi 2006) dan awal penerapan PSAK 50 (Revisi 2006). Disclosures, telah berubah (“berlari”) dan kita
PSAK 55 (Revisi 2006). Buletin Teknis (Bultek) pun harus segera mengejarnya.
ini membahas hal-hal yang perlu diperhatikan Pada tanggal penerapan awal PSAK 50 (2006)
dalam masa transisi, yaitu (1) perhitungan entitas harus mengklasifi kasikan instrumen Kolom IFRS ini tidak membahas instrumen
suku bunga efektif, (2) penghentian pengakuan keuangan sebagai kewajiban atau ekuitas sesuai keuangan secara detail karena materinya
d a l a m

instrumen keuangan, (3) instrumen keuangan dengan paragraf 11 PSAK 50 (2006). cukup banyak. Namun, apabila pembaca
majemuk (compound financial instrument), hendak bertanya lebih lanjut, maka pembaca
(4) klasifikasi instrumen keuangan sebagai Pada saat awal penerapan PSAK 55 (Revisi dapat menyampaikan pertanyaan ke alamat
kewajiban atau ekuitas, dan (5) penurunan nilai 2006), entitas menentukan penurunan nilai redaksi majalah Akuntan Indonesia.
(impairment). instrumen keuangan berdasarkan kondisi
m i t r a

pada saat itu. Selisih antara penurunan nilai

Hubungan per kategori dan pengukurannya

Hubungan instrumen keuangan berupa aset keuangan (financial assets) atau kewajiban keuangan (financial liabilities) dan pengukurannya
(measurement) per kategori masing-masing dapat dilihat pada tabel berikut ini.

Financial Assets Measurement Changes in carrying amount


Financial assets at Fair Value through Fair value Income statement
Profit & Loss (FVTPL)
Loans and receivables (L&R) Amortised cost Income statement
Held-to-maturity investments (HTM) Amortised cost Income statement
Available-for-sale financial assets (AFS) Fair value Equity
Financial liabilities Measurement Changes in carrying amount
Financial liabilities at Fair Value through Fair value Income statement
Profit & Loss (FVTPL)
Other financial liabilities (OFL) “Amortised cost” Income statement

MAJALAH AKUNTAN INDONESIA


58

desain 19_rabu.indd 8 8/10/2009 11:36:27 AM


MENJADI ANGGOTA IAI

Menjadi anggota IAI, seorang Akuntan akan bergabung dalam


komunitas profesional dibidang Akuntansi yang dijaga kualitas-
nya sesuai standar internasional untuk memiliki Integritas, Etika,
dan Kompetensi yang tinggi.
IAI knowledge centre akan memfasilitasi peningkatan kom-
petensi anggota secara rutin melalui kegiatan Pendidikan Pro-
fesional Berkelanjutan yang bervariasi, dengan materi terkini,
pembicara yang berkualitas, dan pendayagunaan jaringan IAI
sepenuhnya termasuk bekerjasama dengan asosiasi profesi
internasional.
Identitas keprofesian anggota berupa kartu anggota secara
esklusif dapat digunakan untuk memperoleh tarif khusus pada
berbagai kegiatan seperti lokakarya, seminar, pelatihan, kon-
vensi dan acara-acara lainnya yang diselenggarakan oleh IAI
serta atas berbagai produk atau terbitan IAI.
Kesempatan untuk memperluas jaringan bisnis dan pergaulan
secara profesional akan terbuka luas seiring dengan keakti-
fan sebagai anggota dalam setiap kegiatan profesi yang dilak-
sanakan oleh IAI.
Memperoleh prioritas kesempatan berpartisipasi aktif dalam
dinamika profesi. Peran anggota dalam perumusan standar
profesi terwujud melalui kegiatan public hearing Standar
Akuntansi Keuangan (SAK). Anggota dapat berkontribusi penuh
dengan menyatakan pendapat, mengajukan usul, saran maupun
pertanyaan menyangkut SAK yang akan diterbitkan.

Kemudahan dan akses informasi terkini perkembangan pro-


fesi secara nasional dan internasional melalui media komuni-
kasi dan informasi yang dilaksanakan oleh IAI. Anggota berhak
mendapat fasilitas download berbagai materi referensi dan Ma-
jalah Akuntan Indonesia yang tersedia di website IAI:
www.iaiglobal.or.id

Akuntan indonesia telah berkarya memberi nilai tambah dalam


dunia bisnis. Memasuki dunia profesional di bidang akuntansi
dengan bergabung menjadi anggota IAI, langkah awal Akuntan
Indonesia untuk meraih kesuksesan dibidangnya akan berarti
Menjadi yang terbaik.
Sebagai anggota IAI, Akuntan Indonesia akan dikenal sebagai
profesional terdepan dibidang akuntansi, keuangan dan bisnis
global.
Kami bangga menjadi bagian dari kisaH sukses anda

desain 19_rabu.indd 9 8/10/2009 11:36:29 AM


ai International

International Federation
Of Accountants
IFAC RECOMMENDATIONS FOR THE G20 NATIONS
Meeting of September 24 – 25, 2009, Pittsburgh, PA

