Anda di halaman 1dari 14

MAKALAH

(GRAND TEORI KEPERAWATAN)


Diajukan Untuk Memenuhi Tugas

Mata Kuliah Falsafah Dan Teori Keperawatan

Dosen Pembimbing:

Ns.M.Syikir,S.kep

Disusun Oleh:
KELOMPOK 3

 ISMI NUR AULIA S


 WAHYUNI SYARIFUDDIN
 DIANA SARI

PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN

STIKES BINA GENERASI POLMAN

TAHUN PELAJARAN 2018/2019

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur dipersembahkan kepada kehadirat Allah SWT, karena berkat taufik dan
hidayah-Nya, laporan yang berjudul ‘‘PAKAR TEORI KEPERAWATAN’’dapat diselesaikan
dengan tepat waktu. Shalawat serta Salam semoga tercurah kepada junjungan kita Nabi
Besar Muhammad SAW. Beserta keluarga dan sahabatnya.

Namun demikian, yakni bahwa laporan kami masih jauh dari sempurna. Di sana sini masih
terdapat kekurangan dan kelemahan, baik dari segi isi, maupun dari segi hubungan antara
satu pokok pembahasan dengan pokok pembahasan lainnya.

Menyadari hal yang demikian itu, kami tim penyusun berharap kiranya pembaca dapat
memberikan saran dan kritik guna perbaikan dan penyempurnaan Laporan kami pada
pembuatan Laporan berikutnya. Akhirnya kita berdoa, mudah-mudahan upaya ini manjadi
amalan ibadah yang diridhoi Allah SWT.

Aamiin....................................

Polewali, 16 Januari 2019

Tim penyusun

Kelompok 3

I
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR…………………………………………………………………………….……..i

DAFTAR ISI……………………………………………………………………………………..………..ii

BAB I PENDAHULUAN………………………………………………………………….……………1

1.LATAR BELAKANG………………………………………………………………………….1

2.RUMUSAN MASALAH…………………………………………………………………….1

3.TUJUAN MAKALAH…………………………………………………………………….….1

4.MANFAAT MAKALAH…………………………………………..………………………..1

BAB II PEMBAHASAN………………………………………………………………..………………2

A.TEORI IMOGENE M.KING……………………………………………………………….2

B. TEORI DOROTHEA ELIZABETH OREM……………………………………………………….3

C.TEORI SISTER CALISTA ROY………………………………..…………………………..5

D.TEORI MYRA ESTRINE LEVINE…………………………………………………………7

BAB III PENUTUP……………………………………………………………………………………….8

A.KESIMPULAN……………………………………………………………………………………………8

B.SARAN……………………………………………………………………….…………………………….8

DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………………………………………9
Ii

BAB 1 PENDAHULUAN
1.Latar Belakang

Konsep merupakan suatu ide dimana terdapat suatu kesan yang abstrak yang dapat
diorganisir menjadi simbol-simbol yang nyata,sedangkan konsep keperawatan merupakan
ide untuk menyusun atau kerangka konseptual atau model keperawatan.Teori ini sendiri
merupakan sekelompok konsep yang membentuk sebuah pola yang nyata atau suatu
pernyataan yang menjelaskan suatu proses,peristiwa,atau kejadian yang didasari oleh fakta-
fakta yang telah diobservasi,tetapi kurang absolut(kurang adanya bukti)secara langsung.
Teori keperawatan digunakan untuk menyusun suatu model konsep dalam
keperawatan,sehingga model keperawatan tersebut mengandung arti aplikasi dari struktur
keperawatan itu sendiri yang memungkinkan perawat untuk mengaplikasikan ilmu yang
pernah didapat di tempat mereka bekerja dalam batas kewenangan sebagai seorang
perawat.Model konsep keperawatan ini digunakan dalam menentukan model praktek
keperawatan yang akan diterapkan sesuai kondisi dan situasi tempat perawat tersebut
bekerja.Mengingat dalam model praktek keperawatan mengandung komponen dasar
seperti mendasari sebuah model,adanya tujuan praktek yang ingin dicapai dalam
memberikan pelayanan ataupun asuhan keperawatan terhadap kebutuhan semua
pasien,serta adanya pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan oleh perawat dalam
mencapai tujuan yang ditetapkan sesuai kebutuhan pasien.
Berdasarkan hal tersebut diatas maka perlunya mempelajari teori dan model
keperawatan yang telah ada,sebagai salah satu kunci dalam mengembangkan ilmu dan
praktek serta profesi keperawatan di Indonesia.pada kesempatan kali ini penulis mencoba
memaparkan beberapa teori keperawatan

