Anda di halaman 1dari 35

BAB I

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Minyak bumi (Bahasa Inggris: petroleum, dari bahasa Latin petrus – karang dan oleum –

minyak), dijuluki juga sebagai emas hitam, adalah cairan kental, coklat gelap, atau kehijauan

yang mudah terbakar, yang berada di lapisan atas dari beberapa area di kerak Bumi. Minyak

bumi terdiri dari campuran kompleks dari berbagai hidrokarbon, sebagian besar seri alkana,

tetapi bervariasi dalam penampilan, komposisi, dan kemurniannya.

Minyak adalah istilah umum untuk semua cairan organik yang tidak larut/bercampur dalam

air (hidrofobik) tetapi larut dalam pelarut organik. Ada sifat tambahan lain yang dikenal

awam: terasa licin apabila dipegang. Dalam arti sempit, kata 'minyak' biasanya mengacu ke

minyak bumi (petroleum) atau produk olahannya: minyak tanah (kerosena). Namun demikian,

kata ini sebenarnya berlaku luas, baik untuk minyak sebagai bagian dari menu makanan

(misalnya minyak goreng), sebagai bahan bakar (misalnya minyak tanah), sebagai pelumas

(misalnya minyak rem), sebagai medium pemindahan energi, maupun sebagai wangi-wangian

(misalnya minyak nilam).


BAB II

PEMBAHASAN

A. Proses Pembentukan Minyak Bumi


Saat ini, sejumlah besar ilmuwan secara umum berpendapat bahwa minyak bumi adalah

makhluk hidup purbakala yang di bawah tekanan suhu tinggi dan setelah melalui proses

pengolahan dalam jangka waktu yang panjang serta lamban, maka makhluk hidup zaman

purbakala baru berubah menjadi minyak bumi. Namun, yang membuat para ilmuwan bingung

adalah sebenarnya butuh berapa kali organisme prasejarah dalam skala besar terkumpul

dan terkubur, baru bisa menghasilkan minyak bumi yang sedemikian banyak seperti

sekarang ini?

Masalah ini terjawab di majalah Scientist akhir November 2003. Penulis artikel tersebut

yakni Jeffry S. Dukes dari Universitas Utah, melalui hasil hitungan dari data industri dan

geokimia serta biologi yang ada sekarang: 1 galon minyak bumi Amerika, ternyata

membutuhkan 90 ton tumbuhan purbakala sebagai bahan material, artinya 1 liter minyak

bumi berasal dari 23,5 ton tumbuhan purbakala. Lalu berapa tumbuhan yang dapat mencapai

23,5 ton itu? Hasil hitungan didapati, bahwa itu setara dengan 16.200 meter persegi jumlah

tanaman gandum, teremasuk daun, tangkai dan seluruh akarnya.

Mengapa membutuhkan makhluk hidup purbakala dalam jumlah yang sedemikian besar baru

bisa mengubahnya menjadi minyak bumi? Penyebabnya adalah bahwa minyak bumi harus di

bawah tekanan suhu tinggi, dengan demikian baru bisa menghasilkan minyak bumi, lalu

setelah makhluk hidup purbakala mati, jika penguburan tidak cepat, maka akan lapuk dan

terurai. Namun, masalahnya adalah sebenarnya berapa besar rasio makhluk hidup purbakala

berubah menjadi energi fosil? Penulis mengatakan: Kurang dari 1/10.000! Sebab sebagian

besar karbon kembali ke atmosfer setelah melalui penguraian. Dan sejumlah kecil yang

tersisa baru dapat berubah menjadi bahan bakar fosil.


Selanjutnya penulis mengatakan: Berdasarkan hitungan jumlah pemakaian minyak bumi

seluruh dunia tahun 1997, energi fosil yang dihabiskan seluruh dunia waktu itu setara

dengan 400 kali lipat jumlah semua tumbuhan di atas bumi yang bisa menghasilkan minyak.

Dilihat dari segi lainnya, data geologi menunjukkan, bahwa bumi pada zaman purbakala

mutlak tidak mungkin lebih besar ukurannya dibanding bumi saat ini, lagi pula jumlah

kandungan oksigen di udara dan suhu udara pada zaman purbakala kurang lebih 30% lebih

tinggi dibanding bumi saat ini, atau dengan kata lain, kecepatan busuknya makhluk hidup

lebih cepat dibanding sekarang. Seandainya minyak bumi berasal dari jasad makhluk hidup

melalui sirkulasi karbon, maka meskipun bentuk tubuh makhluk hidup purbakala lebih besar,

namun jika rasio penguburan lebih cepat dan skala besar malahan sangat rendah juga akan

sangat sulit, ini adalah yang bisa diketahui dari fosil dinosaurus yang tidak sempurna dan

tidak banyak jumlahnya, yang hanya dapat kita gali sekarang ini. Sebuah fosil individual

dinosaurus yang demikian tidak mudah untuk disimpan, lalu berapa besar rasionya jasad

dinosaurus dalam skala besar yang harus segera dikubur?

Minyak bumi (bahasa Inggris: petroleum, dari bahasa Latin: petrus ), dijuluki juga sebagai

emas hitam adalah cairan kental, coklat gelap, atau kehijauan yang mudah terbakar, yang

berada di lapisan atas dari beberapa area di kerak bumi. Minyak bumi dan gas alam berasal

dari jasad renik lautan, tumbuhan dan hewan yang mati sekitar 150 juta tahun yang lalu.

Sisa-sisa organisme tersebut mengendap di dasar lautan, kemudian ditutupi oleh lumpur.

Lapisan lumpur tersebut lambat laun berubah menjadi batuan karena pengaruh tekanan

lapisan di atasnya. Sementara itu, dengan meningkatnya tekanan dan suhu, bakteri anaerob

menguraikan sisa-sisa jasad renik tersebut dan mengubahnya menjadi minyak dan gas.

Proses pembentukan minyak bumi dan gas ini memakan waktu jutaan tahun. Minyak dan gas

yang terbentuk meresap dalam batuan yang berpori seperti air dalam batu karang. Minyak

dan gas dapat pula bermigrasi dari suatu daerah ke daerah lain, kemudian terkosentrasi

jika terhalang oleh lapisan yang kedap.Walupun minyak bumi dan gas alam terbentuk di

dasar lautan, banyak sumber minyak bumi yang terdapat di daratan. Hal ini terjadi karena

pergerakan kulit bumi, sehingga sebagian lautan menjadi daratan.


Minyak bumi adalah cairan kental, coklat gelap, atau kehijauanyang mudah terbakar, yang

berada dilapisan atas dari beberapa area di kerak bumi. Minyak bumi terdiri dari campuran

kompleks dari berbagai hidrokarbon, sebagian besar seri alkana, tetapi bervariasi dalam

penampilan, komposisi, dan kemurniannya.

Dewasa ini terdapat dua teori utama yang berkembang mengenai asal usul terjadinya minyak

bumi, antara lain:

1. Teori Anorganik (Abiogenesis)

Barthelot (1866) mengemukakan bahwa di dalam minyak bumi terdapat logam alkali, yang

dalam keadaan bebas dengan temperatur tinggi akan bersentuhan dengan CO2 membentuk

asitilena. Kemudian Mandeleyev (1877) mengemukakan bahwa minyak bumi terbentuk akibat

adanya pengaruh kerja uap pada karbida-karbida logam dalam bumi. Yang lebih ekstrim lagi

adalah pernyataan beberapa ahli yang mengemukakan bahwa minyak bumi mulai terbentuk

sejak zaman prasejarah, jauh sebelum bumi terbentuk dan bersamaan dengan proses

terbentuknya bumi.

Pernyataan tersebut berdasarkan fakta ditemukannya material hidrokarbon dalam

beberapa batuan meteor dan di atmosfir beberapa planet lain. Secara umum dinyatakan

seperti dibawah ini:

Berdasarkan teori anorganik, pembentukan minyak bumi didasarkan pada proses kimia, yaitu

a. Teori alkalisasi panas dengan CO2 (Berthelot)

Reaksi yang terjadi:

alkali metal + CO2 karbida

karbida + H2O ocetylena

C2H2 C6H6 komponen-komponen lain

Dengan kata lain bahwa didalam minyak bumi terdapat logam alkali dalam keadaan bebas dan

bersuhu tinggi. Bila CO2 dari udara bersentuhan dengan alkali panas tadi maka akan

terbentuk ocetylena. Ocetylena akan berubah menjadi benzena karena suhu tinggi.

Kelemahan logam ini adalah logam alkali tidak terdapat bebas di kerak bumi.
b. Teori karbida panas dengan air (Mendeleyef)

Asumsi yang dipakai adalah ada karbida besi di dalam kerak bumi yang kemudian

bersentuhan dengan air membentuk hidrokarbon, kelemahannya tidak cukup banyak karbida

di alam.

2.Teori Organik (Biogenesis)

Dengan dua panah dengan arah yang berlawanan, dimana karbon diangkut dalam bentuk

karbon dioksida (CO2). Pada arah pertama, karbon dioksida di atmosfir berasimilasi,

artinya CO2 diekstrak dari atmosfir oleh organisme fotosintetik darat dan laut. Pada arah

yang kedua CO2 dibebaskan kembali ke atmosfir melalui respirasi makhluk hidup

(tumbuhan, hewan dan mikroorganisme).

