Anda di halaman 1dari 196

Kurikulum Remaja 2019

AKU TUMBUH BERSAMA YESUS

Tema Tahun 2019:


Hidup Bersama sebagai Anggota-
anggota Keluarga Allah yang
Berkelimpahan!

SINODE GEREJA-GEREJA KRISTEN JAWA


2019

KURIKULUM REMAJA i TAHUN 2019


KURIKULUM REMAJA 2019 - I
AKU TUMBUH BERSAMA YESUS

© Sinode GKJ 2019


Diterbitkan oleh Bapelsin XXVII GKJ Bidang PWG
Jl. Dr. Sumardi No 8 & 10 Salatiga 50711
Telp. 0298-326684
Email: sinode@gkj.or.id
WA Center: +62 856-4066-6663
Website: www.gkj.or.id
Rek: BritAmaBisnis 0081-01-000589-56-1 a/n Sinode GKJ

Penanggung Jawab: Bapelsin XXVII GKJ Bidang PWG


Pdt. Elia Dwi Prasetyo
Pdt. Maria Puspitasari
Pdt. Oktavianus Heri Prasetyo

Tim Editor: Pdt. Temi Setyowati


Pdt. Yuliana Saragih

Tim Penulis: Pdt. Kukuh Purwidhianto


Pdt. Christian Muryati
Pdt. Wuri Ajeng
Pdt. Debora Dwioktabriani
Ibu Enjang Wahyuningrum
Pdt. Rudy Ariyanto
Pdt. Temi Setyowati
Pdt. Pracayaningtyas
Pdt. Arya Tri Yudanto
Pdt. Yuliana Saragih
Pdt. Nugroho Hadibowo
Pdt. Ribka Evelyn Pratiwi

Tata Letak & Sampul: PDILM Sinode GKJ

KURIKULUM REMAJA ii TAHUN 2019


PENGANTAR

"... mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan: Adalah lebih
berbahagia memberi dari pada menerima."
(Kisah Para Rasul 20:35)

Hidup dengan kondisi berkelimpahan sepertinya menjadi fokus dan tujuan setiap orang. Dan
biasanya, kondisi berkelimpahan ini dikaitkan dengan materi, punya banyak uang dan harta
yang berlimpah. Karena banyak orang berpikir bahwa dengan harta berlimpah maka
hidupnya akan menjadi nyaman dan aman, semua kebutuhan dan keinginan terpenuhi.
Alasan lain yang kadang disampaikan, bahwa dengan banyaknya harta yang dimiliki maka
akan berkesempatan untuk berbagi kepada sesama yang membutuhkan.

Tetapi, apakah dengan demikian jika belum berlimpah harta maka tidak bisa atau tidak perlu
berbagi dengan sesama?

Mewujudkan panggilan untuk berbagi dengan sesama sebenarnya tidak harus menunggu
menjadi kaya dan berlimpah harta. Berbagi, memberi kepada orang lain, lebih ditentukan
oleh sikap hati/batin. Orang yang berlimpah harta namun hatinya miskin, maka tetap saja
enggan berbagi. Jadi, kunci sebenarnya ada di hati, hati yang berlimpah dengan syukur dan
berlimpah dengan kasih.

Kurikulum Remaja tahun 2019 mengambil tema: “Hidup Bersama Sebagai Anggota-anggota
Keluarga Allah yang Berkelimpahan”. Melalui materi-materi di dalam Kurikulum Remaja ini
ada harapan agar para remaja dapat belajar membangun spiritualitas berkelimpahan. Para
pendamping remaja diharapkan dapat mengolah materi yang ada dalam buku ini, sehingga
dapat membimbing dan mengenalkan remaja pada panggilan untuk berbagi dengan sesama.

Kiranya melalui buku Kurikulum Remaja ini, para remaja terinspirasi untuk mengekspresikan
imannya dalam hidup sehari-hari, memupuk spiritualitas berkelimpahan dalam kondisi
apapun. Melatih mereka mengenali potensi diri, lalu bersyukur atas apa saja yang telah
Tuhan beri, dan berlatih mengasah kepekaan kasih serta kepedulian terhadap orang lain.

Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada Komisi Remaja Sinode GKJ beserta Tim Penulis
Kurikulum Remaja atas karya yang telah dibuat ini. Kurikulum Remaja ini dalam penggunaannya
masih perlu diolah dan disesuaikan dengan konteks masing-masing gereja, sehingga benar-
benar menjadi berkat. Peran pembina/pendamping remaja sangat penting dalam meracik
materi ini sehingga sesuai situasi dan kondisi serta kebutuhan remaja setempat.

Selamat menggunakan!

Bapelsin XXVII, Bidang PWG


Pdt. Elia Dwi Prasetyo

KURIKULUM REMAJA iii TAHUN 2019


DAFTAR ISI

Kurikulum Remaja Januari 2019 ................................................................................................................. 1


KARYA MANUSIA SEBAGAI CERMINAN PERTOBATAN

Kurikulum Remaja Februari 2019 ............................................................................................................. 17


MENERIMA UNTUK BERBAGI

Kurikulum Remaja Maret 2019 ................................................................................................................... 35


BERTAHAN DI TENGAH COBAAN

Kurikulum Remaja April 2019 ..................................................................................................................... 49


MENJADI SAKSI KEBANGKITAN-NYA

Kurikulum Remaja Mei 2019 ........................................................................................................................ 61


MENJADI SAKSI KEBANGKITAN-NYA

Kurikulum Remaja Juni 2019 ....................................................................................................................... 81


KARYA ROH YANG MEMPERBAIKI KEHIDUPAN

Kurikulum Remaja Juli 2019 ....................................................................................................................... 99


MELAKUKAN PERUTUSAN DALAM KASIH

Kurikulum Remaja Agustus 2019 ............................................................................................................ 113


EKSPRESIKAN PILIHANMU DENGAN BERTANGGUNGJAWAB

Kurikulum Remaja September 2019 ...................................................................................................... 131


JADILAH MURID KRISTUS

Kurikulum Remaja Oktober 2019 ........................................................................................................... 147


KELUARGA YANG MENGHIDUPI SPIRITUALITAS

Kurikulum Remaja November 2019 ........................................................................................................ 159


MENGHIDUPI KESALEHAN SOSIAL

Kurikulum Remaja Desember 2019 ....................................................................................................... 177


SUKACITAKU MELIMPAH

Pembelian, pemesanan dan berlangganan hubungi WA Center Sinode GKJ


Toko Buku terdekat atau melalui penjualan online yang telah di buka
di Lazada, Tokopedia, Shopee, Bukalapak, dengan nama toko: GKJ Shop

KURIKULUM REMAJA iv TAHUN 2019


Januari 2019

Karya Manusia Sebagai


Cerminan Pertobatan

KURIKULUM REMAJA 1 JANUARI 2019


DAFTAR ISI

Tema Januari 2019 ............................................................................................................................................. 1


KARYA MANUSIA SEBAGAI CERMINAN PERTOBATAN

6 Januari 2019 ...................................................................................................................................................... 3


MENCARI DAN BERBAGI TERANG

13 Januari 2019 ................................................................................................................................................... 6


HORE AKU DITEBUS/DITERIMA

20 Januari 2019 ................................................................................................................................................... 9


MUJIZAT ITU NYATA

27 Januari 2019 ................................................................................................................................................. 12


KAU DAN AKU SATU

KURIKULUM REMAJA 2 JANUARI 2019


Minggu, Pengantar

6
Januari 2019
Pada umumnya orang-orang lebih senang berada di
dalam ruangan yang terang daripada di dalam ruangan
yang gelap. Mengapa? Karena terang mampu membuat
hati menjadi damai dan sukacita. Sebaliknya gelap
mendatangkan ketidaktenangan dan rasa takut. Bisa
kita bayangkan, saat listrik di rumah padam, lampu-
lampu tidak dapat menyala, tiba-tiba ada secercah sinar
MENCARI DAN lilin menerangi ruangan. Disitulah kita tersenyum dan
BERBAGI TERANG berkata, “Puji Tuhan, masih ada terang lilin, aku tidak
Matius 2:1-12 takut lagi”.

Tujuan:
Terang dipakai untuk menggambarkan suatu keadaan
Remaja diajak untuk mencari
yang baik di tengah kehidupan. Situasi dan kondisi yang
terang dan membaginya
kepada sesama di dalamnya ada cinta kasih, sukacita, kerukunan,
perdamaian, keadilan, kebenaran serta segala sesuatu
yang positif. Namun realitanya, kehidupan ini tidak
sepenuhnya dikuasai oleh terang melainkan dibelenggu oleh kuasa kegelapan. Dalam
konteks kehidupan remaja, banyak dari antara mereka yang merasa takut ditinggalkan
teman hingga akhirnya lebih memilih meninggalkan komitmennya sebagai murid Kristus.
Misalnya: karena takut ditinggalkan teman atau sebagai bentuk eksistensi dalam komunitas,
seorang remaja ikut-ikutan merokok, memakai Narkoba, dll.

Dalam keprihatinan inilah, melalui bahan ajar di Minggu ini, remaja diingatkan kembali untuk
mau mencari terang yang bersumber di dalam teladan Tuhan Yesus Kristus, lalu membaginya
kepada semua orang, terutama kepada teman-teman di lingkungan pergaulan mereka.

Penjelasan Teks

Orang Majus dianggap sebagai orang suci dan orang yang bijaksana. Konon mereka berasal
dari Timur, sekitar wilayah Persia. Di negerinya, mereka bertindak sebagai guru dan
pembimbing para raja. Para Majus menguasai ilmu filsafat, ilmu kedoketaran dan ilmu alam.
Mereka dikenal juga mampu menafsirkan mimpi serta meramalkan masa depan.

Terkait kemampuan meramal masa depan inilah, para Majus memutuskan pergi dari
negerinya yang jauh ke negeri yang tidak mereka kenal, guna mencari raja di atas segala raja
seorang raja yang mampu mendatangkan damai sejahtera untuk seluruh dunia.

KURIKULUM REMAJA 3 JANUARI 2019


Ramalan para Majus ini sejatinya sejalan dengan yang tertulis dalam kitab umat Yahudi. “Di
Betlehem di tanah Yudea, karena demikianlah ada tertulis dalam kitab nabi: “Dan engkau
Betlehem, tanah Yehuda, engkau sekali-kali bukanlah yang terkecil di antara mereka yang
memerintah Yehuda, karena daripadamulah akan bangkit seorang pemimpin, yang akan
menggembalakan umat-Ku Israel” (ayat 5-6).

Dalam perjalanannya ke Yerusalem, para Majus berjumpa dengan penguasa negeri, seorang
Raja bernama Herodes. Berbeda dari para Majus, Herodes justru merasa cemas dan takut
tersaingi mendengar kabar bahwa akan ada raja baru yang lahir. Karena alasan inilah,
Herodes meminta para Majus segera pergi menjumpai bayi itu dan kembali lagi kepadanya.

Singkat kisah, para Majus berhasil menemukan bayi Yesus, beserta ibunya. Mereka sujud
menyembah dan memberikan persembahan berupa emas, kemenyan dan mur, berbagai
barang yang sengaja dibawa dari negeri asal mereka. Menariknya, sepulang dari tempat bayi
Yesus, para Majus tidak kembali menghadap Herodes melainkan pulang kembali ke negeri
asal mereka.

Aplikasi

Para remaja diajak meneladani sikap para Majus yang mau pergi dari negeri jauh ke negeri
yang tidak dikenal untuk mencari Raja di atas segala Raja yang dapat mendatangkan berkat
kebaikan dan damai sejahtera atas dunia. Dalam perjalanan tersebut, para Majus dengan
berani menanggung segala resiko yang akan mereka hadapi, termasuk berhadapan dengan
seorang raja kejam bernama Herodes. Dan benar, akhirnya para Majus berhasil menemukan
harapan mereka di dalam diri seorang bayi bernama Yesus. Mereka pulang dengan
bersukacita, dalam komitmen untuk mewartakan apa yang mereka lihat dan dengar. Sang
bayi, Raja di atas segala Raja. Sang Terang sejati yang akan membawa damai sejahtera bagi
dunia.

Langkah Penyampaian

Bertanyalah kepada remaja, “Lebih senang berada di dalam ruangan yang gelap atau berada
di ruangan yang terang?” Mengapa? (Tanyakan alasan mereka!). Jika diperlukan, tanyakan
pula “Apa yang mereka rasakan saat berada di ruangan yang gelap dan saat berada di
ruangan yang terang?”. Mintalah mereka untuk berbagi kisah pengalaman berada di dalam
ruangan yang gelap dan terang.

Sampaikan bagian Pengantar “Terang identik dengan hal-hal yang baik, misalnya:
kegembiraan, ketenangan, kedamaian, dsbnya. Sedangkan gelap identik dengan hal-hal yang
tidak baik, misalnya: ketakutan, kekuatiran, kecurigaan, permusuhan, dsbnya.

KURIKULUM REMAJA 4 JANUARI 2019


Sampaikan bagian Penjelasan Teks – fokus pada tujuan para Majus mencari bayi Yesus, dan
kisah kembalinya para Majus ke negeri mereka. Ajak remaja bermain “Menjaga dan
Membagikan Terang”. Mintalah remaja untuk bergandengan tangan membentuk formasi
lingkaran. Bagikan 1 (satu) buah lilin yang belum menyala kepada seluruh remaja. Tujuk 1
(satu) orang yang akan menjadi “pengganggu”. Tugasnya mencoba memadamkan nyala lilin
yang dipegang para remaja lainnya. Cara yang diperbolehkan hanya dengan meniup melalui
mulut.

Nyalakanlah 1 (lilin) yang dibawa seorang remaja, lalu mintalah remaja tersebut untuk
menyalakan 1 (satu) lilin remaja lainnya. Sementara “sang Pengganggu” terus menghalangi
dan mencoba memadamkan nyala api lilin tersebut. Apabila lilin berhasil dipadamkan,
remaja yang lilinnya padam tersebut akan membantu sang pengganggu untuk memadamkan
lilin remaja lainnya.
a. Agar permainan lebih seru, putarkanlah musik berirama cepat.
b. Selesai permainan, sampaikanlah nilai-nilai pembelajaran yang bisa mereka peroleh.
“Setiap remaja diingatkan untuk terus menjaga dan membagikan terang kepada
sesama. Meski tidak mudah, karena ada “Sang Penganggu” yang selalu mempengaruhi
hati dan pikiran kita untuk memadamkan terang dalam hati kita.”

1. Ajak remaja bergandengan tangan, lalu merefleksikan nyanyian :

Firman-Mu Pelita Bagi Kakiku, Terang Bagi Jalanku”

Firman-Mu p’lita bagi kakiku terang bagi jalanku


Firman-Mu p’lita bagi kakiku terang bagi jalanku
Waktu kubimbang dan hilang jalanku tetaplah Kau di sisiku
Dan takkan ku takut asal Kau di dekatku besertaku selamanya…
Firman-Mu p’lita bagi kakiku terang bagi jalanku

2. Akhiri dengan doa bersama.

KURIKULUM REMAJA 5 JANUARI 2019


Minggu, Pengantar

13
Januaei 2019
Minggu ini diperingati gereja-gereja sebagai Minggu
Baptisan Yesus. Secara khusus, Gereja Timur
memperingatinya dengan lebih meriah dan antusias
dibandingkan perayaan Natal kelahiran Yesus.
Mengapa? Ini tidak bisa dilepaskan dari pemahaman
tentang permulaan “start” karya ilahi dalam diri Yesus.
Bagi Gereja Timur, di dalam peristiwa baptisan inilah
HORE AKU Yesus pertama kali menerima pengutusan ilahi. Bukan di
DITEBUS/DITERIMA peristiwa kelahiran-Nya melainkan di peristiwa baptisan.
Lukas 3:15-17, 21-22
Terlepas dari keberagaman penghayatan akan peristiwa
Tujuan:
Baptisan Yesus, umumnya para remaja telah menerima
Remaja memahami bahwa
pelayanan Sakramen Baptis Anak saat mereka masih
baptisan yang mereka
terima adalah tanda kecil. Kini di usia remaja, di satu sisi para remaja perlu
penerimaan dan penebusan. kembali diingatkan disegarkan tentang makna
Remaja bergembira karena Sakramen Baptis yang telah mereka terima waktu
ditebus dan diterima sebagai kanak-kanak. Di sisi lain, mereka pun perlu
anak Allah. dipersiapkan untuk memasuki masa pembelajaran iman
(Katekisasi) sebagai proses-perjalanan menjadi orang
Kristen yang dewasa.

Penjelasan Teks

Tradisi Yahudi mengenal upacara baptisan dengan nama “Mikhvah” atau “Tevilah”. Upacara
baptisan ini dilakukan dengan cara menyelamkan diri sendiri ke dalam air secara utuh dan
setelah keluar dari air diberkati oleh yang membaptiskan. Mereka yang harus menjalani
upacara baptisan adalah orang-orang non Yahudi yang ingin masuk menjadi orang Yahudi
(Lih. Kisah Naaman di 2 Raja-Raja 5:14).

Di luar tradisi Yahudi, ada “guru-guru spiritual” pada zaman itu yang juga menyelenggarakan
upacara baptisan untuk murid-muridnya. Salah satunya adalah Yohanes Pembaptis. Baptisan
Yohanes memiliki kekhasan mendasar yang tidak ditemukan dalam baptisan Yahudi. Yaitu
adanya pewartaan tentang sosok Mesias yang dinanti-nantikan, Ia yang akan membaptis
dengan Roh Kudus dan api, yang lebih berkuasa dari Yohanes Pembaptis, bahkan untuk
membuka tali kasut-Nya pun Yohanes Pembaptis merasa tidak layak.

Dalam peristiwa baptisan Yesus, pewartaan akan sosok Mesias yang dinanti-nantikan
nampaknya tergenapi. Penulis Injil Lukas mengisahkan dengan apik, langit terbuka, Roh

KURIKULUM REMAJA 6 JANUARI 2019


Kudus turun ke atas Yesus dalam rupa burung merpati. Dari langit terdengar suara,
“Engkaulah Anak-Ku yang Ku kasihi, kepada-Mulah Aku berkenan” (ayat 22).

Melalui peristiwa baptisan Yesus, penulis Injil Lukas hendak menyatakan bahwa Yesus
adalah sosok Mesias yang dinanti-nantikan oleh umat Yahudi. Terbukanya langit, turunnya
Roh Kudus dalam bentuk burung merpati dan gema suara dari langit menjadi bukti bahwa
Allah sungguh berkenan, mengutus dan memberkati Yesus menjalankan karya penyelamatan
atas dunia.

Aplikasi

1. Remaja diingatkan kembali tentang makna baptisan yang telah mereka terima sewaktu
masih kanak-kanak. Saat orang tua menyerahkan mereka di hadapan Tuhan melalui
Sakramen Baptisan, berarti mereka telah ditebus, dimeteraikan dan diterima menjadi
bagian dari anggota Kerajaan Allah. Oleh karena itu, para remaja diajak untuk bersyukur
dan bergembira atas peristiwa baptis yang telah mereka terima.

2. Remaja diingatkan kembali tentang persiapan memasuki masa pembelajaran iman


(katekisasi). Sebuah proses yang harus mereka lalui untuk menjadi orang Kristen yang
dewasa dalam iman, yang siap mengakui secara pribadi bahwa Yesus Kristus adalah
Tuhan dan Juruselamatnya. Tidak hanya mengakui, tetapi juga terus memegang dan
mempertahankan iman sampai akhir hidup, sembari terus berpengharapan akan
anugerah keselamatan yang sempurna.

Langkah Penyampaian

1. Bertanyalah kepada remaja tentang Sakramen Baptisan Anak yang telah mereka terima.
Apakah mereka masih ingat atau suatu saat pernah mendengar cerita tentang peristiwa
tersebut dari orang tua mereka. Mintalah perwakilan remaja untuk berbagi kisah.
2. Bertanyalah kepada remaja tentang makna Baptisan menurut mereka. Sampaikan bahwa
yang diutamakan bukan soal menjawab dengan benar atau salah melainkan tentang
keberanian, kejujuran dan keterbukaan mereka dalam menyampaikan pendapat.
3. Sampaikan bagian Penjelasan Teks. Tekankan bahwa Yesus pun menerima baptisan,
sebagai tanda (meterai) bahwa Allah berkenan memberkati Yesus untuk menjalankan
tugas pengutusan ilahi di tengah dunia. Di bagian akhir sampaikan pula bahwa kita yang
sudah menerima baptisan sewaktu kanak-kanak telah ditebus, dimeteraikan dan menjadi
bagian dari anggota Kerajaan Allah.
4. Secara lengkap, jelaskan tentang makna Sakramen Baptis merujuk pada PPA GKJ. Bahwa
Sakramen Baptis merupakan alat pelayanan dengan air sebagai unsur dasarnya yang
melambangkan:

KURIKULUM REMAJA 7 JANUARI 2019


- Pembasuhan manusia dari dosanya oleh darah Kristus
- Pengampunan dosa
- Pembenaran atas manusia oleh Allah
- Kelahiran baru
5. Bila ada fasilitas proyektor, tampilkan foto-foto atau video Sakramen Baptis Anak yang
pernah dilayankan di gereja masing-masing. Berikan penjelasan singkat tentang prosesi
tersebut. Bila diperlukan coba praktekkan!
6. Ingatkan remaja bahwa beberapa tahun ke depan mereka akan memasuki masa
pembelajaran iman (katekisasi persiapan SIDI- Pengakuan Percaya). Masa belajar,
berproses, dibentuk menjadi orang Kristen yang dewasa dalam iman. Bagian ini dapat
disesuaikan dengan konteks gereja masing-masing.
7. Ajak remaja berdiri, bergandengan tangan, menyanyi “Ku Mau Cinta Yesus”
Ku mau cinta Yesus selamanya

Ku mau cinta Yesus selamanya


Meskipun badai silih berganti dalam hidupku
Ku tetap cinta Yesus selamanya

Ya Abba Bapa ini aku anak-Mu


Layakanlah seluruh hidupku
Ya Abba Bapa ini aku anak-Mu
Pakailah sesuai dengan rencana-Mu

8. Ajak remaja untuk masuk dalam doa dan berkomitmen untuk terus mensyukuri baptisan
yang telah diterima serta mempertahankan iman kepada Kristus sampai kapan pun.

KURIKULUM REMAJA 8 JANUARI 2019


Minggu, Pengantar

20
Januari 2019
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia kata “mujizat”
memiliki arti kejadian (peristiwa) ajaib yang sukar
dijangkau oleh kemampuan akal manusia. Mujizat
sendiri hendak mengingatkan dua hal, pertama bahwa
sejatinya manusia terbatas, kedua bahwa ada kekuatan
di luar manusia yang tidak terbatas.

MUJIZAT ITU Alkitab menuturkan banyak peristiwa mujizat baik


NYATA dalam konteks Perjanjian Lama di zaman para Imam,
Yohanes 2:1-11 Raja dan Nabi, maupun Perjanjian Baru, di zaman Tuhan
Yesus dan para Rasul. Yesus merupakan salah satu tokoh
Tujuan:
yang banyak membuat mujizat dalam karya
Remaja percaya dan yakin
pelayanannya di tengah dunia.
bahwa mujizat Tuhan nyata
dalam hidup orang yang
percaya. Dalam konteks kehidupan sekarang ini, mujizat pun
masih terus terjadi. Baik dialami secara personal-
pribadi, maupun komunal komunitas. Baik disadari dan
diakui atau pun tidak disadari dan tidak diakui. Hal ini membuktikan bahwa mujizat terjadi
dulu, sekarang dan masa mendatang. Semakin menegaskan bahwa manusia terbatas dan
Allah tidak terbatas. Tugas manusia adalah percaya dan meyakini bahwa Allah yang
menciptakan seisi dunia ini terus melakukan perbuatan ajaib untuk memelihara
keberlangsungan hidup ciptaan-Nya.

Penjelasan Teks

Peristiwa mujizat di Kana disebut sebagai karya ajaib yang dilakukan Yesus untuk pertama
kalinya. Dalam peristiwa itu, awalnya Yesus hadir bersama dengan murid-muridNya
memenuhi undangan sebuah pesta perkawinan. Turut hadir pula sang ibu, yang
kemungkinan besar tidak hanya hadir, melainkan mendapatkan tugas khusus untuk
membantu kelancaran pesta perkawinan tersebut.

Buktinya saat sang ibu Yesus mengetahui persediaan anggur kurang, ia cepat-cepat berkata
kepada Yesus: “Mereka kehabisan anggur” (ayat 3). Sikap ibu Yesus menarik untuk
direnungkan bersama. Mengapa saat persediaan anggur kurang ia mencari Yesus, bukan
yang lain? Karena ia percaya bahwa Yesus puteranya itu sanggup memberikan jalan keluar.
Makin jelas, ketika Yesus mengatakan “waktuku belum tiba”, sang ibu tidak putus harapan,
ia tetap percaya bahwa Yesus pasti mau dan mampu memberikan jalan keluar terbaik.

KURIKULUM REMAJA 9 JANUARI 2019


Karena itu ia berpesan kepada pelayan-pelayan, “Apa yang dikatakan padamu, buatlah itu”
(ayat 5).

Mujizat benar-benar terjadi, Yesus memerintahkan pelayan-pelayan untuk mengisi


tempayan-tempayan dengan air. Dan mereka pun melakukan perintahNya. Setelah itu
mereka mencedok dan membawanya kepada pemimpin pesta. Saat mencicipi air itu, sang
pemimpin pesta merasa heran karena ia merasakan anggur yang sangat nikmat bahkan ia
memanggil mempelai laki-laki dan berkata: “Setiap orang menghidangkan anggur yang baik
dahulu dan sesudah orang puas minum, barulah yang kurang baik, akan tetapi engkau
menyimpan anggur yang baik sampai sekarang” (ayat 10). Yesus sungguh melakukan
mujizat, mengubah air menjadi anggur, tepat pada waktunya dan anggur yang dibuat Yesus
jauh lebih nikmat dari anggur-anggur lainnya.

Aplikasi

1. Remaja diingatkan bahwa Tuhan Yesus sanggup melakukan mujizatnya dulu, sekarang
dan masa mendatang.
2. Remaja diingatkan bahwa mujizat Tuhan Yesus terjadi tepat pada waktunya dan selalu
lebih baik dari apa yang direncanakan manusia.
3. Remaja diajak untuk lebih peka melihat, merasakan dan mensyukuri mujizat-mujizat
Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.

Langkah Penyampaian

1. Bertanyalah kepada remaja, “Menurut teman-teman apa yang dimaksud “mujizat”?


Berikanlah waktu agar beberapa di antara mereka menjawab! Selanjutnya jelaskan
makna “mujizat” menurut KBBI.
2. Sampaikan penjelasan Teks. Tekankan pada sikap Maria yang tetap dan terus percaya
bahwa Yesus mau dan mampu membuat mujizat di saat yang tepat.
3. Sampaikan bagian aplikasi:
- Dorong remaja untuk meyakini bahwa mujizat Tuhan Yesus tidak hanya bisa terjadi
dulu tetapi juga sekarang.
- Dorong remaja untuk bisa melihat dan merasakan mujizat Tuhan Yesus dalam
peristiwa hidup sehari-hari. Ingatkan mereka bahwa mujizat itu tidak selalu hal-hal
yang ajaib dan luar biasa, melainkan hal-hal kecil, namun sangat berharga dalam
hidup yang kadang kala tidak kita sadari. Berikan contoh konkrit, misalnya bisa
bernafas, bisa “kentut”, dsbnya.
4. Bagilah remaja ke dalam beberapa kelompok kecil, terdiri atas 4-5 orang. Mintalah
mereka untuk bercerita/ sharing tentang pengalaman merasakan mujizat dari Tuhan.

KURIKULUM REMAJA 10 JANUARI 2019


5. Setelah sharing di kelompok kecil, tunjuklah 2-3 orang untuk berkisah di kelompok besar.
6. Ajaklah remaja berdiri, bergandengan tangan dan menyanyi “Mujizat Itu Nyata”
“Mujizat Itu Nyata”

Tak terbatas kuasa-Mu Tuhan, semua dapat Kau lakukan


Apa yang kelihatan mustahil bagiku, itu sangat mungkin bagi-Mu
Di saatku tak berdaya, kuasa-Mu yang sempurna
Ketika kupercaya mujizat itu nyata
Bukan kar’na kekuatan namun Roh-Mu ya Tuhan
Ketika kuberdoa mujizat itu nyata

7. Akhiri dengan doa

KURIKULUM REMAJA 11 JANUARI 2019


Minggu, Pengantar

27
Januari 2019
Tidak dapat dipungkiri bahwa terbentuknya sebuah
komunitas karena ada “sesuatu” yang mempersatukan
tiap-tiap anggota. Misalnya, dipersatukan karena hobi,
cara pandang, usia, jenis kelamin, dsbnya. Namun tidak
dapat dipungkiri pula bahwa “konflik” yang berujung
pada perpecahan dalam sebuah komunitas seringkali
berawal dari adanya perbedaan masing-masing anggota.
KAU DAN AKU Perbedaan yang tidak dapat dikelola dengan baik, ketika
SATU tiap-tiap anggota memaksakan kehendaknya sendiri
1 Korintus 12:12-31a kepada anggota yang lain.

Tujuan:
Dalam kehidupan bergereja, remaja dipersatukan dalam
Remaja mau berjuang untuk
sebuah komunitas yang terbentuk berdasarkan
bersatu dan saling
mendukung sebagai tubuh keputusan majelis gereja dengan mempertimbangkan
Kristus. kategori usia. Harapannya dengan usia yang seragam
lebih memudahkan majelis gereja dalam memberikan
pendampingan dan pemeliharaan iman.

Dalam prakteknya, kesamaan usia sebagai komunitas remaja tidak serta merta memudahkan
pendampingan dan pemeliharaan iman. Seperti halnya komunitas lain, sadar atau tidak para
remaja kerapkali membentuk “komunitas kecil” di dalam “komunitas besar”. Kecenderungan
ini nampak mulai dari hal-hal kecil, misalnya dalam memilih tempat duduk mereka hanya
mau duduk dengan teman tertentu. Saat diberi tugas untuk memimpin nyanyian mereka
memilih teman yang disukai. Ada pula dari mereka yang nampak menyendiri karena tidak
memiliki teman berbincang. Sementara ada lagi yang selalu disibukkan dengan gadget-nya
(Bahasa Indonesia: gawai).

Beranjak dari pengalaman inilah melalui tema pengajaran “Kau dan Aku Satu” diharapkan
para remaja dapat memahami dengan baik konsep Tubuh Kristus. Kita semua adalah satu
dan tiap-tiap anggota unik serta memiliki fungsi dan kegunaan masing-masing. Para remaja
diajak untuk tidak membeda-bedakan satu dengan yang lain, tidak juga sibuk dengan
kepentingan dan kesenangan diri sendiri. Justru mau saling memperhatikan dan menolong
satu dengan yang lain.

Penjelasan Teks

Rasul Paulus menyebut umat di Korintus sebagai “umat yang kaya dalam segala hal”, dalam
segala perkataan dan dalam segala macam pengetahuan (1 Kor 1:5). Bisa dikatakan mereka

KURIKULUM REMAJA 12 JANUARI 2019


memiliki sumber daya manusia yang hebat, didukung sumber daya finansial yang luar biasa
(Bdk. 2 Kor 8). Akan tetapi kekayaan yang ada itu tidak serta membuat umat di Korintus
dapat bersatu, sehati sepikir di dalam membangun dan memelihara komunitas. Sebaliknya
mereka justru disibukkan dengan segala macam perselisihan yang berujung pada
perpecahan di tengah umat. Berkali-kali Rasul Paulus menuliskan topik tentang perselisihan
dan perpecahan di dalam suratnya (1 Kor 1:10-17; 1 Kor 3:1-9) dan berkali-kali pula ia
menuliskan nasehat-nasehat untuk mengatasi perpecahan tersebut.

Salah satu nasehat Rasul Paulus kepada umat di Korintus untuk mengatasi perselisihan yang
berujung pada perpecahan yaitu dengan berbicara tentang konsep tubuh Kristus. Seperti
tubuh yang adalah satu namun terdiri atas banyak anggota. Umat di Korintus juga terdiri atas
berbagai macam orang dengan latar belakang kehidupan yang berbeda-beda. Ada orang
Yahudi, orang Yunani, ada budak dan ada orang merdeka. Ketika mereka sudah dibaptis,
mereka selayaknya sadar telah menjadi satu di dalam tubuh Kristus.

Tiap-tiap anggota memiliki tempat, fungsi dan kegunaan masing-masing di dalam tubuh.
Seperti halnya mata untuk melihat dan telinga untuk mendengar. Ketika ada anggota-anggota
tubuh yang lemah, anggota-anggota tubuh lainnya mesti menopangnya. Bahkan kepada
anggota-anggota tubuh yang tidak mulia diberikan penghormatan khusus. Semangat
“sepenanggungan” juga ditekankan oleh Rasul Paulus, “… jika satu anggota menderita, semua
anggota turut menderita; jika satu anggota dihormati, semua anggota turut bersukacita”
(ayat 26).

William Barclay memberi catatan menarik tentang konsep Tubuh Kristus, pertama kita
semua harus menyadari bahwa di dalam komunitas iman kita saling membutuhkan satu
dengan yang lain. Jangan merasa paling dibutuhkan! Kedua, kita harus saling menghargai satu
dengan yang lain. Jangan saling merendahkan! Ketiga, kita harus bersimpati satu dengan
yang lain. Jangan “cuek” atau “masa bodoh”!

Aplikasi

Melalui konsep Tubuh Kristus, remaja diajak untuk menyadari bahwa meskipun mereka
berbeda-beda namun mereka adalah satu di dalam Kristus. Oleh karena itu mereka diajak
untuk tidak lagi membeda-bedakan, saling peduli dan menghargai.

Langkah Penyampaian

1. Bertanyalah kepada beberapa remaja (perwakilan laki-laki dan perempuan) tentang


alasan pemilihan posisi tempat duduk. “Mengapa memilih tempat duduk ini?”
Dengarkanlah jawaban mereka! Setelah itu, bertanyalah kembali, “Maukah saudara/i
bertukar tempat duduk?” Dengarkanlah jawaban mereka! Apapun jawaban mereka, mau

KURIKULUM REMAJA 13 JANUARI 2019


atau pun tidak, acaklah tempat duduk mereka. Tempat duduk remaja laki-laki dan
perempuan diselang-seling. Diharapkan dengan perubahan posisi tempat duduk
tersebut, para remaja dapat belajar berkomunikasi dan berelasi dengan semua anggota
remaja.
2. Mulai dengan berdoa
3. Baca teks Alkitab : 1 Korintus 12:12-31a
Mengingat teks yang menjadi bacaan cukup panjang, ajaklah remaja untuk membaca
secara bergantian, tiap orang membaca 1 ayat.
4. Sampaikan tema, jelaskan isi teks Alkitab secara singkat dan sederhana, akhiri dengan
penjelasan bagian aplikasi
5. Sampaikan tujuan anda mengubah posisi tempat duduk. Sampaikan contoh-contoh
sederhana (lihat bagian pengantar- sesuaikan juga dengan konteks remaja di gereja
masing-masing) yang menunjukkan bahwa remaja seringkali “sibuk” dengan teman yang
dianggap cocok saja sampai lupa bahwa ada teman lain yang harus diperhatikan.
6. Bagi remaja dalam beberapa kelompok kecil, tiap kelompok terdiri atas 4-5 orang.
Tugasnya adalah mensharingkan apa yang dirasakan terhadap komunitas remaja di
gerejanya. Apakah sudah ada kesatuan, kebersamaan dan kepeduliaan satu dengan yang
lain? Jika sudah contohnya apa? Jika belum, contohnya apa? Apa yang harus dilakukan
agar kesatuan, kebersamaan dan kepeduliaan itu terwujud dalam komunitas remaja di
gereja mereka?
7. Minta perwakilan masing-masing kelompok untuk membacakan hasil sharing mereka
8. Beri kesimpulan singkat tentang keseluruhan pengajaran
9. Undang remaja berdiri, bergandeng tangan dan menyanyikan “Jadikan Kami Satu”
“Jadikan Kami Satu”

Kami rendahkan diri di hadapanMu


Membawa hancur hati saat berseru
Agar kami saling melengkapi tubuh-Mu
Seperti Kau dan Yesus adalah satu

Jadikan kami satu s’perti kerinduan-Mu


Agar dunia tahu bukti nyata dari kasih-Mu
Sebelum kami pergi mem’beritakan kasih-Mu
Mulailah dari kami lebih dulu
Jadikan kami satu

10. Masih dengan bergandengan tangan, tutup dalam doa bersama

KURIKULUM REMAJA 14 JANUARI 2019


Februari 2019

Menerima
Untuk Berbagi

KURIKULUM REMAJA 17 Februari 2019


DAFTAR ISI

Tema Februari 2019 ........................................................................................................................................ 17


MENERIMA UNTUK BERBAGI

3 Februari 2019 ................................................................................................................................................. 19


MENGEJAR KASIH

10 Februari 2019 .............................................................................................................................................. 22


SIAP DIPANGGIL BERKARYA

17 Februari 2019 .............................................................................................................................................. 26


PILIHAN HIDUP

24 Februari 2019 .............................................................................................................................................. 30


MENGASIHI DENGAN TULUS

KURIKULUM REMAJA 18 Februari 2019


Minggu, Pengantar

3 Bulan Februari identik dengan bulan cinta kasih. Bulan


dimana orang merayakan hari Valentine. Bersimbol
hati dengan warna merah muda, bunga warna-warni
juga coklat sebagai ungkapan kasih itu. Namun sayang
sekali, yang seringkali terjadi adalah kasih sayang yang
Februari 2019 indah itu hanyalah di hari Valentine saja. Hari
selanjutnya? Ya menjadi hari yang biasa saja. Tiada
ungkapan kasih sayang dan perhatian yang nyata. Yang
Mengejar Kasih ada adalah persaingan dan saling menonjolkan diri satu
sama lain. Egois dan tidak pernah mau mengalah.
1 Korintus 13:1-13

Tujuan: Melalui perenungan sabda Tuhan hari ini. Remaja


Remaja berjuang untuk diajak untuk berjuang tidak hanya mau merasakan
merasakan dan membagikan kasih diwaktu-waktu tertentu namun mau membagikan
kasih dalam hidupnya. kasih setiap waktu.

Penjelasan Teks

Surat 1 Korintus 13 ini sering disebut dengan pasal kasih dimana bisa dibagi dalam 3
bagian:

a. Ayat 1-3 bicara tentang Pentingnya Kasih


Rasul Paulus memberikan nasehat kepada Jemaat Korintus tentang kehidupan dalam
kasih. Hal ini dilatar-belakangi kekeliruan jemaat Korintus dalam memaknai hidup
Kristen. Mereka pada saat itu beranggapan bahwa tingkat kerohanian seseorang
ditandai dengan memiliki karunia bernubuat.
Kesombongan karena memiliki karunia itu dapat membahayakan dan menghancurkan
jemaat. Oleh karena itu, Rasul Paulus menjelaskan bahwa hanya hidup dalam kasih yang
menjadikan hidup berarti dan bermakna (ayat 1-3).
b. Ayat 4-7 bicara tentang Definisi Kasih
Rasul Paulus juga menjelaskan atau mendefinisikan wujud kasih pada ayat 4-7. Yaitu
sabar, murah hati, tidak cemburu, tidak memegahkan diri dan tidak sombong, tidak
melakukan yang tidak sopan, tidak mencari keuntungan diri sendiri, tidak pemarah,
tidak menyimpan kesalahan orang lain, tidak bersukacita karena ketidaadilan tetapi
bersukacita karena kebenaran, menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu,
mengharapkan segala sesuatu dan sabar menanggung segala sesuatu.

KURIKULUM REMAJA 19 Februari 2019


c. Ayat 8-13 bicara tentang Kelanggengan Kasih
Paulus menjelaskan bahwa karunia sehebat apapun, nubuat, dan bahasa roh akan
berakhir, tetapi kasih tidak berkesudahan (ayat 8).

Aplikasi

Dunia berkata love is getting. Alkitab ajarkan love is giving. Remaja mau ikut kasih yang
mana? Yang terus berharap mendapat pujian, ucapan cinta, dan wujud sayang? Atau mau
belajar kasih seperti yang Alkitab ajarkan? Ketika Tuhan sudah memberikan karunia
bermacam-macam bagi kita, maka hendaknya karunia itu didasari dengan kasih sehingga
saling melengkapi satu dengan yang lain. Karena bagi orang percaya, kasih haruslah
diwujudkan dalam tindakan nyata.

Jangan seperti jemaat Korintus yang sudah diberkati oleh Tuhan dengan karunia-karunia
yang luar biasa namun mereka tidak menggunakan semua karunia itu untuk kepentingan
bersama tetapi untuk kepentingan diri sendiri. Sehingga mereka kehilangan kasih. Tanpa
kasih, tidak ada gunanya karunia karena hanya akan jatuh pada kemegahan diri sendiri

Tugas kitalah sebagai orang-orang percaya adalah untuk menyatakan kasih yang lain
daripada yang lain kepada dunia yang membutuhkan. Seperti di dalam 1 Korintus 13:1-13
ini, Paulus menekankan kasih yang nyata dan bukan maya, yang wujudnya melalui:
a. Kasih dari dalam hati. Kasih yang sejati adalah kasih yang murni dari dalam hati dan
penuh ketulusan. Kasih memiliki motivasi yang murni atas apa pun yang kita lakukan.
b. Kasih dalam aksi. Kasih tanpa aksi atau bukti adalah omong kosong. Paulus menjelaskan
tentang kasih tidak dengan teori tetapi dengan aplikasi nyata kasih itu sendiri. Yohanes
pun menyatakan, “Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau
dengan lidah, tetapi dengan perbuatan” (1Yoh. 3:18). Kasih nyata bukan sekadar ucapan
atau kado semata, tetapi dengan bukti mau mengampuni dan mengasihi.
c. Ketiga, kasih tak pernah berhenti. Tiada yang dapat menghentikan kasih. Kasih selalu
ada dan kekal sifatnya karena kasih berasal dari Allah.

Dengan mempraktekkan ketiga hal itu maka kita tidak akan terpengaruh untuk mengasihi
hanya ketika waktu-waktu tertentu saja (saat valentine, saat senang, saat kaya, dst) namun
setiap saat dalam segala dinamika kehidupan kita. Roh Kudus akan memimpin kita dalam
berjuang untuk merasakan dan membagikan kasih dalam kehidupan kita.

KURIKULUM REMAJA 20 Februari 2019


Langkah Penyampaian

1. Meminta remaja untuk menyebutkan kasih dalam bentuk apa yang sudah diterima
selama ini.
2. Menjelaskan bahan.
3. Bagi dalam kelompok untuk beraktivitas.
4. Setelah aktivitas selesai, ditutup dengan doa.

Aktivitas

a. Bagikan kertas ke masing-masing anak


b. Bagi dalam kelompok (1 kelompok maksimal 5 orang).
c. Ulangi bagian bentuk-bentuk kasih seperti di ayat 4-7. Lalu ganti kata kasih dengan
nama masing-masing. Misalnya: Budi itu sabar, Budi itu murah hati, Budi tidak cemburu
dst.
d. Ajak remaja untuk jujur sudah berapa bentuk kasih yang selama ini bisa dipraktekkan?
e. Lalu ajak remaja untuk menuliskan hambatan apa ketika berjuang untuk mengasihi.
f. Dengan melingkar, minta masing-masing remaja untuk menuliskan bakat dari teman
disebelah kanannya.
g. Diskusikan bersama karunia/bakat apa yang sudah diberikan oleh Tuhan itu untuk bisa
saling melengkapi satu dengan yang lain supaya bisa bersama berjuang membagikan
kasih tanpa batas waktu.
h. Akhiri aktivitas dengan menonton video dari youtube dengan judul: Video Inspirasi Dan
Motivasi: menularkan kebaikan
(https://www.youtube.com/watch?v=pPxq2NNttWU)

KURIKULUM REMAJA 21 Februari 2019


Minggu, Pengantar

10
Februari 2019
Tuhan Yesus dalam karya pelayananNya tidak bekerja
sendiri. Ia melibatkan orang-orang dari berbagai latar
belakang untuk turut berkarya dalam memberitakan
injil Kerajaan Allah dimana keselamatan dan damai
sejahtera bisa dirasakan. Kesediaan untuk mendengar
panggilan menjadi langkah awal untuk melaksanakan
tugas perutusan itu.
SIAP DIPANGGIL
DAN BERKARYA Untuk itu kita akan belajar mendengar panggilan Tuhan
Lukas 5:1-11 agar kita bisa melakukan karya untuk Kerajaan Allah.

Tujuan:
Penjelasan Teks
Remaja siap diubah dan
diutus menjadi murid Tuhan
Di dalam cerita Injil Lukas 5:1-11 yang kita baca tadi
diceritakan bahwa suatu kali Yesus tengah berada di
pantai danau Genesaret. Danau ini panjang 21 km, lebar 12 km, dan dalamnya 48 m.
Terletak 210 m di bawah permukaan laut. lkannya banyak sakali sehingga usaha
penangkapan ikan menjadi mata pencarian di kalangan masyarakat.

Keempat murid Tuhan Yesus memiliki pengalaman profesional sebagai penjala ikan sebab
inilah pekerjaan utama mereka. Tuhan Yesus sangat menghargai pekerjaan sebagai penjala
ikan sehingga dengan cara yang unik maka Tuhan Yesus memanggil para murid menjadi
penjala manusia.

Saat itu Simon Petrus dan teman-temannya sedang membereskan jalanya. Mereka nelayan
profesional namun rupanya setelah semalaman menjala ikan tetapi tidak mendapatkan
hasil. Di tengah kesibukan mereka membereskan jala, datanglah Yesus menghampiri
mereka. Setelah terjadi dialog sejenak Yesus bersama Petrus, Yesus menyuruh untuk
bertolak ke tempat yang lebih dalam dan menebarkan jala. Hasilnya sungguh di luar
dugaan, mereka mendapat banyak ikan bahkan jala mereka nyaris koyak.

Ketaatan Simon kepada perintah Yesus untuk bertolak ke tempat yang lebih dalam
membutuhkan kerendahan hati yang luar biasa. Seorang nelayan diperintah oleh Yesus
yang kemungkinan besar adalah seorang tukang kayu (karena Yusuf, ayahNya adalah
seorang tukang kayu). Lagipula isi perintah itu berhubungan dengan dunia nelayan, bukan
dunia tukang kayu. Sebagai nelayan, Petrus merasa lebih tahu dunia nelayan daripada Yesus
yang adalah seorang tukang kayu. Tetapi tukang kayu yang ada di hadapan Petrus bukanlah
sembarang tukang kayu, Ia sekaligus adalah Anak Allah, Guru dan Tuhan yang telah

KURIKULUM REMAJA 22 Februari 2019


mengadakan berbagai mujizat kesembuhan, mengusir roh jahat, yang ajaranNya
mengandung kuasa.

Ketika Simon taat, ia mendapat pengalaman yang merubah seluruh perjalanan hidupnya.
Dari seseorang yang hanya mementingkan kepentingan dirinya sendiri guna mencari
untung hanya bagi dirinya sendiri, menjadi seseorang yang kini mau bekerjasama dengan
Tuhan bagi tugas, karya dan perutusan Tuhan. Orientasi hidupnya kini bukan lagi
keuntungan diri, melainkan Kerajaan Allah.

Menjadi penjala manusia, tentu bukan sebuah profesi yang dapat ditemui waktu itu.
Sebutan menjadi penjala manusia hanya ditujukan bagi para murid Tuhan Yesus yang
bersedia dan berkomitmen hidup bagi Tuhan dan Kerajaan Allah untuk membawa manusia
berdosa diselamatkan hidupnya dari kebinasaan kekal. Tuhan Yesus memberikan
gambaran mudah untuk dapat dipahami Petrus, Andreas, Yakobus, dan Yohanes.

Apa yang dikatakan Tuhan Yesus kepada para murid untuk mengikutiNya dan dijadikan
penjala manusia ditanggapi dengan gembira dan kesungguhan hati. Mereka merespon
panggilan Tuhan Yesus dengan segera. Mereka menghargai perkataan Tuhan Yesus dan
sagera mengambil sikap dan tindakan tepat untuk terlibat dalam karya pelayanan bagi
kemuliaan Allah.

Aplikasi

Sungguh indah panggilan Tuhan Yesus kepada Petrus, Andreas, Yakobus dan Yohanes.
Tuhan Yesus mengajak mereka untuk terlibat dalam pekerjaan mulia, kudus dan
memberkati hidup banyak orang. Panggilan itu tentu harus ditanggapi dengan sungguh-
sungguh seperti para murid yang tidak sedang berpura-pura saat menanggapi panggilan
Tuhan Yesus. Mereka pasti tahu betul bahwa bekerja sebagai penjala ikan jauh lebih
menguntungkan ketimbang jadi penjala manusia. Mereka tahu bahwa pergumulan menjadi
penjala ikan jauh lebih sedikit daripada menjadi penjala manuaia. Mereka tahu bahwa
menjadi penjala ikan berarti hidup serba pasti daripada sebagai penjala manusia.

Toh, keputusan Petrus, Andreas, Yakobus, dan Yohanes sudah bulat. Mereka berkorban bagi
pelayanan untuk nama Tuhan Yesus. Mereka tinggalkan zona nyaman dan masuk dalam
kehidupan pelayanan yang penuh dengan tantangan dan ujian.

Lalu bagaimana karya kita mewartakan Kerajaan Allah? Apakah juga harus menjadi penjala
manusia? Tentu saja kita tidak hendak mengatakan bahwa orang yang orientasi hidupnya
Kerajaan Allah harus meninggalkan segala jenis pekerjaan yang tidak berhubungan dengan
gereja. Tetapi, maksudnya adalah karya yang kita lakukan bukan melulu berorientasi
pada profit(keuntungan) melainkan pada nilai-nilai yang lebih luhur seiring dengan nilai-

KURIKULUM REMAJA 23 Februari 2019


nilai Kerajaan Allah, yaitu keadilan, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus (Roma
14:17). Bagaimana kita memperjuangkan keadilan, damai sejahtera dan sukacita itu di
tengah-tengah kehidupan keluarga, sekolah, pelayanan, pergaulan dan masyarakat.

Frasa "akan menjala manusia" bisa diartikan "akan menjala hidup-hidup". Inilah yang
membedakan antara penjala ikan dan penjala manusia. Penjala ikan "mengantar" ikan yang
hidup menuju ke kematian. Sedangkan, penjala manusia "mengantar" mereka yang tadinya
sedang menuju kematian menjadi menuju kehidupan.

Setiap orang yang telah mengenal Kristus mustinya punya potensi untuk "menjala
manusia". Namun seringkali panggilan Tuhan dalam hidup kita dikesampingkan, diabaikan
dan ditolak dengan berbagai argumen rasional. Ada yang beragumen, 'belum waktunya',
'belum sekarang', 'hidup tidak layak', 'tidak mampu dan tidak mungkin melayani' dsb.

Seperti Yesus yang perlu menegaskan kepada Petrus, "Jangan takut!" (Luk.5:10). Dimana
perkataan itu adalah sebuah peneguhan, kabar baik. Petrus diyakinkan bahwa ia dapat
menjalankan misi itu dengan baik. Kini, kita pun juga diteguhkan untuk “Jangan takut”.
Dengarkan panggilan Tuhan dalam hidupmu. Apapun yang engkau lakukan kedepan,
lakukanlah untuk tugas “menjala manusia” merasakan kerajaan Allah.

Langkah Penyampaian

1. Aktivitas sebelum firman


2. Firman
3. Aktivitas setelah firman
4. Diakhiri komitmen bersama.

Aktivitas

1. Aktivitas sebelum firman berupa permainan (Games)


a. Alat:
- 2 raffia/tali untuk nanti dibentangkan sebagai tantangan yang harus dilewati
- kertas/batu untuk diletakkan dilantai sebagai ranjau yang tidak boleh diinjak.
- 4 penutup mata
b. Cara bermain:
- Bagi remaja menjadi 4 kelompok
- Pilih 4 remaja (1 remaja @kelompok) untuk memegangi talinya
- Masing-masing kelompok memilih 1 anggota untuk bertugas melalui hambatan.
Sementara yang lain berperan untuk mengarahkan agar 1 temannya itu tidak

KURIKULUM REMAJA 24 Februari 2019


menginjak ranjau dan bisa melewati tali yang dibentangkan (bisa melompat atau
melewati bawah tali)
- Tutup mata 4 remaja tersebut dan silakan teman satu kelompoknya
mengarahkan sampai finish.
c. Aturan main:
- Jika menginjak ranjau dan menyentuh tali maka harus mengulang dari awal
- Teman yang lain dalam 1 kelompok hanya boleh mengarahkan dengan 2 kata
yaitu nama diikuti perintah, missal: budi kanan, budi kiri, budi lompat, budi
menunduk, dst.
d. Setelah selesai permainan tanyakan apa maksud dari permainan ini.
e. Inti permainan:
- Harus mendengar panggilan nama dan ikuti perintah supaya bisa menyelesaikan
tugas.
- Tidak mendengar nama dan perintah/malah mengikuti panggilan nama dan
perintah dari regu lain akan berakibat tidak bisa menyelesaikan
permainan/tugas.
- Dalam hidup ini kita harus mendengarkan panggilan Tuhan untuk melakukan
tugas/karya.

2. Aktivitas sesudah firman.


a. Sesuai kelompok tadi dalam aktivitas sebelum firman, ajaklah untuk diskusi dan
mencatat hasil diskusi.
b. Diskusikan bagaimana caranya kita mendengar panggilan Tuhan?
c. Karya apa yang bisa dilakukan oleh masing-masing kita berkaitan panggilan Tuhan
itu?
d. Hambatan apa saat kita harus melakukan karya itu?
e. Setelah itu presentasi masing-masing kelompok.

