Anda di halaman 1dari 6

INNOVATION IN RESEARCH OF INFORMATICS - VOL. 1 NO.

1 (2019) 1-6

Terbit online pada laman web jurnal : http://innovatics.unsil.ac.id


Innovation in Research of Informatics (INNOVATICS)
| ISSN (Print) xxx-xxx | ISSN (Online) xxx-xxx |

Penentuan Jalur Terpendek Menggunakan Google Maps API pada Sistem Informasi
Geografis (GIS) Panti Sosial di Kota Tasikmalaya
Hariska Paunsyah1, Husni Mubarok2, Rahmi Nur Shofa3
1,2,3
Porogram Studi Informatika Universitas Siliwangi
hariska.paunsyah20@gmail.com1 , husni@unsil.ac.id2, rahmi.shofa@unsil.ac.id3

INFORMASI ARTIKEL A B S T R A K
Kurangnya informasi mengenai lokasi Panti sosial yang ada, menyebabkan
Sejarah Artikel:
donator mengalami kesulitan untuk menyalurkan dana bantuannya.
Diterima Redaksi:
Pembangunan Sistem Informasi Geografis (SIG) pada penelitian ini
Revisi Akhir:
dimaksudkan untuk memudahkan donator dalam mengetahui serta
Diterbitkan Online:
mendapatkan informasi yang akurat mengenai keberadaan Panti Sosial yang ada
di Kota Tasikmalaya. Penerapan Algoritma Dijkstra dimaksudkan untuk
KATA KUNCI menghitung jalur terpendek dari tempat donatur ke Panti Sosial yang akan
dituju, sehingga memudahkan donatur dalam menyalurkan dana bantuannya.
Algoritma Dijkstra Pembangunan SIG Panti Sosial menggunakan pendekatan Object Oriented
Extreme Programming Programming dengan metode Extreme Programing, hal tersebut dikarenakan
Panti Sosial SIG yang dibangun berdasarkan kebutuhan dari Donatur. SIG Panti Sosial dapat
Jalur Terpendek memberikan kemudahan bagi Donatur dalam mencari lokasi Panti Sosial yang
Sistem Informasi Geografis ada di Kota Tasikmalaya, serta memberikan informasi jalur terpendek dari
KORESPONDENSI lokasi donator ke lokasi Panti Sosial yang akan dituju.

Telepon: +62 853 53634554


E-mail: rahmi.shofa@unsil.ac.id

Masyarakat umum khususnya donatur yang ingin


1. PENDAHULUAN mendonasikan hartanya sangat kesulitan untuk mencari
tempat dan informasi mengenai panti yang ada di Kota
Menurut kamus besar bahasa Indonesia tahun 2013, Tasikmalaya, seringkali kebanyakan dari donatur
Panti adalah Rumah, atau kediaman sedangkan panti memberikan donasinya kepada gelandangan atau
asuhan merupakan rumah tempat memelihara dan merawat pengemis di jalan raya. Selain itu, untuk mengetahui
anak yatim dan yatim piatu, dan sebagainya. Sehingga alamat dan informasi panti seringkali bertanya kepada
tempat ini sagatlah tepat untuk menyalurkan bantuan. Hal masyarakat sekitar dan akan memakan waktu yang lama
ini sesuai dengan firman Allah SWT, dalam QS Al-ma’un, serta cara ini kurang efektif, Banyak pula donatur mencari
ayat 1-3 yang artinya sebagai berikut : “(1) Tahukah kamu informasi dengan menelpon Dinas Sosial untuk mencari
(orang) yang mendustan agama? (2) Itulah orang yang panti sosial di Kota Tasikmalaya yang rentan adanya
menghardik anak yatim, (3) dan tidak dianjurkan memberi kesalahan penangkapan berita yang didapatkan.
makan orang miskin”. Sistem informasi geografis (SIG) merupakan cara
Panti merupakan salah satu lembaga perlindungan untuk memberikan informasi data panti, Karena sistem
anak yang berfungsi memberikan perlindungan baik informasi geografis berbasis web ini dapat membantu
kepada anak-anak maupun orang yang sudah lanjut usia. untuk mengambil keputusan dalam berbagi informasi
Pada umumnya panti mengatasi berbagai permasalahan panti. SIG mudah dan cepat dalam pengeloalaan informasi,
sosial yang terjadi pada anak. Di Kota Tasikmalaya sebab SIG sangat memungkinkan untuk memiliki
misalnya, memiliki 26 lembaga panti yang terdaftar pada informasi up-to-date, yang direkomendasi dan diorientasi
Dinas Sosial Kota Tasikmalaya. Panti tersebut terbagi kepada donatur demi menjamin keamanan mereka dalam
menjadi 5 jenis, yaitu panti anak terlantar, panti proses mendonasikan dan mencari tempat panti sosial.
penyandang disabilitas, panti tuna sosial, panti lanjut usia, Salah satu metode yang digunakan sebagai solusi
dan panti rehabilitas. Namun banyaknya panti tersebut pencarian rute terpendek adalah algoritma Dijkstra, yaitu
tidak diikuti dengan sistem informasi yang memadai. dengan mencari lintasan terpendek dari suatu simpul ke

