Anda di halaman 1dari 12

Hubungan Pengetahuan dan Sikap terhadap Perilaku

Pencegahan Tuberkulosis Paru Pada Keluarga Binaan


Desa Pangkalan dan Desa Kemuning, Kabupaten
Tangerang, Provinsi Banten

Correlation Of Knowledge and Attitudes with Behavior


About Prevention of Pulmonary Tuberculosis in Assisted
family, Pangkalan Village and Kemuning Village,
Tangerang, Banten Province.

Rifqatussa’adah, AF Bumantari, D Anggraini, F Zaenab,


M Aidil , Muthia F , Nurhalimah, Rizkya, Rezkina A, Sely R.

Correspondence:
Yarsi University Medical Faculty, Jakarta, Indonesia
Rifqatussa’adah, Universitar YARSI, Jakarta Pusat, Indonesia
Tel. 081288766653, Email: rifqatussaadah@yarsi.ac.id

KATA KUNCI Pengetahuan, sikap, perilaku, pencegahan TB paru


KEYWORDS Knowledge, attitude, behavior, prevention of pulmonary TB

ABSTRAK Tuberkulosis (TB) adalah suatu penyakit infeksi menular yang


disebabkan bakteri Mycobacterium tuberculosis, yang dapat
menyerang berbagai organ, terutama paru-paru. TB paru
merupakan penyakit yang sangat cepat ditularkan. Meningkatnya
penderita TB Paru di Indonesia disebabkan salah satunya oleh
kurangnya tingkat pengetahuan mengenai pencegahan TB Paru.
Pengetahuan dapat membentuk keyakinan tertentu, sehingga
seseorang berperilaku sesuai dengan keyakinannya tersebut.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan
pengetahuan dan sikap terhadap perilaku mengenai pencegahan
TB Paru.
Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif analitik.
Sampel penelitian didapatkan secara total sampling yakni sebanyak
88 responden yang berusia 17-65 tahun.
Pada penelitian ini didapatkan hasil analisa data sebanyak 51.1%
responden memiliki pengetahuan yang baik mengenai

1
pencegahan TB paru, sebanyak 54.5% responden memiliki sikap
yang buruk mengenai pencegahan TB paru dan sebanyak 59.1%
responden memiliki perilaku yang buruk mengenai pencegahan
TB paru. Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara
pengetahuan dengan perilaku mengenai pencegahan TB paru
dengan p-value 0,135 (p>0,05) dan tidak adanya hubungan antara
sikap dengan perilaku mengenai pencegahan TB paru dengan p-
value 0,282(p>0,05)
Tidak terdapat hubungan antara pengetahuan dan sikap terhadap
perilaku mengenai pencegahan TB paru di Desa Pangkalan dan
Desa Kemuning, Kabupaten Tangerang.

ABSTRACT Tuberculosis (TB) is an infectious disease caused by Mycobacterium


tuberculosis, which can attack various organs, especially the lungs.
Pulmonary TB is a disease that is very quickly transmitted. The increase
in pulmonary TB new cases in Indonesia is caused by one of them due to
the lack of knowledge about prevention of pulmonary TB. Knowledge can
form certain beliefs, so that someone behaves according to that belief. This
study aims to determine the correlation between knowledge and attitudes
with behavior about prevention of pulmonary TB.
This research is a type of analytic descriptive research. The research
sample was obtained by total sampling which is as many as 88
respondents aged 17-65 years.
In this study 51.1% of respondents had good knowledge about prevention
of pulmonary TB, as many as 54.5% of respondents had a bad attitude
about preventing pulmonary TB and as many as 59.1% of respondents
had bad behavior about prevention of pulmonary TB. There is no
correlation between knowledge and behavior about prevention of
pulmonary TB with a p-value of 0.135 and there is no corerelation
between attitude and behavior about prevention of pulmonary TB with a
p-value of 0.282.
There is the no correlation between knowledge and attitude with behavior
about prevention of pulmonary TB in assited family on Pangkalan Village
dan Kemuning Village, Tangerang.