KURIKULUM REMAJA 25 Februari 2019


Minggu, Pendahuluan

17
Februari 2019
Ada sebuah cerita dari Yunani yang mengisahkan
tentang seorang pemuda yang mendatangi seorang
bijak bernama Aristoteles. Ia hendak menguji hikmat
filsuf Yunani yang terkenal itu. Ia membawa anak
burung, menyembunyikan dibalik punggungnya
dengan kedua tangannya.

PILIHAN HIDUP Ketika berhadapan dengan Aristoteles, dia berkata:


Lukas 6:17-26 “menurut anda, apakah anak burung ini hidup atau
mati”? Anak muda ini berkikir, jika Aristoteles
Tujuan:
menjawab mati, maka ia akan melepas burung itu
Remaja dapat melihat
tetapi jika dia menjawab hidup, maka ia akan mencekik
bahwa dalam kehidupan
banyak pilihan. Remaja leher burung itu. Dengan rasa was-was si pemuda ini
mampu menentukan pilihan menunggu jawaban.
yang sesuai dengan
kehendak Tuhan yang akan Sambil tersenyum, Aristoteles menjawab, ”Anak muda,
membawa kebahagiaan. hidup mati burung itu ada dalam genggaman
tanganmu. Jika engkau memnghendaki hidup, maka
burung itu pasti akan hidup.Tetapi jika engkau
menghendaki mati, maka burung itu akan mati”. Dengan mendengar jawaban ini, si pemuda
tersebut mengangguk kagum dan mengakui kebijaksanaan yang dimiliki oleh Aristoteles.

Cerita ini mengandung pesan bahwa manusia hidup diperhadapkan kepada kebebasan
dalam memilih atau menentukan. Mulai dari ketika bangun pagi sampai kembali tidur kita
akan dihadapkan pada pilihan-pilihan. Ketika bangun pagi, berdoa dan bersaat teduh atau
langsung melakukan kegiatan lain adalah pilihan. Pada hari minggu, mau ke gereja atau
tidak adalah pilihan. Dalam kehidupan sehari-hari hidup dalam dosa atau hidup kudus
adalah pilihan. Hidup jujur atau menipu adalah pilihan. Memakan makanan sehat atau
mengikuti keinginan adalah pilihan. Tetap bersyukur atau selalu mengeluh adalah pilihan.
Menyerah atau tetap berjuang adalah pilihan. Tetap setia atau meninggalkan Tuhan Yesus
adalah pilihan.

Saking banyaknya pilihan terkadang kita lupa mempertimbangkan mana yang baik dan
tidak baik, mana yang seturut dengan kehendak Tuhan dan mana yang bukan. Sehingga
akibatnya kita asal-asalan dalam memilih bahkan pilihan selalu jatuh pada sesuatu yang
salah hanya karena pilihan itu terlihat mudah, enak dan menguntungkan.

KURIKULUM REMAJA 26 Februari 2019


Firman Tuhan hari ini akan membuat kita belajar bagaimana memilih yang baik dan benar
sesuai kehendak Tuhan. Untuk itu mari kita belajar.

Penjelasan Teks

Yesus datang untuk membawa kebahagiaan sejati kepada umat-Nya. Namun, kebahagiaan
macam apa yang Yesus berikan? Orang banyak yang melihat kehebatan Yesus dalam hal
menyembuhkan sakit penyakit, mengusir roh jahat, datang untuk mendapatkan
kebahagiaan hidup. Namun, Yesus menunjukkan kepada mereka hal yang lebih mendasar.

Lalu, sebenamya apa ya pesan yang terkandung daam Lukas 6:17-26 ini? Kalau kita cermati
ternyata ada sebanyak empat kali Yesus mengucapkan kata “berbahagialah” dan satu kali
kata “bersukacitalah”. Lalu Yesus menyerukan kata “celakalah" sebanyak 4 kali. Kita melihat
Yesus mengkontraskan antara miskin-kaya, lapar-kenyang, menangis-tertawa, dibenci-
dipuji. Sungguh sesuatu yang berbeda dengan pandangan dunia. Bagaimana bisa sebuah
tangisan bahkan penderitaan dikatakan sebagai kebahagiaan?

Makna "berbahagia" yang spesifik, yaitu yang tidak sama dengan apa yang dipikirkan oleh
dunia pada umumnya. Dalam hal ini "makarioi" yang diterjemahkan dengan
"berbahagialah" bukan berarti: "semoga bahagia". Tetapi makna kata "makarioi" lebih tepat
menunjuk kepada keadaan "kamu kini adalah bahagia". Orang-orang yang disebut "bahagia"
dalam makna khotbah Tuhan Yesus adalah karena mereka diberkati oleh Allah, sebab
mereka tidak mengandalkan kekuatannya sendiri, atau kekuatan dan kuasa orang lain,
namun mereka sungguh-sungguh mengandalkan Allah di dalam seluruh hidupnya.

Yesus mengajarkan bahwa kebahagiaan sejati bukan terletak pada kesehatan, kelepasan
dari tekanan mental, atau pun kelepasan dari berbagai kebutuhan hidup sehari-hari.
Kebahagiaan sejati adalah mengenal Allah dan kehendakNya, serta hidup di dalam ketaatan
melakukan kehendakNya. Itu bisa disimpulkan dari ayat 20-23. Kemiskinan, kelaparan,
dukacita karena dibenci dan ditolak, dan disalahmengerti, bahkan sampai kematian sekali
pun tidak dapat menghilangkan sukacita kita karena mengetahui bahwa kita dikasihi
Tuhan.

Sebaliknya, seseorang boleh saja memiliki kekayaan, perut yang kenyang dan bisa tertawa
puas karena puji-pujian palsu. Semua itu tidak akan menjadikannya berbahagia.
Sesungguhnya, Tuhan mengatakan bahwa mereka adalah orang-orang nestapa, karena
mereka tidak akan bisa menikmati kekayaannya, mereka akan kelaparan, berduka dan
menangis dan mendapatkan pujian hampa yang tidak memberi mereka apa-apa.

Kebahagiaan yang sejati adalah ketika seseorang dapat menikmati hidup yang Tuhan
berikan saat ini dengan terus memperjuangkan untuk hidup yang kelak jauh lebih baik.

KURIKULUM REMAJA 27 Februari 2019


Kebahagiaan itu terjadi bukan karena hidup sekarang sudah tidak ada penderitaannya lagi,
tetapi karena kesadaran akan kehadiran Tuhan dalam hidup sekarang ini.

Aplikasi

Setiap orang berkehendak supaya hidupnya bahagia. Kebutuhan untuk hidup bahagia ini
begitu tinggi dalam totalitas hidup manusia. Bahkan menurut Abraham Maslow terkait
dengan salah satu kebutuhan manusia, mengatakan bahwa hidup bahagia merupakan hal
mendasar dari kebtuhan manusia.

Salah satu faktor supaya kita memiliki hidup yang bahagia ialah pilihan yang kita ambil
dalam hidup ini. Pilihan yang kita ambil dan putuskan akan menentukan apakah hidup kita
bahagia atau tidak. Jadi, pilihan hidup menjadi salah satu kunci kebahagiaan hidup kita.

Ada pepatah mengatakan “Jika kita memilih untuk lunak kepada diri kita, maka kehidupan
akan keras kepada kita, tapi jika kita memilih keras pada diri kita, maka kehidupan akan
lunak pada kita” yang artinya sama dengan, berakit rakit ke hulu, berenang-renah ketepian,
bersakit-sakit dahulu bersenang, senang kemudian. Lalu bagaimana menjatuhkan pilihan
agar menjadi orang yang “berbahagia”?

1. Pilihan Untuk Memilih KehendakNya


Untuk apa mengikuti kehendakNya? Karena menurut Barclay, Kristus sendirilah yang
dapat memberikan tujuan hidup yang sejati kepada kita untuk melawan tujuan-tujuan
yang bertentangan dengan hal itu, yang datang dari dalam dan luar diri kita.
2. Berdoalah sebelum mengambil keputusan untuk memilih.
Di satu sisi rupanya diperlukan tekad kuat untuk memahami dan mengikuti kehendak
Tuhan tetapi di sisi lain diperlukan kuasa Tuhan untuk mempertemukan
ketidakberdayaan serta ketidakmengertian kita, dengan Dia Sang Pemberi. Untuk itu
perlu doa agar kuasa Tuhan bisa kita rasakan.
3. Pilihlah untuk hidup menjadi berkat bagi sesama
Kita bahagia bukan kepada seberapa banyak orang mengenal kita, tetapi seberapa
banyak orang yang bahagia karena kita. Tuhan menciptakan kita untuk menjadi berkat
bagi orang lain dan bahkan memberkati bangsa-bangsa. Pilihlah pilihan-pilihan
kehidupan yang bukan saja membuat kita bahagia, tetapi juga supaya dapat
membahagiakan orang lain dan memberkati mereka melalui hidup kita. Di sinilah hidup
ego kita siap menjadi lawan kita. Namun, ketika kita sadar dan membuat keputusan
untuk memilih hidup menjadi berkat bagi sesama, maka pada saat itulah ego kita
dikalahkan. Pada akhirnya lingkup pengaruh kita menjadi berkat semakin diperluas
oleh Tuhan.

KURIKULUM REMAJA 28 Februari 2019


Langkah Penyampaian

1. Penyampaian Firman
2. Aktivitas

Aktivitas

1. Bagi dalam 2 kelompok


2. Ajak remaja untuk menyanyikan pujian dari KJ 392:1-3 “Ku Berbahagia”
3. Ajak mereka untuk mencari tahu dan berdiskusi tentang lagu ini lalu ceritakan kisah
dibalik lagu ini (jika remaja membawa gadget bisa dimanfaatkan untuk hal positif yaitu
mencari lewat google atau youtube tentang kisah dibalik lagu ini).
4. Kisahnya secara ringkas adalah:
Seorang bayi perempuan lahir di desa Brewster, daerah bagian utara kota New York.
Hari itu tepat tanggal 24 Maret 1820. Saat usianya baru 6 minggu, dia mengalami
demam. Namun karena salah penanganan dokter, kedua matanya menjadi buta. Di
tahun itu juga, ayahnya, meninggal dunia hingga bayi kecil itu hanya diasuh ibu dan
neneknya. Saat usianya 5 tahun,melalui pemeriksaan dokter diketahui matanya tidak
bisa dioperasi dan kebutaannya bersifat permanen. Sejak itu gadis kecil itu menjalani
hidupnya dalam kegelapan.
Namun kekurangannya dalam penglihatan ternyata diimbangi dengan kepekaannya
menulis puisi dan lirik lagu. Sepanjang hidupnya dia telah melahirkan hampir 8000 lagu
dan 3 buku kumpulan puisi. Dia menulis lagu-lagu pop, lagu bertema patriotik dan lagu
pujian (hymne). Gadis kecil itu bernama Fanny Crosby, lengkapnya Frances Jane Crosby.
Selama hidupnya, Fanny Crosby merupakan figure yang dikenal di seluruh Amerika. Dia
dijuluki “Ratu Penulis Lagu Gospel”. Beberapa lagu pujian karyanya yang terkenal
antara lain : Blessed Assurance (KJ No. 392 Kuberbahagia), Pass Me Not, O Gentle Savior
(KJ No. 26 :Mampirlah Dengar Doaku), All The Way My Savior Leads Me (KJ 408 Di
Jalanku Ku Diiring), I Must Have The Savior With Me (KJ 402 Kuperlukan Juru’Slamat),
Safe in The Arms of Jesus (KJ No. 388 S’lamat Di Tangan Yesus). Jesus, Keep Me Near The
Cross (KJ 368 Pada Kaki Salimu), dll. Bahkan setelah Fanny meninggalpun, 3000 gereja
di seluruh Amerika Serikat memperingati 105 tahun Fanny Crosby pada tahun 1925.
5. Dari kisah Fanny J. Crosby apa yang bisa diteladani berkaitan dengan pilihan hidup?
Remaja diminta untuk mempresentasikannya (dalam situasi tertentu terkadang kita
hanya bisa berserah. Namun berserah juga adalah sebuah pilihan. Karena bisa saja kita
memilih untuk berontak, putus asa atau bahkan bunuh diri. Pasrah pada Tuhan dengan
memohon pimpinannya tentu Tuhan akan berikan kekuatan dan kebahagiaan pasti
mengikuti.)

KURIKULUM REMAJA 29 Februari 2019


Minggu, Pengantar

24
Februari 2019
Betapa bahagia dan indahnya apabila dalam hidup kita
hidup rukun, damai dan saling mengasihi. Saling
mengasihi sesama manusia merupakan salah satu dari
hukum yang terutama diajarkan Yesus. Jika kita bicara
tentang mengasihi sesama tentu saja mudah bila kita
mengasihi orang yang baik terhadap kita, orang yang
sayang kepada kita dan orang yang banyak membantu
MENGASIHI kita. Namun, sebagai anak-anak Allah kita harus
DENGAN TULUS menunjukkan kebaikan bukan hanya kepada orang
Lukas 6:27-36 yang berkelakuan baik, tetapi juga kepada orang yang
membenci kita, bahkan memberi berkat bagi yang
Tujuan: mengutuk.
Remaja berjuang untuk
dapat mengasihi dengan
Memang tidak mudah mengasihi dengan ketulusan hati
tulus.
apalagi pada orang yang membenci kita. Lalu
bagaimana caranya mengasihi orang yang jahat
terhadap kita ? Pada ayat ini tidak disebutkan bahwa
kasihilah orang yang baik saja, namun kasihilah sesama manusia apapun agamanya, apapun
sukunya, ras, budaya, baik ataupun tidak kelakuannya. Supaya kita dimampukan mengasihi
dengan tulus, maka kita akan belajar dari firman Tuhan hari ini.

Penjelasan Teks

“To love who love us”, bukanlah perkara yang sulit. Tidaklah sukar bagi kita untuk mengasihi
orang yang mengasihi kita. Tetapi “to love the unlove”, bukanlah perkara yang
mudah. Sungguh tidak mudah mengasihi org yang kita anggap tidak layak untuk dikasihi.
Kita sudah terbiasa menerapkan prinsip kasih yang bersyarat. Kita mengasihi orang
lain, jikalau dia mengasihi, menghargai, mengakui dan menerima diri kita. Dengan
demikian, secara tidak sadar kita mengembangkan sikap menolak, berantipati dan
membenci orang-orang yang tidak mengasihi diri kita. Terlebih lagi jika orang itu
membenci dan memusuhi kita.

Prinsip Tuhan berbeda dengan prinsip kita. Tuhan Yesus mengajarkan kasih yang tidak
bersyarat. Di Matius 5:43-44 dituliskan, “Kamu telah mendengar firman: kasihilah
sesamamu manusia dan bencilah musuhmu. Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah
musuhmu dan berdoalah untuk mereka yang menganiaya kamu”.

KURIKULUM REMAJA 30 Februari 2019


Mari kita cermati penggunaan kata “tetapi kamu” di awal ayat 35, dimana menandakan
sebuah perbedaan status. Perbedaan antara orang-orang berdosa (ayat 32-34) dengan kita
sebagai anak-anak Allah (ayat 35). Kita dituntut untuk menunjukkan kebaikan yang
berbeda dibandingkan mereka. Sebagai anak-anak Allah, kita wajib mencerminkan sifat
Bapa kita (bdk. ayat 36 “Hendaklah kamu murah hati sama seperti Bapamu adalah murah
hati”). Kalau status kita sebagai anak-anak Allah maka dalam hidup kita juga harus
mencerminkan status kita sebagai anak-anak Allah itu.

Masih dalam ayat yang sama (36), kata hendaklah, bukanlah sebuah permintaan, harapan
atau sebuah pilihan untuk ya atau tidak, tetapi sebuah perintah buat kita. Tuhan Yesus
memerintahkan kita dengan jelas supaya kita memiliki sifat tulus dengan murah hati. Kita
mungkin pernah mendengar peribahasa demikian “buah jatuh, tidak jauh dari pohonnya.”
apa maksudnya? Maksudnya bahwa sifat dan kebiasaan seorang anak pasti tidak jauh beda
dari orang tuanya. Kita juga demikian, sebagai anak Tuhan sifat dan gaya hidup kita
seharusnya tidak berbeda dari Bapa kita di sorga. Jika Bapa kita mengasihi dengan murah
hati, maka kitapun seharusnya memiliki sifat murah hati dalam mengasihi.

Kasih yang tak bersyarat adalah kasih yang mampu diarahkan dan dinyatakan secara tulus
dan konkrit kepada orang-orang yang sengaja memusuhi dan membenci kita. Itulah yang
Tuhan Yesus ajarkan pada kita. Dia mengajar kita untuk mengasihi orang yang memusuhi
kita dan berdoa untuk orang yang berbuat jahat kepada kita.

Tidak mudah melakukannya. Benar! Sebab kita harus berhadapan dgn “ego” kita sendiri.
Meskipun sulit, dengan pertolongan-Nya, marilah kita belajar untuk menerapkannya.

Aplikasi

Dalam KBBI kata "tulus” berarti sungguh dan bersih hati (benar-benar keluar dari hati yang
suci); jujur; tidak pura-pura; tidak serong; tulus hati; tulus ikhlas. Mengasihi dengan tulus
berarti mengasihi dengan sungguh-sungguh, tidak pura-pura, ikhlas tanpa menuntut
balasan. Dengan kasih tulus itu maka kita bisa bermurah hati.

Kita mengasihi karena Allah adalah kasih adanya, dan sudah sepantasnya kita sebagai Anak
Tuhan juga memiliki kasih terhadap sesama. Seperti bagaimana Allah mengasihi kita semua,
kita pula mengasihi Allah dan sesama manusia.

Yesus memberikan motivasi yang jelas, kita berbuat baik kepada orang lain karena kasih,
seperti Allah telah mengasihi kita. Dan kasih yang kita miliki adalah kasih dari Allah, kasih
yang berasal dari anugerah Allah. Tanpa Allah yang memampukan kita untuk mengasihi
maka kita tetap akan mengharapkan balasan.

KURIKULUM REMAJA 31 Februari 2019


Misalnya, ketika menyapa, sapalah dangan tulus, karena bisa jadi teman kita sedang
membutuhkan sapaan. Ketika membantu teman lain, bantulah tanpa mengharapkan dia
akan balas membantu. Ketika pelayanan, lakukanlah dengan kasih dan kelemahlembutan.
Jika kita mau membantu ibu atau ayah untuk keluarga kita, lakukanlah dengan segenap hati.
Ketika kita mau memberikan uang, berikanlah uang itu tanpa mengharap akan kembali,
seperti yang tertulis dalam Kolose 3:23 “Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah
dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.”

Jangan turunkan standar hidup kita untuk menjadi seperti orang lain, naikkanlah standar
hidup kita karena kita adalalah anak-anak Allah.

Langkah Penyampaian

1. Setelah membaca ayat Alkitab, pelayan menjelaskan tentang mengasihi. (Bisa dengan
membandingkan: lebih mudah mana mengasihi orang yang berbuat baik pada kita atau
mengasihi orang yang jahat pada kita?)
2. Pelayan remaja /pendamping menekankan status kita adalah anak-anak Allah. Di mana
status sebagai anak Allah harus berbeda dengan yang lain. Yang membedakannya
adalah kasih.
3. Sebelum masuk aktivitas bentuk kelompok masing-masing maksimal 5 orang.
4. Masuk ke aktivitas dan diskusi.
5. Ditutup dengan doa.

Aktivitas

Ada sebuah cerita tentang seorang menantu dan ibu mertuanya. Menantu ini sering
berlawanan dalam berbagai hal dengan ibu mertuanya. Mereka berdua memiliki
kepribadian yang berbeda.

Hal ini membuatnya selalu bertengkar dengan mertuanya. Hal yang membuat situasi
semakin sulit adalah bahwa tradisi yang dianut oleh suku mereka adalah menantu harus
tunduk kepada ibu mertua. Dan menantu ini sudah tidak tahan lagi. Sehingga ia berpikir
bahwa ia harus melakukan sesuatu untuk menyelesaikan masalah ini.

Si menantu pergi kepada seorang teman baik ayahnya yang adalah seorang penjual ramuan
tradisional. Kalau di sini bisa dikatakan penjual jamu. Ia kemudian menceritakan tentang
situasinya saat ini dan meminta sebuah ramuan racun agar dia bisa segera menyelesaikan
masalahnya dengan mertuanya.

KURIKULUM REMAJA 32 Februari 2019


Bapak penjual ramuan itu kemudian berkata: Oke nak, aku akan membantumu tetapi ada
syarat yang harus kamu lakukan. Kamu harus mendengar apa kata saya dan melakukan apa
yang saya katakana. Apakah kamu siap?

Menantu itu pun dengan tegas menjawab: Iya saya siap melakukan apapun. Kemudian tuan
penjual ramuan ini masuk ke dalam ruang penyimpanan ramuan dan kembali dengan
sebuah paket berisi ramuan.

Ia berkata kepada menantu itu: kamu tidak boleh menggunakan racun yang bekerja dengan
cepat, karena nanti orang akan curiga. Karena itu saya berikan ramuan racun yang bekerja
dengan lambat untuk ibu mertuamu. Kamu harus memasak makanan daging sapi dan
daging ayam yang enak lalu memasukkan sedikit ramuan ini kedalamnya. Untuk
menghilangkan kecurigaan kalau ia meninggal maka kamu harus hati-hati dalam
tindakanmu. Sehingga kamu harus baik terhadap ibu mertuamu, jangan bertengkar,
dengarkan keinginannya dan perlakukan ia seperti seorang ratu.

Dengan semangat sang menantu ini menjawab iya dan bergegas pamit untuk segera
melakukan apa yang dikatakan oleh tuan pembuat ramuan itu.

Hari berganti hari, minggu berganti minggu dan bulan berganti bulan, si menantu tetap
melakukan persis apa yang dikatakan oleh tuan pembuat ramuan. Ia mempersiapkan
makanan enak dan memperlakukan ibu mertuanya seperti ratu.

Namun setelah 6 bulan berlalu segalanya berubah. Ibu mertuanya menceritakan kepada
semua orang bahwa ia mempunyai menantu terbaik. Menantunya memperlakukan
mertuanya dengan hormat dan bahkan juga humor. Menantu dan mertua ini hidup
berdampingan dengan baik sekali.

Hingga pada suatu hari si menantu kembali kepada tuan penjual ramuan dan berkata: Tuan,
bisakah engkau memberikan anti-racun supaya ibu mertua saya tidak meninggal? Dia telah
berubah menjadi perempuan yang menyenangkan dan saya sudah mengasihinya seperti ibu
saya sendiri. Saya menyesal memberikan racun itu kepadanya dan saya tidak ingin dia
meninggal karena racun itu.

Tuan pembuat ramuan itupun tersenyum dan berkata: jangan kuatir. Aku tidak pernah
memberikan racun kepadamu. Yang aku berikan itu adalah ramuan untuk meningkatkan
stamina. Satu-satunya racun ada dalam jiwamu dan perlakuanmu terhadapnya, tapi itu
telah dihapus melalui kasih yang engkau berikan kepadanya.

KURIKULUM REMAJA 33 Februari 2019


Pertanyaan diskusi

1. Dari cerita ini, siapkah yang pertama kali berubah? Menantu atau mertua?
2. Mengapa ia berubah?
Kesimpulan:
Seperti cerita menantu dan mertuanya tadi. Bahwa satu-satunya racun itu ada dalam
hatinya. Kalau kita ingin mengubah orang lain maka yang pertama harus kita lakukan
adalah mengubah sikap kita. Hal ini sulit dilakukan tapi bukan berarti ini tidak
mungkin. Dengan tulus mengasihi maka kita bisa mengubah dunia. Sungguh alangkah
indahnya bila semua orang saling mengasihi dengan tulus.

KURIKULUM REMAJA 34 Februari 2019


Maret 2019

Bertahan
Di Tengah Cobaan

KURIKULUM REMAJA 35 MARET 2019


DAFTAR ISI

Tema Maret 2019 .............................................................................................................................................. 35


BERTAHAN DI TENGAH COBAAN

3 Maret 2019 ...................................................................................................................................................... 37


MEMANDANG KEMULIAAN TUHAN

10 Maret 2019 .................................................................................................................................................... 40


MENANG DALAM PENCOBAAN

17 Maret 2019 .................................................................................................................................................... 42


TERANCAM TETAPI TETAP SETIA

24 Maret 2019 .................................................................................................................................................... 44


CARILAH TUHAN DAN BERTOBATLAH

31 Maret 2019 .................................................................................................................................................... 47


HIDUP DALAM PENGAMPUNAN

KURIKULUM REMAJA 36 MARET 2019


Minggu, Pengantar

3
Maret 2019
Apa arti kata mulia? Menurut Kamus Besar Bahasa
Indonesia, kata “mulia” memiliki arti sebagai berikut:
1. tinggi (tentang kedudukan, pangkat, martabat),
tertinggi, terhormat: yang -- para duta besar negara
sahabat
2. luhur (budi dan sebagainya); baik budi (hati dan
sebagainya): sangat -- hatinya
MEMANDANG 3. bermutu tinggi; berharga (tentang logam, misalnya
KEMULIAAN emas, perak, dan sebagainya): logam –
TUHAN
Lukas 9:28-43a Dengan kata lain, mulia berarti terhormat, luhur, dan
berharga. Sesuatu yang dikatakan mulia bukanlah
Tujuan: tanpa sebab, akan tetapi memiliki latar belakang yang
Remaja mampu memandang
membuatnya dikatakan mulia. Batu mendapatkan
kemuliaan Tuhan dalam
julukan mulia ketika melalui proses sedimentasi
seluruh kesumpekkan/
pergumulan hidup. beratus-ratus tahun sehingga membuatnya berharga.
Remaja berani menghadapi Perbuatan manusia dikatakan mulia ketika nampak
kenyataan dan menemukan bahwa ia memiliki budi pekerti yang baik.
kemuliaan Tuhan dalam
hidupnya Demikian juga hal-hal lain yang ada kaitannya dengan
mulia. Manusia sendiri dikatakan sebagai ciptaan yang
mulia karena memiliki ciri-ciri yang tidak dimiliki
ciptaan lainnya. Oleh karena sisi yang mulia itu, manusia perlu mensyukuri berkat Tuhan
yang sudah ada dalam dirinya sejak ia dilahirkan. Sifat yang mulia itu tidak akan hilang
jikalau manusia tetap menghayati bahwa dirinya berharga dan memiliki tanggung jawab
moral terkait hal itu.

Remaja dalam kesehariannya berada dalam masa yang menentukan pencarian jati diri.
Pada masa inilah remaja perlu disadarkan bahwa dirinya adalah ciptaan yang mulia,
sehingga remaja perlu menjaga dirinya supaya sisi yang mulia itu tidak tercemar. Dalam
pergaulan sehari-hari, remaja tidak luput dari tantangan hidup. Tantangan itu terwujud
dalam pergaulan teman-teman sebaya, dalam mengidolakan seseorang, dan dalam hal-hal
yang khas dunia remaja.

Remaja Kristen harus dapat melihat kemuliaan yang ada pada dirinya sebagai citra
kemuliaan Allah yang agung, sehingga remaja berani mempertahankan kemuliaan itu
walaupun berada di tengah-tengah tantangan jaman yang keras.

KURIKULUM REMAJA 37 MARET 2019


Penjelasan Teks

Lukas 9:28-43a terdiri dari dua cerita pokok, yaitu tentang Transfigurasi dan penyembuhan
anak yang kerasukan roh jahat. Cerita tentang peristiwa transfigurasi mengingatkan kita
bahwa sumber kemuliaan itu hanyalah Kristus seorang. Dia yang menjelma menjadi
manusia, rela meninggalkan kemuliaan sorgawi untuk menyelamatkan manusia dari dosa.
Apakah dalam tubuh manusianya lantas kemuliaan Kristus menjadi hilang? Ternyata tidak.
Kemuliaan Kristus tetap terpancar sekalipun berada dalam tubuh yang hina. Bahkan
kemuliaan Kristus itu sampai membuat Petrus terpesona dan ingin terus-menerus
melihatnya dengan cara mendirikan tenda juga bagi Musa dan Elia. Namun Kristus hadir
bukan untuk menonjolkan kemuliaan terus-menerus, Ia memilih untuk kembali ke tengah-
tengah manusia dan berkarya di sana.

Cerita yang kedua mengisahkan tentang seorang ayah yang memohon kepada Yesus untuk
menyembuhkan anaknya yang kerasukan roh jahat. Ia sudah meminta tolong kepada
murid-murid akan tetapi tidak ada yang sanggup. Di sinilah letak kemuliaan Kristus yang
tidak bisa disangkal, yaitu bahwa kemuliaannya tetap dicari orang meskipun kemuliaan itu
berdiam dalam tubuh manusia yang hina. Kemuliaan yang terpancar dari Yesus mampu
membuat dunia berbondong-bondong datang kepadaNya.

Aplikasi

Remaja umumnya ingin memiliki banyak teman, sehingga mereka membuka ruang
pergaulan seluas-luasnya. Memiliki banyak teman bukan berarti lepas dari godaan hidup.
Ada komunitas yang membangun, tetapi ada juga komunitas yang bersifat merusak. Remaja
Kristen harus bisa memilah pergaulannya, karena remaja Kristen sadar bahwa di dalam
dirinya ada citra gambaran Allah yang mulia. Remaja Kristen tidak boleh merusak citra
yang mulia itu hanya karena kesenangan dunia yang sifatnya sementara.

Remaja Kristen bisa jadi mengalami ejekan atau bully karena mempertahankan hidupnya
yang saleh dan sesuai Firman Tuhan. Namun remaja Kristen tidak perlu takut, kemuliaan
Tuhan tetap akan terpancar sekalipun dirinya berada di tengah-tengah dunia yang fana.
Jangan sampai rasa minder karena kekurangan diri membuat citra Allah dalam dirimu
pudar!

Langkah Penyampaian

1. Sampaikan ilustrasi tentang uang. Ambillah selembar uang seratus ribu, dan tanyakan
apakah ada remaja yang mau diberi uang tersebut. Setelahnya, remas-remas uang itu
sampai kusut, dan tanyakan lagi apakah ada remaja yang masih mau uang tersebut.
Setelahnya, umpamakan bahwa uang itu akan diinjak oleh alas kaki yang kotor.

KURIKULUM REMAJA 38 MARET 2019


Tanyakan sekali lagi apakah remaja masih mau menerimanya. Umumnya, remaja masih
mau uang tersebut walaupun sudah dalam keadaan kotor. Itulah hakekat kemuliaan
Allah, akan tetap terpancar sekalipun “bungkus” nya kotor.
2. Ajak remaja membaca bagian kitab Suci dari Lukas 9:28-43a
3. Berikan keterangan singkat tentang teks kitab Suci tersebut
4. Ajaklah remaja bermain “anagram”
5. Ajak remaja untuk berdoa bersama supaya dirinya tetap memancarkan kemuliaan Allah
walaupun tantangan hidupnya berat.

Kegiatan

BERMAIN ANAGRAM/SCRABBLE
1. Buatlah kelompok, masing-masing terdiri dari 4-5 remaja
2. Tuliskan kata “KEMULIAAN” di papan tulis atau tempat yang mudah terlihat
3. Mintalah remaja mencari anagram dari kata tersebut, yang membentuk kata baru.
4. Misalkan kata yang bisa dibentuk: ALIM, IMAN, AMIN,NAMA, MULIA, MULAI, dll
5. Mintalah remaja memilah, mana kata-kata yang membangun dan mana kata-kata yang
kurang membangun.
6. Berikan apresiasi kepada kelompok yang berhasil mendapatkan kata anagram
terbanyak.

KURIKULUM REMAJA 39 MARET 2019


Minggu, Pengantar

10
Maret 2019
Pencobaan tidak mengenal usia. Dari usia kecil sampai
usia tua, manusia memiliki beragam pencobaan yang
hadir di dalam hidupnya. Sebagai orang Kristen, kita
diajarkan untuk tidak menyerah kepada percobaan
tersebut.

Dalam kehidupan remaja, pencobaan dapat datang dari


MENANG DALAM dunia sekitarnya. Dapat berupa hobby yang menyita
PENCOBAAN waktu, pergaulan yang tidak terkontrol, pengaruh
Lukas 4:1-13 teman-teman yang lebih dominan dari orang tua, dan
lain sebagainya. Remaja Kristen tidak luput dari hal-hal
Tujuan: yang dapat menjatuhkan imannya kepada Tuhan.
Remaja mampu
Namun, remaja Kristen perlu mengingat bahwa
mengalahkan pencobaan
pencobaan yang terjadi dalam hidupnya bukanlah
dengan mengandalkan
kekuasaan Tuhan pencobaan yang tidak dapat dilawan. Persoalannya
adalah apakah remaja Kristen dengan kesadaran penuh
mengakui kelemahan dirinya dan mengandalkan
kekuasaan Tuhan untuk menghadapi berbagai-bagai pencobaan di dalam hidupnya?

Penjelasan Teks

Teks Lukas 4:1-13 bercerita tentang pencobaan yang dialami Yesus di padang gurun.
Pencobaan ini terjadi ketika Yesus tengah berpuasa selama empat puluh hari lamanya, dan
Ia tidak makan apa-apa. Artinya, pada saat itu kondisi fisik Yesus sedang lemah-lemahnya.
Dalam kondisi fisik yang lemah itu justru pencobaan dari si jahat datang bertubi-tubi.

Yesus menerima sampai tiga kali pencobaan. Pencobaan pertama tentang mengubah batu
menjadi roti. Pencobaan ini menggambarkan tentang kebutuhan untuk bertahan hidup,
yaitu makanan. Orang bisa melakukan apa saja demi bertahan hidup, demi mendapatkan
makanan. Akan tetapi dalam pencobaan pertama ini Yesus menegaskan bahwa manusia
hidup bukan dari roti saja. Artinya, makanan memang perlu, akan tetapi jauh lebih perlu
untuk melihat apakah makanan itu menyokong hidup, ataukah hidup manusia hanya untuk
makan.

Pencobaan kedua memaparkan tentang bujukan untuk menyembah si jahat agar mendapatkan
segala kerajaan dunia. Pencobaan ini juga sering terjadi pada kehidupan manusia, yang
membuat mereka menyembah gemerlapnya kehidupan dunia akan tetapi lupa siapa
sebenarnya pemilik dunia itu. Sedangkan pencobaan yang ketiga adalah pencobaan tentang

KURIKULUM REMAJA 40 MARET 2019


pembuktian eksistensi diri. Yesus diminta terjun dari bait Allah, supaya nyata bahwa
malaikat-malaikat akan melayani Dia. Yesus tidak tergoda untuk membuktikan diri bahwa
diriNya adalah Anak Allah. Hal yang sama juga bisa terjadi pada manusia, ketika mereka
diminta membuktikan eksistensi dirinya dan malah jatuh dalam dosa kesombongan.
Manusia tidak perlu membuktikan eksistensi secara berlebihan atau lebay. Dunia dengan
sendirinya akan tahu siapa kita saat kita hidup seturut dengan kehendak Allah.

Aplikasi

Bagaimana cara remaja Kristen menghadapi pencobaan-pencobaan di dalam hidupnya?


Dengan cara mengakui diri bahwa dirinya lemah dan membutuhkan pertolongan Tuhan sendiri.
Manusia, termasuk remaja juga di dalamnya, memiliki keterbatasan. Keterbatasan itulah
yang membuat manusia lemah apabila menghadapi pencobaan-pencobaan di sekitarnya.

Akan tetapi, keterbatasan manusia tidak boleh menjadi alasan untuk sengaja menjatuhkan
diri dalam pencobaan. Bagaimanapun, pencobaan harus dilawan. Remaja harus menyadari
bahwa kekuatan untuk menghadapi pencobaan hanya ada di dalam Yesus. Ketika remaja
Kristen mengandalkan Yesus dalam menghadapi pencobaan, niscaya akan ada kekuatan
baru yang didapat remaja tersebut. Pertanyaannya, maukah remaja Kristen mengandalkan
Tuhan dalam menghadapi pencobaan hidupnya, dan bukannya mengedepankan
kekuatannya sendiri?

Langkah Penyampaian

1. Ajaklah remaja membaca Lukas 4:1-13


2. Berikan penjelasan sedikit tentang teks tersebut
3. Ajaklah remaja membuat pembatas alkitab yang berisi doa pribadi
4. Sebagai penutup, ajaklah remaja menyanyikan Kidung Jemaat 440 “Di Badai Topan
Dunia”

Kegiatan

MEMBUAT PEMBATAS ALKITAB


1. Sediakan kertas agak tebal (karton, misalnya) yang telah dipotong kecil-kecil seukuran
pembatas Alkitab
2. Mintalah remaja menuliskan doa pribadinya di kertas tersebut, yang isinya meminta
supaya dikuatkan dalam menghadapi pencobaan. Remaja boleh menghiasnya dengan
coretan sesuka hati agar kelihatan menarik.
3. Mintalah remaja menyimpan pembatas Alkitab itu baik-baik di Alkitabnya masing-
masing, sehingga mereka mudah melihat dan membacanya setiap kali membuka Alkitab.

KURIKULUM REMAJA 41 MARET 2019


Minggu, Pengantar

17Maret 2019
Pergaulan remaja rentan dengan peristiwa bullying.
Bullying sendiri diartikan sebagai tindakan
mengintimidasi dengan tujuan untuk melemahkan, baik
secara fisik, pikiran, maupun sosial. Korban bullying
biasanya adalah mereka yang dianggap kurang gaul dan
memiliki keterbatasan fisik. Bagi beberapa remaja yang
belum mengerti, peristiwa bullying terkesan biasa dan
TERANCAM TETAPI menjadi bumbu pergaulan. Akan tetapi, bagi mereka
TETAP SETIA yang menjadi korban bullying, peristiwa seperti ini bisa
Lukas 13:31-35 membekas menjadi trauma dan menjadikan mereka
minder dalam pergaulan.
Tujuan:
Remaja belajar untuk Menjadi remaja Kristen yang taat juga rentan terhadap
taat dan tetap setia ancaman bullying. Sikap taat di tengah-tengah usia
ditengah ancaman. pencarian jati diri bukanlah hal yang mudah. Remaja
Kristen akan menghadapi tantangan dari teman-
temannya sendiri. Bahkan tidak menutup kemungkinan
bahwa remaja Kristen akan mengalami bullying karena ketaatannya kepada Tuhan. Namun,
apakah hal itu lantas membuat remaja Kristen boleh mentolerir kehidupannya dan ikut-
ikutan menyembah dunia? Tentu tidak. Remaja Kristen harus belajar untuk hidup taat
sekalipun ada tantangan dan ancaman di kehidupannya. Remaja Kristen harus belajar
untuk tetap mengandalkan Tuhan dan hidup setia sekalipun ancaman datang setiap saat ke
kehidupannya.

Penjelasan Teks

Bacaan Lukas 13:31-35 menceritakan tentang orang-orang Farisi yang hendak “mengusir”
Yesus secara halus dengan mengatakan bahwa Herodes akan membunuh Dia. Namun apa
yang dikatakan Yesus? Ternyata Yesus malah menyuruh orang-orang Farisi tersebut untuk
kembali kepada Herodes dan menceritakan tentang pekerjaan kemanusiaanNya yang harus
terus berlanjut. Selanjutnya Yesus menganalogikan bahwa Ia sangat ingin merengkuh
Yerusalem seperti induk ayam kepada anak-anaknya. Namun apa daya, Yerusalem lebih
suka membunuh nabi-nabi yang diutus kepadanya. Dalam hal ini, Yesus mengingatkan kita
bahwa di tempat yang suci sekalipun, pemberitaan tentang Firman Allah sering
mendapatkan penolakan. Akan tetapi, pemberitaan tentang Injil harus tetap berjalan,
walaupun ada hal-hal yang merintangi pemberitaan itu.

KURIKULUM REMAJA 42 MARET 2019


Mengapa Yesus tidak takut dengan ancaman akan dibunuh oleh Herodes? Yang pertama,
Yesus tahu bahwa apa yang dilakukannya adalah benar, dan itu masuk dalam karya
keselamatan dari Allah yang sedang dikerjakanNya. Yang kedua, karena Yesus dalam
kemanusiaanNya tetap memiliki ketaatan penuh kepada Bapa yang mengutusnya. Ketaatan
itulah yang menjadikan sisi kelemahan manusiawi mendapat kekuatan ilahi. Pelajaran ini
yang hendak ditekankan kepada remaja, bahwa sekalipun mereka menerima ancaman dan
tekanan di dalam hidupnya, mereka masih bisa tetap setia dalam imannya.

Aplikasi

Remaja Kristen perlu belajar meneladan apa yang menjadikan Yesus tidak takut kepada
ancaman orang-orang Farisi. Yesus tahu apa yang dilakukanNya itu benar, sehingga Ia tidak
takut kepada kuasa duniawi yang hanya bisa membinasakan raga, tetapi bukan jiwa. Yesus
tetap taat pada kuasa yang mampu membinasakan jiwa, yaitu Allah sendiri. Dengan
demikian, remaja Kristen diajak untuk tetap memiliki ketaatan sekalipun ada banyak
tantangan dan ancaman dalam hidupnya.

Ancaman bisa datang dari mana saja dan kapan saja. Bahkan, pelaku kejahatan terhadap
anak di bawah umur bisa jadi adalah orang terdekatnya sendiri. Remaja Kristen perlu
dilatih untuk menjadi waspada dengan ancaman-ancaman yang ada di sekitarnya.
Ancaman-ancaman di dalam hidup bukan untuk dihindari terus menerus, akan tetapi
dihadapi dengan modal ketaatan penuh kepada Tuhan dan kesetiaan untuk terus
memberitakan karya keselamatan yang dari Allah.

Langkah Penyampaian

1. Ajaklah remaja membaca Lukas 13:31-35


2. Mintalah remaja bercerita tentang ancaman-ancaman yang sering mereka temui di
kehidupan sehari-hari; di sekolah, di rumah, di lingkungan bermain, dll
3. Mintalah remaja untuk menceritakan juga, bagaimana cara mereka menghadapi
tantangan itu. Kalau perlu, mintalah mereka mendemonstrasikannya di depan kelas.
4. Ajaklah remaja untuk saling mendoakan teman di sebelahnya supaya tetap taat dan
setia saat menerima ancaman.

Kegiatan

Khusus point 4: mintalah remaja mendoakan secara pribadi teman yang ada di sebelah
kanannya.

KURIKULUM REMAJA 43 MARET 2019


Minggu, Pengantar

24
Maret 2019
Pertobatan merupakan sikap hidup yang selalu
didengungkan oleh orang Kristen. Kita menyadari
bahwa setiap manusia memiliki dosa, oleh karenanya
manusia perlu melakukan pertobatan supaya hidupnya
tetap bersih. Pertanyaannya, mudahkah melakukan
pertobatan? Pertobatan tidak akan pernah ada selama
manusia tidak menyadari bahwa dirinya melakukan
CARILAH TUHAN dosa. Oleh karenanya, mula-mula manusia harus sadar
DAN terlebih dahulu pada hakekatnya sebelum melakukan
BERTOBATLAH pertobatan dan memperbaharui diri.
Lukas 13:1-9
Remaja Kristen juga perlu belajar untuk melakukan
Tujuan: pertobatan. Hidup remaja Kristen pun tidak luput dari
Remaja berani memilih
dosa. Akan tetapi, beberapa remaja memiliki
untuk mencari Tuhan dan
kecenderungan untuk mengelak (ngeles) jikalau
bertobat.
ditunjukkan kesalahannya. Sikap yang demikian tidak
bisa dibenarkan. Remaja tidak boleh mengeraskan hati
dan mencari-cari pembenaran ketika ditunjukkan
kesalahannya yang berujung pada dosa. Sebagai orang Kristen, bertobat adalah cara untuk
menghayati karya penebusan Allah yang hadir dalam diri Yesus Kristus.

Penjelasan Teks

Teks Lukas 13:1-9 menceritakan tentang pertobatan dan buah-buah dalam kehidupan.
Yesus menegaskan sampai dua kali, bahwa jikalau manusia tidak bertobat, maka hidupnya
akan berakhir dengan tidak baik. Tidak ada dosa besar maupun dosa kecil, dosa tetaplah
dosa yang berujung kepada kematian. Oleh karenanya Yesus mengajarkan supaya murid-
muridnya bertobat. Bertobat dalam bahasa Yunani memakai kata metanoia yang artinya
berbalik. Dengan kata lain, bertobat artinya berbalik dari jalan hidup yang salah dan
menuju jalan hidup yang kekal di dalam Kristus.

Bagian yang kedua dalam teks menceritakan tentang perumpamaan pohon ara. Sang tuan merasa
geram setelah melihat kenyataan bahwa pohon ara yang ditanamnya tidak berbuah. Mulanya ia
menyuruh hambanya untuk menebang saja pohon itu, akan tetapi sang hamba meminta
untuk menunggu satu tahun lagi. Melihat bagian sebelumnya, sangat mungkin bahwa hal ini
juga menjadi tindak lanjut dari sebuah pertobatan, yaitu menghasilkan buah. Barangsiapa
yang bertobat tentu menghasilkan buah-buah juga dalam hidupnya. Jangan sampai orang
Kristen terlena dengan kehidupannya sampai lupa menghasilkan buah-buah dari pertobatannya.

KURIKULUM REMAJA 44 MARET 2019


Aplikasi

Remaja Kristen perlu belajar untuk melihat ke dalam dirinya sendiri, mengakui kesalahan
atau dosanya, dan bertobat dengan sungguh-sungguh. Pertobatan hanya akan terjadi jikalau
remaja Kristen tidak mengeraskan hatinya, membuka diri dengan sungguh-sungguh untuk
diperbaharui dalam terang kasih Allah. Selain itu, pertobatan tidak boleh berhenti pada
kata-kata saja, akan tetapi juga berlanjut kepada buah-buah yang baik. Buah-buah inilah
yang menjadi tanda bahwa remaja Kristen benar-benar sudah melakukan firman Allah.

Remaja Kristen hendaknya selalu ingat untuk memiliki kerendahan hati di hadapan Allah
dan jangan berpikir untuk mengelak atau ngeles saat diingatkan akan dosanya.

Langkah Penyampaian

1. Ajaklah remaja untuk membaca Lukas 13:1-9


2. Mintalah remaja mendefinisikan pengertian bertobat
3. Mintalah remaja menceritakan, pernahkah mereka melakukan pertobatan dalam hidupnya
4. Ajaklah remaja bermain “CARILAH AKU”
5. Ajaklah remaja untuk berdoa bersama setelah aktifitas selesai

Kegiatan

CARILAH AKU
Mintalah remaja untuk mencari kata benda yang terdapat dalam Lukas 13:1-9, dapat
berupa nama orang, nama benda, nama tempat, dll.

R V P U P U K N M

H U C M I P W G E

Z M A O L I S O L

Q F Y J B N U X A

H E H A N A T R S

G A L I L E A M U

A B U R G N L E R

P W C B X R I U E

S A P W R T P N Y

KURIKULUM REMAJA 45 MARET 2019


KUNCI JAWABAN
P U P U K M

M A O L I S L

U A

H H A N A T R S

G A L I L E A U

U L R

B I E

P Y

KURIKULUM REMAJA 46 MARET 2019


Minggu, Pengantar

31
Maret 2019
Salah satu aspek kehidupan yang ditonjolkan oleh
orang Kristen adalah pengampunan. Orang Kristen
wajib memberikan pengampunan bagi sesamanya yang
bersalah. Allah telah terlebih dahulu mengampuni dosa,
sehingga manusia juga wajib saling memaafkan
kesalahan sesamanya. Dalam doa-doanya, orang
Kristen juga selalu menyebutkan tentang
HIDUP DALAM pengampunan dosa. Dalam Doa Bapa Kami sendiri juga
PENGAMPUNAN dipaparkan bahwa “ampunilah kami akan kesalahan
Lukas 15:1-3; 11b-32 kami seperti kami juga mengampuni orang yang
bersalah kepada kami”. Artinya, gaya hidup orang
Tujuan: Kristen bukanlah gaya hidup pendendam, tetapi
Remaja mampu bersyukur
pengampun.
dengan mau mengampuni/
remaja hidup saling
mengampuni. Mudahkah bagi remaja Kristen untuk mengampuni
sesamanya? Tentu jawabannya bisa berbeda-beda,
apalagi jika mengingat bahwa dalam pergaulannya,
remaja Kristen rawan menemui hal-hal yang membuatnya tersinggung. Tidak semua teman
menyenangkan, sehingga seringkali muncul rasa marah karena tindakan teman, baik
disengaja maupun tidak. Remaja Kristen dalam keluarga juga tidak luput dari dinamika
keseharian, yang bisa jadi juga menimbulkan pergesekan atau konflik. Di sinilah tantangan
remaja Kristen untuk mengampuni sesamanya, termasuk keluarganya, yang memiliki salah
terhadap dirinya.

Penjelasan Teks

Lukas 15;1-3;11b-32 menceritakan tentang perumpamaan anak yang hilang. Diceritakan


bahwa si bungsu telah melakukan kesalahan dengan menghambur-hamburkan harta
kekayaannya. Ketika sampai pada titik lemah, si bungsu baru teringat bahwa di tempat
tinggal ayahnya dulu berlimpah makanan. Ketika ia memutuskan untuk pulang, sambutan
dari sang ayah luar biasa, sampai mengadakan pesta. Hal ini membuat si sulung cemburu, ia
merasa bahwa ayahnya berlaku tidak adil. Mengapa adiknya yang telah memboroskan harta
malah disambut kembali, sedangkan dirinya tidak diberikan kesempatan untuk berpesta
dengan teman-temannya?

Si sulung lupa bahwa sebenarnya segala kepunyaan ayahnya adalah miliknya juga. Rasa
cemburu dan marah telah menutup belas kasihan kepada adiknya. Perumpamaan anak
yang hilang ini mengingatkan kita bahwa pengampunan tidak akan berjalan jika dalam hati

KURIKULUM REMAJA 47 MARET 2019


manusia masih tertutup rasa cemburu dan amarah yang berlebihan. Mengampuni adalah
memaafkan sepenuhnya, serta mendoakan yang terbaik untuk dia yang bersalah.
Mengampuni juga berarti tidak mengungkit-ungkit lagi kesalahan seseorang, karena hal itu
menunjukkan bahwa proses pengampunan yang diberikan belum seutuhnya. Seperti halnya
isi doa Bapa Kami, jangan sampai kita menolak mengampuni sesama manusia, sementara
kita sendiri sudah diampuni oleh Bapa kita yang di Sorga.

Aplikasi

Mengampuni bukanlah hal yang mudah, karena menuntut kerendahan hati dan pemikiran
yang terbuka. Remaja Kristen juga harus belajar untuk mengampuni orang-orang di
sekitarnya. Remaja Kristen tidak diajarkan untuk menjadi pendendam, yang mengingat-
ingat terus kesalahan seseorang sehingga sulit untuk menaruh belas kasihan terhadap
orang itu. Remaja Kristen juga harus belajar untuk membuka pemikirannya bahwa dirinya
telah mendapat pengampunan terlebih dahulu dari Tuhan, sehingga dirinya wajib
memberikan pengampunan juga kepada sesamanya yang bersalah.

Langkah Penyampaian

1. Ajaklah remaja untuk membaca Lukas 15;1-3;11b-32


2. Ajaklah remaja untuk bermain peran berdasarkan cerita tersebut. Ada yang berperan
sebagai Ayah, Si Sulung, Si Bungsu, pembantu si Ayah, dan beberapa pemeran
pendukung lainnya.
3. Mintalah remaja untuk memberikan analisa, mengapa si Sulung sulit untuk memaafkan
adiknya, dan mengapa Sang Ayah dengan mudah memaafkan anak bungsunya.
4. Setelah selesai bermain peran, ajaklah remaja untuk berkomitmen mengampuni
seutuhnya dengan tidak mengungkit-ungkit lagi kesalahan sesamanya.
5. Aktifitas terakhir : membuang “Kertas Sakit Hati”

Kegiatan

MEMBUANG KERTAS “SAKIT HATI”


1. Bagikan sepotong kertas kepada remaja, mintalah mereka menuliskan nama-nama
orang yang membuat mereka marah atau sakit hati beberapa hari ini.
2. Mintalah remaja berdoa secara pribadi untuk nama-nama itu, ajarkan mereka untuk
memberi pengampunan kepada mereka.
3. Mintalah remaja meremas-remas kertas itu atau menyobek-nyobek sampai tidak bisa
terbaca lagi.
4. Sambil pulang dari kelas sekolah minggu, mintalah mereka membuang kertas itu ke
tempat sampah yang telah disediakan.

KURIKULUM REMAJA 48 MARET 2019


April 2019

Menjadi Saksi
Kebangkitan-Nya

KURIKULUM REMAJA 49 APRIL 2019


DAFTAR ISI

Tema Masa Paskah 2019 ............................................................................................................................... 49


MENJADI SAKSI KEBANGKITAN-NYA

7 April 2019 ........................................................................................................................................................ 51


MENYANGKAL DIRI

14 April 2019 ...................................................................................................................................................... 53


TETAP TAAT WALAU DALAM DERITA

21 April 2019 ...................................................................................................................................................... 55


MENYAKSIKAN KEBANGKITANNYA/BERSAKSI TANPA GALAU

28 APRIL 2019 ................................................................................................................................................... 58


AKU DIPELIHARA

KURIKULUM REMAJA 50 APRIL 2019


Minggu, Pengantar

7
April 2019
Masa Paskah merupakan masa yang paling menantang.
Mengapa demikian? Karena setiap insan diminta untuk
bisa mengelola dan menghayati ulang karya
keselamatan Kristus. Karya keselamatan Kristus
mengajak kita untuk benar-benar totalitas menjalin
relasi yang intim dengan Tuhan. Totalitas tak akan
terpenuhi jika setiap insan masih mengupayakan hal-hal
MENYANGKAL DIRI yang menjadi kesukaannya semata. Segala cara akan
Yohanes 12:1-8 ditempuh untuk memenuhi keinginan diri dan hal-hal
yang disukai. Kalau bahasa kekiniannya adalah zona
Tujuan: nyaman. Kita pasti punya zona nyaman. Karena nyaman
Remaja berani menyangkal
bahkan sangat nyaman, kita kesulitan untuk keluar dari
diri dan bersedia mengikut
zona tersebut.
dan melayani Tuhan.

