Anda di halaman 1dari 18

Tugas Makalah Klimatologi

“Gejala Hujan”

Diajukanan untuk memenuhi tugas klimatologi

Dosen Pengajar:

Drs. H. Sidharta Adyatma, M.Si.


Muhammad Efendi, M.Pd.

Disusun oleh kelompok 2:

1. Firdaus Muslim (A1A512 7. Rina Puspita (A1A515060)


2. Muhamad Lutvi (A1A515044) 8. Elisabeth (A1A515203)
3. Muliana (A1A515050) 9. Junaidi (A1A515204)
4. Nurul Mutmainah (A1A515052) 10. Rahmadhani (A1A515209)
5. Romadoni Gunawan (A1A515055) 11. Rizka Awalia (A1A515210)
6. Selly Rahayu (A1A515056) 12. Zainab (A1A515214)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GEOGRAFI


JURUSAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
BANJARMASIN
2016

1
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, karena berkat rahmat dan
karunia-Nya, kami dapat menyelesaikan makalah tentang “GEJALA HUJAN” tepat pada
waktunya.

Dan harapan kami semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan tentang gejala
hujan yang terjadi disekitar kita. Segala kekurangan dan kelebihan untuk ke depannya dapat
memperbaiki bentuk maupun menambah isi makalah agar menjadi lebih baik lagi.

Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman, kami yakin masih banyak


kekurangan dalam makalah ini, Oleh karena itu kami sangat mengharapkan saran dan kritik
yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini.

Banjarmasin, April 2016

Penyusun

2
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...................................................................................................2
DAFTAR ISI..................................................................................................................3
BAB I PENDAHULUAN..............................................................................................4
1.1 LATAR BELAKANG..............................................................................................4
1.2 RUMUSAN MASALAH.........................................................................................4
1.3 TUJUAN .................................................................................................................5

BAB II PEMBAHASAN..............................................................................................6

BAB III PENUTUP......................................................................................................17

3.1 KESIMPULAN......................................................................................................17

3.2 SARAN..................................................................................................................17

DAFTAR PUSTAKA..................................................................................................18

3
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG


Indonesia merupakan salah satu Negara yang letaknya didaerah garis khatulistiwa.
Oleh karena itu Indonesia memiliki dua musim, yaitu musim hujan dan musim kemarau.
Kedua musim tersebut sangat mempengaruhi kehidupan manusia, hewan dan tumbuhan
dinegara ini, baik itu pengaruh positif maupun pengaruh negative. Disini saya akan
membahas tentang hujan, karena hujan sangat mempengaruhi aktivitas makhluk hidup,
terutama manusia. Hujan juga merupakan salah satu sumber air dimuka bumi, dan
makhluk hidup tidak akan bisa hidup tanpa air. dengan adanya hujan, ketersediaan air
akan terpenuhi. Namun, jika hujan yang terjadi secara berkepanjangan bia mengakibatkan
bencana bagi makhluk hidup dan lingkungan, contohnya banjir, tanah longsor, pengikisan
tanah (erosi) dan dampak buruk lainnya.

Teknologi Pengendalian Cuaca mnjadi bagian dari pengelolaan sumber daya air.
Menginginkan turunnya hujan pada musim kering seperti sekarang, sering menjadi
sebuah penantian panjang. Padahal, sumber-sumber air telah mongering dan kebutuhan
akan air semakin meningkat. Termasuk untuk Pembangkit Listrik. Untuk mempercepat
turunnya hujanpada musim kering yang berkepanjangan, tak ada jalan lain selain
melakukan campur tangan terhadap alam yaitu dengan membuat hujan buatan.

1.2 RUMUSAN MASALAH


1. Pengetian hujan?
2. Bagaimana proses terjadinya hujan?
3. Jenis-jenis hujan yang ada di Indonesia?
4. Alat pengukuran hujan?
5. Manfaat hujan bagi kehidupan yang ada di bumi?

