Anda di halaman 1dari 42

LAPORAN PENGEMBANGAN PRODUK

“BoxtoBox”

Disusun Oleh :

Aldy Dwi Herviandy (4417215002)


M Rizal Fauzi (4417215012)
M Dwi Saputro (4417215013)

Teknik Industri
Fakultas Teknik

Universitas Pancasila

©2019
Kata Pengantar
Puji syukur kehadirat Allah Subhanahu Wata’ala atas limpahan rahmat dan anugrah dari-Nya

kami dapat menyelesaikan tugas pengembangan produk mengenai “BoxtoBox”. Sholawat

dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada junjungan besar kita, Nabi Muhammad

Shallalahualaihi Wassalam yang telah menunjukkan kepada kita semua jalan yang lurus

berupa ajaran agama islam yang sempurna dan menjadi anugrah terbesar bagi seluruh alam

semesta.

Pengembangan produk merupakan salah satu mata kuliah semester IV Tahun Ajaran 2018-

2019 Disamping itu, Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah

membantu kami selama pembuatan tugas ini berlangsung sehingga dapat terealisasikanlah

dengan tepat waktu.Kami menyadari banyak kekurangan isi penulisan Laporan ini. Oleh

karena itu, kami memohon maaf dan dengan senang hati jika menerima saran dan kritik yang

sifatnya membangun untuk perbaikan Laporan ini selanjutnya. Semoga laporan ini

memberikan manfaat . Amin.

Jakarta, May 2019

Tim Penyusun

i|Page
Daftar Isi
KATA PENGANTAR ....................................................................................................... i
DAFTAR ISI ................................................................................................................. ii
DAFTAR TABEL .......................................................................................................... iii
DAFTAR GAMBAR .......................................................................................................iv

BAB I PENDAHULUAN
1.1. LATAR BELAKANG ................................................................................................ 1
1.2. TUJUAN ............................................................................................................... 1
1.3. SASARAN ............................................................................................................. 2

BAB II ANALISIS KEBUTUHAN PELANGGAN


2.1. IDENTIFIKASI PRODUK ......................................................................................... 3
2.2. IDENTIFIKASI POTENSI PASAR .............................................................................. 4
2.3. STRATEGI PENGEMBANGAN................................................................................. 6
2.4. ANALISIS PRODUK DAN PESAING ....................................................................... 18

BAB III ARSITEK DAN DESAIN PRODUK


3.1. CHUNK PRODUK BOXTOBOX .............................................................................. 21
3.2. DESAIN PRODUK ................................................................................................ 23
3.3. PROSES KERJA.................................................................................................... 24
3.4. PENYESUAIAN DAN KELONGGARAN ................................................................... 29

BAB IV ANALISIS BIAYA


4.1. HARGA PER PARTS DALAM SATU UNIT ............................................................... 30
4.2. BIAYA INVESTASI ............................................................................................... 30
4.3. BIAYA OPERASI DAN PEMELIHARAAN ................................................................ 31
4.4. HARGA POKOK PRODUKSI DAN HARGA JUAL ..................................................... 32
4.5. ANALISIS BREAK EVENT POINT ........................................................................... 32
4.6. JADWAL PENGEMBALIAN KREDIT ....................................................................... 33

BAB V PENUTUP
5.1. KESIMPULAN ..................................................................................................... 35
5.2. SARAN ............................................................................................................... 35

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

ii | P a g e
DAFTAR TABEL

TABEL 1. SEGMENTASI PASAR PRODUK BoxtoBox ..................................................... 5


TABEL 2. HASIL PENGUJIAN UJI VALIDITAS ................................................................ 9
TABEL 3. HASIL PENGUJIAN UJI RELIABILITAS .......................................................... 10
TABEL 4. TABEL KEBUTUHAN PELANGGAN .............................................................. 11
TABEL 5. HIERARKI KEBUTUHAN.............................................................................. 12
TABEL 6. TINGKLAT KEPENTINGAN RELATIF ............................................................. 13
TABEL 7. DAFTAR METRIK DAN SATUAN .................................................................. 14
TABEL 8. METRIK KEBUTUHAN ................................................................................ 15
TABEL 9. UKURAN KARDUS STANDAR ..................................................................... 16
TABEL 10. ESTIMASI NILAI TARGET UNTUK SETIAP METRIK ....................................... 17
TABEL 11. TABEL ANALISIS PRODUK DENGAN PESAING ............................................. 18
TABEL 12. TABEL HARGA PER PART ........................................................................... 30
TABEL 13. TABEL KEBUTUHAN INVESTASI.................................................................. 30
TABEL 14. TABEL BIAYA OPERASI DAN PEMELIHARAAN ............................................. 31
TABEL 15. TABEL HARGA JUAL PER UNIT ................................................................... 32
TABEL 16. TABEL ANGSURAN KREDIT ........................................................................ 33

iii | P a g e
DAFTAR GAMBAR
GAMBAR 1. FORM PENGISIAN KUISONER ................................................................... 7
GAMBAR 2. RUMUS UJI VALIDITAS ............................................................................. 8
GAMBAR 3. RUMUS UJI RELIABILITAS ......................................................................... 9

iv | P a g e
BAB I

Pendahuluan
1.1. Latar Belakang
Industri perdagangan elektronik (e-commerce) di tanah air tumbuh
kencang. Indonesia menduduki peringkat pertama sebagai negara dengan
pertumbuhan bisnis e-commerce tertinggi di dunia. Hasil riset PPRO Financial Ltd,
perusahaan keuangan asal Inggris, bertajuk High Growth Market 2018
menunjukkan, bisnis e-commerce di Indonesia sepanjang 2017 tumbuh melesat
hingga 78%. Jauh di atas rata-rata pertumbuhan e-commerce global yang cuma
cuma 14% serta Asia sebesar 28%. Di Indonesia sendiri menurut Badan Pusat
Statistik terdapat 26,2 Juta Pelaku usahan online.Dan, kemasan memainkan
peranan cukup penting dalam bisnis daring. Pengemasan yang rapi jali jadi salah
satu pertimbangan pembeli untuk kembali bertransaksi di toko online tersebut.
Kemasan yang baik meminimalisir risiko kerusakan barang pesanan pembeli. Salah
satu bahan kemas yang paling sering digunakan adalah carton box atau
Kardus.Meski begitu, pengemasan harus dilakukan dengan bahan kemas yang baik
dan sesuai dengan karakterisktik barang yang akan dikemas. Seringkali pelaku e-
commerce kesulitan mencari pengemasan yang baik atau sesuai dengan ukuran
barang sehingga harus ditambahkan pengaman seperti robekan kertas,
steorofom, bubble wrap. Dan juga memberi label yang jelas karakteristik barang
yang dikemas.agar diperlakukan dengan sesuai oleh jasa pelayanan.Berasal dari
permasalahan yang timbul maka penulis akan membuat pengembangan dan
inovasi baru yaitu Kardus yang dapat diatur ukurannya dan sudah memiliki
pengaman(BoxtoBox).

