Anda di halaman 1dari 23

KESETIMBANGAN KIMIA

TUJUAN PEMBELAJARAN

Setelah belajar dengan modul ini diharapkan Anda dapat:


1. Memahami konsep kesetimbangan dinamis, menjelaskan harga konstanta
kesetimbangan Kc dan Kp, dan menjelaskan pemecahan masalah terkait
hubungan kuantitatif antara pereaksi dengan hasil reaksi dari suatu reaksi
kesetimbangan
2. Melalui observasi, pengamatan hasil percobaan dan diskusi peserta didik dapat
menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pergeseran arah kesetimbangan
dan penerapannya dalam industri, sehingga peserta didik dapat merancang,
melakukan, dan menyimpulkan serta menyajikan hasil percobaan faktor-faktor
yang mempengaruhi pergeseran arah kesetimbangan

INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI

1. Menjelaskan ciri-ciri dari kesetimbangan dinamis.


2. Menjelaskan perbedaan antara kesetimbangan homogen dan kesetimbangan
heterogen
3. Menuliskan rumusan tetapan kesetimbangan Kc dan Kp dari persamaan reaksi
4. Menentukan nilai tetapan kesetimbangan Kc dan Kp berdasarkan pengolahan data
hasil percobaan
5. Menentukan nilai tetapan Kc atau Kp berdasarkan hubungan antara Kc dan Kp
6. Menjelaskan pengaruh konsentrasi terhadap pergeseran kesetimbangan
berdasarkan azas Le Chatelier
7. Menjelaskan pengaruh tekanan terhadap pergeseran kesetimbangan berdasarkan
azas Le Chatelier
8. Menjelaskan pengaruh volume terhadap pergeseran kesetimbangan berdasarkan
azas Le Chatelier
9. Menjelaskan pengaruh suhu terhadap pergeseran kesetimbangan berdasarkan
azas Le Chatelier
10. Menjelaskan penerapan konsep kesetimbangan dalam industri

1
11. Merancang percobaan faktor-faktor yang mempengaruhi terhadap pergeseran
kesetimbangan
12. Melakukan percobaan faktor-faktor yang mempengaruhi terhadap pergeseran
kesetimbangan
13. Menyimpulkan hasil percobaan faktor-faktor yang mempengaruhi terhadap
pergeseran kesetimbangan
14. Menyajikan hasil percobaan faktor-faktor yang mempengaruhi terhadap
pergeseran kesetimbangan

URAIAN MATERI

Reaksi kimia dapat berlangsung dalam satu arah (irreversible) dan arah bolak-balik
(reversible). Reaksi dengan arah bolak-balik ini disebut reaksi kesetimbangan
1. Reaksi Kesetimbangan
Reaksi kesetimbangan atau reaksi reversible adalah suatu reaksi dimana zat-zat ruas
kanan (hasil reaksi/produk) dapat bereaksi kembali membentuk zat-zat di ruas kiri
(pereaksi/reaktan).
Reaksi reversibel dapat ditunjukkan dengan persamaan reaksi sebagai berikut:
pA + qB rC + sD
Keadaan kesetimbangan terjadi apabila kecepatan reaksi ke kanan sama dengan
kecepatan reaksi ke kiri. Pada keadaan ini konsentrasi zat-zat tidak lagi berubah
sehingga reaksi dianggap selesai.
Pada keadaan setimbang:
1. Reaksi tetap berlangsung ke kedua arah dengan kecepatan yang sama
(kesetimbangan dinamis)
2. Konsentrasi zat-zat tidak lagi berubah
Reaksi kesetimbangan melibatkan zat-zat yang berbeda untuk reaktan dan produknya.
Kesetimbangan antara dua fasa dari zat yang sama dinamakan kesetimbangan fisis
karena perubahan yang terjadi hanya pada proses fisis. Penguapan air dalam wadah
tetutup pada suhu tertentu, misalnya contoh kesetimbangan fisis. Persamaan reaksi
nya adalah :
H2O (l) H2O (g)
Dimana molekul H2O yang meninggalkan dan kembali ke fasa cair sama banyaknya.
a. Kesetimbangan Dinamis
Pada umumnya suatu reaksi kimia yang berlangsung spontan akan terus berlangsung
sampai dicapai keadaan kesetimbangan. Berbagai hasil percobaan menunjukkan
2
bahwa secara umum dalam suatu reaksi kimia perubahan reaktan menjadi produklah
tidak sempurna, meskipun reaksi dilakukan dalam waktu relatif lama. Pada awal reaksi
berlangsung, reaktan mempunyai laju reaksi tertentu, setelah reaksi berlangsung
konsentrasi akan semakin berkurang sampai akhirnya menjadi konstan. Keadaan
kesetimbangan dinamis akan dicapai apabila dua proses yang berlawanan arah
berlangsung dengan laju reaksi yang sama dan konsentrasi tidak lagi mengalami
perubahan jika tidak ada gangguan dari luar.
Pada gambar 1.1 ditunjukkan contoh kesetimbangan dinamis yaitu penguraian
(disosiasi) gas N2O4, reaksinya :
N2O4 (g) 2NO2 (g)
tak berwarna merah coklat