Komposisi Minyak Bumi

Komposisi minyak bumi dikelompokkan kedalam empat kelompok, yaitu:

1) Hidrokarbon jenuh (alkana)

 Dikenal dengan alkana atau paraffin.

 Keberadaan rantai lurus sebagai komponen utama (terbanyak), sedangkan rantai

bercabang lebih sedikit.

 Senyawa penyusun diantaranya : Metana, Etana, Propana, Butana, n-heptana, iso

oktana.

2) Hidrokarbon tak jenuh (alkena)

 Dikenal dengan alkena

 Keberadaannya hanya sedikit

 Senyawa penyusunnya : etana, propena, butena.

3) Hidrokarbon jenuh berantai siklik (sikloalkana)

 Dikenal dengan sikloalkana atau naftena

 Keberadaannya lebih sedikit dibanding alkana

1. Siklopropana 3. Siklopentana
2. Silkobutuna 4. Sikloheksana

4) Hidrokarbon aromatic

 Dikenal sebagai seri aromatic

 Keberadaannya sebagai komponen yang kecil/sedikit

 Senyawa penyusunannya :

1. Haltalena 3. Benzena

2. Antrasena 4. Toluena

Proses Terbentuknya

Minyak bumi (Crude Oil) dan gas alam merupakan senyawa hidrokarbon. Rantai karbon yang

menyusun minyak bumi dan gas alam memiliki jenis yang beragam dan tentunya dengan sifat

dan karakteristik masing-masing. Sifat dan karakteristik dasar minyak bumi inilah yang

menentukan perlakuan selanjutnya bagi minyak bumi itu sendiri pada pengolahannya. Hal ini

juga akan mempengaruhi produk yang dihasilkan dari pengolahan minyak tersebut.

Berdasarkan model OWEM (OPEC World Energy Model), permintaan minyak dunia pada

periode jangka menengah (2002-2010) diperkirakan meningkat sebesar 12 juta barel per

hari (bph) menjadi 89 juta bph atau tumbuh rata-rata 1,8% per tahun. Sedangkan pada

periode berikutnya (2010-2020), permintaan naik menjadi 106 juta bph dengan

pertumbuhan sebesar 17 juta bph.

Pengetahuan tentang minyak bumi dan gas alam sangat penting untuk kita ketahui,

mengingat minyak bumi dan gas alam adalah suatu sumber energi yang tidak dapat

diperbaharui, sedangkan penggunaan sumber energi ini dalam kehidupan kita sehari-hari

cakupannya sangat luas dan cukup memegang peranan penting atau menguasai hajat hidup

orang banyak. Sebagai contoh minyak bumi dan gas alam digunakan sebagai sumber energi

yang banyak digunakan untuk memasak, kendaraan bermotor, dan industri, kedua bahan

bakar tersebut berasal dari pelapukan sisa-sisa organisme sehingga disebut bahan bakar

fosil.
B. Pengolahan Minyak Bumi
Dari penambangan hasil minyak bumi diperoleh minyak mentah (crude oil) yang belum dapat

dimanfaatkan. Minyak mentah diolah pada kilang minyak melalui dua tahap sebagai berikut.

1) Tahap pertama

Komponen-komponen minyak bumi dipisahkan dengan cara distilasi bertingkat

(distilasi berfraksi). Distilasi bertingkat adalah penyulingan serta pengembunan

kembali berbagai macam cairan adalah penyulingan titik didih berbeda-beda. Makin

besar molekul hidrokarbon, makin tinggi titik dididhnya dan makin kecil molekul

hidrokarbon, makin rendah titik didihnya. Proses pemisahan berlangsung dalam stu

kilom ditilassi bertingkat ( kolom berfraksi) yang mempunyai plate (piringan-

piringan) sebagai batas keseimbangan uap cair dengan jumlah tertentu untuk setiap

fraksi. Sebelum dimasukan ke dalam tungku pemanas. Minyak mentah dipanaskan

dahulu dalam dapur ( purnace ) pada temperature 320 - 370⁰C.

2) Tahap kedua

Pada tahapan ini merupakan proses lanjutan hasil penyulingan bertingkat dengan

proses sebagai berikut :

- Perengkahan (craking)

- Ekstrasi

- Kristalisasi

- Pembersihan dari kontaminasi


Minyak bumi ditemukan bersama-sama dengan gas alam. Minyak bumi yang telah dipisahkan

dari gas alam disebut juga minyak mentah (crude oil). Minyak mentah dapat dibedakan

menjadi:

 Minyak mentah ringan (light crude oil) yang mengandung kadar logam dan belerang

rendah, berwarna terang dan bersifat encer (viskositasrendah).


 Minyak mentah berat (heavy crude oil) yang mengandung kadar logam dan belerang

tinggi, memiliki viskositas tinggi sehingga harus dipanaskan agar meleleh.


Minyak mentah merupakan campuran yang kompleks dengan komponen utama alkana dan

sebagian kecil alkena, alkuna, siklo-alkana, aromatik, dan senyawa anorganik. Meskipun

kompleks, untungnya terdapat cara mudah untuk memisahkan komponen komponennya, yakni

berdasarkan perbedaan nilai titik didihnya. Proses ini disebut distilasi bertingkat. Untuk

mendapatkan produk akhir sesuai dengan yang diinginkan, maka sebagian hasil dari distilasi

bertingkat perlu diolah lebih lanjut melalui proses konversi, pemisahan pengotor dalam

fraksi, dan pencampuran fraksi.

Distilasi bertingkat

Dalam proses distilasi bertingkat, minyak mentah tidak dipisahkan menjadi komponen-

komponen murni, melainkan ke dalam fraksi-fraksi, yakni kelompok-kelompok yang

mempunyai kisaran titik didih tertentu. Hal ini dikarenakan jenis komponen hidrokarbon

begitu banyak dan isomer-isomer hidrokarbon mempunyai titik didih yang berdekatan.

Proses distilasi bertingkat ini dapat dijelaskan sebagai berikut: ? Minyak mentah

dipanaskan dalam boiler menggunakan uap air bertekanan tinggi sampai suhu ~600oC. Uap

minyak mentah yang dihasilkan kemudian dialirkan ke bagian bawah menara/tanur distilasi.

? Dalam menara distilasi, uap minyak mentah bergerak ke atas melewati pelat-pelat (tray).

Setiap pelat memiliki banyak lubang yang dilengkapi dengan tutup gelembung (bubble cap)

yang memungkinkan uap lewat. ? Dalam pergerakannya, uap minyak mentah akan menjadi

dingin. Sebagian uap akan mencapai ketinggian di mana uap tersebut akan terkondensasi

membentuk zat cair. Zat cair yang diperoleh dalam suatu kisaran suhu tertentu ini disebut

fraksi. ? Fraksi yang mengandung senyawa-senyawa dengan titik didih tinggi akan

terkondensasi di bagian bawah menara distilasi. Sedangkan fraksi senyawa-senyawa dengan

titik didih rendah akan terkondensasi di bagian atas menara. Sebagian fraksi dari menara

distilasi selanjutnya dialirkan ke bagian kilang minyak lainnya untuk proses konversi.

Proses konversi
Proses konversi bertujuan untuk memperoleh fraksi-fraksi dengan kuantitas dan kualitas

sesuai permintaan pasar. Sebagai contoh, untuk memenuhi kebutuhan fraksi bensin yang

tinggi, maka sebagian fraksi rantai panjang perlu diubah/dikonversi menjadi fraksi rantai

pendek. Di samping itu, fraksi bensin harus mengandung lebih banyak hidrokarbon rantai

bercabang/ alisiklik/aromatik dibandingkan rantai lurus. Jadi,

diperlukan proses konversi untuk penyusunan ulang struktur molekul hidrokarbon.

Beberapa jenis proses konversi dalam kilang minyak adalah:

- Perengkahan (cracking)

Perengkahan adalah pemecahan molekul besar menjadi molekul-molekul kecil. Contohnya,

perengkahan fraksi minyak ringan/berat menjadi fraksi gas, bensin, kerosin, dan minyak

solar/diesel.

- Reforming

Reforming bertujuan mengubah struktur molekul rantai lurus menjadi rantai

bercabang/alisiklik/aromatik. Sebagai contoh, komponen rantai lurus (C5? C6) dari fraksi

bensin diubah menjadi aromatik.

- Alkilasi

Alkilasi adalah penggabungan molekul-molekul kecil menjadi molekul besar. Contohnya,

penggabungan molekul propena dan butena menjadi

komponen fraksi bensin.

- Coking

Coking adalah proses perengkahan fraksi residu padat menjadi fraksi minyak bakar dan

hidrokarbon intermediat. Dalam proses ini, dihasilkan kokas (coke). Kokas digunakan dalam

industri alumunium sebagai elektrode untuk ekstraksi logam Al.