The following recommendations represent the views of the International Federation of processes in place that propose the adoption
Accountants (IFAC) and reflect those of the accountancy organizations from the G20 countries of ISAs as an integral component of the 8th
in attendance at the IFAC G20 Accountancy Summit. They serve as a follow-up to our previous Council Directive on Company Law.
submission to the G20 Working Groups in March 2009 and are in accordance with IFAC’s
mission to contribute to the development of strong international economies by promoting 2. We acknowledge progress made by
adherence to high quality professional standards. the International Accounting Standards
Committee Foundation (IASCF) toward
We encourage the G20 to continue its essential work and follow through quickly on the reforming the governance structure of
commitments made in its communiqué of April 2 and in the final reports of the four Working the International Accounting Standards
Groups. We urge the G20 groups to maintain the momentum and urgency of their work Board (IASB); however, the G20 should
notwithstanding recent indications of possible economic recovery. take further steps to ensure that the
p e r u b a h a n

IASB can function independently without


1. The G20 should encourage all inappropriate political interference.
governments to adopt and implement The adoption of such standards without
common global standards not only for alteration at the national level to ensure their The G20 should ensure that the IASC
accounting, but also for auditing and for consistent, universal application; Foundation completes its review of the
auditor independence. IASB and establishes plans for high-quality
The development of rigorous processes governance structures and procedures that will
In order to improve the ability of capital to ensure that standards are translated in a provide the necessary confidence that the IASB
markets to work globally, allow investments manner which enables consistent application will be able to engage in its standard setting
d a l a m

to move more efficiently across borders, across languages. processes independently, and in a manner that
and to reduce risks and uncertainties in the ensures its legitimacy. We recommend the
capital markets, the G20 should encourage Identify and provide support to organizations following measures to ensure that the IASB
the early adoption and implementation of in order to develop and deliver high quality attains this level of confidence:
International Financial Reporting Standards implementation guidance;
m i t r a

(IFRS), International Standards on Auditing Identify and provide support to organizations The G20 should call for reconsideration of
(ISAs) and the auditor independence in order to develop and deliver high quality the composition of the Monitoring Board to
requirements set out in the Code of Ethics for education to individuals who will be responsible ensure that a broad range of relevant groups
Professional Accountants. This will assist the for applying or monitoring these standards; are represented. In order to achieve this, the
G20’s goal of strengthening transparency and and Monitoring Board may require expanded
accountability in the context of financial and membership.
capital markets and creating a level playing field Develop national roadmaps for adoption
in the interpretation and exchange of financial and implementation that take into account the The G20 should emphasize that the IASB’s
information. Consistent financial information above factors (a – d). procedures for standard-setting should allow
around the world can do much to facilitate for ultimate political accountability through the
cross-border activity and economic and The G20’s support of IFRS and ISAs would Monitoring Board, and with regulatory input
financial stability. be consistent with that of other international into standards direction, but without political
organizations with mandates in the global interference in determining the content of the
The successful adoption and implementation financial sector. These include the Financial standards themselves.
of these standards in each country will only be Stability Board (FSB), which lists IFRS and
realized through several interrelated steps, each ISAs in the FSB’s Compendium of twelve key The G20 should ensure that the funding of
requiring the G20 Nations to work individually standards; the International Organization for the IASB meets criteria of adequacy, stability
and collectively with institutional partners and Security Exchange Commissions (IOSCO), and independence.
regulators at national and international levels. which has recently endorsed the clarified ISAs;
These steps are: and the European Commission, which has We believe that the IASB’s governance
framework should be designed to ensure its