4
1.3 TUJUAN
1. Untuk mengetahui pengetian hujan
2. Untuk mengetahui bagaimana proses terjadinya hujan
3. Untuk mengetahui jenis-jenis hujan yang ada di Indonesia
4. Untuk mengetahui alat pengukuran hujan
5. Untuk mengetahui manfaat hujan bagi kehidupan yang ada di bumi

5
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengetian hujan


Alam (2011) menyatakan bahwa, Hujan adalah peristiwa turunnya butir-butir air dari
langit ke permukaan bumi akibat terjadinya kondensasi. Hujan diukur sebagai tinggi air
yang jatuh dipermukaan bumi yang datar dalam periode waktu tertentu.

Wikipedia, 2014 menyatakan bahwa Hujan memerlukan keberadaan lapisan atmosfer


tebal agar dapat menemui suhu di atas titik leleh es di dekat dan di atas permukaan Bumi.
Di Bumi, hujan adalah proses kondensasi uap air di atmosfer menjadi butir air yang
cukup berat untuk jatuh dan biasanya tiba di daratan. Dua proses yang mungkin terjadi
bersamaan dapat mendorong udara semakin jenuh menjelang hujan, yaitu pendinginan
udara atau penambahan uap air ke udara. Virga adalah presipitasi yang jatuh ke Bumi
namun menguap sebelum mencapai daratan; inilah satu cara penjenuhan udara. Presipitasi
terbentuk melalui tabrakan antara butir air atau kristal es dengan awan. Butir hujan
memiliki ukuran yang beragam mulai dari pepat, mirip panekuk (butir besar), hingga bola
kecil (butir kecil)

2.2 Bagaimana proses terjadinya hujan


Proses terjadinya hujan adalah gejala alam yang membentuk siklus perputaran air di
bumi. Secara sederhana, tahapan terjadinya hujan ini menggambarkan proses perpindahan
air dari samudera, laut, sungai, danau dan sumber air lainnya ke atmosfer lalu kembali
lagi menuju daratan. Indonesia sendiri memiliki 2 musim yakni musim kemarau dan
musim hujan. Hal ini dikarenakan Indonesia terletak didekat garis khatulistiwa sehingga
memiliki iklim tropis dan suhu yang tinggi sehingga menyebabkan terjadinya banyak
proses penguapan sehingga memiliki curah hujan yang cukup tinggi.

6
Berkumpulnya awan menandakan salah satu proses terjadinya hujan

Proses terjadinya hujan

 Panas matahari menyebabkan air di sungai, danau, dan laut menguap ke udara. Selain
bentuk air secara fisik, air yang menguap ke udara juga bisa berasal dari tubuh
manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan dan benda-benda lain yang mengandung air.
Kemudian uap air naik terus ke atas hingga menyatu ke udara bersama uap-uap air
lainnya.
 Suhu udara yang tinggi akibat panas matahari akan membuat uap air tersebut
mengalami proses kondensasi (pemadatan) dan menjadi embun. Embun berbentuk
titik-titik air kecil sedangkan suhu yang semakin tinggi membuat jumlah titik-titik
embun semakin banyak hingga kemudian berkumpul memadat dan membentuk awan.
Menurut kajian Neilburger tahun 1995, pada tahapan ini, tetes-tetes air memiliki
ukuran jari-jari sekitar 5-20 mm. Dalam ukuran ini tetesan air akan jatuh dengan
kecepatan 0,01-5 cm/detik sedangkan kecepatan aliran udara ke atas jauh lebih tinggi
sehingga tetes air tersebut tidak akan jatuh ke bumi. Supaya sebuah tetes air dapat
jatuh ke bumi dibutuhkan ukuran sebesar 1 mm karena hanya dengan ukuran sebesar
itulah tetes air dapat mengalahkan gerakan udara ke atas.
 Dengan bantuan angin, awan-awan tersebut bisa bergerak ke tempat lain. Pergerakan
angin ini dapat membuat beberapa awan kecil menyatu dan membentuk awan yang
lebih besar lalu bergerak ke langit atau ke tempat yang memiliki suhu lebih rendah.
Semakin banyak butiran air terkumpul maka akan membuat warna awan semakin
kelabu.

7
 Akibat dari jumlah titik air yang semakin berat akan membuat butiran-butiran tersebut
jatuh ke bumi dalam bentuk hujan.