Pemisahan pengotor dalam fraksi

Fraksi-fraksi mengandung berbagai pengotor, antara lain senyawa organik yang mengandung

S, N, O; air; logam; dan garam anorganik. Pengotor dapat dipisahkan dengan cara

melewatkan fraksi melalui:


 Menara asam sulfat, yang berfungsi untuk memisahkan hidrokarbon tidak jenuh,

senyawa nitrogen, senyawa oksigen, dan residu padat sepertiaspal.

 Menara absorpsi, yang mengandung agen pengering untuk memisahkan air.

 Scrubber, yang berfungsi untuk memisahkan belerang/senyawa belerang.


Percampuran fraksi

Pencampuran fraksi dilakukan untuk mendapatkan produk akhir sesuai dengan yang

diinginkan.

Sebagai contoh:

 Fraksi bensin dicampur dengan hidrokarbon rantai bercabang/ alisiklik /aromatik

dan berbagai aditif untuk mendapatkan kualitas tertentu. (Simak sub bab bensin).

 Fraksi minyak pelumas dicampur dengan berbagai hidrokarbon dan aditif untuk

mendapatkan kualitas tertentu.

 Fraksi nafta dengan berbagai kualitas (grade) untuk industri petrokimia.

Selanjutnya, produk-produk ini siap dipasarkan ke berbagai tempat, seperti

pengisian bahan bakar dan industri petrokimi

BAB III

BENSIN DAN SOLAR

A. Bensin
Bensin merupakan bahan bakar transportasi yang masih memegang peranan penting sampai

saat ini. Bensin mengandung lebih dari 500 jenis hidrokarbon yang memiliki rantai C5-C10.

Kadarnya bervariasi tergantung komposisi minyak mentah dan kualitas yang diinginkan.

karena bensin hanya terbakar dalam fase uap, maka bensin harus diuapkan dalam

karburator sebelum dibakar dalam silinder mesin kendaraan. Energi yang dihasilkan dari
proses pembakaran bensin diubah menjadi gerak melalui tahapan sebagai berikut.

Pembakaran bensin yang diinginkan adalah yang menghasilkan dorongan yang mulus terhadap

penurunan piston. Hal ini tergantung dari ketepatan waktu pembakaran agar jumlah energi

yang ditransfer ke piston menjadi maksimum. Ketepatan waktu pembakaran tergantung dari

jenis rantai hidrokarbon yang selanjutnya akan menentukan kualitas bensin.

- Alkana rantai lurus dalam bensin seperti n-heptana, n-oktana, dan nonana sangat mudah

terbakar. Hal ini menyebabkan pembakaran terjadi terlalu awal sebelum piston mencapai

posisi yang tepat. Akibatnya timbul bunyi ledakan yang dikenal sebagai ketukan (knocking).

Pembakaran terlalu awal juga berarti ada sisa komponen bensin yang belum terbakar

sehingga energi yang ditransfer ke piston tidak maksimum.

- Alkana rantai bercabang/alisiklik/aromatik dalam bensin seperti isooktana tidak terlalu

mudah terbakar. Jadi, lebih sedikit ketukan yang dihasilkan, dan energi yang ditransfer ke

piston lebih besar. Oleh karena itu, bensin dengan kualitas yang baik harus mengandung

lebih banyak alkana rantai bercabang/alisiklik/aromatik dibandingkan alkana rantai lurus.

Kualitas bensin ini dinyatakan oleh bilangan oktan.

Bilangan oktan

Bilangan oktan (octane number) merupakan ukuran dari kemampuan bahan bakar untuk

mengatasi ketukan sewaktu terbakar dalam mesin. Nilai bilangan oktan 0 ditetapkan untuk

n-heptana yang mudah terbakar, dan nilai 100 untuk isooktana yang tidak mudah terbakar.

Suatu campuran 30% nheptana dan 70% isooktana akan

mempunyai bilangan oktan:

= (30/100 x 0) + (70/100 x 100)

= 70

Bilangan oktan suatu bensin dapat ditentukan melalui uji pembakaran sampel bensin untuk

memperoleh karakteristik pembakarannya. Karakteristik tersebut kemudian dibandingkan

dengan karakteristik pembakaran dari berbagai campuran n-heptana dan isooktana. Jika

ada karakteristik yang sesuai, maka kadar isooktana dalam campuran n-heptana dan

isooktana tersebut digunakan untuk menyatakan nilai bilangan oktan dari bensin yang diuji.
Fraksi bensin dari menara distilasi umumnya mempunyai bilangan oktan ~70. Untuk

menaikkan nilai bilangan oktan tersebut, ada beberapa hal yang dapat dilakukan:

- Mengubah hidrokarbon rantai lurus dalam fraksi bensin menjadi

hidrokarbon rantai bercabang melalui proses reforming. Contohnya

mengubah n-oktana menjadi isooktana.

- Menambahkan hidrokarbon alisiklik/aromatik ke dalam campuran akhir

fraksi bensin.

- Menambahkan aditif anti ketukan ke dalam bensin untuk memperlambat pembakaran

bensin. Dulu digunakan senyawa timbal (Pb). Oleh karena Pb bersifat racun, maka

penggunaannya sudah dilarang dan diganti dengan senyawa organik, seperti etanol dan

MTBE (Methyl Tertiary Butyl Ether).

BAB IV

MANFAAT MINYAK BUMI


Kegunaan fraksi-fraksi yang diperoleh dari minyak bumi terkait dengan sifat fisisnya

seperti titik didih dan viskositas, dan juga sifatkimianya.

a. Sandang
Dari bahan hidrokarbon yang bisa dimanfaatkan untuk sandang adalah PTA (purified

terephthalic acid) yang dibuat dari para-xylene dimana bahan dasarnya adalah kerosin

(minyak tanah). Dari Kerosin ini semua bahannya dibentuk menjadi senyawa aromat, yaitu

para-xylene.

Bentuknya senyawa benzen (C6H6), tetapi ada dua gugus metil pada atom C1 dan C3 dari

molekul benzen tersebut.Para-xylene ini kemudian dioksidasi menggunakan udara menjadi

PTA (lihat peta proses petrokimia diatas). Nah dari PTA yang berbentuk seperti tepung

detergen ini kemudian direaksikan dengan metanol menjadi serat poliester. Serat poli ester

inilah yang menjadi benang sintetis yang bentuknya seperti benang. Hampir semua pakaian

seragam yang adik-adik pakai mungkin terbuat dari poliester. Untuk memudahkan

pengenalannya bisa dilihat dari harganya. Harga pakaian yang terbuat dari benang sintetis

poliester biasanya relatif lebih murah dibandingkan pakaian yang terbuat dari bahan dasar

katun, sutra atau serat alam lainnya. Kehalusan bahan yang terbuat dari serat poliester

dipengaruhi oleh zat penambah (aditif) dalam proses pembuatan benang (saat mereaksikan

PTA dengan metanol). Salah satu produsen PTA di Indonesia adalah di Pertamina Unit

Pengolahan III dengan jenis produk dan peruntukannya disini. Sebetulnya ada polimer lain

yang juga dibunakan untuk pembuatan serat sintetis yang lebih halus atau lembut lagi. Misal

serat untuk bahan isi pembalut wanita. Polimer tersebut terbuat dari polietilen.

b. Papan
Bahan bangunan yang berasal dari hidrokarbon pada umumnya berupa plastik. Bahan dasar

plastik hampir sama dengan LPG, yaitu polimer dari propilena, yaitu senyawa olefin / alkena

dari rantai karbon C3. Dari bahan plastik inilah kemudian jadi macam-macam mulai dari atap
rumah (genteng plastik), furniture, peralatan interior rumah, bemper mobil, meja, kursi,

piring, dll.

c. Seni
Untuk urusan seni, terutama seni lukis, peranan utama hidrokarbon ada pada tinta / cat

minyak dan pelarutnya. Mungkin adik-adik mengenal thinner yang biasa digunakan untuk

mengencerkan cat. Sementar untuk urusan seni patung banyak patung yang berbahan dasar

dari plastik atau piala, dll…. Hidrokarbon yang digunakan untuk pelarut cat terbuat dari Low

Aromatic White Spirit atau LAWS mmerupakan pelarut yang dihasilkan dari Kilang

PERTAMINA di Plaju dengan rentang titik didih antara 145o C — 195o C. Senyawa

hidrokarbonyang membentuk pelarut LAWS merupakan campuran dari parafin, sikloparafin,

dan hidrokarbon aromatik. Untuk daftar pelarut lebih lengkap dan kegunaannya bisa dilihat

disini.

d. Estetika
Sebetulnya seni juga sudah mencakup estetika. Tapi mungkin lebih luas lagi dengan

penambahan kosmetika. Jadi bahan hidrokarbon yang

juga digunakan untuk estetika kosmetik adalah lilin. Misal lipstik, waxing (pencabutan bulu

kaki menggunakan lilin) atau bahan pencampur kosmetik lainnya, farmasi atau semir sepatu.