Halaman 1-6
HARISKA PAUNSYAH / INNOVATION IN RESEARCH OF INFORMATICS - VOL. 1 NO. 1 (2019) 1-6

semua pasangan simpul menggunakan prinsip greedy Connexion with Graphs“. (Brassard and Bratley [1988, pp.
dengan memilih bobot minimum 87-92]).
Algoritma Dijkstra menggunakan graph berarah
untuk penentuan rute listasan terpendek, dikarenakan
2. LANDASAN TEORI Djikstra merupakan algoritma dalam pemecahan persoalan
optimasi pencarian lintasan terpendek pada sebuah
2.1. Panti Sosial lintasan yang mempunyai panjang minimum dari verteks a
Menurut Departemen Sosial RI (2008: 11) Panti ke z dalam graph berbobot, bobot tersebut adalah bilangan
positif jadi tidak dapat dilalui oleh node negatif. Namun
sosial merupakan suatu lembaga penyelenggara pelayanan
jika terjadi demikian, maka penyelesaian yang diberikan
kesejahteraan sosial yang memiliki tugas dan fungsi adalah infiniti (Tak Hingga).
melakukan pendampingan terhadap keluarga dan
masyarakat dalam pengasuhan anak.
Tujuan Panti Sosial untuk mewujudkan 2.4. Google Maps API
keanekaragaman pelayanan sosial dan meningkatkan Fitur Google Maps API dapat ditambahkan dalam
pengetahuan serta keterampilan bagi remaja yang web yang dibangun. Pemanfaatan Google Maps API dapat
mengalami masalah sosial sehingga dapat memiliki menghemat waktu dan biaya untuk membangun aplikasi
kemampuan dan keterampilan. peta digital yang handal, sehingga pembangunan aplikasi
lebih fokus pada data-data yang diolah.
2.2. Sistem Informasi Geografis ( SIG )
Sistem Informasi Georafis atau Georaphic 2.5. Penelitian Teerkait
Information Sistem (GIS) merupakan suatu sistem yang Berikut beberapa penelitian yang terkait dengan
mengcapture, mengecek, mengintegrasikan, penelitian yang dilakukan:
memanipulasi, menganalisa, dan menampilkan data yang a. Penelitian oleh Wibowo (2015) dengan judul Sistem
secara spasial mereferensikan kepada kondisi bumi. Informasi Geografis Menentukan Lokasi
SIG pertama kali diperkenalkan di Indonesia pada Pertambangan Batu Bara di Provinsi Bengkulu
tahun 1972 dengan nama Data Banks for Develompment berbasis Web. Aplikasi ini membahas tentang
(Rais, 2005). Istilah Sistem Informasi Geografis muncul penentuan lokasi petambangan yang ada di provinsi
setelah dicetuskan oleh General Assembly dari Bengkulu melalui pendekan terstruktur, metode yang
International Geographical Union di Ottawa Kanada pada digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan
tahun 1967. SIG kemudian dikembangkan oleh Roger perancangan terstruktur sihingga dapat dengan mudah
