Anda di halaman 1dari 5

A.

Konsep pemograman berorientasi objek


1. Enkapsulasi
Suatu cara untuk menyembunyikan / implementasi detail dari suatu class
Contoh :
Clas mobil
Pengguna hanya memindah – mindahkan tongkat transmisi untuk mendapatkan percepatan yang
diinginkan sedangkan pengguna tidak mengetahui cara bagaimana mobil mengatur percepatan,
dan bagaimana yang dilakukan pada mesin untuk dapat mengatur percepatan mobil karena telah
disembunyi melalui konsep enkapsulasi
2. Pewarisan
Cara membuat class baru dengan menggunakan kembali class yang sudah didefinisikan
sebelumnya dengan menambah atribut yang belum ada pada clas yang sudah didefinisikan
Contoh
Kucing,anjing dan monyet merupakan pewarisan dari mamalia dan mamalia merupakan
pewarisan dari binatang.
Karakteristik yang ada pada kucing,anjig dan monyet tidak boleh terdefinisi pada karakteristik
mamalia begitupun karakteristik mamalia tidak boleh terdefini pada karakteristik binatang
karena karakteristik yang ada pada binatang secara otomatis akan diwariskan pada mamalia dan
karakteristik yang ada pada binatang dan mamalia secara otomatis akan diturunkan kepada
kucing, anjing dan monyet.
3. Polymorphism
digunakannya suatu interface yang sama untuk memerintah suatu objek agar melakukan suatu
aksi atau tindakan melalui proses yang berbeda namun memiliki tujuan yang sama
contohnya adalah mengendarai mobil
setiap mobil yang memiliki tipe dan merk yang berbeda pasti memiliki interface kemudi yang
sama seperti stir, kemudi,pedal gas dan rem. Interface tersebut digunakan untuk mengendarai
mobil namun cara kerja dari masing – masing interface tersebut untuk mengendarai mobil pada
setiap type mobil berbeda

B. Pewarisan
Pewarisan dibuat untuk melakukan class baru (subclass) yang diturunkan dari supercalss
Contoh
class A {
int x;
int y;
void TampilkanNilaixy()
{ System.out.println(“nilai x: “ + x + “, y : “ + y);
}
}
class B extend A { Konsep pewarisan
int z;
void TampilkanJumlah()
{
//subclass dapat mengakses member dari superclass
System.out.println(“Jumlah : “ + (x+y+z);
}
}
class DemoInheritance {
public static void main(String[] args) {
A superOb = new A();
B subOb = new B();
System.out.println(“SuperClass”); //member superclass dapat diakses dari subclassnya
subOb.x = 5;
subOb.y = 4;
subOb.TampilkanNilaixy(); //member tambahan yang hanya ada pada subclass subOb.z =
5;
subOb.TampilkanJumlah();
}

C. Interface
interface mirip dengan class biasa, namun property yang dimilikinya bersifat final, dan hanya
memiliki deklarasi method tanpa memiliki implementasi, mirip seperti method abstrak.
Untuk mengimplementasikan suatu interface, suatu class harus mengimplementasi semua
method yang telah ditentukan oleh interface tersebut. Namun, detil cara implementasinya
ditentukan sendiri oleh class yang bersangkutan
a. Pendeklarasian interface
Secara umum bentuk deklarasi interface adalah sebagai berikut:
Access-specifier interface NamaInterface {
Access-specifier tipe-data namaVariabel1 = value1;
.
.
.
Access-specifier tipe-data namaVariabelN = valueN;
Access-specifier tipe-data namaMethod1 (parameter);
.
.
.
Access-specifier tipe-data namaMethod1 (parameter);
}
Aturan pendeklarasian interface
1. Access specifier yang dapat digunakan hanya public atau tidak ada sama sekali. Jika tidak
ada acces specifier, maka interface tersebut hanya dapat digunakan dalam package yang
sama, dimana ia dideklarasikan.
2. Semua property yang dideklarasikan didalam interface secara otomatis akan dianggap
sebagai static final (sekalipun kita tidak menuliskannya).Oleh karena itu, pada saat
pendeklarasian harus langsung memberinya nilai.
3. Semua method yang dideklarasikan, sama seperti class abstrak, tidak memiliki
implementasi. Bedanya dengan class abstrak adalah kita tidak perlu lagi menggunakan
keyword abstract pada waktu pendeklarasian method di dalam interface.
4. Sama seperti class abstract, tidak dapat dibuat instance dari interface secara langsung
menggunakan perintah new