Tentunya lilin untuk keperluan kosmetik spesifikasinya ketat sekali.

e. Pangan
Karbohidrat atau sakarida adalah segolongan besar senyawa organik yang tersusun dari

atom karbon, hidrogen, dan oksigen. Bentuk molekul karbohidrat paling sederhana terdiri

dari satu molekul gula sederhana. Kalau atom karbon dinotasikan sebagai bola berwarna

hitam, okeigen berwarna merah dan hidrogen berwarna putih maka bentuk molekul tiga
dimensi dari glukosa akan seperti gambar disamping ini. Banyak karbohidrat yang merupakan

polimer yang tersusun dari molekul gula yang terangkai menjadi rantai yang panjang serta

bercabangcabang. Karbohidrat merupakan bahan makanan penting dan sumber tenaga yang

terdapat dalam tumbuhan dan daging hewan. Selain itu,

karbohidrat juga menjadi komponen struktur penting pada makhluk hidup dalam bentuk

serat (fiber), seperti selulosa, pektin, serta lignin. Karbohidrat menyediakan kebutuhan

dasar yang diperlukan tubuh.

Tubuh menggunakan karbohidrat seperti layaknya mesin mobil menggunakan bensin.

Glukosa, karbohidrat yang paling sederhana mengalir dalam aliran darah sehingga tersedia

bagi seluruh sel tubuh. Selsel tubuh tersebut menyerap glukosa. Gula ini kemudian oleh sel

dioksidasi (dibakar) dengan bantuan oksigen yang kita hirup menjadi energi dan gas CO2

dalam bentuk respirasi / pernafasan. Energi yang dihasilkan dan tidak digunakan akan

disimpan dibawah jaringan kulit dalam bentuk lemak. Reaksi pembakaran gula dalam tubuh :

C6H12O6 (gula) + 6O2 (udara yang dihirup) —- >

Energi + 6CO2 (udara yang dikeluarkan) + 6H2O (keringat atau air seni).

DAFTAR PUSTAKA

http//Google.co.id

1. LATAR BELAKANG
Minyak bumi memiliki pean penting dalam kehidupan kita. Ia digunakan untuk bahan baka
dan bahan baku industri kimia. Kendaraan bermotor yang lalu lalang di jalan menggunakan
bahan bakara hasil olahan minyak bumi. Minyak bumi dan turunannya digunakan untuk
membuat obay-obatna, pupuk, pelengkapan makan, plastik, bahan bangunan, cat, pakaian, dan
untuk pembangkit listrik.
Oleh karena itu, dalam laporan ini akan dibahas lengkap segala sesuatu yang bekaitan denagn
minyak bumi.

2. RUMUSAN MASALAH

1. Darimana minyak bumi berasal?


2. Apa saja komposisi minyak bumi?
3. Apa saja fraksi-fraksi pada minyak bumi?
4. Apa manfaat dari minyak bumi?
5. Apa saja dampak negaif dari minyak bumi?
6. Apa bahan alternatif pengganti minyak bumi?

C. TUJUAN PENELITIAN
Berdasarkan rumusan masalah di atas maka tujuan kami adalah sebagai berikut:

1. Mengetahui dari mana minyak bumi berasal,


2. Mengetahui komposisi minyak bumi,
3. Mengetahui fraksi-fraksi pada minyak bumi,
4. Mengetahui manfaat dari minyak bumi,
5. Mengetahui dampak negaif dari minyak bumi, dan
6. Mengetahui bahan alternatif pengganti minyak bumi.
BAB II
KAJIAN PUSTAKA

1. Pengertian Minyak Bumi

Minyak bumi (bahasa Inggris: petroleum, dari bahasa Latin petrus – karang dan oleum –
minyak), dijuluki juga sebagai emas hitam, adalah cairan kental, coklat gelap, atau kehijauan
yang mudah terbakar, yang berada di lapisan atas dari beberapa area di kerak Bumi. Minyak
bumi terdiri dari campuran kompleks dari berbagai hidrokarbon, sebagian besar seri alkana,
tetapi bervariasi dalam penampilan, komposisi, dan kemurniannya.

2. Teori Pembentukan Minyak Bumi

Membahas identifikasi minyak bumi tidak dapat lepas dari bahasan teori pembentukan
minyak bumi dan kondisi pembentukannya yang membuat suatu minyak bumi menjadi spesifik
dan tidak sama antara suatu minyak bumi dengan minyak bumi lainnya. Berikut ini akan dibahas
2 teori pembentukan minyak bumi.

1. Teori Biogenesis (Organik)

Macquir (Prancis, 1758) merupakan orang pertama yang pertama kali mengemukakan
pendapat bahwa minyak bumi berasal darri umbuh-tumbuhan. Kemudian M.W Lamanosow
(Rusia, 1763) juga mengemukakan hal yang sama. Pendapat di atas juga didukun oleh sarjana
lain seperti, Nem Beery, Engler, Bruk, bearl, Hofer. Meeka mengatakan bahwa ”minyak dan gas
bumi berasal dari organisme laut yan telah mati berjuta-juta tahun yang lalu dan membentuk
sebuah lapisan dalam perut bumi.”

2. Teori Abiogenesis (Anorganik)


Barthelot (1866) mengemukakan di dalam minyak bumi terdapat logam alkali, yang dalam
keadaan bebas dengan temperatur tingi akan bersentuhan denagn C02 membentuk asitilena.
Kemudian Mendeleyev (1877) mengemukakan bahwa minyak bumi tebentuk akibat adanya
pengauh kerja uap pada kabida-karbida logam di dalm bumi. Yang lebih ekstrim lagi adalah
pernyataan beberapa ahli yang mengemukakan bahwa minyak bumi mulai terbentuk sejak zamn
prasejarah, jauh sebelum bumi terbentuk dan besamaan dengan proses terbentuknya
bumi.pernyataan itu berdasar fakta ditemukannya material hidrokarbon dalam beberapa batuan
meteor dan di atmosfir bebeapa planet lain.

3. Komponen Minyak Bumi

Minyak bumi hasil ekplorasi (pengeboran) masih berupa minyak mentah atau crude oil.
Minyak mentah ini mengandung berbagai zat kimia berwujud gas, cair, dan padat. Komponen
utama minyak bumi adalah senyawa hidrokarbon, baik alifatik, alisiklik, maupun aromatik.
Kadar unsur karbon dalam minyak bumi dapat mencapai 50%-85%, sedangkan sisanya
merupakan campuran unsur hydrogen dan unsur-unsur lain. Misalnya, nitrogen (0-0,5%),
belerang (0-6%), dan oksigen (0-3,5%).
1. Senyawa hidokarbon alifatik rantai lurus
Senyawa hidokabon alifatik rantai luus biasa disebut alkana atau normal parafin. Senyawa ini
banyak terdapat dalam gas alam dan minyak bumi yang memiliki antai karbon pendek. Contoh:
Etana Propana

2. Senyawa hidrokarbon bentuk siklik

Senyawa hidrokarbon siklik merupakan snyawa hidrokarbon golongan sikloalkana atau


sikloparafin. Senyawa hidrokarbon ini memiliki rumus molekul sama dengan alkena., tetapi tidak
memiliki ikatan rangkap dua dan membentuk dtruktur cinicin. Dalam minyak bumi,
antarmolekul siklik tersebut kadag-kadanag bergabung membentuk suatu molekul yang terdii
atas beberapa senyawa siklik.

2. Senyawa Hidrokarbon Alifatik Rantai Bercabang


Senyawa golongan isoalkana atau isoparafin. Jumlah senyawa hidrokarbon ini tidak
sebanyak senyawa hidrokarbon alifatik rantai lurus dan senyawa hidrokarbon bentuk siklik.

2. Senyawa Hidrokarbon Aromatik

Senyawa hidrokarbon aromatik merupakan senyawa hidrokarbon yang berbentuk siklik


segienam, berikatan rangkap dua selang-seling, dan merupakan senyawa hidrokarbon tak jenuh.
Pada umumnya, senyawa hidrokarbon aromatik ini terdapat dalam minyak bumi yang memiliki
jumlah atom C besar.
Minyak bumi ditemukan bersama-sama dengan gas alam. Minyak bumi yang telah
dipisahkan dari gas alam disebut juga minyak mentah (crude oil). Minyak mentah dapat
dibedakan menjadi:
1. Minyak mentah ringan (light crude oil) yang mengandung kadar logam dan belerang rendah,
berwarna terang dan bersifat encer (viskositas rendah).
2. Minyak mentah berat (heavy crude oil) yang mengandung kadar logam dan belerang tinggi,
memiliki viskositas tinggi sehingga harus dipanaskan agar meleleh.