MAJALAH AKUNTAN INDONESIA


60

desain 19_rabu.indd 60 8/10/2009 11:36:29 AM


International
ai
legitimacy by being built upon principles of The adoption of IPSASs without alteration should apply to all commercial enterprises, we
public oversight, accountability, independence, at the national level to ensure their consistent, stress the immediacy of their implementation
high performance (encompassing technical universal application and to enable reliable in publically listed companies. The following
competence, responsiveness and efficiency), cross-national financial comparisons; measures are, to a large extent, internationally
and transparency – all of which should operate recognized and we urge the G20 to promote
and be seen to operate in the public interest. The development of rigorous processes to strongly and without delay the following actions
ensure that IPSASs are translated in a manner in all countries:
3. The G20 should support the adoption which enables consistent application across
and implementation of International languages. Adopt and implement (in letter and spirit) the
Public Sector Accounting Standards Organization for Economic Cooperation and
(IPSASs) in all nations. Identify and provide support to organizations Development’s (OECD) Principles of Corporate
in order to develop and deliver high- quality Governance as the standard framework for
The G20 should take action to greatly improve implementation guidance; corporate governance, and urge its adoption
the transparency and accountability of public in all nations and jurisdictions. At the same
sector finance as an integral objective for crisis Develop national roadmaps for adoption time, the G20 should request that the OECD
remediation and as a necessity in the post-crisis and implementation of IPSASs that take into reconsider what constitutes appropriate
landscape. The financial crisis has forced many account the above factors (a – c). governance in relation to the design of

p e r u b a h a n
governments to assume an intervening, if not remuneration systems in light of current
decisive, role in financial recovery through A corollary to action on the national adoption events. Systems of remuneration should
unprecedented takeovers, lending, guarantees of IPSASs is the application of IPSASs at the provide incentives consistent with long-term
and bailouts of major market institutions, banks state, regional and local government levels so growth and corporate performance.
and companies. These actions are likely to have that national governments can more easily
long-term economic implications and result in integrate policy and fiscal management. Set out competency requirements for
new liabilities and contingent liabilities being those preparing financial statements. In
assumed by governments, which will demand The IMF and World Bank have a history recognition of our concern over the quality
improved accountability for governmental of supporting the development of IPSASs of financial reporting by governments (see
financial management in order to restore public and we encourage the G20 to call on those recommendation #3) we believe that these

d a l a m
confidence in governmental fiscal stability. In organizations to apply greater support to competency requirements should apply
addition to their obligations to taxpayers and encourage governments around the world to equally to those preparing listed company and
citizens, governments must also consider the adopt IPSASs. We encourage the IMF, World governmental financial reports.
role transparency plays, through high-quality Bank and International Public Sector Accounting
financial reporting, in evaluating investments Standards Board (IPSASB) to continue to work Establish fundamental ethical principles

m i t r a
in government debt and in generating investor in close collaboration in promoting high quality applicable to boards of directors. These
confidence. financial reporting by governments. principles should include integrity, objectivity,
competence and due care, confidentiality, and
IPSASs are designed to apply to the general- We believe that the G20 is in a unique professional behavior.
purpose financial statements of all public position to address the challenges of public
sector entities. They are developed primarily finance and ensure the accountability of Stipulate that the role of an effective director,
for an accruals-based accounting context and governments for their financial impact on this and particularly a non-executive director,
enable assessment of the impact of fiscal and and future generations. The adoption of IPSASs requires an investment of time commensurate
monetary policy decisions; assist external would represent a significant step forward in with the size and complexity of the company.
reporting by governments to electorates, achieving the financial transparency of national The role of a director is critical to sound
taxpayers and investors; and assist in internal governments worldwide. corporate decision making and oversight
management decisions in resource allocation of management and requires dedication,
(planning and budgeting), monitoring, and 4. The G20 should call for measures to competence, professionalism and time.
accountability. enhance corporate governance in their
respective countries and in the global Support an increased role for audit and
The adoption and implementation of IPSASs marketplace. compensation committees in executing their
in each country will require several steps responsibilities by ensuring that they have
that will likely be universal for all national The G20 should call for measures to enhance appropriate expertise, strengthening their
governments: the role of corporate governance as a matter of authority, increasing their responsibilities, and
urgency. While the following recommendations improving their monitoring role. In particular,

MAJALAH AKUNTAN INDONESIA 61

desain 19_rabu.indd 61 8/10/2009 11:36:30 AM


ai International

financial expertise among members of audit with the primary objective of strengthening reporting of making adjustments
committees is essential. the accountancy profession in developing to standards to meet the needs of
and emerging countries. This overall strategic prudential monitoring and supervision.
Mandate that Chief Executive Officers and initiative should include:
Chief Financial Officers/Finance Directors The G20 should facilitate collaboration in
act as formal signatories to interim and annual a)Building sustainable capacity in the resolving critical issues regarding financial
financial statements. accountancy profession on a national and reporting and prudential reporting, as they have
regional level; different underlying objectives. The objective
of financial reporting is to communicate
5. The G20 should explicitly address b)Assisting countries in achieving full unbiased, transparent information on business
the needs and the realities of small compliance with standards; performance to investors. The objective of
and medium-sized enterprises in the prudential reporting is to monitor and maintain
formulation and implementation of c)Supporting establishment and/ financial stability.
policies and reforms. or strengthening of an enabling legal
environment; The importance of a single common set of
The G20 should acknowledge that small and accounting standards is the keystone of our
medium enterprises (SMEs) are the engine of d)Strengthening monitoring and enforcement recommendations in this paper. We believe
the global economy. It is important to stress mechanisms; that there is a widespread acknowledgement
p e r u b a h a n

