Anda di halaman 1dari 104

LINGKAR PEMECAHAN MASALAH

EVALUASI PROGRAM GIZI WILAYAH KERJA PUSKESMAS


KECAMATAN CEMPAKA PUTIH
PERIODE JANUARI – NOVEMBER 2018

DISUSUN OLEH:

Kelompok 2

Dwinta Anggraini 1102014080


Fulristami Zaenab 1102014110
Muhammad Aidil 1102014165
Muthia Farah Ashma 1102013187
Rezkina Azizah Putri 1102014225

Pembimbing:

DR. Rifqatussa’adah SKM., M.Kes

KEPANITERAAN KEDOKTERAN KELUARGA

BAGIAN ILMU KESEHATAN MASYARAKAT

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS YARSI

24 DESEMBER 2018 - 25 JANUARI 2019


PERNYATAAN PERSETUJUAN

Laporan Lingkar Pemecahan Masalah dengan judul “EVALUASI PROGRAM


GIZI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KECAMATAN CEMPAKA PUTIH
PERIODE JANUARI – NOVEMBER 2018” ini telah disetujui oleh pembimbing
untuk diseminarkan dalam rangka memenuhi salah satu tugas dalam Kepaniteraan
Klinik Kedokteran Keluarga Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas
Kedokteran Universitas YARSI.

ii
KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum wa Rahmatullahii wa Barakatuuh

Alhamdulillahirabbil’alamin, puji dan syukur senantiasa kami ucapkan


kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya kepada tim
penulis sehingga Laporan Lingkar Pemecahan Masalah yang berjudul “Evaluasi
Program Gizi Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih Periode
Januari – November 2018” ini dapat diselesaikan.
Penulisan dan penyusunan laporan ini bertujuan untuk memenuhi tugas
kepaniteraan klinik bagian Ilmu Kedokteran Keluarga Fakultas Kedokteran
Universitas YARSI. Selain itu, tujuan lainnya adalah sebagai salah satu sumber
pengetahuan bagi pembaca, terutama pengetahuan mengenai Ilmu Kesehatan
Masyarakat, semoga dapat memberikan manfaat.
Penyelesaian laporan ini tidak terlepas dari bantuan para dosen pembimbing,
staf pengajar, dokter dan tenaga medis Puskesmas, serta orang-orang sekitar yang
terkait. Oleh karena itu, kami ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-
besarnya kepada:
1. Rifqatussa’adah, SKM, M.Kes, selaku staf pengajar bagian Ilmu Kesehatan
Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas YARSI dan dosen pembimbing
Kepaniteraan Ilmu Kedokteran Keluarga Universitas YARSI yang telah
membimbing dan memberi masukan yang bermanfaat
2. dr. Erlina Wijayanti, MPH, DipIDK, selaku kepala bagian Kepaniteraan Ilmu
Kesehatan Masyarakat dan staf pengajar bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat
Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

iii
3. dr. Yusnita, M.Kes, DipIDK, selaku koordinator kepaniteraan Kedokteran
Keluarga bagian Kepaniteraan Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas YARSI.
4. dr. Dini Widianti, M.KK, selaku koordinator kepaniteraan Kedokteran
Komunitas dan staf pengajar bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas
Kedokteran Universitas YARSI
5. DR. Kholis Ernawati, S.Si, M.Kes, selaku staf pengajar Kepaniteraan Ilmu
Kedokteran Komunitas Universitas YARSI
6. Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih.
7. Seluruh tenaga kesehatan yang terkait di Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih.
8. Seluruh rekan sejawat yang telah memberikan motivasi dan kerjasama sehingga
tersusun laporan ini.
Penulis sadar masih banyaknya kekurangan dari penyusunan laporan ini.
Maka dari itu, penulis menerima kritik serta saran yang membangun sehingga
laporan ini dapat bermanfaat bagi semua pihak. Akhir kata, dengan mengucap
Alhamdulilah, semoga Allah SWT selalu meridhoi kita semua, Amin.

Jakarta, 20 Januari 2019

Tim Penulis

iv
DAFTAR ISI

HALAMAN DEPAN .................................................................................................. i

PERNYATAAN PERSETUJUAN ............................................................................ii

KATA PENGANTAR ................................................................................................ iii

DAFTAR ISI.................................................................................................................v

DAFTAR GAMBAR .................................................................................................. ix

DAFTAR TABEL ........................................................................................................x

DAFTAR BAGAN ................................................................................................... xiii

BAB I PENDAHULUAN .......................................................................................... 1

1.1 Latar Belakang ...........................................................................................1

1.2 Gambaran Umum Wilayah Kecamatan Cempaka Putih Secara Geografis2

1.2.1 Letak Wilayah ............................................................................... 2

1.2.2 Batas Wilayah Kecamatan Cempaka Putih ................................... 2

1.2.3 Luas Wilayah ................................................................................ 3

1.3 Gambaran Umum Wilayah Cempaka Putih Secara Demografi .................3

1.3.1 Jumlah Penduduk .......................................................................... 3

1.3.2 Sarana dan Prasarana Umum ........................................................ 5

1.4 Gambaran Umum Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih ........................7

1.4.1 Sejarah Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih ............................ 7

1.4.2 Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih ................ 8

1.4.3 Fasilitas Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih .......................... 8

1.4.4 Ketenagaan di Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih ............... 10

1.4.5 Visi Misi dan Prinsip Dasar Puskesmas Cempaka Putih ............ 11

v
1.4.6 Struktur Organisasi Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih ...... 11

1.5 Fungsi Organisasi Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) ................12

1.5.1 Definisi Puskesmas ..................................................................... 12

1.5.2 Fungsi Puskesmas ....................................................................... 12

1.6 Program Gizi di Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih .........................13

1.6.1. Kegiatan Program Gizi Periode Januari - November 2018 .......... 13

1.6.2. Indikator Pelayanan Program Gizi ................................................ 15

1.6.3. Kegiatan Pelayanan Gizi Dalam Gedung ..................................... 24

1.6.4 Kegiatan Pelayanan Gizi diluar Puskesmas ................................... 25

1.7 Identifikasi Masalah ....................................................................................... 29

1.8 Rumusan Masalah ........................................................................................... 31


BAB II PENETAPAN PRIORITAS MASALAH DAN PENYEBAB
MASALAH ..................................................................................................................... 34

2.1 Menetapkan Prioritas Masalah .......................................................................... 34

2.1.1. Non Scoring Technique ................................................................ 35

2.1.2. Scoring Technique ........................................................................ 35

2.2 Prioritas Masalah Terpilih........................................................................72

2.3 Menentukan Kemungkinan Penyebab Masalah .......................................72

2.4. Menentukan Penyebab Masalah yang Paling Dominan...........................76

2.4.1. Persentase remaja putri yang mendapat TTD di wilayah kerja


Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih Januari – November 2018 sebesar
72,1% lebih dari target 22,9%................................................................. 76

2.4.2 Persentase balita tidak naik berat badanya (T) di wilayah kerja Puskesmas
Kecamatan Cempaka Putih Januari – November 2018 sebesar 31% lebih
dari target 3,6% ....................................................................................... 77

vi
BAB III MENETAPKAN ALTERNATIF CARA PEMECAHAN MASALAH . 79

3.1 Menetapkan Alternatif Cara Pemecahan Masalah ...................................79

3.1.1 Persentase remaja putri yang mendapat TTD di wilayah kerja


Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih Januari – November 2018 sebesar
72,1% lebih dari target 22,9%................................................................. 80

3.1.2 Persentase balita tidak naik berat badanya (T) di wilayah kerja
Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih Januari – November 2018 sebesar
31% lebih dari target 3,6%...................................................................... 82

BAB IV PERENCANAAN DAN PELAKSANAAN PEMECAHAN


MASALAH ..................................................................................................................... 84

4.1 Menyusun Rencana Pemecahan Masalah ................................................84

4.1.1 Persentase remaja putri yang mendapat TTD di wilayah kerja


Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih Januari – November 2018 sebesar
72,1% lebih dari target 22,9%................................................................. 84

4.1.2 Persentase balita tidak naik berat badanya (T) di wilayah kerja
Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih Januari – November 2018 ........ 86

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ...................................................................... 88

5.1. Kesimpulan .................................................................................................88

5.1.1. Hasil Penyebab Masalah Persentase Remaja Putri yang Mendapat


TTD di Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih Januari –
November 2018 sebesar 72,1% lebih dari target 22,9% ......................... 88

5.1.2 Hasil Penyebab Masalah Persentase Balita Tidak Naik Berat


Badanya (T) di Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih
Januari – November 2018 sebesar 31% lebih dari target 3,6% .............. 88

5.2 Saran ........................................................................................................89

5.2.1 Alternatif Pemecahan Masalah Persentase Remaja Putri yang


Mendapat TTD di Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih
Januari – November 2018 sebesar 72,1% lebih dari target 22,9% ......... 89

vii
5.2.2 Alternatif Pemecahan Masalah Persentase Balita Tidak Naik Berat
Badanya (T) di Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih
Januari – November 2018 sebesar 31% lebih dari target 3,6% 90

viii
DAFTAR GAMBAR

Gambar 1.1 Peta Kecamatan Cempaka Putih ......................................................... 2

ix
DAFTAR TABEL

Tabel 1.1 Luas Wilayah Kecamatan Cempaka Putih .............................................. 3


Tabel 1.2 Jumlah Penduduk Kecamatan Cempaka Putih........................................ 3
Tabel 1.3 Gambaran Penduduk Menurut Tenaga Kerja.......................................... 4
Tabel 1.4 Sarana Umum di Kecamatan Cempaka Putih ......................................... 5
Tabel 1.5 Jumlah Rumah Tinggal di Kecamatan Cempaka Putih .......................... 5
Tabel 1.6 Jumlah Sekolah di Kecamatan Cempaka Putih ...................................... 6
Tabel 1.7 Sarana Pelayanan Kesehatan di Kecamatan Cempaka Putih .................. 7
Tabel 1.8 Sarana-prasarana di Gedung Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih
berdasarkan Lantai ............................................................................... 9
Tabel 1.9 Pegawai Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih berdasarkan Tingkat
Pendidikan .......................................................................................... 10
Tabel 1.10 Indikator Pelayanan Program Gizi ...................................................... 15
Tabel 1.11 Cakupan Ibu Hamil yang Mendapat Tablet Tambah Darah ............... 16
Tabel 1.12 Cakupan Ibu Hamil Anemia Kecamatan Cempaka Putih Januari –
November 2018 .................................................................................. 16
Tabel 1.13 Cakupan Ibu Nifas yang Mendapat Vitamin A Kecamatan Cempaka
Putih Januari – November 2018 ......................................................... 17
Tabel 1.14 Cakupan Ibu Hamil KEK yang Mendapat Makanan Tambahan
Kecamatan Cempaka Putih Januari – November 2018 ................... 17
Tabel 1.15 Cakupan Persentase Balita Usia 6 – 59 Bulan yang mendapat Vitamin
A Kecamatan Cempaka Putih Januari – November 2018 .................. 18
Tabel 1.16 Cakupan Persentase Bayi Usia < 6 Bulan yang mendapat ASI Eksklusif
pada Kecamatan Cempaka Putih Januari – November 2018 ............. 18
Tabel 1.17 Cakupan Balita mempunyai buku KIA/KMS Kecamatan .................. 19
Tabel 1.18 Cakupan Persentase Balita yang Ditimbang Berat Badannya pada
Kecamatan Cempaka Putih Januari – November 2018 ...................... 19
Tabel 1.19 Cakupan Balita Ditimbang yang naik berat badannya (N/D) Kecamatan
Cempaka Putih Januari – November 2018 ......................................... 20

x
Tabel 1.20 Cakupan Balita Tidak Naik Berat Badannya (T) Kecamatan Cempaka
Putih Januari – November 2018 ......................................................... 20
Tabel 1.21 Cakupan Balita Tidak Naik Berat Badannya Setelah Ditimbang 2 Kali
(2T) Kecamatan Cempaka Putih Januari – November 2018 .............. 21
Tabel 1.22 Cakupan Balita di Bawah Garis Merah (BGM) Kecamatan Cempaka
Putih Januari – November 2018 ......................................................... 21
Tabel 1.23 Cakupan Balita Kurus yang Mendapat Makanan Tambahan Kecamatan
Cempaka Putih Januari – November 2018 ......................................... 22
Tabel 11.24 Cakupan Persentase Kasus Balita Gizi Buruk yang Mendapatkan
Perawatan pada Kecamatan Cempaka Putih Januari – November 2018
......................................................................................................... 22
Tabel 1.25 Cakupan Bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) ............... 23
Tabel 1.26 Cakupan Bayi yang Baru Lahir Mendapat Inisiasi Menyusui Dini (IMD)
Kecamatan Cempaka Putih Januari – November 2018 ...................... 23
Tabel 1.27 Cakupan Remaja Putri yang Mendapat TTD Kecamatan Cempaka Putih
Januari – November 2018 .................................................................. 24
Tabel 1.28 Jumlah Pasien Pengunjung Poli Gizi Berdasarkan Penyakit Penyertanya
di Wilayah Puskesmas ........................................................................ 25
Tabel 2.1 Skoring Magnitude di Wilayah Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih
Januari – Oktober 2018 ..................................................................... 39
Tabel 2.2 Skoring Magnitude Masalah Program Gizi Puskesmas Kecamatan
Cempaka Putih Januari – November 2018 ........................................... 40
Tabel 2.3 Skoring severity di wilayah Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih
Januari-November 2018 ....................................................................... 43
Tabel 2.4 Skoring Severe Masalah Program Gizi Puskesmas Kecamatan Cempaka
Putih Januari – November 2018 ........................................................... 44
Tabel 2.5 Skoring Ketersediaan Alat terhadap Kegiatan di Wilayah Kerja
Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih Januari – November 2018 .. 47
Tabel 2.6 Skoring Ketersediaan Tempat terhadap Kegiatan di Wilayah Kerja
Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih Januari – November 2018 .. 47

xi
Tabel 2.7 Skoring Ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM) terhadap Kegiatan
di Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih Januari –
November 2018 .................................................................................... 48
Tabel 2.8 Skoring Vulnerability Masalah Program Gizi Puskesmas Kecamatan
Cempaka Putih Januari – November 2018 ......................................... 49
Tabel 2.9 Skoring Political Concern ..................................................................... 52
Tabel 2.10 Skor Publikasi ke Masyarakat Masalah Program Gizi Puskesmas
Kecamatan Cempaka Putih Januari – November 2018 ................... 54
Tabel 2.11 Skor Kelompok Masyarakat Terkait Masalah Program Gizi Puskesmas
Kecamatan Cempaka Putih Januari – November 2018 ...................... 57
Tabel 2.12 Skor Jumlah Kelompok Masyarakat yang Terlibat dalam Program
Program Gizi Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih Januari –
November 2018 .................................................................................. 60
Tabel 2.13 Skoring Ketersediaan Dana Terhadap Kegiatan Program Gizi
Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih Januari – November 2018 . 64
Tabel 2.14 Skoring Affordability Masalah Program Gizi Puskesmas Kecamatan
Cempaka Putih Januari – November 2018 ...................................... 65
Tabel 2.15 Final Skoring Masalah Program Gizi Puskesmas Kecamatan Cempaka
Putih Januari-November 2018 ............................................................ 68

Tabel 3.1 Akar Penyebab Masalah dan Alternatif Pemecahan Masalah .............. 80
Tabel 3.2 Skor Penentuan Alternatif Pemecahan Masalah yang Paling Feasible . 81
Tabel 3.3 Akar Penyebab Masalah dan Alternatif Pemecahan Masalah .............. 82
Tabel 3.4 Skor Penentuan Alternatif Pemecahan Masalah yang Paling Feasible . 83
Tabel 4.1 Rencana Pemecahan Masalah Remaja Putri yang Mendapat TTD di
Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih Januari –
November 2018 85
Tabel 4.2 Rencana Pemecahan Masalah Balita Tidak Naik Berat Badanya (T) di
Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih Januari –
November 2018 .................................................................................... 87

xii
DAFTAR BAGAN

Bagan 1. Struktur Organisasi Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih .............. 12


Bagan 2.1 Fishbone Persentase Remaja Putri Yang Mendapat TTD di Wilayah
Kerja Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih Januari – November 2018
............................................................................................................ 74
Bagan 2.2 Fishbone Persentase Balita Tidak Naik Berat Badanya (T) di Wilayah
Kerja Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih Januari – November 2018
............................................................................................................ 75

xiii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Kesehatan merupakan hak asasi manusia dan salah satu unsur
kesejahteraan yang harus diwujudkan sesuai dengan cita-cita bangsa
indonesia sebagaimana yang dimaksudkan dalam pancasila dan UUD 45.
Pembangunan kesehatan merupakan bagian integral dari pembangunan
Nasional. Tujuan Pembangunan Kesehatan adalah meningkatkan kesadaran,
kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud
derajat kesehatan masyarakat yang optimal. Keberhasilan Pembangunan
Kesehatan berperan penting dalam meningkatkan mutu dan daya saing
sumber daya manusia Indonesia.
Untuk mencapai pembangunan di bidang kesehatan diselenggarakan
berbagai upaya secara menyeluruh, berjenjang dan terpadu. Puskesmas
merupakan penanggung jawab penyelenggaraan upaya kesehatan
masyarakat dan perorangan pada jenjang pertama.
Program pokok puskesmas merupakan program pelayanan kesehatan
yang wajib dilaksanakan diantaranya program pengobatan, promosi
kesehatan, pelayanan KIA dan KB, pencegahan penyakit menular dan tidak
menular, kesehatan lingkungan dan perbaikan gizi masyarakat.
Program kesehatan lingkungan adalah salah satu program pokok
puskesmas yang berupaya untuk menciptakan kondisi lingkungan yang
mampu menopang keseimbangan ekologi yang dinamis antara manusia dan
lingkungan untuk mendukung tercapainya kualitas hidup manusia yang
sehat dan bahagia.
Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih sebagai salah satu unit pelaksana
Teknis Dinas Kesehatan DKI Jakarta memiliki kewajiban untuk
melaksanakan SK Gubernur tersebut dengan menerapkan pola-pola
pelayanan kesehatan baik secara Individu maupun Kesehatan Masyarakat
yang mengacu kepada SPM tersebut. Melalui Visi dan Misi yang telah

1
dicanangkan oleh Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih diharapkan
pencapaian tersebut dapat dilakukan secara optimal.