Proses terjadinya hujan sederhana

Perbedaan awan dingin dan awan hangat

Menurut suhu lingkungan fisik atmosfer dimana suatu awan berada, awan dibedakan atas
awan dingin (cold cloud) dan awan hangat (warm cloud). Disebut awan dingin apabila
seluruh bagiannya berada pada lingkungan atmosfer dengan suhu di bawah 0 derajat celcius.
Awan ini kebanyakan berada pada daerah lintang tinggi dan menengah dimana suhu udara
dekat permukaan tanah bisa mencapai suhu minus 0 derajat.

Proses bertemunya awan panas dan awan dingin

Indonesia memiliki suhu udara dekat permukaan tanah sekitar 20 – 300 derajat celcius
sedangkan dasar awan memiliki suhu sekitar 180 derajat celcius. Meskipun demikian, puncak
awan dapat menembus jauh ke atas melewati titik beku sehingga sebagian awan merupakan
awan hangat sedangkan sisanya merupakan awan dingin. Awan semacam ini disebut juga
dengan mixed cloud.

Proses terjadinya hujan pada awan hangat

Saat uap air terangkat ke atmosfer akan berfungsi sebagai inti kondensasi yang menyebabkan
uap air mengalami proses evaporasi (pengembunan). Sumber utama inti kondensasi adalah
garam yang berasal dari air laut. Karena sifatnya yang higroskopik maka semenjak dimulai
proses kondensasi, partikel berubah menjadi droplets (titik air) dan droplets yang berkumpul
membentuk awan. Partikel air yang mengelilingi debu serta kristal garam akan menebal
sehingga menjadi lebih berat dari udara dan mulai jatuh dari awan sebagai hujan.

Proses terjadinya hujan pada awan dingin

Proses ini dimulai dari adanya Kristal es yang bertambah banyak melalui air super dingin
(supercooled water) dan deposit uap air. Keberadaan Kristal es memegang peranan penting
dalam proses hujan pada awan dingin sehingga sering disebut juga proses Kristal es.

8
Pada waktu udara naik lebih tinggi ke atmosfer, terbentuklah titik-titik air dan juga awan. Di
ketinggian tertentu yang sumbunya berada di bawah titik beku maka awan tersebut akan
berubah menjadi Kristal-kristal es kecil. Udara sekelilingnya yang tidak begitu dingin
membeku pada Kristal tadi yang membuat Kristal bertambah besar dan menjaid butiran salju.
Bila terlalu berat maka salju akan turun. Saat melewati udara hangat maka salju tersebut
mencair dan menjadi hujan namun pada musim dingin, salju jatuh tanpa mencair.

Proses terjadinya hujan pada awan dingin

Beberapa fakta lain mengenai hujan:

 Apabila suhu di atmosfer sangat dingin maka titik air tersebut akan membeku dan
berubah menjadi es. Itulah mengapa di beberapa tempat yang bersuhu rendah sering
terjadi hujan salju sedangkan di Indonesia yang memiliki iklim tropis, hujan salju sulit
terjadi.
 Air hujan berasal dari penguapan air laut sebanyak 97%. Meskipun air laut
merupakan air asin namun ketika sudah menjadi hujan akan menjadi air tawar. Ini
diakibatkan salah satu hukum fisika yang menjelaskan dari manapun asal air yang
menguap ketika sudah melalui awan maka kandungan lainnya akan hilang. Diketahui
bahwa garam dan mineral memiliki berat jenis yang berbeda dengan air maka ketika
air berubah menjadi titik-titik kecil maka kandungan garam, mineral dan lainnya akan
luruh dengan sendirinya.

Kondensasi awan

 Proses kondensasi awan akibat berkumpulnya titik-titik air dibantu oleh udara yang
bergerak ke atas serta mengalami proses pendinginan adiabatic sehingga kelembapan
nisbi (RH)nya bertambah. Kondensasi sendiri baru dimulai pada inti kondensasi yang
aktif dan lebih besar. apabila RH mencapai 78

2.3 Jenis-jenis hujan yang ada di Indonesia


Godam64 (2006) menyatakan bahwa, Di area daerah Republik Indonesia dapat kita
jumpai tiga macam hujan / ujan yang turun, yaitu antara lain :