2.Rumusan Masalah
1.Bagaimana model teori Imogene M.king?
2.Bagaimana model teori Dorothea Elizabeth Orem?
3.Bagaimana model teori Sister Calista Roy?
4.Bagaimana model teori Myra Estrine Levine?
1

3.Tujuan Makalah
Adapun tujuan dari makalah ini adalah dapat mengetahui teori-teori dan model
konsep keperawatan serta tujuan dari teori dan model konsep keperawatan tersebut dan
dapat mengetahui pandangan beberapa pakar teori.Dan sebagai salah satu kunci
perkembangan ilmu keperawatan dan mengembangkan profesi keperawatan.

4.Manfaat Makalah
Dari makalah ini diharapkan pembaca dapat mengetahui dan memahami model konsep
keperawatan dengan beberapa teori ilmu keperawatan para ahli yaitu Imogene
M.king,Dorothea Elizabeth orem,sister calista roy dan myra astrine Levine.
2

BAB II

PEMBAHASAN

A.TEORI IMOGENE M.KING(Teori King)


King memahami model konsep dan teori keperawatan dengan menggunakan
pendekatan system terbuka dalam hubungan interaksi yang konstan dengan
lingkungan,sehingga king mengemukakan dalam model konsep interaksi.

Dalam mencapai hubungan interaksi,king mengemukakan konsep kerjanya yang


meliputi adanya system personal,system interpersonal dan system social yang saling
berhubungan satu dengan yang lain,yang dapat digambarkan sebagai berikut:

Menurut king system personal merupakan system terbuka dimana didalamnya


terdapat persepsi,adanya pola tumbuh kembang,gambaran tubuh,ruang dan waktu dari
individu dan lingkungan,kemudiajn hubungan interpersonal merupakan suatu hubungan
antara perawat dan pasien sert hubungan social yang mengandung arti bahwa suatu
interaksi perawat dan pasien dalam menegakkan system social,sesuai dengan situasi yang
ada.malalui dasar system tersebut,maka King memandang manusia merupakan individu
yang reaktif yakni bereaksi terhadap situasi,orang dan objek.manusia sebagai makhluk yang
berorientasi terhadap waktu tidak lepas dari masa lalu dan sekarang yang dapat
mempengaruhi masa yang akan datang dan sebagai makhluk social manusia akan hidup
bersama orang lain yang akan berinteraksi satu dengan yang lain.

Berdasarkan hal tersebut,maka manusia memiliki tiga kebutuhan dasar yaitu:


a)informasi kesehatan
b)pencegah penyakit
c)kebutuhan terhadap perawat ketika sakit.

Berdasarkan gambar tersebut,dapat di jelaskan bahwa konsep hubungan manusia menurut


king terdiri dari komponen:

a)Aksi menurut proses awal hubungan dua individu dalam berperilaku,dalam memahami
atau mengenali kondisi yang ada dalam keperawatan dengan gambaran hubungan perawat
dank lien untuk melakukan kontrak atau tujuan yang diharapkan.

b)Reaksi adalah suatu bentuk tindakan yang terjadi adanya aksi dan merupakan respons dari
individu

c)Interaksi merupakan suatu bentuk kerja sama yang saling mempengaruhi antara perawat
dank lien yang terjuwud dalam komunikasi
d)Transaksic merupakan kondisi dimana antara perawat dan klien terjadi suatu persetujuan
dalam rencana tindakan keperawatan yang akan dilakukan.
3
B.DOROTHEA ELIZABETH OREM

