Anda di halaman 1dari 4

Herianto

Asidosis (Metabolik dan Respiratorik)


Asidosis adalah kondisi yang terjadi ketika kadar asam di dalam tubuh sangat
tinggi. Berdasarkan penyebabnya, kondisi ini dibagi menjadi dua, yaitu asidosis
metabolik dan respiratorik.
Penyebab asidosis metabolik adalah ketidakmampuan ginjal mengeliminasi asam
berlebih dari dalam tubuh. Asidosis metabolik sendiri bisa dibagi lagi menjadi
beberapa subkategori, di antaranya:

 Asidosis diabetik. Kondisi ini biasanya terjadi pada


penderita diabetes dengan kadar insulin atau keton yang tidak terkontrol.
 Asidosis laktat. Kondisi ini terjadi ketika kandungan asam laktat di dalam
tubuh sangat tinggi. Asidosis laktat biasanya dipicu oleh konsumsi alkohol
berlebih, penggunaan obat-obatan yang mengandung asam salisilat untuk
jangka waktu panjang, atau kondisi-kondisi medis, seperti hipoglikemia, gagal
jantung, gagal ginjal, kanker, kejang, sepsis. Selain itu, asidosis laktat juga bisa
terjadi ketika tubuh kekuarangan pasokan oksigen untuk waktu yang lama atau
ketika seseorang melakukan olahraga secara berlebihan.
 Asidosis hiperkloremik. Kondisi ini terjadi ketika tubuh kekurangan zat
natrium bikarbonat. Hal ini biasa terjadi ketika seseorang mengalami diare atau
muntah-muntah untuk jangka waktu yang lama.
 Asidosis tubulus renalis. Kondisi ini terjadi ketika ginjal tidak dapat
membuang asam melalui urine dan justru terkumpul di darah.

Asidosis respiratorik, yang disebut juga dengan hiperkapnia asidosis atau asidosis
karbon dioksida, merupakan kondisi yang terjadi ketika kadar karbon dioksida di
dalam tubuh berlebih. Kondisi ini disebabkan oleh paru-paru yang tidak mampu
membuang zat karbon dioksida yang diproduksi tubuh, sehingga tingkat keasaman
darah dan cairan tubuh lainnya naik. Asidosis respiratorik bisa dipicu oleh:

 Penyakit pernapasan kronis, seperti asma.


 Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK)
 Pneumonia.
 Obesitas yang menyulitkan proses pernapasan.
 Cedera dada.
 Otot dada melemah.
 Kelainan pada bentuk anatomi dada dan tulang belakang, seperti kyphosis.
 Kelainan pada sistem saraf tubuh.
 Apnea tidur.
 Mengonsumsi alkohol atau obat-obatan sedatif melebihi dosis yang dianjurkan.
 Menggunakan obat-obatan sedatif bersama dengan konsumsi alkohol.

Terdapat dua jenis asidosis respiratorik, yaitu asidosis respiratorik akut dan kronis.
Asidosis respiratorik akut merupakan kondisi darurat dan harus cepat ditangani agar
tidak membahayakan nyawa. Sedangkakan asidosis respiratorik kronis bukan
merupakan kondisi darurat dan terkadang dialami tanpa gejala. Hal ini dikarenakan
tubuh dapat beradaptasi dengan asam yang berlebih, misalnya dengan memproduksi
natrium bikarbonat untuk menyeimbangkan asam-basa. Namun, perlu diingat bahwa
kondisi ini dapat menjadi akut jika tidak diobati.
Risiko terkena asidosis dapat meningkat ketika seseorang memiliki kebiasaan
mengonsumsi makanan tinggi lemak dan rendah karbohidrat, menderita gagal ginjal,
mengalami dehidrasi, atau keracunan obat.

Gejala Asidosis
Gejala dan tingkat keparahan yang dialami penderita asidosis akan berbeda-beda
sesuai dengan kondisi yang dialami. Berikut adalah gejala yang biasa dialami
penderita asidosis metabolik:

 Napas pendek dan cepat.


 Sakit kepala.
 Linglung.
 Mual dan muntah.
 Mudah merasa lelah atau mengantuk.
 Nafsu makan menurun.
 Denyut jantung meningkat.
 Sakit kuning.
 Bau nafas tercium seperti aroma buah (tanda-tanda asidosis diabetik).