9
a. Hujan Frontal
Hujan frontal adalah hujan yang disebabkan oleh bertemunya angin musim panas yang
membawa uap air yang lembab dengan udara dingin bersuhu rendah sehingga
menyebabkan pengembunan di udara yang pada akhirnya menurunkan hujan.

b. Hujan Orografis
Hujan orografis adalah hujan yang diakibatkan oleh adanya uap air yang terbawa atau
tertiup angin hingga naik ke atas pegunungan dan membentuk awan. Ketika awan telah
mencapai titik jenuh maka akan turun hujan.

c. Hujan Zenit
Hujan zenit adalah hujan yang penyebabnya adalah suhu yang panas pada garis
khatulistiwa sehingga memicu penguapan air ke atas langit bertemu dengan udara yang
dingin menjadi hujan. Hujan zenit terjadi di sekitar daerah garis khatulistiwa saja.

2.4 Alat pengukuran hujan


Hidayat dan Cahyadi (2013) menyatakan bahwa, Secara umum alat pengukur curah
hujan dinamakan penakar hujan. Penakar curah hujan dibagi menjadi 2 golongan besar,
yaitu Tipe Manual dan Tipe Otomatis. Contoh alat pengukur curah hujan tipe manual
antara lain adalah tipe observatorium (ombrometer), sedangkan alat ukur tipe otomatis
seperti Tipe Hellman, Tipe Tilting Siphon dan Tipe Bendix.

Alat pencatat curah hujan dapat memberikan informasi selain jumlah juga lama dan
intensitas hujan. Sebagian besar alat pencatat curah hujan ini mempunya tipe atau prinsip,
yaitu :
a. Pelampung atau Sipon, contohnya pada penakar hujan tipe Hellmann
b. Bejana berjungkat atau tipe tipping bucket
c. Timbangan, contohnya pada penakar hujan tipe Bendix
Tipe pelampung dan tipe bejana mengukur curah hujan secara terbatas, sementara setiap
jenis hujan dapat diukur dengan alat yang menggunakan prinsip timbangan. Total hujan
dapat dibaca dari grafik. Dengan mengukur kemiringan grafik, intensitas hujan dapat
ditentukan dalam 10 menit atau lebih lama lagi. Grafik dapat digantisetiap hari dan untuk

10
daerah yang sulit dijangkau kecepatan putarannya dapat diperlambat sehingga dapat
dioperasikan untuk mingguan atau bulanan atau lebih lama lagi.

2.5 Manfaat hujan bagi kehidupan yang ada di bumi

Berikut ini adalah uraian tentang manfaat air hujan untuk kehidupan manusia.

1. Air Hujan untuk Meningkatkan Ekonomi Manusia

Air hujan sangat berpotensi untuk kehidupan manusia termasuk pengaruhnya untuk ekonomi
manusia. Secara umum air hujan telah menjadi sumber penting untuk berbagai pekerjaan
manusia seperti pertanian, perikanan dan pengolahan sumber daya hutan. Kita tau bahwa
manfaat hutan sangat penting untuk kehidupan manusia. Pada musim kemarau panjang
manusia akan merasakan kekurangan air yang menyebabkan kegagalan panen pada pertanian.
Bahkan kekurangan air hujan sebagai sumber air dalam kehidupan bisa menyebabkan
masalah pada perikanan.

2. Air Hujan Mendukung Keberhasilan Pertanian

Secara umum pertanian dengan berbagai jenis tanaman seperti padi, tanaman sayuran dan
buah sangat tergantung pada air hujan. Kekeringan panjang dapat menyebabkan hasil panen
tidak maksimal. Air hujan diperlukan oleh tanaman untuk melakukan proses pertumbuhan
seperti fotosintesa.

3. Air Hujan untuk Kehidupan Manusia

Manusia memerlukan air hujan sebagai salah satu sumber kehidupan yang sangat besar. Air
hujan yang jatuh ke tanah akan masuk dan meresap menjadi air tanah. Selanjutnya manusia
akan memakai air tanah sebagai sumber untuk memasak, mencuci, dan berbagai kebutuhan
hidup lain. Air hujan menjadi salah satu komponen sumber air yang paling besar manusia
termasuk untuk mendapatkan makanan dari tanaman dan sayuran.