4. PENGOLAHAN MINYAK BUMI

Minyak bumi biasanya berada 3-4 km di bawah permukaan. Minyak bumi diperoleh dengan
membuat sumu bor. Minyak mentah yang diperoleh ditampunga dalam kapal tanker atau
dialirkan melalui pipa ke stasiun tangki atau ke kilang minyak.
Minyak mentah (crude oil) bebentuk caian kental hitam dan berbau tidak sedap. Minyak mentah
belum dapat digunakan sebagai bahan baka maupun keperluan lainnya, tetapi haus diolah
terlebih dahulu. Minyak mentah mengandung sekitar 500 jenis hidrokarbon denagn jumlah atom
C-1 hingga 50. Pengolahan minyak bumi dilakukan melalui distilasi bertingkat, dimanaminyak
mentah dipisahkan ke dalam kelompok-kelompok dengan rentang titik didih tertentu.
Pengolahan minyak bumi dimulai dengan memanaskan minyak mentah pada suhu 400oC,
kemudian dialirkan ke dalam menara fraksionasi dimana akan tejadi pemisahan berdasarkan
perbedaan titik didih. Komponen yang titik didihnya lebih tinggi akan tetap berupa cairan dan
turun ke bawah, sedangkan yang titik didihnya lebih rendah akan menguap dan naik ke bagian
atas melalui sungkup-sungkup yang disebut sungkup gelembung.
Sementara itu, semakin ke ats, suhu semakin rendah, sehinga setiap kali komponen dengan titik
didih lebih tinggi naik, akan mengembun dan terpisah, sedangkan komponen yang itik didihnya
lebih rendah akan terus naik ke bagian atas yang lebih tinggi. Sehingga komponen yang
mencapai puncak menara adalah komponen yang pada suhu kamar beupa gas. Komponen berupa
gas tadi disebut gas proteleum. Melalui kompresi dan pendinginan, ga sproteleum dicairkan
sehingga diperoleh LPG (Liquid Proteleum Gas)

Minyak mentah mengandung berbagai senyawa hidrokarbon dengan berbagai sifat fisiknya.
Untuk memperoleh materi-materi yang berkualitas baik dan sesuai dengan kebutuhan, perlu
dilakukan tahapan pengolahan minyak mentah yang meliputi proses distilasi, cracking,
reforming, polimerisasi, treating, dan blending.
1. Distilasi
Distilasi atau penyulingan merupakan cara pemisahan campuran senyawa berdasarkan
pada perbedaan titik didih komponen-komponen penyusun campuran tersebut. Meskipun
komposisinya kompleks, terdapat cara mudah untuk memisahkan komponen-komponennya
berdasarkan perbedaan nilai titik didihnya, yang disebut proses distilasi bertingkat. Destilasi
merupakan pemisahan fraksi-fraksi minyak bumi berdasarkan perbedaan titik didihnya.
Minyak bumi atau minyak mentah sebelum masuk kedalam kolom fraksinasi (kolom pemisah)
terlebih dahulu dipanaskan dalam aliran pipa dalam furnace (tanur) sampai dengan suhu ±
350°C. Minyak mentah yang sudah dipanaskan tersebut kemudian masuk kedalam kolom
fraksinasi pada bagian flash chamber (biasanya berada pada sepertiga bagian bawah kolom
fraksinasi). Untuk menjaga suhu dan tekanan dalam kolom maka dibantu pemanasan dengan
steam (uap air panas dan bertekanan tinggi)
Karena perbedaan titik didih setiap komponen hidrokarbon maka komponen-komponen tersebut
akan terpisah dengan sendirinya, dimana hidrokarbon ringan akan berada dibagian atas kolom
diikuti dengan fraksi yang lebih berat dibawahnya. Pada tray (sekat dalam kolom) komponen itu
akan terkumpul sesuai fraksinya masing-masing.
Pada setiap tingkatan atau fraksi yang terkumpul kemudian dipompakan keluar kolom,
didinginkan dalam bak pendingin, lalu ditampung dalam tanki produknya masing-masing.
Produk ini belum bisa langsung dipakai, karena masih harus ditambahkan aditif (zat penambah).

2. Cracking

Cracking adalah penguraian (pemecahan) molekul-molekul senyawa hidrokarbon yang besar


menjadi molekul-molekul senyawa yang lebih kecil. Terdapat dua cara proses cracking, yaitu :

1. Cara panas (thermal cracking), adalah proses cracking dengan menggunakan suhu tinggi
serta tekanan rendah.
2. Cara katalis (catalytic cracking) adalah proses cracking dengan menggunakan bubuk
katalis platina atau molybdenum oksida.

2. Reforming

Reforming adalah pengubahan bentuk molekul bensin yang bermutu kurang baik (rantai karbon
lurus) menjadi bensin yang bermutu lebih baik (rantai karbon bercabang).
4. Polimerisasi
Polimerisasi adalah proses penggabungan molekul-molekul kecil menjadi molekul besar.

2. Treating

Treating adalah proses pemurnian minyak bumi dengan cara menghilangkan pengotor-
pengotornya. Cara-cara proses treating sebagai berikut :

1. Copper sweetening dan doctor treating


2. Acid treatment
3. Desulfurizing (desulfurisasi)

2. Blending

Bensin merupakan contoh hasil minyak bumi yang banyak digunakan di dunia. Untuk
memperoleh kualitas bensin yang baik dilakukan blending (pencampuran), terdapat sekitar 22
bahan pencampur (zat aditif) yang dapat ditambahkan ke dalam proses pengolahannya.
5. FRAKSI MINYAK BUMI

Senyawa hidrokarbon, terutama parafinik dan aromatik, mempunyai trayek didih masing-masing,
dimana panjang rantai hidrokarbon berbanding lurus dengan titik didih dan densitasnya. Semakin
panjang rantai hidrokarbon maka trayek didih dan densitasnya semakin besar. Jumlah atom
karbon dalam rantai hidrokarbon bervariasi. Untuk dapat dipergunakan sebagai bahan bakar
maka dikelompokkan menjadi beberapa fraksi atau tingkatan dengan urutan sederhana sebagai
berikut:

Fraksi Ukuran Molekul Titik Didih (oC) Kegunaan

Gas C1 – C5 -160 – 30 Bahan bakar (LPG),


sumber hidrogen

Petoleum C5 – C7 30 – 90 Pelarut, binatu kimia


eter (dry cleaning)

Bensin C5 – C12 30 - 200 Bahan baka motor


(gasoline)

Kerosin, C12 - C18 180 – 400 Baha bakar mesin


minyak diesel, bahan bakar
diesel/solar industi, untuk cracking

Minyak C16 ke atas 350 ke atas Pelumas


pelumas

Parafin C20 ke atas Za padat dengan Lilin dan lain-lain


titik cai rendah

aspal C25 ke atas residu Baha bakar dan untuk


pelapis jalan raya

6. BENSIN (PETROL atau GASOLINE)

Bensin adalah salah satu jenis bahan bakar minyak yang dimaksudkan untuk kendaraan bermoto
roda dua, tiga, atau empat. Dewasa ini, tersedia 3 jenis bensin, yaitu premium, petamax, dan
peamax plus. Ketiganya mempunyai mutu atau peformance yang berbeda. Adapun mutu bahan
bakar bensin dikaitkan dengan jumlah ketukan (knocking) yang ditimbulkannya dan dinyatakn
dengan nilai oktan. Semakin sedikit ketukannya, semakin baik mutunya, dan semakin tinggi nilai
oktannya.
Ketukan adalah suatu perilaku yang kurang baik dari bahan baka, yaiu pembakaran menjadi
terlalu dini sebelum piston berada pada posisi yang tepat. Ketukan menyebabkan mesin
menggelitik, mengurangi efisiensi bahan bakar dan dapat merusak mesin.
Untuk menentukan nilai oktan, dietapkan dua jenis senyawa sebagai pembanding yaitu
”isooktana” dan n-hepatana. Kedua senyawa ini adalah dua diantara banyak macam senyawa
yang tedapat dalam bensin. Isooktana menghasilkan ketukan palin sedikit dan dibei nilai oktan
100. sedangkan n-heptana menyebabkan keukan paling banyak.
Pertamax mempunyai nilai oktan 92, bearti mutu bahan bakar itu setara denagn campuran 92%
isooktana dan 8% n-heptana. Premium mempunyai nilai oktan 88. sedangakan pertamax plus
mempunyai nilai 94.
Bilangan oktan bensin dapat juga ditingkatkan dengan cara menambah zat aditif antiketukan,
seperti TEL, MTBE, dan etanol.
1. Tetraethyl lead (TEL)
Salah satu anti ketukan yang hingga kini masih digunakan di negara kita adalah Tetraethyl lead
(TEL, lead = timbel atau timah hitam) yang rurmus kimianya Pb(C2H5)4. Untuk mengubah Pb
dari bentuk padat menjadi gas, pada bensin yang mengandung TEL ditambahkan zat aditif lain,
yaitu etilen bromide (C2H2Br). Penambahan 2 – 3 mL zat ini ke dalam 1 galon bensin dapat
menaikkan nilai oktan sebesar 15 poin.
2. Methyl Tertier Butyl Ether (MTBE)
Methyl Tertier Butyl Ether (MTBE) Senyawa MTBE memiliki bilangan oktan 118. Senyawa
MTBE ini lebih aman dibandingkan TEL karena tidak mengandung logam timbel.
3. Etanol
Etanol dengan bilangan oktan 123 merupakan zat aditif yang dapat meningkatkan efisiensi
pembakaran bensin. Etanol lebih unggul dibandingkan TEL dan MTBE karena tidak mencemari
udara dengan logam timbel dan lebih mudah diuraikan oleh mikroorganisme.
7. KILANG MINYAK DI INDONESIA

Kilang minyak (oil refinery) adalah pabrik/fasilitas industri yang mengolah minyak mentah
menjadi produk petroleum yang bisa langsung digunakan maupun produk-produk lain yang
menjadi bahan baku bagi industri petrokimia.

