Anda di halaman 1dari 5

BONE

INSTITUTE
PUSAT KAJIAN PEMBANGUNAN &
KEBIJAKAN PUBLIK
PROPOSAL
PENGUATAN KAPASITAS DAN KOMPETENSI
ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH
KABUPATEN BONE

A. PENDAHULUAN

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) meupakan lembaga demokrasi yang


menghimpun elemen-elemen politik lokal pemenang Pemilu, baik pada tingkat Kabu-
paten/ Kota maupun tingkat Propinsi. DPRD memiliki fungsi dan peran sangat strategis
dalam mengartikulasikan aspirasi konstituen melalui mekanisme legislasi dan
pengawasan politik di parlemen, mendorong lembaga eksekutif daerah agar melahirkan
kebijakan publik yang partisipatif dan mensejahterakan masyarakat, sampai mengawal
pelaksanaan kebijakan di lapangan.

Mekanisme Pemilihan Umum (Pemilu), secara normatif boleh jadi berhasil


melahirkan wakil rakyat yang memiliki akseptabilitas dan memenuhi asas keterwakilan.
Namun demikian, faktor popularitas atau kuatnya dukungan masyarakat tidak selalu
paralel dengan kapasitas dan atau kompetensi yang bersangkutan di dalam menjalankan
peran dan fungsinya sebagai anggota DPRD.

Keberhasilan DPRD dalam menjalankan peran dan fungsinya, tidak hanya


ditentukan oleh kewenangan formal yang dimiliki oleh kelembagaan DPRD, tapi yang
jauh lebih penting adalah kapasitas dan kompetensi dari masing-masing individu/personal
para anggota dewan.

Pada saat bersamaan, era otonomi ditandai oleh tingginya dinamika perubahan
menyangkut sistem penyelenggaraan pemerintahan di daerah, sehingga setiap anggota
DPRD dituntut untuk terus menerus meng-up grade pengetahuannya. Secara bersamaan,
berlangsung pula perubahan di kalangan rakyat yang tidak kalah dinamis, sehingga
diperlukan pula peningkatan kapasitas setiap anggota DPRD dalam menyerap dan
mengelola aspirasi konstituen, sehingga tidak terjadi gangguan keseimbangan, baik antar
elemen penyelenggara pemerintahan di daerah maupun antara kebijakan pemerintah
daerah dengan kebijakan pemerintah pusat.

Berdasarkan pertimbangan di atas, hampir seluruh Partai Politik yang berhasil


mendudukan kadernya di parlemen, lebih awal melaksanakan pembekalan secara internal
dengan muatan berdasarkan platform, visi-misi dan strategi partai masing-masing. Dalam
konteks inilah, Bone Institute (BINS) memandang perlunya penguatan kapasitas dan
kompetensi anggota DPRD (kususnya) Kabupaten Bone secara menyeluruh dalam rangka
menyamakan presepsi terhadap eksistensi dan pelaksanaan tugas serta fungsi DPRD.

Ruang-lingkup kegiatan dan agenda aksi BINS terkait dengan program penguatan
dan kompetensi anggota DPRD Kabupaten Bone tersebut, adalah sebagaimana diuraikan
pada bagian berikut ini.

Bone Institute: Jl. Kalimantan No. 18 Watampone 1


B. TUJUAN

Dengan merujuk pada alur fikiran di atas, maka divisi yang membidangi
Pengkajian dan Pelatihan telah merancang program pelatihan “Penguatan Kapasitas dan
Kompetensi Anggota DPRD”, yang bertujuan untuk :
 Memberikan pemahaman kepada peserta menyangkut ruang-lingkup kewenangan,
tugas pokok dan fungsi, serta hak dan kewajiban sebagai Anggota DPRD;
 Membekali peserta dengan kemampuan teknis di bidang legislasi, budgeting, dan
pengawasan terhadap kebijakan-kebijakan lembaga eksekutif daerah;
 Membuka cakrawala pandang peserta terhadap mekanisme, sistem, norma, dan etika
penyelenggaraan pemerintahan di daerah, disertai rangkaian studi kasus yang inspiratif
dan bermanfaat dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai Anggota DPRD;
 Mengasah kepekaan peserta dalam menangkap aspirasi konstituen dan mengartiku-
lasikannya ke dalam mekanisme, sistem, norma, dan etika kelembagaan DPRD,
sehingga mampu meningkatkan kepercayaan publik terhadap kinerja kelembagaan
DPRD.