2
PENDAHULUAN Pakistan dan Afrika Selatan (WHO,
2016). Berdasarakan KEMENKES
Tuberkulosis (TB) adalah suatu
tahun 2013, jumlah kasus baru TB di
penyakit infeksi menular yang
Indonesia sebanyak 420.994 kasus
disebabkan bakteri Mycobacterium
pada tahun 2017 (data per 17 Mei
tuberculosis, yang dapat menyerang
2018). Berdasarkan jenis kelamin,
berbagai organ, terutama paru-paru.
jumlah kasus baru TB tahun 2017 pada
Penyakit ini bila tidak diobati atau
laki laki-laki 1,4 kali lebih besar
tidak tuntas dapat menimbulkan
dibandingkan perempuan
komplikasi berbahaya hingga
(KEMENKES, 2013).
kematian. TB diperkirakan sudah ada
TB paru merupakan penyakit
di dunia sejak 5000 tahun masehi,
yang sangat cepat ditularkan. Cara
namun kemajuan dalam penemuan
penularan TB paru yaitu melalui
dan pengendalian penyakit TB paru
percikan dahak (droplet nuclei) pada
terjadi 2 abad terakhir (KEMENKES,
saat pasien batuk atau bersin terutama
2018)
pada orang di sekitar pasien seperti
Pada tahun 2015, diperkirakan
keluarga yang tinggal serumah
ada 10,4 juta kasus TB paru di seluruh
dengan pasien. Perilaku keluarga
dunia, yang terdiri dari 5,9 juta pada
dalam pencegahan TB sangat berperan
laki – laki, 3,5 juta pada perempuan
penting dalam mengurangi resiko
dan 1,0 juta pada anak-anak.
penularan TB Paru. Meningkatnya
Walaupun jumlah kematian TB
penderita TB Paru di Indonesia
mengalami penurunan sebesar 22%
disebabkan oleh perilaku hidup yang
diantara tahun 2000 dan 2015, tetapi
tidak sehat. Hasil survey di Indonesia
TB tetap menjadi salah satu dari 10
oleh Ditjen Pemberantasan Penyakit
besar penyebab kematian di seluruh
Menular dan Penyehatan Lingkungan
dunia. Enam negara yang
(P2MPL) salah satu penyebab
menyumbang 60% dari kasus TB paru
tingginya angka kejadian TB Paru
adalah India, Indonesia, Cina, Nigeria,

3
disebabkan oleh kurangnya tingkat selama sepuluh hari pada tanggal 28
pengetahuan (KEMENKES, 2015). November – 7 Desember 2018 di Desa
Menurut Notoatmodjo (2010) Pangkalan dan Desa Kemuning,
salah satu faktor yang mempengaruhi Kabupaten Tangerang, Provinsi
sikap seseorang ialah pengetahuan Banten. Sampel berjumlah 88
yang dimilikinya dan sikap terdiri dari responden dewasa berusia 17-65 tahun
beberapa tingkatan yaitu menerima, dengan populasi warga Desa
merespon/menanggapi, menghargai, Pangkalan dan Desa Kemuning yang
dan bertanggung jawab. Pengetahuan termasuk keluarga binaan yang
dapat membentuk keyakinan tertentu, berjumlah 176 orang.
sehingga seseorang berperilaku sesuai Kriteria inklusi yaitu : 1)
dengan keyakinannya tersebut. Dewasa 17-65 tahun Keluarga binaan
Menurut Teori Lawrence Green Desa Pangkalan 2) Dewasa yang
perilaku manusia dipengaruhi oleh 3 bersedia menjadi responden, 3)
faktor besar yakni faktor predisposisi, Dewasa yang komunikatif dan
faktor pendukung, dan faktor kooperatif. Sedangkan kriteria
pendorong. eksklusi, yaitu remaja <17 tahun. Hasil
Atas dasar latar belakang di pengetahuan dikatakan baik jika nilai
atas, penulis tertarik untuk meneliti ≥ mean dan pengetahuan buruk jika
hubungan antara pengetahuan dan nilai < mean. Hasil sikap dikatakan
sikap terhadap perilaku mengenai baik jika nilai ≥ mean dan sikap buruk
pencegahan TB Paru pada keluarga jika nilai < mean. Hasil perilaku
binaan di Desa Pangkalan dan Desa dikatakan baik jika nilai ≥ mean dan
Kemuning, Tangerang, Banten. perilaku buruk jika nilai < mean.