1. Pertamina Unit Pengolahan I Pangkalan Brandan, Sumatera Utara (Kapasitas 5


ribu barel/hari). Kilang minyak pangkalan brandan sudah ditutup sejak awal tahun
2007
2. Pertamina Unit Pengolahan II Dumai/Sei Pakning, Riau (Kapasitas Kilang Dumai
127 ribu barel/hari, Kilang Sungai Pakning 50 ribu barel/hari)
3. Pertamina Unit Pengolahan III Plaju, Sumatera Selatan (Kapasitas 145 ribu
barel/hari)
4. Pertamina Unit Pengolahan IV Cilacap (Kapasitas 348 ribu barel/hari)
5. Pertamina Unit Pengolahan V Balikpapan, Kalimantan Timur (Kapasitas 266 ribu
barel/hari)
6. Pertamina Unit Pengolahan VI Balongan, Jawa Barat (Kapasitas 125 ribu
barel/hari)
7. Pertamina Unit Pengolahan VII Sorong, Irian Jaya Barat (Kapasitas 10 ribu
barel/hari)
8. Pusdiklat Migas Cepu, Jawa Tengah (Kapasitas 5 ribu barel/hari)

Semua kilang minyak di atas dioperasikan oleh Pertamina.

8. OPEC

OPEC (singkatan dari Organization of the Petroleum Exporting Countries; bahasa Indonesia:
Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak Bumi) adalah organisasi yang bertujuan
menegosiasikan masalah-masalah mengenai produksi, harga dan hak konsesi minyak bumi
dengan perusahaan-perusahaan minyak. OPEC didirikan pada 14 September 1960 di Bagdad,
Irak. Saat itu anggotanya hanya lima negara. Sejak tahun 1965 markasnya bertempat di Wina,
Austria.
1. Aljazair (1969)
2. Angola (1 Januari 2007)
3. Libya (Desember 1962)
4. Nigeria (Juli 1971)
5. Arab Saudi (negara pendiri, September 1960)
6. Iran (negara pendiri, September 1960)
7. Irak (negara pendiri, September 1960)
8. Kuwait (negara pendiri, September 1960)
9. Qatar (Desember 1961)
10. Uni Emirat Arab (November 1967)
11. Ekuador (1973–1993, kembali menjadi anggota sejak tahun 2007)
12. Venezuela (negara pendiri, September 1960)

Anggota yang keluar

1. Gabon (keanggotaan penuh dari 1975–1995)


2. Indonesia (anggota dari Desember 1962–Mei 2008)

Pada Mei 2008, Indonesia mengumumkan bahwa mereka telah mengajukan surat untuk keluar
dari OPEC pada akhir 2008 mengingat Indonesia kini telah menjadi importir minyak (sejak
2003) atau net importer dan tidak mampu memenuhi kuota produksi yang telah ditetapkan.

Kemungkinan jadi anggota

Suriah, Sudan, dan Bolivia (ketiga negara ini sudah diundang oleh OPEC untuk bergabung)
Brasil (ingin bergabung setelah ditemukan cadangan minyak yang besar di Atlantik)

I. PENCEMARAN AKIBAT PENGGUNAAN MINYAK BUMI


1. Pencemaran udara
Pencemaran udara berhubungan dengan pencemaran atmosfer bumi. Atmosfer merupakan
lapisan udara yang menyelubungi bumi sampai ketinggian 300 km. Sumber pencemaran udara
berasal dari kegiatan alami dan aktivitas manusia.
Pencemaran udara berhubungan dengan pencemaran atmosfer bumi. Atmosfer merupakan
lapisan udara yang menyelubungi bumi sampai ketinggian 300 km. Sumber pencemaran udara
berasal dari kegiatan alami dan aktivitas manusia.
Sumber pencemaran udara di setiap wilayah atau daerah berbeda-beda. Sumber pencemaran
udara berasal dari kendaraan bermotor, kegiatan rumah tangga, dan industri.