Gambar 1.1

Gambar 1.1 Ketercapaian reaksi keseimbangan pada tingkat makroskopik dan


molekul. A, ketika percobaan dimulai, campuran reaksi sebagain besar terdiri dari gas
tidak berwarna (N2O4). B, Sebagian N2O4 terurai menjadi NO2 yang berwarna merah
kecoklatan, warna campuran menjadi cokelat pucat. C, ketika kesetimbangan tercapai,
konsentrasi dari NO2 dan N2O4 adalah konstan, dan warna mencapai intensitas akhir.
D, karena reaksi maju dan balik terus berlangsung dengan kecepatan yang sama,
maka konsentrasi (dan warna) tetap konstan.
(Sumber : Silberberg. 2007, Principles Of General Chemistry)

Berdasarkan gambar tersebut apabila sejumlah mol gas N2O4 yang tidak berwarna
dimasukkan ke dalam suatu bejana tertutup, maka dengan segera gas N2O4
terdisosiasi menjadi NO2 yang berwarna merah coklat (coklat muda). Warna akan
semakin tua dengan terus berlangsungnya penguraian N2O4 sampai akhirnya tercapai
kesetimbangan. Setelah itu tidak terlihat lagi perubahan warna. Pada percobaan untuk

3
mencapai keadaan kesetimbangan dapat dimulai dari NO2 murni atau dari campuran
NO2 dan N2O4.
Namun setiap 2 molekul NO2 yang terbentuk dengan mudah bergabung kembali
menjadi molekul N2O4. Pada suatu saat laju reaksi disosiasi N2O4 akan sama dengan
laju reaksi pembentukkan N2O4, maka keadaan ini disebut keadaan kesetimbangan.
Proses di atas dapat ditunjukkan pada gambar 1.2 sebagai berikut.

NO2

Konsentrasi

N2O4

Waktu
Gambar 1.2

Pada keadaan kesetimbangan, jumlah molekul NO2 dan N2O4 tetap. Oleh karena itu
ketika keadaan kesetimbangan tercapai perubahan sifat makroskopis zat tidak terjadi
(perubahan yang dapat diamati atau diukur), akan tetapi reaksi penguraian dan
pembentukkan N2O4 tetap berlangsung secara terus menerus.
Oleh karena itu disebut kesetimbangan dinamis walaupun secara makroskopis tidak
terjadi perubahan, tetapi secara mikroskopis tetap terjadi perubahan terus menerus.
b. Kesetimbangan Homogen dan Kesetimbangan Heterogen
Berdasarkan fasa zatnya reaksi kesetimbangan dikelompokkan menjadi :
1) Kesetimbangan homogen, yaitu kesetimbangan yang komponennya mempunyai
fasa yang sama.
a. Kesetimbangan yang terdiri atas gas-gas
Contoh: 2SO2(g) + O2(g) 2SO3(g)
b. Kesetimbangan yang terdiri atas ion-ion
Contoh: Fe3+(aq) + SCN- (aq) Fe(SCN) 2+ (aq)
c. Kesetimbangan yang terdiri atas zat yang berwujud cair
Contoh : CH3COOH(l) + CH3CH2OH(l) CH3COOCH2CH3 (l) + H2O (l)
4
2) Sistem kesetimbangan heterogen, yaitu kesetimbangan yang komponennya
terdiri atas zat-zat dengan fasa yang berbeda.
a. Kesetimbangan dalam sistem padat gas
Contoh: CaCO3(s) CaO(s) + CO2(g)
b. Kesetimbangan sistem padat larutan
Contoh: BaSO4(s) Ba2+ (aq) + SO42- (aq)
c. Kesetimbangan dalam sistem larutan padat gas
Contoh: Ca(HCO3)2(aq) CaCO3(s) + H2O(l) + CO2(g)

2. Tetapan Kesetimbangan (K)


Hukum Aksi Massa (Guldberg-Waage)
Pada suhu tertentu pada kesetimbangan berlaku perbandingan hasil kali
konsentrasi produk dan reaktan masing-masing dipangkatkan koefisien
reaksinya akan memberikan harga yang konstan (K)
a. Tetapan Kesetimbangan Berdasarkan konsentrasi (Kc)
Konstanta yaitu hasil kali konsentrasi zat-zat hasil reaksi dibagi hasil kali
zat-zat pereaksi, setelah masing-masing konsentrasi dipangkatkan
koefisiennya pada reaksi tersebut. Jadi, pada kesetimbangan
:kesetimbangan berdasarkan konsentrasi dinyatakan dengan notasi Kc,

a P(g) + b Q(g) c R(g) +d S(g),

harga Kc adalah: Kc = [R]c. [S]d


[P]a . [Q]b

Catatan penting mengenai K


1. Jika K>1, hasil yang terbentuk lebih banyak dari pereaksi yang sisa

5
2. Jika K<1, hasil yang terbentuk lebih sedikit dari pereaksi yang sisa

3. Yang dimasukkan ke dalam rumus K hanya konsentrasi zat-zat yang berfase


larutan (aq) dan gas (g) saja
4. Harga K hanya dipengaruhi suhu. Jika selama suhu tetap harga K tetap. Harga
K berubah hanya apabila suhu berubah