Misalnya ketika terbiasa menikmati penundaan tugas-


tugas sederhana dan menghalalkan segala cara supaya
mendapatkan sesuatu yang diinginkan, seperti uang, sehingga bisa mengeluarkan jurus-jurus
yang buruk yang bisa membahayakan. Contoh-contoh kecil ini ketika bertumpuk, membuat
seseorang tidak mengalami pembaharuan kehidupan atau peningkatan grafik kualitas hidup.
Ya karena kembali lagi begitu menikmati zona nyaman yang sudah dibentuk dan
membentuknya terus-menerus. Setiap insan (khususnya remaja) perlu untuk keluar dari
zona nyaman atau out of the box supaya punya energi baru yang membawa semangat baru
untuk melayaniNya. Kalau dalam bahasa rohaninya adalah menyangkal diri.

Penjelasan Teks

Energi baru tersebut bisa dipelajari melalui perikop bacaan hari ini. Bacaan yang tak asing
bagi kita. Tokoh sentral dalam bacaan yaitu Maria dan Yudas Iskariot. Setiap tokoh juga
punya zona nyamannya dan bagaimana pengelolaannya. Menarik untuk melihat bagaimana
Maria yang punya cara tersendiri untuk out of the box. Terlebih ketika mendobrak budaya
sosial yang melekat kala itu. Maria memiliki minyak narwastu yang sangat mahal harganya
yaitu 300 dinar. Kalau perkiraan sesuai dinar Yordania berarti kurang lebih 4 juta rupiah.
Harga yang sangat tinggi pada jaman itu. Dengan taksiran yang demikian, hanya dipakai
Maria untuk meminyaki kaki Yesus. Terlebih meminyakiNya dengan rambut. Rambut yang
dipercaya sebagai mahkota perempuan seketika didobrak oleh tindakan Maria yang out of
the box. Maria yang tidak memikirkan dampak sosial yang akan diterimanya. Fokusnya
adalah bagaimana bisa memberikan sesuatu yang totalitas kepada Yesus. Itu adalah wujud
pelayanan yang otentik dari Maria. Zona nyamannya bisa dikelola dengan baik.

KURIKULUM REMAJA 51 APRIL 2019


Sedangkan Yudas Iskariot tetap saja pada zona nyamannya sendiri. Bagaimana tidak, ketika
tahu yang dilakukan oleh Maria, dia marah. Yudas punya makna terselubung ketika
mengatakan kepada Yesus bahwa yang dilakukan Maria hanya pemborosan. Lebih baik
minyak narwastu dijual saja dan hasilnya diberikan pada orang yang membutuhkan (ayat 5-
6). Yudas ingin mendapatkan sesuatu untuk kepentingannya dengan cara demikian. Namun,
Tuhan Yesus tahu mana tindakan yang murni dan mana yang tidak.

Aplikasi

Melalui bacaan, kita mau meneladani tindakan Maria atau Yudas Iskariot? Berharap jawaban
kita adalah meneladani tindakan Maria yang tidak terbelenggu dengan zona nyamannya
sendiri dan tidak memikirkan efek samping dari tindakannya tersebut. Maria telah
menyangkal dirinya sendiri untuk tindakan yang totalitas kepada orang lain. Maria tidak
hitung-hitungan dengan apa yang diberikannya secara utuh dan alami. Kalau Maria jaman
dulu saja bisa, mengapa kita tidak? Pastinya para remaja milik Tuhan bersedia menyangkal
diri dan tidak terbelenggu dengan zona nyamannya yang bisa saja mematikan mental dan
semangat untuk berproses dengan Tuhan. Kalau kita sudah melakukannya, kita bisa juga
memotivasi teman-teman yang lain supaya bisa melayani Tuhan dengan gaya out of the box.

Langkah Penyampaian

1. Ajak para remaja untuk toss tangan dengan teman-temannya


2. Tanyakan pada remaja apa mereka memiliki zona nyaman (sikap atau benda-benda
kesukaan)
3. Minta para remaja untuk menjelaskan mengapa memiliki zona nyaman tersebut dan
bagaimana pencapaiannya.
4. Ajak masuk ke dalam perikop bacaan Firman Tuhan
5. Setelah itu, minta para remaja untuk berdiri melingkar (atau disesuaikan tempat) untuk
mengeluarkan benda kesukaannya yang sedang mereka bawa.
6. Benda kesukaan tersebut bisa diberikan kepada teman yang ada di sebelah kanannya.
7. Pengajar bisa melihat respon mereka apa benar-benar memberikan benda kesukaannya
tersebut (bagaimana ekspresinya dan cara memberikannya). Karena notabene benda
kesukaan akan susah untuk dilepaskan apalagi diberikan oleh orang lain. Dengan alasan
banyak kenangannya, cara mendapatkannya, dll.
8. Pengajar menjelaskan makna aktivitas tersebut. Aktivitas sebagai bagian kita mau
menyangkal diri dari kenyamanan dan kepentingan diri semata. Tetapi bagaimana mau
memberi diri bagi sesama sebagai bagian mengikut Tuhan.

KURIKULUM REMAJA 52 APRIL 2019


Minggu, Pengantar

14April 2019
Siapa sih manusia yang mau hidup dalam penderitaan
terus-menerus? Tentu saja jawabannya: mboten,
sanesipun mawon! Tidak, yang lainnya saja! Akan tetapi,
manusia tak dapat lepas dari salah satu seni kehidupan,
yakni penderitaan. Hal-hal yang tidak menyenangkan,
seperti mengalami kedukaan, kepahitan, sakit hati,
kekecewaan dan kebimbangan hidup. Tuhan Sang
TETAP TAAT Sumber Kehidupan mengijinkan setiap umat kekasih
DALAM jiwaNya untuk juga bertumbuh melalui proses tersebut.
PENDERITAAN Bertumbuh disini karena mau on the track. Bertumbuh
Lukas 19:28-40 untuk terus taat pada panggilanNya yang ajaib.

Tujuan: “Sudahlah, saya tak mau lagi ikut berorganisasi. Kemarin


Remaja mampu tetap saya disalahkan atas satu acara yang kurang berhasil.
taat walau dalam Padahal itu ide dari banyak orang. Dia berkata kasar
penderitaan. pada saya. Saya kapok.” Ini salah satu contoh keluh-
kesah seseorang ketika mengalami kekecewaan dan
sakit hati. Hati dan pikiran pasti teriris dan membuat
seseorang ingin keluar jalur. Jalur yang dianggap lebih menyenangkan untuk dihadapi dan
dijalani. Kita perlu waspada dan mengambil langkah positif dari tindakan yang tidak
menyenangkan yang kita terima. Positifnya adalah bagaimana orang lain secara tak langsung
membuat diri kita bertumbuh melalui proses derita. Orang lain dan pengalaman hidup yang
dipakai Tuhan untuk membuat kita tetap taat kepadaNya.

Penjelasan Teks

Bacaan minggu palmarum ini sudah tidak asing bagi kita. Bagaimana Yesus disambut dengan
begitu sukacita oleh para sahabatNya ketika perjalanan ke Yerusalem. Sambutan dari hati
mereka untuk Yesus. Hal itu menjadi daya semangat Tuhan Yesus untuk terus melanjutkan
prosesNya yang begitu memilukan dan menegangkan. Kata pujian seperti di ayat 38 sebagai
‘formula khusus multivitamin’. Diberkatilah Dia yang datang sebagai Raja dalam nama Tuhan,
damai sejahtera di sorga dan kemuliaan di tempat yang Mahatinggi! Formula dari para
sahabat ini sebagai benteng pertahanan Tuhan sekaligus pemantapan hati untuk hadir
sebagai sosok yang mendamaikan dengan damai seutuhnya. Mengapa disebut demikian,
karena cara Yesus ketika hadir di sekeliling orang-orang.

Bisa dibayangkan ketika Tuhan Yesus mendapatkan kata formula tersebut, Yesus
menyembunyikan prosesnya yang menyakitkan. Bisa jadi, ekspresi wajah Yesus hanya

KURIKULUM REMAJA 53 APRIL 2019


senyum-senyum sambil menghayati formula multivitamin tersebut. Proses ini juga ada
komentar pedas dari orang-orang Farisi supaya Yesus menghentikan tindakan para
sahabatNya (ayat 39). Orang-orang Farisi yang risih dengan rasa sukacita tersebut kurang
terima kalau proses penderitaan Tuhan Yesus diselimuti rasa sukacita yang mendalam.
Sukacita karena hadirnya Sang Sumber Damai. Para sahabat juga mau belajar supaya tidak
fokus dari masalah yang ada atau penderitaan yang ada. Akan tetapi bagaimana keteguhan
hati dan semangat untuk memerangi masalah tersebut. Bisa dengan senyuman, motivasi
orang-orang sekitar dan diri sendiri.

Aplikasi

Tuhan Yesus sudah memberikan teladan langsung kepada para sahabat untuk memanfaatkan
proses yang memilukan tersebut. Pilihan Tuhan Yesus mengorbankan diri untuk menebus
dosa manusia begitu luar biasa hebatnya. Tuhan Yesus memperkenankan setiap proses yang
dialamiNya adalah hal yang memang sewajarnya diterima dalam kehidupan. Supaya setiap
kita bisa belajar dan makin dewasa rohani kita. Semangat menempuh on the track dengan
sukacita. Tuhan yakin pada kita kalau kita bisa mengahadapi proses hidup, salah satunya
mengenai penderitaan. REMAJA: PENUH GAYA DAN KARYA!

Langkah Penyampaian

1. Ajak remaja untuk saling menebar senyum termanisnya.


2. Bisa dilihat mana yang senyum penuh sukacita dan mana senyum yang menyimpan rasa
derita (sedih, galau, kecewa, sakit hati, belum memaafkan,dll).
3. Mintalah mereka untuk jujur dengan angkat tangan melalui terapi senyum tadi mana
yang dirasakan sesungguhnya.
4. Ajak remaja menuliskan satu moment yang paling dirasakan saat itu juga dan bagikan
dengan temannya (berpasangan saling cerita).
5. Pengajar masuk dalam perikop bacaan.
6. Ketika tahu ada kekuatan baru dari pengalaman Tuhan Yesus, mintalah remaja untuk
menuliskan langkah baru (komitmen) apa yang akan dilakukan setelah menuliskan satu
moment tadi diatas.
7. Aksi yang remaja buat harus dilakukan dalam kehidupan. Pengajar bisa berperan sebagai
‘polisi’ untuk kroscek. Bisa juga minggu depan ditanyakan lagi soal aksi komitmen
tersebut.

KURIKULUM REMAJA 54 APRIL 2019


Minggu, Pengantar

21April 2019
“Duh..aku lagi galau nih!”. Kids jaman now manakah yang
tak tahu kata galau? Kata ini menjadi kata kekinian dan
sering diungkapkan (atau bisa juga dirasakan) oleh para
muda-mudi masa kini. Rasanya ada yang kurang kalau
tidak ada kata ini. Terlepas dari definisi KBBI (Kamus
Besar Bahasa Indonesia), arti dari galau adalah
ungkapan perasaan bingung karena diperhadapkan
BERSAKSI TANPA dengan dua pilihan atau dilema. Kalau setiap remaja
GALAU sering dilanda rasa galau, bagaimana mau menjalani
Lukas 24:1-12 hidup dengan penuh kata dan karya yang berkualitas?
Semoga tidaklah demikian bagi para remaja yang
Tujuan: energik memperjuangkan kehidupan lewat kata dan
Remaja dengan yakin dan
karya. Terlebih ketika memperjuangkan makna
bersemangat
menceritakan berita kebangkitanNya yang memberikan pembaharuan hidup
tentang kebangkitan untuk bersaksi dengan benar dan berani apapun
Kristus melalui karya konsekuensinya.
hidup.
Bersaksi yang seperti apakah yang dimaksud? Bersaksi
menurut iman kristiani yaitu menjadi saksi dan
menanggung kesaksian. Jadi disini peran remaja memberitahukan fakta tentang Injil melalui
apa yang dilihat dan didengar atau dirasakan baik adanya. Melalui hal ini, sikap remaja
selanjutnya adalah membagikannya melalui setiap kata dan karya hidupnya yang otentik,
natural dan berkualitas. Perlu juga punya keteguhan hati yang berkomitmen dan siap untuk
setiap konsekuensi yang akan dihadapi baik-buruknya. Intinya, remaja diajak untuk
bersemangat dan penuh keyakinan untuk mewartakan dan memaknai kebangkitan Kristus
tanpa rasa galau yang menyelimuti mereka.

Penjelasan Teks

Bacaan minggu ini menarik, bagaimana peran perempuan menjadi center di dalamnya. Pada
hari Jumat sesudah Yesus dikuburkan, para perempuan sudah menyediakan perlengkapan
untuk merempah-rempahi mayat Yesus. Sesuai adat Yahudi, mereka merayakan hari Sabat
sebagai hari perhentian. Sehingga datang ke kubur pada hari Minggu pagi sebelum matahari
terbit. Mereka datang dengan tanda kasih yang begitu besar pada Yesus. Akan tetapi, apa
yang mereka lihat? Seperti di ayat 2 mereka mendapati batu sudah terguling dari kubur. Apa
yang mereka saksikan seketika bisa membuat hati mereka campur aduk dibuatnya, seperti:
“Loh, kok bisa gak ada?”, Kemanakah Yesus? Jangan-jangan...” Rasa bingung, panik dan yang
pasti termangu-mangu (ayat 4) dirasakan oleh para perempuan. Seketika dalam kondisi

KURIKULUM REMAJA 55 APRIL 2019


tersebut, ada dua orang malaikat yang tiba-tiba berdiri dekat mereka. Ketika mengalami dan
merasakan kehadiran ilahi itu, maka menunduklah para perempuan itu ke tanah dengan
ketakutan dan gemetar. Kabar yang mereka dengar (ayat 6-7) seolah-olah merupakan
penjelasan dari pihak Allah tentang apa sebabnya kuburan itu kosong. Terlebih ketika para
perempuan diperingatkan kepada perkataan Yesus ketika Ia masih di Galilea. Disini menjadi
jelas, bahwa rencana Allah melalui kematian dan kebangkitan Kristus tidak dapat dipisahkan.
Mengapa demikian? Karena sebagai jalan masuk pembaharuan kehidupan dan kemuliaan
Allah nyata untuk masa yang lebih baik.

Melalui kesaksian iman yang dialami para perempuan tersebut, mengertilah mereka
sekarang. Maka percayalah mereka kepada kabar Paska, yakni bahwa Yesus itu hidup.
Dengan hati yang menggelora melalui peristiwa iman luar biasa yang mereka lihat, dengar
dan alami, para perempuan meneruskan kabar itu kepada kesebelas murid (Yudas tidak ada)
dan saudara yang lainnya. Menariknya lagi, di Injil Lukas ini menyebutkan nama-nama
perempuan yang menjadi center berita Paska Yesus (ayat 10: Maria dari Magdala, Yohana,
dan Maria ibu Yakobus). Perempuan yang layak pula untuk menjadi bagian penting dalam hal
pembawa kabar baik. Supaya konsep dan budaya patriarkal tidak merajalela. Para
perempuan dengan langkah yang mantap dan berani memberitahukan fakta tentang kabar
Paska tersebut. Karena mereka percaya apa yang disaksikannya benar-benar otentik dan siap
menanggung konsekuensi dengan setiap hal yang menjadi kesaksiannya.

Konsekuensinya adalah kesebelas murid tidak percaya apa yang diwartakan oleh para
perempuan itu. Ketidakpercayaan mereka bukan karena siapa yang mewartakan kabar,
melainkan karena harapan mereka telah pupus oleh kematianNya. Sampai saatnya nanti
bahwa Kristus sendiri, dengan caraNya sendiri datang menjumpai murid-murid itu untuk
meyakinkan mereka bahwa Ia benar-benar hidup!. Namun ada hal yang berbeda yang
dilakukan oleh Petrus untuk menanggulangi rasa ketidakpercayaan kabar dari para
perempuan. Di ayat 12 Petrus berlari ke kuburan, didapati kain kapan saja, dan heran dengan
apa yang terjadi. Dengan pergumulan dalam dirinya, Petrus perlu juga menceritakan
pengalamannya seperti yang dilakukan para perempuan. Petrus yang diajak untuk belajar
berani bersaksi tanpa galau dengan dilema yang dialaminya.

Aplikasi

Belajar dari para perempuan yang berani bersaksi dengan benar melalui apa yang mereka
lihat dan alami tanpa rasa galau. Konsekuensi yang mereka dapatkan tak mereka pikirkan
karena yakin bahwa pemberitaan para perempuan ini benar adanya, tanpa dibuat-buat. Para
perempuan dengan penuh semangat tetap melakukan kata dan karya yang tepat sasaran dan
tepat guna. Melalui karya para perempuan tersebut, berarti kids jaman now punya keyakinan
bisa menceritakan kabar kebangkitan Kristus melalui karya hidup yang benar. Ya, bersaksi
itu adalah sebuah proses berkelanjutan dengan profil diri yang otentik, natural dan

KURIKULUM REMAJA 56 APRIL 2019


berkualitas. Setiap remaja pasti memiliki strategi masing-masing dengan profil diri yang
membantu diri untuk bebas berkarya dan berekspresi. Ketika tahu ada hal yang benar untuk
dikatakan, ya katakan sejujurnya dengan penuh keyakinan. Supaya hati senang, pikiran
tenang dan hidup menjadi menang. Galau?????? Gak lagi lah yau!!! Itu hanya sebuah kata
tantangan bagi remaja. Tantangan yang mengarahkan remaja untuk makin bersemangat. Bisa
diawali dengan saling ngobrol atau diskusi dengan siapapun, kapanpun dan dimanapun.
Seperti filosofi Jawa: Urip iku Urup. Intinya, ketika bersaksi tanpa galau, hidup menjadi makin
hidup lagi. Let’s get it!

Langkah Penyampaian

1. Tanyakan pada remaja, menurut para remaja apa itu bersaksi? Lalu sebenarnya enak
atau tidak kalau bersaksi? (sharing pengalaman: semisal tahu ada hal yang tidak beres,
apa pernah kita utarakan atau malah diam saja).
2. Siapa yang pernah membaca atau membuat contoh foto/ video/ status di media sosial
yang memperlihatkan kegalauan?
3. Minta para remaja untuk merespon apa yang mereka dapatkan di media sosial.
4. Ajak masuk ke bacaan untuk mengenal dan belajar makna bersaksi yang mantap dan
semangat tanpa galau.
5. Setelah mendapat penyegaran baru akan makna bersaksi tanpa galau dan yakin sebagai
seorang remaja yang berjuang melalui kata dan karya hidup, sekarang saatnya beraksi.
6. Buat menjadi 3-5 kelompok, lalu ajaklah mereka berkarya dengan membuat foto/ video/
status/ caption dan di-upload di media sosial yang menceritakan bahwa para remaja juga
bisa untuk menjadi saksiNya dengan menginspirasi sesama.

KURIKULUM REMAJA 57 APRIL 2019


Minggu, Pengantar

28
April 2019
Kita khususnya remaja yang menjadi umat Tuhan perlu
‘tahan banting’ dalam hal apapun, dengan siapapun, dan
kapanpun. Kita berusaha untuk berkata dan bertindak
benar. Karena itu bersumber dari Sang Gembala Agung
yang mengutus kita dengan penuh kebenaran. Akan
tetapi, orang di sekitar kita bisa saja menolak dan ingin
menghancurkan diri kita. Kita pun dianggap sebagai
AKU DIPELIHARA seseorang yang ‘sok suci’ kalau berkata, bersaksi dan
Kisah Para Rasul 5:27-32 bertindak yang mulus dan lurus. Ternyata memang tak
mudah mengikut Tuhan Yesus. Ibarat kata di wajah kita
Tujuan: tadinya bersih, terus ada jerawat dan komedo yang
Remaja percaya pada
menempel. Lalu kita bersemangat untuk membersihkan
pemeliharaan Tuhan dan
kedua kotoran tersebut dari wajah kita supaya kembali
bersemangat untuk
bertindak benar. bersih dan segar. Berarti sebenarnya kita bisa juga tetap
tahan banting ketika kita percaya dan merasakan karya
pemeliharaan Tuhan. Tuhan yang meneguhkan dan
meguatkan mata hati, pikiran, dan seluruh diri kita.

Penjelasan Teks

Petrus dan teman-teman sedang diperhadapkan pada Imam Besar dan seluruh komponen di
Mahkamah Agama. Mereka diinterogasi mengapa bersaksi mengenai karya Tuhan Yesus.
Mereka kurang bisa menerima karena Tuhan Yesus sosok yang disalibkan dan mereka tidak
percaya bahwa Tuhan Yesus telah bangkit. Menurut mereka, orang yang disalibkan berarti
termasuk orang yang terkutuk. Maka dari itu, apa yang telah dikatakan dan dilakukan oleh
Petrus dan teman-teman adalah hal yang tak baik. Bagaimana bisa memberikan pengajaran
mengenai nama yang tak pantas disaksikan? Itulah kira-kira yang dirasakan Imam Besar dan
satu timnya.

Apapun itu yang menjadi alasan dari Imam Besar, Petrus dan teman-teman tetap setia
memberitakan kebenaran Tuhan. Sehingga membawa mereka pada ancaman hukuman
penjara. Mereka tetap tenang karena mereka meyakini dengan karya Tuhan bahwa yang
mereka lakukan adalah benar. Ini karena hati mereka ditabur benih-benih kasih dan
kesetiaan. Mereka tidak mau melepaskan integritasnya hanya karena takut di penjara atau
takut dijauhi dalam relasi sosial. Syukur pada Allah karena integritas dan semangat yang
mereka bangun. Allah memelihara hidup mereka dengan membebaskan para murid ini dari
ancaman tersebut.

KURIKULUM REMAJA 58 APRIL 2019


Aplikasi

Belajar dari para murid versi lama, murid versi sekarang yaitu para remaja juga bisa berlaku
demikian. Seperti gaung dari pemerintah Indonesia dengan model revolusi mental. Cara ini
ampuh ketika kita diperhadapkan pada seseorang yang ingin menjatuhkan kita karena
perbuatan akhlak mulia kita. Kalau mental kita sudah benar, mengapa diubah ke jalur yang
salah? Fokus kita adalah apa yang dikatakan Allah bukan manusia. Petrus dan teman-teman
meyakini itu dan menjadi dorongan semangat mereka sendiri. Kalau kita bisa tetap survive
dengan apa yang diberi Tuhan, orang lain juga akan belajar dari sikap dan keyakinan kita.
Terlebih orang-orang yang tadinya ingin menjatuhkan diri kita karena sikap dan kata kita
yang jujur dan benar. Mereka pun akan dimampukan Tuhan untuk pembaharuan.

Langkah Peyampaian

1. Ajak remaja menyanyikan lagu “Terima Kasih Tuhan”


2. Sosio-Drama Revolusi Mental: Dibagi menjadi tiga kelompok sesuai kebutuhan. Ada
kelompok pencipta hoax, saksi benar dan tim hakim. Kelompok pencipta hoax
dipersilahkan beride dengan realistis yang ada di komunitasnya tentang hal yang tak
sesuai. Kelompok saksi benar utarakan hal-hal yang menjadi harapan komunitas dan
sikap-sikap yang nyata. Sedangkan kelompok hakim, melihat mana yang bisa dipercaya,
mana yang benar-benar nyata di kehidupan.
3. Perlu diingat ketika sudah dibagi kelompok, setiap kelompok tidak tahu dengan peran
kelompok lain. Perwakilan kelompok bisa menerima kertas tulisan sesuai perannya
masing-masing.
4. Diberi waktu (5-10 menit) untuk diskusi dengan anggota kelompok masing-masing
mengenai tampilan mereka.
5. Penampilan masing-masing kelompok diakhiri oleh kelompok hakim yang memutuskan
mana yang benar mana yang keliru.
6. Korelasikan dengan bacaan hari ini.
7. Setelah selesai penyampaian Firman Tuhan, tanyakan pada remaja mengenai sosio-
drama tadi. Nyaman dengan kelompok mana? Lebih mudah memerankan kelompok apa?
Apa yang dirasakan oleh remaja?
8. Langkah aksi: cari lagu kesukaan yang memberikan rasa kenyamanan ketika mendengar
lirik, nada, dan aransemen musiknya.
9. Tanyakan pada remaja mengapa memilih lagu tersebut. (hal ini sebagai jalan bagaimana
remaja menghayati pemeliharaan Tuhan, salah satunya lewat lagu kesukaan mereka
masing-masing. Sehingga menghantarkan mereka untuk sosio-drama secara langsung di
kehidupan dengan kata dan karya yang sesungguhnya).

KURIKULUM REMAJA 59 APRIL 2019


Lagu “Terima Kasih Tuhan”

Terima kasih Tuhan untuk kasih setiaMu yang kualami dalam hidupku
Terima kasih Yesus untuk kebaikanMu sepanjang hidupku
Reff : Terima kasih Yesusku..buat Anug’rah yang Kau bri
Sbab hari ini Tuhan adakan syukur bagimu.

KURIKULUM REMAJA 60 APRIL 2019


Mei 2019

Menjadi Saksi
Kebangkitan-Nya

KURIKULUM REMAJA 61 MEI 2019


DAFTAR ISI

Tema Masa Paskah ........................................................................................................................................... 61


MENJADI SAKSI KEBANGKITAN-NYA

5 Mei 2019 ........................................................................................................................................................... 63


AKU DIUBAH

12 Mei 2019 ........................................................................................................................................................ 68


GEMBALA YANG MENGASIHI DAN PEDULI

19 Mei 2019 ........................................................................................................................................................ 72


SALING MENGASIHI/KASIH YANG TERBUKA

26 Mei 2019 ........................................................................................................................................................ 76


MENJADI BERKAT

KURIKULUM REMAJA 62 MEI 2019


Minggu, Pengantar

5
Mei 2019
Perubahan merupakan sesuatu yang tidak bisa
terhindarkan. Demikian juga dengan perubahan di masa
remaja. Awal masa remaja ditandai dengan pubertas,
sebuah kumpulan peristiwa biologis yang mengarah
pada ukuran dewasa dan kematangan seksual. Sejalan
dengan masa pubertas, perubahan juga terjadi di setiap
AKU DIUBAH aspek perkembangan remaja, seperti fisik, psikis, sosial
dan emosi. Perubahan sosial dan emosi yang
Kisah Para Rasul 9:1-20 mengembangkan peran sosial remaja menjadi lebih luas
Tujuan: dan keterampilan mengelola emosi dengan lebih baik.
Remaja percaya bahwa Allah Meskipun demikian proses perubahan dari masa kanak-
mampu mengubahnya kanak menuju masa remaja bukan merupakan hal yang
menjadi saksi kebangkitan mudah bagi setiap orang.
Yesus.
Masa remaja terkadang dianggap sebagai situasi yang
“canggung”. Perubahan fisik membuat remaja memiliki
penampakan fisik yang hampir serupa dengan orang dewasa. Meskipun beberapa orang tua
menghargai kemandirian yang dimiliki oleh remaja, tetapi mereka tetap bersikeras bahwa
remaja belum cukup kompeten untuk membuat keputusan dengan tepat. Hal ini terkadang
menimbulkan kebingungan bagi remaja untuk bersikap sebagai orang dewasa atau tetap
seperti anak-anak.

Penjelasan Teks

Pada perikop kali ini mengisahkan tentang kehidupan lama Saulus, kemudian pertobatan
Saulus serta kehidupannya setelah pertobatan. Saulus memiliki kehidupan lama sebagai
seorang pembunuh (ayat 1). Target ancaman dan pembunuhannya adalah orang-orang
percaya yang mengikuti Tuhan Yesus. Ia bahkan mencari legalisasi untuk membunuh orang-
orang percaya. Legalisasi tersebut ia minta ke Imam Besar. Surat kuasa itu akan dibawanya
kepada majelis-majelis Yahudi di Damsyik, supaya jika ia menemukan laki-laki atau
perempuan yang mengikuti Tuhan, ia akan menangkap dan membawa ke Damsyik (ayat 2).

Setelah mendapatkan surat kuasa, Saulus bersama teman-temannya berangkat menuju kota
Damsyik. Damsyik menjadi kota tujuan utama bagi Saulus, karena Damsyik merupakan salah
satu kota tertua yang terus di huni di kawasan Timur. Saulus berpikir bahwa kalau ia tidak
menghentikan orang-orang Kristen dan penyebaran Injil di kota Damsyik, maka Injil akan

KURIKULUM REMAJA 63 MEI 2019


semakin mudah tersebar kemana-mana. Ia bertekad untuk menghentikan hal itu terjadi.
Saulus berjumpa dengan Tuhan Yesus dalam bentuk cahaya yang memancar dari langit
ketika mendekati kota Damsyik (ayat 3). Suara Tuhan juga mempertanyakan tindakan Saulus
yang melakukan penganiayaan kepadanya (ayat 4-6). Kejadian ini diikuti dengan kebutaan
Saulus selama 3 hari lamanya dan selama itu pula ia tidak makan dan minum (ayat 9).

Penyembuhan Saulus sesampainya di kota Damsyik melibatkan Ananias, murid Yesus (ayat
10-12). Pada awalnya Ananias meragukan perintah Tuhan untuk menyembuhkan Saulus,
karena mengetahui maksud tindakan Saulus yang ingin menghabisi orang-orang yang
percaya kepada Tuhan (ayat 13-14). Namun demikian Ananias seorang yang taat kepada
kehendak Tuhan, sehingga ia dipakai untuk menyembuhkan, menerima dan memulihkan
Saulus (ayat 15 – 18a). Saulus kemudian dibaptiskan dalam nama Tuhan Yesus (ayat 18b).
Kehidupan baru Saulus dimulai ketika ia tinggal bersama-sama murid Yesus di Damsyik,
serta ikut memberitakan di rumah-rumah ibadah bahwa Yesus adalah Anak Allah
(ayat 19b-20).

Aplikasi Bagi Kehidupan Remaja

Seperti Saulus, terkadang kita memiliki tujuan tertentu dalam kehidupan kita, namun
ternyata jalan kehidupan kita mengarah ke arah yang berlawanan dengan semula. Saulus
memiliki tujuan awal untuk menghambat penyebaran Injil, namun justru peristiwa
perjumpaan dengan Tuhan Yesus membawanya kepada arah sebaliknya, yaitu menjadi
penyebar Injil secara luas. Tuhan mengubah kehidupan lama Saulus, menjadi kehidupan baru
yang sangat berkebalikan.

Perubahan tidak datang dengan menyenangkan. Seperti yang dialami Saulus bahwa ia harus
mengalami kebutaan dan tidak makan serta minum selama tiga hari lamanya. Kejadian ini
pasti tidak menyenangkan bagi nya. Bahkan setelah mengalami perubahan menjadi pengikut
Kristus, ia juga harus bersiap menanggung ancaman dan pembunuhan.

Sebagai remaja, Tuhan ingin mengubah kita menjadi saksi kebangkitan Kristus. “Saksi”
adalah orang yang menegaskan atau membuktikan sebuah fakta. Seseorang dapat menjadi
saksi yang baik, jika ia mengerti dan memahami tentang peristiwa itu dengan baik. Untuk
menjadi saksi yang baik bagi kebangkitan Kristus, maka remaja harus memiliki pengetahuan
yang luas mengenai kehidupan Kristus. Menjadi saksi meliputi 2 hal yaitu saksi dalam
perbuatan dan saksi dalam perkataan. Saksi dalam perbuatan artinya menjadi teladan dalam
tingkah laku sehari-hari kita. Sedangkan menjadi saksi dalam perkataan berarti tutur kata
mencermin kasih kepada sesama.

KURIKULUM REMAJA 64 MEI 2019


Kunci bagi remaja untuk dapat menjadi teladan dalam tingkah laku maupun tutur kata adalah
mengembangkan karakter-karakter positif dan keterampilan komunikasi yang efektif.
Karakter-karakter positif yang perlu dikembangkan adalah empati, kejujuran, keadilan,
toleransi, kebaikan serta sikap menghargai orang lain. Demikian juga, remaja perlu berlatih
meningkatkan keterampilan komunikasi yang efektif, sehingga membantunya dalam
menjalin relasi dengan orang lain.

Berlatih tentang hal-hal tersebut memang tidak mudah. Perubahan memang selalu tidak
mudah. Namun perubahan ke arah yang lebih baik harus dilakukan saksi kasih dan
penyelamatan Tuhan kepada kita. Selamat Berubah!

Langkah-langkah Penyampaian (Aktifitas/Model


Penyampaian)

A. Alternatif Kegiatan 1 (Dilakukan Jika Video Dapat Ditayangkan)


1. Pemimpin ibadah dapat memutarkan kisah tentang awal kesuksesan dari tayangan yang
berjudul “Failure is Part of Success”, tentang perjuangan seorang muda yang memulai
bisnisnya. Video dapat di unduh di https://www.youtube.com/watch?v=fLihulDy0mY
2. Setelah selesai menonton video, ajaklah peserta untuk berdiskusi tentang video tersebut.
Kaitkan dengan tema hari ini tentang “Aku Diubah”.
3. Pemimpin juga dapat bertanya kepada peserta tentang pengalaman mereka mengalami
perubahan menjadi pribadi yang lebih baik.

B. Alternatif Kegiatan 2 (Dapat dilakukan jika video tidak memungkinkan untuk


ditayangkan)
1. Pemimpin ibadah meminta peserta ibadah diminta berkelompok masing-masing
kelompok berjumlah 3-4 orang.
2. Kemudian minta mereka ntuk membaca kisah tentang “Yusuf Adirima, Mantan Teroris
yang Berubah dari Berani Mati Menjadi Berani Hidup” (Rangkuman cerita ada di
lampiran). Ajaklah mereka untuk berdiskusi dengan pertanyaan :
a. Pelajaran apa yang dapat diambil dari kisah yang dibaca di atas.?
b. Ceritakan pengalamanmu tentang kejadian atau peristiwa apa saja yang membuat
kehidupanmu mengalami perubahan yang lebih baik?
3. Minta perwakilan dari salah satu anggota kelompok untuk membagikan pengalaman
mereka.

KURIKULUM REMAJA 65 MEI 2019


Yusuf Adirima, Mantan Teroris yang Berubah dari Berani Mati Menjadi Berani Hidup
Machmudi Haryono alias Yusuf Adirima, pemiliki Dapoer Bistik, rumah makan dengan menu
spesial iga bakar. Ia adalah satu dari sedikit mantan narapidana terorisme yang sukses kembali ke
masyarakat dan bertahan hidup sebagai pebisnis kuliner.

Jalan hidupnya sebagai teroris


Yusuf pernah bergabung dengan kelompok Jamaah Islamiyah (JI) dan Mujahidin Moro Islamic
Liberation Front. Ia sempat menjalani pelatihan militer di Kamp Hudaibiyah, Filipina selatan,
selama hampir tiga tahun. Yusuf juga memahami strategi gerilya di hutan dan organisasi tempur,
serta piawai menggunakan senjata militer seperti AK-47 dan M-16. Sepulang dari Filipina, ia
terlibat kasus penyimpanan bom milik jaringan Abu Tholut, mantan terpidana bom Marriot 2002.
Yusuf ditangkap bersama tiga orang temannya pada 2003 di sebuah rumah kontrakan di Jalan
Taman Sri Rejeki Selatan VII, Semarang, dalam sebuah penyergapan gabungan Detasemen Khusus
88 dan Polda Jawa Tengah. Yusuf diganjar 10 tahun penjara oleh pengadilan karena terbukti
menyimpan 26 bom rakitan dan amunisi yang daya ledaknya diperkirakan dua kali dari Bom Bali.
Ia menjalani masa tahanan di LP Kedungpane Semarang kurang dari enam tahun dan bebas
bersyarat pada 2009.

Selama di bui, ia baru menyadari bahwa ideologi yang diyakininya keliru karena memahami
ideologi jihad secara membabi buta. Selepas dari penjara, Yusuf ingin hidup normal di masyarakat.
Ia menyadari bahwa jalan hidupnya saat itu tak bisa diterapkan di Indonesia, karena ujung-
ujungnya hanya berakhir dengan bom bunuh diri. Ia tidak lagi menganggap Indonesia sebagai
bumi jihad, karena tidak jelas musuhnya.

Melepas stigma dengan kembali bekerja


Meskipun sudah bertobat, Yusuf belum menemukan jalan kembali ke masyarakat. Stigma
mantan-teroris masih melekat kuat pada dirinya. Hal ini membuatnya sulit bergaul di lingkungan
sekitar. Ia meyakini bekerja sebagai cara untuk menghilangkan keinginannya kembali menjadi
radikal. Ia meninggalkan jaringan kawan-kawan teroris yang masih aktif dan fokus pada usaha
mencari pekerjaan untuk bertahan hidup. Tetapi tak ada yang mau mempekerjakannya.

Sampai suatu hari, ia diterima bekerja di sebuah rumah makan bebek goreng di Semarang karena
bantuan seorang teman. Sebagai pelayan dan juru masak, Yusuf mulai belajar berinteraksi dengan
banyak orang, terutama para pengunjung rumah makan. Setiap hari ia bertemu dengan orang-
orang baru, mempelajari selera makanan mereka, dan belajar cara memperlakukan pelanggan
dengan baik. Beberapa pelanggannya adalah polisi di Polda Jawa Tengah, yang ia kenal selama di
tahanan.Sebelumnya, pergaulan dan komunikasinya sangat terbatas, yaitu hanya dengan
kalangan para mantan teroris satu jaringan. Ia pribadi yang tertutup, tidak memercayai orang lain,
selalu curiga di depan, dan menganggap orang yang tidak seideologi sebagai musuh.

KURIKULUM REMAJA 66 MEI 2019


Dalam waktu singkat, Yusuf berubah menjadi pribadi yang terbuka, ekspresif, suka bertemu dan
berbicara dengan banyak orang dari berbagai kalangan, beragam etnis serta agama. Bahkan, ia
mulai ikut menjadi tenaga pemasar dan berani menelepon polisi agar mereka makan siang di
rumah makannya.

Membuka lembaran hidup baru


Ia merasa keberadaannya semakin diterima masyarakat. Orang-orang ternyata tidak
mempermasalahkan dirinya mantan teroris, karena mereka lebih peduli pada rasa masakan Yusuf
dan juga pelayanannya terhadap para pelanggan. Ini menjadi titik balik yang mengubah hidupnya
sekarang. Sikap terbuka dan berkomunikasi dengan banyak orang ternyata membuat dirinya
bahagia. Terlebih jika masakan Yusuf disukai orang-orang.

Namun, Yusuf tak bertahan lama ikut orang. Ia dipecat oleh bosnya karena sering libur untuk
menjalani wajib lapor di Polda Jawa Timur (sesuai domisili penjamin pembebasan bersyarat yaitu
kakaknya, di Surabaya).

Yusuf sudah menguasai keterampilan memasak dan kenal dengan banyak pelanggan, sehingga ia
berniat membuka warung makan sendiri. Namun permodalan menjadi kendala karena tidak
punya aset untuk dijadikan agunan. Setelah mencari ke sana ke mari, ia mendapat modal dari
Noor Huda Ismail, pendiri Yayasan Prasasti Perdamaian, yang sudah beberapa kali bertemu sejak
di dalam tahanan.

Huda mendukung rencana Yusuf untuk mencarikan pinjaman modal di bank. Ia memercayakan
pengelolaan rumah makan sepenuhnya pada Yusuf, dengan sistem bagi hasil. Rumah makan
itulah yang kini berkembang menjadi Dapoer Bistik. Kini dengan usaha kuliner yang dibangunnya,
Yusuf mampu mengembangkan bisnis baru berupa rental mobil di Semarang. Ia mengangsur tiga
unit mobil dari hasil mengelola Dapoer Bistik.

Yusuf masih berpegang pada jihad sebagai ajaran tertinggi Islam, namun ia kini memaknainya
berbeda. Ia menyebut berwirausaha sebagai jihad, karena butuh kesungguhan. Baginya, jihad
tidak melulu soal mencari mati syahid, tetapi juga bagaimana mempertahankan kehidupan. Yusuf
adalah sedikit orang yang mampu membalik semangat berani mati menjadi semangat menjalani
dan mencintai hidup

Selengkapnya dapat dibaca di https://ilovelife.co.id/blog/yusuf-adirima-mantan-teroris-yang-


berubah-dari-berani-mati-menjadi-berani-hidup/

KURIKULUM REMAJA 67 MEI 2019


Minggu, Pengantar

12Mei 2019
Remaja masa kini menghadapi tuntutan dan harapan,
demikian juga bahaya dan godaaan, yang tampaknya
lebih banyak dan kompleks ketimbang yang dihadapi
remaja di generasi masa lalu. Berbagai permasalahan
dihadapi oleh remaja “jaman now”, seperti tekanan di
sekolah, relasi dengan teman-teman, aktifitas
ekstrakurikuler, hidup bermasyarakat, menghadapi
GEMBALA YANG berkembangnya teknologi serta mungkin persoalan
MENGASIHI DAN dalam keluarga. Persoalan yang semakin besar dapat
PEDULI menimbulkan kecemasan.
Mazmur 23
Kecemasan dapat berakibat menghambat potensi yang
Tujuan: dimiliki remaja. Hal ini terjadi karena kurangnya
Remaja dipanggil dan percaya
dukungan dari keluarga, orang tua kurang
kepada Yesus sebagai
mempedulikan, tekanan negative teman sebaya, belajar
gembala yang mengasihi dan
peduli. di sekolah yang memiliki kondisi belajar yang kurang
optimal, serta lingkungan sosial yang tidak kondusif.
Kecemasan dapat dikurangi dengan dukungan dan
kepedulian dari orang-orang disekitarnya. Pertanyaan berikutnya siapakah orang-orang di
sekitar para remaja yang dapat menjadi sumber dukungan bagi mereka?

Penjelasan Teks

Dalam konteks perjanjian lama, menggembalakan ternak di padang belantara merupakan


pekerjaan yang berat. Seorang gembala harus meninggalkan rumahnya dan keluarganya
selama beberapa hari hingga beberapa bulan. Mereka hidup berpindah-pindah bersama
dengan ternak gembalanya, demi mencari rumput yang dibutuhkan ternaknya. Berbagai
resiko dapat menyerang mereka, seperti serangan binatang buas, penyampun maupun
kondisi alam.

Mazmur 23 ini menceritakan bagaimana Tuhan sebagai gembala yang mengasihi serta
peduli. Kasih dan kepedulian Tuhan ini ditunjukkan pada: segala kebutuhan kita yang
dipenuhiNya sehingga kita tidak akan kekurangan (ayat 1), Tuhan juga memberikan tempat
yang baik bagi domba-dombanya, yaitu membaringkan di padang berumput hijau dan ke
sumber air (ayat 2). Gembala yang baik juga memberikan kesegaran pada jiwa kita dan
menuntun pada jalan yang benar (ayat 3). Karakteristik yang muncul lagi adalah Tuhan
menuntun kita menuju jalan yang benar dan Ia melakukannya dalam namaNya (ayat 4).
Semua itu, ia lakukan untuk melindungi kita dari bahaya. Lembah kekelaman dari bahasa

KURIKULUM REMAJA 68 MEI 2019


aslinya disebut sebagai “penter” yang berarti “lembah bayang-bayang maut”, yang sangat
mungkin merujuk kepada jurang-jurang dengan tebing-tebing yang curam. Keadaan ini
merupakan hal yang biasa bagi gembala di daerah Palestina yang harus berjalan melewati
jurang-jurang.

Aplikasi Bagi Kehidupan Remaja

Siapakah yang dapat remaja andalnya ketika berada dalam permasalahan? Beberapa remaja
mencari nasehat dari orang tua, guru, pendeta ataupun teman-teman yang dapat dipercaya.
Ada pula yang mencari jalan keluar dengan membaca buku-buku tentang motivasi atau kisah
hidup orang lain yang serupa. Namun demikian, beberapa remaja melarikan diri dari masalah
dengan tindakan negatif, seperti membolos sekolah, menjadi pelaku bullying, menggunakan
minuman yang mengandung bahan alcohol ataupun melarikan diri dari rumah. Pilihan-
pilihan negatif tersebut pada akhirnya akan memperburuk masalah yang kita hadapi.

Beberapa penelitian menyebutkan bahwa dukungan sosial menjadi faktor yang penting bagi
remaja untuk mengatasi masalahnya. Dukungan sosial adalah bentuk perhatian,
penghargaan, semangat, penerimaan, maupun pertolongan dalam bentuk lainnya yang
berasal dari orang yang memiliki hubungan sosial dekat, antara lain orang tua, saudara, anak,
sahabat, teman maupun orang lain dengan tujuan membantu seseorang saat mengalami
permasalahan. Bentuk dukungan dapat berupa informasi, tingkah laku tertentu, atau pun
materi yang dapat menjadikan individu yang menerima bantuan merasa disayangi,
diperhatikan dan bernilai. Dukungan sosial dapat mengubah respon seseorang terhadap
stressor yang telah diterima sebelumnya, contohnya, individu dengan dukungan sosial yang
tinggi mungkin memiliki seseorang yang dapat memberikan solusi terhadap masalah
individu, atau melihat masalah tersebut sebagai suatu yang tidak terlalu penting, atau
membuat individu dapat menemukan titik terang dari masalah tersebut.

Jadi ketika memiliki masalah, remaja bisa mencari orang-orang yang dapat memberikan
dukungan yang positif, seperti orang tua, pendeta, teman-teman yang baik, pendamping di
gereja, guru di sekolah. Ketika pada akhirnya semua orang, dianggap belum mampu
membantu memecahkan permasalahan yang ada, ingatlah bahwa ada Tuhan yang mampu
memberikan pemecahan masalah yang kita alami. Datanglah kepada Tuhan, kita pasti akan
mendapatkan kasih dan kepedulianNya.

Langkah-langkah Penyampaian (Kegiatan)

A. Alternatif Kegiatan 1 (Dilakukan Jika Video Dapat Ditayangkan)


1. Video tentang penyelamatan Tim sepakbola Thailand yang terjebak di Thailand, yang
berjudul “13 Orang yang Terjebak di Gua Berhasil Dievakuasi” dapat diunduh di alamat
https://www.youtube.com/watch?v=EaKlzmuf_2Q.
KURIKULUM REMAJA 69 MEI 2019
2. Setelah selesai menonton video tersebut, ajaklah peserta untuk berdiskusi tentang isi
film tersebut. Kaitkan dengan tema kali ini mengenai “Gembala Yang Mengasihi dan
Peduli”
3. Pemimpin ibadah dapat menanyakan kepada masing-masing peserta tentang
pengalaman mereka mendapatkan pertolongan dari Tuhan.

B. Alternatif Kegiatan 2 (Dilakukan Jika Video Tidak Dapat Ditayangkan)


1. Pemimpin ibadah meminta peserta ibadah diminta berkelompok masing-masing
kelompok berjumlah 3-4 orang.
2. Kemudian minta mereka masing-masing untuk membaca kisah tentang anak-anak
anggota tim sepakbola di Thailand yang terjebak di dalam Goa. Kisahnya dapat dibaca di
artikel yang ada di bawah ini.
3. Setelah itu, mintalah masing-masing anak untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang
diajukan :
a. Ceritakan bagaimana Pertolongan Tuhan bekerja dalam menolong anak-anak yang
terjebak di Goa, dalam kisah yang sudah dibaca !
b. Ceritakan kejadian atau pengalaman tentang pertolongan Tuhan yang terjadi dalam
hidupmu masing-masing !
4. Minta perwakilan dari salah satu anggota kelompok untuk membagikan pengalaman
mereka.

Kami Sempat Mencoba Menggali Lubang untuk Keluar dari Goa"


Agni Vidya Perdana Kompas.com - 18/07/2018, 21:14 WIB
CHIANG RAI, KOMPAS.com - Anak-anak anggota tim sepak bola remaja yang sempat terjebak di
dalam goa di Thailand mengaku mereka sempat mencoba menggali lubang untuk keluar. Hal
tersebut terungkap dalam tanya jawab anak-anak anggota tim sepak bola tersebut dengan media
pada Rabu (18/7/2018), yang pertama kali sejak mereka diselamatkan. Sebanyak 12 anak-anak
bersama seorang pelatih mereka yang terjebak di dalam Goa Tham Luang selama lebih dari dua
pekan telah diizinkan keluar dari rumah sakit pada Rabu ini. Mereka pun menceritakan kisah
selama terjebak di dalam goa, pada konferensi pers yang disiarkan secara langsung.

"Ini adalah sebuah keajaiban," kata Adul Sam-on, salah satu anggota tim sepak bola Wild Boar
yang berusia 14 tahun, menjawab pertanyaan wartawan tentang perasaan mereka. Baca juga:
Manchester United Undang Tim Sepak Bola Bocah yang Terjebak di Goa Terjebak tanpa
membawa cukup bekal makanan, anak-anak tersebut bertahan hanya dari air yang menetes dari
batuan di atap goa. "Kami sempat mencoba menggali lubang keluar karena merasa tidak dapat
hanya menunggu pihak berwenang menyelamatkan kami," kata pelatih Ekkapol Chantawong
yang turut terjebak di goa bersama anak-anak didiknya. Sesi tanya jawab media dengan tim sepak
bola Wild Boar tersebut telah dipersiapkan sedemikian rupa sehingga tidak akan berdampak
buruk bagi anak-anak. Sebelum konferensi pers dimulai, departemen hubungan masyarakat

KURIKULUM REMAJA 70 MEI 2019


provinsi Chiang Mai telah meminta kepada media untuk lebih dulu mengajukan pertanyaan agar
dapat disaring oleh psikiater.

Pemimpin junta Thailand, Prayut Chan-O-Cha juga mengingatkan kepada media agar berhati-hati
dalam mengajukan pertanyaan mereka kepada anak-anak tersebut. Dokter rumah sakit
sebelumnya telah menyarankan kepada keluarga anak-anak tersebut agar menjaga supaya
mereka tidak berhubungan dengan media setidaknya hingga satu bulan ke depan. Meski secara
fisik maupun mental anak-anak maupun pelatih dinyatakan sehat, namun tim medis perlu
memantau perkembangan psikologis mereka untuk mendeteksi ada tidaknya trauma yang tersisa.
Setelah diizinkan keluar dari rumah sakit, anak-anak dan pelatih mereka akan diperbolehkan
kembali ke keluarga masing-masing pada Rabu (18/7/2018) mala

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul ""Kami Sempat Mencoba Menggali Lubang
untuk Keluar dari Goa"", https://internasional.kompas.com/read/2018/07/18/21141261/kami-
sempat-mencoba-menggali-lubang-untuk-keluar-dari-goa.
Penulis : Agni Vidya Perdana
Editor : Agni Vidya Perdana

KURIKULUM REMAJA 71 MEI 2019


Minggu, Pengantar

19 Mei 2019
Teman ternyata memiliki peran yang penting dalam
membentuk kesejahteraan dan perkembangan bagi
kehidupan remaja. Setiap orang memiliki sejumlah
kebutuhan sosial dasar, kebutuhan kasih sayang (ikatan
yang aman), teman yang menyenangkan, penerimaan
oleh lingkungan sosial, keakraban dan relasi dengan
lawan jenis. Jika kebutuhan akan teman yang
KASIH YANG menyenangkan tidak terpenuhi, maka remaja akan
TERBUKA menjadi sedih dan kecewa.
Kisah Para Rasul 11:1-18
Pengalaman keberhasilan dan kegagalan dalam mencari
Tujuan: teman dekat (sahabat) dapat memengaruhi
Remaja percaya dalam
kesejahteraan hidup remaja. Ketika mengalami
pemeliharaan Tuhan,
kegagalan mendapatkan relasi persahabatan yang
mereka mampu mengasihi
semua orang. akrab, maka remaja akan merasa kesepian. Perasaan
kesepian ini diikuti dengan rasa harga diri yang turun.
Harga diri yang menurun berpengaruh dalam
kepercayaan diri remaja. Mereka menjadi terhambat dalam relasi dengan orang lain, baik di
sekolah maupun di lingkungan tempat tinggalnya. Remaja menjadi enggan masuk sekolah,
ketika tidak memiliki teman dekat di sekolah. Di lingkungan tempat tinggalnya juga merasa
terkucil, karena tidak ada teman dekatnya.

Berapa banyak sahabat yang dimiliki? Faktor-faktor apa saja yang sering menjadi
pertimbangan dalam memilih sahabat? Suku bangsa, agama, latar belakang pendidikan,
kondisi sosial ekonomi ataupun penampilan seseorang apakah merupakan faktor menjadi
pertimbangan dalam memilih sahabat?

Penjelasan Teks

Perikop kali ini mengisahkan tentang Petrus yang mempertanggungjawabkan baptisan


Kornelius di Yerusalem. Kornelius adalah seorang perwira pasukan yang disebut sebagi
pasukan Italia. Ia seorang yang saleh, demikian juga seluruh isi rumahnya takut kepada
Tuhan dan ia banyak memberi sedekah kepada umat Yahudi dan senantiasa berdoa kepada
Tuhan (Kisah Para Rasul 10: 1-2). Pada suatu malam, ia mendapatkan penglihatan supaya
menyuruh beberapa orang ke Yope untuk bertemu dengan Simon Petrus, hal itu kemudian
dilaksanakannya (Kisah Para Rasul 10: 3-7). Pada akhirnya orang suruhan Kornelius
bertemu dengan Petrus, dan memohon Petrus untuk dapat ke tempat Kornelius. Ketika
Petrus tengah menceritakan tentang Yesus dari Nazaret, turunlah Roh Kudus ke atas semua

KURIKULUM REMAJA 72 MEI 2019


orang yang mendengarkan pemberitaan itu, sehingga mereka akhirnya di baptis dalam nama
Yesus (Kisah Para Rasul 10: 34- 48).