No Polutan Dihasilkan dari


Pemakaian bahan bakar fosil (minyak bumi atau batubara),
1 Karbon dioksida (CO2) pembakaran gas alam dan hutan, respirasi, serta
pembusukan.
Sulfur dioksida (SO2) Pemakaian bahan bakar fosil (minyak bumi atau batubara),
2
nitrogen monoksida (NO) misalnya gas buangan kendaraan.
Pemakaian bahan bakar fosil (minyak bumi atau batubara)
3 Karbonmonoksida (CO) dan gas buangan kendaraan bermotor yang pembakarannya
tidak sempurna.
Pendingin ruangan, lemari es, dan perlengkapan yang
4 Kloro Fluoro Carbon (CFC)
menggunakan penyemprot aerosol.
Dampak pencemaran udara dapat berskala mikro dan makro.
Pada skala mikro atau lokal, pencemaran udara berdampak pada kesehatan manusia.
Misalnya, udara yang tercemar gas karbon monoksida (CO) jika dihirup seseorang akan
menimbulkan keracunan, jika orang tersebut terlambat ditolong dapat mengakibatkan kematian.
Dampak pencemaran udara berskala makro, misalnya fenomena hujan asam dalam skala
regional, sedangkan dalam skala global adalah efek rumah kaca dan penipisan lapisan ozon.
Karbon dioksida (CO2)
Pembakaran bahan bakar fosil seperti batubara, minyak, dan gas alam telah lama
dilakukan untuk pemenuhan kebutuhan manusia terhadap energi. Misalnya untuk berbagai
keperluan rumah tangga, industri, dan pertanian. Ketika bahan bakar minyak tersebut dibakar,
karbon dioksida dilepaskan ke udara. Data yang diperoleh menunjukkan bahwa jumlah karbon
dioksida yang dilepaskan ke udara terus mengalami peningkatan. Apakah dampak peningkatan
CO2 terhadap lingkungan?
Karbon monoksida (CO)
Gas karbon monoksida (CO) merupakan gas yang tidak berbau, tidak berasa, dan tidak
stabil. Karbon monoksida yang berada di kota besar sebagian besar berasal dari pembuangan gas
kendaraan bermotor yang gas-gas pembakarannya tidak sempurna. Selain itu, karbon monoksida
dapat berasal dari pembakaran bahan bakar fosil serta proses industri.
Karbon monoksida dalam tubuh manusia lebih cepat berikatan dengan hemoglobin
daripada oksigen. Jika di udara terdapat karbon monoksida, oksigen akan kalah cepat berikatan
dengan hemoglobin.
Beberapa orang akan menderita defisiensi oksigen dalam jaringan tubuhnya ketika
haemoglobin darahnya berikatan dengan karbon monoksida sebesar 5%. Seorang perokok
haemoglobin darahnya sering ditemukan mengandung karbon monoksida lebih dari 10%.
Defisiensi oksigen dalam tubuh dapat menyebabkan seseorang menderita sakit kepala dan
pusing. Kandungan karbon monoksida yang mencapai 0.1.% di udara dapat mengganggu
metabolisme tubuh organisme. Oleh karena itu, ketika memanaskan mesin kendaraan di dalam
garasi sebaiknya pintu garasi dibuka agar gas CO yang terbentuk tidak terakumulasi di dalam
ruangan dan terhirup.
Sulfur dioksida
Sulfur dioksida dilepaskan ke udara ketika terjadi pembakaran bahan bakar fosil dan
pelelehan biji logam. Konsentrasi SO2 yang masih diijinkan ialah antara 0.3 sampai 1.0 mg m-3.
Akan tetapi, di daerah yang dekat dengan industri berat, konsentrasi senyawa tersebut menjadi
lebih tinggi, yaitu 3.000 mg m-3 .
Peningkatan konsentrasi sulfur di atmosfer dapat menyebabkan gangguan kesehatan pada
manusia, terutama menyebabkan penyakit bronkitis, radang paru-paru (pneumonia), dan gagal
jantung. Partikel-partikel ini biasanya sulit dibersihkan bila sudah mencapai alveoli sehingga
menyebabkan iritasi dan mengganggu pertukaran gas.
Pencemaran sulfur (sulfur oksida) di sekitar daerah pencairan tembaga dapat
menyebabkan kerusakan pada vegetasi hingga mencapai jarak beberapa kilometer jauhnya.
Tumbuhan mengabsorbsi sulfur dioksida dari udara melalui stomata. Tingginya konsentrasi
sulfur dioksida di udara seringkali menimbulkan kerusakan pada tanaman pertanian dan
perkebunan.
Nitrogen oksida
Nitrogen oksida memainkan peranan penting di dalam penyusunan jelaga fotokimia.
Nitrogen dioksida dihasilkan oleh gas buangan kendaraan bermotor. Peroksiasil nitrat yang
dibentuk di dalam jelaga sering menyebabkan iritasi pada mata dan paru-paru. Selain itu, bahan
polutan tersebut dapat merusak tumbuhan.
Hujan asam
Dua gas yang dihasilkan dari pembakaran mesin kendaraan serta pembangkit listrik
tenaga disel dan batubara yang utama adalah sulfur dioksida (SO2) dan nitrogen dioksida (NO2).
Gas yang dihasilkan tersebut bereaksi di udara membentuk asam yang jatuh ke bumi bersama
dengan hujan dan salju. Misalnya, sulfur dioksida berreaksi dengan oksigen membentuk sulfur
trioksida.
2 SO2 + O2 2 SO3
Sulfur trioksida kemudian bereaksi dengan uap air membentuk asam sulfat.
SO3 + H2O H2SO4
Uap air yang telah mengandung asam ini menjadi bagian dari awan yang akhirnya turun
ke bumi sebagai hujan asam atau salju asam. Hujan asam dapat mengakibatkan kerusakan hutan,
tanaman pertanian, dan perkebunan. Hujan asam juga akan mengakibatkan berkaratnya benda-
benda yang terbuat dari logam, misalnya jembatan dan rel kereta api, serta rusaknya berbagai
bangunan. Selain itu, hujan asam akan menyebabkan penurunan pH tanah, sungai, dan danau,
sehingga mempengaruhi kehidupan organisme tanah, air, serta kesehatan manusia.
Efek rumah kaca (green house effect)
Efek rumah kaca merupakan gejala peningkatan suhu dipemukaan bumi yang terjadi
karena meningkatnya kadar CO2 (karbon dioksida) di atmosfer. Gejala ini disebut efek rumah
kaca karena diumpamakan dengan fenomena yang terjadi di dalam rumah kaca.
Pada rumah kaca, sinar matahari dapat dengan mudah masuk ke dalamnya. Sebagian
sinar matahari tersebut digunakan oleh tumbuhan dan sebagian lagi dipantulkan kembali ke arah
kaca.
Sinar yang dipantulkan ini tidak dapat keluar dari rumah kaca dan mengalami pemantulan
berulang-ulang. Energi yang dihasilkan meningkatkan suhu rumah kaca sehingga rumah kaca
menjadi panas.
Di bumi, radiasi panas yang berasal dari matahari ke bumi diumpamakan seperti
menembus dinding kaca rumah kaca. Radiasi panas tersebut tidak diserap seluruhnya oleh bumi.
Sebagian radiasi dipantulkan oleh benda-benda yang berada di permukaan bumi ke ruang
angkasa. Radiasi panas yang dipantulkan kembali ke ruang angkasa merupakan radiasi infra
merah. Sebagian radiasi infra merah tersebut dapat diserap oleh gas penyerap panas (disebut: gas
rumah kaca). Gas penyerap panas yang paling penting di atmosfer adalah H2O dan CO2. Seperti
kaca dalam rumah kaca, H2O dan CO2 tidak dapat menyerap seluruh radiasi infra merah
sehingga sebagian radiasi tersebut dipantulkan kembali ke bumi. Keadaan inilah yang
menyebabkan suhu di permukaan bumi meningkat atau yang disebut dengan pemanasan global
(global warning).
Kenaikan suhu menyebabkan mencairnya gunung es di kutub utara dan selatan. Kondisi
ini mengakibatkan naiknya permukaan air laut, sehingga menyebabkan berbagai kota dan
wilayah pinggir laut akan tenggelam, sedangkan daerah yang kering menjadi semakin kering.
Efek rumah kaca menimbulkan perubahan iklim, misalnya suhu bumi meningkat rata-rata 3°C
sampai 4°C pada abad ke-21, kekeringan atau curah hujan yang tinggi di berbagai tempat dapat
mempengaruhi produktivitas budidaya pertanian, peternakan, perikanan, dan kehidupan manusia.
Penipisan lapisan ozon
Lapisan ozon (O3) adalah lapisan gas yang menyelimuti bumi pada ketinggian ± 30 km
diatas bumi. Lapisan ozon terdapat pada lapisan atmosfer yang disebut stratosfer. Lapisan ozon
ini berfungsi menahan 99% radiasi sinar Ultra violet (UV) yang dipancarkan ke matahari.
Gas CFC (Chloro Fluoro Carbon) yang berasal dari produk aerosol (gas penyemprot),
mesin pendingin dan proses pembuatan plastik atau karet busa, jika sampai ke lapisan stratosfer
akan berikatan dengan ozon. CFC yang berikatan dengan ozon menyebabkan terurainya molekul
ozon sehingga terjadi kerusakan lapisan ozon, berupa penipisan lapisan ozon.
Penipisan lapisan ozon di beberapa tempat telah membentuk lubang seperti di atas
Antartika dan kutub Utara. Lubang ini akan mengurangi fungsi lapisan ozon sebagai penahan
sinar UV. Sinar UV yang sampai ke bumi akan menyebakan kerusakan pada kehidupan di bumi.
Kerusakan tersebut antara lain gangguan pada rantai makanan di laut, serta kerusakan tanaman
budidaya pertanian, perkebunan, serta mempengaruhi kesehatan manusia.
Radiasi
Makhluk hidup sudah lama menjadi objek dari bermacammacam bentuk radiasi.
Misalnya, radiasi matahari yang mengandung sinar ultraviolet dan gelombang infra merah.
Selain berasal dari matahari, radiasi dapat juga berasal dari luar angkasa, berupa sinar kosmis
dan mineral-mineral radioaktif dalam batubatuan. Akan tetapi bentuk radiasi akibat aktivitas
manusia akan menimbulkan polusi.
Bentuk-bentuk radiasi berupa kegiatan uji coba bom nuklir dan penggunaan bom nuklir
oleh manusia dapat berupa gelombang elektromagnetik dan partikel subatomik. Kedua macam
bentuk radiasi tersebut dapat mengancam kehidupan makhluk hidup.
Dampak radiasi dapat dilihat pada tingkat genetik dan sel tubuh. Dampak genetik pada
interfase menyebabkan terjadinya perubahan gen pada AND atau dikenal sebagai mutasi gen.
Dampak somatik (sel tubuh) adalah seseorang memiliki otak yang lebih kecil daripada ukuran
normal, cacat mental, dan gangguan fisik lainnya serta leukemia.
2. Pencemaran air
Pencemaran air meliputi pencemaran di perairan darat, seperti danau dan sungai, serta
perairan laut. Sumber pencemaran air, misalnya pengerukan pasir, limbah rumah tangga,
industri, pertanian, pelebaran sungai, pertambangan minyak lepas pantai, serta kebocoran kapal
tanker pengangkut minyak.
Limbah rumah tangga
Limbah rumah tangga seperti deterjen, sampah organik, dan anorganik memberikan andil
cukup besar dalam pencemaran air sungai, terutama di daerah perkotaan. Sungai yang tercemar
deterjen, sampah organik dan anorganik yang mengandung miikroorganisme dapat menimbulkan
penyakit, terutama bagi masyarakat yang mengunakan sungai sebagai sumber kehidupan sehari-
hari. Proses penguraian sampah dan deterjen memerlukan oksigen sehingga kadar oksigen dalam
air dapat berkurang. Jika kadar oskigen suatu perairaan turun sampai kurang dari 5 mg per liter,
maka kehidupan biota air seperti ikan terancam.
Limbah pertanian
Kegiatan pertanian dapat menyebabkan pencemaran air terutama karena penggunaan
pupuk buatan, pestisida, dan herbisida. Pencemaran air oleh pupuk, pestisida, dan herbisida dapat
meracuni organisme air, seperti plankton, ikan, hewan yang meminum air tersebut dan juga
manusia yang menggunakan air tersebut untuk kebutuhan sehari-hari. Residu pestisida seperti
DDT yang terakumulasi dalam tubuh ikan dan biota lainnya dapat terbawa dalam rantai makanan
ke tingkat trofil yang lebih tinggi, yaitu manusia.
Selain itu, masuknya pupuk pertanian, sampah, dan kotoran ke bendungan, danau, serta
laut dapat menyebabkan meningkatnya zat-zat hara di perairan. Peningkatan tersebut
mengakibatkan pertumbuhan ganggang atau enceng gondok menjadi pesat (blooming).
Pertumbuhan ganggang atau enceng gondok yang cepat dan kemudian mati
membutuhkan banyak oksigen untuk menguraikannya. Kondisi ini mengakibatkan kurangnya
oksigen dan mendorong terjadinya kehidupan organisme anaerob. Fenomena ini disebut sebagai
eutrofikasi.
Limbah pertambangan
Pencemaran minyak di laut terutama disebabkan oleh limbah pertambangan minyak lepas
pantai dan kebocoran kapal tanker yang mengangkut minyak. Setiap tahun diperkirakan jumlah
kebocoran dan tumpahan minyak dari kapal tanker ke laut mencapai 3.9 juta ton sampai 6.6 juta
ton. Tumpahan minyak merusak kehidupan di laut, diantaranya burung dan ikan. Minyak yang
menempel pada bulu burung dan insang ikan mengakibatkan kematian hewan tersebut.
J. ENERGI ALTERNATIF
1. Biodiesel dari minyak kelapa
Bahan bakar minyak bumi (fosil) diperkirakan sekitar 60 tahun lagi akan habis. apabila
dieksploitasi secara besar-besaran. Untuk memperlambat dan mengurangi ketergantungan
terhadap bahan bakar minyak bumi tersebut salah satunya adalah dengan bahan bakar biodiesel
yang bahan bakunya sangat besar untuk dikembangkan. Salah satu bahan baku yang bisa
dijadikan biodiesel adalah minyak kelapa. dalam satu molekul minyak kelapa terdiri dari 1 unit
gliserine dan sejumlah asam lemak.
Dan 3 (tiga) unit asam lemak dari rantai karbon panjang adalah triglyseride (lemak dan
minyak). Komponen glycerine memiliki titik didih tinggi yang dapat melindungi minyak dari
penguapan (volatilizing). Pada biodiesel, komponen asam lemak dari minyak dikonversikan ke
elemen lain yang disebut ester. Glycerine dan asam lemak dipisahkan dengan proses esterifikasi.
Minyak tumbuhan bereaksi dengan alkohal dan katalis, jika minyak tumbuhan adalah metanol
dan kelapa, dan komponen reaktannya adalah alcohol maka akan dihasilkan coco metil ester.
Coco metil ester adalah nama kimia dari coco biodiesel. . Tingkat keberhasilan dalam proses
pembutan biodiesel dipengaruhi oleh putaran pengadukan, temperatur pemanasan dan kadar
katalis serta kandungan air ketika pembuatan sodium metoksid.
Setelah diadakan pengujian mesin diesel dengan bahan bakar minyak vegetatif dan
minyak diesel didapatkan bahwa dengan minyak vegetatif mempunyai efisiensi dan daya mesin
yang lebih besar dibanding dengan minyak diesel, karena suhu gas buang yang dihasilkan lebih
rendah namun terjadi penurunan kualitas nilai kalor rata-rata 2%. Dengan nilai kalor yang rata-
rata lebih rendah 2%, tetapi minyak vegetatif mempunyai angka cetana yang jauh lebih tinggi
(Angka cetana rata-rata minyak diesel 45, biodiesel 62 untuk yang berbasis kelapa sawit, 51
untuk jarak pagar dan 62,7 untuk yang berbasis kelapa sayur) akan didapat keterlambatan
penyalaan yang lebih pendek bila dibandingkan dengan minyak diesel. Adanya keterlambatan
penyalaan yang lebih pendek (ignition delay) daya yang dihasilkan besar dan efektif, maka akan
dihasilkan unjuk kerja yang optimum. Pengujian viscositas minyak vegetatif yang telah
dilakukan oleh beberapa peneliti
menunjukkan bahwa viskositas minyak vegetatif lebih besar bila dibandingkan dengan
minyak diesel. Viskositas minyak vegetatif berkisar antara (2.3 – 6) cst dan (2.6 – 4.8).
Keuntungan dari biodiesel dari minyak kelapa.
1. Minyak biodiesel yang bersumber dari minyak kelapa dapat dibuat secara mudah
dengan cara mereaksikan (mencampurkan) minyak kelapa dengan methanol dan katalis NaOH
yang akan menghasilkan biodiesel dan gliserin.
2. Bahan bakar biodiesel minyak kelapa mempunyai potensi besar untuk diaplikasikan
sebagai bahan bakar pengganti minyak diesel/solar. Flash point dari biodiesel kelapa lebih
rendah dari pada solar. Nilai kalor bahan bakar biodiesel minyak kelapa setara dengan solar.
2. Gas alam
Gas alam seperti juga minyak bumi merupakan senyawa hidrokarbon (CnH2n+2) yang
terdiri dari campuran beberapa macam gas hidrokarbon yang mudah terbakar dan non-
hidrokarbon seperti N2, CO2, H2S dan gas mulia seperti He dan Ar, terdapat pula uap air dan
pasir. Umumnya gas yang terbentuk sebagian besar dari metan CH4, dan dapat juga termasuk
etan C2H6 dan propan C3H8. Gas alam yang didapat dari dalam sumur di bawah bumi, biasanya
bergabung dengan minyak bumi. Gas ini disebut sebagai gas associated. Ada juga sumur yang
khusus menghasilkan gas, sehingga gas yang dihasilkan disebut gas non-associated.
Meski secara jangka pendek, gas alam memang bisa menyelesaikan permasalahan tersebut, tetapi
dalam jangka panjang, apa yang dialami oleh minyak bumi akan terjadi pada gas alam juga.
Berdasarkan data dari Natural Gas Fundamentals, Institut Francais Du Petrole pada tahun 2002,
cadangan terbukti (proved reserves) gas alam dunia ada sekitar 157703,109 m3. Jumlah
cadangan ini, dengan tingkat konsumsi gas alam sekarang ini, hanya akan dapat bertahan selama
beberapa puluh tahun saja.
3. Biogas