Untuk reaksi endoterm: bila suhu dinaikkan, K bertambah besar

Untuk reaksi eksoterm: bila suhu dinaikkan, K lebih kecil

5. Membandingkan harga K beberapa reaksi

Jika reaksi dibalik, K menjadi 1/K

Jika reaksi dikalikan x, K menjadi Kx

Jika reaksi dibagi x, K menjadi x √ K

Jika reaksi-reaksi dijumlahkan, harga-harga K dikalikan

Contoh soal

Jika tetapan kesetimbangan A + B C dan 2A + D C berturut-turut adalah 4 dan 8,


maka tetapan kesetimbangan bagi reaksi C + D 2B

Jawab:
6
-Reaksi A + B C dibalik dan dikali 2 sedangkan reaksi: 2A + D C tetap :

C 2C 2A + 2B sehingga K1 = (1/K)2 = 1/16

2A + D C sehingga K2 = 8 +

C+D 2B K= K1 x K2 = 1/16 x 8 = 1/2

Perhitungan kesetimbangan
Semua masalah dalam perhitungan kesetimbangan (Kc) dapat diselesaikan dengan
melakukan langkah kerja berikut ini:
1. Tulis persamaan reaksi, misalnya : pA + qB rC + sD
2. Buat table :m:
b:
s:
3. Masukkan mol yang diketahui dan ditanya (untuk mol ditanya gunakan variable,
misalkan x)
4. Hitung mol zat yang bereaksi dan yang terbentuk
5. Hitung mol zat yang sisa (saat setimbang)
6. Hitung konsentrasi (M = mol/L) zat-zat pada saat setimbang
7. Masukkan konsentrasi zat-zat pada saat setimbang

Contoh soal
Dalam wadah 5 liter dimasukkan 4 mol SO3 yang kemudian terurai sebagian menurut
reaksi: 2SO3 (g) H2 (g) + O2 (g)
Jika pada saat kesetimbangan tercapai masih ada 1 mol SO3, maka tetapan
kesetimbangannya adalah ….
Jawab:
2SO3 (g) 2SO2 (g) + O2 (g)
m: 4 mol
b: 3 mol 3 mol 1,5 mol -
s: 1 mol 3 mol 1,5 mol

Kc = [SO2]2 . [O2] = (3/5)2 . (1,5/5) = 9/25 . 1,5/5 = 9.0,3 = 2,7


[SO3]3 (1/5)2 1/25

7
Derajat Disosiasi (α)

Derajat disosiasi atau derajat pernguraian adalah perbandingan banyaknya mol zat
terurai dengan mol zat mula-mula.

mol zat terurai (t)


∝=
mol zat semula (m)

Contoh soal

Pada reaksi kesetimbangan 2 HI (g) H2 (g) + I2 (g), 0,1 mol HI dipanaskan sehingga
terbentuk 0,02 mol I2. Derajat disosiasi HI adalah ….

2HI (g) H2 (g) + I2 (g),


m: 0,1 mol
b: 0,04 mol 0,02 mol 0,02 mol -
s: 0,06 mol 0,02 mol 0,02 mol

α = 0,04 / 0,1 = 0,4 atau 40%

b. Tetapan Kesetimbangan Berdasarkan Tekanan (Kp)


Tekanan parsial suatu gas (p) dirumuskan sebagai berikut:

mol gas tersebut


p= x P
mol seluruh ga

Dimana P adalah tekanan total campuran gas-gas

Kp merupakan tetapan kesetimbangan dengan menggunakan data tekanan parsial dari


zat-zat yang terlibat reaksi.
Untuk reaksi: a P(g) + b Q(g) c R(g) + d S(g)

Maka: Kp = (PR)c. (Ps)d


(Pp)a . (Pq)b
Hanya gas (g) yang masuk rumus Kp

8
Hubungan Kp dan Kc
R = 0,082
Kp = Kc (RT)∆n
T = suhu mutlak dalam Kelvin (K)
∆n = ∑ gas kanan - ∑ gas kiri

Kp = Kc, jika ∑ gas kanan sama dengan ∑ gas kiri

Contoh soal
Reaksi setimbang : A (g) + 3B (g) 2C, dalam kesetimbangan terdapat 0,2 mol A, 0,5
mol B dan 0,5 mol C. Bila tekanan total pada kesetimbangan adalah 24 atm, maka
harga Kp adalah ….
PA = mol A x P = 0,2 x 24 atm = 4 atm
mol total 1,2
PB = mol B x P = 0,5 x 24 atm = 10 atm
mol total 1,2
PC = mol C x P = 0,2 x 24 atm = 10 atm
mol total 1,2
Kp = (PC)2 = 102 = 1/40 = 0,025 atm
(PA).(PB)3 4.103

3. Pergeseran Kesetimbangan

Perhatikan orang yang sedang bermain sirkus, bila kita lihat orang yang sedang
berjalan di atas tali, ia selalu mencari posisi badan yang seimbang, bila kita ganggu
apa yang terjadi ? dan ketika berada dalam posisi keseimbangan setiap mendapatkan
gangguan keseimbangan maka ia akan bereaksi agar dicapai keseimbangan lagi.
9
Demikian juga pada reaksi kimia dalam sistem yang tertutup akan dijumpai
keseimbangan kimia antar reaktan dan produk yag terjadi karena laju yang seimbang
antar- reaksi dari arah reaktan ke produk dan sebaliknya. Dan bagaimana bila reaksi
kimia itu mendapat gangguan dari luar apa yang terjadi?

