Anda di halaman 1dari 11

PELANGGARAN KODE ETIK PADA PROFESI KESMAS

KELOMPOK I/IV.B

NUR RAMADHANI.B

ISMAYANTI

PUTRI DIANA

ASTAHSAN ASHAR

FAKULTAS ILMU KESEHATAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

2019
i

Daftar Isi

Daftar Isi........................................................................................................... i

Bab I Pendahuluan

A. Latar Belakang ..................................................................................... 1


B. Rumusan Masalah ................................................................................ 2
C. Tujuan .................................................................................................. 2

Bab II Pembahasan

A. Vaksin .................................................................................................. 3
B. Malpraktik ............................................................................................ 4

Bab III Penutup

A. Kesimpulan .......................................................................................... 8
B. Saran ..................................................................................................... 8

Daftar Pustaka .................................................................................................. 9


1

BAB I
PENDAHULUAN
A.LATAR BELAKANG

Berdasarkan UU No. 36 Tahun 2009, tentang Kesehatan dan Peraturan


Pemerintah No. 32 Tahun 1996, tentang Tenaga Kesehatan, secara tegas telah
diatur profesi kesehatan masyarakat. Untuk mewujudkan derajat kesehatan yang
optimal bagi masyarakat, diselenggarakan upaya kesehatan dengan pendekatan
pemeliharaan, peningkatan kesehatan (promotif), pencegahan penyakit (preventif),
penyembuhan penyakit (kuratif), dan pemulihan kesehatan (rehabilitatif) yang
diselenggarakan secara menyeluruh, terpadu, dan berkesinambungan.Tenaga
kesehatan yang secara syah mempunyai kualifikasi sesuai dengan bidangnya
adalah : tenaga medis, keperawatan, kefarmasian, kesehatan masyarakat, gizi,
keterapian fisik, keteknisian medis (Pasal 2 (1) PP 32/1996).Dalam pengertiannya
yang secara khusus dikaitkan dengan seni pergaulan manusia, etika ini kemudian
dirupakan dalam bentuk aturan (code)tertulis yang secara sistematik sengaja
dibuat berdasarkan prinsip prinsipmoral yang ada.

Pada saat yang dibutuhkan akan bisa difungsikan sebagai alat


untukmenghakimi segala macam tindakan yang secara logika-rasional
umum(common sense) dinilai menyimpang dari kode etik. Dengan demikian
etikaadalah refleksi dari apa yang disebut dengan “self control”, karena
segalasesuatunya dibuat dan diterapkan dari dan untuk kepentingan kelompok
social (profesi) itu sendiri.Oleh karena itu dapatlah disimpulkan bahwa sebuah
profesi hanyadapat memperoleh kepercayaan dari masyarakat, bilamana dalam
diri para elitprofesional tersebut ada kesadaran kuat untuk mengindahkan etika
profesipada saat mereka ingin memberikan jasa keahlian profesi kepada
masyarakatyang memerlukannya. Tanpa etika profesi, apa yang semual dikenal
sebagaisebuah profesi yang terhormat akan segera jatuh terdegradasi
menjadisebuahpekerjaan pencarian nafkah biasa (okupasi) yang sedikitpun tidak
diwarnaidengan nilai-nilai idealisme dan ujung-ujungnya akan berakhir dengan
2

tidak-adanya lagi respek maupun kepercayaan yang pantas diberikan kepada


paraelite profesional ini.

C. Rumusan Masalah
1. Apa itu vaksin?
2. Apa saja kandungan dari vaksin?
3. Apa kegunaan dari pemberian vaksin?
4. Berikan satu contoh kasus malpraktik?
D. Tujuan
Untuk mengetahui apa itu vaksin, apa saja kandungannya, dan
kegunaan dari pemberiannya serta memahami Malpraktik melalui satu
contoh kasus.
3

BAB II
PEMBAHASAN
A. VAKSIN
Vaksin adalah bahan antigenik yang digunakan untuk
menghasilkan kekebalan terhadap suatu penyakit. Pemberian vaksin
(imunisasi) dilakukan untuk mencegah atau mengurangi pengaruh
infeksi penyebab penyakit - penyakit tertentu. Vaksin biasanya
mengandung agen yang menyerupai mikroorganisme penyebab
penyakit dan sering dibuat dari mikroba yang dilemahkan
ataumati,daritoksinnya, atau dari salah satu protein permukaannya.

