Anda di halaman 1dari 4

KEPUTUSAN DIREKTUR RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK GRAND FAMILY

NOMOR : 153/SK/DIR/RSIAGF/V/2018

TENTANG

KEBIJAKAN RENCANA PEMULANGAN PASIEN


DI RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK GRAND FAMILY

DIREKTUR RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK GRAND FAMILY

Menimbang : a. bahwa dalam penyelenggaraan rencana pemulangan pasien dilakukan


karena pasien sudah menjalani perawatan di rumah sakit dan sudah di
izinkan pulang oleh dokter;
b. bahwa agar terlaksananya rencana pemulangan pasien dengan baik
maka perlu ditetapkan Kebijakan Direktur Rumah Sakit Ibu dan Anak
Grand Family;
c. bahwa sebagai pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam poin a
tersebut diatas, perlu ditetapkan dengan Keputusan Direktur Rumah
Sakit Ibu dan Anak Grand Family.

Mengingat : 1. Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2009 Tentang


Rumah Sakit;
2. Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 Tentang
Kesehatan;
3. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor
269/MENKES/PER/III/2008 Tentang Rekam Medis.

MEMUTUSKAN :

Menetapkan : KEPUTUSAN DIREKTUR RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK


GRAND FAMILY TENTANG KEBIJAKAN RENCANA
PEMULANGAN PASIEN DI RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK
GRAND FAMILY.
KESATU : Kebijakan Rencana Pemulangan Pasien di Rumah Sakit Ibu dan Anak
Grand Family sebagaimana tercantum dalam Lampiran Keputusan ini.

KEDUA :
Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan, dan apabila dikemudian
hari terdapat kekeliruan maka akan diadakan perbaikan sebagaimana
mestinya.

Ditetapkan di : Jakarta
Pada tanggal : 02 Mei 2018

Direktur

dr. Sari Dewi Rosady, M.Gizi., MM


LAMPIRAN
KEPUTUSAN DIREKTUR RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK GRAND FAMILY
TANGGAL : 02 Mei 2018
NOMOR : 153/SK/DIR/RSIAGF/V/2018

KEBIJAKAN TENTANG RENCANA PEMULANGAN PASIEN


DI RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK GRAND FAMILY

1. Saat pasien tidak lagi memerlukan perawatan rumah sakit, pasien sebaiknya dipulangkan
dan memperoleh Perencanaan Pulang (Discharge Planning) yang sesuai.
2. Yang berwenang memutuskan bahwa pasien boleh pulang atau tidak adalah DPJP/
konsultan penanggung jawab pasien (atau oleh orang lain yang mendapat delegasi
kewenangan dari konsultan).
3. Pastikan bahwa pasien dan keluarganya berperan aktif dalam perencanaan dan
pelaksanaan pemulangan pasien.
4. Lakukan penilaian pasien secara menyeluruh (holistik).
5. Nilailah kondisi fisik, mental, emosional, dan spiritual pasien.
6. Pertimbangkan juga aspek sosial, budaya, etnis, dan finansial pasien.
7. Petugas rumah sakit sebaiknya melakukan komonikasi dengan dokter keluarga pasien/
Tim Layanan Primer mengenai rencana pemulangan pasien.
8. Identifikasi pasien – pasien yang memerlukan perawatan khusus/ ekstra seperti kebutuhan
perawatan kebersihan diri, sosial, dan sebagainya. Usaha untuk memenuhi kebutuhan
pasien dan berikan dukungan tambahan.
9. Pastikan bahwa pasien dan keluarga/ pendamping telah memperoleh informasi yang
akurat.
10. Hak pasien sebelum dipulangkan :
a. Memperoleh informasi yang lengkap mengenai diagnosis, asesmen medis, rencana
perawatan, dan informasi mengenai rencana perawatan dan tatalaksana selanjutnya;
b. Terlibat sepenuhnya dalam Perencanaan Pulang (Discharge Planning) dirinya,
bersama dengan kerabat, pendamping, atau teman pasien;
c. Rancangan rencana pemulangan dimulai sesegera mungkin baik sebelum / saat pasien
masuk rumah sakit;
d. Diberikan surat pemulangan yang resmi, surat kontrol dan dijelaskan penggunaan obat
sesuai kondisi pasien;
e. Pasien dan keluarga mendapatkan penjelasan tentang diet dan nutrisi yang benar.
11. Pada pasien yang ingin pulang dengan Atas Permintaan Sendiri (APS) (dimana dengan
saran dan kondisi medisnya), dapat dikategorikan sebagai berikut :
a. Pasien memahami risiko yang dapat timbul akibat pulang paksa;
b. Pasien tidak kompeten untuk memahami risiko yang berhubungan dengan pulang
paksa, dikarenakan kondisi medisnya;
c. Pasien tidak kompeten untuk memahami risiko yang berhubungan dengan pulang
paksa dikarenakan gangguan jiwa.

12. Dokumentasikan rencana pemulangan pasien di Rekam Medis dan berikan salinannya
kepada pasien dan dokter keluarganya.
Ditetapkan di : Jakarta
Pada tanggal : 02 Mei 2018

Direktur

dr. Sari Dewi Rosady, M.Gizi., MM