Contoh pendeklarasian interface:

interface Buku {

b. Penggunaan Interface
Interface digunakan dengan cara mengimplementasikannya ke suatu class menggunakan
keyword implements. Bentuk umum pemakaiannya sebagai berikut:
Access-specifier class NamaClass implements
NamaInterface1 ,..., NamaInterfaceN { //class implementation
}
Beberapa aturan yang harus diperhatikan pada saat pengimplementasian interface:
1. Anda dapat mengimplementasikan lebih dari satu interface dalam sebuah class dengan
memisahkan nama dari setiap interface dengan tanda koma.
2. Dapat terjadi lebih dari satu interface yang diimplementasikan dalam suatu class,
memiliki method yang sama, dalam hal ini semua akses dari interface manapun akan
menggunakan implementasi dari method yang sama pula.
3. Semua method yang diimplementasikan harus dideklarasikan sebagai public
4. Jika tidak semua dari method yang dideklarasikan didalam interface
dimplementasikan oleh class implementasinya, maka class tersebut harus
dideklarasikan sebagai abstrak menggunakan keyword abstract.
5. Contoh penggunaan interface dalam program:
interface infrared {
void kirimDataInfrared(string data);
}
interface bluetooth {
void kirimDataBluetooth(string data);
}
//contoh deklarasi class yang mengimplementasikan
//interface infrared dan bluetooth
class HandPhone implements Infrared, Bluetooth {
public void kirimDataInfrared(string data {
//implementasi
}

public void kirimDataBluetooth(string data {

//implementasi

//method internal milik class ini sendiri

public void diaNomor(string no) {

//implementasi

/* class berikut ini harus dideklarasikan abstract karena tidak membuat implementasi
dari method yang ada pada nterface bluetooth*/

abstract class PDA implements Bluetooth {

//tidak ada impelemntasi method dari dari interface

//bluetooth

}
Instalasi netbean
Sebelum memulai pemrograman Java, kita harus menginstal Java Development Kit (JDK) yang disediakan
secara gratis oleh Sun Microsystem. Java Development Kit tersedia dan dapat didownload pada situs Java
Sun Microsystem, yaitu: http://java.sun.com. Java 1.6 untuk berbagai platform tersedia pada situs
tersebut.

Untuk menginstal software Java dapat dilakukan dengan menjalankan file yang mengekstrak sendiri.
Terdapat dua pilihan cara, yaitu:
1. Menjalankan installer dari perintah MS DOS, dan
2. Melakukan double-click ikon jdk-6u11-windows-i586-p.exe

Installer yang mengekstrak file JDK akan membuat direktori yang diperlukan, dan sekaligus menyalin file-
file ke dalam direktori tersebut. Installshield Wizard memberikan tampilan bahwa Java siap diinstalasi.

Setting Variabel Path


Pada saat program MS DOS dieksekusi, secara otomatis mencari direktori yang ada untuk file target. Jika
program atau file batch tidak tersedia dalam direktori yang ada, maka akan mencari semua drive dan
direktori lainnya dalam variable path system. Dalam pengembangan Java, tidak diperlukan variable path
jika semua software yang diperlukan terdapat dalam direktori yang ada. Namun akan lebih mudah apabila
dilakukan setting variable path agar sistem secara otomatis mencari file yang diperlukan. Dalam hal ini,
path adalah drive dan direktori dimana java.exe, javac.exe, dan aplikasi pengembangan lain ditempatkan.

Apabila tidak dipilih direktori default, maka path adalah direktori yang dipilih pada saat instalasi.
Perintah path sistem DOS biasanya terdapat dalam file autoexec.bat, yang dieksekusi selama sistem
startup. Alternatif lain adalah, path dapat dimasukkan dari baris perintah MS DOS dengan sintaks sebagai
berikut:

PATH=[drive:][path];[drive:][path]…]

Apabila digunakan sistem operasi windows dengan JDK versi 1.5 atau yang lebih baru, maka setting
variabel path tidak diperlukan lagi. Untuk pelaksanaan praktikum Pemrograman Berorientasi Objek
nanti, digunakan JDK versi 1,6 sehingga proses instalasi tidak akan dilakukan. Namun apabila digunakan
versi lama, maka diperlukan langkah-langkah setting sebagai berikut:

1. Klik kanan pada “My Computer” lalu klik properties. Kemudian klik “Advanced” lalu klik “Environment
Variables”
2. Pada System Variables, pilih ”path” lalu klik edit
3. Pada “variable value” tambahkan path dimana direktori bin nya Java diletakkan. Lalu klik OK
Bila JDK yang digunakan adalah versi 1.5 atau yang terbaru, maka setting variabel path tidak diperlukan.

NetBeans IDE 6.9


Pada praktikum Pemrograman Berorientasi Objek ini akan digunakan NetBeans sebagai editor
pemrograman. Berikut langkah-langkah penggunaan NetBeans.

1. Setelah masuk ke NetBeans maka akan terlihat tampilan seperti berikut

Gambar Tampilan awal NetBeans IDE 6.9.


2. Untuk memulai membuat project baru, pilih file – New Project.
3. Kemudian pada saat bagian choose project Categoty pilih java, dan pada bagian Projects pilih Java
Application Selanjutnya klik next untuk masuk ke langkah selanjutnya.
4. masukkan project name dan project location Sebagai latihan berikan nama project dengan hello_world.
Pada bagian create main class, dapat diberikan nama yang berbeda dari Project Name nya. Tidak perlu
menambahkan .Main atau .Java, NetBeans akan secara otomatis memberikan ekstensi-nya. Setelah
selesai, klik finish.