Jumlah penderita : 3 orang anak

Tempat kejadian : RSUD Polewali Mandar

Tanggal kejadian : 14/08/2018

Diagnose : demam tinggi beberapa hari usai di Vaksin MR

Tiga Anak Dilarikan ke RSUD Usai Divaksin MR, Begini Penjelasan


Kadis Kesehatan Polman

Tiga anak di Polewali Mandar, Sulawesi Barat dikabarkan telah


dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Polewali Mandar karena
diduga demam tinggi beberapa hari usai disuntik vaksin Measles Rubella
(MR). Dua orang berasal dari Kecamatan Wonomulyo dan satu orang
berasal dari Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polman. Kepala
Dinas KesehatanPolman, Suaib Nawawi membantah jika ketiga anak
tersebut dilarikan ke rumah sakit dikarenakan suntikan vaksin
Measles Rubella (MR). "Hanya satu yang sempat dirawat inap yang dari
Campalagian, dua orang dari Wonomulyo hanya datang periksa lalu
pulang," kata Suaib via telepon selular kepada TribunSulbar.com, Selasa
(14/8/2018).
4

Suaib mengungkapkan, kejadian tersebut terjadi sekitar satu minggu


yang lalu. Ketiga anak itu dibawa ke rumah sakit karena demam.Namun,
hasil pemeriksaan dokter rumah sakit ketiga anak tersebut memiliki
riwayat penyakit. "Jadi bukan karena vaksi MR, cuman kebetulan aja
bersamaan.Yang sempat dirawat inap mememiliki riwayat penyakit
faringitis, tapi juga sudah pulang karena sudah sehat.Tiga hari yang lalu
sebelum pulang saya sempat jenguk di RSUD," jelasnya.

Suaib mengimbau masyarakat untuk tidak khawatir dan tetap


membiarkan anak menjalani vaksin MR sebab sudah melalui riset atau
sertifikasi dari kementerian kesehatan sebelum digunakan.

"Jadi sangat kecil kemungkinan akan terjadi, meskipun kami tidak


menjamin, sampai sekarang kami tetap jalankan. Tapi masyarakat yang
persoalkan halal dan haram, tunggu saja keputusan MUI," tuturnya.
Sementara Penanggung Jawab Imuninasi Kabupaten Polman, Jamaluddin
saat dikonfirmasi via telepon mengatakan, dua anak dari Wonomulyo
memang disebabkan reaksi normal vaksin. "Dari Desa Kebung Sari, dia
juga anak petugas. Kemudian satu orang dari Campalagian namanya
Ardiansyah, memang dari awal punya riwayat penyakit, kalau demam
langsung kejang-kejang, kemudian kesimpulan akhir dokter dia
Faringitis," tuturnya.

PENYELESAIN MASALAH

1. Menyelesaikan secara kekeluargaan


2. Menuntut jika belum ada penaganan yang berkelanjutan
3. Melapor ke polisi

B. MALPRAKTIK

Jumlah pasien : 1 orang anak


5

Tempat kejadian : RSUD LANGS, ACEH

Tanggal kejadian : 06/12/2013

Dugaan malpraktek terjadi dan menimpa seorang bayi hingga nyaris


tewas, akibat muntah-muntah dan lemas serta perut kembung. Hal ini
dialami korban, setelah seorang perawat akademi kebidanan (akbid) yang
masih praktek lapangan di rumah sakit tersebut, asal-asalan menyuntikkan
obat kepada pasien.

Kepada Metro Aceh, Mariana (39) warga Gampong Merandeh,


Langsa Lama menceritakan peristiwa dialami sang anak pada Kamis
(5/12) siang, saat ditemui di ruang rawat inap anak RSUD Langsa.

"Kejadian itu berawal saat anak saya yang masih berusia 34 hari,
menderita penyakit GE/mencret dirujuk ke RSUD Langsa dari dokter
praktek.Kami pun masuk untuk perawatan intensif dengan infus pada Rabu
(4/12) malam sekira pukul 19.50 Wib. Namun jam 11 malam, masuk
seorang mahasiswa perawat yang sedang melakukan praktek di RSUD ke
ruangan.

Ia lalu meminta supaya anak kami diberi injeksi obat Naritidin 50 mg


dan Naufalgis 45 mg atas perintah perawat bakti berinisial CM," terang ibu
korban. Bahkan sebelum obat diberikan, Marianna sempat bertanya
berulang kali kepada pelaku.Apa benar obat tersebut buat anaknya. "Dia
ngotot kalau obat itu tepat buat anak saya.Kemudian, memasukan cairan
suntik ke infus," sebut Mariana.

Lanjutnya, namun alangkah terkejutnya dia, selang beberapa menit


usai injeksi obat, tiba-tiba anaknya mengalami kejang-kejang, muntah-
muntah, gembung dan lemas hingga saat ini. Karena panik, akhirnya dia
menanyakan ulang perihal obat dan melihat map tugas perawat,
6

"Ternyata obat tersebut bukan buat anak saya, tapi pasien lain. Ini
namanya malpraktek karena kesalahan yang fatal, Lihat kondisi anak saya
saat ini lemas dan muntah-muntah terus," tegas Mariana lagi yang juga
bekerja sebagai perawat kesehatan sebagai tenaga kesehatan.
Menurutnya, selain kesalahan injeksi obat, perawat bakti itu juga
melanggar instruksi dokter Nursal yang hanya menyuruh untuk melakukan
infus saja, tapi ternyata dia (perawat-red) memberi obat suntikan yang
berakibat fatal seperti ini tampa arahan lebih lanjut.
"Ironisnya lagi, ketika kami tanya, perawat berinisial CM itu malah tidak
terima dengan perlakuannya tersebut. "Silahkan kakak mau melapor ke
mana, saya siap," sebut Mariana kesal menirukan ucapan perawat CM.
Dugaan malpraktek terjadi dan menimpa seorang bayi hingga nyaris tewas,
akibat muntah-muntah dan lemas serta perut kembung. Hal ini dialami
korban, setelah seorang perawat akademi kebidanan (akbid) yang masih
praktek lapangan di rumah sakit tersebut, asal-asalan menyuntikkan obat
kepada pasien.