Lembar Kegiatan

Reaksi Reversibel

a. Pendahuluan

Reaksi-reaksi yang dilakukan di laboratorium pada umumnya berlangsung


satu arah. Tetapi ada juga reaksi yang dapat berlangsung dua arah atau
dapat balik. Reaksi searah disebut juga reaksi irreversibel. Reaksi dapat balik
atau dapat berubah lagi menjadi zat-zat semula disebut juga reaksi reversibel.

b. Tujuan

Mengamati suatu reaksi kimia yang berlangsung bolak-balik (Reversibel).

c. Alat dan Bahan

Alat Bahan
1. Neraca 1. Larutan Natrium Iodida (NaI 1 M)
2. Gelas Kimia 50 mL 2 buah 2. Timbal (II) Sulfat padat (PbSO4)
3. Batang pengaduk 3. Larutan Natrium Sulfat (Na2SO4 1 M)
4. Pipet tetes
5. Kaca arloji
6. Gelas ukur 10 mL atau 25 mL

d. Cara Kerja

1) Timbanglah 1 gram PbSO4 dalam kaca arloji dan masukkan ke dalam gelas
kimia. Ukurlah 10 mL larutan NaI 1 M, dengan pipet teteskan ke dalam gelas
kimia dan aduk campuran itu. Perhatikan perubahan warna endapan. Catat
pengamatan anda.
2) Dekantasi larutan dari gelas kimia, kemudian cuci endapan dengan air sebanyak
dua kali.

10
3) Pindahkan separuh endapan ke dalam gelas kimia yang lain. Tambahkan sedikit
demi sedikit larutan Na2SO4 1 M sampai kira-kira 10 mL dan aduk campuran.
Perhatikan perubahan warna endapan dan bandingkan warna dalam kedua
gelas kimia itu. Catat pengamatan anda.

e. Hasil Pengamatan
Zat-zat yang ditambahkan Perubahan yang terjadi
(warna dan lain-lain)
1. Warna PbSO4 mula-mula
2. PbSO4 + NaI
3. Endapan 1 + Na2SO4

f. Pertanyaan
1) Jelaskan hasil pengamatan yang diperoleh dari percobaan tersebut !
2) Tuliskan persamaan reaksi antara :
a) Timbal (II) Sulfat dengan larutan Natrium Yodida.
b) Endapan hasil reaksi di atas dengan larutan natrium sulfat.
3) Bagaimana hubungan antara kedua reaksi itu ?

Asas Le Chatelier

Kesetimbangan kimia menunjukkan kesetaraan antara reaksi maju dan reaksi


balik. Dalam banyak kasus, kesetaraan ini sangat rentan. Perubahan kondisi dapat
mengganggu kesetaraan dan menggeser posisi kesetimbangan sehingga produk yang
diinginkan bisa terbentuk lebih banyak atau berkurang. Apabila sistem telah mencapai
keadaan setimbang maka sistem akan mempertahankan keadaan tersebut.
Bagaimana jika ada pihak luar yang mengganggu?

Seorang ahli kimia prancis, Henry Louis Le Chatelier (1850-1936) berpendapat


sebagai berikut:

Bila terhadap suatu kesetimbangan dilakukan suatu tindakan (aksi), maka


sistem itu akan mengadakan reaksi dengan menggeser kesetimbangan untuk
mengurangi aksi tersebut.

11
Pendapat tersebut dikenal dengan azas Le Chatelier. Aksi-aksi yang dimaksud
Chatelier adalah melakukan tindakan dengan mengubah konsentrasi, suhu, tekanan,
dan volume sistem. Selanjutnya, keempat faktor itu disebut faktor yang mempengaruhi
kesetimbangan reaksi yang akan diuraikan sebagai berikut.

A. Pengaruh Konsentrasi

Lembar Kegiatan Praktikum

Pengaruh Konsentrasi dan Perubahan Volume Terhadap Kesetimbangan

1. Tujuan
Mengamati pengaruh perubahan konsentrasi ion Fe3+ dan ion SCN- serta
perubahan volume pada reaksi kesetimbangan :
Fe3+ (aq) + SCN- (aq) ⇌ FeSCN2+ (aq)
2. Alat dan Bahan
- Gelas kimia
- Tabung reaksi
- Rak tabung reaksi
- Pipet tetes
- Aquadest
- Kristal Na2HPO4
- Larutan FeCl3 1 M
- Larutan KSCN 1 M

3. Cara Kerja
a. Masukan aquadest sebanyak 25 mL ke dalam gelas kimia
b. Tambahkan ke dalam gelas kimia berisi aquades tersebut 5 tetes larutan FeCl3
1 M dan 5 tetes larutan KSCN 1 M
c. Campuran di poin b dibagi sama banyak ke dalam 5 tabung reaksi, dimana
tabung reaksi 1 digunakan sebagai pembanding
d. Tambahkan 1 tetes larutan KSCN ke dalam tabung reaksi 2, 1 tetes larutan
FeCl3 ke dalam tabung reaksi 3, 1 butir Na2HPO4 ke dalam tabung reaksi 4 dan
5 mL aquades ke dalam tabung reaksi 5
e. Amati kelima tabung reaksi tersebut dengan membandingkan warna dari
tabung reaksi 2, 3, 4, 5 terhadap tabung reaksi 1
f. Catat hasil pengamatan Anda dalam tabel pengamatan