1.2. Tujuan
Tujuan dari perancangan produk BoxtoBox ini adalah :
a. Mempelajari bagaimana merancang produk yang telah ada di pasar dan
perkembangannya.
b. Merancang Kardus yang sesuai dengan kebutuhan konsumen.

1|Page
c. Memudahkan konsumen dalam melakukan pengemasan.
d. Memberikan rasa aman bagi konsumen agar barang yang dikemas tidak rusak.
e. Tujuan lain perancangan produk ini adalah untuk mengaplikasikan teori yang
diajarkan di matakuliah Pengembangan Produk dan untuk memenuhi tugas
pembuatan laporan pengembangan produk sebagai penilaian untuk Ujian
Tengan Semester.
1.3. Sasaran

Ada 2 (dua) sasaran utama dari pengembangan produk yang penulis buat.
Target tersebut adalah dari aspek diterimanya produk di pasar dan target pasar.

A. Target Diterimanya Produk di Pasar

Untuk mendapat gambaran produk dapat diterima di pasar, telah dilakukan


survei terhadap calon konsumen dengan menyebar kuesioner. Dengan
kuesioner tersebut, diharapkan terjaring Customer Statement dan Customer
Requirement terhadap produk yang dikembangkan.

B. Target Pasar

Target utama dari pemasaran produk ini adalah Masyarakat dan Pelaku usaha
Online.

2|Page
BAB II
ANALISIS KEBUTUHAN PELANGGAN
2.1. Identifikasi Produk
A. Uraian Produk
BoxtoBox adalah produk rancangan yang dikembangkan berupa Kardus
yang dapat diadjust ukurannya dan memiliki pengaman
didalamnya.Boxtobox menggunakan material kardus yang ringan namun
memilki daya tahan yang baik serta desain yang efektif dan dapat dilipat
dengan mudah sesuai keinginan dan juga memilki pengaman tambahan
yaitu balon tepuk bila konsumen memerlukan tinggal ditekan saja lalu balon
akan mengembang.BoxtoBox ini menjadi salah satu alternatif dalam
pengemasan karena ditengah berkembangnya e-commerce di Indonesia,
Pelayanan Jasa pengiriman pun mendapatkan konsumen yang sangat
banyak dan terkadang kurir pelayanan jasa terlupa tentang karakteristik
barang yang diantar serta perlakuan barang yang harusnya lebih hati hati
namun karena lot pengiriman banyak perlakuan tidak sesuai dengan yang
diharapkan dan membuat barang dikirim rusak.
B. Sasaran Bisnis Utama
1. Memudahkan pelaku Online atau mansyarakat dalam melakukan
pengemasan
2. Memberikan rasa aman kepada pengirim saat barang sedang berada
diperjalanan
3. Mengurangi Sampah Kertas karena Kardus dapat digunakan ulang dan
diatur ukurannya
4. Menambah alternatif pengiriman untuk barang yang rawan pecah
ataupun rawan tergoncang
C. Asumsi – asumsi dan Batasan
Pengguna Hanya dapat menggunakan Pengaman balon tepuk sekali pakai
saja atau hingga balon tepuk kempes.

3|Page
2.2. Identifikasi Potensi Pasar
Pada hakekatnya setiap perusahaan yang menjual barang dan jasa
hendaknya perlu melakukan segmentasi pasar (market segmentation) sebagai
langkah awal pemasaran untuk membagi-bagi berbagai macam konsumen yang
ada di pasar dan memilih salah satu bagian dari segmen tersebut untuk dijadikan
target pemasaran. Oleh karena itu, sebelum menentukan desain produk dan juga
prosesnya kami pun melakukan segmentasi sebagai langkah awal untuk
menentukan segmen pasar yang akan akan menjadi target dan tujuan pasar
kami.

Segmentasi pasar dimaksudkan untuk mengkaji dan mencari kesempatan


segmen pasar yang di hadapi perusahaan, menilai segmen pasar, dan
memutuskan berapa banyak dari segmen pasar yang ada dan yang akan dilayani
oleh perusahaan. Terdapat 3 tahapan dalam melakukan Identifikasi kebuthuan
pasar yaitu Segementasi, targeting, dan positioning.

Menurut Penulis Pasar Pengemasan di Indonesia belum mempunyai


pemain pemain yang cukup besar. Pemain lebih sering memasok Kardus untuk
Industri industri besar seperti produk Mie Instan atau Air Mineral. Selain itu
Pertumbuhan e-commerce di Indonesia yang berkembang pesat dimana
masyarakat memiliki pilihan lebih selain belanja secara konvesional. Dan
pengemasan menjadi hal yang penting dalam transaksi online. Pengemasan yang
baik menandakan pelaku usaha sangat concern terhadap barang yang dijual agar
tidak rusak atau cacat.namun tidak pelaku usaha menemukan pengemasan yang
sesuai ada yang kendala terhadap kemana ataupun ukuran yang kurang pas.

A. Segmentasi Pasar

Segmentasi pasar adalah strategi pemasaran yang membagi target pasar


yang luas ke dalam kelompok dari konsumen yang memiliki kebutuhan umum
yang sama. Tergantung pada karakteristik khusus dari produk, kelompok ini
dapat dibagi dengan kriteria seperti usia dan jenis kelamin, atau perbedaan lain
seperti lokasi atau pendapatan. Salah satu alasan utama menggunakan

4|Page
segmentasi pasar adalah untuk membantu perusahaan untuk lebih memahami
kebutuhan pelanggan tertentu.

Membagi konsumen dengan kriteria yang jelas akan membantu


perusahaan mengidentifikasi aplikasi lain untuk produk yang belum jelas
sebelumnya. Maka dari itu sejak awal perusahaan memilki kejelasan atas
segmentasi pasar yang di pilih dan disosialisasikan dengan jelas kepada seluruh
karyawan bahkan para stakeholders. Pasar terdiri dari banyak sekali pembeli
yang berbeda dalam beberapa hal seperti keinginan, kemampuan keuangan,
lokasi, sikap pembelian dan praktek-praktek pembeliannya. Karena perbedaan
inilah maka dilakukan segmentasi pasar, manajemen dapat melakukan
kombinasi dari beberapa variabel untuk mendapatkan sesuatu yang pas untuk
segmentasi pasarnya. Segmen Pasar yang dituju adalah kelompok masyarakat
dengan karakter sebagai berikut pada Tabel 1.