Pandangan teori Orem dalam tatanan pelayanan keperawatan ditujukan kepada


kebutuhan individu dalam melakukan tindakan keperawatan mandiri serta mengatur dalam
kebutuhannya.Dalam konsep keperawatan orem mengembangkan tiga bentuk teori self
care diantaranya:

a.Perawatan Diri sendiri(Self Care)

Dalam teori self care,Orem mengemukakan bahwa self care meliputi:pertama,Self Care itu
sendiri,yang merupakan aktifitas dan inisiatif dari individu serta dilaksanakan oleh individu
itu sendiri dalam memenuhi serta mempertahankan kehidupan,kesehatan serta
kesejahteraan.Kedua,self care agency,merupakan suatu kemampuan individu dalam
melakukan perawatan diri sendiri,yang dapat dipengaruhi oleh
usia,perkembangan,sosiokultural,kesehatan dan lain-lain.Ketiga,adanya tuntutan atau
permintaan dalam perawatan diri sendiri yang merupakan tindakan mandiri yang dilakukan
dalam waktu tertentu untuk perawatan diri sendiri dengan menggunakan metode dan alat
dalam tindakan yang tepat.Keempat,kebutuhan self care merupakan suatu tindakan yang
ditujukan pada penyediaan dan perawatan diri sendiri yang bersifat universal dan
berhubungan dengan prises kehidupan manusia serta dalam upaya mempertahankan fungsi
tubuh,self care yang bersifat universal itu adalah aktifitas sehari-hari(ADL)dengan
mengelompokkan kedalam kebutuhan dasar manusiannya.

b.Self Care Defisit

Merupakan bagian penting dalam perawatan secara umum dimana segala perencanaan
keperawatan diberikan pada saat perawat dibutuhkan yang dapat diterapkan pada anak
yang belum dewasa,atau kebutuhan yang melebihi kemampuan serta adanya perkiraan
penurunan kemampuan dalam perawatan dan tuntutan dalam peningkatan self care,baik
secara kualitas maupun kuantitas.

c.Teori Sistem Keperawatan

Merupakan teori yang menguraikan secara jelas bagaimana kebutuhan parawatan diri
pasien terpenuhi oleh perawat atau pasien sendiri yang didasari pada orem yang
4

mengemukakan tentang pemenuhan kebutuhan perawatan mandiri.Dalam pandangan teori


system ini orem memberikan identifikasi dalam system pelayanan keperawatan
diantaranya:

1. Sistem bantuan secara penuh(wholly Compensatory System)


Merupakan suatu tindakan keperawatan dengan memberikan bantuan
secara penuh pada pasien dikarenakan ketidakmampuan pasien dalam
memenuhi tindakan perawatan secara mandiri yang memerlukan bantuan dalam
pergerakan,pengontrolan dan ambulasi serta adanya manipulasi
gerakan.pemberian bantuan system ini dapat dilakukan pada orang yang tidak
mampu melakukan aktivitas dengan sengaja seperti pada pasien koma pada
pasien sadar dan mungkin masih dapat membuat suatu pengamatan dan
penilaian tentang cedera atau masalah yang lain akan tetapi tidak mampu dalam
melakukan tindakan yang memerlukan ambulasi atau manipulasi gerakan,seperti
pada pasien yang fraktur vertebra dan pada pasien yang tidak mampu mengurus
sendir,membuat penilaian serta keputusan dalam self care-nya dan pasien
tersebut masih mampu melakukan ambulasi dan mungkin dapat melakukan
beberapa tindakan self care-nya melalui bimbingan secara continue seperti pada
pasien retardasi mental.
2. Sistem bantuan sebagai(Partially Compensatory system)
Merupakan system dalam pemberian perawatan diri sendiri secara sebagian
saja dan ditujukan kepada pasien yang memerlukan bantuan secara minimal
seperti pada pasien yang post operasi abdomen dimana pasien ini memiliki
kemampuan seperti cuci tangan,gosok gigi.cuci muka akan tetapi butuh
pertolongan perawat dalam ambulasi dan perawatan luka.
3. System Suportif Edukatif
Merupakan system bantuan yang diberikan pada pasien yang membutuhkan
dukungan pendidikan dengan harapan pasien mampu memerlukan perawatan
secara mandiri.sistem ini dilakukan agar pasien mampu melakukan tindakan
keperawatan setelah dilakukan pembelajaran.Pemberian system ini dapat
dilakukan pada pasien yang memerlukan informasi dalam pengaturan kelahiran.
5