12
4. Tabel Pengamatan
No Perlakuan Arti Perlakuan Warna dibandingkan
Tabung tabung reaksi 1
1 Pembanding
2 Ditambah FeCl3
3 Ditambah KSCN
4 Ditambah Na2HPO4
5 Ditambah air

5. Pertanyaan
a. Apakah fungsi Na2HPO4 pada tabung reaksi 4?
b. Bagaimana pengaruh perubahan konsentrasi pereaksi terhadap sistem dalam
kesetimbangan?
1) Jika ditambah Fe3+
2) Jika ditambah SCN-
3) Jika ditambah Na2HPO4
c. Bagaimana pengaruh perubahan volume terhadap sistem dalam
kesetimbangan?

Bagaimana konsentrasi dapat mempengaruhi kesetimbangan? Sesuai dengan


Azas Le Chatelier (reaksi = - aksi), jika konsentrasi salah satu komponen diperbesar,
maka sistem akan mengurangi komponen tersebut. Sebaliknya jika konsentrasi salah
satu komponen diperkecil, maka reaksi sistem adalah menambah komponen tersebut.

Jika konsentrasi salah satu pereaksi diperbesar, maka kesetimbangan akan


bergeser ke arah kanan (hasil reaksi). Sebaliknya jika konsentrasi salah satu hasil
reaksi diperbesar maka kesetimbangan akan bergeser ke arah kiri (pereaksi).

Jika konsentrasi salah satu pereaksi diperkecil, maka kesetimbangan akan


bergeser ke arah kiri (pereaksi). Sebaliknya jika konsentrasi salah satu hasil reaksi
diperkecil, maka kesetimbangan akan bergeser ke arah kanan (hasil reaksi).

Contoh :

Pada sistem kesetimbangan yang terdapat pada kegiatan di atas:

13
Fe3+(aq) + SCN-(aq) ⇌ FeSCN2+(aq)

(kuning) (tak berwarna) (merah)

Jika ke dalam sistem ditambahkan ion Fe3+ (konsentrasi Fe3+ diperbesar), maka
kesetimbangan akan bergeser ke kanan, berakibat konsentrasi SCN- berkurang dan
konsentrasi FeSCN2+ bertambah (ditandai warna merah lebih tua)

Jika ke dalam sistem ion Fe3+ dikurangi (dengan menambahkan ion HPO42-
yang berfungsi mengikat ion Fe3+), maka kesetimbangan akan bergeser ke kiri, yang
berakibat konsentrasi FeSCN2+ berkurang (ditandai dengan warna merah lebih muda).

B. Pengaruh Volume

Sesuai dengan azas Le Chatelier, yaitu jika ada usaha untuk mengubah volume
sistem, maka akan ada reaksi ke arah jumlah mol zat yang lebih besar atau jumlah
mol yang lebih kecil. Usaha untuk menaikkan volume sistem sama dengan
memperkecil konsentrasi zat secara menyeluruh. Hal ini mengakibatkan
kesetimbangan bergeser ke jumlah mol terbesar. Sebaliknya jika ada usaha untuk
menurunkan volume sistem, hal itu sama dengan memperbesar konsentrasi zat
secara menyeluruh yang mengakibatkan kesetimbangan bergeser ke jumlah mol
terkecil.

Jika volume diperbesar, maka kesetimbangan akan bergeser ke arah reaksi yang
jumlah mol nya (koefisien) lebih besar.

Jika volume diperkecil, maka kesetimbangan akan bergeser ke arah reaksi yang
jumlah mol nya (koefisien) lebih kecil.

Jika jumlah koefisien di ruas kiri dan kanan sama, maka penambahan atau
pengurangan volume tidak akan menggeser kesetimbangan.

Contoh :
Pada sistem kesetimbangan kegiatan di atas, jika ke dalam sistem ditambahkan air
(volume diperbesar), maka warna larutan menjadi lebih muda.

Fe3+(aq) + SCN-(aq) ⇌ FeSCN2+(aq)

(kuning) (tak berwarna) (merah)

14
Berdasarkan reaksi kesetimbangan tersebut, dengan penambahan air reaksi
kesetimbangan bergeser ke arah kiri (koefisien pereaksi lebih besar daripada koefisien
hasil reaksi)

C. Pengaruh Tekanan

Penambahan tekanan dengan cara memperkecil volume akan memperbesar


konsentrasi semua komponen. Sesuai azas Le Chatelier, maka sistem akan bereaksi
dengan mengurangi tekanan. Tekanan gas bergantung pada jumlah molekul dan tidak
bergantung pada jenis gas.

Jika tekanan diperbesar, maka kesetimbangan akan bergeser ke arah reaksi yang
jumlah mol nya (koefisien) lebih kecil.