METODE

Penelitian ini bersifat deskriptif


analitik dengan menggunakan metode
survey. Penelitian dilaksanakan

4
Tabel 1. Karakteristik Responden

Karakteristik Frekuensi Persentase (%)


Teknik pengambilan sampel
Usia (tahun)
dalam penelitian ini adalah total
17-25 16 18,2
sampling pengambilan data dilakukan
26-35 23 26,1
dengan pengambilan data primer hasil
36-45 22 25
dari kuesioner yang dilakukan oleh
46-55 15 17,1
tim peneliti. Data yang telah diambil 56-65 12 13,6

dalam penelitian ini selanjutnya Subtotal 88 100

dianalisis dengan menggunakan Jenis Kelamin

program SPSS 22. Statistik deskriptif Laki-laki 45 51,1

dan selanjutnya disajikan dalam Perempuan 43 48,9

Subtotal 88 100
bentuk tabel distribusi frekuensi dan
Pekerjaan
presentase sesuai dengan tujuan
Tidak bekerja/Ibu 28 31,8
penelitian. Rumah Tangga

Pelajar/Mahasiswa 1 1,1

Karyawan Swasta 11 12,5


HASIL
Wiraswasta/Pedagang 13 14,8

Penyedia Jasa 6 6,8


Karakteristik Responden
Buruh 21 23,9
Hasil analisis ini disajikan Nelayan 0 0

dalam bentuk tabel yang diambil dari Lain-lain 8 9,1

data karakteristik responden yang Subtotal 88 100

terdiri dari 88 responden pada Desa Pendidikan

Tidak Sekolah 5 5,7


Pangkalan dan Desa Kemuning,
Tidak Tamat SD 14 15,9
Kabupaten Tangerang, Provinsi
Tamat SD/Sederajat 23 26,1
Banten.
Tidak Tamat 6 6,8
SMP/Sederajat

Tamat SMP/Sederajat 14 15,9

Tidak Tamat 2 2,3


SMA/Sederajat

Tamat 24 27,3
SMA/Sederajat

Subtotal 88 100%

5
Berdasarkan tabel 1 didapatkan Berdasarkan tabel 2
responden mayoritas berusia 26-35 menunjukkan bahwa pengetahuan

tahun yaitu sebanyak 23 responden responden mengenai pencegahan TB

(26,1%), jenis kelamin terbanyak yaitu Paru lebih banyak yang baik yaitu

laki-laki sebanyak 45 orang (51,1%), sebanyak 45 responden (51,1%).

pekerjaan terbanyak yaitu tidak Tabel 3. Sikap Mengenai Pencegahan TB

bekerja/ibu rumah tangga sebanyak Paru


Sikap Frekuensi Persentase
28 orang (31,8 %) dan rata-rata
responden memiliki pendidikan Baik 40 45,5%

terakhir tamat SMA/sederajat Buruk 48 54,5%


sebanyak 24 orang (27,3%). Total 88 100%

Hasil Analisis Univariat

Dari pengumpulan data yang Berdasarkan tabel 3


telah dilakukan, diperoleh gambaran menunjukkan bahwa sikap responden
pengetahuan mengenai pencegahan mengenai pencegahan TB Paru lebih
TB Paru dilihat pada tabel 2: banyak yang buruk yaitu sebanyak 48
responden (54,5%).
Tabel 2. Pengetahuan Mengenai
Pencegahan TB Paru Tabel 4. Perilaku Mengenai Pencegahan TB
Paru
Pengetahuan Frekuensi Persentase
Perilaku Frekuensi Persentase
Baik 45 51,1%
Baik 36 40,9%
Buruk 43 48,9%

Buruk 52 59,1%
Total 88 100%
Total 88 100%

6
Berdasarkan tabel 4 Tabel 6. Hubungan Sikap dengan Perilaku
Mengenai Pencegahan TB Paru
menunjukkan bahwa perilaku
responden mengenai pencegahan TB Perilaku
Total P-
paru lebih banyak yang buruk yaitu Baik Buruk n(%) Value
n(%) n(%)
sebanyak 52 responden (59,1%). Baik 19 21 40
n(%) (47,5) (52,5) (100)
Sikap
Hasil Analisis Bivariat Buruk 17 31 48
0,282
n(%) (35,4) (64,6) (100)