Tabel 1. Segmentasi pasar Produk BoxtoBox

· Geografis

Wilayah - Jakarta, Bogor, Depok,

· Demografis

- Pengusaha Online
Pekerjaan
 Masyarakat Umum

· Psikografis

 Melakukan pengemasan dengan


Gaya Hidup
Kardus

· Perilaku

Keuntungan Pengemasan yang mudah dan Aman

5|Page
B. Target Pasar
Dalam memilih target pasar yang dituju, perusahaan juga harus
mempunyai strategi pemasaran dalam membidik target pasar. Tentunya strategi
pemasaran antar produsen saling bersaing maka untuk menghadapi pesaing
yang menempuh strategi yang sama dengan strategi perusahaan kami harus
lebih aktif mengadakan segmentasi demi mendapatkan keberhasilan.
Dengan ditetapkannya target pasar, perusahaan dapat mengembangkan
posisi produknya dan strategi pemasaran untuk setiap target pasar tersebut.
Salah satu tujuan ditetapkannya target pasar perlu yaitu untuk membidik
peluang pasar yang lebih luas pada saat memasarkan produk baru dan
mengantisipasi persaingan.
Ada beberapa faktor yang dipertimbangkan untuk memilih target pasar
diantaranya ukuran segmen pasar serta pertumbuhannya, ketertarikan segmen
pasar dan tujuan bisnis serta sumber daya. Dari Tingkatan-tingkatan segmentasi
yang dibuat, kami dapat menyimpulkan bahwa target pasar yang kami tetapkan
yaitu “Pengusaha Online yang melakukan pengemasan menggunakan Kardus”.
C. Positioning
Positioning adalah tindakan perancang untuk merancang produk dan
bauran pemasaran agar dapat tercipta kesan tertentu (benak) diingatan
konsumen Sehingga konsumen segmen memahami dan menghargai apa yang
dilakukan perusahaan dalam kaitanya dengan pesaingnya, dan konsumen yang
sudah memahami produk dengan mudah dalam benaknya tidak mustahil akan
menjadi pelanggan. Adapun Positioning pada produk BoxtoBox adalah “Keep it
Safe and Calm”

2.3. Strategi Pengembangan


A. Pengumpulan Data
Data yang dikumpulkan dalam pengembangan produk kardus BoxtoBox
ini melalui yaitu dengan wawancara terhadap salah satu keryawan layanan Jasa
Pengiriman dan Pelaku usaha online, dan juga menyebarkan kuisoner kepada 75
responden yang terdiri dari Masyarakat umum dan juga Pelaku usaha
Online.Kuisoner terdiri dari 13 Pernyataan seputar pemakaian Kardus yang

6|Page
dijawab dengan menggunakan skala kepentingan (5 = Sangat Setuju, 4 = Setuju,
3 = Ragu – ragu, 2 = Tidak Setuju, 1 = Sangat Tidak Setuju) dan 2 Pertanyaan yang
dijawab bebas oleh koresponden.

Gambar 1. Form Pengisian Kuisoner


I. DATA RESPONDEN
P1. Nama :
P2. Pekerjaan :

P3. Umur : Tahun


P4. Jenis Kelamin :

Perempuan Laki - laki

II. TINGKAT KEPENTINGAN

Tingkat kepentingan adalah seberapa setuju setiap pernyataan yang diberikan


menjadi pertmbangan Anda dalam memebeli.

Petunjuk :
Isilah dengan tanda (X) pada jawaban yang sesuai pada kolom Tingkat Kepentingan
untuk setiap pertanyaan tentang atribut produk

1 = Sangat Tidak Setuju 4 = Setuju


2 = Tidak Setuju 5 = Tidak Setuju
3 = Ragu-ragu

No Pernyataan Skala
1 2 3 4 5
Saya Pernah melakukan Pengiriman atau
1
Penerimaan Barang
Pengemasan Barang yang diterima atau dikirim
2
menggunakan Kardus
Kardus yang digunakan berasal dari produk
3
kemasan(Bekas)
4 Barang yang dikemas rawan pecah
Barang yang dikemas sangat sensitif terhadap
5
goncangan
Pengemasan selalu diberi pengamanan tambahan
6
Sebutkan jenis pengamanannya
7 Pengemasan menggunakan kardus membutuhkan
Sulitnya menemukan kardus dengan ukuran yang
8
pas
9 Kardus mudah rusak saat terkena air
10 Kardus sulit dibentuk
11 Lem atau Sambungan Kardus Mudah lepas
12 Kardus Mudah Penyok Jika terjadi benturan
13 Pengemasan menggunakan kardus cukup efektif
Hal apa yang ingin ditambahkan agar penggunaan
14 kardus lebih efektif

B. Pengolahan Data
Data yang sudah didapat dilakukan uji Validitas untuk menunjukan tingkat
ketepatan suatu pernyataan dan juga dilakukan Uji Reliabilitas untuk mengukut
tingkay ketepatan suatu instrumen mengukur apa yang harus diukur :

7|Page
1. Uji Validitas
UJi Validitas adalah Uji yang dilakukan untuk menunjukan tingkat ketepatan suatu
instrumen untuk mgukur apa yang harus diuku. Jadi validitas suatu instrumen
berhubungan dengan tingkat akurasi dari suatu alat ukur mengukur apa yang akan
diukur.
Data yang sudah penulis dapat dari 85 responden diuji validitasnya dengan
menggunakan metode Uji Validitas Kriterium Banding yaitu ; Uji Validitas dengan
cara menghitug koefisien antar nilai – nilai hasil tes yang akan diuji validitasnya
dengan nilai hasil standar.
Gambar 2. Rumus Uji Validitas

Ket :
rxy= Validitas yang dicari
Xi = Hasil Yang didapt dari tiap soal
Yi = Total yang diperoleh jumlah total

Dari hasil pengujian Validitas didapat 13 Pernyataan yang diajukan kepada


koresponden Valid karena nilai Korelasi hasil kuisoner lebih besar dari Korelasi
Tabel Pearson yaitu 0,224.