4. Air Hujan sebagai Sumber Energi untuk Pembangkit Listrik

11
Pembangkit listrik tenaga air atau sering disebut dengan nama PLTA akan menggantungkan
sumber air dari air hujan. Meskipun pada proses PLTA biasanya memakai sumber air secara
langsung dari laut atau danau buatan, maka air hujan tetap menjadi pemasok utama. Air hujan
yang jatuh ke laut atau danau akan menjadi sumber energi yang sangat penting. Air hujan
yang masuk dalam penampungan akan dirubah menjadi sumber listrik dengan beberapa
perlengkapan teknologi canggih.

5. Air Hujan untuk Kehidupan Sumber Perikanan

Ikan adalah salah satu sumber pangan yang penting bagi manusia. ikan menjadi salah satu
asupan gizi yang sangat besar. Berbagai jenis ikan yang hidup di air tawar dan air laut
memiliki kandungan gizi yang berbeda. Berbagai jeniz zat gizi yang terkandung dalam ikan
antara lain adalah protein, lemak, karbohidrat, mineral dan air. Ikan hanya bisa hidup dengan
media air baik di laut maupun perairan tawar. Air hujan menyumbang hampir 80 persen
pasokan air untuk media kehidupan ikan.

6. Air Hujan untuk Melestarikan Lingkungan

Lingkungan alam terdiri dari berbagai jenis media seperti daratan, lautan dan pegunungan.
Memelihara kelestarian alam adalah salah satu kewajiban manusia. Namun semua jenis
media ini perlu mendapatkan asupan air yang berasal dari air hujan. Air hujan dapat
membantu pohon-pohon untuk melakukan proses fotosintesa, menyerap sumber air hujan
menjadi air tanah dan mempertahankan kontruksi tanah. Secara umum air hujan akan
mempertahankan kehidupan alam semesta dengan berbagai fungsi yang saling berhubungan.

7. Air Hujan Menjaga Kelangsungan Hidup Hutan

Kehidupan hutan pada umumnya kite kenal sebagai tempat lingkungan bagi pohon-pohon
dan berbagai jenis hewan liar. Pohon yang tumbuh di hutan memiliki peran yang sangat
penting untuk lingkungan. Pohon menjadi salah satu penyedia sumber udara yang bersih bagi
manusia. Pohon juga akan membantu mempertahankan kekuatan tanah sehingga tidak mudah
longsor. Selain itu pohon juga akan menyerap air hujan sehingga mencegah bencana banjir.
Semua jenis mahluk hidup yang ada dalam ekosistem hutan akan berjalan seimbang dengan
kebutuhan air yang cukup. Hal ini membuat air hujan yang berasal dari alam sangat penting
untuk kehidupan hutan.

12
8. Air Hujan Berfungsi untuk Menjaga Sumber Air Tanah

Sumber air tanah menjadi sumber kehidupan bagi manusia. Tanpa air tanah, maka manusia
akan mengalami berbagai kesulitan untuk menjalankan kehidupan. Air hujan yang jatuh ke
tanah akan diserap oleh tanah sebagai cadangan air yang disimpan dalam kedalaman tertentu.
Manusia bisa memanfaatkan air tanah sebagai sumber kehidupan dengan cara memakai
sumur bor,maupun pengelolaan dari PAM. Manusia bisa memanfaatkan air dari tanah untuk
berbagai kepentingan seperti mencuci, memasak, menyiram tanaman dan berbagai manfaat
lain.

9. Air Hujan Mengurangi Erosi Tanah

Tanah menjadi tempat kehidupan bagi manusia. struktur tanah membutuhkan air untuk
mempertahankan kekuatan tanah. Salah satu bencana yang disebabkan karena menurunnya
fungsi kekuatan tanah adalah erosi. Erosi bisa menyebabkan bencana yang sangat besar bagi
manusia. hal ini biasanya disebabkan karena penebangan pohon liar dan pembangunan rumah
di pegunungan. Pada dasarnya sistem kontruksi tanah dapat bertahan karena tanah menerima
air hujan dan mampu menyerap air hujan secara maksimal yang dibantu oleh pohon-pohon.
Kekeringan panjang yang disebabkan karena musim kemarau dapat membuat struktur tanah
menjadi lebih lemah sehingga tanah mudah longsor.