C.TEORI SISTER CALISTA ROY(Teori Roy)

 Model Adaptasi Roy


Roy berpendapat bahwa ada 4 elemen penting dalam model adaptasi
keperawatan,yakni keperawatan,tenaga kesehatan,lingkungan,dan sehat.
1)Elemen keperawatan
Keperawatan adalah suatu disiplin ilmu dan ilmu tersebut menjadi
landasan dalam melaksanakan praktik keperawatan(Roy,1983).Lebih spesifik
Roy(1986)berpendapat bahwa keperawatan sebagai ilmu dan praktik berperan
dalam meningkatkan adaptasi individu dan kelompok terhadapt kesehatan sehingga
sikap yang muncul semakin positif.
Keperwatan memberi perbaikan pada manusia sebagai satu kesatuan yang
utuh untuk beradaptasi dengan perubahan yang terjadi pada lingkungan dan
berespons terhadapt stimulus internal yang mempengaruhi adaptasi.jika stressor
trjadi dan individu tidak dapat menggunakan’’koping’’secara efektif maka individu
tersebut memerlukan perawatan.
Tujuan keperawatan adalah meningkatkan interaksi individu dengan
lingkungan,sehingga adaptasi dalam setiap aspek semakin meningkat.komponen-
komponen adaptasi mencakup fungsi fisiologis,konsep diri,fungsi peran,dan saling
ketergantungan.
2)Elemen manusia
Manusia merupakan bagian dari system adaptasi,yaitu suatu kumpulan unit
yang saling berhubungan mempunyai masukan,proses kontrolkeluaran dan umpan
balik(Roy,1986).proses control adalah mekanisme koping yang dimanifestasikan
dengan adaptasi secara spesifik.manusia dalam system ini berperan sebagai
kognator dan regulator(pengaturan)untuk mempertahankan adaptasi.
Terdapat 4 cara adaptasi, mencakup adaptasi terhadapt fungsi
fisologis,konsep diri,fungsi peran dan terhadap kebutuhan saling
ketergantungan.Pada model adaptasi keperawatan,manusia dilihat dari system
kehidupan yang terbuka,adaptif,melakukan pertukaran energy dengan zat/benda
dan lingkungan.Manusia sebagai masukan dalam system adaptif,terdiri dari
6
lingkungan eksternal dan internal.proses control manusia adalah mekanisme koping
yakni system regulator dan kognator.keluaran dari system ini dapat berupa respons
adaptif atau respons tidak efektif.Regulator dihubungkan dengan fungsi fisiologi
sedangkan kognator dihubungkan dengan konsep diri dan fungsi peran.

3)Elemen lingkungan
Lingkungan didefenisikan sebagai semua kondisi,keadaan,dan factor lain
yang mempengaruhi perkembangan dan perilaku individu atau kelompok.

4)Elemen sehat
Kesehatan didefenisikan sebagai keadaan yang muncul atau proses yang
terjadi pada makhluk hidup dan terintegrasi dalam individu atau kelompok.

 Proses adaptasi
melibatkan seluruh fungsi secara holistic,mancakup semua interaksi individu dengan
lingkungannya dan dibagi menjadi dua proses,seperti berikut:
a)proses yang ditimbulkan oleh perubahan lingkungan internal dan
eksternal.perubahan ini merupakan stressor atau stimulus fokal.apabila steresor
atau stimulus tersebut mendapat dukungan dari factor-faktor konseptual dan
residual maka akan muncul interaksi yang biasa disebut stress.dengan demikian
adaptasi sangat doperlukan untuk mengatasi stress.
b)proses mekanisme koping yang dirangsang untuk menghasilkan respons adaptif
atau tidak efektif.hasil dari proses adaptasi adalah suatu kondisi yang dapat
meningkatkan pencapaian tujuan individu mencakup kelangsungan
hidup,pertumbuhan,reproduksi,dan integritas.
 Aplikasi Model Adaptasi Roy
Model ini dapat digunakan dalam penelitian keperawatan,dan sebagai
pedoman dalam memberikan perawatan pada anak-anak,lansia,dan di
komunitas.Model ini lebih menekankan pada factor psikologis
7