C. NAMA DAN TEMA KEGIATAN

1. Nama Kegiatan :
“Bimbingan Teknis Penguatan Kapasitas dan Kompetensi Anggota DPRD
Kabupaten Bone”.
2. Tema Kegiatan :
“Anggota DPRD Memahami Kedudukan, Tugas dan Fungsi DPRD”.

D. WAKTU DAN TEMPAT

1. Waktu :
Waktu pelaksanaan kegiatan “Bimbingan Teknis Penguatan Kapasitas dan
Kompetensi Anggota DPRD Kabupaten Bone” ditentukan berdasarkan kesepakatan
yang diatur dalam MoU antara DPRD Kabupaten Bone dengan Bone Institute
(BINS).
2. Tempat :
Tempat pelaksanaan kegiatan “Bimbingan Teknis Penguatan Kapasitas dan
Kompetensi Anggota DPRD Kabupaten Bone” ditentukan berdasarkan kesepakatan
yang diatur dalam MoU antara DPRD Kabupaten Bone dengan Bone Institute
(BINS).

E. PESERTA
Seluruh Anggota DPRD Kabupaten Bone Periode 2014-2019 (45 orang), hasil
Pemilihan Umum Tahun 2014.

F. NARASUMBER
Setiap materi disajikan oleh narasumber yang berkualifikasi pakar tingkat daerah,
regional dan nasional dan/atau memiliki kompetensi berdasarkan pelaksanaan tugasnya,
baik yang berasal dari instansi tingkat daerah maupun pusat.

Bone Institute: Jl. Kalimantan No. 18 Watampone 2


G. PELAKSANAAN

a. Pelaksana :
Penguatan Kapasitas dan Kompetensi Anggota DPRD Kabupaten Bone
dilaksanakan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Bone atas dasar
kerjasama program dengan Bone Institute (BINS).
b. Bentuk Pelaksanaan :
Penguatan Kapasitas dan Kompetensi Anggota DPRD Kabupaten Bone
dilaksanakan dalam bentuk pelatihan yang didesain dengan penyajian materi, tanya
jawab dan penugasan jika diperlukan.

H. ANGGARAN

Pelaksanaan kegiatan Bintek Penguatan Kapasitas dan Kompetensi Anggota


DPRD Kabupaten Bone bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah
(APBD) Kabupaten Bone Tahun Anggaran 2014.

I. MATERI KEGIATAN

1. Materi Standar :

a. Ruang-lingkup kewenangan, tugas pokok dan fungsi, serta hak dan


Kewajiban DPRD.
Materi ini bertujuan untuk membekali peserta dengan pengetahuan normatif
tentang ruang-lingkup kewenangan, tugas pokok dan fungsi, serta hak dan
kewajiban kelembagaan DPRD sebagai unsur penyelenggara pemerintahan di
Daerah.

b. Kedudukan DPRD dalam Sistem Tata-kelola Pemerintahan Daerah.


Penyajian materi ini bertujuan untuk membekali peserta dengan pengetahuan
tentang kelembagaan DPRD sebagai bagian dari unsur penyelenggara
pemerintahan daerah, dan kaitannya dengan unsur penyelenggara pemerintahan
daerah lainnya (pemerintah daerah dan perangkat-perangkatnya) dalam sistem tata-
kelola pemerintahan daerah menurut aturan perundang-undangan yang berlaku.

c. Teknik Penyusunan Legislasi Daerah.