that this sector has been hit especially hard of the purpose of general purpose financial
by the credit crisis and, moreover, in most e)Greatly improving access to international statements which is understood by investors
countries and industries, it is SMEs that will be standards; and users around the world.
the primary source of new jobs, innovation
and growth. f )Supporting the provision of high quality The comparability of financial statements risks
training and curricula; serious erosion if national or regional prudential
Regulation or re-regulation in financial policies regulators impose specific requirements on
should not place unreasonable obstacles in the g)Improving the availability of implementation individual financial institutions – unless the
path of small and medium enterprises. Those guidance and practice manuals; and impact of those prudential rules is transparent
d a l a m

establishing the regulations must explicitly from a reading of the financial statements.
take into account the costs and complexities h) Enhancing training in ethics.
that will impose burdens on and threaten the We acknowledge the role of prudential
sustainability of the small business sector. Some progress in strengthening the regulators in maintaining sound financial
accountancy profession has been made though markets. We believe they should carry out
m i t r a

In this respect, the G20 should acknowledge the IFAC Member Body Compliance Program their duties without affecting the financial
that “one size does not fit all” in respect to all , the Developing Nations Committee, and reporting of institutions using IFRS.
regulatory reforms designed to alter financial World Bank, regional and bilateral donors’
reporting requirements for SMEs. Because programs and developed professional bodies’ 8. The G20 should support the
financial reporting for SMEs is important for the support. However, the present support is development of new tools and metrics
economy, there is a need for standardization often sporadic, short term and fragmented, to achieve global sustainability.
of reporting with respect to SMEs and micro and substantially more needs to be done.
entities. Therefore, there is an urgent need to establish The causes of social responsibility,
a strong global partnership with appropriate environmental preservation and the overall
6. The G20 should commit to the long- resourcing to build sustainable capacity in sustainability of global civilization are critical
term strengthening of the accountancy the accountancy profession in developing not only for today, but also for our children and
profession in developing and emerging and emerging countries. Furthermore, G20 grandchildren. The G20 should support global
countries. governments should explicitly commit to sustainability initiatives in the following ways:
supporting the long-term development of the
The effective implementation of global accountancy profession in their own countries Support and encourage the development of
standards for financial reporting, auditing, ethics as appropriate. non-financial reporting. Decision- makers as
and public sector accounting requires a high well as investors, analysts, and regulators are
quality, well trained accountancy profession 7. The G20 should facilitate a debate increasingly seeking non- financial information
in all countries. The G20 should support the with prudential regulators and a broad to support financial statements.
establishment of a global partnership between group of users of financial statements to
IFAC, the World Bank and the G20 nations consider the implications for financial Consider the benefits of linking climate

MAJALAH AKUNTAN INDONESIA


62

desain 19_rabu.indd 62 8/10/2009 11:36:30 AM


International
ai
change reporting (e.g., tracking greenhouse gas
emissions) into existing mainstream reporting Brazil Saudi Arabia
and financial performance. Conselho Federal de Contabilidade Saudi Organization for Certified Public
Instituto dos Auditores Independentes do Accountants
Encourage the development and recognition Brasil
of financial and non-financial reporting practices South Africa
that facilitate corporate social responsibility. Canada The South African Institute of Chartered
The Canadian Institute of Chartered Accountants
Encourage further innovation in non-financial Accountants The South African Institute of Professional
reporting practices that facilitate accountability Certified General Accountants’ Association of Accountants
and measurement for the United Nations Canada
Millennium Development Goals. CMA Canada South Korea
Korean Institute of Certified Public
Support the greater social and economic China Accountants
responsibility of capital maintenance in the The Chinese Institute of Certified Public
private and public sectors – we, as a society, Accountants Turkey
are less and less sustaining ourselves from the Expert Accountants’ Association of Turkey
interest of our capital; rather we are consuming France Union of Chambers of Certified Public

p e r u b a h a n
the very capital that will be required of future Compagnie Nationale des Commissaires aux Accountants of Turkey
generations. Comptes
Conseil Supérieur de l’Ordre des Experts- United Kingdom
The accountancy profession stands ready Comptables The Association of Chartered Certified
to assist in these objectives by sharing its Accountants
experience and knowledge with government Germany The Chartered Institute of Management
in the building of global solutions. Institut der Wirtschaftsprüfer Accountants
Wirtschaftsprüferkammer The Chartered Institute of Public Finance and
Concluding Comments: Accountancy