D.TEORI MYRA ESTRINE LEVINE(Teori Levine)

Teori keperawatan Myra Levine dirumuskan pada tahun 1966 dan dipublikasikan pada
tahun 1973,menggambarkan klien sebagai makhluk hidup terintegrasi yang saling
berinteraksi dan beradaptasi terhadapt lingkungannya.Levine percaya bahwa intervensi
keperawatan merupakan aktivitas konservasi,dengan konservasi energy sebagai
pertimbngan utama (Fawcett,1989).sehat dipandang dari sudut konservasi energy dalam
lingkup area sebagai berikut,Levine menyebutnya sebagai empat prinsip konservasi dalam
keperawatan:

a)konservasi energy klien

b)konservasi struktur integritas

c)konservasi integritas personal

d)konservasi integritas social

melalui pendekatan ini,asuhan keperawatan meliputi konservasi aktivitas yang ditujukan


pada penggunaan secara optimal sumber-sumber kekuatan klien.
8

BAB III

PENUTUP

A.KESIMPULAN

Dari paparan atau penjelasan di atas,maka kami dapat menyimpulkan bahwa sesuai dengan
makalah’’GRAND TEORI KEPERAWATAN’’kami menyimpulkan bahwa Teori keperawatan
sebagai salah satu bagian kunci perkembangan ilmu keperawatan dan pengembangan
profesi keperawatan.Dalam teori King memahami model konsep dan teori keperawatan
dengan menggunakan pendekatan system terbuka dalam hubungan interaksi yang konstan
dengan lingkungan,sehingga king mengemukakan dalam model konsep interaksi.Dan dalam
teori Dorothea elizabeth orem Pandangan teori Orem dalam tatanan pelayanan
keperawatan ditujukan kepada kebutuhan individu dalam melakukan tindakan
keperawatan mandiri serta mengatur dalam kebutuhannya.Teori sister calista roy(Teori
Roy)berpendapat bahwa ada 4 elemen penting dalam model adaptasi keperawatan,yakni
keperawatan,tenaga kesehatan,lingkungan,dan sehat.Sedangkan Teori Myra alevine
menggambarkan klien sebagai makhluk hidup terintegrasi yang saling berinteraksi dan
beradaptasi terhadapt lingkungannya.

B.SARAN

Berdasarkan hasil makalah di atas,saran yang disimpulkan oleh peneliti adalah

1.Bagi penulis dan pembaca dapat dijadikan referensi yang lebih inovatif dan lebih bervariasi
serta berperan aktif dalam mengembangkan ilmu keperawatan menurut bebrapa teori yang
telah kami jelaskan.

2.Bagi Dosen dapat dijadikan media pengajaran dalam pembelajaran dengan teori
keperawatan
9

DAFTAR PUSTAKA

King, I. M. (2003). Assessment of functional abilities and goal attainment scales: A criterion-
reference measure. In O. L. Strickland & C. Dilorio (Eds.), Measurement of nursing outcomes: client
outcomes and quality of care (2nd ed., pp. 3-20). New York: Springer

Orem, D. E. (1956). Hospital nursing service: An analy-sis. Report to the Division of Hospital and
Institu-tional Services of the Indiana State Board of Health. Indianapolis: Division of Hospital and
Institutional Services.

Roy, C. (1979). Relating nursing theory to nursing education: A new era Nurse Educator, 4, 16-21

Levine, M. E. (1966). Trophicognosis: An alternative to nursing diagnosis. American nurses


Association Regional Clinical Conferences, 2, 55-70Levine’s Conservation Model of Nursing. Journal
of Theory Construction and Testing, 15(2), 41-47.