1.2 Gambaran Umum Wilayah Kecamatan Cempaka Putih Secara


Geografis
1.2.1 Letak Wilayah
Kecamatan Cempaka Putih adalah salah satu kecamatan yang
berada di wilayah Kota Madya Jakarta Pusat, memiliki wilayah

seluas 4,67 Km2 yang terbagi menjadi tiga Kelurahan, yaitu

Kelurahan Cempaka Putih Timur (2,22 Km2), Kelurahan Cempaka

Putih Barat (1,21 Km2) dan Kelurahan Rawasari (1,24 Km2).

Jumlah Rukun Warga di Kecamatan Cempaka Putih Sebanyak 30,


sedangkan Rukun Tetangga sejumlah 366 (Laporan Profil
Kesehatan PKM Kecamatan Cempaka Putih 2017).

1.2.2 Batas Wilayah Kecamatan Cempaka Putih


Sebelah Utara : Jl. Suprapto (Kecamatan Cempaka Putih)
Sebelah Barat : Jl. Pramuka (Kecamatan Matraman)
Sebelah Selatan : Jl. Rawa Selatan, Jl. Mardani (Kecamatan Johar
Baru)
Sebelah Timur : Jl. Jendral Ahmad Yani (Kecamatan Pulo Gadung)

Gambar 1.1 Peta Kecamatan Cempaka Putih


(Sumber : Laporan Profil Kesehatan PKM Kecamatan Cempaka Putih 2017)

2
1.2.3 Luas Wilayah
Tabel 1.1 Luas Wilayah Kecamatan Cempaka Putih
Kelurahan Luas Wilayah Jumlah Jumlah
(Km) RW RT
Cempaka Putih Timur 2,22 8 106
Cempaka Putih Barat 1,21 13 151
Rawasari 1,24 9 109
Jumlah 4,67 30 366
Sumber: Laporan Tahunan PKM Kecamatan Cempaka Putih, 2017
Dari tabel di atas menunjukkan kelurahan Cempaka Putih Timur
memiliki wilayah paling besar yaitu 2,22 Km dibandingkan dengan 2
kelurahan yang lain.

1.3 Gambaran Umum Wilayah Cempaka Putih Secara Demografi


1.3.1 Jumlah Penduduk
Jumlah penduduk kecamatan Cempaka Putih sampai akhir bulan
Desember 2017 adalah sebagai berikut :

Tabel 1.2 Jumlah Penduduk Kecamatan Cempaka Putih

Kelurahan Jumlah Penduduk


Cempaka Putih Timur 23.988
Cempaka Putih Barat 37.705
Rawasari 23.159
Jumlah 84.852
Sumber: Laporan Tahunan Kantor Kecamatan Cempaka Putih dan
Kantor Lurah, Cempaka Putih Timur, Cempaka Putih Barat dan
Rawasari, 2017.

Data pada tabel 1.2 menunjukkan bahwa jumlah penduduk di


Kelurahan Cempaka Putih Barat dengan 37.705 penduduk
merupakan yang tertinggi dibandingkan dengan Kelurahan

3
Cempaka Putih Timur dan Kelurahan Rawasari. Disusul oleh
Kelurahan Cempaka Putih Timur dengan 23.988 penduduk dan
Kelurahan Rawasari sebesar 23.159 penduduk.

Tabel 1.3 Gambaran Penduduk Menurut Tenaga Kerja


Kelurahan
Jenis Cempaka Cempaka Rawasari Jumlah
Pencaharian Putih Putih Penduduk
Timur Barat
Karyawan 6.294 6.099 3.312 15.705
Pedagang 2.915 9.156 398 12.469
Pegawai Negeri 4.891 2.567 2.389 9.856
Sipil
TNI/Polri 41 1.710 25 1.776
Pensiunan 2.954 3.385 881 7.226
TNI/Polri/PNS
Pertukangan 1.149 73 21 1.243
Lain-lain 6.323 111 3.407 9.841
Jumlah 24.567 23.110 10.443 58.110
Sumber: Laporan Tahunan Kantor Kecamatan Cempaka Putih dan
Kantor Lurah Cempaka Putih Timur, Cempaka Putih Barat dan
Rawasari.

Dari data di atas, terlihat penduduk di Kecamatan Cempaka


Putih paling banyak bekerja sebagai karyawan dengan total 15.705
penduduk.

4
1.3.2 Sarana dan Prasarana Umum

Tabel 1.4 Sarana Umum di Kecamatan Cempaka Putih

No Sarana Umum dan Lingkungan Jumlah


1 Masjid/ Mushola/ Gereja 31/ 9/ 2
2 Panti Asuhan 2
3 Restoran dan Rumah Makan 101
4 Tempat-tempat Umum 134
5 Tempat Pembuangan Sampah (TPS) 3
6 Sarana Air Bersih (PAM dan Sumur bor 10.981
dengan Pompa)
7 Sarana Pembuangan Air Limbah 1
(SPAL)
8 Pasar 3
Sumber: : Laporan Tahunan PKM Kecamatan Cempaka Putih, 2017

Tabel 1.5 Jumlah Rumah Tinggal di Kecamatan Cempaka Putih


Jenis Bangunan Cempaka Putih Cempaka Putih Rawasari Jumlah
Timur Barat
Rumah 874 1.044 2.992 4.910
Permanen
Rumah semi 1.582 857 69 2.508
permanen
Rumah Biasa 807 54 - 861
Rumah Susun - 1 - 1
Rusun - - 1 1
Apartemen
Sumber: Laporan Tahunan Kantor Kecamatan Cempaka Putih dan Kantor Lurah
Cempaka Putih timur, Cempaka Putih Barat dan Rawasari.

5
Mayoritas penduduk di Kecamatan Cempaka Putih bertempat tinggal di
rumah yang permanen dan semi-permanen berdasarkan jumlah masing-masing
yaitu 4.910 dan 2.508. Di daerah Rawasari menyumbangkan nilai terbesar dari
rumah permanen sebesar 2.992 dibandingkan dengan wilayah yang lain. Untuk
Cempaka Putih Timur mayoritas penduduknya masih bertempat tinggal pada
rumah yang semi-permanen.

Tabel 1.6 Jumlah Sekolah di Kecamatan Cempaka Putih


SEKOLAH

Kelurahan TK SD SMP SMA SMK MA

Swas Neg Swas Neg Swas Neg Swas Neg Neg

Cempaka
Putih Barat
10 5 2 4 1 1 0 3 0 0

Cempaka
Putih Timur
8 3 7 0 3 0 2 0 1 1

Rawasari 10 2 4 2 1 1 0 1 0 0

Jumlah 28 10 13 6 5 2 2 4 1 1

Sumber: : Laporan Tahunan PKM Kecamatan Cempaka Putih, 2017

6
Tabel 1.7 Sarana Pelayanan Kesehatan di Kecamatan Cempaka Putih
No Fasilitas Pelayanan Kesehatan Jumlah

1 Puskesmas Kelurahan 3

2 Puskesmas Keliling 2

3 Klinik Pratama 23

4 Bidan Praktik Mandiri 3

5 Dokter Praktik Pribadi 12

6 Rumah Sakit 4

7 Pengobatan Tradisional 7

8 Apotek 7

Sumber: Laporan Tahunan PKM Kecamatan Cempaka Putih, 2017

Dari data tabel di atas menunjukkan bahwa fasilitas kesehatan


terbanyak di Cempaka Putih adalah Klinik Pratama sebanyak 23
klinik.

1.4 Gambaran Umum Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih


1.4.1 Sejarah Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih
Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih merupakan Puskesmas
Pembina sesuai dengan SK Gubernur tahun 1992 Puskesmas dengan

tipe 1.350 m2 dengan empat lantai dan mempunyai Unit Rawat Inap

Rumah Bersalin. Sedangkan 2 puskesmas kelurahan masih


merupakan Puskesmas dengan tipe lama yaitu kurang dari luas

standar bangunan 435 m2. Puskesmas Kecamatan beroperasi pada

bulan Juli Tahun 1990 setelah terjadi pemisahan wilayah dengan


wilayah Kecamatan Johar Baru.

7
Sejak bulan Maret tahun 2001 Puskesmas ini ditetapkan melalui
Surat Keputusan Gubernur Nomor 15 Tahun 2001 sebagai Puskesmas
Swadana, kemudian pada tahun ini juga oleh Gubernur Daerah
Khusus Ibukota Jakarta semua Puskesmas Kecamatan harus
membuka Unit Puskesmas Siaga selama 24 jam.
Sejak bulan Mei 2015, Puskesmas Cempaka Putih pindah ke
Puskesmas Kelurahan Cempaka Putih I dikarenakan gedung
Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih yang berlokasi di Jl. Rawa
Kerbau beralih fungsi menjadi RSUK Kecamatan tipe D.
Pada tanggal 18 September 2017, Puskesmas Kecamatan
Cempaka Putih pindah lokasi gedung baru yang beralamatkan Jalan
Pramuka Sari I kelurahan Rawasari Kecamatan Cempaka Putih

dengan luas bangunan 459 m2 (Profil Kesehatan PKM Kecamatan

Cempaka Putih, 2017).

1.4.2 Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih


Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih meliputi 3 wilayah
Kelurahan yaitu Cempaka Putih Barat, Cempaka Putih Timur, dan
Rawasari. Seluruh kelurahan di Cempaka Putih masuk ke dalam
wilayah kerja Puskesmas Cempaka Putih.

1.4.3 Fasilitas Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih


Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih memiliki luas tanah

sebesar 1.127 m2 dengan luas bangunan sebesar 459 m2. Bangunan

dibangun pada tahun 2016 dengan beratapkan beton dan berplafon


gypsum. Dinding gedung terbuat dari tembok, berlantai keramik dan
memiliki pagar besi sebagai pembatas gedung dengan bangunan dan
jalan raya di sekitarnya.
Berikut tabel yang menjabarkan fasilitas per lantai yang dimiliki
di Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih.

8
Tabel 1.8 Sarana-prasarana di Gedung Puskesmas Kecamatan Cempaka
Putih berdasarkan Lantai
Lantai Penggunaan Luas

Lantai 1 Loket, PS 24 jam, Ruang Paru, Ruang Jaga Dokter, 459 m2


Ruang Jaga Perawat, Medical Record, Ruang Jaga
Loket, Toilet Karyawan, Toilet Pengunjung dan
Disable, Lobby

Lantai 2 Ruang perawatan, ruang admin 1 dan admin 2, 459 m2


Ruang VK, Ruang Jaga Bidan, Kamar Bayi, Ruang
Menyusui, Ruang periksa nifas dan USG, Ruang
Sterilisasi, Ruang cuci linen, Ruang Gudang Linen,
Farmasi, Ruang Tunggu, Toilet Pengunjung dan
Toilet Disable

Lantai 3 Gizi, Lansia, Ruang tindakan, Ruang umum, 459 m2


Edelweiss, Laboratorium, Klinik sanitasi dan
ruang konseling,Toilet pengunjung dan disable

Lantai 4 Imunisasi, KIA, KB, Ruang Ramah Anak, MTBS, 459 m2


Ruang Gigi, Toilet pengunjung dan disable,
Mushola

Ruang server, Ruang bendahara, Ruang MTU, 459 m2


Ruang Penggunaan Pengadaan, Ruang Kepala
Lantai 5 Tata Usaha, Ruang Tata Usaha, Gedung Arsip,
Ruang Pengelola Barang, Ruang Kepala
Puskesmas, Ruang UKM, Mushola, Toilet
Karyawan

Lantai 6 Gudang Imunisasi, Gudang Umum, Gudang 459 m2


Barang, Gudang Farmasi, Aula Pertemuan, Toilet
Pengunjung dan disable.

9
1.4.4 Ketenagaan di Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih

Tabel 1.9 Pegawai Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih


berdasarkan Tingkat Pendidikan
Jenis Tingkat Pendidikan

Ketenagakerjaan S2 S1 D4 D3 D1 SPRG/SPK/SMF/SMA

Kepala Puskesmas 1 0 0 0 0 0
Kepala Tata Usaha 1 0 0 0 0 0
Epidemiolog 0 1 0 0 0 0
Penyuluh Kesehatan 0 1 0 0 0 0
Dokter Umum 0 24 0 0 0 0
Dokter Gigi 0 8 0 0 0 0
Bidan 0 0 1 24 4 0
Perawat 0 5 0 29 0 1 (SPK)
Perawat Gigi 0 0 0 2 0 1 (SPRG)
Analisis Kesehatan 0 0 0 5 0 1 (SMAK)
Sanitarian 0 0 0 3 0 0
Nutrisionis 0 0 0 2 1 0
Apoteker 0 3 0 0 0 0
Asisten Apoteker 0 0 0 7 0 4 (SMF)
Administrasi Umum 0 4 0 4 0 25 (SMA)
Pengemudi 0 0 0 0 0 6 (SMA)
Cleaning Service 0 0 0 0 0 17 (SMA)
Satpam 0 0 0 0 0 18 (SMA)

Jumlah 2 46 1 76 5 73

Total 20
3

Sumber: Laporan Tahunan PKM Kecamatan Cempaka Putih, 2017

10
1.4.5 Visi Misi dan Prinsip Dasar Puskesmas Cempaka Putih
Visi Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih:
Menjadikan Puskesmas Pilihan Utama di DKI Jakarta
Misi Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih:
1) Meningkatkan SDM yang berkualitas dan kompeten
secara berkelanjutan.
2) Meningkatkan mutu pelayanan secara menyeluruh yang berorientasi
pada kebutuhan pelanggan.
3) Meningkatkan sarana dan prasarana yang aman, nyaman, dan
berkualitas.
4) Menciptakan suasana kerja yang nyaman dan harmonis
5) Meningkatkan kerjasama dan koordinasi dengan lintas sektoral.

Nilai-nilai Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih:


1) Integrasi
2) Profesional
3) Kerjasama
4) Inovatif
5) Empati

Branding Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih:


1) Ramah
2) Nyaman
3) Terpercaya

1.4.6 Struktur Organisasi Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih


Sebagai salah satu bentuk organisasi, puskesmas kecamatan cempaka
putih memiliki struktur organisasi yang jelas dan mengacu pada
Peraturan Gubernur Nomor 386 Tahun 2016 tentang Pembentukan
Organisasi dan Tata Kerja Pusat Kesehatan Masyarakat.

11
Gambaran struktur organisasi Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih
secara rinci dapat dilihat pada bagan sebagai berikut:

Bagan 1. Struktur Organisasi Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih


Sumber: Laporan Tahunan PKM Kecamatan Cempaka Putih, 2017

1.5 Fungsi Organisasi Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas)


1.5.1 Definisi Puskesmas
Fasilitas Pelayanan Kesehatan yang menyelenggarakan upaya
kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perseorangan tingkat
pertama, dengan lebih mengutamakan upaya promotif dan preventif,
untuk mencapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-
tingginya di wilayah kerjanya (Permenkes 72 tahun 2014).

1.5.2 Fungsi Puskesmas


Puskesmas mempunyai tugas melaksanakan kebijakan kesehatan
untuk mencapai tujuan pembangunan kesehatan di wilayah kerjanya
dalam rangka mendukung terwujudnya kecamatan sehat atau dalam
melaksanakan tugasnya.

12
Puskesmas menyelenggarakan fungsi :
1) Penyelenggaraan UKM tingkat pertama di wilayah kerjanya
2) Penyelenggaraan UKP tingkat pertama di wilayah kerjanya

1.6 Program Gizi di Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih


1.6.1. Kegiatan Program Gizi Periode Januari - November 2018
Program gizi atau PSM dilaksanakan setiap tahun kalender mulai bulan
Januari sampai dengan bulan Desember. Kegiatan yang telah dilaksanakan terbagi
dua yaitu kegiatan luar gedung dan dalam gedung. Kegiatan rutin adalah kegiatan
yang pelaksanaannya rutin, dan tidak tergantung dengan ada atau tidak adanya
dana.
Kegiatan yang mempunyai sumber dana baik dari APBD, APBN Puskesmas
Kecamatan Cempaka Putih dilaksanakan sesuai perencanaan yang dilakukan
sebelumnya. Berikut adalah jenis kegiatan gizi yang dilaksanakan di wilayah kerja
Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih.