Tabel 5. Hubungan Pengetahuan dengan Total 36 52 88


Perilaku Mengenai Pencegahan TB Paru n(%) (40,9) (40,9) (100)

Perilaku
Total P-
Baik Buruk n(%) Value
n(%) n(%) Berdasarkan tabel 6

Baik 22 23 45 menunjukan hasil analisis bivariat


n(%) (48,9) (67,4) (100)
Pengetahuan dengan menggunakan Chi-Square Test
Buruk 14 29 43
0,135
n(%) (32,6) (51,1) (100) diperoleh nilai p sebesar 0.282 (p>0.05),
Total n(%) 36 52 88 menggambarkan bahwa sikap tidak
(40,9) (59,1) (100)
memiliki hubungan yang bermakna
dengan perilaku mengenai
Berdasarkan tabel 5 pencegahan TB paru.
menunjukan hasil analisis bivariat
PEMBAHASAN
dengan menggunakan Chi-Square Test
diperoleh nilai p sebesar 0.135 (p>0.05), Berdasarkan tabel 2 diketahui
menggambarkan bahwa pengetahuan bahwa yang mempunyai tingkat
tidak memiliki hubungan yang pengetahuan baik sebanyak 45
bermakna dengan perilaku mengenai responden (51,1 %), dan tingkat
pencegahan TB paru. pengetahuan buruk sebanyak 43
responden (48,9%). Hasil penelitian ini
sejalan dengan penelitian Ridwan
(2014), dengan hasil tingkat
pengetahuan baik sebanyak 18

7
responden (66.7%) dan buruk Menurut Notoatmodjo (2010)
sebanyak 9 responden (33,3%). Angka salah satu faktor yang mempengaruhi
di atas menunjukan sebagian besar sikap seseorang ialah pengetahuan
responden mempunyai tingkat yang dimilikinya dan sikap terdiri dari
pengetahuan baik tentang TB. Faktor beberapa tingkatan yaitu menerima,
tingkat pengetahuan dipengaruhi oleh merespon/menanggapi, menghargai,
faktor internal dan eksternal. Faktor dan bertanggung jawab.
internal dipengaruhi oleh karakteristik Pembentukan sikap dapat terjadi
responden seperti usia, pendidikan, karena adanya rangsangan, seperti
dan pekerjaan. Sedangkan faktor sikap masyarakat tentang bagaimana
eksternal dipengaruhi oleh faktor cara pencegahan penyakit TB.
lingkungan, sosial budaya, dan status Rancangan tersebut menstimulus
ekonomi (Ridwan, 2014). seseorang untuk memberikan respon
Berdasarkan tabel 3 didapatkan berupa sikap yang positif atau negatif,
hasil bahwa responden lebih banyak akhirnya akan diwujudkan dalam
yang mempunyai sikap buruk perilaku sehari-hari.
mengenai pencegahan TB yaitu Berdasarkan tabel 4 didapatkan
sebanyak 48 responden (54,5%) dan 40 hasil bahwa responden lebih banyak
responden (44,5%) yang mempunyai yang mempunyai perilaku yang buruk
sikap baik. Hasil penelitian ini sejalan mengenai pencegahan TB yaitu
dengan penelitian Fibriana (2011), sebanyak 52 responden (59,1%) dan 36
responden yang memiliki sikap yang responden (40,9%) yang mempunyai
buruk mengenai pencegahan TB paru. perilaku baik. Hasil penelitian ini
Sikap buruk dalam penelitian ini sejalan dengan Putra (2011),
terdiri dari beberapa responden didapatkan hasil tingkat perilaku
kurang mendukung dengan beberapa pencegahan TB paru di kota Solok
upaya pencegahan dan faktor risiko secara umum tergolong kurang
yang dapat meyebabkan penyakit TB. dengan nilai sebesar 81,8%. Menurut
Teori Lawrence Green perilaku