Jika tekanan diperkecil, maka kesetimbangan akan bergeser ke arah reaksi yang
jumlah mol nya (koefisien) lebih besar.

Jika jumlah koefisien di ruas kiri dan kanan sama, maka penambahan atau
pengurangan volume tidak akan menggeser kesetimbangan.

15
Contoh :

Pada sistem kesetimbangan:

H2O(g) + C(s) ⇌ CO(g) + H2(g)

Jika tekanan diperbesar, maka kesetimbangan akan bergeser ke keri karena untuk
kesetimbangan heterogen, koefisien zat padat tidak berpengaruh terhadap tetapan
kesetimbangan. Jadi koefisien pereaksi lebih kecil daripada koefisien hasil reaksi.

D. Pengaruh Suhu

Lembar Kegiatan Praktikum

Pengaruh Suhu Terhadap Kesetimbangan

1. Tujuan
Mengetahui pengaruh perubahan suhu terhadap pergeseran kesetimbangan

2. Alat dan Bahan


- 3 buah gelas kimia 500 mL
- 4 buah tabung reaksi dan tutup tabung reaksi berlubang
- Pipa bengkok
- Alat pemanas
- Kristal Pb(NO3)2
3. Cara Kerja
Untuk mempermudah memahami pengaruh suhu terhadap kesetimbangan
perhatikan persamaan reaksi berikut:
2NO2(g) N2O4(g) ∆H = -59,2 KJ
Coklat tak berwarna
a. Buatlah gas NO2 dengan cara memasukkan kristal Pb(NO3)2 pada tabung
reaksi, lalu tutuplah tabung dengan karet berlubang yang telah dipasang pipa
bengkok. Pasang alat dengan menggunakan statif dan klem.
b. Panaskan tabung reaksi Pb(NO3)2 tersebut sampai terbentuk gas berwarna
coklat.
c. Bila tabung penampung gas sudah penuh dengan gas, gantilah dengan tabung
lain sehingga 3 buah tabung terisi gas semuanya. (pembuatan gas NO2
sebaiknya dilakukan oleh guru)
d. Berilah perlakuan pada 3 tabung berisi gas sebagai berikut:
16
1) Tabung reaksi 1 dimasukkan ke dalam gelas kimia berisi air sebagai
pembanding
2) Tabung reaksi 3 dimasukkan ke dalam gelas kimia berisi es
3) Tabung reaksi 2 dimasukkan ke dalam gelas kimia berisi air mendidih
e. Amati ketiga tabung reaksi tersebut dan bandingkan warnanya dengan tabung
reaksi 1.

4. Tabel Pengamatan
Isilah tabel berikut berdasarkan hasil pengamatan Anda.
Tabung reaksi Suhu (oC) Hasil Pengamatan
1 25
2 0
3 100

5. Pertanyaan
a. Apa warna gas NO2 pada suhu 25oC (suhu kamar)
b. Bagaimana warna gas jika suhunya diturunkan?
c. Bagaimana warna gas jika suhunya dinaikkan?

Sesuai Azas Le Chatelier, jika suhu sistem dinaikkan, maka reaksi sistem
adalah menurunkan suhu, kesetimbangan akan bergeser ke pihak reaksi yang
menyerap kalor (reaksi endoterm). Sebaliknya jika suhu diturunkan, maka sistem
kesetimbangan akan bergeser ke pihak reaksi eksoterm.

Perubahan konsentrasi, tekanan atau volume dapat mengubah posisi


kesetimbangan, tetapi tidak mengubah nilai konstanta kesetimbangan. Hanya
perubahan suhu yang dapat mengubah konstanta kesetimbangan. Pada reaksi
kesetimbangan, terdapat reaksi endotermik (menyerap kalor) dan reaksi eksotermik
(melepas kalor). Jadi peningkatan suhu menghasilkan reaksi endotermik dan
penurunan suhu menghasilkan reaksi eksotermik. Perubahan konsentrasi, tekanan
atau volume akan menyebabkan pergeseran reaksi tetapi tidak akan merubah nilai
tetapan kesetimbangan. Hanya perubahan temperatur yang dapat menyebabkan
perubahan tetapan kesetimbangan.

Jika suhu sistem dinaikkan, maka kesetimbangan akan bergeser ke arah reaksi
yang menyerap kalor (reaksi endoterm).

Jika suhu sistem diturunkan, maka kesetimbangan akan bergeser ke arah reaksi
yang melepaskan kalor (reaksi eksoterm). 17
Contoh:

Untuk memperbanyak hasil reaksi pada sistem kesetimbangan:

2SO2(g) + O2(g) 2SO3(g)

Maka sistem harus digeser ke kanan (ke arah SO3). Reaksi ke kanan mempunyai ∆H
negatif, berarti suhu sistem harus diturunkan.

E. Pengaruh Katalis

Katalis meningkatkan laju terjadinya reaksi. Katalis mempengaruhi laju reaksi


maju sama besar dengan reaksi balik. Jadi, keberadaan katalis tidak mengubah
konstanta kesetimbangan, dan tidak mengeser posisi sistem kesetimbangan.
Penambahan katalis pada campuran reaksi yang tidak berada pada kesetimbangan
akan mempercepat laju reaksi maju dan reaksi balik sehingga campuran
kesetimbangan tercapai lebih cepat. Campuran kesetimbangan yang sama dapat
diperoleh tanpa katalis, tetapi kita mungkin harus menunggu lama agar
kesetimbangan terjadi. Pengaruh katalis terhadap kesetimbangan kimia ditunjukkan
pada gambar berikut.