1. Kegiatan Rutin Program Gizi, meliputi


a. Pertemuan kader
b. Konseling Gizi setiap hari kerja
c. Pemberian Vitamin A pada balita, penderita campak, dan ibu dalam
masa nifas.
d. Suplementasi Tablet Tambah Darah (TTD)
e. Pencatatan dan pelaporan evaluasi program dalam bentuk laporan
harian dan Surat Pertanggung Jawaban (SPJ)
2. Kegiatan Program Gizi Melalui DAK dan Subsidi PEMDA DKI
Jakarta Tahun 2018
a. Intervensi Balita BGM (Program PMT – P 90 hari)
b. Intervensi Baduta Gakin (Program MP-ASI)
c. Intervensi Bumil KEK
d. Sweeping Vitamin A
e. Pelacakan dan Pencatatan Gizi Buruk
f. Penyuluhan Pengasuh Bayi dan Balita

13
g. Rakor Gizi
h. Pembinaan Kader Posyandu
3. Kegiatan Program Gizi Non-Budgeting
a. Pemantauan garam beryodium dalam rumah tangga
b. Pemantauan pertumbuhan balita 12x per tahun
c. Operasi timbang
d. Suplementasi Vitamin A
e. Suplementasi TTD REMATRI (Tablet tambah darah bagi remaja
putri)
f. Suscatin (Kursus Calon Pengantin).

14
1.6.2. Indikator Pelayanan Program Gizi

Tabel 1.10 Indikator Pelayanan Program Gizi


No. Indikator Target Target
2018 11
bulan
1. Persentase kasus balita gizi buruk yang mendapat perawatan 100% 100 %
2. Persentase balita yang ditimbang berat badannya 78% 71,5 %

3. Persentase bayi usia < 6 bulan yang mendapat ASI Eksklusif 47% 43 %
4. Persentase rumah tangga mengonsumsi garam beriodium 86% 78,7 %
5. Persentase balita 6-59 bulan yang mendapat kapsul vitamin A 87% 79,6 %
6. Persentase ibu hamil yang mendapatkan Tablet Tambah Darah 95% 87 %
(TTD) minimal 90 tablet selama masa kehamilan
7. Persentase ibu hamil Kurang Energi Kronik 100% 100 %
(KEK) yang mendapat makanan tambahan
8. Persentase balita kurus yang mendapat makanan tambahan 100% 100 %
9. Persentasi remaja putri yang mendapatkan TTD (Tablet 25% 22,9 %
Tambah Darah)
10. Persentase Ibu nifas yang mendapatkan Vitamin A 95% 87 %
11. Persentase bayi lahir dengan Inisiasi Menyusui Dini (IMD) 47% 43 %
12. Persentase bayi dengan berat badan lahir rendah (berat 9% 8,2 %
badan < 2500 gram)
13. Persentase balita mempunyai buku KIA/ KMS 100% 100 %
14. Persentase balita ditimbang yang naik berat badannya (N/D) 74% 67,7 %
15. Persentase balita yang tidak naik berat badannya (T) 4% 3,6 %

16. Persentase balita tidak naik berat badannya setelah ditimbang 4% 3,6%
dua kali berturut-turut (2T)
17. Persentase balita di Bawah Garis Merah (BGM)* 0% 0%
18. Persentasi Ibu hamil dengan anemia* 0% 0%

(Sumber : Laporan Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih, 2018)

Dari 18 indikator yang terdapat dalam program tersebut, didapatkan indikator


yang tidak terdapat datanya, yaitu persentase rumah tangga mengonsumsi garam
beriodium.

15
Tabel 1.11 Cakupan Ibu Hamil yang Mendapat Tablet Tambah Darah
minimal 90 tablet Kecamatan Cempaka Putih Januari – November 2018
Ibu Hamil yang mendapat
Wilayah Puskesmas TTD
Jumlah Target (%)
Kecamatan Cempaka
Sasaran
Putih
Jumlah Persentase

Puskesmas Kelurahan 67 67 100% 87


Cempaka Putih Timur

Puskesmas Kelurahan
112 112 100% 87
Cempaka Putih Barat

Puskesmas Kelurahan
56 56 100% 87
Rawasari

Total 235 235 100%

Sumber: Laporan Evaluasi Program Gizi Kecamatan Cempaka Putih


Januari – November 2018

Tabel 1.12 Cakupan Ibu Hamil Anemia Kecamatan Cempaka Putih


Januari – November 2018
Wilayah Puskesmas Ibu Hamil Anemia
Kecamatan Cempaka Jumlah
Putih Target (%)
Sasaran Jumlah Persentase

Puskesmas Kelurahan 67 10 14,9% 0


Cempaka Putih Timur

Puskesmas Kelurahan
112 17 15% 0
Cempaka Putih Barat

Puskesmas Kelurahan 10
56 17,8% 0
Rawasari

Total 235 27 11,5%

Sumber: Laporan Evaluasi Program Gizi Kecamatan Cempaka Putih


Januari – November 2018

16
Tabel 1.13 Cakupan Ibu Nifas yang Mendapat Vitamin A Kecamatan
Cempaka Putih Januari – November 2018
Ibu Nifas yang Mendapat
Wilayah Puskesmas Jumlah Vitamin A Target
Kecamatan Cempaka Sasaran (%)
Putih Jumlah Persentase

Puskesmas Kelurahan
79 79 100% 87%
Cempaka Putih Timur

Puskesmas Kelurahan
113 113 100% 87%
Cempaka Putih Barat

Puskesmas Kelurahan
65 65 100% 87%
Rawasari

Total 257 257 100%

Sumber: Laporan Evaluasi Program Gizi Kecamatan Cempaka Putih


Januari – November 2018

Tabel 1.14 Cakupan Ibu Hamil KEK yang Mendapat Makanan Tambahan
Kecamatan Cempaka Putih Januari – November 2018
Ibu Hamil KEK yang
Wilayah Puskesmas mendapat PMT
Jumlah
Kecamatan Cempaka Target (%)
Sasaran
Putih
Jumlah Persentase

Puskesmas Kelurahan 42 42 100% 100


Cempaka Putih Timur

Puskesmas Kelurahan
43 43 100% 100
Cempaka Putih Barat

Puskesmas Kelurahan
36 36 100% 100
Rawasari

Total 121 121 100

Sumber: Laporan Evaluasi Program Gizi Kecamatan Cempaka Putih


Januari – November 2018

17
Tabel 1.15 Cakupan Persentase Balita Usia 6 – 59 Bulan yang mendapat
Vitamin A Kecamatan Cempaka Putih Januari – November 2018
Wilayah Puskesmas
Jumlah Target
Kecamatan Cempaka Jumlah Persentase
sasaran (%)
Putih

Puskesmas Kelurahan 1365 1177 86,2% 79,6


Cempaka Putih Timur

Puskesmas Kelurahan
2819 2589 91,8% 79,6
Cempaka Putih Barat

Puskesmas Kelurahan
1972 1510 76,4% 79,6
Rawasari

Total 6159 5276 85,6%

Sumber: Laporan Evaluasi Program Gizi Kecamatan Cempaka Putih


Januari – November 2018

Tabel 1.16 Cakupan Persentase Bayi Usia < 6 Bulan yang mendapat ASI
Eksklusif pada Kecamatan Cempaka Putih Januari – November 2018
Wilayah Puskesmas Bayi Usia 6 Bulan
Jumlah yang mendapat ASI Target
Kecamatan Cempaka
sasaran (%)
Putih Jumlah Persentase

Puskesmas Kelurahan
66 17 25,7% 43
Cempaka Putih Timur

Puskesmas Kelurahan
105 60 57,1% 43
Cempaka Putih Barat

Puskesmas Kelurahan
80 59 73,7% 43
Rawasari

Total 251 136 54,1

Sumber: Laporan Evaluasi Program Gizi Kecamatan Cempaka Putih


Januari – November 2018

18
Tabel 1.17 Cakupan Balita mempunyai buku KIA/KMS Kecamatan
Cempaka Putih Januari – November 2018
Wilayah Puskesmas Balita yang Mempunyai
Jumlah Buku KIA/KMS Target
Kecamatan Cempaka
Sasaran (%)
Putih Jumlah Persentase

Puskesmas Kelurahan
426 426 100% 100
Cempaka Putih Timur

Puskesmas Kelurahan
884 884 100% 100
Cempaka Putih Barat

Puskesmas Kelurahan
601 601 100% 100
Rawasari

Total 1911 1911 100%

Sumber: Laporan Evaluasi Program Gizi Kecamatan Cempaka Putih


Januari – November 2018

Tabel 1.18 Cakupan Persentase Balita yang Ditimbang Berat Badannya pada
Kecamatan Cempaka Putih Januari – November 2018
Wilayah Puskesmas Balita yang Ditimbang
Jumlah Berat Badannya
Kecamatan Cempaka Target (%)
sasaran
Putih Jumlah Persentase

Puskesmas Kelurahan
426 307 72,06% 71,5
Cempaka Putih Timur

Puskesmas Kelurahan
884 734 83,03% 71,5
Cempaka Putih Barat

Puskesmas Kelurahan
601 495 82,3% 71,5
Rawasari

Total 1911 1536 80,3%

Sumber: Laporan Evaluasi Program Gizi Kecamatan Cempaka Putih


Januari – November 2018

19
Tabel 1.19 Cakupan Balita Ditimbang yang naik berat badannya (N/D)
Kecamatan Cempaka Putih Januari – November 2018
Wilayah Puskesmas Balita yang Naik Berat Badan
Jumlah (N)
Kecamatan Cempaka Target (%)
Sasaran
Putih Jumlah Persentase

Puskesmas Kelurahan
307 124 40% 67,7
Cempaka Putih Timur

Puskesmas Kelurahan
734 406 55% 67,7
Cempaka Putih Barat

Puskesmas Kelurahan
495 209 42% 67,7
Rawasari

Total 1536 739 48%

Sumber: Laporan Evaluasi Program Gizi Kecamatan Cempaka Putih


Januari – November 2018

Tabel 1.20 Cakupan Balita Tidak Naik Berat Badannya (T) Kecamatan
Cempaka Putih Januari – November 2018
Balita yang Tidak Naik
Wilayah Puskesmas Berat Badannya (T)
Kecamatan Cempaka Balita yang
Putih Ditimbang Target (%)
(D) Jumlah Persentase

Puskesmas Kelurahan 307 113 36%


3,6
Cempaka Putih Timur

Puskesmas Kelurahan
734 221 30% 3,6
Cempaka Putih Barat

Puskesmas Kelurahan
495 154 31% 3,6
Rawasari

Total 1536 488 31%

Sumber: Laporan Evaluasi Program Gizi Kecamatan Cempaka Putih


Januari – November 2018

20
Tabel 1.21 Cakupan Balita Tidak Naik Berat Badannya Setelah Ditimbang 2
Kali (2T) Kecamatan Cempaka Putih Januari – November 2018
Tidak Naik Setelah
Wilayah Puskesmas Ditimbang 2kali (2T)
Balita yang
Kecamatan Cempaka Target (%)
Ditimbang (D)
Putih
Jumlah Persentase

Puskesmas Kelurahan 307 19 6,1% 3,6


Cempaka Putih Timur

Puskesmas Kelurahan
734 29 3.9% 3,6
Cempaka Putih Barat

Puskesmas Kelurahan
495 5 1% 3,6
Rawasari

Total 1536 53 3,4%

Sumber: Laporan Evaluasi Program Gizi Kecamatan Cempaka Putih


Januari – November 2018

Tabel 1.22 Cakupan Balita di Bawah Garis Merah (BGM) Kecamatan


Cempaka Putih Januari – November 2018
Wilayah Puskesmas Balita BGM
Balita yang
Kecamatan Cempaka Target (%)
Ada (S)
Putih Jumlah Persentase

Puskesmas Kelurahan 307 2 0,6% 0


Cempaka Putih Timur

Puskesmas Kelurahan
734 9 1,2% 0
Cempaka Putih Barat

Puskesmas Kelurahan
495 6 1,2% 0
Rawasari

Total 1536 17 1,1%

Sumber: Laporan Evaluasi Program Gizi Kecamatan Cempaka Putih


Januari – November 2018

21
Tabel 1.23 Cakupan Balita Kurus yang Mendapat Makanan Tambahan
Kecamatan Cempaka Putih Januari – November 2018
Wilayah Puskesmas Balita dapat PMT
Kecamatan Cempaka Jumlah Target(%)
Putih Sasaran Jumlah Persentase

Puskesmas Kelurahan
36 36 100% 100
Cempaka Putih Timur

Puskesmas Kelurahan
105 105 100% 100
Cempaka Putih Barat

Puskesmas Kelurahan 53 53
100% 100
Rawasari

Total 194 194 100%

Sumber: Laporan Evaluasi Program Gizi Kecamatan Cempaka Putih


Januari – November 2018

Tabel 11.24 Cakupan Persentase Kasus Balita Gizi Buruk yang


Mendapatkan Perawatan pada Kecamatan Cempaka Putih Januari –
November 2018
Wilayah Puskesmas Balita Gizi Buruk yang
Jumlah mendapatkan Perawatan
Kecamatan Cempaka Target (%)
sasaran
Putih Jumlah Persentase

Puskesmas Kelurahan
9 9 100% 100
Cempaka Putih Timur

Puskesmas Kelurahan
30 30 100% 100
Cempaka Putih Barat

Puskesmas Kelurahan
4 4 100% 100
Rawasari

Total 43 43 100%

Sumber: Laporan Evaluasi Program Gizi Kecamatan Cempaka Putih


Januari – November 2018

22
Tabel 1.25 Cakupan Bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR)
Kecamatan Cempaka Putih Januari – November 2018
Wilayah Puskesmas Bayi dengan Berat Badan
Jumlah Lahir Rendah
Kecamatan Cempaka Target (%)
Sasaran
Putih Jumlah Persentase

Puskesmas Kelurahan
100 0 0 8,2
Cempaka Putih Timur

Puskesmas Kelurahan
153 0 0 8,2
Cempaka Putih Barat

Puskesmas Kelurahan
101 0 0 8,2
Rawasari

Total 354 0 0

Sumber: Laporan Evaluasi Program Gizi Kecamatan Cempaka Putih


Januari – November 2018

Tabel 1.26 Cakupan Bayi yang Baru Lahir Mendapat Inisiasi Menyusui Dini
(IMD) Kecamatan Cempaka Putih Januari – November 2018
Wilayah Puskesmas Bayi Baru Lahir Mendapat
Jumlah Inisiasi Menyusui Dini (IMD) Target
Kecamatan Cempaka
Sasaran (%)
Putih Jumlah Persentase

Puskesmas Kelurahan
100 60 60% 43
Cempaka Putih Timur

Puskesmas Kelurahan
153 98 72,3% 43
Cempaka Putih Barat

Puskesmas Kelurahan
101 58 57,4% 43
Rawasari

Total 354 216 61%

Sumber: Laporan Evaluasi Program Gizi Kecamatan Cempaka Putih


Januari – November 2018

23
Tabel 1.27 Cakupan Remaja Putri yang Mendapat TTD Kecamatan
Cempaka Putih Januari – November 2018
Wilayah Puskesmas Remaja Putri mendapat
Jumlah TTD
Kecamatan Cempaka Target (%)
Sasaran
Putih Jumlah Persentase

Puskesmas Kelurahan
6226 4257 67,9% 22,9
Cempaka Putih Timur

Puskesmas Kelurahan
2421 1973 81,6% 22,9
Cempaka Putih Barat

Puskesmas Kelurahan
1928 1294 67,1% 22,9
Rawasari

Total 10615 7972 72,1%

Sumber: Laporan Evaluasi Program Gizi Kecamatan Cempaka Putih


Januari – November 2018

1.6.3. Kegiatan Pelayanan Gizi Dalam Gedung


Kegiatan di dalam gedung adalah pelayanan konseling gizi pada
pasien rawat jalan yang datang ke Klinik Gizi meliputi pasien rujukan Poli
MTBS, Poli umum, Poli KIA. Selain itu terdapat pula pasien yang datang atas
kemauan sendiri dan posyandu. Jumlah kunjungan berdasarkan jenis penyakit
dapat dilihat pada tabel berikut ini.

24
Tabel 1.28 Jumlah Pasien Pengunjung Poli Gizi Berdasarkan Penyakit
Penyertanya di Wilayah Puskesmas
Kecamatan Cempaka Putih Tahun 2018

No Nama Penyakit Jumlah

1. Overweight 413
2. Hipertensi 361
3. Diabetes 466
4. KEP 221
5. Anemia 304
6. Asam Urat 289
7. Kolesterol 609
8. Lain-lain 1186

Total 3849

(Sumber: Laporan Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih Tahun 2018)

Dari tabel diatas dapat kita lihat bahwa penyakit yang paling banyak adalah
lain-lain, yaitu sebanyak 1186 orang, kemudian kasus kolestrol sebanyak 609
orang.

1.6.4 Kegiatan Pelayanan Gizi diluar Puskesmas


Kegiatan diluar gedung yaitu yang dilaksanakan merupakan program rutin
maupun non rutin, baik kegiatan bersumber dana maupun tidak bersumber dana.