d a l a m
India The Institute of Chartered Accountants in
The G20 and the accountancy profession The Institute of Chartered Accountants of England & Wales
should work more closely in addressing the India The Institute of Chartered Accountants of
financial crisis, and we welcome the opportunity The Institute of Cost and Works Accountants Scotland
to contribute through this submission and of India

m i t r a
through future cooperation. The accountancy United States
profession is in a unique position to inform Indonesia American Institute of Certified Public
governments and provide a practical and Indonesian Institute of Accountants or Ikatan Accountants
technical understanding of many issues related Akuntan Indonesia
to the crisis, and to provide assistance in their
resolution. Italy
Consiglio Nazionale dei Dottori Commercialisti
List of Professional Accountancy e Degli Esperti Contabili
Institutes from G20 Nations with
Membership in IFAC Japan
The Japanese Institute of Certified Public
Argentina Accountants
Federación Argentina de Consejos
Profesionales de Ciencias Económicas Mexico
Instituto Mexicano de Contadores Públicos,
Australia A.C.
CPA Australia
The Institute of Chartered Accountants in Russia
Australia The Institute of Professional Accountants of
Russia
National Institute of Accountants in Australia Russian Collegium of Auditors

MAJALAH AKUNTAN INDONESIA 63

desain 19_rabu.indd 63 8/10/2009 11:36:30 AM


Selingan

SIAP DIAUDIT & SIAP MATI


Oleh : Bagus Rumbogo
Pada umumnya, terutama para pengelola keuangan sangat tidak bersepakat kalau di antara mereka mati duluan, maka diminta memberi
suka dengan istilah “diaudit” atau “diperiksa”. Bahkan dalam hati kecilnya kabar tentang keadaan alam kubur.
merasa tidak nyaman apabila kedatangan tamu dari pasukan auditor. Kalau Cerita singkat, Bolot mati duluan. Suatu malam Jum’at ketika
ada pilihan bisa atau boleh menolak, itu yang akan dipilih. Memang berat Bodong sedang mancing di sungai didatangilah si Bolot. Dengan bisikan ke
menyandang predikat tugas profesi auditor. Ibarat tamu dia adalah tamu telinga Bodong dikatakan, “Dong, ini saya Bolot. Sesuai janji saya memberi
yang tidak diundang dan tidak diharapkan kedatangannya. Namun, mau kabar tentang alam kubur.” Ada dua kabar, yang satu gembira dan satunya
tidak mau atau suka tidak suka adalah wajib hukumnya bagi pengelolaan kabar sedih. Kata Bodong, “Wah, iya lot kabar yang baik duluan apa?”.
keuangan negara untuk siap diperiksa. Bahkan setiap saat, kapan saja Jawab Bolot, “Ternyata Dong, di alam kubur itu ada juga pertandingan
harus siap melayani tamu auditor bola antar blok
yang akan memeriksanya. kuburan. Wah
p e r u b a h a n

Sesuai ketentuan meriah sekali.


perundangan sebagaimana diatur Adapun kabar yang
dalam Undang-Undang No. 17 sedih Dong, saya
Tahun 2003 tentang Keuangan dapat bocoran dari
Negara yang semangat anggaran Malaikat bahwa
berbasis kinerja, maka setiap Sabtu sore akan
rupiah harus jelas peruntukan ada pertandingan
dan pertanggungjawabannya. bola, dan salah
Meminjam istilah jawa “Ono Rego satu yang jadi
d a l a m

Ono Rupo”, artinya semakin besar kiper adalah kamu


pembelanjaan anggaran harus Dong.” Apa yang
semakin besar pula kualitas hasil terjadi? Mendadak
manfaatnya. sontak Bodong
Banyak pengalaman langsung pingsan
m i t r a

pernah menimpa pada beberapa karena dengar


orang bendahara dan pimpro kabar bahwa hari
yang karena dalam mengelola Sabtu akan mati.
keuangan dan pertanggung- Kesimpulan
jawabannya amburadul, giliran cerita ini,
ada pemberitahuan akan diperiksa hendaknya kita
oleh pasukan auditor pemerintah semua sebagai
langsung tekanan darah naik, stres p e n g e l o l a
bahkan ada yang masuk rumah keuangan harus
sakit. Artinya, mereka tidak memegang teguh
siap diperiksa. Padahal apabila prinsip akuntabel
mereka memegang prinsip dan dan auditabel.
acuan akuntabel dan auditabel, S e d a n g k a n
maka kapan dan siapa saja yang sebagai insan agama
akan memeriksa selalu telah menyiapkan diri. senantiasa melaksanakan dan menjaga kepatuhan terhadap norma-
Demikian halnya dengan “mati”, semua orang harus siap sewaktu- norma dan nilai ajaran agama kita masing-masing. Sehingga kapan saja
waktu mati. Sebaik-baiknya orang walaupun yang bersangkutan termasuk siap diperiksa auditor dan kapan saja siap mati dipanggil malaikat. Mbah
golongan yang sangat taat beribadah, iman dan taqwanya sudah kelas Surip sebagai sebuah contoh yang paling aktual dijadikan renungan kita
tinggi –apabila ada penawaran malaikat untuk mati seminggu lagi—kalau bersama. ◘
dibolehkan pasti memilih jangan dulu atau nanti saja.
Ada sebuah cerita, dua orang bersahabat—satu bernama Bodong Penulis adalah Alumni FEUI dan Inspektur Utama pada Ke-
sedangkan yang lain Bolot. Kedua orang itu hobinya sangat maniak dengan menterian Negara PPN / BAPPENAS RI
sepak bola. Kapan dan dimana saja yang diobrolin masalah bola. Mereka