Adapun hasil pengujian dilakukan dengan Microsoft Excel dan hasil lengkap
dapat dilihat di lampiran.

Tabel 2. Tabel Pegujian Validitas


Pernyataan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Total
Total 298 292 266 247 248 302 218 261 310 244 240 271 277 3474
rata-rata 3,97333 3,89333 3,54667 3,293333 3,306667 4,026666667 2,906667 3,48 4,133333 3,253333 3,2 3,613333 3,693333 57,9
Validitas 0,30357 0,30362 0,29182 0,671605 0,544766 0,343721092 0,560947 0,645558 0,422141 0,475735 0,645845 0,573834 0,28313
Nilai r 0,224 0,224 0,224 0,224 0,224 0,224 0,224 0,224 0,224 0,224 0,224 0,224 0,224
Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid

8|Page
2. Uji Reliabilitas
Setelah Kuisoner divalidasi, Kuisoner dilakukan Uji Reliabilitas. Uji
Reliabilaitas adalah tingkat ketetapan suatu instrumen mengukur apa yang
harus diukur.
Kategori koefisien reliabilitas (Guilford, 1956: 145) adalah sebagai
berikut:
0,80 < r11 1,00 reliabilitas sangat tinggi
0,60 < r11 0,80 reliabilitas tinggi
0,40 < r11 0,60 reliabilitas sedang
0,20 < r11 0,40 reliabilitas rendah
-1,00 r11 0,20 reliabilitas sangat rendah (tidak reliable)
Penulis menggunakan Uji Reliabilitas metode Alpha-Cronbach karena
instrumen ini berbentuk kuisoner dan jawabannya bertingkat.
Gambar 3. Rumus Uji Reliabilitas

Ket :

Pengujian Reliabilitas menggunakan Micorsoft Excel. dan hasil yang


didapat dari perhitungan reliabilita untuk kuisoner ini adalah 0.7832. dimana
nilai reliabilitas ini termasuk kedalam reliabilitas yang kuat. Dari data ini
kuisoner dapat digunakan untuk keperluan kebutuhan pelanggan.
Tabel 3. Hasil Pengujian Reliabilitas
Pernyataan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Total
Total 298 292 266 247 248 302 218 261 310 244 240 271 277 3474
rata-rata 3,97333 3,89333 3,54667 3,293333 3,306667 4,026666667 2,906667 3,48 4,133333 3,253333 3,2 3,613333 3,693333 57,9
Validitas 0,30357 0,30362 0,29182 0,671605 0,544766 0,343721092 0,560947 0,645558 0,422141 0,475735 0,645845 0,573834 0,28313
Nilai r 0,224 0,224 0,224 0,224 0,224 0,224 0,224 0,224 0,224 0,224 0,224 0,224 0,224
Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid
Varians Xi 0,56685 0,47495 0,73766 1,345225 1,107387 0,647927928 0,707387 0,928649 0,441441 1,110631 0,864865 1,105225 0,593874 8,852613
Varian Total 31,9772973
Reliabilitas 0,783422736

9|Page
C. Analisis Kebutuhan Pelanggan
Hasil yang diperoleh dari kuisioner yang telah disebar adalah keinginan-
keinginan pelanggan yang disebut Customer Statment. Dari data Customer
Statment yang diperoleh dapat dibuat Customer Need yang perlu
diinterpretasikan dalam perancangan produk. Adapun Interpretasi kebutuhah
Pelanggan dapat dilihat pada Tabel 4.

10 | P a g e
Tabel 4. Tabel Kebutuhan Pelanggan

Customer Statement Customer Need

Barang yang saya kirim berkarakteristik rawan Kardus memiliki pengaman untuk
pecah barang rawan pecah

Barang yang saya kirim sensitif terhadap Kardus tahan goncangan


goncangan

Saya selalu menggunakan tambahan pengaman Kardus memiliki pengaman


dalam pengemasan tambahan

Waktu yang dibutuhkan dalam pengemasan Kardus yang efisien


cukup lama

Kardus yang saya gunakan sulit dibentuk Kardus yang mudah dibentuk

Saya menginginkan Kardus yang sesuai dengan Kardus berbagai ukuran


ukuran barang

Saya menginginkan Kardus yang dapat Kardus dapat Reuseble


dipergunakan kembali

Saya menginginkan Kardus yang Tahan Air Kardus Waterproof / Splashproof

Saya menginginkan Kardus yang kuat sambungan Kardus memiliki sambungan yang
kuat

Saya menginginkan Kardus yang tahan penyok Kardus memiliki ketebalannya


cukup tebal dan tahan penyok

Saya menginginkan Kardus yang Ramah Kardus berbahan material yang


Lingkungan ramah lingkungan

Saya menginginkan Kardus yang multifungsi Kardus dapat dilipat sesuai


kebutuhan

Saya menginginkan Kardus yang sudah diberi label Kardus yang sudah terdapat label
keterangan barang didalamnya keterangan

11 | P a g e
D. Hierarki Kebutuhan

Pernyataan pada Customer Need yang telah didapat dikelompokkan


berdasarkan kesamaan kebutuhan yang diekspresikan dan disusun sehingga
didapat aspek-aspek yang perlu dikembangkan dan diterapkan pada produk
yang akan dibuat. Adapun Tabel 5 merupakan tabel Hierarki kebutuhan

Kebutuhan Primer Kebutuhan Sekunder

 Kardus yang efisien


 Kardus berbagai ukuran
Kemudahan dalam menggunakan  Kardus yang mudah dibentuk
 Kardus yang sudah terdapat label
keterangan

 Kardus memiliki Pengaman untuk


barang rawan pecah
Keamanan  Kardus memiliki pengaman
tambahan
 Kardus Tahan Goncangan

 Kardus memiliki Sambungan yang


kuat
Daya Tahan
 Kardus memiliki ketebalan yang
cukup tebal dan tahan penyok

 Kardus dapat di re-useble


Ramah Lingkungan  Kardus berbahan material yang
ramah lingkungan

 Kardus memiliki sifat waterproof


Desain rancangan yang Fungsional  Kardus dapat dilipat sesuai
kebutuhan

Tabel 5. Tabel Hierarki Kebutuhan

12 | P a g e
E. Tingkat Kepentingan Relatif

Setelah Customer Need disusun, dibuat ranking berdasarkan tingkat


kepentingannya. Range ranking yang diberikan berkisar antara 1 sampai 5,
range 1 mengartikan tingkat kepentingan terendah dan range 5 mengartikan
tingkat kepentingan tertinggi. Dari hasil analisa tingkat kepentingan relatif
dapat diketahui aspek mana yang perlu mendapatkan perhatian lebih besar
dalam perancangan produk yang akan dibuat. Tingkat kepentingan relatif
dapat dilihat pada Tabel 6.