Penyajian materi ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi
peserta di dalam menjalankan fungsi legislasi, melalui pembekalan pengetahuan
tentang hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan di dalam teknis penyusunan
Peraturan Daerah (Perda), mekanisme dan prosedur, serta implementasi pelaksana-
an di lapangan.

d. Struktur dan Mekanisme Penyusunan APBD Berbasis Kinerja.


Penyajian materi ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi
peserta di dalam menjalankan fungsi budgeting, melalui pembekalan pengetahuan
tentang hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan di dalam teknis penyusunan
Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah.

Bone Institute: Jl. Kalimantan No. 18 Watampone 3


e. Mekanisme Pengawasan DPRD terhadap Kinerja Pemerintah Daerah.
Penyajian materi ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi
peserta di dalam mengidentifikasi kebutuhan pembangunan, menentukan skala
prioritas, menjabarkan dalam perencanaan dan program pembangunan, serta
mengawasi kinerja pemerintah daerah dalam pelaksanaan kegiatan pembangunan
sesuai perencanaan.

f. Teknik Penyusunan dan Urgensi KUA/PPAS Dalam Penyusunan APBD.


Materi ini dimaksudkan agar peserta memahami mekanisme penyusunan
Kebijakan Umum Anggaran dan Platforn Prioritas Anggaran Sementara sebagai
dasar penyusunan APBD.

g. Kedudukan dan Mekanisme Kerja Fraksi sebagai Saluran Aspirasi Partai di


Parlemen.
Materi ini merupakan topik pilihan dalam pelatihan dengan maksud agar
peserta memahami kedudukan dan mekanisme kerja Fraksi dalam
memperjuangkan dan menyalurkan aspirasi masyarakat berdasarkan visi-misi Partai
Politik masing-masing.

2. Materi Pilihan

a. Tinjauan terhadap Peta Situasi dan Kondisi Sosial Politik Lokal yang Krusial
dan Perlu Menjadi Perhatian Anggota DPRD.
Materi ini merupakan topik khusus dalam rangka memberikan informasi
kepada anggota DPRD Kabupaten Bone tentang peta situasi dan kondisi sosial
politik di Kabupaten Bone.

b. Tinjauan terhadap Peta Situasi dan Kondisi Sosial Politik Nasional dan
Kaitannya dengan Agenda DPRD di Tingkat Lokal.
Materi ini merupakan topik khusus dalam rangka memberikan informasi
kepada anggota DPRD Kabupaten Bone tentang peta situasi dan kondisi sosial
politik secara nasional.

c. Public Speaking dan Personal Branding.


Penyajian materi ini bertujuan untuk meningkatkan ketrampilan peserta
sebagai pembicara pada forum terbuka maupun tertutup, diperkaya dengan kiat dan
seni untuk menjadi tokoh politik dengan pribadi yang mempesona publik.

d. Konsep Pembangunan Daerah dan Tantangan yang dihadapi Dalam


Mewujudkan Bone Cerdas, Bone Sehat dan Bone Sejahtera.
Materi ini disampaikan Pemerintah Daerah dengan maksud agar DPRD
sebagai komponen penyelenggara Pemerintahan Daerah, senantiasa bersinergi
dengan Pemerintah Daerah dalam mewujudkan harapan masyarakat Bone sesuai
visi-misi Kabupaten Bone.

Bone Institute: Jl. Kalimantan No. 18 Watampone 4


J. PENUTUP

Demikian Proposal ini dibuat sebagai pedoman untuk dilaksanakan dan dalam
rangka menjadi pertimbangan untuk terjalinnya kerjasama program dengan DPRD
Kabupaten Bone dalam melakukan kegiatan Pelatihan Penguatan Kapasitas dan
Kompetensi Anggota DPRD Kabupaten Bone periode 2014-2019 hasil Pemilihan Umum
Tahun 2014.

Watampone, 15 Agustus 2014

BONE INSTITUTE
Direktur Eksekutif,

H. FIRMAN BATARI, SH.,MH.

Bone Institute: Jl. Kalimantan No. 18 Watampone 5