ai 64

desain 19_rabu.indd 6 8/10/2009 11:36:30 AM


Selingan

1001 Cara
Menghipnosis Peserta Menjadi
Tertidur Saat Anda Berpresentasi
peserta tertidur.
Selamat pagi Guys...   d. Buatlah semua font slides Anda berburuf besar (kapital), bukan
Apakah Anda pernah tertidur di dalam kelas.ketika campuran huruf besar dan kecil.  Font berhuruf besar semua akan
sekolah/kuliah? Padahal ada guru atau dosen sedang mengajar!. atau membuat peserta Anda kesulitan membaca dan menjadi cepat
tertidur, padahal saat itu Anda seharusnya mendengarkan orang lain jenuh, lalu memilih tidur daripada membaca slides Anda.
berpresentasi.?  Ketahuilah, mereka sebenarnya sengaja melakukan hal e. Jangan memberi warna pada slides Anda.  Warna yang lain
tersebut kepada Anda.  Mereka sebenarnya bukan sedang mengajar mengartikan bahwa hal itu adalah point penting yang perlu

p e r u b a h a n
atau bukan sedang berpresentasi, tetapi sebenarnya mereka sedang diperhatikan, sedangkan tujuan Anda adalah membuat bahwa
mempraktekkan ilmu hipnosis mereka untuk membuat Anda tertidur, seluruh slides Anda adalah tidak penting, karena yang terpenting
dan ternyata berhasil.    sekarang adalah tidur.  Jadi, buatlah slides Anda hambar-hambar
Pertanyaanya sekarang adalah apakah Anda juga ingin belajar saja, hitam putih saja semuanya.
ilmu hipnosis seperti itu ?  good news, ternyata ilmu seperti itu bisa f. Jalan lainnya, kalau pun Anda diharuskan untuk memberi warna
dipelajari dan mudah pula.  Oleh karena itu selamat datang!! Anda pada slides Anda, maka buatlah slides dengan warna-warni yang
tidak perlu berfikir terlalu panjang, cara di bawah ini sangat mudah dan bermacam-macam bak pelangi yang jatuh di atas pelangi.  Lebih
telah terbukti sangat manjur, jadi Anda hanya tinggal mempraktekkan bagus lagi bila ditambah dengan penggunaan type font yang

d a l a m
”1001 cara” di bawah ini. bermacam macam, ini akan membuat peserta jadi bingung, mana
  yang penting dan mana yang tidak penting.?.. atau penting semuanya
kah? dan selanjutnya daripada berfikir secara
1. Ketika membuat slides dan/atau
lebih dalam mereka akan lebih memilih untuk
handout,
tidur.  Horee, berhasil!!
a. Buatlah slides yang terinci.  Jangan gunakan
g. S lides jangan dibuat simpel, harus tampak

m i t r a
rumus 7 kali 7, itu berarti dalam setiap slides
sulit dan detil, hal ini akan memberi kesan
harus terdiri lebih dari 7 baris, dan setiap baris
bahwa Anda sangat pintar dan menguasai
harus terdiri lebih dari 7 kata.  Sekali lagi harus,
materi presentasi, buktinya adalah slides yang
kalau tidak, maka peserta jadi bisa melihat,
Anda buat adalah slides yang terinci bahkan
mudah memahami, dan tertarik kepada slides
perhitungannya sampai 6 digit di belakang
Anda.  Hal ini sangat menggelitik pandangan
koma, walaupun tidak perlu, tetapi kesan sulit
mata peserta yang mulai terkantuk.
dan detil perlu ditonjolkan sehingga dapat
b. Buatlah slides yang hurufnya kecil, sehingga memberi efek jenuh dan membosankan, dan
peserta yang di pojok tidak dapat ujungnya menimbulkan efek mengantuk.
membaca apa pun yang ada di slides
h. Dalam membuat handout, buatkanlah
Anda, kalau perlu ukurannya adalah 12,
handout yang detil dan hurufnya kecil,
supaya peserta yang duduk di depan
jadi peserta bisa tahu apa yang akan
sekalipun tidak bisa membacanya
Anda akan bicarakan sekarang, nanti, dan
sama sekali.
selama presentasi Anda.  Jangan membuat
c. Gunakan tipe huruf yang berbuntut kesan misteri atau sesuatu yang membuat
(serif ), jangan menggunakan font peserta Anda penasaran, berikan saja
type Arial Bold (sanserif ) apalagi semuanya.  Alangkah baiknya juga apabila
dengan ukuran 44, nanti bisa selama dalam presentasi itu Anda hanya
membuat mereka yang setengah membaca handout itu saja.  Anggap
tertidur menjadi terbangun karena saja mereka anak TK yang belum lancar
ingin membaca tulisan yang jelas dan membaca   Anda akan terdengar seperti
terbaca itu.  Jangan lakukan itu, ingat tujuan bernyanyi merdu untuk mereka, Nina