Tabel 6. Tingkat Kepentingan Relatif

No Produk Kebutuhan Kepentingan

Kardus memiliki pengaman untuk barang


1 BoxtoBox 4
rawan pecah

2 BoxtoBox Kardus tahan goncangan 4

3 BoxtoBox Kardus memiliki pengaman tambahan 5

4 BoxtoBox Kardus yang efisien 4

5 BoxtoBox Kardus yang mudah dibentuk 4

6 BoxtoBox Kardus berbagai ukuran 4

7 BoxtoBox Kardus dapat Reuseble 5

8 BoxtoBox Kardus Waterproof / Splashproof 4

9 BoxtoBox Kardus memiliki sambungan yang kuat 5

Kardus memiliki ketebalannya cukup tebal


10 BoxtoBox 5
dan tahan penyok

Kardus berbahan material yang ramah


11 BoxtoBox 4
lingkungan

12 BoxtoBox Kardus dapat dilipat sesuai kebutuhan 4

Kardus yang sudah terdapat label


13 BoxtoBox 4
keterangan

13 | P a g e
F. Daftar Metrik dan Satuan
Setelah didapat tingkat kepentingan relatif,data Customer Need
diinterpretasikan kedalam bentuk produk dengan menggunakan daftar metrik
dan satuan. Masing-masing aspek kebutuhan diinterpretasikan kedalam
bagian-bagian yang memungkinkan didalam produk. Data metrik dan satuan
harus dirancang dengan baik karena saat data tersebut diimplementasikan
dalam pembuatan produk, hasil analisa data tersebut perlu sesuai dengan
harapan dan kebutuhan konsumen. Daftar metrik satuan dapat dilihat pada
Tabel 7 dibawah ini.

Tabel 7. Daftar Metrik dan Satuan

No Kebutuhan Metrik Kepentingan Satuan

1, 2, 4, 5, 7, 9, 10,
1 Desain Kardus yang sesuai 4 Subyektif
12

2, 4, 5, 8, 9, 10, 11,
2 Material Kardus 4 Material
12

3 1, 2, 3, 8 Material Pengaman tambahan 5 Material

4 5, 6, 7, 12 Ukuran Kardus 4 Cm

G. Metrik Kebutuhan
Setelah didapat data metrik dan satuan, kemudian ditentukan tingkat
kepentingan aspek-aspek kebutuhan dimasing-masing bagian agar dapat
tergambarkan dengan jelas pada produk yang akan dirancang. Metrik
kebutuhan dapat dilihat pada Tabel 8 dibawah ini.

14 | P a g e
Tabel 8. Metrik Kebutuhan

1 2 3 4

Desain
Material
Metrix Kardus Material Ukuran
Pengaman
yang Kardus Kardus
tambahan
sesuai

Kardus memiliki
1 pengaman untuk  

barang rawan pecah

Kardus tahan
2   
goncangan

Kardus memiliki
3 pengaman 

tambahan

4 Kardus yang efisien o 

Kardus yang mudah


5 o  o
dibentuk

Kardus berbagai
6 
ukuran

Kardus dapat
7  o
Reuseble

Kardus Waterproof /
8 o o
Splashproof

Kardus memiliki
9 sambungan yang  

kuat

Kardus memiliki
10  
ketebalannya cukup

15 | P a g e
tebal dan tahan
penyok

Kardus berbahan
11 material yang ramah o
lingkungan

Kardus dapat dilipat


12 o o 
sesuai kebutuhan

Kardus yang sudah


13 terdapat label
keterangan

H. Menentukan Nilai Target Spesifikasi Untuk Setiap Metrik

Setelah membuat metrix sesuai kebutuhan, selanjutnya yaitu


menentukkan nilai target spesifikasi untuk setiap metrik. Sebelumnya dibuat
terlebih dahulu standar ukuran untuk perancangan produk, pada perancangan
Kardus ini dibutuhkan ukuran sesuai. Adapun ukuran Kardus Standar dapat
dillihat pada Tabel 9, sedangkan Estimasi nilai target untuk setiap merk dapat
dilihat pada Tabel 10 dibawah ini.

Tabel 9. Ukuran Kardus Standar

Ukuran Kardus Setara

360 x 245 x 100 1 Baris AMDK


mm 250 mL

360 x 245 x 195 2 Baris AMDK


mm 250

390 x 260 x 220 24 Pcs Air


mm Mineral 600 mL

16 | P a g e
355 x 190 x 235 Mie Instan
mm

200 x 200 x200 Kado Standard


mm

Tabel 10. Estimasi Nilai Target Untuk Setiap Metrik

No
Need Metrik Kepentingaan Satuan Nilai Target
Metrik

Desain Kardus
memiliki lipatan yang
efisian yang dapat
1, 2, 4, 5, 7, Desain Kardus
1 4 Subyektif memudahkan
9, 10, 12 yang sesuai
pengguna dalam
mengatur ukuran
yang sesuai

Material Kardus Kraft


Liner dengan Jenis
2, 4, 5, 8, 9, Material Flute yaitu E Flute
2 4 Material
10, 11, 12 Kardus agar mudah dilipat
namun kuat dan
terlapisi lilin

Material Balon tepuk


3 1, 2, 3, 8 Pengaman 5 Material
tambahan

Ukuran Normal yaitu


4 5, 6, 7, 12 Ukuran Kardus 4 Cm
360 x 245 x 100 cm

17 | P a g e
Hasil dari analisis kebutuhan akan mempermudah pada proses perancangan produk karena
aspek-aspek yang perlu ada dalam perancangan produk sudah dijabarkan.

2.4. Analisis Produk dan Pesaing

Setelah didapat Metrik Kepentingan pelanggan dilakukan analisis produk


saingan. Ada 2 macam pendekatan pengumpulan informasi menganai Competitive
Benchmarking yaitu ;

Penyajian informasi berdasarkan metrik dan penyajian informasi berdasarkan


pelanggan.

Penulis menggunakan Penyajian informasi berdasarkan metrik dimana produk


boxtobox akan dibandingkan dengan produk pesaing yaitu Indokorr dan
KardusKardus.