Kepada Metro Aceh, Mariana (39) warga Gampong Merandeh,


Langsa Lama menceritakan peristiwa dialami sang anak pada Kamis
(5/12) siang, saat ditemui di ruang rawat inap anak RSUD Langsa.

"Kejadian itu berawal saat anak saya yang masih berusia 34 hari,
menderita penyakit GE/mencret dirujuk ke RSUD Langsa dari dokter
praktek.Kami pun masuk untuk perawatan intensif dengan infus pada Rabu
(4/12) malam sekira pukul 19.50 Wib. Namun jam 11 malam, masuk
seorang mahasiswa perawat yang sedang melakukan praktek di RSUD ke
ruangan.

Ia lalu meminta supaya anak kami diberi injeksi obat Naritidin 50 mg


dan Naufalgis 45 mg atas perintah perawat bakti berinisial CM," terang ibu
korban. Bahkan sebelum obat diberikan, Marianna sempat bertanya
berulang kali kepada pelaku.Apa benar obat tersebut buat anaknya.
7

"Dia ngotot kalau obat itu tepat buat anak saya.Kemudian,


memasukan cairan suntik ke infus," sebut Mariana.

Lanjutnya, namun alangkah terkejutnya dia, selang beberapa menit


usai injeksi obat, tiba-tiba anaknya mengalami kejang-kejang, muntah-
muntah, gembung dan lemas hingga saat ini. Karena panik, akhirnya dia
menanyakan ulang perihal obat dan melihat map tugas perawat,

"Ternyata obat tersebut bukan buat anak saya, tapi pasien lain. Ini
namanya malpraktek karena kesalahan yang fatal, Lihat kondisi anak saya
saat ini lemas dan muntah-muntah terus tegas mariana.

Menurutnya, selain kesalahan injeksi obat, perawat bakti itu juga


melanggar instruksi dokter Nursal yang hanya menyuruh untuk melakukan
infus saja, tapi ternyata dia (perawat-red) memberi obat suntikan yang
berakibat sangat fatal jika ada penaganan yang lebih lanjut seperti ini.
"Ironisnya lagi, ketika kami tanya, perawat berinisial CM itu malah tidak
terima dengan perlakuannya tersebut. "Silahkan kakak mau melapor ke
mana, saya siap," sebut Mariana kesal menirukan ucapan perawat CM.
8

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Vaksin adalah bahan antigenik yang digunakan untuk
menghasilkan kekebalan terhadap suatu penyakit. Pemberian vaksin
(imunisasi) dilakukan untuk mencegah atau mengurangi pengaruh
infeksi penyebab penyakit - penyakit tertentu. Vaksin biasanya
mengandung agen yang menyerupai mikroorganisme penyebab
penyakit dan sering dibuat dari mikroba yang dilemahkan
ataumati,daritoksinnya, atau dari salah satu protein permukaannya.
Dari kasus, selain kesalahan injeksi obat, perawat bakti itu juga
melanggar instruksi dokter Nursal yang hanya menyuruh untuk
melakukan infus saja, tapi ternyata dia (perawat-red) memberi obat
suntikan yang berakibat sangat fatal jika ada penanganan yang lebih
lanjut seperti ini.

B. Saran
Mungkin inilah yang diwacanakan pada penulisan kelompok ini
meskipun penulisan ini jauh dari sempurna minimal kita
mengimplementasikan tulisan ini. Masih banyak kesalahan dari
penulisan kelompok kami, karena kami manusia yang adalah tempat
salah dan dosa : dalam hadits “al-insanu minal khotto’ wannisa”, kami
juga butuh saran/kritikan agar bisa menjadi motivasi untuk masa depan
yang lebih baik dari sebelumnya.
9

Daftar Pustaka
Junaedi.’3 Anak Dilarikan Ke Rumah Sakit usai Disuntik Vaksin
MR’.12 Juni 2019.https://amp-kompas-
com.cdn.ampproject.org/v/s/amp.kompas.com/regional/read/2018/08/1
4/13033361/3-anak-dilarikan-ke-rumah-sakit-usai-disuntik-vaksin-
mr?amp_js_v=a2&amp_gsa=1&usqp=mq331AQA#referrer=https%3
A%2F%2Fwww.google.com&amp_tf=Dari%20%251%24s