1. Kegiatan Rutin
Pemantauan dilakukan secara berjenjang dan terus menerus. Pemantauan
dari tingkat kecamatan/puskesmas ke desa/kelurahan dilakukan setiap bulan.
Pemantauan dari kabupaten/kota ke kecamatan/puskesmas dan dari provinsi ke
kabupaten/kota dilakukan setiap 3 bulan. Hal-hal yang dipantau di berbagai tingkat
administrasi adalah sebagai berikut:

25
1. Pemantauan tingkat kecamatan ke desa/kelurahan Tenaga Gizi.
Puskesmas melakukan pemantauan terhadap:

• Sarana dan prasarana di Poskesdes.

• Sarana dan prasarana di Posyandu.

• Kegiatan di Poskesdes.

• Kegiatan di Posyandu.

• Kegiatan masyarakat di desa/kelurahan.

2. Pemantauan tingkat kabupaten ke kecamatan Tim Kabupaten


melakukan pemantauan melalui pengamatan langsung ke Puskesmas
dan melihat catatan pembinaan Puskesmas ke desa/kelurahan. Hal-hal
yang dipantau meliputi: Sarana dan prasarana di Puskesmas.

• Kegiatan di Puskesmas.

• Kegiatan masyarakat desa/kelurahan di wilayah kerja Puskesmas.

• Hasil kegiatan (cakupan) Untuk memantau pelaksanaan kegiatan


perbaikan gizi tingkat kecamatan.

3. Pemantauan provinsi ke kabupaten/kota Pemantauan dari provinsi ke


kabupaten meliputi tugas-tugas kabupaten dalam pembinaan dan
pengembangan Keluarga Sadar Gizi.

b. Penimbangan gizi balita

Penimbangan berat badan balita dilakukan setiap bulan di posyandu.


Bertambahnya berat badan anak merupakan tanda yang menunjukan
bahwa seorang anak balita berkembang sehat serta tumbuh dengan baik.
Setiap perkembangan anak harus dicantumkan pada KMS. Jika garis naik
maka pertumbuhan anak baik, tetapi jika datar atau turun merupakan tanda

26
bahwa anak harus mendapat perhatian lebih. (Kementerian Kesehatan RI,
2010).

c. Pemantauan Persentase balita di Bawah Garis Merah (BGM)

Berat badan yang berada pada pita hijau selalu dipersepsikan sebagai
gizi baik, sementara berat badan dengan pita kuning merupakan warning
kepada ibu-ibunya agar jangan sampai memasuki ke pita merah atau biasa
di sebut BGM, karena apabila pada KMS sudah tercantum garis merah,
dapat cenderung dikatakan anak tersebut mengalami gizi buruk.

d. Pembinaan Kader

Pembinaan kader merupakan program rutin yang bertujuan


meningkatkan pengetahuan dan kemampuan serta memotivasi kader agar
meningkatkan kinerjanya. Pembinaan ini dilaksanakan dalam bentuk
pertemuan yang membahas mengenai manajemen posyandu seperti
pencatatan pelaporan posyandu dan masalah-maslah yang timbul di
posyandu. Selain itu dilakukan penyuluhan kesehatan tentang masalah gizi
dan kesehatan, seperti gizi seimbang, Kadarzi, dan PHBS. Pembinaan
tersebut berjalan baik dengan adanya tali ikatan Forum Komunikasi Kader.

2. Kegiatan Non Rutin


Kegiatan Non Rutin adalah jenis kegiatan program yang tidak dilakukan
terus menerus setiap tahun, tetapi dilaksanakan sesuai anggaran yang ditetapkan.
Kegiatan non rutin ini biasanya merupakan kegiatan yang sifatnya
pengembangan dari kegiatan yang ada sebelumnya, dan disesuaikan dengan
perkembangan keilmuan maupun kebutuhan wilayah setempat. Sumber dana
dari kegiatan tidak rutin selain anggaran APBD Provinsi DKI Jakarta, yang
tertuang dalam DPA (Dokumen Pelaksanaan Anggaran), maupun menggunakan
sumber dana BOK atau sumber dana lain berupa kegiatan turunan dari
Dinkes/Kemenkes (APBD/APBN).

27
a. Pengadaan PMT-Pemulihan Balita dan PMT Bumil KEK

PMT-Pemulihan merupakan pemberian makanan tambahan yang


diberikan kepada balita yang mengalami gizi kurang atau gizi buruk. PMT
Pemulihan ini diberikan berupa susu formula dan biskuit balita. Setelah
pemberian PMT diharapkan balita sasaran mengalami kenaikan berat
badan sesuai dengan yang diharapkan. Kegiatan pengadaan PMT-P balita
dilaksanakan melalui penunjukan langsung, demikian pula pengadaan
PMT-P Ibu hamil KEK.

b. Kegiatan Peningkatan Kapasitas Petugas Tentang Konseling


Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA)

Kegiatan Peningkatan Kapasitas Petugas Tentang Konseling


Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA) ini bertujuan untuk
meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petugas dalam
melaksanakan konseling PMBA dalam rangka menunjang keberhasilan
program 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Sasaran dari kegiatan ini
adalah petugas gizi puskesmas kelurahan dan kecamatan serta kader
posyandu dari 6 kelurahan yang ada di wilayah Kecamatan Cempaka
Putih. Kegiatan ini dilaksanakan 1x/ tahun selama 3 hari yang diisi oleh
narasumber profesional. Kegiatan ini terdiri dari pemberian materi dan
praktik.

28
1.7 Identifikasi Masalah
Dari berbagai hasil pencapaian program Gizi yang dievaluasi di wilayah
kerja Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih Periode Januari – November 2018,
program-program yang tidak memenuhi standar yaitu kurang dan lebih dari
target yang selanjutnya akan dilakukan evaluasi. Program dievaluasi karena
adanya masalah pada program tersebut yaitu belum mencapai atau melampaui
target yang sudah ditetapkan, adanya kemudahan dalam mengakses data serta
satu pencatatan dan pelaporan yang lengkap. Adapun identifikasi masalah yang
didapatkan antara lain:
1. Persentase ibu hamil yang mendapat tablet tambah darah minimal 90 tablet
wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih Januari – November
2018 sebesar 100%.
2. Persentase ibu hamil anemia wilayah kerja Puskesmas Kecamatan
Cempaka Putih Januari – November 2018 sebesar 11,5%.
3. Persentase ibu nifas yang mendapat Vitamin A wilayah kerja Puskesmas
Kecamatan Cempaka Putih Januari – November 2018 sebesar 100%.
4. Persentase Balita usia 6 – 59 bulan yang mendapat vitamin A wilayah kerja
Puskesmas Kelurahan Cempaka Putih Timur Januari – November 2018
sebesar 86,2 %.
5. Persentase Balita usia 6 – 59 bulan yang mendapat vitamin A wilayah kerja
Puskesmas Kelurahan Cempaka Putih Barat Januari – November 2018
sebesar 91,8%.
6. Persentase Bayi usia 6 – 59 bulan yang mendapat vitamin A wilayah kerja
Puskesmas Kelurahan Rawasari Januari – November 2018 sebesar 76,4%.
7. Persentase Bayi berusia <6 bulan yang mendapatkan ASI Eksklusif di
wilayah kerja Puskesmas Kelurahan Cempaka Putih Timur Januari –
November 2018 sebesar 25,7%.
8. Persentase Bayi berusia <6 bulan yang mendapatkan ASI Eksklusif di
wilayah kerja Puskesmas Kelurahan Cempaka Putih Barat Januari –
November 2018 sebesar 57,1%.

29
9. Persentase Bayi berusia <6 bulan yang mendapatkan ASI Eksklusif di
wilayah kerja Puskesmas Kelurahan Rawasari Januari – November 2018
sebesar 73,7%.
10. Persentase Balita yang ditimbang Berat Badannya di wilayah kerja
Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih Januari – November 2018 sebesar
80,3%.
11. Persentase balita ditimbang yang naik berat badannya (N/D) di wilayah
kerja Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih Januari – November 2018
sebesar 48%.
12. Persentase balita tidak naik berat badanya (T) di wilayah kerja Puskesmas
Kecamatan Cempaka Putih Januari – November 2018 sebesar 31%.
13. Persentase balita tidak naik berat badanya setelah ditimbang 2 kali (2T) di
wilayah kerja Puskesmas Kelurahan Cempaka Putih Timur Januari –
November 2018 sebesar 6,1%.
14. Persentase balita tidak naik berat badanya setelah ditimbang 2 kali (2T) di
wilayah kerja Puskesmas Kelurahan Cempaka Putih Barat Januari –
November 2018 sebesar 3,9%.
15. Persentase balita tidak naik berat badanya setelah ditimbang 2 kali (2T) di
wilayah kerja Puskesmas Kelurahan Rawasari Januari – November 2018
sebesar 1%.
16. Persentase balita di bawah garis merah (BGM) di wilayah kerja Puskesmas
Kecamatan Cempaka Putih Januari – November 2018 sebesar 1,1%.
17. Persentase bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR) di wilayah kerja
Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih Januari – November 2018 sebesar
0%.
18. Persentase bayi baru lahir mendapat inisiasi menyusui dini (IMD) di
wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih Januari – November
2018 sebesar 61%.
19. Persentase remaja putri yang mendapat TTD di wilayah kerja Puskesmas
Kecamatan Cempaka Putih Januari – November 2018 sebesar 72,1%.

30
1.8 Rumusan Masalah
Setelah didapatkan identifikasi masalah dari program gizi di Puskesmas
Kecamatan Cempaka Putih maka dengan cara menghitung dan membandingkan
nilai kesenjangan antara apa yang diharapkan (expected) dengan apa yang telah
terjadi (observed) akan dipilih dua masalah yang menjadi prioritas utama untuk
diselesaikan. Selanjutnya dilakukan perumusan masalah untuk membuat
perencanaan yang baik sehingga masalah yang ada dapat diselesaikan.
Rumusan masalah meliputi 4 W 1 H (What, Where, When, Whose, How much)
Rumusan masalah dari program gizi Puskesmas adalah sebagai berikut :
1. Persentase ibu hamil yang mendapat tablet tambah darah minimal 90 tablet
wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih Januari – November
2018 sebesar 100% lebih dari target 87%.
2. Persentase ibu hamil anemia wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Cempaka
Putih Januari – November 2018 sebesar 11,5% lebih dari target 0%.
3. Persentase ibu nifas yang mendapat Vitamin A wilayah kerja Puskesmas
Kecamatan Cempaka Putih Januari – November 2018 sebesar 100% lebih
dari target 87%.
4. Persentase Balita usia 6 – 59 bulan yang mendapat vitamin A wilayah kerja
Puskesmas Kelurahan Cempaka Putih Timur Januari – November 2018
sebesar 86,2 % lebih dari target 79,6%.
5. Persentase Balita usia 6 – 59 bulan yang mendapat vitamin A wilayah kerja
Puskesmas Kelurahan Cempaka Putih Barat Januari – November 2018
sebesar 91,8% lebih dari target 79,6%.
6. Persentase Bayi usia 6 – 59 bulan yang mendapat vitamin A wilayah kerja
Puskesmas Kelurahan Rawasari Januari – November 2018 sebesar 76,4%
kurang dari target 79,6%.
7. Persentase Bayi berusia <6 bulan yang mendapatkan ASI Eksklusif di
wilayah kerja Puskesmas Kelurahan Cempaka Putih Timur Januari –
November 2018 sebesar 25,7% kurang dari target 43%.

31
8. Persentase Bayi berusia <6 bulan yang mendapatkan ASI Eksklusif di
wilayah kerja Puskesmas Kelurahan Cempaka Putih Barat Januari –
November 2018 sebesar 57,1% lebih dari target 43%.
9. Persentase Bayi berusia <6 bulan yang mendapatkan ASI Eksklusif di
wilayah kerja Puskesmas Kelurahan Rawasari Januari – November 2018
sebesar 73,7% lebih dari target 43%.
10. Persentase Balita yang ditimbang Berat Badannya di wilayah kerja
Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih Januari – November 2018 sebesar
80,3% lebih dari target 71,5%.
11. Persentase balita ditimbang yang naik berat badannya (N/D) di wilayah
kerja Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih Januari – November 2018
sebesar 48% kurang dari target 67,7%.
12. Persentase balita tidak naik berat badanya (T) di wilayah kerja Puskesmas
Kecamatan Cempaka Putih Januari – November 2018 sebesar 31% lebih
dari target 3,6%.
13. Persentase balita tidak naik berat badanya setelah ditimbang 2 kali (2T) di
wilayah kerja Puskesmas Kelurahan Cempaka Putih Timur Januari –
November 2018 sebesar 6,1% lebih dari target 3,6%.
14. Persentase balita tidak naik berat badanya setelah ditimbang 2 kali (2T) di
wilayah kerja Puskesmas Kelurahan Cempaka Putih Barat Januari –
November 2018 sebesar 3,9% lebih dari target 3,6%.
15. Persentase balita tidak naik berat badanya setelah ditimbang 2 kali (2T) di
wilayah kerja Puskesmas Kelurahan Rawasari Januari – November 2018
sebesar 1% kurang dari target 3,6%.
16. Persentase balita di bawah garis merah (BGM) di wilayah kerja Puskesmas
Kecamatan Cempaka Putih Januari – November 2018 sebesar 1,1% lebih
dari target 0%.
17. Persentase bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR) di wilayah kerja
Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih Januari – November 2018 sebesar
0% lebih dari target 8,2%.

32
18. Persentase bayi baru lahir mendapat inisiasi menyusui dini (IMD) di
wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih Januari – November
2018 sebesar 61% lebih dari target 43%.
19. Persentase remaja putri yang mendapat TTD di wilayah kerja Puskesmas
Kecamatan Cempaka Putih Januari – November 2018 sebesar 72,1% lebih
dari target 22,9%.

33
BAB II
PENETAPAN PRIORITAS MASALAH DAN PENYEBAB MASALAH

2.1 Menetapkan Prioritas Masalah

Masalah adalah kesenjangan antara apa yang diharapkan (expected) dengan


apa yang aktual terjadi (observed). Perlu ditentukan masalah yang menjadi prioritas
karena keterbatasan sumber daya, dana, dan waktu menyebabkan tidak semua
permasalahan dapat dipecahkan sekaligus. Setelah pada tahap awal merumuskan
masalah, maka dilanjutkan dengan menetapkan prioritas masalah yang harus
dipecahkan. Prioritas masalah didapatkan dari data atau fakta yang ada secara
kualitatif, kuantitatif, subjektif, objektif serta adanya pengetahuan yang cukup.

Pada BAB I, telah dirumuskan masalah yang terdapat pada 18 indikator


program perbaikan gizi di Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih. Karena
keterbatasan sumber daya manusia, dana, dan waktu, maka dari semua masalah
yang telah dirumuskan perlu ditetapkan masalah yang menjadi prioritas untuk
diselesaikan.
Dalam penetapan prioritas masalah, digunakan teknik skoring dan
pembobotan. Untuk dapat menetapkan kriteria, pembobotan dan skoring perlu
dibentuk sebuah kelompok diskusi. Agar pembahasan dapat dilakukan secara
menyeluruh dan mencapai sasaran, maka setiap anggota kelompok diharapkan
mempunyai informasi dan data yang tersedia. Beberapa langkah yang dilakukan
dalam penetapan prioritas masalah meliputi:
1. Menetapkan kriteria
2. Memberikan bobot masalah
3. Menentukan skoring tiap masalah
Pada perumusan masalah, terdapat masalah yang terdapat pada program gizi
di Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih. Hal tersebut disebabkan oleh adanya
keterbatasan sumber daya manusia, dana, dan waktu, sehingga dari semua masalah
yang telah dirumuskan perlu ditetapkan masalah yang menjadi prioritas untuk
diselesaikan.

34
2.1.1. Non Scoring Technique

Bila tidak tersedia data, maka cara penetapan prioritas masalah yang
lazimdigunakan adalah teknik non skoring. Dengan menggunakan teknik ini,
masalah dinilai melalui diskusi kelompok, oleh sebab itu juga disebut
“Nominal Group Technique” (NGT). NGT terdiri dari dua, yaitu :

A. Metode Delbeq
Menetapkan prioritas masalah menggunakan teknik ini dilakukan melalui
diskusi dan kesepakatan sekelompok orang, namun yang tidak sama
keahliannya. Sehingga untuk menentukan prioritas masalah, diperlukan
penjelasan terlebih dahulu untuk memberikan pengertian dan pemahaman
peserta diskusi, tanpa mempengaruhi peserta diskusi. Hasil diskusi ini adalah
prioritas masalah yang disepakati bersama.

B. Metode Delphi
Yaitu masalah didiskusikan oleh sekelompok orang yang mempunyai
keahlianyang sama melalui pertemuan khusus. Para peserta diskusi diminta
untuk mengemukakan pendapat mengenai beberapa masalah pokok. Masalah
yang terbanyak dikemukakan pada pertemuan tersebut, menjadi prioritas
masalah.