Kepentin
No Need Metrik Satuan BoxtoBox Indokorr KardusKardus
gaan

Desain Desain Desain


Kardus Overlap Box Overlap Box
memiliki yaitu desain yaitu desain
lipatan yang yang diberi yang diberi
efisian yang tambahan tambahan
Desain
1, 2, 4, dapat beberapa cm beberapa cm
1 Kardus
5, 7, 9, 4 Subyektif memudahk untuk untuk
yang
10, 12 an pengemasan pengemasan
sesuai
pengguna berlebih berlebih
dalam
mengatur
ukuran yang
sesuai

18 | P a g e
Material Material Material
Kardus Kraft Kardus Kraft Kardus Kraft
Liner Liner dengan Liner dengan
dengan Jenis Flute Jenis Flute
2, 4, 5,
Jenis Flute yaitu B Flute yaitu B Flute
8, 9, Materia
2 4 Material yaitu E Flute agar mudah agar mudah
10, l Kardus
agar mudah dilipat namun dilipat namun
11, 12
dilipat kuat dan kuat dan
namun kuat terlapisi lilin terlapisi lilin
dan terlapisi
lilin

Materia Balon tepuk Tidak Ada Tidak Ada


l
1, 2, 3, Penga
3 5 Material
8 man
tambah
an

Ukuran Ukuran Ukuran


Normal Normal Kado Normal Kado
Kado yaitu yaitu 200 x yaitu 200 x
200 x 200 x 200 x 200 x
200 mm 200Ketebalan 200Ketebala

5, 6, 7, Ukuran bisa (4mm) n (4mm)


4 4 Mm
12 Kardus diadjust Harga (Rp. Harga
hingga 200 x 7000) (Rp.6500)
200 x 400
mm

Ketebalan
(4mm)

19 | P a g e
Harga (+/-
Rp.6500)

Tabel 11. Tabel Analisis Produk dengan Pesaing

20 | P a g e
BAB III

ARSITEK DAN DESAIN PRODUK


3.1. CHUNK PRODUK BoxtoBox

A. Definisi
Skema elemen-elemen fungsional dari produk disusun chunk yang bersifat
fisikal dan menjelaskan bagaimana setiap chunk berinteraksi.

Chunk adalah kesatuan dari elemen fisik produk (part, komponen dan sub-
rakitan) yang mengimplementasikan fungsi produk
B. Tujuan
Mengurai komponen fisik dasar dari produk, apa yang harus dilakukan
komponen tersebut dan seperti apa penghubung (interface) yang digunakan untuk
peralatan lainnya.
Chunk-chunk dari Box To Box:

21 | P a g e
HUBUNGAN TIAP ELEMEN CHUNK

CHUNK
CHUNK KEMASAN CHUNK BODY
ACCESORIS
SINGLE FLUTE PEREKAT
HANDLING

CHUNK ITEM

BALON TEPUK
PUZZLE GRID

22 | P a g e
3.2. DESAIN PRODUK
Produk BoxtoBox dibuat dengan desain yang dapat mengurangi pemakaian
perekat tambahan seperti solatip, ataupun Lem. Dan dibuat semudah mungkin dalam
penggunaannya bagi konsumen.
Berikut Rancangan Desain Kardus BoxtoBox:
A. Rancangan Layout Kardus sebelum menjadi Box

B. Perspektif dan Proyeksi Kardus BoxtoBox

23 | P a g e
C. Perspektif Bagian Dalam Kardus

3.3. Proses Kerja


Pengukuran Proses Kerja dilakukan untuk mengetahui waktu yang dibutuhkan
dalam pembuatan satu produk agar didapat kapasitas pabrik, serta kebutuhan lainnya.
Untuk satu Produk Boxtobox kami merancang waktu pembuatannya berkisar 12
menit.penggambaran Proses Kerja suatu produk dapat dilihat dari Peta Proses
Operasi, Peta Aliran Proses,Peta Kanan Kiri,Diagram Alir, Serta Peta Mesin Orang.

24 | P a g e
A. Peta Proses Operasi
PETA PROSES OPERASI
NAMA OBJEK: BoxtoBox
DIPETAKAN OLEH KELOMPOK 8
NO. PETA 1

item badan karton

15" 15"
pemilihan balon tepuk pemilihan bahan baku kardus

0-9 0-1

10" 30"
pembersihan balon dari debu pemotongan sesuai desain
0-10 0-2

10" 1'
pemeriksaan kualitas
pemisahan 4 balon setiap kardus I-1 pemotongan
0-11

25"
pembuatan layout sesuai
desain
0-3

1'
pemeriksaan
I-2

30"
pembuatan puzzle grid bagian
4
0-4

1'
pemeriksaan
I-3

10"

0-5 printing

1'
pemeriksaan
I-4

25"
pemasangan balon tepuk
0-6

1'
pemeriksaan
I-5

20"

pengeleman kardus
0-7

15"
pengeringan

keterangan jumlah waktu(menit)


11 360

6 17 2' pemeriksaan akhir

I-6
1 3

1 0

total 12 penyimpanan

25 | P a g e
B. Peta Aliran Proses
Pekerjaan : Pebuatan BoxtoBox
Sekarang Usulan Beda No. Peta = 2
Kegiatan
Jml Wkt Jml Wkt Jml Wkt
= Operasi Orang Barang
= Inspeksi Sekarang Usulan
= Tranportasi
v
= Delay Digunakan Oleh :
v
= Penyimpanan Tanggal Digunakan :
Total
Lambang
No. Urutan Jarak (m) Jumlah Waktu (s) Keterangan

1 Gudang Bahan Baku Kardus • 15


2 Pemindahan Bahan Baku • 15
3 Pemotongan awal kardus • 30
4 Pemeriksaan kualitas pemotongan • 60
5 Pemotongan sesuai desain kardus • 25
6 Pengecekan kualitas pemotongan • 60
7 Pembuatan Puzzle Grid • 30
8 Inspeksi • 60
9 Printing • 10
10 Pemeriksaan • 60
11 Pemasangan balon tepuk • 25
12 Pemeriksaan • 60
13 Pengeleman kardus • 20
14 Pengeringan • 15
15 Inspeksi akhir • 120
16 Penyimpanan • 15

C. Diagram Alir
DIAGRAM ALIRAN
PEKERJAAN BOXTOBOX
NOMOR PETA 3
SEKARANG USULAN
DIPETAKAN OLEH KELOMPOK
TANGGAL DIPETAKAN 15-Mar-19