ai
Anda berpresentasi adalah untuk membuat

65

desain 19_rabu.indd 6 8/10/2009 11:36:31 AM


Selingan

bobo, ooo Nina bobo. tujuan, bukan!


i. Andaikata Anda diminta untuk membuat contoh atau pun penjelasan f. S elama berpresentasi jangan menyisipkan humor ke dalamnya,
lainnya dalam handout, maka buatlah penjelasan itu bukan suatu jangan menyisipkan contoh, jangan menyisipkan ilustrasi, jangan
penjelasan yang mudah dipahami.  Prinsip yang harus Anda pegang menyisipkan analogi, atau menyisipkan potongan video, atau
adalah kalau bisa dibuat rumit, kenapa harus simpel? Anda harus menyisipkan puisi, atau menyisipkan apa pun yang sifatnya ”variasi”,
dikenal sebagai seorang pakar (pandai mempersukar). karena hal itu lah yang akan membuat peserta Anda menjadi fokus
j. Buatlah
 handout dengan menggunakan bahasa akademik atau dan hilang rasa kantuknya.  Oleh karena itu, hindarilah, apalagi
seperti bahasa yang digunakan dalam jurnal akuntansi, atau jurnal untuk menerangkan point yang Anda anggap penting, jangan sekali-
tentang hasil penelitian, bahasa yang sulit dipahami awam, bahasa kali menyisipkan hal seperti itu !!
yang berulang dan berkaitan.  Anda tidak perlu memperdulikan g. Habiskanlah waktu yang diberikan dengan menceritakan tentang
apakah peserta Anda mengerti atau tidak, karena itu bukan tugas betapa lucunya anak atau cucu Anda, atau tentang keberhasilan
Anda, bukan tujuan Anda.  anak Anda menjadi juara deklamasi pada saat acara keluarga Anda
setahun yang lalu.  Pendek kata, ceritakan saja suatu hal yang di luar
p e r u b a h a n

topik pembicaraan.  Selanjutnya, apabila panitia atau moderator


2. Ketika Anda berpresentasi,
menegur Anda, maka Anda bisa membicarakan hal yang sesuai
a. Minta lah presentasi Anda diatur pada jam setelah makan siang dengan topiknya, tetapi berikanlah hal-hal yang sudah basi, hal-hal
atau pada saat peserta sangat lelah.  Kalau perlu minta lah peserta yang sudah diketahui oleh seluruh peserta, hal-hal yang membuat
agar mengkonsumsi karbohidrat lebih banyak dari biasanya.  Hal ini seluruh peserta malas untuk mendengarnya. Dijamin praktek
akan memudahkan Anda dalam proses meninabobokan mereka.  hipnosis Anda berhasil.
b. B
 erbicara lah dengan volume pelan, agar orang yang di tengah  
atau di pojok sana tidak mendengar suara Anda, jangan membuat
Ingatlah sugesti yang saya berikan.  Kesuksesan Anda dalam
intonasi dalam berbicara, pokoknya datar saja.  Tentunya Anda
menghipnosis peserta Anda untuk tertidur selama Anda berpresentasi
d a l a m

tidak mau mengganggu peserta yang sedang lelap bukan?