Kejadian itu didengar oleh rasul-rasul dan saudara-saudara di Yudea bahwa bangsa-bangsa
lain juga menerima firman Allah (Kisah Para Rasul 11: 1). Ternyata keputusan Petrus untuk
mengikuti kehendak Tuhan dan membaptis Kornelius menjadi perdebatan di Yerusalem.
Setibanya Petrus di Yerusalem, beberapa golongan murid Yesus yang ketat dalam tradisi
Yahudi atau orang-orang yang berasal dari golongan orang yang bersunat berselisih
pendapat dengannya (Kisah Para Rasul 11: 2). Mereka mengajukan protes terhadap tindakan
yang dilakukan oleh Petrus yang masuk ke rumah orang-orang yang tidak segolongan dengan
mereka serta makan bersama mereka (Kisah Para Rasul 11: 3). Di mata orang-orang ini
Petrus sedang bersekutu dengan orang kafir. Ini tentu akan mendatangkan penghukuman
dari Tuhan. Mereka tidak sadar bahwa Tuhan telah mengubah target pernyataan diri-Nya.
Dia tidak lagi mengutamakan Israel atas bangsa-bangsa lain. Sekarang Dia telah menyatakan
diri-Nya kepada semua bangsa tanpa perbedaan. Kelompok tradisionalis sempit hanya
mengetahui peraturan Tuhan secara mati. Tetapi umat Tuhan yang sejati mengenal Tuhan
secara dinamis dan peka terhadap pimpinan Tuhan yang tidak terikat tradisi apa pun.

Petrus kemudian menjelaskan secara berturut-turut tentang bagaimana Roh Kudus


menuntunnya menuju kepada Kornelius serta teman-temannya, sehingga ia dapat
mengabarkan injil kepada mereka serta membaptis mereka dalam nama Tuhan Yesus (Kisah
Para Rasul 11: 4-17). Setelah mendengar penjelasan dari Petrus, maka mereka menjadi
tenang dan memuliakan Tuhan, karena Tuhan Allah juga mengaruniakan pertobatan kepada
bangsa-bangsa lain (Kisah Para Rasul 11: 18).

Aplikasi Dalam Kehidupan Remaja

Hubungan persahabatan menjadi sumber dukungan yang penting bagi remaja. Ketika salah
satu sahabat saling mengungkapkan rasa ketidakamanan mereka dan ketakutan mereka atas
sesuatu yang terjadi dalam hidup mereka, mereka menemukan bahwa mereka tidaklah
“aneh” dan tidak ada yang harus membuat mereka malu. Sahabat juga dapat bertindak
sebagai orang kepercayaan yang penting yang dapat menolong remaja melewati berbagai
situasi yang menjengkelkan, seperti kesulitan dengan orang tua, putus dengan pacar, atau
masalah di sekolah. Sahabat memberikan dukungan emosi, dukungan informasi serta
nasehat yang berguna. Selain itu, sahabat dapat juga berperan sebagai pelindung kita dari
perbuatan jahat orang lain.

John W. Santrock, seorang psikolog, mengatakan pentingnya persahabatan bagi remaja yaitu
pertama, kebersamaan, dimana persahabatan memberikan remaja teman akrab, seseorang
yang bersedia menghabiskan waktu dan aktivitas bersama; kedua, stimulasi, dimana
persahabatan memberikan remaja informasi-informasi yang menarik dan menggembirakan;

KURIKULUM REMAJA 73 MEI 2019


ketiga, dukungan fisik, persahabatan memberikan waktu, kemampuan-kemampuan dan
pertolongan; keempat, dukungan ego, dimana persahabatan menyediakan harapan atas
dukungan, dorongan dan umpan balik yang dapat membantu remaja untuk mempertahankan
kesan atas dirinya sebagai individu yang mampu, menarik dan berharga; kelima,
perbandingan sosial, dimana persahabatan menyediakan informasi tentang bagaimana cara
berhubungan dengan orang lain dan apakah remaja baik-baik saja; keenam, keakraban atau
perhatian, dimana persahabatan memberikan relasi yang hangat, dekat dan saling percaya
dengan individu lain dan saling percaya satu dengan yang lain.

Begitu pentingnya arti persahabatan, maka setiap remaja perlu untuk menjaga dan
mempertahankan relasi yang baik dengan sahabat mereka. Salah satu caranya adalah
menjadi sahabat sejati bagi mereka. Jangan bersikap egois dengan hanya menuntut mereka
bersikap baik, tanpa membalas kebaikan mereka. Sahabat sejati adalah sahabat yang
bersedia berbagi dan saling mengasihi. Kasih menjadi kunci utama dalam persahabatan.

Kasih seringkali diartikan sebagai perasaan sayang, cinta, atau suka kepada, beri, memberi.
Kasih identik dengan suka memberi. Orang yang mengasihi memberikan diri kepada orang
yang dikasihnya. Dalam hal mengasihi, kita tidak boleh membeda-bedakan orang. Sama
halnya dengan yang dilakukan oleh Petrus ketika membaptis Kornelius, yang dianggap
sebagai kafir oleh rekan-rekan Petrus. Petrus tetap melakukan perintah Tuhan, dengan
membaptis Kornelius dan menjadikannya orang percaya. Pada akhirnya, setiap remaja harus
belajar mengasihi sesama manusia, yaitu semua orang dari berbagai latar belakang.

Langkah-langkah Penyampaian (Kegiatan)

A. Alternatif Kegiatan 1 (Dilakukan Jika Video Dapat Ditayangkan)


1. Film pendek tentang seorang anak yang tidak membawa bekal makanan ke sekolah dan
reaksi teman-temannya, yang dapat diunduh di alamat
https://www.youtube.com/watch?v=o06UZfoHeLU&list=PLqaXtAEGIqqtHjARJARL1Q1xfJA
w0VBKK
2. Setelah selesai menonton video tersebut, ajaklah peserta untuk berdiskusi tentang isi
film tersebut. Kaitkan dengan tema kali ini mengenai “Saling Mengasihi/ Kasih Yang
Terbuka”
3. Pemimpin ibadah dapat menanyakan kepada masing-masing peserta tentang
pengalaman mereka saling mengasihi dengan sesama.

B. Alternatif Kegiatan 2 (Dilakukan Jika Video Tidak Dapat Ditayangkan)


1. Pemimpin ibadah meminta peserta ibadah diminta berkelompok masing-masing
kelompok berjumlah 3-4 orang.

KURIKULUM REMAJA 74 MEI 2019


2. Kemudian minta mereka masing-masing untuk menceritakan kisah mereka tentang
berbagi kasih dengan orang lain tersebut. Pertanyaan yang diajukan :
a. Ceritakan pengalamanmu tentang perbedaan latar belakang teman yang kamu
miliki?
b. Bagaimana pengalamanmu berbagi kasih dan saling menolong dengan teman-teman
yang berasal dari latar belakang yang berbeda!
3. Minta perwakilan dari salah satu anggota kelompok untuk membagikan pengalaman
mereka.

KURIKULUM REMAJA 75 MEI 2019


Minggu, Pengantar

26 Mei 2019
Dalam kamus besar bahasa Indonesia, berkat memiliki
arti karunia Tuhan yang membawa kebaikan dalam
hidup manusia. Kehidupan setiap individu merupakan
berkat karunia Tuhan. Namun manusia terkadang lupa
bahwa kehidupan mereka penuh dengan berkat.
Demikian juga, remaja terkadang lupa bahwa kehidupan
MENJADI BERKAT mereka merupakan suatu berkat. Keselamatan,
kesehatan, keluarga, makanan, sahabat, kesempatan
Kisah Para Rasul 16:9-15 yang kita miliki merupakan berkat yang terkadang lupa
Tujuan: kita syukuri.
Remaja dipanggil untuk
menjadi berkat dan Hidup sebagai minoritas tidak selalu mudah.
kesaksian yang baik bagi Pengalaman mengikuti pendidikan di sekolah negeri
keluarga dan sesama. dapat menjadi pengalaman tersendiri. Mungkin kita
hanya segelintir dari siswa yang mengikut Kristus.
Sebagai minoritas di lingkungan sekolah maupun
lingkungan sekitar kita, terkadang hal itu membatasi perilaku dan peran kita di dalamnya.

Basuki Tjahaja Purnama atau yang lebih dikenal dengan panggilan “Ahok” merupakan salah
satu orang yang dapat kita jadikan inspirasi. Ahok pernah menjabat sebagai bupati Belitung
Timur, Wakil Gubernur dan Gubernur DKI Jakarta. Beliau selalu tegas dan transparan dalam
mengurus uang rakyatnya. Ia memberi perintah pada jajaran di Pemprov DKI Jakarta untuk
melakukan penekanan dalam menggunakan APBD DKI Jakarta sehemat mungkin dan tidak
ingin ada anggaran sia-sia. Mencopot pejabat-pejabat di jajarannya yang berani mencuri uang
rakyat itulah yang menjadi janjinya. Beliau mengedepankan transparansi APBD kepada
publik dan menerapkan sistem online yang bisa mencegah praktik korupsi bahkan
penggelapan pajak yang banyak terjadi seperti saat ini.

Meskipun sikapnya kasar dan tegas, namun ketika dirinya blusukan ke kampung-kampung,
atau menghadapi orang yang memerlukan bantuan, beliau akan santun dan tidak sungkan
untuk membantu. Dirinya pun tidak pernah menggusur rumah tinggal para warga DKI,
namun merelokasi. Beliau menyediakan tempat tinggal yang lebih layak bagi mereka yang
terkena relokasi ke rusun-rusun yang telah dibuatnya. Demikian juga, beliau
memberangkatkan umrah para marbut masjid. Hidupnya membawa berkah bagi banyak
orang.

KURIKULUM REMAJA 76 MEI 2019


Penjelasan Teks

Perikop ini mengisahkan tentang seorang perempuan percaya yang bernama Lidia. Lidia,
seorang wanita yang memiliki profesi sebagai penjual kain ungu. Ia dikenal memiliki sifat
yang murah hati. Lidia seorang non Yahudi yang berasal dari kota Tiatira, salah satu kota di
Filipi yang dikenal sebagai kota industri dan perdagangan. Dengan pekerjaannya sebagai
pedagang kain, Lidia dianggap memiliki kemapanan secara ekonomi. Meskipun ia dianggap
berhasil secara ekonomi, ia tidak menjadi kikir. Ia justru menunjukkan kasih dan
kepeduliannya kepada sesamanya. Hal ini tampak dari tindakannya dalam memberikan
tumpangan kepada orang-orang yang melayani Tuhan. Tindakan memberikan tumpangan
pada orang lain merupakan salah satu bagian penting dalam mendukung pelayanan orang-
orang yang bekerja untuk Tuhan. Kehidupan Lidia mampu menjadi berkat dan kesaksian
yang baik bagi keluarga dan orang-orang yang ada di sekitarnya. Ia bahkan mampu
membawa seisi keluarganya percaya kepada Tuhan Yesus dan dibaptis sebagai tanda
kehidupan baru di dalam Kristus.

Perubahan hidup yang terjadi pada diri Lidia bukan karena terjadi secara kebetulan. Tuhan
bekerja melalui Rasul Paulus. Pada awalnya, Paulus berencana untuk pergi ke Asia yang
menjadi salah satu provinsi di Roma, namun Roh Kudus menghentikan (ayat 6). Setelah itu,
setibanya Paulus di Misia, ia berencana untuk pergi ke Bitinia, namun Roh Kudus
menghentikan dia lagi (ayat 7). Setelah melintasi Misia, Paulus bersama rekan-rekannya
sampai di Troas. Suatu malam Tuhan memberikan suatu penglihatan kepada Paulus yang
meminta dia untuk menyeberang ke Makedonia di Yunani (ayat 9). Paulus segera bertolak
dari Troas dan langsung ke Samotrake dan kemudian baru keesok harinya tibalah mereka
Neapolis. Kemudian setelah itu mereka menuju ke Filipi, kota pertama di bagian Makedonia,
yang merupakan kota perantauan orang Roma. Di situlah Paulus dan rekan-rekannya tinggal
selama beberapa hari (ayat 12).

Selama tinggal beberapa hari di Filipi, mereka berbicara dengan perempuan-perempuan


yang sedang berkumpul di tempat sembahyang orang Yahudi. Salah satu dari perempuan itu
bernama Lidia (ayat 14). Roh Kudus dengan sengaja membimbing Paulus untuk mengubah
rencana semulanya yang menuju ke Asia, dan berpindah ke daerah Makedonia. Perubahan
rencana itu ternyata membawa kebaikan bagi Lidia dan keluarganya, yang kemudian menjadi
pengikut Tuhan.

Aplikasi Bagi Kehidupan Remaja

Banyak orang Kristen yang enggan, ragu dan tidak mau memberi karena takut
berkekurangan. Namun ketahuilah, orang yang suka memberi tidak akan pernah menjadi

KURIKULUM REMAJA 77 MEI 2019


miskin karena ia dipelihara oleh Tuhan. Ajaran Kristus itu identik dengan kasih dan salah
satu wujud nyata bahwa kita punya kasih adalah memberi. Lidia telah memberikan teladan
bagi kita bagaimana kita harus bermurah hati dan mendukung pekerjaan Tuhan di muka
bumi ini.

Remaja sering dipandang sebagai individu yang egocentris (berpusat pada diri sendiri) dan
egois (mementingkan kepentingan sendiri), namun mereka perlu dilatih untuk
mengembangkan sikap altruisme pada orang lain. Sikap Altruisme (Altruism) merupakan
sikap atau minat yang tidak mementingkan diri sendiri dana menolong orang lain. Hukum
timbal balik atau pertukaran merupakan bagian dari sikap altruism. Remaja dapat didorong
untuk menolong orang lain dengan prinsip timbal balik. Timbal balik mendorong remaja
melakukan hal yang ia ingin orang lain lakukan terhadap dirinya.

Remaja seringkali mengalami hambatan untuk menjadi berkat bagi orang lain, karena
dihinggapi kebencian, rasa balas dendam, sakit hati serta pemikiran negatif lainnya. Menjadi
berkat untuk orang tidak harus memberi dalam bentuk materi. Berkat yang dapat dibagi
kepada orang lain dapat berupa sikap cinta kasih, doa, perhatian, sapaan, kepekaan,
pemikiran positif dan menjadi sahabat untuk siapa saja. Dalam kegiatan-kegiatan remaja di
gereja, mereka dapat dilatih untuk mengembangkan sikap altruisme seperti kegiatan
membantu anggota gereja yang telah berusia lansia, menggumpulkan dana untuk kegiatan
kemanusiaan, menjenguk orang sakit, menjadi relawan di panti asuhan, atau membantu
anak-anak yang memiliki keterbelakangan mental.

Sama seperti teladan yang telah diberikan oleh Lidia dan Ahok, marilah menjadi berkat
kepada keluarga maupun sesama, seperti Tuhan juga memberikan kelimpahan berkat
kepada kita.

Langkah-langkah Penyampaian (Kegiatan)

A. Alternatif Kegiatan 1 (Dilakukan Jika Video Dapat Ditayangkan)

1. Putarlah film singkat yang berjudul “Life Vest Inside-Kindness Boomerang -"One Day"
tentang kebaikan yang ditularkan kepada orang lain. Film ini dapat diunduh di
https://www.youtube.com/watch?v=nwAYpLVyeFU
2. Setelah selesai menonton film di atas, ajaklah peserta untuk berdiskusi tentang isi film
tersebut. Kaitkan dengan tema kali ini mengenai “Menjadi Berkat”.
3. Pemimpin ibadah dapat menanyakan kepada masing-masing peserta tentang
pengalaman mereka ketika menjadi berkat bagi keluarga dan sesama.

KURIKULUM REMAJA 78 MEI 2019


B. Alternatif Kegiatan 2 (Dilakukan Jika Video Tidak Dapat Ditayangkan)
1. Pemimpin ibadah meminta peserta ibadah diminta berkelompok masing-masing
kelompok berjumlah 3-4 orang.
2. Sebelum memulai aktifitas, pemimpin ibadah dapat mengajak peserta untuk membaca
artikel yang berjudul “Marbut Masjid Terharu Diberangkatkan Umrah oleh Ahok” di
Kompas.com - 16/12/2014, 11:35 WIB, artikel telah tercantum di bawah ini. Setelah itu,
mintalah masing-masing anak untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan:
a. Ceritakan bagaimana kisah Ahok yang menjadi berkat bagi sesamanya!
b. Ceritakan kejadian atau pengalaman tentang berkat yang telah diberikan kepada
Tuhan dan bagaimana berkat tersebut menjadi bermanfaat bagi orang lain di
sekitarmu!
3. Minta perwakilan dari salah satu anggota kelompok untuk membagikan pengalaman
mereka.

Marbut Masjid Terharu Diberangkatkan Umrah oleh Ahok


Kompas.com - 16/12/2014, 11:35 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama melepas 30 marbut atau
penjaga masjid berangkat umrah ke Tanah Suci, Mekkah. Salah seorang marbut masjid yang turut
berangkat umrah, Suweha (68), merasa terharu karena impiannya berdoa di depan Kabah segera
terwujud. "Mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada Pak Gubernur berkat kebaikan
serta perhatian Bapak, kami para marbut dapat menunaikan ibadah umrah. Sungguh satu hal yang
tak pernah kami bayangkan, kecuali sebatas mimpi kami sebagai marbut bisa ibadah di Tanah
Suci," kata Suweha yang sudah bekerja selama 10 tahun sebagai marbut Masjid Abu Toyib
Papanggo, Tanjung Priuk, Jakarta Utara, di Balaikota, Selasa (16/12/2014). "Tetapi, sekarang
bukan hanya bayangan dan impian. Kini (umrah) menjadi kenyataan, kami bahagia bangga
bercampur haru," lanjut Suweha. Lebih lanjut, ia mengaku senang karena marbut masjid kini
dipandang sebagai pekerjaan yang mulia karena pemerintah memberi perhatian lebih atas kinerja
marbut.

Selain diberangkatkan umrah, lanjut dia, marbut dengan mudah dapat bertemu pimpinan, yakni
Gubernur DKI Jakarta. Kepada Ahok, ia mengatakan, masih ada ribuan marbut yang menunggu
untuk diberangkatkan umrah. Ia berharap kegiatan ini menjadi kegiatan rutin tiap tahunnya.
"Kami marbut yang akan menunaikan umrah mendoakan semoga Gubernur serta seluruh jajaran
Pemprov DKI sukses dalam mengemban tugas. Semoga Allah memberikan rahmat dan hidayah-
Nya kepada seluruh warga Jakarta. Amin," harap Suweha. Selain memberangkatkan marbut

KURIKULUM REMAJA 79 MEI 2019


masjid umrah, Ahok juga secara simbolis memberi buku tabungan insentif kepada marbut se-DKI
Jakarta

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Marbut Masjid Terharu Diberangkatkan
Umrah oleh Ahok”
https://megapolitan.kompas.com/read/2014/12/16/11352141/Marbut.Masjid.Terharu.Diberan
gkatkan.Umrah.oleh.Ahok.
Penulis : Kurnia Sari Aziza

KURIKULUM REMAJA 80 MEI 2019


Juni 2019

Karya Roh Yang


Memperbaiki Kehidupan

KURIKULUM REMAJA 81 JUNI 2019


DAFTAR ISI

Tema Masa Pentakosta ................................................................................................................................... 81


KARYA ROH YANG MEMPERBAIKI KEHIDUPAN

2 Juni 2019 .......................................................................................................................................................... 83


AKU BEBAS

9 Juni 2019 .......................................................................................................................................................... 87


ROH YANG MEMPERBAIKI KEHIDUPAN

16 Juni 2019 ........................................................................................................................................................ 90


PUJILAH NAMA TUHAN

23 Juni 2019 ........................................................................................................................................................ 93


DALAM TUHAN KITA SATU

30 Juni 2019 ........................................................................................................................................................ 96


AKU SIAP DIUTUS

KURIKULUM REMAJA 82 JUNI 2019


Minggu, Pengantar

2
Juni 2019
Kebebasan adalah dambaan setiap mahluk hidup
termasuk manusia, oleh sebab itu hukuman penjara
adalah hukuman yang sangat menyiksa. Dalam film-
film bahkan dalam dunia nyata kita sering mendapat
gambaran bahwa orang yang keluar dari penjara sangat
bersukacita karena di hadapannya terbentang
kehidupan baru dan kesempatan untuk melakukan apa
AKU BEBAS
saja.
Mazmur 97
Meskipun tidak semua orang pernah merasakan
Tujuan:
Remaja dapat merasakan pahitnya hidup di balik jeruji penjara namun banyak
karya Tuhan yang manusia yang hidup terpenjara. Apa maksudnya?
membebaskan. Mereka hidup dalam ketakutan, kekuatiran, kecemasan
yang menghalangi orang untuk hidup bebas. Banyak
orang stres karena hidupnya dikuasai oleh ketakutan,
ada yang sulit tidur atau tidak enak makan karena hidupnya dipenuhi dengan kekuatiran
bahkan tak jarang orang harus menghabiskan uang banyak untuk menjalani perawatan jiwa
karena kecemasan. Hal-hal tersebut adalah kuasa dosa dalam hidup kita. Sejak manusia
jatuh dalam dosa hidupnya bagaikan terpenjara.

Bagaimana orang-orang seperti contoh di atas dapat merasakan hidup yang tenang dan
bahagia, serta bebas menentukan masa depan mereka? Jawabannya hanya satu yaitu
Tuhan. Hanya Tuhan yang dapat membebaskan manusia dari segala bentuk keterikatan.
Bagaimana caranya? Tentu manusia harus percaya dan mengimani kuasa Tuhan sehingga
manusia tidak lagi dikuasai oleh ketakutan dan kekuatiran yang mengungkung hidupnya.
Yesus Kristus sebagai Allah yang datang ke dunia oleh kasih-Nya berkenan melepaskan
manusia dari kungkungan dosa sehingga sungguh beriman kepadaNya akan membebaskan
manusia bukan hanya dari dosa tetapi dari kuasa-kuasa yang mengelilingi hidup manusia.

Melalui pelajaran hari ini remaja diingatkan bahwa sumber kekuatan dan kebebasan
mereka adalah Tuhan sendiri. Dengan mengimani bahwa tidak ada kuasa yang dapat
mengalahkan kuasa Tuhan, maka remaja diajak untuk terbebas dari rasa takut dan kuatir
serta mengalihkan ketakutan dan kekuatirannya sebagai energi positif untuk melakukan
kebaikan bagi Tuhan dan sesama. Dengan memahami bahwa Allah yang Maha Besar itu
berkenan mengasihi manusia berdosa dan membebaskan mereka, para remaja termotivasi
untuk berkarya secara positif.

KURIKULUM REMAJA 83 JUNI 2019


Penjelasan Teks

Pemazmur mengajak seluruh alam semesta bersukacita dan menaikkan pujian kepada
Allah. Sebab, Allah sendiri adalah Raja Agung alam semesta (ayat 1, 12). Ia menciptakan dan
berkuasa atas segala ciptaanNya. Segala sesuatu takluk di bawah kendali dan kekuasaan
Allah (ayat 9). KehadiranNya dilukiskan bagaikan fenomena alam dahsyat yang tak dapat
ditandingi oleh siapa dan apapun. Seluruh manusia sudah seharusnya takluk padaNya dan
bukan pada hal-hal lain yang adalah kesia-siaan.

Allah juga digambarkan bukan hanya mahakuasa, tetapi juga adil dan benar dalam segala
hal (ayat 2b). Ialah yang menghakimi perbuatan manusia dengan keadilan dan kebenaran
(6, 8). Keadilan Allah digambarkan seperti api yang menghanguskan, tidak ada manusia
yang dapat meloloskan diri dari hadapan-Nya (ayat 3). KebenaranNya seperti kilat yang
menghukum bangsa-bangsa yang beribadah kepada allah palsu (ayat 7). Karena itu,
pemazmur mengajak seluruh orang percaya untuk menjauhi kejahatan karena Allah akan
membela dan membebaskan orang yang berlaku benar dihadapanNya (ayat10-11).

Pemazmur mengajar orang percaya untuk bersukacita karena Allah tidak akan
meninggalkan anak-anak yang berlindung kepada-Nya tidak ada yang dapat menyakiti
orang percaya selama mereka bersandar kepada Allah.

Aplikasi

Remaja sering kali merasa sendiri ditengah keramaian, tidak ada orang yang
memperhatikan dan membantunya mengambil keputusan-keputusan penting dalam
hidupnya. Kondisi kebingungan atau seringkali digambarkan sebagai persimpangan
seringkali mengajak remaja untuk mencari kesenangan dan ketenangan dari hal-hal yang
instan. Solusi itu kerapkali bukannya memberi jawaban tetapi justru membuat keadaan
semakin terpuruk, seperti pertemanan yang buruk yang membawa remaja pada hal-hal
yang buruk pula.

Melalui pelajaran ini remaja diajak untuk mengarahkan pandangannya kepada Tuhan.
Hanya Tuhan yang sanggup memberi jawab atas persoalan hidup. Ia begitu besar mengatasi
setiap persoalan namun demikian Ia begitu dekat dan peduli kepada setiap orang yang
mencari Dia. Yesus merupakan karya nyata Allah yang mau peduli dan hidup ditengah
manusia bahkan mau berkorban dan mati untuk membela manusia berdosa.

KURIKULUM REMAJA 84 JUNI 2019


Langkah Penyampaian

1. Remaja diminta untuk mendefinisikan kata bebas, dan menggambarkan kondisi di


mana manusia kehilangan kebebasan.
2. Pengajar menjelaskan bagaimana dosa menguasai dan mengungkung hidup manusia
sehingga hidup manusia tidak lagi bebas.
3. Remaja diajak untuk membaca Mazmur 97 dan menyaksikan tayangan tentang
perbandingan benda-benda langit dan memposisikan dirinya ditengah alam semesta
betapa dirinya tidak ada apa-apanya dibanding kebesaran Allah. Remaja kemudian
diajak untuk menghayati bagaimana Allah yang Maha Besar itu tetap mau peduli dan
memerhatikan remaja.
4. Remaja membuat komitmen untuk senantiasa mengutamakan Allah dalam hidupnya
dengan membaca firman dan menyediakan waktu doa untuk membangun hubungannya
dengan Allah. Dalam hubungan yang akrab dengan Allah remaja dibebaskan dari
keraguan, rasa takut dan kuatir.

KURIKULUM REMAJA 85 JUNI 2019


KURIKULUM REMAJA 86 JUNI 2019
Minggu, Pengantar

9
Juni 2019
Anak-anak biasanya memiliki mainan, pakaian maupun
barang-barang kesayangan. Barang-barang ini akan
sulit dipisahkan dengan mereka. Kadang masalah
datang ketika orangtua hendak membersihkan atau
mencuci barang kesukaan itu. Perlu waktu yang tidak
sebentar untuk mengalihkan perhatian anak-anak dari
barang yang disukainya. Jika kita mengumpamakan
ROH YANG barang-barang itu sebagai kebiasaan, masing-masing
MEMPERBIAIKI kita memiliki kebiasaan apakah itu baik atau buruk.
KEHIDUPAN Kebiasaan baik tidak menjadi malah, yang kadang
Kisah Para Rasul 2:1-21 menyulitkan adalah memisahkan diri dari kebiasaan
buruk.
Tujuan:
Remaja percaya dengan
Kebiasaan buruk terbentuk dari kebiasaan kita
bersandar pada Tuhan
melakukan sesuatu. Jika kebiasaan itu sudah sangat
Mereka mampu
memperbaiki hidupnya. lama melekat kepada diri kita maka semakin sulit atau
sakitlah upaya kita melepaskan diri darinya.

Bukan hanya kebiasaan yang melekat kepada hidup manusia terkadang ada pula hal-hal
negatif yang merugikan kita jika terus kita pertahankan seperti karakter, watak, sikap dan
lain sebagainya. Pertanyaannya, apakah kita dapat mengubahnya? Tentu bisa! Tetapi tidak
bisa kita lakukan sendiri, selain tekad yang kuat kita membutuhkan pertolongan Tuhan,
melalui Roh Kudus.

Roh Kudus sebagai pribadi Allah yang tinggal di dalam diri orang percaya merupakan
kelanjutan karya Allah di dunia. Tuhan Yesus menjanjikan datangnya Roh Penghibur
sehingga para pengikutNya tidak sendirian di dunia ini. Roh Kudus selain menyertai orang
percaya juga memiliki kuasa untuk memperbaiki kehidupan nanusia sehingga senantiasa
terarah kepada Allah.

Penjelasan Teks

Para Murid pasca kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus masih diliputi oleh keraguan dan
ketakutan. Mereka berkumpul ditempat yang ditentukan oleh Tuhan Yesus untuk
menunggu janji kedatangan Roh Kudus. Roh Kudus datang kepada mereka seperti lidah api
dan memberi kemampuan kepada mereka untuk memberitakan injil dengan bahasa-bahasa
lain (ayat 1-4).

KURIKULUM REMAJA 87 JUNI 2019


Peristiwa Pentakosta bersamaan dengan Pentakosta Yahudi yang diadakan untuk
memperingati hari ke 50 sejak masa Paskah, yaitu hari panen, di mana setiap orang Yahudi
mempersembahkan hasil pertama dari usaha mereka kepada Tuhan. Pada hari itu orang
Yahudi dari berbagai tempat datang ke Bait Allah untuk merayakan hari yang juga dipakai
untuk mengingat kelepasan bangsa Israel dari perbudakan di Mesir dan juga turunnya
hukum Allah di gunung Sinai (ayat 5).

Kemampuan para murid untuk berbicara dengan berbagai bahasa mempermudah orang
dari berbagai bangsa yang datang untuk perayaan itu mengerti dan memahami apa yang
dikatakan para murid. Meskipun tidak semua mereka merespon positif terhadap
pemberitaan itu, ada yang menyambut baik, adapula yang mengira para murid sedang
mabuk. (ayat 6-13). Petrus lalu bangkit dan menjelaskan kepada orang banyak tentang
siapa Yesus dan karya Allah yang luar biasa bagi dunia dan bahwa keselamatan hanya ada
pada Allah dan setiap orang yang menyambut karya Allah itu akan diselamatkan (ayat 14-
21).

Satu hal yang tampak dari peristiwa itu adalah perubahan para murid secara luar biasa.
Para murid yang tadinya ketakutan dan tidak berani tampil di muka umum, menjadi berani
oleh karena pertolongan Roh Kudus, bahkan mereka menjadi cikal bakal berdirinya gereja
mula-mula. Tanpa karya Roh Kudus kekristenan tidak akan mungkin tersebar ke seluruh
dunia. Oleh karena Roh Kudus para murid bahkan dengan berani mengabarkan injil
meskipun mereka harus menghadapi ancaman kematian.

Aplikasi

Setiap orang percaya dipanggil oleh Tuhan untuk turut berkarya memberitakan kabar
sukacita tentang kebaikan dan penyelamatan Allah. Terkadang dalam melaksanakan tugas
itu orang percaya mengalami ketakutan, kegamangan dan kesulitan. Misalnya ketika harus
menyatakan kebenaran dan berhadapan dengan banyak orang yang tidak suka, terkadang
orang percaya memilih untuk diam dan mengikuti arus. Demikian pula menghadapi
kebiasaan buruk yang sulit dilepaskan, terkadang orang percaya menyerah pada keadaan
dan tetap tenggelam dalam perbuatan-perbuatan atau kebiasaan yang tidak berkenan
kepada Tuhan.

Untuk menjadi anak-anak Tuhan yang setia dibutuhkan perjuangan yang keras tentu juga
dengan melibatkan Roh Kudus, dengan demikian orang percaya dimampukan untuk
berubah dan berani melaksanakan kehendak Tuhan apapun resiko yang dihadapinya.
Sesulit apapun perubahan dalam diri orang percaya dengan pertolongan Roh Kudus, akan
terjadi. Bagaimana cara mengundang Roh Kudus dalam hidup kita? Dengan rajin menjaga
hubungan kita dengan Tuhan, melalui pembacaan Alkitab, berdoa senantiasa dan tidak
menjauhkan diri dari persekutuan.

KURIKULUM REMAJA 88 JUNI 2019


Langkah Penyampaian

1. Remaja diminta untuk mendaftarkan kebiasaan-kebiasaan atau karakter-karakter


buruk yang sering kali ditemui pada diri manusia.
2. Pengajar menjelaskan mengenai peran Roh Kudus dalam perubahan yang terjadi dalam
hidup para murid.
3. Remaja diminta untuk menuliskan karakter, kebiasaan buruknya di secarik kertas, lalu
bersama-sama mendoakannya agar Tuhan melalui Roh-Nya memampukan remaja
melepaskan diri dari kebiasaan tersebut dan berubah seturut dengan kehendak Tuhan.
Kertas-kertas itu kemudian dikumpulkan dari di sobek/dibakar sebagai simbol
keinginan keras remaja mengubah dirinya.
4. Remaja dan pengajar mendoakan komitmen remaja untuk berubah.

KURIKULUM REMAJA 89 JUNI 2019


Minggu, Pengantar

16Juni 2019
Mengapa orang harus bercermin? Untuk melihat
gambar dirinya secara jujur! Cermin selalu
menceritakan keadaan diri kita dengan jujur, fungsinya
adalah untuk segera memperbaiki apa yang kurang pas.
Misalnya pakaian kita kurang rapi, akan segera kita
sadari dan kita rapikan, demikian pula rambut yang
belum disisir akan segera kita ketahui dan atur agar
PUJILAH NAMA kita tampai baik dihadapan orang lain. Namun, kadang
TUHAN fungsi cermin bergeser kepada alat untuk
Mazmur 8 menunjukkan kekurangan. Banyak orang lama-lama
berdiri di depan cermin hanya untuk menyesali
Tujuan: penampilannya, atau menggerutu oleh karena bentuk
Remaja mampu memuji
tubuhnya. Hal ini diperburuk oleh media dengan
Tuhan dengan sukacita.
menampilkan iklan-iklan yang menunjukkan figur
sempurna seperti misalnya obat pelangsing tubuh yang
menunjukkan postur ideal yang dipuji atau disukai
banyak orang. Jika figur kita tidak seperti itu maka kita akan dipandang aneh atau kurang
oleh orang lain. Itulah yang membuat banyak orang kemudian bercermin bukan untuk
memperbaiki diri tetapi untuk menyesali keberadaannya.

Dalam beberapa kasus kita menemukan orang-orang yang depresi atau stress dengan
dirinya dan mengambil keputusan untuk mengakhiri hidupnya. Sungguh sesuatu yang sia-
sia! Allah menciptakan kita dengan segala kebaikan tetapi kita justeru menolak dan
menganggapnya tidak baik, malah memusnahkannya.

Gambar diri kita harus dilihat tidak hanya dari satu sisi misalnya penampilan kita, tetapi
kita harus melihatnya secara menyeluruh. Mari kita melihat proses kelahiran kita,
bagaimana ibu kita berjuang antara hidup dan mati untuk melahirkan kita, bagaimana kita
diciptakan secara unik oleh Tuhan dengan segala kelebihan kita. Kita juga ditempatkan di
dalam sebuah keluarga yang unik dan tidak sama dengan keluarga lainnya. Kita berbeda
dengan mahluk lain yang diberi akal dan budi bukan hanya naluri saja. Masih banyak lagi
kekhususan kita sebagai manusia yang harus kita syukuri yang harsnya menjadi alasan kita
untuk memuji Tuhan tanpa henti!

Kita menemukan dalam kitab Mazmur banyak puji-pujian kepada Tuhan karena pemazmur
melihat kebaikan Tuhan dalam kehidupan mereka. Lalu mengapa masih banyak orang
menyesali atau menggerutu bahkan gagal untuk mengucap syukur? Karena perhatian
mereka terarah hanya kepada kekurangan diri mereka. Mari kita belajar untuk melihat hal-

KURIKULUM REMAJA 90 JUNI 2019


hal baik dalam diri kita agar kita belajar juga untuk melihat diri kita secara positif dan
mampu mengucap syukur.

Penjelasan Teks

Mazmur 8 merupakan doxologi atau pemberitaan tentang kemuliaan. Kemuliaan siapa yang
diberitakan di dalamnya? Tentu kemuliaan Allah tetapi uniknya dalam mazmur ini juga
ditunjukkan tentang manusia yang adalah mahluk yang mulia. Tentu kemuliaan manusia
tidak lepas dari kemuliaan Allah.

Pemazmur mengajak seluruh ciptaan untuk memuji Tuhan! Mengapa bayi-bayi diajak untuk
memuji Tuhan? Bayi-bayi menggambarkan ketidakberdayaan tetapi justru mereka
dilindungi oleh Tuhan, seperti keberadaan manusia di tengah alam semesta. Ketika manusia
sadar bahwa dirinya adalah bagian dari alam semesta maka mereka harusnya juga sadar
bahwa dirinya tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan ciptaan lain. Tetapi walau
demikian mereka berharga di mata Allah (ayat 1-4).

Manusia diajak untuk menyadari bahwa dirinya diperhitungkan Allah. Allah meletakkan
seluruh ciuptaan dibawah kaki mereka. Manusia adalah mahluk yang lemah bahkan dalam
beberapa kesempatan, manusia tidak mampu mengalahkan kuasa alam, misalnya dalam hal
menghadapi bencana alam. Namun, Allah memberi kuasa kepada manusia untuk mengatur
alam ini, segala sesuatu dapat mereka upayakan agar kehidupan menjadi selaras dan
harmonis (ayat 5-6).

Pemazmur menyebut segala apa yang ditaklukkan Allah dibawah kuasa manusia, dan
mengajak semua mahluk untuk memuji Tuhan. Dan akhirnya pemazmur mengajak setiap
pembaca mazmurnya untuk memuji dan memuliakan Tuhan karena kasihNya kepada
manusia (ayat 7-10).

Aplikasi

Remaja seringkali merasa tidak sempurna dan minder membandingkan dirinya dengan
orang lain. Gambaran negatif tentang diri sendiri kadang membuat remaja menarik diri dari
lingkungan bahkan menghasilkan perasaan rendah diri bahkan depresi.

Mazmur ini mengajak remaja melihat keberadaan dirinya ditengah seluruh ciptaan Allah
betapa ia dikasihi dan dianggap berharga oleh Allah, bahkan Allah menaruhkan makna dan
tujuan dalam hidupnya!

KURIKULUM REMAJA 91 JUNI 2019


Langkah penyampaian

1. Pengajar mengajak beberapa remaja berdiri didepan cermin dan menceritakan apa
yang mereka lihat di sana.
2. Pengajar menjelaskan tentang kecenderungan manusia memandang keburukan dalam
dirinya. Pengajar dapat mengangkat contoh kasus seperti di bawah ini:

Sebuah surat kabar St. Louis memberikan judul salah satu tulisannya: “Inferiority
Complex” yang disebabkan oleh hidung panjang mengakibatkan mahasiswa bunuh diri.
Artikel ini melaporkan kasus bunuh dirnya seorang mahasiswa berusia 24 tahun dari
Washington University, bernama Theodore Hofman. Ironisnya, artikel ini melaporkan
bahwa mereka-mereka yang mengenalnya, menganggap Hofman adalah seorang
mahasiswa yang popular. Berikut adalah tulisan dari permuda ini:

Kepada Dunia:

Ketika aku masih kecil, anak-anak lainnya melecehkan dan memperlakukan aku dengan
tidak baik sebab aku lebih lemah dan lebih buruk rupa daripada mereka. Aku peka, pemalu
dan sering digoda karena wajahku dan hidungku yang panjang. Semakin mereka
menyinggungku, semakin mereka menggodaku. Aku menjadi takut kepada orang-orang.

Aku tahu bahwa banyak diantara mereka yang membenciku karena hal-hal yang bukan
menjadi tanggung jawabku. Sifatku yang sentimental dan penampilanku. Aku tak dapat
berbicara kepada siapapun. Kepercayaan diriku lenyap.

Seorang guruku mengeja namaku dengan dua huruf “F” padahal seharusnya satu, tetapi
aku sedemikian terbelakangnya sehingga aku tak dapat mengoreksinya dan oleh karenanya
aku malah ikut-ikutan mengeja namaku sendiri dengan dua huruf “F” selama sekolah.
Semoga Allah mengampuni semuanya.

Aku takut kepada dunia tetapi aku tidak takut mati.

3. Pengajar menjelaskan bahwa manusia adalah mahluk mulia yang dipilih dan
dikuduskan Allah, yang ditempatkan Allah di dunia untuk memuji dan memuliakan
Allah melalui apa yang mereka miliki (talenta dan kemampuan mereka)

KURIKULUM REMAJA 92 JUNI 2019


Minggu, Pengantar

23Juni 2019
Manusia diciptakan oleh Tuhan dalam perbedaan,
tujuannya tentu agar manusia yang lemah ini saling
melengkapi dan bersinergi. Sayangnya kerapkali
perbedaan itu menjadi alasan bagi manusia untuk
merendahkan dan menindas sesamanya. Kita melihat
dari sejarah bagaimana ras yang satu menindas ras
yang lain karena menganggap rasnya yang utama
DALAM TUHAN sedangkan ras yang lain lebih rendah, demikian pula
KITA SATU bangsa yang satu menjajah atau merendahkan bangsa
Galatia 3:23-29 yang lain karena merasa lebih maju dan beradab. Sejarah
perbudakan juga bercerita kepada kita bagaimana
Tujuan: sebuah golongan menindas yang lain dengan sangat
Remaja dapat menerima
kejam hanya karena perbedaan warna kulit.
sesamanya sebagai saudara
tanpa membeda-bedakan.
Kehadiran Yesus di dunia melalui pelayanan-Nya
memperlihatkan bahwa keselamatan tidak diperuntukkan
hanya bagi satu bangsa dan golongan tertentu saja.
Berbaurnya Yesus dengan orang yang lemah dan tertindas, orang-orang berdosa bahkan
bangsa yang dianggap lebih rendah oleh orang Yahudi menunjukkan bahwa keselamatan
Allah tidak membeda-bedakan orang.

Sebagai pengikut Kristus tentu kita memiliki 2 panggilan yang sama yaitu tidak membeda-
bedakan orang antar sesama orang percaya maupun kepada dunia. Panggilan ini menjadi dasar
sikap hidup dan pergaulan kita di dunia. Meskipun kita menghadapi banyak sekali perbedaan
dalam pergaulan kita dengan sesama kita, perbedaan itu tidak kita lihat sebagai penghalang
tetapi justru karunia Allah yang memperlengkapi dan menyempurnakan hidup kita.

Penjelasan Teks

Paulus menjelaskan kepada jemaat fungsi dari hukum Taurat sebagai penuntun manusia
untuk mengenal Allah, namun demikian ketika Yesus datang, manusia tidak lagi berada di
bawah kekhususan hukum Taurat karena keselamatan itu kini terbuka untuk seluruh
manusia (ayat 23-25).

Setiap orang yang beriman kepada Kristus dan dibaptis dalam nama Yesus telah dipersatukan
dalam Dia sehingga tidak ada lagi pembedaan baik itu suku bangsa, agama, strata sosial
bahkan Abraham menjadi bapa bersama dalam iman kepada Kristus (ayat 26-29).

KURIKULUM REMAJA 93 JUNI 2019


Nampaknya persoalan yang dihadapi jemaat di Galatia cukup serius, di mana jemaat
terpecah antara orang Yahudi yang merasa lebih dahulu mengenal Allah dengan orang-
orang yang berkebangsaan lain yang dianggap lebih rendah karena mereka dahulu
penyembah ilah lain.

Paulus menegaskan bahwa setiap orang memperoleh kesempatan yang sama untuk
menyambut keselamatan yang diberitakan oleh Tuhan Yesus. Barangsiapa percaya maka ia
akan memperoleh janji yang sama, sebagaimana yang dijanjikan kepada setiap orang yang
percaya kepada-Nya.

Aplikasi

Remaja seringkali menemukan perbedaan bahkan pembedaan dalam pergaulan. Dalam usia
remaja pertemanan dalam group sangat penting sehingga tidak tertutup kemungkinan
pembedaan atau pengasingan yang diterima menimbulkan persoalan yang serius.

Meskipun dunia cenderung membedakan orang, namun remaja belajar bahwa didalam
Kristus semua manusia sama. Mereka sama-sama dikasihi Allah dan sama-sama
memperoleh kesempatan untuk diselamatkan oleh Allah. Oleh sebab itu pembedaan yang
diterima remaja tidak boleh ditanggapi dengan sikap yang sama, melainkan harus disikapi
dengan tetap terbuka dan bersahabat kepada siapa saja.

Langkah penyampaian

1. Pengajar memperlihatkan gambar Yesus yang mengasihi semua bangsa, dan meminta
rema berpendapat mengenainya. (gambar 1)
2. Pengajar menjelaskan konteks perbedaan di jemaat mula-mula dan bagaimana nasihat
Paulus mengenainya, demikian pula sikap Yesus terhadap perbedaan yang menjadi
teladan para rasul untuk menyambut setiap orang tanpa membeda-bedakan.
3. Remaja diminta mengemukakan tantangan yang dihadapi dan komitmennya untuk
tetap meneladani Kristus dan mendoakan komitmen tersebut.

KURIKULUM REMAJA 94 JUNI 2019


(Gambar 1)

KURIKULUM REMAJA 95 JUNI 2019


Minggu, Pengantar

30Juni 2019
Setiap orang percaya pada dasarnya dipanggil oleh
Tuhan untuk melakukan tugas yang dipercayakan
kepadanya. Tugas setiap orang berbeda sesuai dengan
kemampuan dan kebisaannya. Gereja seringkali
membahasakan kemampuan khas yang Allah berikan
kepada setiap orang untuk melayaniNya sebagai
AKU SIAP DIUTUS Talenta. Setiap orang percaya diberi talenta sesuai
dengan penugasan kepada mereka, talenta itu
I Raja-raja 19:15-16; 19-21 bertumbuh bersama dengan kesetiaan mereka
Tujuan: mengerjakan talenta tersebut.
Remaja siap untuk diutus
dalam pelayanan. Gereja menghadapi dua jenis orang dengan
pemahamannya yang pertama orang yang merasa tidak
memiliki tugas apapun atau tidak diberi talenta apapun
sehingga mereka tidak mengambil bagian dalam pelayanan. Yang kedua adalah orang yang
memahami pelayanan sebagai milik pribadi dan bukan milik Tuhan. Dua persoalan ini
seringkali mengganggu kehidupan bergereja. Golongan yang pertama menjadi anggota yang
hanya memikirkan diri mereka sendiri dan tidak peduli kepada kiprah gereja untuk
melayani dunia. Sedangkan yang kedua seringkali menimbulkan konflik internal dalam
tubuh gereja, di mana para pelayan menjalankan pelayanannya semaunya sendiri dan tidak
peduli kepada orang lain yang sama-sama melayani di ladang Tuhan.

Pelayanan harus dipandang pertama-tama sebagai anugerah Allah, setiap orang diberi
kesempatan untuk menyambut tugas pelayanan itu dan mengerjakannya sesuai dengan
kemampuan yang Allah berikan. Melalui pelayanan itu setiap orang mendapat kesempatan
yang sama untuk mengalami pertumbuhan baik kemampuan maupun iman sehingga
kualitas mereka sebagai pengikut Tuhan semakin bertambah.

Melalui pelajaran hari ini remaja diajak untuk memahami ulang panggilan pelayanan
mereka masing-masing serta menyadari bahwa pelayanan pertama-tama adalah dari Allah
dan untuk Allah sehingga remaja dengan kerendahan hati mau menyambut apapun
pelayanan yang dipercayakan kepada mereka dengan sukacita serta memahaminya sebagai
kesempatan yang Allah berikan kepada mereka untuk mengalami pertumbuhan di dalam
Tuhan.

KURIKULUM REMAJA 96 JUNI 2019


Penjelasan Teks

Nabi Elia dipanggil untuk melayani Tuhan dalam kondisi Israel yang berat. Ia harus
menghadapi beberapa persoalan yang bahkan mengancam nyawanya. Dalam keadaan itu
Tuhan mengutus Elia untuk mengurapi seorang raja dan nabi yang baru! Apa artinya ini?
Bukankah Elia adalah nabi Tuhan? Mengapa Tuhan ingin memanggil nabi yang baru?
Nampaknya Elia sadar benar bahwa tugas kenabian yang ada padanya bukan milik
pribadinya sehingga ia bergegas untuk melakukan apa yang Tuhan perintahkan kepadanya
(ayat 15-16). Pilihan Tuhan jatuh pada Yehu untuk menjadi raja dan Elisa untuk menjadi
nabi pengganti Elisa.

Panggilan kepada Elisa dilakukan oleh Elia dengan melemparkan jubahnya, nampaknya
begitulah cara seorang nabi memanggil orang untuk menjadi pembantunya. Panggilan itu
ditanggapi dengan segera oleh Elisa tanpa banyak berpikir panjang, ia melakukan persiapan
pribadi dan berpamitan dengan keluarganya untuk segera mengikuti Elia (ayat 19-21)

Terlihat teladan yang luar biasa dari dua orang hamba Tuhan ini yang satu (Elia) tidak
menganggap pelayanan itu sebagai milik pribadinya sehingga ketika Tuhan berkehendak
mengalihkannya kepada yang lain ia dengan rela hati memberikannya. Sementara pada diri
Elisa kita melihat kesediaan menyambut panggilan Tuhan dengan sukacita, bahkan
bersedia mengorbankan apa yang ada padanya untuk mengerjakan tugas yang Tuhan
percayakan.

Aplikasi

Ada banyak remaja merasa bahwa pelayanan bukanlah tugasnya sehingga ketika diajak
untuk bergabung dalam pelayanan banyak yang menolak atau tidak bersedia. Melalui
pelajaran ini remaja diajak untuk memahami bahwa setiap mereka memperoleh panggilan
yang sama, hanya saja Tuhan menempatkan mereka sesuai dengan kemampuan mereka
masing-masing, apapun yang dipercayakan kepada mereka harusnya ditanggapi dengan
sukacita karena semua berasal dari Tuhan.

Langkah penyampaian
1. Pengajar mengajak remaja untuk mengenali talenta yang Tuhan percayakan kepadanya.
2. Pengajar menjelaskan makna panggilan pelayanan kepada remaja.
3. Remaja diajak untuk menempatkan diri sesuai dengan minatnya pada pelayanan yang
ada di gereja dan mendoakan komitmen dan panggilannya itu.

KURIKULUM REMAJA 97 JUNI 2019


KURIKULUM REMAJA 98 JUNI 2019
Juli 2019

Melakukan Perutusan
Dalam Kasih

KURIKULUM REMAJA 99 JULI 2019


DAFTAR ISI

Tema Juli 2019 ................................................................................................................................................... 99


MELAKUKAN PERUTUSAN DALAM KASIH

7 Juli 2019 ......................................................................................................................................................... 101


CALL ON DUTY

14 Juli 2019 ...................................................................................................................................................... 104


TALK LESS DO MORE

21 Juli 2019 ...................................................................................................................................................... 106


HOSPITALITY

28 Juli 2019 ...................................................................................................................................................... 109


BE GENTLE

KURIKULUM REMAJA 100 JULI 2019


Minggu, Pengantar

7
Juli 2019
Bagaimanakah respon remaja jika sedang asyik belajar
atau bermain tiba-tiba orang tua minta tolong untuk
membantu atau menolong melakukan sesuatu bahkan
mengingatkan tugas-tugas yang dilakukan? Ada yang
langsung menyahut “bentar ma, pa”. Ada yang kemudian
menjawab “adik saja atau kakak saja, aku lagi sibuk”. Ada
CALL OF DUTY juga yang mau melakukan tetapi dengan ngedumel tidak
jelas. Mungkin ada juga yang langsung teriak-teriak
Yesaya 66:10-14 “papa tidak tahu ya, aku lagi belajar malah disuruh-
Tujuan: suruh!”. Mengapa sebagian besar remaja saat asyik
Remaja diajak untuk dengan aktivitasnya entah belajar, bermain, nonton,
mengemban pengutusan pegang hp bermedsos ria, merespon permintaan tolong
Tuhan dengan sukacita. orangtua dengan berat hati bahkan mungkin merasa
terpaksa? Susah untuk merasakan sukacita, ini saja
tugas atau tanggungjawab yang ada dalam diri sendiri.
Lalu bagaimana responnya jika tugas yang harus dilakukan oleh remaja dari Allah? Hari ini
kita akan belajar bersama bagaimana melakukan tugas-tugas tanggungjawab pengutusan
dari Tuhan dilakukan dengan penuh sukacita.

Penjelasan Teks

Teks kita pada hari ini menceritakan bagaimana pengalaman pengutusan Yesaya bersama
umat pilihan Allah. Yesaya merasakan dan mengalami bahwa Allah terlibat dalam
pengutusannya untuk memimpin umat pilihanNya itu. Di dalam pengalamannya, Yesaya tahu
bahwa keterlibatan Allah terwujud dalam hukuman yang diberikan pada umat karena
kesalahan yang mereka lakukan. Tetapi, tidak hanya dalam hukuman, Allah juga
“mengalirkan” keselamatan, bagaikan aliran sungai (ayat 12). Konteks bacaan kita hari ini
adalah kota Yerusalem, dimana Yerusalem menjadi “aliran” keselamatan bagi umat.
Keselamatan yang dialirkan Allah untuk umat tidak pernah berhenti sampai merasakan
“dipenuhi”. Bahkan disimbolkan dengan kehadiran seorang ibu yang berperan penting
dalam hidup anaknya. Layaknya seorang ibu dengan kasih sayang menyusui anaknya.
Dengan tenaganya, seorang ibu menggendong anak dan membelainya dipangkuan. Seperti
seorang ibu, Allah yang terus menerus berkarya dan berbuat, terbukti umatNya di
Yerusalem mendapatkan penghiburan (ayat 13). Meski Allah dikenal sebagai Allah yang
tegas tetapi ketegasan tersebut tidak semata-mata berupa hukuman. Yesaya justru
menunjukkan sisi lain ketegasan Allah yaitu “sisi femininNya”. Ia menghibur dan memelihara

KURIKULUM REMAJA 101 JULI 2019


anaknya seperti seorang ibu. Yerusalem yang memiliki damai sejahtera dan menjadi
penghiburan kepada semua orang yang mengasihi Allah, termasuk bangsa-bangsa yang
datang kepadanya.