2.1.2. Scoring Technique

Berbagai teknik penentuan prioritas masalah dengan menggunakan teknik


skoring antara lain:

A. Metode Bryant
Terdapat beberapa kriteria yang harus dipenuhi, yaitu :
1. Prevalence
Besarnya masalah yang dihadapi

35
2. Seriousness
Pengaruh buruk yang diakibatkan oleh suatu masalah dalam
masyarakat dan dilihat dari besarnya angka kesakitan dan angka
kematian akibat masalah kesehatan tersebut.
3. Manageability
Kemampuan untuk mengelola dan berkaitan dengan sumber daya
4. Community Concern
Sikap dan perasaan masyarakat terhadap masalah kesehatan tersebut.
Parameter diletakkan pada baris dan masalah-masalah yang ingin dicari
prioritasnya diletakkan pada kolom. Kisaran skor yang diberikan adalah
satu sampai lima yang ditulis dari arah kiri ke kanan sesuai baris untuk
tiap masalah. Kemudian dengan penjumlahan dari arah atas ke bawah
sesuai kolom untuk masing-masing masalah dihitung nilai skor
akhirnya. Masalah dengan nilai tertinggi dapat dijadikan sebagai
prioritas masalah. Tetapi metode ini juga memiliki kelemahan yaitu
hasil yang didapat dari setiapmasalah terlalu berdekatan sehingga sulit
untuk menentukan prioritas masalah yang akan diambil.

B. Metode Matematik PAHO

Dalam metode ini parameter diletakkan pada kolom dan masalah-masalah


yang ingin dicari prioritasnya diletakkan pada baris, dan digunakan kriteria
untuk penilaian masalah yang akan dijadikan sebagai prioritas masalah.
Kriteria yang dipakai ialah :
1. Magnitude
Berapa banyak penduduk yang terkena masalah atau penyakit yang
ditunjukkan dengan angka prevalensi
2. Severity
Besarnya kerugian yang timbul yang ditunjukkan dengan case fatality
rate masing- masing penyakit.

36
3. Vulnerability
Sejauh mana ketersediaan teknologi atau obat yang efektif untuk
mengatasi masalah tersebut.
4. Community and political concern
Menunjukkan sejauh mana masalah tersebut menjadi concern
atau kegusaran masyarakat dan para politisi.
5. Affordability
Menunjukkan ada tidaknya dana yang tersedia.

C. Metode MCUA (Mulitple Criteria Utility Assesement)


Pada metode ini parameter diletakkan pada baris dan harus ada kesepakatan
mengenai bobot kriteria yang akan digunakan, dan masalah yang ingin
dicariprioritasnya diletakkan pada kolom. Metode ini memakai lima kriteria
untuk penilaian masalah tetapi masing-masing kriteria diberikan bobot
penilaian dan dikalikan dengan penilaian m asalah yang ada sehingga hasil
yang didapat lebih objektif. Masalah dengan nilai tertinggi dapat dijadikan
sebagai prioritas masalah. Kriteria yang dipakai terdiri dari :
1. Emergency
Emergency menunjukkan seberapa fatal suatu permasalahan sehingga
menimbulkan kematian atau kesakitan. Parameter yang digunakan
dalam kriteria ini adalah CFR (Case Fatality Rate), jika masalah yang
dinilai berupa penyakit. Adapun jika yang dinilai adalah masalah
kesehatan lain, maka digunakan parameter kuantitatif berupa angka
kematian maupun angka kesakitan yang dapat ditimbulkan oleh
permasalahan tersebut.
2. Greatest Member
Kriteria ini digunakan untuk menilai seberapa banyak penduduk yang
terkena masalah kesehatan tersebut. Untuk masalah kesehatan yang
berupa penyakit, maka parameter yang digunakan adalah prevalence
rate. Sedangkan untuk

37
masalah lain, maka greatest member ditentukan dengan caramelihat
selisih antara pencapaian suatu kegiatan pada sebuah program
kesehatan dengan target yang telah ditetapkan.
3. Expanding Scope
Menunjukan seberapa luas pengaruh suatu permasalahan terhadap
sektor lain diluar sektor kesehatan. Para meter lain yang digunakan
adalah seberapa luas wilayah yang menjadi masalah, berapa banyak
jumlah penduduk di wilayah tersebut, serta berapa banyak sektor di luar
sektor kesehatan yang berkepentingan dengan masalah tersebut.
4. Feasibility
Kriteria lain yang harus dinilai dari suatu masalah adalah seberapa
mungkin masalah tersebut diselesaikan. Parameter yang digunakan
adalah ketersediaan sumber daya manusia berbanding dengan jumlah
35 kegiatan, fasilitas terkait dengan kegiatan bersangkutan yang
menjadi masal ah, serta ada tidaknya anggaran untuk kegiatan tersebut.
5. Policy
Berhubung orientasi masalah yang ingin diselesaikan adalah masalah
kesehatan masyarakat, maka sangat penting untuk menilai
apakahmasyarakat memiliki kepedulian terhadap masalah tersebut serta
apakah kebijakan pemerintah mendukung terselesaikannya masalah
tersebut. Hal tersebut dapat dinilai dengan apakah ada seruan atau
kebijakan pemerintah yang concern terhadap masalah tersebut, apakah
ada lembaga atau organisasi masyarakat yang concern terhadap
permasalahan tersebut, serta apakah masalah tersebut terpublikasi
diberbagai media. Metode ini memakai lima kriteria yang tersebut di
atas untuk penilaian masalah dan masing-masing kriteria harus
diberikan bobot penilaian untuk dikalikan dengan penilaian masalah
yang ada sehingga hasil yang didapat lebih objektif. Pada metode ini
harus ada kesepakatan mengenai kriteria dan bobot yang akan
digunakan. Dalam menetapkan bobot, dapat dibandingkan antara
kriteria yang satu dengan yang lainnya untuk mengetahui kriteria mana

38
yang mempunyai nilai bobot yang lebih tinggi.Nilai bobot berkisar satu
sampai lima, dimana nilai yang tertinggi adalah kriteria yang
mempunyai bobot lima.
1. Bobot 5 : Paling Penting
2. Bobot 4 : Sangat Penting Sekali
3. Bobot 3 : Sangat Penting
4. Bobot 2 : Penting
5. Bobot 1 : Cukup Penting

a. Magnitude
Tabel 2.1 Skoring Magnitude di Wilayah Puskesmas Kecamatan
Cempaka Putih Januari – Oktober 2018
No. Interval Selisih Skor
1. 0-11 1
2. 11-22 2
3. 23-33 3
4. 34-44 4
5. 45-55 5

39
Tabel 2.2 Skoring Magnitude Masalah Program Gizi Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih Januari – November 2018
No. Daftar Masalah Capaian Target Selisih Scoring
1. Persentase ibu hamil yang mendapat tablet tambah darah minimal 90 tablet wilayah 100% 87% 13% 2
kerja Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih Januari – November 2018
2. Persentase ibu hamil anemia wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih 11,5% 0% 11,5% 2
Januari – November 2018
3. Persentase ibu nifas yang mendapat Vitamin A wilayah kerja Puskesmas Kecamatan 100% 87% 13% 1
Cempaka Putih Januari – November 2018
4. Persentase Balita usia 6 – 59 bulan yang mendapat vitamin A wilayah kerja Puskesmas 86,2% 79,6% 6,6 1
Kelurahan Cempaka Putih Timur Januari – November 2018
5. Persentase Balita usia 6 – 59 bulan yang mendapat vitamin A wilayah kerja Puskesmas 91,8% 79,6% 12,2 2
Kelurahan Cempaka Putih Barat Januari – November 2018
6. Persentase Bayi usia 6 – 59 bulan yang mendapat vitamin A wilayah kerja Puskesmas 76,4% 79,6% 3,2 1
Kelurahan Rawasari Januari – November 2018
7. Persentase Bayi berusia <6 bulan yang mendapatkan ASI Eksklusif di wilayah kerja 25,7% 43% 17,3 2
Puskesmas Kelurahan Cempaka Putih Timur Januari – November 2018
8. Persentase Bayi berusia <6 bulan yang mendapatkan ASI Eksklusif di wilayah kerja 57,1% 43% 14,1 2
Puskesmas Kelurahan Cempaka Putih Barat Januari – November 2018

40
No. Daftar Masalah Capaian Target Selisih Scoring
9. Persentase Bayi berusia <6 bulan yang mendapatkan ASI Eksklusif di wilayah kerja 73,7% 43% 30,7 3
Puskesmas Kelurahan Rawasari Januari – November 2018
10. Persentase Balita yang ditimbang Berat Badannya di wilayah kerja Puskesmas 80,3% 71,5% 8,8 1
Kecamatan Cempaka Putih Januari – November 2018
11. Persentase balita ditimbang yang naik berat badannya (N/D) di wilayah kerja 48% 67,7% 19,7 2
Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih Januari – November 2018
12. Persentase balita tidak naik berat badanya (T) di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan 31% 3,6% 27,4 3
Cempaka Putih Januari – November 2018
13. Persentase balita tidak naik berat badanya setelah ditimbang 2 kali (2T) di wilayah 6,1% 3,6% 2,5 1
kerja Puskesmas Kelurahan Cempaka Putih
14. Persentase balita tidak naik berat badanya setelah ditimbang 2 kali (2T) di wilayah 3,9% 3,6% 0,3 1
kerja Puskesmas Kelurahan Cempaka Putih Barat Januari – November 2018
15. Persentase balita tidak naik berat badanya setelah ditimbang 2 kali (2T) di wilayah 1% 3,6 2,6 1
kerja Puskesmas Kelurahan Rawasari Januari – November 2018
16. Persentase balita di bawah garis merah (BGM) di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan 1,1% 0% 1,1 1
Cempaka Putih Januari – November 2018
17. Persentase bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR) di wilayah kerja Puskesmas 0% 8,2% 8,2 1
Kecamatan Cempaka Putih Januari – November 2018

41
No. Daftar Masalah Capaian Target Selisih Scoring
18. Persentase bayi baru lahir mendapat inisiasi menyusui dini (IMD) di wilayah kerja 61% 43% 18 2
Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih Januari – November 2018
19. Persentase remaja putri yang mendapat TTD di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan 72,1% 22,9% 49,2 5
Cempaka Putih Januari – November 2018

42
b. Severity
Kriteria ini menggambarkan besarnya permasalahan yang disebabkan oleh
masalah kesehatan, sehingga menimbulkan angka kesakitan dan angka
kematian. Hal ini dapat ditentukan melalui angka Case Fatality Rate apabila
permasalahan yang diukur merupakan suatu masalah penyakit. Apabila masalah
lain yang berhubungan penyakit yang akan dinilai dapat digunakan angka proxy
CFR dimana merupakan masalah-masalah yang tidak berhubungan dengan
penyakit. Nilai proxy di dapatkan berdasarkan hasil diskusi, argumentasi dan
justifikasi.

Tabel 2.3 Scoring severity di wilayah Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih


Januari-November 2018
No Interval Selisih Skor

1 2,92-9,08 1

2 9,09 -15,25 2

3 15,26 – 21,42 3

4 21,43 – 27,59 4

5 27,60- 33,76 5

6 33,77 – 39,93 6

7 39,94 – 46,1 7

8 46,3 - 52,36 8

9 52,37- 58,53 9

10 58,54 – 64,7 10

43
Tabel 2.4 Scoring severity Masalah Program Gizi Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih Januari – November 2018
No. Daftar Masalah Kontribusi Risiko Proxy Total Nilai Scoring
(Target(%) – (Kontribusi Risiko
Pencapaian(%)) + proxy)
1. Persentase ibu hamil yang mendapat tablet tambah darah minimal 13 Prevalesi Anemia WUS 22,6 4
90 tablet wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih 9,6%
Januari – November 2018
2. Persentase ibu hamil anemia wilayah kerja Puskesmas Kecamatan 11,5 - 11,5 2
Cempaka Putih Januari – November 2018
3. Persentase ibu nifas yang mendapat Vitamin A wilayah kerja 13 Angka Kematian Ibu = 13,305 2
Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih Januari – November 2018
305/100.000 (0,305%)

4. Persentase Balita usia 6 – 59 bulan yang mendapat vitamin A 6,6 Angka Kematian Balita 9,22 2
wilayah kerja Puskesmas Kelurahan Cempaka Putih Timur = 26,2/1000 (2,62%)
Januari – November 2018
5. Persentase Balita usia 6 – 59 bulan yang mendapat vitamin A 11,2 Angka Kematian Balita 13,82 2
wilayah kerja Puskesmas Kelurahan Cempaka Putih Barat Januari = 26,2/1000 (2,62%)
– November 2018
6. Persentase Bayi usia 6 – 59 bulan yang mendapat vitamin A 3,2 Angka Kematian Balita 5,82 1
wilayah kerja Puskesmas Kelurahan Rawasari Januari – = 26,2/1000 (2,62%)
November 2018
7. Persentase Bayi berusia <6 bulan yang mendapatkan ASI 17,3 Angka Kematian Balita 19,92 3
Eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Kelurahan Cempaka Putih = 26,2/1000 (2,62%)
Timur Januari – November 2018

44
No. Daftar Masalah Kontribusi Risiko Proxy Total Nilai Scoring
(Target(%) – (Kontribusi Risiko
Pencapaian(%)) + proxy)
8. Persentase Bayi berusia <6 bulan yang mendapatkan ASI 14,1 Angka Kematian Balita 16,72 3
Eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Kelurahan Cempaka Putih = 26,2/1000 (2,62%)
Barat Januari – November 2018
9. Persentase Bayi berusia <6 bulan yang mendapatkan ASI 30,7 % Angka Kematian Balita 33,32 5
Eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Kelurahan Rawasari = 26,2/1000 (2,62%)
Januari – November 2018
10, Persentase Balita yang ditimbang Berat Badannya di wilayah 8,8 % Angka Kematian Balita 11,42 2
kerja Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih Januari – November = 26,2/1000 (2,62%)
2018
11. Persentase balita ditimbang yang naik berat badannya (N/D) di 19,7 % Angka Kematian Balita 22,32 4
wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih Januari – = 26,2/1000 (2,62%)
November 2018
12. Persentase balita tidak naik berat badanya (T) di wilayah kerja 27,4% Angka Kematian Balita 30,02 5
Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih Januari – November 2018 =26,2/1000 (2,62%)

13. Persentase balita tidak naik berat badanya setelah ditimbang 2 kali 2,5 % Angka Kematian Balita 5,12 1
(2T) di wilayah kerja Puskesmas Kelurahan Cempaka Putih = 26,2/1000 (2,62%)
Timur Januari – November 2018
14. Persentase balita tidak naik berat badanya setelah ditimbang 2 kali 0,3 % Angka Kematian Balita 2,92 1
(2T) di wilayah kerja Puskesmas Kelurahan Cempaka Putih Barat = 26,2/1000 (2,62%)
Januari – November 2018
15. Persentase balita tidak naik berat badanya setelah ditimbang 2 kali 2,6 % Angka Kematian Balita 5,22 1
(2T) di wilayah kerja Puskesmas Kelurahan Rawasari Januari – = 26,2/1000 (2,62%)
November 2018

45
No. Daftar Masalah Kontribusi Risiko Proxy Total Nilai Scoring
(Target(%) – (Kontribusi Risiko
Pencapaian(%)) + proxy)
16. Persentase balita di bawah garis merah (BGM) di wilayah kerja 1,1 % 2Angka Kematian Balita 3,72 1
Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih Januari – November 2018 = 26,2/1000 (2,62%)

17. Persentase bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR) di 8,2 % - 8,2 1
wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih Januari –
November 2018
18. Persentase bayi baru lahir mendapat inisiasi menyusui dini (IMD) 18% Angka Kematian Balita 20,62 3
di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih Januari – = 26,2/1000 (2,62%)
November 2018
19. Persentase remaja putri yang mendapat TTD di wilayah kerja 49,2% Prevalesi Anemia WUS 58,8 10
Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih Januari – November 2018 9,6%

46
c. Vulnerability
Merupakan penilaian terhadap ketersediaan teknologi, sumber daya, ataupun
obat – obatan yang efektif untuk mengatasi permasalahan. Penilaian di bagi
berdasarkan ada dalam jumlah yang mencukupi, ada namun kurang mencukupi
dan tidak ada sama sekali. Dikatakan cukup apabila dalam proses
berlangsungnya program hal tersebut tidak menjadi suatu hal yang menghalangi
diberi nilai tiga. Digolongkan kurang bila tersedia namun jumlahnya kurang
atau terlambat datang atau ada namun tidak layak digunakan diberi nilai dua.
Dan tidak ada bila tidak tersedia dan diberikan nilai satu.