TEMPAT PENYI MPANAN KARDUS DIE CUTTER DIE CUTTER


1
1 1 2 1 3 BAGIAN ALAS

PRINTING RUANG HANDLING


2
PRESSING

6 4 5 3 4

RUANG PENAMBAHAN PACKING AREA


BALON STORAGE
2
2 7 5 8

2
9

26 | P a g e
D. Peta Tangan Kanan dan Tangan Kiri

PETA TANGAN KIRI DAN TANGAN KANAN

PEKERJAAN pemasangan balon tepuk


DEPARTEMEN PACKING
NOMOR PETA 3
SEKARANG USULAN
DIPETAKAN OLEH KELOMPOK
TANGGAL DIPETAKAN 15-Mar-19
TANGAN KIRI JARAK (cm) WAKTU (s) LAMBANG JARAK (cm) WAKTU (s) TANGAN KANAN

Memegang kardus 25 5 G G 0 5 memegang lem 3M


Menunggu 0 4 D RE 20 4 menempelkan lem ke kardus
Memegang kardus 25 10 G RE 30 10 Mengambil balon
Memegang kardus 25 6 G RE 20 6 menempelkan balon
TOTAL 75 25 70 25
RINGKASAN
WAKTU TIAP SIKLUS 25
WAKTU MEMBUAT SATU 25
JUMLAH PRODUK 1

27 | P a g e
E. Peta Pekerjaan Mesin dan Orang

PETA PEKERJAAN DAN MESIN

Pekerjaan : Pembuatan Karton Box


Nama
Mesin : Mesin Plong type pager
Nama
Pekerja : Sukarji Hartanto

SEKARANG USULAN DIPETAKAN OLEH : Aldy dwi h


TANGGAL : 21 MEI 2019
PEKERJA MESIN
ORANG W MESIN W

Pemilihan Bahan Baku kardus 15” Menunggu 15”

Menunggu mesin 30” Pemotongan sesuai disain berlangsung 30”

Pemeriksaan kualitas pemotongan 60” Menunggu 60”

W = Waktu dalam
detik

ORANG Mesin

WAKTU
30” 75”
MENGANGGUR

WAKTU KERJA 75” 30”

WAKTU TOTAL 105” 105”

PERSEN
71,43 % 28,57 %
PENGGUNAAN

28 | P a g e
3.4. Penyesuaian dan Kelonggaran
A. Waktu Siklus
Waktu siklus ; 625” atau detik
Penyesuaian (P) ;
1,33 . Cara kerja operator excellent ÷ Waktu kerja normal = 80/60 1,33. (Sesuai metode
cara summard)
Kelonggaran ; 15%
B. Waktu Normal
Waktu Normal ; ws x P
625 x 1,33 = 831.25 detik

C. Waktu Baku
100 %
Waktu Baku ; wn x 100%100%−𝐾𝑒𝑙𝑜𝑛𝑔𝑔𝑎𝑟𝑎𝑛
100 %
= 831,25 x 100%−15%

= 831,25 x 1,2
= 997,5 detik

29 | P a g e
BAB IV

ANALISIS BIAYA
4.1. Harga per Parts dalam Satu Unit
Perhitungan Harga dilakukan untuk menghitung total harga bahan baku yang
dibutuhkan membuat satu unit produk. Dalam produk BoxtoBox ini Setiap Part
dibutuhkan dibeli dari pihak luar. Hal ini dilakukan karena harga setiap part lebih
murah dibandingkan jika membuat secara langsung.
No Nama Bahan Quantity Harga Ket

Kardus per Part 85 Kardus 1 Rp 800,00 Beli


1
x 70
Balon Tepuk Balon Karet 4 Rp 200,00 Beli
2

Lem Lem PVAC 7 mL Rp 150.000/4Kg Beli


3

Tinta Tinta Jenis 15 mL Rp. 25.000/Kg Beli


4
Polypropylene

Tabel 12. Tabel Harga per Part

4.2. Biaya Investasi

Proses produksi akan berjalan apabila adaya investasi modal dan operasional.
Berikut adalah rancangan perhitungan investasi dan operasional untuk memproduksi
BoxtoBox.
Kebutuhan Investasi Jumlah
Sewa bangunan untuk pabrik dan kantor
Rp 50.000.000/tahun (5 Tahun) Rp 250,000,000.00
- Peralatan Kantor Rp 50,000,000.00
- Mesin, Biaya Instalasi, Biaya perawatan Rp 1,000,000,000.00
Total Biaya Investasi Rp 1,300,000,000.00
Tabel 13. Tabel Kebutuhan Investasi
Sumber: Pengolahan Data
Berdasarkan data diatas sumber dana yang direncanakan mmelalui Bank
Rakyat Indonesia (BRI) sebesar Rp. 1.000.0000.000,00 dengan suku bunga pertahun

30 | P a g e
adalah 8 % per tahun selama 10 tahun. Sisa modal Rp 300.000.000 merupakan modal
sendiri.

Kapasitas produksi per tahun 72000 Pcs per tahun dengan estimasi waktu
produksi, 12 menit menghasilkan 1 pcs BoxtoBox Rencana produksi mengalami
kenaikan pada tahun ketiga seterusnya sebesar 25%.

4.3. Biaya Operasi dan Pemeliharaan

Biaya Tidak Tetap per unit unit per tahun per tahun

Rp 200 72000 Rp 14.400.000


Tenaga Kerja Tidak
Langsung
Rp. 60.000 Rp 60.000.000
Biaya Bahan
Utility(listrik,air,angin)
Rp. 2.100 72000 Rp 151.200.000
Bahan Baku per unit