10. Air Hujan Menjaga Lingkungan dari Bencana Alam

Bencana alam adalah salah satu hal yang menyebabkan kekacauan pada kehidupan manusia.
air hujan memiliki peran yang penting untuk menjaga keseimbangan alam bagi manusia. air
hujan akan diserap oleh pohon dan kemudian pohon memakainya untuk proses fotosintesa.
Selanjutnya pohon menjadi sumber energi yang penting untuk manusia. Air hujan yang
diserap oleh pohon juga membantu manusia dalam melindungi alam agar tidak terkena
bencana alam.

11. Air Hujan Bisa Bermanfaat untuk Kecantikan

Air hujan yang sudah lama turun memiliki berbagai kandungan zat yang sangat baik untuk
memelihara kesehatan rambut. Berbagai jenis mineral dimiliki oleh air hujan, selain itu air
hujan juga memiliki kadar garam dan ph netral yang sangat baik. Hal ini ternyata membuat

13
air hujan bisa digunakan untuk mempertahankan akar rambut sehingga bisa mencegah
masalah rambut rontok.

12. Air Hujan Memperbaiki Kualitas Udara bagi Manusia

Air hujan yang turun pertama kali biasanya banyak mengandung kotoran dari berbagai jenis
zat polutan. Akibatnya air hujan yang masih awal biasanya sering menyebabkan penyakit
pada manusia. namun air hujan yang sudah sering turun ternyata bisa membantu manusia
untuk mendapatkan udara yang lebih baik. Berbagai jenis kandungan polutan dalam udara
akan dibersihkan oleh air hujan. Hal inilah yang membuat kita bisa menghirup udara segar
setelah air air hujan turun.

13. Air Hujan sebagai Air minum

Pernahkah Anda mendengar bahwa air hujan bisa dimanfaatkan sebagai air minum? Pada
dasarnya air hujan yang turun dari atas memang tidak bisa dikonsumsi secara langsung.
Proses pemurnian air hujan saat ini telah dikembangkan oleh berbagai pakar. Air hujan akan
ditampung dalam galon atau penampungan khusus. Setelah itu air hujan akan diteliti untuk
melihat berbagai kandungan zat yang berbahaya. Proses pemurnian akan dilakukan untuk
menghilangkan semua zat yang berbahaya bagi manusia. setelah itu air hujan bisa dikonsumsi
oleh manusia tanpa harus dimasak. Dengan cara ini maka air hujan bisa menjadi sumber air
yang sehat untuk manusia.

14. Manfaat Air Hujan sebagai Obat

Penelitian air hujan sebagai obat hingga saat ini memang belum dilakukan. Namun beberapa
pihak mengatakan bahwa air hujan memiliki kandungan alami yang bisa digunakan sebagai
obat. Salah satu pengaruh dari air hujan ini adalah ketika manusia merasa tenang mendengar
air hujan yang jatuh ke bumi. Manusia bisa merasakan efek segar dan kehidupan alam dengan
cara yang sangat dekat. Pada dasarnya seperti inilah fungsi air hujan yang bisa menjadi obat
ketenangan bagi manusia.

15. Air Hujan sebagai Sumber Air Bersih bagi Kehidupan Manusia

Jauh sebelum berbagai jenis sumber air bersih ditemukan, maka manusia memanfaatkan air
hujan secara langsung. Namun sekarang manusia bisa menggunakan teknologi canggih untuk

14
menampung air hujan. Air hujan akan di sterilkan dengan berbagai jenis proses. Setelah air
hujan disimpan dalam waktu yang lama, maka air murni bisa menjadi sumber air bersih bagi
manusia.

16. Air Hujan sebagai Sumber Energi

Pernahkah Anda melihat air hujan menjadi sumber energi secara langsung. Di Indonesia
pemakaian air hujan sebagai sumber energi secara langsung memang belum dikenal. Namun
di salah satu bagian negara di Inggris, masyarakat mulai memanfaatkan air hujan sebagai
sumber energi terutama untuk lampu taman dan lampu dinding. Sistem ini dilakukan dengan
menanam panel khusus yang menampung energi dari air hujan. Setelah itu air hujan akan
disimpan sebagai cadangan energi. Energi yang dirubah menjadi panas akan mengalirkan
listrik sehingga lampu bisa menyala secara otomatis saat malam hari.