8
manusia dipengaruhi oleh 3 faktor (2014), responden yang
besar yakni faktor predisposisi, faktor berpengetahuan baik dan berperilaku
pendukung, dan faktor pendorong. baik sebanyak 11 orang (61,1%) dan
Faktor predisposisi terwujud dalam responden yang berpengetahuan
pengetahuan, sikap, kepercayaan, buruk dan berperilaku yang buruk
keyakinan, nilai-nilai, norma sosial mendapatkan hasil sebanyak 5
budaya, dan faktor sosiodeografi yang responden (55,6%). Hasil uji statistik
dimiliki seseorang. Faktor pendukung didapatkan nilai Fisher’s Exact Test P=
yakni sarana dan prasarana kesehatan. 0,448 > 0.05. Namun, hasil penelitian
Sedangkan faktor pendorong ini tidak sejalan dengan penelitian
terwujud dalam sikap dan perilaku Astuti tahun 2013 yang menjelaskan
petugas kesehatan atau petugas lain terdapat hubungan yang bermakna
yang merupakan kelompok referensi antara pengetahuan dengan perilaku
perilaku masyarakat. pencegahan TB dengan nilai
Berdasarakan tabel 4 diketahui probablitas sebesar 0,000 < 0,005.
bahwa responden yang Penelitian tersebut mengatakan
berpengetahuan baik dan berperilaku responden dengan tingkat
baik sebanyak 22 orang dan responden pengetahuan yang baik memiliki
yang berpengetahuan baik dan perilaku pencegahan TB yang baik
berperilaku yang buruk mendapatkan juga tanpa melihat tingkatan
hasil sebanyak 23 responden. Hasil uji pengetahuan yang dimiliki oleh
statistik didapatkan nilai Chi-Square seseorang tersebut (Astuti, 2013)
P= 0.135 > 0.05 yang berarti bahwa Pada penelitian ini hasil yang
tidak ada hubungan antara tingkat tidak berhubungan dikarenakan
pengetahuan dengan perilaku responden pada penelitian ini lebih
pencegahan TB di daerah binaan Desa banyak berpengetahuan baik namun
Pangakalan dan Desa Kemuning berperilaku buruk. Responden
Kabupaten Tangerang. Hasil sebagian besar hanya sebatas tahu
penelitian ini sejalan dengan Ridwan pencegahan TB namun tidak

9
mengaplikasikan ke kehidupan sehari- Kemuning, Kabupaten Tangerang.
hari. Dikenal 6 tingkatan pengetahuan Namun, hasil penelitian ini tidak
menurut Notoadmodjo 2010 yakni sejalan dengan penelitian Astuti tahun
tahu, memahami, aplikasi, analisis, 2013 yang menjelaskan terdapat
sintesis, dan evaluasi. Tingkat hubungan yang bermakna antara
pengetahuan dikatakan baik bila ke 6 sikap dengan perilaku pencegahan TB
tingkatan tersebut terpenuhi dengan dengan nilai probablitas sebesar 0,003
baik. Pada sebagian besar responden < 0,005. Penelitian tersebut
tingkat pengetahuan berada pada mengatakan responden dengan sikap
tingkatan pengetahuan yang paling yang baik memiliki perilaku
rendah. Itu sebabnya tidak ada pencegahan TB yang baik pula tanpa
hubungan yang signifikan antara melihat tingkatan sikap yang dimiliki
pengetahuan terhadap perilaku oleh seseorang tersebut (Astuti, 2013).
pencegahan TB di daerah binaan Desa Hasil yang tidak berhubungan
Pangkalan dan Desa Kemuning ini dikarenakan responden pada
Kabupaten Tangerang (Notoadmodjo, penelitian ini lebih banyak sikap
2010). buruk dan berprilaku buruk. Dikenal 4
Berdasarkan hasil penelitian ini tingkatan sikap menurut Lawrence
diketahui responden yang Green yakni menerima,
mempunyai sikap yang baik dan merespon/menanggapi, menghargai,
perilaku yang baik sebanyak 19 dan bertanggung jawab. Tingkatan
responden dan sikap yang baik sikap dikatakan baik bila ke 4
dengan perilaku yang buruk sebanyak tingkatan tersebut terpenuhi dengan
21 responden. Hasil uji statistik baik. Pada sebagian besar responden
didapatkan nilai Chi-Square P= 0.282> tingkatan sikap berada pada tingkatan
0.05 yang berarti bahwa tidak ada sikap yang kedua, belum sampai ke
hubungan antara sikap dengan tahap menghargai atau belum
perilaku pencegahan TB di daerah memberikan nilai yang positif
binaan Desa Pangkalan dan Desa terhadap suatu objek seperti