Katalis menurunkan energi aktivasi untuk reaksi maju dan reaksi balik

Katalis mempengaruhi laju reaksi ke kanan maupun kekiri dan pengaruhnya


sama. Keadaan setimbang tidak berubah (tidak dipengaruhi katalis), tetapi hanya
mempercepat tercapainya kesetimbangan.

18
KESETIMBANGAN KIMIA DALAM INDUSTRI

Banyak proses kimia dalam industri merupakan reaksi kesetimbangan. Masalah


yang dihadapi oleh suatu industri adalah bagaimana memperoleh yang berkualitas
tinggi dalam jumlah yang banyak dengan menggunakan proses yang efisien dan
efektif. Untuk memecahkan masalah tersebut, pengetahuan tentang kesetimbangan
kimia sangat dibutuhkan oleh beberapa industri kimia, misalnya industri pembuatan
amoniak dan asam sulfat.

1. Pembuatan Amoniak (NH3)

Amoniak (NH3) merupakan senyawa nitrogen yang sangat penting, baik


sebagai bahan dasar pembuatan pupuk maupun sebagai pelarut yang baik untuk
berbagai senyawa ionik dan senyawa polar. Amoniak dibuat berdasarkan reaksi
berikut : N2(g) + 3H2(g) ⇌ NH3 ∆H=-92,4 kJ

Proses itu ditemukan pertama kali oleh Fritz Haber (1868-1934) yang
berkebangsaaan Jerman. Proses itu dikembangkan lebih lanjut oleh Carl Bosch
(18740-1940). Oleh karena itu pembuatan amoniak dari reaksi antara gas H2 dan N2
dikenal dengan proses Haber-Bosch.

Berdasarkan azas Le Chatelier, untuk mendapatkan NH3 yang besar, pada


reaksi itu harus digunakan temperatur yang rendah dan tekanan yang tinggi. Dengan
demikian, kesetimbangan akan bergeser ke arah NH3. Akan tetapi, reaksi tersebut
berlangsung sangat lambat pada suhu rendah, bahkan pada suhu 5000C sekalipun.
Dipihak lain, karena reaksi ke kanan eksoterm, penambahan suhu akan mengurangi
rendemen.

Proses Haber Bosch semula dilangsungkan pada suhu sekitar 5000C dan
tekanan sekitar 150-350 atm dengan katalisator, yaitu serbuk besi dicampur dengan
Al2O3, MgO, CaO, dan K2O. Dewasa ini, seiring dengan kemajuan teknologi,
digunakan tekanan yang jauh lebih besar, bahkan mencapai 700 atm. Untuk
mengurangi reaksi balik, maka amonia yang terbentuk segera.

Produksi amoniak terutama digunakan untuk pembuatan amonium sulfat, urea,


asam nitrat, dan senyawa-senyawa nitrogen lainnya. Skema pembuatan amoniak
dapat dilihat pada gambar berikut.

19
Proses Pembuatan Amonia

2. Pembuatan Asam Sulfat (H2SO4)

Asam sulfat secara besar-besaran dapat dihasilkan dengan proses kontak.


Pada pembuatan asam sulfat menurut proses kontak, bahan yag dipakai adalah
belerang murni yang dibakar di udara, dengan reaksi berikut: S(s) + O2(g) → SO2(g).

SO2 yang terbentuk dioksidasi di udara dengan memakai katalisator. Reaksinya


merupakan reaksi kesetimbangan. 2SO2(s) + O2(g) ⇌ 2SO3(g). Seperti pada
pembuatan NH3 untuk mendapatkan hasil SO3 dalam jumlah besar, pembuatannya
harus dilakukan pada temperatur rendah dan tekanan tinggi, agar kesetimbangan
bergeser ke arah SO3. Akan tetapi reaksi tidak dapat berlangsung pada temperatur
rendah. Reaksi baru dapat berlangsung pada temperatur 4000C.

Dengan menggunakan katalis vanadium pentaoksida (V2O5), reaksi


berlangsung dengan baik, yaitu 98% sempurna dan tidak memerlukan tekanan tinggi.
Belerang trioksida (SO3) dicampur dengan asam sulfat pada (H2SO4) sehingga
diadsorbsi oleh asam tersebut membentuk asam pirosulfat (H2S2O7) yang disebut juga
dengan nama oleum, dengan reaksi sebagai berikut:
20
SO3(g) + H2SO4 pekat ⇌ H2S2O7(l)

Asam Pirosulfat itu diubah menjadi asam sulfat dengan menambahkan air,
dengan reaksi berikut. H2S2O7(l) + H2O(l) ⇌ 2H2SO4(l). Asam yang dihasilkan dari
proses itu adalah 100%. Penggunaan asam sulfat antara lain sebagai berikut:

1. Pada pembuatan pupuk amonium sulfat (ZA) dan asam fosfat (H3PO4)
2. Pada proses pemurnian minyak tanah.
3. Pada industri baja, untuk menghilangkan karat besi sebelum baja dilapisi dengan
timah atau seng.
4. Pada pembuatan zat warna