Tomlinson dan dikenal dengan nama CGIS (Canadian menentukan lokasi batu bara pada aplikasi yang
GIS-SIG Kanada) yang digunakan untuk menyimpan, dibuat.
menganalisa dan mengolah data yang dikumpulkan untuk b. Penelitian oleh Yulia (2015) dengan judul Pencarian
inventarisasi Tanah Kanada (CLI-Canadian Land SPBU terdekat dan penentuan jarak terpendek
Inventory). SIG memiliki fungsi -fungsi dasar sebagai menggunakan algoritma Dijkstra. Penelitian ini
berikut : menhasilkan tentang pemetaan lokasi, pencarian
1. Akuisisi data dan proses awal meliputi: digitasi, lokasi, dan penentuan jalur terpendek untuk mencapai
editing, pembangunan topologi, konversi format data, lokasi SPBU. Pencarian SPBU terdekat dipengaruhi
pemberian atribut dan lain-lain. oleh kriteria, cost, dan reverse_cost. Dimana untuk
2. Pengelolaan database meliputi : pengarsipan data, jalan satu arah diberikan nilai revers_cost sebesar
permodelan bertingkat, pemodelan jaringan 1.000.000, sehingga jalan ini tidak akan pernah
pencarian atribut dan lain-lain. dipilih. Penerapan algoritma dijkstra
3. Pengukuran keruangan dan analisis meliputi : operasi
merekomendasikan jalur terpendek jarak tempuh guna
pengukuran, analisis daerah penyanggga, overlay,
dan lain-lain. memberikan efisiensi penggunaan bahan bakar
4. Penayangan grafis dan visualisasai meliputi : kendaraan bermotor.
transformasi skala, generalisasi, peta topografi, peta
statistic, tampilan perspektif. 3. METODOLOGI
2.3. Algoritma Dijkstra Pada penelitian ini terdapat dua tahapan, yaitu
Algoritme Dijkstra, diambil dari nama seorang
pengumpulan data dan pengembangan aplikasi, dengan
ilmuwan komputer yang menemukannya, yaitu Edsger
Dijkstra. Algoritma Dijkstra merupakan greedy algorithm langkah sebagai berikut:
yang dipakai dalam memecahkan permasalahan jarak 3.1. Pengumpulan Data
terpendek untuk sebuah graf berarah dengan bobot-bobot Pada tahap ini dilakukan pengumpulan data melalui
sisi yang bernilai tak negatif. Algortima Dijkstra wawancara, observasi, dan studi literatur terhadap
dipublikasi tahun 1959 pada jurnal Numerische beberapa penelitian yang terkait dengan penelitian
Mathematik yang berjudul “A Note on Two Problems in
yang akan dilakukan
2 Hariska Paunsyah
HARISKA PAUNSYAH / INNOVATION IN RESEARCH OF INFORMATICS - VOL. 1 NO. 1 (2019) 1-6

3.2. Pengembangan Sistem SISTEM YANG DIUSULKAN

Pengembangan system dilakukan menggunakan


metode eXtreme Programing. Extreme
Mulai
Programming(Pressman, 2010) dengan tahapan
seperti tertera pada gambar 1. Pilih data panti