10
mengerjakan atau mendiskusikan Tegal Angus dan Puskesmas Kresek,
suatu masalah pencegahan TB Tangerang, Banten.
tersebut. Itu sebabnya tidak ada
DAFTAR PUSTAKA
hubungan yang signifikan antara
sikap terhadap perilaku pencegahan Astuti, S. 2013. Hubungan Tingkat
TB di daerah binaan Desa Pangkalan Pengetahuan dan Sikap
dan Desa Kemuning, Kabupaten Masyarakat Terhadap Upaya
Tangerang. Pencegahan Penyakit
Tuberkulosis di RW 04
SIMPULAN Kelurahan Lago Jakarta Utara
Tidak ada hubungan Tahun 2013. Diakses pada
pengetahuan dan sikap terhadap tanggal 10 Desember 2018.
perilaku mengenai pencegahan TB
pada keluarga binaan Desa Pangkalan Fibriana,2011 L.P. Hubungan Antara
dan Desa Kemuning, Kabupaten Sikap Dengan Perilaku Keluarga
Tangerang, Provinsi Banten. Tentang Pencegahan Penyakit
Menular Tuberkulosis.
Disarankan bagi keluarga
http://www.dianhusada.ac.id/j
binaan untuk meningkatkan tingkatan
urnalimg/jurper1-9-lin.pdf.
pengetahuan dan sikap terhadap
Diakses pada tanggal 11
pencegahan TB agar bisa diaplikasikan
Desember 2018
terhadap perilaku pencegahan TB
dikehidupan sehari-hari. Hariwijaya dan Sutanto. 2007.
Pencegahan dan Pengobatan
UCAPAN TERIMAKASIH
Penyakit Kronis. Jakarta: EDSA
Penulis mengucapkan terima kasih Mahkota.
kepada bagian ilmu kesehatan
KEMENKES RI. 2013. Riset Kesehatan
masyarakat FK YARSI dan Puskesmas
Dasar.(http://www.depkes.go.i
d/resources/download/general

11
/Hasil%20Riskesdas%2020 Kecamatan Buleleng: Jurnal
Diakses pada 8 Desember 2018) Pendidikan Indonesia Vol.2,No.1
April 2013:145-152.
KEMENKES RI. 2015. Temukan Obati
Sampai Sembuh. Putra, N.R. 2011. Hubungan Perilaku
(http://www.depkes.go.id/reso dan Kondisi Sanitasi Rumah
urces/download/pusdatin/info Dengan Kejadian TB Paru Di
datin/infodatin_tb.pdf Diakses Wilayah Kota Solok.
pada tanggal 9 Desember 2018) http://repository.unand.ac.id/1
6894/1/SKRIPSI_LENGKAP_NI
KEMENKES RI. Tuberkulosis. Jakarta;
KO.pdf. Diakses pada tanggal 11
Kemeterian Kesehatan Republik
Desember 2018
Indonesia. 2018
Ridwan, N. Mohamad. 2014.
Notoadmodjo, S. 2010. Ilmu Perilaku
Hubungan Tingkat Pengetahuan
Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
dan Sikap dengan Perilaku
Novianti, Dian, etc. 2014. Hubungan Pencegahan Penularan TB d
antara Pengetahuan dengan Wilayah Kerja Puskemas
Perilaku Pencegahan Penularan Nyempak Kabupaten Boyolali.
TB pada penderita TB paru di Diakses pada tanggal 8
poli paru Rumah Sakit Prof. Desember 2018.
Dr.Sulianti Saroso. Jakarta: The
Indonesian Journal of Infectious World Health Organization. 2016.
Disease. Global Tuberculosis Report 2016.
(http://apps.who.int/iris/bitstre
Pasek, M.S dan Satyawan, I.M. 2013.
am/10665/250441/1/9789241565
Hubungan Persepsi dan Tingkat
394engpdf?ua=1 Diakses pada
Pengetahuan TB dengan
tanggal 8 Desember 2018).
Kepatuhan Pengobatan di

12