Anda di halaman 1dari 8

SAP (Satuan Acara Penyuluhan)

BAHAYA MEROKOK

Pokok bahasan : Rokok


Sub pokok bahasan : Bahaya rokok terhadap tubuh
Target : Pengguna rokok
Waktu : 20 menit
Hari/tanggal : Senin, 14 Januari 2019
Tempat :Di Rumah Tn.Y / Tawang 01/01, Macanan, Kebakkramat,
Karanganyar
Penyuluh :Audri Diyan Kurniawati

I. TUJUAN
A. Tujuan Umum
Setelah mendapatkan penyuluhan selama 20 menit tentang bahaya rokok
terhadap tubuh, keluarga Tn.Y mengerti dampak menggunakan atau
mengkonsumsi rokok.
B. Tujuan Khusus
Setelah mendapatkan penyuluhan satu kali diharapkan peserta
penyuluhan mampu:
1. Memahami bahaya rokok bagi tubuh
2. Mengerti kandungan atau racun yang terdapat dalam rokok
3. Mengurangi dalam mengkonsumsi rokok
4. Berhenti mengkonsumsi rokok
II. SUB POKOK
a. Pengertian rokok
b. Kandungan rokok
c. Bahaya rokok
d. Cara berhenti merokok

III. METODE PENYAMPAIAN


Diskusi / Tanya jawab

IV. MEDIA
1. Leafflet
2. Bolpoin

V. MATERI KEGIATAN
Jenis kegiatan Kegiatan penyuluh Kegiatan pendengar
Pembukaan a) Mengucapkan salam a) Menjawab salam
2 menit b) Memperkenalkan diri b) Mendengarkan
c) Kontrak waktu c) Mendengarkan dan
d) Menyampaikan tujuan penyuluhan menerima kontrak waktu
d) Mendengarkan

Proses a) Menggali pengetehuan a) Mengungkapkan pendapat


15 menit pengunjung tentang merokok b) Mendengarkan,
b) Menjelaskan pengertian merokok memperhatikan
c) Menjelaskan jenis penyakit Akibat c) Mendengarkan,
merokok memperhatikan
d) Menjelaskan bahaya merokok d) Mendengarkan,
e) Menjelaskan cara berhenti memperhatikan
merokok e) Mendengarkan,
memperhatikan

Evaluasi Memberikan kesempatan peserta


Peserta bertanya
10 menit untuk bertanya

Penutup a) Menyimpulkan materi bersama- a) Mendengarkan


3 menit sama b) Menjawab salam
b) Mengucapkan salam

III. EVALUASI
Tn.Y dapat mengerti dan paham tentang bahaya rokok terhadap tuhuh
dan kesehatan dalam kehidupan sehari-hari.

MATERI BAHAYA MEROKOK

A. Pengertian Rokok
Rokok merupakan salah satu zat adiktif yang bila digunakan
mengakibatkan bahaya kesehatan bagi diri sendiri maupun masyarakat,
oleh karena itu diperlukan berbagai kegiatan pengamanan rokok bagi
kesehatan.
Rokok adalah hasil olahan tembakau terbungkus termasuk cerutu
atau bentuk lainnya yang mengandung NIKOTIN dan TAR dengan atau
tanpa bahan tambahan.
B. Kandungan Rokok
Setiap batang rokok yang di nyalakan akan mengeluarkan lebih
4000 bahan kimia beracun yang membahayakan dan boleh
membawa maut. Dengan ini setiap sedutan itu menyerupai satu sedutan
maut. Di antara kandungan asap rokok termasuklah bahan radioaktif
(polonium-201) dan bahan-bahan yang digunakan di dalam cat (acetone),
pencuci lantai (ammonia), ubat gegat (naphthalene), racun serangga
(DDT), racun anai-anai (arsenic), gas beracun (hydrogen cyanide) yang
digunakan di “kamar gas maut” bagi pesalah yang menjalani hukuman
mati, dan banyak lagi. Bagaimanapun, racun paling penting adalah Tar,
Nikotin dan karbonmonoksida.
Tar mengandung sekurang-kurangnya 43 bahan kimia yang
diketahui menjadi penyebab kanker (karsinogen).
Nikotin turut menjadi puncak utama risiko serangan penyakit
jantung dan strok. Hampir satu perempat mangsa penyakit jantung adalah
hasil puncak dari tabiat merokok. Di Malaysia, sakit jantung merupakan
penyebab utama kematian sementara strok adalah pembunuh yang
keempat.
Karbon Monoksida pula adalah gas beracun yang biasanya
dikeluarkan oleh kendaraan. Apabila racun rokok itu memasuki tubuh
manusia ataupun hewan, yang akan membawa kerusakkan pada setiap
organ, yaitu bermula dari hidung, mulut, tekak, saluran pernafasan, paru-
paru, saluran penghazaman, saluran darah, jantung, organ pembiakan,
sehinggalah kesaluran kencing dan pundi kencing, yaitu apabila sebagian
dari racun-racun itu dikeluarkan dari badan.