Sedangkan pada penderita asidosis respiratorik, berikut ini adalah gejala yang
biasanya dialami:

 Mudah merasa lelah atau mengantuk.


 Pusing.
 Sakit kepala.
 Linglung.
 Merasa gelisah.
 Napas pendek.
 Penglihatan buram.

Gejala seperti lesu, mengigau, hingga koma dapat terjadi jika kondisi asidosis
respiratorik tidak segera diobati.
Jika penderita mengalami asidosis respiratorik kronis, gejala tidak selalu dirasakan.
Namun, tanda-tanda seperti kehilangan ingatan, kesulitan tidur, dan perubahan
perilaku dapat terjadi.
Segera temui dokter jika Anda merasakan gejala asidosis agar dapat ditangani secara
dini.
Diagnosis Asidosis
Dokter dapat mencurigai seorang pasien menderita asidosis berdasarkan gejala,
pemeriksaan fisik pasien, serta peninjauan riwayat kesehatan (termasuk riwayat
kesehatan keluarga pasien). Untuk memastikan kecurigaan tersebut, beberapa tes
lanjutan akan dilakukan, di antaranya:

 Tes darah. Analisa gas darah arteri dapat dilakukan untuk mengetahui kadar
oksigen dan karbon dioksida dalam darah. Jenis tes darah lainnya adalah panel
metabolik komprehensif guna mengetahui seberapa baik fungsi ginjal, serta
untuk mengukur kadar asam (pH), kalsium, protein, gula, dan elektrolit.
 Tes pemindaian, melalui foto Rontgen dada dan tes fungsi paru.
 Tes urine. Tes ini dilakukan untuk mengetahui apakah kelebihan asam dalam
tubuh dibuang melalui urine.

Pengobatan Asidosis
Pengobatan asidosis akan disesuaikan dokter berdasarkan jenis dan tingkat
keparahannya. Pada umumnya, penanganan asidosis dilakukan di rumah sakit.
Dalam kasus asidosis hiprekloremik, dokter biasanya akan memberikan sodium
bikabornat, baik dalam bentuk oral atau cairan infus. Selain itu, sodium sitrat akan
diberikan jika penderita mengalami gagal ginjal.
Bagi penderita diabetes, insulin akan diberikan bersamaan dengan cairan infus untuk
menyeimbangkan cairan asam. Dan bagi penderita asidosis laktik, suplemen
bikarbonat, antibiotik, cairan infus, atau oksigen akan diberikan.
Jika kondisi belum parah, proses detoksifikasi dapat dilakukan, khususnya bagi pasien
yang mengalami keracunan obat atau alkohol.
Pada kasus asidosis respiratorik, dokter biasanya akan memberikan obat diuretik
untuk mengurangi penumbunan cairan di paru-paru dan jantung, atau menggunakan
alat yang disebut continous positive airway pressure (CPAP) sebagai alat bantu
pernapasan bagi penderita kelemahan otot paru lemah atau PPOK. Sedangkan pada
penderita asidosis respiratorik kronis, umumnya dokter akan memberikan antibiotik,
diuretik, kortikosteroid atau bronkodilator. Jika kondisi pasien cukup parah,
pemasangan ventilator mekanis akan dilakukan.
Perlu diingat bahwa asidosis respiratorik akut adalah kondisi yang fatal. Pastikan Anda
segera ke rumah sakit jika mengalami sesak napas atau mengalami masalah paru-
paru lainnya.
Komplikasi Asidosis
Penderita asidosis berpotensi mengalami komplikasi jika tidak diobati secara dini,
seperti:

 Batu ginjal.
 Gagal ginjal.
 Penyakit ginjal kronis.
 Keterlambatan dalam pertumbuhan.
 Penyakit tulang.

Pencegahan Asidosis
Asidosis tidak dapat dicegah sepenuhnya. Meski demikian, terdapat beberapa cara
yang dapat dilakukan agar kondisi penderita tidak memburuk, seperti:

 Berhenti merokok agar kesehatan paru-paru tidak terganggu.


 Menjaga berat badan agar terhindar dari obesitas.
 Mengonsumsi air putih yang cukup untuk menghindari dehidrasi.
 Menggunakan obat-obatan sedatif atau obat lainnya sesuai saran dokter.
 Hindari mengonsumsi minuman beralkohol, baik selama pengobatan dilakukan
atau setelahnya.
 Menjaga kadar gula darah dengan baik.