Total Rp 225.600.000

Biaya tetap

Rp
Gaji Karyawan tetap
3.000.000
Rp 9.000.000 Rp 9.000.000
ada 3 karyawan

Rp 500.000 Rp 500.000
Biaya Umum

Rp 75.000.000 Rp 75.000.000
Biaya Penyusutan

Rp 25.000.000 Rp 25.000.000
Biaya Perawatan

Total Rp 109.500.000

Total Rp 335.100.000

Tabel 14. Tabel Biaya Operasi dan Pemeliharaan

31 | P a g e
4.4. Harga Pokok Produksi dan harga Jual
Harga Pokok Produksi

Biaya Tidak Tetap Rp 225.600.000

Biaya Tetap Rp 109.500.000

Harga Pokok Produksi per tahun Rp 335.100.000

Harga Pokok Produksi per unit Rp 4.654

Harga Jual

Harga Pokok Produksi Rp 4.654

Margin 25% Rp 1.164

Harga Jual per unit Rp 5.818

Tabel 15. Tabel Harga Jual per Unit


4.5. Analisis Break Event Point (BEP)

BEP digunakan untuk mengukur tingkat keseimbangan antara biaya, volume dan
penjualan agar perusahaan tidak mengalami untung maupun rugi perhitungan BEP dapat
berupa Quantity atau biaya.
Biaya tetap (Fixed Cost) per tahun sebesar: Rp 109.500.000. Biaya tidak tetap
(Variable Cost) per tahun sebesar: Rp 225.600.000. Unit yang dihasilkan selama setahun
adalah 72.000 unit. Variable cost per unit= Rp 225.600.000/ 72.000 unit = Rp 3.133/unit.
Maka dihasilkan BEP yaitu:
Secara quantity dapat dihitung BEP nya dengan variabel cost per unit adalah: Rp 3.133/unit
dengan harga jual Rp. 5.818 ,- maka BEP-nya adalah:
Rp 109.500.000
𝐵𝐸𝑃 ( 𝑅𝑢𝑝𝑖𝑎ℎ ) = = 𝑅𝑝. 237.313.137
1 − Rp 3.133
Rp. 5.818

Rp. 109.500.000
𝐵𝐸𝑃 ( 𝑈𝑛𝑖𝑡 ) = = 40791,62 Unit
Rp. 5.818 − Rp 3.133

Dari perhitungan di atas maka BEP yang akan didapat setelah penjualan 40791,62 unit
setara dengan 40792 unit.

32 | P a g e
4.6. Jadwal Pengembalian Kredit
A. Cicilan pengembalian pokok pinjaman dan bunga Bank dari jumlah penjaman

sebesar Rp. 1.000.000.000,-

A = P (A/P, i, n) = 1.000.000.000 (A/P, 8%, 10)

= 1.000.000.000 (0,1558) = 155.800.000

Pembayaran yang harus dilakukan perusahaan ke bank per tahun sebesar Rp

155,800.000

B. Bunga yang dibayarkan per tahun adalah: = Sisa kredit x Bunga Bank (8%)

C. Pengembalian pokok pinjaman diperoleh dengan menggunakan rumus sebagai

berikut: = cicilan per tahun (A) – Bunga yang harus di bayar (B)

Berdasarkan perhitungan diatas diperoleh jadwal pengembalian kredit yang harus

dilakukan perusahaan selama 10 tahun ke bank sebesar Rp. 155,800,000 per tahun, jadwal

pengembalian kredit yang harus dilakukan perusahaan dapat dilihat pada tabel dibawah ini.

Pengembalian
Cicilan Per Pokok
Tahun Bunga BI 8 % Jumlah PPP Sisa Kredit
Tahun Pinjaman
(PPP)
0 Rp1,000,000,000
1 Rp155,800,000 Rp80,000,000 Rp75,800,000 Rp75,800,000 Rp924,200,000
2 Rp155,800,000 Rp73,936,000 Rp81,864,000 Rp157,664,000 Rp842,336,000
3 Rp155,800,000 Rp67,386,880 Rp88,413,120 Rp170,277,120 Rp753,922,880
4 Rp155,800,000 Rp60,313,830 Rp95,486,170 Rp183,899,290 Rp658,436,710
5 Rp155,800,000 Rp52,674,937 Rp103,125,063 Rp198,611,233 Rp555,311,647
6 Rp155,800,000 Rp44,424,932 Rp111,375,068 Rp214,500,131 Rp443,936,579
7 Rp155,800,000 Rp35,514,926 Rp120,285,074 Rp231,660,142 Rp323,651,505
8 Rp155,800,000 Rp25,892,120 Rp129,907,880 Rp250,192,953 Rp193,743,626
9 Rp155,800,000 Rp15,499,490 Rp140,300,510 Rp270,208,390 Rp53,443,116
10 Rp155,800,000 Rp4,275,449 Rp151,524,551 Rp291,825,061 -Rp98,081,435
Tabel 16. Tabel Angsuran Kredit

33 | P a g e
Pada tahun ke-9 terdapat sisa kredit sebesar Rp 53,443,116,- sehingga kami mengakumulasi

sisa kredit tersebut dan cicilan yang harus dibayarkan menjadi sebesar Rp 209,243,116,-

34 | P a g e
BAB V

PENUTUP
5.1. Kesimpulan
 Dari Hasil Pengumpulan data dan Pengujian Validitas dan Reliabilitas didapat hasil
Uji Validitas dari Semua Pernyataan lebih dari korelasi tabel r yaitu diatas 0.224
dan dinyatakan valid. Sedangkan Uji Reliabilitas didapat 0.7832 dan dianyatakan
Reliabilitan Tinggi menurut Guilford
 Dari Hasil Pengumpulan Data, Koresponden menyatakan membutuhkanKardus
yang dapat disesuaikan ukurannnya dan juga memiliki pengaman barang yang
dikirim tidak rusak atau cacat.
 Proses Pembuatan satu unit Kardus BoxtoBox dapat dilakukan selama kurang
lebih 12 menit dengan kapasitas 300 Unit/Hari dan 72000 unit / Tahun
 Dari Hasil Perhitungan kami Kardus BoxtoBox dapat dijual dengan Harga berkisar
Rp. 5800 – Rp. 6000 per unitnya
5.2. Saran
Penulis Menyadari bahwa Laporan ini masih jauh dari kesempurnaa. Penulis akan
memperbaiki laporan tersebut dengan pedoman pada banyak sumber yang dapat
dipertanggungjawabkan. Maka dari itu penulis mengharapkan kritik dan saran
mengenai pembahasan laporan dan kesimpulan di atas

35 | P a g e
DAFTAR PUSTAKA
 2016, Nugroho, Ragil : Mengemas Laba Usaha Pembuatan Kardus Kemasan Siap
Pakai , https://peluangusaha.kontan.co.id/news/mengemas-laba-usaha-pembuatan-
kardus-kemasan-siap-pakai
 2017, Anonim : Mengenal Jenis – jenis Corrutage Bos ,
http://www.besbox.co.id/news_mengenal-jenisjenis-corrugated-box
 2014, Anonim : Mengulik Karton Box berbagai type dan Kualitas,
http://www.dinastindopratama.com/mengulik-karton-box-berbagai-type-dan-
berkualitas.html/

 2016, Budiono : Studi Kasus Berbahan Kardus, JURNAL DESAIN INTERIOR, VOL. 1, NO.
1, APRIL 2016 ISSN 2527 – 2853 , Institut Teknologi Sepuluh Nopember
LAMPIRAN