17. Pemakaian Air Hujan untuk Penghematan

Apakah Anda pernah berpikir untuk menampung air hujan? Secara umum air hujan memang
sangat bermanfaat untuk manusia. Namun pemakaian air hujan sebagai cara untuk
menghemat pemakaian air memang belum layak di terapkan di Indonesia. Sistem tandon atau
penampungan air hujan yang ditanam dalam setiap rumah ternyata bisa digunakan untuk
menghemat anggaran. Pemakaian air hujan sebagai sumber air bersih dan sumber energi
listrik bisa mengurangi anggaran untuk pembayaran air bersih dan pajak listrik. Secara umum
maka jika cara ini diterapkan, negara juga akan mengalami penghematan.

18. Air Hujan Membantu Pemeliharaan Kesehatan Manusia

Air menjadi salah satu komponen penting bagi manusia. Sekitar lebih dari 73 persen zat yang
terkandung dalam tubuh manusia terdiri dari air. Hal inilah yang membuat manusia harus
mengkonsumsi air atau minum air dalam jumlah yang cukup untuk mencegah dehidrasi. Air
hujan bisa dimanfaatkan oleh manusia menjadi cadangan air minum bersih setelah melalui
tahap pemurnian. Cara ini akan mengurangi konsumsi air yang mengandung bahan kimia
pada air minum olahan. Air minum yang diolah dari air hujan juga sangat aman dan tidak
memiliki kandungan logam sehingga bisa membantu manusia dalam mengelola kesehatan.

15
19. Air Hujan Mengurangi Konsumsi Pemakaian Air Tanah

Jumlah manusia yang tinggal di bumi terus mengalami kenaikan. Jumlah polulasi manusia
dan mahluk hidup lain akan terus meningkatkan kebutuhan air terutama sumber air yang
berasal dari air tanah. Kandungan air tanah yang terus diserap oleh manusia dari sumur atau
pengolahan air akan membuat kandungan air tanah semakin menipis. Metode pemakaian air
hujan sebagai sumber air bagi manusia akan membantu tanah dalam melakukan proses alam.
Hal ini membuat konsumsi air tanah menjadi berkurang.

20. Air Hujan Menjaga Kelangsungan Kehidupan Manusia

Manfat Air merupakan zat yang paling penting bagi manusia. air dibutuhkan oleh manusia
untuk berbagai jenis kebutuhan baik kehidupan secara langsung maupun tidak langsung. Hal
ini membuat sumber kehidupan manusia banyak dikendalikan oleh air. Sumber air hujan
yang didapatkan secara alami bisa meningkatkan potensi kehidupan manusia. Manusia bisa
mendapatkan bahan makanan dari tanaman karena ada air hujan. Manusia juga bisa
memelihara kebersihan dan kesehatan karena sumber air yang berasal dari air hujan.

16
BAB III

PENUTUP

3.1 KESIMPULAN

Hujan adalah peristiwa turunnya butir-butir air dari langit ke permukaan bumi
akibat terjadinya kondensasi. Jenis-jenis hujan yang ada di Indonesia Godam64 (2006)
menyatakan bahwa, Di area daerah Republik Indonesia dapat kita jumpai tiga macam
hujan / ujan yang turun, yaitu antara lain : Hujan Frontal, Hujan Orografis, Hujan Zenit.

3.2 SARAN

Bijaklah dalam memanfaatkan air, karena air sebagai sumber kehidupan manusia

17
DAFTAR PUSTAKA

http://manfaat.co.id/20-manfaat-air-hujan-bagi-kehidupan-manusia

http://www.freedigitalphotos.net/images/scenic-cumulus-clouds-photo-p200370

http://belajargeodenganhendri.wordpress.com/2011/04/12/atmosfer-2/

https://saripedia.wordpress.com/tag/proses-hujan/

http://blog.uin-malang.ac.id/keilmuan/2011/02/10/siklus-hidrologi/

http://geoenviron.blogspot.com/2011/12/proses-pembentukan-hujan.html

18