Yesaya yang diutus Allah pun juga merasakan penghiburan dan damai sejahtera bersama
dengan umat. Dengan penuh sukacita Yesaya terus memenuhi tugas panggilan Allah menjadi
pemimpin umat pada waktu itu. Dibutuhkan kesetiaan untuk terus bisa menjalankan
pengutusan Allah ditengah laku hidup umat dengan penuh sukacita. Bagi umat pilihanNya,
kesetiaan juga diberlakukan supaya menjadi dasar kehidupan sehingga hal ini menjadi
respon aktif terhadap keselamatan yang telah diberikan olehNya. Dengan kesetiaan umat
pilihan Allah maka sukacita dan penghiburan pun dirasakan sebab umat telah memenuhi
pengutusanNya melakukan kehendak Tuhan.

Aplikasi

Pengutusan Allah terhadap manusia tidak mengenal latar belakang seseorang. Entah itu laki-
laki- perempuan, tua-muda, kaya-miskin, dll. Setiap orang yang diutus Allah dalam
kehidupannya memiliki bentuk pengutusan yang berbeda-beda, Allah yang punya kehendak
pengutusan. Untuk memenuhi pengutusan Allah sebenarnya ada dua belah pihak yang
berkerja. Allah melengkapi seseorang dengan pengutusannya, sedangkan orang tersebut
menerima dan melakukan pengutusan dengan kesetiaan sehingga merasakan sukacita.
Remaja diutus dalam keberadaannya saat ini, baik dilingkungan keluarga, sekolah,
persekutuan gereja dan komunitas-komunitas dimana remaja menjadi bagian didalamnya.
Setiap pengutusan yang Tuhan percayakan kepada remaja selalu disertai dengan
keterlibatan Allah. Usia remaja bukanlah penghalang untuk memenuhi tugas pengutusan
Tuhan. Banyak hal yang bisa dilakukan dalam rangka memenuhi pengutusan Tuhan. Bakat
dan talenta yang Tuhan lengkapi. Kepercayaan diri dan jiwa kepemimpinan, Tuhan juga
anugerahkan. Kemurahan hati dan ketulusan bagian dari keterlibatan Allah dalam diri
seseorang yang diutusnya. Bahkan waktu dan tenaga juga Tuhan sediakan untuk seseorang
menjawab pengutusan. Artinya banyak hal yang Tuhan sediakan dan perlengkapi layaknya
seorang ibu yang merawat anaknya, apapun disediakan.

Contoh memenuhi pengutusan Allah di sekolah, rajin dan jujur serta memiliki daya juang
untuk belajar dan bersikap tidak melakukan pembullyan. Di rumah, membagi cinta dan
sayang dalam berbagai bentuk perhatian, penghormatan, pertolongan bagi seluruh anggota
keluarga. Di persekutuan, mempersembahakan talenta yang dimiliki untuk melayani. Di
komunitas, berusaha menjadi anak-anak Kristus.

KURIKULUM REMAJA 102 JULI 2019


Langkah Penyampaian

- Remaja diajak berdiskusi tentang pemahaman pengutusan Allah dalam hidup mereka
- Remaja diajak membuat list apa saja bentuk/wujud pengutusan Allah dalam hidup
mereka
- Membaca teks alkitab
- Menceritakan kisah nabi Yesaya yang diutus Allah ditengah umat pilihan
- Remaja diajak untuk menyampaikan bagaimana kesan mereka saat memenuhi tugas
panggilan Tuhan

Aktivitas

- Membuat list komitmen pribadi, pengutusan dalam bentuk apa yang ingin mereka
penuhi selama seminggu ke depan.

KURIKULUM REMAJA 103 JULI 2019


Minggu, Pengantar

14 Juli 2019
Talk less do more kelihatannya memang seperti tagline/
slogan sebuah iklan rokok. Padahal kata itu lebih mirip
sebuah quotes daripada slogan iklan rokok. Kalau arti
kata itu diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia maka
Talk less do more artinya sedikit bicara banyak bertindak.
Ada sebuah ungkapan yang populer di masyarakat Jawa,
Gajah Diblangkoni: isoh kojah ra isoh nglakoni (bisa
TALK LESS DO bicara tapi tidak bisa menjalani). Dua tagline yang
MORE maknanya saling berkebalikan namun, keduanya ada
Ulangan 30:9-14 dalam kehidupan remaja saat ini. Baik para remaja yang
aktif beraktifitas disegala komunitasnya atau yang
Tujuan: hanya banyak “berbicara” melalui media sosial saja.
Remaja termotivasi untuk
Bagaimanakah seharusnya menjadi remaja yang sesui
menjadi pendengar dan
dengan kehendak Tuhan di jaman now?
pelaku firman.

Penjelasan Teks

Bangsa Israel harusnya bersyukur memiliki Tuhan yang panjang sabar dan berlimpah kasih
setia. Walaupun Allah memberikan hukuman sebagai konsekuensi dosa, namun Tuhan
menginginkan bangsa Israel bertobat. Bahkan setelah penghukuman diturunkan, pemulihan
pun tetap disediakan. Allah bukan hanya berjanji memulihkan mereka yang bertobat dan
memberkati dengan melimpah, Allah bahkan akan mengubah hati mereka supaya mampu
mengasihiNya dan menaati firmanNya. Mentaati firman Allah dengan mendengarkan perintahNya,
serta melakukan apa yang diperintahkanNya. Kesanggupan untuk mengasihi dan taat kepada
firmanNya berasal dari Allah sendiri. Namun, bangsa Israel harus menetapkan hati dan
hidupnya untuk taat. Bangsa Israel tidak bisa berdalih, bahwa perintah Allah terlalu tinggi
untuk diraih dan terlalu jauh untuk dijangkau. Sebab firmanNya dekat kepada bangsa Israel.
Yang penting adalah sikap hati yang berbalik untuk mau taat kepadaNya. Sikap hati inilah
yang kemudian mendorong umat mau terus mengarahkan telinga dan perilakunya mentaati
apa yang Allah kehendaki. Apapun yang didengar dari perintah-perintah Allah hendaknya
dilakukan. Jika baru sampai pada mendengar saja belum sampai pada melakukan maka
dampaknya belum sampai pada hidup yang berbalik pada Tuhan. Bahkan di ayat yang ke 10
tegaskan kembali bahwa bertobat kepada Allah harus dengan segenap hati dan jiwa.

Aplikasi

Mungkin kita sering mendengar banyak orang yang berkata, "Kalau cuma ngomong sih semua
orang pasti bisa. Coba disuruh melakukan, Tidak mudah!" Adalah lebih mudah untuk mengomentari

KURIKULUM REMAJA 104 JULI 2019


atau menghakimi orang lain daripada memberikan teladan hidup yang baik melalui perbuatan.
Kehidupan anak-anak Tuhan membutuhkan bukti nyata melalui perbuatan, bukan hanya teori,
dalil, atau omongan saja. Karena orang Kristen itu selalu mendengar dan melakukan apa yang
Tuhan perintahkan. Artinya satu perbuatan jauh lebih berharga dari seribu kata-kata. Setiap
orang percaya dihadapkan pada tantangan yang tidak mudah karena dituntut untuk melakukan
firman Tuhan dalam kehidupan nyata, bukan hanya sekedar fasih mengucapkan firman. Tuhan
menuntut kita untuk menjadi pelaku firman, bukan hanya pendengar! Tetapi, kita memiliki
kecenderungan untuk cepat berbicara tapi lamban dalam hal mendengar (mulut aktif, telinga
pasif). Mendengarkan firman Tuhan itu sangat penting, tapi harus disertai dengan melakukan
firman yang kita dengar itu. Mengapa masih banyak orang Kristen yang gagal menaati firman
Tuhan? Karena kita berpikir bahwa mendengarkan sama halnya dengan melakukan. Kita bukan
hanya dengar, tapi juga harus dengar-dengaran (taat) kepada Firman. Mendengar janganlah
hanya dengan telinga yang kemudian diproses oleh otak, tetapi biarlah sampai masuk ke hati,
renungkan dan kemudian wujudkan melalui tindakan (action). Inilah yang dikehendaki Tuhan.

Sebagai remaja kristen tentu saja tidak hanya berani “bicara” dikolom komentar dan status
media sosial namun juga harus berani bicara melalui tindakan. Tentu banyak hal yang bisa
dilakukan oleh para remaja di setiap komunitasnya. Di lingkungan keluarga, sekolah, bahkan
di persekutuan kehendak Tuhan bisa dinyatakan melalui berbagai tindakan tentu saja yang
jauh dari menjadi batu sandungan bagi orang lain. Tetapi apa yang dilakukan justru menjadi
berkat bagi orang lain serta bisa juga menjadi inspirasi bagi orang lain.

Langkah Penyampaian
- Remaja dibagi menjadi 2-3 kelompok masing-masing kelompok 5-7 orang
- Masing-masing kelompok membuat daftar apa saja yang bisa dilakukan di
komunitasnya (Keluarga, Gereja, Sekolah, Masyarakat) sebagai remaja kristen
- Masing-masing kelompok memilih satu komunitas
- Masing-masing kelompok mempresentasikan hasilnya
- Pemimpin ibadah mengajak remaja untuk membaca alkitab
- Pemimpin ibadah menjelaskan bacaan dilanjutkan dengan aplikasi beserta hasil diskusi
masing-masing kelompok.

Aktivitas
- Remaja dibagi dalam 2-3 kelompok
- Membuat sebuah “Do project” desaign dan melakukannya untuk lingkungannya yaitu
bisa untuk gereja
- Do project tersebut bisa tertema tentang kepedulian bagi sesama/gereja
- Do Project ini harus dilakukan dalam minggu ini karena minggu depan didalam ibadah
remaja anak-anak diminta untuk mempresentasikan Do project yang telah dilakukan

KURIKULUM REMAJA 105 JULI 2019


Minggu, Pengantar

21Juni 2019
Kata hospitalitas berasal dari kata hospes yang berarti
tamu; hospitalitas berarti sikap sebagai tuan rumah yang
baik. Hospitalitas sering diartikan sebagai keramah-
tamahan orang yang suka menjamu, akrab dan dapat
menciptakan suasana santai. Pengertian semacam itu
mungkin sekali disebabkan oleh pengaruh kebudayaan
HOSPITALITY di dalam masyarakat kita. Keramahtamahan menjadi
“identitas” bagi bangsa Indonesia. Keramahtamahan yang
Kejadian 18:1-10a telah menjadi identitas ini juga menjadi karakter orang
Tujuan: Indonesia. Tahun lalu dalam perhelatan Asian Games,
Remaja dapat menyambut Indonesia dinilai oleh tamu-tamu dari negara di Asia
sesama dengan kasih dan sebagai tuan rumah yang ramah dalam menyambut dan
pengabdian. memfasilitasi mereka. Wajah “keramahan” Indonesia yang
dirasakan oleh negara-negara asing mencerminkan
bahwa “hospitalitas” membawa dampak yang nyaman
bagi negara yang bertamu di Indonesia. Oleh karena itu hospitalitas cenderung diwujudkan
dalam lingkungan dimana pun diharapkan mampu menghadirkan suasana nyaman.

Penjelasan Teks

Mari kita melihat ketiga orang tamu yang datang kepada Abraham. Dengan singkat dapat
dikatakan bahwa pada awalnya Abraham tidak mengetahui bahwa satu dari ketiga orang itu
adalah Tuhan. Kalaupun disebutkan dalam pembuka nas ini “kemudian Tuhan
menampakkan diri kepada Abraham.” Bukan berarti Abraham langsung mengetahui bahwa
salah satu dari ketiga orang itu adalah Tuhan. Sebab kita dapat melihat cerita selanjutnya
setelah kalimat pembuka itu Abraham memanggil ketiga orang itu dengan “tuan-tuan”. Jika
seandainya pun Abraham langsung mengenali salah satu dari ketiga orang itu adalah Tuhan,
maka Abraham mungkin tidak akan melakukan penyambutan yang formal sesuai adat timur
dan Sara pun tentunya tidak lagi akan tertawa mendengar nubuat dari tamu mereka.
Identitas ketiga orang tamu tadi dalam Kejadian 18:33 dan Kejadian 19:1 jelas disebutkan
bahwa yang satu itu adalah Tuhan dan dua lagi adalah malaikat.

Sikap yang diperlihatkan oleh Abraham dalam menyambut para tamunya memperlihatkan
pada kita bagaimana dia dengan baik menjalankan adat istiadat timur dengan baik bahkan
hingga menghantar para tamunya itu pergi dari kemahnya. Keistimewaan penyambutan
Abraham adalah pada sikap dan responnya menyambut tamu yang datang, sebab

KURIKULUM REMAJA 106 JULI 2019


kemunculan ketiga orang tadi datang ketika waktu panas terik. Padahal disatu sisi Abraham
ketika itu tidak mengenal bahwa yang datang itu adalah Tuhan dan kedua malaikat. Maka
dengan “tidak sengaja” Abraham telah menyambut Tuhan di kemahnya.

Aplikasi

Jika dapat kita bayangkan bagaimana ketiga orang yang berjalan di terik panas di padang
gurun, maka dapat kita melihat bagaimana kasih dan keperdulian Abraham terhadap mereka
dengan menawarkan sedikit air untuk diminum, membasuh kaki dan beristirahat. Perbuatan
kasih yang diperlihatkan Abraham menjadi sebuah pernyataan praktis akan kasih dan
ketaatanNya terhadap Allah. Perbuatan baiknya kepada para tamu yang datang
memperlihatkan bagaimana Firman itu berbuah dalam kehidupan Abraham.

Ada banyak cara Tuhan untuk menyatakan diriNya dalam kehidupan kita, ada banyak hal-hal
yang tidak kita duga Tuhan pakai sebagai pernyataan kuasaNya dalam kehidupan kita, ada
banyak penyataan wujud kehadiran Tuhan dalam kehidupan kita. Salah satunya dengan
wujud dan cara yang diperlihatkan oleh Tuhan melalui tiga orang tamu yang datang pada
Abraham.

Kita dapat belajar dari sikap dan respon Abraham yang cepat dan tanggap menyatakan kasih
kebaikan dalam kehidupannya. Dalam diriNya ada Firman yang hidup dan berbuah, maka
segala sesuatu yang kita perbuat berdasarkan Firman Tuhan menjadi representasi
perjumpaan kita dengan Tuhan. Kehadiran dan keberadaan Tuhan dalam diri kita nyata
melalui perbuatan kita.

Demikian pula dalam kehidupan para remaja, dimana kehadiran Allah bisa melalui setiap
peristiwa kehidupan baik di sekolah, di rumah ataupun dalam persekutuan bahkan
komunitas-komunitas. Lalu bagaimana respon atas kehadiran Allah dalam kehidupan para
remaja saat ini? Bagaimana hospitalitas menjadi karakter remaja dalam kehidupannya,
dimanapun mereka berada. Keramahtamahan, kepedulian, membagi kasih dengan
sesamanya dijaman yang “instan” dan “individual” saat ini. Langkanya hospitalitas dijaman
sekarang akan membawa dampak yang buruk bagi hubungan dengan sesama. Selagi muda
terus memupuk hospitalitas dalam diri remaja sebagai tanggungjawab penyambutan
kehadiran Allah dalam diri sesama.

Langkah Penyampaian

- Remaja diajak mencari makna tentang hospitalitas


- Remaja diajak untuk membaca teks bacaan

KURIKULUM REMAJA 107 JULI 2019


- Remaja mendiskusikan wujud hospitalitas dalam bacaan dengan temannya (dua orang
perkelompok diskusi)
- Masing-masing kelompok menyampaikan wujud hospitalitas yang telah ditemukan
bersama temannya diteks bacaan
- Pemimpin Ibadah menjelaskan wujud hospitalitas melalui aplikasi dalam kehidupan
remaja jaman now

Aktivitas

- Remaja memain peran menjadi Abraham, Sara dan ketiga tamunya dengan menunjukkan
hospitalitasnya dijaman sekarang.

KURIKULUM REMAJA 108 JULI 2019


Minggu, Pengantar

28 Juli 2019
Dalam dunia pergaulan anak muda di Indonesia,
seringkali seorang pemuda/remaja pria, takut menolak
ajakan temannya misalnya, berbuat curang, merokok,
tawuran, melihat video porno, dan sebagainya, dengan
satu alasan: takut dibilang “tidak gentle”. Menurut dunia
pergaulan anak muda di Indonesia, gentle itu dikaitkan
BE GENTLE dengan kejantanan atau kelaki-lakian. Sebaliknya, dalam
Kamus Bahasa Inggris, kata gentle justru berarti “lemah
Kejadian 18:20-32 lembut”. Kalau kita menyaksikan adegan film-film Barat,
Tujuan: seorang laki-laki yang mengambilkan barang oranglain
Remaja dapat meneladani yang jatuh; atau seorang laki-laki yang memberikan
sifat Allah yang penuh tempat duduk di bus umum kepada seorang lanjut usia,
kelemahlembutan dinilai telah bersikap “gentle” atau lemah lembut. Tapi
yang salah adalah, jika kejantanan atau kelaki-lakian
atau gentle, selalu dikaitkan dengan kekerasan atau
kekuatan fisik atau keberanian untuk melanggar aturan.

Jadi, pria yang gentle itu justru pria yang lemah lembut. Dan kelemahlembutan yang sejati itu
bukan hanya sekadar topeng untuk menaklukkan wanita, tapi ekspresi dari hati yang juga
lemah lembut. Kelemahlembutan yang muncul dari hati yang terdalam; suatu karakter yang
tercetak di dalam hati kita.

Jangan sampai salah paham, pria yang lemah lembut bukanlah pria yang lemah gemulai.
Namun, lemah lembut yang dimaksud disini, lebih menunjuk pada sikap atau cara kita
berbicara kepada oranglain. Kamus Besar Bahasa Indonesia memberikan definisi “lembut”
sebagai “baik hati (halus budi bahasanya); tidak bengis; tidak pemarah.”

Berwatak halus atau lembut dan bukannya kasar; kualitas yang menenangkan dan bukannya
menggelisahkan; suatu kualitas yang diharapkan dari seorang teman dan bukan musuh;
penguasa yang baik dan bukannya bengis. Jadi, adalah keliru jika ada yang berpikir bahwa
seorang pria yang gentle adalah pria yang kekar; macho; bertato; keras; dan berani
melanggar aturan. Sebaliknya, pria yang gentle atau seorang gentleman adalah seorang pria
yang lemah lembut. Allah kita adalah Allah yang penuh kelemahlembutan, mari kita terus
teladani kelemahlembutannya.

KURIKULUM REMAJA 109 JULI 2019


Penjelasan Teks

Muncul pernyataan dan pertanyaan dari Abraham kepada Tuhan yang mengatakan “Apakah
Engkau akan melenyapkan orang benar bersama-sama dengan orang fasik?” (ayat23). Jika
kita memahami pertanyaan Abraham ini lebih mendalam, mungkin kita juga akan
mengatakan “itu benar, sebab tidak mungkin orang benar itu sama-sama dihukum dengan
orang fasik”.

Abraham mencoba meminta kepada Tuhan agar mempertimbangkan keputusanNya untuk


melenyapkan Sodom karena dia merasa kasihan jika mungkin ada orang benar di Sodom.
Maka terjadilah ‘tawar menawar’ mulai dari 50, 45,40, 30, 10 orang benar. Namun, sampai
jumlah terkecil yakni 10 orang pun tidak didapati orang benar.

Jika diperbandingkan dengan tata laksana peradilan di negeri kita ada yang namanya “PK”
atau Peninjauan Kembali kasus perkara. Namun apa yang divonis, ditetapkan dan diputuskan
oleh Tuhan tidak akan munkin ada kesalahan ataupun kesilapan bahwa “Tuhan adalah adil”.

Walaupun Abraham mengetahui bahwa Tuhan itu adil, tetapi dia tidak memahami betul
bagaimana Tuhan melaksanakan keadilanNya. Sebab tanpa pertimbangan ataupun diluar
sepengetahuan Abraham Tuhan telah mengutus malaikatNya untuk menyelamatkan Lot
beserta keluarganya. Bukti kelemahlembutan Allah dalam melaksanakan penghakiman atas
umatnya. Bisa diajak kompromi, mengutamakan kebenaran, melindungi yang tidak berdosa,
mau untuk menyelamatkan orang yang taat kepadaNya. Tetapi ada dua hal yang paling
penting yang mendasari nas ini.

1. Keluh Kesah orang-orang korban kejahatan Sodom dan Gumora sampai kepada Tuhan
Yang mau ditegaskan bahwa “Tuhan mendengar”. Maka kita dapat memahami bahwa
tidak ada doa dan permohonan manusia kepada Tuhan yang tidak didengar atau tidak
diketahui oleh Tuhan. Tuhan maha tahu, dan Tuhan memiliki cara tersendiri atas setiap
permohonan kepada Tuhan. Sebab doa adalah kekuatan dan jalan untuk kita memohon
kepada Tuhan.

Maka tidak ada orang Kristen yang tidak tahu berdoa, untuk mendoakan dirinya,
anaknya, keluarganya, gerejanya dan juga orang lain, yang ada hanyalah orang yang tidak
membiasakan dirinya berdoa. Tidak ada doa yang sia-sia atau kita menganggap seakan-
akan tidak ada guna dari doa kita. Kita diingatkan bahwa Tuhan itu mendengar dan
Tuhan itu bertindak sesuai dengan maksud, pertimbangan dan rencanaNya.
Mendengarkan dengan hati juga bukti kelemahlembutan Allah.

2. Mengapa Tuhan memberitahukan rencanaNya tentang Sodom dan Gumora kepada


Abraham?

KURIKULUM REMAJA 110 JULI 2019


Jika kita membaca ayat 19 disitu dikatakan “Supaya diperintahkannya kepada anak-
anaknya dan kepada keturunannya supaya tetap hidup menurut jalan yang ditunjukkan
Tuhan, dengan melakukan kebenaran dan keadilan.”

Sebab Tuhan telah memilih Abraham menjadi bangsa yang besar, maka umat Tuhan
harus mengetahui hukum dan kebenaran Tuhan. Itulah sebabnya mengapa Tuhan harus
memperlihatkan dan memberitahukan rencana Tuhan atas Sodom dan Gomora kepada
Abraham. Maka Abraham dapat melihat dan menyaksikan bagaimana Tuhan kuasa
keadilan Tuhan atas umat manusia. Tuhan memberikan tanggungjawab kepada Abraham
supaya ia dapat memberikan pengajaran kepada keturunannya tentang hukum dan
kebenaran Tuhan. Melestarikan umat Tuhan sebagai wujud tanggungjawab sang
pencipta atas ciptaanNya. Hal ini juga bentuk kelemahlembutan Tuhan.

Aplikasi

Remaja dalam segala aktivitas kehidupan tentu saja selalu bersinggungan dengan karakter
lemah lembut. Karena karakter ini senantiasa harus dihadirkan dalam setiap segi kehidupan.
James Strong dalam bukunya “Strong's Exhaustive Concordance of the Bible” mendefenisikan
3 bentuk kelemahlembutan yaitu:

(1) Penuh penguasaan diri dan tidak cepat menyerang atau membalas. Sebagai gambaran
dari bentuk yang pertama ini, mengajak kita untuk belajar dari kisah hidup Yusuf anak
Yakub. Ia dibenci saudara-saudaranya, dibuang kesumur kamudian dijual ke Mesir.
Tetapi Yusuf meresponinya dengan menunjukan sikap yang tidak cepat menyerang atau
membalas, sampai ia telah menjadi pejabat sekalipun. Ia juga pernah digoda istri potifar
untuk berbuat zinah, tetapi ia tetap menunjukan penguasaan diri untuk menjaga
kesucian tubuhnya.

(2) Cara berpikir yang rendah hati. Contoh yang sederhana dari bentuk kedua ini dapat kita
pelajari dari salah seorang penyamun yang disalibkan bersama Yesus Kristus. Ia
menunjukan cara berpikir rendah hati yang dikuasai Roh, bukti yang nampak dari cara
berpikirnya adalah disaat ia menasihati seorang penyamun yang lain yakni: "Tidakkah
engkau takut, juga tidak kepada Allah, sedang engkau menerima hukuman yang sama?
Kita memang selayaknya dihukum, sebab kita menerima balasan yang setimpal dengan
perbuatan kita, tetapi Orang Ini tidak berbuat sesuatu yang salah." (Lukas 23:40-41).

(3) Mau diajar. Simaklah sikap Maria atau Zakheus dalam menyambut Yesus. Maria duduk
dikaki Yesus rindu untuk diajar, dibentuk, dan diarahkan menurut Firman Allah.
Demikian juga Zakheus yang mau diajar untuk berbagi sebagian dari kepunyaannya.
Jangan seperti Marta yang sibuk dengan pekerjaannya atau Yudas yang rakus harta, dan

KURIKULUM REMAJA 111 JULI 2019


bentuk ketiga ini akan terlihat genap jika kita ingin menjadi seperti benih yang hidup
ditanah subur, sehingga menghasilkan buah yang banyak terus-menerus.

Langkah Penyampaian

- Remaja diajak untuk membaca teks alkitab yang menjadi bacaan hari ini
- Remaja dibagi menjadi 2-3 kelompok untuk mendiskusikan apa arti kelemahlembutan
dan menemukan kelemahlembutan Allah diteks yang telah dibaca
- Remaja diminta untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompok
- Pemimpin ibadah menyampaikan aplikasisnya kepada Remaja

Aktivitas

- Remaja memainkan peran menjadi seorang pelajar yang lemah lembut di sekolah, di
rumah dan di gereja

KURIKULUM REMAJA 112 JULI 2019


Agustus 2019

Ekspresikan Pilihanmu
Dengan Bertanggungjawab

KURIKULUM REMAJA 113 AGUSTUS 2019


DAFTAR ISI

Tema Agustus 2019 .................................................................................................................................... 113


EKSPRESIKAN PILIHANMU DENGAN BERTANGGUNGJAWAB

4 Agustus 2019 ............................................................................................................................................. 115


HARTA YANG PALING BERHARGA

11 Agustus 2019 .......................................................................................................................................... 118


FAITHFUL IN OBEDIENCE

18 Agustus 2019 .......................................................................................................................................... 123


KEEP FIGHT FOR FAITH

25 Agustus 2019 .......................................................................................................................................... 127


MORE SOCIAL FOR OTHERS

KURIKULUM REMAJA 114 AGUSTUS 2019


Minggu, Pengantar

4
“Aduh…aku tidak bisa mengerjakan tugasku nich…HP
(handphone) ku ketinggalan, Bagaimana ya aku tidak
bisa menghubungi si A pulsaku habis, ini gimana tidak
ada sinyal, duh gimana ini nanti orderan belum sampai
Agustus 2019 lagi padahal sudah kupesan, HP rusak lagi.” Bisa jadi
diantara kita sering mendengar keluhan seperti tadi. Tidak
bisa bekerja dengan baik, tidak bisa fokus, dan menjadi
HARTA YANG was-was karena Handphone (HP) tidak kita pegang atau
PALING tertinggal dan sebagainya. Memang alat komunikasi yang
BERHARGA satu ini menjadi alat penting dan kemanapun dibawa. Serta
begitu cepat perkembangannya, salah satunya HP, adakah
Lukas 12:13-21
diantara kita yang tidak tahu dengan HP? beragam HP
Tujuan: dengan berbagai merk yang bisa jadi menjadi pilihan
Remaja diajak untuk tidak seseorang. Baik itu dilihat secara fungsi, kemantapan
terbelenggu dengan benda- serta merasakan lebih menikmati dengan merk yang
benda duniawi.
dipilihnya. Pemilihan merk tentu berkaitan dengan
manfaat serta fungsi dari alat komunikasi tersebut.

Dari anak kecil sampai kakek serta nenek kita sekarang ini banyak yang bisa menggunakan
HP. HP menjadi salah satu benda yang berharga serta penting dalam kehidupan manusia
begitupula bagi remaja.

Penjelasan Teks

Bagian teks yang kita baca pada hari ini mengungkap tentang bagaimana seseorang
memikirkan keberadaannya sebagai manusia dalam upayanya melanjutkan kehidupan
dengan harta yang telah ia miliki. Bagian ini juga ditempatkan sebelum bagian tentang
kekuatiran. Harta dan kekuatiran setali tiga uang, memiliki ikatan yang tidak mudah
dilepaskan. Sedangkan bacaan sebelumnya pada Lukas 12 ayat 1-12 Yesus memberitahukan
kepada para murid-murid untuk takut kepada Allah sebagai jalan terbebas dari segala
ketakutan kepada manusia. Tuhan Yesus mengingatkan manusia untuk membebaskan
dirinya dari kekuatiran terlebih lagi kuatir dalam hal harta.

Bacaan kita diawali dengan keluhan dari salah satu orang yang mendengarkan ajaran Yesus
saat itu. Apa yang dikeluhkannya? Ia mengeluhkan tentang bagian warisan yang ia anggap
tidak menguntungkannya tetapi lebih menguntungkan dari pihak saudaranya sehingga orang
inipun meminta kepada Yesus yang ia sebut “Guru” untuk mengingatkan saudaranya tersebut.
Mari kita lihat lebih dahulu keberadaan orang tersebut :

KURIKULUM REMAJA 115 AGUSTUS 2019


1. Sedang dalam masalah dengan saudaranya
2. Mengetahui tentang Yesus
3. Mengerti tentang posisi Yesus, menyebut Yesus Guru.

Saat kita melihat lebih jauh lagi, ada harapan dari orang tersebut supaya Yesus bisa membantunya
memecahkan masalahnya. Lantas apa jawaban Yesus atas permasalahan orang tersebut ?
1. Mempertanyakan keberadaan atau posisiNya bagi orang tersebut (ayat 15)
2. Memberikan nasehat
3. Memberikan pengajaran lewat perumpamaan

Jika kita sandingkan keberadaan dari sisi orang yang memiliki persoalan serta jawaban
Yesus,sepertinya hanya tentang posisi Yesus yang bisa memberikan timbal balik baik dari
orang yang sedang dalam masalah ataupun dengan Yesus sendiri. Saat orang tersebut
menyebut Guru kepada Yesus, Yesus sendiri mempertanyakan tentang siapa diriNya bagi
orang tersebut. Bukan hakim ataupun pengantara. Sedangkan pemahaman tentang sosok
guru bagi orang tersebut, guru bisa merupakan seorang yang bijaksana, berwibawa, adil,
memahami keluhan murid-muridnya sehingga bisa disejajarkan dengan hakim.

Dari hal ini, bisa dilanjutkan ada pemahaman akan pengenalan tentang Yesus yang bisa jadi tidak
tepat dari orang tersebut. Sehingga Yesus perlu memberikan nasehat serta pengertian-pengertian
tidak hanya kepada orang yang bermasalah tadi tetapi juga bagi yang hadir serta mendengarkan
ajaran-jaran Yesus saat itu. Melalui perumpamaanlah yang ternyata tepat bagi Yesus untuk
memberikan pengajaranNya, sehingga mudah dipahami, tidak membuat orang yang mendengar-
kan merasa dihakimi, namun membuat orang yang mendengarkannya menjauhi apa yang
tidak benar serta mau melakukan apa yang telah diajarkan Yesus dalam perumpamanNya.

Saat kita perhatikan lebih jauh lagi, orang yang meminta bantuan Yesus ini terlihat sangat
mementingkan dirinya sendiri. Hal ini dapat kita temukan dalam ayat-ayat yang kita baca
dari ayat 17-19 terdapat kurang lebih 12 penyebutan diri “aku” maupun “ku”. Perhatian
orang ini hanya terpusat kepada dirinya sendiri. Itu yang tidak dikehendaki Yesus. Tak kala
manusia yang dikasihinya hanya memusatkan dirinya sendiri dengan harta yang ia punyai.
Harta yang tidak kekal, demikian juga hidup manusia di dunia tiada kekal.

Melalui perumpamaan orang kaya yang bodoh, Yesus mengingatkan kita akan harta yang
paling penting dalam kehidupan kita ini. Bukan harta dalam artian yang disimpan di
lumbung-lumbung, di bank, di dalam laci meja, di dalam brangkas namun harta itu adalah
hidup itu sendiri. Apa gunanya saat kita bekerja keras mengumpulkan harta namun kita mati
(tidak menikmati dengan sukacita atau senantiasa kuatir?) bukankah itu tidak ada gunanya.
Bukankah kita juga sebagai orang-orang yang kaya karena telah menerima anugerah Allah?
Namun seberapa dari kita yang bisa memanfaatkan kekayaan kita, yaitu hidup kita ini
menjadi harta yang paling berharga. Menjadi harta yang juga diperebutkan banyak orang?
Sehingga banyak orang ingin menikmati harta yang ada pada kita.

KURIKULUM REMAJA 116 AGUSTUS 2019


Nasehat Yesus untuk kita berjaga-jaga terhadap segala ketamakan, supaya kita menjaga
hidup kita, sebagai harta yang terpenting. Kita pergunakan hidup kita dengan bijak dan tepat,
agar kita tidak was-was, tidak kebingungan mencari sandaran,

Aplikasi

Remaja dalam iman percaya kepada Tuhan Yesus Kristus, hidup kita adalah harta yang
terpenting. Untuk itu kita perlu menjalani hidup ini dengan benar dan menjaga hidup kita
dengan baik. Mempergunakan waktu hidup kita dengan bijak, menjauhi hal-hal yang
sekiranya akan merusak hidup kita dan membuat kita kehilangan daya hanya memikirkan
untuk menyimpan, menjaga harta duniawi kita, yang itu juga bisa menimbulkan permusuhan
tidak hanya dengan saudara namun juga dengan yang lain (saat barang berharga kita tanpa
sengaja tersenggol yang lain kemudian jatuh dan rusak), cekcok, membenci hal-hal yang
demikian hanya akan membuang kekuatan dan kemampuan kita. Harta itu hidup kita yaitu
anugerah Allah inilah yang perlu kita jaga.

Saat kita telah menerima dan menyakini itu,tanpa harus was-was atau kuatir, ketakutan akan
dicuri atau dirampok orang. Berbeda keadaannya saat tidak memiliki barang yang kita puja.
“Dimana hartamu berada,disitulah nyawamu berada”. Bijaklah dalam mempergunakan
semua yang kita miliki tanpa harus kemudian menjadikan semua harta duniawi adalah yang
paling penting. Bayangkan saja dengan teman-teman kita yang ada dalam daerah perang, apa
yang mereka punyai,harapkan? Bukankah hanya hidup tenang, bersama dengan orang-orang
yang saling mengasihi.

Langkah Penyampaian

1. Sampaikan kepada remaja tentang tema hari ini dan juga isi teks secara singkat.
2. Ajak remaja untuk menyebutkan permasalahan yang timbul saat mereka tidak membawa
HP atau tidak memiliki HP. Serta minta remaja menyebutkan seberapa penting
keberadaan HP bagi mereka. (Sangat Penting, Penting, Tidak Penting)
3. Apa yang akan dilakukan remaja saat HP mereka tertinggal atau rusak, terlebih rusaknya
tanpa sengaja saat dipinjam temannya?
4. Ajak remaja berdiri, menarik nafas, menghembuskannya…(untuk beberapa kali)
kemudian minta mereka menyebutkan bagaimana rasanya saat setelah menarik
nafas…menghembuskannya…(sebisa mungkin ajak remaja benar-benar menikmati
dalam menarik dan menghembuskan nafas)
5. Memberikan pemahaman bahwa hidup inilah harta yang berharga, maka sangat perlu
untuk menjaga, mempergunakan dan mengisi hidup dengan hal-hal yang baik sebagai
ungkapan syukur kita kepada Tuhan yang telah memberikan hidup kepada kita.
6. Menjaga kehidupan dan menjalin komunikasi yang baik dengan sesama sehingga tercipta
kedamaian, ketentraman bersama.

KURIKULUM REMAJA 117 AGUSTUS 2019


Minggu, Pengantar

11
Agustus 2019
Sebuah berita mengabarkan bagaimana peran
kepolisian daerah dalam waktu kurang dari 24 jam
menangkap anggota gank motor “JarPul” (Jarang
Pulang), yang merusak sebuah babershop dan
menganiaya karyawan dari babershop tersebut. Pihak
kepolisian mengumpulkan anggota gank motor yang
anggotanya kebanyakan anak-anak remaja yang berusia
FAITHFUL IN di antara 12-18 tahun. Mereka dikumpulkan terlebih
OBEDIENCE dahulu di rumah kepala RT bersama dengan orang tua
Kejadian 15:1-6 mereka masing-masing untuk dimintai keterangan.
Akhirnya dibawa ke kantor polisi. Meskipun pihak
Tujuan:
kepolisian telah mendapatkan informasi tentang peran
Remaja dapat
anggota gank motor dalam melakukan tindakan
mengekspresikan imannya.
kriminalnya tersebut diantaranya janji setia, serta
sebagai salah satu wujud kepatuhan anggota gank ini
kepada pimpinan mereka. Pihak polisi akan tetap menganalisa serta mendalami siapa-siapa
saja yang berperan penting dalam pengrusakan serta penganiayaan serta motifnya di
dalamnya. Sebenarnya sikap yang bagaimana yang harus ditunjukkan sebagai wujud
kesetiaan serta kepatuhan itu?

Penjelasan Teks

Kejadian 15: 1-6 dialog antara Allah dan Abram, dialog tersebut dibuka dengan datangnya
Firman Allah kepada Abram dalam sebuah penglihatan (belum Abraham ) ”Janganlah takut
Abram…” dialog awal yang meminta Abram supaya tidak takut, dan Allah menjanjikan upah
yang besar bagi Abram. Mengapa Allah membuka dialogNya dengan Abram supaya tidak ada
rasa takut dalam diri Abram. Apa yang membuat Abram takut ? Dari dialog ini, ada beberapa
hal yang bisa kita lihat sebagai penyebab adanya rasa takut dalam diri Abram. Ketakutan
Abram adalah :
• Takut tidak memiliki keturunan sebagai ahli warisnya.
• Takut jika kekayaannya jatuh kepada hambanya

Wajar ada rasa takut dalam diri Abram, sebab tatkala ia menerima janji Allah untuk pertama
kalinya tentang keturunan saat Abram berumur 75 tahun (ini dapat kita ketahui di pasal 12).
Jadi memang wajar ketakutan dalam diri Abram tidak akan mendapat keturunan, terlihat
dalam dialog pasal 15 ini. Alasan dari Abram kenapa ia merasakan takut dapat kita lihat di
ayat 2 ”.. karena aku akan meninggal dengan tidak mempunyai anak, dan yang akan mewarisi
rumahku ialah Eliezer, orang Damsyik itu.”

KURIKULUM REMAJA 118 AGUSTUS 2019


Abaram takut saat ia meninggal, yang mewarisi segala kepunyaannya adalah hambanya.
Hasil jerih payahnya selama ini yang menjadi kebanggaannya akan berpindah kepada orang
yang bukan darah dagingnya, bukan keturunannya. Inipun dapat kita lihat pada pasal
sebelumnya banyak harta yang didapatkan Abram saat Abram berhasil mengalahkan raja-
raja di Timur. Banyak daerah-daerah yang Abram tahklukkan, tentunya ada harapan akan ia
wariskan kepada keturunannya. Namun apa yang didapatkan Abram, kekecewaan akan istri
pemberian Allah yang ia cintai dalam keadaan mandul. Dialog ini juga terkait pada pasal
seterusnya yaitu pasal 16, dimana dalam pasal 16: 16 di sana dinyatakan usia Abram saat itu
sudah 86 tahun. Bisa jadi pada pasal 15 ini usia Abram sekitar 85 tahun. Bagaimana mungkin
ia dan istrinya yang telah usia senja akan memiliki keturunan dari rahim Sarai sendiri? Selain
ada kekecewaan juga ada ketidakrelaan dalam diri Abram, tentang siapa nantinya yang
menjadi pewarisnya.

Namun Allah mengetahui apa yang menjadi kerisauan Abram, hambaNya yang setia tersebut.
Maka dari dialog selanjutnya Allah mengingatkan kepada Abram agar tidak melupakan akan
janji yang Allah berikan kepadanya selama 10 tahun dalam masa uji kesetiaannya
menantikan janji Allah. Pada ayat 4-5, bagaimana Allah sendiri yang membuka pikiran Abram
tentang siapa nantinya yang menjadi ahli warisnya. Allah sendiri yang juga membuka
pengertian Abram tentang janji Allah yang tidak pernah diingkari. Allah mengajak Abram
untuk berjalan dalam kesetiaan janji-Nya serta patuh kepada apa yang menjadi kehendakNya.

Pada akhirnya dari dialog ini ditutup dengan pengakuan Abram, ayat 6 “Lalu percayalah
Abram kepada Tuhan, maka Tuhan memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai
kebenaran”.

Luar biasa di tengah ketakutan Abram, Allah memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai
kebenaran. Allah menguatkan janjiNya kepada Abram, dan Abram sendiri menyatakan
kepatuhannya dengan percaya kepada Allah yang memberikan janji tentang keturunan yang
bagi Abram janji Allah adalah pasti dan itu adalah kebenaran.

Jadi memang sepantasnyalah Abram menjadi salah satu tokoh yang perlu kita teladani dalam
kepercayaannya, kesetiaannya juga kepatuhannya menjalani apa yang Allah perintahkan
bagi dirinya, meskipun terkadang itu sulit diterima oleh logika Abram. Firman Allah sendiri
memang tidak untuk dilogikakan dengan pengertian manusia, karena logika manusia tidak
bisa menyamai firman serta janji Allah.

Aplikasi

Setia dalam kepatuhan membawa kita kepada pemahaman bahwa :


1. Allah mengetahui dan memahami kerisauan umat yang dikasihiNya

KURIKULUM REMAJA 119 AGUSTUS 2019


2. Kepercayaan kita haruslah menjadi kekuatan untuk kita melewati berbagai rintangan,
masalah serta persoalan dalam kehidupan.
3. Janji Allah adalah ya dan amin

Sebagai remaja tentunya diperhadapkan untuk bisa mengakui kebenaran akan janji Allah
yang terkadang sulit untuk dipahami. Namun itu semua bisa teratasi saat kita sebagai remaja
bisa mengungkapkan kepercaayaan kita tentang tiga hal di atas tersebut. Kita bisa
meyakinkan diri kita bahwa Allah memahami apa yang kita risaukan, jangan takut
menghadapi setiap persoalan jika itu menyangkut kebenaran. Rentang waktu bisa
memberikan kita pegertian bagaimana kita sebagai remaja dapat setia akan janji Allah.
Yakinlah janji Allah pasti ya dan amin.

Langkah Penyampaian
1. Sampaikan tema pada hari ini
2. Tanyakan kepada remaja : Siapa yag pernah berjanji, siapa yang pernah diberi janji.
Lebih mudah mana, berjanji atau dijanjikan ?
3. Bagaimana remaja bisa meyakini janji yang ia terima ?
4. Bagaimana pula usaha yang dilakukan remaja untuk menepati janjinya ?
5. Berikan illustrasi cerita tentang kesetiaan dalam kepatuhan akan Janji,

Illustrasi Cerita "The Praying Hands" diambil dari sebuah kisah nyata”

The Praying Hands

KURIKULUM REMAJA 120 AGUSTUS 2019


Di sekitar abad duapuluhan, disebuah desa kecil di dekat Nuremberg, hiduplah sebuah keluarga
dengan ke delapanbelas anaknya. Ya, delapan belas. Dalam usahanya untuk menghidupi ke-
delapan belas anaknya, sang ayah yang berprofesi sebagai tukang emas, selalu bekerja lebih dari
delapan belas jam setiap harinya di tempat kerjanya ditambah dengan bekerja serabutan
membantu tetanga-tetanganya dengan upah yang seadanya. Disamping kondisi keluarganya yang
tampaknya sudah tidak dapat tertolong lagi, kedua anak sulung dari sang ayah memiliki sebuah
mimpi. Mereka ingin mengejar bakatnya di bidang seni, tetapi mereka menyadari bahwa ayahnya
tidak akan mampu membiayai pendidikan mereka ke sebuah Akademi di kota Nuremberg.

Setelah melewati diskusi yang panjang di tempat tidurnya yang reyot, kedua anak itu akhirnya
menyepakati sesuatu. Mereka akan menentukannya dengan lemparan koin. Yang kalah akan
bekerja di tambang terdekat dan dengan hasil kerjanya, digunakan untuk membiayai saudaranya
yang bersekolah di Akademi. Kemudian, setelah yang menang berhasil menyelesaikan sekolahnya,
dia akan membiayai yang kalah untuk bersekolah, apakah itu dengan menjual hasil karya seninya,
ataupun dengan turun dan bekerja di tambang.

Mereka melemparkan koin pada saat hari minggu setelah pulang dari gereja. Albrecht Durer
memenangkan lemparan koin itu dan pergi ke Nuremberg. Albert turun ke tambang emas yang
berbahaya, dan selama empat tahun, dia membiayai saudaranya, yang belajar di akademi dengan
segenap kemampuannya. Seketsa, Pahatan, dan kemampuan seni Albrecht Durer di akademi
sangat mengagumkan, bahkan melebihi profesornya di akademi. Pada saat Albrecht Durer lulus
sekolah Akademi, dia telah mendapatkan uang dari hasil menjual karya-karya nya.

Ketika Albrecht Durerkembali ke desanya, keluarga Durer mangadakan pesta makan malam
penyambutan di halam rumah. Setelah makan malam panjang yang penuh dengan keceriaan,
diiringi dengan musik dan canda tawa, Albrecht Durer berdiri dan mengajak bersulang sebagai
tanda terima kasihnya kepada Albert, saudara laki-lakinya, atas pengorbanan yang membuat
Albrecht Durer mampu mewujudkan mimpinya. Sebagai penutup, kata - kata Albrecht Durer
adalah,"Dan sekarang, Albert, saudaraku tercinta, sekarang adalah giliranmu. Sekarang kamu
dapat pergi ke Nuremberg dan mengejar minpimu, dan saya akan menjagamu." Semua wajah
memandang ke arah Albert, air mata mengalir di wajahnya yang pucat, menggelengkan kepalanya
yang setengah menunduk, dia menjawab, "Tidak,.. tidak,.. tidak."

Sampai akhirnya Albert mengangkat kepalanya yang tertunduk, menyeka air matanya. Dia
memandang ke arah meja, kemudian ke arah para saudara-saudaanya yang sangat dia cintai dan
berkata,"Tidak, saudaraku, saya tidak dapat pergi ke Nuremberg. Sudah terlambat bagiku.
Lihatlah,.. lihatlah apa yang terjadi pada kedua tanganku setelah bekerja di pertambangan!
Semua tulang-tulang jariku telah rusak terkena pukulan palu, dan akhir-akhir ini aku
menderita arthritis (kelainan pada persendian) di jari-jariku, sanggat parah di tangan kanan ku,
sehingga aku bahkan tidak dapat mengangkat gelas untuk membalas sulangmu barusan, paling
KURIKULUM REMAJA 121 AGUSTUS 2019
tidak, sudah merupakan hal yang mustahil bagiku untuk mengamar sebuah garis lurus di sebuah
kanvas dengan menggunakan pena atau kuas. Tidak saudaraku, bagiku, itu sudah terlambat."

450 tahun lebih telah berlalu. Sekarang, ratusan karya Albrecht Durer terpampang di setiap
museum-museum terkenal di dunia.

Salah satu karyanya, sebagai perwujudan rasa terimakasih yang sangat mendalam atas
pengorbanan saudaranya, Albert. Albrecht Durer membuat lukisan bergambar sebuah tangan
yang cacat, dengan jari-jari yang kurus menengadah ke arah langit. Dia menamai karyanya itu
dengan sebuah nama yang sederhana "Hands". Namun seluruh dunia terketuk hatinya akan kisah
Albrecht Durer dan sudaranya, Albert, dan merubah namanya menjadi "The Praying Hands"
Diambil dari: (kumpulan cerita01.blogspot.com)

KURIKULUM REMAJA 122 AGUSTUS 2019


Minggu, Pengantar

18
Agustus 2019
Yayayaaa…(3x)
Ke mana ke mana ke mana
Ku harus mencari ke mana
Kekasih tercinta tak tahu rimbanya
Lama tak datang ke rumah
Di mana, di mana di mana
KEEP FIGHT FOR Tinggalnya sekarang di mana
FAITH Ke sana ke mari membawa alamat
Namun yang kutemui bukan dirinya
Yeremia 23:23-29 Sayang yang kuterima alamat palsu…
Tujuan:
Remaja berlatih Sepenggal syair tentang alamat palsu yang beberapa
memperjuangkan iman di waktu lalu pernah ngehits di blantika musik dangdut
tengah situasi dan kondisi tanah air. Syairnya sederhana dibawakan oleh Ayu Ting-
yang penuh pergumulan. Ting yang cepat diterima oleh masyarakat, membawa
lagu ini laris manis. Isinya cukup gampang dicerna,
dimana seorang kekasih merasa ditinggalkan kekasih
yang dicintainya. Sudah berusaha mencari dan bertanya-tanya namun usahanya seakan sia-
sia, apalagi yang dia bisa harapkan, alamat yang dia dapatkan ternyata alamat palsu.

Tidak hanya alamat yang palsu, banyak hal bisa dipalsukan. Ijazah, pasport, kartu identitas,
bahan makanan, obat-obatan dan lainnya. Memang sangat ironis tak kala cinta dan kasih
sayangpun bisa dipalsukan.

Penjelasan Teks

Bagian yang menceritakan dengan detail saat umat Israel telah mendapatkan kebebasan
mereka setelah kembali dari pembuangan di Babel namun hidup dalam kekuasaan Persia.
Mengapa Israel sampai kepada pembuangan ke Babel. Kita kembali terlebih dahulu kepada
perjalanan sejarah bangsa Israel.

Raja 1 Saul, setelah diurapi Samuel dengan alasan adanya ancaman dari suku-suku asing,
suku-suku Israel kemudian bersatu serta tahun 1020 SM Saul yang dari suku Benyamin
terpilih sebagai raja 1 dengan ibukota kerajaan di Gibea.

Raja 2 Daud tahun 1000 SM (tanpa menghitung Isyboset) yang berhasil menyatukan suku-
suku Israel. Ibu kota kerajaan saat itu dipindah ke Yerusalem).

KURIKULUM REMAJA 123 AGUSTUS 2019


Raja 3 Salomo 971 SM, raja pertama yang diangkat berdasarkan keturunan, Salomo adalah
keturunan Daud dari Batsyeba. Raja yang besar ini disatu sisi ada kebijakan-kebijakannya
yang tidak disukai rakyat salah satu contohnya adalah mempekerjakan rakyatnya sebagai
tenaga rodi dalam pembangunan kerajaan. Banyaknya kawin campur dengan perempuan-
perempuan asing yang tidak mengenal Allah dan hidup dalam penyembahan illah-illah lain.
Sehingga pada masa akhir Salomo Kerajaan Israel pecah jadi dua (930 SM) yaitu Israel
Selatan atau Yehuda dengan raja Rehabeam kerajaan selatan tidak bertahan lama karena
berbagai hal akhirnya sekitar tahun 500an SM sudah tidak terdengar lagi, sedangkan Israel
Utara atau Israel dengan raja Yerobeam I (setelah pecah) .

Pergantian puncak kepimimpinan sebagai raja silih berganti, kerajaan yang tidak sekuat
dahulu akhirnya menjadi sasaran empuk kerajaan-kerajaan di sekitarnya untuk menguasai
Israel. Asyur, salah satu yang pernah menyerang Israel namun tidak sampai menghancurkan
bait Allah. Banyaknya pemberontakan di Israel yang pada akhirnya membawa Babel bersama
Nebukadnezar juga meruntuhkan Israel serta menghancurkan Bait Allah di Yerusalem. Sejak
itulah Nebukadnezar membawa orang-orang Israel yang berpotensi mengadakan
pemberontakan (para angkatan muda) dibuang di daerah Babel, bermil-mil jauhnya dari
Israel. Sedangkan yang tersisa di Israel orang-orang tua, perempuan-perempuan serta para
penyandang cacat yang tidak memungkinkan untuk melakukan pemberontakan.

Hidup jauh dari tanah leluhur, menjadi orang buangan, tidak memiliki identitas yang
membawa orang-orang Israel kemudian mengharapkan janji Tuhan, di sinilah kemudian kita
kenal adanya Hanaya (539 SM) seorang nabi palsu yang mengatas namakan Allah bahwa
orang-orang Israel yang dalam pembuangan akan segera pulang. Dalam waktu 2 tahun, kuk
perhambaan dari Nebukadnezar akan dipatahkan dan orang-orang Israel akan mendapatkan
kebebasannya. Saat Yeremia mengetahui apa yang disampaikan Hanaya, maka Yeremia
menuliskan suratnya untuk orang-orang Israel yang ada dalam pembuangan untuk tidak
mempercayai Hanaya ataupun nabi-nabi lainnya yang hanya menjanjikan hal-hal yang
menyenangkan tanpa mereka sadari bahwa mereka dibohongi dan hidup semakin
terperosok saat mempercayai nabi-nabi palsu tersebut. Bukan hanya identitasnya yang palsu
namun juga mereka berani memalsukan Firman Tuhan. Nabi-nabi ini memberikan harapan-
harapan palsu kepada bangsa Israel. Apa yang mereka ajarkan dan sampaikan hanya
menurut pikiran, gagasan dan ide mereka sendiri. Alasan inilah yang akhirnya ditentang oleh
Nabi Yeremia.

Nubuat Yeremia tentang orang-orang Israel yang ada dalam pembuangan masih akan
berlangsung 70 tahun, jadi ini berlawanan dengan apa yang disampaikan Hanaya. Saat Nabi
Yeremia memberitahukan hal tersebut kepada umat, berita tersebut ditolak banyak orang.
Dengan alasan yang dinubuatkan oleh Nabi Yeremia adalah hukuman bukan keselamatan
seperti yang mereka harapkan selama ini. Jadi umat lebih mempercayai apa yang
disampaikan oleh nabi-nabi palsu tersebut. Padahal Nabi Yeremia tidak menghendaki umat

KURIKULUM REMAJA 124 AGUSTUS 2019


Allah dibohongi dengan ajaran-ajaran palsu tersebut. Walaupun yang dinubuatkan oleh Nabi
Yeremia memang hukuman yang akan didatangkan oleh Allah karena dosa-dosa bangsa
tersebut. Nubuat yang juga diberikan untuk memberikan pelajaran bagi umat.