Input data panti

Data panti
pada database

Pengecekan data
panti
Data telah
diinput

Gambar 1. Extreame Programming (Pressman, 2010) selesai

c. Planning (Perencanaan) Gambar 2. Prosedur yang diusulkan


Tihap ini dimulai dari pengumpulan kebutuhan
untuk memahami konteks bisnis. Tahap ini juga
4.2. Perancangan SIG PAnti Sosial
mendefinisikan output yang akan dihasilkan serta Sistem yang akan dibangun dapat diakses oleh dua
fitur yang dimiliki oleh SIG yang akan dibangun.
aktor seperti tertera pada Tabel 1.
d. Design (Perancangan)
Pada tahap ini dilakukan analisis terhadap prosedur Tabel 1. Identifikasi aktor
yang sedang berjalan dan perancangan sistem.
e. Coding (Pengkodean) Nama Aktor Keterangan
Pada tahap ini melakukan implementasi dari hasil Hak akses berupa pengelolaan
perancangan ke bahasa pemrograman PHP dengan semua fitur pada aplikasi.
bantuan Framework Laravel 5.3. Admin Dimana dapat mengubah,
f. Test (Pengujian) menghapus, menampilkan data
yang ada di aplikaksi.
Pada tahap ini dilakukan pengujian terhadap sistem
Pengguna merupakan hak akses
yang dibangun menggunakan metode blackbox untuk melihat peta pada aplikasi,
testing. Donatur
namun tidak dapat melakukan
proses mengubah aplikasi.

4. HASIL DAN PEMBAHASAN Use case diagram untuk system yang dibangun seperti
tertera pada Gambar 3.
4.1. Prosedur usulan SIG Panti Sosial
home

Sistem yang diusulkan diharapkan memberi


login
kemudahan untuk donator dalam menyalurkan bantuan Donatur data panti admin
kepada panti social, maka prosedur system usulan adalah
seperti tertera pada Gambar 2.
about

Gambar 3. Use case diagram SIG Panti Sosial

Admin dapat melakukan update data Panti Sosial yang


bisa dikunjungi, dan Donatur dapat melihat data Panti
Sosial yang bisa dikunjungi serta mengetahui rute ke Panti
Sosial tujuan.

Sequence diagram dimaksudkan untuk


menggambarkan interaksi antar actor dengan sistem seperti
yang tertera pada Gambar 4.

Hariska Paunsyah 3
HARISKA PAUNSYAH / INNOVATION IN RESEARCH OF INFORMATICS - VOL. 1 NO. 1 (2019) 1-6

halaman
utama
tambah data
login
data panti database siste pendonor
: admin
data
login pendonor hapus data
berhasil
pilih menu data panti pendonor

tampil menu data panti masukan username


dan password
tambah data
panti
tambah data panti tampil menu tambah data login gagal data panti keluar
hapus data
panti
pilih tambah
verifikasi masuk
validasi data panti ubah data panti

notifikasi data berhasil disim...


peta input data panti
pilih hapus
tampil dialog hapus
pilih ok tampil peta
validasi data diha...
verifikasi data berhasil diha...

pilih edit data


Gambar 7. State diagram SIG Panti Sosial
tampil menu edit data
pilih edit
validasi data di u...
verifikasi data berhasil di u...
4.3. Implementasi SIG Panti Sosial

Pada tampilan awal SIG Panti Sosial untuk sisi


donatur terdapat menu home seperti yang tertera pada
Gambar 8.
Gambar 4. Sequence diagram SIG Panti Sosial

Data yang diolah pada SIG Panti Sosial terdapat pada


Gambar 5.