C. Bahaya Rokok
Rokok adalah benda beracun yang member efek santai dan sugesti
merasa lebih jantan. Di balik kegunaan atau manfaat rokok yang secuil itu
terkandung bahaya yang sangat besar bagi orang yang merokok maupun
orang di sekitar perokok yang bukan perokok.
Ketika sebatang rokok terbakar terbentuklah 4.000 senyawa kimia,
200 diantaranya beracun dan 43 lagi pemicu kanker.
Efek racunnya terhadap sang perokok dibandingkan yang tidak
merokok yaitu :
1. 14x menderita kanker paru-paru, mulut, dan tenggorokan
2. 4x menderita kanker esophagus
3. 2x kanker kandung kemih
4. 2x serangan jantung

Beberapa bahaya rokok diantaranya :


1. Rokok juga meningkatkan resiko kefatalan bagi penderita pneumonia
dan gagal jantung, serta tekanan darah tinggi.
2. Asap rokok mengandung kurang lebih 4000 bahan kimia yang 200
diantaranya beracun dan 43 jenis lainnya dapat menyebabkan kanker
bagi tubuh. Beberapa zat yang sangat berbahaya yaitu tar, nikotin,
karbonmonoksida, dsb.
3. Asap rokok yang baru mati di asbak mengandung tiga kali lipat bahan
pemicu kanker di udara dan 50 kali mengandung bahan
pengeiritasimata dan pernapasan. Semakin pendek rokok semakin
tinggi kadar racun yang siap melayang keudara. Suatu tempat yang
dipenuhi polusi asap rokok adalah tempat yang lebih berbahaya dari
pada polusi di jalanan raya yang macet.
4. Seseorang yang mencoba merokok biasanya akan ketagihan karena
rokok bersifat candu yang sulit dilepaskan dalam kondisi apapun.
Seorang perokok berat akan memilih merokok dari pada makan jika
uang yang dimilikinya terbatas.
5. Harga rokok yang mahal akan sangat memberatkan orang yang
tergolong miskin, sehingga dana kesejahteraan dan kesehatan
keluarganya sering dialihkan untuk membeli rokok. Rokok dengan
merk terkenal biasanya dimiliki oleh perusahaan rokok asing yang
berasal dari luar negeri, sehingga uang yang dibelanjakan perokok
sebagian akan lari keluar negeri yang mengurangi devisa negara.
Pabrik rokok yang mempekerjakan banyak buruh tidak akan mampu
meningkatkan taraf hidup pegawainya, sehingga apabila pabrik rokok
ditutup para buruh dapat dipekerjakan di tempat usaha lain yang lebih
kreatif dan mendatangkan devisa.
6. Sebagian perokok biasanya akan mengajak orang lain yang belum
merokok untuk merokok agar merasakan penderitaan yang sama
dengannya, yaitu terjebak dalam ketagihan asap rokok yang jahat.
Sebagian perokok juga ada yang secara sengaja merokok di tempat
umum agar asap rokok yang dihembuskan dapat terhirup orang lain,
sehingga orang lain akan terkena penyakit kanker.
7. Kegiatan yang merusak tubuh adalah perbuatan dosa, sehingga rokok
dapat dikategorikan sebagai benda atau barang haram yang harus
dihindari dan dijauhi sejauh mungkin. Ulama atau ahli agama yang
merokok mungkin akan memiliki persepsi yang berbeda dalam hal
ini.

D. Cara Berhenti Merokok dan Upaya Pencegahan


1. Rencanakan waktu berhenti
2. Obat-obatan
3. Bantu diri anda sendiri dengan informasi yang meyakinkan untuk
menjauh dari rokok setelah berhenti merokok
4. Carilah dukungan dari orang-orang yang juga ingin berhenti merokok
5. Konseling
6. Langsung berhenti merokok
7. Olahraga
8. Minta Sahabat/Keluarga jika Anda mengalami masa-masa sulit
Dalam upaya prevensi, motivasi untuk menghentikan perilaku
merokok penting untuk dipertimbangkan dan dikembangkan. Dengan
menumbuhkan motivasi dalam diri untuk berhenti atau tidak mencoba
untuk merokok, akan membuat mereka mampu untuk tidak terpengaruh
oleh godaan merokok yang dating dari teman, media massa atau kebiasaan
keluarga/orang tua.
Suatu program kampanye anti merokok yang dilakukan dapat
dijadikan contoh dalam melakukan upaya pencegahan agar tidak merokok,
karena ternyata program tersebut membawa hasil yang menggembirakan.
Kampanye anti meroko kini dilakukan dengan cara membuat berbagai
poster, film dan diskusi-diskusi tentang berbagai aspek yang berhubungan
dengan merokok. Lahan yang digunakan untuk kampanye ini adalah
sekolah-sekolah, televise atau radio.
Meskipun orang tuamu merokok, kamu tidak perlu harus meniru,
karena kamu mempunyai akal yang dapat kamu pakai untuk membuat
keputusan sendiri. Iklan-iklan merokok sebenarnya menjerumuskan
orang. Sebaiknya kamu mulai belajar untuk tidak terpengaruh oleh iklan
seperti itu.
Kamu tidak harus ikut merokok hanya karena teman-temanmu
merokok. Kamu bias menolak ajakan mereka untuk ikut merokok.
Perilaku merokok akan memberikan dampak bagi kesehatan secara
jangka pendek maupun jangka panjang yang nantinya akan ditanggung
tidak saja oleh diri kamu sendiri tetapi juga akan dapat membebani orang
lain (misal: orang tua)
DAFTARPUSTAKA

Affandi, Biran,dkk, 2003. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kontrasepsi. Jakarta:


Yayasan Bina PustakaSarwonoPrawirohardjo.

Manuaba, Ida Bagus Gde, Memahami Kesehatan Reproduksi Remaja. Jakarta :


EGC.