Maka Yeremia menganjurkan untuk hidup dan beribadah secara benar dihadapan Allah.
Tidak hanya meratapi dan berdiam diri merindukan tanah leluhur serta kapan mereka bisa
pulang. Yeremia juga mengingatkan waktu yang masih lama itu karena ulah mereka juga saat
hidup bertentangan dengan kehendak Allah. Untuk itu haruslah umat menggunakan waktu
tersebut dengan hidup benar, menghasilkan hal yang baik di tempat dimana mereka tinggal
sekarang. Anjuran untuk mendoakan, hidup berguna di tempat kediaman mereka saat itu.
Mengusahakan supaya janji Allah menjadi bagian hidup mereka.

Pada kenyataannya yang disukai dan diharapkan serta diinginkan adalah kesenangan bukan
hukuman. Ini yang membuat umat Israel tidak mau bertobat dari dosa-dosa mereka. Maka
saat kita baca pada ayat 7, yang menyatakan bagaimana ajaran-ajaran nabi-nabi palsu sangat
disukai karena janji-janji yang diberikan dalam ajaran mereka yang itu sebenarnya
membawa umat kepada kebinasaan, dengan menjanjikan “kamu akan selamat” suatu
pembohongan yang menjerumuskan umat terperosok lebih dalam lagi akan dosa-dosa
mereka.

Kebenaran bisa jadi terasa menyesakkan, dan menyakitkan. Hukuman yang diberikan bisa
mengingatkan umat untuk bertobat sehingga umat terselamatkan dari kebinasaan. Allah
sendiri berkata “Bukankah FirmanKu seperti api dan seperti palu yang menghancurkan bukit
batu?” Api dan palu saat dalam kemarahan, gerak api bisa menghanguskan dan
menghancurkan apa saja yang ada disekitarnya. Palu, meskipun alat yang kecil namun saat
digunakan terus menerus bisa menghancurkan gunung padu yang besar. Layaknya para
pekerja tambang batu, mereka pasti menggunakan palu untuk mengambil batu-batu dengan
menghancurkan batu-batu di sekitarnya yang besar. Tak kala mendengar itu pasti ada rasa
ngeri dan takut maka banyak yang tidak menyukai hal itu. Apalagi hukuman tersebut akan
ditanggungkan selama 70 tahun (Yer 25:11), waktu yang tidak sebentar.

Melalui hukuman bisa jadi salah satu rencana Allah untuk memulihkan kehidupan, serta
menumbuhkan hidup baru (air bah, hujan api, dll). dari kehancuran akan berganti kepada
keelokan yang dirasakan semua ciptaan. Apalah artinya jika hanya berpegang kepada
kepalsuaan jika saatnya itu menghasilkan kebinasaan, sakit dan penderitaan. Tuhan tidaklah
pernah merancangkan kejahatan dan kebinasaan seterusnya bagi umat yang begitu dikasihi-
Nya. Rancangan Tuhan hanyalah rancangan damai sejahtera dan hari depan yang penuh
harapan. Kasih Tuhan dan pertolongan Tuhan nyata bukan suatu kebohong atau kepalsuan
yang itu bersifat sementara. Firman Tuhan yang pada akhirnya memampukan kita melihat
dengan jeli setiap pergumulan hidup, sehingga kita bisa mendapatkan pengalaman iman yang
dikuatkan. Firman Tuhan ada di setiap tempat/dimana-mana (ay 23-24), bisakah kita

KURIKULUM REMAJA 125 AGUSTUS 2019


menguatkan iman dalam berbagai persoalan? Iman yang telah melewati berbagai rintangan
serta tantangan, sehingga meskipun dalam kondisi yang sulit mampu bertahan serta tidak
kebingungan mendengar suara kebenaran yang menuntun kepada keselamatan.

Aplikasi
Bisa jadi kita pernah menemukan hal-hal yang tidak asli alias palsu. Contoh saja berita hoax,
memutarbalikkan kebenaran di sekitar kita. Apakah kita mampu mengendalikan diri saat ada
berita yang tanpa ujung pangkalnya namun bisa memporakpandakan kebersamaan,
memecah serta menghancurkan persahabatan. Apa yang kita rasakan saat kita membeli
sesuatu dengan harga mahal namun ternyata itu adalah KW atau Palsu. Bisakah kita
kemudian belajar dari kesalahan yang kita lakukan ?

Kalau kita merasakan marah dan merasa tertipu, begitu pula Tuhan saat mendapati umat
yang Dia kasihi dan sayangi ternyata banyak melakukan kesalahan namun tidak mau belajar
dari kesalahan mereka, bagaimana luka hatiNya. Kondisi ini pula yang sering kita temui,
jarang belajar dari kesalahan yang dilakukan. Sebenarnya dengan berbagai pergumulan itu
kita dilatih untuk bisa berjuang dan mampu mengatasi setiap pergumulan supaya saatnya
kalau memang ada kebenaran yang harus diterima sesakit apapun itu kita bisa meyakini
kebenaran membawa kepada kehidupan. Apabila harus ada penghukuman supaya
menyadarkan umat yang dikasihiNya.

Hal lain yang dapat dilakukan adalah bersikap jujur pada diri sendiri. Kita perlu menanyakan
kepada diri sendiri, jangan jangan kita menjadi nabi palsu atas diri kita dengan memalsukan
Firman Tuhan atas kita.

Tidak bermental lemah, apalagi saat menghadapi masalah, jangan menghindarinya tetapi
hadapi dan selesaikan dengan bijak. Tidak mudah terbuai dengan janji-janji manis yang
akhirnya hanya akan membawa kepada kehancuran.

Membiarkan hanya Allah yang menuntun jalan hidup kita tidak pada yang palsu.
Mempercayai Allah bisa menggunakan berbagai macam cara demi kebaikan dan keselamatan
umat yang dikasihiNya.

Langkah Penyampaian
1. Jelaskan isi tema pada hari ini
2. Minta para remaja menyebutkan, apa saja yang bisa dipalsukan
3. Bila memungkinkan bawa sesuatu barang (asli dan palsu) yang sulit diidentifikasi antara
asli atau palsu barang tersebut. Mintalah para remaja memilih mana yang asli/palsu.
4. Sebutkan kesulitan saat mengidentifikasi barang tersebut!

KURIKULUM REMAJA 126 AGUSTUS 2019


Minggu, Pengantar

25
Agustus 2019
Harian Kompas tanggal 21 April 2018 dalam Tajuk
Konsultasi Akhir Pekan mengangkat tema: Mentor bagi
Anak dan Remaja, disampaikan oleh psikolog; Kristi
Poerwandari.

Dalam konsultasi pembukanya diceritakan : MA alias


Gopal (24) dan MF alias Rayap (19) mencoba
MORE SOCIAL FOR membunuh R (16), gadis yang hamil akibat
OTHERS hubungannya dengan MA. Saat R meminta
Yesaya 58:9b-14 pertanggungjawaban dari MA, MA yang tidak siap
menikah bercerita kepada adiknya , MF, dan MF
Tujuan:
memberikan ide untuk membunuh R. lalu R pun
Remaja dapat memancarkan
ditemukan di pinggir kali dengan tubuh penuh luka
kesalehan personal dalam
bentuk kepedulian/ tusuk. (“Kompas“ 12 April 2018 ).
kesalehan terhadap
sesamanya yang lemah. Hal di atas adalah kenyataan yang dihadapi bagi
sebagian besar anak dan remaja. Baik anak maupun
remaja dalam situasi beresiko menjadi korban
kejahatan dan sebaliknya juga ada yang menjadi pelaku kejahatan. Baik anak maupun remaja
ternyata juga menghadapi tantangan serta pergumulan yang tidak gampang bagi mereka.
Tidak sekedar pergi ke gereja, berkegiatan bersama dengan teman-teman seiman, namun
kehidupan sosial lainnya menghadapkan anak dan remaja kepada situsi yang beresiko. Tidak
sekedar berjuang dalam iman tetapi juga berjuang untuk menjaga hidupnya baik dalam
kesehatan jasmani maupun psikologisnya. Perjuangan yang dipersiapkan dari masa anak,
remaja yang juga harus ada peran serta orang-orang terdekat. Dimana resiko tindak
kejahatan seringkali didapatkan dari orang-orang terdekat. Untuk itu diperlukan peran para
mentor (seseorang yang lebih memiliki ketrampilan dan pengalaman, yang mengambil peran
membimbing, menyemangati, menjadi teman bagi orang lain yang kurang pengalaman dan
ketrampilan ‘Anderson dan Shannon 1998’). Seorang mentor haruslah seseorang yang
menyadari bahwa kebutuhan anak dan remaja itu sama: memperoleh penerimaan, dukungan
dan arahan.

Penjelasan Teks

Kitab Yesaya dibagi dalam beberapa bagian, bagian yang kita baca saat ini adalah salah satu
bagian dari bagian ketiga yang dimulai dari pasal 55-66 yang sering disebut sebagai Trito
Yesaya. Bagian ini menceritakan ada hal positif yang dilakukan oleh umat Israel setelah dari
pembuangan di Babil. Mereka tetap melakukan kehidupan keagamaannya, dengan ibadah

KURIKULUM REMAJA 127 AGUSTUS 2019


yang sudah menjadi bagian penting dalam hubungan mereka dengan Allah. Setiap hari doa
dipanjatkan, ibadah dilakukan dengan kepatuhan, disertai kerajinan mempelajari kebenaran
dalam hukum Allah, serta rajin berpuasa (ayat 2-3). Namun apa yang dilakukan dalam ibadah
umat ternyata tidak disertai dengan ketulusan dan kesungguhan. Apa yang dilakukan dengan
harapan yang besar untuk memohon agar Allah mengabulkan apa yang hanya mereka
inginkan.

Harapan serta keinginan yang banyak dan besar sebagai bangsa yang telah menyelesaikan
masa pembuangannya yaitu hidup sejahtera. Bisa dimaklumi dan dimengerti, sebab di sini
tidak disebutkan bagaimana puasa yang dilakukan. Apakah bersama atau hanya dilakukan
perorang/pribadi. Baik berdoa, puasa sebagai salah satu sarana relasi manusi dengan Allah
yang memberikan dampak positif bagi hubungan manusia dengan Allah tetapi juga dengan
sesamanya. Dalam Perjanjian Lama dikenal juga puasa pada saat perayaan Hari
Pendamaian/Pengampunan Dosa; Imamat 16: 23; 26-32. Perayaan ini dilakukan oleh seluruh
umat. Memang praktek puasa sendiri telah dikenal dan dilakukan bangsa Israel sejak lama,
bahkan sejak jaman Nabi Musa, baik puasa secara perorangan/pribadi ataupun secara
bersama-sama dalam waktu tertentu (contoh, 2 Samuel 12: 22, Hakim-hakim 20:26 ataupun
Yoel 1:14).

Meskipun Yesaya telah menjelaskan dan menerangkan tentang makna puasa yang benar
kepada umat (ayat 6-7). Pada kenyataannya apa yang dilakukan umat dalam harapan serta
keinginan tersebut tidak didasari dengan permohonan yang sungguh-sungguh bagi semua
orang. Demikian juga melalui Yesaya, Allah memperlihatkan bagaimana tingkah laku umat
yang tidak berkenan di hadapanNya. Yesaya sebagai Nabi Allah diperintahkan untuk
memperlihatkan dosa-dosa apa saja yang telah dilakukan oleh umat (ayat 1). Pada ayat 2-5
dalam ibadah, doa dan puasa umat masih ada tindakan yang tidak seturut dengan kehendak
Nya :
• mempertanyakan kasih kuasa Allah
• memperlihatkan kesombongan
• mementingkan diri sendiri
• melakukan kekerasan terhadap yang lain
• semena-mena terhadap sesama

Permohonan itu ditujukan hanya demi kepentingan pribadi mereka masing-masing. Umat
secara perorangan tidak memikirkan umat lainnya bahkan orang yang bekerja kepada
merekapun tidak terpikirkan nasibnya (…kamu mendesak-desak semua buruhmu ayat 3).
Dalam kehidupan agama mereka yang demikian membuat doa permohonan tidak dijawab,
(ayat 4) puasa juga menjadi tidak bermanfaat. Dan lagi yang dilakukan umat hanya sebagai
rutinitas belaka tanpa ada penyerahan serta kerendahan diri di hadapa Allah. Puasa yang
dilakukan umat tidak membawa dampak yang terlihat nyata dalam kehidupan bersama umat.

KURIKULUM REMAJA 128 AGUSTUS 2019


Janji Allah sendiri saat umat mau melakukan dengan benar apa yang menjadi kehendakNya :
(a) Pada waktu itulah terangmu akan merekah seperti fajar dan lukamu akan pulih dengan
segera; kebenaran menjadi barisan depanmu dan kemuliaan TUHAN barisan belakangmu
(kesehatan jasmani dan rohani).
(b) Pada waktu itulah engkau akan memanggil dan TUHAN akan menjawab, engkau akan
berteriak minta tolong dan Ia akan berkata: Ini Aku! (hubungan yang mesra dengan
Tuhan, diumpamakan hubungan bapa dan anak)
(c) TUHAN akan menuntun engkau senantiasa dan akan memuaskan hatimu di tanah yang
kering, dan akan membaharui kekuatanmu; engkau akan seperti taman yang diairi
dengan baik dan seperti mata air yang tidak pernah mengecewakan.
(d) Engkau akan membangun reruntuhan yang sudah berabad-abad, dan akan memperbaiki
dasar yang diletakkan oleh banyak keturunan. Engkau akan disebutkan "yang memperbaiki
tembok yang tembus", "yang membetulkan jalan supaya tempat itu dapat dihuni".

Kehendak Allah adalah ibadah yang lahir dari kemurnian hati, ketulusan dihadapan Allah.
Yang memiliki jabatan bisa menggunakan kekuasaannya bagi kesejahteraan umat, yang kaya
bisa membuka belenggu-belenggu kelaliman. Melepaskan kuk persembahan, memerdekakan
yang sengsara, kelaparan serta teraniaya. Untuk semua itu harus ada kepekaan serta rasa
kepedulian terhadap kesengsaraan dan penderitaan orang lain, bukan hanya demi dirinya
saja.

Aplikasi

Janji Tuhan adalah pasti, saat umat mau melakukan perintah dan kehendakNya dengan
benar:
• mempercayai kasih dan kuasa Allah
• merendahkan diri
• mempedulikan sesama
• membantu yang dalam kesengsaraan, kesesakan
• menghargai orang lain

Dalam doa dan puasa serta apa yang kita lakukan akan menjadi saluran berkat bagi yang
lainnya.Allah akan mendengar setiap doa yang dipanjatkan kepadaNya saat itu memang
menjadi kehendakNya dan juga bermanfaat bagi kita juga sesama. Apapun yang telah
menjadi janji Allah saat diimani dan dengan kerendahan hati mempercayakan hidup dalam
kasihNya maka :
(1) terang Allah dan sukacita penuh dari keselamatan dan kesembuhan,
(2) perlindungan dan kehadiran Allah dinyatakan dalam kehidupan kita,
(3) pertolongan Allah dalam kesusahan melalui doa yang dijawab,

KURIKULUM REMAJA 129 AGUSTUS 2019


(4) kegelapan dan penindasan terangkat,
(5) bimbingan, kekuatan serta kesuburan dari Allah, dan
(6) pemulihan sejati, dengan standar-standar dan norma-norma Allah dihidupkan kembali.

Hidup dalam kejujuran, saling mengasihi. Inilah wujud kasih kepada Allah dengan mengasihi
sesama tanpa melihat bagaimana latarbelakangnya. Allah telah berkenan membebaskan kita
dari kuk dosa, untuk itu kita juga harus mampu membawa sesama kita lepas dari dosa,
sehingga umat merasakan “Dipuaskan hatinya di tanah yang kering, hari kenikmatan,
bersenang-senang dan seterusnya serta menjadi pemenang dari setiap permasalahan.”

Jika semua itu dilakukan Allah juga akan memberikan kepercayaan kepada umat untuk bahu
membahu membangun kembali bangsa mereka seperti jaman nenek moyang mereka.
Membangun kembali kepercayaan akan kasih kuasa Allah terhadap umat adalah nyata
dengan memperlihatkan kasih Allah yang nyata dalam diri kita kepada yang lainnya sehingga
melalui kita, ada sesama yang tertolong, dikuatkan dan merasakan sukacita.

Langkah Penyampaian

☻ Sampaikan secara singkat tentang isi teks yang dibaca hari ini!

☻ Jelaskan bagian pengantar juga sebagai salah satu sarana memahami hidup yang
bagaimana yang benar dihadapan Allah serta bagaimana kita dapat peduli dengan yang
menderita,sengsara dan membutuhkan bantuan ?
☻ Buat daftar kecil tentang apa yang telah dilakukan remaja dalam hal menyatakan rasa
sosialnya (bisa dimulai dari keluarga terlebih dahulu, teman-teman sekolah dst)
☻ Bisakah mempraktekan kepedulian kita terhadap orang yang tidak dikenal sama sekali?
berikan contohnya!

KURIKULUM REMAJA 130 AGUSTUS 2019


September 2019

Jadilah
Murid Kristus

KURIKULUM REMAJA 131 SEPTEMBER 2019


DAFTAR ISI

Tema September 2019 ................................................................................................................................. 131


JADILAH MURID KRISTUS

1 September 2019 ......................................................................................................................................... 133


SPREAD THE HUMBLY VIRUS!

8 September 2019 ......................................................................................................................................... 136


DON’T TURN AROUND!

15 September 2019 ....................................................................................................................................... 139


REVIVING FORGIVENESS

22 September 2019 ....................................................................................................................................... 142


HONESTY IS MY SOUL

29 September 2019 ....................................................................................................................................... 144


KEUGAHARIAN

KURIKULUM REMAJA 132 SEPTEMBER 2019


Minggu, Pengantar

1
September 2019
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia Online
(https://kbbi.web.id), rendah hati adalah sifat yang tidak
menyombongkan diri atau tidak congkak. Sementara itu
masih dalam rujukan yang sama, sombong adalah sikap
yang menghargai atau meninggikan diri secara
berlebihan. Kata yang menjadi perhatian ialah “secara
berlebihan.” Sebagaimana yang kita ketahui bahwa
SPREAD THE segala sesuatu yang berlebihan cenderung tidak baik.
HUMBLY VIRUS
Harus diakui, memberlakukan sikap rendah hati
Lukas 14:1, 7-14
tidaklah mudah. Potensi untuk menyombongkan diri
Tujuan: dan maunya menang sendiri akan sangat besar ketika
Remaja mampu bersikap manusia memiliki kekuatan atau kelebihan dari sesama
rendah hati. yang lain. Apalagi di masa kini tiap orang seolah-olah
dituntut untuk tampil ke permukaan atau istilah zaman
sekarang ialah eksis. Hukum rimba pernah bertutur,
“siapa yang kuat dia yang menang”, barangkali di zaman kini, “siapa yang eksis dia yang
terkenal.” Jika demikian bagaimana kita memahami sikap rendah hati di kekinian?

Penjelasan Teks

1. Sosok dan karya Yesus pada masa itu sudah mulai mencuri perhatian banyak orang. Hal
ini tentu membuat cemburu pemuka agama Yahudi termasuk orang-orang Farisi. Bagi
mereka, Yesus dipandang sebagai ancaman karena dapat “merebut” hati umat Israel untuk
kemudian mengikuti-Nya. Stefan Leks dalam bukunya Tafsir Injil Lukas menjelaskan
bahwa mereka mengatur sebuah strategi dengan cara mengundang Yesus untuk datang
ke rumah salah seorang pemimpin orang Farisi (ay.1). Tujuan undangan itu tidak lain dan
tidak bukan hanya untuk mencari-cari apa yang bisa dipersalahkan dari diri-Nya. Itu
sebabnya tertulis, “semua yang hadir mengamat-amati Dia dengan seksama.”
2. Dalam bahasa aslinya (Yunani) kata “mengamat-amati” disebut paratereo, yang dapat
bermakna positif dan negatif. Kata “mengamat-amati” dalam ayat yang pertama ini
sejajar maknanya dengan Lukas 6:7, “Mereka mengamat-amati Yesus, kalau-kalau Ia
menyembuhkan orang itu pada hari Sabat, supaya mereka dapat mempersalahkan Dia.”
(lihat juga: Markus 3: 2 dan Lukas 20: 20).
3. Yesus tahu bahwa diri-Nya sedang berhadapan dengan para pemuka agama yang merasa
paling paham tentang agama. Yesus sadar bahwa Ia sedang berada di tengah-tengah
orang yang sombong secara rohani. Di situasi yang demikian, Yesus justru memilih

KURIKULUM REMAJA 133 SEPTEMBER 2019


kesempatan untuk mengangkat perumpamaan tentang pesta perkawinan, guna menyadarkan
para pendengarnya saat itu, khususnya orang-orang Farisi.
4. Ayat 8-11 merupakan gambaran orang-orang Farisi yang menganggap dirinya “lebih” dari
yang lain sehingga pantas untuk menduduki bangku terhormat di sebuah pesta perkawinan.
Padahal yang pantas untuk menilai bahwa tamu undangan tersebut terhormat atau tidak
adalah sang pemilik pesta, bukan si tamu undangan. Empunya pesta berhak menempatkan
si tamu di mana saja, bahkan sangat memungkinkan berhak juga untuk mengusir si tamu
dari pesta tersebut. Sungguh amat memalukan jika si tamu menganggap dirinya tamu
terpandang dan duduk dibangku kehormatan, lalu oleh tuan pesta dipersilahkan pindah
ke tempat duduk yang bukan barisan kehormatan. Sebaliknya, sungguh amat mulianya
ketika si tamu undangan dengan rendah hati duduk di bangku yang bukan istimewa
tetapi dimohon oleh sang tuan untuk menduduki bangku kehormatan karena memang
tamunya tersebut sangat spesial bagi dirinya.
5. Ayat 12-14 merupakan teguran Yesus kepada orang-orang Farisi yang dalam kehidupannya
disibukan dengan mencari penghormatan dan pujian dari orang lain. Sehingga jikalau mereka
mengadakan pertemuan atau perjamuan makan, yang diundang adalah orang-orang yang
dapat memberi keuntungan pada dirinya atau orang-orang yang menghormati/memuji-
muji mereka. Bagi Tuhan Yesus, tuan rumah yang baik adalah ia yang mengundang orang-
orang miskin atau dipandang sebelah mata. Karena orang-orang yang tersisih tersebut
tidak dapat membalas kebaikan si pemilik pesta selain mendoakan si empunya rumah
agar selalu diberkati Tuhan. Hal yang penting pula, sang tuan rumah telah menebar
kebaikan kepada sesama yang lain.

Aplikasi
1. Sebuah peribahasa mengatakan “di atas langit masih ada langit”, artinya ketika kita
merasa hebat jangan lupa masih ada orang lain yang lebih hebat dari kita. Senada dengan
ajaran Yesus di ayat 8-11, yakni si pemiliki pesta adalah Tuhan Allah dan kita adalah tamu
undangan yang datang kepada-Nya. Patutkah kita menyombongkan diri di hadapanNya?
Pantaskah kita merasa paling hebat dengan cara merendahkan orang lain padahal
sesama yang lain tersebut adalah juga ciptaanNya? Ingatlah, segala yang melekat dalam
tubuh dan hidup kita adalah pemberian dari Tuhan Yesus Kristus!
2. Salah satu buah dari kerendahan hati adalah sikap yang mau berbagi kasih kepada sesama.
Memang, orang yang sombongpun dapat juga berbagi kepada sesama yang lain. Tetapi
motivasinya adalah mencari puja dan puji. Berbeda dengan orang yang rendah hati. Ia
berbagi dengan murni dan ikhlas sebagaimana yang dikehendaki Yesus pada ayat 12-14.
Langkah Penyampaian
1. Mengajak remaja diskusi dengan membayangkan Lukas 14: 8-10:
• Bagaimana perasaan remaja jika merasa pantas untuk duduk di tempat terhormat,
lalu tiba-tiba si empunya pesta datang dan mengusir kita untuk duduk di jajaran yang
lebih rendah? (umumnya menjawab: malu, merasa tidak dihormati, dll.)

KURIKULUM REMAJA 134 SEPTEMBER 2019


• Bagaimana perasaan remaja jika dengan rendah hati memilih duduk di jajaran yang
bukan terhormat, lalu si empunya pesta mempersilahkan untuk menduduki di
tempat yang terhormat? (umumnya menjawab: sukacita, bangga, dll.)

2. Bisa mengangkat ilustrasi demikian:

Kisah ini terjadi di Rusia. Seorang ayah yang memiliki anak berusia lima tahun memasukkan
putranya ke sekolah musik piano. Ia rindu anaknya kelak menjadi pianis terkenal. Selang beberapa
waktu, di kota tersebut datang seorang pianis yang sangat terkenal. Karena ketenarannya, dalam
waktu singkat tiket konser telah terjual habis. Sang ayah membeli dua buah tiket pertunjukkan
untuk dirinya dan anaknya.

Pada hari pertunjukan, satu jam sebelum konser dimulai, kursi telah terisi penuh. Sang ayah duduk
dan putranya tepat berada di sampingnya. Seperti layaknya seorang anak kecil, anak ini pun tidak
betah duduk diam terlalu lama. Tanpa sepengetahuan ayahnya, ia menyelinap pergi. Ketika
lampu gedung mulai diredupkan, sang ayah terkejut saat menyadari bahwa putranya tidak ada
di sampingnya. Ia lebih terkejut lagi ketika melihat anaknya berada dekat panggung pertunjukan,
dan sedang berjalan menghampiri piano yang akan dimainkan pianis tersebut.

Didorong oleh rasa ingin tahu, tanpa takut anak tersebut duduk di depan piano, dan mulai
memainkan sebuah lagu yang sederhana, twinkle-twinkle little star. Operator lampu sorot yang
terkejut mendengar adanya suara piano mengira bahwa konser telah dimulai tanpa aba-aba
terlebih dahulu, dan ia langsung menyorotkan lampunya ke tengah panggung. Seluruh penonton
terkejut, melihat yang berada di panggung, bukan sang pianis tapi hanyalah seorang anak kecil.

Sang pianis terkejut dan bergegas naik ke atas panggung. Melihat anak tersebut, sang pianis tidak
menjadi marah, ia tersenyum dan berkata, “Teruslah bermain!” dan sang anak yang mendapat
izin meneruskan permainannya. Sang pianis lalu duduk di samping anak itu dan mulai bermain
mengimbangi permainan anak itu. Ia mengisi semua kelemahan permainan anak itu dan akhirnya
tercipta suatu komposisi permainan yang sangat indah. Mereka seakan menyatu dalam
permainan piano tersebut.

Ketika mereka berdua selesai, seluruh penonton menyambut dengan meriah. Karangan bunga
dilemparkan ke tengah panggung. Sang anakpun jadi besar kepala, pikirnya “Ajaib, baru belajar
piano sebulan saja, saya sudah hebat!” Ia lupa bahwa yang disoraki penonton adalah sang pianis
yang duduk di sebelahnya, yang mengisi semua kekurangannya dan menjadikan permainannya
sempurna. (http://www.ztrongmind.net/page/Article_detail/930/Kisah_Pianis_Cilik.html)

Inti dari ilustrasi ini adalah: janganlah sombong dalam kehidupan ini. Karena sesungguhnya apa
yang kita punya dan miliki adalah berkat Tuhan/ di back up oleh Tuhan Yesus Kristus.

KURIKULUM REMAJA 135 SEPTEMBER 2019


Minggu, Pengantar

8
September 2019
Dalam hidupnya, manusia selalu diperhadapkan pada
banyak pilihan. Semakin manusia beranjak usia/
dewasa maka pilihan-pilihan yang diambil seharusnya
adalah pilihan yang telah dipertimbangkan secara
matang. Artinya, ia siap bertanggung jawab atas
pilihannya tersebut.

DON’T TURN Kisah Adam dan Hawa menjadi bukti bahwa pilihan hidup
AROUND yang mereka tempuh adalah keliru. Dari banyaknya
Ulangan 30:15-20 fasilitas yang Allah telah berikan kepada mereka, dalam
waktu singkat menjadi kandas akibat memilih memakan
Tujuan: buah kehidupan yang telah dilarang Allah. Akibat dari
Remaja mampu memilih
pilihan yang mereka ambil adalah diusir dari Taman
antara hidup yang
Eden dan jatuh dalam dosa. Bahan ajar kali ini, “Don’t
bersandar pada Allah atau
hidup yang berpaling turn around” mengajak anak-anak remaja untuk berani
dariNya. memutuskan pada pilihan yang benar dan yang paling
utama tidak berbalik dari jalan Tuhan!

Penjelasan Teks

1. Cerita di dalam Kitab Ulangan ditutup dengan berita kematian Musa dan detik-detik
menjelang sampainya bangsa Israel ke tanah perjanjian, Tanah Kanaan. Jadi dapat
dikatakan bahwa Kitab Ulangan ini merupakan nasehat terakhir Musa kepada bangsa
Israel yang telah dipimpinnya puluhan tahun lamanya.
2. Musa menyadari bahwa mayoritas orang-orang Israel yang dipimpinnya telah berganti
generasi. Generasi yang tua telah wafat dan digantikan generasi berikutnya. Generasi
yang baru ini tentu tidak merasakan pengalaman dijajah oleh bangsa Mesir. Rata-rata
dari mereka tidak turut dalam perjuangan sulitnya keluar dari tanah Mesir. Dan
terbelahnya lautan yang penuh dengan mukjizat juga tidak mereka rasakan.
3. Di sisi yang lain, generasi lama telah banyak mewarisi sikap yang bertentangan dari jalan
Tuhan. Mereka sering bersungut-sungut. Mereka terpengaruh akan ajaran bangsa lain
sehingga ikut menyembah berhala. Berkali-kali bangsa Israel ini ditegur Allah melalui
Musa, tetapi tegurannya itu seperti “masuk kuping kanan keluar kuping kiri.” Bahkan
Musa pun pernah sampai naik pitam luar biasa, “maka bangkitlah amarah Musa;
dilemparkannyalah kedua loh itu dari tangannya dan dipecahkannya pada kaki gunung
itu” (Keluaran 32: 19b).

KURIKULUM REMAJA 136 SEPTEMBER 2019


4. Sebagai pemimpin yang telah memasuki usia senja, Musa punya banyak harapan kepada
generasi yang baru, diantaranya: (a) Selalu mengingat kasih Allah yang telah menyertai
perjalanan mereka yang begitu panjang (dari masa penjajahan di tanah Mesir sampai
keluar menuju tanah Kanaan); (b) Tidak lagi mengulang jejak negatif para pendahulu
mereka; dan (c) Menyelesaikan perjalanan menuju tanah Kanaan dengan
memberlakukan Firman Allah.
5. Salah satu nasehat terakhir Musa nampak dalam bacaan kita. Di sini Musa mengingatkan
bahwa hanya ada dua pilihan: memilih untuk meninggalkan Allah atau secara total
mengikut Allah. Ayatnya ke-19b Musa bertutur, “kepadamu kuperhadapkan kehidupan
dan kematian, berkat dan kutuk.” Memilih untuk mengikut Allah secara total berarti
memilih kehidupan, sedangkan meninggalkan Allah berarti memilih kematian. Kematian
dan kehidupan dalam konteks ini tentu bukan secara harfiah, melainkan kehidupan atau
kematian secara rohani.
6. Allah tidak suka diduakan. Malam hari menyembahNya, siang hari dengan sengaja
berbuat dosa. Hari Sabat mempersembahkan korban bakaran, hari-hari yang lain
menindas sesama. Pagi hari menyebut namaNya dengan nyanyian, malam hari mencuri
milik sesama. Dalam kitab yang sama, Ulangan 6:9a berbunyi, “Jangan sujud menyembah
kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, Tuhan Allahmu, adalah Allah yang
cemburu.” Nabi Musa pada nasehatnya itu mendorong umat Israel untuk sungguh-
sungguh mengikut Allah dan menjalankan semua firmanNya. Pilihlah kehidupan! Bukan
kematian!

Aplikasi

1. Sebagai orang yang telah percaya kepada Yesus, tentu kita meyakini bahwa Ia telah
menganugerahkan keselamatan melalui kematian di kayu salib dan kebangkitanNya.
Tetapi patut dicermati bahwa keselamatan tersebut dapat lepas/hilang tatkala kita
memilih untuk meninggalkanNya. Dalam hal ini, Pokok-Pokok Ajaran Gereja Kristen Jawa
menjelaskan demikian, “…..apakah keselamatan yang telah diterima oleh percaya
sekarang ini sudah aman dan pasti akan mencapai kesempurnaannya? Tidak sebab ada
kemungkinan karena suatu penggodaan, orang percaya melepaskan percayanya,
sehingga gagal di jalan dan tidak dapat mencapai kesempurnaan keselamatan.”
2. Oleh karena itu, kita harus waspada terhadap pilihan hidup yang diambil Apalagi para
remaja diperhadapkan dengan segudang pilihan yang terkadang dilematis. Teks Alkitab
kali ini mendorong kita untuk berani berkata tidak pada keberdosaan dan bertindak
benar sesuai Firman Allah. “Don’t turn around”/jangan memutar haluan dari karya
keselamatan yang Ia telah berikan kepada kita. Tetaplah lurus mengikutiNya sampai
akhir hidup.

KURIKULUM REMAJA 137 SEPTEMBER 2019


Langkah Penyampaian

1. Bisa dimulai dengan diskusi contoh-contoh kasus yang dilematis. Misalnya:


Saya adalah pelajar yang tidak begitu baik dalam prestasi. Bahkan tahun lalu saya harus
mengulang di kelas yang sama. Hari ini adalah ujian akhir. Saya telah mempersiapkan segala
sesuatunya dan segera siap mengikuti ujian akhir. Tidak saya sadari ternyata waktu sudah
‘mepet’. Jika tidak segera, maka saya akan telat dan tidak boleh ikut ujian. Itu berarti saya
bisa-bisa tidak naik kelas lagi. Dan lagi-lagi, orang tua saya harus bersedih. Ketika saya berlari
cepat menuju sekolah, tiba-tiba seorang kakek terserempet mobil. Mobil itu bukannya
berhenti tetapi malah menambah kecepatan. Saya tengok kira dan kanan, tetapi tidak ada
siapa-siapa yang dapat menolong kecuali saya. Mobil dan motor pun masih jarang yang lewat.
Di satu sisi, saya butuh cepat untuk sampai sekolah. Tetapi di satu sisi, saya juga terketuk
untuk menolong kakek ini. Kini saya harus memilih mau melakukan apa?
2. Dari diskusi di atas dapat tergambar bahwa menentukan pilihan dalam kehidupan ini
memang tidak mudah. Firman Tuhan mengajak untuk tetap bertanggung jawab atas
pilihan yang diambil dan jangan mengambil pilihan yang bertentangan dengan Firman
Tuhan.
3. Dapat mengulas tentang nasehat Musa kepada Bangsa Israel yang memilih kehidupan
daripada kematian!

KURIKULUM REMAJA 138 SEPTEMBER 2019


Minggu, Pengantar

15
September 2019
Kasih dan pengampunan adalah dua hal yang tidak
dapat dipisahkan dalam kehidupan iman Kristiani.
Dalam kutipan bijaknya, Bunda Teresa pernah berkata,
if we really want to love we must learn how to forgive
(terj. Jika kita sungguh-sungguh ingin mengasihi kita
harus belajar bagaimana mengampuni). Mengapa kedua
hal ini penting? Karena Yesus Kristus yang telah
REVIVING memberikan teladan demikian. Oleh karena kasihNya,
FORGIVENESS manusia beroleh anugerah keselamatan. Dan kasihNya
Lukas 15:1-10 itu ditunjukkan melalui pengampunan atas dosa-dosa
manusia. Materi ibadah remaja minggu ini hendak
Tujuan: menggugah kita untuk merayakan pengampunan yang
Remaja merayakan
telah diberikan Allah kepada kita dengan cara mengasihi
pengampunan ilahi dalam
sesama yang lain, bahkan orang yang jahat sekalipun.
persekutuan.

Penjelasan Teks

1. Penulis Injil Lukas nampaknya menggambarkan sosok Yesus yang sangat dekat dengan
orang-orang berdosa. Kata “biasanya” di dalam ayatnya yang pertama menunjukkan
bahwa memang orang-orang berdosa sering mendatangi Yesus. Patut diketahui, pada
konteks saat itu, orang berdosa dipandang sebelah mata oleh para pemuka agama
termasuk orang Farisi. Orang berdosa dinilai telah melanggar hukum Tuhan dan layak
menerima akibatnya. Dalam Kitab Imamat, diatur sedemikian rupa bagaimana orang
berdosa dapat pulih dari pelanggarannya dengan cara memberi persembahan korban
bakaran (lihat Imamat pasal 4 dan 5).
2. Lalu bagaimana nasib orang miskin yang berdosa? Pastinya mereka tidak dapat membeli
korban bakaran untuk pengampunan dosanya. Apalagi para pemuka agama Yahudi kala
itu bertindak sewenang-wenang dengan memainkan harga binatang yang akan
dikorbankan di bait Allah. Itu sebabnya, Yesus pernah marah pada orang yang berjualan
di Bait Allah, karena yang mereka perjualkan bukan murni untuk kepentingan rohani
melainkan harga-harga binatang di mark up sedemikian rupa untuk menguras uang
umat. Hasil uangnya lalu dibagi dua: untuk si penjajah yakni Bangsa Romawi dan para
pemuka agama Yahudi.
3. Jadi dapat disimpulkan, orang berdosa di zaman Yesus identik dengan orang miskin.
Pemahaman umat Israel saat itu, orang miskin adalah orang yang tidak diberkati Allah.
Dengan begini, lengkaplah sudah pergumulan yang dialami orang berdosa yang miskin

KURIKULUM REMAJA 139 SEPTEMBER 2019


tersebut. Di titik inilah, Yesus hadir memberi harapan. Bagi Yesus, berdosa bukanlah
semata-mata melanggar peraturan Hukum Tuhan. Tetapi bagiNya dosa adalah retaknya
hubungan manusia dengan Sang Bapa. Untuk lepas dan bebas dari dosa, maka hubungan
manusia dengan Allah harus pulih, dekat tak berjarak.
4. Kedatangan Yesus ke dunia ialah untuk memulihkan hubungan manusia dengan Allah.
Cara memulihkannya bukan kemudian manusia berdosa pantas dijauhi seperti
pemahaman para pemuka agama Yahudi, tetapi justru mereka patut dikasihi. Yesus
mengasihi orang-orang berdosa pada saat itu karena mereka layak dipulihkan dari
hubungan yang retak dengan Allah.
5. Perumpamaan tentang “domba yang hilang” dan “dirham yang hilang” yang Yesus angkat
melukiskan bahwa yang terhilang tidak dibiarkan begitu saja tetapi dicari oleh sang
pemilik hingga dapat. Jadi inisiatif mencari yang terhilang datang dari sang pemilik.
Senada dengan Pokok-pokok Ajaran Gereja Kristen Jawa, “Penyelamatan Allah ke atas
manusia dapat dipajami sebagai anugerah karena? (a) Dilakukan atas dasar kasih Allah;
(b) Melalui kehendak dan prakarsa Allah; (c) Dikerjakan oleh Allah.

Aplikasi

1. Pengampunan yang Allah telah berikan kepada kita patut kita rayakan dan syukuri. Kita
yang tadinya tidak selamat menjadi layak dihadapanNya. Kita yang awalnya hamba dosa
menjadi sahabatNya. Kita yang tidak mengenal apa itu kasih yang terwujud dalam
pengampunan, kini menjadi paham apa itu kasih.
2. Bentuk syukur atas pengampunanNya harus direspon dengan mau menerima
keberadaan orang lain yang telah berbuat salah. Terkadang kita telah membuat stigma
dalam kehidupan sosial bahwa orang yang telah berbuat jahat pantas untuk dijauhi.
Tetapi jika ini dikaitkan dengan bacaan kita, Yesus justru mengajarkan untuk merangkul
mereka yang telah berbuat salah. Apakah itu mudah? Tentu tidak. Namun di sinilah
sesungguhnya ujian dari kasih. Yesus pernah mengatakan, “Apabila kamu mengasihi
orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat
demikian? Dan apabila kamu hanya memberi salam kepada saudara-saudaramu saja,
apakah lebihnya dari pada perbuatan orang lain? Bukankah orang yang tidak mengenal
Allahpun berbuat demikian?” (Matius 5: 46-47). Kasih yang sesungguhnya nyata ketika
kita mampu mengasihi tanpa batas sebagaimana pengampunanNya kepada manusia
yang tak terbatas.

Langkah Penyampaian

1. Mengajak disuksi bagaimana seandainya di dalam kelas remaja kedatangan warga


remaja baru yang latar belakangnya pernah menjadi tahanan/di penjara? Bagaimana
respon para remaja?

KURIKULUM REMAJA 140 SEPTEMBER 2019


2. Dapat mengangkat tokoh-tokoh besar yang memberi pengampunan, seperti Paus
Yohanes Paulus II yang mengampuni orang yang telah menembaknya
(https://tirto.id/kisah-paus-yohanes-paulus-ii-mengampuni-mehmet-si-pembunuh-ccnW)
atau Nelson Mandela yang telah mengampuni dan memeluk penjaga penjara, di mana
sipir tersebut telah menyiksa mandela selama di penjara
(http://suyatno.dosen.akademitelkom.ac.id/index.php/2016/07/11/belajar-
mengampuni-dari-seorang-nelson-mandela/)
3. Yesus mencari yang terhilang dan menerima yang terhilang itu untuk masuk dalam
persekutuan.

KURIKULUM REMAJA 141 SEPTEMBER 2019


Minggu, Pengantar

22
September 2019
Harus diakui, kejujuran tidak mudah untuk
diaplikasikan dalam keseharian. Barangkali kita
mungkin pernah mendengar perkataan, “tidak apalah
berbohong asalkan demi kebaikan” atau “bohong dalam
skala kecil tidak jadi persoalan.” Namun apakah
dibenarkan pernyataan-pernyataan tersebut? Apalagi,
berita hoax/bohong akhir-akhir ini semakin marak di
HONESTY IS MY media sosial. Lalu dengan mudahnya kita membagikan
SOUL informasi-informasi yang hoax tersebut kepada yang
Amos 8:4-7 lain tanpa diperiksa lebih dulu kebenarannya. Bukankah
itu berarti kita ikut menyebarkan berita kebohongan?
Tujuan: Disinilah nilai kejujuran kita sebagai orang beriman
Remaja menjunjung tinggi
diuji.
laku hidup jujur.

Penjelasan Teks

1. Dalam buku DI SINI KUTEMUKAN, Wismoady Wahono menerangkan yang menjadi pusat
perhatian Nabi Amos ialah soal ketidakadilan. Hal ini dapat dilihat dari kotbah serta
ucapan-ucapan Amos, khususnya pula dengan menilik keadaan dan tingkah laku sosial
bangsa Israel.
2. Umumnya, ketidakadilan muncul oleh karena penguasa/pemimpin/pemilik kedudukan
menggunakkan jabatannya dengan sewenang-wenang. Mereka hanya memikirkan
kepentingannya pribadi atau kelompok, tanpa memikirkan nasib orang lain. Dengan
kedudukannya yang tinggi, mereka bisa memanipulasi apa saja asalkan hal itu membawa
keuntungan bagi dirinya. Amos 2: 6-7 menjadi contoh betapa kejinya para penguasa. Saat
itu terjadi jual-beli manusia baik laki-laki maupun perempuan untuk menjadi budak
sebagai ganti pembayaran hutang. Tidak hanya itu, para budak dapat disiksa begitu rupa
karena tidak adanya payung hukum yang melindung hak-haknya sebagai manusia.
3. Bersamaan dengan maraknya manipulasi yang dibuat penguasa kepada orang yang
miskin, Amos juga melihat bahwa ibadah-ibadah orang Israel yang sangat khusyuk
ternyata hanya tipuan belaka. Ironisnya, lembaga-lembaga agama menolak dengan keras
perbaikan, dan para lembaga agama seperti mendukung praktik-praktik para penguasa
dalam menindas kaum lemah. Lembaga agama merasa benar dengan apa yang
dilakukannya, bahkan mereka masih bisa terus menyanyi, “Tuhan semesta alam
menyertai kita.” Padahal, Allah sudah sangat kecewa dengan perbuatan-perbuatan
penguasa dan pemimpin agama.

KURIKULUM REMAJA 142 SEPTEMBER 2019


4. Sepertinya, praktik penipuaan sudah menjadi karakter saat itu. Pada bacaan kita, Amos
8: 4-6 “……dan berpikir: "Bilakah bulan baru berlalu, supaya kita boleh menjual gandum
dan bilakah hari Sabat berlalu, supaya kita boleh menawarkan terigu dengan
mengecilkan efa, membesarkan syikal, berbuat curang dengan neraca palsu, supaya kita
membeli orang lemah karena uang dan orang yang miskin karena sepasang kasut; dan
menjual terigu rosokan?" Dari pikiran mereka sudah terancang untuk mencari
keuntungan dengan mengelabui pembeli atau orang-orang miskin. Mereka berharap hari
Sabat cepat berganti sehingga dapat berjualan kembali. Di benak mereka sepertinya
hanya diliputi dengan uang.
5. Oleh karena itu, kekecewaan Allah begitu nampak dalam ayatnya yang terakhir,
“Bahwasanya Aku tidak akan melupakan untuk seterusnya segala perbuatan mereka!”
Mereka tidak hanya menipu sesamanya, tetapi lebih lagi, mereka telah menipu Allah demi
kepentingannya pribadi.

Aplikasi

Pepatah kuno mengatakan, “Jagalah pikiranmu, karena akan menjadi perkataanmu. Jagalah
perkataanmu, karena akan menjadi perbuatanmu. Jagalah perbuatanmu, karena akan
menjadi kebiasaanmu. Jagalah kebiasaanmu, karena akan membentuk karaktermu. Jagalah
karaktermu karena akan menentukan nasih hidupmu.” Kejujuran harus dimulai dari pikiran
yang jujur. Dan kejujuran harus menjadi gaya hidup yang terus menerus dihidupi. Jika hidup
kita selalu diisingi kebohongan, niscaya hidup kitapun akan penuh dengan kebohongan.
Begitupun sebaliknya. Oleh karena itu, nilai-nilai kejujuran harus ditanamkan dan
diwujudkan sejak dini apapun resikonya.

Langkah Penyampaian

1. Dapat ditayangkan film pendek https://www.youtube.com/watch?v=tTJOSzgQiII tentang


Inspirasi Kejujuran atau film-film pendek yang menggambarkan tema tentang kejujuran.
Dijelaskan pula, bahwa dengan jujur hidup kita lebih melegakan, tanpa beban.
2. Diulas penjelasan teks di atas bahwa Allah tidak dapat dibohongi. Kita dapat tidak jujur/
bohong kepada sesama, tetapi Allah tidak. Allah mengetahui apapun yang kita perbuat.
3. Dapat membuat aktifitas membuat slogan dengan tema kejujuran sebagai bentuk
komitmen. Misalnya: Jujur itu hebat! Jujur itu keren! Dan slogan-slogan kreatif lainnya.

KURIKULUM REMAJA 143 SEPTEMBER 2019


Minggu, Pengantar

29
September 2019
Kata “ugahari” atau “keugaharian” memang belum
familier bagi sebagian orang. Dalam Kamus Besar
Bahasa Indonesia Online (https://kbbi.web.id)
dijelaskan demikian [a] Ugahari ialah (1) sedang;
pertengahan; (2) sederhana. [b] Keugaharian ialah (1)
kesederhanaan; (2) kesahajaan. Pendek kata, tema kita
hendak berbicara tentang hidup yang sederhana.
KEUGAHARIAN
I Timotius 6:6-19 Menurut Dosen Sekolah Tinggi Filsafat Teologi (STFT)
Jakarta, Joas Adiprasetya, menjelaskan dalam
Tujuan: makalahnya yang berjudul Spiritualitas Ugahari bahwa
Remaja mampu
lawan dari keugaharian adalah keserakahan atau rakus.
mengekpresikan hidup
Sifat yang serakah tentu sangat membahayakan bagi
berimannya secara
sederhana. iman Kristen. Kita tidak akan pernah puas dengan apa
yang kita punya. Bahkan kita bisa melegalkan cara
apapun demi mendapatkan apa yang kita mau.

Penjelasan Teks

1. Dengan tajam Paulus memberi pengajaran kepada Timotius, “…akar segala kejahatan
ialah cinta uang….” Sebagai orang yang pernah mengenyam pendidikan tinggi dan
berkecimpung di dunia bisnis, Paulus tentu menyadari bahwa uang memang diperlukan
manusia dalam rangka memenuhi kebutuhan hidupnya. Namun yang menjadi bahaya
ketika uang dipandang segalanya dalam hidup ini, uang menjadi ‘tuhan’!
2. Pengajaran Paulus kepada Timotius tidak terlepas dari salah satu tantangan utama yang
ada di jemaat Kristen saat itu, yakni memandang uang secara berlebihan. Bahkan lebih
lanjut, Paulus mengemukakan, “Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah
menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.” Dari ayat ini
tergambar bahwa uang dikejar sedemikian rupa sampai lupa diri dan akhirnya
terjerumus pada akibat-akibat yang fatal.
3. Jika ditelusuri bahasa aslinya (Yunani), kata memburu disebut oregomai, yang dapat
berarti merindukan atau mencintai. Jemaat Kristen saat itu telah mengesampingkan cinta
terhadap Allah dan memilih untuk cinta pada uang. Efek yang paling berbahaya dari
kecintaan akan uang ialah mereka dapat menghalalkan segala cara antara lain: menipu,
mencuri dan membunuh. Ketika uang dipahami keliru, maka sangat mungkin terbentuk
gaya hidup yang keliru pula.

KURIKULUM REMAJA 144 SEPTEMBER 2019


4. Salah satu gaya hidup keliru yang dapat muncul ialah serakah. Maunya lebih. Tidak
pernah puas. Di sinilah Paulus menekankan kata “cukup” atau “sederhana”! “Cukup” yang
dimaksud Paulus bukan berarti orang tidak boleh kaya melainkan uang harus dimaknai
sebagai berkat Tuhan yang patut disyukuri dengan cara berbagi berkat kepada sesama
yang lain. Dengan mensyukuri berkat Tuhan dan berbagi berkat, maka kita tidak
terbelenggu oleh uang. Dalam hal ini, Paulus menutup perikopnya demikian,
“Peringatkanlah agar mereka itu berbuat baik, menjadi kaya dalam kebajikan, suka
memberi dan membagi dan dengan demikian mengumpulkan suatu harta sebagai dasar
yang baik bagi dirinya di waktu yang akan datang untuk mencapai hidup yang
sebenarnya. (ay.18-19)

Aplikasi

Jujur harus diakui, uang memang diperlukan dalam kehidupan kita. Dimana-mana, kita dapat
melihat dengan terang benderang orang mencari dan menggunakan uang dalam berbagai-
bagai bentuk. Sehingga dapat dikatakan uang merupakan kebutuhan untuk pemenuhan
kehidupan manusia. Tetapi pada akhirnya, berpulang kembali pada bagaimana kita
memandang dan memaknai uang: merasa cukup atau tidak? bersyukur atau tidak? Jika tidak
disertai rasa syukur berapapun banyaknya uang maka akan selalu merasa kurang. Akhinya,
uang dikejar terus!

Di sisi yang bersamaan, agar tidak terbelenggu oleh uang maka patutlah kita membangun
semangat memberi dengan kerendahan hati. Ketika kita memberi kepada sesama yang lain
maka kita belajar untuk tidak mengutamakan diri sendiri. Sebuah logika sederhana: Jika
semua orang mau menerima tapi tidak mau memberi, siapa yang akan memberi kepada
mereka? Namun jika semua orang memilih untuk memberi satu sama lain, semua orang akan
menerima bukan? Semangat Ugahari akan tercipta ketika disertai rasa syukur dan mau
memberi.

Langkah Penyampaian

1. Mengajak diskusi tentang uang. Bagaimana remaja memandang uang? Apakah uang
adalah segalanya dalam hidup mereka? Bagaimana orang Kristen seharusnya
mempergunakan uang?
2. Dijelaskan tentang Firman Tuhan di atas bahwa uang adalah berkat Tuhan yang
dipercayakan kepada manusia. Dan sudah sepatutnya berkat tersebut disyukuri dan
dibagikan kepada sesama yang lain.
3. Gambar gelas yang terisi ini dapat menjadi ilustrasi. Kita adalah seperti gelasnya, air
adalah berkat Tuhan, dan sumber air adalah Tuhan itu sendiri.

KURIKULUM REMAJA 145 SEPTEMBER 2019


Air itu tidak ada gunanya ketika gelas secara serakah mengingini air secara berlebihan.
Air terbuang sia-sia ketika gelas sudah tidak bisa menampung. Langkah yang terbaik
adalah mengisi gelas itu secukupnya (semangat ugahari) dan mengisi gelas-gelas kosong
lainnya dari air di dalam gelas kita. Di situlah berkat Tuhan akan mencukupi hidup kita
senantiasa.

KURIKULUM REMAJA 146 SEPTEMBER 2019


Oktober 2019

Keluarga Yang
Menghidupi Spiritualitas

KURIKULUM REMAJA 147 OKTOBER 2019


DAFTAR ISI

Tema Oktober 2019 ...................................................................................................................................... 147


KELUARGA YANG MENGHIDUPI SPIRITUALITAS

6 Oktober 2019 ............................................................................................................................................... 149


CAMPUR TANGAN TUHAN

13 Oktober 2019 ............................................................................................................................................ 152


DARE TO ASK AND TO BE GRATEFUL

20 Oktober 2019 ............................................................................................................................................ 154


BERTEKUN DALAM PENGHARAPAN

27 Oktober 2019 ............................................................................................................................................ 157


NEED GOD

KURIKULUM REMAJA 148 OKTOBER 2019


Minggu, Pengantar

6
Oktober 2019
Sebagai manusia kita sangat merindukan kehidupan
yang tenang aman dan damai. Kehidupan indah itu kita
harapkan terjadi dalam diri kita dan pada orang-orang
yang kita kasihi disekeliling kita. Sebaliknya kita tidak
suka melihat apalagi mengalami penindasan, kejahatan,
kesusahan dan ketidak adilan. Kita ingin bebas dari
percekcokan, pertengkaran dan aniaya. Kita tentu
CAMPUR TANGAN hendak menikmati hidup sukacita dan bahagia.
TUHAN
Habakuk 1:1-4; 2:1-4 Lalu bagaimana jika penindasan atau kejahatan itu
terjadi di sekitar kita. Bagaimana jika apa yang kita
Tujuan: rindukan tidak menjadi kenyataan.
Remaja meyakini akan
campur tangan Tuhan.
Melalui bahan ini, para remaja hendak diingatkan
kembali tentang tanggung jawab sebagai umat Tuhan.
Agar remaja mampu tetap meyakini campur tangan
Tuhan dalam menghadapi berbagai pergumulan. Dan tetap mempertahankan diri hidup
dalam kebenaran.