Tabel 2.5 Skoring Ketersediaan Alat terhadap Kegiatan di Wilayah Kerja


Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih Januari – November 2018

No. Kategori Ketersediaan Alat Skor

1. Tidak Ada 1

2. Alat Ada Tetapi Kurang 2

3. Ada dan Cukup 3

Tabel 2.6 Skoring Ketersediaan Tempat terhadap Kegiatan di Wilayah Kerja


Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih Januari – November 2018

No. Kategori Ketersediaan Tempat Skor

1. Tidak Ada 1

2. Tempat Ada Tetapi Kurang 2

3. Ada dan Cukup 3

47
Tabel 2.7 Skoring Ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM) terhadap
Kegiatan di Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih Januari –
November 2018

No. Petugas : Penduduk Skor

1. 1:1 - 1:136 3

2. 1:137 - 1:273 2

3. 1:274 - 1: 410 1

48
Tabel 2.8 Scoring Vulnerability Masalah Program Gizi Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih Januari – November 2018

No. Daftar Masalah Alat Tempat SDM Jumlah

1. Persentase ibu hamil yang mendapat tablet tambah darah minimal 90 tablet wilayah kerja 3 3 3 9
Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih Januari – November 2018
2. Persentase ibu hamil anemia wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih Januari – 2 3 3 8
November 2018
3. Persentase ibu nifas yang mendapat Vitamin A wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Cempaka 3 3 3 9
Putih Januari – November 2018
4. Persentase Balita usia 6 – 59 bulan yang mendapat vitamin A wilayah kerja Puskesmas 3 3 3 9
Kelurahan Cempaka Putih Timur Januari – November 2018
5. Persentase Balita usia 6 – 59 bulan yang mendapat vitamin A wilayah kerja Puskesmas 2 3 3 8
Kelurahan Cempaka Putih Barat Januari – November 2018
6. Persentase Bayi usia 6 – 59 bulan yang mendapat vitamin A wilayah kerja Puskesmas Kelurahan 2 3 2 7
Rawasari Januari – November 2018
7. Persentase Bayi berusia <6 bulan yang mendapatkan ASI Eksklusif di wilayah kerja Puskesmas 3 3 2 8
Kelurahan Cempaka Putih Timur Januari – November 2018
8. Persentase Bayi berusia <6 bulan yang mendapatkan ASI Eksklusif di wilayah kerja Puskesmas 3 3 2 8
Kelurahan Cempaka Putih Barat Januari – November 2018

49
No. Daftar Masalah Alat Tempat SDM Jumlah

9. Persentase bayi berusia <6 bulan yang mendapatkan ASI Eksklusif di wilayah kerja Puskesmas 2 3 1 6
Kelurahan Rawasari Januari – November 2018
10, Persentase balita yang ditimbang berat badannya di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan 2 3 3 8
Cempaka Putih Januari – November 2018
11. Persentase balita ditimbang yang naik berat badannya (N/D) di wilayah kerja Puskesmas 2 3 3 8
Kecamatan Cempaka Putih Januari – November 2018
12. Persentase balita tidak naik berat badanya (T) di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Cempaka 2 3 3 8
Putih Januari – November 2018
13. Persentase balita tidak naik berat badanya setelah ditimbang 2 kali (2T) di wilayah kerja 2 3 2 8
Puskesmas Kelurahan Cempaka Putih Timur Januari – November 2018
14. Persentase balita tidak naik berat badanya setelah ditimbang 2 kali (2T) di wilayah kerja 2 2 2 6
Puskesmas Kelurahan Cempaka Putih Barat Januari – November 2018
15. Persentase balita tidak naik berat badanya setelah ditimbang 2 kali (2T) di wilayah kerja 3 2 1 6
Puskesmas Kelurahan Rawasari Januari – November 2018
16. Persentase balita di bawah garis merah (BGM) di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Cempaka 2 2 2 6
Putih Januari – November 2018

50
No. Daftar Masalah Alat Tempat SDM Jumlah

17. Persentase bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR) di wilayah kerja Puskesmas 2 3 3 8
Kecamatan Cempaka Putih Januari – November 2018
18. Persentase bayi baru lahir mendapat inisiasi menyusui dini (IMD) di wilayah kerja Puskesmas 3 3 3 9
Kecamatan Cempaka Putih Januari – November 2018
19. Persentase remaja putri yang mendapat TTD di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Cempaka 3 3 3 9
Putih Januari – November 2018

51
d. Community and Political Concern
Menunjukan sejauh mana permasalahan tersebut menjadi perhatian masyarakat dan
politisi. Parameter yang digunakan utuk menilai seberapa concern pemerintah
adalah kebijakan pemerintah yang concern terhadap permasalahan tersebut, serta
apakah masalah tersebut terdapat pada peraturan pemerintah pusat dan pemerintah
daerah.
Selain itu, untuk mengetahui community concern, dapat ditentukan dari seberapa
seringnya masalah tersebut dibahas dalam sebuah komunitas, yaitu dengan melihat
seberapa sering masalah tersebut dipublikasikan di berbagai media. Parameter
tersebut diberikan nilai berdasarkan parameter yang paling mungkin sampai ke
masyarakat.
Parameter lain yang berkaitan dengan political dan community concern adalah
dengan melihat keterlibatan stakeholder dalam berlangsungnya program. Semakin
tinggi stakeholder yang terkait maka masalah tersebut dianggap sebagai masalah
yang lebih mendapat perhatian.
Tabel 2.9 Scoring Political Concern

Parameter Skor

Kebijakan Kebijakan Pemerintah Pusat 15

Pemerintah Kebijakan Pemerintah Daerah 10

6 Jenis Media Publikasi 6

Jumlah Media 5 Jenis Media Publikasi 5

Publikasi 4 Jenis Media Publikasi 4

Program ke 3 Jenis Media Publikasi 3

Masyarakat 2 Jenis Media Publikasi 2


1 Jenis Media Publikasi 1

Jumlah Kelompok 3 Jenis Kelompok Masyarakat 3

Masyarakat Yang 2 Jenis Kelompok Masyarakat 2

Terlibat 1 Jenis Kelompok Masyarakat 1

52
Acuan Peraturan Pemerintah Mengenai Masalah Terkait

1. Fokus Pemerintah dalam Hari Gizi Nasional tahun 2018 yang


dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM)
tahun 2015-2019 oleh Kementerian Kesehatan RI yaitu mencegah
stunting dengan perbaikan gizi pada 3 hal :
a. Mengatasi gizi buruk dengan pemberian makanan tambahan
(PMT) dan pemantuan pertumbuhan balita dengan penimbangan
rutin.
b. Meningkatkan Pemberian ASI Eksklusif
c. Meningkatkan Pemberian Tablet Tambah Darah bagi Ibu

Hal ini diperkuat oleh beberapa peraturan terkait seperti :


a. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 25 tahun
2014 tentang Upaya Kesehatan Anak Pasal 21 ayat 2 mengenai
Pelayanan Kesehatan Bayi, Anak, Balita dan Prasekolah
b. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 25 tahun
2014 tentang Upaya Kesehatan Anak Pasal 22 mengenai
Pemantauan Pertumbuhan
c. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 88 Tahun
2014 mengenai Tablet Tambah Darah Bagi Ibu Hamil

2. Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 8 Tahun 2018 mengenai


pemberian Vitamin A anak dan pemberian tablet tambah darah bagi
remaja putri
3. Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 191 Tahun 2017 mengenai
Integrasi Pelayanan Gizi di Posyandu
4. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor
155/Menkes/Per/I/2010 tentang Penggunaan Kartu Menuju Sehat (KMS)
Bagi Balita.

53
Tabel 2.10 Skor Publikasi ke Masyarakat Masalah Program Gizi Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih Januari – November 2018
No. Daftar Masalah Publikasi ke Masyarakat Skor

1. Persentase ibu hamil yang mendapat tablet tambah darah minimal 90 tablet wilayah kerja Leaflet, Banner, Bulletin 3
Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih Januari – November 2018
2. Persentase ibu hamil anemia wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih Januari – Leaflet, Banner, Bulletin 3
November 2018
3. Persentase ibu nifas yang mendapat Vitamin A wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Cempaka Leaflet, Banner, Bulletin 3
Putih Januari – November 2018
4. Persentase Balita usia 6 – 59 bulan yang mendapat vitamin A wilayah kerja Puskesmas Leaflet, Banner, Radio, Poster 4
Kelurahan Cempaka Putih Timur Januari – November 2018
5. Persentase Balita usia 6 – 59 bulan yang mendapat vitamin A wilayah kerja Puskesmas Leaflet, Banner, Radio, Poster 4
Kelurahan Cempaka Putih Barat Januari – November 2018
6. Persentase Bayi usia 6 – 59 bulan yang mendapat vitamin A wilayah kerja Puskesmas Kelurahan Leaflet, Banner, Radio, Poster 4
Rawasari Januari – November 2018
7. Persentase Bayi berusia <6 bulan yang mendapatkan ASI Eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Leaflet, Banner, Radio, Poster, 5
Kelurahan Cempaka Putih Timur Januari – November 2018 Bulletin

8. Persentase Bayi berusia <6 bulan yang mendapatkan ASI Eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Leaflet, Banner, Radio, Poster, 5
Kelurahan Cempaka Putih Barat Januari – November 2018 Bulletin

54
No. Daftar Masalah Publikasi ke Masyarakat Skor

9. Persentase Bayi berusia <6 bulan yang mendapatkan ASI Eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Leaflet, Banner, Radio, Poster, 5
Kelurahan Rawasari Januari – November 2018 Bulletin
10, Persentase Balita yang ditimbang Berat Badannya di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Leaflet, Banner, Radio, Poster, 5
Cempaka Putih Januari – November 2018 Bulletin
11. Persentase balita ditimbang yang naik berat badannya (N/D) di wilayah kerja Puskesmas Leaflet, Banner, Radio, Poster, 5
Kecamatan Cempaka Putih Januari – November 2018 Bulletin
12. Persentase balita tidak naik berat badanya (T) di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Cempaka Leaflet, Banner, Radio, Poster, 5
Putih Januari – November 2018 Bulletin
13. Persentase balita tidak naik berat badanya setelah ditimbang 2 kali (2T) di wilayah kerja Leaflet, Banner, Radio, Poster, 5
Puskesmas Kelurahan Cempaka Putih Timur Januari – November 2018 Bulletin
14. Persentase balita tidak naik berat badanya setelah ditimbang 2 kali (2T) di wilayah kerja Leaflet, Banner, Radio, Poster, 5
Puskesmas Kelurahan Cempaka Putih Barat Januari – November 2018 Bulletin
15. Persentase balita tidak naik berat badanya setelah ditimbang 2 kali (2T) di wilayah kerja Leaflet, Banner, Radio, Poster, 5
Puskesmas Kelurahan Rawasari Januari – November 2018 Bulletin
16. Persentase balita di bawah garis merah (BGM) di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Cempaka Leaflet, Poster, Bulletin 3
Putih Januari – November 2018

55
No. Daftar Masalah Publikasi ke Masyarakat Skor

17. Persentase bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR) di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Leaflet, Banner, Radio, Poster, 5
Cempaka Putih Januari – November 2018 Bulletin
18. Persentase bayi baru lahir mendapat inisiasi menyusui dini (IMD) di wilayah kerja Puskesmas Leaflet, Banner, Radio, Poster, 5
Kecamatan Cempaka Putih Januari – November 2018 Bulletin
19. Persentase remaja putri yang mendapat TTD di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Cempaka Leaflet, Poster, Bulletin 3
Putih Januari – November 2018

56
Tabel 2.11 Skor Kelompok Masyarakat Terkait Masalah Program Gizi Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih Januari – November 2018
No. Daftar Masalah Kelompok Masyarakat Terkait Skor

1. Persentase ibu hamil yang mendapat tablet tambah darah minimal 90 tablet wilayah kerja Organisasi Swasta, Tokoh Masyarakat 2
Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih Januari – November 2018
2. Persentase ibu hamil anemia wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih Januari – Organisasi Swasta, Tokoh Masyarakat 2
November 2018
3. Persentase ibu nifas yang mendapat Vitamin A wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Organisasi Swasta, Tokoh Masyarakat 2
Cempaka Putih Januari – November 2018
4. Persentase Balita usia 6 – 59 bulan yang mendapat vitamin A wilayah kerja Puskesmas Organisasi Swasta, Tokoh Masyarakat, 3
Kelurahan Cempaka Putih Timur Januari – November 2018 Non Goverment Organization

5. Persentase Balita usia 6 – 59 bulan yang mendapat vitamin A wilayah kerja Puskesmas Organisasi Swasta, Tokoh Masyarakat, 3
Kelurahan Cempaka Putih Barat Januari – November 2018 Non Goverment Organization

6. Persentase Bayi usia 6 – 59 bulan yang mendapat vitamin A wilayah kerja Puskesmas Organisasi Swasta, Tokoh Masyarakat, 3
Kelurahan Rawasari Januari – November 2018 Non Goverment Organization

7. Persentase Bayi berusia <6 bulan yang mendapatkan ASI Eksklusif di wilayah kerja Organisasi Swasta, Tokoh Masyarakat, 3
Puskesmas Kelurahan Cempaka Putih Timur Januari – November 2018 Non Goverment Organization

57
No. Daftar Masalah Kelompok Masyarakat Terkait Skor

8. Persentase Bayi berusia <6 bulan yang mendapatkan ASI Eksklusif di wilayah kerja Organisasi Swasta, Tokoh Masyarakat, 3
Puskesmas Kelurahan Cempaka Putih Barat Januari – November 2018 Non Goverment Organization

9. Persentase Bayi berusia <6 bulan yang mendapatkan ASI Eksklusif di wilayah kerja Organisasi Swasta, Tokoh Masyarakat, 3
Puskesmas Kelurahan Rawasari Januari – November 2018 Non Goverment Organization
10. Persentase Balita yang ditimbang Berat Badannya di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Organisasi Swasta, Tokoh Masyarakat, 3
Cempaka Putih Januari – November 2018 Non Goverment Organization
11. Persentase balita ditimbang yang naik berat badannya (N/D) di wilayah kerja Puskesmas Organisasi Swasta, Tokoh Masyarakat, 3
Kecamatan Cempaka Putih Januari – November 2018 Non Goverment Organization
12. Persentase balita tidak naik berat badanya (T) di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Organisasi Swasta, Tokoh Masyarakat, 3
Cempaka Putih Januari – November 2018 Non Goverment Organization
13. Persentase balita tidak naik berat badanya setelah ditimbang 2 kali (2T) di wilayah kerja Organisasi Swasta, Tokoh Masyarakat, 3
Puskesmas Kelurahan Cempaka Putih Timur Januari – November 2018 Non Goverment Organization
14. Persentase balita tidak naik berat badanya setelah ditimbang 2 kali (2T) di wilayah kerja Organisasi Swasta, Tokoh Masyarakat, 3
Puskesmas Kelurahan Cempaka Putih Barat Januari – November 2018 Non Goverment Organization
15. Persentase balita tidak naik berat badanya setelah ditimbang 2 kali (2T) di wilayah kerja Organisasi Swasta, Tokoh Masyarakat, 3
Puskesmas Kelurahan Rawasari Januari – November 2018 Non Goverment Organization

58
No. Daftar Masalah Kelompok Masyarakat Terkait Skor

16. Persentase balita di bawah garis merah (BGM) di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Organisasi Swasta, Tokoh Masyarakat, 3
Cempaka Putih Januari – November 2018 Non Goverment Organization

17. Persentase bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR) di wilayah kerja Puskesmas Organisasi Swasta, Tokoh Masyarakat, 3
Kecamatan Cempaka Putih Januari – November 2018 Non Goverment Organization

18. Persentase bayi baru lahir mendapat inisiasi menyusui dini (IMD) di wilayah kerja Organisasi Swasta, Tokoh Masyarakat, 3
Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih Januari – November 2018 Non Goverment Organization

19. Persentase remaja putri yang mendapat TTD di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Organisasi Swasta, Tokoh Masyarakat 2
Cempaka Putih Januari – November 2018

59
Tabel 2.12 Skor Jumlah Kelompok Masyarakat yang Terlibat dalam Program Program Gizi Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih Januari –
November 2018
No. Daftar Masalah Kebijakan Publikasi ke Jumlah Kelompok Jumlah
Masyarakat Masyarakat yang Teribat Skor

dalam Program

1. Persentase ibu hamil yang mendapat tablet tambah darah minimal 90 15 3 2 20


tablet wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih Januari –
November 2018
2. Persentase ibu hamil anemia wilayah kerja Puskesmas Kecamatan 15 3 2 20
Cempaka Putih Januari – November 2018
3. Persentase ibu nifas yang mendapat Vitamin A wilayah kerja Puskesmas 15 3 2 20
Kecamatan Cempaka Putih Januari – November 2018
4. Persentase Balita usia 6 – 59 bulan yang mendapat vitamin A wilayah 10 4 3 17
kerja Puskesmas Kelurahan Cempaka Putih Timur Januari – November
2018
5. Persentase Balita usia 6 – 59 bulan yang mendapat vitamin A wilayah 10 4 3 17
kerja Puskesmas Kelurahan Cempaka Putih Barat Januari – November
2018

60
No. Daftar Masalah Kebijakan Publikasi ke Jumlah Kelompok Jumlah
Masyarakat Masyarakat yang Teribat Skor

dalam Program

6. Persentase Bayi usia 6 – 59 bulan yang mendapat vitamin A wilayah 10 4 3 17


kerja Puskesmas Kelurahan Rawasari Januari – November 2018
7. Persentase Bayi berusia <6 bulan yang mendapatkan ASI Eksklusif di 15 5 3 23
wilayah kerja Puskesmas Kelurahan Cempaka Putih Timur Januari –
November 2018
8. Persentase Bayi berusia <6 bulan yang mendapatkan ASI Eksklusif di 15 5 3 23
wilayah kerja Puskesmas Kelurahan Cempaka Putih Barat Januari –
November 2018
9. Persentase Bayi berusia <6 bulan yang mendapatkan ASI Eksklusif di 15 5 3 23
wilayah kerja Puskesmas Kelurahan Rawasari Januari – November 2018
10. Persentase Balita yang ditimbang Berat Badannya di wilayah kerja 15 5 3 23
Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih Januari – November 2018
11. Persentase balita ditimbang yang naik berat badannya (N/D) di wilayah 15 5 3 23
kerja Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih Januari – November 2018