Gambar 8. Tampilan menu Home

Kemudian terdapat pilihan data panti untuk memilih


panti mana yang akan dituju, setelah dipilih donatur
langsung menentukan lokasi yang diingikan untuk
memulai proses pencarian rute terdekat menuju Panti
Sosial yang diinginkan
Gambar 5. Class diagram SIG Panti Sosial
4.4. Pengujian SIG Panti Sosial
Peran, fungsi, dan perilaku objek dalam SIG Panti Sebuah program yang diterapkan harus bebas dari
sosial dapat digambarkan dalam Collaboration diagram kesalahan-kesalahan atau error. Oleh karena itu, dilakukan
seperti yan tertera pada Gambar 6. pengujian terlebih dahulu untuk menemukan kesalahan-
2: tampil data panti kesalahan yang mungkin terjadi, pada tahap ini metode
4: tampil menu tambah data
1: pilih menu data panti
9: tampil dialog hapus
pengujian yang digunakan adalah metode pengujian black
3: tambah data panti
5: pilih tambah
14: tampil menu edit data box.
8: pilih hapus
10: pilih ok
Pengujian black box berfokus pada persyaratan
13: pilih edit data
15: pilih edit
fungsional perangkat lunak dengan tujuan
data menemukan kesalahan antara lain:
panti
7: notifikasi data berhasil disimpan 1. Fungsi-fungsi yang tidak benar atau fungsi yang
12: verifikasi data berhasil dihapus
: admin 17: verifikasi data berhasil di ubah hilang
2. Kesalahan pada interface
6: validasi data panti
3. Kesalahan dalam struktur data
11: validasi data dihapus 4. Kesalahan kinerja system
16: validasi data di ubah
database
siste Rencana pengujian pada penelitian ini tertera pada tabel 2.

Gambar 6. Collaboration diagram SIG Panti Sosial Tabel 2. Rencana Pengujian SIG Panti Sosial
Menu Yang
Detail Pengujian Jenis Uji
State diagram untuk sisi Admin pada SIG Panti Sosial Diuji
tertera pada Gambar 7. Masuk Masuk sesuai Black box
dengan hak akses
4 Hariska Paunsyah
HARISKA PAUNSYAH / INNOVATION IN RESEARCH OF INFORMATICS - VOL. 1 NO. 1 (2019) 1-6

Data Panti Melihat data panti Black box m


mengha
Menu Home Mengelola menu Black box pus
home 3 Menu Admin Pilih Aplikas Diteri
logout Keluar dari Black box home dapat panti i ma
Aplikasi menamb tujuan menyi
ahkan, mpan
mengola menam
Pengujian yang dilakukan pada SIG Panti Sosial tertera h data pilkan
pada Tabel 3. untuk pemeta
pemetaa an panti
Tabel 3. Pengujian SIG Panti Sosial
n dan
Hasil Hasil jalur
No Taha yang Uji Uji Respo
pan diharap Kasus Kasus n
5. Kelebiahan dan Kekurangan
kan Aplik
asi a. Kelebihan
1 Login Admin Userna aplikasi Diteri Kelebihan Sistem Informasi Geografis ( GIS ) Panti
bisa me dan menam ma Sosil di Kota Tasikmalaya dengan Penentuan Jalur
masuk ke passwor pilkan Terpendek menggunakan Algoritma Dijksta yang
aplikasi d informa dibangun adalah sebagai berikut :
dikoson si
1. Sistem Informasi Geografis ini dikembangkan
dengan mengunakan google maps dan algoritma
gkan kesalah
jalur terpendek.
an
2. Aplikasi dapat dengan mudah melihat data panti
Userna Aplikas Diteri
sehingga tidak mengurangi ruang penyimpanan
me dan i ma
berkas dan mengefisienkan waktu untuk mecari
passwor menam panti.
d pilkan
diisikan informa b. Kekurangan
dengan si
isian kesalah Adapun kekurangan dari Sistem Informasi
yang an Geografis ( GIS ) Panti Sosil di Kota Tasikmalaya
salah
dengan Penentuan Jalur Terpendek menggunakan
Userna Aplikas Diteri
Algoritma Dijksta yang sudah dibangun yaitu :
me dan i ma
passwor menam 1. Sistem ini tidak dilemkapi dengan waktu yang
d benar pilkan
ditepuh
2. Sistem ini belum dirancang untuk berbasi mobile
menu
3. Sistem ini belum otomatis memilih tempat donatur
utama
ke tujuan
2 Menu Admin Tambah Aplikas Diteri
4. Sistem ini menggunakan jalur angkutan kota yang
Data dapat data i ma
beroperasi
Panti menamb panti menyi
ahkan, baru mpan
menguba data 5. KESIMPULAN
h dan panti
menghap Ubah Aplikas Diteri
Setelah melakukan serangkaian penelitian, maka
us data data i ma
Panti panti menyi
kesimpulan yang diperoleh adalah sebagai berikut :
mpan 1. Telah dihasilkan merancang dan mebangun sistem
hasil Penentuan Jarak Tependek menggunakan Algoritma
peruba Dijkstra pada Sistem Informasi Geografis ( GIS )
han
Panti Sosial di Kota Tasikmalaya.
2. Telah dihasilkan pemanfaatan fitur google maps yang
data
fungsinya supaya admin bisa menentukan jarak
panti
terpendek yang akan dilalui oleh donatur dalam
Hapus Aplikas Diteri
pencarian panti sosial dan dapat mengefisienkan
data i ma
waktu pencarian Panti Sosial
panti menam
pilkan Berdasarkan kesimpulan yang telah dikemukakan,
konfir didapatkan beberapa saran untuk pengembangan lebih
masi lanjut, diantaranya :
sebelu
Hariska Paunsyah 5
HARISKA PAUNSYAH / INNOVATION IN RESEARCH OF INFORMATICS - VOL. 1 NO. 1 (2019) 1-6