Latihan/Kasus/Tugas
1. Suatu system kesetimbangan bersifat dinamis artinya ….
a. Perubahan berlangsung terus menerus dan dapat diamati
b. Reaksi berlangsung ke kanan dan ke kiri dan dapat diamati
c. Reaksi berlangsung ke kanan dan ke kiri dan tidak dapat diamati
d. Perubahan berlangsung terus berhenti sehingga tidak teramati
e. Perubahannya terhenti dan dapat diamati
2. Perhatikan reaksi kesetimbangan berikut:
1. La2(C2O4) (s) La2O3 (s) + 3CO (g) + 3CO2 (g)
2. 2NO2 (g) N2O4 (g)
3. CaO (s) + CO2(g) CaCO3 (s)
4. N2 (g) + 3H2 (g) 2NH3 (g)
Yang termasuk reaksi kesetimbangan heterogen adalah ….
a. 1 dan 2 c. 2 dan 4 e. 3 dan 4
b. 2 dan 3 d. 1 dan 3
3. Jika tetapan kesetimbangan untuk reaksi 2X + 2Y 4Z adalah 0,04 maka
tetapan kesetimbangan untuk reaksi 2Z X + Y adalah ….
a. 0,2 b. 0,5 c. 4 d. 5 e. 25
4. Pada reaksi N2O4 (g) 2NO2 (g) jumlah mol N2O4 pada kesetimbangan sama
dengan jumlah mol NO2. Derajat disosiasi N2O4 adalah ….
a. ¼ b. 1/3 c. ½ d. ¾ e. 2/3
5. Pada suhu T didalam ruang terjadi reaksi dapat balik sebagai berikut:

21
N2 (g) + 3H2 (g) 2NH3 (g). Jika pada keadaan setimbang terdapat 1 mol N2, 2
mol H2 dan 1 mol NH3 serta tekanan total gas adalah 10 atm, maka harga Kp
reaksi tersebut adalah ….
a. ½ b. 1/5 c. 1/9 d. 1/20 e. 1/50
6. Reaksi setimbang:
Fe3+ (aq) + SCN- (aq) FeSCN2+ (aq)
Jika ditambah 1 tetes larutan jenuh KSCN, maka:
a. Jumlah ion SCN- akan bertambah
b. Jumlah ion Fe3+ akan berkurang
c. Jumlah ion FeSCN2+ akan bertambah
d. Jumlah ion FeSCN2+ akan berkurang
e. Jumlah ketiga ion tetap
7. Reaksi CaCO3 (s) CaO (s) + CO2 (g)
Jika tekanan diperbesar maka ….
a. CO2 bertambah
b. CaCO3 bertambah
c. CaO dan CO2 bertambah
d. CaCO3 dan CO2 berkurang
e. Tidak mempengaruhi pergeseran kesetimbangan
8. Perhatikan data reaksi kesetimbangan berikut:
1. N2 (g) + 3H2 (g) 2NH3 (g) ∆H = -92 KJ
2. N2O4 (g) 2NO2 (g) ∆H = +54,2 KJ
3. 2SO3 (g) 2SO2 (g) + O2(g) ∆H = +380 KJ
4. 2SO2 (g) + O2 (g) 2SO3 (g) ∆H = -190 KJ
Pasangan reaksi kesetimbangan yang menghasilkan produk lebih banyak jika
suhu dinaikkan adalah ….
a. 1 dan 2 c. 1 dan 2 e. 2 dan 3
b. 1 dan 4 d. 3 dan 4
9. Reaksi pada pembuatan H2SO4 dalam industry:
2SO2 (g) + O2 (g) 2SO3 (g) ∆H = -188,2 KJ
Agar kesetimbangan bergeser kea rah pembentukan SO3, tindakan yang
dilakukan adalah ….
a. Menggunakan katalis fan menurunkan suhu
b. Menaikkan tekanan dan menurunkan suhu
c. Memperbesar volume dan menaikkan suhu

22
d. Menaikkan suhu dan tekanan reaksi
e. Menurunkan tekanan dan menambah suhu

Daftar Pustaka

- James F, Brady. 2009. Kimia Universitas Azas dan Struktur Jilid 2. Alih Bahasa
dra. Sukramiah dkk. Tanggerang: Bina Rupa Aksara.
- Chang, Raymond. 2004. Kimia Dasar Konsep-Konsep Inti Jilid 2 Edisi ke-3.
Jakarta: Erlangga.
- Purba, Michael. 2006. Kimia Untuk SMA Kelas XI. Jakarta: Erlangga.
- Sudarno, Unggul. 2014. Kimia Unsur SMA/MA Kelas XI Kelompok Peminatan
Matematikadan Ilmu Alam. Jakarta: Erlangga
- Operation, Ganesha. 2013. Konsep Dasar dan The King SMA Kelas XI.
Bandung: Ganesha Operation.
- Sri Rahayu, Yayu. 2016. Modul Guru Pembelajar Mata Pelajaran Kimia SMA
Kelompok Kompetensi E. Jakarta: P4TK IPA

23

Anda mungkin juga menyukai