Biogas merupakan sebuah proses produksi gas bio dari material organik dengan bantuan
bakteri. Proses degradasi material organik ini tanpa melibatkan oksigen disebut anaerobik
digestion Gas yang dihasilkan sebagian besar (lebih 50 % ) berupa metana. material organik
yang terkumpul pada digester (reaktor) akan diuraiakan menjadi dua tahap dengan bantuan dua
jenis bakteri. Tahap pertama material orgranik akan didegradasi menjadi asam asam lemah
dengan bantuan bakteri pembentuk asam. Bakteri ini akan menguraikan sampah pada tingkat
hidrolisis dan asidifikasi. Hidrolisis yaitu penguraian senyawa kompleks atau senyawa rantai
panjang seperti lemak, protein, karbohidrat menjadi senyawa yang sederhana. Sedangkan
asifdifikasi yaitu pembentukan asam dari senyawa sederhana.
Setelah material organik berubah menjadi asam asam, maka tahap kedua dari proses
anaerobik digestion adalah pembentukan gas metana dengan bantuan bakteri pembentuk metana
seperti methanococus, methanosarcina, methano bacterium.
Perkembangan proses Anaerobik digestion telah berhasil pada banyak aplikasi. Proses ini
memiliki kemampuan untuk mengolah sampah / limbah yang keberadaanya melimpah dan tidak
bermanfaat menjadi produk yang lebih bernilai. Aplikasi anaerobik digestion telah berhasil pada
pengolahan limbah industri, limbah pertanian limbah peternakan dan municipal solid waste
(MSW).
Biogas sebagian besar mengandung gs metana (CH4) dan karbon dioksida (CO2), dan beberapa
kandungan yang jumlahnya kecil diantaranya hydrogen sulfida (H2S) dan ammonia (NH3) serta
hydrogen dan (H2), nitrogen yang kandungannya sangat kecil.
Energi yang terkandung dalam biogas tergantung dari konsentrasi metana (CH4). Semakin tinggi
kandungan metana maka semakin besar kandungan energi (nilai kalor) pada biogas, dan
sebaliknya semakin kecil kandungan metana semakin kecil nilai kalor. Kualitas biogas dapat
ditingkatkan dengan memperlakukan beberapa parameter yaitu : Menghilangkan hidrogen
sulphur, kandungan air dan karbon dioksida (CO2). Hidrogen sulphur mengandung racun dan zat
yang menyebabkan korosi, bila biogas mengandung senyawa ini maka akan menyebabkan gas
yang berbahaya sehingga konsentrasi yang di ijinkan maksimal 5 ppm. Bila gas dibakar maka
hidrogen sulphur akan lebih berbahaya karena akan membentuk senyawa baru bersama-sama
oksigen, yaitu sulphur dioksida /sulphur trioksida (SO2 / SO3). senyawa ini lebih beracun. Pada
saat yang sama akan membentuk Sulphur acid (H2SO3) suatu senyawa yang lebih korosif.
Parameter yang kedua adalah menghilangkan kandungan karbon dioksida yang memiliki tujuan
untuk meningkatkan kualitas, sehingga gas dapat digunakan untuk bahan bakar kendaraan.
Kandungan air dalam biogas akan menurunkan titik penyalaan biogas serta dapat menimbukan
korosif

BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
Minyak bumi terbentuk dari sisa fosil mahkluk hidup yang tertimbun jutaan tahun yang
lalu. Pengambilan minyak bumi dilakukan di kilang minyak. Kemudian di fraksionisasikan
sesuai titik didihnya. Minyak bumi memiliki peranan penting bagu kehidupan, baik sebagai
sumber energi maupun sebagai bahan baku industri petrokimia.
B. Saran
Minyak bumi merupakan sumber daya alam yang tidak dapat dipebarui. Kini
keberadaanya sudah hampir habis. Oleh karena itu, penggunaannya harus dihemat. Penggunaan
bahan olahan minyak bumi juga memiliki efek samping. Seprti gas buangan dari mesin yang
mengunakan bahan olahan minyak bumi. Asap tersebut merupakan indikasi pencemaran udara
dan memperburuk kondisi dunia yang mengalami global warming.