Penjelasan Teks

Nabi Habakuk, penulis dari teks kita saat ini, hidup dalam zaman yang mengerikan, dimana
penindasan dan kejahatan merajalela. Hal itu membuat umat Tuhan berada dalam
penderitaan, karena kelaliman yang dilakukan oleh bangsa Kasdim. Pada waktu itu, tidak
ditemukan adanya keadilan dan hukum kehilangan kekuatan dan kuasanya untuk menjadi
pedoman hidup berbangsa dan bernegara. Umat Tuhan mengalami masa kegelapan yang
sangat hebat, seolah-olah tidak ada harapan untuk terlepas dari keadaan itu.

Walau demikian Nabi Habakuk memiliki pengharapan kepada Tuhan, pencipta langit dan
bumi dan penguasa alam semesta yang disebutnya dengan Tuhan, Allahku yang
Mahakudus. Ia menyadari bahwa segala sesuatu yang terjadi atas umat Tuhan, ada dalam
pengawasan dan pengetahuan Tuhan. Karena itu ia selalu berdoa dan mohon pertolongan
Tuhan, sebab hanya di dalam Dia ada keluputan dari semua malapetaka, kesukaran dan
penderitaan.

Nabi habakuk juga memperhatikan dengan seksama bagaimana prilaku hidup manusia
pada waktu itu. Dari hasil pengamatannya, Nabi mengambil kesimpulan bahwa orang yang
membusungkan dada, yaitu orang-orang yang sombong, mereka tidak lurus hatinya. Apa

KURIKULUM REMAJA 149 OKTOBER 2019


yang dikatakan oleh mereka, tidak sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. Di lain pihak,
Nabi melihat bahwa orang yang benar hidupnya, yaitu mereka yang benar dalam perkataan,
pikiran dan perbuatannya, mereka hidup oleh percayanya. Hal itu semata mata karena
mereka berserah kepada Tuhan dan percaya kuasa Tuhan yang sanggup untuk menolong
dan memberi jalan keluar kepada mereka. Tuhan membela orang-orang yang hidupnya
benar di hadapan-Nya. Semua ada dalam campur tangan Tuhan, sehingga sekalipun dalam
kesukaran umat akan mampu bertahan. Oleh karena itu tetaplah percaya kepada Tuhan dan
jangan bimbang! Tetaplah hidup dalam kebenaran. Meskipun keadaan sekeliling kita
mengerikan dan menakutkan, mari kita tetap percaya pada campur tangan Tuhan. Jangan
bimbang!

Aplikasi

1. Remaja diingatkan bahwa Allah-lah yang berkuasa atas kehidupan ini. Ada campur
tangan Tuhan dalam seluruh perjalanan hidup ini. Oleh karena itu, setiap persoalan dan
pergumulan hendaknya tidak menjadikan kita lupa akan campur tangan Tuhan.
2. Remaja diingatkan untuk tetap hidup dalam kebenaran. Karena Tuhan akan membela
dan menolong orang yang hidupnya benar dan setia dihadapan-Nya.

Langkah Penyampaian

1. Remaja diajak untuk membentuk kelompok kecil dengan anggota 3 atau 5 orang.
2. Ajaklah para remaja untuk menceritakan pengalaman mereka saat mengalami penderitaan,
persoalan, mengalami ketidakadilan. Ceritakan juga bagaimana ketika mereka melihat
kecurangan yang terjadi disekeliling mereka.
3. Membaca secara bersama-sama Habakkuk 1;1-4; 2:1-4
4. Ajak remaja mendiskusikan beberapa pertanyaan!
- Mengapa perlu ada penderitaan?
- Apakah yang akan kita lakukan jika berhadapan dengan pergumulan dan penderitaan?
- Bisakah kita tetap bertahan dalam Iman percaya kita ditengah segala pergumulan
yang ada?
- Bagaimana kita melakukanNya?
5. Jelaskan pesan teks!
6. Sampaikan aplikasi
7. Mintalah remaja untuk menuliskan satu komitmen pribadi mereka agar tetap tegar
ditengah badai.
8. Remaja di ajak untuk berdiri, menyanyikan “BAGI TUHAN TAK ADA YANG MUSTAHIL”
9. Akhirilah dengan doa permohonan agar remaja tetap yakin akan campur tangan Tuhan
dalam hidup mereka.

KURIKULUM REMAJA 150 OKTOBER 2019


Bagi Tuhan Tak ada Yang Mustahil

Ku yakin saat Kau berfirman


Ku menang saat Kau bertindak
Hidupku hanya ditentukan oleh perkataanMu

Ku aman karna Kau menjaga


Ku kuat karna Kau menopang
Hidupku hanya ditentukan oleh kuasaMu

Reff:
Bagi Tuhan tak ada yang mustahil
Bagi Tuhan tak ada yang tak mungkin
MujizatNya disediakan bagiku
Ku diangkat dan dipulihkanNya

KURIKULUM REMAJA 151 OKTOBER 2019


Minggu, Pengantar

13
Oktober 2019
Dalam kehidupan kita sebagai manusia suka dan duka,
sering datang dan pergi. Tidak mungkin hidup kita
nyaman selamanya. Kadang akan hadir peristiwa yang
menyakitkan. Kita harus mampu menghadapinya,
karena jika tidak kita hadapi dan atasi, peristiwa yang
menyakitkan akan selamanya jadi penyakit. Dan akan
jadi tambah parah dan sengsara kalau kita terus
DARE TO ASK AND mengingat ingatnya. Itu ibarat luka yang terus kita
TO BE GRATEFUL garuk, bukannya sembuh, tapi malah menjadi parah.

Lukas 17:11-19 Beranjak dari latar belakang tersebut, perlu kita


Tujuan: mendorong para remaja untuk mulai belajar mencari
Remaja berani memohon dan menemukan Tuhan ketika menghadapi persoalan.
namun juga tahu bersyukur Menjadikan Tuhan sebagai tempat berserah dan memohon.
ketika diberi berkat.
Melalui bahan ini para remaja diharapkan memiliki
keberanian untuk memohon pertolongan Tuhan ketika
menghadapi pergumulan dan mampu bersyukur ketika diberkati. Para remaja diharapkan
dapat terus menjalin relasi yang baik dengan Tuhan sehingga tidak malu meminta dan tahu
bersyukur ketika diberkati.

Penjelasan Teks

Kisah yang kita baca hari ini sangat popular. Kita pasti tahu jalan ceritanya walaupun mungkin
kita tidak membaca lagi teks Alkitabnya tentang kesepuluh orang kusta ini. Dalam ayat 17
Yesus berkata: “Bukankah kesepuluh orang tadi semuanya telah menjadi tahir? Dimanakah yang
sembilan orang itu?” Nah kemana sembilan mantan orang kusta itu? Mengapa hanya satu orang
saja yang kembali kepada Yesus dan mengucapkan terimakasih? Kira-kira apa yang terjadi
ya? Ada beberapa kemungkinan yang bisa terjadi pada kesembilan mantan orang kusta itu.
Pertama, mungkin mereka sudah sangat rindu pada keluarganya sehingga ingin cepat-
cepat melepas rindu.
Kedua, karena kena sakit kusta teman-teman dekat semua pergi termasuk pacar. Sekarang
sembuh ingin segera bertemu mereka semua terutama pacar.
Ketiga, selama sakit kusta dikucilkan tidak sempat bersekutu, jadi sudah sangat rindu juga
untuk segera ikut persekutuan. Dan banyak lagi alasan lain yang mungkin dimiliki oleh
mantan orang kusta itu. Namun, yang jelas mereka meminta berkat kesembuhan pada
Yesus, dan Yesus memberi berkat kesembuhan tapi mereka melupakan Sang Sumber
berkat, mereka lupa bersyukur. Siapakah orang sakit kusta itu? Orang yang sakit kusta
adalah yang sangat menderita pada waktu itu. Secara fisik mereka menderita sakit pada
KURIKULUM REMAJA 152 OKTOBER 2019
anggota tubuh mereka dan anggota tubuh itu bisa lepas sendiri. Secara batin, orang sakit
kusta juga mengalami penderitaan batin yang luar biasa, mereka dikucilkan, dianggap
tidak berguna dianggap masyarakat buangan, dianggap sampah dan berdosa.

Dalam penderitaan yang demikian hebatlah mereka berseru kepada Yesus. Mereka berseru
“Yesus, Guru, kasihanilah kami? Seruan yang sangat sederhana. Mungkin ini karena mereka
sudah sangat menderita dan kehabisan kata-kata untuk mengungkapkan penderitaan yang
mereka alami. Dan Tuhan yang maha baik itu mengabulkan permohonan mereka. Dalam
penderitan yang hebat, mari kita datang kepada Yesus seperti yang dilakukan oleh sepuluh
orang sakit kusta itu. Dia sangat mengerti penderitaan kita, walaupun mungkin kita tidak
lagi mampu berkata-kata, Dia tahu apa yang menjadi perasaan-perasaan kita. Akan tetapi
semoga kita tidak seperti sembilan orang kusta yang melupakan sumber berkat. Mereka
tahu meminta tapi tidak tahu bersyukur. Dare to ask and to be Grateful!

Aplikasi

1. Remaja didorong untuk memahami dan bersedia mencari Yesus dan datang padaNya
ketika sedang dalam pergumulan.
2. Remaja diajak untuk yakin dan percaya bahwa di dalam Tuhan dan dalam persekutuan
yang indah dengan Tuhan ada jalan keluar dari segala persoalan yang mereka hadapi.
3. Remaja diingatkan untuk kembali bersyukur atas berkat Tuhan. Jangan hanya mampu
memohon tetapi tidak mampu bersyukur.

Langkah Penyampaian

1. Bertanyalah kepada remaja: “Apakah ada di antara rekan rekan remaja yang pernah
punya pengalaman dibantu atau ditolong temannya tetapi lupa untuk berterima kasih?
Atau sebaliknya telah berjuang untuk menolong teman yang kesulitan tetapi setelah
ditolong teman tersebut lupa berterima kasih?
Jika ada, mintalah remaja tersebut untuk maju ke depan. Bertanyalah: “Bagaimana perasaan
saudara (yang ditolong dan lupa berterimakasih/ yang menolong dan diabaikan)? ”
2. Ajaklah membaca Lukas 17:11-19
3. Sampaikan penjelasan teks secara singkat!
4. Ajaklah remaja berdiri, bergandengan tangan dan bernyanyi “BRI SYUKUR”
5. Tutuplah dalam doa bersama!
“BRI SYUKUR”

Bri syukur bri syukur


Brilah syukur bri syukur
Susah atau pun senang bri syukur
Panjatkan doamu sepenuh hatimu
Kasih Nya Yesus jadi milikmu

KURIKULUM REMAJA 153 OKTOBER 2019


Minggu, Pengantar

20
Oktober 2019
Setiap kita pasti pernah punya masalah, tidak
terkecuali remaja. Masalah akan selalu muncul dalam
kehidupan kita, mungkin itu masalah di dalam
keluarga, di sekolah ditengah-tengah pergaulan dalam
masyarakat, bahkan di dalam gereja sekalipun bisa ada
masalah. Lalu apa yang akan kita lakukan ketika kita
sedang menghadapi masalah? Menghadapinya dengan
BERTEKUN DALAM cara mencari solusi atau jalan keluar? Atau malah
DOA DAN menghindar dan lari dari masalah itu? Dalam
PENGHARAPAN menghadapinya, apakah kita akan mengandalkan
Kejadian 32:22-31 kekuatan dan kemampuan kita sendiri? Ataukah kita
datang pada Tuhan memohon pertolonganNya dan
Tujuan: menuruti kehendakNya? Seringkali sebagai remaja
Remaja memiliki spiritualitas
didorong oleh darah muda yang masih mudah terbakar
doa: sikap tekun dalam
dan emosi, ketika menghadapi masalah akan mencari
menantikan berkat dari
Tuhan. jalan keluar dengan mengandalkan kekuatan sendiri,
bahkan lari dari masalah.

Beranjak dari realita tersebut, para remaja mesti diingatkan dan didorong untuk mau
datang kepada Tuhan ketika menghadapi masalah, setia bertekun dalam doa agar
memperoleh bimbingan dan hikmat dari Tuhan.

Penjelasan Teks

Perikop kita ini merupakan episode yang mendebarkan dalam hidup Yakup. Akhirnya
Yakub sadar bahwa bukan kemampuan, harta kekayaan atau istri dan anak yang dapat
melindungi dia dari Esau atau yang dapat diandalkan menyelesaikan masalah lama itu. Ia
sendiri harus bergumul dengan Allah untuk menyelesaikan semua itu.

Sekilas mari kita kembali mengingat pergumulan Yakub. Yakub mempunyai masalah
dengan Esau, saudaranya. Untuk menghindari kemarahan Esau, Yakub melarikan diri ke
rumah laban, pamannya di Haran. Dalam pelarian tersebut pada suatu malam Tuhan
menampakkan diri melalui mimpi kepada Yakub dan berjanji, bahwa Dia menyertai,
memberkati dan memberikan tanah Kanaan kepada Yakub. Selama 20 tahun Yakub hidup di
Haran bersama Laban. Yakub yang semula datang ke Haran hanya membawa tongkat
bertumbuh menjadi keluarga yang besar (dia memiliki 4 istri dan 12 anak) dan sejumlah
besar ternak. Lalu Allah memerintahkan Yakub untuk kembali ke tanah Kanaan, pulang ke
negeri nenek moyangnya. Karena taat pada Tuhan, ditambah lagi sikap sang paman yang

KURIKULUM REMAJA 154 OKTOBER 2019


makin tidak bersahabat (Yakub sempat ditipu berulang kali oleh pamannya) maka Yakub
pulang ke Kanaan. Namun di perbatasaan Kanaan Yakub mendapat masalah yang
nampaknya tidak mungkin dapat diatasinya, yaitu masalah lama dengan Esau saudaranya.

Waktu mendengar kabar dari utusan Yakub tentang kedatangan Yakub, Esau yang pernah
sesumbar untuk membunuh Yakub segera berangkat membawa 400 tentara bersenjata.
Mendengar kabar tentang Esau tersebut Yakub sangat ketakutan, namun ia banyak akal.
Untuk melunakkan hati Esau ia banyak memberikan ternak. Untuk menyelamatkan
keluarganya, dia membagi kafilahnya sedemikian rupa sehingga anak istrinya sedapat-
dapatnya bisa dijaga keselamatannya. Tetapi tindakannya itu tidak bisa menyingkirkan
ketakutannya. Maka dia berpaling ke pada Tuhan dalam doa yang sangat serius,
bersungguh-sungguh.

Dalam Alkitab diungkapkan dalam pasal 32 Ayat 24 Lalu tinggallah Yakub seorang diri. Dan
seorang laki-laki bergulat dengan dia sampai fajar menyingsing. Seseorang bergulat dengan
Yakub semalaman sampai fajar menyingsing. Tidak dikatakan dengan jelas siapa orang itu,
tetapi ada beberapa petunjuk untuk disimpulkan bahwa orang itu adalah Allah. Sesudah
bergulat tanpa dapat dihentikan, Yakub akhirnya sadar dengan siapa dia bergulat. Ia lalu
meminta berkat (ayat 26). Orang itu memiliki kuasa sehingga berhak menanyakan nama
dan mengubah nama Yakub menjadi Israel, tetapi namaNya sendiri tetap rahasia. Ia berhak
memberi berkat pada Yakub bahkan mengubah naman Yakub, namun Yakub tidak
mengetahui “nama-Nya”. Yakub perlu diubah dari mengandalkan kekuatan otot dan akal
menjadi bergantung dan mengandalkan anugerah dan berkat Allah. Jika Yakub yang penuh
dosa sanggup bergulat dengan Allah tentu itu karena secara misterius Allah yang melawan
dia juga yang membantu Yakub untuk bertahan. Kini Yakub tidak lagi mengandalkan
kemampuan manusia berdosa dengan mengatur tipu daya, tetapi Yakub memohon sendiri
pada Allah agar Allah memberkatinya.

Dalam pergumulan doa yang serius dan akhirnya membuat otot dan akalnya tahluk, Yakub
mampu memahami hakekat berkat dalam hidup. Dan saat itu dia diubah Allah menjadi
Israel.

Aplikasi

Dalam menghadapi masalah yang berat dalam pergumulan hidup ini remaja diharapkan
mengambil sikap dan keputusan seperti Yakub, yaitu berdoa dengan sungguh sampai
Tuhan menjawab dan memberkati. Menyadari kelemahan kita, jangan lari dari masalah
tetapi berjuanglah untuk maju bersama Tuhan menghadapi masalah. Dan kita akan
mengalami kebenaran Firman Tuhan dalam 2 korintus 12:9 yang berbunyi: tetapi jawab
Tuhan kepadaku: “Cukuplah kasih karuniaKu bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah
kuasaKu menjadi sempurna. Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku,

KURIKULUM REMAJA 155 OKTOBER 2019


supaya kuasa Kristus turun menaungi aku. Ketika masalah terasa berat dan diri terasa
lemah, maka datanglah pada Tuhan, bertekun dan bergumulah dalam doa, sebab Tuhan
menanti dengan berkatNya dan secara ajaib melawan membela kita.

Langkah Penyampaian

1. Tanyakan kepada remaja apakah mereka pernah punya masalah/marah dengan


saudaranya?
2. Bagaimana mereka menyelesaikan masalah mereka?.
3. Ajaklah remaja untuk membaca perikop Kejadian 32:22-31
4. Jelaskan bagian inti dari pengantar mengenai kecenderungan remaja yang sering
mudah terbawa emosi dan lari dari masalah .
5. Jelaskan pesan Teks Alkitab
6. Ajaklah remaja mengambil komitmen bersama untuk mau bertekun dalam doa sehingga
mampu menghadapi dan menyelesaikan setiap masalah dalam hidupnya.

KURIKULUM REMAJA 156 OKTOBER 2019


Minggu, Pengantar

27
Oktober 2019
Kesadaran bahwa manusia itu lemah, pada akhirnya
menjadikan manusia bergantung pada Tuhan dan
membutuhkan Tuhan. Semakin manusia menyadari
keterbatasannya, semakin terbuka hatinya untuk
merespons rahmat Ilahi, yang menjadikannya kuat.
Mengeraskan hati sama halnya menutupi adanya
pertolongan. Karenanya dibutuhkan semangat untuk
NEED GOD mengakui kekurangan dan kesalahan kita dihadapan
Yeremia 14:7-10; 19-22 Allah. Orang yang mengakui keterbatasannya, sejatinya
tidak pernah takut dalam situasi apapun. Tetapi orang
Tujuan: yang mengeraskan hati tidak akan pernah melihat
Remaja memiliki spiritualitas
bahwa ada celah kekurangan dalam dirinya.
pertobatan : kebutuhan
akan Allah.
Beranjak dari pergumulan di atas, melalui bahan ini
remaja diingatkan kembali untuk mau berjuang
mengakui kesalahan baik kepada sesama terlebih
kepada Tuhan. Remaja didorong untuk tidak menyembunyikan kekurangan dan
kelemahannya dan berupaya mengubahnya sehingga dapat melalui hidup dengan benar
dan jauh dari murka Tuhan. Remaja menyadari dan mengakui bahwa dalam hidup ini
sangat membutuhkan Tuhan. Adanya perasaan membutuhkan akan membuat remaja
berjuang untuk tetap dekat dengan Tuhan.

Penjelasan Teks

Musim kering yang dialami bangsa Israel pada waktu itu nampaknya sangatlah hebat. Hal
ini tergambar dalam Yeremia 14:2-6. Para penduduk kota biasanya berkumpul di pintu
gerbang kota. Kadang mereka melakukan rapat juga di pintu gerbang kota itu. Sehingga
ketika dikatakan bahwa pintu gerbang rebah, nampaknya yang dimaksud Yeremia adalah
penduduk kota secara keseluruhan yang rebah akibat musim kering tersebut. Air sangat
sulit didapat sehingga mereka yang mencari airpun harus pulang dengan tangan hampa. Hal
ini menimbulkan penderitaan yang gelap. Seluruh lapisan masyarakat menderita, para
pembesar menderita demikian pula rakyat jelata.

Para petani yang dimaksud dalam Yeremia 14:4 adalah mereka yang tidak memiliki tanah
sendiri dan harus bekerja pada seorang tuan. Bahkan binatang di padangpun juga turut
menderita. Rusa betina yang terkenal karena kehati-hatiannya dalam memelihara anak-
anaknya, tapi karena musim kering yang amat sangat, ia terpaksa pergi meninggalkan anak-
anaknya. Sebuah perilaku yang sangat bertolak belakang dengan nalurinya. Begitu pula

KURIKULUM REMAJA 157 OKTOBER 2019


dengan keledai hutan. Binatang yang terkenal mampu bertahan dalam musim kering itu
megap-megap karena tidak mendapatkan angin sekalipun ia berada di atas gunung. Bahkan
matanya menjadi lesu karena kelaparan yang dideritanya.

Kedahsyatan musim kering inilah yang menjadi latar belakang doa yang dipanjatkan nabi
Yeremia dalam Yeremia 14:7-9 yang menjadi bagian perikop kita hari ini. Perikop kita ini
berisikan doa syafaat Yeremia mewakili umat Yehuda dan jawaban Allah terhadap doa
tersebut. Bencana kekeringan yang luar biasa terjadi sekitar tahun 587 SM. Kota, tanah
pertanian, pegunungan, manusia, hewan, orang besar, rakyat jelata, semua menanggung
akibat parah kekeringan tersebut. Meski setelah mendengar ancaman kekeringan berat ini
pun, Yehuda tetap saja mengeraskan hati. Andaikan Yehuda mengakui dosa-dosa mereka
dan memohon ampun tentu mereka akan beroleh belas kasihan Allah. Oleh karena mereka
tidak melakukan itu, Yeremia bertindak mewakili bangsanya mengakui dosa, memohon
ampun, bersyafaat (ayat 7-9). Namun pertobatan harus datang dari keinsyafan orang yang
bersangkutan. Tidak dapat diwakilkan. Tuhan tidak menghendaki, bahwa segala sesuatu
dapat diwakilkan. Dalam bacaan kita, Tuhan juga tidak menghendaki Yeremia mewakli
mendoakan bangsanya, memohon pengampunan Allah, sementara yang diwakili (Yehuda)
tetap mengeraskan hatinya melakukan dosa dan tidak mau berbalik kepada Allah.

Aplikasi

1. Remaja menyadari bahwa sebagai manusia, mereka mempunyai kelemahan dan mampu
mengetahui apa kelemahannya.
2. Setelah mampu melihat dan menemukan kelemahannya, mereka mau mengakui dengan
jujur kelemahan tersebut lalu mohon ampun pada Tuhan dan termotivasi untuk terus
belajar memperbaiki segala kelemahan.
3. Remaja mengetahui bahwa Allah tidak menghendaki umatnya mengeraskan hati.
4. Remaja tidak mengeraskan hati dan nyaman dengan kelemahan atau kesalahannya.
5. Remaja terus hidup dalam pertobatan dan persekutuan yang indah dengan Tuhan
bukan karna takut akan murka Tuhan tapi karena sungguh-sungguh membutuhkan
Tuhan dalam hidupnya.
6. Remaja mengetahui dengan benar bahwa manusia tidak bisa hidup tanpa Tuhan

Langkah Penyampaian

1. Bacalah teks!
2. Jelaskan teks secara singkat!
3. Sampaikan aplikasi!

KURIKULUM REMAJA 158 OKTOBER 2019


November 2019

Menghidupi
Kesalehan Sosial

KURIKULUM REMAJA 159 NOVEMBER 2019


DAFTAR ISI

Tema November 2019 ................................................................................................................................. 159


MENGHIDUPI KESALEHAN SOSIAL

3 November 2019 .......................................................................................................................................... 161


DEFENDER FOR THE WEAK

10 November 2019 ....................................................................................................................................... 166


DIA TIDAK MENINGGALKANMU SENDIRI

17 November 2019 ....................................................................................................................................... 171


EKSPRESIKAN SUKACITAMU!

24 November 2019 ....................................................................................................................................... 174


TUNAS YANG BERTUMBUH

KURIKULUM REMAJA 160 NOVEMBER 2019


Minggu, Pengantar

3
November 2019
Siapa yang tidak ingin memiliki teman yang selalu
berpihak dalam susah atau pun senang? Tentu semua
orang sangat ingin memiliki teman yang seperti itu, baik
dalam susah maupun senang dan dalam keadaan lemah
atau pun kuat, ada teman yang selalu mendukung.
Namun, kenyataannya dalam kehidupan remaja Kristen,
tidak semua remaja memiliki teman. Ada remaja yang
DEVENDER FOR hanya mendukung yang kelihatan kuat, punya banyak
THE WEAK teman, populer, cantik, ganteng, kelihatan keren, jago
Lukas 19:1-10 bermain basket, dan lain sebagainya. Ada juga yang mau
berpihak pada yang “lemah”, yaitu yang secara ekonomi
Tujuan: berkecukupan, kurang mampu secara ekonomi, kurang
Remaja lebih berpihak
pandai dalam pelajaran di sekolah, tidak populer,
kepada sesama yang lemah.
bahkan yang sering di-bully. Dalam kehidupan remaja
Kristen, hal-hal di atas memang dapat dikatakan sebagai
proses yang wajar karena dalam proses pencarian jati
diri dengan cara mencari kesamaan atau ketidaksamaan. Beranjak dari fenomena ini, melalui
tema “Defender for the Weak”, diharapkan remaja dapat diarahkan agar lebih berpihak pada
sesama yang “lemah”.

Gambar 1 http://hollysprings.suburbanlivingmag.com/when-teasing-goes-too-far-how-to-
recognize-and-stop-bullying-by-stacy-kivett/

KURIKULUM REMAJA 161 NOVEMBER 2019


PenjelasanTeks

Perikop ini menceritakan Yesus dan Zakheus. Ketika itu Yesus datang ke kota Yerikho,
berjalan melintasi kota itu. Di kota itu ada Zakheus yang merupakan seorang pemungut cukai
(penarik pajak) di kota Yerikho. Ia seorang yang kaya, oleh karena pekerjaannya. Zakheus
sangat penasaran dengan Tuhan Yesus, oleh karena itu ia berusaha untuk melihat Tuhan
Yesus. Apalagi tubuhya yang pendek membuatnya semakin kesulitan untuk melihat Yesus di
tengah kerumunan orang banyak. Oleh karena itu ia berlari mendahului orang banyak, lalu
memanjat pohon Ara. Dari atas pohon itulah Zakheus dapat melihat Tuhan Yesus.

Ketika melihat Zakheus yang berada di atas pohon Ara, lalu Tuhan Yesus menyatakan bahwa
akan menumpang di rumah Zakheus. Ketika mendengar hal itu, Zakheus bersukacita, dengan
senang hati ia menerima Tuhan Yesus. Namun orang-orang lain yang melihat hal itu merasa
tidak bisa menerima jika Tuhan Yesus menumpang di rumah Zakheus, karena Zakheus
dianggap sebagai orang berdosa. Mengapa demikian? Profesi pemungut cukai (penarik
pajak) di zaman itu erat dengan tindakan korupsi. Orang Yahudi menganggap profesi ini
berdosa karena kebanyakan para pemungut cukai seringkali memeras rakyat untuk
keuntungan diri sendiri, menarik cukai lebih dari sewajarnya, dan berhubungan dengan
orang-orang kafir (non-Yahudi), yang dianggap tidak mengenal Allah orang Yahudi. Selain
itu, para pemungut cukai biasanya tidak mengindahkan hukum Taurat, sebab mereka tetap
menarik cukai (pajak) di hari Sabat. Dari anggapan seperti itu, pastinya Zakheus dikucilkan
di masyarakat, tidak memiliki kawan di tengah masyarakat, dan tidak ada orang yang mau
mendukung dia. Semakin jelas ‘kan kalau Zakheus orang “lemah”.

Namun sikap Tuhan Yesus beda banget dengan orang banyak. Kedatangan dan keinginan
Yesus untuk menginap di rumah Zakheus meneladankan keberpihakan pada Zakheus, si
orang “lemah”. Zakheus memang dianggap berdosa dan memang pekerjaannya, sebagai
pemungut cukai, lekat dengan tindakan negatif. Namun justru oleh karena alasanalasan itu
Tuhan Yesus datang dan menginap di rumahnya, dengan tujuan supaya Zakheus keluar dari
keberdosaannya, mengangkat martabatnya kembali, dan memulihkan keadaannya di tengah
masyarakat.

Hati Zakheus merasa ditegur ketika mendengar anggapan orang ketika Tuhan Yesus hadir di
rumahnya. Oleh karena itu, Zakheus menyatakan pertobatannya bahwa ia akan
mengembalikan apa yang menjadi hak orang miskin. Jika ada orang yang diperas, maka akan
dikembalikan empat kali lipat. Ini merupakan pertobatan yang luar biasa dari Zakheus. Istilah
“anak Abraham” mengingatkan pada Abraham sebagai Bapa orang-orang percaya. Sekarang
Zakheus juga termasuk dalam kategori orang percaya, karena ia telah bertobat (ay.8). Di
akhir, Tuhan Yesus menyatakan tujuan kedatangan-Nya bahwa untuk mencari dan
menyelamatkan orang-orang yang “lemah”.

KURIKULUM REMAJA 162 NOVEMBER 2019


Aplikasi

Sebagai anak Tuhan, ada banyak tantangan yang membuat pendirian goyah. Tidak jarang
keberpihakan dilakukan dan ditujukan kepada orang-orang yang populer supaya juga ikut
menjadi populer. Keberpihakan juga tidak jarang dilakukan dan ditujukan kepada orang yang
dianggap setara secara ekonomi, setara secara penampilan luar, tetapi jarang dilakukan
untuk orang-orang yang “lemah” secara sosial, contohnya seperti orang yang di-bully di
sekolah, orang-orang yang terlihat lusuh, pengemis, pengamen, anak-anak dianggap sebagai
anak nakal, serta orang-orang yang diperlakukan tidak adil dan dipandang sebelah mata.
Kadang kala orang Kristen melupakan orang-orang yang “lemah” atau kurang penting,
karena terlalu tertuju pada yang orang-orang yang dianggap besar, kuat, dan penting. Remaja
Kristen diharapkan meneladan sikap Tuhan Yesus, yaitu berpihak pada yang “lemah”. Dalam
berpihak pada yang lemah, ada yang perlu kita perhatikan lho sodara-sodara, yaitu berpihak
pada yang lemah tidak berarti membalas dengan kekerasan. Sebagai contoh, tentunya remaja
jaman now lekat banget dengan gawainya ‘kan? Di Instagram beberapa kali diunggah aksi
yang menuai bully. Keberpihakan pada yang lemah bukan berarti membalas dengan
umpatan, tetapi dengan kata-kata yang berpihak, positif, mendukung, atau berpihak pada
yang lemah.

Langkah Penyampaian

1. Sampaikan ilustrasi cerita. Tekankan bahwa sikap David Beckham merupakan contoh
nyata berpihak pada orang “lemah” dan tanpa kekerasan sama sekali.
2. Masuk dalam teks Lukas 19:1-10, jelaskan isi teks tersebut.
3. Penekanan pada keteladanan Tuhan Yesus yang memihak pada orang “lemah” seperti
Zakheus dan bahwa visi Tuhan Yesus adalah untuk mencari dan menyelamatkan orang-
orang yang “lemah”.
4. Bagi remaja dalam kelompok kecil, terdiri atas 4-5 orang. Tugaskan remaja untuk sharing
tentang
a. Mengidentifikasi siapa saja orang-orang yang dianggap “lemah” atau yang sering di-
bully yang ada di lingkungan remaja gereja, ada di (kelas) sekolah, di lingkungan
rumah, di lingkungan teman bermain, atau di keluarga.
b. Lalu tanyakan kepada remaja, apa yang perlu dan seharusnya mereka lakukan
terhadap orang-orang telah disebutkan.
c. Ajak untuk saling menyatakan komitmen melakukan apa yang perlu dan seharusnya
di poin b.
5. Akhiri dengan penekanan pada Remaja untuk senantiasa berpihak pada yang “lemah” di
dalam kehidupan sehari-hari, seperti halnya Tuhan Yesus.

Ilustrasi Cerita

KURIKULUM REMAJA 163 NOVEMBER 2019


CERITA SRIPUN, DARA ASAL SEMARANG YANG TAKLUKKAN HATI DAVID BECKHAM (1)1

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul yang sama


Penulis : Kontributor Semarang, Nazar Nurdin
Editor : Caroline Damanik

SEMARANG, KOMPAS.com — Namanya Sri Pundati. Biasa disapa Sripun oleh teman-temannya.
Namanya mendadak tenar di jagat media sosial. Foto remaja berusia 15 tahun itu tertawa riang
bersanding dengan bintang besar sepak bola David Beckham ramai dibicarakan. Tidak ada yang
menyangka, pertemuan singkat selama beberapa jam di sekolah dan rumah Sripun itu
melambungkan namanya. “Pertama saya kaget. Fotonya di-upload langsung oleh Beckham. Saya
ditunjukin teman dan dikatain teman-teman, 'Kamu, kok, bejo (beruntung) banget, sih',” ujar
Sripun saat berbincang dengan Kompas.com bersama guru dan kepala sekolahnya, Rabu
(28/3/2018). Di linimasa Instagram David, foto Sripun bersama Duta Kehormatan Unicef itu tidak
hanya satu. Beckham mengunggah sejumlah foto bersama perempuan kelas 9 di SMPN 17
Semarang, Jawa Tengah, itu. Jutaan like mengalir ke foto itu, begitu pula ribuan komentar netizen.

Sripun yang ditemui Beckham karena kiprahnya menjadi agen perubahan untuk program anti-
bullying itu juga turut berkomentar melalui akun Instagram-nya @sripun_17.

“Thanks David,” tulisnya singkat.


Di Instagram Story milik suami Victoria Beckham itu juga ada beberapa foto dan video dengan
wajah Sripun dan Beckham. "Hai, ini saya di Indonesia bersama Sripun. Dia akan mengambil alih akun
Instagram saya sekarang di sekolah dan ini akan menyenangkan. Semoga beruntung," kata Beckham
di salah satu story. "Hai teman-teman, saya Sripun dan ini teman-teman saya. Kami semua anggota
dari agen perubahan dan kami anti-bullying," kata Sripun di satu story yang lain. Terkejut Sripun
bertemu dengan Beckham pada Selasa (27/3/2018) sekitar pukul 10.45. Kala itu, Sripun bersama
teman-teman agen perubahan anti-bullying di sekolahnya mengadakan kegiatan bersama. Semua
agen perubahan sebelumnya tidak diberi tahu bahwa ada tamu besar akan datang. Mereka asyik
mengikuti permainan program anti-bullying itu. Baru mendekati waktu kedatangan, para agen
perubahan, termasuk Sripun, diberi tahu bahwa yang akan datang adalah pemain sepak bola
legendaris dunia, David Beckham. Namun, mereka diminta tidak menyebarkan kabar itu sebelum
mantan bintang klub Manchester United itu benar-benar memasuki gerbang sekolah.

Benar saja, sekitar pukul 11.00, Beckham dan rombongan Unicef memasuki sekolah itu dan
melihat langsung program anti-bullying dan penerapan disiplin positif. “Dia (Beckham) ikuti acara
kami sampai selesai. Acaranya main dan komitmen. Perubahan-perubahan apa yang dilakukan,”
ujar anak bungsu dari tiga bersaudara ini. Beckham, menurut Sripun, juga bertanya kepada dirinya

1
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan alamat sebagai berikut
https://regional.kompas.com/read/2018/03/29/07265661/cerita-sripun-dara-asal-semarang-yang-taklukkan-hati-
david-beckham-1?page=all

KURIKULUM REMAJA 164 NOVEMBER 2019


soal partisipasinya sebagai agen perubahan itu. Beckham ingin tahu perubahan yang berhasil
dilakukannya, cita-citanya, lalu caranya bergabung sebagai agen perubahan anti-bullying itu.
“Beckham itu orangnya lucu, dia humoris,” ucap warga Kelurahan Jangli itu.

Di sekolah Sripun, Beckham tidak hanya mendengar cerita anak-anak soal program anti-
perundungan. Dia juga bermain bola bersama anak-anak dan tentu saja unjuk kebolehan
memainkan si kulit bundar. Kepala SMPN 17 Semarang Hariyanto mengatakan, kedatangan
Beckham di sekolahnya memberi semangat dan kepercayaan diri para siswanya. Anak-anak agen
perubahan di sekolahnya yang dipilih langsung oleh pihak Unicef semakin semangat. Rombongan
Unicef, termasuk sang duta kehormatan, ramah tamah dengan anak hingga pukul 14.00. Menurut
Hariyanto, Beckham sangat menikmati bermain bersama anak-anak, padahal hujan deras sempat
turun. “David terlibat ikut anak. Kami guru di luar dan tidak ikut campur. Ada 40 anak agen
perubahan, nyanyi, berdiskusi. Dia (Beckham) betul-betul masuk dalam acara itu dan menikmati.
Habis itu, dia lihat anak main sepak bola, dia ikut bermain,” ujar Hariyanto. Setelah pukul 14.00,
rombongan meninggalkan sekolah untuk menuju rumah Sripun dan Ego. Kunjungan dilakukan
secara diam-diam. “Berkunjung ke sana dan kami sekolah tidak boleh ikut. Anak itu sampai di
sana, itu sampai RT/RW itu enggak tahu sehingga ditegur,” tandasnya.

Hariyanto berharap, kedatangan Beckham mampu menumbuhkan sikap positif siswanya. Mereka
tidak lagi minder untuk menghadapi kesehariannya. “Orang hebat seperti Beckham saja peduli
pada bullying. Masa kita tidak,” ucapnya.

Gambar 2 https://regional.kompas.com/read/2018/03/29/07265661/cerita-sripun-dara-asal-
semarang-yang-taklukkan-hati-david-beckham-1?page=2. yang merupakan dokumentasi milik
UNICEF/Indonesia/Modola

KURIKULUM REMAJA 165 NOVEMBER 2019


Minggu, Pengantar

10
November 2019
Namanya hidup di dunia, maka tidak mungkin tidak
pasti mengalami pergumulan. Pergumulan ada banyak
macamnya, contoh pergumulan terkait dengan kualitas
relasi dengan teman sekolah, dengan sahabat, dengan
guru di sekolah, pergumulan dengan orang tua,
pergumulan dengan saudara, dan masalah dengan
teman dekat. Belum lagi ditambah dengan pergumulan
DIA TIDAK terkait perlajaran di sekolah. Semua itu pasti membuat
MENINGGALKANMU remaja kristen merasa lelah secara fisik dan batin. Di
Ayub 19:23-27a saat seperti inilah remaja kristen perlu menumbuhkan
sikap percayanya kepada Tuhan serta membutuhkan
Tujuan: dukungan dari orang-orang yang mau peduli dan
Remaja semakin percaya berempati. Lebih dari itu semua, remaja Kristen
bahwa Allah tidak pernah membutuhkan Tuhan Allah yang menjadi sumber
meninggalkan sendiri dalam
pertolongan supaya remaja Kristen dapat menghadapi
setiap pergumulan.
pergumulan itu tidak sendirian, melainkan bersama
dengan Allah.

Penjelasan Teks

Pasal 19 merupakan perikop yang merespon pernyataan Bildad pada pasal 18. Pada pasal 19
ini Ayub menyatakan keluh kesahnya kembali sebagai respon terhadap pernyataan sahabat-
sahabatnya. Ayub merasa sahabat-sahabatnya datang bukan untuk mendukung Ayub tetapi
malah menambah berat beban Ayub. Mereka tidak memberikan dukungan positif, melainkan
negatif. Apalagi pendapat Bildad (pasal 18) bahwa Ayub menderita karena ia
menyembunyikan dosa-dosa. Ayub merasa bahwa apa yang ia rasakan merupakan
ketidakadilan (ayat 7-12). Ayub juga merasa bahwa tidak ada yang mendukungnya: tidak dari
keluarga, teman-teman, bahkan anak-anak pun juga tidak, apalagi isterinya. Bahkan Allah
pun dirasa hanya diam saja, tidak melakukan apa-apa. Ayub merasa pergumulannya sangat
berat tetapi tidak ada yang memahami kondisinya. Ayub pun merasa sendirian.

Oleh karena Ayub merasa penderitaannya begitu hebat, ia berharap perkataan-perkataannya


dituliskan, dicatat dalam kitab, terpahat dengan besi pengukir dan timah pada gunung batu
supaya menjadi sebuah peringatan bagi siapapun (ayat 23-24). Ayub hendak menyatakan
kepada siapapun yang membaca perkataan-perkataannya bahwa ia sungguh-sungguh
menderita dan merasa tidak adil. Secara khusus, Ayub ingin memberi tahu Allah bahwa ia
benar-benar meminta pertolongan-Nya. Karena pada saat itu, Allah dapat ditemui tidak
hanya di Kemah Suci, atau Bait Allah, tetapi juga bukit-bukit batu.

KURIKULUM REMAJA 166 NOVEMBER 2019


Ayub berkeyakinan bahwa Penebus-
nya hidup (ayat 25). Ini artinya akan
ada yang akan mengembalikan Ayub
seperti sedia kala, mengeluarkan Ayub
dari belenggu yang ia rasakan, dan
memulihkan kehidupan Ayub. Kata
“Penebus” di sini seperti halnya Allah
yang menebus Israel dari perbudakan
di Mesir (Keluaran 6:6) dan Allah yang
menebus Israel dari pembuangan di
Babel (Yesaya 43:1). Jelas bahwa Ayub
menyatakan keyakinannya bahwa
Penebusnya akan menyelamatkannya.
Ayub meyakini bahwa Allah nantinya
Gambar 3 Job Rebuked By His Friends painted by William Blake yang akan menebusnya, Allah sendiri
http://ayay.co.uk/background/paintings/william_blake/job-rebuked-by-his-friends/
yang akan memulihkannya, dan Allah
sendiri yang akan mengeluarkannya dari pergumulan yang berat itu. Ayub yakin Allah akan
memihak pada Ayub karena hanya Allah yang memahami posisi, penyebab, dan keadaan Ayub.

Ayub yakin bahwa Allah tidak akan meninggalkannya, bahkan ketika kondisi Ayub sangat
amat memprihatinkan, yaitu kulit tubuh yang sangat rusak dan tanpa daging (ayat 26), ia akan
menyaksikan sendiri (ayat 27) Allah datang menyelamatkan dirinya. Ini artinya Ayub akan
senantiasa bertahan hingga Allah yang dikatakan sebagai Penebusnya itu menampakkan
kasih karunia-Nya menolong dan memulihkan Ayub.

Aplikasi

Belajar dari pengalaman hidup Ayub, kita perlu menumbuhkan sikap percaya kepada Tuhan Allah
yang menjadi sumber pertolongan dalam hidupnya. Pergumulan yang berat dan bertubi-tubi
bisa saja membuat kita merasa putus asa, tidak memiliki teman atau sahabat, dan tidak memiliki
tempat untuk curhat. Bagi sebagian yang lain barangkali memiliki relasi yang erat dengan orang
tuanya, sehingga dapat bercerita dengan orang tua. Namun, ada sebagian lagi yang sulit untuk
bercerita kepada orang tua, karena ada pertimbangan-pertimbangan tertentu. Di saat seperti
inilah persekutuan remaja (pemuda-remaja) gereja memiliki peran yang berarti bagi anggota-
anggotanya. Bukan seperti sahabat-sahabat Ayub yang dirasa menambah berat beban Ayub.

Persekutuan remaja (pemuda-remaja) gereja dapat menjadi komunitas yang anggota-anggotanya


saling menopang satu dengan yang lain. Ketika kita memiliki teman atau sahabat untuk curhat,
perlahan juga akan tumbuh perasaan percaya kepada Tuhan bahwa sekalipun dihantam badai
pergumulan tetapi Tuhan tidak meninggalkan kita sendiri. Persekutuan remaja (pemuda-
remaja) gereja menjadi sarana Tuhan bagi kita untuk merasakan kehadiran dan penguatan
dari Tuhan Allah.
KURIKULUM REMAJA 167 NOVEMBER 2019
Langkah Penyampaian

1. Sampaikan ilustrasi Kisah Horatio Spafford.


2. Sampaikan bahwa Horatio Spafford dan Ayub memiliki kesamaan dan perbedaan dari
kedua tokoh tersebut, kira-kira sebagai berikut.

PERSAMAAN PERBEDAAN
AYUB HORATIO AYUB HORATIO
SPAFFORD SPAFFORD
Terkena badai hidup Ditinggalkan Tidak ditinggalkan
isterinya isterinya
Anak-anaknya meninggal dalam sebuah Merasa Allah diam Menaikkan rasa
tragedi tidak berbuat apa- syukur kepada
apa Allah lewat lagu
Kekayaannya habis (bisa diisi sendiri) (bisa diisi sendiri)
Harapan akan Tuhan yang datang menolong (bisa diisi sendiri) (bisa diisi sendiri)
dan menguatkan serta memulihkan

3. Tekankan bahwa dalam badai kehidupan atau pergumulan orang dapat kehilangan
imannya kepada Tuhan karena merasa lelah, berat, susah, dan karena pergumulan yang
bertubi-tubi. Oleh karena itu kita perlu memiliki sikap iman seperti Horatio Spafford yang
tetap bersyukur kepada Tuhan walaupun sedang dalam keadaan sulit. Juga memiliki
pengharapan seperti Ayub dan Horatio Spafford bahwa Tuhan akan menolong,
menguatkan, dan memulihkan keadaan mereka.
4. Bagi dalam kelompok-kelompok kecil terdiri dari 3-4 orang dalam satu kelompok. Ajak
sharing mengenai pergumulan hidup yang sedang atau pernah dialami, dengan syarat
bahwa para remaja dapat menjaga rahasia cerita tersebut, bila cerita itu sensitif.
Pertanyaan sharing:
a. Apa pergumulan hidup yang paling berat yang pernah atau sedang dialami?
Ceritakan!
b. Dalam pergumulan yang berat seperti itu apakah pernah terbesit (terlintas) Allah
tidak melakukan apa-apa? Apakah pernah merasa tidak percaya kepada Allah?
c. Ajak masing-masing anggota dalam kelompok untuk saling menguatkan bahwa Allah
tidak pernah meninggalkan kita sendirian dan kita perlu percaya dan
berpengharapan di dalam Tuhan.
d. Ajak untuk anggota masing-masing kelompok saling mendoakan.
5. Lalu ditutup dengan doa dari Pembawa Firman (Pembicara) yang menguatkan dan
meneguhkan iman percaya remaja.
6. Akhiri dengan bernyanyi bersama lagu NKB 195 Kendati Hidupku Tent’ram atau KPKA
90 Pasraha dengan iringan musik yang lembut.

KURIKULUM REMAJA 168 NOVEMBER 2019


Ilustrasi Cerita
KISAH HORATIO SPAFFORD2

Horatio Spafford, seorang pengacara kaya dari Chicago. Pada tahun 1870, ia kehilangan satu-satu
nya anak laki-laki nya oleh karena penyakit demam berdarah. Satu tahun kemudian, terjadi
tragedi bernama The Great Chicago Fire, dan itu membakar habis hampir seluruh assets properti
yang ia miliki. Hidup tidak terlihat begitu baik bagi Spafford dan keluarga. Spafford akhirnya
merencanakan sebuah perjalanan bersama
istrinya dan ke empat anaknya ke Eropa untuk
menyaksikan seminar D.L.Moody. Namun,
Spafford tiba-tiba mendapatkan masalah bisnis
yang harus diselesaikan, sehingga ia mengata-
kan kepada istri dan ke empat anak perempuan-
nya untuk mendahuluinya berlayar ia mengata-
kan bahwa ia akan menyusul secepatnya.
Meskipun Spafford tidak dapat bergabung
bersama keluarganya, ia senang karena
Gambar 4 Horatio Spafford keluarganya dapat berkumpul bersama para
https://www.youtube.com/watch?v=MCd919CqjFE
Kristen-Kristen lainnya di kapal tersebut.

Namun, di dalam perjalanannya, kapal yang membawa istri dan anak-anak Spafford mengalami
kecelakaan, dan kapal tersebut hanyut ke dasar laut. Setelah beberapa hari, Spafford
mendapatkan sebuah telegram dari istrinya. Pesan tersebut hanya memiliki dua kata, “selamat
sendirian.” Ke empat anak perempuan dari Horatio Spafford tidak selamat, mereka semua
tenggelam di lautan itu.

Spafford akhirnya berlayar untuk menemui istrinya, dan sepanjang perjalanan ia hanya meratapi
laut yang telah mengambil ke empat anak perempuannya. Dan di dalam perjalanannya, ia memuji
Tuhan dan menuliskan hymne It Is Well, With My Soul

When peace, like a river,


attendeth my way,
When sorrows like sea billows roll;
Whatever my lot, Thou has taught me to say,
It is well, it is well, with my soul.

Lagu dari Spafford begitu terkenal hingga hari ini. Versi bahasa Indonesia dari lagu ini ada dalam
NKB (Nyanyian Kidung Baru) 195 Kendati Hidupku Tent’ram

2
Dikutip dari http://www.sarapanpagi.org/kisah-tragis-di-balik-lagu-it-is-well-with-my-soul-vt9043.html

KURIKULUM REMAJA 169 NOVEMBER 2019


Kendati hidupku tent’ram dan senang,
dan walau derita penuh,
Engkau mengajarku bersaksi tegas:
S’lamatlah, s’lamatlah jiwaku.
Refrein:
S’lamatlah (s’lamatlah) jiwaku (jiwaku),
S’lamatlah, s’lamatlah jiwaku.

Juga ada dalam versi bahasa Jawa dalam KPKA (Kidung Pasamuwan Kristen Anyar) 90 Pasraha

Bungaha susaha Gusti dak puji, kang mranata gesang kula,


kula rinimat kalayan katresnan, mila kula pasrah pangrehnya
Refrain:
Pasraha pasraha
ing sapangrehing Hyang Makwasa

Dua bait pertama dari lagu It Is Well With My Soul menceritakan dukacita oleh karena tragedi-
tragedi yang Spafford alami. Namun, ketiga bait selanjutnya menceritakan tentang rasa syukurnya
atas pengampunan yang Yesus telah berikan di atas kayu salib, beserta pengharapannya kepada
kedatangan Yesus untuk kedua kalinya.

Tentu ini adalah sesuatu yang sangat luar biasa dan tidak masuk akal, Spafford masih tetap
memuliakan Tuhan bahkan di tengah-tengah dukacitanya. Beberapa Minggu setelah semua ini
terjadi, istri dari Spafford mengatakan bahwa mereka tidak sedang kehilangan anak-anaknya,
melainkan hanya berpisah untuk beberapa waktu lamanya. Spafford beserta istrinya
menunjukkan kepada kita bentuk dari iman sejati.

Kisah dari Horatio Spafford mengingatkan kita akan kekristenan yang sesungguhnya. Kekristenan
bukanlah tentang, “Jika Engkau mengikut Yesus, engkau akan memiliki hidup enak yang bebas
masalah di dunia ini.”

Tetapi, Kekristenan yang sesungguhnya adalah tentang, “Aku akan tetap berdiri untuk Yesus, apa
pun permasalahan yang terjadi pada ku di dunia ini.”

Seluruh tragedi yang menimpa Spafford tidak dapat merengut sukacitanya oleh karena
penebusan yang Yesus Kristus telah berikan untuknya. Apa pun masalah yang sedang menimpa
mu hari ini, percayalah, bahwa sesungguhnya tidak ada yang dapat melebihi keindahan
pengorbanan yang Yesus telah berikan kepada mu. Sang Pencipta tidak pernah meninggalkanmu.

KURIKULUM REMAJA 170 NOVEMBER 2019


Minggu, Pengantar

17
November 2019
Ketika terlalu berpusat pada pergumulan dan beban
hidup tentu saja akan muncul rasa takut, kuatir, bingung
dan murung. Kita menjadi pesimis dan bahkan bisa saja
kehilangan daya untuk berjuang, menjadi putus asa.
Kita kehilangan sukacita dalam hati. Dalam tema
“Ekspresikan Sukacitamu!” remaja Kristen diajak untuk
merenungkan kembali tentang ekspresi sukacita dalam
EKSPRESIKAN hidupnya, sehingga ekspresi sukacita itu dapat
SUKACITAMU! membimbing menuju rasa optimis dan berpengharapan
Mazmur 98 penuh dalam kehidupannya.

Tujuan: Penjelasan Teks


Remaja diajak untuk
mengekspresikan sukacita
atas karya Allah dalam Dalam Mazmur 98 pemazmur mengajak seluruh bumi
hidupnya. untuk menaikkan nyanyian baru yang penuh dengan
sorak-sorai hingga bergemuruh di seluruh dunia. Ajakan
ini merupakan ajakan bersukacita atas kasih setia dan
perbuatan Tuhan yang ajaib, serta menunjukkan kekuasaan Tuhan yang bertakhta di atas
bumi dan alam semesta.