61
No. Daftar Masalah Kebijakan Publikasi ke Jumlah Kelompok Jumlah
Masyarakat Masyarakat yang Teribat Skor

dalam Program

12. Persentase balita tidak naik berat badanya (T) di wilayah kerja 15 5 3 23
Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih Januari – November 2018
13. Persentase balita tidak naik berat badanya setelah ditimbang 2 kali (2T) 15 5 3 23
di wilayah kerja Puskesmas Kelurahan Cempaka Putih Timur Januari –
November 2018
14. Persentase balita tidak naik berat badanya setelah ditimbang 2 kali (2T) 15 5 3 23
di wilayah kerja Puskesmas Kelurahan Cempaka Putih Barat Januari –
November 2018
15. Persentase balita tidak naik berat badanya setelah ditimbang 2 kali (2T) 15 5 3 23
di wilayah kerja Puskesmas Kelurahan Rawasari Januari – November
2018
16. Persentase balita di bawah garis merah (BGM) di wilayah kerja 10 3 3 16
Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih Januari – November 2018
17. Persentase bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR) di wilayah 15 5 3 23
kerja Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih Januari – November 2018

62
No. Daftar Masalah Kebijakan Publikasi ke Jumlah Kelompok Jumlah
Masyarakat Masyarakat yang Teribat Skor

dalam Program

18. Persentase bayi baru lahir mendapat inisiasi menyusui dini (IMD) di 15 5 3 23
wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih Januari –
November 2018
19. Persentase remaja putri yang mendapat TTD di wilayah kerja Puskesmas 15 3 2 20
Kecamatan Cempaka Putih Januari – November 2018

63
e. Affordability
Affordability menunjukkan ada tidaknya dana yang tersedia. Hal ini dapat di
nilai dengan cara menggunakan Scoring tentang ketersediaan dana terhadap
setiap kegiatan Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih, dimana sistem
penilaiannya dibagi menjadi dua yaitu “cukup” dan “kurang”. Penilaian
tersebut didapatkan berdasarkan wawancara langsung dengan pemegang
program gizi di Puskesmas terkait.
Tabel 2.13 Skoring Ketersediaan Dana Terhadap Kegiatan Program Gizi
Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih Januari – November 2018

No. Dana Skor

1. Cukup 2

2. Kurang 1

64
Tabel 2.14 Scoring Affordability Masalah Program Gizi Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih Januari – November 2018

No. Daftar Masalah Skor

1. Persentase ibu hamil yang mendapat tablet tambah darah minimal 90 tablet wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih 1
Januari – November 2018
2. Persentase ibu hamil anemia wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih Januari – November 2018 2

3. Persentase ibu nifas yang mendapat Vitamin A wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih Januari – November 2018 1

4. Persentase Balita usia 6 – 59 bulan yang mendapat vitamin A wilayah kerja Puskesmas Kelurahan Cempaka Putih Timur Januari 1
– November 2018
5. Persentase Balita usia 6 – 59 bulan yang mendapat vitamin A wilayah kerja Puskesmas Kelurahan Cempaka Putih Barat Januari 1
– November 2018
6. Persentase Bayi usia 6 – 59 bulan yang mendapat vitamin A wilayah kerja Puskesmas Kelurahan Rawasari Januari – November 1
2018
7. Persentase Bayi berusia <6 bulan yang mendapatkan ASI Eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Kelurahan Cempaka Putih Timur 2
Januari – November 2018
8. Persentase Bayi berusia <6 bulan yang mendapatkan ASI Eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Kelurahan Cempaka Putih Barat 2
Januari – November 2018

65
No. Daftar Masalah Skor

9. Persentase Bayi berusia <6 bulan yang mendapatkan ASI Eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Kelurahan Rawasari Januari – 2
November 2018
10. Persentase Balita yang ditimbang Berat Badannya di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih Januari – November 2
2018
11. Persentase balita ditimbang yang naik berat badannya (N/D) di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih Januari – 2
November 2018
12. Persentase balita tidak naik berat badanya (T) di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih Januari – November 2018 2

13. Persentase balita tidak naik berat badanya setelah ditimbang 2 kali (2T) di wilayah kerja Puskesmas Kelurahan Cempaka Putih 2
Timur Januari – November 2018
14. Persentase balita tidak naik berat badanya setelah ditimbang 2 kali (2T) di wilayah kerja Puskesmas Kelurahan Cempaka Putih 2
Barat Januari – November 2018
15. Persentase balita tidak naik berat badanya setelah ditimbang 2 kali (2T) di wilayah kerja Puskesmas Kelurahan Rawasari Januari 2
– November 2018
16. Persentase balita di bawah garis merah (BGM) di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih Januari – November 2018 2

17. Persentase bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR) di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih Januari – 2
November 2018

66
No. Daftar Masalah Skor

18. Persentase bayi baru lahir mendapat inisiasi menyusui dini (IMD) di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih Januari 2
– November 2018
19. Persentase remaja putri yang mendapat TTD di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih Januari – November 2018 2

67
Tabel 2.15 Final Scoring Masalah Program Gizi Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih Januari-November 2018

No. Daftar Masalah Magnitude Severity Vulnerability Community Affordability Final


and Political Scoring
Concern
1. Persentase ibu hamil yang mendapat tablet tambah 2 4 9 20 1 1440
darah minimal 90 tablet wilayah kerja Puskesmas
Kecamatan Cempaka Putih Januari – November 2018
2. Persentase ibu hamil anemia wilayah kerja Puskesmas 2 2 8 20 2 1280
Kecamatan Cempaka Putih Januari – November 2018
3. Persentase ibu nifas yang mendapat Vitamin A 1 2 9 20 1 360
wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih
Januari – November 2018
4. Persentase Balita usia 6 – 59 bulan yang mendapat 1 2 9 17 1 306
vitamin A wilayah kerja Puskesmas Kelurahan
Cempaka Putih Timur Januari – November 2018
5. Persentase Balita usia 6 – 59 bulan yang mendapat 2 2 8 17 1 544
vitamin A wilayah kerja Puskesmas Kelurahan
Cempaka Putih Barat Januari – November 2018

68
No. Daftar Masalah Magnitude Severity Vulnerability Community Affordability Final
and Political Scoring
Concern
6. Persentase Bayi usia 6 – 59 bulan yang mendapat 1 1 7 17 1 119
vitamin A wilayah kerja Puskesmas Kelurahan
Rawasari Januari – November 2018
7. Persentase Bayi berusia <6 bulan yang mendapatkan 2 3 8 23 2 2208
ASI Eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Kelurahan
Cempaka Putih Timur Januari – November 2018
8. Persentase Bayi berusia <6 bulan yang mendapatkan 2 3 8 23 2 2208
ASI Eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Kelurahan
Cempaka Putih Barat Januari – November 2018
9. Persentase Bayi berusia <6 bulan yang mendapatkan 3 5 6 23 2 4140
ASI Eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Kelurahan
Rawasari Januari – November 2018
10. Persentase Balita yang ditimbang Berat Badannya di 1 2 8 23 2 736
wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih
Januari – November 2018

69
No. Daftar Masalah Magnitude Severity Vulnerability Community Affordability Final
and Political Scoring
Concern
11. Persentase balita ditimbang yang naik berat badannya 2 4 8 23 2 2944
(N/D) di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan
Cempaka Putih Januari – November 2018
12. Persentase balita tidak naik berat badanya (T) di 3 5 8 23 2 5520
wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih
Januari – November 2018
13. Persentase balita tidak naik berat badanya setelah 1 1 8 23 2 368
ditimbang 2 kali (2T) di wilayah kerja Puskesmas
Kelurahan Cempaka Putih Timur Januari – November
2018
14. Persentase balita tidak naik berat badanya setelah 1 1 6 23 2 276
ditimbang 2 kali (2T) di wilayah kerja Puskesmas
Kelurahan Cempaka Putih Barat Januari – November
2018

70
No. Daftar Masalah Magnitude Severity Vulnerability Community Affordability Final
and Political Scoring
Concern
15. Persentase balita tidak naik berat badanya setelah 1 1 6 23 2 276
ditimbang 2 kali (2T) di wilayah kerja Puskesmas
Kelurahan Rawasari Januari – November 2018
16. Persentase balita di bawah garis merah (BGM) di 1 1 6 16 2 192
wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih
Januari – November 2018
17. Persentase bayi dengan berat badan lahir rendah 1 1 8 23 2 368
(BBLR) di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan
Cempaka Putih Januari – November 2018
18. Persentase bayi baru lahir mendapat inisiasi menyusui 2 3 9 23 2 2484
dini (IMD) di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan
Cempaka Putih Januari – November 2018
19. Persentase remaja putri yang mendapat TTD di 5 10 9 20 2 18000
wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih
Januari – November 2018

71
2.2 Prioritas Masalah Terpilih

Berdasarkan perhitungan dengan metode PAHO, dari total 19 masalah,


ditetapkan dua prioritas masalah yang akan dibahas, yaitu :

1. Persentase remaja putri yang mendapat TTD di wilayah kerja


Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih Januari – November
2018 dengan final scoring 18000
2. Persentase balita tidak naik berat badanya (T) di wilayah kerja
Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih Januari – November
2018 dengan final S\scoring 5520

2.3 Menentukan Kemungkinan Penyebab Masalah

Setelah dilakukan penetapan prioritas masalah yang ada,


selanjutnya ditentukan kemungkinan penyebab masalah untuk
mendapatkan penyelesaian masalah yang ada terlebih dahulu. Pada
tahapan dilakukan mecari akar permasalahan dari tiap tiap masalah yang
dijadikan prioritas. Pada tahapan ini digunakan diagram sebab akibat yaitu
diagram tulang ikan. Dengan memanfaatkan pengetahuan serta data – data
yang telah didapatkan maka dapat disusun berbagai penyebab masalah
secara teoritis.
Penyebab masalah dapat timbul dari bagian input maupun proses.
Input merupakan sumber daya atau masukan oleh suatu sistem. Sumber
daya sistem adalah
a. Man
Jumlah staf / petugas, keterampilan, pengetahuan dan motivasi kerja
b. Money
Jumlah dana yang tersedia
c. Material
Jumlah peralatan medis dan jenis obat
d. Methode
Mekanisme cara yang digunakan.

72
Proses adalah suatu kegiatan dari sistem. Melalui proses maka suatu input akan diubah
menjadi output. Proses tersebut terdiri dari:

a. Planning: Sebuah proses yang dimulai dengan merumuskan tujuan


organisasi, sampai dengan menetapkan alternatif kegiatan untuk
mencapainya
b. Organizing: Rangkaian kegiatan manajemen untuk menghimpun semua
sumber daya yang dimiliki organisasi dan memanfaatkan secara efisien
untuk mencapai tujuan organisasi
c. Actuating: Proses bimbingan kepada staf agar mereka mampu berkerja
secara optimal melakukan tugas pokoknya sesuai dengan keterampilan
yang dimiliki dengan dukungan sumber daya yang tersedia
d. Controlling: Proses untuk mengamati secara terus menerus pelaksanaan
kegiatan sesuai dengan rencana kerja yang sudah disusun dan melakukan
koreksi apabila didapatkan adanya penyimpangan.
e. Environment

73
Method Material Money Man

Distribusi TTD yang Distribusi TTD di Kurangnya


kurang merata untuk PKM Cempaka Putih pengetahuan petugas
remaja diluar sekolah lebih banyak tentang pengumpulan
Tidak ada data
masalah
Puskesmas lebih mudah PKM Cempaka Kurangnya pelatihan
memantau remaja yang Putih dijadikan petugas tentang Persentase remaja
percobaan untuk pengumpulan data
di sekolah
program ini di
putri yang mendapat
daerah DKI Jakarta TTD di wilayah kerja
Puskesmas
Petugas Kurangnya Kecamatan Cempaka
Data yang diterima oleh Kurangnya
beranggapan informasi yang Rendahnya
puskesmas tidak sesuai
bahwa pihak diberikan
koordinasi antara
target yang
Putih Januari –
dengan jumlah remaja di puskesmas dengan
sekolah dapat puskesmas terhadap ditentukan
wilayah kerja puskesmas pihak sekolah November 2018
melaksanakan sekolah mengenai oleh pusat
program tanpa usia remaja putri sebesar 75,1% lebih
pengawasan
Banyaknya jumlah puskesmas dari target 22,9%.
remaja yang Target yang
Pengawasan Ketidaksamaan Sasaran remaja
mendapat TTD terlalu rendah
program yang persepsi mengenai yang di tentukan
untuk diterapkan
kurang baik rentang usia remaja sekolah berbeda
di wilayah
antara puskesmas dengan puskesmas
cempaka putih
dengan pihak sekolah

Environment Controlling Actuating Organizing Planning

Bagan 2.1 Fishbone Persentase Remaja Putri Yang Mendapat TTD di Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Cempaka
Putih Januari – November 2018

74
Method Material Money Man

Kurangnya tindak
lanjut oleh kader Ketersediaan
apabila balita yang Dana yang kurang Setiap orang menjalankan
pemberian makanan
ditimbang di untuk mendukung lebih dari satu program
posyandu tidak naik tambahan yang kurang
program
berat badannya

Kurangnya kesadaran Pengiriman


Persentase balita tidak
kader akan pentingnya makanan tambahan Bukan menjadi Jumlah tenaga
penanganan BB balita dari pusat yang prioritas dalam kesehatan yang naik berat badanya (T)
yang tidak naik tidak terjadwal alokasi dana terbatas
di wilayah kerja
Puskesmas Kecamatan
Cempaka Putih Januari
Kurangnya
Kurangnya Kurangnya Komunikasi Rendahnya
petugas
pembinaan kader
antara kader pertemuan yang – November 2018
pengetahuan orang mengenai tugas
tua mengenai puskesmas untuk dengan petugas dilakukan untuk
dan tanggung membahas sebesar 31% lebih dari
pentingnya gizi mengeveluasi kurang baik
jawab pelaksanaan strategi
seimbang pada program perencanaan target 3,6%.
anak program

Orang tua tidak Kurangnya penjelasan Kurangnya


Pengawasan Perencanaan
memberikan teknis mengenai kerjasama antara
program yang program kurang
makanan yang pelaksanaan program petugas dan kader
kurang baik optimal
sesuai dengan gizi dari puskesmas ke posyandu
seimbang kader

Environment Controlling Actuating Organizing Planning

Bagan 2.2 Fishbone Persentase Balita Tidak Naik Berat Badanya (T) di Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Cempaka
Putih Januari – November 2018

75
2.4. Menentukan Penyebab Masalah yang Paling Dominan

Pada tahap ini adalah menentukan penyebab masalah yang dominan. Dari
dua prioritas masalah yang mungkin dengan menggunakan metode Ishikawa atau
lebih dikenal dengan fishbone (diagram tulang ikan), yang telah dikonfirmasi
dengan data menjadi akar penyebab masalah (yang terdapat pada lingkaran). Dari
akar penyebab masalah tersebut, dapat dicari akar penyebab masalah yang paling
dominan. Penyebab masalah yang paling dominan adalah penyebab masalah yang
apabila diselesaikan maka secara otomatis sebagian besar masalah – masalah yang
lain dapat dipecahkan. Penentuan akar penyebab masalah yang paling dominan
dengan cara diskusi, argumentasi, justifikasi dan pemahaman program yang cukup.
Dibawah ini adalah penyebab masalah yang dominan dalam program gizi
pada Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih Januari – November 2018.

2.4.1. Persentase remaja putri yang mendapat TTD di wilayah kerja


Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih Januari – November 2018
sebesar 7,1% lebih dari target 22,9%.

Berdasarkan uraian fishbone, didapat beberapa akar penyebab masalah.


