Anda di halaman 1dari 4

5.

Cara melakukan teknik relaksasi otot progresif Menurut Setyoadi & Kushariyadi (2011),
ada 14 macam gerakan yang dilakukan dalam teknik relaksasi otot progresifantara lain :

a. Gerakan pertama yaitu gerakan untuk melatih otot tangan dengan pasien diminta untuk
menggenggam tangan sambil menggepalkan tangan. Pasien diminta untuk merasakan
ketegangan dan pada saat kepalan dilepasakan pasien diminta untuk merasakan rileks.
Gerakan ini dilakukan pada tangan kiri dan kanan masing-masing dua kali gerakan.

b. Gerakan kedua yaitu gerakan untuk melatih otot tangan pada bagian belakang. Pasien
diminta untuk menekuk kedua lengan ke belakang yaitu pada pergelangan tangan dan jari jari
menghadap ke langit-langit dan pasien diminta untuk merasakan sensasi ketegangan pada
tangan bagian belakang dan lengan bawah lalu pasien diminta untuk merasakan rileks pada
tangan bagian belakang dan lengan bawah.

c. Gerakan ketiga yaitu untuk melatih otot-otot biseps yaitu pasien diminta untuk
menggepalkan tangan kanan dan kiri untuk membawa kedua kepalan tangan tersebut ke
pundak dan merasakan ketegangan pada otot-otot bisep lalu pasien diminta untuk merasakan
rileks pada otot-otot bisep

d. Gerakan keempat yaitu gerakan untuk melatih otot-otot bahu, punggung bagian atas dan
leher, sehingga dapat mengendurkan ketegangan pada otot-otot tersebut. Pasien diminta
untuk mengangkat kedua bahu setinggi tingginya seakan-akan menyentuh kedua telinga dan
pasien diminta untuk merasakan ketegangan lalu merasakan rileks pada otot-otot bahu

e. Gerakan kelima yaitu gerakan untuk melemaskan otot-otot pada wajah yaitu pada otot
dahi. Pasien diminta untuk mengerutkan dahi dan alis sampai otot-ototnya terasa tegang dan
sampai kulitnya mengkerut lalu pasien diminta untuk merasakan rileks pada otot-otot dahi
dan alis.

f. Gerakan keenam yaitu gerakan untuk mengendurkan otot-otot pada mata. Pasien diminta
untuk mcnutup kcras-kcras kcdua mata sampai merasakan ketegangan di sekitar mata lalu
pasien diminta untuk merasakan rileks pada otot-otot mata.

g. Gerakan ketujuh yaitu gerakan untuk mengendurkan ketegangan yang terjadi pada otot-
otot rahang. Pasien diminta untuk mengatupkan rahang diikuti dengan menggigit gigi-gigi
sampai merasakan ketegangan di sekitar otot-otot rahang lalu pasien diminta untuk
merasakan rileks pada otot-otot rahang.

H. Gerakan kedelapan yaitu gerakan untuk mengendurkan otut-otot di sekitar mulut. Pasien
diminta untuk memonyongkan bibir dengan sekuat-kuatnya sampai merasakan ketegangan di
sekitar otot-otot bibir lalu pasien diminta untuk merasakan rileks pada otot-otot bibir.

i. Gerakan kesembilan yaitu gerakan untuk merilekskan otot-otot leher bagian belakang.
Pasien diminta untuk meletakkan kepala seperti posisi tidur dan menekankan kepala pada
permukaan bantalan sampai merasakan ketegangan di bagian belakang leher dan punggung
bagian atas lalu pasien diminta untuk merasakan rileks pada bagian belakang leher dan
punggung bagian atas

J. Gerakan kesepuluh yaitu gerakan untuk melatih otot leher pada bagian depan. Pasien
diminta untuk meletakkan kepala seperti posisi tidur dan diminta untuk membawa kepala ke
muka dan membenamkan dagu ke dada pasien sampai merasakan keuangan di daerah leher
bagian depan lalu pasien diminta untuk merasakan rileks pada daerah |eher bagian depan

K.Gerakan kesebelas yaitu gerakan untuk melatih otot-otot punggung. Pasien diminta untuk
posisi duduk lalu pasien diminta untuk melekukkan punggung dan membusungkan dada
sampai merasakan ketegangan otot-otot punggung lalu pasien dapat merasakan rileks pada
otot-otot punggung

l. Gerakan keduabelas yaitu gerakan untuk melemaskan otot-otot dada. Pasien diminta untuk
menarik nafas panjang untuk mengisi udara di paru paru kemudian menahan nafas dalam
beberapa saat sambil merasakan ketegangan di bagian dada lalu pasien diminta untuk
membuang nafas perlahan ke dalam perut

m. Gerakan ketigabelas yaitu gerakan untuk melatih otot-otot perut. Pasien diminta untuk
menarik kuat kuat perut ke dalam kemudian menahannya sampai perut menjadi kencang dan
tegang Ialu melepaskan dan merasakan rileks

n. Gerakan keempat belas yaitu gerakan untuk melatih otot-otot kaki yaitu pada otot paha.
Pasien diminta untuk meluruskan kedua kaki kemudian menegangkan kaki sehingga otot
paha menjadi tegang dan dilanjutkan dengan mengunci lutut kemudian menahannya lalu
pasien diminta untuk melepaskan dan merasakan rileks
6. F isiologi Teknik relaksasi otot progresif

Teknik relaksasi ini berhubungan dengan sistem kerja saraf manusia yaitu sistem saraf pusat
dan sistem saraf otonom ( saraf simpatis dan saraf parasimpatis ). Peningkatan aktivitas saraf
simpatis dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah secara intermitten tidak menentu.
Teknik relaksasi otot progresif ini dapat menyebabkan relaksasi dengan meningkatkan
aktivitas saraf parasimpalis dan menurunkan aktivitas saraf simpatis sehingga dapat terjadi
vasodilatasi diameter arteriol. Saraf parasimpatis melepaskan neurotransmiter asetikolin yaitu
untuk menghambat aktivitas saraf simpatis dengan menurunkan kontraktilitas omijimtung,
vawdiiamsi arterial dan vena sehingga dapat menurunkan tekanan darah (Muataqim,2009). ,