Pemazmur menggambarkan karya dan


keselamatan yang dilakukan dengan gambaran
tangan dan lengan Allah yang kudus (ayat 1-
2). Itu artinya karya dan keselamatan yang
dilakukan oleh Allah adalah karya dan
keselamatan yang mendatangkan kebaikan,
mendatangkan perubahan yang lebih baik,
penuh keadilan dan dilakukan dengan penuh
kesungguhan demi kehidupan yang lebih
Gambar 5 sukacita.
https://rotikehidupan.wordpress.com/2017/06/12/sukacita baik. Karya dan keselamatan yang dilakukan
-keselamatan/ Tuhan di sini bukan hanya yang telah
dilakukan di masa lalu (ayat 3), tetapi juga Ia berjanji akan melakukan di masa mendatang,
yaitu pada saat Tuhan datang menghakimi bumi. Di saat inilah Tuhan datang dengan keadilan
dan kebenaran yang mendatangkan keselamatan bagi umat manusia dan seluruh isi bumi
(ayat 9). Pemazmur menggambarkan pengekspresian sukacita dengan kecapi, lagu yang
nyaring, dengan nafiri, sangkakala yang nyaring, dengan tepuk tangan, sehingga laut dan
dunia beserta isinya bergemuruh (ayat 5-8). Alat musik memang dapat menjadi sarana untuk
mendatangkan sorak-sorai sukacita di dalam hati manusia.

KURIKULUM REMAJA 171 NOVEMBER 2019


Ajakan sorak-sorak sukacita oleh pemazmur ini bukan hanya ungkapan emosional sesaat belaka,
lebih dari itu ajakan sorak-sorai sukacita ini menyentuh dimensi iman secara mendalam.
Sorak-sorai sukacita ini selain menumbuhkan kegembiraan, juga menumbuhkan pengharapan
yang berdampak pada hidup sehari-hari menuju hari kedatangan Tuhan yang kedua kali
tersebut. Pengharapan ini yang menjadi kekuatan kita untuk menghadapi hari demi hari di
tengah dunia yang penuh dengan tantangan dan godaan duniawi ini. Sebab pengharapan di
dalam Tuhan tidak akan pernah mengecewakan tiap orang yang berserah padaNya.

Aplikasi

Cara mengekspresikan sukacita bukan hanya dengan sorak-sorai kegembiraan dalam


nyanyian saja. Hal ini memang hal yang sudah seharusnya. Namun, hal yang perlu kita
perhatikan lebih kepada ekspresi sukacita dalam hidup sehari-hari, yaitu dengan murah
senyum, tidak berwajah muram dan berwajah sukacita. Inilah yang tampak di luar secara
fisik. Tentu kalau hal fisik saja yang ditekankan, maka terkesan berpura-pura. Oleh karena
itu perlu diimbangi dengan sesuatu yang berasal dari dalam diri, yaitu secara rohani.

Secara kerohanian, ekspresi sukacita dengan cara memiliki iman teguh dan ucapan syukur
dalam segala keadaan. Ketika memiliki sikap seperti ini, maka kita diharapkan untuk
menyadari bahwa segala peristiwa yang terjadi di semesta ini berada dalam kuasa Allah.
Walaupun pergumulan demi pergumulan, bencana demi bencana, kemalangan demi
kemalangan melanda hidup, remaja kristen yang dapat mengekspresikan sukacita akan
dimampukan oleh Tuhan menghadapinya. Sebab Tuhan hadir mengisi dan mengalirkan
sukacita dalam hatinya. Lalu sukacita ini akan muncul dalam sikap tidak putus asa dan
berpengharapan penuh kepada:
1. Tuhan yang senantiasa menolong
2. Kebenaran dan keadilan yang akan Tuhan nyatakan di masa depan.

Itulah sukacita yang sejati. Remaja kristen yang dapat mengekspresikan sukacita dari dalam
hatinya dan juga secara fisik tentu akan terlihat dalam sikap hidup yang lebih optimis dan
penuh pengharapan bahwa kebenaran dan keadilan pasti Tuhan nyatakan. Ekspresikanlah
sukacitamu!

Langkah Penyampaian

1. Sampaikan Ilustrasi Cerita tentang “Hai Dunia, Gembiralah!”


2. Tekankan pada pesan bahwa Isaac Watts mengekspresikan rasa sukacitanya melalui
tulisannya berdasarkan Mazmur 98 dengan megah dan indah. Ekspresi sukacita yang ada
dalam Mazmur 98 ditangkap oleh Isaac Watts dan dinyatakan dalam tulisannya.
3. Jelaskan makna sukacita yang ada dalam Mazmur 98 (Penjelasan Teks).
4. Tekankan cara mengekspresikan sukacita secara fisik dan juga secara rohani.

KURIKULUM REMAJA 172 NOVEMBER 2019


5. Bagi dalam kelompok-kelompok berisi minimal 5 orang. Tugaskan untuk mengekspresikan
dengan gerakan/nyanyian/yel-yel/puisi, dan lain sebagainya secara kreatif. Lalu jelaskan
maknanya!
6. Akhiri dengan penekanan pada “Remaja kristen yang dapat mengekspresikan sukacita
dari dalam hatinya dan juga secara fisik tentu akan terlihat dalam sikap hidup yang lebih
optimis dan penuh pengharapan”.

Ilustrasi Cerita
HAI DUNIA, GEMBIRALAH!3

Dalam perjalanan pulang dari sebuah acara


kebaktian gereja di Southampton, Inggris,
Isaac Watts, 20 tahun, berkata kepada ayah-
nya bahwa lirik mazmur yang dinyanyikan
pada kebaktian itu kurang megah dan indah.
Padahal seharusnya itu menjadi ciri kidung
pujian penyembahan. Lalu si ayah mendo-
rongnya untuk mencoba menciptakan
pujian yang lebih baik. Maka di tahun
1694, Isaac Watts mulai menulis lagu, dan
Gambar 6 Isaac Watts . http://shamrockchapel.co.za/isaac- memasukkan kitab Mazmur dalam
wattss-joy-to-the-world/
liriknya untuk penyembahan.

Watts memakai pernyataan nubuat dalam Mazmur tentang kedatangan Mesias dan
mengungkapkannya dalam penggenapan Perjanjian Baru. Pujiannya menyatakan bahwa Yesus
Kristus adalah Juruselamat dan Tuhan. Ketika sampai pada Mazmur 98 ia menulis:
Hai dunia, gembiralah dan sambut Rajamu! Di hatimu terimalah!
Bersama bersyukur, bersama bersyukur, Bersama-sama bersyukur!
Hai dunia, elukanlah Rajamu penebus! Hai bumi, laut, gunung, lembah,
Bersoraklah terus, bersoraklah terus, Bersorak-soraklah terus!

Lagu ini telah menjadi lagu Natal favorit, yang mengajak kita untuk mengenal Kristus sebagai
Juruselamat dan Raja, dan untuk membuka hati kita bagi pemerintahan-Nya yang penuh kasih
dan kemurahan.

Pemazmur menuliskan, "Nyanyikanlah nyanyian baru bagi Tuhan!" (ayat 98:1). Isaac Watts
melakukan perintah itu dengan memproklamirkan bahwa Kristus telah datang, dan kita
bersukacita di dalam Dia --David McCasland

3
Dikutip dari https://alkitab.sabda.org/illustration.php?topic=163 dengan judul “Hai Dunia, Gembiralah!”.

KURIKULUM REMAJA 173 NOVEMBER 2019


Minggu, Pengantar

24
November 2019
Kenyamanan dunia dapat membuat kita tergoda dan
terlena. Seketika kita pun dapat lupa siapa diri kita dan
untuk apa kita berada di tengah dunia ini. Tidak jarang
oleh karena kuatnya arus dunia, kita tergoda melakukan
apa yang tidak dikehendaki oleh Allah, sehingga hidup
kita pun jauh dari Allah. Oleh karena itu kita perlu
merenungkan kembali siapa diri kita ini di hadapan
TUNAS YANG Tuhan dan tujuan keberadaan kita di tengah dunia ini.
TUMBUH
Yeremia 23:1-6 Penjelasan Teks
Tujuan:
Salah satu fungsi pemimpin dalam kehidupan bangsa Israel
Remaja menyadari bahwa
adalah sebagai gembala atas umat yang dipercayakan oleh
dirinya adalah “tunas” yang
sedang ditumbuhkan Allah Tuhan. Para pemimpin dalam kehidupan bangsa Israel yaitu
untuk berkarya di dunia.para tua-tua, golongan imam, para nabi palsu, dan raja.
Mereka adalah orang-orang yang dipasrahi tugas oleh Allah
untuk merawat kawanan domba. Tugas gembala adalah
merawat para domba sehingga dapat hidup atau seperti yang gambaran Sang Gembala Agung
yang tertulis dalam Mazmur 23. Namun berbeda apa yang terjadi dalam bacaan Yeremia 23:1-6.

Tuhan berfirman melalui Yeremia bahwa ada gembala-gembala jahat yang menggembalakan
domba-domba. Para gembala jahat ini adalah para pemimpin yang mencari-cari keuntungan
diri sendiri, tidak taat kepada Tuhan dan tidak peduli dengan keadaan umat. Para gembala
jahat itu tidak memperhatikan kawanan domba sehingga mereka tercerai berai. Oleh karena
itu Tuhan mengutus Yeremia untuk menyatakan teguran bagi gembala-gembala jahat, yang
membiarkan domba-dombanya hilang, terserak, tidak dipedulikan dan tidak dirawat. Para
gembala jahat tersebut tidak memiliki rasa tanggung jawab, apalagi pantas mendapatkan
kepercayaan dari Allah untuk memimpin kawanan domba. Dan Tuhan akan memberikan
hukuman kepada mereka (ayat 1-2).

Kemudian Tuhan sendiri akan turun tangan untuk melakukan


pemulihan terhadap umat, yaitu kawanan domba (ayat 3).
Tuhan berjanji akan mengumpulkan kembali sisa kawanan
domba yang telah tercerai-berai. Tuhan akan mengadakan
pemulihan terhadap para kawanan domba: mereka dibawa
ke padang dan mereka akan berkembang biak menjadi lebih
Gambar 7 http://www.tunas.info/2018/03/media-
banyak. Ini merupakan suatu janji perlindungan dari Tuhan
tanam-hiroponik-terpopuler-versi.html kepada kawanan domba. Tuhan akan menghadirkan gembala-

KURIKULUM REMAJA 174 NOVEMBER 2019


gembala yang benar-benar memiliki figur seorang gembala yang bertanggung jawab
terhadap kawanan domba, memberikan perlindungan dari rasa takut, tidak membiarkan
domba hilang, apalagi tercerai berai. Seorang gembala yang akan memperhatikan kawanan
domba, tidak membiarkan kawanan domba menderita dalam sakit penyakit, melainkan akan
memberikan obat dan pemulihan. Inilah gembala yang dijanjikan Allah (ayat 4). Tuhan juga
berjanji akan menumbuhkan tunas adil yang akan memerintah dengan adil dan bijaksana
(ayat 5). Di sini Yeremia menubuatkan sosok pemimpin yang dikehendaki oleh Allah yang
berkarya di tengah dunia. Terkait dengan bacaan Yeremia 23:1-6 maka tunas yang dimaksud,
yaitu orang pilihan Tuhan yang mengarahkan kehidupan kawanan domba ke arah yang lebih
baik. Pada akhirnya, Tuhan sendiri menghendaki kerajaan Yehuda dan Israel akan bersatu
kembali dan akan merasakan hidup tentram tidak ada perpecahan lagi (ayat 6).

Aplikasi

Perikop Yeremia 23:1-6 merupakan bacaan yang menarik, sebab di satu sisi, bacaan ini
sebagai peringatan bagi yang membaca dan merenungkannya. Ketika kita memposisikan diri
sebagai para domba yang tercerai berai, maka perikop ini menjadi sebuah janji bahwa Allah
sendiri yang akan menyatukan kembali dan memanggil para domba kembali untuk mendekat
kepada-Nya.

Di sisi lain, ketika kita memposisikan sebagai gembala jahat maka jelas perikop ini
merupakan peringatan bagi kita. Dalam posisi ini perlu menyadari bahwa kita merupakan
para utusan Allah yang memiliki tanggung jawab untuk berkarya dalam dunia. Namun oleh
karena kelemahan daging, kita tergoda untuk meninggalkan kasih terhadap sesama dan
kepada Tuhan, mengambil keuntungan bagi diri sendiri. Jikalau kita sebagai utusan Allah
yang melakukan dosa, maka kita pun perlu bertobat, kembali ke jalan yang dikehendaki Allah.

Kita perlu meyakini bahwa kita adalah “tunas”. Tunas


adalah bagian tumbuhan yang tumbuh dari kecambah atau
kuncup yang berada di atas permukaan tanah/media.
Siapa yang menumbuhkan tunas? Allah sendiri. Oleh karena
itu kita perlu percaya bahwa kita adalah tunas yang
sedang ditumbuhkan dan diproses oleh Allah di tengah
dunia. Kita adalah tunas-tunas muda yang dipanggil oleh
Gambar 8 http://kumpulan-ilmu- Allah, bekerjasama dengan-Nya untuk melakukan karya
pengetahuan- di tengah dunia, sesuai dengan talenta yang Tuhan
umum.blogspot.com/2017/05/perkembang
biakan-pada-tumbuhan-secara-generatif- percayakan kepada kita. Biarpun masih tunas muda,
vegetatif-alami-dan-vegetatif-buatan.html tetapi memiliki dampak yang besar bagi kehidupan.
Sebagai tunas yang diutus dan diproses oleh Allah, kita
perlu untuk melakukan segala sesuatu sesuai dengan kehendak Allah, sehingga pertumbuhan
kita menjadi pertumbuhan yang berfaedah, berdampak, menjadi berkat bagi sesama.

KURIKULUM REMAJA 175 NOVEMBER 2019


Langkah Penyampaian

1. Setelah membaca perikop, masuk dalam Penjelasan Teks.


2. Tekankan bahwa remaja sebagai tunas utusan Allah untuk berkarya di tengah dunia.
Walaupun tunas itu kecil, tetapi dapat berdampak besar.
3. Ajak remaja untuk melakukan permainan “Membentuk Lingkaran”
4. Tekankan makna permainan tersebut.
5. Akhiri dengan doa bersama oleh Pembawa Firman.

Kegiatan Permainan
Membentuk Lingkaran4
Minta para pemain (anggota tim) untuk membentuk lingkaran. Untuk memudahkan penjelasan, silahkan
lihat ilustrasi gambar di bawah ini dengan contoh 6 orang (jumlah pemain terserah kok).

Setelah membentuk lingkaran, minta setiap pemain


mengangkat tangan kanannya lalu maju ke depan dan
gandeng tangan kanan orang di depan mereka dengan
tangan kanannya (Jika pemain ganjil tidak masalah, salah
satu tidak perlu menggandeng tangan terlebih dahulu).
Contohnya pada gambar, maka pemain nomor 1 akan
bergandengan tangan kanan dengan nomor 4, nomor
2 dengan nomor 5 dan nomor 3 dengan nomor 6. Jika
sudah dilakukan, minta para pemain untuk menggandeng
tangan kirinya dengan tangan kiri pemain lain, tidak
boleh sama dengan pasangan tangan kanan.

Ilustrasi Permainan Membentuk Lingkaran Mulai permainan dengan meminta semua pemain yang
sudah bergandeng tangan untuk membentuk lingkaran
utuh seperti semula. Tidak boleh untuk melepaskan tangan dari gandengan. Permainan selesai jika pemain
dapat membentuk lingkaran utuh kembali tanpa melepaskan tangan dari gandengan.

MAKNA DARI GAME INI: cukup satu komando. Mungkin ini sih yang paling saya dapatkan waktu
memainkan permainan ini. Karena waktu pertama main game ini, anggota tim permainan saya kebanyakan
pada memberi komando semua. Sehingga permainan menjadi sangat lama karena yang satu perintah
kesini, yang satu perintah kesana, jadinya malah timbul kekacauan. Berbeda ketika permainan ini saya
terapkan di kelompok sel saya, waktu yang digunakan untuk membentuk kembali lingkaran utuh sangatlah
cepat. Hal ini karena yang memberi komando hanya satu orang dan yang lainnya menurutinya.

Dalam hidup menjadi utusan Allah, tunas yang sedang diproses dan diutus, kita perlu menyadari bahwa cukup
satu komando dalam hidup kita, yaitu komando dari Allah sendiri melalui Firman-Nya. Kita perlu bertumbuh
sesuai dengan kehendak-Nya. Makna lain game ini mungkin bisa didapat jika kamu mencobanya sendiri.

4
Dikutip dari http://junaediwidjojo.blogspot.com/2015/08/kumpulan-permainan-games-untuk-team.html

KURIKULUM REMAJA 176 NOVEMBER 2019


Desember 2019

Sukacitaku
Melimpah

KURIKULUM REMAJA 177 DESEMBER 2019


DAFTAR ISI

Tema Desember 2019 .................................................................................................................................. 177


SUKACITAKU MELIMPAH

1 Desember 2019 ........................................................................................................................................... 179


BERJAGA-JAGALAH

8 Desember 2019 ........................................................................................................................................... 182


CHANGE YOUR LIFE JOYFULLY

15 Desember 2019 ........................................................................................................................................ 185


BERSUKACITA MENYAMBUTNYA

22 Desember 2019 ........................................................................................................................................ 188


SUKACITA DALAM PENYERTAANNYA

29 Desember 2019 ........................................................................................................................................ 191


SUKACITA DALAM PERLINDUNGANNYA

KURIKULUM REMAJA 178 DESEMBER 2019


Minggu, Pengantar

1
Desember 2019
Ketika kecil dulu, kita pasti pernah bermain petak
umpet. Selalu ada yang bertugas sebagai mereka yang
bersembunyi, tapi juga ada yang mendapat giliran untuk
berjaga dan mencari siapapun yang bersembunyi.
Penjaga yang menang adalah mereka yang bisa
menemukan setiap teman yang bersembunyi. Kunci dari
permainan ini adalah, harus secara sigap mengetahui
BERJAGA- situasi di sekitar, memiliki pemahaman mengenai
JAGALAH tempat-tempat mana saja yang potensial untuk menjadi
Roma 13:11-14 pos persembunyian sambil tetap waspada jika tiba-tiba
ada seseorang yang muncul untuk merebut pos
Tujuan: penjagaan. Mereka yang hanya berdiri diam dan tidak
Remaja senantiasa berjaga-
bergerak tentu tidak akan pernah merebut kemenangan.
jaga dimanapun mereka
Jikapun dirinya merasa menang, maka jelas itu adalah
berada.
kemenangan semu sebab tidak akan ada yang
menikmati jalannya permainan. Kadang-kadang
begitulah kehidupan kita. Kita adalah seperti orang yang
bertugas untuk berjaga-jaga, namun juga memiliki tugas untuk menemukan mereka yang
bersembunyi tanpa harus kehilangan pos yang kita jaga. Tuhan tentu menginginkan kita
menjaga setiap pos-pos kehidupan yang dipercayakan untuk kita jaga, namun juga ada tugas
lain yang Tuhan kehendaki untuk kita kerjakan, yaitu mencari dan memperhatikan mereka
yang ada di sekitar kita dan membawa mereka untuk kembali ke pos penjagaan.

Penjelasan Teks

Secara garis besar, bacaan Roma hari ini merupakan panduan praktis mengenai bagaimana
orang yang percaya harus bersikap dalam kehidupan kesehariannya. Agar gambaran kita
mengenai maksud Paulus menjadi semakin jelas, ada baiknya jika kita juga memperhatikan
Roma 13 ini mulai dari ayat yang pertama. Jika kita perhatikan, maka pola pikir Paulus dalam
surat kepada jemaat di Roma ini bergerak dari pertama memaparkan bagaimana secara
konkrit orang Kristen bertanggungjawab terhadap pemerintah. Kedua, Paulus kemudian
bergerak ke ranah yang lebih luas mengenai peran orang percaya di dalam konteks
masyarakat di mana mereka tinggal. Lalu ketiga, pola pikir Paulus menjadi lebih personal
mengenai motivasi apa yang seharusnya menjadi dasar bagi setiap orang Kristen dalam
melakukan dua hal yang pertama tadi.

Selain hendak membangun sikap yang tidak anti sosial, Paulus juga hendak mengingatkan
kepada setiap orang percaya untuk tidak melepaskan diri dari konteks yang mereka hidupi

KURIKULUM REMAJA 179 DESEMBER 2019


pada masa itu. Perintah untuk berjaga-jaga justru bukan sebuah perintah untuk menciptakan
jarak dengan kondisi sekitar mereka, melainkan justru dalam pengenalan akan kondisi
sekitar, mereka ditantang untuk memiliki standart hidup yang berbeda sebab status mereka
sebagai pengikut Kristus. Kalimat berjaga-jaga ini memiliki potensi membuat seseorang
menjadi antisosial ketika tidak diperhatikan secara utuh dalam keseluruhan pasal sebab
asyik dengan dirinya sendiri.

Aplikasi

Tuhan menginginkan kita untuk berjaga-jaga karena hari-hari kian dipenuhi kejahatan.
Berjaga-jaga tidak harus membuat kita terpisah dengan dunia luar dan asyik dengan diri
sendiri, melainkan justru menghabiskan lebih banyak waktu untuk mencari orang lain
daripada melihat diri kita sendiri. Ketika kita menghabiskan lebih banyak waktu untuk
memikirkan apa yang orang lain butuhkan dan lebih sedikit waktu tentang keinginan dan
kebutuhan kita sendiri, kita menjadi orang-orang yang lebih berbahagia. Berjaga-jagalah!

Langkah Penyampaian

Alat yang dibutuhkan:


• Cermin Kecil
• Pecahan kaca (bisa kaca jendela atau pecahan gelas kaca)

1. Jelaskan kepada remaja bahwa kedua benda tersebut terbuat dari sepotong kaca. Lalu
tanyakan perbedaan diantara keduanya kepada remaja dan minta mereka menjelaskan
(Jawabannya, kurang lebih seperti ini, melalui cermin, remaja bisa melihat diri sendiri,
namun melalui kaca, mereka bisa melihat hal-hal lain di luar mereka)
2. Tanyakan kepada remaja, ketika mereka menjalani hari, apakah pikiran mereka lebih
asyik dengan diri mereka sendiri atau juga mau fokus memperhatikan orang lain?
3. Ajak remaja untuk membayangkan jika mereka tinggal di sebuah rumah di mana semua
jendela berubah menjadi cermin. Kira-kira kehidupan seperti apa yang akan mereka
jalani? Maukah mereka tinggal di rumah itu? Mereka tidak akan melihat matahari,
pepohonan, awan, teman-teman mereka yang mungkin lewat di depan rumah, atau apa
pun. Itu juga akan membuat rumah kalian menjadi sangat gelap seperti di malam hari
karena tidak ada cahaya yang bisa menembus cermin.
4. Hal yang sama terjadi ketika remaja hanya berpikir tentang diri sendiri dan kesenangan
diri sendiri. Hidup sesungguhnya menjadi gelap. Cahaya Ilahi yang memungkinkan
mereka berjumpa dengan orang lain terhalangi karena asyik dengan diri sendiri.
Bagaimana mungkin kita bisa berjaga-jaga jika kita asyik dengan diri sendiri?
5. Pembawa Firman menjelaskan keterkaitan mengenai cermin dan kaca serta
keterkaitannya dengan perintah untuk berjaga-jaga dalam bacaan hari ini.

KURIKULUM REMAJA 180 DESEMBER 2019


Aktivitas

Bermain games “10 Menit Meet Up”


Teknis permainan:
1. Buatlah 5 lingkaran kecil. Minta 10 remaja untuk bermain dengan pembagian sebagai
berikut: 5 remaja di dalam lingkaran dan 5 remaja yang lain di luar lingkaran.
2. 5 remaja yang berada di dalam lingkaran, menjadi simbol untuk orang-orang yang asyik
dengan dirinya sendiri dan terkungkung di zona nyamannya.
3. 5 remaja di luar lingkaran adalah orang yang harus diajak “meet up” oleh remaja yang
berada di dalam lingkaran.
4. Itu artinya, mereka harus keluar dari lingkaran mereka dan mengajak meet up salah satu
(boleh lebih tapi bergantian) dari 5 remaja yang berada di luar lingkaran.
5. Mereka yang keluar dari lingkaran harus bertanya hal-hal yang khusus dari remaja yang
mereka ajak “meet up”. Bisa bertanya mengenai hobi, atau makanan kesukaan, dll yang
sifatnya khusus.
6. Batasi waktu sampai 10 menit saja untuk aktivitas ini.
7. Setelah itu, 5 remaja tadi boleh kembali ke lingkaran mereka dan menceritakan apa yang
mereka dapat dari “10 menit meet up” tadi.
8. Ajak remaja untuk menyadari, bahwa berjaga-jaga, bukan berarti memisahkan diri
mereka dari dunia luar, melainkan juga menjadi saksi dan mau memperhatikan kondisi
di luar sana.

KURIKULUM REMAJA 181 DESEMBER 2019


Minggu, Pengantar

8
Desember 2019
“Kenapa ya aku sulit berubah?”
“Kenapa sih kamu susah banget diberi tahu untuk
berubah?”

Pernah ga sih kita bertanya dan mendapat pertanyaan


semacam itu? Kita mungkin memiliki banyak kebiasaan
buruk yang ingin kita buang, bahkan orang lain juga
CHANGE YOUR banyak yang kesal dengan kebiasaan buruk kita tersebut.
LIFE JOYFULLY Sepertinya kita sudah sadar, merasa sudah berusaha
Yesaya 11:1-10 maksimal, tapi kok tetap saja masih sulit untuk berubah
sehingga ujung-ujungnya kita menjadi menyerah, mengeluh
Tujuan: bahkan bersungut-sungut untuk melakukan perubahan
Remaja semakin peka akan
ke arah yang lebih baik. Padahal, bicara soal perubahan
setiap kesalahan yang
bukanlah sesuatu yang instan yang sehari jadi, melainkan
dilakukan sehingga
meninggalkan dan perlu proses dan proses itu perlu dilakukan dengan
memperbaharui hidup sukacita. Itulah yang Tuhan kehendaki dalam kehidupan
dengan sukacita. kita, melakukan perubahan dengan sukacita, diikuti
dengan keinginan berubah dan keyakinan dalam diri.

Penjelasan Teks

Jika membaca kitab Yesaya sejak dari pasal ke tujuh, maka kita akan menemukan sebuah
pesan utama mengenai kedatangan Mesias yang akan memulihkan situasi bangsa Israel.
Bahkan pesan ini masih berkelanjutan sampai dengan pasal yang kedua belas. Terlebih
dahulu, kita pahami dulu secara singkat, konteks kehidupan macam apa yang sebenarnya
sedang dihadapi oleh umat pada saat itu. Keadaan umat Israel memang sedang hancur. Israel
Utara yang dipimpin oleh pemimpin yang bukan keturunan Daud, cara hidupnya sangat jauh
dari kehendak Allah dan mengalami kehancuran. Demikian juga Kerajaan Selatan, yang
meskipun dipimpin oleh keturunan Daud, mereka juga banyak melakukan dosa di hadapan
Allah. Dalam situasi seperti ini, melalui Yesaya, Allah memberikan penghiburan. Bahwa nanti
akan datang Mesias yang memulihkan kehidupan mereka. Oleh Yesaya 11 pada ayat yang
pertama, digambarkan seperti tunas yang muncul dari tunggul Isai. Apa artinya tunggul?
Tunggul adalah sisa batang dari pohon yang ditebang. Itu berarti bisa kita bayangkan bahwa
pohon itu nampaknya sudah tidak memiliki harapan hidup, namun dari sisa batangnya
kemudian tumbuh tunas baru. Tunas ini membawa perubahan situasi dari seolah mati
menjadi hidup kembali. Ini adalah sebuah perubahan situasi yang memang diharapkan oleh
umat pada saat itu.

KURIKULUM REMAJA 182 DESEMBER 2019


Apa yang terjadi jika tunas itu tumbuh atau Mesias itu benar-benar datang? Ia digambarkan
akan memimpin dan memerintah umat dengan hikmat dan juga kebijaksanaan. Dan
pemerintahan itu perlu direspon dengan perubahan sikap hidup dari umat Israel sendiri.
Mereka perlu menerapkan perubahan kehidupan dari yang menentang kehendak Allah
menjadi mengikuti kehendak Allah. Takut akan Allah dan menegakkan keadilan. Ketika umat
membiarkan Allah memerintah, maka kehidupan akan mengalami perubahan yang luar
biasa.

Yesaya menggambarkan perubahan yang luar biasa itu pada ayat ke 6. Serigala yang buas itu
akan tinggal bersama domba yang seharusnya menjadi buruannya. Macam tutul bahkan akan
berbaring di samping kandang yang seharusnya menjadi makanannya. Perubahan kehidupan
yang seperti ini hanya bisa terjadi, ketika seseorang membiarkan Allah memerintah dalam
kehidupannya.

Aplikasi

Ada perubahan besar yang terjadi ketika kita meletakkan iman kita kepada Kristus. Apa saja
perubahan tersebut? Bisa saja cara kita berpikir, cara kita berbicara dan bersikap. Memang
tidak semuanya berubah seketika itu juga, tentu ada waktu yang diperlukan untuk perubahan
tersebut. Yang penting untuk kita miliki adalah ruang bagi Kristus untuk mengubah
kehidupan kita dan kemauan kita untuk merespon kehendak Yesus dengan sukacita.

Langkah Penyampaian

• Teko besar berbahan kaca bening atau plastik transparan yang diisi dengan air bersih
• Mangkuk yang mampu menampung air dengan jumlah yang sama dengan air di dalam
gelas kaca bening.
• Beberapa batu halus seukuran telur ayam
• Spidol permanen
• 1 capit atau penjepit yang biasa dipakai untuk mengambil makanan
• 3 ikan hidup

1. Mintalah kepada beberapa remaja untuk menyebutkan beberapa hal yang dianggap
menghambat pertumbuhan rohaninya dan menulis jawaban mereka pada masing-
masing batu dengan spidol permanen.
Beberapa kemungkinan jawaban yang muncul adalah: kecanduan gawai, amarah,
kesombongan, fitnah, tidak peduli, kepahitan, menyontek, mengeluh, berpuas diri, kata-kata
kasar dan kotor, tipu daya, depresi, ketidakpuasan, ketidakjujuran, ketidaktaatan, keraguan,
mabuk-mabukan, iri hati, takut, gosip, kebencian, ketidaksabaran, tidak tahu berterima
kasih, kecemburuan, kemalasan, pornografi, pertengkaran, pembenaran diri, dll.

KURIKULUM REMAJA 183 DESEMBER 2019


2. Sekarang tempatkan batu-batu di dalam mangkok sampai penuh ke atas. Tuangkan air
dalam teko tadi ke dalam mangkuk. Air yang bisa dituang ke dalam mangkok tadi,
mungkin tidak akan terlalu banyak. Apa artinya? Kebiasaan lama, pikiran lama, cara lama
kita berbicara yang disimbolkan dengan batu tadi, akan memblock karunia Tuhan (yang
disimbolkan dengan air) untuk mengubah diri remaja.
3. Satu per satu pindahkan batu dengan penjepit makanan. Setelah mengeluarkan masing-
masing batu, tuangkan sedikit lebih banyak air dari teko ke mangkok. Pada saat setiap
batu telah dihilangkan, sebagian besar air bisa masuk ke dalam mangkok.
4. Keluarkan 3 ikan dan beri nama mereka. Yang pertama adalah "Love" Letakkan di dalam
mangkok. Yang berikutnya adalah "Joy" Yang ketiga adalah "Peace" Lalu tanyakan kepada
remaja apakah mereka melihat ikan dapat berenang dengan sukacita di dalam mangkok?
5. Simpulkan: Ketika remaja menyingkirkan batu negatif tadi, mereka memberi ruang bagi
Allah untuk membawa perubahan ke dalam hidup remaja. Jika sebelumnya kehidupan
remaja dipenuhi batu-batu negatif, kini mereka berubah dan dipenuhi dengan sukacita
kehidupan yang positif.

Aktivitas

Tanyakan kepada remaja dan minta mereka menuliskan, perubahan terdekat apa yang akan
mereka lakukan selama satu bulan ke depan dan kiat-kiat agar perubahan yang mereka
rencanakan bisa berhasil.

KURIKULUM REMAJA 184 DESEMBER 2019


Minggu, Pengantar

15
Desember 2019
Menunggu sesuatu datang bisa menjadi sebuah
pekerjaan yang melelahkan dan membosankan. Tapi toh
nyatanya semua orang pasti pernah menunggu. Contoh,
menunggu hasil ujian, menunggu teman datang,
menunggu doa terjawab, menunggu harapan terpenuhi,
dll. Pada Natal tahun ini, kita sesungguhnya juga sedang
menghayati kehidupan umat saat itu yang menantikan
BERSUKACITA kehadiran Mesias. Nah, selama masa menunggu itu, apa
MENYAMBUTNYA yang kita lakukan? Apakah hanya diam saja tanpa
Yesaya 35:1-10 melakukan hal yang berguna? Dan jika pada akhirnya
yang ditunggu itu datang, bagaimanakah kita kemudian
Tujuan: harus menyambutnya? Bukankah ketika kita sudah lama
Remaja mampu
menanti dan kemudian yang dinanti itu benar-benar
mempersiapkan hati dan diri
datang, kita menjadi bersukacita? Dan apakah sukacita
dalam menyambut kelahiran
Tuhan Yesus. itu akan kita rasakan untuk diri sendiri?

Penjelasan Teks

Jika kita membaca kitab Yesaya pada pasal-pasal sebelumnya, maka kita bisa melihat
bagaimana Allah hendak memberikan penghukuman bahkan membinasakan bangsa-bangsa
yang menjalani kehidupannya tidak sesuai dengan kehendak Allah. Lalu pada bacaan hari ini,
Allah, melalui Yesaya memberikan nubuat yang memberikan sukacita di dalam hati umat.
Nubuat itu berbicara mengenai janji Allah yang akan datang membawa keadilan dan
menganugerahkan sukacita bagi umat-Nya. Dari perbandingan situasi ini, tentu kita bisa
membayangkan betapa luar biasanya sukacita yang dirasakan oleh umat pada saat itu.
Bagaimana tidak, sebelumnya mereka adalah bangsa yang dihukum karena dosa, harapan
nyaris lenyap, tertinggal penderitaan saja di depan mata lalu Allah menganugerahkan janji
perubahan kehidupan yang sama sekali berbeda.

Dalam bacaan hari ini, Yesaya mengatakan bahwa, “padang gurun, padang kering dan padang
belantara” yang melambangkan penderitaan akan bersorak-sorai karena melihat kemuliaan
Tuhan. Terbayang kan sukacitanya? Ini berarti, melalui kedatangan Allah, kehidupan umat-
Nya akan mengalami perubahan dan pembaharuan yang luar biasa. Lalu apa yang harus kita
kerjakan sementara menunggu penggenapan janji Allah? Pasif dan berdiam diri sajakah?
Ataukah kita tergerak untuk bertindak aktif dan membagikan nubuat, janji sukacita ini
kepada lebih banyak orang yang mungkin saja juga mengalami penderitaan yang sama dan
menanti janji sukacita?

KURIKULUM REMAJA 185 DESEMBER 2019


Pesan Yesaya jelas, ada hal yang perlu dipersiapkan dalam sukacita menyambut janji Allah.
Yesaya mencoba mengobarkan semangat umat yang mulai lesu dan mendorong mereka
dengan kalimat penuh motivasi, “Kuatkan tangan yang lemah lesu dan teguhkan lutut yang
goyah. Katakanlah kepada orang-orang yang tawar hari: “Kuatkanlah hati, janganlah takut!”.
Bahwa yang dimaksudkan oleh Yesaya adalah tangan dan lutut kita, ini tentu benar adanya,
akan tetapi dalam seruan Yesaya itu, nyatanya kita juga didorong untuk bisa memberikan
semangat sukacita yang sama pada orang lain yang juga mengalami penderitaan dalam
kehidupannya. Oleh karena itu, kobarkanlah semangat sukacita, bagikanlah sukacita itu dan
bersama-sama dengan orang lain, sambutlah janji-Nya!

Aplikasi

Dalam masa penantian akan kedatangan Mesias, kita diajak untuk tetap aktif memperbaharui
kehidupan kita. Jadi penantian itu bukan jenis penantian yang pasif melainkan aktif dan
ketika yang dinanti itu akhirnya datang, sukacita akan semakin berlimpah ruah. Sebagai
mahkluk sosial, kita diajak untuk juga membagikan sukacita kehadiran Mesias kepada
semakin banyak orang.

Langkah Penyampaian

Alat yang dibutuhkan:


• Sekantung coklat atau lebih (cukup untuk jumlah jemaat remaja yang hadir)

1. Ajak remaja melakukan sebuah permainan dan tentukan pemenangnya (permainan


bebas).
2. Setelah permainan selesai, ajak remaja untuk duduk melingkar.
3. Berikan hadiah sekantung coklat (bukan kepada pemenang, melainkan justru kepada
yang kalah). Jika remaja yang mendapatkan coklat bertanya mengapa ia yang
mendapatkan coklat, cukup jawab bahwa coklat itu adalah miliknya dan Pembawa
Firman memang ingin memberikan sekantung coklat itu pada si remaja, bukan karena
apa yang mereka sudah lakukan atau menangkan, tapi karena siapa remaja itu, bahwa dia
adalah remaja yang baik.
4. Setelah Pembawa Firman memberikan sekantung coklat itu kepada salah satu remaja,
bergabunglah dengan lingkaran itu dan tataplah dengan penuh harap kepada orang yang
membawa coklat itu dengan tangan terulur untuk menerima coklat. Lakukan tanpa
mengatakan sepatah katapun. Jangan lupa, dorong remaja yang lain untuk juga menatap
harapan untuk mendapatkan coklat.
5. Ketika remaja itu pada akhirnya menawarkan untuk membagikan coklat, tegaskan untuk
berterimakasih pada remaja yang membagikan coklat tadi.

KURIKULUM REMAJA 186 DESEMBER 2019


6. Setelah semua orang memiliki permen, lakukanlah tanya jawab.
• Kepada remaja pertama yang menerima hadiah sekantung coklat:
a. Bagaimana rasanya diberi kantong besar coklat, meskipun dia bukan pemenang
di salah satu permainan?
b. Bagaimana rasanya ketika semua orang menatap dia mengharapkan dia untuk
membagikan coklat?
c. Apa yang membuat dia memutuskan untuk berbagi?
• Kepada jemaat remaja yang lain yang menerima coklat dari remaja pertama:
a. Apa yang kalian harapkan akan terjadi ketika kalian melihat sekantung besar
coklat?
b. Bagaimana rasanya melihat orang lain mendapatkan sesuatu yang baik ketika
kalian tidak menerima apa pun?
c. Begitu coklat diberikan kepada orang lain, apa yang kemudian kalian harapkan?
d. Bagaimana perasaan kalian jika coklat belum dibagikan?
7. Sampaikan keterkaitan bacaan dengan permainan singkat tadi. Bahwa kita seperti orang
yang menerima anugerah sekantung besar coklat ketika kita menerima kehadiran dan
janji keselamatan serta pembebasan dari Tuhan. Kita tidak berbuat baik apapun, bukan
pula orang yang suci melainkan lebih banyak dosa daripada kebaikannya. Tapi Dia
menganugerahkan itu semua dengan rela, tanpa memandang apa yang sudah kita
lakukan, hanya karena satu alasan saja, yaitu kecintaan-Nya kepada kita. Sudah
selayaknya kita menyambut dengan sukacita. Lalu apakah berhenti di situ saja? Ternyata
tidak, sebab diluar sana juga banyak orang yang ingin ikut bersukacita dengan kita.
Bagikanlah pula sukacita itu, biarlah setiap orang bersukacita menyambut Dia.

KURIKULUM REMAJA 187 DESEMBER 2019


Minggu, Pengantar

22
Desember 2019
“Gagal lagi, gagal lagi!”
“Gini amat sih hidupku!”
“Aduh, aku harus apa lagi ini?! Aku ga tahu lagi
harus ngapain!”
“ Susah banget sih! Duh udah deh aku nyerah aja!”

Sepertinya ini menjadi ungkapan keluhan yang sering


SUKACITA DALAM kita dengar atau bahkan kita ucapkan ketika kita
PENYERTAANNYA bertemu dengan kesulitan dalam kehidupan kita. Bisa
Matius 1:18-25 jadi permasalahan dalam studi, keluarga atau pergaulan.
Bagaimana seharusnya kita merespon setiap
Tujuan: permasalahan yang kita alami? Cukupkah hanya dengan
Remaja merasakan sukacita
keluhan saja? Memang keluhan manusiawi, tapi jika kita
di setiap penyertaan Tuhan
terjebak di dalamnya, maka permasalahan akan
sehingga tidak mudah
mengeluh. semakin membuat kita tenggelam.

Penjelasan Teks

Dikisahkan dalam bacaan hari ini, malaikat Tuhan Malaikat Tuhan menjumpai Yusuf dan
berbicara kepadanya melalui mimpi. Hal ini bukan hal yang aneh, sebab dalam banyak kisah
di Alkitab, Allah memang sering menyatakan kehendak-Nya melalui mimpi. Kali ini, Yusuf
menerima penyataan Allah melalui mimpinya. Apa yang sebenarnya dialami oleh Yusuf
sampai kemudian Allah perlu untuk menyatakan kehendak-Nya pada Yusuf melalui mimpi?
Apakah Yusuf sedang mengalami permasalahan yang sangat besar? Seperti kita ketahui pada
kisah awal kelahiran Yesus, Yusuf memang sudah bertunangan dengan Maria. Sebuah
pertunangan yang tentu sudah diketahui oleh keluarga bahkan masyarakat sekitar pada saat
itu. Dalam tradisi Yahudi, meskipun tahap Maria dan Yusuf masih pada tahap pertunangan,
namun ikatan itu sudah sangat mengikat mereka dengan kuat seperti suami istri. Jika karena
satu dan lain hal, pertunangan itu putus, hal ini juga bisa disebut sebagai perceraian.
Meskipun ikatan itu sangat kuat, tapi Maria dan Yusuf masih belum bisa hidup satu rumah
sampai dengan waktu pernikahan mereka. Sehingga ketika Maria mengandung, tentu Yusuf
menjadi sedemikian terkejut. Saat itu, Yusuf belum mengetahui bahwa Maria tunangannya
itu mengandung dari Roh Kudus.

Itulah kenapa, Yusuf memiliki niat untuk secara diam-diam menceraikan tunangannya itu.
Mengapa harus diam-diam? Rupanya hati Yusuf sangat lembut, karena jika kita mengenal
tradisi Yahudi, kita akan memahami bahwa seorang suami dapat saja menceraikan
tunangannya di depan umum dengan alasan tertentu. Yusuf bahkan juga bisa menuntut Maria

KURIKULUM REMAJA 188 DESEMBER 2019


di depan pengadilan untuk bercerai dengan alasan karena Maria sudah mengandung. Risiko
yang mungkin muncul jika Yusuf melakukan kedua hal itu adalah, Maria akan dihukum
dengan hukuman dilempari batu. Itu kenapa Yusuf memilih jalan lain dengan menceraikan
Maria secara diam-diam agar Maria terbebas dari hukuman yang keras.

Tentu kita bisa membayangkan betapa galaunya Yusuf pada saat itu. Dalam situasi inilah
Allah menyatakan kehendak-Nya melalui mimpi. Dan menjadi semakin nyata, bahwa Allah
hadir dalam setiap kesulitan kehidupan yang dialami oleh Yusuf. Saat semua jalan yang
mungkin diambil penuh dengan risiko, Allah tidak membiarkan Yusuf berjalan sendirian.

Aplikasi

Remaja semakin menyadari bahwa permasalahan akan selalu ada, namun bagaimana kita
meresponnya, itu yang menentukan siapa diri kita. Jika kita hanya mengeluh tanpa
melakukan suatu hal yang positif untuk mengubahnya, bisa jadi kita tidak akan pernah
bertumbuh. Akan tetapi jika kita berhenti mengeluh dan mengerahkan setiap upaya positif
dan bersandar pada penyertaan Tuhan, permasalahan justru bisa membuat kita bertumbuh
di dalam iman.

Langkah Penyampaian

Alat-alat yang diperlukan:


• Kompor mini portable (yang biasa dipakai untuk kemping)
• Panci berisi air
• Wortel
• Telur mentah
• Kopi bubuk
• Mangkok
• Sendok

1. Ceritakan mengenai kisah seorang remaja yang mengeluh kepada ayahnya tentang
kehidupannya dan bagaimana keadaan remaja tersebut penuh dengan pergumulan
(angkat contoh-contoh pergumulan khas usia remaja). Remaja ini lelah dan ingin
menyerah. Setiap kali satu masalah terpecahkan, masalah yang baru muncul. Ayahnya
tersenyum. Dia adalah seorang koki yang handal, lalu ia mengajak anaknya pergi ke
dapur. Apa yang mereka lakukan di dapur? (Selanjutnya, pembawa firman berperan
sebagai sang ayah, memakai topi koki atau celemek dan menata bagian depan ruang
ibadah seolah adalah sebuah dapur).
2. Lanjutkan kisah pertama dan pembawa firman memerankan ayah tadi dan
memposisikan remaja yang hadir sebagai anaknya. Pembawa firman menyalakan

KURIKULUM REMAJA 189 DESEMBER 2019


kompor portable, meletakkan panci berisi air diatasnya dan memasukkan wortel, telur
dan kopi ke dalam panci tersebut. Biarkan selama kurang lebih 15- 20 menit.
3. Sementara menunggu 15-20 menit, pembawa firman mengajak remaja untuk menuliskan
keluhan-keluhan mereka tentang kehidupan remaja yang mereka jalani.
4. Setelah 15-20 menit, matikan kompor tadi. Pembawa Firman mengeluarkan wortel dan
telur dari panci lalu meletakkannya di dalam mangkok. Kopi dalam panci tadi juga
dituangkan ke dalam mangkok. Lalu tanyakan kepada remaja, “Anakku, apa yang kamu
lihat?” Minta salah satu remaja untuk mendekat dan merasakan wortel tadi. Keraskah?
Katakan bahwa wortel tadi tidak lagi keras. Lalu minta salah satu remaja untuk
mengambil telur dan mengupas kulitnya. Lembutkah? Kemudian, minta salah satu
remaja yang lain untuk mencicipi kopi tadi dengan sendok yang telah disiapkan.
5. Tanyakan pada 3 remaja tadi, pelajaran apa yang mereka bisa ambil? Beri kesempatan
untuk remaja menjawab. Lalu jelaskan bahwa 3 benda tadi (wortel, telur dan kopi)
menghadapi kesulitan yang sama, yaitu air panas yang mendidih, tetapi masing-masing
bereaksi berbeda. Wortel tadi, di awal sangat keras tapi setelah terkena air mendidih,
wortel melunak dan menjadi lembut. Bagaimana dengan telur? Telur sebenarnya rapuh.
Mudah pecah. Namun, setelah berhadapan dengan air mendidih, dia menjadi kuat dan
mengeras. Lalu kopi bubuk, cukup unik. Ketika kopi masuk ke dalam air yang mendidih,
ia mengubah air tersebut. Tanyakan kepada remaja, mereka lebih mirip wortel, telur atau
kopi dalam menghadapi situasi sulit?
6. Kesimpulan: Remaja menyadari lebih mirip manakah mereka. Apakah wortel yang keras
di awal, namun setelah mengalami kesulitan, mereka mengeluh, menjadi lemah dan
kehilangan kekuatan? Apakah telur yang rapuh di awal, lalu setelah mengalami berbagai
macam kesulitan malah semakin mengeraskan diri dan tenggelam dalam keluhan?
Ataukan seperti kopi bubuk yang justru mampu mengubah kesulitan (air panas) tadi
menjadi lebih enak? Remaja menyadari untuk belajar seperti biji kopi ketika hal-hal
berada pada kondisi terburuknya, menjadi semakin baik dan membuat segalanya lebih
baik di sekitar mereka.

Aktivitas

Remaja menuliskan keluhan-keluhan mereka tentang kehidupan remaja yang mereka jalani.

KURIKULUM REMAJA 190 DESEMBER 2019


Minggu, Pengantar

29
Kasih Tuhan mengiringimu
Dan sayap-Nya melindungimu
Tangan Tuhan pegang di dalam hidupmu
Majulah dalam t’rang kasih-Nya
Desember 2019 -PKJ 180-

Lirik tersebut adalah lirik yang indah dari nyanyian PKJ


180 yang biasanya dipakai sebagai formula berkat di
BERSUKACITA
sebagian gereja. Lagu ini menggambarkan penyertaan
DALAM
Tuhan yang senantiasa mengiringi, melindungi dan
PERLINDUNGANNYA
memegang kita. Jika perlindungan Tuhan nyata, maka
Matius 2:13-23 bukankah kita harus terus maju?

Tujuan:
Remaja mau mensyukuri
Penjelasan Teks
perlindungan Tuhan atas
setiap langkah di tahun Dalam bacaan hari ini, Allah kembali menyatakan
2019. pemeliharaan-Nya kepada Yusuf melalui mimpi. Di
dalam mimpi itu, Yusuf diperintahkan untuk membawa
Maria dan bayi Yesus menuju Mesir karena pada saat itu,
Raja Herodes yang sedang berkuasa, hendak mencari dan membunuh bayinya. Yesus perlu
diamankan dari kejaran Herodes, agar rencana penyelamatan Allah melalui Yesus dapat
terpenuhi. Melalui kisah awal ini, kita diajak untuk memahami bahwa Allah melindungi umat
yang dikasihi-Nya dari rencana jahat manusia. Jika kita membaca kisah bayi Yesus yang
dilindungi oleh Allah, mungkin kita juga akan mengingat kisah serupa di dalam Perjanjian Lama.
Kita mengingat bayi Musa yang diselamatkan oleh Allah dari kejaran pemerintah Mesir. Siapa
orangtua yang tidak takut mengetahui bahwa anak yang dikasihinya terancam dibunuh oleh
orang jahat pada saat itu? Itulah situasi pahit yang tengah dialami oleh Maria dan Yusuf.

Penulis Injil Matius banyak menggunakan kutipan dari kitab di Perjanjian Lama, ketika ia
menceritakan mengenai ancaman nyata yang dialami oleh Yusuf, Maria dan bayi Yesus.
Penulis Injil Matius, mengingat bagaimana sejarah bangsa Israel di dalam Perjanjian Lama
ketika mereka berangkat ke Mesir dan kemudian kisah kembali terulang ketika Yusuf
membawa Maria dan bayi Yesus menuju Mesir. Kisah umat Israel dalam Perjanjian Lama
berlanjut sampai Allah sendiri memimpin Israel keluar dari perbudakan Mesir dan Yesus
sendiri kembali dibawa keluar dari Mesir begitu Herodes mati.

Begitulah jalinan indah kisah pemeliharaan dan perlindungan Allah dalam sejarah kehidupan
umat dan juga kehidupan Yusuf, Maria serta Yesus. Allah tidak pernah meninggalkan dan
senantiasa melindungi umat-Nya.

KURIKULUM REMAJA 191 DESEMBER 2019


Aplikasi

Remaja menyadari bahwa seberat apapun situasi kehidupan mereka, nyatanya perlindungan
Allah lebih besar dari segala pergumulan dan persoalan kehidupan. Perlindungan dan kasih
Allah tidak pernah berubah dari sejak dunia ini diciptakan.

Langkah Penyampaian

Alat yang dibutuhkan:


• Kertas putih berukuran besar (bisa disambung dengan selotip agar kertas cukup
lebar).
• Cat warna (hitam) yang diletakkan di panci yang besar (bisa juga dengan tempat lain)
Pastikan cat warna ini mudah dibersihkan sehingga tidak mengotori karpet atau
lantai ruang ibadah.
• Handuk dan air dalam baskom (sediakan cukup air untuk membersihkan kaki yang
terkena cat warna)

1. Dilakukan di awal peribadahan:


• Usahakan Pembawa Firman datang lebih awal di ruang ibadah dibandingkan jemaat
remaja yang lain. Siapkan kertas putih lebar di depan pintu dan sambutlah remaja
ketika mereka datang. Minta mereka melepas alas kaki, menginjak cat warna di dalam
panci dan minta mereka untuk mengumpulkan jejak kaki di atas kertas putih dengan
cara menginjaknya.
• Setelah itu, minta mereka untuk membersihkan kaki dengan air dan handuk.
• Begitu setiap anak menginjakkan kaki mereka di atas kertas putih, pembawa firman
mencatat nomor jejak kaki dan menandai milik siapa jejak kaki tersebut di kertas
yang menjadi catatan pribadinya.

2. Dilakukan di saat penyampaian firman:


• Awali dengan pertanyaan, apakah remaja mengenal yang manakah jejak kaki mereka
atau bisakah mereka mengidentifikasi jejak kaki milik temannya dengan tepat.
• Berikan hadiah kepada setiap remaja yang bisa mengidentifikasi jejak kaki mereka
dengan tepat.
• Tanyakan kepada remaja, pelajaran apa yang bisa mereka ambil? Pertanyaan ini akan
sulit untuk dijawab.
• Jelaskan kepada mereka, bahwa jejak berwarna hitam ini menjadi simbol
1. Kesulitan yang mereka alami.
2. Warna hitam juga menjadi simbol ketakutan dalam melangkahkan kaki.

KURIKULUM REMAJA 192 DESEMBER 2019


• Pembawa Firman lalu mengindentifikasi langkah kaki siapa saja yang di atas kertas
tadi dan mengajak remaja untuk memahami, bahwa meskipun mereka mengalami
kesulitan dan ketakutan dalam kehidupan mereka, tapi Tuhan mengenal setiap
langkah hitam kehidupan kita dan tidak abai untuk melindungi kita.

Aktivitas

Hal penting yang bisa dilakukan oleh remaja dalam ibadah ini adalah, remaja diajak
menuliskan kesulitan yang mereka alami di tahun 2018 dan menuliskan ketakutan mereka
dalam menyambut tahun 2019. Ajak remaja untuk menyadari bahwa Allah melindungi dalam
setiap kesulitan dan ketakutan mereka.

KURIKULUM REMAJA 193 DESEMBER 2019


KURIKULUM REMAJA 194 DESEMBER 2019