sangat tergantung dari kesadaran Anda untuk mengaplikasikan cara-
c. Duduk lah di belakang meja Anda atau di belakang podium Anda cara di atas.  Sekarang Anda sudah mengetahui cara-cara untuk
sepanjang waktu presentasi, kalau bisa jangan berdiri, apalagi membuat peserta presentasi Anda tertidur.  Pilihlah satu atau
berjalan-jalan di sekitar peserta, itu diharamkan karena akan beberapa cara di atas, dan praktekkan dalam sebuah presentasi
membuat mereka terjaga.  Anda masih ingat apa yang terjadi Anda, lalu lihat hasilnya.  Ingat juga pesan saya bahwa daripada Anda
dengan jantung Anda ketika dosen berjalan di sekitar Anda ?,
m i t r a

membaca 10 buku terlaris dan tidak mempraktekkanya sama sekali,


maka jantung Anda akan berdegup lebih kencang karena takut lebih baik Anda membaca satu artikel dan Anda mempraktekkannya
untuk diminta maju ke depan kelas mengerjakan soal yang Anda selama hidup Anda.  Sampai bertemu kembali.
tidak kuasai.  Hal itu menjadi trauma bagi beberapa orang.  Oleh
 
karena itu, jangan lakukan yang demikian, kasihan peserta, mereka
Heliantono (Assue)
pun perlu beristirahat. Ketua Forum Kantor Akuntan Publik IAPI
d. Jangan sampai terdapat sebuah variasi apa pun dalam presentasi Anggota Bidang Kelembagaan IAI Cabang Jakarta
Anda, baik itu pada tingkat volume suara Anda, atau intonasinya, Licensed NLP Practitioner
atau pun materi presentasi Anda.  Jadi, janganlah menggunakan Certified Hypnotherapist
perasaan selama berpresentasi.  Buatlah semonoton mungkin. 
Mereka bukan siapa-siapanya Anda.  Mereka datang ke presentasi
Anda hanya sekedar untuk beristirahat, Anda harus membantu
mereka mencapai tujuannya.
e. Jangan contoh pakXYZ yang menggunakan intonasi meninggi,
volume yang keras, dan perasaan (emosi) yang mendalam saat
menegur salah satu pesertanya ketika melihat peserta tersebut
tertidur dalam sebuah rapat.  Hal ini akan membuat rasa kantuk
peserta tersebut hilang seketika, bagaikan terjatuh dari tempat
tidur.  Bahkan rasa kantuk peserta lain pun dapat hilang sama
sekali.   Akibatnya selanjutnya menjadi lebih parah lagi, hal ini
ternyata telah menjadi seperti yurisprudensi, yaitu bahwa ketika
pakXYZ sedang berpresentasi, maka peserta tidak boleh tertidur. 
Anda nantinya akan menjadi terkenal sebagai pembicara yang

ai
tidak bisa membuat peserta tertidur.  Naah ini namanya menyalahi
66

desain 19_rabu.indd 66 8/10/2009 11:36:31 AM


Formulir Berlangganan
Saya berminat berlangganan majalah Akuntan Indonesia :
Pulau Jawa Rp. 20.000 ,-:

Paket 1 = 12 Edisi Rp. 216.000 ,- (Harga termasuk diskon 10%)

Paket 2 = 6 Edisi Rp. 114.000 ,- (Harga termasuk diskon 5%)

Luar Pulau Jawa Rp. 22.500,- :

Paket 1 = 12 Edisi Rp. 243.000,- (Harga termasuk diskon 10%)


Paket 2 = 6 Edisi Rp. 128.000,- (Harga termasuk diskon 5%)

Nama

Alamat

Telp/Hp/Fax

Paket yg dipilih

Mulai Edisi

Pembayaran Tunai Transfer

Pembayaran transfer:
ke rekening IAI Wilayah Jakarta

ai
Bank Central Asia
A/C No. 092.3009318 a k u n t a n
i n d
Edisi No.11/Tahun II/September 2008

o n e s i a

Kirimkan formulir ini ke:


mitra dalam perubahan
Harga Rp. 20.000,- (Pulau Jawa)

ai
Rp. 22.500,- (Luar Jawa)

SUKSESI KEPENGURUSAN

Redaksi Majalah Akuntan indonesia Bagian Langganan

aiaiaiaiai
IAI WILAYAH JAKARTA
2008
Edisi No.12/Tahun II/Oktober 2008

Telp No. 83707344, 8353588, Fax No. 8290324 a k u n t a n


i n d o n e s
mitra dalam perubahan
i a

Harga Rp. 20.000,- (Pulau Jawa)


Rp. 22.500,- (Luar Jawa)

BUDGETING :
CASH VS ACCRUAL BUDGETING
BEYOND BUDGETING
ACTIVITY BASED BUDGETING
REALISASI APBN RENDAH?

CSR
Voluntary or Mandatory ?

Tanda tangan :_____________________________________


potong disini

desain 19_rabu.indd 67 8/10/2009 11:36:33 AM


/NE3TEP
!HEAD
BEAMEMBER
OFAPROFESSIONALBODY

4(%).$/.%3)!.).34)454%
/&!##/5.4!.43

Contact your nearest IAI Branch Office for more information

desain 19_rabu.indd 68 8/10/2009 11:36:39 AM