1. Akan lebih optimal jika sistem ini dapat BIODATA PENULIS


memberikan fitur pemberitahuan status waktu yang
ditempuh dan pemilihan bangan jalur yang akan Hariska Paunsyah
dipilih. Mahasiswa Informatika, Fakultas Teknik,
2. Akan lebih baik jika Sistem ini dilengkapi dengan Universitas Siliwangi
waktu jarak ditepuh dan alternatif tujuan.
3. Akan lebih baik jika Sistem ini dirancang untuk
berbasis mobile

Husni Mubarok
DAFTAR PUSTAKA Dosen Informatika, Fakultas Teknik,
Universitas Siliwangi
[1] Antonio, Soleh dkk. (2013). Sistem Informasi
Geografis Pariwisata Berbasis Web Dan Pencarian
Jalur Terpendek Dengan Algoritma Dijkstra. Jurnal
EECCIS, 125-130.

[2] Fitria, Apri. (2013). Implementasi Algoritma Dijkstra


Dalam Aplikasi Untuk Menentukan Lintasan Rahmi Nur Shofa
Terpendek Jalan Darat Antar Kota Di Sumatera Dosen Informatika, Fakultas Teknik,
Bagian Selatan. Jurnal Sistem Informasi, 611-621. Universitas Siliwangi

[3] Joko, Muhammad. (2016). Rancang Bangun Webgis


Pemetaan Lokasi Panti Sosial Menggunakan
Pmapper. Jurnal Rekayasa Dan Manajemen Sistem
Informasi, 137-142.

[4] Lee, Jhon. (2003). The use of geographical


information systems in climatology and meteorology.
Progress in Physical Geography, 313-330.

[5] Mufti, Yusuf. (2015).Panduan Mudah Pengembangan


Google Map Android. Yogyakarta: Andi.

[6] Pressman, Roger S. (2010). Rekayasa Perangkat


Lunak. Alih Bahasa: Adi Nugraha, dkk. Yogyakarta:
Andi.

[7] Septya, Awang dkk. (2016). Sistem Informasi


Geografi (SIG) Pencarian ATM Bank Kaltim Terdekat
dengan Geolocation dan Haversine Formula Berbasis
Web. Jurnal Intofel, 1-8.

[8] Sri, Endah. (2014). Penentuan Rute Terpendek


Pengambilan Sampah di Kota Merauke Menggunakan
Algoritma Dijkstra. SEMANTIK, 1-7.

[9] Wibowo, dkk. (2015). Sistem Informasi Geografis


Menentukan Lokasi Pertambangan Batu Bara di
Provinsi Bengkulu berbasis Web. Jurnal Media
Infotama no ISSN : 1858-2680

[10] Yulia dkk. (2015). Pencarian SPBU terdekat dan


penentuan jarak terpendek menggunakan algoritma
Dijkstra. Jurnal Nasional Teknik Elektro no ISSN :
2302-2949

6 Hariska Paunsyah