Pada tahap input, akar penyebab masalah yang ditemukan diruaikan sebagai
berikut:

1. Puskesmas lebih mudah memantau remaja yang di sekolah (Method)


2. PKM Cempaka Putih dijadikan percobaan untuk program ini di daerah DKI
Jakarta (Material)
3. Kurangnya pelatihan petugas tentang pengumpulan data (Man)

Pada tahap proses, akar penyebab masalah yang ditemukan diuraikan


sebagai berikut:
1. Data yang diterima oleh puskesmas tidak sesuai dengan jumlah remaja
diwilayah kerja puskesmas (Environment)
2. Petugas beranggapan bahwa pihak sekolah dapat melaksanakan program
tanpa pengawasan puskesmas (Controlling)

76
3. Kurangnya informasi yang diberikan puskesmas terhadap sekolah
mengenai usia remaja putri (Actuating)
4. Kurangnya koordinasi antara puskesmas dengan pihak sekolah
(Organizing)
5. Rendahnya target yang ditentukan oleh pusat (Planning)

Dari sembilan akar penyebab masalah yang diuraikan di atas, maka


ditetapkan tiga akar penyebab masalah yang paling dominan berdasarkan data,
informasi, observasi, dan pemahaman terhadap masalah di lapangan. Tiga akar
permasalahan yang paling dominan antara lain sebagai berikut:
1. Data yang diterima oleh puskesmas tidak sesuai dengan jumlah remaja
diwilayah kerja puskesmas (Environment)
2. Puskesmas lebih mudah memantau remaja yang di sekolah (Method)
3. Kurangnya pelatihan petugas tentang pengumpulan data (Man)

2.4.2 Persentase balita tidak naik berat badanya (T) di wilayah kerja
Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih Januari – November 2018
sebesar 31% lebih dari target 3,6%
Berdasarkan uraian fishbone, didapat beberapa akar penyebab masalah.
Pada tahap input, akar penyebab masalah yang ditemukan diruaikan sebagai
berikut:
1. Kurangnya kesadaran kader akan pentingnya penanganan BB balita yang
tidak naik (Method)
2. Pengiriman makanan tambahan dari pusat yang tidak terjadwal (Material)
3. Bukan menjadi prioritas dalam alokasi dana (Money)
4. Jumlah tenaga kesehatan yang terbatas (Man)
Pada tahap proses, akar penyebab masalah ditemukan diuraikan sebagai berikut:
1. Kurangnya pengetahuan orang tua mengenai pentingnya gizi seimbang pada
anak (Environment)
2. Kurangnya petugas puskesmas untuk mengeveluasi (Controlling)

77
3. Kurangnya pembinaan kader mengenai tugas dan tanggung jawab
pelaksanaan program (Actuating)
4. Komunikasi antara kader dengan petugas kurang baik (Organizing)
5. Rendahnya pertemuan yang dilakukan untuk membahas strategi
perencanaan program (Planning)

Dari sembilan akar penyebab masalah yang diuraikan di atas, maka


ditetapkan tiga akar penyebab masalah yang paling dominan, berdasarkan data,
informasi, observasi langsung juga pemahaman yang cukup. Tiga akar permasalahan
yang paling dominan tersebut adalah:
1. Kurangnya kesadaran kader akan pentingnya penanganan BB balita yang
tidak naik (Method)
2. Kurangnya pengetahuan orang tua mengenai pentingnya gizi seimbang
pada anak (Environment)
3. Kurangnya pembinaan kader mengenai tugas dan tanggung jawab
pelaksanaan program (Actuating)

78
BAB III
MENETAPKAN ALTERNATIF CARA PEMECAHAN MASALAH

3.1 Menetapkan Alternatif Cara Pemecahan Masalah


Setelah menentukan penyebab masalah yang paling dominan, untuk
mengurangi atau menghilangkan akar penyebab masalah yang paling dominan tersebut
maka ditentukan beberapa alternatif pemecahan masalah. Penetapan alternatif
pemecahan masalah dengan menggunakan metode MCUA (Multiple Criteria Utility
Assasment) yaitu berdasarkan hasil diskusi, argumentasi danjustifikasi kelompok.
Dalam metode ini parameter diletakkan pada baris, sedangkan alternatif diletakkan
pada kolom. Selanjutnya kepada setiap masalah kemudian diberikan nilai dari kolom
kiri ke kanan sehingga hasil yang didapatkan merupakan perkalian antara bobot kriteria
dengan skor dari setiap alternatif masalah dan dijumlahkan tiap baris menurut setiap
kriteria berdasarkan masing-masing alternatif masalah tersebut.
Kriteria dalam penetapan alternatif masalah yang terbaik adalah :
1. Dapat memecahkan masalah dengan sempurna
Diberi nilai 1 – 4, dimana nilai 4 merupakan masalah yang paling mungkin
diselesaikan dengan sempurna dan nilai 1 adalah masalah yang sulit
diselesaikan dengan sempurna.
2. Mudah dilaksanakan
Diberi nilai 1 – 4, dimana nilai 4 merupakan masalah yang paling mudah
dilaksanakan dan nilai 1 adalah masalah yang paling sulit dilaksanakan.
3. Murah Biaya
Diberi nilai 1 – 4, dimana nilai 4 merupakan masalah yang paling murah
biaya pelaksanaannya dan nilai 1 adalah masalah yang paling mahal biaya
pelaksanaannya.
4. Waktu penerapan sampai masalah terpecahkan tidak lama.
Diberi nilai 1 – 4, dimana nilai 4 merupakan masalah yang paling dapat
diselesaikan dengan cepat dan nilai 1 adalah masalah yang memerlukan
waktu paling lama dalam penyelesaiannya.

79
3.1.1 Persentase remaja putri yang mendapat TTD di wilayah kerja
Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih Januari – November 2018
sebesar 72,1% lebih dari target 22,9%
Dari lima akar penyebab masalah, maka ditetapkan tiga akar penyebab masalah
yang paling dominan, berdasarkan data, informasi, observasi langsung juga
pemahaman yang cukup. Tiga akar permasalahan yang paling dominan tersebut,
ditetapkan alternatif pemecahan masalah sebagai berikut:

Tabel 3.1 Akar Penyebab Masalah dan Alternatif Pemecahan Masalah

No Akar Penyebab Masalah Alternatif Pemecahan Masalah


1. Data yang diterima oleh puskesmas Melakukan pengecekan kembali dalam
tidak sesuai dengan jumlah remaja pencatatan data jumlah remaja di wilayah
diwilayah kerja puskesmas kerja puskesmas
(Environment)

2. Puskesmas lebih mudah memantau Melakukan pemantauan remaja tidak


remaja yang di sekolah (Method) hanya di sekolah tapi juga diluar sekolah

3. Kurangnya pelatihan petugas Memberikan pelatihan kepada petugas


tentang pengumpulan data (Man) secara berkala mengenai pengambilan data

80
Tabel 3.2 Skor Penentuan Alternatif Pemecahan Masalah yang Paling Feasible

AL-1 AL-2 AL-3


No Parameter Bobot
N BN N BN N BN
1. Mudah dilaksanakan 4 4 16 1 4 2 8
2. Waktu penerapannya sampai 3 3 9 1 3 2 6
masalah terpecahkan tidak terlalu
lama
3. Murah biayanya 2 4 8 2 4 3 6
4. Dapat menyelesaikan dengan 1 3 3 4 4 2 2
sempurna
Jumlah - 36 15 22

Keterangan:
AL – 1 : Melakukan pengecekan kembali dalam pencatatan data jumlah remaja
di wilayah kerja puskesmas
AL – 2 : Melakukan pemantauan remaja tidak hanya di sekolah tapi juga diluar
sekolah
AL – 3 : Memberikan pelatihan kepada petugas secara berkala mengenai
pengambilan data

Dari hasil penetapan alternatif pemecahan masalah dengan menggunakan metode


MCUA, berdasarkan peringkat didapatkan hasil sebagai berikut :
1. Melakukan pengecekan kembali dalam pencatatan data jumlah remaja di wilayah
kerja puskesmas
2. Memberikan pelatihan kepada petugas secara berkala mengenai pengambilan data
3. Melakukan pemantauan remaja tidak hanya di sekolah tapi juga diluar sekolah

81
3.1.2 Persentase balita tidak naik berat badanya (T) di wilayah kerja
Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih Januari – November 2018 sebesar
31% lebih dari target 3,6%
Dari sembilan akar penyebab masalah, maka ditetapkan tiga akar penyebab
masalah yang paling dominan, berdasarkan data, informasi, observasi langsung juga
pemahaman yang cukup. Tiga akar permasalahan yang paling dominan tersebut,
ditetapkan alternatif pemecahan masalah sebagai berikut:

Tabel 3.3 Akar Penyebab Masalah dan Alternatif Pemecahan Masalah

No. Akar Penyebab Masalah Alternatif Pemecahan Masalah


1. Kurangnya kesadaran kader akan Memberikan pembinaan kepada kader
pentingnya penanganan BB balita mengenai pentingnya penanganan BB
yang tidak naik (Method) balita yang tidak naik

2. Kurangnya pengetahuan orang tua Memberikan edukasi kepada orang tua


mengenai pentingnya gizi seimbang mengenai pentingnya gizi seimbang pada
pada anak (Environment) anak

3. Kurangnya pembinaan kader Memberikan pembinaan kepada kader


mengenai tugas dan tanggung jawab mengenai tugas dan tanggung jawab
pelaksanaan program (Actuating) pelaksanaan program secara berkala

82
Tabel 3.4 Skor Penentuan Alternatif Pemecahan Masalah yang Paling Feasible

No Parameter Bobot AL-1 AL-2 AL-3


N BN N BN N BN
1. Mudah dilaksanakan 4 4 16 3 12 2 8

2. Waktu penerapannya sampai 3 3 9 4 12 1 3


masalah terpecahkan tidak terlalu
lama
3. Murah biayanya 2 4 8 3 6 1 2

4. Dapat menyelesaikan dengan 1 3 3 4 4 2 2


sempurna
Jumlah - 36 34 15

Keterangan:
AL – 1 : Memberikan pembinaan kepada kader mengenai pentingnya
penanganan BB balita yang tidak naik
AL – 2 : Memberikan edukasi kepada orang tua mengenai pentingnya gizi
seimbang pada anak
AL – 3 : Memberikan pembinaan kepada kader mengenai tugas dan tanggung
jawab pelaksanaan program secara berkala

Dari hasil penetapan alternatif pemecahan masalah dengan menggunakan


metode MCUA, berdasarkan peringkat didapatkan hasil sebagai berikut :
1. Memberikan pembinaan kepada kader mengenai pentingnya penanganan
BB balita yang tidak naik
2. Memberikan edukasi kepada orang tua mengenai pentingnya gizi
seimbang pada anak
3. Memberikan pembinaan kepada kader mengenai tugas dan tanggung
jawab pelaksanaan program secara berkala

83
BAB IV
PERENCANAAN DAN PELAKSANAAN PEMECAHAN MASALAH

4.1 Menyusun Rencana Pemecahan Masalah


Setelah ditemukannya alternatif pemecahan masalah maka sampailah pada tahap
penyusunan rencana pemecahan masalah. Dalam tahap ini, diharapkan
dapatmengambil keputusan-keputusan untuk memecahkan akar masalah yang
dianggappaling dominan. Perencanaan adalah upaya menyusun berbagai keputusan
yang bersifat pokok yang dipandang paling penting dan akan dilakukan
menuruturutannya guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Berikut ini adalah
tabel yang menjelaskan rencana memecahkan masalah.

4.1.1 Persentase remaja putri yang mendapat TTD di wilayah kerja Puskesmas
Kecamatan Cempaka Putih Januari – November 2018 sebesar 72,1% lebih dari
target 22,9%
Agar dapat melaksanakan alternatif pemecahan masalah, persentase remaja
putri yang mendapat TTD di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih
Januari – November 2018, yang didapatkan dalam BAB III, maka dibuat rencana
usulan kegiatan sebagai berikut :

84
Tabel 4.1 Rencana Pemecahan Masalah Remaja Putri yang Mendapat TTD di Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan
Cempaka Putih Januari – November 2018
Rencana Volume
No Alternatif Pemecahan Target Biaya Keterangan
Kegiatan kegiatan

1. Melakukan pengecekan Mengadakan Mendapatkan Setiap bulan Tidak memakai biaya Dilakukan perbulan guna
kembali dalam pencatatan pengecekan data yang mendapatkan data yang akurat
data jumlah remaja di kembali dalam sesuai sesuai di lapangan
wilayah kerja puskesmas pencatatan data sehingga
sasaran tepat
dengan target

2. Melakukan pemantauan Mengadakan Pemberian Setiap bulan Konsumsi 12x Dilakukan pemantauan setiap
remaja tidak hanya di pemantauan TTD kepada @100.000 = bulan dengan pemberian 4
sekolah tapi juga diluar remaja di sekolah seluruh remaja Rp.1.200.000 tablet/bulan untuk diminum setiap
minggu
sekolah dan di luar sekolah di wilayah
Cempaka Putih

3. Memberikan pelatihan Mengadakan Seluruh 6 bulan sekali Biaya operasional 2x Dilakukan 6 bulan sekali guna
kepada petugas secara pelatihan kepada petugas 1.000.000 = tercapai pengambilan data yang
berkala mengenai petugas secara kesehatan yang Rp.2.000.000 benar
pengambilan data berkala mengenai melakukan
pengambilan data program kerja

85
4.1.2 Persentase balita tidak naik berat badanya (T) di wilayah kerja
Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih Januari – November 2018

Agar dapat melaksanakan alternatif pemecahan masalah, persentase balita tidak


naik berat badanya (T) di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih
Januari – November 2018 yang didapatkan dalam BAB III, maka dibuat rencana
usulan kegiatan sebagai berikut:

86
Tabel 4.2 Rencana Pemecahan Masalah Balita Tidak Naik Berat Badanya (T) di Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan
Cempaka Putih Januari – November 2018
No Alternatif Pemecahan Rencana Target Volume Biaya Keterangan
Kegiatan kegiatan

1. Memberikan pembinaan Mengadakan Seluruh kader 1 kali per 3 Biaya operasional 4x Dilakukan 1 kali per 3 bulan
kepada kader mengenai pertemuan rutin mengerti bulan @500.000 = Rp.2.000.000 guna untuk meningkatkan
antar kader dan mengenai kesadaran kader akan
pentingnya penanganan
petugas pentingnya pentingnya penanganan BB
BB balita yang tidak naik puskesmas penanganan BB balita yang tidak naik
balita yang tidak
naik

2. Memberikan edukasi Mengadakan Seluruh 1 kali per Biaya operasional Dilakukan perbulan di
kepada orang tua penyuluhan pada masyarakat yang bulan 30x@10.000: 300.000 posyandu guna untuk
mengenai pentingnya gizi orang tua, memiliki balita meningkatkan pengetahuan
seimbang pada anak bekerja sama Materi penyuluhan : 30x orang tua yang memiliki balita
dengan petugas @5000 = Rp. 150.000
promkes
Total = 12x @450.000 =
Rp.5.400.000

3. Memberikan pembinaan Mengadakan Seluruh kader 1 kali per 3 Biaya operasional dijadikan Dilakukan 1 kali per 3 bulan
kepada kader mengenai pertemuan rutin yang membantu bulan satu dengan kegiatan nomer 1 guna untuk meningkatkan
tugas dan tanggung jawab antar kader dan dalam komunikasi yang efektif antar
pelaksanaan program petugas melaksanakan kader dan petugas puskesmas
secara berkala puskesmas program

87
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

5.1. Kesimpulan

Setelah melewati berbagai tahapan proses maka didapatkan program


kesehatan dasar Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih yang dievaluasi yaitu
Program Gizi dengan didapatkan dua masalah pada periode waktu Januari –
November 2018 yaitu:

1. Persentase remaja putri yang mendapat TTD di wilayah kerja


Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih Januari – November 2018
dengan final scoring 18.000
2. Persentase balita tidak naik berat badanya (T) di wilayah kerja
Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih Januari – November 2018
dengan final scoring 5.520
Penyebab masalah dapat timbul dari bagian input maupun proses. Kedua
masalah tersebut diatas kemudian dicari kemungkinan penyebabnya
menggunakan diagram fishbone. Setelah ditemukan akar-akar masalah setiap
program, didapatkan akar penyebab masalah yang dominan serta alternatif
pemecahan masalah.

5.1.1. Hasil Penyebab Masalah Persentase Remaja Putri yang Mendapat


TTD di Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih Januari –
November 2018 sebesar 72,1% lebih dari target 22,9%

Akar penyebab masalah yang paling dominan, yaitu:


1. Puskesmas lebih mudah memantau remaja yang di sekolah (Method)
2. Kurangnya pelatihan petugas tentang pengumpulan data (Man)
3. Data yang diterima oleh puskesmas tidak sesuai dengan jumlah
remaja diwilayah kerja puskesmas (Environment)

88
5.1.2 Hasil Penyebab Masalah Persentase Balita Tidak Naik Berat
Badanya (T) di Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih
Januari – November 2018 sebesar 31% lebih dari target 3,6%

Akar penyebab masalah yang paling dominan, yaitu:


1. Kurangnya kesadaran kader akan pentingnya penanganan BB balita yang
tidak naik (Method)
2. Kurangnya pengetahuan orang tua mengenai pentingnya gizi seimbang
pada anak (Environment)
3. Kurangnya pembinaan kader mengenai tugas dan tanggung jawab
pelaksanaan program (Actuating)

5.2 Saran
Berdasarkan permasalahan program kesehatan masyarakat tersebut,
maka disarankan beberapa hal sebagai berikut:

5.2.1 Alternatif Pemecahan Masalah Persentase Remaja Putri yang


Mendapat TTD di Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih
Januari – November 2018 sebesar 72,1% lebih dari target 22,9%

Beberapa tindakan yang dapat dipertimbangkan untuk mengatasi


masalah diatas, yaitu:
1. Melakukan pengecekan kembali dalam pencatatan data jumlah remaja
di wilayah kerja puskesmas
2. Memberikan pelatihan kepada petugas secara berkala mengenai
pengambilan data
3. Melakukan pemantauan remaja tidak hanya di sekolah tapi juga diluar
sekolah

89
5.2.2 Alternatif Pemecahan Masalah Persentase Balita Tidak Naik Berat
Badanya (T) di Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih
Januari – November 2018 sebesar 31% lebih dari target 3,6%
Beberapa tindakan yang dapat dipertimbangkan untuk mengatasi
masalah diatas, yaitu:

1. Memberikan pembinaan kepada kader mengenai pentingnya


penanganan BB balita yang tidak naik
2. Memberikan edukasi kepada orang tua mengenai pentingnya gizi
seimbang pada anak
3. Memberikan pembinaan kepada kader mengenai tugas dan tanggung
jawab pelaksanaan program secara berkala

90
DAFTAR PUSTAKA

Departemen Kesehatan. 2014. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia


Nomor 75 Tahun 2004 Tentang Pusat Kesehatan Masyarakat. Jakarta: Depkes

Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih. 2018. Laporan Bulanan Program Gizi


Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih Periode Januari – Oktober Tahun
2018. Jakarta: Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih.

Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih. 2017. Profil Puskesmas Kecamatan


Cempaka Putih Tahun 2017. Jakarta: Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih.

91